Anda di halaman 1dari 228

MENTE~IPERHUBUNGAN

REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN

CETAK BIRU TRANSPORTASI ANTARMODAIMUL TIMODA TAHUN 2010 - 2030 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

bahwa transportasi sebagai urat nadi kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan mempunyai peranan penting serta strategis untuk memantapkan perwujudan Wawasan Nusantara, memperkukuh ketahanan nasional, dan mempererat hubungan antar bangsa dalam usaha mencapai tujuan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945: bahwa dalam rangka mewujudkan transportasi antarmoda/multirnoaa yang handal sebagai salah satu perwujudan dari Sistem Transporatsi Nasional agar tercapai arus barang dan mobilitas orang, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Cetak Biru Transportasi Antarmodal Multimoda Tahun 2010-2030; bahwa Cetak Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda merupakan hasil dari semua pihak terkait yaitu jajaran Kementerian Perhubungan, Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pekerjaan Umum, Bappenas, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupatenl Kota, PT. (Persero) Pelindo I s.d IV, PT. (Persero) Angkasa Pura I dan II, Perum Damri, PT.ASDP, Organda, Gapasdap, Maska, MTI, Gafeksi/lNFA, MAPPEL, Depalindo, APBMI, INSA,INACA dan Asosiasi Logistik Indonesia (All) Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
\

2.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005- 2025; Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negaa Republik Nomor 4722); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara'\ Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan LembarariNegara Republik Indonesia Nomor 4956); Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2099 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025);' Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2008;

3. 4.

5.

6.

7.

8.

9.

10. Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2009 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2010; 11. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 12. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan ",rata Kerja Departemen Perhubungan, sebagaimana telah \diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 20 Tahun 2008; 13. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 49 Tahun 2005 tentang Sistem Transportasi Nasional (Sistranas);

14. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 31 Tahun 2006 tentang Pedoman Proses Perencanaan di Lingkungan Departemen Perhubungan Tahun 2005 - 2025; 15. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 49 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Departemen Perhubungan Tahun 2005 - 2025; MEMUTUSKAN: PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG CETAK BIRU TRANSPORTASI ANTARMODAIMUL TIMODA TAHUN 2010 - 2030
~,

Pasal1

.'

Cetak . Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda Tahun 2010-2030 sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Menteri Perhubungan ini berupa arah pengembangan dan pembangunan transportasi antarmoda/multimoda dalam rangka kelancaran arus barang dan arus penumpang serta mendukung sistem logistik nasional yang efektif dan efisien.

Cetak Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda sebagcHmanadimaksud dalam Pasal 1 merupakan program dan rencana aksi pengembangan transportasi antarmoda/multimoda dalam kurun waktu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dijadikan sebagai acuan, pedoman dan landasan dalam perencanaan, dan pembangunan dan penyelenggaraan transportasi multimoda pada simpul-simpul 25 p~labuhan, 7 terminal khusus, 14 bandar udara, 9 kota metropolitan serta 183 kabupaten daerah tertinggal.
~Pasal3

Pengembangan Transportasi Antarmoda/Multimoda dilakukan secara berkesinambungan, konsisten dan terpadu baik intra maupun antar moda serta dengan sektor pembangunan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Cetak Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda Tahun 2010-2030 sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Menteri Perhubungan ini merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dan mempunyai kekuatan hukum yang sarna dengan Peraturan ini.

Cetak Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda Tahun 2010 - 2030 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 digunakan sebagai pedoman dan acuan baik bagi unit kerja di lingkungan Kementerian Perhubungan, instansi pemerintah maupun Mitra Kerja yang terkait dengan pengembangan dan pembangunan transportasi antarmoda/multimoda.

Peraturan Menteri Perhubungan ini mUf~i, berlaku pada tanggal ditetapkan . . Ditetapkan di: J A K ART A Pada tanggal: 17 Pebruari 2010 MENTERI PERHUBUNGAN ttd FREDDY NUMBERI SALINAN Peraturan ini disampaikan kepada : 1. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan; 2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; 3. Menteri Keuangan; 4. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS; 5. Menteri Pekerjaan Umum; 6. Menteri Perdagangan; 7~ Menteri Dalam Negeri; 8. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal; 9. Menteri BUMN; . 10. Para Gubernur di seluruh Indonesia; 11. Para BupatilWalikota di seluruh Indonesia; 12. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Para Direktur Jenderal dan Para Kepala Badan di Iingkungan Kementerian Perhubungan; 13. Para Kepala Biro dan Kepala Pusat di ling~ungan Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan. 14. Para Kepala Dinas Perhubungan di seluruh Indones:a; 15. Para Direksi BUMN Sektor Perhubungan.

S SH MM MH Pembl a Tingkat I (IV/b)

NIP. 19630220 198903 1 001

Lampiran Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KJVI".15 Tahun 2010 Tanggal : 17 Februari 2010

DAFI' AR ISI. DAFI' AR GAMBAR PENDAHULUAN A. Latar Belakang............ B. Maksud dan Tujuan... C. Permasalahan Pokok...... D. Pengertian...... E. Sistematika Penyusunan...... BABII :...

. Hi

1 2 2 3 3

PENDEKATAN A. Sistem Logistik Nasional...... 5 1. Kinerja Logistik Nasional...... 5 2. Strategi Pengembangan Logistik Indonesia........................................ 5 B. Dasar Hukum Penyelenggaraan Transportasi Multimoda.......................... 7 1. Nasional......... 7 2. Internasional............................................................................................. 7 C. Transportasi Antarmoda/Multimoda......... 9 1. Badan Usaha Transportasi Antarmoda/Muitimoda 9 2. Jaringan Pelayanan................................................................................................ 9 3. Jaringan Prasarana... 9 D. Permasalahan Transportasi Antarmoda/Muitimoda di Indonesia.......... 10 E. A1urPikir............... 10 G. Metode Penetapan Program Pengembangan Transportasi Antarmoda/ 10 Mu1timoda... 11 H. Kriteria Daerah Tertinggal ;.... 13 I. Kedudukan Cetak Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda................... 13

!lAB lIT VISI, MISI, KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI MULTIMODA A. Visi dan MIsi... B. Kebijakan........................ C. Strategi Pengembangan TransportasiAntarmoda/Multimoda D. Program Pengembangan Transportasi Antarmoda/Multimoda...............

16 16 17 20

Alur Pikir penyusunan Cetak Biru TRansportasi Antarmodaj 12


Multimoda , '" .

HAHI PENDAHULUAN

Transportasi mempunyai peranan yang sangat strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan wilayah, terlebih bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari bertbu pulau. Oleh karena itu, penyelenggaraan sistem transportasi nasional harus dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien dalam arti selamat, aksesibilitas tinggi, terpadu, kapasitas mencukupi, teratur, Iancar, cepat, mudah dicapai, tepat waktu, nyaman, tartf terjangkau, tertib, aman, rendah polusi. beban publik rendah dan utilitas tinggi. Penyelenggaraan transportasi ditata dalam satu kesatuan jaringan transportasi nasional untuk meningkatkan kalancaran arus barang dan mobillitas orang. Salah satu perwujudan sasaran Sistranas yang sangat perlu mendapatkan perhatian, berkaitan dengan penyelenggaraan transportasi yang mengintegrasikan berbagai moda dalam suatu sistem pelayanan untuk meningkatkan kelancaran arus barang dan mobilitas orang, yang Iazim disebut dengan kegiatan transportasi antarmodajmultimoda Penyelenggaraan transportasi antarmodajmultimoda dilakukan melalui suatu perencanaan pemaduan jaringan prasarana dan pelayanan berbagai moda, jadwal pelayanan, penyediaan fasilitas untuk kegiatan alih muat dan standardisasi sarana dan prasarana serta dokumen, sehingga dapat menekan waktu dengan biaya lebih efisien dan pada akhirnya dapat meningkatkan nilai tambah terhadap barang dan perjalanan orang. Berbagai kalangan praktisi di bidang Iogistik memandang, transportasi antarmodajmultimoda merupakan bagian integral yang tidak terpisah dengan sistem logistik Transportasi antarmodajmultimoda dalam sistem logistik berfungsi merencanakan, melaksanakan dan mengontrol proses penerimaan, pengemasan, penyimpanan barang, pelayanan informasi, mulai dart titik awal (point of origin) sampai di titik akhir tujuan barang untuk diterima oleh orang yang berhak (consignee). Dewasa ini, dalam Sistem Logistik Nasional ditemukenali berbagai permasalahan strate gis, berkaitan dengan transportasi antarmodaj multimoda, yakni belum optimalnya manajemen penyelenggaraan transportasi antarmodajmultimoda di berbagai simpul transportasi dan kota metropolitan. Keadaan tersebut menyebabkan para pelaku industri tidak dapat mengelola distribusi barangnya

secara efektif dan efisien. Disamping itu, kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari puluhan ribu pulau, dimana sebagian diantaranya belum memiliki aksesibilitas transportasi yang memadai terutama pada 183 kabupaten tertinggal. Melihat peran strategis transportasi antarmodajmultimoda dalam sistem logistik, maka dalam Cetak Biru Sistem Logistik Nasional, telah ditetapkan berbagai sasaran dan rencana aksi pengembangan transportasi untuk mendukung setiap sasaran sistem logistik dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, antara lain penyusunan roadmap setiap moda transportasi, pengembangan dan pembangunan infrastruktur transportasi, regulasi transportasi antarmoda/multimoda dan peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan angkutan. Berkaitan dengan sasaran dan rencana aksi yang telah ditetapkan dalam Cetak Biru Sistem Logistik Nasional, diperlukan penjabaran lebih rinei dan terarah dengan batasan rentang waktu yang jelas tentang pelaksanaan, penataan, pengembangan dan pembangunan. Penjabaran tersebut bertujuan untuk mengitegrasikan kegiatan berbagai moda transportasi dalam suatu sistem pelayanan transportasi antarmodajmultimoda yang disusun dalam Cetak Biru Transportasi AntarmodajMultimoda dan merupakan salah satu Program 100 Hari Kerja Kementerian Perhubungan pada Kabinet Indonesia Bersatu II.

Penyusunan "Cetak Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda" dimaksudkan untuk mengidentifikasi berbagai masalah yang menyebabkan terjadinya ketidaklancaran arus barang dan mobilitas orang pada simpul transportasi yang strategis dan kota metropolitan serta daerah tertinggal. Sedangkan tujuan dari cetak biru ini adalah menyusun rencana pengembangan transportasi antarmoda/multimoda untuk mewujudkan kelancaran arus barang dan mobilitas orang yang efektif dan efisien dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Permasalahan pokok di bidang transportasi antarmoda/multimoda adalah terjadinya ketidaklancaran arus barang dan mobilitas orang pada beberapa simpul transportasi dan kota metropolitan serta terbatasnya aksesibilitas transportasi pada daerah tertinggal. Hal ini disebabkan oleh:

1.

2.

Kurangnya kapasitas jaringan pelayanan dan prasarana transportasi terutama pada simpul-simpul transportasi yang strategis, kota metropolitan dan daerah tertinggal. Lemahnya manajemen penyediaan dan pemaduan jaringan pelayanan dan prasarana antarmodajmultimoda pada simpul transportasi dan kota-kota metropolitan.

1.

2.

3.

Transportasi antarmoda diartikan sebagai transportasi penumpang danjatau barang yang menggunakan lebih dart satu moda transportasi dalam satu perjalanan yang berkesinambungan. Transportasi antarmoda lebih menekankan pada upaya pemaduan jaringan pelayanan dan prasarana Transportasi multimoda adalah transportasi barang dengan menggunakan paling sedikit dua moda transportasi yang berbeda, atas dasar satu kontrak yang menggunakan dokumen transportasi multimoda dari suatu tempat barang diterima oleh operator transportasi multimoda ke suatu tempat yang ditentukan untuk barang tersebut. Transportasi multimoda lebih menekankan aspek pelayanan pengangkutan barang dan penumpang. Namun dari sisi penggunaan alat angkut untuk kelancaran arus barang dan mobilitas orang, transportasi antarmoda dan multimoda membutuhkan keterpaduan lebih dari dua moda, baik dalam wujud jaringan pelayanan maupun jaringan prasarana. Badan Usaha Angkutan Multimoda adalah Badan Usaha Indonesia yang mempunyai izin dari pemerintah untuk bertindak atas namanya sendiri atau melalui badan hukum lain yang mewakilinya, menutup dan menyelesaikan kontrak angkutan multimoda dan menerbitkan dokumen angkutan barang.

Dokumen cetak biru ini terdiri dari visi, misi, kebijakan dan strategi pengembangan transportasi antarmodajmultimoda yang selanjutnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan program pengembangan transportasi multimoda, meliputi program pengembangan transportasi antarmodajmultimoda untuk kelancaran arus barang dan mobilitas orang pada simpul pelabuhan, bandar udara, kota metropolitan dan kabupaten daerah tertinggal. Sistematika penulisan cetak biru ini sebagai berikut: Bab 1. Pendahuluan, berisi tentang latar belakang perlunya penyusunan cetak biru, maksud dan tujuan, permasalahan pokok, pengertian serta sistematika penulisan dari cetak biru.

Bab 2. Pendekatan berisi gambaran sistem logistik nasional, dasar hukum, transportasi antarmoda/multimoda. permasalahan, alur pikir, metode penetapan program transportasi antarmoda/multimoda, kriteria daerah tertinggal, kedudukan cetak biru transportasi antarmoda/multimoda Bab 3. Visi, Misi, Kebijakan, Strategi dan Program Pengembangan Transportasi Antarmoda/Multimoda Nasional.

HAHII

PENDEKATAN

Kinerja logistik Indonesia saat ini masih belum optimal karena masih tingginya biaya logistik dan perlunya peningkatan kualitas pelayanan. Berdasarkan survei lndeks Kinerja Logistik (Logistics Performance Index/LPI) Bank Dunia pada tahun 2007, sektor Iogistik Indonesia berada pada peringkat 43 dari 150 negara di bawah Singapura (urutan ke - 1), Malaysia (urutan ke-27) dan Thailand (urutan ke-31). Demikian pula jika dilihat dari biaya logistik domestik, Indonesia menempati urutan ke-93 yang menunjukkan biaya logistik domestik di Indonesia masih tinggi. Kondisi logistik Indonesia terse but hingga tahun 2009 masih tetap berada di bawah kinerja beberapa negara ASEAN lainnya walaupun turun menjadi peringkat ke - 75. Belum optimalnya bidang logistik nasional tersebut ditenggarai oleh berbagai permasalahan terkait dengan dukungan sektor transportasi sebagaimana yang diuraikan dalam Cetak Biru Sistem Logistik Nasional (Sislognas), antara lain: a. Dukungan infrastruktur yang kurang memadai meliputi pelabuhan, prasarana jalan, angkutan kereta api, jalur sungai dan penyeberangan serta transportasi intermoda dan antarmoda/multimoda. b. Rendahnya kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan lembaga pendidikan bidang logistik c. Lemahnya penyediaan jasa logistik d. Belum harmonisnya peraturan terkait dengan logistik.

Mengacu pada permasalahan sektor logistik Indonesia dan menghadapi tantangan global maka Visi Logistik Indonesia 2025 dalam Cetak Biru Sistem Logistik Nasional adalah "Terintegrasi Secara Loka!,Terhubung Secara Global untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional dan Kesejahteraan Rakyat" atau "Locally Integrated, Globally Connected/or National Competitiveness and Social Welfare". Pada tahun 2025 sektor logistik Indonesia, yang secara domestik terintegrasi antar pulau dan secara internasional terkoneksi dengan ekonomi utama dunia secara efektif dan efisien sehingga akan meningkatkan daya saing nasional untuk sukses dalam era persaingan rantai supIai dunia

Untuk mencapai visi tersebut disusun strategi logistik Indonesia yang bertumpu pada 6 (enam) faktor penentu atau fokus utama yaitu: komoditas penentu (key commodities), peraturan perundangan (laws and regulation), prasarana dan sarana (infrastructure), sdm dan manajemen (human resources and management), teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology) dan penyedia jasa logistik (logistic service provider). Fokus utama "penyedia jasa logistik" dalam hal ini Hadan Usaha Angkutan Multimoda diarahkan pada: (a) penguatan pelaku dan perusahaan penyedia jasa angkutan multimoda, (b) penciptaan ikIim usaha yang kondusif bagi pelaku dan penyedia jasa angkutan multimoda, dan (c) mendorong partisipasi swasta dalam investasi di bidang infrastruktur transportasi multimoda Fokus utama pengembangan infrastruktur diarahkan pada tersedianya prasarana dan sarana secara memadai dan beroperasi secara efisien untuk meningkatkan kelancaran arus barang dengan strategi antara lain sebagai berikut: a. Transportasi Laut 1) Memberlakukan asas cabotage untuk angkutan laut dalam negeri secara penuh sesuai jadwal roadmap. 2) Meningkatkan aksesibiIitas angkutan penumpang dan barang di daerah tertinggal dan daerah padat/macet 3) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan angkutan laut yang dilakukan secara terpadu serta melalui penataan jaringan trayek. 4) Menyiapkan pelabuhan sebagai hub internasional di kawasan Indonesia Barat dan Timur untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada hub internasional di negara lain. 5) Peningkatan efisiensi operasionaI, optimasi kapasitas pelabuhan dan pengembangan interkoneksi dengan hinterland dan hub internasional. b. Transportasi Jalan Mengurangi beban jalan dengan mengembangkan jaringan transportasi antarmoda/multimoda dan logistic center sebagai upaya meningkatkan kelancaran arus barang dari pusat produksi menuju outlet-inlet, ekspor-impor dan antar pulau.

c.

Transportasi Kereta Api Mengembangkan jaringan kereta api untuk angkutan barang jarak jauh di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Transportasi Udara Mengoptimalkan peran bandar udara yang ada untuk dapat berfungsi sebagai bandar udara kargo.

d.

1.

Nasional Penyelenggaraan angkutan antarmodajmultimoda diamanatkan dalam undang-undang di bidang transportasi yaitu undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAn,Pelayaran, Perkeretaapian dan Penerbangan. Dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJketerpaduan antarmodaj multimoda diatur pada berbagai pasal yaitu: a. Pasal 2 butir h, menyatakan bahwa lalu lintas dan angkutan jalan diselenggarakan dengan asas terpadu; b. Pasal 33 ayat 1 menyatakan bahwa untuk menunjang kelancaran perpindahan orang danjatau barang serta keterpaduan antarmodajmultimoda ditempat tertentu, dapat dibangun dan diselenggarakan terminal; c. Pasal 93 ayat 2 butir e menyatakan bahwa manajemen dan rekayasa lalu lintas dilakukan dengan pemaduan berbagai moda angkutan; d. Pasal165 ayat 1 dan 2 antara lain menyatakan bahwa angkutan umum di jalan yang merupakan bagian angkutan multimoda dilaksanakan oleh badan hukum angkutan multimoda, dan dilaksanakan berdasarkan perjanjian yang dibuat antara badan hukum angkutan jalan dan badan hukum angkutan multimoda danjatau badan hukum moda lain. Undang-undang Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang menyebutkan keterpaduan antarmodajmultimoda dalam berbagai pasal sebagai berikut: a. Pasal 2 butir e menyatakan bahwa perkeretaapian sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem transportasi nasional diselenggarakan berdasarkan asas keterpaduan; b. Pasal 6 ayat 3 menyatakan tatanan perkeretaapian umum harus terintegrasi dengan moda transportasi lainnya; c. Pasal 147 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3 menyatakan antara lain bahwa angkutan kereta api dapat merupakan bagian dari angkutan multimoda yang dilaksanakan oleh badan usaha angkutan multimoda, dan

dilaksanakan berdasarkan perjanjian antara penyelenggara sarana perkeretaapian dengan badan hukum angkutan multimoda danj atau penyelenggara moda lainnya Pada undang-undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran mengatur keterpaduan antarmodajmultimoda antar lain diatur pada: a. Pasal 2, butir g, menyatakan bahwa pelayaran diselenggarakan b. berdasarkan asas keterpaduan; Pasal 9 ayat 4 butir d, menyatakan bahwa jaringan trayek dan teratur angkutan laut dalam negeri disusun dengan memperhatikan keterpaduan intra dan antarmoda transportasi; Pasal18 ayat 4 menyatakan bahwa kegiatan angkutan sungai dan danau disusun dan dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan intra dan antarmoda yang merupakan satu kesatuan Sistem Transportasi Nasional; Pasal 22 ayat 2 butir t menyatakan bahwa penetapan lintas angkutan penyeberangan dilakukan dengan mempertimbangkan jaringan trayek angkutan laut sehingga mencapai optimalisasi keterpaduan angkutan antar dan intramoda; Pasal 50-55 menyatakan bahwa angkutan perairan dapat merupakan bagian dari angkutan multimoda, dan dilaksanakan berdasarkan perjanjian yang dilaksanakan antara penyedia jasa angkutan perairan dan badan usaha angkutan multimoda dan penycdia jasa moda lainnya; Pasal 68 butir c.) menyatakan bahwa pelabuhan memiliki peran sebagai tempat kegiatan alih moda transportasi; Pasal 96 ayat 2, menyatakan bahwa pembangunan pelabuhan laut harus memenuhi persyaratan teknis kepelabuhanan, kelestarian lingkungan dan memperhatikan keterpaduan intra dan antarmoda transportasi.

c.

d.

e.

f.

g.

Sedangkan dalam undang-undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan diatur keterpaduan antarmodajmultimoda: a. Pasal 123 ayat 2, yang menyatakan bahwa jaringan dan rute penerbangan luar negeri antara lain memperhatikan keterpaduan intra dan antarmodajmultimoda; b. Pasal182, tanggung jawab pada angkutan intermoda; c. Pasal 187-191 menyatakan bahwa angkutan udara dapat merupakan bagian angkutan multimoda, dan dilaksanakan berdasarkan perjanjian yang dibuat antara badan usaha angkutan udara dan badan usaha angkutan multimoda danj atau badan usaha moda lainnya; d. Pasal 194, bandar udara memiliki peran sebagai tempat kegiatan alih moda transportasi;

e. Pasal 214, pembangunan bandar udara antara lain memperhatikan ketentuan keselamatan dan keamanan penerbangan, mutu pelayanan jasa kebandarudaraan, kelestarian lingkungan serta keterpaduan antarmoda/multimoda 2. Internasional Secara internasional Indonesia turut serta menandatangani ASEAN Framework Agreement on Multimodal Transport sehingga kesepakatan multilateral tersebut, dapat menjadi salah satu dasar hukum penyelenggaraan transportasi antarmoda/multimoda di Indonesia

Elemen transportasi antarmoda/multimoda dalam proses distribusi barang dan perjalanan orang terdiri dari: 1. Badan Usaha Angkutan Multimoda (Service Provider) Penyelenggara transportasi antarmoda/multimoda disebut sebagai badan usaha angkutan multimoda Badan usaha ini dapat bertindak sebagai prinsipal dan bukan prinsipal atau mewakili kepentingan pemilik barang. Sebagai prinsipal menjalankan fungsi penyedia jasa angkutan multimoda, dan dapat mengontrakkan sebagian dari kegiatan angkutan yang menjadi tanggung jawabnya kepada pengangkut pelaksana (performiTllJcarrier). Sedangkan dalam hal mewakili kepentingan pemilik barang (bukan prinsipal) berfungsi sebagai: a. pengangkut sub kontrak sebagai pelaksana angkutan unimoda yang merupakan bagian dari keseluruhan pelaksanaan angkutan multimoda -, yang dilaksanakan oleh badan usaha angkutan multimoda lain; b. penyedia jasa pengurusan transportasi (freight forwarder); c. penyedia jasa pergudangan; d. penyedia jasa konsolidasi muatan; e. agen muatan; f. penyedia jasa logistik lainnya terkait dengan angkutan barang. 2. Jaringan pelayanan Jaringan pelayanan adalah susunan rute-rute pelayanan dari berbagai moda transportasi yang membentuk satu kesatuan hubungan. 3. Jaringan prasarana Jaringan prasarana terdiri dari simpul dan ruang lalu lintas. Simpul berfungsi sebagai ruang yang dipergunakan untuk keperluan menaikkan dan

menurunkan penumpang, membongkar dan memuat barang, serta perpindahan intra dan antar moda Ruang lalu lintas berfungsi sebagai ruang gerak untuk sarana transportasi, namun khusus untuk ruang lalu lintas transportasi jalan, disamping untuk lalu-Iintas sarana transportsi juga memiliki fungsi lain yaitu untuk lalu lintas orang dan hewan.

Permasalahan transportasi antarmoda/multimoda di Indonesia dalam mendukung kelancaran arus barang dan mobilitas orang antara lain: 1. Kualitas badan usaha angkutan multimoda nasional masih belum sebaik di negara lain, hal ini disebabkan pernbinaan dan mutu SDMyang belum baik. 2. Kurang lancarnya arus barang yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi khususnya pada simpul transportasi seperti di pelabuhan dan bandar udara tertentu. 3. Mobilitas orang khususnya pada sirnpul perkotaan metropolitan masih rendah disebabkan antara lain masih kurangnya manajemen antar dan intra moda 4. Masih rendahnya arus barang dan mobilitas orang di sebagian wilayah Indonesia, khususnya pada daerah tertinggal yang disebabkan kurangnya jaringan transportasi antar moda

Pengembangan transportasi antarmoda/multimoda yang dimuat dalam Cetak Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda diarahkan pada perwujudan keterpaduan pelayanan, jaringan pelayanan dan jaringan prasarana transportasi sebagai satu kesatuan secara kesisteman. Perwujudan Sistranas pada tataran nasional (Tataran Transportasi NasionaljTatranas), yang selanjutnya disebut sebagai Cetak Biru Pembangunan Sistranas pada Tatranas, memuat arab pengembangan jaringan pelayanan dan jaringan prasarana transportasi secara terpadu dan seirnbang dari semua moda transportasi (jalan, sungai, danau, penyeberangan, kereta api, laut dan udara) yang menghubungkan simpul-simpul kegiatan strategis nasional. Keterpaduan jaringan prasarana transportasi sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang transportasi, digambarkan dalam rencana induk atau tatanan masing-masing moda transportasi. Pada tataran nasional, pengembangan prasarana transportasi mengacu pada berbagai rencana indukyaitu Rencana Induk LLAJNasional, Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, Tatanan Kepelabuhanan Nasional dan Tatanan Kebandarudaraan Nasional.

