Anda di halaman 1dari 13

Kawat Gigi

Pernah, enggak, kamu ngerasa enggak pede waktu berpose bareng temen-temen di photobox? Atau, sewaktu kongkow bareng sohib, kamu enggak dapat ketawa ngakak gara-gara susunan gigi kamu enggak rapi? Susunan gigi yang berantakan kayak genteng yang dipasang oleh tukang amatiran memang suka bikin rasa pede nyungsep. Poin buat kecantikan wajah pun langsung melorot jauh begitu kita nyengir. Kita pun langsung tereliminasi dari persaingan.

Gigi yang bertumpuk dan berjejal-jejal, tumbuh terlalu jarang sehingga ada celah di antara gigigigi, atau letaknya terlalu maju atau mundur. diakibatkan oleh faktor keturunan, pencabutan gigi, atau kebiasaan saat kecil seperti ngedot atau ngisep jempol yang bikin gigi jadi tonggos. Kebiasaan terlalu sering nelen ludah juga menyebabkan lidah mendorong gigi ke arah depan. Cara ngatasin problem ini adalah dengan memasang kawat gigi. Perawatan ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Saat berusia delapan tahun, kamu sudah dapat melakukan perawatan dengan kawat gigi. Yang penting, yang bersangkutan dapat ngejaga kebersihan giginya agar selalu higienis. Kamu yang enggak punya masalah kayak di atas, enggak perlu ngerengek orang tua minta dipasangin kawat gigi. Enggak usah ikut-ikutan tren, deh. Mentang-mentang Dian Sastro dan Britney Spears dan seleb-seleb pada pasang kawat gigi, kamu ikut-ikutan make. Tahu, enggak? Selain biayanya mahal, pemasangan kawat gigi pada gigi normal dapat membuat gigi rata jadi aneh bentuknya.

Seperti Apa Proses Pengawatan? Sebelum pemasangan kawat gigi, dokter harus menentukan dulu masalahnya. Dokter memerlukan cetakan model gigimu, potret gigi, potret kepala, dan potret wajahmu agar perawatan benar-benar tepat. Foto wajahmu penting banget. Hal itu karena kawat akan mengubah wajahmu. Karena itu, sebelum pemasangan kawat gigi, kamu sudah harus tahu wajahmu sebelum dan sesudah memakai kawat gigi. Dan, semua perencanaan itu harus tertulis supaya kamu dan dokter dapat sama-sama enak. Jangan sampai ntar ada pihak yang merasa dirugikan. Soalnya, pemasangan kawat ini lumayan lama, sekitar satu sampai dua tahun. Jadi, kalau terjadi apa-apa akan memudahkan kamu melakukan claim. O, ya! Pemasangan kawat gigi hanya dilakukan pada gigi yang sehat dan bersih. Kalau kamu punya gigi berlubang, gigi itu harus ditambal dulu sebelum pemasangan kawat. Sakit, enggak, sih? Saat pertama kali kawat gigi dipasang, kamu akan merasakan beberapa keluhan. Yang paling

