KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK ) JASA KONSULTANSI PEKERJAAN PERENCANAAN PERBAIKAN INTERIOR WISMA AHMAD SUBARDJO DEPARTEMEN LUAR

NEGERI REPUBLIK INDONESIA I. PENDAHULUAN A. Umum 1. Perbaikan Wisma Ahmad Subardjo Jl. Sisingamangaraja No 73 Departemen Luar Negeri adalah Perbaikan bagian dalam bangunan gedung yang selama ini memanfaatkan ruang untuk Wisma sebagai penunjang pusat pendidikan dan pelatihan di dalam lingkungan Departemen Luar Negeri yang dalam perkembangan kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan berkegiatan serta memiliki lingkungan yang memadai sehingga dapat meningkatkan produktivitas 2. Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi/banguanannya, andal dapat sebagai teladan bagi lingkungannya. 3. Setiap bangunan negara harus direncanakan dan dirancang dengan sebaik - baiknya, sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu, biaya, dan kriteria administrasi bagi bangunan negara. 4. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan negara dan prasarana lingkungannya perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah, norma serta tata laku profesional. 5. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara matang sehingga mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan proyek. B. Latar Belakang 1. Wisma Ahmad Subardjo Jl Sisingamanagaraja no. 73 di lingkungan Departemen Luar Negeri tersebut pada kondisi sekarang berfungsi sebagai wisma pendukung Pusat Pendidikan dan Pelatihan yang memiliki kegiatan hunian / asrama di lingkungan Departemen Luar Negeri. 2. Wisma Ahmad Subardjo Jl Sisingamanagaraja no. 73 di lingkungan Departemen Luar Negeri tersebut merupakan bangunan lama ditepi jalan utama harus dilestarikan keberadaannya serta mengoptimalkan fungsi bangunannya. 3. Karena bangunan ini merupakan bangunan lama dan dalam perkembangannya juga mengalami perkembangan fungsi dan kegiatan, maka dalam tahun anggaran 2008 ini diusulkan perbaikan interior dan gedung untuk bangunan tersebut. 1

kriteria. 1. 5.0/01101. Lingkup Kegiatan/Proyek adalah : Perencanaan Perbaikan Wisma Ahmad Soebardjo. E. Pemegang mata anggaran adalah Departemen Luar Negeri Republik Indonesia yang dalam hal ini adalah Sekretariat Jenderal yang dibebankan pada DIPA No. D. Penyusunan Rencana Pelaksanaan. Maksud dan tujuan pekerjaan ini adalah memperbaiki interior Wisma ahmad SUbardjo Jl. Persiapan Perencanaan termasuk survey. 4. Pekerjaan perbaikan interior gedung dimaksud. di lingkungan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia 2. D. azas.0/011-01. 5. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya. keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas perencanaan.0/-/2008 Tanggal 31 Desember 2007 Tahun Anggaran 2008. Maksud dan Tujuan 1.Pekerjaan Elektrikal . 2 . Lingkup Proyek. Tahap yang akan dilaksanakan adalah : A. Kerangka acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Perencana yang memuat masukan.4. Sisingamangaraja no. 3. Lingkup Pekerjaan adalah : Perencanaan Perbaikan Wisma Ahmad Soebardjo meliputi : . Pengembangan Rencana. B. Susunan privasi ruang dan penggunannya juga memiliki peranan yang penting dalam hasil keluaran pekerjaan ini. 2. C.Pekerjaan Struktur . Penyusunan Pra Rencana termasuk program dan konsep ruang. 0001. Lay out ruangan diselaraskan lagi sesuai dengan alur sirkulasi baik barang maupun orang. Sisingamangaraja no. Diharapkan konsultan dapat meeberi tanggapan secara global mengingat perencanaan ini diharapakan dapat diselesaikan dalam waktu yang cukup singkat. Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana adalah mengikuti ketentuan dalam dalam DIPA Nomor : 0001. Dengan penugasan ini diharapkan konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. 6.Pekerjaan Mekanikal Jl. 73 yang 3. 73 baik dari interior gedung yang sudah mulai lapuk maupun dari lebih menstandarkan spesifikasi bangunan agar sesuai dengan treaty room.Pekerjaan Interior .0/-/2008 Tahun Anggaran 2008 C. merupakan bagian dari lingkup kegiatan di lingkungan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Tahun Anggaran 2008.Pekerjaan Asitektur .