Transportasi antarmoda/multimoda merupakan salah satu wujud keterpaduan pelayanan, jaringan pelayanan dan jaringan prasarana dalam rangka kelancaran arus barang dan mobilitas orang. Transportasi pada dasarnya dapat berfungsi sebagai unsur penunjang (servicing jilnction) dan sebagai unsur pendorong (promoting jilnction). Fungsi penunjang untuk kegiatan sektor lain pada wilayah yang telah berkembang dan bersifat komersial serta sebagai unsur pendorong bagi daerah yang belum berkembang atau tertinggal dan bersifat keperintisan. Pelayanan transportasi antarmoda/multimoda baik untuk jaringan pelayanan pada daerah yang telah berkembang maupun wilayah perintis, dikembangkan guna mewujudkan pelayanan one stop service yang didukung oleh sistem informasi yang handal. Untuk mewujudkan pelayanan transportasi yang efektif dan efisien didasarkan pada 14 indikator Sistranas yaitu selamat, aksesibilitas tinggi, terpadu, kapasitas mencukupi, teratur, Iancar, cepat, mudah dicapai, tepat waktu, nyaman, tarif terjangkau, tertib, aman, rendah polusi, beban publik rendah dan utilitas tinggi serta indikator Single Seamless Services (SSS) yaitu single operator, single document dan single tariff untuk angkutan barang serta single ticket untuk angkutan penumpang. Secara lengkap alur pikir pengembangan transportasi antarmoda/multimoda yang telah diuraikan di atas diilustrasikan sebagaimana dalam Gambar 2.1.

SISTRANAS
Rencana Rencana Tatanan Tatanan Induk UAJ Nasional Induk Perekeretaapian Nasional Kepelabuhanan Nasional Kebandarudaraan Nasional

Blueprint
TATRANAS

Si~anas

Gambar 2.1. Alur Plkir Penyusunan Cetak Blru Transportasi Antarmoda/Multlmoda

F. Metode Penetapan Multimoda

Program

Pengembangan

Transportasi

Antarmoda/

Pengembangan transportasi antarmoda/multimoda diharapkan dapat mendukung kelancaran arus barang dan mobilitas orang pada simpul transportasi, kota metropolitan dan meningkatkan aksesibilitas daerah tertinggal. Pengembangan transportasi antarmoda/multimoda pada simpul transportasi seperti pelabuhan dan bandar udara serta kota metropolitan yang mengalami kejenuhan (bottleneck) dititikberatkan pada optimasi serta pengembangan dan pembangunan jaringan prasarana dan peningkatan kualitas pelayanan transportasi. Sedangkan untuk daerah tertinggal yang kurang memiliki aksesibilitas dilakukan melalui pendekatan pengembangan dan pembangunan jaringan prasarana serta penambahan sarana transportasi.

Daerah tertinggal adalah daerah kabupaten yang relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional dan berpenduduk yang relatif tertinggal. Penetapan kriteria daerah tertinggal dilakukan dengan menggunakan pendekatan berdasarkan 6 (enam) kriteria dasar sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT),yaitu: perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, prasarana (infrastruktur), kemampuan keuangan lokal (eelah fiskal), aksesibilitas dan karakteristik daerah serta berdasarkan kabupaten yang berada di daerah perbatasan antar negara dan gugusan pulau-pulau keeil, daerah rawan beneana dan daerah rawan konflik Ke-6 (enam) kriteria ini diolah dengan menggunakan data Potensi Desa (PODES)tahun 2003 dan SUlvei Sosial Ekonomi Nasional (SUSEN~.s) tahun 2002 serta data Keuangan Kabupaten tahun 2004 dari Kementerian Keuangan (Kementerian Pembangunan Daerah tertinggal, KPDT,
2009).

Penetapan daerah tertinggal dilihat dari aspek aksesibilitas transportasi, dapat dibedakan sebagai berikut: 1. Kabupaten dengan aksesibilitas sangat parah 2. Kabupaten dengan aksesibilitas sangat rendah 3. Kabupaten dengan aksesibilitas rendah 4. Kabupaten dengan aksesibilitas agak rendah

Pereneanaan pengembangan transportasi di Indonesia diharapkan mengaeu pada berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan nasional antara lain dokumen Sistranas, undang-undang di bidang transportasi, undang-undang penataan ruang, Reneana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Sistem Logistik Nasional (Sislognas). Sistranas didefinisikan sebagai tatanan transportasi yang terorganisasi seeara kesisteman terdiri dari transportasi jalan, transportasi kereta api, transportasi sungai dan danau, transportasi penyeberangan, transportasi laut, transportasi udara, serta transportasi pipa, yang masing-masing terdiri dari sarana dan prasarana, keeuali pipa, yang saling berinteraksi dengan dukungan perangkat lunak dan perangkat poor membentuk suatu sistem pelayanan jasa transportasi yang efektif dan efisien, berfungsi melayani perpindahan orang dan atau barang, yang terus berkembang secara dinamis.

Sistranas diwujudkan dalam tiga tataran yaitu Tataran Transportasi Nasional (Tatranas) dalam skala nasional. Tataran Transportasi Wilayah (Tatrawil) pada skala kewilayahan atau propinsi dan Tataran Transportasi Lokal (Tatralok) pada skala kabupaten/kota. Pada setiap tataran diwujudkan dalam jaringan prasarana, jaringan pelayanan dan pelayanan. Tatranas yang dalam lingkupnya adalah arah rencana pengembangan secara nasional maka terwujud konsep integrasi dan keterhubungan dari setiap moda antar pulau dan dalam pulau dengan horizon waktu jangka panjang. Dalam setiap peraturan perundang-undangan transportasi diamanahkan untuk menyusun tatanan dan rencana induk masing-masing moda,.yaitu rencana induk jaringan lalu lintas dan angkutan jalan. tatanan perkeretaapian nasional, tatanan kepelabuhanan nasional dan tatanan kebandarudaraan nasional serta tersusunnya perencanaan umum jaringan jalan nasional dan jalan tol Salah satu faktor yang diamanahkan dalam penyusunan tatanan dan rencana induk transportasi adalah keterpaduan intra dan antarmoda transportasi. Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) merupakan acuan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) masing-masing kementerian terkait dengan pengembangan infrastruktur transportasi. Cetak Biru Sislognas yang dijadikan acuan kebijakan pemerintah di sektor logistik dalam rangka untuk meningkatkan kelancaran distribusi barang dan peningkatan dunia usaha nasional di pasar global dan mensejahterakan kehidupan masyarakat. Antara Sislognas dan Sistranas terdapat unsur yang terkait yang menjadi tanggung jawab dalam penyelenggaraan transportasi dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional terutama pada sarana dan prasarananya Posisi dari cetak biru transportasi antarmoda/multimoda dalam perencanaan transportasi, merupakan dokumen penjabaran dari Sistranas (Tatranas. Tatrawil dan Tatralok), Sislognas,Tatanan/Rencana Induk Pembangunan moda transportasi jalan, kereta api, sungai. danau, penyeberangan, laut dan udara yang akan diwujudkan melalui Renstra Kementerian Perhubungan dan lembaga terkait lainnya, yang memuat program optimasi, pengembangan dan pembangunan transportasi pada setiap simpul dan kota-kota metropolitan serta daerah tertinggal untuk meningkatkan kelancaran arus barang dan mobilitas orang. Secara skematis, kedudukan cetak biru transportasi antarmoda{muItimoda terhadap Sistranas dan Sislognas dapat dilihat dalam Gambar 2.2 berikut

'.
.

... .
;.

"

:~.'

..
:.

:::J

BABIII VISI, MISI, KEBIJAKAN, STRATEGI DAN PROGRAM PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA

1. Visi Visi transportasi antannodajrnultirnoda rnenggarnbarkan suatu kondisi yang diharapkan dapat dicapai dalarn penyelenggaraan transportasi antarrnoda/rnultirnoda pada rnasa yang akan datang. Pada tahun 2030 transportasi antarrnodajrnultirnoda 2030 diharapkan rnarnpu rnendukung kelancaran arus barang dan rnobilitas orang sehingga tercapai efisiensi dan efektivitas dalarn kegiatan ekonorni dan rnasyarakat. Berdasarkan pertirnbangan di atas, rnaka dapat dirurnuskan visi transportasi antarrnoda/rnultirnoda tahun 2030 adalah -Arus Barang dan Mobilitas Orang Efektif dan Efisien-. 2. Misi Misi transportasi antarrnoda/rnultirnoda rnerupakan upaya yang dilaksanakan agar tercapai visi transportasi antarrnodajrnultirnoda yaitu arus barang dan rnobilitas orang yang efektif dan efisien. Adapun rnisiterse but adalah: a. Mewujudkan kelancaran arus barang. b. Mewujudkan kelancaran rnobilitas orang. 3. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dari terwujudnya visi dan rnisi transportasi antarrnoda/rnultirnoda adalah: a. Menekan Iarnanyawaktu pelayanan pada simpuI moda transportasi. b. Menurunkan biaya pelayanan transportasi pada sirnpul moda transportasi. c. Meningkatkan kelancaran arus barang dan rnobilitas orang pada kota metropolitan. d. Meningkatkan aksesibilitas rnasyarakat dari dan ke daerah tertinggal.

Sebagairnana diuraikan di atas bahwa misi transportasi antarmoda/multirnoda adalah rnewujudkan kelancaran arus barang dan mobilitas orang, guna mewujudkan tercapainya rnisi transportasi antannodajrnultirnoda tersebut maka Iebih Ianjut ditetapkan berbagai kebijakan pada setiap rnisi,yaitu:

1. Misi mewujudkan kelancaran arus barang, melalui kebijakan sebagai berikut: a. Meningkatnya kualitas badan usaha angkutan multimoda. b. Meningkatnya keterpaduan jaringan prasarana pada simpul transportasi laut c. Meningkatnya keterpaduan jaringan prasarana pada simpul transportasi udara d. Meningkatnya aksesibilitas transportasi pada daerah tertinggal. 2. Misi mewujudkan kelancaran mobilitas orang, melalui kebijakan sebagai berikut: a Meningkatnya kelancaran mobilitas orang di perkotaan. b. Meningkatnya aksesibilitas transportasi pada daerah tertinggal.

Strategi pengembangan transportasi antarmoda/multimoda, merupakan upaya yang dilakukan untuk mewujudkan kebijakan yang ditetapkan dalam mendukung terwujudnya kelancaran arus barang dan mobilitas orang. Adapun strategi dari kebijakan mewujudkan kelancaran arus barang adalah sebagai berikut: 1. Meningkatnya kualitas badan usaha angkutan multimoda, diwujudkan melalui strategi: a. Menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Angkutan Multimoda. b. Meningkatkan kualitas SDMangkutan multimoda. 2. Meningkatnya keterpaduan jaringan prasarana pada simpul transportasi laut, diwujudkan melalui strategi: a. Meningkatkan kinerja pelayanan pada 2S pelabuhan strategis yang menangani sebagian besar arus barang. b. Meningkatkan kinerja pelayanan pada 7 terminal khusus CPO dan batubara yang melayani sebagian besar CPOdan batubara Meningkatnya keterpaduan jaringan prasarana pada simpul transportasi udara, diwujudkan melalui strategi meningkatkan kinerja pelayanan kargo pada 14 bandar udara yang menangani sebagian besar (96%) arus kargo. Meningkatnya aksesibilitas transportasi pada daerah tertinggal, diwujudkan melalui strategi membangun jaringan pelayanan dan jaringan prasarana pada 183 kabupaten daerah tertinggal sesuai dengan hasil analisis indeks

3.

4.

ketertinggalan daerah kabupaten pada tahun dikembangkan oleh Kementerian PDT.

2009 sebagaimana yang

Sedangkan strategi dalam rangka mewujudkan kebijakan untuk kelancaran mobilitas orang adalah sebagai berikut: 1. Meningkatnya kelancaran mobilitas orang di perkotaan, diwujudkan melalui strategi meningkatkan keterpaduan jaringan pelayanan pada 9 kota metropolitan yang merupakan aglomerasi permukiman dan pusat kegiatan nasional sebagaimana yang telah ditetapkan dalam RTRWN. 2. Meningkatnya aksesibilitas transportasi pada daerah tertinggal, diwujudkan melalui strategi membangun jaringan pelayanan dan jaringan prasarana pada 183 daerah tertinggal sebagaimana juga pada angkutan barang. transportasi Transportasi

Secara lengkap cakupan dari strategi pengambangan antarmodajmultimoda yang dituangkan dalam Cetak Biru Antarmoda{Multimoda digambarkan pada Gambar 3.1.

~-=-F

.,

Bltun.

!', ", ...."

nluk Sayu

\,

,
HasanUddln

.(

... -::.:
. ...
Ambon

..~oton

.. ..i .

9~,.

PKN
PKSN

KOTA METROPOLITAN Pelabuhan Banda' Sl,alegis

(9)

,.".. '.'

:"

(25)

. , "
"', . 1
I

Uda'a (14)

Kabupalen o-ah

Tertlnggal (183)

Program pengembangan transportasi antarmodajmultimoda disusun guna mewujudkan setiap strategi yang telah ditetapkan dalam mendukung kebijakan, misi dan visi pengembangan transportasi antarmodajmultimoda Rangkuman program pengembangan transportasi antarmodajmultimoda untuk setiap strategi yang telah ditetapkan dapat dilihat pada TabeI3.1. Program pengembangan dari masing-masing strategi 2010-2030 sebagai berikut: dalam kurun waktu

1. Strategi Penetapan Peraturan Pemerintah tentang Angkutan Multimoda untuk mewujudkan kelancaran arus barang, diwujudkan dengan program antara lain: a. Penyusunan konsep peraturan perundangan berupa Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) berdasarkan naskah akademis yang ditelah dikaji sebelumnya. b. Pembahasan internal sektor perhubungan dengan melibatkan instansi terkait pada Kementerian Perhubungan. c. Rapat antar instansi untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari seluruh pihak terkait antara lain instansi pemerintah, BUMN,swasta dan
stakeholder.

d. Penetapan legalitas Peraturan Pemerintah melalui Kementerian Hukum danHAM.

2. Strategi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) transportasi antarmodajmultimoda, diwujudkan melalui program antara lain: a Pengembangan diklat SDM 1) Menyusun Training NeedsAnalysis (TNA)diklat di bidang transportasi antarmodajmultimoda dan logistik untuk aparatur maupun operator yang akan dilaksan~an pada tahun 2010. 2) Mengembangkan program diklat sebagai implementasi undang-undang transportasi untuk kompetensi SDMdi bidang logistik melalui pendidikan nonformal antara lain program Diklat Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarding); pergudangan; terminal dan operator transportasi antarmodajmultimoda, dan lain-lain. Program ini akan dilaksanakan pada tahun 2010-2014. 3) Meningkatkan kompetensi aparatur dan operator melalui pelaksanaan diklat bidang logistik termasuk transportasi antarmodajmultimoda yang dilaksanakan 2010-2014. 4) Pada periode tahun 2010-2014 akan dilaksanakan pengembangan dan peningkatan kerjasama antara lembaga pendidikan dan pelatihan pemerintah dan swasta.

Vist

Mist Mewujudkan kelancaran arusbarang

KebiJakan Meningkatnya kualitas badan usaha angkutan multimoda

Strategi
1. Penetapan Peraturan

Program
Penyusunan konsep Rapat internal Kementerian Perhubungan Rapat antar instansi terkait Penetapan PP

Pemerintah tentang Angkutan Multimoda

s::
QJ

"Iii

Meningkatnya keterpaduan jaringan prasarana transportasi laut

2. Meningkatkan kualitas SDM(Sumber Daya Manusia) transportasi muJtimoda 3. Meningkatkan kinerja pelayanan pada 25 pelabuhan strategis

Pengembangan diklat SDM Pengembangan institusi pendidikan dan pelatihan .Optimasi Pengembangan dan pembangunan fusilitas pelabuhan Peningkatan aksesibilitas ke pelabuhan Penerapan NSW/ Portnet secara bertahap di pelabuhan

ffi
~ t>:l

s::

ii
gp
~
0 .$

~ ....

4. Meningkatkan kinerja

= :E
0

'"

::E
s::
l

"t:l OD
l ... l

s::

Meningkatnya keterpaduan jaringan prasarana transportasi udara Meningkatnya aksesibilitas pada daerah tertinggal Mewujudkan kelancaran mobilitas orang Meningkatnya kelancaran mobiitas orang di perkotaan Meningkatnya aksesibilitas transportasi pada daerah tertinggal

pelayanan pada 7 terminal khusus CPO dan batubara 5. Meningkatkan kinerja pelayanan pada 14 bandara kargo

.Optimasi Peningkatan aksesibilitas

.Optimasi Pengembangan dan pembangunan fusilitas terminal untuk kargo Peningkatan aksesibilitas ke bandara kargo

CQ

'" ...
;::l

6. Membangun jaringan

pelayanan dan jaringan prasarana pada 183 daerah tertinggal 7. Meningkatkan keterpaduan jaringan pelayanan pada 9 kota metropolitan
8. Membangun jaringan

Pengembangan jaringan pelayanan Pengembangan dan pembangunan jaringan prasarana dan saraoa Transport Demand Management (Optimasi) Transport Supply Management (Optimasi, Pengembangan dan Pembangunan) Pengembangan jaringan pelayanan Pengembangan dan pembangunan jaringan prasarana

pelayanan dan jaringan prasarana pada 183 daerah tertinggal

b.

Pengembangan institusi pendidikan dan pelatihan SDMprofesional bidang logistik termasuk transportasi antarmoda/multimoda 1) Meningkatkan dukungan pemerintah dalam pengembangan institusi pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan tahun 2010-2011.

2) Mengembangkan program diklat untuk kompetensi SDM di bidang logistik termasuk hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan antarmodajmultimoda melalui pendidikan formal yaitu Program Studi D IV "Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan menjadi "Manajemen Logistik dan Sistem Transportasi"dan membuka program studi S1 "Manajemen Logistik dan Sistem Transportasi" yang akan dilaksanakan tahun 2011.
N

3. Strategi meningkatkan kinerja pelayanan barang pada 25 pelabuhan strategis. diwujudkan melalui program antara lain: a. Optimasi 1) Sinkronisasi master plan dengan cetak biru logistik nasional untul< mewujudkan perencanaan pembangunan pelabuhan strategis yang terintegrasi sehingga terwujud pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan. 2) Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu untuk memperpendek Turn Round Time (TRT) kapal sehingga meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya operasional kapal. 3) Fully automatic gate system untuk mengurangi contact person sehingga meningkatkan kelancaran arus barang dan eftsiensi biaya pemakai jasa. 4) Pelaksanaan joint operation terminal peti kemas untuk mempermudah pengawasan sehingga terjadi peningkatan kelancaran arus barang. 5) Penerapan Service Level Agreement (SLA) pada segmen pelayanan kapal dan barang. 6) Pengembangan sistem registrasi truck trailler dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan pembangunan fasilitas pelabuhan 1) Perkuatan fasilitas dan pengadaan alat bongkar muat 2) Peningkatan dan perkuatan lapangan penumpukan terminal peti kemas. 3) Pengadaan kapal pandu dan tunda. 4) Pembangunan dermaga dan terminal baru. 5) Pembangunan lahan parkir truk. 6) Pengerukan alur pelayaran. 7) Perluasan area pelabuhan.

b.

c.

Peningkatan aksesibilitas ke pelabuhan 1) Pembangunan dan pemantapan jalan akses menuju pelabuhan. 2) Perpanjangan jalur reI kereta api menuju dermaga. 3) Pembangunan double track untuk meningkatkan akses kereta api dari pusat-pusat produksi ke pelabuhan. 4) Pembangunan jalan tol akses menuju pelabuhan. Penerapan National Single Windows (NSW)jport net secara bertahap di pelabuhan 1) Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merahjhijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal. 2) Integrasi port net dan trade net dalam rangka NSW.

d.

Program lebih detail tentang optimasi, peningkatan aksesibilitas, pengembangan dan pembangunan fasilitas serta penerapan NSW jportnet untuk meningkatkan kelancaran arus barang di 25 pelabuhan strategis sebagaimana pada Lampiran 1. Adapun 25 pelabuhan strategis dimaksud adalah pelabuhan Lhokseumawe, Belawan, Dumai, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Batam, Teluk Bayur, Panjang, Palembang, Banten, Tanjung Priok, Pontianak, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Banjarmasin, Kupang,. Benoa, Samarinda, Makassar, Balikpapan, Bitung, Biak,Jayapura, Ambon dan Sorong. 4. Strategi meningkatkan kinerja pelayanan pada 7 terminal khusus CPO dan batubara, diwujudkan melalui program antara lain: a. Optimasi 1) Sinkronisasi master plan dengan cetak biru logistik nasional' 2) Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. b. Peningkatan aksesibilitas Pembangunan jalan reI kereta api dari pusat produksi CPOdan batubara menuju dermaga. Program lebih detail tentang optimasi dan peningkatan aksesibilitas untuk meningkatkan kelancaran arus barang di 4 terminal khusus batubara dan 3 terminal khusus CPO dapat dilihat pada Lampiran 2. Adapun 7 terminal khusus dimaksud terdiri dari 4 terminal khusus batubara yaitu Balikpapan, Kota Baru, Samarinda, Banjarmasin dan 3 terminal khusus CPOyaitu Belawan, Dumai dan Pekanbaru.

5. Strategi meningkatkan kinerja pelayanan angkutan barang pada 14 bandara, diwujudkan melalui program antara lain: a Optimasi dengan kegiatan berupa peningkatan manajemen pergudangan. b. Pengembangan dan pembangunan fasilitas terminal untuk kargo 1) Pengembangan city check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port destination bagi kargo impor. 2) Perencanaan, perancangan dan pembangunan terminal kargo baru. 3) Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution. 4) Pengadaan alat bongkar muat containerized cargo. 5) lnstalasi peralatan cargo weighting terintegrasi dengan x-ray kargo, history image dan record weighting. 6) Instalasi system handling cargo bandara dengan Unit Load Devices
(ULD).

7) Pengadaan dan pengoperasian trucking system. 8) Perencanaan, perancangan dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and quarantee clearance dan penyelesaian administrasi ekspor/impor one stop. 9) Instalasi/pengadaan sistem roler dan freighter. 10) Pengembangan dan instalasi sistem Electronic Data Interchange (EDI). 11) Pengadaan dan instalasi cold storage. c. Peningkatan aksesibilitas ke bandara kargo 1) Perencanaan, perancangan dan pembangunan jalur kereta api menuju bandara. 2) Penataan/peningkatan aksesibilitas dari dan ke cargo area. 3) Perencanaan, perancangan dan pembangunan jalan tol dari dan ke bandar udara. 4) Per~ncanaan, perancangan dan pembangunan jalan layang akses ke bandar udara

Program lebih detail tentang optimasi, pengembangan dan pembangunan fasilitas terminal kargo serta peningkatan aksesibilitas di 14 bandara sebagaimana pada Lampiran 3. Adapun 14 bandara dimaksud adalah Bandara Soetta-Jakarta, Kualanamu-Medan, Juanda-Surabaya, Ngurah Rai-Denpasar, Hang Nadim-Batam,Adi Sucipto-Yogjakarta,Sultan Hasanuddin-Makassar, Sam Ratulangi-Manado, Supadio-Pontianak, Sepinggan-Balikpapan, SM.Badarudin II-Palembang. F.Kaisiepo-Biak,Wamena-Papua dan Sentani-}ayapura

6. Meningkatkan aksesibilitas pada daerah tertinggal untuk mewujudkan kelancaran arus barang. diwujudkan melalui program antara lain: a. Pengembangan jaringan pelayanan 1) Penambahan trayek dan frekwensi angkutan penyeberangan. 2) Penambahan trayek dan frekwensi angkutan laut 3) Penambahan trayek dan frekwensi angkutan udara b. Pengembangan dan pembangunan jaringan prasarana dan sarana. 1) Peningkatan jalan desa 2) Pembangunan terminal angkutan jalan. 3) Penambahan sarana angkutan jalan. 4) Pembangunan dermaga pelabuhan angkutan sungai. 5) Pengadaan kapal angkutan penyeberangan. 6) Penambahan kapal penyeberangan perintis. 7) Pembangunan dermaga pelabuhan rakyat 8) Pembangunan bandar udara perintis. Program lebih detail tentang optimalisasi pengembangan jaringan pelayanan, pengembangan dan pembangunan jaringan untuk meningkatkan mobilitas penumpang di 183 kabupaten tertinggal dapatdilihat pada Lampiran S. 7. Strategi meningkatkan keterpaduan jaringan pelayanan pada 9 kota metropolitan, diwujudkan melalui program Transport Demand Management (TDM)dan Transport Supply Management (TSM)yang masing-masing disusun melalui pendekatan optimasi dan pengembangan serta pembangunan jaringan prasarana dan sarana antara lain sebagai berikut: a. Optimasi 1) Pengembangan ATCSdan teknologi informasi lalu lintas perkotaan. 2) Pengembangan database transportasi perkotaan. 3) Penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional perkotaan. 4) Sosialisasijkampanye ketertiban lalu lintas. 5) Pengaturan jam kerja untuk mengurangi konsentrasi kegiatan. 6) Peningkatan pajak dan parkir kendaraan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. 7) Penyusunan dan penetapan standar pelayanan dan tata cara operasi angkutan umum untuk meningkatkan kualitas layanan. 8) Penyusunan konsep integrasi pelayanan dan operasi angkutan umum.

