Anda di halaman 1dari 5

Penetapan KKM dalam KTSP.

PENETAPAN

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL

I. Pendahuluan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada dasarnya merupakan


pengembangan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang mempuanyai
cirr; 1) berorientasi pada pencapaian hasil dan dampaknya (outcome oriented), 2)
berbasis pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang tertuang pada
Standar Isi, 3) bertolah dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL), 4)
Memperhatikan pengembangan kurikulum berdiversirikasi, 5) mengembangkan
kompetensi secara utuh dan menyeluruh (holistic), 6) menerapkan prinsip
ketuntasan belajaran (mastery learning).

Berdasarkan ciri-ciri tersebut khususnya pada point 6), penilaian yang dilakukan
dengan penilaian acuan patokan (criteria referenced) dengan asumsi dasarnya
adalah,

1. bahwa semua orang bisa belajar apa saja, hanya waktu yang diperlukan berbeda

2. Kriteria harus ditetapkan terlebih dahulu, dan

3. hasil evaluasi tersebut adalah tuntas dan tidak tuntas/ lulus dan tidak lulus.

Ketuntasan belajar dapat diartikan sebagai pendekatan dalam pembelajaran yang


mempersyaratkan peserta didik dalam menguasai secara tuntas seluruh standar
kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang telah ditetapkan.

Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi
dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing
indikator 75%. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal
dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta
kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.
Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara
terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.
Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah batas minimal ketercapaian
kompetensi setiap indikator, kompetensi dasar, standar kompentensi aspek
penilaian mata pelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik.

II. Rambu-rambu Penetapan KKM

- KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran


- KKM ditetapkan oleh kelompok guru mata pelajaran sekolah

- Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100

- Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100

- Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal

- Nilai KKM harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS)

III. Kriteria Penetapan KKM

KKM ditentukan melalui analisis tiga hal, yaitu tingkat kerumitan (kompleksitas),
tingkat kemampuan rata-rata siswa (intake), dan tingkat kemampuan sumber daya
dukung sekolah (man, money, material).

A. Tingkat Kompleksitas

(Kesulitan & Kerumitan) setiap KD yang harus dicapai oleh siswa. Tingkat
Kompleksitas Tinggi, bila dalam pelaksanaannya menuntut :

- SDM : - memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa

- kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran.

- WAKTU : - cukup lama karena perlu pengulangan

- PENALARAN dan KECERMATAN siswa yang tinggi.

B. Daya Dukung

yaitu ketersediaan tenaga, sarana dan prasarana pendidikan yang sangat


dibutuhkan, BOP, manajemen sekolah, kepedulian stakeholders sekolah.

C. Tingkat kemampuan rata-rata siswa (Intake)

- KKM Kelas VII didasarkan pada hasil seleksi Tes Akademik Umum (TAU),
Nilai UAS (Ijazah) dan Nilai rapor kelas VI

- KKM Kelas VIII dan IX didasarkan pada tingkat pencapaian KKM siswa
pada semester atau kelas sebelumnya

IV. Langkah-langkah Penetapan KKM

- Menetapkan KKM untuk setiap Indikator


- Menetapkan KKM untuk setiap Kompetensi Dasar melalui rerata dari KKM
indikator

- Menetapkan KKM Untuk setiap Standar Kompetensi melalui rerata dari KKM
Kompetensi Dasar.

- Menetapkan KKM Untuk setiap aspek mata pelajaran melalui rerata dari KKM
standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang telah dipetakan
berdasarkan aspek.

V. Menetapkan KKM

KKM dapat ditetapkan melalui cara berikut:

A. Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan :

1. Kompleksitas : - Tinggi = 1

- Sedang = 2

- Rendah = 3

2. Daya dukung : - Tinggi = 3

- Sedang = 2

- Rendah = 1

3. Intake : - Tinggi = 3

- Sedang = 2

- Rendah = 1

B. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria:

1. Kompleksitas : - Tinggi = 50-64

- Sedang = 65-80

- Rendah = 81-100

2. Daya dukung : - Tinggi = 81-100

- Sedang = 65-80
- Rendah = 50-64

3. Intake : - Tinggi = 81-100

- Sedang = 65-80

- Rendah = 50-64

Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang, daya dukung tinggi


dan intake sedang, nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang
kita tentukan.

Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria
perlu kesepakatan dalam kelompok guru mata pelajaran tingkat sekolah

VI. Lampiran

A. Contoh format Penetapan KKM untuk indikator dan kompetensi dasar

Kriteria Penetapan KKM


Kompetensi Dasar/
Daya KKM
Indikator Kompleksitas Intake
Dukung
1. Memahami prosedur ilmiah 65 70 70 68,6
untuk mempelajari
benda-benda alam 70 80 70 73,3
dengan menggunakan
peralatan 70 55 65 63,3

1.1 Mendeskripsikan
besaran pokok dan
besaran turunan
beserta satuannya
1.2 Mendeskripsikan
pengertian suhu dan
pengukurannya
1.3 Melakukan
pengukuran dasar
secara teliti dengan
menggunakan alat
ukur yang sesuai dan
sering digunakan
dalam kehidupan
sehari-hari
KKM kompetensi dasar (rata-rata dari KKM indikator) 68,4

Contoh Format Penetapan KKM untuk aspek penilaian mata pelajaran


Standar Kompetensi/ KKM SK, KD, dan Indikator dipetakan
Kompetensi Dasar/ berdasarkan Aspek Penilaian Mapel
Indikator 1..... 2. ..... 3. .... 4. ..... 5. ....
SK 1.

KD 1.1.

KD 1.2.

KD 1.3.

SK 2

KD 2.1.

KD 2.2.

KD 2.3.

KD 2.4.

SK 3

KD 3.1.

KD 3.2.

KD 3.3.
KKM Aspek (rata-rata)

Anda mungkin juga menyukai