Anda di halaman 1dari 3

Chlorella adalah genus ganggang hijau bersel tunggal yang hidup di air tawar, laut, dan tempat basah.

Ganggang ini memiliki tubuh seperti bola. Di dalam tubuhnya terdapat kloroplas berbentuk mangkuk. Perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif dengan membelah diri. Setiap selnya mampu membelah diri dan menghasilkan empat sel baru yang tidak mempunyai flagel. Ganggang ini sering digunakan di laboratorium untuk penyelidikan fotosintesis. Chlorella merupakan salah satu jenis fitoplankton yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya digunakan sebagai makanan rotifera atau sebagai media budidaya larva ikan. Budidaya Chlorella terdiri dari serangkaian kegiatan yang antara lain meliputi persiapan wadah dan air yang meliputi pencucian dan sanitasi wadah. Selanjutnya diikuti oleh kegiatan identifikasi, pemupukan dan inokulasi Chlorella di laboratorium. Budidaya Chlorella dapat dilakukan dalam skala laboratorium dan skala lapangan. Dalam budidaya Chlorella di skala laboratorium digunakan wadah berupa erlenmeyer. Hasil budidaya pada skala laboratorium pada umumnya digunakan sebagai stock untuk budidaya massal. Dalam kegiatan budidaya skala laboratorium wadah harus dibersihkan dan disanitasi. Umumnya pencucian dapat menggunakan deterjen dan dibilas sampai bersih kemudian dikeringkan. Setelah kering kemudian wadah disanitasikan dengan cara direbus pada suhu 110 o C. Air yang digunakan juga harus bersih. Air yang digunakan dapat berupa air sumur atau air mata air atau akuades. Untuk air mata air atau air sumur sebaik air difilter terlebih dahulu untuk menyaring partikel yang tersuspensi dalam air. Selajutnya air juga harus disanitasi dengan cara merebus air sampai mendidih, sehingga air yang digunakan bebas dari kontaminasi plankton lain. Selanjutnya toples yang sudah diisi air sebanyak satu liter ditempatkan pada rak yang dilengkapi dengan selang aerasi dan lampu neon. Hal ini dilakukan supaya cahaya cukup untuk proses fotosintesis Chlorella, yang memerlukan intensitas cahaya antara 2500 5000 lux dan agar Chlorella tidak mengendap. Dalam budidaya di dalam laboratorium sebaiknya dilakukan pada suhu antara 21-25 o C, dengan tujuan agar pertumbuhannya tidak terlalu cepat. Filum : Chlorophyta Kelas : Chlorophyceae Ordo : Chlorococcales Famili : Chlorellaceae Genus : Chlorella Spesies : Chlorella sp. Menurut Presscott (1978) Chlorella sp. berkembang biak dengan membelah diri membentuk autospora. Sedangkan pada waktu membelah diri membentuk autospora, Chlorella sp. melalui empat fase siklus hidup (hase, 1962; Kumar and Singh, 1981). Keempat fase tersebut adalah :

1. Fase pertumbuhan (growth), periode perkembangan aktif sel massa yaitu autospora tumbuh menjadi besar. 2. Fase pematangan awal (early revening), autospora yang telah tumbuh menjadi besar mengadakan persiapan untuk membagi selnya menjadi sel-sel baru. 3. Fase pematangan mengadakan akhir (late revening), sel-sel yang baru tersebut

pembelahan menjadi dua. 4. Fase autospora (autospora liberation), pada fase ini sel induk akan pecah dan akhirnya terlepas menjadi sel-sel baru. 2.1.5 Pemberian pakan pada chorella

Adapun pupuk yang dapat digunakan untuk skala laboratorium adalah pupuk Walne, dengan dosis:

Komposisi Jumlah Komposisi Jumlah Larutan A:

FeCl3 0.8 g Mn Cl2.4H20 0.4 g H3BO3 33.6 g EDTA 45.0 g NaH2PO4.2H20 20.0 g NaNO3 100 g Komposisi B 1.0 ml Komposisi C 0.1 ml

Buat menjadi 1 l larutan dengan

aquadest Larutan B:

ZnCL2 2.1 g CoCl2.6H2O 2.0 g (NH4)6Mo7O24.4H2O 0.9 g CuSO4.5H2O 2.0 g HCl 10.0 ml

Buat menjadi 100 ml dengan aquadest Panaskan agar larut Larutan C:

Vitamin B1 0.2 g Vitamin B12 0.01 g Buat menjadi 200 ml dengan aquadest http://alussajah.blogspot.com

pakan alami bisa diartikan sebagai pakan yang berasal dari alam yang dijadikan sebagai sumber makanan bagi organisme budidaya utamanya yang masih berbentuk larva dan ketersediaannya dapat diusahakan atau dibudidayakan.