9) Peningkatan pelayanan terpadu antara transportasi perairan dengan transportasi jalan dengan mensinkronkan trayek dan jadwal antara keduanya 10) Penerapan city check in untuk meningkatkan pelayanan angkutan udara. b. Pengembangan dan pembangunan jaringan prasarana dan sarana 1) Penyusunan rencana induk jaringan transportasi di wilayah aglomerasi untuk meningkatkan perencanaan dan penanganan transportasi perkotaan. 2) Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan. 3) Pembangunan dan pengembangan fasilitas pendukung dan fasilitas perpindahan transportasi multimoda di terminal, bandar udara, stasiun kereta api dan/atau halte. 4) Pengadaan sarana. prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT). 5) Pembangunan jalan lingkar. 6) Pembangunan jalan layang dan underpass pada perlintasan sebidang dan persimpangan jalan yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi. 7) Pembangunan dan pengembangan jalan tol perkotaan. 8) Pembangunan dan pengembangan terminal penumpang perkotaan. 9) Pembangunan fasilitas perpindahan moda penumpang antar angkutan jalan. 10) Pembangunan dan pengembangan kereta api perkotaan. 11) Pembangunan double track dan double double track termasuk elektrifikasi. 12) Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT). 13) Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara Program lebih rinei tentang optimasi, pengembangan dan pembangunan jaringan untuk meningkatkan kelancaran mobilitas orang di 9 kota metropolitan dapat dilihat pada Lampiran 4. Adapun 9 kota metropolitan dimaksud adalah Mebidangro (Medan, Binjai,Deli,Serdang. Karo), Palembang. }abodetabek (Jakarta, Bogor, Depok. Tangerang. Bekasi), Bandung Raya, Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Semarang. Purwodadi), Yogyakarta , Gerbangkertosusilo (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan), Sarbagita (Denpasar, Bangli, Gianyar, Tabanan) dan Maminasata (Makasar, Sungguminasa, Takalar, Maros).

8. Strategi meningkatkan aksesibilitas pada daerah tertinggal untuk kelancaran mobilitas orang, diwujudkan melalui program dan sesuai dengan butir 6 untuk kelancaran arus barang.

BABIV PENUTUP

Pada bab-bab sebelumnya telah diuraikan bahwa Cetak Biru Transportasi AntarmodajMultimoda ini berisikan visi, misi, tujuan, kebijakan, strategi dan program serta kegiatan transportasi antarmodajmultimoda untuk mewujudkan kelancaran arus barang dan mobilitas orang yang efektif dan efisien. Untuk itu dalam pelaksanaan Cetak Biru AntarmodajMultimoda membutuhkan komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak terkait yaitu: 1. Pemerintah (Regulator) Cetak Biru ini agar dilaksap.akan secara konsisten dalam pembangunan dan pengembangan jaringan pelayanan dan jaringan prasarana serta pemaduan berbagai pelayanan moda transportasi. Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM) Cetak biru ini perlu dukungan sepenuhnya dari BUAM(service provider) dengan meningkatkan profesionalisme. Penyedia jaringan pelayanan dan prasarana Penyediaan jaringan pelayanan dan prasarana sebagaimana ditetapkan dalam Cetak Biru membutuhkan komitmen dari semua penyedia jaringan pelayanan dan prasarana baik pemerintah, BUMNmaupun swasta untuk melaksanakannya, agar peningkatan kelancaran arus barang dan mobilitas orang dapat terwujud. Masyarakat Pemakai Jasa Dalam implementasi Cetak Biru ini, diharapkan kepada masyarakat membantu mengawasi pelaksanaan berbagai kegiatan penyediaan jaringan pelayanan dan jaringan prasarana sehingga dapat terwujud peningkatan kelancaraan arus barang dan mobilitas orang.

2.

3.

4.

Selain komitmen dari berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan transportasi. diperlukan perubahan paradigma dalam menatap masa depan yang disertai dengan tindakan konkrit merupakan salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan Cetak Biru Transportasi AntarmodajMultimoda ini. Dengan demikian semua kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, service provider, penyedia jaringan pelayanan dan prasarana, dan masyarakat serta pihak-pihak terkait perlu selalu mengacu pada Cetak Biru Transportasi AntarmodajMultimoda ini.

LAMPIRAN

LAMPIRAN I. MATRIKS PROGRAM PENGEMBANGAN ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK PENINGKATAN KELANCARAN ARUS BARANG DI PELABUHAN STRATEGIS

LAMPIRAN 1. MATRIKS PROGRAM PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK PENINGKATAN KELANCARAN ARUS BARANG DI PELABUHAN STRATEGIS
KAWASAN PRODUKSI YANG DILAYANI 2010 1. PELABUHAN LHOKSEUMAWE - NANGGROE ACEH DARUSSALAM Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan terintegrasi Penurunan yang Turn Round Meningkatnya pembangunan terintegrasi Meningkatnya produktivitas menurunkan operasional Pengembangan pemberitahuan mekanisme status barang Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi Menurunnya pelayanan barang dan biaya waktu kapal dan Nanggroe Aceh Darussalam Ditjen Bea Cukai yang dan sesuai Nanggroe Aceh Darussalam Ditjen Phb. Laut Nanggroe Aceh Darussalam PERIODE/TAHUN 2010 s.d 2014 2011 2012 2013 2014 2015 s.d. 2019 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

,
Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo Pemprov I, NAD,

dengan kebutuhan

Pemkot Lhokseumawe PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina

Time (TRT) kapal

masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang ekspor/impor

Menurunnya dokumen

waktu dan

Nanggroe Aceh Darussalam

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo

I, Ditjen

biaya pengurusan kapal dan kinerja barang ekspor /impor

Bea Cukai, Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina

Penerapan Agreement pelayanan

Service Level (SLA) pada segmen kapal dan barang

Tersedianya

standar

Meningkatnya pelayanan

Nanggroe Aceh Darussalam Nanggroe Aceh Darussalam di

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

kinerja pelayanan Tersedianya kendaraan registrasi pengangkut

pelabuhan ketertiban kendaraan

Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya

Meningkatnya dan kelancaran operasional pelabuhan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo

I, Pemkot

truck trailer dan

Lhokseumawe, Ditjen Phb. Darat.

Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan Tersedianya akses jaringan jalan Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang Nanggroe Aceh Darussalam Ditjen Bina Marga PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Lhokseumawe

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program Pembangunan jalan rei Banda Aceh -Lhokseumawe - Besitang

OUTPUT Tersedianya jalan rei sepanjang 484 Km

OUTCOME Meningkatnya aksesibilitas

KAWASAN PRODUKSI YANGDlLAYANI Nanggroe Aceh Darussalam

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG ,AWAB Ditjen Perkeretaapian INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Lhokseumawe, Pemprov NAD, Pemprov Sumut, PT. KAI PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Lhokseumawe, PT. KAI

Pembangunan akses kereta barang menuju pelabuhan Lhokseumawe

Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan Nanggroe Aceh rei ke pelabuhan pelayanan kapal dan Darussalam barangdan Meningkatnya aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri

Ditjen Perkeretaapian

2.

PELABUHANBELAWAN- SUMATERA UTARA Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkanya produktivitas dan menurunkan biaya operasional Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang Sumatera Utara Ditjen Phb. Laut, PT.Pelindo I, Pemkot Medan,Pemprov Sumut PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina

Sumatera Utara

Ditjen Phb. Laut

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Sumatera Utara

Ditjen Bea Cukai

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kapal dan baran~ Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang eksoor!imoor Tersedianya standard kinerja pelayanan Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut.

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan barang eksoor limoor Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

Sumatera Utara

Ditjen Phb. Laut

Sumatera Utara

Ditjen Phb. Laut

Meningkatnya ketertiban Sumatera Utara dan kelancaran operasional kendaraan di oelabuhan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo I, Pemkot Medan, Ditjen Phb. Darat.

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDlLAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

Pengembangan

dan Pembangunan Tersedianya pelayanan terpadu di dry port Menurunnya waktu dan Sumatera Utara biaya operasional pelayanan barang bagi pengguna iasa Tersedianya alur Meningkatnya kapasitas, Sumatera Utara pelayaran: Lebar: 140m kelancaran dan Kedalaman : -14m keselamatan pelayaran Panjang :11,8 km Peningkatan kapasitas dermaga Ujung Baru Tersedianya panjang dermaga 350 m Meningkatnya pelayanan Sumatera Utara dan pengintegrasian multimoda Meningkatnya kapasitas Sumatera Utara dan pelayanan PT.Pelindo I Ditjen Phb. Laut, Pemkot Medan, PT. KAI PT.Pelindo I

Revitalisasi terminal petikemas menjadi total Logistics Service Provider (LSP) Relokasi Alur pelayaran Pelabuhan Belawan

Ditjen Phb. Laut

Pemindahan terminal penumpang dari Ujung Baru ke Belawan Lama Perpanjangan dermaga kontainer BICT Aksesibilitas Reaktivasi jalan rei antara MedanBelawan

PT.Pelindo I

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo I

Ditjen Phb. Laut

Tersedianya jalan reI sepanjang 22 km

Meningkatnya Sumatera Utara kelancaran arus barang dari kawasan industri ke pelabuhan

Ditjen Perkeretaapian

Pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan Pembangunan akses kereta barang menuju pelabuhan Belawan

Tersedianya akses jaringan jalan

Meningkatnya Sumatera Utara kelancaran arus ane:kutan barane: Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan Sumatera Utara rei ke pelabuhan pelayanan kapal dan barang dan meningkatny aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri

Ditjen Bina Marga

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Medan, Pemprov Sumut, Pemkot Binjai, PT. KAI,PT.Pelindo I PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo I. Ditjen Phb.Laut

Ditjen Perkeretaapian

3.

PELABUHANDUMAI- RIAU Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Hiru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasional Riau Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo I, Pemkot Dumai, Pemprov Riau

Riau

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo I Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina.

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kaoal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Riau

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Bea Cukai INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut,Ditjen Imigrasi, Karantina

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang

Penerapan/Service Level (SLA)pada segmen pelayanan kapal dan barang Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya
Agreement

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang eksoor!imoor Tersedianya standard kinerja pelayanan Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut.
';

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan baranlZeksoor/imoor Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

Riau

Ditjen Phb. Laut

Riau

Ditjen Phb. Laut

Meningkatnya ketertiban Riau dan kelancaran operasional kendaraan di oelabuhan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo I,Pemkot Dumai, Ditjen Phb. Darat.

Pengembangan

dan Pembangunan

Pengembangan terminal petikemas di Pelabuhan Dumai

Perluasan area pelabuhan

Tersedianya terminal peti kemas untuk peningkatan pelayanan bongkar muat peti kemas Tersedianya area pelabuhan seluas 3000 Ha

Menurunnya biaya operasional pelayanan petikemas

Riau

PT.Pelindo I,

Ditjen Phb. Laut

Outlet utama masuk barang ke Riau

Riau

PT.Pelindo I,

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Dumai

Aksesibilitas

Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan Pembangunan dan revitalisasi jalan rei Rantau Prapat-Kota Pinang- Duri-Dumai

Pembangunan akses kereta barang menuju pelabuhan Dumai

Meningkatnya kelancaran arus anlZkutan baranlZ Meningkatnya Tersedianya jalan rei sepanjang 246 Km kelancaran arus barang dari kawasan industri ke oelabuhan Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan rei ke pelabuhan pelayanan kapal dan barang dan Meningkatny aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri Tersedianya akses jaringan jalan

Riau

Ditjen Bina Marga

Sumatera Utara, Riau

Ditjen Perkeretaapian

Sumatera Utara, Riau

Ditjen Perkeretaapian

PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Dumai PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Dumai, Pemprov Riau, Pemorov Sumut PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Dumai

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

4.

PELABUHANTANJUNGPINANG - KEPULAUANRIAU Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu TeIWujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasional Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang Tanjung Pinang Ditjen Phb. Laut, PT.Pelindo I, Pemkot Tanjung Pinang, Pemprov Kepri PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo 1 Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina, PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina, PT.Pelindo I, Ditjen BeaCukai" Kementrian Perdagangan, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo I,Pemkot Tanjung Pinang, Ditjen Phb. Darat.

Tanjung Pinang

Ditjen Phb. Laut

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kapal dan barang Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kaoal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Tersedianya standard kinerja pelayanan Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Tanjung Pinang

Ditjen Phb. Laut

Tanjung Pinang

Ditjen Bea Cukai

Peningkatan kecepatan pelayanan kapal dan barang

Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan Pembangunan

Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut.

Menurunnya waktu dan Tanjung Pinang biaya operasional pelayanan kapal dan barang bagi pengguna asa Meningkatnya ketertiban Tanjung Pinang dan kelancaran operasional kendaraan di pelabuhan

Ditjen Phb. Laut

Ditjen Phb. Laut

perkuatan fasilitas dan pengadaaan alat B/M (LLC dan RMGC) Pelaksanaan pengerukan alur

Tersedianya fasilitas dan peralatan B/M (LLC dan RMGC) Peningkatan kelancaran kapal masuk dan keluar

Meningkatnya Kapasitas Tanjung Pinang Pelayanan Menurunnya biaya operasional pelayanan kapal dan barang bagi pengguna iasa Meningkatnya kelancaran kapal masuk dan keluar Tanjung Pinang

PT.Pelindol

Ditjen Phb. Laut, PBM

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo 1

Pengadaan kapal pandu dan tunda

Tersedianya kapal pandu dan tunda

Tanjung Pinang

PT.Pelindol

Ditjen Phb. Laut

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDlLAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jaIan ke peIabuhan 5. PELABUHANPEKANBARU- RIAU Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional PeIaksanaan kerja operasionaI 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapaI Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasionaI kapaI Menurunnya waktu pelayanan kapaI dan barang Riau, Sumbar Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo I, Pemkot Pekanbaru,Pemprov Riau PT.Pelindo I Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut,Ditjen Imigrasi, Karantina Tersedianya akses jaringan jaIan Meningkatnya keIancaran arus angkutan barang Tanjung Pinang

Ditjen Bina Marga

PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Taniung Pinang

Riau, Sumbar

Ditjen Phb. Laut,

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk daIam jaIur merah/hijau dilaksanakan sebeIum proses pembongkaran dan atas kaoaI Integrasi port net dengan trade net daIam kerangka NSW

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Riau, Sumbar

Ditjen Bea Cukai

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen oeIavanan kaoaI dan barang Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut Iainnya Pengembangan dan Pembangunan

Peningkatan kecepatan peIayanan dokumen kapal dan barang ekspor/imoor Tersedianya standard kinerja pelayanan Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapaI dan barang eksoor !impor Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

Riau, Sumbar

Ditjen Phb. Laut

Riau, Sumbar

Ditjen Phb. Laut

Meningkatnya ketertiban Riau, Sumbar dan kelancaran operasional kendaraan di loeIabuhan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo I, Pemkot Riau, Ditjen Phb. Darat

Revitalisasi terminal petikemas menjadi total logistics service provider (LSP) ReIokasi pelayanan kepeIabuhanan Pekanbaru dari pasar bawah ke Perawang

Tersedianya peIayanan terpadu di dry port

Peningkatan kecepatan pelayanan kapal dan barang

Menurunnya waktu dan biaya operasionaI pelayanan barang bagi Ipengguna jasa Menurunnya biaya operasional peIayanan kapaI dan barang bagi Ipengguna jasa

Riau

PT.Pelindo I

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Pekanbaru, PT.KAI Ditjen Phb. Laut

Riau

PT.PelindoI

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDlLAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d2014 PENANGGUNG ,AWAB INSTANSI TERKAIT

Aksesibilitas Pembangunan akses kereta barang menuju pelabuhan Pekanbaru Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan Riau rei ke peIabuhan pelayanan kapaI dan barang dan MeningkatnY<l aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri Tersedianya jalur kereta Meningkatnya Riau, Sumbar api sepanjang 397 Km keIancaran arus barang dari kawasan industri ke pelabuhan Tersedianya jalan rei sepanjang 161 Km Meningkatnya Riau kelancaran arus barang dari kawasan industri ke peIabuhan Meningkatnya Riau, Sumbar keIancaran arus angkutan barang Ditjen Perkeretaapian PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Pekanbaru, PT. KAI

~
Ditjen Perkeretaapian

Pembangunan jaringan jaIur kereta api Duri-Pekanbaru-Muaro

Pembangunan jalan rei antara Pekanbaru-Rengat

Ditjen Perkeretaapian

PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Pekanbaru,Pemprov Riau, Pemprov Sumbar, PT. KAI PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Pekanbaru, PT. KAI PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Pekanbaru

Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke peIabuhan 6.

Tersedianya akses jaringan jalan

Ditjen Bina Marga

PELABUHANBATAM- KEPULAUANRIAU Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasional Menurunnya waktu pelayanan kapaI dan barang Batamdan sekitarnya Ditjen Phb. Laut Pelabuhan Otorita Batam ,Pemkot Batam,Pemprov Batam Pelabuhan Otorita Batam, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina Pelabuhan Otorita Batam, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina, Pelabuhan Otorita Batam, Ditjen Bea Cukai, Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina

Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu

Batamdan sekitarnya

Ditjen Phb. Laut

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kaoal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Batamdan sekitarnya

Ditjen Bea Cukai

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang ekspor/impor

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan barang ekspor /impor

Batamdan sekitarnya

Ditjen Phb. Laut

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kapal dan barang Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan Pembangunan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Batamdan sekitarnya

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Laut INSTANSI TERKAIT Pelabuhan Otorita Batam, Ditjen Bea Cukai, Ditjen lmigrasi, Karantina Pelabuhan Otorita Batam, Pemkot Batam, Ditjen Phb. Darat.

Tersedianya standard kinerja pelayanan

Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut.

Meningkatnya ketertiban Batamdan dan kelancaran sekitarnya operasional kendaraan di pelabuhan

Ditjen Phb. Laut

Revitalisasi terminal petikemas menjadi total logistics service provider (LSP) Pembangunan dermaga peti kemas sesuai kebutuhan Aksesibilitas Pembangunan akses kereta barang menuju pelabuhan Batam

Tersedianya pelayanan terpadu di dry port

Tersedianya dermaga peti kemas yang memadai

Menurunnya waktu dan biaya operasional pelayanan barang bagi pengguna jasa Meningkatnya kecepatan pelayanan

Batamdan sekitarnya

Pelabuhan Otorita Batam

Ditjen Phb. Laut,Pemkot Batam, PT.KAI Ditjen Phb. Laut

Batamdan sekitarnya

Pelabuhan Otorita Batam

Pembangunan jalan rei di Pulau Batam yang menghubungkan kawasan komersial, kawasan pelabuhan dan kawasan pemukiman padat Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan
7.

Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan Batamdan rei ke pelabuhan pelayanan kapal dan sekitarnya barang dan Meningkatny< aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri Batam dan Tersedianya jalan rei Meningkatkan aksesibilitas dan sekitarnya pelayanan kapal dan barang Tersediaya akses jaringan jalan Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang Batamdan sekitarnya

--

Ditjen Perkeretaapian

Pelabuhan Otorita Batam, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Batam, PT.KAI

Ditjen Perkeretaapian

Pelabuhan Otorita Batam, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Batam, PT.KAI Pelabuhan Otorita Batam, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Batam

Ditjen Bina Marga

PELABUHANTELUKBAYUR- SUMATERABARAT Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Sumatera Barat Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo II, Pemkot Padang, Pemprov Sumbar

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program Pelaksanaan kerja operasiona! 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam ja!ur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kaoal lntegrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kapal dan barang Pengembangan dan Pembangunan

OUTPUT Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang eksoor/imoor Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut. Tersedianya standard kinerja pelayanan

OUTCOME Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya ooerasional kapa! Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Sumatera Barat

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Laut INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo II, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina, PT.Pelindo II, Ditjen Bea Cukai, Kemenda Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo II, Pemk( Padang, Ditjen Phb. Darat. PT.Pelindo II, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

Sumatera Barat

Ditjen Bea Cukai

Menurunnya waktu dan Sumatera Barat biaya pengurusan dokumen kapal dan barang eksoor/imoor Meningkatnya ketertiban Sumatera Barat dan kelancaran operasional kendaraan di pelabuhan Meningkatnya kinerja Sumatera Barat pelayanan pelabuhan

Ditjen Phb. Laut

Ditjen Phb. Laut

Ditjen Phb. Laut

Perkuatan fasilitas dan pengadaaan alat B/M (Level Luffing Crane dan Rubber- Tyred Gantry Crane) Pelaksanaan pengerukan alur

Tersedianya fasilitas dan peralatan B/M (Level Luffing Crane dan Rubber- Tyred Gantry Crane) Peningkatan kelancaran kapal masuk dan keluar Tersedianya kapal pandu dan tunda Tersedianya pelayanan terpadu di dry port Tersedianya dermaga 1716 m dan crane

Meningkatnya kapasitas pelayanan

Sumatera Barat

PT.Pelindo II

Ditjen Phb. Laut

Pengadaan kapal pandu dan tunda Revitalisasi terminal petikemas menjadi total logistics service provider (LSP) Perpanjangan dermaga dan penambahan crane Aksesibilitas Meningkatnya jalan rellintas Sawahl unto-Tel ukbayur

Menurunnya biaya operasional pelayanan kapal dan barang bagi loengguna iasa Meningkatnya kelancaran kapal masuk dan keluar Menurunnya waktu dan biaya operasional pelayanan barang bagi loengguna jasa Meningkatnya kapasitas pelayanan

Sumatera Barat

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo II

Sumatera Barat Sumatera Barat

PT.PelindoII PT.PelindoII

Ditjen Phb. Laut Ditjen Phb. Laut, PemkotPadang,PT. KAI Ditjen Phb. Laut,

Sumatera Barat

PT.PelindoII

Tersedianya jalan rei sepanjang 156 Km

Meningkatnya kecepatan Sumatera Barat dan beban gandar

Ditjen Perkeretaapian

PT.PelindoII, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Padang, PT. KAI, Pemprov Sumbar

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program Revitalisasi terminal petikemas menjadi total logistics service provider (LSP) Pengadaan kapal pandu dan tunda

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB PT.PeIindoII INSTANSI TERKAIT Ditjen Phb. Laut, Pemkot Bandar Lampung, PT. KAI Ditjen Phb. Laut

Tersedianya pelayanan terpadu di dry port

Tersedianya kapal pandu dan tunda Tersedianya dermaga memadai

Perpanjangan dermaga

Menurunnya waktu dan Lampung biaya operasional pelayanan barang bagi pengguna iasa Meningkatnya Lampung kelancaran kapal masuk dankeluar Meningkatnya kecepatan Lampung pelayanan kapal dan barang

PT.PeIindoII

Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan Tersedianya akses jaringan jalan Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang Lampung

PT.PeIindoII

Ditjen Phb. Laut

Ditjen Bina Marga

Lanjutan pembangunan jalur ganda Tulungbuyut Blambanganumpu Pembangunan akses kereta barang menuju pelabuhan Panjang

Tersedianya jalur ganda Meningkatnya KAsepanjang 16 Km kelancaran arus barang khususnyaangkutan batubara Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan rei ke pelabuhan pelayanan kapal dan barang dan Meningkatnya aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri

Lampung, Sumatera Selatan

Ditjen Perkeretaapian

Lampung, Sumatera Selatan

Ditjen Perkeretaapian

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Bandar Lampung, PT.PeIindo II Ditjen Phb. Laut, Pemkot Bandar Lampung, PT.PeIindo II Ditjen Phb. Laut, Pemkot Bandar Lampung, PT.PeIindo II, PT. KAI

9.

PALEMBANG- SUMATERA SELATAN Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai denl!an kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya ooerasional kaoal Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan Sumatera Selatan Ditjen Phb. Laut PT.PeIindo II, Pemkot Palembang, Pemprov Sumsel PT.PeIindo II, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.PeIindo II, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

Sumatera Selatan

Ditjen Phb. Laut

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelavanan kapal dan barang

Tersedianya standard kinerja pelayanan

Sumatera Selatan

Ditjen Phb. Laut

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program Pembangunan akses kereta barang menuju pelabuhan Telukbayur

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Perkeretaapian INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Padang, PT. KAI

Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan 8. PELABUHANPANJANG- LAMPUNG Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu

Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan Sumatera Barat rei ke pelabuhan pelayanan kapal dan barang dan Meningkatny< aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri Tersedianya akses Meningkatnya Sumatera Barat jaringan jalan kelancaran arus amtkutan baran!!

Ditjen Bina Marga

PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Padang

Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terinte!!rasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kapal dan barang Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kaoal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Tersedianya standard kinerja pelayanan Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai den!!an kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya ooerasional kaoal Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang

Lampung

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo II, Pemkot Bandar Lampung, Pemprov Lampung PT.Pelindo II, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina,. PT.Pelindo II Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina,

Lampung

Ditjen Phb. Laut

Lampung

Ditjen Phb. Laut

Lampung

Ditjen Bea Cukai

Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan Pembangunan

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang eksoor/imoor Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut.

