Anda di halaman 1dari 5

Tugas Teknologi Sediaan Likuida dan Semi Solid Femi Fahmisari NIM : P17335111418 RANGKUMAN

Suspensi Oral, Emulsi, Magma dan Gel


Suspensi
Bahan yang didistribusikn disebut fase dispers dan pembawanya disebut fase pendispersi / medium disperse. Partikel fase dispers biasanya bahan padat yang tidak larut dalam medium disperse, Dalam suatu emulsi, fase terdispers adalah bahan cair yang tidak larut maupun bercampur dengan cairan dan fase pendispersi. Suspensi : Preparat yang mengandung partikel obat yang terbagi secara halus disebarkan secara merata dalam pembawa dimana obat menunjukkan kelarutan yang sangat minimum. Alasan pembuatan suspensi oral : Obat-obat tersebut tidak stabil secara kimia bila ada dalam larutan, tetapi stabil bila di suspense. Untuk kebanyakan pasien bentuk cair lebih disukai disbanding tablet, kapsul Mudah ditelan dan keleluasaan dalam pemberian dosis / penyesuaian dosis Pemberian lebih mudah, terutama untuk anak anak Mudah memberikan dosis yang relarif besar, aman Dapat menutupi rasa yang tidak enak Sifat Suspensi yang diinginkan: Mengendap lambat dan harus rata lagi bila dikocok Karakteristik suspense harus sedemikian rupa sehingga ukuran partikel dari suspensoid tetap agak konstan dalam waktu yang lama Suspensi harus bias dituang dalam wadah dengan cepat dan homogen Laju endap ( laju sedimentasi ) dari partikel suspense menutut persamaan hokum Stoke dipengaruhi oleh Konstanta gravitasi, Jari jari partikel, Kerapatan partikel bulat, Kerapatan cairan, Viskositas medium disperse Semakin besar ukuran partikel, kecepatan jatuhnya semakin besar Semakin besar kerapatan partikel makin cepat lju turunnya Semakin tinggi viskositas semakin rendah laju endap

Pengurangan ukuran partikel umumnya diperoleh dengan penggilingan, salah satu cara yang paling cepat, mudah dan tidak mahal untuk menghasilkan bubuk obat yang halus 10 - 50 mikron = mikropulverisasi, untuk yang lebih halus lagi <10 mikron =penghalusan dengan energy cair ( jet milling / micronizing), biasanya untuk suspense parenteral dari obat mata, spray drying = pengeringan semprot. Pembuatan Suspensi: Serbuk mula mula dibasahi dengan zat pembasah ( Alkohol, Gliseruin, Propylenglicol) lalu tambahkan medium disperse yang telah ditambah semua komponen formulasi yang larut ( Pewarna, Pemberi rasa, Pengawet). Hasil akhirnya setelah ditambah zat pembawa, dilewatkan ke penggiling koloid, blender, atau mixer.

Suspensi dikemas dalam wadah mulut lebar yang mempunyai ruang udara yang memadai diatas cairan hngga dapat dikocok dan mudah dituang, Disimpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari pembekuan, panas yang erlebihan dan cahaya. Suspensi perlu dikocok etiap kali sebelum digunakan untuk menjamin distribusi zat padat yang merata, sehingga dosis tepat dan seragam. Contoh Suspensi : Antasida, Antelmintika dan Antibakteri.

Emulsi
Emulsi adalah suatu disperse dimana fasse terdispers terdiri dari bulatan bulatan kecil zat cair yang terdistribusi ke seluruh pembawa yang tidak bercampur fase terdispers = fase dalam, medium dispers = fase luar / kontinyu Type Emulsi 1. Air dalam minyak W / O 2. Minyak dalam air O / W Untuk membuat suatu emulsi diperlukan zat pengemulsi / Emulsyfying agent. Emulsi cair bias dipakai untuk Oral, Topikal, Parenteral. Emulsi semi solid : Topikal Tujuan Emulsi 1. Membuat suatu preparat yang stabil dan rata dari campuran dua cairan yang saling tidak bias bercampur 2. Rasa lebih enak 3. Mudah dimakan dan ditelan 4. Partikel lebih kecil sehingga mudah dicernakan dan diabsorpsi 5. Meningkatkan efikasi minyak mineral sebagai katartik Teori Emulsifikasi 1. Teori Tegangan Permukaan

