Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN ASMA

Pokok Bahasan

: Asma pada keluarga

Sub Pokok Bahasan : Sasaran Hari/ Tanggal Waktu Tempat : Tn sudar dan Ny Sumiati : Kamis, 10 Juni 2010 : Pukul 10.00 10.30 WIB : Rumah keluarga Tn Sudar

Latar Belakang Setelah dilakukan pengkajian pada Tn Sudar, permasalahan yang sering timbul adalah sering batuk terutama pada malam hari dan merasa sesak kalau kecapean dan terdengar suara mengi saat bernafas. Saat itu terjadi Tn sudar hanya istirahat, minum air putih hangat saja dan Tn sudar tidak memahami tentang penyakitnya. Tn sudar belum melakukan pemeriksaan kesehatannya ketempat pelayanan kesehatan. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan selama 1 x 30 menit keluarga mampu memahami tentang penyakit asma dan penatalaksanaannya. Tujuan Khusus Setelah mengikuti penyuluhan selama 1 x 30 menit keluarga pasien diharapkan dapat menjelaskan tentang : 1. Pengertian asma 2. Tanda dan gejala asma 3. Penyebab asma 4. Pencegahan asma 5. Pengobatan asma

Materi 1. Pengertian asma 2. Tanda dan gejala asma 3. Penyebab asma 4. Pencegahan asma 5. Pengobatan asma

Metode Ceramah dan diskusi Media Leaflet Lembar balik Proses pelaksaaan No Kegiatan 1 Pendahuluan - Memberi salam - Menyampaikan pokok bahasan - Menyampaikan tujuan - Melakukan apersepsi Isi Penyampaian materi - Pengertian asma - Penyebab asma - Tanda dan gejala asma - Pencegahan asma - Pengobatan asma Penutup - Diskusi - Kesimpulan - Evaluasi - Memberikan salam penutup

Respon peserta -Menjawab salam - Menyimak - Menyimak - Menyimak -Memperhatikan

waktu 5 menit

15 menit

-Menyampaikan jawaban -Mendengarkan -Menjawab salam

10 menit

Setting Tempat Ruang tamu keluarga Tn Sudar

Evaluasi 1. Kegiatan : jadwal, tempat, alat bantu/media, pengorganisasian, proses penyuluhan. 2. Hasil penyuluhan : memberi pertanyaan pada keluarga pasien tentang : a. Pengertian asma b. Tanda dan gejala asma c. Penyebab asma d. Pencegahan asma e. Pengobatan asma

Referensi Mansjoer, A., 2004, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Media Aeskulapius, Jakarta. Smeltzer, SC & Bare, BG, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8 Vol 2, EGC, Jakarta. Soeparman dkk, 1987, Ilmu Penyakit dalam, Jilid 1, edisi 2. UI Press, Jakarta

Lampiran ASMA

1. Pengertian Asma adalah sejenis penyakit kronik yang diakibatkan oleh radang saluran pernafasan iaitu keadaan di mana saluran pernafasan menjadi sempit secara tiba-tiba yang menyebabkan kesukaran bernafas. Ini adalah kerana saluran pernafasan tersebut amat sensitif kepada bahanbahan alahan tertentu. 2. Faktor Penyebab Setiap penderita Asma mempunyai penyebab yang mungkin berbeda dengan penderita Asma yang lain . Antara faktor-faktor penyebab ialah : Bulu binatang Debu Perubahan cuaca Tanaman Merokok dan asap rokok Bunga Bau Makanan / Buah-buahan tertentu Tekanan perasaan Obat tertentu

3. Tanda dan gejala Batuk ( terutama di waktu malam atau semasa cuaca sejuk) Susah bernafas ( sesak nafas ) Nafas berbunyi/mengi ( wheezing ) Rasa tegang di dada

4. Jenis-jenis asma Asma alergik : disebabkan oleh allergen atau allergen allergen yang dikenal ( mis, : serbuk sari, binatang, amarah, makanan dan jamur). Kebanyakan alergen terdapat di udara dan musiman.

Asma idiopatik atau nonalergik : tidak berhubungan dengan allergen spesifik.Faktor faktor, seperti common cold, infeksi traktus respiratorius, latihan, emosi dan polutan lingkungan dapat mencetuskan serangan. Beberapa agen farmakologi , seperti aspirin dan agen antiinflamasi nonsteroid lain,pewarna rambut, antagonis beta adrenergik dan agen sulfit (pengawet makanan). Asma gabungan : merupakan bentuk asma yang paling umum. Asma ini mempunyai karakteristik dari bentuk alergik maupun bentuk idiopatik atau nonalergik. 5. Pencegahan Hindari faktor pencetus Bina suasana hormonis dalam keluarga Mengenal gejala awal serangan Asma dan selalu tersedia obat.

6. Pengobatan Prinsip umum pengobatan asma bronchial adalah : a. Menghilangkan obstruksi jalan nafas dengan segera b. Mengenal dan menghindari faktor-faktor yang dapat mencetuskan serangan asma c. Memberikan penerangan kepada penderita dan keluarga mengenai penyakit asma baik cara pengobatannya maupun perjalanan penyakitnya sehingga penderita dapat ikut bekerjasama dan mengerti tujuan pengobatan yang akan diberikan. I. Serangan asma akut Dapat diberikan golongan obat adrenergik beta atau teofilin. Untuk status asmatikus dimana dengan pengobatan agonis beta dan teofilin tidak mengalami regrakter maka untuk mengembalikan fungsinya diperlukan kortikosteroid dan tindakan lanjut selain memberikan oksigen ialah pemasanag infus. Urutannya adalah sebagai berikut : a. Oksigen 2-4 liter per menit b. Infus cairan 2 3 liter / hari, penderita boleh minum c. Aminophilin 5 6 mg / kg BB / IV, dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 0,5 0,9 mg / kg BB / jam d. Kortikostereois : hidrokortison 4 mg / kg BB / IV atau deksametason 10 20 mg. setelah tampak perbaikan kortikosteroid intravena dapat diganti dengan bentuk oral e. Obat adrenergik beta, bila ada lebih disukai nebulizer diberikan tiap 4 6 jam f. Antibiotik bila ada tanda-tanda infeksi

II. Serangan asma kronis Prinsip pengobatannya : a. Mengenal, menyingkirkan dan atau menghindari faktor-faktor pencetus serangan seperti alergi, iritan, infeksi, kegiatan jasmani, lingkungan kerja, obat-obatan, perubahan cuaca yang ekstrim b. Menggunakan obat-obatan

SATUAN ACARA PENYULUHAN KELUARGA Tn S DENGAN ASMA DALI PUCANG KASONGAN BANTUL YOGYAKARTA

Tugas Individu Stase Keperawatan Keluarga Tahap Profesi

Disusun Oleh : RENI EVANORA 08/273160/EIK/0752

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010