Anda di halaman 1dari 4

Tingkatkan Produksi dan Mutu Buah Pisang Pisang ber KB

Pisang ( Musa Paradisiaca) merupakan buah yang akrab dengan masyarakat Indonesia, hamper di setiap pelosok wilayah tanaman pisang dapat ditemukan, seperti di pekarangan, tegalan, pematang-pematang sawah, maupun disepanjang aliran sungai. Rumah makan besar,warteg, maupun warung kecil di pedesaan menyediakan buah ini sebagai makanan pencuci mulut. Bayi yang baru lahir pun mengenal pisang sebagai makanan padat pertamanya. Buah pisang adalah buah yang hamper mendekati sempurna kandungan gizinya dan harganya terjangkau daya beli sebagian besar masyarakat. Penanaman dan pemeliharaan relative mudah serta banyak manfaatnya. Indonesia memiliki 14 kultivar pisang yang umum dibandingkan petani karena permintaan pasar loka lyang tinggi seperti Pisang Masyarakat, Pisang Ambon Putih, Pisang Ambon Lumut, Pisang Ambon Jepang, Pisang Badak, Pisang Lampung dan Pisang Rajaa Sereh. Untuk pisang olahan adalah Pisang Rajaa Bulu, Pisang Raja Uli, Pisang Tanduk, Pisang Nangka dan Pisang Kapas.

Tanaman psang dapat umtbuh dihampir seluruh wilayah Katulistiwa, dari dataran rendah 1.300 m dpl, namun yang terbaik adalah dataran rendah yang bersuhu 15-35 derajat C, sedangkan suhu optimumnya adalah 27 derajat C. Tanaman pisang membutuhkan cadangan air permukaan yang cukup, karena perakarannya dangkal. Curah hujan yang dikehendaki adalah 1.500 sampai 2.500 mm per tahun. Keberhasilan budidaya tanaman pisang selain tergantung dari pohon induk atau varitas yang unggul dan bebas penyakit, juga tidak telupa dari pemeliharaan yang baik benar diataranya penjarangan anakan. Pertanaman pisang yang tidak dijarangkan akan mengakibatkan kelembaban yang tingii pada rumpun sehingga menyebabkan resiko tinggi terhadap timbulnya hama dan penyakit seperti jamur, persanigan untuk mendapatkan zat hara, mutu buah menurun (rendah) dan jumlah sisir petandan akan berkurang serta pada akhirnya akan menyebabkan penurunan produksi dan mutu buah pisang. Pertanaman pisang yang dijarangkan akan dapat menjaga kesehatan perumpun karena dapat menciptakan kelembaban yang rendah sebagai dampak dari sirkulasi udara sekitar maupun yang baik, mengendalikan atau menekan timbulnya hama dan penyakit akibat kelembaban yang tinggi, mencegah timbulnya rawan zat hara dan menjaga mutu produksi pisang tetap tinggi. BIBIT Perbanyak tanaman pisang yang umum dilakukan petani adalah dengan cara pengambilan anakan pisang. Cara tersebut tidak dapat menghasilkan bibit yang baik. Jika bibit ditanam. Bibit yang baik adalah bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan atau paling tidak bibit dihasilkan dari kultur jaringan atau bibit mempnyai kelebihan , yaitu produksinya tinggi, bentuknya seragam dan dapat dikontrol ada tidaknya bibit penyakit bawaan.

Penanaman Lahan yang akan ditanami pisang harus dibebaskan dari gangguan gulma, lalu tanah diolah / dicangkul sedalam 30-40 cm. Agar tidak terjadi genangan , perlu dibuatkan saluran drainase. Lubang tanam perlu dibuat, satu bulan sebelum tanam. Ukuran lubang (60x60x60) cm dengan jarak tanam disesuaikan dengn akultivar pisang. Untuk pisang badak atau morosebo jarak tanamnya (2x2) m sampai (3x3) m, dalam tiga sama sisi. Dapat pula dibuat jarak (2x3) m dengan tata tanam ganda.