Emulsifikasi penggunaan zat-zat surfaktan sebagai zat pengemulsi dan zat penstabil menghasilkan penurunan tegangan antar muka dari kedua cairan yang tidak saling bercampur, mengurangi gaya tolak menolak antara cairan cairan tersebut dan mengurangigaya tarik menarik antar molekul dari masing masing cairan. Jadi surfaktan membantu memecahkan bola bola besar menjadi bola bola kecil, yang kemudian mempunyai kecenderungan untuk bersatu. 2. Oriented Wedge theory Setiap molekul emulgator dibagi menjadi dua kelompok hidrofilik dan lipofilik, masing masing kelompok akan bergabung dengan zat cair yang disenanginya, sehingga menjadi pengikat. 3. Teori plastik / lapisan antar muka Menempatkan zat pengemulsi pada antarmuka minyak dan air, mengelilingi tetesan fase dalam suatu lapisan tipis yang diadsorpsi pada permukaan tetesan tersebut, lapisan tersebut mencegah kontak dan bersatunya fase terdispersi makin kuat dan makin lunak lapisan tersebut, akan makin besar dan makin stabil emulsinya. Pembuatan Emulsi Zat pengemulsi harus dapat dicampurkan dengan bahan formulatif lainnya, tidak boleh mengganggu stabilitas / efikasi obat teurapetik, haus stabil dan tidak boleh terurai dalam preparat,tidak toksis pada penggunaan yang dimaksud bau, rasa dan warna lemah, memiliki kemampuan untuk membentuk emulsi dan menjaga stabilitas dari emulsi tersebut Zat pengemulsi berasal dari 1. Bahan alam : Karbohidrat :akasia, tragakan, agar, kondrus, pectin = bersifat koloid untuk emulsi type M/A Protein : gelatin, kuning telur dan kasein = untuk emulsi type M/A 2. Sintetis: Alkohol : Stearil alcohol Pembasah : bersifat kationik, anionic co : Sulfonat, Na. Lauril Sulfat, Benzalkonium klorida Zat padat terbagi halus : Tanah liat HLB : Kisaran lazim antara 1 dan 20 Dengan menggunakan HLB dalam penyiapan suatu emulsi, seseorang dapat memilih zat pengemulsi yang mempunyai harga HLB sama atau hamper sama dengan fase minyak Emulsi bisa disiapkan dengan beberapa cara : Dalam ukuran kecil dengan mortar dan stamper Blender, mixer homogenizer tangan

Dalam ukuran besar dengan homogenizer besar Metode Emulsi 1. Metode Gom Kering / continental Tiap 4 bagian minyak, 2 bagian air, 1 bagian gom ditambahkan untuk membuat emulsi utama 2. Metode Gom Basah Proporsi minyak,air dan gom sama dengan gom kering tetapi urutan pencampuran beda dan perbandingan bahan bias bervariasi. Metode ini memakan waktu lebih lama tetapi cock untuk pembuatan emulsi minyak yang sangat kenyal 3. Metode botol / Forbes Untuk pembuatan emulsi yang dibuat baru dari minyak minyak menguap / zat yang bersifat minyak dan mempunyai viskositas rendah. Tidak cocok untuk minyak kental. Serbuk gom arab ditaruh dalam botol kering + 2 bag air, kocok dengan kuat, tambahkan sedikit sedikit air dan minyak sambil terus dikocok, jika semua air sudah di campurkan, campurn emulsi utama bias diencerkan sesuai kebutuhan. 4. Metode Tambahan Peningkatan kualitas emulsi dengan cara melewatkannya melalui Hand Homogenizer. Emulsi Transparan : Suatu disperse minyak, bukan suatu larutan murni, bias dikatakan surfaktan melarutkan minyak karena penampilannya yang transparan. berbeda dalam ukuran partikel minyak yang diemulsi jauh lebih kecil, digunakan surfaktan hdrofilik co : Polisorbat Emulsi dianggap tidak stabil apabila : - Fase dalam pendiaman membentuk agregat dari bulatan bulatan - Bulatan bulatan naik ke permukaan / turun ke dasar akan membentuk lapsan pekat - Jika semua atau sebagian dari cairan fase dalam tidak teremulsikan dan membentuk suatu lapisan yang berbeda pada permukaan /dasar emulsi. Agregat dari bulatan fase dalam mempunyai kecenderungan yang lebih besar yntuk naik ke permukaan atau jatuh ke dasar emulsi daripada partikel partikelnya sendiri yang disebut creaming. Kerusakan yang lebih besar dai creaming pada suatu emulsi adalah penggabungan bulatan bulatan fase dalam dan pemisahan fase tersebut menjadi suatu lapisan disebut breaking. Hal ini bersifat reversible karena lapisan pelindung di sekitar bulatan fase terdispersi tidak ada lagi. Untuk Emulsi yang peka terhadap cahaya, dipakai wadah tahan cahaya, untuk emulsi yang rusak karena oksidasi dapat ditambahkan anti oksidan.Contoh emulsi oral : Minyak mineral, Minyak Castor khasiat laksansia.

