Anda di halaman 1dari 21

ANALISIS PERMASALAHAN MADRASAH oleh :

Widyaiswara BDK Surabaya

TRI RUMHADI

LIHATLAH SEKELILING KITA


1. 2. 3. 4.

5.
6. 7. 8. 9.

Semakin maraknya prograrm-program sekolah unggul: SSN, RSBI mulai dari SD-SMTA, program akselerasi, moving class, PAKEM,CTL,Quantum Teaching dll. Tuntutan NEM semakin tinggi Tuntutan profesionalime guru bersamaan dengan gencarnya program sertifikasi guru Tuntutan penguasaan bahasa Inggris aktif bagi para guru Tingginya harapan masyarakat akan kualitas sekolah Siswa semakin kritis pada guru Perubahan kurikulum yang demikian cepat Tuntutan fasilitas pembelajaran Perkembangan teknologi informasi (internet) yang berpengaruh pada PBM sekolah dll

13 ciri sekolah bermutu


1. 2.

3.

4. 5.

6.

7.

Merujuk pada pemikiran Edward Sallis, Sudarwan Danim (2006) mengidentifikasi 13 ciri-ciri sekolah bermutu, yaitu: Sekolah berfokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal. Sekolah berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang muncul , dengan komitmen untuk bekerja secara benar dari awal. Sekolah memiliki investasi pada sumber daya manusianya, sehingga terhindar dari berbagai kerusakan psikologis yang sangat sulit memperbaikinya.. Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik di tingkat pimpinan, tenaga akademik, maupun tenaga administratif. sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung 3 jawabnya.

8.

Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas. 9. Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang, termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horozontal. 10. Sekolah memiliki strategi dan kriteria evaluasi yang jelas. 11. Sekolah memnadang atau menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut. 12. Sekolah memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja. 13. Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan Sumber: Sudarwan Danim. 2006. Visi Baru Manajemen Sekolah: Dari Unit Birokrasi ke Lembaga Akademik. Jakarta: Bumi Aksara
4

KATA KUNCI
1.

2.
3. 4. 5. 6. 7.

Kepuasan Pelanggan Strategi jitu Memiliki tujuan yang jelas (Visi, misi) Kualitas di semua lini Investasi SDM Proses perbaikan terus-menerus Keterpaduan kerja di semua lini (Team work)
5

DIMANA POSISI MTs SAAT INI? (Beri tanda V di bawahnya !)


1 2 3 4 5

Sangat kurang maju

Kurang maju

Cukup/ biasa saja

maju

Sangat maju

APA SEBENARNYA KEKUATAN DAN KELEMAHAN KITA, APAKAH MTsN KITA PUNYA PELUANG? ANCAMAN KITA APA?
KEKUATAN KELEMAHAN

PELUANG

ANCAMAN

ANALISIS MASALAH

INPUT

PROSES

OUTPUT

KUALITAS / KUANTITAS INPUT

1.PBM SECARA KSLURUHAN 2.MEDIA 3.VARIASI METODE 4.FASILITAS PENDUKUNG 5.SISTEM EVALUASI 6.PERPUSTAKAAN / LABORATORIUM 7.KUALITAS GURU & RASIO G-M MTsN LEMBEYAN MAGETANBELAJAR 8-9 NOP 8.LINGKUNGAN 2008 9.DLL

KUALITAS KELULUSAN

APAKAH PROBLEM UTAMA SEKOLAH KITA ? (Beri nomor dari yang terberat)
1.
2. 3. 4. 5.

6.
7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Pendanaan Kualitas guru Kualitas PBM Fasilitas perpustakaan Media pembelajaran Kualitas input Kualitas output Fasilitas TI Jumlah guru Kesesuaian keahlian guru Visi dan misi sekolah Kerjasama / keterpaduan tim /Relasi internal Relasi eksternal Sistem administrasi
9

DALAM KONDISI SEPERTI INI BISAKAH KITA MEMAJUKAN SEKOLAH DENGAN CEPAT?

KITA MULAI DARI MANA ? APA KIATNYA ? Hal ini yang akan kita diskusikan bersama: dimulai dari memahami jati diri (kekuatan dankelemahan) / evaluasi diri lembaga kita. Berangkat dari kondisi itu kita muoai merancang pembenahan diri dan mulai action

10

VISI DAN MISI SEKOLAH SUDAH BAKU ATAU PERLU DIUBAH ?


VISI MISI PROGRAM

: ? : ? : ?

11

BAGAIMANA MENGATASI INPUT YANG KURANG BAGUS ?

Prinsip ini harus dipahami oleh guru: 1.Every body is genius 2.Setiap anak memiliki potensi masingmasing perlu didorong dan ditumbuh kembangkan 3.Setiap anak memiliki gaya belajar yang khas (visual-auditoris-kinestesik?) 4.Setiap anak belajar dengan kecepatan masingmasing 5.Setiap anak perlu mendapatkan pelayanan yang khas, personal dan menghargai eksistensi dirinya apapun adanya 6.Anak adalah anak, bukan orang dew3asa dalam ukuran kecil

12

INPUT KURANG BAGUS?


