Anda di halaman 1dari 13

Laporan Praktikum Biokimia PEMERIKSAAN TOTAL PROTEIN

BLOK DIGESTIF

Oleh: Nama NIM : Muhammad Nur Hanief : G1A008033

Kelompok : 9 Gelombang : B1 Asisten : Ayu Asyifa R.F

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEDOKTERAN PURWOKERTO

2010

LEMBAR PENGESAHAN

Oleh : Muhammad Nur Hanief G1A0080433 Kelompok 9

Disusun untuk persyaratan nilai praktikum Biokimia pada Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Diterima dan disahkan Purwokerto, 1 Juli 2010 Asisten

Ayu Asyifa R.F. G1A007028

BAB I PENDAHULUAN

A.

Judul Praktikum

Penentuan Aktivitas Enzim Amilase Darah

B.

Tanggal Praktikum

Kamis, 24 Juni 2010

C.

Tujuan Praktikum

1. Mengukur kadar enzim amilase dalam darah. 2. Menjelaskan nilai normal enzim amilase dalam darah serta nilai patologis dari hasil praktikum. 3. Melakukan diagnosa dini penyakit apa saja yang ditandai oleh hasil aktivitas abnormal (patologis) melalui bantuan hasil praktikum yang dilakukan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Enzim sebagai biokatalisator menyebabkan manusia hidup dapat memperoleh dan menggunakan energi dengan cepat. Enzim mengubah kecepatan reaksi, tetapi tidak mempengaruhi keseimbangan akhir. Enzim bekerja khusus pada reaksi-reaksi tertentu dan hanya bekerja di bawah syaratsyarat tertentu, yaitu pH, suhu, kadar substrat, kofaktor, koenzim, dan lainlain. pH optimum untuk enzim yang bekerja dilambung adalah 1-2, di usus halus 7-8, di dalam sel 7,4. Untuk suhu optimum misalnya enzim-enzim yang bekerja di dalam tubuh manusia 370 C dan untuk enzim pada tumbuhtumbuhan ada yang sampai 600 C. Enzim kadang sulit ditentukan karena kadarnya rendah, sehingga dapat ditentukan dengan cara tidak langsung yaitu dengan mengikuti perubahan koenzim dan dengan enzim tidak aktif. Sebagian enzim mudah dijadikan inaktif dengan pemanasan 1000 C selama kira-kira 5 menit (Asscalbiass, 2010). Tubuh manusia menghasilkan berbagai macam enzim yang tersebar di berbagai bagian dan memiliki fungsi tertentu. Salah satu enzim yang penting dalam sistem pencernaan manusia adalah enzim amilase. Enzim ini terdapat dalam saliva atau air liur manusia. Saliva yang disekresikan oleh kelenjar liur selain mengandung 99,5% air, glikoprotein, dan musin yang bekerja sebagai pelumas pada waktu mengunyah dan menelan makanan. Amilase yang terdapat dalam saliva adalah amilase liur yang mampu membuat polisakarida (pati) dan glikogen dihidrolisis menjadi maltosa dan

oligosakarida lain dengan menyerang ikatan glikosidat. Amilase akan segera terinaktivasi pada pH 4,0 atau kurang sehingga kerja pencernaan makanan dalam mulut akan segera terhenti apabila lingkungan lambung yang asam menembus partikel makanan. Amilase menghidrolisis unit-unit D-glukosa yang terangkai dengan ikatan rantai C-1,4. Hidrolisis berlangsung dengan cara acak dan menghasilkan

disakarida maltosa sebagai hasil akhirnya. Amilase bekerja pada bermacammacam polisakarida dan oligosakarida tetapi pengaruhnya paling mudah ditunjukkan dengan menggunakan amilum sebagai substrat. Pada pH 6-7, dalam larutan yang mengandung ion klorida, amilase mengkatalisis hidrolisis amilum menjadi maltosa dengan pembentukan hasil antara bermacam-macam dekstrin. Amilum dan dekstrin yang molekulnya masih besar dengan iodium memberi warna biru, dekstrin-dekstrin antaranya (eritrodekstrin) memberi warna cokelat kemerah-merahan. Dekstrin yang molekul-molekulnya sudah kecil lagi (akhrodekstrin) dan maltosa tidak memberi reaksi dengan iodium. Jadi amilase pengaruhnya dapat diikuti dengan mengamati waktu yang diperlukan untuk mencapai titik saat campuran reaksi tidak memberikan warna lagi dengan larutan iodium. Titik ini disebut titik akromik (Asscalbiass, 2010).

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Bahan 1. 2. 3.

