Anda di halaman 1dari 23

Disusun oleh: Dr. Irma Meiwita Sihotang Pendamping: Dr. Sahat Manurung Dr.

Theresia Tarigan

RSUD HADIRANUS SINAGA PANGURURAN 2013

IDENTITAS PASIEN I

Nama : ES Umur : 18 tahun J. Kelamin : Perempuan Pekerjaan : Pelajar Alamat : Ronggur Nihuta Agama : Kristen Protestan Tanggal masuk: 3 Februari 2013 pukul 09.00WIB Tanggal keluar : 5 Februari 2013 pukul 09.30WIB

ANAMNESIS
Keluhan Utama: Muntah-muntah Alloanamnesis: Hal ini diketahui keluarga pasien sejak 2 jam sebelum masuk rumah sakit. Sebelumnya diketahui pasien meminum pupuk organik cair sebanyak 1 tutup botol aqua. Lemas (+), menggigil (+). Sebelumnya pasien telah diberi minum susu oleh bidan setempat.

PRIMARY SURVEY

Airway Breathing Sirkulasi

Disability Eksposure

: clear : spontan, frekuensi napas 28kali/menit reguler : akral hangat, temp 36.7C, t/v lemah,TD: 100/60, Frekuensi denyut nadi: 56kali/menit reguler : alert, pupil isokor kanan=kiri 3mm, refleks cahaya +/+ : Secondary Survey

SECONDARY SURVEY
Kepala: Mata : konjungtiva palpebra inferior pucat (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil isokor ka=ki 3mm, refleks cahaya (+/+) T/H : tidak dijumpai kelainan mulut: dijumpai sisa muntahan berwarna coklat Leher : tidak dijumpai kelainan Thoraks: Inspeksi: Simetris Fusiformis Palpasi : Stem Fremitus kanan=kiri Perkusi : Sonor di kedua lapangan paru Auskultasi: SP: vesikuler di kedua lapangan paru ST: (-) Abdomen : Inspeksi : Simetris Palpasi : Soepel, Hepar/lien tidak teraba, nyeri tekan (+) Perkusi : Timpani Auskultasi: Peristaltik (+) Ekstremitas: Akral hangat, tidak dijumpai kelainan

PENANGANAN DI IGD

Pemasangan NGT Dilakukan kumbah lambung via NGT dengan NaCl 0.9% dingin sampai cairan lambung bersih kemudian ditutup dengan sukralfat 100ml Puasa sementara IVFD Ringer Laktat 20 tetes permenit makro Injeksi Pantoprazole 1 vial/ 12 jam Injeksi SA 2 ampul (extra di IGD) Sukralfat Syr 3 x Cth II

Anjuran: Pemeriksaan Darah lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, glukosa darah sewaktu Pemantauan vital sign setiap 3 jam Konsul dokter spesialis Penyakit Dalam

Setelah pasien selesai kumbah lambung, konsul kepada dokter Jhon. Terapi yang dianjurkan: Tirah Baring Diet MII IVFD RL 30 tetes permenit makro Injeksi Pantoprazole 1 vial/ 12 jam Injeksi Dexametasone 1 ampul/ 12 jam Propepsa Syr 3 x Cth II Cester 2 x 1 tab

HASIL LABORATORIUM

Hematokrit Hemoglobin Leukosit Eritrosit LED Trombosit Ur Cr SGOT SGPT GDS

: 36,8 % : 11,6 gr/dl : 5.600/mm3 : 5,12 x 106/mm3 : 18 mm/jam : 204.000 sel : 38 mg/dl : 1,0 mg/dl : 30 u/L : 35 u/L : 73 mg/dl

DIAGNOSIS: INTOKSIKASI PUPUK ORGANIK

FOLLOW UP DI RUANGAN (PASIEN MASUK RUANGAN PUKUL 12.30 WIB)

Keterangan
S O

Tanggal 03/02/2013 (pkl. 19.45 WIB)


Mual (+), muntah (+) cairan ludah Pupil Isokor kanan=kiri 3 mm. Peristaltik (+) normal V. Sign TD : 100/60 mmhg, RR : 24 x/i HR : 68 x/i, T : 36,8 C Intoksikasi pupuk organik

Tirah Baring IVFD Ringer Laktat 20 tetes permenit makro Injeksi Pantoprazole 1 vial/ 12 jam Injeksi Dexametasone 1 ampul/ 12 jam Cester 2 x 1 tab Propepsa Syr 3 x Cth II Pantau vital sign per 2 jam, awasi mual muntah

Keterangan S O

Tanggal 04/02/2013 (pkl. 08.00 WIB) Nyeri menelan (+), Mual (+), muntah (-) Pupil Isokor kanan=kiri 3 mm. Peristaltik (+) normal V. Sign TD : 100/60 mmHg, RR : 20 x/i HR : 78 x/i, T : 36,8 C Intoksikasi pupuk organik

