Anda di halaman 1dari 7

YATIN DWI RAHAYU NIM.

1006578 PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI

UJIAN TENGAH SEMESTER MATA KULIAH: PENGELOLAAN PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGROINDUSTRI FPTK-UPI DAN PROGRAM STUDI TATA-BOGA

Dosen: Dr. H. Yoyon Bahtiar Irianto, M.Pd.

Petunjuk: 1. Soal ini dikerjakan di rumah masing-masing, sebaiknya didiskusikan secara bersama, tetapi penyajian jawabannya tidak boleh sama! 2. Dianjurkan untuk menggunakan referensi untuk mendukung jawaban anda. 3. Jawaban dikirim via email: ybirianto@gmail.com (jangan via yahoo) paling lambat hari Minggu tanggal 30 Oktober 2011 jam 24.00, lewat dari waktu itu tidak akan diperiksa.

Soal dan jawaban: 1. Jelaskan makna istilah-istilah: a. Pendidikan Dalam arti sempit pendidikan sama halnya dengan pengajaran, walaupun demikian di dalam proses pendidikan akan tercakup pula pengajaran sebagai salah satu bentuk kegiatan pendidikan. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003, disebutkan pendidikan adalah usaha sadar dan berencanan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keteremapilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

b. Pengajaran Pengajaran berkaitan dengan penyampaian materi ajar ke pebelajar (siswa), termasuk proses & syarat2 berkaitan dengan fokus guru.

Yatin Dwi Rahayu

YATIN DWI RAHAYU NIM. 1006578 PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI

Pengajaran tidak lain ialah pendidikan dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan serta kecakapan c. Pelatihan Pelatihan merupakan proses pendidikan yang didalamnya ada proses pembelajran dilaksanakan dalam jangka pendek, bertujuan untuk

mengingatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan, sehingga mampu meningkatkan kompetensi individu untuk menghadapi pekerjaan didalam organisasi sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. d. Kebudayaan Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar (Koentjaraningrat, 1985). e. Peradaban Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia peradaban merupakan kemajuan dalam hal kecerdasan dan kebudayaan baik lahir maupun batin. Peradaban itu merupakan tahap tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula, yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang telah maju. f. Keterkaitan hubungan di antara kelima istilah itu Pengajaran (onderwijs) itu tidak lain dan tidak bukan ialah salah satu bagian dari pendidikan. pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umumnya di sekolah sebagai lembaga pendidikan dan dapat diketahui bahwa pengajaran hanyalah salah satu usaha yang hanya dilakukan melalui pendidikan dalam mendidik anak didiknya. Hubungan pendidikan dengan peradaban itu bersifat linier. Bangsa yang memiliki sistem pendidikan yang baik akan menghasilkan akademisi yang tangguh dan siap berkompetisi pada zamannya. Namun, melihat fakta yang ada di negara kita, pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan. Terbukti dengan kualitas pendidikan yang minim, kurangnya pemerataan pendidikan bagi masyarakat, dan sebagainya maka diperlukan suatu reformasi pendidikan yang pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan lebih

Yatin Dwi Rahayu

YATIN DWI RAHAYU NIM. 1006578 PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI

efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Selain itu, reformasi pendidikan juga bisa dijadikan sebagai upaya dalam mengatasi masa depan dimana arus globalisasi yang berkembang cepat dan kemajuan iptek yang cepat pula. Pelatihan merupakan proses pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan ketrampilan diluar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek pada teori. Dan pelatihan merupakan proses pembelajaran dalam usaha mencapai atau meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap pada bidang kompetensi tertentu. Aspek-aspek pendidikan merupakan gejala kebudayaan, ini dinyatakan dengan definisi pendidikan sebagai tingkah laku sampai pembentukan jiwa nasionalisme pada manusia. Pendidikan bersifat normatif dengan

memperhatikan dasar dan ajar. Untuk mewujudkannya diperlukan badan atau lembaga pendidikan yang dikelola dengan baik oleh pemerintah disamping pengelolaan oleh swasta yang mungkin memiliki pola yang bervariasi. Pendidikan diupayakan antara lain agar peserta didik mampu hidup bermasyarakat dan berbudaya. Sebab itu, apabila ditinjau dari sudut pandang sosiologi, pendidikan identik dengan sosialisasi, sedangkan apabila ditinjau dari sudut pandang antropologi, pendidikan identik dengan enkulturasi. Oleh karena itu, di dalam proses sosialisasi terjadi juga proses enkulturasi dan sebaiknya bahwa dalam proses enkulturasi juga terjdi proses sosialisasi, dalam konteks ini maka pendidikan hakikatnya meliputi sosialisasi dan enkulturasi.

2. Coba kemukakan tiga komponen kunci yang termaktub dalam UU.No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Uraikan dengan jelas substansi dari ketiga komponen tersebut! a. Pengelolaan Pendidikan Pengelolaan sistem pendidikan nasional merupakan tanggung jawab Menteri. Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional

Yatin Dwi Rahayu

YATIN DWI RAHAYU NIM. 1006578 PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI

pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. Pengelolaan pendidikan meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan pengembangan. b. Standar Pendidikan Nasional Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan. Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi, penjaminan, dan pengendalian mutu pendidikan. c. Sarana Prasarana Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik.

Komponen-komponen tersebut saling berkaitanm satu sama lain. Apabila salah satunya tidak ada mungkin tidak bisa berjalan denagn sempurna atau sistem pendidikan akan cacat.

