P. 1
1. Struktur Dan Ikatan Kimia

1. Struktur Dan Ikatan Kimia

|Views: 274|Likes:
Dipublikasikan oleh Wigati Nuraeni

More info:

Published by: Wigati Nuraeni on Apr 05, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2015

pdf

text

original

Struktur & Ikatan Kimia

PURWATI 26 SEPTEMBER 2011

Kimia Organik
DEFINISI • 1850 : kimia dari senyawa yang datang dari benda hidup • 1900 : definisi tsb.mulai usang karena pada saat itu, ahli kimia berhasil mensintesa senyawa kimia baru, dan banyak dari senyawa aru itu tidak mpy.hubungan dengan benda hidup. • Kimia senyawa karbon : Semua senyawa organik mengandung atom C

ATOM
• Zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. • Atom terdiri atas proton (inti), neutron & elektron (kulit) • Jumlah proton = jumlah e  nomor atom Mass number

Atomic number

X

Struktur atom

Molekul
• Terdiri atas dua atom atau lebih • Atom – atom dari unsur yang sama  molekul unsur • Atom – atom dari unsur yang berbeda  molekul senyawa • Proporsi tiap unsur tetap • Disatukan oleh ikatan kimia • Dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.

• Unsur-unsur yang paling penting bagi ahli kimia organik : C. H. O dan N • Termasuk periode 2= mempunyai 2 kulit • Kulit ke-1: mengandung orbital bulat 1s • Kulit ke-2: mengandung 1 orbital 2s. dan 3 orbital 2p .

Orbital p .ORBITAL ATOM 1. orbital s 2.

Ikatan Kimia • Tarik – menarik antara atom – atom yang menyatukan molekul. HF . H2O. • Ikatan kovalen (penggunaan bersama pasangan elektron)  polar dan non polar • Ikatan ion (serah terima elektron antara atom menghasilkan partikel – partikel bermuatan listrik)  ikatan polar • Ikatan hidrogen gaya tarik antara atom hidrogen di suatu molekul dengan atom yang sangat elektronegatif di molekul yang lain (F. O). Misalnya gaya tarik antar molekul NH3. N.

Ikatan kovalen • Ikatan kovalen terbentuk karena pemakaian bersama elektron valensi sehingga tercapai struktur gas mulia • Jumlah ikatan kovalen yang dapat dibentuk oleh suatu atom tergantung pada berapa valensi atom dan berapa elektron valensi yang ditambahkan untuk dapat mencapai konfigurasi gas mulia yaitu dengan 8 elektron dikulit terluar .

2p3 2s2. CH4 NH3 H2O Elektron valensi yang tidak digunakan untuk membentuk ikatan disebut pasangan elektron bebas atau elektron sunyi (non bonding electron).contoh Unsur Elektron Valensi Jumlah Ikatan Contoh Kovalen Senyawa Boron Carbon Nitrogen Oksigen 2s2. 2p4 3 4 3 2 BF3. 2p1 2s2. misalnya pada NH3 mempunyai sepasang elektron sunyi . 2p2 2s2.

Hibridisasi • Peleburan 2 atau lebih sub kulit menjadi satu tingkat energi. • Tingkat energi hibridisasi berada diantara kedua tingkat energi sub kulit yang berhibridisasi .

• Susunan elektron karbon : 1s2 2s2 2px1 2py1 2p ___ 2s Promosi elektron 1s keadaan dasar keadaan tereksitasi .

.• Kombinasi satu orbital 2s dengan tiga orbital 2p membentuk empat orbital hibridisasi disebut hibridisasi sp3 • Kombinasi satu orbital 2s dengan dua orbital 2p membentuk tiga orbital hibridisasi disebut hibridisasi sp2 • Kombinasi satu orbital 2s dengan satu orbital 2p membentuk dua orbital hibridisasi disebut hibridisasi sp.

Hibridisasi sp3 2p2 sp3 2s2 • Tetrahedral • 109.5° .

Hibridisasi Tetrahedral → sp3 .

contoh .

.

Hibridisasi sp2 2p2 2p1 sp2 2s2 • Trigonal planar • 120° .