Pohon pisang yang mempunyai ukuran lebih tinggi, jarak tanamnya dibuat (4x4) m atau (4x5) m sampai (5x5) m. tata tanamnya dpat di buat baris tunggal, baris ganda, segi empat atau segituga sama sisi (Gambar 1). Penanaman dilakukan menjelang musim hujan.

* * * * *

* * * * *
Baris tunggal

* * * * *

**
* * * * * *

* * * * * * *

Baris Ganda

* * * * *

* * * * *

* * * * *

* * * * *

Segi Empat

Gambar 1 : Tata Tanam Pisang Penjarangan dilakukan setelah pohon induk berbuah. Penjarangan diupayakan dalam satu rumpun hanya 2-3 tanaman. Sebagai contoh bila dalam satu tanaman induk dan dua tanaman dewasa maka hanya dipilih satu tunas anakan yang tumbuh dari bonggol pohon induk. Bila dalam satu rumpun terdapat satu tanaman induk dan satu tanaman dewasa maka dapat dipilih 2 tunas anakan yang berasal dari pohon induk karena akan mengalami pertumbuhan yang lambat, rentan terhadap penyakit, bahkan dapat menyebabkan mati bujang atau muda. Khusu untuk pisang Cavendish penjarangan anakan dilakukan setelah pohon induk berumur 6-7 bulan setelah tanam. Populasi per rumpun adalah 2 pohon yang terdiri dari 1 induk 1 anakan muda. Anakan yang tumbuh dari tanaman yang sehat dipindahkan tempat persemaian.

A. Tinggi antara 20-40 cm B. Anakan tersebut ada pada bonggol tanaman induk. Apabila anakan mudah tumbuh dari anakan dewasa, maka pertumbuhannya akan terhambat, mudah terserang hama dan penyakit bahkan dapt mati bujang. C. Bonggolnya besar ke bawah D. Pertumbuhan kuncup daun baik sehingga pertumbuhannay kelihatan sehat.

Cara penjarangan dapat dilakukan dengan : 1. Memotong anakan sebatas permukaan tanah, congkel bagian tangan batang lalu tuangkan 2-3 cc (1/2 sendok the) minyak atau dapat dengan menyuntikkannya ke titik tumbuk di bonggol 2. Selain minyak tanah juga dapat digunakan hormone tu muh 2,4 D dengan cara mengencerkan 1/16 larutan 2,4 D 50 %. Berikan 12 tetes larutan tersebut pada batang semu pada jarak (ketinggian) 30-60 cm dari tanah, untuk anakan yang kecil gunakan kurang dari 12 tetes. Untuk menjaga pertumbuhan tanaman, setelah penjarangan anakan, tanaman pisang dipupuk dengan Organik (pupuk kandang sebanyak 10kg/rumpun) dan pupuk An Organik dengan dosis 2 :1:1 (200 fr Urea, 100 gr SP 36 dan 100 gr Kcl). Disamping itu dilakukan pendaginran atau penggemburan tanah yang bertujuan untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah sekaligus untuk memotong akar yang telah tua. Pada saat bersamaan dilakukan pembersihan terhadap pelepah daun yang telah tua. Buah piang dapat dipanen ketika tanaman telah berumur 13-15 sejam tanam. Penentuan dan Cara Panen Ketepatan dalam waktu memanen sangat berpengaruh terhadap mutu buah. Secara umum, buah pisang yang siap dipanen mempunyai ciri ciri : (a) tepi buah (linger) rata atau tidak tampak, (b) bentuk buah gilik (berisi) dan (c) tangkai bekas putik telah gugur. Penentuan panen juga dapat diperkirakan dari jumlah hari setelah munculnya jantung (ontong). Table berikut jantung (ontong). Table berikut berisi mengenai umur panen optimal berberapa kultivar pisang yang dihitung setelah munculnya ontong. Panen dilakukan dengan cara memotong tandan buah, kemudian meletakkan secara terbalik, yaitu bekas potongan tandan ada dibagian bawah. Buah pisang selanjutnya dilindungi dari terik matahari dengan menggunakan daun pisang bekas tebangan. Ir. SUHARYONO KRISTANTO Penyuluh Badan Ketahanan Pangan UPP Sukodono Kab. Sidoarjo