sering dirasakan adalah sakit pada gusi saat alat mulai diaktifkan. Rasa sakit itu kira-kira selama satu sampai dua hari. Ada juga yang menderita sariawan di sekitar mulutnya begitu alat dipasang. Mungkin, karena alatnya terlalu tajam. Begitu kawat gigi dipasang, makananmu mesti bubur, sup, atau makanan lain yang diblender dulu. Hal itu karena kamu akan merasa linu banget kalau makan yang keras-keras. Sudah gitu, kalau kebentur sedikit saja dapat jadi luka dan bikin sariawan. Makanya, kalau tidur harus menghadap ke satu sisi aja supaya enggak kebentur bantal atau tangan sendiri. Namun, banyak ABG, karena takut dibilang ketinggalan mode, enggak peduli sama semua itu. Biar sakit, mereka jabanin juga. Mereka tetap merengek ortu untuk dipasangin kawat gigi dengan penahan karet berwarna kesukaan mereka. Mereka juga rela repot-repot ke dokter gigi setiap tiga minggu sekali untuk mengontrolnya. Penahan, Biar Enggak Berantakan Lagi Umumnya, keberhasilan perawatan dengan kawat gigi mencapai 90 hingga 99 persen. Namun, yang lebih penting dari itu adalah perawatan setelah pemasangan kawat. Soalnya, kalau dibiarin, letak gigi yang sudah berubah ke tempat baru akan balik lagi posisinya semula. Untuk membantu perawatan itu, digunakan alat yang disebut retainer atau penahan. Seperti kawat gigi, penahan gigi ada yang berbahan plastik dan ada juga yang berbahan metal. Bentuknya ada yang seperti kawat gigi lepasan, ada juga yang dipasang di belakang gigi (lingual bonded retainer). Kelebihan penahan gigi transparan adalah kawatnya enggak kelihatan. Namun, akan terasa mengganggu saat kamu ngunyah makan. Gangguan ini biasanya membuat kamu pingin ngelepas penahan saat makan. Kalau keseringan lepas-pasang, plastiknya bakal gampang patah. Sebaiknya Gunakan penahan selama 24 jam sehari pada enam bulan pertama. Setelah itu, boleh dikenakan saat tidur saja. Idealnya, penahan dipakai selama setahun agar gigi yang telah tertata bagus, tidak kembali ke letak awal atau bahkan jadi lebih parah dari sebelumnya. Berapa Ongkos Pasang Kawat? Kawat gigi terbuat dari bermacam bahan. Ada yang terbuat dari metal, ada juga yang dibuat dari composite, porselin, plastik bahkan ada juga yang terbuat dari emas. Kawat gigi yang dibuat dari bahan composite akan tampak transparan atau berwarna seperti warna gigi. Yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah yang berbahan metal dan composite. Hal yang menentukan mahal atau murahnya harga kawat gigi adalah sistemnya. Selama ini, yang paling sering dipakai adalah jenis kawat gigi dengan sistem straight wire atau conventional bracket. Beberapa kalangan berpunya, lebih menyukai sistem damon, sistem terbaru yang mahal banget harganya. Kelebihannya, pemakai cukup kontrol ke dokter dua bulan sekali. Enggak seperti sistem lainnya yang harus dikonrtol tiap tiga minggu sekali. Kelebihan lain, sistem ini enggak menggunakan karet pada penahan giginya. Jadi, sistemnya mengunci gigi satu-satu sehingga lebih mudah membukanya.

Sekarang ini, harga kawat gigi, berkisar antara Rp7 juta sampai Rp15 juta. Kalau kamu memilih kawat dan bracket transparan, bersiaplah merogoh kantong ortu kamu sebanyak Rp9 juta ke atas. Kalau kamu pilih yang berbahan metal dengan bracket karet warna-warni, harganya lebih murah. Sementara harga retainer (penahan) berkisar antara Rp1 juta-Rp2 juta. Wahai Pengguna Kawat Gigi!

Rajin-rajinlah membersihkan gigi! Jangan lupa setiap makan, selalu sedia toothpick. Kalau perlu, bawalah selalu sikat gigi untuk bersihin sisa-sisa makanan yang nempel di bracket. Pakailah sikat gigi khusus untuk perawatan orthodonti. Biasanya, dokter gigi nyediain sikat gigi yang enggak dijual di pasaran. Kalau kemahalan, pakai saja sikat gigi anakanak yang bulu sikatnya lembut, biar enggak ngerusak bracket. Jangan melepas atau menyetel kawat gigi yang sudah dipasang. Jangan makan permen karet, permen keras, daging yang liat, keripik, dan kerupuk yang keras. Kalo makan buah-buahan, mendingan diiris kecil-kecil, jangan digigit langsung. Jika memakai karet elastik atau head gear, pasang sesuai dengan petunjuk dokter gigi. Kalau bracket lepas, atau kawatnya ada yang menusuk gigi, langsung hubungi dokter gigi. Jangan diutak-atik sendiri. Belum saatnya kamu jadi asisten dokter gigi! Kontrol sesuai dengan jadwal.

Sumber: Buku Pintar Cewek Pintar - Everything a Girl Must Know


Soal kawat gigi, boleh juga klik: Orthodonti Dokter Gigiku Chinderella Quantum Health Dental Office My Orthognathic Journey Steph's Jaw and Teeth Journey Surgery Stories Kam's Jaw Surgery Journey

KONSULTASI KESEHATAN GIGI & MULUT


Bersama drg. Citra Kusumasari, SpKG
Menyelesaikan pendidikan Dokter Gigi di Universitas Padjadjaran Bandung, kemudian meraih gelar spesialisnya di Universitas Indonesia. Saat ini, Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi ini, berpraktik di berbagai klinik di Jakarta. Ilmu Karies, Estetik kedokteran gigi, dan perawatan syaraf gigi adalah keahliannya. Praktik di Beyoutiful Aesthetic and Dental Care Clinic, Jl. Pakubuwono VI No. 5A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