3. Bagaimana

peran

disiplin

ilmu

pengelolaan

pendidikan

dalam

implementasi UU tentang Sisdiknas? Peran disiplin ilmu pengelolaan pendidikan ini belum terlihat menonjol karena masih ada yang ditutupi sehingga kinerja pengelolaan pendidikan tidak berjalan dengan maksimal. a. Apa yang dimaksud dengan Pengelolaan Pendidikan dalam konteks pembangunan nasional di Indonesia? Pengelolaan adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,

kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dimana keempat

Yatin Dwi Rahayu

YATIN DWI RAHAYU NIM. 1006578 PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI

proses tersebut mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Pengelolaan pendidikan berasal dari kata manajemen, sedangkan istilah manajemen sama artinya dengan administrasi (Oteng Sutisna:1983). Dapat diartikan pengelolaan pendidikan sebagai upaya untuk menerapkan kaidahkaidah adiministrasi dalam bidang pendidikan. b. Tujuan apa yang ingin dicapai dari pengelolaan pendidikan di Indonesia? (1) Untuk meningkatkan dan memaksimalkan segenap sumberdaya pendidikan sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan. (2) Sebagai acuan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan di sekolah, sekaligus sebagai alat evaluasi penyelenggaraan kegiatan baik selama pengelolaan berlangsung maupun akhir tahun pelajaran. (3) mengatur sistem pendidikan dan pengelolaan pendidikan sehingga semakin efisien, produktif, demokratis dan transparan dalam pengelolaan yang baik sehingga dapat meningkatkan efisien dan efektifitas pelayanan pendidikan dalam satuan pendidikan melalui peningkatan manajemen sekolah yang baik, peran masyarakat dalam pembangunan pendidikan di indonesia serta dukungan dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. c. Di mana dan dalam konteks apa Pengelolaan Pendidikan dapat dilakukan? Pengelolaan pendidikan dapat dilakukan dalam pendidikan formal atau non formal. Pembangunan pendidikan dalam suatu negara merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu pendidikan warga negara Indonesia secara menyeluruh tanpa adanya perbedaan sehingga dengan berhasilnya

pembangunan pendidikan akan memberikan dampak yang positif sesuai tujuan pendidikan nasional secara keseluruhan. Dalam kontek demikian, dengan berhasilnya pembangunan pendidikan akan memberikan dampak yang positif dalam dimensi sosial, budaya, ekonomi dan politik.

Yatin Dwi Rahayu

YATIN DWI RAHAYU NIM. 1006578 PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI

d. Bidang garapan apa yang harus dikerjakan oleh Pengelolaan Pendidikan? (1) Inventarisasi sumberdaya pendidikan sekolah. (2) Program pengeralan sistem kerja sama disetiap bidang garapan melalui: Pengelolaan Kurikulum. Pengelolaan Kesiswaan. Pengelolaan Ketenagaan. Pengelolaan Keuangan. Pengelolaan Sarana Prasarana. Pengelolaan Potensi Masyarakat Sekitar. Pengelolaan Program SK. Pengelolaan Administrasi Sekolah. Pengelolaan BP/BK. Pengelolan Laboratorium. Pengelolaan Perpustakaan. Pengelolaan Hasil Penelitian Pengelolaan Manajemen keterampilan. e. Bagaimana proses pengelolaan yang harus dilakukan jika tujuantujuan pendidikan ingin dicapai dengan baik? Agar tercapainya tujuan pengelolaan pendidikan yaitu dengan cara adanya transparasi dalam pengelolaan pendidikan itu sendiri. Baik di dalam pengelolaan pendidikan itu sendiri ata transparan kepada masyarakat. Semua pelaksanaan pengelolaan pendidikan harus seusai dengan prosedur yang sudah ada. Serta adanya dukungan dari pemerintah agar tujuan pengelolaan pendidikan ini tercapai.

Yatin Dwi Rahayu

YATIN DWI RAHAYU NIM. 1006578 PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI

Referensi

Sub Koordinator MKDP Landasan Pendidikan. 2010. Landasan Pendidikan, Bandung: UPI. Saifullah, Ali. (1982). Pendidikan-Pengajaran dan Kebudayaan : Pendidikan Sebagai Gejala Kebudayaan, Surabaya : Usaha Nasional. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidkan Nasional. Jakarta: BP. Media Pustaka Mandiri. Pramita, Wirdah N. 2010. Pendidikan dan Peradaban Bangsa. Diunduh berkala: (diakses pada tanggal 29 Oktober 2011) Pramita, Wirdah N. 2010. Pendidikan dan Peradaban Bangsa. Diunduh berkala: http://pramitaseishin.blogspot.com/p/pendidikan-dan-peradabanbangsa.html (Diakses pada tanggal 29 Oktober 2011) Saifullah, Ali. (1982). Pendidikan-Pengajaran dan Kebudayaan : Pendidikan Sebagai Gejala Kebudayaan, Surabaya : Usaha Nasional. Diunduh berkala: http://vandha.wordpress.com/2008/11/27/pendidikan-pengajaran-dankebudayaan-pendidikan-sebagai-gejala-kebudayaan/ tanggal 29 Oktober 2011) Priyansyah, Yudi. _______. Tujuan dan Manfaat Pelatihan. Diunduh berkala: http://infointermedia.com/tujuan-dan-manfaat-pelatihan tanggal 29 Oktober 2011) Zila, dkk. 2010. Pengertian Pendidikan dan Pengajaran. Diunduh berkala: (Diakses pada (Diakses pada

http://pandidikan.blogspot.com/2010/05/pengertian-pendidikan-danpengajaran.html (Diakses pada tanggal 29 Oktober 2011)

Yatin Dwi Rahayu