Tirah Baring Diet MII IVFD NaCL 0,9% 30 tetes permenit makro Injeksi Pantoprazole 1 vial/ 12 jam Injeksi Dexametasone 1 ampul/ 12 jam Cester 2 x 1 tab Propepsa Syr 3 x Cth II Domperidon Syr k/p (bila muntah) Pantau vital sign per 6 jam

Keterangan S O

Tanggal 05/02/2013 (pkl. 19.45 WIB) Nyeri menelan (-), Mual (-), muntah (-) Pupil Isokor kanan=kiri 3 mm. Peristaltik (+) normal V. Sign TD : 100/60 mmHg, RR : 20 x/i HR : 80 x/i, T : 36,6 C Intoksikasi pupuk organik

Pasien pulang dan berobat jalan dengan terapi yang diberikan pada saat pulang: Propepsa Syr 3 x CI Cester 1 x 1 tab

IDENTITAS PASIEN II

Nama : AS Umur : 22 tahun J. Kelamin : Laki-laki Pekerjaan : buruh Alamat : Simbolon Agama : Kristen Protestan Tanggal masuk: 3 Februari 2013 pukul 22.30WIB Tanggal Meninggal: 4 Februari pukul 11.15WIB

ANAMNESIS
Keluhan Utama: Muntah-muntah Alloanamnesis: Hal ini diketahui atasan dan teman kerja pasien sejak 1,5 jam sebelum masuk rumah sakit. Sebelumnya diketahui pasien meminum racun rumput dengan volume aqua gelas. Lemas (+), menggigil (+). Sebelumnya pasien telah diberi minum susu dan norit.

PRIMARY SURVEY

Airway Breathing Sirkulasi

Disability Eksposure

: clear : spontan, frekuensi napas 28kali/menit reguler : akral hangat, temp 38C, t/v lemah,TD: 130/80, Frekuensi denyut nadi: 80kali/menit reguler : apatis, pupil pinpoint isokor kanan=kiri : Secondary Survey

SECONDARY SURVEY
Kepala: Mata : konjungtiva palpebra inferior pucat (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil pinpoint, isokor ka=ki T/H : tidak dijumpai kelainan mulut: dijumpai sisa muntahan berwarna kehitaman Leher : tidak dijumpai kelainan Thoraks: Inspeksi: Simetris Fusiformis Palpasi : Stem Fremitus kanan=kiri Perkusi : Sonor di kedua lapangan paru Auskultasi: SP: vesikuler di kedua lapangan paru ST: (-) Abdomen : Inspeksi : Simetris Palpasi : Soepel, Hepar/lien tidak teraba, nyeri tekan (+) Perkusi : Timpani Auskultasi: Peristaltik (+) Ekstremitas: Akral hangat, tidak dijumpai kelainan

PENANGANAN DI IGD

Pemberian O2 2-3 liter/menit via nasal kanul Pemasangan NGT Dilakukan kumbah lambung via NGT dengan NaCl 0.9% dingin sampai cairan lambung bersih kemudian ditutup dengan sukralfat 100ml Injeksi Atropin Sulfat 16 ampul (4mg) selanjutnya 1 mg setiap 15 menit hingga atropinisasi tercapai Puasa sementara IVFD Ringer Laktat 20 tetes permenit makro Injeksi Pantoprazole 1 vial/ 12 jam Injeksi Dexametasone 1 ampul/ 12 jam Propepsa Syr 3 x Cth II

DIAGNOSIS: INTOKSIKASI RACUN RUMPUT

Catatan : Pasien menolak untuk dirawat dengan alasan pasien merasa kondisinya sudah membaik sehingga status pasien Pulang Atas Permintaan Sendiri

TANGGAL 4 FEBRUARI 2013 PUKUL 11.00WIB PASIEN KEMBALI DIBAWA KE IGD

Pasien tiba di IGD dibawa oleh teman kerjanya dengan kondisi tidak sadarkan diri dan mulut berbuih yang dialami sejak 1 jam sebelum masuk rumah sakit.

PRIMARY SURVEY

Airway Breathing Sirkulasi Disability midriasis Eksposure

: clear, mulut berbuih : henti napas : akral dingin,Tekanan darah tidak terukur,Denyut nadi tidak teraba : unresponsive,pupil isokor 4mm : tubuh kaku dan sianosis

PENANGANAN DI IGD

Pemberian O2 sungkup 10 liter/menit Dilakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) 30 : 2 selama 10 menit Vital sign pukul 11.15 WIB: TD tidak terukur, Denyut nadi tidak teraba, Akral dingin dan kaku, Pupil midriasis maksimal, Refleks cahaya (-/-), refleks kornea (-/-)

Pasien dinyatakan meninggal oleh dokter jaga IGD pada pukul 11.15 WIB

PENYEBAB KEMATIAN :

Penyebab kematian yang paling mungkin dari pasien ini adalah gagal napas akibat:
Bronkospasme Rebound

effect

SEKIAN DAN TERIMA KASIH