TANYA : Dear Drg. Citra, Saya berencana memakai kawat gigi untuk merapikan gigi saya yang susunannya tidak rapi, dan selain itu saya juga memiliki 2 gigi taring yang sudah sebagian hitam. Saya pernah 1 kali berkonsultasi ke dokter gigi sewaktu saya menambal gigi geraham bawah kiri saya yang berlubang, dan menurut beliau sebaiknya 2 gigi taring saya yang hitam itu dicabut dan digantikan dengan gigi palsu. Akan tetapi, hingga saat ini saya masih ragu dan takut kalau nanti gigi tersebut dicabut akan ompong. Di samping itu, saya juga belum ada biaya untuk pemasangan kawat gigi tersebut, mengingat biayanya cukup mahal. Adakah cara lain agar bisa tetap menggunakan kawat gigi tanpa ada pencabutan gigi? Demikian dari pertanyaan dari saya. JAWAB : Yuli yang baik, Apakah gigi taring anda berwarna kehitaman saja tanpa adanya lubang? Jika berwarna kehitaman dan tak berlubang dan tidak ada keluhan rasa sakit, menurut saya dapat langsung dilakukan penghilangan warna hitam tersebut dengan pengeburan, kemudian ditambal dengan bahan tambal resin komposit dan dibentuk ulang seperti gigi taring aslinya. Namun, jika kehitamannya terjadi akibat adanya lubang, ada keluhan rasa sakit, atau dahulu pernah mengalami trauma pada gigi taring tersebut akibat terbentur, sebaiknya dilakukan perawatan saluran akar terlebih dulu, baru kemudian dibuatkan mahkota jaket dari bahan porselen. Jika gigi taring anda masih dapat dipertahankan, sebaiknya jangan dicabut. Anda dapat melakukan pemeriksaan dan konsultasi langsung ke Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi. Untuk masalah pemasangan kawat gigi yang harganya cukup mahal, saya akan memberikan penjelasan secara singkat. Ilmu ortodontik adalah bagian ilmu spesialis kedokteran gigi yang mempelajari kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi dan wajah serta penanggulangannya melalui upaya preventif, interseptif, dan kuratif. Baik secara bedah maupun non bedah, guna mengembalikan fungsi sistem stomatognatik dan estetika yang optimal. Seorang Dokter Gigi Spesialis Ortodonti (spesialis pemasangan kawat gigi) harus mempelajari berbagai ilmu yang mendukung dalam melakukan perawatannya, seperti: 1. Psikologi terapan, untuk mempelajari bagaimana hubungan dokter gigi dengan pasien, dan modifikasi perilaku pasien. 2. Logopedi, yaitu ilmu yang mempelajari perkembangan bahasa dan bicara, proses pembentukan suara, macam-macam kelainan bicara dan suara (jenis dan penyebabnya). 3. Ilmu faal terapan, yaitu ilmu yang mempelajari saliva, pengunyahan, kekuatan gigitan, penelanan, sendi rahang, dan sebagainya. 4. Anatomi terapan, yaitu ilmu yang mempelajari embriologi muka dan rongga mulut, osteologi, miologi, dan sebagainya. 5. Sefalometri.

Ilmu lainnya yang harus dipelajari adalah dental material, genetika, antropologi, teknik perawatan ortodonti, ortodonti bedah, dan masih banyak lagi. Jadi seluruh ilmu tersebutlah yang membuat seorang Dokter Gigi Spesialis Ortodonti menjadi mahal, karena seluruh ilmu pengetahuan mereka dalam melakukan perawatan tidak dapat dinilai dengan materi. Seluruh ilmu pengetahuan mereka akan digunakan untuk menghasilkan perawatan yang baik, menyeluruh, dan tidak berefek samping bagi pasien. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan dalam melakukan pemasangan kawat gigi haruslah yang baik, tidak berbahaya bagi tubuh pasien, dan efektif untuk perawatan. Semua bahan tersebut biasanya tidak dapat diperoleh dengan harga yang murah. Oleh karena itu hal ini juga menjadikan harga pemasangan kawat gigi menjadi tidak murah. Alasan terakhir mengapa mahal adalah suatu perawatan ortodonti bersifat jangka panjang dan sangat kompleks, sepanjang perawatan ortodonti mungkin saja terjadi beberapa perubahan rencana perawatan karena tingkat kesulitan kasus tersebut dan respon di dalam rongga mulut pasien tidak sesuai. Jadi, sebagai pasien, Anda harus dapat memahami hal tersebut. Jika dirasa masih sangat mahal, anda dapat melakukan perawatan ortodonti ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP). Misalnya di RSGMP FKG UI, RSGMP FKG UNPAD, dan sebagainya. Di sana tersedia berbagai pelayanan gigi umum dan spesialis dengan harga yang terjangkau. Dalam pemasangan kawat gigi, tidak selalu harus dilakukan pencabutan gigi. Semua rencana pencabutan gigi tergantung hasil analisa keseluruhan dari model gigi, pemeriksaan langsung di dalam rongga mulut pasien dan rontgen gigi. Salah satu cara mendapatkan ruang untuk merapihkan gigi pada rahang selain pencabutan, dapat dilakukan ekspansi (pelebaran) rahang dengan menggunakan alat khusus. Alternatif lain, dapat dilakukan slicing (pengasahan) gigi di bagian samping gigi untuk mendapatkan ruang. Sebaiknya anda segera ke Dokter Gigi Spesialis Ortodonti untuk mendapatkan penjelasan yang lebih maksimal. Semoga anda cukup jelas ya. Salam gigi sehat.