Menurunnya waktu dan Lampung biaya pengurusan dokumen kapal dan barang eksoor/imoor Meningkatnya ketertiban Lampung dan kelancaran operasional kendaraan di oelabuhan

Ditjen Phb. Laut

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo II, Ditjen Bea Cukai, Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo II, Pemkot Bandar Lampung, Ditjen Phb. Darat.

Perkuatan fasilitas dan pengadaaan alat B/M (Level Luffing Crane dan Rubber- Tyred Gantry Crane)

Tersedianya fasilitas dan Meningkatnya Kapasitas Pelayanan peralatan B/M (Level Luffing Crane dan Rubber- Tyred Gantry Crane1

Lampung

PT.PelindoII

Ditjen Phb. Laut

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Sumatera Selatan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG ,AWAB Ditjen Bea Cukai INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina,

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang

Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan angkutan batubara melalui S. Musi Pengembangan dan Pembangunan

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang ekspor/impor Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut. Peningkatan kecepatan pelayanan batubara

Menurunnya waktu dan Sumatera Selatan biaya pengurusan dokumen kapal dan barang ekspor/impor Meningkatnya ketertiban Sumatera Selatan dan kelancaran operasional kendaraan di pelabuhan Menurunnya biaya Sumatera Selatan transportasi batubara

Ditjen Phb. Laut

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo II, Ditjen Bea Cukai" Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo II, Pemkot Palembang, Ditjen Phb. Darat. Ditjen Phb. Laut, Pemprov SumseI

PT.Pelindo II

Revitalisasi terminal petikemas menjadi total logistics service provider (LSP) Perkuatan fasilitas dan pengadaaan alat B/M (Level Luffing Crane dan Rail-Mounted Gantrv Crane) Pelaksanaan pengerukan alur

Tersedianya pelayanan terpadu di dry port

Pengadaan kapal pandu dan tunda

Menurunnya waktu dan Sumatera Selatan biaya operasional pelayanan barang bagi pene:e:unaiasa Tersedianya fasilitas dan Meningkatnya Kapasitas Sumatera Selatan peralatan B/M (Level Pelayanan Luffing Crane dan RailMounted Gantry Crane) Peningkatan kelancaran Menurunnya biaya Sumatera Selatan kapal masuk dan keluar operasional pelayanan kapal dan barang bagi pengguna iasa Tersedianya kapal Meningkatnya Sumatera Selatan pandu dan tunda kelancaran kapal masuk dan keluar

PT.Pelindo II

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Palembang, PT.KAI Ditjen Phb. Laut

PT.PelindoII

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo II

PT.Pelindo II

Ditjen Phb. Laut

Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan Pembangunan jalur ganda Martapura-Tigagajah Tersedianya jaringan jalan Tersedianya jalur KA sepanjang 3S Km Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang Meningkatnya kapasitas Iintas Sumatera Selatan Ditjen Bina Marga PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Palembang PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Palembang, PT. KAI Pemprov Lampung, Pemprov Sumsel

Sumatera Selatan

Ditjen Perkeretaapian

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program Pembangunan shortcut KA Batubara Tj. Enim-Baturaja

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Sumatera Selatan, Lampung

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Perkeretaapian INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Palembang. PT.KAI Pemprov Sumsel PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Palembang. PT. KAI, Pemorov Sumsel PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Palembang. PT. KAI, Pemorov Sumsel PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Palembang. PT. KAI

Tersedianya jalur KA sepanjang 78 Km

Meningkatnya kelancaran arus barang khususnya angkutan batubara

Pembangunan jalur ganda antara Sukacinta-Kertapati

Pembangunan jalur KABatubara antara Tanjung Enim-Srengsem

Pembangunan akses kereta barang menuju Pelabuhan Palembang

Tersedianya jalur ganda Meningkatnya KAsepanjang 190 Km kelancaran arus barang khususnyaangkutan batubara Tersedianya jalur KA Meningkatnya sepanjang 300 Km kelancaran arus barang khususnya angkutan batubara Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan rei ke pelabuhan pelayanan kapal dan barang dan Meningkatny aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri

Sumatera Selatan, Lampung

Ditjen Perkeretaapian

Sumatera Selatan, Lampung

Ditjen Perkeretaapian

Sumatera Selatan, Lampung

Ditjen Perkeretaapian

10.

PELABUHANBANTEN- BANTEN Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Penerapan Service Level Agreement (SLA) pada segmen pelavanan kaval dan baranl! Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses vembonl!karan dari atas kaval Integrasi port netdengan trade net dalam kerangka NSW Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terinte!!rasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Tersedianya standard kinerja pelayanan Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang ekspor/impor Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai den!!an kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya overasional kaval Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan barang ekspor/impor Banten dan Jawa Barat Banten dan Jawa Barat Banten dan Jawa Barat Banten dan Jawa Barat Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo II, Pemprov Banten PT.Pelindo II, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina, PT.Pelindo II, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina, PT.Pelindo II , Ditjen BeaCukai, Kementrian Perdagangan,Ditjen Imi!!rasi, Karantina

Ditjen Phb. Laut

Ditjen Phb. Laut

Ditjen Bea Cukai

Banten dan Jawa Barat

Ditjen Phb. Laut

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANG DILAYANI

PERIODE/TAHUN

2010 s.d 2014

2015
s.d

2020
s.d.

PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Laut

INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo II, Pemprov Banten, Ditjen Phb. Darat.

2010 2011 2012 2013 2014 2019


Tersedianya kendaraan registrasi pengangkut.

2030

truck trailer dan

Meningkatnya ketertiban Banten dan jawa dan kelancaran Barat operasional kendaraan di pelabuhan

Pengembangan Pembangunan Bojonegoro Pengadaan

dan Pembangunan

Liquid Hub Port

Tersedianya

Hub Port

kapal pandu dan tunda

Tersedianya kapal pandu dan tunda

Meningkatnya kecepatan pelayanan kapal dan barang Meningkatnya kelancaran kapal masuk dankeluar

Banten dan jawa Barat Banten dan jawa Barat

PT.Pelindo II

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo II

Ditjen Phb. Laut

Aksesibilitas Pembangunan akses kereta barang menuju pelabuhan Bojonegara (Tonjong - Pelabuhan Bojonegara) Tersedianya akses jalan rei ke pelabuhan Meningkatnya kecepatan pelayanan kapal dan barang dan Meningkatnyc aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang Banten dan jawa Barat Ditjen Perkeretaapian PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Pemprov Banten, PT. KAI

Pembangunan Bojonegara

jalan tol Cilegon-

Tersedianya jalan

jaringan
:

Banten dan jawa Barat

Ditjen Bina Marga

PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut. Pemprov Banten

11. PELABUHAN TANjUNG PRIOK - DKI JAKARTA


Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional jam sehari dan 7 hari dalam seminggu 24 Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya ooerasional kaoal Meningkatnya kelancaran arus barang dan efisiensi biaya pemakai iasa Meningkatnya kelancaran arus barang Jabodetabek jawa Barat dan Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo II, PemprovDKI

Jabodetabek jawa Barat

dan

Fully automatic gate system jlCT

Tersedianya

Fully automatic gate system

jabodetabek JawaBarat

dan

Pelaksanaan Joint Operation TPK Koja dan JICT

Terwujudnya percepatar proses pelayanan, mempermudah operasional pelayanan Ipetikemas

Jabodetabek jawa Barat

dan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo II, Ditjen Bea CUkai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo I1,Ditjen Phb. Laut, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina Ditjen Phb. Laut

Direksi jlCT

PT.Pelindo II jlCT

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program Pengembangan Jakarta Hub Port

OUTPUT Peningkatan kapasitas pelabuhan

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDlLAYANI Jabodetabek dan Jawa Barat Jabodetabek dan JawaBarat

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d2014 PENANGGUNG ,AWAB PT.PelindoII INSTANSI TERKAIT Ditjen Phb. Laut

Pengembangan oil & gas terminal

joint in/out gate TPK Koja dan JICT Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kapal dan barang Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Meningkatnya kecepatan pelayanan kapal dan baranJ:( Tersedianya oil & gas Meningkatnya kecepatan terminal pelayanan kapal dan barang dan Menurunnya biaya operasional pelayanan kapal dan barang bagi pengguna jasa Terwujudnya kerja sarna Meningkatnya dan pengawasan kelancaran arus barang Tersedianya standard Meningkatnya kinerja kinerja pelayanan pelayanan pelabuhan Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang

PT.PelindoII

Ditjen Phb. Laut

Jabodetabek dan JawaBarat Jabodetabek dan Jawa Barat Jabodetabek dan Jawa Barat

PT.PelindoII JICT Ditjen Phb. Laut,

Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo II, Ditjen Bea Cukai, Ditjen lmigrasi, Karantina Ditjen Phb. Laut, PT.Pelindo II, Ditjen Imigrasi, Karantina

Ditjen Bea Cukai

Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan Pembangunan

Peningkatan kecep~tan pelayanan dokumen kapal dan barang ekspor/impor Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut.

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan barang ekspor/impor Meningkatnya ketertiban dan kelancaran operasional kendaraan di pelabuhan

Jabodetabek dan Jawa Barat

Ditjen Phb. Laut

Jabodetabek dan Jawa Barat

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo II, Ditjen BeaCukai" Kemendag, Ditjen lmiwasi, Karantina PT.Pelindo II, Pemprov DKI,Ditjen Phb. Darat.

Perkuatan fasilitas dan pengadaaan alat B/M (Level Luffing Crane & Container Crane) Pelaksanaan pengerukan dan turning basin

Tersedianya fasilitas dan peralatan B/M (Level Luffing Crane dan Container Crane) Peningkatan kelancaran kapaI masuk dan keluar

Meningkatnya Kapasitas Jabodetabek dan Pelayanan Jawa Barat

PT.PelindoII

Ditjen Phb. Laut

Meningkatnya & perkuatan lapangan 301, 302 & 303 untuk terminal peti kemas

Peningkatan kapasitas CY

Menurunnya biaya operasional pelayanan kapal dan barang bagi penJ:(J:(una iasa Meningkatnya Yard Through Put (TIP)

Jabodetabek dan Jawa Barat

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo II, PemprovDKI

Jabodetabek dan Jawa Barat

PT.PelindoII

Ditjen Phb. Laut

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program Pengadaan kapal pandu dan tunda

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Jabodetabek dan JawaBarat Jakarta dan sekitarnya

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB PT.PelindoII INSTANSI TERKAIT Oitjen Phb. Laut

Pembangunan lahan parkir truk Aksesibilitas Pembangunan jalan rei akses Cikarang (dry port Jababeka) menuju Pelabuhan Tanjung Priok Perpanjangan jalur rei KAdari Pasoso ke IICT/Koja

Meningkatnya Tersedianya 4 unit pembersih sampah, dan kelancaran kapal masuk 1 unit kaoal oandu dankeluar Tersedianya lahan Meningkatnya parkir truk seluas 3,5 Ha kelancaran arus barang

Pemprov OKIJakarta

Oitjen Phb. Laut, PT.Pelindo II

Tersedianya akses jalan Meningkatnya rei sepanjang 15 km kelancaran arus barang

Cikarang, Karawang dan sekitarnya

Oitjen Perkeretaapian

Pembangunan rei jalur ganda di lintas utara Pulau Jawa yaitu Stasiun Jakarta-Kalimas Surabaya

Tersedianya jalur rei KA Meningkatnya Iabodetabek dan sepanjang 3,2 km kelancaran arus barang Jawa Barat khususnya angkutan peti kemas dan perkembangan kawasan industri Tersedianya rei jalur Meningkatnya kapasitas PulauJawa ganda sepanjang 459 km menjadi 1000 peti kemas perhari

Ditjen Perkeretaapian

PT.Pelindo II, PT. KAI, Oitjen Phb.Laut, Pemprov OKI, Pemkot Tangerang. PT.Pelindo II, PT. KAI, Oitjen Phb Laut, PemkotOKI

Ditjen Perkeretaapian

Pembangunan shortcut Parungpanjang - Citayam

Tersedianya jalur KA sepanjang 28,3 Km

Pembangunan jalur KANamboBekasijCikarang

Peningkatan kapasitas jalur KA

Pembangunan jalan tol akses Tanjung Priok Pembangunan jalan layang Tarum Barat
Overpass Tol Jakarta - Cikampek dan Jalan Akses (akses dryport

Tersedianya jaringan jalan Tersedianya jaringan jalan Tersedianya jaringan jalan

Meningkatnya kelancaran arus barang dengan pengalihan arus barang tidak melalui I Jakarta Meningkatnya kelancaran arus barang dengan pengalihan arus barang tidak melalui IJakarta Meningkatnya kecepatan kelancaran arus barang

Banten,OKI Jakarta, Jawa Barat

Ditjen Perkeretaapian

PT.Pelindo II, PT. KAI, Oitjen Phb Laut, PemprovOK!, Pemprov Jatim, Pemprov lateng PT.Pelindo II, PT. KAI. PT.Pelindo II Cabang Tanjung Priok, Pemprov labar PT. KAI,Pemprov OK!,Pemprov Jabar

Banten,OKI lakarta, Jawa Barat

Oitjen Perkeretaapian

Jakarta

Oitjen Bina Marga

Meningkatnya kecepatan Cikarang dan kelancaran arus barang sekitarnya Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang Cikarang, . Karawang dan sekitarnya

Oitjen Bina Marga

Oitjen Bina Marga

Cikarang)

Pemprov OKI,Oitjen Phb Oarat, Pemprov Ilabar Pemprov OKI,Ditjen Phb Oarat, Pemprov Ilabar Pemprov OKI,Oitjen Phb Oarat, Pemprov labar

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG ,AWAB INSTANSI TERKAIT

12.

PELABUHANPONTIANAK- KALIMANTANBARAT Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu TelWUjudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya ooerasional kaoal Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan Kalimantan Barat Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo II, Pemkot Pontianak, Pemprov Kalbar PT.Pelindo II Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo II, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo II

Kalimantan Barat

Ditjen Phb. Laut

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelavanan kapal dan barang Pelaksanaan pengerukan

Tersedianya standard kinerja pelayanan

Kalimantan Barat

Ditjen Phb. Laut

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kaDal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Peningkatan kelancaran Menurunnya biaya kapal masuk dan keluar operasionaI pelayanan kapal dan barang bagi pengguna iasa Menurunnya waktu Tersedianya sistem informasi yang pelayanan kapal dan terintegrasi barang

Kalimantan Barat

Ditjen Phb. Laut

Kalimantan Barat

Ditjen Bea Cukai

PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo II, Ditjen Bea Cukai, Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo II, Pemkot Pontianak, Ditjen Phb. Darat

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang ekspor/impor Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan barang ekspor/impor

Kalimantan Barat

Ditjen Phb. Laut

Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan Pembangunan

Meningkatnya ketertiban Kalimantan Barat dan kelancaran operasional kendaraan di pelabuhan

Ditjen Phb. Laut

Revitalisasi terminal petikemas menjadi total logistics service provider (LSP) Pengadaan kapal pandu dan tunda

Tersedianya pelayanan terpadu di dry port

Tersedianya kapal pandu dan tunda

Menurunnya waktu dan biaya operasional pelayanan barang bagi IDem!l!Una iasa Meningkatnya kelancaran kapal masuk dan keluar

Kalimantan Barat

PT.PelindoII

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Pontianak, PT.KAI Ditjen Phb. Laut

Kalimantan Barat

PT.PelindoII

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program Perkuatan fasilitas dan pengadaaan alat B/M (Level Luffing Crane dan Container Crane) Aksesibilitas Pembangunan jalur KAantara Pontianak-MempawahSingkawang-Sambas Pembangunan akses kereta barang menuju Pelabuhan Pontianak

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGD1LAYANI Kalimantan Barat

PERIODE/TAHUN

2010 s.d 2014

2015 2020
s.d. s.d.

PENANGGUNG JAWAB PT.PelindoII

INSTANSI TERKAIT Ditjen Phb. Laut

2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030

Tersedianya fasilitas Meningkatnya Kapasitas dan peralatan B/M Pelayanan (Level Luffing Crane dan Container Crane)

Pengembangan dan pemantapan jaringan jaIan Temajo-PontianakPutussibau dan TemajoPontianak-Ketaoang Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan

Tersedianya jalur kereta Meningkatnya kelancaran Kalimantan Barat api sepanjang 176 km dan menurunnya biaya operasional pelayanan kapal dan barang bagi oengguna iasa Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan Kalimantan Barat rei ke pelabuhan pelayanan kapal dan barang dan Meningkatnya aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri Tersedianya jaringan Meningkatnya Kalimantan Barat jaIan keIancaran arus barang

Ditjen Perkeretaapian

PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Pontianak, PT. KAI, Pemprov KaIbar PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Pontianak, PT. KAI

Ditjen Perkeretaapian

Ditjen Bina Marga

Pemkot Pontianak, Pemprov kaIbar

Tersedianya akses jaringan jalan

Meningkatnya keIancaran arus angkutan barang

Kalimantan Barat

Ditjen Bina Marga

PT.Pelindo II, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Pontianak

13. PELABUHANTANJUNGEMAS- JAWA TENGAH


Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional PeIaksanaan kerja operasional24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasional kapaI Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang Jawa Tengah, Yogjakarta Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo III, Pemkot Semarang, Pemprov Jateng PT.Pelindo III, Ditjen Bea CUkai,Ditjen Imigrasi, Karantina, PT.Pelindo III , Ditjen Phb. Laut, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

Jawa Tengah, Yogjakarta

Ditjen Phb. Laut

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses oembongkaran dari atas kaoal

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Jawa Tengah, Yogjakarta

Ditjen Bea Cukai

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program lntegrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANG DILAYANI Jawa Tengah, Yogjakarta

PERIODE/TAHUN

2010 s.d 2014

2015
s.d.

2020
s.d.

PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Laut

INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo BeaCukai, Kemendag, Ditjen III, Ditjen lmigrasi, Karantina 1II , Ditjen

2010 2011 2012 2013 2014 2019


Peningkatan pelayanan kecepatan dokumen Menurunnya dokumen waktu dan biaya pengurusan kapal dan kinerja Jawa Tengah, Yogjakarta Jawa Tengah, Yogjakarta di barang ekspor/impor standard Meningkatnya pelayanan

2030

kapal dan barang ekspor /impor Penerapan Agreement pelayanan Service Level (SLA) pada segmen kapal dan barang Tersedianya kinerja pelayanan Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut.

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo

pelabuhan ketertiban kendaraan

Bea Cukai, Ditjen lmigrasi, Karantina Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo 1II,

Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya

Meningkatnya dan kelancaran operasional pelabuhan

Pemkot Semarang, Ditjen Phb. Darat.

Pengembangan

dan Pembangunan Tersedianya terpadu pelayanan Menurunnya waktu dan Jawa Tengah, Yogjakarta PT.Pelindo 1II Ditjen Phb. Laut, Pemkot Semarang, PT.KAI PT.Pelindo 1II Ditjen Phb. Laut

Revitalisasi terminal petikemas menjadi total logistics service provider (LSP) Perpanjangan dermaga

di dry port

biaya operasional pelayanan barang bagi pengguna jasa kapasitas Meningkatnya pelayanan

Tersedianya memadai

dermaga

Jawa Tengah, Yogjakarta

Aksesibilitas Reaktivasi Pelabuhan jalan rei menuju Tanjung Emas Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan Jawa Tengah, Yogjakarta Ditjen Perkeretaapian Ditjen Phb. Laut, Pemkot Semarang, PT. KAI, PT.Pelindo 1II

rei ke pelabuhan

pelayanan kapal dan barang dan Meningkatny< aksesibilitas perkembangan industri dan kawasan

Pemantapan akses jaringan ke pelabuhan

jalan

Tersedianya jaringan jalan

akses

Meningkatnya kelancaran angkutan arus barang

Jawa Tengah, Yogjakarta

Ditjen Bina Marga

PT.Pelindo Phb. Laut

III, Ditjen

14. PELABUHAN T ANJUNG PERAK - JAW A TIMUR


Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Terwujudnya perencanaan pembangunan terintegrasi Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan JawaTimur Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo 1II, Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim

yang

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI JawaTimur

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Laut INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo III, Ditjen Bea CUkai,Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo III , Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina,

Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses oembolllzkaran dari atas kanal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya ooerasional kaoal Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang

JawaTimur

Ditjen Bea Cukai

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen oelavanan kaoal dan barang Kerjasama bisnis logistik dan angkutan barang dari dan ke pelabuhan dengan menggunakan sarana kereta api Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan Pembangunan

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang eksnorlimoor Tersedianya standard kinerja pelayanan Peningkatan kapasitas jalurKA

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan barang eksoor /imoor Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

JawaTimur

Ditjen Phb. Laut

JawaTimur

Ditjen Phb. Laut

Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut

Meningkatnya JawaTimur kelancaran arus barang dengan pengalihan arus barang tidak melalui akarta Meningkatnya ketertiban jawaTimur dan kelancaran operasional kendaraan di Inelabuhan

Direksi PT.KA

PT.Pelindo III, Ditjen Bea CUkai,Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo III , Ditjen Bea CUkai,Ditjen Imigrasi,Karantina. PT.Pelindo III, Ditjen Perkertaapian, Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo III, Pemkot Surabaya, Pemprov jatim, Ditjen Phb. Darat.

Ditjen Phb. Laut

Pembangunan dan pengoperasian terminal multipurpose Teluk Lamong

Tersedianya fasilitas terminal multipurpose

Mengembalikan posisi pipa gas KODECO ke posisi yang aman bagi keselamatan pelayaran dan nenQ"embanQ"an Pelabuhan Ti.Perak Pembangunan terminal curah cair di Nilam Utara

Peningkatan kecepatan pelayanan kapal dan barang Tersedianya terminal curah cair

JawaTimur Meningkatnya kualitas pelayanan jasa kepelabuhanan akibat terbatasnya areal pengembangan di sekitar Pelabuhan TaniunR Perak Menurunnya biaya Jawa Timur operasional pelayanan kapal dan barang bagi pengguna jasa Meningkatnya kecepatan JawaTimur pelayanan kapal dan barang dan Menurunnya biaya operasionaI pelayanan kapal dan barang bagi pengguna liasa

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo III, Pemkot Surabaya

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo III, Pemkot Surabaya, Kementrian ESDM PT.Pelindo III, Pemkot Surabaya, PT. KAIdan Ditjen Bina Marga

Ditjen Phb. Laut

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program Pengembangan dan Pengelolaan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS)

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDlLAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Laut INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo III

Tersedianya alur pelayaran

Konversi terminal konvensional menjadi terminal multipurpose di NiiamTimur

Tersedianya terminal multipurpose

.
Aksesibilitas Reaktivasi jalan rei menuju Pelabuhan Tanjung Perak

Meningkatnya kecepatan jawa Timur pelayanan kapal dan barang dan Menurunnya biaya operasional pelayanan kapal dan barang bagi pengguna liasa Mampu menangani arus jawaTimur petikemas dengan kapasitas 245 ribu TEU's/thn Menurunnya kongesti dan kelancaran Ipelayanan bongkar muat

PT.Pelindo III

Ditjen Phb. Laut

Pemantapan jalan tol Bandara juanda-Tanjung Perak 15.

Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan jawaTimur rei ke pelabuhan pelayanan kapal dan barang dan Meningkatnya aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri Tersedianya jaringan Meningkatnya jawa Timur jalan kelancaran arus angkutan barang

Ditjen Perkeretaapian

Ditjen Phb. Laut, PT. KAI.PT.Pelindo III, Pemkot Surabaya

Ditjen Bina Marga

PT.Pelindo III, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Phb. Darat

PELABUHANBANJARMASIN - KALIMANTAN SELATAN Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasional kapal Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo III, Pemkot Banjarmasin, Pemprov Kalsel PT.Pelindo III , Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina, PT.Pelindo III, Ditjen BeaCukai, Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina

Ditjen Bea Cukai

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Ditjen Phb. Laut

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDlLAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Laut INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo III, Pemkot Banjarmasin

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kapaI Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan Pembangunan

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapaI dan barang eksoor/imoor Tersedianya standard kinerja pelayanan

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan barane eksoor /imoor Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut

Kalimantan Selatan, Kalimantan Ten/(ah Kalimantan Selatan, Kalimantan Teneah Meningkatnya ketertiban Kalimantan dan kelancaran Selatan, operasionaI kendaraan di Kalimantan oelabuhan Ten/(ah

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo III, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina. PT.Pelindo III, Pemkot Banjarmasin, Ditjen Phb. Darat

Ditjen Phb. Laut

Pengembangan fUll container

Tersedianya full
container

Revitalisasi terminal petikemas menjadi total logistics service provider (LSP) Aksesibilitas Pembangunan jalur KAantara Banjarmasin- Palangkaraya

Tersedianya pelayanan terpadu di dry port

Meningkatnya kecepatan pelayanan kapaI dan barang dan Menurunnya biaya operasionaI pelayanan kapaI dan barang bagi pengguna asa Menurunnya waktu dan biaya operasionaI pelayanan barang bagi oengguna iasa

Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah

PT.Pelindo III

Ditjen Phb. Laut

Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah

PT.Pelindo III

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Banjarmasin, PT.KAI

Tersedianya jalur KA sepanjang 138 Km

Pembangunan jalur KAmenuju pelabuhan Banjarmasin

Tersedianya jalur KA

Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan

Tersedianya )aringan jalan

Meningkatnya kelancaran arus barang dari kawasan industri ke oelabuhan Meningkatnya kecepatan pelayanan kapaI dan barang dan Menurunnya biaya operasionaI pelayanan kapal dan barang bagi pengguna asa Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang

Kalimantan Selatan, Kalimantan Ten/(ah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah

Ditjen Perkeretaapian

PT.Pelindo III, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Banjarmasin, PT. KAI PT.Pelindo III, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Banjarmasin,Pemkot Palangkaraya, Pemprov KaIsei, Pemprov Kalteng, PT. KAI PT.Pelindo III, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Banjarmasin

'--

Ditjen Perkeretaapian

Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah

Ditjen Bina Marga

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSfANSI TERKAIT

16.

