Anda di halaman 1dari 24

Oleh : 1. Agustya Dwi Ariani 2. Alessandri Perdana Putra 3. Maharani Dewi Caropeboka 4. Mega Lestari Indah 5.

Trio Wicaksono

Pembimbing : Dr. Woro Pramesti, Sp.KJ

Latar belakang
Data Komisi Nasional Perlindungan Anak, pada tahun 2009 kasus kekerasan pada anak sudah mencapai 1998 kasus, sekitar 65 persen diantaranya, merupakan kasus kekerasan seksual. Padahal sebelumnya, pada tahun 2008 kasus kekerasan seksual pada anak sudah meningkat 30 persen menjadi 1.555 kasus dari 1.194 kasus pada tahun 2007. Dengan kata lain setiap harinya terdapat 4,2 kasus


Faul kner, 2003, dan Zahra, 2007 mengemukakan sejumlah data bahwa 31% narapidana perempuan di Amerika merupakan korban-korban kekerasan seksual di masa kecil mereka, 95% pekerja seks remaja merupakan korban kekerasan seksual anak, 40% penyerang seksual dan 76% pemerkosa berantai mengalami kekerasan seksual di masa anak-anaknya.

Kekerasan seksual yang menimpa para korban, terutama anak-anak dan wanita, terkadang menjadi stressor yang tidak dapat diatasi dan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Definisi Kekerasan Seksual

setiap bentuk perilaku yang memiliki muatan seksual yang dilakukan seseorang atau sejumlah orang namun tidak disukai dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran sehingga menimbulkan akibat negatif, seperti: rasa malu, tersinggung, terhina, marah, kehilangan harga diri, kehilangan kesucian, dan sebagainya, pada diri orang yang menjadi korban

Unsur Pelecehan Seksual

Suatu perbuatan yang berhubungan dengan seksual. Pada umumnya pelakunya laki-laki dan korbannya perempuan. Wujud perbuatan berupa fisik dan nonfisik. Tidak ada kesukarelaan.

Pengertian Anak
Pengertian anak dari aspek religius atau agama Anak anugerah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, sehingga orang tua yang telah dianugerahi seorang anak oleh tuhan, bertugas dan bertanggung jawab untuk mengasuh, membina, dan mendidik anak agar menjadi manusia yang seutuhnya.


Pengertiaan anak dari aspek sosiologis Pengertian anak dari dalam makna sosial ini lebih mengarah kepada perlindungan anak secara kodrati, karena keterbatasan yang dimilikinya sebagai seorang anak. Anak tidak mungkin diharapkan untuk dalam waktu yang relatif singkat, tahu dan mengerti bagaimana ia harus bertingkah laku, bersikap, dan hidup bermasyarakat dengan orang lain dalam lingkungannya.


Pengertian anak dari aspek ekonomi Dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan anak oleh orang-tuanya, demi menciptakan kesejahteraan bagi anak tersebut, kesejahteraan anak dapat diperoleh oleh faktor-faktor internal anak itu sendiri maupun dari faktor eksternal keluarga anak yang bersangkutan. Anak dalam pengertian ekonomi ini berkaitan erat dengan kegiatan eksploitasi anak dan perdagangan manusia.


Pengertian anak dalam kedudukan Hukum Yaitu anak dipandang sebagai subyek Hukum dan memiliki kedudukan dalam hukum baik dalam hukum pidana, perdata ataupun UUD 1945.

Kekerasan Seksual Terhadap Anak


semua bentuk perlakuan yang merendahkan martabat anak dan menimbulkan trauma yang berkepanjangan Bentuk perlakuan tersebut adalah dengan paksaan (digerayangi, diperkosa, dicabuli dan digauli), tanpa paksaan (incest) Dapat terjadi di lingkungan keluarga dan masyarakat Anak tidak memiliki kekuatan untuk melawan dan merupakan sosok yang lemah serta memiliki ketergantungan yang tinggi dengan orang-orang dewasa disekitarnya sehingga membuat anak tidak berdaya saat diancam untuk tidak memberitahukan apa yang dialaminya.