Kawat Gigi, Perlukah?


Kini semakin banyak orang menggunakan kawat gigi atau behel gigi untuk meluruskan dan merapikan gigi mereka. Kawat gigi adalah jenis perawatan ortodonti, atau pengobatan yang ditujukan untuk mengoreksi letak gigi yang tidak beraturan atau menyesuaikan rahang atas dan bawah. Jika Anda memiliki gigi miring atau tidak sejajar (tidak klop untuk mengunyah dan menggigit), Anda dapat meluruskan gigi Anda dengan kawat gigi. Sebagian orang, misalnya para artis, menggunakan kawat gigi untuk memperbaiki penampilan, agar gigi mereka lebih rapi dan cantik.

Perawatan kawat gigi boleh dilakukan untuk anak-anak maupun orang dewasa, meskipun bukti menunjukkan efeknya lebih baik dan lebih cepat pada mereka yang lebih muda. Anak-anak yang telah memiliki gigi tetap (bukan gigi susu) dapat menerima perawatan kawat gigi. Masalah kesehatan gigi yang paling umum memicu perawatan kawat gigi antara lain:

Mulit kecil. Mulut kecil dapat menyebabkan keterbatasan ruang bagi gigi untuk tumbuh. Hal ini mengakibatkan gigi tumbuh berjejalan secara tidak beraturan. Gigi tonggos. Beberapa anak suka mendorong lidah mereka ke depan sehingga mengakibatkan tonjolan gigi atau rahang atas dan bawah tidak klop. Kebiasaan buruk seperti mengisap jempol di masa bayi juga dapat mengakibatkan masalah ini. Gigi terlalu rapat atau terlalu jarang. Kadang-kadang, seseorang dapat memiliki gigi yang terlalu besar/menonjol atau gigi tertentu yang tidak berkembang atau menonjol sama sekali. Hal ini mengakibatkan kesulitan dalam mengunyah. Tanggalnya gigi susu sebelum waktunya atau cedera traumatis di wajah, mulut atau rahang juga dapat memengaruhi kemampuan Anda mengunyah.

Bagaimana perawatan kawat gigi dilakukan?


Kawat gigi bekerja dengan menerapkan tekanan terus-menerus selama satu periode untuk secara bertahap mengubah gigi ke arah tertentu. Kebanyakan pasien memakai kawat gigi selama satu atau dua tahun. Beberapa orang mungkin hanya perlu memakai selama beberapa bulan, dan sebagian lainnya mungkin harus terus memakainya hingga lebih dari dua tahun. Sepanjang waktu tersebut, kunjungan ke dokter gigi atau ahli ortodonti perlu dilakukan secara berkala untuk penyesuaian dan pembersihan karang gigi. Setelah kawat gigi dilepas, Anda harus secara teratur memeriksakan diri. Gigi Anda bisa bergeser sedikit dengan berlalunya waktu, namun biasanya tidak sampai memerlukan perawatan ortodonti lebih lanjut. Untuk mengurangi pergeseran alami ini, Anda mungkin disarankan untuk memakai penahan (retainer) selama enam bulan dan kemudian cukup hanya di malam hari saat tidur. Penahan/retainer adalah kawat gigi lepasan yang biasanya terbuat dari karet atau plastik bening dan kawat yang menutupi permukaan luar gigi.