Hibridisasi Trigonal →sp2 .

Contoh BF3  Tipe hibrid dan Ikatan Ganda Etana → sp3 Etena → sp2 .

Pembentukkan etena .

Ikatan  .

. sp3 dgn sp3. dua orbital p antara bagian ujung dengan ujung atau overlap orbital s dengan p. sp2 dgn sp2 atau sp dgn sp.Ikatan sigma • Ikatan σ (sigma) mempunyai densitas elektron maksimum sepanjang pusat garis gabungan dua atom • Ikatan sigma bersimetri silindris • dibentuk dari overlap dua orbital s.

Ikatan  • • • • Tumpang tindih sisi orbital Kerapatan elektron <  Tingkat energi >  Lebih mudah terpolarisasi  tempat kedudukan kereaktifan kimia • Menyebabkan molekul mempunyai bentuk kaku • Tingkat energi anti ikatan (*) < * .

Hibridisasi sp 2p2 2p2 sp 2s2 .

Pengaruh hibridisasi terhadap panjang ikatan • • • • • Ditentukan oleh % karakter s sp  50% sp2  33.3% sp3  25% Makin besar % karakter s  makin dekat inti  ikatan makin pendek  kekuatan ikatan makin kuat .

Gugus fungsi • Kedudukan kereaktifan kimia dalam molekul (kedudukan gugus yang lebih mudah terpolarisasi) • Dapat berupa ikatan  atau gugus lain – C=C pada alkena – C=C pada alkuna – NH2 pada amina (RNH2) – OH pada alkohol (ROH) – OR pada eter (ROR) .

3° • Sudut ikatan ditekan oleh orbital yang terisi pasangan elektron bebas .Hibridisasi atom N 2p3 sp3 2s2 • Tetrahedral • 107.

alkohol & eter • sp2 pada karbonil (C=O) .Hibridisasi atom O • sp3 pada air.

5° .Hibridisasi sp3 2p4 sp3 2s2 • Tetrahedral • 104.

Hibridisasi sp2 2p4 2p1 sp2 2s2 .

Ikatan rangkap terkonjugasi .

Benzena • Orbital p takterhibridisasi tegak lurus hibridisasi sp2 • Cincin datar • Ikatan rangkap terkonjugasi  resonansi .

alkena. Contoh senyawa alifatik : alkana. SENYAWA ORGANIK Berdasarkan susunan atom-atom dalam molekulnya. turunan alkana . contoh struktur: C C C C C C atau C C C C C C C C C 1. senyawa organik dibagi 2 golongan. Senyawa Alifatik Adalah senyawa organik yang mempunyai rantai atom karbon (C) terbuka. alkuna. yaitu senyawa alifatik dan siklik.KIMIA ORGANIK A.

Senyawa Siklik Adalah senyawa organik yang mempunyai rantai atom karbon (C) tertutup (melingkar). contoh struktur sbb: C C C C C C = atau C C C C C C = C sikloheksana benzena B. Contoh: CH3 CH3 CH2 CH2 CH2 CH3 dengan CH3 CH2 n-pentana CH2 CH3 isopentana 1. . tetapi rantai induk berbeda. ISOMER Adalah senyawa-senyawa dengan rumus molekul sama tetapi rumus struktur berbeda. Isomer Kerangka Rumus molekul dan gugus fungsi sama.2.

Rumus molekul sama. Isomer Fungsional (gugus fungsi). Isomer Posisi Rumus molekul dan gugus fungsi sama. Contoh: OH CH3 CH2 CH2 CH2 OH dengan CH3 CH2 CH CH3 2-butanol 1-butanol 3. Senyawa yang berisomer gugus fungsi: •Alkohol dengan eter •Aldehid dengan keton •Asam karboksilat dengan ester Contoh: CH3 CH2 CH2 CH2 OH dengan CH3 butanol CH2 O CH2 CH3 etoksi etana = dietil eter . tetapi posisi gugus fungsinya berbeda. tetapi gugus fungsionalnyanya berbeda.2.