PELABUHANTENAUKUPANG- NUSATENGGARATIMUR Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terinteRrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai denRan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasional kapal Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang Nusa Tenggara Timur Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo Ill, Pemkot Kupang, PemprovNTI PT.Pelindo Ill, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina,

Nusa Tenggara Timur

Ditjen Phb. Laut

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembonRkaran dari atas kapal lntegrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Nusa Tenggara Timur

Ditjen Bea Cukai

PT.PeIindo Ill, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelavanan kapal dan baranR Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan Pembangunan

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang ekspor jimpor Tersedianya standard kinerja pelayanan Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut.

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan baranR ekspor!impor Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

Nusa Tenggara Timur

Ditjen Phb. Laut

Nusa Tenggara Timur

Ditjen Phb. Laut

Meningkatnya ketertiban Nusa Tenggara dan kelancaran Timur operasional kendaraan di pelabuhan

Ditjen Phb. Laut

PT.PeIindo III , Ditjen BeaCukai" Kemendag, Ditjen ImiRfasi, Karantina PT.PeIindo Ill, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.PeIindo Ill, Pemkot Kupang, Ditjen Phb. Darat.

Pembangunan dedicated terminal baik untuk curah kering, curah cair dan perluasan car terminal Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan

Tersedianya kapasitas
dedicated terminal

Meningkatnya kelancaran arus barang

Nusa Tenggara Timur

PT.PeIindo III

Ditjen Phb. Laut

Tersedianya akses jaringan jalan

Meningkatnya kelancaran arus anRkutan baranR

Nusa Tenggara Timur

Ditjen Bina Marga

PT.PeIindo Ill, Ditjen Phb. Laut, Pemkot KupanR

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGD1LAYANI

PERIODE/TAHUN

2010 s.d 2014

2015 2020
s.d. s.d.

PENANGGUNG JAWAB

INSTANSI TERKAIT

2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030

17. PELABUHANBENOA- BALI


Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya ooerasional kaoal Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang Bali, Nusa Tenggara Barat '.

,
Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo III. Pemprov Bali

Bali, Nusa Tenggara Barat

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo III, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina, PT.Pelindo III , Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina,

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses oembongkaran dari atas kaoal Integrasi port net dengan trade net daIam kerangka NSW

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Bali, Nusa Tenggara Barat

Ditjen Bea Cukai

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen oeIavanan kaoal dan baranl! Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Aksesibilitas Pembangunan jalan rei di Pulau Bali Pembangunan akses kereta barang menuju peIabuhan Benoa

Peningkatan kecepatan peIayanan dokumen kapal dan barang eksoor/impor Tersedianya standard kinerja pelayanan Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapaI dan barang ekspor/imoor Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

Bali, Nusa Tenggara Barat

Ditjen Phb. Laut

Bali, Nusa Tenggara Barat

Ditjen Phb. Laut

Meningkatnya ketertiban Bali, Nusa dan kelancaran Tenggara Barat operasional kendaraan di Ipelabuhan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo III , Ditjen BeaCukai., Kemendag, Ditjen Imigrasi. Karantina PT.Pelindo III, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo III, Pemprov Bali, Ditjen Phb.Darat

Tersedianya jaIan rei

Pembangunan konstruksi jembatan Serangan-Tanjung Benoa

Meningkatnya kecepatan pelayanan kapal dan baranl! Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan reI ke pelabuhan pelayanan kapal dan barang dan Meningkatnya aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri Tersedianya jembatan Meningkatnya jaringan sepanjang 7,5 Km pelayanan

Bali

Ditjen Perkeretaapian

Bali

Ditjen Perkeretaapian

PT.Pelindo III, Ditjen Phb. Laut. Pemprov Bali, PT. KAI PT.Pelindo III, Ditjen Phb. Laut, Pemprov Bali, PT. KAI

Bali, Nusa Tenggara Barat

Ditjen Bina Marga

PT.Pelindo III, Ditjen Phb. Laut, Pemprov Bali

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan

OUTPUT

OUTCOME

Tersedianya akses jaringan jalan

Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang

PERIODE/TAHUN KAWASAN 2015 PRODUKSI 2010 s.d 2014 s.d. YANGDILAYANI 2010 2011 2012 2013 2014 2019 Bali,Nusa Tenggara Barat

2020 s.d. 2030

PENANGGUNG JAWAB Ditjen Bina Marga

INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo III, Ditjen Phb. Laut, Pemprov Bali

18.

PELABUHANSAMARINDA- KALIMANTANTIMUR Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai denllan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasional kanal Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang Kalimantan Timur

Kalimantan Timur

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Kalimantan Timur

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim PT.Pelindo IV,Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina

Ditjen Phb. Laut

Ditjen Bea Cukai

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kaoal dan barang Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan Pembangunan

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang ekspor/impor Tersedianya standard kinerja pelayanan Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut.

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan baranl! ekspor!imoor Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

Kalimantan Timur

Ditjen Phb. Laut

Kalimantan Timur

Ditjen Phb. Laut

Meningkatnya ketertiban Kalimantan Timur dan kelancaran operasional kendaraan di oelabuhan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Ditjen Bea Cukai, Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV,Pemkot Samarinda, Ditjen Phb. Darat.

Pembangunan dermaga dan terminal penumpang di Terminal Palaran Pengoperasian Terminal Palaran Pengembangan dermaga dan lapangan penumpukan petikemas, multipurpose, curah cair dan curah kering di Terminal Palaran

Tersedianya kapasitas dermaga dan terminal Tersedianya kapasitas terminal Tersedianya dermaga danlapangan penumpukan

Meningkatnya pelayanan Kalimantan Timur Meningkatnya pelayanan Kalimantan Timur Meningkatnya pelayanan Kalimantan Timur

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Samarinda PT.PeIindo IV Ditjen Phb. Laut

Ditjen Phb. Laut PT.Pelindo IV

NO.

PELABUHAN - PROPINSI Program Penataan lahan Pelabuhan Samarinda Lama sebagai kawasan komersial dan oublik Revitalisasi terminal petikemas menjadi total logistics service provider (LSP) Penyiapan alur pelayaraan Pelabuhan Samarinda dengan kedalaman Min.-6,OO MLWS dengan lebar 100M Pemasangan dan pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi sepanjang alur oelayaran Pelabuhan Samarinda Deklarasi dan pengoperasian Terminal Petikemas Palaran (dalam waktu 6 bulan)

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANG DILAYANI 2010 Kalimantan Timur Kalimantan Timur

PERIODE/TAHUN 2010 s.d 2014 2011 2012 2013 2014 2015 s.d. 2019 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG ,AWAB PT.Pelindo IV INSTANSI TERKAIT Ditjen Phb. Laut

Tersedianya pelabuhan

lahan

Meningkatnya pelayanan

kapasitas

Tersedianya pelayanan terpadu di dry port

Tersedianya alur pelayaran kedalaman minimal- 6 m LWS Ketersediaan SBN pada alur pelayaran Tersedianya pengoperasian Terminal Petikemas Palaran

Menurunnya waktu dan biaya operasional pelayanan barang bagi oenl!lmna iasa Meningkatnya pelayanan pelabuhan terbuka untuk 24 jam dan jaminan keselamatan pelayaran Meningkatnya jaminan keselamatan pelayaran Meningkatkan keIancaran dan produktivitas pelayanan B 1M netikemas

PT.Pelindo

IV

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Samarinda, PT.KAI PT.Pelindo IV, Pemprov Kaltim

Kalimantan Timur

Ditjen Phb. Laut

Kalimantan Timur Kalimantan Timur

--

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Pemprov Kaltim PT. PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut

Aksesibilitas Pengembangan akses jaringan dan pemantapan jalan ke pelabuhan Tersedianya akses jaringan jalan Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang Kalimantan Timur Ditjen Bina Marga PT.Pelindo IV, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Samarinda PT.Pelindo IV, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Samarinda, Pemprov KaItim, Pemkot Bontalll~, PT. KAI PT.Pelindo IV, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Samarinda, Pemkot BaIikpapan, Pemprov Kaltim, PT. KAI PT.Pelindo IV, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Samarinda,Pemprov Kaltim, PT. KAI PT.Pelindo IV, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Samarinda, PT. KAI

Pembangunan jalur KA antara Bontang-Samarinda

Teresedianya jalur KA sepanjang 69 Km

Meningkatnya Kalimantan kelancaran arus barang Timur khususnya komoditi batu bara Kalimantan Meningkatnya Timur kelancaran arus barang khususnya komoditi batu ,. bara Kalimantan Timur

Ditjen Perkeretaapian

Pembangunan jalur KA antara Samarinda-Balikpapan

Tersedianya jalur KA sepanjang 104 Km

Ditjen Perkeretaapian

Pembangunan jalur KA antara Samarinda- TenggarongKotabangun Pembangunan akses kereta barang menuju pelabuhan Samarinda

Tersedianya km

jalur KA 78 Meningkatnya kelancaran arus barang khususnya komoditi batu bara Meningkatnya kecepatan peIayanan kapal dan barang dan Meningkatny aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri

Ditjen Perkeretaapian

Tersedianya akses jalan rei ke pelabuhan

Kalimantan Timur

Ditjen Perkeretaapian

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

19.

PELABUHANMAKASSAR- SULAWESISELATAN Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasional kapal Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang Sulawesi Selatan.

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Pemkot Makassar, Pemprov Sulsel PT.Pelindo IV,Ditjen Bea CUkai,Ditjen lmigrasi, Karantina, PT.Pelindo IV, Ditjen Phb. Laut, Ditjen lmigrasi, Karantina

Sulawesi Selatan.

Ditjen Phb. Laut

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal lntegrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Sulawesi Selatan.

Ditjen Bea Cukai

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen velavanan kapal dan barang. Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan Pembangunan

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang ekspor limp or Tersedianya standard kinerja pelayanan Tersedianya registrasi . truck trailer dan kendaraan pengangkut

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan barang ekspor!impor Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

Sulawesi Selatan.

Ditjen Phb. Laut

Sulawesi Selatan

Ditjen Phb. Laut

Meningkatnya ketertiban Sulawesi Selatan dan kelancaran operasional kendaraan di pelabuhan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV,Ditjen BeaCukai" Kemendag, Ditjen lmigrasi, Karantina PT.Pelindo IV, Ditjen Bea CUkai,Ditjen lmigrasi, Karantina PT.Pelindo IV, Pemkot Makassar, Ditjen Phb. Darat

Revitalisasi terminal petikemas menjadi total logistics service provider (LSP) Optimalisasi Terminal Petikemas Makassar melalui penambahan alat bongkar muat petikemas di . terminal veti kemas eksistin.Q Pembangunan pelabuhan baru (Makassar New Port) untuk terminal petikemas, penumpang, curah dangeneral cargo (Dedicated Terminan

Tersedianya pelayanan terpadu di dry port

Peningkatan kecepatan pelayanan peti kemas

Menurunnya biaya operasional pelayanan barang bagi pengguna asa Meningkatnya kapasitas terminal peti kemas

Sulawesi Selatan

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Makassar, PT. KAI Ditjen Phb. Laut

Sulawesi Selatan

PT.Pelindo IV

Kapasitas pelabuhan

Meningkatnya kapasitas pelayanan

Sulawesi Selatan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Pemkot Makasar

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program Pembangunan In-land Container Depo di Pelabuhan Makassar Aksesibilitas

OUTPUT Tersedianya In-land Container

OUTCOME Meningkatnya kapasitas pelayanan

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Sulawesi Selatan

PERIODE/TAHUN

2010 s.d 2014

2015 2020
s.d s.d.

PENANGGUNG JAWAB PT.Pelindo IV

INSfANSI TERKAIT Ditjen Phb. Laut

2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030

Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan Pembangunan jalur KAantara MakassarPare-pare

Tersedianya akses jaringan jalan Tersedianya jalur KA sepanjang 128 Km

Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang Meningkatnya aksesibilitas

Sulawesi Selatan

Ditjen Bina Marga

Sulawesi Selatan

Ditjen Perkeretaapian

Pembangunan akses kereta barang menuju pelabuhan Makassar

Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan Sulawesi Selatan rei ke pelabuhan pelayanan kapal dan barang dan Meningkatny aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri

Ditjen Perkeretaapian

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Makassar, PT.Pelindo IV,PT. KAI Ditjen Phb. Laut, Pemkot Makassar, Pemkot Pare-Pare, Pemprov Sulsel, PT. KAI,PT.Pelindo IV Ditjen Phb. Laut, Pemkot Makassar, PT.Pelindo IV,PT. KAI

20. PELABUHANBALIKPAPAN- KALIMANTAN TIMUR


Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya onerasional kanal Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang Kalimantan Timur

Sulawesi Selatan

-,

Ditjen Phb. Laut,

PT.Pelindo IV, Pemkot Balikpapan, Pemprov Kaltim PT.Pelindo IV,Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina

Ditjen Phb. Laut

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Kalimantan Timur

Ditjen Bea Cukai

Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya


I I I

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang eksnor/imnor Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut.

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan baranl1 eksnor/imnor Meningkatnya ketertiban dan kelancaran operasional kendaraan di
np\"huh,," .c ----- -------,

Kalimantan Timur

Ditjen Phb. Laut

Kalimantan Timur
, , ,
,

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Ditjen BeaCukai" Kemendag, Ditjen Imil1rasi,Karantina PT.Pelindo IV, Pemkot Balikpapan, Ditjen Phb. Darat.

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen peIayanan kaDal Pengembangan dan Pembangunan

OUTPUT Tersedianya standard kinerja peIayanan

OUTCOME Meningkatnya kinerja peIayanan peIabuhan

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Kalimantan Timur

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Laut INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo IV, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

Penataan Terminal Semayang untuk peIayanan penumpang, RoRo Perpanjangan dermaga di Kawasan Kampung Baru untuk peIayanan perintis dan peIayaran rakvat Pembangunan Terminal Kariangau untuk pelayanan petikemas, curah kering, curah cair dan general cargo (multipurposed) Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan Pembangunan jaIur KAbatubara antara Muara Wahau-Lubuk Tutung Kaltim Pembangunan jalur KAbatubara antara Puruk Cahu-Balikpapan

Tersedianya Dedicated Terminal penumpang, Roro dan kawasan komersiaI Tersedianya dermaga di pelabuhan

Meningkatnya kapasitas pelayanan

Kalimantan Timur

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Balikpapan

Meningkatnya kapasitas peIayanan

Kalimantan Timur

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Balikpapan

Tersedianya terminal Meningkatnya kapasitas untuk peIayanan peIayanan petikemas, curah kering, curah cair dangeneral cargo (multipurposed)

Kalimantan Timur

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Balikpapan

Pembangunan akses kereta barang menuju Pelabuhan Balikpapan 21.

Meningkatnya kelancaran arus anl!kutan baranl! Tersedianya jaIur KA Meningkatnya sepanjang 150 Km kelancarab arus barang khususnya komoditi batubara Tersedianya jaIur KA Meningkatnya sepanjang 350 Km keIancarab arus barang khususnya komoditi batubara Tersedianya akses Meningkatnya kereta barang sepanjang kelancaran arus barang 350 Km khususnya batubara

Tersedianya akses jaringan jaIan

Kalimantan Timur Kalimantan Timur

Ditjen Bina Marga

Ditjen Perkeretaapian

Kalimantan Timur

Ditjen Perkeretaapian

Kalimantan Timur

Ditjen Perkeretaapian

PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut, Pemkot Balikpapan PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut, Pemkot Balikpapan, Pemprov Kaltim, PT. KAI PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut, Pemkot Balikpapan, Pemprov Kaltim, PT. KAI PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut, Pemkot Balikpapan,PT.KAI

PELABUHANBITUNG- SULAWESIUTARA Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintel!rasi Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai denl!an kebutuhan Sulawesi Utara

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Pemkot Bitung, Pemprov SuIut

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Sulawesi Utara

PERIODE/TAHUN 2015 s.d 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Laut INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo IV,Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina

Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasional kapal Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang

Sulawesi Utara

Ditjen Bea Cukai

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelavanan kapal dan barang Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan Pembangunan

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang eksporjimpor Tersedianya standard kinerja pelayanan Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut.

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan barang eksporjimpor Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

Sulawesi Utara

Ditjen Phb. Laut

Sulawesi Utara

Ditjen Phb. Laut

Meningkatnya ketertiban Sulawesi Utara dan kelancaran operasional kendaraan di pelabuhan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Ditjen BeaCuka~Kemenda~ Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV,Ditjen Phb.Darat

Pembangunan In-Land Container Depo Penataan dan Perkuatan Terminal Konvensional Bitung untuk pelayanan multipurpose, curah cair, curah kering dan penumpang Revitalisasi terminal petikemas menjadi total logistics service provider (LSP) Perpanjangan dan pembangunan dermaga dan lapangan petikemas Terminal Petikemas Bitung Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan

Tersedianya In-Land Container Depo Tersedianya terminal konvensional

Meningkatnya kapasitas Sulawesi Utara peIayanan Meningkatnya Sulawesi Utara keselamatan operasional pelabuhan Menurunnya waktu dan Sulawesi Utara biaya operasional pelayanan barang bagi pengguna iasa Meningkatnya pelayanan Sulawesi Utara

PT.Pelindo IV PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Bitung Ditjen Phb. Laut

Tersedianya pelayanan terpadu di dry port

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Bitung, PT. KAI Ditjen Phb. Laut

Tersedianya Dermaga sepanjang 600 m' dan Lapangan Penumpukan seluas 5 Ha

PT.Pelindo IV

Tersedianya akses jaringan jalan

Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang

Sulawesi Utara

Ditjen Bina Marga

PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut, Pemkot Bitung. Pemprov Sulut

NO.

PELABUHAN- PRQPINSI Program Pembangunan jalan tol antara Manado-Bitung

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Sulawesi Utara

PERIODE/TAHUN

2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d2014

PENANGGUNG JAWAB Ditjen Bina Marga

INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut Pemkot Bitung, Pemprov Sulut PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut, Pemkot Bitung, Pemprov Sulut, PT. KAI PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut PT. KAI

Tersedianya jaringan jalan

Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang

Pembangunan jalur rei antara Manado-Bitung

Tersedianya jalur rei sepanjang 48 km

Pembangunan akses kereta barang menuju Pelabuhan Bitung

Menurunnya biaya Sulawesi Utara operasional pelayanan kapal dan barang bagi loengguna iasa Tersedianya akses jalan Meningkatnya kecepatan Sulawesi Utara rei ke pelabuhan pelayanan kapal dan barang dan Meningkatny< aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri

Ditjen Perkeretaapian

Ditjen Perkeretaapian

22. PELABUHANAMBON- MALUKU


Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasional kapal Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang Maluku

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Pemkot Ambon, Pemprov Maluku PT.Pelindo IV,Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV, Ditjen Phb. Laut Ditjen Imigrasi, Karantina

Maluku

Ditjen Phb. Laut

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merahjhijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Maluku

Ditjen Bea Cukai

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kapal dan barang Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang ekspor !impor Tersedianya standard kinerja pelayanan Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan barang ekspor/impor Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

Maluku

Ditjen Phb. Laut

Maluku

Ditjen Phb. Laut

Meningkatnya ketertiban Maluku dan kelancaran operasional kendaraan di Ipelabuhan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo I V, Ditjen BeaCukai" Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV, Pemkot Ambon, Ditjen Phb. Darat.

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDlLAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

Pengembangan

dan Pembangunan Tersedianya dermaga sepanjang 1.500 m Meningkatnya pelayanan Maluku PT.Pelindo IV Ditjen Phb. Laut

Perpanjangan dan perkuatan dermaga untuk terminal petikemas dan multipurpose Perluasan dan pembangunan lapangan petikemas, curah cair, curah kering, general cargo, dan pembangunan ICD

Tersedianya lapangan peti kemas, curah cair, curah keringgeneral cargo, dan pembangunan ICD seluas 5 Ha

Meningkatnya pelayanan Maluku

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut

Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan 23. PELABUHANBIAK- PAPUA Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintel!rasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai denl!an kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya overasional kaval Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang Biak Tersedianya jaringan jalan Meningkatnya kelancaran arus anl!kutan baranl! Maluku Ditjen Bina Marga PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut, Pemkot Ambon

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Pemkot Biak, Pemprov Papua PT.Pelindo IV,Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina

Biak

Ditjen Phb. Laut

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses vembongkaran dari atas kaval Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

Biak

Ditjen Bea Cukai

Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kapal dan barang

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang eksvor /imvor Tersedianya standard kinerja pelayanan

Menurunnya waktu dan biaya pengurusan dokumen kapal dan barang eksvor/imoor Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

Biak

Ditjen Phb. Laut

Biak

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Ditjen Bea Cukai, Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Pengembangan dan Pembangunan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Laut INSTANSI TERKAIT Pelindo VI,Pemkot Biak, Ditjen Phb. Darat

Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut

Meningkatnya ketertiban Biak dan kelancaran operasional kendaraan di oelabuhan

Penataan dan pembangunan lapangan petikemas Replacement dan perpanjangan dermaga untuk pelayanan penumpang, petikemas dan multipurpose Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan 24. PELABUHANJAYAPURA- PAPUA Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu

Tersedianyalapangan peti kemas Tersedianyan dermaga

Meningkatnya kecepatan Biak pelayanan kapal dan baranl! Meningkatnya kecepatan Biak pelayanan kapal dan barang

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut

Tersedianya akses jaringan jalan

Meningkatnya kelancaran arus anl!kutan baran"

Biak

Ditjen Bina Marga

PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut, Pemkot Biak

Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembom!karan dari atas kapal Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya

Meningkatnya Terwujudnya perencanaan pembangunan yang pembangunan yang terintegrasi dan sesuai terinte!!fasi denl!an kebutuhan Penurunan Turn Round Meningkatnya produktivitas dan Time (TRT) kapal menurunkan biaya ooerasional kaoal Menurunnya waktu Tersedianya sistem informasi yang pelayanan kapal dan terintegrasi barang

Papua

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Pemkot jayapura, Pemprov Papua PT.Pelindo IV,Ditjen Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina PT.Pelindo IV, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina

Papua

Ditjen Phb. Laut

Papua

Ditjen Bea Cukai

Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut

Integrasi port net dengan trade net Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen dalam kerangka NSW kapal dan barang ekspor/impor

Meningkatnya ketertiban Papua dan kelancaran operasional kendaraan di Ipelabuhan Menurunnya waktu dan Papua biaya pengurusan dokumen kapal dan baranl! eksoor limoor

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Pemkot jayapura, Ditjen Phb. Darat PT.Pelindo I , Ditjen Bea Cukai, Kemendag, Ditjen Imigrasi, Karantina

Ditjen Phb. Laut

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kapal dan barang Pengembangan dan Pembangunan

OUTPUT Tersedianya standard kinerja pelayanan

OUTCOME Meningkatnya kinerja pelayanan pelabuhan

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Papua

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Laut INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo IV, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

Perkuatan, replacement dan perpanjangan dermaga serta pemasangan alat B/M peti kemas untuk pelayanan peti kemas

Pemasangan Luffing Crane (Ship to Shore Crane) untuk kegiatan Bongkar Muat Petikemas di pelabuhan eksistin,q Perpanjangan dermaga untuk pelayanan petikemas dan multipurpose

Tersedianya dermaga Meningkatnya kapasitas Papua dan alat B/M peti kemas dan kecepatan pelayanan bongkar muat dan Menurunnya biaya operasional pengguna Ijasa Tersedianya fasilitas Meningkatnya Kapasitas Papua dan peralatan B/M Pelayanan (Level Luffing Crane) Tersedianya dermaga petikemas dan multipurpose Meningkatnya kapasitas Papua dan kecepatan pelayanan bongkar muat dan Menurunnya biaya operasional pengguna Ijasa Meningkatnya pelayanan Papua Meningkatnya pelayanan Papua

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut, PBM

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut,

Penataan dan pembangunan lapangan petikemas Pengembangan pelabuhan jangka panjang di Depapre Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan 25.

Tersedianyalapangan peti kemas Tersedianya pelabuhan jangka panang

PT.Pelindo IV PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut, Pemkot Papua Ditjen Phb. Laut, Pemkot Papua

Tersedianya akses jaringan jalan

Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang

Papua

Ditjen Bina Marga

PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut, Pemkot Papua

PELABUHANSORONG- PAPUA BARAT Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasional kapal Papua Barat

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Pemkot Sorong, Pemprov Papua Barat PT.Pelindo IV,Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina,

Papua Barat

Ditjen Phb. Laut

NO.

