Anda di halaman 1dari 14

1 A.

JUDUL Sehat tanpa Boraks : Pelatihan Pembuatan Indikator Sederhana untuk Boraks dalam Makanan bagi Anggota PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Desa Ciwaruga B. LATAR BELAKANG MASALAH Masalah keamanan pangan perlu ditangani secara bersama baik oleh pemerintah, produsen, maupun konsumen. Produsen pangan bertanggung jawab untuk mengendalikan keamanan pangan yang dihasilkan, konsumen bertanggung jawab untuk memantau keamanan pangan yang ada di sekitarnya, sedangkan pemerintah bertanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi keamanan pangan yang beredar di masyarakat. Salah satu masalah keamanan pangan di Indonesia adalah masih rendahnya pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab produsen pangan tentang mutu dan keamanan pangan, terutama pada industri kecil atau industri rumah tangga. Masalah keamanan pangan tersebut juga terjadi pada makanan tradisional. Diantara bahan-bahan yang ditambahkan itu sering berupa bahan kimia yang membahayakan kesehatan manusia, misalnya boraks, asam benzoat dan lain-lain. Boraks banyak digunakan dalam pembuatan berbagai makanan seperti bakso, mie basah, pisang molen, lemper, siomay, lontong, ketupat, dan pangsit. Boraks merupakan kristal lunak berupa garam Natrium Na2.B4O7.10H2O yang berwarna dan mudah larut dalam air. Boraks seharusnya hanya digunakan dalam industri non pangan, khususnya industri kertas, gelas, keramik, pengawet kayu, antiseptik dan pembasmi kecoak. Penggunaan boraks sebagai bahan tambahan selain dimaksudkan untuk bahan pengawet juga dimaksudkan untuk membuat bahan menjadi lebih kenyal dan memperbaiki penampilan. Hasil pemeriksaan laboratorium Badan POM Denpasar terhadap bakso menunjukkan 54,29% bakso yang digunakan sebagai sampel mengandung boraks. Jumlah kandungan boraks yang ditemukan dalam bakso bervariasi antara 0,63 ppm sampai 132,142 ppm. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 722/MenKes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan, boraks termasuk bahan yang berbahaya dan beracun sehingga tidak boleh digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Mengkonsumsi boraks tidak akan secara langsung menimbulkan efek buruk secara cepat, namun akan terakumulasi dalam hati, otak dan testis. Boraks tidak hanya diserap melalui pencernaan, namun juga melalui kulit. Boraks akan mengganggu enzim-enzim

2 metabolisme. Jika penggunaan boraks terus dilakukan, dapat menyebabkan berbagai penyakit, terutama kanker, dan bahkan kematian. Kurangnya pengetahuan masyarakat awam mengenai bahaya boraks membuat tidak adanya tindakan preventif dari masyarakat untuk memilah makanan yang ada di pasaran. Padahal, banyak pedagang makanan yang dengan sengaja memakai boraks pada dagangannya dengan berbagai tujuan. Desakan ekonomi dan mudahnya mendapatkan boraks membuat para pedagang mengambil jalan pintas untuk mendapat keuntungan. Kemudahan memperoleh boraks di pasaran menjadi peluang para pedagang nakal memakai boraks pada makanan yang dijualnya. Selain itu, sulitnya mendapatkan pelayanan pada pengujian makanan di laboratorium, terutama untuk kalangan menengah ke bawah menyebabkan masyarakat tidak peduli terhadap makanan yang dikonsumsinya. Padahal masyarakat dapat mengujinya dengan bahan dan cara yang sederhana. Berlandaskan Tridharma Mahasiswa, hal ini melatarbelakangi kami untuk membantu masyarakat dalam memilah, menentukan makanan yang tidak mengandung boraks serta peduli akan keamanan makanan yang dikonsumsinya. Salah satunya dengan cara pembuatan indikator sederhana pendeteksi boraks berbahan dasar kunyit yang murah, efisien untuk digunakan oleh konsumen. Kunyit mengandung minyak atsiri curcumin yang dapat mendeteksi keberadaan asam borat dan natrium tetraborat. Selain itu, kunyit juga dapat diperoleh oleh masyarakat dengan mudah. C. PERUMUSAN MASALAH Akhir-akhir ini isue makanan yang mengandung boraks sangat meresahkan masyarakat. Di sisi lain dengan tingkat ekonomi sebagian masyarakat masih rendah maka aspek ekonomi lebih dominan dibandingkan aspek kesehatan. Sehingga industri rumahan yang berkecimpung dalam pembuatan makanan kecil/ jajanan pasar seringkali menambahkan bahan kimia yang tidak layak dikonsumsi, hanya sekedar untuk memenuhi makanan/jajanan yang sesuai keinginan konsumen, seperti penambahan boraks pada makanan tertentu. Dengan gencarnya pemerintah memberikan pengarahan mengenai bahaya boraks bagi kesehatan, membuat masyarakat sedikit-demi sedikit untuk berusaha mengkonsumsi makanan sehat. Tetapi sebagian besar masyarakat belum mampu membedakan makanan yang mengandung boraks dengan yang tidak mengandung boraks. Adapun untuk mengetahuinya harus dengan analisis di laboratorium kimia.