Jenis-jenis kawat gigi


Secara umum, ada tiga jenis kawat gigi:

Kawat gigi dari logam. Terbuat dari baja tahan karat (stainless steel), ini adalah jenis tertua yang telah digunakan selama puluhan tahun dan paling murah. Kawat logam dapat meninggalkan noda di permukaan gigi sehingga banyak dihindari orang. Kawat gigi keramik atau plastik transparan. Jenis ini tidak begitu terlihat dan tampak lebih alami daripada kawat logam karena membaur dengan gigi. Kawat keramik tidak meninggalkan noda dan sama kuatnya dengan logam, namun membutuhkan waktu perawatan yang lebih lama dan lebih mahal. Pada beberapa kasus, kawat keramik atau plastik menjadi kotor dan berubah warna di akhir perawatan.

Kawat gigi emas. Sama seperti kawat gigi logam tradisional, tapi terbuat dari baja berlapis emas. Tidak ada kelebihan jenis kawat emas ini dibandingkan baja, kecuali terlihat lebih wah secara kosmetik. Kawat gigi lingual. Kawat gigi ini ditempatkan di bagian dalam gigi sehingga tidak terlihat dari luar. Kelemahan terbesar kawat gigi lingual adalah tidak nyaman dan dapat mengakibatkan luka di gusi dan lidah Anda. Anda mungkin juga akan kesulitan berbicara pada awalnya.

Dokter gigi/ortodontis Anda akan mendiskusikan pilihan-pilihan kawat gigi yang tersedia bagi Anda dan menyarankan pilihan yang mungkin terbaik bagi Anda.

Biaya kawat gigi


Biaya pemasangan kawat gigi saat ini berkisar antara Rp7-20 juta, tergantung pada jenis perawatan, kondisi gigi, lokasi dan tindakan restoratif lain yang perlu dilakukan sebelum atau selama perawatan.

4 Cara Mengganti Gigi yang Hilang


anyak orang menderita kehilangan gigi, yang disebabkan oleh masalah gigi, cedera kecelakaan, atau gigi tidak tumbuh. Statistik menunjukkan bahwa 70% orang dewasa berusia 35-44 tahun telah kehilangan setidaknya satu gigi permanen. Satu dari empat orang dewasa di atas 74 tahun telah kehilangan semua gigi mereka. Gigi hilang sering menjadi sumber rasa malu dan menimbulkan berbagai masalah seperti kesulitan mengunyah, kesulitan berbicara, dan kerusakan gigi akibat pergeseran gigi-gigi yang berdekatan. Untungnya, berbagai solusi kini tersedia untuk mengganti gigi yang hilang. Berikut adalah 4 pilihan yang tersedia:

1. Gigi palsu lengkap


Bila seluruh gigi sudah hilang, solusinya adalah gigi palsu lengkap yang biasanya terbuat dari akrilik. Gigi palsu lengkap dapat langsung atau konvensional. Gigi palsu langsung bisa langsung dipasang tanpa harus menyesuaikan dengan pola rahang pengguna seperti halnya gigi palsu konvensional. Keuntungannya, pasien bisa langsung memiliki gigi. Namun, tulang dan gusi dapat menyusut dari waktu ke waktu, terutama selama periode penyembuhan setelah pencabutan gigi. Oleh karena itu, gigi palsu langsung umumnya hanya solusi sementara sampai gigi palsu konvensional dapat dibuat.

2. Gigi palsu parsial


Solusi ini digunakan ketika hanya beberapa gigi yang hilang. Gigi palsu parsial terdiri dari gigi pengganti yang melekat pada dasar plastik yang berwarna seperti warna gusi, yang dihubungkan dengan kerangka logam untuk menahan gigi palsu di tempatnya. Gigi tiruan ini ditahan oleh

gigi-gigi asli yang berdekatan dengan jepit atau kaitan presisi (jepit tersembunyi) pada mahkota gigi.

3. Jembatan gigi
Berbeda dengan gigi palsu parsial, jembatan gigi adalah gigi palsu yang ditempatkan secara permanen. Metode ini lebih mahal tapi populer untuk mengganti sebuah gigi yang hilang. Prosedurnya melibatkan dokter gigi untuk mengikis mahkota gigi-gigi yang berdekatan dan mengambil pola cetakan. Sebuah jembatan berbasis porselen dan emas kemudian dicetak. Jembatan tersebut lalu dipasang di celah dan gigi-gigi sekitarnya. Hasilnya adalah perasaan yang sangat alami. Dengan warna alami seperti gigi asli, jembatan gigi adalah pilihan ideal untuk orang yang tertarik dalam restorasi gigi yang tidak terdeteksi.