PELABUHAN- PROPINSI Program Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW

OUTPUT Tersedianya sistem informasi yang terintegrasi

OUTCOME Menurunnya waktu pelayanan kapal dan barang

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Papua Barat

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG ,AWAB Ditjen Bea Cukai INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo IV, Ditjen Phb. Laut, Ditjen Imigrasi, Karantina

Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelavanan kapal dan barang Pengembangan dan Pembangunan

Peningkatan kecepatan pelayanan dokumen kapal dan barang ekspor /impor Tersedianya registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut. Tersedianya standard kinerja pelayanan

Menurunnya waktu dan Papua Barat biaya pengurusan dokumen kapal dan barang ekspor /impor Meningkatnya ketertiban Papua Barat dan kelancaran operasional kendaraan di oelabuhan Meningkatnya kinerja Papua Barat pelayanan pelabuhan

Ditjen Phb. Laut

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Ditjen BeaCukai, Kemendag, Ditjen ImilZI"asi, Karantina PT.Pelindo IV, Pemkot Sorong, Ditjen Phb. Darat. PT.Pelindo IV, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

Ditjen Phb. Laut

Perkuatan,perpanjangan dermaga dan pemasangan alat B/M peti kemas untuk pelayanan peti kemas

Pembangunan lapangan penumpukan petikemas dan pembangunan ICD Pemasangan Luffing Crane (Ship to Shore Crane) untuk kegiatan bongkar muat petikemas Pengembangan Pelabuhan Jangka Panjang di Arar, Kabupaten Sorong Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan

Meningkatnya kapasitas Papua Barat Tersedianya dermaga dan alat B/M peti kemas dan kecepatan pelayanan bongkar muat dan Menurunnya biaya operasional pengguna asa Meningkatnya kapasitas Papua Barat Tersedianya lapangan penumpukan peti kemas pelayanan seluas 5 Ha Tersedianya 1 unit Luffing Crane (Ship to Shore Crane) Tersedianya pelabuhan untuk jangka panjang Meningkatnya kapasitas pelayanan Meningkatnya kapasitas dan kecepatan pelayanan bongkar muat Papua Barat

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV

Ditjen Phb. Laut

Papua Barat

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV

Tersedianya akses jaringan jalan

Meningkatnya kelancaran arus angkutan barang

Papua Barat

Ditjen Bina Marga

PT.Pelindo IV,Ditjen Phb. Laut, Pemkot Sorong

GAMBAR L1-1 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI PELABUHAN LHOKSEUMAWE - NANGGROE ACEH DARUSSALAM
AksesibiUtas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan , ', Pembangunan jalan ~l BaadaMeh -LhQkseumawe Besltang ,,',' Pembangunan akses kereta ba:rangmeaujupelabuhan Lhokseumawe

Optimasl

Slnkronisasi masterplan dengan Cetak Blru Slstem LogistikNasional Pelaksan hari sent Pertgem barartg dilaks atask Integras
NSW

Penera segmen Pengembiingan slstentregistraSi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya
Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L1-2 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MUL TIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DJ PELABUHAN BELAWAN - SUMATERA UTARA

Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merahjhijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari ataskapal Inte~rasi port netdengantrade netdalam kerangka NSW .. Pen~raJlflnServiCeLe"elAp,.eement (SLA)pada se~~npelaya~a.n kapaldanbarjillg Pr~~lllIqe~~ll~~~e~~~s~~itt"UCktr(liler dan . ltenEl~~aJlpen~a.~~ljilJlnya, ..

Pengembangan dan Pembangunan Revitalisasi terminal petikemas menjadl total logistics service provider (LSP)

Aksesibilitas -~ Reaktivasi jalan rei antara MedanBelawan Pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan Pembangunan akses kereta barang menuju pelabuhan Belawan

Jaringan KAyang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR Ll-3 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG


Df PELABUHAN DUMAf - RIAU

Jaringan jalan yang akan dikembangkan Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional Jaringan Jalan Toll

GAMBAR Ll-4 PENGEMBANGAN TRANSPORT ASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG OJ PELABUHAN TANJUNG PJNANG - KEPULAUAN RIAU
Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sisternt()~~ Nasional Pelaksanaan kerja operaslona124'~~s seminggu .. ' ........ . .... Penerapan Servi~eLeV~1 . kapaldan~~J1l~\i'

Pen2el1lbanaa

.' .

1. JariRgaR JalaSinkronisasi masterplan denean (elak Biru Sistem Logistik Nasional


7 Pe'~kc:::m~::mkeri~ nner~c:inn~l 74 i~m

GAMBAR Ll-5 PENGEMBANGAN TRANSPORT ASI ANTARMODA/MUL TIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI PELABUHAN PEKAN BARU - RIAU

Optlmasl Sinkronisasi masterplan dengan ce.tak Biru Sistem Logistik NasionaI Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau diJaksanakan sebelum proses pembongkaralll dari atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW Penerapan Service Level Ayreement (SLA) pada segmen pelayanan kapal dan barang Pengembangan sistem reglstrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainnya

Jaringan jalan yang akan dikembangkan Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalanl Eksisting Jaringan jalan Nasional Jaringan Jalanl Toll

GAMBAR Ll-6 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMOOA/MULTIMOOA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG 01 PELABUHAN BAT AM - KEPULAlIJAN RIAU

. .... .

TAN.TIINGPlNANG
QptlmasJ":.'Y
0

'<

Ct!t.ak ~~;sfstemLogLs8 Naslonat '~"'.. . ' PelakSanaan'lcerja operaslonal 24 jam . ' 7 harl seminggu Pengembangan mekanlsmepemberltahuan statqs barang masuk dalam jalu~. h/hijaudilaksanakan sebelumproses pemb4>ng~ . atas kapal" Integraslr? engan trade net d penerapaJl Servile .LevelAgreemeht (5 .::kapal'dan ;.. .. ;, . Jaringarn Jalan Eksisting Jaringarn jalan Nasional '. 'Penge' pengang

Sinkron~i;masterplalldenPn

GAMIAR Lt-7 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMOOA/MULTIMOOA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG OJ PELABUHlAN TELUK BAYUR - SUMATERA BARAT
Optima 51

Sinkronisasi masterptan dengan Cetak 8iru Sistem Logistik NasiOnal PeIaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu .Pengembangan mekanlsme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merahjhijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW Pengembangan sistem registrasi truck tratler dan kendaraan pengangk1lLt lainnya Penerapan Service Level
. .. , ' Anrp.p.mp.nt rSJ.A) nada ~f!gmp.n '.' '.- ' *

Aksesibilitas Meningkatlllyajalan rellintas Sawahlunto-Telukbayur Pembanguman akses kereta barang menuju pelabuhan Telukbayur Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan

Jaringan KA yang akan dikembangll::an Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR Ll-8 PENGEMBANGAN TRANSPORTASJ ANTARMODA/MULTJMODA UNTUK KELANCARANI ARUS BARANG OJ PELABUHAN PANJANG - LAMPUNG

Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

I Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Bini Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sebari dan 7 hari semingg1ll I Penerapan Service LevelAgreement (SLA)pada segmen pelayanan kapal dan barang Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur I merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapaI Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW I Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut Iainnya

._-----------------------------------------1
.:n::bangan .:gkutan batubara m:IUJi

GAMBAR L1!-9 PENGEMBANGAN TRANS'ORTASJ ANTARMODA/MUL TJMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DJ PALEMBANG - SUMATERA SELATAN

:M:

Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan Pembangunan jalur ganda Martapura- Tigagajah Pembangunan shortcut KABatubara Tj. Enim-Baturaja Pembangunan jalur ganda antara Sukaclnta-Kertapati Pembangunan jalur KABatubara antara Tanjung Enim-Srengsem Pembangunan akses kereta barang menuju PelalllUhanPalembang

Pengembangan dan pembangunan" ,. '," .. ,' IIlevitaIisasiterminal petikemas menjadi total fogistics service proVider (LSP) ',', , Perkuatan fasilltas dan pengadaaan alat B/M (Level Luffing Crane dan Rail-Mounted Gantry
. Crane)

Jaringan jalan yang akan dikembangkan Jaringan KA yamg akan dikembangkam Jaringan KA eksisting Jaringan .lalan Eksisting Jaringan jalan Nasional Jaringan .lalan Toll

'

aan

na,anpengerukan alur Ita dan tunda

GAMB:ARIi.l-l0 PENGEMBANGAN TRANSPORTASJ ANTARMOOA/MULTJMOOA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG OJ PELABUHlAN HANTEN - BANTEN

Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L1J-ll PENIGEMBANGANTRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA. UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DIPELABUHAN TANJUNG PRIOK
OptJ.n~<::
Sinkronisasi masterplan denganCetakBf Nasional . . <i< Pelaksanaan kerja operasional24Jam sehari dan.7 seminggu Fully automatic gate system IICT PelaksanaanJoint Operation TPK Koja dan IICT engembangan Jakarta Hub Port Il1bangan.oil &gas terminal gQ~TPK Koja dan IICT J.,~elAgreement (SLA)pada segmen
..~g

""P~Il1P~ritahuanstatus baran

Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR Ll-12 PENGEMBANGAN TRANSPORT ASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCAIAN ARUS BARANG DIPELABUHAN PONTIANAK - KALIMANTAN BARAT
AkseslbiUtas Pembangunan jalur KAantara Pontianak-Mempawah-Slngkawang-Sambas Pembangunan akses kereta barang menuju Pelabuhan Pontianak Pengembangan dan pemantapan jaringan jalan Temajo-Pontlanak-Putussibau dan Temajo-Pontlanak-Ketapang Pengembangan dan pemantapan abes jaringan jalan ke pelabulan

Pengembangan dan Pembangunan Revitalisasi terminal petikemas menjadi total IOl}isticsservice provider (LSP) Pengadaan kapal pandu dan tunda Perkuatan fasillitasdan pengadaaan alat 81M
(L~velLuffing Crane dan Container Crane)

GAMBAR Ll13 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMOOA/MUL TIMOOA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG 01 PJELABUHANTANJUNG EMAS - JAWA TENIGAH

Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional24 jam sehMi dan 7 hari seminggla Pengembangam mekanisme pemberitahuan status barnng masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal Integrasi port lIet dengan trade net dalam kerangka NSW Penerapan Service Level Agreement (SLA) pada segmen pelayanan kapal dan barang Penl!embanl!am sistem re2istrasi truck trailer dan kendaraan

Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR Ll-1l4 PENGEMBANGAN TRANSPORT ASI ANTARMOO~/MULTIMOOA UN1IUK KELANCARAN ARUS BARANG 01 PELABUHAN TANJUNG PERAK - JAWA TIMUR
Optlm.~' .
Sinkronisasi masterp/an dengan Cetak Blro Sis Pelaksanaan kerja operaslonal24 jam sehari dan' ..Pengembangan mekanisme pemberitahuan status:barang Itll'lllerah/hljau dilaksanakan sebelum proses pembongkararid

Aksesibilitas Reaktivasi jalan rei men~u Pelabuhan Tanlung Perak 7. Pemantapan plan tol Bandara JPengembangan full .. container .

Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR Ll-1S PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DiIPEtABUHAN BANJARMASIN - KALIMANTAN SELATAN

Optimasi Slnkronisasi masterplan dengan Cetak lIliruSistem Logistik Nasional Pelatsanaan kerja operasional24 jam sehaIi dan 7 hari seminggu Pengembangan mekamisme pemberltahuan status barang masuk dalam jalur merah/hljau dilaksanakan sebelum prosespembongk'.a.ran dariatas kapal Integrasi port netdengan tradenetdalamkel'al1gkaN~ Pen~rapanServiceL~IAgree~ellt (SLAl.pada~gro.~Il~I~Y!ll,lan~pal . F'engE!ll1bangan.si~em.r~i.ttUClC:ti"Qilerti~~Eln~nP!E!n~gku~]Clil1nya

Jarlngan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR Ll-16 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MUL TIMODA 1IJNTUKKELANCARAN ARUS BARANG DIPELABUHAN TENAU KUPANG - NUSA TENGGARA TIMUR
I I I I

--------------11
Ji>embangunandedicated terminal baik untuk curah kering, curah cair dan perluasan car terminal
_ Optlmas!

.1- _._.__

Sinkronisasi masterplan dengan Cetak 8iru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaram dari atas kapal Integras! port net dengan trade net dalarn kerangka NSW II Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segrnen pelayanan kapal dan [I barang

Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L117 'ENGEMBANGAN TRANSPORTASf ANTARMODA/MUL TfMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG Df PELABUHAN BENOA - BALI

SinkJronisasim NasiCllnal .

Logistik

Pelaksanaan seminggu . .

..

Ppn~mh;ln17;m mpk;lni!';mp npmhprit;lhll;ln ~;ltll!'; !tJ;lr;lmr

Jaringan Jallan Eksisting Jaringan jalan Nasiona!1

GAMBAR Ll-18 PENGEMBANGANITRANSPORTASI ANTARMOIJ)A/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI PELABUHAN SAMARINDA - KALiMANifAN TIMUR

pengelnban~n~a.~~iC Pembangunan dermagadllDtemtbta Terminal Palaran Pengoperasiall Terminal Palaran Pengembangan dermaga dan lapanganpelliUlt\ptlkan petikemas, multipurpose. curah cair danClilrallkenngttl;<> T~nnln~l Palaran. . . ../>< ..!~~nataalliaban PeIabuhan Samarinda Lama sebagai ka~n' Id~I)Pt1b1fk 1l1,lllpetikemasmenjadl totalloyistics service n Pelabuhan Samarinda dengan . I1lebar 100M

Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR Ll-19 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DIPELABUHAN MAKASSAR - SULAWESI SELATAN

Optlmasi

Sinkronisasi masterp/an demganCetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan keIrjaoperasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merahjhijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal lntegrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kapal dan barang. Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan JIlengangkutlainnya

Pengembangan dan Pembangunan Revitalisasi terminal petikemas menjadi tot61logistics service provider (LSP) Optimalisasi Terminal Petikemas Makassar melahJ.i penambahan alat bomgkar muat petikemas di terminal peti kemas eksisting Pembang/lnan pelabnhan baru (Makassar New Port) untuk terminal petikemas, penumpang, curah dangeneral cargo (Dedicated Terminal) PembanglJnan In-land Container Depo di Pelabuhan Makassar

Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalamke pelabuhan Pembangunan jalur KAantara Makassar-Pare-pare Pembangunan akses kereta barang menuju pelabuhan Makassar
JaringalO KA yang akan dikembangkan Jaringaln Jalan Eksisting JaringalO jalan Nasional

GAMBAR L1-20 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DIPELABUHAN BALIKPAPAN - KALIMANTAN TIMUR

Optimasi

",.Ii".'"

Sinkronisasi masterplan dengan Cetak 8iru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Pengembangan mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkaran dari atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraan pengangkut lainmya Penerapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen pelayanan kapal

Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan Jalam Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR Ll21 PiENGEMBANGANTRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI PELABUHAN BITUNG,- SULAWESI UTARA
~
Optlmasi Si kronisasi masterplan dengan Cetak Bihl Sistem Logistik N ional Pe aksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari se inggu Pe gembangan mekanisme pemberitahuan status barang m suk dalal!lljalur merah/hijiau dilaksanakan sebelum pr ses pembongkaran darl atas kapal In.egrasi port net dengan trade net dalam kerangka NSW Pe erapan Service Level Agreement (SLA)pada segmen

Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L1-22 P'ENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUKKELANCARAN ARUS; BARANG Df PELABUHAN AMBON - MALUKU
Optlmasl

Sinkronisasi master plan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operaslonal 24 jam seharl dan 7 harf seminggu Pengembangan rnekanlsrne pernberitahuan status barang rnasuk dalam jalur merah/hijau dilaksanakan sebelum proses pembongkamm dMi atas kapal Integrasi port net dengan trade net dalam keraagka NSW Penerapan Service Level'Agreement (SLA) pada segrnen peJ:aya kapal dan barang Pengembangan sistem registrasi tnJ.ck trailer da pengamgkut lalnnya

~ Sllul

Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBARLl-23

PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUKKELANCARAN ARUS BARANG DIPELABUHAN BIAK - PAPUA

Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR Ll24 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTJMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DJ PELABUHAN JAYAPURA - PAPUA
R"llr1llJl!.'Jr Gowayl&ansyat
Matiweja Sawe~ Abumapeh

J Monoarem

S~

Aksesibilitas Pengembangan dan pemantapan akses jaringan jalan ke pelabuhan

Jaringan Jalan Eksisting Jalringan jalan Nasional

GAMBAR Ll-25 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KEtANCARAN ARUS BARANG DJ PELABUHAN SORONG - PAPUABARAT
Optimasi Sinkronisasi masterplaTl denganC~ta~IUru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerjaoperasional 24 jam seharl.dan 7 har! seminggJ.! Pengembangfln mekanisme pemberitahuan status barang masuk dalam jalur merah/hljau dilaksanakan sebelum prosespembongkaran dariiatas kapal .... lntegrasi port net dengfiR trade net dalam kerangka NSW.... Pengembangan sistem registrasi truck trailer dan kendaraarlpengangkutlainnya Penerapa~ Service Level.Agreement (SLA)padil.segmen pelayanankapal danbarang

!J
Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasionall

LAMPJRAN2. MATRJKS PROGRAM PENGEMBANGAN ANTARMODA/MULTJMODA UNTUK PENJNGKATAN KELANCARAN ARUS BARANG DJTERMINAL KHUSUS

LAMPI RAN 2. MATRIKS PROGRAM PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODAjMULTIMODA UNTUK PENINGKATAN KELANCARAN ARUS BARANG DI TERMINAL KHUSUS
KAWASAN PRODUKSI YANG DlLAYANI PERIODE/TAHUN 2010 s.d 2014 2010 2011 2012 2013 2014 2015 s.d. 2019 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG ,AWAB INSTANSI TERKAIT

NO.

PELABUHAN - PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

I. 1.

TERMINAL KHUSUS BATUBARA BALlKPAPAN - KALIMANTAN TlMUR Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Terwujudnya perencanaan pembangunan terintegrasi yang Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas menurunkan operasional Aksesibilitas Pembangunan Jalur KA batu bara antara Muara Wahau-Lubuk Tutung, KaItim Tersedianya jalur KA Peningkatan pelayanan kecepatan kapal dan Kalimantan Timur Ditjen Perkeretaapian PT.Pelindo IV, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Balikpapan, Pemprov PT.KAI Kaltim, dan biaya kapal Kalimantan Timur Kalimantan Timur

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Pemkot Balikpapan, Pemprov Kaltim

Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo IV, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

barang dan kelancaran arus barang dan Menurunnya operasional pengguna biaya pelayanan jasa kecepatan kapal dan Kalimantan Timur Ditjen Perkeretaapian

kapal dan barang bagi Pembangunan Jalur KA batu bara antara Puruk Cahu-Balikpapan Tersedianya jalur KA Peningkatan pelayanan PT.PeIindo IV, Ditjen Phb. Laut, Pemkot BaIikpapan, Pemprov PT.KAI Kaltim,

barang dan kelancaran arus barang dan Menurunnya biaya operasional pengguna pelayanan jasa kapal dan barang bagi

NO.

PELABUHAN - PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANG DILAYANI

PERIODE/TAHUN 2010 s.d 2014 2010 2011 2012 2013 2014 2015 s.d. 2019 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

2.

KOTABARU - KALIMANTAN SELATAN Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu TelWujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya onerasional Kalimantan Selatan

II"

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo III, Pemkot Kota Baru, Pemprov Kalsel PT.Pelindo III, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

Kalimantan Selatan

Ditjen Phb. Laut

Aksesibilitas Pembangunan sistem jaringan !intas berpotensi Batubara pada ruas Buntok - Tj Selatan Tersedianya sistem jaringan !intas berpotensi Batubara pada ruas Buntok - Tj Selatan Meningkatnya kecepatan pelayanan kapal dan barang dan kelancaran arus barang Kalimantan Selatan Ditjen Perkeretaapian PT.Pelindo III, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Balikpapan, Pemprov Kalsel, PT.KAI

3.

SAMARINDA - KALIMANTAN TIMUR

Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu TelWujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya onerasional Kalimantan Selatan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo III, Pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim PT.Pelindo III, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina,

Kalimantan Selatan

Ditjen Phb. Laut

4.

BANJARMASIN - KALIMANTAN SELATAN Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Logistik Nasional TelWujudnya perencanaan pembangunan terintegrasi Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Banjarmasin

Ditjen Phb. Laut

yang

PT.Pelindo III, Pemkot Banjarmasin, Pemprov KaIsel

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program Pelaksanaan kerja operasional24 jam sehari dan 7 hari seminggu

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANG DILAYANI Banjarmasin

PERIODE/TAHUN

2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d2014

PENANGGUNG ,AWAB Ditjen Phb. Laut

INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo III, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina Ditjen Phb. Laut

Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal

Peresmian pengoperasian Banjarmasin

TPK

Tersedianya peti kemas

terminal

Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya ooerasional Meningkatnya kecepatan pelayanan kapal dan barang dan kelancaran arus barane:

Banjarmasin

PT.Pelindo

III

II.

TERMINAL KHUSUS CPO BELAWAN - SUMATERA UTARA Optimasi Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Terwujudnya perencanaan pembangunan terintegrasi Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasional Binjai, Belawan, Hamparan Perakdan Kuala Namu Binjai, Belawan, Hamparan Perakdan Kuala Namu

1.

yang

Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu

Penurunan turn Round Time (TRT) kapal

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo I, Pemkot Medan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

Aksesibilitas

Pembangunan jaringan Medan-Belawan

jalan rei

Tersedianya akses jalan rei ke pelabuhan

Meningkatnya kecepatan pelayanan kapal dan barang dan Meningkatnya aksesibilitas dan perkembangan kawasan industri

Binjai, Belawan, Hamparan Perakdan Kuala Namu

Ditjen Perkeretaapian

PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Pekanbaru, PT. KAI,Pemprov Sumut

2.

DUMAIOptimasi

RIAU

Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional

Terwujudnya perencanaan pembangunan terintee:rasi

yang

Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dene:an kebutuhan

Riau

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo I, Pemkot Medan

NO.

PELABUHAN PROPINSI Program Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANG D1LAYANI Riau

PERIODE/TAHUN

2010 s.d 2014

2015
s.d.

2020
s.d.

PENANGGUNG ,AWAB Ditjen Phb. Laut

INSTANSI TERKAIT PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

2010 2011 2012 2013 2014 2019

Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal

Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya operasionaI

2030

Aksesibilitas

Pengembangan jaringan jalan rei lintas Rantau Prapat-Duri-Dumai

Tersedianya jalan reI

jaringan

Perluasan

area pelabuhan

Tersedianya area pelabuhan seluas 3000 Ha

Peningkatan kecepatan pelayanan kapal dan barang dan kelancaran arus barang dan Menurunnya biaya operasional pelayanan kapal dan barang bagi pengguna jasa Meningkatnya kapasitas pelayanan

Riau

Ditjen Perkeretaapian

PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Pekanbaru, PT. KAI

Riau

PT.Pelindo

Ditjen Phb. Laut

3.