Gel dan Magma


Gel : Sistem setengah padat yang terdiri dari suatu disperse yang tersusun baik dari partikel anorganik yang kecil / molekul organic yang besar dan saling diresapi cairan Magama : Massa gel yang terdiri dari kelompok kelompok partikel kecil yang berbed atau system 2 fase. Suatu bahan dikatakan koloid bila partikelnya berkisar antara 1- 0,5 milimikron partikel koloid biasanya lebih besar dari atom / ion / molekul Perbedaan disperse koloid dan larutan murni adalah besarnya ukuran fase terdispers. Larutan murni tidak memancarkan cahaya alias jernih, Koloid mengandung partikel yang buram yang menyebarkan cahaya alias buram Magma dan Gel dibuat baru / segar dengan pengendapan fase terdispers agar mendapatkan suatu derjat kehalusan dari bagian bagian partikel dan sifat seperti gelatin dari partikel partikel tersebut. Magma dan gel lainnya dapt dibuat dengan cara hidrasi langsung dalam air dari zat kimia anorganik, bentuk yang dihidrasi terdiri dari fase terdispers dari suatu disperse. Bila gel / magma didiamkan lama maka suatu lapisan supernatant dari medium pendispersi akan terbentuk, tetapi keseragaman preparat susdapat mudah dicapai kembali dengan mengocoknya secara biasa. Magma dan gel yang mengandung obat dipakai secara oral karena manfaat dari fase terdispersinya. Contoh : - Bentonite magma : preparat 5 % bentonite, al. silikat hidrat alam dalam air murni, dpaat dibuat secara mekanik dalam suatu blender, atau menaburkan bentonit sedikit sedikit ke tasa air murni panas. Magma bentonit digunakan sebagai zat pensuspensi. - Al2(OH) gel : suspense berair dari endapan gelatin yang tdd Al hidroksida ynag tidak larut dan aluminium oksida hidrat. Digunakan sebagai Antasida. - Al. Pfosphat gel : Suspensi dalam air yang mengandung Al fosfat 4-5 %,bias mengandung pengharum,pemanis dan pengawet. Digunakan untuk pasien tukak lambung dengan diare kronis. - Susu magnesia : Sediaan yang mengandung 7-8,5 % Mg Hidroksida, kental, berwarna putih buram, beberapa bagian air memisah bila didiamkan,terkenal sebagai Antasida, pada dosis yang lebih besar bias digunakan sebagai laksansia. - Magma Bismuth : Sediaan dalam air yang mengandung bismuth hidroksida dan bismuth subkarbonat dalam bentuk suatu endapan gelatin yang dibuat dengan reaksi kimia, Suspensi kental, berwarna putih, opaque,air nya memisah bila didiamkan. Digunakan sebagai Antasida dan Astringen.