Isomer Geometri Rumus molekul sama. mengikat CH3.tetapi berbeda susunan ruang atomnya dalam molekul yang dibentuknya. dan C2H5 . Isomer Optis Isomer yang terjadi terutama pada atom C asimetris (atom C terikat pada 4 atom/gugus berbeda). rumus struktur sama. H. Contoh : H CH3 C CH2 CH3 OH 2-butanol C* = C asimetris. OH.4. Contoh: CH3 C H C CH3 CH3 dengan H C C CH3 trans 2-butena H H cis 2-butena 5.

Contoh: Alkana Alkana adalah senyawa organik yang bersifat jenuh atau hanya mempunyai ikatan tunggal. SENYAWA JENUH DAN TAK JENUH 1. Senyawa Jenuh Adalah senyawa organik yang tidak mempunyai ikatan rangkap. dengan rumus umum: n = jumlah atom karbon CnH2n+2 .C.

Beberapa senyawa alkana Jumlah Atom C 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rumus Molekul CH4 C2H5 C3H8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 Nama Metana Etana Propana Butana Pentana Heksana Heptana Oktana Nonana dekana .

Rumus umum : CnH2n+1 TATA NAMA ALKANA 1.Gugus Alkil Yaitu gugus yang terbentuk karena salah satu atom hidrogen dalam alkana digantikan oleh unsur lain. Untuk rantai C terpanjang dan tidak bercabang nama alkana sesuai jumlah C tersebut dan beri awalan n (normal) CH3 CH2 CH2 n-butana CH3 .

Untuk rantai C terpanjang dan bercabang beri nama alkana sesuai jumlah C tersebut. Beri nomor rantai terpanjang dan usahakan atom C yang mengikat alkil di nomor terkecil. tentukan atom C yang tidak terletak pada rantai terpanjang sebagai alkil CH3 CH2 CH2 CH CH2 CH3 CH3 Rantai cabang : jumlah C = 1(metil) Rantai utama : jumlah C = 6 (heksana) 3.2. 1 2 3 4 5 6 3-metil heksana CH3 CH2 CH2 CH CH2 CH3 3 6 4 1 5 CH3 2 .

5-dimetil heksana . Alkil yang tidak sejenis ditulis namanya sesuai urutan abjad.sedang yang sejenis dikumpulkan dan beri awalan sesuai jumlah alkil tsb di. tri. metil CH3 CH3 CH metil CH3 CH2 CH CH CH3 CH2 CH3 etil heksana 3-etil-2. 5. utamakan atom C yang mengikat lebih dari satu alkil terlebih dahulu.untuk 3 dan tetrauntuk 4. Apabila dari kiri dan dari kanan atom C-nya mengikat alkil di nomor yang sama.untuk 2.4.

2. alkuna.rumus umum : CnH2n n = jumlah atom C . alkadiena Alkena : mempunyai ikatan rangkap dua . Senyawa Tidak Jenuh -mempunyai ikatan rangkap contoh : alkena.

Beberapa senyawa alkena Jumlah Atom C Rumus Molekul Nama 2 3 4 5 6 7 8 9 10 C2H4 C3H6 C4H8 C5H10 C6H12 C7H14 C8H16 C9H18 C10H20 Etena Propena Butena Pentena Heksena Heptena Oktena Nonena dekena .

TATA NAMA ALKENA Rantai terpanjang mengandung ikatan rangkap dan ikatan rangkap di nomor terkecil dan di beri nomor 5-metil-2-heksena CH3 CH CH3 CH2 CH CH CH3 bukan 2-metil-4-heksena ALKUNA -Mempunyai ikatan rangkap 3 -Rumus umum CnH2n-2 n = jumlah atom C .

mempunyai 2 ikatan rangkap dua CH3 CH CH CH CH2 1. CH3 CH CH3 CH2 C C CH3 5-metil-2-heksuna bukan 2-metil-4-heksuna ALKADIENA .TATA NAMA ALKUNA Rantai terpanjang mengandung ikatan rangkap dan ikatan rangkap di nomor terkecil dan di beri nomor.3-pentadiena .

