Anda di halaman 1dari 4

Disusun Oleh : Nama : FILDA ABDUL MADJID Kls : VI-D

M.K : PENGANGGARAN BISNIS

ANALISIS TREN
METODE RAMALAN JUALAN Ramalan jualan (sales forecasting) merupakan proses aktivitas

memperkirakan produk yang akan dijual di masa mendatang dalam keadaan tertentu dan dibuat berdasarkan data yang pernah terjadi dan/atau mungkin akan terjadi. Ramalan (forecasting) adalah proses aktivitas meramalkan suatu kejadian yang mungkin terjadi di masa mendatang dengan cara mengkaji data yang ada. Ramalan jualan berarti proses meramalkan produk yang dijual dari perusahaan tertentu dan pada saat tertentu. ANALISIS TREN GARIS LURUS Tren (trend) merupakan gerankan lamban berjangka panjang dan cenderung menuju ke satu arah (menaik atau menurun) dalam suatu data runtut waktu. Garis tren pada dasarnya garis regresi dan variabel bebas (X) merupakan variabel waktu. Tren garis lurus (linear) adalah suatu tren yang diramalkan naik atau turun secara garis lurus. Metode Kuadrat Terkecil Ramalan jualan menggunakan metode kuadrat terkecil (least square) dapat dihitung dengan rumus: Y = a + bX b = n XY - X Y n X2 (X) 2 a = Y _ b X n Y = Variabel terikat X = Variabel bebas a = Nilai konstan b = koefisien arah regresi n

n = Banyaknya data Metode Momen Ramalan jualan menggunakan metode momen dapat dihitung dengan rumus: Y = a + bX

Y = n a + b X XY = a X + b X 2 ANALISIS TREN BUKAN GARIS LURUS Analisis tren bukan garis lurus (bukan linear) ada beberapa macam, antara lain tren parabola kuadrat, tren eksponensial, dan tren eksponensial yang diubah. 1. Tren Parabola Kuadrat Tren garis lengkung disebut juga dengan tren parabola. Tren parabola terdiri atas tren parabola kuadrat dan tren parabola kubik. Tren parabola adalah tren yang nilai variabel terikat naik atu turun bukan garis lurus (tidak linear) atau terjadi parabola (melengkung). Persamaan tren parabola kuadrat adalah: Y = a + bX + c(X)2 Rumus tren parabola kuadrat yang akan dikemukakan dalam uraian ini adalah untuk jualan produk-bukan permintaan turunan. 2. Tren Eksponensial Tren eksponensial atau tren logaritma atau tren pertumbuhan adalah tren yang nilai variabel bebasnya naik secara berlipat ganda (bukan garis lurus).

Tren garis lurus (linear) memiliki bentuk persamaan Y = a +bX. Dalam hal ini, b = rata-rata kenaikan Y per satuan waktu (per bulan, per tahun, dan lain sebagainya). Ada beberapa jenis tren yang tidak linear akan tetapi dapat dibuat linear (garis lurus) dengan cara melakukan transformasi (perubahan bentuk). Misalnya: Tren eksponensial: Y = abx diubah menjadi Tren semi-log Y = log a + (log b) X, log Y = Yo, log a = ao dan log b = bo, maka Yo = ao + boX

3. Tren Eksponensial yang Diubah Untuk membuat ramalan dengan menggunakan tren eksponensial yang diubah, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.

= Y1 - a Y2 Y1 = b2 1 = Y3 Y2 Y2 Y1 = k + abx

a b2

STANDAR KESALAHAN PERAMALAN Dalam analisis tren ada dua metode yang dapat digunakan untuk ramalan jurnal, yaitu metode tren garis lurus dan metode tren bukan garis lurus. Untuk menentukan metode mana yang paling sesuai dari kedua metode tersebut, maka digunakan Standar Kesalahan Peramalan (SKP). Nilai SKP yang terjadi

menunjukkan bahwa ramalan yang disusun tersebut mendekati kesesuaian. Adapun rumus SKP adalah sebagai berikut. SKP = (x Y)2 : n 2

X = jualan nyata Y = ramalan jualan N = jumlah data yang dianalisis -2 = 2 derajat kebebasan hilang karena dua parameter populasi sedang diramalkan dengan nilai sampel data (a dan b) Kita gunakan data yang telah dikemukakan terdahulu, yaitu jualan susu oleh PT Imma yang ramalan jualannya menggunakan metode tren garis lurus (metode kuadrat terkecil) dan metode tren bukan garis lurus (metode parabola kuadrat). Menurut metode kuadrat terkecil, persamaan tren garis lurusnya adalah: Y = a + bX Y = 123 + 10X