3 Dengan melalui program ini, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mendeteksi makanan yang mengandung boraks dengan menggunakan alat pendeteksi yang murah, aman dan sederhana, tetapi mampu mendeteksi adanya boraks secara akurat. Dengan adanya alat pendeteksi sederhana tersebut, diharapkan dapat digunakan oleh segala lapisan masyarakat, sehingga penggunaan boraks sebagai bahan tambahan ke dalam makanan dapat dihindari. D. TUJUAN Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat terutama anggota PKK Desa Ciwaruga dapat mengetahui bahaya kandungan boraks yang terdapat pada makanan dengan memberikan pelatihan sederhana yang dapat mendeteksi boraks pada makanan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 722/MenKes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan. E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Ciwaruga lebih sadar akan bahaya boraks bagi kesehatan dan dapat membuat indikator sederhana dari kunyit sehingga penggunaan dan pengkonsumsian boraks di setiap keluarga akan berkurang. F. KEGUNAAN Kegunaan yang dapat dicapai dengan kegiatan antara lain : a. Membantu ibu-ibu PKK Desa Ciwaruga agar mengetahui bahaya dan kandungan boraks pada makanan yang ada di daerah sekitarnya. b. Tersedianya indikator boraks sederhana dapat digunakan dengan mudah, praktis dan efisien oleh ibu-ibu rumah tangga. c. Mengurangi pemakaian dan konsumsi boraks dalam pembuatan makanan.

G. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat Desa Ciwaruga terutama Ibu-ibu PKK, yang terletak di Desa Ciwaruga Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Padatnya pemukiman dan rendahnya taraf pendidikan serta kehidupan ekonomi tidak dapat dipungkiri penggunaan bahan berbahaya, murah dan mudah didapat seperti boraks

4 digunakan di kehidupan sehari-hari ataupun pada aktivitas jual-beli penganan seperti bakso, lontong dan jajanan lainnya. Oleh sebab itu, kami menawarkan sebuah solusi sederhana agar masyarakat Desa Ciwaruga mengetahui dan lebih waspada terhadap penganan yang dibelinya. Solusi yang kami tawarkan berupa penyuluhan dan pelatihan untuk Ibu-ibu PKK Desa Ciwaruga karena kaum ibu memegang peranan yang cukup penting dalam tuntutan penggunaan boraks baik oleh para pedagang yang nakal maupun kaum ibu sendiri. H. METODE PELAKSANAAN Tahapan pelaksanaan program ini sebagai berikut: a. Tahap Persiapan Pada tahap ini dilakukan survei terhadap kondisi di lapangan seperti pengetahuan dan pemakaian boraks di kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Ciwaruga. b. Tahap Penelitian Tahap ini dilakukan dengan melakukan penelitian terhadap pembuatan indikator boraks dengan menggunakan kunyit. c. Tahap Penyuluhan Tahapan ini dilakukan dengan mengadakan sosialisasi dan penyuluhan akan bahaya boraks kepada Ibu-ibu PKK Desa Ciwaruga. d. Tahap Pelatihan Tahap ini merupakan tahap paling penting karena pada tahap ini masyarakat Ciwaruga terutama PKK Ciwaruga diberikan pelatihan untuk membuat indikator sederhana pendeteksi boraks sehingga dapat diaplikasikan di rumah. e. Peninjauan Hasil Pelatihan Peninjauan dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman serta kendala yang dialami oleh Ibu-ibu PKK terhadap bahaya boraks terutama dalam pembuatan indikator boraks sederhana. f. Penyusunan Karya Tulis Tahap ini dilakukan bersamaan dengan tahap-tahap yang lainnya. Pembuatan laporan ini merupakan laporan dari pembuatan indikator boraks dan hasil penyuluhan terhadap masyarakat Desa Ciwaruga.