PEKANBARU - RIAU Optimasi

Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Sistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu

TelWujudnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi Penurunan Turn Round Time (TRT) kapal

Meningkatnya pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dene:an kebutuhan Meningkatnya produktivitas dan menurunkan biaya ooerasional

Riau

Riau

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo I, Pemkot Medan

Ditjen Phb. Laut

PT.Pelindo I, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Karantina

Aksesibilitas

Pembangunan jaringan Pekanbaru-Rengat

jalan reI

Tersedianya jaringan jaIan reI sepanjang 161 Km

Meningkatnya Kelancaran arus barang

Riau

Ditjen Perkeretaapian

PT.Pelindo I, Ditjen Phb. Laut, Pemkot Pekanbaru, Pemprov Riau, PT. KAI

GAMBAR L2-1 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI TERMINAL KHUSUS CPO BELAWAN - SUMATERA UTARA

Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L2-2 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI TERMINAL KHUSUS CPO DUMAI - RIAU

____ ____ ____

Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L2-3 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI TERMINAL KHUSUS CPO PEKANBARU - RIAU

~~~:~
.' <3
I) ~ ~

-~ ............ ... ...... t\ , ............. T~JlJiGP ii '."."'" \~"'o ~ "~

CJ:. ....."\
Optlmasl e Sinkronisasi masterplandellgan Cetak 8iru Sistem Logistik Nasional ePelaksanaankerja hari seminggu operasional24 jam sehari dan 7

Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L2-4 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI TERMINAL KHUSUS BATUBARA BALIKPAPAN - KALIMANTAN TIMUR

Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L2-5 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMOOA/MULTIMOOA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG 01 TERMINAL KHUSUS BATUBARA KOTABARU - KALIMANTAN SELATAN

"-r'1jljr Nquorilollu

Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 harf seminggu Pembangunan sistem jaringan lintas berpotensi Batubara pada ruas Buntok - Tj Selatan

Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L2-6 PENGEMBANGAN TRANSPORTASJ ANTARMODA/MULTJMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DJ TERMINAL KHUSUS BATUBARA SAMARINDA - KALIMANTAN TIMUR

Sinkronisasi masterplan clengan Cetak BiruSistem Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional24 jall'lsehari clan 7 hari seminggu

Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L2-7 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MUL TIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI TERMINAL KHUSUS BATUBARA BANJARMASIN - KALIMANTAN SELATAN

Sinkronisasi masterplan dengan Cetak Biru Logistik Nasional Pelaksanaan kerja operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Peresmian pengoperasian TPK Banjarmasin

Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

LAMPIRAN3. MATRIKS PROGRAM PENGEMBANGAN ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK PENINGKATAN KELANCARAN ARUS BARANG DI BANDAR UDARA

LAMPIRAN3. MATRIKS PROGRAM PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MUL TIMODA UNTUK PENINGKA TAN KELANCARAN ARUS BARANG DI BANDAR UDARA
KAWASAN PRODUKSI YANGD1LAYANI PERIODE/TAHUN

NO.

BANDARUDARA- PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

2010 s.d 2014-

2015 2020
s.d. s.d.

PENANGGUNG JAWAB

INSTANSI TERKAIT

2010 2011 2012 2013 2014- 2019 2030

1. BANDARA SOEKARNO-HATTA-BANTEN
Optimasi City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo impor Instalasi peralatan cargo weighting terintegrasi dengan xray cargo, history image & record weightin.q Instalasi sistem handling kargo udara dengan Unit Load Devices (ULm Pengembangan dan Pembangunan system roller Tersedianya instalasi roller dan freighter Tersedianya System EDI Tersedianya terminal kargo baru Tersedianya gudang kargo eksisting Meningkatnya kelancaran pelayanan kanw Meningkatnya kelancaran pelayanan karlm Meningkatnya kapasitas pelayanan kargo Jakarta, Jawa Barat. Banten Jakarta, Jawa Barat, Banten Jakarta, Jawa Barat. Banten Jabodetabek dan Jawa Barat Jabodetabek dan Jawa Barat PT. Angkasa Pura" Ditjen Phb. Udara Tersedianya fasilitas city check in Tersedianya peralatan cargo weighting Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Jabodetabek & Jawa Barat Jakarta, Jawa Barat, Banten

--

PT.Angkasa Pura "

Ditjen Phb. Udara, CIQ,Kemendag Ditjen Phb. Udara

PT. Angkasa Pura"

Tersedianya sistem kargo udara dengan Unit Load Devices

Jakarta, Jawa Barat, Banten

PT. Angkasa Pura"

Ditjen Phb. Udara

Instalasijpengadaan danfreighter

Pengembanganjinstalasi System Electronic Data Interchange (EDI) Perencanaan, perancangan dan pembangunan terminal kargo bam Pembangunan Gudang

PT. Angkasa Pura "

Ditjen Phb. Udara

PT. Angkasa Pura "

Ditjen Phb. Udara

Pembangunan gudang pershable dan cold storage

Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan carao distribution

Menngkatnya pelayanan bandara sebagaigateway Indonesia dan Karim Hub Meningkatnya Tersedianya gudang kargo eksisting pepelayanan kinerja bandara sebagai gateway Indonesia dan Kargo Hub Tersedianya fasilitas Meningkatnya cargo consolidation dan kelancaran pelayanan kargo cargo distribution

PT. Angkasa Pura"

Ditjen Phb. Udara

Jabodetabek & Jawa Barat

PT. Angkasa Pura "

Ditjen Phb. Udara

PT. Angkasa Pura "

Ditjen Phb. Udara

NO.

BANDARUDARA PROPINSI Program Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandara Pengadaan alat bongkar/muat
containerized cargo

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGD1LAYANI Jabodetabek dan sekitarnya labodetabek & Jawa Barat Jabodetabek & lawa Barat

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Darat, Pemprov. DKl,Banten, labar PT.Angkasa Pura II INSTANSI TERKAIT PT. Angkasa Pura II. Pemprov /kot. labodetabek Ditjen Phb. Udara

Tersedianya angkutan pemadumoda Tersedianya peralatan bongkar muat Tersedianya peralatan bongkar muat intermoda

Meningkatnya pelayanan perpindahan moda Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo intermoda

Pengadaan alat bongkar/muat kargo intermoda Aksesibilitas Perencanaan. perancangan dan pembangunan jalur KAantara Manggarai-Soekarno Hatta Membangun trayek KAkhusus Ml (Tangerang-Kota)

PT.Angkasa Pura II

Kemenhub. KemenPU

Tersedianya jaringan KAsepanjang 33 KM

Tersedianya jaringan KA

Pengadaan dan pengoperasian


trucking system

Tersedianya peralatan
trucking system

Penataan/meningkatnya aksesibilitas dari dan ke kargo area 2.

Meningkatnya aksesibilitas kargo

Meningkatnya kelancaran aksesibilitas dan keterpaduan antarmoda Meningkatnya kelancaran aksesibilitas dan keterpaduan antarmoda Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo

Banten. DKI Jakarta. Jawa Barat

Ditjen Perkeretaapian

~
Jakarta.lawa Barat. Banten Jakarta, Jawa Barat. Banten

Ditjen Perkeretaapian

PT. Angkasa Pura II

PT. KAI.PT.Angkasa Pura II, Ditjen Phb. Udara. Pemprov. DKI lakarta dan Banten PT. KAI,PT.Angkasa Pura II. Ditjen Phb. Udara, Pemprov. DKI lakarta dan Banten Ditjen Phb. Udara

PT.Angkasa Pura II

Ditjen Phb. Udara

BANDARAKUALANAMU - SUMATERAUTARA Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Pengembangan dan Pembangunan Tersedianya fasilitas
city check in

Adanya manajemen pergudangan

Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo

Sumatera Utara

PT.Angkasa Pura II

Ditjen Phb. Udara

City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo impor

Pengaturan/penataanflow kargo ke/dari terminal kargo domestik ke/dari terminal kargo internasional

Teraturnya/ tertatanya flow kargo

Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo

Sumatera Utara

Sumatera Utara

PT.Angkasa Pura II

Ditjen Phb. Udara, CIQ,Kemendag Ditjen Phb. Udara

PT.Angkasa Pura II

NO.

BANDARUDARA PROPINSI Program Instalasi dan pengoperasian trucking system 6-tier Perencanaan,perancangan,dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and quarantie clearance; penyelesaian administrasi eksporjimpor one stop Pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution Pembangunan terminal kargo Pengadaan alat bongkar jmuat containerized cargo Pengadaan alat bongkarjmuat kargo intermoda Pengadaan kereta barang ke terminal kargo

OUTPUT Tersedianya trucking system 6-tier Tersedianya fasilitas dry port

OUTCOME Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Sumatera Utara

PERIODEjTAHUN 2015 2020 s.d. .s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d2014 PENANGGUNG ,AWAB PT. Angkasa Pura II INSTANSI TERKAIT Ditjen Phb. Udara

Sumatera Utara

PT. Angkasa Pura II

Ditjen Phb. Udara

Tersedianya fasilitas cargo consolidation dan cargo distribution Tersedianya bangunan kargo Tersedianya peralatan bongkar muat Tersedianya peralatan bongkar muat intermoda Tersedianya kereta barang

Perencanaan, perancangan dan pembangunan jalur KAke terminal kargo dan penumpang Pembangunan Jalan Tol MedanKualanamu-Tebing Tinggi Jalan akses Kualanamu (non toll Pembangunan Fly Over akses Kualanamu I Pembangunan Fly Over akses Kualanamu II dan jalan sepanjang 13,5 Km

Penambahan jaringan KA

Tersedianya jalan Tersedianya jalan Tersedianya jalan Tersedianya jalan

jaringan jaringan jaringan jaringan

Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kapasitas pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo intermoda Meningkatnya kapasitas dan kelancaran pelayanan angkutan kargo Meningkatnya kelancaran, aksesibilitas dan keterpaduan antarmoda Meningkatnya aksesibilitas Meningkatnya aksesibilitas Meningkatnya aksesibilitas Meningkatnya aksesibilitas

Sumatera Utara

PT. Angkasa Pura II

Ditjen Phb. Udara

Sumatera Utara Sumatera Utara

PT. Angkasa Pura II PT. Angkasa Pura II

Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara

Sumatera Utara

PT. Angkasa Pura II

Ditjen Phb. Udara

Sumatera Utara

PT. Angkasa Pura II

Ditjen Phb. Udara

Sumatera Utara

Ditjen Perkeretaapian

PT. Angkasa Pura II, Ditjen Phb Udara, Pemprov. Sumut PT.Angkasa Pura Pemprov. Sumut PT. Angkasa Pura Pemprov. Sumut PT.Angkasa Pura Pemprov.Sumut PT.Angkasa Pura Pemprov. Sumut II, II, II, II,

Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara

Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga

NO.

BANDARUDARA- PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDlLAYANI

PERIODE/TAHUN

2010 s.d 2014

2015 2020
s.d. s.d.

PENANGGUNG JAWAB

INSTANSI TERKAIT

2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030

3. BANDARAJUANDA- JAWATlMUR
Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Pengaturan/penataanj1ow kargo ke/dari terminal kargo domestik ke/dari terminal kargo internasional Instalasi dan pengoperasian trucking system 6-tier Pengembangan dan Pembangunan Tersedianya fasilitas city check in Tersedianya fasilitas dry port Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Jawa Timur Adanya manajemen pergudangan Teraturnya/ tertatanyaj10w kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kan~o Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo JawaTimur PT.Angkasa Pura I Ditjen Phb. Udara

JawaTimur

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Tersedianya trucking system 6-tier

JawaTimur

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo impor Perencanaan,perancangan,dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and qua ran tie clearance; penyelesaian administrasi ekspor /impor one stop Pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution Pengadaan alat bongkar/muat containerized cargo Pengadaan alat bongkar/muat kargo intermoda Pengadaan kereta barang ke terminal kargo

JawaTimur

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara, CIQ,Kemendag Ditjen Phb. Udara

PT. Angkasa Pura I

Tersedianya fasilitas cargo consolidation dan carao distribution Tersedianya peralatan bongkar muat Tersedianya peralatan bongkar muat intermoda Tersedianya kereta barang

Perencanaan, perancangan dan pembangunan jalur KA(double track) antara Waru-Bandara Juanda

Tersedianya jalur KA sepanjang 6 km

Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo intermoda Meningkatnya kapasitas dan kelancaran pelayanan angkutan kan~o Meningkatnya aksesibilitas dan keterpaduan antarmoda

Jawa Timur

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

JawaTimur

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

JawaTimur

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

JawaTimur

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Perkeretaapian

JawaTimur

Ditjen Perkeretaapian

PT. Angkasa Pura II, Ditjen Phb. Udara, Pemprov. Jatim

NO.

BANDARUDARA PROPINSI Program Pengembangan terminal kargo

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI JawaTimur

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB PT. Angkasa Pura I INSTANSI TERKAIT Ditjen Phb. Udara

Pengembangan tahap I Meningkatnya terminal kargo kelancaran pelayanan domestik 10.700 m2 & kargo internasional 14.700m2 Pengembangan tahap II terminal kargo domestik 13.400 m2 & internasional 18.700 m2

4.

BANDARANGURAHRAI BALI Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Pengembangan dan Pembangunan Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Tersedianya terminal Meningkatnya kapasitas kargo baru kelancaran pelayanan kargo Tersedianya fasilitas Meningkatnya cargo consolidation dan kelancaran pelayanan cargo distribution kargo Tersedianya peralatan Meningkatnya bongkar muat kelancaran pelayanan kafl~o Tersedianya peralatan Meningkatnya bongkar muat kelancaran pelayanan intermoda kargo intermoda Meningkatnya kapasitas Tersedianya pergudangan kargo pepelayanan Tersedianya peralatan Meningkatnya cargo weighting kelancaran pelayanan kargo Tersedianya fasilitas city check in Pulau Bali Adanya manajemen pergudangan Meningkatnya kelancaran pelayanan kaflW Pulau Bali PT. Angkasa Pura I Ditjen Phb. Udara

City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destinationba~ikar~oimDor Perencanaan, perancangan dan pembangunan terminal kargo barn Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan car,qo distribution Pengadaan alat bongkar/muat containerized cargo Pengadaan alat bongkar/muat kargo intermoda Perencanaan, perancangan dan pembangunan pergudangan kargo Instalasi peralatan cargo weighting terintegrasi dengan xray cargo, history image & record we(qhtin,q

Pulau Bali

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara, CIQ,Kemendag Ditjen Phb. Udara

PT. Angkasa Pura I

Pulau Bali

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Pulau Bali

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Pulau Bali

PT. Angkasa Pura I

Kemenhub, KemenPU Ditjend Phb Udara Ditjen Phb. Udara

Pulau Bali Pulau Bali

PT. Angkasa Pura I PT. Angkasa Pura I

NO.

BANDARUDARA PROPINSI Program Instalasi sistem handling kargo udara dengan Unit Load Devices (ULD) Pengadaan dan pengoperasian trucking system Instalasijpengadaan System Roller dan Freighter Pengembangan/instalasi System Electronic Data Interchange (EDI) Penataan/Meningkatnya aksesibilitas dari dan ke cargo area Pengembangan terminal kargo

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Pulau Bali Pulau Bali Pulau Bali Pulau Bali Pulau Bali Pulau Bali

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG ,AWAB PT. Angkasa Pura I PT.Angkasa Pura I PT.Angkasa Pura I PT.Angkasa Pura I PT.Angkasa Pura I PT.Angkasa Pura I Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara INSTANSI TERKAIT Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara

Tersedianya sistem kargo udara dengan Unit Load Devices Tersedianya peralatan trucking system Tersedianya instalasi roller dan freighter Peningkatan ketersediaan System EDI Peningkatan aksesibilitas kargo

Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kafl!O Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kafl!O Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo

Pengembangan tahap I Meningkatnya terminal kargo kelancaran pelayanan internasional seluas kargo 4.639 m2 Pengembangan tahap II terminal kargo domestik 4.400 m2 Pengembangan tahap III terminal kargo domestik 6.800 m2 & internasional 5.767 m2

5.

BANDARAHANGNADIM- KEPULAUANRlAU Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Pembangunan dan Pengembangan Tersedianya fasilitas city check in Tersedianya fasilitas dry port Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Kep. Riau Kep. Riau Adanya manajemen pergudangan Meningkatnya kelancaran pelayanan kafl!O Kep. Riau

Ditjen Phb. Udara

PT.Angkasa Pura II

City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of desdnadonbagikargoimoor Perencanaan. perancangan dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and quarantie clearance; penyelesaian administrasi ekspor/impor one stop

Otorita Batam Otoritas Batam

Ditjen Phb. Udara, CIQ,Kemendag Ditjen Phb. Udara

NO.

BANPAR UDARA PROPINSI Program Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan camo distribution Pengadaan alat bongkar/muat containerized cargo Pengadaan alat bongkar/muat kargo intermoda Pengadaan kereta barang ke terminal kargo

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Kep. Riau

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Otoritas Batam INSTANSI TERKAIT Pitjen Phb. Udara

Tersedianya fasilitas cargo consolidation dan cargo distribution Tersedianya peralatan bongkar muat Tersedianya peralatan bongkar muat intermoda Tersedianya kereta barang

Pembangunan jalur KAmenuju Bandara Hang Nadim 6.

Pepelayanan transportasi KA bandara

Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo intermoda Meningkatnya kapasitas dan kelancaran pelayanan angkutan kargo Meningkatnya aksesibilitas dan keterpaduan moda

Kep. Riau

Otoritas Batam

Pitjen Phb. Udara

Kep. Riau

Otoritas Batam

Pitjen Phb. Udara

Kep. Riau

Kep. Riau

Pitjen Perkeretaapian

Otorita Batam

Pitjen Perkeretaapian

PT.Angkasa Pura II, Pitjen Phb Udara, Otorita Batam

BANDARAADI SUCIPTO- DI YOGYAKARTA Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Pengembangan dan Pembangunan Tersedianya terminal kargo baru Tersedianya fasilitas cold storage Meningkatnya kapasitas pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Tersedianya fasilitas Meningkatnya terminal kargo kelancaran pelayanan Meningkatnya kapasitas Tersedianya fasilitas gudang kargo dan pelayanan penyimpanan kargo Tersedianya fasilitas Meningkatnya cargo consolidation dan kelancaran pelayanan cargo distribution kargo Tersedianya peralatan Meningkatnya bongkar muat kelancaran pelayanan kargo DIY&/ateng DIY&/ateng PT. Angkasa Pura I PT.Angkasa Pura I Pitjen Phb. Udara Pemprov. DIY Pitjen Phb. Udara Pemprov. DIY Pitjen Phb. Udara Pemprov. DIY Pitjen Phb. Udara Pemprov. DIY Pitjen Phb. Udara Pemprov. DIY Pitjen Phb. Udara Pemprov. DIY Adanya manajemen pergudangan Meningkatnya kelancaran pelayanan kaflW DIY&/ateng Pitjen Phb. Udara PT.Angkasa Pura I

Perencanaan, perancangan dan pembangunan terminal kargo Pengadaan dan instalasi cold storage Pengadaan dan instalasi fasilitas terminal kargo Perencanaan, perancangan dan pembangunan pergudangan kargo Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan car.qo distribution Pengadaan alat bongkar/muat containerized cargo

DIY&/ateng DIY&/ateng

PT. Angkasa Pura I PT. Angkasa Pura I

DIY&/ateng

PT.Angkasa Pura I

DIY&/ateng

PT. Angkasa Pura I

NO.

BANDARIIDARA PROPINSI Program Pengadaan alat bongkar/muat kargo intermoda Perencanaan, perancangan dan pembangunan jalur KAmenuju terminal kargo Underpass di bawah rei KA(dapat menghubungkan moda KAdengan udara1

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI DIY&jateng

PERIODE/TAHUN

2010 s.d 2014

2015 2020
s.d. s.d.

PENANGGUNG JAWAB PT.Angkasa Pura I

INSTANSI TERKAIT
.

2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030


Ditjen Phb. Udara Pemprov. DIY Ditjen Phb. Udara Pemprov. DIY Ditjen Phb. Udara

Tersedianya peralatan bongkar muat intermoda Tersedianya fasilitas KAkargo menuju bandara Tersedianya underpass sepanjang 44 m

Meningkatnya kelancaran pelayanan kanw intermoda Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo intermoda Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo

DIY&jateng

PT.Angkasa Pura I

DIY& sekitarnya

PT.Angkasa Pura I

7.

BANDARASULTANHASANUDIN- SULAWESISELATAN Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Pengembangan dan Pembangunan Tersedianya fasilitas city check in Tersedianya fasilitas dry port Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Adanya manajemen pergudangan Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Sulawesi Selatan Ditjen Phb. Udara PT. Angkasa Pura I

City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo impor Perencanaan, perancangan dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and quarantie clearance; penyelesaian administrasi ekspor /impor one stall Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan carao distribution Pengadaan alat bongkar /muat containerized cargo Pengadaan alat bongkar/muat kargo intermoda jalur KAmenuju Bandara Sultan Hasanudin Pengadaan kereta barang ke terminal kargo

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara. CIQ,Kemendag Ditjen Phb. Udara

PT.Angkasa Pura I

Tersedianya fasilitas cargo consolidation dan cargo distribution Tersedianya peralatan bongkar muat Penambahan peralatan

Tersedianya pelayanan transportasi KA bandara Tersedianya kereta barang ke bandara

Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya aksesibilitas dan keteroaduan moda Meningkatnya aksesibilitas dan keterpaduan moda

Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Ditjen Perkeretaapian

Angkasa Pura I, Pemprov. Sulsel Pemprov. Sulsel

Ditjen Perkeretaapian

NO.

BANDARUDARA PROPINSI Program Pengadaan peralatan pendukung warehouse Pengembangan terminal kargo

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB PT.Angkasa Pura I INSTANSI TERKAIT Ditjen Phb. Udara

Tersedianya peralatan warehouse yang lengkap Pengembangan terminal kargo tahap I 16.100 m2 & tahap II +35.100 m2

Meningkatnya kelancaran pelayanan Meningkatnya kelancaran pelayanan

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

8.

BANDARASAMRATULANGI- SULAWESIUTARA Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Pengembangan dan Pembangunan Tersedianya fasilitas city check in Tersedianya fasilitas dry port Meningkatnya kelancaran pepelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Sulawesi Utara Adanya manajemen pergudangan Meningkatnya kelancaran pelayanan kanw Sulawesi Utara Ditjen Phb. Udara PT.Angkasa Pura I

City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo impor Perencanaan, perancangan dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and quarantie clearance; penyelesaian administrasi ekspor /impor one stop Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution Pengadaan alat bongkar/muat containerized cargo

Sulawesi Utara

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara, CIQ,Kemendag Ditjen Phb. Udara

PT.Angkasa Pura I

Tersedianya fasilitas Meningkatnya cargo consolidation dan kelancaran pelayanan cargo distribution kargo Tersedianya peralatan bongkar muat Tersedianya peralatan bongkar muat intermoda Tersedianya kereta barang Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo intermoda Meningkatnya kapasitas dan kelancaran pelayanan angkutan kargo Meningkatnya aksesibilitas dan ketemaduan moda

Sulawesi Utara

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Sulawesi Utara

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Pengadaan alat bongkar /muat kargo intermoda Pengadaan kereta barang ke terminal kargo

Sulawesi Utara

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Sulawesi Utara

Ditjen Perkeretaapian

Pemprov. Sulut

Pembangunan jalur kereta api menuju Bandara Sam Ratulangi

Pepelayanan transportasi KA bandara

Sulawesi Utara

Ditjen Perkeretaapian

PT. Angkasa Pura I, Ditjen Phb. Udara. Pemprov Sumut

NO.

BANDARUDARA- PROPINSI Program

OUTPUT Pengembangan terminal kargo tahap I 5.500 m2 & tahap II 13.500 m2

OUTCOME Meningkatnya pelayanan

KAWASAN PRODUKSI YANGDlLAYANI Sulawesi Utara

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB PT. Angkasa Pura I INSTANSI TERKAIT Ditjen Phb. Udara

Pengembangan terminal kargo

9.

BANDARASUPADIO- KALIMANTAN BARAT Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Pengembangan dan Pembangunan Tersedianya terminal kargo barn Tersedianya fasilitas cold storage Tersedianya fasilitas terminal kargo Tersedianya fasilitas city check in Tersedianya fasilitas dry port Meningkatnya kapasitas pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Adanya manajemen pergudangan Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Kalimantan Barat

Ditjen Phb. Udara

PT. Angkasa Pura I

Perencanaan, perancangan dan pembangunan terminal kargo Pengadaan dan instalasi cold storage

Pengadaan dan instalasi fasilitas terminal kargo City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagj kargo impor Perencanaan, perancangan dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and quarantie clearance; penyelesaian administrasi ekspor/impor one stop Perencanaan. perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution Pengadaan alat bongkar/muat containerized cargo

PT. Angkasa Pura I PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara. CIQ,Kemendag Ditjen Phb. Udara

PT. Angkasa Pura I

PT. Angkasa Pura I

Tersedianya fasilitas Meningkatnya cargo consolidation dan kelancaran pelayanan kargo cargo distribution Tersedianya peralatan bongkar muat Tersedianya peralatan bongkar muat intermoda Tersedianya kereta barang Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo intermoda Meningkatnya kapasitas dan kelancaran pelayanan angkutan kargo

Kalimantan Barat

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Pengadaan alat bongkar /muat kargo intermoda Pengadaan kereta barang ke terminal kargo

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Ditjen Perkeretaapian

Pemprov. Kalbar

NO.

BANDARUDARA- PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Kalimantan Barat

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014

10.

Perencanaan, perancangan dan pembangunan jalur KAke/dari Bandara Supadio

Tersedianya jalur KA ke bandara

Meningkatnya aksesibilitas dan keterpaduan moda

BANDARASEPINGGAN- KALIMANTAN TIMUR Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Pengembangan dan Pembangunan Tersedianya terminal kargo baru Tersedianya fasilitas > cold storage Tersedianya fasilitas terminal kargo Tersedianya fasilitas , city check in Tersedianya fasilitas dry port Meningkatnya kapasitas pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kanw Meningkatnya kelancaran pelayanan Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Kalimantan Timur Kalimantan Timur Kalimantan Timur Kalimantan Timur Kalimantan Timur Adanya manajemen pergudangan Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Kalimantan Timur

2020 s.d. 2030

PENANGGUNG JAWAB

INSTANSI TERKAIT Pemprov. Kalbar

Ditjen Perkeretaapian

Ditjen Phb. Udara

PT. Angkasa Pura I

Perencanaan, perancangan dan pembangunan terminal kargo Pengadaan dan instalasi cold storage

PT.Angkasa Pura I PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara

Pengadaan dan instalasi fasilitas terminal kargo City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo impor Perencanaan, perancangan dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and quarantie clearance; penyelesaian administrasi ekspor /impor one stop Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution Pengadaan alat bongkar /muat containerized cargo

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara, CIQ,Kemendag Ditjen Phb. Udara