4. Implan gigi
Bila gigi yang hilang lebih dari satu atau dokter gigi khawatir jembatan gigi biasa tidak cukup kuat untuk menahan tekanan waktu mengunyah, implan gigi digunakan. Metode ini melibatkan penempatan batang titanium kecil ke tulang rahang. Batang ini berfungsi sama seperti akar gigi. Ketika implan terpasang di tulang rahang, mahkota gigi bisa melekat padanya. Hasilnya adalah perasaan yang sangat alami dan tidak ada efek pada gigi sekitarnya. Namun, metode ini memerlukan dua tahapan dan memakan waktu lama, sekitar delapan atau sembilan bulan perawatan diperlukan untuk memasang implan di tempatnya. Ini juga merupakan prosedur cukup kompleks yang membutuhkan bedah mulut minor. Akibatnya, biayanya lebih mahal.

Metode Alami untuk Memutihkan Gigi


Siapa yang tidak ingin memiliki gigi-gigi yang putih dan bersih? Meskipun perawatan tradisional seperti pasta gigi berpemutih dan prosedur pemutihan oleh dokter gigi merupakan cara yang umum dilakukan, kadang-kadang mereka dapat menyebabkan gigi sensitif. Untuk Anda yang ingin menghindari perawatan kimia, beberapa solusi alami berikut mungkin dapat menjadi alternatif.

Sebagai alternatif alami untuk membersihkan dan memutihkan gigi, siwak berada di tempat teratas. Kayu siwak (Salvadora persica) telah digunakan selama berabad-abad sebagai sikat gigi karena mengandung fluoride dan antibakteri alami. Siwak bahkan terbukti dalam beberapa penelitian lebih efektif mencegah plak dan radang gusi dibandingkan pasta gigi. Sebuah penelitian terbatas pada 24 orang berusia rata-rata 23 tahun menunjukkan bahwa penggunaan siwak 4 kali sehari selama satu bulan dapat memutihkan gigi secara signifikan. Buah-buahan renyah seperti apel, jambu biji, salak dan pir memiliki abrasivitas yang dapat membantu untuk mengangkat noda dan membersihkan gigi. Mereka seperti sikat gigi alami yang membersihkan permukaan gigi tanpa merusak enamel/email. Makanan tertentu seperti wortel, seledri dan apel meningkatkan produksi air liur di mulut Anda saat mengunyahnya. Air liur adalah penghilang noda alami tubuh. Namun, air liur bekerja dua arah. Selain membersihkan sisa makanan dan sampah, air liur juga membawa

bakteri ke seluruh mulut, yang berarti menyikat gigi dua kali sehari dan membatasi konsumsi gula adalah sama pentingnya. Makanan lain bisa digunakan untuk bekerja secara langsung pada noda gigi. Stroberi mengandung asam malat, yang juga terdapat dalam pasta gigi berpemutih. Anda dapat membelah stroberi dan menggosokkan mereka pada gigi-gigi Anda untuk membersihkan noda. Alternatif lain untuk memutihkan gigi, Anda dapat berkumur dengan air jeruk nipis dua kali seminggu atau menggosok gigi dengan kain lap yang dibasahi minyak zaitun selama beberapa menit. Terakhir, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa memakan sedikit keju, susu atau yoghurt setelah makan dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan mempromosikan remineralisasi email karena mengandung banyak kalsium dan fosfor.

Ingatlah bahwa gigi secara alami memiliki warna kekuningan karena mengandung kalsium, mineral yang penting untuk email gigi yang kuat. Menyikat terlalu keras dan mengonsumsi makanan asam terlalu banyak akan merusak permukaannya.

5 Langkah Membersihkan Mulut dan Gigi


Kebersihan gigi dan mulut yang buruk tidak hanya menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi dan radang gusi, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya. Menjaga kebersihan mulut dan gigi adalah jendela menuju hidup sehat karena lebih dari 90% materi yang masuk tubuh Anda melalui mulut Anda. Lima langkah berikut dapat memastikan kebersihan gigi dan mulut Anda:

1. Menyikat gigi
Kunci utama kebersihan gigi adalah menyikat gigi dengan benar secara teratur. Berikut adalah cara menyikat gigi yang benar: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tempatkan sikat pada sudut 45 terhadap gusi. Lakukan gerakan menyikat ringan dari kanan ke kiri dan sebaliknya. Lakukan hal yang sama di bagian dalam dan bagian luar gigi. Sikat bagian permukaan gigi geraham yang Anda gunakan untuk mengunyah. Sikat bagian dalam gigi depan secara vertikal dan ringan dengan gerakan atas ke bawah. Sikat setidaknya dua kali sehari dan jika mungkin setelah makan. Menyikat gigi setidaknya selama tiga menit. Jangan menyikat gigi segera setelah makan makanan atau minuman yang asam. Efek gabungan dari asam dan menyikat dapat menggerus enamel gigi.