5 I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM a) Waktu dan Tempat Pelaksanaan Program Waktu pelaksanaan program ini selama 5 bulan dan dilaksanakan di Aula Balai Desa Ciwaruga Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan untuk pembuatan indikator boraks dilakukan di laboratorium jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung. b) Tahapan Pelaksanaan Tabel 1. Jadwal Kegiatan Program PKM-M Bulan keI Survei Lokasi dan Keadaan Masyarakat Survei Makanan yang Desa Ciwaruga II III IV V PKK Desa Ciwaruga

Kegiatan

Tempat

Dindikasikan Boraks Pembuatan dan

Mengandung

Pengujian

Lab.

Teknik

Kimia,

Indikator Boraks pada Makanan Penyuluhan I (Sosialiasi Bahaya Boraks) Penyuluhan Pembuatan Sederhana) Penyuluhan III (Peninjauan II (Pelatihan Boraks

POLBAN Aula Balai Desa Ciwaruga

Aula Balai Desa Ciwaruga

Indikator

Aula Balai Desa Ciwaruga

Hasil Pelatihan) Penyusunan Laporan POLBAN

6 J. RANCANGAN BIAYA Berikut adalah rincian estimasi biaya untuk pelaksanaan program ini : a) Biaya Penelitian Tabel 2. Rincian Biaya Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Barang Kertas saring As.Borat (Boraks) Kunyit Asam benzoat Formalin Tawas Gunting stainless Pisau cutter Masker/Tutup hidung 10 11 12 13 14 Sarung tangan Pewarna makanan Sabun cuci Tissu roll Kertas buram Sampel makanan Bakso Mie Basah 15 Cincau Tahu Ketupat Sosis Kecap Jumlah Biaya Penelitian kg kg bungkus kg kg pack liter 2 2 2 2 2 1 1 60,000.00 8,000.00 13,000.00 9,500.00 15,000.00 12,000.00 15,000.00 120,000.00 16,000.00 26,000.00 19,000.00 30,000.00 12,000.00 15,000.00 1,791,400.00 buah pasang pack buah buah Rim 5 5 1 3 20 1 12,000.00 15,000.00 12,600.00 9,600.00 3,600.00 33,000.00 60,000.00 75,000.00 12,600.00 28,800.00 72,000.00 33,000.00 Satuan lembar kg kg kg liter kg buah buah Jumlah Total 50 3 10 1 1 1 2 2 Perkiraan Harga Harga Total (Rp) 18,000.00 36,000.00 12,000.00 15,000.00 65,000.00 26,000.00 12,000.00 7,000.00 (Rp) 900,000.00 108,000.00 120,000.00 15,000.00 65,000.00 26,000.00 24,000.00 14,000.00

7 b) Biaya Penyuluhan dan Pelatihan Tabel 3. Rincian Biaya Penyuluhan dan Pelatihan Jumlah Total Perkiraan Harga (Rp) Harga Total (Rp)

No Nama Barang

Satuan

Transportasi a. Survei b. Penyuluhan c. Pelatihan tempat pertemuan pertemuan 3 3 3 25,000.00 15,000.00 15,000.00 75,000.00 45,000.00 45,000.00

Konsumsi a. Survei b. Penyuluhan c. Pelatihan dus dus dus 15 165 165 5,000.00 7,000.00 7,000.00 75,000.00 1,155,000.00 1,155,000.00

Alat

dan

bahan Unit 250,000.00 250,000.00 buah buah buah buah buah rim 1 3 3 4 4 2 140,000.00 12,000.00 30,000.00 60,000.00 31,200.00 7,500.00 420,000.00 36,000.00 120,000.00 240,000.00 62,400.00 3,935,900.00

pelatihan 4 5 6 7 8 9 10 Dokumentasi Materai Spanduk Printing Lem fox putih Refill printer hitam Refill printer warna Kertas A4

Jumlah Biaya Penyuluhan dan Pelatihan

Jumlah Total = Jumlah Biaya Penelitian + Jumlah Biaya Penyuluhan = Rp 1,791,400.00 + Rp 3,935,900.00 = Rp 5,655,300.00

K. DAFTAR PUSTAKA Sugiyatmi, Sri. 2006. Analisis Faktor-faktor Risiko Pencemaran Bahan Toksik Boraks dan Pewarna pada Makanan Jajanan Tradisional yang Dijual di Pasar-Pasar Kota Semarang Tahun 2006. Semarang: Universitas Diponegoro Semarang.

