Anda di halaman 1dari 6

PIODERMA

1. IMPETIGO Definisi Impetigo ialah pioderma superfisialis (terbatas pada epidermis). Impetigo Krustosa Bentuk pioderma yang paling sederhana. Menyerang epidermis, gambaran dominan ialah krusta yang khas, berwarna kuning kecoklatan seperti madu yang berlapis-lapis. Etiologi Biasanya Streptococcus ( hemolyticus grup A (Streptococcus pyogenes). Umumnya tidak disertai gejala konstitusi, hanya terdapat pada anak. Manifestasi Klinis Penyakit dimulai dengan makula eritematosa yang berkembang menjadi vesikel/bula dalam waktu singkat, kemudian pecah mengeluarkan sekret seropurulen dan menjadi krusta kuning keemasan, menebal, dan mudah lepas. Krusta dapat dilepaskan dengan cepat, meninggalkan permukaan yang halus, merah, dan lembab. Sering krusta menyebar ke perifer dan sembuh di bagian tengah. Tempat predileksi pada bagian tubuh yang lebih terbuka seperti wajah, yakni sekitar lubang hidung dan mulut, tangan, leher, dan ekstremitas. Penyebaran melalui jari, handuk, dan alat-alat rumah tangga yang sering digunakan. Komplikasi: Glomerulonefritis akut (GNA) sebanyak 2-5% yang disebabkan oleh serotipe nefritogenik, sering terjadi pada anak-anak, umumnya di bawah 6 tahun. Diagnosis Banding: Ektima dan varisela. Penatalaksanaan: jaga kebersihan (mandi 2 kali sehari). Jika jumlah lesi sedikit, bersihkan dan beri salep antibiotik. Jika jumlah lesi luas dan banyak, beri antibiotik sistemik. Krusta yang banyak dapat dilepas dengan mencuci dengan H2O2 dalam air, lalu diberi antibiotic seperti kloramfenikol 2% dan teramisin3%. Untuk infeksi Streptokokus pada anak-anak diberikan penisilin 4 x 250 mg (12,5 mg/kgBB/hari, 5-7 hari) sedangkan untuk infeksi campuran dengan Stafilokok diberikan eritromisin, kloksasilin, atau sefalosporin dengan dosis sama dengan di atas. Terapi dilakukan selama 7-10 hari. Walaupun terapi dilakukan sedini mungkin dan sesuai/ adekuat, tetapi tidak dapat menurunkan risiko kejadian GNA. Untuk membersihkan krusta dapat dilakukan kompres 1-2 x/hari. Setelah bersih diberi salep kombinasi basitrasin dan polimiksin B.

Impetigo Bulosa (impetigo vesiko-bulosa, cacar monyet). Definisi: adalah suatu bentuk impetigo dengan gejala utama berupa lepuh-lepuh berisi cairan kekuningan dengan dinding tegang, terkadang tampak hipopion. Etiologi Biasanya Staphylococcus aureus. Manifestasi Klinis: Keadaan umum baik, tetapi dapat timbul gejala konstitusi berupa malaise dan demam. Tempat predileksi di ketiak, dada, punggung, atau daerah yang tidak tertutup pakaian. Terdapat pada anak, bayi, dan orang dewasa. Umumnya sangat mudah menular. Kelainan kulit berupa eritema, bula, dan bula hipopion. Kadang-kadang waktu pasien datang berobat, vesikel/bula telah memecah sehingga yang tampak hanya kolaret dan dasarnya masih eritematosa, erosi, dan ekskoriasi. Diagnosis Banding Herpes simpleks/zoster, impetigo krustosa, dermatofitosis. Penatalaksanaan o Salep antibiotik atau cairan antiseptik, setelah vesikel/bula dipecahkan. o Antibiotik sistemik bila lesi lebih banyak atau luas. o Mencari dan menghilangkan faktor predisposisi, misalnya memperbaiki higiene.

Impetigo Neonatorum Merupakan varian impetigo bulosa yang terdapat pada neonatus. Kelainan kulit serupa impetigo bulosa hanya lokasinya generalisata, dapat disertai demam. Diagnosis Banding Sifilis kongenital Penatalaksanaan Antibiotik sistemik. Untuk pengobatan topikal dapat diberikan bedak salisil 2%.

2. FOLIKULITIS (Peradangan folikel rambut) Folikulitis Superfisialis (Impetigo Bockhart) Folikulitis superfisialis adalah radang folikel rambut dengan pustul berdinding tipis pada orifisium folikel yang terbatas di dalam epidermis. Tempat predileksi adalah ekstremitas terutama di tungkai bawah; kulit kepala, muka terutama sekitar mulut. Kelainan berupa papul atau pustul yang eritematosa dan di tengahnya terdapat rambut, biasnya multipel dan sembuh setelah beberapa hari Infeksi mungkin terjadi setelah gigitan serangga atau akibat garukan dan trauma kulit lainnya Penatalaksanaan: Jaga kebersihan umum kulit; makan tinggi protein dan tinggii kalori. Bersihkan daerah yang terkena dengan sabun antiseptik dan air 2 x/hari dan berikan salep antibiotik, misalnya mupirosin 5%. Kloksasilin atau eritromisin (3 x 250 mg) peroral selama 7 14 hari diberikan terutama pada kasus rekurens atau sulit diobati. Cari dan hilangkan faktor predisposi. Folikulitis profunda Folikulitis profunda adalah infeksi stafilokok berupa pustul perifolikuler kronik ditandai dengan adanya papul dan pustul dan sering terjadi rekurens merupakan folikulitis piogenik dengan infeksi yang meluas ke dalam folikel dermis bawah. Manifestasi Klinis Gambaran klinisnya seperti folikulitis superfisialis, namun terdapat eritema dan gatal, rasa terbakar serta teraba infiltrat di subkutan. Contohnya sikosis barbe yang berlokasi di bibir atas dan dagu; bilateral. Dalam 1-2 bulan menjadi pustul berukuran kecil di tengahnya ada rambut. Kemudian ruptur akibat trauma, lalu timbul bintik eritematosa. Tempat predileksi adalah dagu (jenggot), daerah kumis, alis, aksila, pubis, dan paha. Diagnosis Banding: Tinea barbe lokalisasinya di mandibula/submandibula, unilateral. Dermatitis kontak, dermatitis seboroika, dan pseudofolikulitis. Penatalaksanaan Topikal dengan salep mupirosin. Jika gagal, diberikan antibiotik sistemik seperti eritromisin, sefalosporin, golongan -laktam (oksasilin, kloksasilin, diklosasilin). Cari dan hilangkan faktor predisposisi.

3. FURUNKEL Definisi: peradangan folikel rambut dan jaringan subkutan sekitarnya. Furunkel atau bisul ialah penyakit infeksi akut pada folikel rambut dan perifolikuler, bulat, nyeri, berbatas tegas yang berakhir dengan supurasi di tengah. Jika lebih dari satu disebut furunkulosis. Karbunkel ialah furunkel yang berkonfluensi dengan mata yang terpisah. Etiologi: Biasanya Staphylococcus aureus. Faktor Predisposisi Alkoholisme, obesitas, hiperhidrosis, anemia, malnutrisi, gangguan fungsi neutrofil, faktor menurunnya daya tahan tubuh seperti stress emosional, termasuk AIDS dan diabetes melitus. Manifestasi Klinis Keluhannya nyeri dengan nodus eritematosa berbentuk kerucut, di tengahnya terdapat pustul. Kemudian melunak menjadi abses berisi pus dan jaringan nekrotik, lalu memecah. Tempat predileksi ialah yang banyak mengalami friksi, misalnya aksila, bokong, dan tengkuk/ leher. Penatalaksanaan o Jika hanya beberapa buah, cukup dengan antibiotik topikal. Jika banyak, diberikan antibiotik topikal dan sistemik. o Untuk furunkel dini dapat diberikan kompres air hangat dan antibiotik, misalnya golongan -laktam, eritromisin, atau sefalosporin per oral dengan dosis 1-2 g/hari bergantung pada beratnya penyakit. Bila mengalami supurasi maka furunkel diinsisi o Cari dan hilangkan faktor predisposisi (kalau berulang-ulang mendapat funmkulosis atau karbunkel), misalnya diabetes melitus. 4.EKTIMA Definisi Ektima ialah ulkus superfisial dengan krusta di atasnya, hampir selalu terjadi di tungkai bawah bagian anterior atau kaki bagian dorsal Etiologi Streptococcus - hemolyticus. Gejala Klinis Penyakit dimulai dengan vesikel atau vesiko-pustul yang membesar dan dalam beberapa hari menjadi krusta tebal berwarna kuning, biasanya berlokasi di tungkai bawah, yaitu tempat yang relatif banyak mendapat trauma. Jika krusta diangkat ternyata lekat dan tampak ulkus dangkal dengan dasar kasar dan tepi meninggi. Lesi akan sembuh setelah beberapa minggu dengan sikatriks.

Diagnosis Banding Impetigo krustosa yang hanya terdapat pada anak, berlokasi di muka, dan dasarnya ialah erosi. Penatalaksanaan Jika jumlahnya sedikit, krusta diangkat lalu dibersihkan dengan sabun dan air serta diolesi salep antibiotik, misalnya mupirosin 2 x/hari. Jika banyak, juga diobati dengan antibiotik sistemik seperti penisilin, kloksasilin, atau eritromisin secara oral atau parenteral. Cari dan hilangkan faktor predisposisi. 5. PIONIKIA Definisi Pionikia adalah radang di sekitar kuku oleh piokokus. Etiologi Staphylococcus aureus dan/atau Streptococcus - hemolyticus grup A. Manifestasi Klinis Penyakit ini didahului trauma. Mulainya infeksi pada lipat kuku, terlihat tanda-tanda radang, kemudian menjalar ke matriks dan lempeng kuku (nail plate), dapat terbentuk abses subungual. Penatalaksanaan Kompres dengan larutan antiseptik dan berikan antibiotik sistemik. Jika terjadi abses subungual, kuku diekstraksi. 6. ERISIPELAS Definisi Erisipelas ialah penyakit infeksi bakteri akut dengan gejala utama eritema berwarna merah cerah dan berbatas tegas, dapat disertai gejala konstitusi. Kelenjar getah bening superfisial membesar dan nyeri. Etiologi Biasanya Streptococcus - hemolyticus grup A. Manifestasi Klinis Awalnya ditandai dengan gejala konstitusi berupa demam, menggigil, sakit kepala, muntah, dan nyeri sendi. Lapisan kulit yang diserang ialah epidermis dan dermis. Penyakit ini didahului trauma, karena itu tempat predileksi biasanya di tungkai bawah. Kelainan kulit yang utama ialah eritema yang berwarna merah cerah, berbatas tegas, dan pinggirnya meninggi dengan tanda-tanda radang akut. Dapat disertai edema, vesikel, dan bula. Jika tidak diobati akan menjalar ke sekitarnya terutama ke proksimal. Jika sering residif di tempat yang sama dapat terjadi elefantiasis. Penatalaksanaan Istirahat, tungkai bawah dan kaki yang disering ditinggikan.

Pengobatan sistemik dengan antibiotik penisilin oral atau parenteral sangat efektif. Pengobatan topikal berupa kompres terbuka dengan larutan antiseptik atau salep antibiotik. Jika terdapat edema diberikan diuretik. Perbaikan keadaan umum terjadi dalam 48 jam, tetapi penyembuhan lesi kulit biasanya setelah beberapa hari. Pemberian antibiotik sebaiknya dilanjutkan sampai sepuluh hari.