2. Berkumur dengan antiseptik


Anda dapat menyempurnakan sikat gigi dengan berkumur menggunakan larutan antiseptik untuk membunuh bakteri penyebab plak di tempat-tempat yang tidak terjangkau gigi.

3. Membersihkan sela gigi


Anda juga perlu memastikan kebersihkan sela-sela antar gigi dengan pembersihan interdental. Tergantung pada ukuran ruang antar gigi, perawatan berikut dapat dilakukan: 1. Benang gigi (floss). Benang gigi adalah cara terbaik untuk membersihkan ruang antar gigi. Benang gigi berlapis lilin (wax floss) adalah alat yang nyaman karena meluncur lebih baik dan kurang berjumbai. Ambillah seutas benang gigi (sekitar 40 cm), tahan erat di antara jari-jari kedua tangan dan bersihkan ruang antar gigi dengan gerakan atas dan ke bawah. Penggunaan benang gigi mungkin membutuhkan beberapa kali latihan. 2. Tusuk gigi. Tusuk gigi yang baik terbuat dari kayu dan memiliki bentuk runcing yang cocok di ruang antara gigi. Letakkan tusuk gigi sebisa mungkin tegak lurus gigi di sela antar gigi di mana terdapat kotoran terselip. Buang kotoran dengan tusuk gigi. 3. Sikat antar gigi. Sikat antar gigi adalah sikat berkepala lebih kecil yang ideal untuk ruang antar gigi yang besar dan sela-sela antara gigi dan kawat gigi yang sulit dibersihkan dengan sikat gigi biasa. Penggunaan sikat antar gigi tidak menggantikan kebutuhan menyikat gigi Anda, tetapi sebagai tambahan rutinitas kebersihan gigi Anda.

4. Mengunyah permen karet.


Penggunakan permen karet bebas gula dapat bermanfaat untuk kesehatan gigi Anda. Mengunyah permen karet dapat membersihkan gigi karena biasanya permen tersebut mengandung pemanis xylitol yang bermanfaat menghambat perkembangan bakteri streptococcus sehingga mengurangi gigi berlubang dan plak. Selain itu, kegiatan mengunyah juga merangsang produksi air liur yang merupakan perlindungan alami terhadap kerusakan gigi.

5. Menyikat lidah
Membersihkan lidah dengan sikat atau penggaruk lidah menghilangkan penumpukan bakteri, sisa-sisa makanan, jamur, dan sel-sel mati dari permukaan lidah. Bakteri dan jamur yang tumbuh di lidah berhubungan dengan masalah mulut yang umum terjadi. Selain itu, bakteri pembusuk menghasilkan senyawa belerang di bagian belakang lidah yang menyebabkan bau mulut.

Tips Sebelum Menggunakan Kawat Gigi


http://klinikjoydental.com/tips-sebelum-menggunakan-kawat-gigi/ Behel atau kawat gigi saat ini sangat populer di Indonesia, terlebih di kalangan para remaja (pelajar) ibukota. Hal ini tak lepas dari gaya hidup yang aneh. Saya katakan aneh karna memang cukup menggelitik. Bagaimana bisa behel yang fungsi utamanya untuk merapihkan susunan gigi bisa menjadi sebuah tren fashion. Gigi yang tertata rapi memberikan kita rasa percaya diri tentunya. Senyum jadi lebih manis dan nggak bikin kita diketawain orang. Meski nggak enak dan merepotkan, tapi behel / kawat gigi akan sangat membantu untuk merapikan gigimu. Apalagi sekarang banyak behel yang ber-desain imut dan manis.