8 L. LAMPIRAN a) BIODATA PELAKSANA KEGIATAN Biodata Ketua Pelaksana Kegiatan Nama Jenis Kelamin Tempat/Tanggal Lahir Agama Kewarganegaraan Pekerjaan NIM Jurusan/Angkatan Program Studi Alamat : Ria Rahmawati : Perempuan : Bandung, 6 Oktober 1991 : Islam : WNI : Mahasiswa : 091424024 : Teknik Kimia/2009 : Teknik Kimia Produksi Bersih : Jalan Suplir II/83 Blok V Bumi Rancaekek Kencana Bandung 40394 No HP Email : 081321515505 : ria.rahmawati91@yahoo.com (Ria Rahmawati) NIM. 091424024 Biodata Anggota Nama Jenis Kelamin Tempat/Tanggal Lahir Agama Kewarganegaraan Pekerjaan NIM Jurusan/Angkatan Program Studi Alamat No HP Email : Alfian Hanas Putra : Laki-laki : Bandung, 17 November 1990 : Islam : WNI : Mahasiswa : 091424002 : Teknik Kimia/2009 : Teknik Kimia Produksi Bersih : Jalan Jayadikromo Cimindi : 085624226238 : vyanz_hp@yahoo.com (Alfian Hanas Putra) NIM.091424002

9 Biodata Anggota Nama Jenis Kelamin Tempat/Tanggal Lahir Agama Kewarganegaraan Pekerjaan NIM Jurusan/Angkatan Program Studi Alamat No HP Email : Gustin Mustika Krista : Laki-laki : Sukabumi/18 Januari 1991 : Islam : WNI : Mahasiswa : 091424012 : Teknik Kimia/2009 : Teknik Kimia Produksi Bersih : Komplek Gumil no 26 Blok C No 26 Desa Sariwangi : 085624818743 : gustinmk@yahoo.co.id

(Gustin Mustika Krista) NIM.091424012 Biodata Anggota Nama Jenis Kelamin Tempat/Tanggal Lahir Agama Kewarganegaraan Pekerjaan NIM Jurusan/Angkatan Program Studi Alamat No HP Email : Nadya Anwar : Perempuan : Bandung, 14 Juni 1992 : Islam : WNI : Mahasiswa : 091424018 : Teknik Kimia/2009 : Teknik Kimia Produksi Bersih : Komplek PLN Paseban No 8 Tarogong Garut 44151 : 085721446447 : nadya_nodisc@yahoo.com

(Nadya Anwar) NIM.091424018

10

Biodata Anggota Nama Jenis Kelamin Tempat/Tanggal Lahir Agama Kewarganegaraan Pekerjaan NIM Jurusan/Angkatan Program Studi Alamat No HP Email : Abdullah Muhammad Ridha : Laki-laki : Takengon, 27 November 1991 : Islam : WNI : Mahasiswa : 101411065 : Teknik Kimia/2010 : Teknik Kimia : Jalan Fajar No 254A KPAD Gegerkalong : 087823581458 : shinkyu48@gmail.com

(Abdullah Muhammad Ridha) NIM.101411065 b) BIODATA DOSEN PENDAMPING Nama Lengkap NIP Golongan Pangkat Jabatan Fungsional Jabatan Struktural : Dra. Endang Widiastuti, Msi : 196101041989032001 : IIId/Penata tk-1 : Lektor :-

Jurusan /Program Studi : Teknik Kimia Perguruan Tinggi Bidang Keahlian Alamat Rumah Telephone/HP Alamat E-mail : Politeknik Negeri Bandung jur. Teknik Kimia : Analisis : Jln. Kalijati 19 no. 12 Antapani-Bandung : (022) 7270690 : endwidya@yahoo.com Dosen Pendamping

(Dra. Endang Widiastuti, Msi) NIP. 196101041989032001

11 c) TEKNOLOGI YANG AKAN DITERAPKEMBANGKAN Teknologi yang akan diterapkembangkan dalam kegiatan ini adalah penerapan teknologi kertas tumerik dari ekstrak kunyit.

Gambar 1. Kertas Tumerik dari Ekstrak Kunyit

d) DENAH LOKASI MITRA Mitra Kerjasama : PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Desa Ciwaruga Kecamatan Parongpong Bandung Alamat Mitra : Jalan Waruga Jaya Desa Ciwaruga

Gambar 2. Denah lokasi mitra

12 e) SURVEI LOKASI MITRA Berikut adalah bagian dokumentasi dari hasil survei tim PKM-M kami.

Gambar 3. Mitra PKM-M

Gambar 4. Bakso yang Dijual di Ciwaruga

Gambar 5. Lingkungan Masyarakat Ds. Ciwaruga

Gambar 6. Aktivitas Jual-Beli Makanan di Desa Ciwaruga

13

14