Anda di halaman 1dari 10

Tugas Sistem Peralatan Tambang Bawah Tanah

Teknik Estimasi Produksi untuk Tambang Bawah Tanah Mengunakan Roadheaders

Abstrak Roadheaders adalah salah satu mesin excavator yang terkenal di dalam pertambangan dan konstruksi bawaht anah. Mesin ini biasanya di gunakan untuk batuan lunak dan batuan medium keras. Karya ilmiah ini menunjukkan parameter yang berasosiasi dengan aplikasi dan pengoperasian roadheaders dan menghadirkan metode untuk pelaksanaan estimasi pemotongan.

Kelompok Genap 2012

Page 1

Tugas Sistem Peralatan Tambang Bawah Tanah


Roadheders adalah salah satu mesin excavator yang unik yang digunakan untuk menghancurkan batuan dengan memanfaatkan tungsten carbide tipped cutting laced pada specific geometry di spherical rotating cutting head. Kepala pemotong dijalankan dengan motor electrik melalui heavy duty epicyclic atau transverse gear box untuk milling atau ripping. Cutter boom disambungkan ke pedestal yang membolehkan pergerakan boom yang tidak tertutup diseluruh bagian. Pergerakan boom di control oleh hydraulic cylinders untuk memberikan kekuatan yang cukup untuk memlihara cutting head yang berkontak langsung dengan permukaan, dan mesin bias melakukan pekerjaan dengan jalur yang terpasang untuk kesatu permukaan kepermukaan yang lain. Kemampuan dari roadheader atau mesin tipe boom untuk operasi dan memotong secara leih efisien pada batuan keras dan telah di batasi oleh kekakuan sistem, kemampuan alat memotong dapat menahan kekuatan yang besar dan ketidakmampuan dari cardbide untuk menahan impact atau panas dari pergesakan dengan batuan silika. Beberapa perusahaan pembuatan roadheader telah mengembangkan mesin yang berkapasitas tinggi, mesin bermassa besar dalam upaya penambahan hasil kemampuan dan untuk memperluas dasar aplikasi dari tradisional roadheader untuk pemotongan batuan keras. Pengembangan saat ini yaitu di bit dan teknologi pemotongan, di pasangkan dengan pengembangan momen besar di RPM rendah dan ditingkatkan juga kekakuan sistem dan berhasil mengembangkan

kemampuan pemotongan roadheader.


Kelompok Genap 2012 Page 2

Tugas Sistem Peralatan Tambang Bawah Tanah


Roadheader yang biasanya beroperasi di batuan sedimen memiliki tekanan yang tidak terbatas yaitu mencapai 100 Mpa (~15.000 psi). Kadangkadang juga digunakan pada batuan keras yang telah digali sebelumnya untuk mendapatkan kekar, bidang perlapisan, patahan atau struktur-struktur lainnya. Pada batuan yang kuat dan memiliki kandungan silika didalamnya, performa dari roadheaders menjadi menurun, hal tersebut disebabkan oleh : Ketidakmampuan cutting tools untuk digunakan pada beban/gaya penetrasi yang tinggi. Ketidakmampuan dari mesin untuk menahan bit pada cut atau kemampuan bit untuk bekerja. Kurangnya massa atau beban yang ada pada roadheaders yang dibutuhkan untuk member reaksi. Kurangnya pemahaman dari bagian fisik batuan untuk memotongnya.

Sifat Batuan Beberapa sifat batuan mempengaruhi kekuatan cutting pada mata bor atau semua tenaga yang diperlukan cutting head. Oleh karena itu mempengaruhi kemampuan dari Roadheaders. Density or specific gravity, mempengaruhi muck handling pada excavator. Uniaxial compressive strength (UCS) adalah salah satu parameter penting yang mempengaruhi kekuatan untuk menggali batuan. Splitting tensile strength (Brazilian test)menyatakan kekuatan dari struktur batuan.
Kelompok Genap 2012 Page 3

Tugas Sistem Peralatan Tambang Bawah Tanah


Ultrasonic pulse velocity (acoustic velocities) memggambarkan kekuatan batuan, kerapuhanbatuandanmenurunkankemampuanpenggalian. Elastic constants, (Youngs modulus and Poissons ratio) juga

menunjukkan kekuatan dan kerapuhan dari batuan. Cercharabrasivity index (CAI) adalah abration test yang memberikan indikasi kuat dari pemakaian bit. Abrasivitas diperkirakan dari kandungan kwarsa pada batuan yang menyatakan ukuran dari abrasivitas batuan. Compressive to tensile strength (UCS:T) ratio adalah ukuran dari kekerasan struktur batuan. Batas kekuatan pemuatan sebenarnya mengindikasi kekuataan yang diperlukan untuk penetrasi dan menghancurkan batuan. Punch strengths adalah alternative dari point load test kegunaannya mirip excavator cutters dan bits. Untuk batuan silika, sudah ditetapkan oleh Schimazek (1987) bahwa nilai abrasivitas merupakan hasil dari persentase volume kuarsa dengan total volume keseluruhan. Indikasi ini dapat digunakan untuk memotong batuan dengan roadheaders menggunakan point attack cutters dan sudah digambarkan oleh Schimazek dengan : Ic = Dimana : Ic = index of cutting VTdt 100 yang