GUGUS FUNGSIONAL Adalah gugus pengganti yang dapat menentukan sifat senyawa karbon (letak kereaktifan senyawa karbon) Homolog IUPAC Alkanol Alkoksi alkana Alkanal Alkanon Asam alkanoat Alkil alkanoat Alkil amina Rumus R-OH R-OR R-COH R-COR’ R-COOH R-COOR’ R-NH2 Trivial Alkohol Eter Aldehid Keton Asam karboksilat Ester Amina Gugus fungsi -OH -O-COH -CO-COOH -COO-NH2 .D.

2-butanadiol O HO H O H C H HC H HC H 2C 2C 3 1.2. digunakan penandaan di. Contoh : O H C H H H 3C 2O Etanol C H HC H H 3C 2C 3 2-butanol O HO H C H HC H H 2C 2C 3 1.ALKANOL / ALKOHOL • Rumus umum : R-OH • Tata nama: Penamaan berdasarkan IUPAC sebagai turunan dari alkana induknya.4-pentanatriol . Penomoran atom C dimulai dari ujung yang terdekat dengan gugus OH. yaitu dengan mengganti akhiran –a dengan –ol. tepat sebelum akhiran –ol. dan seterusnya. tri. Bila lebih dari satu gugus hidroksil.

Jika suatu molekul mengandung gugus fungsional lain yang lebih berprioritas daripada alkohol. beberapa senyawa alkohol memiliki nama trivial. maka gugus OH diberi nama dengan awalan hidroksi. C H 3 H 3C C H H 3O metil alkohol (trivial) C O H C H 3 tersierbutil alkohol (trivial) . OH O CH2 CH2 CH 3-hidroksipropanal Selain nama IUPAC.

Prioritas tata nama Struktur -COOH -COOR -CHO -COR-OH ArOH C C Nama Asam karboksilat Ester Aldehid Keton alkohol Fenol Alkena C C R-. X- Alkuna Substituaen lain Prioritas tertinggi terletak di atas .

2. 2. Tulis rumus bangun bagi ketiga isomer struktural C5H12! Tulislah nama senyawa berikut: 3.2-dimetil-3-pentanon e) isopropilbutilketon c) asam 3-metilpentanoat . 2-metil-2-heptena d) 3-hidroksi-3-metilbutanal b). Gambarkan struktur senyawa di bawah ini a).latihan 1.

ETER/ ALKOKSI ALKANA Rumus umum : R-O-R Tata nama • Jika gugus alkil berbeda maka yang C-nya kecil sebagai alkoksi • Gugus alkoksi di nomor kecil .

Contoh: CH3-O-CH3 metoksi metana CH3-O-C2H5 metoksi etana Apa nama senyawa berikut: CH3-CH-CH2-CH-O-CH3 CH3 C2H5 CH3CHCH(CH3)2 OCH2CH3 (CH3)2CHOCH3 .

CH2 CHCH2CH O c. CH2CH2CHCH2CH OH OH O .ALKANAL/ALDEHID Tata nama: Gugus CHO selalu dihitung sebagai nomor satu Contoh : CH3-CH2-CH2-C-H butanal O a. CH3CHCH2CH CH3 O SOAL b.

Rantai terpanjang dengan gugus karbonil sebagai rantai utama 2. Gugus karbonil harus di nomor terkecil .ALKANON/KETON Rumus : R-CO-R Tata nama 1.

O O c. CH3 O . CH2 O CHCCH2 d. CH3CH2CH2CCH3 C2H5 b.Contoh: CH3CH2CH2CCH3 O 2-pentanon Soal: a.

CH3CCH2COOH C3H7 c. CH3CHCH2COOH C2H5 Soal: CH3 b.ASAM KARBOKSLAT/ASAM ALKANOAT • Rumus : R-COOH Tata nama Gugus COOH sebagai nomor satu a. CH3CH2C CCOOH .

ESTER Rumus R-COOR Tata nama Gugus alkilnya selalu berikatan dengan O Contoh: O R C OR alkil alkanoat O CH3C OCH2CH3 Etil etanoat .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->