Tips sebelum memakai behel/kawat gigi :


1. Pakai Karena Kebutuhan. Ini sangat penting bila kamu ingin memakai behel pastikan bahwa gigi kamu memang rusak. Jangan hanya karena ingin ikut tren atau gaya kamu ikut-ikutan memakainya karena memakai behel tidak semudah kelihatannya. Orang yang boleh mengenakannya adalah mereka yang memiliki gigi yang letaknya tidak pada tempatnya, bertumpuk dan berjejal-jejal sehingga kekurangan tempat, tumbuh terlalu jarang sehingga ada celah di antara gigi-gigi, atau letaknya terlalu maju atau mundur. Karena fungsi behel adalah merapikan gigi. 2. Dokter Khusus. Hanya dokter gigi tertentu yang bisa memasangkan behel yakni dokter spesialis orthodonti. Jadi jangan sembarangan pergi ke dokter gigi, pastikan dia merupakan ahlinya. 3. Jenis Behel/Kawat Gigi. Ada berbagai jenis behel ada yang terbuat dari metal, clear/transparan yang berwarna seperti warna gigi. Untuk clear, bahannya bisa terbuat dari composite, porselin, atau plastik. Atau ada juga behel dengan penahan karet/karet pengikat bracket (kotak yang ditempel di gigi) ini paling disukai oleh kaula muda karena bantalan karetnya bisa berwarnawarni. 4. Tahapan Pemakaian. Sebelum mengenakan behel ada beberapa tahapan yang mesti dilakukan yakni, membuat cetakan model gigi, memotret gigi, merontgen gigi, kepala, serta wajah pasien secara keseluruhan. Ini semua agar perawatan benar-benar sempurna dan tidak asal-asalan karena biasanya ketika dipakaikan behel wajah jadi berubah. Biasanya gigi yang menumpuknumpuk terjadi karena rahang kecil, jadi giginya harus dikurangi beberapa. 5. Efek Behel. Setidaknya ada beberapa efek yang ditimbulkan bila mengenakan behel yakni, rasa sakit ketika pertama kali menggunakan behel. Lubang gigi dan karang gigi akan cepat terjadi karena tidak menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut. Belum lagi efek pada jaringan lunak, terutama pada gusi bibir dan pipi lebih mudah timbul radang gusi dan sariawan. 6. Wajib Dilakukan. Ada beberapa hal yang wajib dilakukan bila kamu menggunakan behel yakni, rajin membersihkan gigi setiap makan, selalu sediakan tusuk gigi. Serta jangan lupa untuk membawa sikat gigi untuk bersihkan sisa-sisa makanan yang nempel di bracket. Gunakan Sikat Gigi Khusus Orto untuk perawatan orthodonti atau sikat gigi anak-anak, yang bulu sikatnya lembut agar tidak merusak bracket. Kontrol gigi sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Iris kecilkecil semua makanan yang masuk dan kunyah secara perlahan-lahan. Bila memakai karet elastik atau head gear, pasang sesuai dengan petunjuk dokter gigi. 7. Hal Yang Dilarang. Mencoba melepas atau menyetel kawat gigi yang sudah dipasang karena bisa merubah susunan yang telah ditetapkan. Memakan permen karet, permen keras, daging yang liat, keripik, kerupuk yang keras. Mengutak-atik sendiri bracket yang lepas atau kawat yang menusuk gigi. Ini sangat berbahaya hubungi dokter untuk penangulangannya.

Sumber : http://www.kedokterangigi.net/352/tips-sebelum-menggunakan-kawat-gigi.html

*dear admin, boleh minta price list pemasangan kawang gigi? jika menggunakan kawat gigi, selama masa perawatan dari awal hingga akhir apakah harus dengan satu dokter yang sama? apabila selama masa perawatan harus pindah kota dan mengharuskan ganti dokter apakah ada biaya tambahan lgi? terima kasih. jawaban

admin says: September 24, 2012 at 5:33 AM

Dear Maharani, terima kasih telah mengirmkan konsultasi, untuk price listdan lain2nya sudah dikirim via email yaaa, terima kasih *Mba , biaya pemasangan behel berapa ya ?? syaratnya ap aja ? jawaban

admin says: September 25, 2012 at 6:54 AM

Dear Rumasukun Info biayanya sudah dikirim via email, tetapi gagal, apakah ada alamat email lainnya? Atau dapat kontak via Pin : 21D9C22E, telp/sms : (0274) 8556688/99 atau datang langsung untuk berkonsultasi, konsultasi nya free dan tanpa biaya pendaftaran. Terima Kasih *Mbak, mau tanya. Gigi saya gingsul 2 di atas, dan saya mau pasang kawat gigi. apakah masih bisa diperbaiki? berapa harga pemasangan kawat gigi logam bagian atas saja? terima kasih atas jawabannya

admin says: November 5, 2012 at 4:14 PM

Selamat Sore mba Suci Gigi gingsul dapat diperbaiki menggunakan behel. Informasi biayanya sudah dikirim via email ya. Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai