Anda di halaman 1dari 33

HUBUNGAN PERILAKU MAKAN DAN STATUS GIZI GURU WANITA PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YAYASAN PENDIDIKAN HARAPAN

IMAM BONJOL MEDAN


Oleh: Astrie Hananda Febriancy 090100299 Dosen Pembimbing: Nenni Dwi Aprianti Lubis, SP., MSi.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perilaku makan: tingkah laku individu yang dapat diamati untuk memenuhi kebutuhan makan mempengaruhi status gizi. Masalah status gizi di Sumatera Utara prevalensi status gizi kurang mencapai 8,9%, dan status gizi lebih >20%, puncaknya pada umur 40-49 tahun yaitu 43% pada wanita.

1.2. Rumusan Masalah

Bagaimana hubungan perilaku makan dan status gizi guru wanita pada Sekolah Menengah Pertama Yayasan Pendidikan Harapan Imam Bonjol Medan?

1.3. Tujuan Penelitian


1.3.1. Tujuan Umum Mengetahui hubungan perilaku makan dan status gizi guru wanita SMP Harapan Imam Bonjol Medan. 1.3.2. Tujuan Khusus Mengetahui hubungan pengetahuan gizi dengan status gizi guru wanita SMP Harapan Imam Bonjol Medan. Mengetahui hubungan sikap gizi dengan status gizi guru wanita SMP Harapan Imam Bonjol Medan. Mengetahui hubungan tindakan makan dengan status gizi guru wanita SMP Harapan Imam Bonjol Medan. Mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap gizi guru wanita SMP Harapan Imam Bonjol Medan. Mengetahui hubungan pengetahuan gizi dengan tindakan makan guru wanita SMP Harapan Imam Bonjol Medan.

1.4. Manfaat Penelitian


Sebagai masukan pada wanita dewasa mengenai

perilaku makan dan hubungannya terhadap status gizi sehingga dapat mencegah terjadinya kenaikan berat badan. Dapat memberikan informasi mengenai perilaku makan pada kalangan wanita dewasa tahun 2012. Sebagai sumber referensi tentang perilaku makan bagi peneliti selanjutnya.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Perilaku
Bentuk Perilaku: 1. Pengetahuan: hasil dari tahu, terjadi setelah

proses penginderaan terhadap objek tertentu. 2. Sikap: kecenderungan untuk berperilaku dengan cara tertentu terhadap objek. 3. Tindakan: melaksanakan apa yang diketahui dan disikapi.

2.2. Makanan
Definisi: salah satu dari kebutuhan pokok yang diperlukan tubuh

setiap hari menurut jumlah energi dan zat gizi tertentu. Pedoman Menu Seimbang: 1. Konsep 4 Sehat 5 Sempurna: makanan pokok, lauk, sayur, buah, susu. 2. Pedoman Umum Gizi Seimbang: sumber energi, sumber zat pengatur, sumber zat pembangun.

2.3. Perilaku Makan


Dipengaruhi wawasan dan cara pandang seseorang. Faktor yang mempengaruhi: 1. 2. 3.

Pengetahuan Gizi Pola Konsumsi Aktivitas Fisik

2.4. Status Gizi


Status

gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi. Penilaian Status Gizi: 1. Survei Asupan Makanan 2. Penilaian Antropometri 3. Pemeriksaan Biokimia 4. Pemeriksaan Klinik

2.5. Indeks Massa Tubuh


Indeks Massa Tubuh (IMT):

IMT :

berat badan (kg) tinggi badan (m) x tinggi badan (m)

BAB 3
KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

3.1. Kerangka Konsep

Perilaku Makan

Status Gizi

3.2. Definisi Operasional


Perilaku Makan Perilaku Makan: cara berpikir dan berpandangan seseorang tentang pemilihan makanan yang dikonsumsi meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan. Cara ukur: wawancara Alat ukur: kuesioner yang bertotal 44 pertanyaan, dimana 20 pertanyaan tentang pengetahuan, 16 pertanyaan tentang sikap, 8 pertanyaan tentang tindakan dan frekuensi konsumsi makanan. Hasil ukur: a. Pengetahuan, sikap dan tindakan: dibagi atas baik, sedang dan kurang. b. Frekuensi konsumsi makanan: tidak pernah, kadang, sering dan selalu.
1.

2. Status Gizi

Status Gizi: keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi. Penilaian status gizi yang digunakan adalah Indeks Massa Tubuh. Cara ukur: berdasarkan berat badan dan tinggi badan terukur. Alat ukur: berat badan menggunakan timbangan badan, dan tinggi badan menggunakan staturmeter. Hasil ukur: dibagi atas berat badan kurang, normal, dan berat badan lebih. Skala ukur: ordinal.

3. Guru Wanita: wanita yang bekerja sebagai guru. a. Dewasa muda: berumur antara 20-39 tahun. b. Dewasa tua: berumur >39 tahun.

3.3. Hipotesa Ada hubungan antara perilaku makan dengan status gizi pada guru wanita Sekolah Menengah Pertama Yayasan Pendidikan Harapan Imam Bonjol Medan.

BAB 4
METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian: analitik dengan metode cross-sectional

study. Tempat dan Waktu Penelitian: SMP Harapan Imam Bonjol Medan, bulan Agustus hingga Oktober 2012. Populasi dan Sampel Penelitian: 1. Populasi: wanita yang bekerja menjadi guru di SMP Harapan Imam Bonjol Medan. 2. Sampel: total sampling. a. Kriteria inklusi: o Bekerja menjadi guru. o Bersedia menjadi responden b. Kriteria eksklusi: o Wanita dalam keadaan hamil.

Teknik pengumpulan data:

1. Data primer: kuesioner, berat badan dan tinggi

badan. 2. Data sekunder: jumlah populasi guru wanita SMP Harapan Imam Bonjol Medan. Pengolahan dan Analisa Data: 1. Editing 2. Coding 3. Processing 4. Cleaning 5. Analisa data dilakukan dengan analisis bivariat. Uji kemaknaan yang dilakukan adalah uji chi-square.

BAB 5
HASIL DAN PEMBAHASAN

USIA
Usia

36.70% 63.30%

Dewasa Muda

Dewasa Tua

STATUS GIZI
Status Gizi

26.70%

73.30%

Normal

Lebih

PENGETAHUAN
Pengetahuan 3.30%

Baik Sedang 96.70%

SIKAP
Sikap

46.70% 53.30%

Sedang

Baik

TINDAKAN
Tindakan
3.30% 16.70% Kurang Sedang Baik

80%

FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN


1.2
1 0.8 0.6 0.4 0.2 Tidak Pernah Kadang Sering Selalu

TABEL HUBUNGAN
Status Gizi Pengetahuan Sedang Baik Sikap Sedang Baik Tindakan 5 3 35,7 18,8 9 13 64,3 81,2 Normal 8 0 % 27,6 0 Lebih 21 1 % 72,4 100

Kurang
Sedang Baik

1
6 1

100
25 20

0
18 4

0
75 80

Pengetahuan - Sikap

Pengetahuan Sedang Baik

Sikap
Sedang 13 1 % 44,8 100 Baik 16 0 % 55,2 0

Pengetahuan - Tindakan

Pengetahuan
Sedang Baik

Tindakan Kurang 1 0 % 3,5 0 Sedang 23 1 % 79,3 100 Baik 5 0 % 17,2 0

P > 0.05
Chi square

Tidak ada hubungan yang signifikan

Pengetahuan status gizi Sikap status gizi Tindakan status gizi Pengetahuan sikap Pengetahuan tindakan

PEMBAHASAN Pengetahuan Status Gizi


Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi seperti produk pangan, keterbatasan ekonomi, selera makan dan lain-lain (Krisno, 2004). Sesuai dengan penelitian terdahulu oleh Rumida (2004)

Sikap Status Gizi


Sesuai dengan pendapat Newcomb yaitu sikap merupakan kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan tindakan (Notoatmodjo, 1993).

Tindakan Status Gizi

Dapat dilihat berdasarkan chart frekuensi konsumsi makanan pokok dan lauk pauk, mayoritas pada kategori selalu dimana pengaruhnya besar pada status gizi

Pengetahuan Sikap

Sikap itu adalah cara seseorang berpendapat tentang suatu pengetahuan, dan dipengaruhi daya terima dan tanggapan seseorang. Tindakan adalah perwujudan ataupun praktik tentang hal yang telah diketahui dan disikapi, dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti fasilitas.

Pengetahuan Tindakan

BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
Guru wanita yang memiliki status gizi normal

terbanyak pada kategori sedang, yaitu pada pengetahuan (27,6%), sikap (35,7%) dan tindakan (25%) Guru wanita yang memiliki status gizi lebih terbanyak pada kategori sedang untuk pengetahuan (72,4%) dan tindakan (75%), sedangkan untuk sikap pada kategori baik (81,2%) Guru wanita yang memiliki sikap baik terbanyak pada pengetahuan sedang (55,2%) Guru wanita yang paling banyak melakukan tindakan sedang banyak terdapat pada

SARAN
Perlu pengkajian terhadap variabel lain yang

mungkin dapat mempengaruhi status gizi pada penelitian selanjutnya Diperlukan konseling yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah atau petugas kesehatan mengenai makanan yang sehat dan bergizi sehingga dapat mencegah secara dini penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan

TERIMA KASIH