pra rencana termasuk program dan konsep ruang. beserta uraian konsep dan perhitungannya (bila disain mengakibatkan terjadinya perubahan / berpengaruh terhadap struktur) 4. / interior.tugas perencanaan fisik bangunan gedung negara yang terdiri dari : A.syarat (RKS).F. Rencana utilitas. B. Rencana struktur. Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002. C. dan melaksanakan tugas – tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang. Rencana arsitektur / interior bangunan dan uraian konsep yang mudah dimengerti oleh pemberi tugas. G. Memberikan saran-saran. 3 . Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi. Membantu Panitia Pengadaan pada waktu penjelasan pekerjaan. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. II. Gambar . Penyusunan Rencana Detail (Gambar Kerja. beserta uraian konsep dan perhitungannya (bila disain mengakibatkan terjadinya perubahan / berpengaruh terhadap struktur) 3. 2. H. Laporan akhir perencanaan. BQ. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. detail struktur. D. seperti membantu Pemimpin Proyek di dalam menyusun dokumen pelelangan dan membantu Panitia Pengadaan menyusun program dan pelaksanaan pengadaan. RKS. Pengawasan Berkala. Mengadakan persiapan pelelangan. menyusun kembali dokumen pelelangan. dan lain – lain) Persiapan Pelelangan. Penyusunan rencana detail antara lain membuat : 1. Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. Pelaksanaan Pelelangan. Penyusunan pengembangan rencana. 2. 3. 4.gambar detail arsitektur. KEGIATAN PERENCANAAN Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. F. I. 3. yang dapat meliputi tugas . Persiapan Perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan. antara lain membuat : 1. perkiraan biaya. Rencana Kerja dan Syarat . Membuat laporan akhir pengawasan berkala. rencana anggaran biaya pekerjaan. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. detail utilitas yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui. Mengadakan pengawasan berkala melaksanakan kegiatan seperti : selama pelaksanaan konstruksi fisik dan 1. 2. G. 4. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. evaluasi penawaran. termasuk menyusun Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. E. Menyusun Pra Rencana seperti rencana lay-out. Perkiraan biaya.

Biaya Perencanaan.III. g. B. c. b. IV. 2. Biaya pekerjaan Konsultan Perencana dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan perencana sesuai peraturan yang berlaku. Jasa dan over head Perencanaan. d. standar. Konsultan Perencana bertanggung jawab secara profesional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Perjalanan (lokal maupun luar kota). Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang b. Biaya rapat-rapat. yang terdiri dari : a. 3. Pembelian dan atau sewa peralatan. c. Secara umum tanggung jawab Konsultan adalah sebagai berikut : 1. seperti dari segi pembiayaan. Pajak dan iuran daerah lainnya. 2. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan perencanaan yang dibuat oleh Pemimpin Proyek dan Konsultan Perencana. A. bulan dan biaya langsung yang dapat diganti. d. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku. Besarnya biaya Konsultan Perencana merupakan biaya tetap dan pasti. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN A. waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan . h. e. B I A Y A. Sewa kendaraan. Bila terdapat pekerjaan non standar. Untuk pekerjaan standar berlaku maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A s/d tabel D. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung negara. Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara yaitu : a. Besar biaya pekerjaan perencanaan untuk Konsultan Perencana mengikuti pedoman dalam Surat Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002. maka dihitung secara orang. Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a) dan b) diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar dan non standar serta harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf.batasan yang telah diberikan oleh proyek. 1. f. 4 . termasuk melalui KAK ini. e. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. sesuai dengan ketentuan “billing rate” yang berlaku. Materi dan penggandaan laporan.

Laporan bantuan teknis dan administratif pada waktu pelelangan. 2. Perkiraan biaya pembangunan. Laporan data dan informasi lapangan. Draft rencana kerja dan syarat . Garis besar rencana kerja dan syarat . Gambar rencana teknis bangunan lengkap. 3. Tahap Pelelangan 1. D. yang minimal meliputi : A. termasuk konsep organisasi. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan. 2. 5 . struktur dan utilitas. Laporan Perencanaan arsitektur/interior. 5.lain. Konsep skematik rencana teknis. 2.syarat (RKS). 2.syarat (RKS) 3. 3. organisasi hubungan ruang. Tahap Pra-rencana Teknis 1. Konsep penyiapan rencana teknis. Sumber dana seluruh pekerjaan perencanaan dibebankan pada : DIPA Nomor : 0001.syarat (RKS). Draft rencana anggaran biaya. Tahap Rencana Detail 1. Gambar pengembangan rencana arsitektur. Tahap Konsep Rencana Teknis 1. Bill Of Quantity ( BQ). utilitas. termasuk hasil survey fisik dan data pengguna. E. C.B. metoda pelaksanaan.0/-/2008 tanggal 31 Desember 2007 Tahun Anggaran 2008. Hasil Konsultasi Rencana denganpengguna. peraturan-peraturan. Gambar . lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. 4. Rencana kerja dan syarat . jumlah dan kualifikasi tim perencana. dan lain . 2.lain. B.0/011-01. Sumber Dana. dan tanggung jawab waktu perencanaan.gambar Pra-rencana. 3. KELUARAN Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian. 4. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. dan lain . 4. Tahap Pengembangan Rencana 1. termasuk program ruang. Rencana anggaran biaya (RAB). struktur. V.

Kriteria Umum Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud pada KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan. Dokumen petunjuk penggunaan. KRITERIA A. Cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api. b. VI. Laporan pengawasan berkala. Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan baik tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. b. Persyaratan Struktur Bangunan : a. b. dan perawatan peralatan / perlengkapan / bangunan (bila ada). Dapat menghindari kerusakan pada properti lainnya. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : a. 3. iii. Persyaratan Ketahanan Terhadap Kebakaran : a. 6 . Tahap Pengawasan Berkala 1. Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan arsitektur bangunan. 2. yaitu : 1. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan : a. Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur. 2. Menjamin keselamatan pengguna. Menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman. masyarakat dan lingkungan. 4. c. ii. Menjamin terwujudnya bangunan yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. pemeliharaan. secara struktur stabil selama kebakaran sehingga : i. Menjamin terwujudnya bangunan yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia.F. b. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa. d. Menjamin terwujudnya tata ruang yang dapat memberikan kesimbangan dan keserasian terhadap lingkungannya. Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur.

akan tetapi standar teknisnya diharapakn menyamai standar teknis sesuai dengan peruntukan. b. Kreatifitas disain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata ruang udara secara baik. 7 .5. tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan. Kriteria Khusus Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus. C. Menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup aman dalam menunjang terselenggaranya b. Persyaratan Instalasi Listrik dan Komunikasi : a. Persyaratan Pencahayaan : a. baik dari segi fungsi khusus bangunan tersebut dan segi teknis lainnya : 1. Persyaratan ventilasi dan pengkodisiaan udara. a. AZAS . dalam melaksanakan tugasnya Konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan gedung negara sebagai berikut : A. menarik tetapi tidak berlebihan. Menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup. VII. b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata ruang udara secara baik. efisien. Dengan batasan tidak mengganggu produktifitas kerja. B. hendaknya diusahakan serendah mungkin. baik alam maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan sesuai dengan fungsinya. Dari sisi fungsi hamper sama dengan sebelumnya. Banguan gedung Wisma Ahmad Suabrdjo merupakan bangunan yang lama sehingga dari segi bentuk dan tampilannya diharapkan tidak beribah dan harus sesuai dengan gaya banguann sebelumnya 2. 7. yaitu bangunan wisma penunjang pusat pendidikan dan pelatihan. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya. Bangunan gedung negara hendaknya fungsional. Menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup. terutama sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat. spesifik berkaitan dengan bangunan prasarana lingkungan yang akan direncanakan. Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam banguanan gedung sesuai dengan fungsinya 6. B. baik alam maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya.AZAS Selain dari kriteria diatas.

IX. dapat E. B. Tenaga Ahli Asisten Interior : 1 orang : : : : : 1 1 1 1 1 orang orang orang orang orang 8 . Konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pengelola Proyek. Tenaga Ahli Interior b. Dalam melaksanakan tugas. 2. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam untuk masing-masing kegiatan perencanaan terdiri dari : 1. konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat. Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. baik ditinjau dari segi lingkup proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. VIII. maupun yang dicari sendiri. Bangunan Pemerintah hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Perencana : a. Tenaga Ahli Estimator e. M A S U K A N A. konsultan Perencana harus menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan proyek. baik yang berasal dari Pemberi Tugas. Kesalahan / kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana. D. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa. Tenaga Ahli Spesifikasi Teknis f. Penanggung Jawab Proyek. dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan di sekitarnya. sehingga bangunan dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya. Untuk melaksanakan tugasnya Konsultan Perencana harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. 2. antara dan pokok yang harus dihasilkan Konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini. khususnya sampai diserahkannya dokumen perencanaan untuk siap dilelangkan adalah : 60 ( enam puluh) Hari Kalender sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja. Tenaga Ahli M & E d. I N F O R M A S I 1. B. PROSES PERENCANAAN A.D. C. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. Jangka waktu pelaksanaan. TENAGA Untuk melaksanakan tujuannya.

Opr. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas.3. Jakarta. B. : : : : : 3 3 1 1 1 orang orang orang orang orang A. maka konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Tenaga pendukung : a. serta harus mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas. PROGRAM KERJA. Tenaga Surveyor b. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima. PENUTUP A. Administrasi e. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan. XI. Alokasi tenaga yang lengkap dengan tingkat keahliannya maupun jumlah tenaga yang diusulkan Konsultan Perencana untuk melaksanakan tugas perencanaan. Pebruari 2008 9 . Jadwal kegiatan secara terperinci : 2. Konsultan Perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi : 1. Drafter/Juru Gambar c. 3. Pramubakti X. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana dan mendapatkan pandangan/pertimbangan teknis dari Pemberi Tugas. Komputer d. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Pemberi Tugas. B.