Input apapun kondisinya: itulah realita kita, kita hanya bisa menerima keadaan ini, tetapi kita bisa merubahnya menjadi lebih baik. Pengatasan utama hanya bisa dilakukan melalui peningkatan / optimalisasi Proses Pembelajaran dengan segala atribut kelengkapannya.

13

PERUBAHAN HARUS SEGERA DIMULAI DARI PROSES PEMBELAJARAN

Akan dibahas tersendiri di sesi berikutnya !

14

LALU BAGAIMANA MELEJITKAN PAMOR SEKOLAH?

1.

2.
3. 4.

Pilih strategi mana yang akan dipakai? : Jalur siswa berprestasi :melalui jalur NEM, kejuaraan dalam lomba eksternal ? Jalur guru: guru berprestasi, Model pembelajaran khas Optimalisasi peran media massa PILIH SALAH SATU ATAU SIMULTAN ?
15

KITA DISKUSIKAN
VISI MISI PRO GRAM SASAR AN JK PEN DEK SASAR AN JK MENE NGAH SASAR TAR AN JK GET PANJA AKHIR NG

MTsN LEMBEYAN MAGETAN 8-9 NOP 2008

16

HASIL AKHIR LOKAKARYA INI

Langkah nyata , stratejik memulai perubahan ke arah perbaikan demi nama baik sekolah

MTsN LEMBEYAN MAGETAN 8-9 NOP 2008

17

SAATNYA TERAPKAN TQM

Konsep total quality management pertama kali dikemukakan oleh Nancy Warren, seorang behavioral scientist di United States Navy (Walton dalam Bounds, et. al, 1994). Istilah ini mengandung makna every process, every job, dan every person (Lewis & Smith, 1994). Pengertian TQM dapat dibedakan menjadi dua aspek (Goetsch & davis, 1994). Aspek pertama menguraikan apa TQM. TQM didefinisikan sebagai sebuah pendekatan dalam menjalankan usaha yang berupaya memaksimumkan daya saing melalui penyempurnaan secara terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan organisasi.
MTsN LEMBEYAN MAGETAN 8-9 NOP 2008

18

Aspek kedua menyangkut cara mencapainya dan

berkaitan dengan sepuluh karakteristik TQM yang terdiri atas : (a) focus pada pelanggan (internal & eksternal),

(b) berorientasi pada kualitas, (c) menggunakan pendekatan ilmiah, (d) memiliki komitmen jangka panjang, (e) kerja sama tim, (f) menyempurnakan kualitas secara berkesinambungan, (g) pendidikan dan pelatihan, (h) menerapkan kebebasan yang terkendali, (i) memiliki kesatuan tujuan, (j) melibatkan dan memberdayakan karyawan.( Ety Rochaety,dkk,2005 :97

) Edward Sallis ( 2006 :73 ) menyatakan bahwa Total Quality Management (TQM) Pendidikan adalah sebuah filsosofis tentang perbaikan secara terus- menerus , yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan , keinginan , dan harapan para pelanggannya saat ini dan untuk masa yang akan datang MTsN LEMBEYAN MAGETAN 8-9 NOP
2008

19

C.Faktor-Faktor Dominan dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah


Selanjutnya untuk meningkatkan mutu sekolah seperti yang disarankan oleh Sudarwan Danim ( 2007 : 56 ), yaitu dengan melibatkan lima faktor yang dominan :
1.

2.

3.

4.

5.

Kepemimpinan Kepala sekolah; kepala sekolah harus memiliki dan memahami visi kerja secara jelas, mampu dan mau bekerja keras, mempunyai dorongan kerja yang tinggi, tekun dan tabah dalam bekerja, memberikanlayananyang optimal, dan disiplin kerja yang kuat. Siswa; pendekatan yang harus dilakukan adalah anak sebagai pusat sehingga kompetensi dan kemampuan siswa dapat digali sehingga sekolah dapat menginventarisir kekuatan yang ada pada siswa . Guru; pelibatan guru secara maksimal , dengan meningkatkan kopmetensi dan profesi kerja guru dalam kegiatan seminar, MGMP, lokakarya serta pelatihan sehingga hasil dari kegiatan tersebut diterapkan disekolah. Kurikulum; sdanya kurikulum yang ajeg / tetap tetapi dinamis , dapat memungkinkan dan memudahkan standar mutu yang diharapkan sehingga goals (tujuan ) dapat dicapai secara maksimal; Jaringan Kerjasama; jaringan kerjasama tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah dan masyarakat semata (ornag tua dan masyarakat ) tetapi dengan organisasi lain, seperti perusahaan / instansi sehingga output dari sekolah dapat terserap didalam dunia kerja MTsN LEMBEYAN MAGETAN 8-9 NOP
2008

20

MTsN LEMBEYAN MAGETAN 8-9 NOP 2008

21