Alat Dan Bahan

Spuit 3cc Torniquet 1 buah Tabung Reaksi Rak Tabung reaksi 1 buah Mikropipet 10-100 l 1 buah Mikropipet 100-1000 l 1 buah Blue tip 1 buah Yellow tip 1 buah Kuvet 1 buah Spektrofotometer Sentrifugator

Monoreagen 1 cc Serum Darah 20 l Alkohol 70%

B.

Cara Kerja 1. a. b. Persiapan sampel: Darah diambil menggunakan spuit kira-kira sebanyak 3cc. Darah dimasukkan ke dalam tabung yang sudah dicampur dengan EDTA dan disentrifuge dengan kecepatan 4000 rpm selama 10 menit, kemudian diambil serumnya untuk sampel. 2. 3. 1 cc working reagen dimasukan ke dalam kuvet. Dimasukkan 20 l serum kedalam kuvet hingga tercampur.

4.

Kadar enzim amylase dibaca dengan spektrofotometer.

C.

Nilai Normal Kadar normal amylase darah =<100 U/L

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil praktikum Nama Probandus Jenis kelamin Umur Hasil Pemeriksaan : Laura Syerin : Perempuan : 20 tahun : Kadar total protein7,2 mg/dl

1000 l Monoreagen

20 l serum/ plasma diinkubasi selama 2 menit

diukur dengan spektrofotometer =546 nm dan nilai faktor 4554.

B. Pembahasan Pada praktikum kali ini, didapatkan bahwa enzim amylase darah normal. Hal ini mengindikasikan bahwa penghasil enzim amylase darah, pancreas dalam keadaan normal. Karena apabila terjadi kenaikan, maka akan

dikhawatirkan terjadi adanya hipersekresi enzim-enzim yang ada pada pancreas. Pankreas adalah kelenjar memanjang yang terletak di belakang dan di bawah lambung, di atas lengkung pertama duodenum. Pankreas merupakan kelenjar campuran yang mengandung jaringan eksokrin dan endokrin. Bagian eksokrin yang predominan terdiri dari kelompok-kelompok sel sekretorik seperti anggur yang membentuk kantung-kantung atau asinus yang berhubungn dengan duktus yang akhirnya bermuara ke duodenum. Bagian endokrin yang lebih kecil terdiri dari pulau-pulau jaringan endokrin terisolasi, pulau-pulau Langerhans yang tersebar di seluruh pankreas. Hormon terpenting yang disekresikan oleh sel-sel pulau Langerhans adalah insulin dan glukagon. Pankreas eksokrin mengeluarkan getah pankreas yang terdiri dari dua komponen yaitu sekresi enzimatik poten dan sekresi alkali encer yang kaya akan natrium bikarbonat (NaHCO3). Enzim-enzim pankreas secara aktif disekresi oleh sel asinus. Komponen NaHCO3 encerdi sekresikan secara aktif oleh duktus yang melapisi bagian awal duktus pankreatikus dan kemudian mengalami modifikasi sewaktu melewati duktus. Enzimyang disekresi pankreas adalah enzim-enzim proteolitik, amilase pankreas, dan lipase pankreas. Seperti amilase liur, amilase pankreas berperan penting dalam pencernaan karbohidrat dengan mengubah polisakarida menjadi disakarida. Amilase disekresikan melalui getah pankreas dalam bentuk aktif karena amilase tidak membahayakan sel-sel sekretorik (Sherwood, 2001). Amilase menyerang pati dan glikogen. Kerja memecah molekul pati yang dimiliki getah pankreas terjadi akibat enzim -amilase pankreas. Kerja