Dampak Kekerasan Seksual pada Anak

Gangguan stres yang dialami korban pelecehan seksual dan perkosaan disebut Gangguan Stres Pasca Trauma (Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD). PTSD merupakan sindrom kecemasan, labilitas autonomic, ketidakrentanan emosional, dan kilas balik dari pengalaman yang amat pedih itu setelah stress fisik maupun emosi yang melampaui batas ketahanan orang biasa


National Institute of Mental Health (NIMH) mendefinisikan PTSD sebagai gangguan berupa kecemasan yang timbul setelah seseorang mengalami peristiwa yang mengancam keselamatan jiwa atau fisiknya. Peristiwa trauma ini bisa berupa serangan kekerasan, bencana alam yang menimpa manusia, kecelakaan atau perang

Gejala PTSD
Pengulangan pengalaman trauma 1. selalu teringat peristiwa yang menyedihkan 2. flashback 3. nightmares (mimpi buruk) 4. reaksi emosional dan fisik yang berlebihan


Penghindaran dan emosional yang dangkal 1. menghindari aktivitas, tempat, berpikir, merasakan, atau percakapan yang berhubungan dengan trauma 2. kehilangan minat terhadap semua hal 3perasaan terasing oleh orang lain


Sensitivitas meningkat 1. Susah tidur 2. mudah marah/tidak dapat mengendalikan amarah 3. susah berkonsentrasi 4. kewaspadaan berlebih 5. respon berlebihan terhadapt segala sesuatu

Gangguan Psikologis PTSD


Panic attack Perilaku menghindar Depresi Merasa disisihkan dan sendiri Emosi labil Ketakutan Muncul persepsi dan kepercayaan yang aneh

Pengobatan PTSD
Farmakoterapi Obat yang biasa digunakan adalah benzodiazepin, litium, camcolit dan zat pemblok beta, seperti propranolol, klonidin, dan karbamazepin Psikoterapi 1. anxiety management, 2. cognitive therapy, 3. exposure therapy

1) relaxation training belajar mengontrol ketakutan dan kecemasan secara sistematis dan merelaksasikan kelompok otot -otot utama, 2) breathing retraining belajar bernafas dengan perut secara perlahan -lahan, santai dan menghindari bernafas dengan tergesa - gesa yang menimbulkan perasaan tidak nyaman, bahkan reaksi fisik yang tidak baik seperti jantung berdebar dan sakit kepala 3) positive thinking dan self-talk, belajar untuk menghilang-kan pikiran negatif dan mengganti dengan pikiran positif ketika menghadapi hal hal yang membuat stress (stresor),

anxiety management


4) asser-tiveness training belajar bagaimana mengekspresikan harapan, opini dan emosi tanpa menyalahkan atau menyakiti orang lain 5) thought stopping belajar bagaimana mengalihkan pikiran ketika kita sedang m emikirkan hal-hal yang membuat kita stress

cognitive therapy
merubah kepercayaan yang tidak rasional yang mengganggu emosi dan mengganggu kegiatan kegiatan Tujuan kognitif terapi adalah mengidentifikasi pikiran-pikiran yang tidak rasional, mengumpulkan bukti bahwa pikiran tersebut tidak rasional untuk melawan pikiran tersebut yang kemudian mengadopsi pikiran yang lebih realistik untuk membantu mencapai emosi yang lebih seimbang

exposure therapy
terapis membantu menghadapi situasi yang khusus, orang lain, obyek, memori atau emosi yang mengingatkan pada trauma dan menimbulkan ketakutan yang tidak realistik dalam kehidupannya. Pengulangan situasi disertai penyadaran yang berulang akan membantu menyadari situasi lampauyang menakutkan tidak lagi berbahaya dan dapat diatasi

Caranya ada 2 yaitu : 1. exposure in the imagination, yaitu bertanya pada penderita untuk mengulang cerita secara detail sampai tidak mengalami hambatan menceritakan; 2. exposure in reality, yaitu membantu menghadapi situasi yang sekarang aman tetapi ingin dihindari karena menyebabkan ketakutan yang sangat kuat (misal: kembali ke rumah setelah terjadi perampokan di rumah). Ketakutan bertambah kuat jika kita berusaha mengingat situasi tersebut dibanding berusaha melupakannya.


Psikoterpi lainnya : support group therapy dan terapi bicara Pendidikan dan supportive konseling

Terima Kasih...