Kelompok Genap 2012

Page 4

Tugas Sistem Peralatan Tambang Bawah Tanah


Td t V = ave. dia dari butiran kuarsa = tensile stength (Mpa) = volume minerals dari % kuarsa Untuk situasi dimana ukuran langsung dari cutters force itu tidak dapat digunakan, maka beberapa metode dapat dicapai dengan menggunakan kedalaman penetrasi .Salahsatumetode yang sering digunakan, telah dikembangkan oleh Evans (1984), dan dapat disimpulkan dengan rumus sebagai berikut : 16t 2 d2 Fc = cos. c Dimana : Fc D t c = rata-rata dari kuat tarik = kedalaman potongan = setengah dari sudut yang bersinggungan = regangan batuan = kuat tarik batuan Perbandingan antara kuat tarik dengan kuat normal tergantung dari kekuatan batuan, struktur batuan, bit shape, attack angle, dan kedalaman penetrasi. Untuk sebagian point attack cutters, perbandingan ini (diketahui dari cutters atau koefisien kuat tarik) yaitu 0,5-1,0. Kuat normal dapat diperoleh dari salah satu ukuran langsung LCM, atau dengan estimasi kuat tarik menggunakan rumus yang di atas atau bisa juga menggunakan rumus yang lainnya. Sebagian massa dari attack cutters telah didesign untuk dapat

Kelompok Genap 2012

Page 5

Tugas Sistem Peralatan Tambang Bawah Tanah


menahan kuat potong maksimum sebesar 15 ton (30.000 lbs), yang dihasilkan oleh roadheader dengan type yang besar. Estimasi Kemampuan Roadheaders = Dimana : Vb D = maks kecepatan mata bor = diameter cutterhead Untuk menentukan jumlah cutting head yang dibutuhkan menggunakan rumus : = ( ) . + Dimana : N Lc S C Ns = jumlah cutters = panjang cutting profile = spasi antar mata bor = konstanta mata bor = jumlah awal mata bor

Kelompok Genap 2012

Page 6

Tugas Sistem Peralatan Tambang Bawah Tanah


Mengevaluasi kekuatan yang ada pada cutter head. Pada saat penjumlahan, tenaga dari mesin merupakan penggabungan dengan tenaga putaran yang dibutuhkan oleh kuat tarik untuk memotong batuan. Ada dua rumus yang digunakan, yaitu : + / = ( ) 9 Dimana : Th Tr R = jumlah kekuatan (max) = gaya dorong = tenaga putaran = radius = effisiensi mesin Th merupakan fungsi dari cutting head desain dengan range 20 60 tons. Ketika cutting dalam kondisi arc mode, mesin dalam kondisi tetap dengan massanya (sering dibantu oleh stelling jacks untuk meningkatkan kekakuan sistem) dan gaya lateral diterapkan untuk mendorong head ke batu. Jumlah gaya lateral yang tersedia dapat diperkirakan sebagai berikut :

Dimana : Fl = Maksimum gaya lateral yang tersedia Fa = Gaya arcing yang tersedia

Kelompok Genap 2012

Page 7

Tugas Sistem Peralatan Tambang Bawah Tanah


Tingkat efisiensi mesin dapat dipengaruhi oleh cutting dengan penurunan ataupun miring, licin atau basah, dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kekakuan mesin atau efisiensi cutting, ataubit tidak efisien. Perkirakan kekuatan cutterhead, torsi, dan tenaga persyaratan oleh perkalian jumlah pemotong di kali kontak perkiraan kekuatan untuk penetrasi yang diberikan:

Dimana : Thr = gaya sumping yang diperlukan Far = kekuatan persyaratanArcing Fn = gaya normal Fd = drag kekuatan = Fn.Cd Cd = koefisien drag Ravg = radius rata rata dari cutting area Ravg = R Dsump/2 Ri = radius dari posisi individual bit
Kelompok Genap 2012 Page 8

Tugas Sistem Peralatan Tambang Bawah Tanah


Cp = konversi faktor daya (1,9x10-4 ft-lbs/min hp) Untuk roadheader melintang, yang dihitung nilai Th harus dikalikan dua untuk menjelaskan untuk heads. Koefisien hambatan untuk golongan batuan menengahdengan kisaran 0,5-1,0 (rata-rata 0,7) untuk titik serangan bit tergantung pada bentuk ujung dan sedikit penetrasi sudut. Torsi diperkirakan harus lebih rendah daripada torsi yang diinstal pada mesin. secara keseluruhan, gaya total estimasi dan kebutuhan daya head, harus berada di bawah kapasitas yang tersedia dari mesin yang diusulkan. Perhitungan drift dalam satuan tons/ft :

Dimana : Vpl = Volume batuan per satuan panjang Wpl = Berat dalam ton per satuan panjang A = Palang wilayah Sectional terowongan = Densitas Batuan (lbs/ft3 atau gr/cm3) Cv = Konversi faktor untuk volume Cw = Konversi faktor berat badan Ketika spesifikasi umum dari mesin dan energi khusus untuk memotong jenis batuan tertentu yang diketahui, teoritis tarif maksimum untuk ukuran pembukaan yang diberikan dapat diperkirakan dengan menggunakan rumus berikut:
Kelompok Genap 2012 Page 9

Tugas Sistem Peralatan Tambang Bawah Tanah

Dimana : Vph = Tingkat Produksi m3/hr, yd3/hr SE = Cutting Head Power (Kw/hp) = Efisiensi Sistem (secara keseluruhan) Wph = Laju Produksi (ton/hr) = Densitas Batuan ( gr/cc, lb/ft3) CW = Faktor Konversi

Kelompok Genap 2012

Page 10