enzim ini serupa dengan kerja enzim amilase liur, menghidrolisis pati dan glikogen menjadi maltosa, maltotriosa (tiga residu -glukosa yang dihubungkan melalui ikatan ) dan campuran senyawa oligosakarida tak bercabang, serta beberapa glukosa (Murray, 2003). Hipersekresi enzim pada pancreas akan mengakibatkan enzim-enzim yang ada pada saluran pencernaan akan terserap lebih ke dalam aliran darah dan menyebabkan terdeteksinya enzim ini dalam keadaan yang tinggi. Pemeriksaan ini sangat penting, karena apabila terjadi hipersekresi pancreas, dikhawatirkan sedang terjadi pancreatitis akut. Hal ini sangat penting, karena pada pankreatits akut, enzim-enzim yang dikeluarkan oleh pancreas menjadi banyak dan ditakutkan akan terjadi autodigesti pada organ tubuh yang lainnya. Oleh karena itu pada pancreatitis akut merupakan salah satu penyakit akut abdomen. Hal yang dapat mempengaruhi terjadinya kerancuan dari praktikum ini adalah kesalahan inkubasi, karena jika inkubasi kurang sempurna, maka working reagen yang dipakai juga kurang berfungsi secara maksimal. Selain itu juga dari faktor pengambilan cairan plasma yang kurang akan membuat pembacaan hasil pada spektrofotometri akan menjadi rendah palsu. Selain itu, dari faktor spektrofotometri , pada pembacaan, idealnya dilakukan pencucian ulang, hal ini bisa menjadikan hasil menjadi tinggi palsu, karena pada spektrofotometri bisa saja masih tertinggal sisa dari cairan yang diuji sebelumnya dengan blanko yang sama. Oleh karena itu, walaupun hasilnya masih normal, tetap perlu adanya ketelitian yang sangat akurat, karena pemeriksaan ini sangat penting, mengingat aplikasi klinis dari pemeriksaan ini merupakan penyakit gawat darurat (pankreatits akut).

C. Aplikasi klinis

Pankreatitis akut Beberapa penyebab yang sering disebut-sebut sebagai etiologi dari pankreatitis akut adalah penyakit traktus biliaris, alkoholisme, infeksi, trauma pada perut bagian atas, hiperlipidemia, hiperparatiroid, dll. Sebagian besar pankreatitis akuta menyerang penderita dengan kelainan pada traktus biliaris dan pecandu alkohol. Gambaran yang khas dari pankreatitis akut adalah bahwa timbulnya selalu mendadak berat dengan keluhan nyeri yang hebat di daerah epigastrium. Pada pankreatitis edematous yang timbulnya gangguan pencernaan atau keluhan gastritis. Tetapi pada pankreatitis yang berat atau pankreatitis hemoragika, umumnya mempunyai keluhan yang berat dan tampak sakit berat. Sifat nyeri timbulnya mendadak dan terus-menerus, seperti ditusuk-tusuk dan terbakar, yang mula-mula di epigastrium kemudian menjalar ke punggung, kadang-kadang sampai ke seluruh perut dan dirasakan tegang, kadang-kadang pindah ke hipokondrium kanan atau juga ke perut bagian bawah(McPhee, 2010)(Fauci, 2008). Penentuan kadar enzim pada darah dan urin penting untuk menentukan diagnosa pankreatitis akut. Pada semua keadaan dengan kerusakan jaringan dan adanya stasis di dalam saluran pankreas, maka enzim amilase, lipase dan lain-lainnya akan masuk ke dalam darah dalam jumlah yang lebih tinggi daripada normal(Withcomb,2006). Penentuan kadar amilase dalam serum adalah paling praktis dan mudah ditentukan daripada lainnya. Menurut Soergel dan Ammann, bila kadar amilase dalam serum darah seseorang terdapat 5 kali lebih besar daripada normalnya, berarti pasti orang tersebut menderita pankreatitis akut (Hadi, 2002).

BAB V KESIMPULAN 1. Enzim amylase darah dihasilkan dan di Pankreas dan berfungsi memecah amylum menjadi molekul hidrat arang yang lebih kecil. 2. Dari hasil spektrofotometer dapat kita lihat bahwa kadar amylase Serum normal yaitu 30, 62 U/L. 3. Peningkatan Amylase yang tinggi (>5x normal) mengindikasikan kemungkinan adanya pancreatitis akut. 4. Factor-faktor yang bisa mempengaruhi hasil praktikum diantaranya adalah factor endogen (probandus) dan factor eksogen (kesalahan pemeriksaan). 5. Penikatan Kadar Amilase pada serum pada umumnya disebabkan oleh stasis saluran/duktus pankreatikus, contohnya pada Pakreatitis Akut.

DAFTAR PUSTAKA Asscalbiass. 2010. Buku Petunjuk Praktikum Biokimia Kedokteran Blok Digetive. Purwokerto. FK UNSOED Hadi, Sujono. Gastroenterologi. Bab IX : Hati. Penerbit PT Alumni. Bandung. 2002 : 819-826 Fauci,AS, et all.2008.17th Edition HARRISONS principles of INTERNAL MEDICINE.USA:McGrawHill McPhee,Steven J, et all.2010. CURRENT Medical Diagnosis & Treatment 2010.US:McGrawHill Robert K. Murray.. Biokimia Harper. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta : 2000 Sherwood, Lauralee. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta : 2001 Withcomb,DC.2006.The New England Journal of Medicine, Acute Pancreatitis. Diakses dari www.nejm.org pada tanggal 1 Juli 2010.