PT. Angkasa Pura I

PT. Angkasa Pura I

Tersedianya fasilitas Meningkatnya cargo consolidation dan kelancaran pelayanan kargo cargo distribution Tersedianya peralatan bongkar muat Tersedianya peralatan bongkar muat intermoda Tersedianya peralatan warehouse yang lengkap Meningkatnya kelancaran pelayanan kanw Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo intermoda Meningkatnya kelancaran pelayanan

Kalimantan Timur

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Kalimantan Timur Kalimantan Timur Kalimantan Timur

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Pengadaan alat bongkar /muat kargo intermoda Pengadaan peralatan pendukung warehouse

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

PT.Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

NO.

BANDARUDARA- PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Kalimantan Timur

PERIODEjTAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB PT.Angkasa Pura I INSTANSI TERKAIT Ditjen Phb. Udara

Pengembangan terminal kargo

Pengembangan terminal kargo tahap I lO.OOO m2 & tahap II 18.000 m2

Meningkatnya kelancaran pelayanan

11.

BANDARASM.BADARUDINII - SUMATERASELA TAN Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Pengembangan dan Pembangunan Tersedianya terminal kargo baru Tersedianya fasilitas cold storage Tersedianya fasilitas terminal kargo Tersedianya fasilitas city check in Tersedianya fasilitas dry port Meningkatnya kapasitas pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kan~o Meningkatnya kelancaran pelayanan Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan PT. Angkasa Pura II PT. Angkasa Pura II Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara Adanya manajemen pergudangan Meningkatnya kelancaran pelayanan kanw Sumatera Selatan Ditjen Phb. Udara PT. Angkasa Pura II

Perencanaan, perancangan dan pembangunan terminal kargo Pengadaan dan instalasi cold storage

Pengadaan dan instalasi fasilitas terminal kargo City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo impor Perencanaan, perancangan dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and quarantie clearance; penyelesaian administrasi eksporjimpor one stOD Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution Pengadaan alat bongkar jmuat containerized cargo

PT. Angkasa Pura II PT.Angkasa Pura II

Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara, ClQ,Kemendag Ditjen Phb. Udara

PT. Angkasa Pura II

Tersedianya fasilitas Meningkatnya cargo consolidation dan kelancaran pelayanan cargo distribution kargo Tersedianya peralatan bongkar muat Tersedianya peralatan bongkar muat intermoda Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kanw intermoda

Sumatera Selatan

PT. Angkasa Pura II

Ditjen Phb. Udara

Sumatera Selatan Sumatera Selatan

PT. Angkasa Pura II

Ditjen Phb. Udara

Pengadaan alat bongkar jmuat kargo intermoda

PT. Angkasa Pura II

Ditjen Phb. Udara

NO.

BANDARUDARA- PROPINSI Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI Sumatera Selatan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014

12.

Pembangunan j alur KA menuju bandara SM.Badarudin II

Pepelayanan transportasi KA Bandara

Meningkatnya ksesibilitas & eteroaduan antarmoda

BANDARA F. KAISIEPO- PAPUA Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Pengembangan dan Pembangunan Meningkatnya kapasitas pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kaflm Tersedianya fasilitas Meningkatnya terminal kargo kelancaran pelayanan Tersedianya fasilitas Meningkatnya kapasitas gudang kargo dan pepelayanan oenyimpanan kargo Meningkatnya Tersedianya fasilitas cargo consolidation dan kelancaran pelayanan cargo distribution kargo Tersedianya terminal kargo baru Tersedianya fasilitas cold storage Tersedianya peralatan bongkar muat Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya Tersedianya peralatan bongkar muat kelancaran pelayanan intermoda kargo intermoda Pengembangan Meningkatnya terminal kargo dalam 2 kelancaran pelayanan tahao Papua Papua Peningkatan manajemen oergudangan Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Papua

2020 s.d. 2030

PENANGGUNG JAWAB

INSTANSI TERKAIT PT.Angkasa Pura. Ditjen Phb. Udara. PemDrov Sumsel

Ditjen Perkeretaapian

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara

Perencanaan, perancangan dan pembangunan terminal kargo Pengadaan dan instalasi cold storage

PT. Angkasa Pura I PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara Pemprov. Papua Ditjen Phb. Udara Pemprov. Papua Ditjen Phb. Udara Pemprov. Papua Ditjen Phb. Udara Pemprov. Papua Ditjen Phb. Udara Pemprov. Papua

Pengadaan dan instalasi fasilitas terminal kargo Perencanaan, perancangan dan pembangunan pergudangan kargo Perencanaan. perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution Pengadaan alat bongkar/muat containerized cargo

Papua Papua

PT. Angkasa Pura I PT. Angkasa Pura I

Papua

PT.Angkasa Pura I

Papua

PT. Angkasa Pura I

Ditjen Phb. Udara Pemprov. Papua Ditjen Phb. Udara Pemprov. Papua Ditjen Phb. Udara


13.

Pengadaan alat bongkar/muat kargo intermoda Pengembangan terminal kargo

Papua

PT.Angkasa Pura I

Papua

PT. Angkasa Pura I

BANDARAWAMENA- PAPUA Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Adanya manajemen pergudangan Meningkatnya kelancaran pelayanan karl!o Papua

Ditjen Phb. Udara

Pemprov. Papua

NO.

BANDARUDARA PROPINSI Program Pengembangan dan Pembangunan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANGDILAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG ,AWAB INSTANSI TERKAIT

Perencanaan. perancangan dan pembangunan terminal kargo Pengadaan dan instalasi cold storage

Tersedianya terminal kargo barn Tersedianya fasilitas cold storage

Pengadaan dan instalasi fasilitas terminal kargo Perencanaan, perancangan dan pembangunan pergudangan kargo Perencanaan. perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution Pengadaan alat bongkar/muat containerized cargo

Meningkatnya kapasitas pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Tersedianya fasilitas Meningkatnya terminal kargo kelancaran pelayanan Tersedianya fasilitas Meningkatnya kapasitas gudang kargo dan pelayanan penyimpanan kargo Tersedianya fasilitas Meningkatnya cargo consolidation dan kelancaran pelayanan cargo distribution kargo Tersedianya peralatan bongkar muat Tersedianya peralatan bongkar muat intermoda Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo intermoda

Papua Papua

Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara

Pemprov. Papua Pemprov. Papua

Papua Papua

Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara

Pemprov. Papua Pemprov. Papua

Papua

Ditjen Phb. Udara

Pemprov. Papua

Papua

Ditjen Phb. Udara

Pemprov. Papua

14.

Pengadaan alat bongkar/muat kargo intermoda

Papua

Ditjen Phb. Udara

Pemprov. Papua

BANDARASENTANIPAPUA Optimasi Meningkatnya manajemen pergudangan Pengembangan dan Pembangunan Tersedianya terminal kargo barn Tersedianya fasilitas cold storage Tersedianya fasilitas terminal kargo Tersedianya fasilitas city check in Meningkatnya kapasitas pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kanw Meningkatnya kelancaran pelayanan Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Papua Papua Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara Pemprov. Papua Pemprov. Papua Adanya manajemen pergudangan Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Papua Ditjen Phb. Udara Pemprov. Papua

Perencanaan, perancangan dan pembangunan terminal kargo Pengadaan dan instalasi cold storage

Pengadaan dan instalasi fasilitas terminal kargo City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo impor

Papua Papua

Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Udara

Pemprov. Papua CIQ,Kemendag

NO.

BANDAR UDARA - PROPINSI Program Perencanaan, pembangunan perancangan dan dry port sebagai

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PRODUKSI YANG DILAYANI Papua

PERIODE/TAHUN

2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d2014

PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Udara

INSTANSI TERKAIT Pemprov. Papua

Tersedianya

fasilitas

dry port

fasilitas inland customs and quarantie clearance; penyelesaian administrasi ekspor/impor one stOTJ
Perencanaan, pembangunan perancangan dan Tersedianya fasilitas

Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo

cargo consolidation dan cargo distribution


Pengadaan alat bongkar/muat

cargo consolidation dan cargo distribution


Tersedianya peralatan bongkar muat Tersedianya peralatan bongkar muat intermoda

Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo Meningkatnya kelancaran pelayanan kaflW Meningkatnya kelancaran pelayanan kargo intermoda

Papua

Ditjen Phb. Udara

Pemprov.

Papua

Papua

Ditjen Phb. Udara

Pemprov.

Papua

containerized cargo
Pengadaan alat bongkar /muat kargo intermoda

Papua

Ditjen Phb. Udara

Pemprov.

Papua

GAMBAR L3-1 PENGEMBANGAN TRANSPORT ASJ ANTARMODA/MULTJMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DJ BANDAR UDARA SOEKARNO HATTA - BANTEN

Program City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo impor Pengadaan alat bongkar !muat containerized
kargo Pengadaan alat bongkar !muat kargo intermoda Instalasi peralatan cargo weighting terintegrasi dengan x-ray cargo, history image & record .

weighting
Instalasi sistem handling kargo udara dengan

Unit Load Devices (ULD)


Pengadaan dan pengoperasian Trucking System

Pembangunan dan Pengembangan


Perencanaan, perancangan dan pembangunan terminal kargo baru Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution Instalasi!pengadaan System Roller dan Freighter Pengembangan!instalasi System Electronic Data Interchange Penataan!peningkatan aksesibilitas dari dan ke kargo area

Jaringan jalan yang akan dikembangkan Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jaran Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L3-2 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI BANDAR UDARA KUALANAMU - SUMATERA UTARA

Pembangunan dan Pengembangan Perencanaan, perancangan, dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and quarantie clearance; penyelesaian administrasi eksporjimpor one stop Pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution Pembangunan terminal kargo Pengadaan alat bongkar jmuat containerized kargo Pengadaan Kereta Barang ke Terminal Kargo (dlkonftrmasi ke Ditjen KA) Perencanaan, perancangan dan pembangunan jalur KA

Program City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo impor Peningkatan manajemen pergudangan Pengaturanjpenataanflow kargo kejdari terminal kargo domestik kejdari terminal kargo intemasional Instalasi dan pengoperasian Trucking System 6Tier Pengadaan alat bongkar jmuat kargo intermoda

'" "'" .""

Jaringan jalan yang akan dikembangkan Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L3-3 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DJ BANDAR UDARA ,UANDA - ,AWA TJMUR

Program
City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo impor Peningkatan manajemen pergudangan Pengaturan/penataanjlow kargo ke/dari terminal kargo domestik ke/dari terminal kargo internasional Instalasi dan pengoperasian Trucking System 6-Tier Pengadaan alat bongkar /muat containerized kargo Pengadaan alat bongkar /muat kargo intermoda

Jaringan jalan yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

" . ,,,,..,,'",,,,.,, Jaringan KA yang akan dikembangkan

GAMBAR L3-4 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI BANDAR UDARA NGURAH RAI - BALI
Program eit;}'check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagl kargo impor Pengadaan alat bongkar jmuat containerized kargo Pengadaan alat bongkar jmuat kargo intermoda Instalasi peralatan cargo weighting terintegrasl dengan x-ray cargo, history image & record weighting Instalasi slstem handling kargo udara. dengan Unit Load Devices
(ULD)

Pengadaan dan pengoperasian Trucking System Instalasljpengadaan System Roller dan Freighter Pengembanganjlnstalasl System Electronic Data Interchange

Pembangunan dan Pengembangan

Perencanaan, perancangan dan pembangunan terminal kargo barn Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution Perencanaan, perancangan dan pembangunan pergudangan kargo Penataan/Denim~katan aksesibilitas dari dan ke kanm area

Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L3-5 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MUL TIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DJ BANDAR UDARA HANG NADJM - BATAM

Optlmasi Meningkatnya manajemen pergudangan

'\l
TA'N:RitOPINANO

~,~

Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L3-6 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI BANDAR UDARAADI SUCIPTO - DI YOGYAKARTA

laringan latan Eksisting laringan jalan Nasional

GAMBAR L3-7 PENGEMBANGAN TRANSPORTASJ ANTARMODA/MULTJMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DJ BANDAR UDARA SULTAN HASANUDIN - SULAWESI SELATAN

rt~
~~;;

.~

Pembangunan dan Pengembangan Optimasi City check in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo impor Pengadaan alat bongkar/muat containerized kargo Pengadaan alat bongkar/muat kargo intermoda Perencanaan, perancangan dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and quarantie clearance; penyelesaian administrasi ekspor/impor one stop Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargo

Jaringan jalan yang akan dikembangkan Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L3-8 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI BANDAR UDARA SAM RATULANGI - SULAWESI UTARA
Program in dan port of origin bagi kargo ekspor dan port of destination bagi kargo " alat bongkar jmuat containerized kargo alat bongkar jmuat kargo intermoda Kereta Barang ke Terminal Kargo (dikonfirmasi ke Ditjen KA)

City check impor Pengadaan Pengadaan Pengadaan

Pembangunan dan Pengembangan Perencanaan. perancangan dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and quarantie clearance; penyelesaian administrasi eksporjimpor one stop Perencanaan. perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution Aksesibllitas Pembangunan jalur kereta api menuju bandara Sam Ratulangi

Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L3-9 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI BANDAR UDARA SUPADIO - KALIMANTAN BARAT

PembanpnandanP~ngembangan Perencanaan, perancangan dan pembangunatlterminalkargo City check In dan port of origin bag! kargo ekspor dan port of destination bagi kargo Impor . . Perencanaan, perancangan dan pembangunan dry port sebagal f8siUtas Inl.and customs and quarantle clearance; penyelesaian admintstrasieksporjimpotone stop Perencanaan. perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargp . distribution Perencanaan, perancangan dan pembangunan jalur KAke/dariBandara Supadlo Perencanaan. Perancangan dan pembangunan J~lan toike/dati Handara Supadio Perencanaan. Perancangan dan pembangunan Fly OverAkse;s ke Bandara Supadio

Jaringan jalan yang akan dikembangkan Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L3-10 PENGMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MUL TIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI BANDAR UDARA SEPINGGAN - KALIMANTAN TIMUR

.. .. Pr(granl' i . . ..~ngadaan dan i~~lasicold~to~~e . . Pengadaandan inSta:lasi.f'asUltas teJlDli . Citr c~eck i~ ~n p~rt Origlb.:bai! ka port of destination bagi karg0 impor Pengadaan alatbongkar/muatcontaln . Pengadaan alat bongkar/rnu~t kartp In

of

Jaringan jalan yang akan dikembangkan .. , .. "., ..., '" Jaringan KA yang akan dikembangkan Jaringan KA eksisting Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L3-11 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DJ BANDAR UDARA SM.BADARUDJN II - SUMATERA SELATAN

GAMBAR L312 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI BANDAR UDARA F. KAISIEPO . PAPUA

Program Pengadaan dan instalasl cold storage Pengadaan dan instalasi fasilltas terminal kargo Pengadaan alat bongkar !muat containerized kargo Pengadaan alat bongkar !muat kargo intermoda

Pembangunan dan Pengembangan Perencanaan, perancangan dan pembangunan terminal kargo Perencanaan, perancangan dan pembangunan pergudangan kargo Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan cargo distribution

Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L3-13 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DI BANDAR UDARA WAMENA - PAPUA

Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

GAMBAR L3-14 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN ARUS BARANG DIBANDARUDARASENTANI-PAPUA
Program Pengadaan dan instalasI co!(lstorage Pengadaan dan instalaslfaslll1:as.terminal kargo City check In dan port of orlgill bag( kargo ekspor dan port of destination bagi kargo ittlpor Pengadaan alat bongkar /nlUat contaiMrlzedkargo Pengadaanlllat bongkar/rfiuat kargo intermoda Pembangunan dan Pengembangan Perencanaan. perancangan dan pembangunan terminal kargo Perencanaan, perancangan dan pembangunan dry port sebagai fasilitas inland customs and quarantie clearance; penyelesaian adminlstrasl ekspor/impor one stop Perencanaan, perancangan dan pembangunan cargo consolidation dan car~o distribution

Jaringan Jalan Eksisting Jaringan jalan Nasional

LAMPJRAN4. MATRJKS PROGRAM PENGEMBANGAN ANTARMODA/MUL TIMODA UNTUK PENJNGKATAN KELANCARAN MOBJUTAS ORANG DJ KOTA ME IROPOLJTAN

LAMPIRAN4. MATRIKS PROGRAM PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMOOAjMULTIMOOA UNTUK PENINGKATAN KELANCARAN MOBILITAS ORANG OI KOTA METROPOLITAN
PERKOTAAN Program KAWASAN PERMUKIMAN YANGDlLAYANI PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

NO.

OUTPUT

OUTCOME

1.

MEBIDANGRO(MEDAN-BINJAI-DELI-SERDANG-KARO) Optimasi Pengaturan hari kerja untuk mengurangi konsentrasi kegiatan (pengaturan jam sekolahl Sosialisasijkampanye ketertiban lalu lintas dan angkutan perkotaan Peningkatan pajak dan parkir untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi Penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional perkotaan termasuk penyediaan fasilitas pejalan kaki Penerapan city check-in untuk pelayanan keberangkatan penumpang angkutan udara Pengembangan ATCS (Area Traffic Control System) dan teknologi informasi lalu lintas perkotaan Pengembangan database transportasi perkotaan Penataan jalur pedestrian dalam kawasan transit oriented
destination

Tersedianya regulasi pergerakan

Distribusi pergerakan merata

Mebidangro dan sekitarnya Mebidangro dan sekitarnya Mebidangro dan sekitarnya Mebidangro dan sekitarnya

Pemahaman tertib lalu Tertib lalu lintas lintas Tersedianya regulasi kendaraan pribadi Manajemen lalu lintas yang lebih baik Menurunnya penggunaan kendaraan pribadi Kelancaran arus lalu lintas

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumut, Pemkot Medan Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumut, Pemkot Medan Pemprov.Sumut, Pemkot Medan Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumut, Pemkot Medan Perusahaan Penerbangan Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumut, Pemkot Medan Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumut, Pemkot Medan Pemkot Medan

Kernen. PAN Kemennaker Polri

Kemenkeu, Polri

Polri

Tersedianya city check


in

Kelancaran pelayanan ke Mebidangro dan bandar udara sekitarnya Terkendalinya lalu lintas Mebidangro dan yang efisien dan sekitarnya terintegrasi Manajemen lalu lintas semakin tepat Kenyamanan dan keamanan pejalan kaki Mebidangro dan sekitarnya Mebidangro dan sekitarnya

Tersedianya dan diterapkannya perangkat pengendali lalu lintas Tersedianya data dan informasi lalu lintas I yang akurat Tersedianya manajemen pedestrian

Ditjen Phb. Udara, Pemprov. Sumut, Pemkot Medan Polri

Polri

Pemprov. Sumut

Pengembangan

dan Pembangunan Tersedianya BRTdi Medan Meningkatnya pelayanan Medandan angkutan umum sekitarnya

Pengadaan sarana, prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian BRTdi Medan

Ditjen Phb. Darat, Pemkot Medan

Pemprov. Sumut

NO.

PERKOTAAN Program Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRTdi Medan Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDILAYANI

PERIODEjTAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Darat, Pemkot Medan Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumut INSTANSI TERKAIT Pemprov. Sumut

Terintegrasinya layanan angkutan umum dengan BRT Tersedianya pelayanan angkutan pemadu moda Tersedianya fasilitas alihmoda

Meningkatnya pelayanan Medan dan angkutan umum sekitarnya Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Mebidangro dan sekitarnya

Pemkot Medan

Pembangunanjpengembangan fasilitas pendukung dan fasilitas perpindahan transportasi multimoda di terminal, bandar udara, stasiun kereta api dan/atau halte Pengembangan KAperkotaan Medan dan sekitarnya (Mebidangro) Pembangunan Terminal Labuhan yang terintegrasi dengan stasi un KA Pembangunan lingkarluar paling Iuar (outer-outer ring road) Pembangunan jalan layang Jamin Ginting-Medan Pembangunan fasilitas transfer point di Bandara Kualanamu untuk mendukung pelayanan angkutan pemadumoda Pembangunan jalan layang II. Gatot Subroto (Simpang Pinang Baris) Pembangunan jalan tol ruas Medan-Lubuk Pakam-KualanamuTebing Tinggi Pembangunan jalan tol ruas Medan-Binjai Pembangunan underpass Simpang Titi Kuning

Mebidangro dan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumut

Pemkot Medan

Tersedianya pelayanan Meningkatnya pelayanan Mebidangro dan transportasi KA transportasi KA sekitarnya perkotaan perkotaan Terintegrasinya simpul Meningkatnya pelayanan Mebidangro dan transportasi sekitarnya antarmoda Tersedianya outerouter ring road

Ditjen Perkeretaapian

Pemkot Medan
;

Pemkot/kab. Mebidangro Pemprov. Sumut, PT.KAI Pemprov .. Sumut, PT.KAI Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumut, Pemkot Medan Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumut, Pemkot Medan Ditjen Phb. Udara, PT. Angkasa Pura II

Kelancaran arus lalu lintas Kelancaran arus lalu lintasdan KA Kemudahan dan kenyamanan perpindahan angkutan Kelancaran arus lalu lintas Kelancaran arus lalu lintas

Mebidangro dan sekitarnya Medan dan sekitarnya Deli Serdang

Ditjen Bina Marga

Tersedianya jalan layang lamin GintingMedan Tersedianya fasilitas


transfer point

Ditjen Bina Marga

Pemprov. Sumut

Tersedianya jalan layang JI. Gatot Subroto Tersedianya jalan tol ruas Medan-Lubuk Pakam-KualanamuTebing Tinggi Tersedianya jalan tol ruas Medan-Binjai Tersedianya underpass Simpang Titi Kuning

Mebidangro dan sekitarnya Mebidangro dan sekitarnya

Pemkot Medan, Ditjen Bina Marga Pemkot Medan, Ditjen Bina Marga

Pemkot Medan, Pemprov. Sumut Pemprov. Sumut

Kelancaran arus lalu lintas Kelancaran arus lalu lintas

Mebidangro dan sekitarnya Mebidangro dan sekitarnya

Pemkot Medan, Ditjen Bina Marga Pemkot Medan, Ditjen Bina Marga

Pemprov. Sumut Pemprov. Sumut

NO.

PERKOTMN Program Pembangunan jembatan layang (fly over) - Simpang Pondok Kelapa

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDILAYANI Mebidangro dan sekitarnya

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG ,AWAB Pemkot Medan, Ditjen Bina Marga INSTANSI TERKAIT Pemprov. Sumut

Pembangunan terminal terpadu CBDPolonia (eks bandara) Pembangunan jalan layang CBD Polonia ke Jalan Halad Pembangunan jalan lingkar utara dan selatan ke arah sisi timur untuk connecting dengan bandara Kualanamu. Pembangunan jalan layang tidak sebidang dengan KAdi ring road Binjai 2. PALEMBANG Optimasi Pengaturan hari kerja untuk mengurangi konsentrasi kegiatan Sosialisasi/kampanye ketertiban lalu lintas dan angkutan perkotaan Peningkatan pajak dan parkir di CBD(Central Bussiness Development) untuk mengurangi penl(l(unaan kendaraan pribadi Penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional perkotaan termasuk penyediaan fasilitas pejalan kaki Pengembangan ATCS (Area Traffic Control System) dan teknologi informasi lalu lintas perkotaan Pengembangan database transportasi perkotaan

Tersedianya jembatan layang (fIyover)Simpang Pondok Kelapa Tersedianya terminal terpadu CBDPolonia

Kelancaran arus lalu lintas

Kemudahan dan kenyamanan perpindahan anl(kutan Kelancaran arus lalu Tersedianya jalan layang CBDPolonia ke lintas Jalan Halad Kelancaran arus lalu Tersedianya jalan lintas lingkar utara dan selatan ke arah sisi timur Kelancaran arus lalu Tersedianya jalan layang tidak sebidang lintas dengan KAdi ring road Binjai

Medan

Mebidangro dan sekitarnya Mebidangro dan sekitarnya

Pemkot Medan

Pemprov. Sumut

Pemkot Medan

Pemprov. Sumut

Pemkot Medan, Ditjen Bina Marga

Pemprov. Sumut

Mebidangro dan sekitarnya

Pemkot Medan, Ditjen Bina Marga

Pemprov. Sumut

Tersedianya regulasi Distribusi pergerakan pergerakan merata Pemahaman tertib lalu Tertib lalu lintas lintas Tersedianya regulasi kendaraan pribadi Menurunnya penggunaan kendaraan pribadi Kelancaran arus lalu lintas

Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya

Pemkot Palembang Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumsel, Pemkot Palembanl( Pemkot Palembang

Kernen PAN Kemennaker Poln

Kemenkeu

Manajemen lalu lintas yang lebih baik

Palembang dan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumsel, Pemkot Palembang Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumsel, Pemkot Palembang Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumsel, Pemkot Palembanl(

Poln

Tersedianya dan diterapkannya perangkat pengendali lalu lintas Tersedianya data dan informasi lalu lintas yang akurat

Terkendalinya lalu lintas Palembang dan sekitarnya yang efisien dan terintegrasi Manajemen lalu lintas semakin tepat Palembang dan sekitarnya

Poln

Poln

NO.

PERKOIMN Program Peny,ediaan infrastruktur manajemen lalu lintas perkotaan Penanganan simpang-simpang kritis di Kota Palembang Penyusunan dan penetapan standar pelayanan dan tata cara operasi angkutan umum Pelayanan terpadu antara transportasi perairan dengan transportasi jalan dengan mensinkronkan trayek dan jadwal antara keduanva Sistem informasi parkir pada fasilitas transfer antarmoda (dermaga. pelabuhan dan bandara) Pengembangan dan Pembangunan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDlLAYANI Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG JAWAB Pemkot Palembang Pemkot Palembang INSTANSI IERKAII Ditjen Phb. Darat. Pemprov. Sumsel

Manajemen lalu lintas yang lebih baik Manajemen lalu lintas yang lebih baik Tersedianya standar pelayanan dan tata cara operasi angkutan umum Terintegrasinya jaringan antarmoda

Kelancaran arus lalu lintas Meningkatnya aksesibilitas dan keterpaduan antarmoda Meningkatnya kualitas layanan

Pemkot Palembang

Meningkatnya keterpaduan antarmoda

Palembang dan sekitarnya

Pemkot Palembang

Pemprov. Sumsel

Tersedianya sistem informasi parkir

Meningkatnya pelayanan Palembang dan parkir sekitarnya

Pemkot Palembang

Pengadaan sarana. prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian BRTdi Palembang Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRI di Palembang Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara

Tersedianya BRTdi Palembang Ierintegrasinya layanan angkutan umum dengan BRT Tersedianya pelayanan angkutan pemadu moda Tersedianya fasilitas alih moda

Meningkatnya pelayanan Palembang dan angkutan umum sekitarnya Meningkatnya pelayanan Palembang dan angkutan umum sekitarnya Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Terintegrasinya perencanaan dan penanganan transportasi perkotaan Meningkatnya pelayanan angkutan sungai Palembang dan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemkot Palembang Pemkot Palembang


,

Pemprov. Sumsel

Pemprov. Sumsel

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumsel

Pemkot Palembang

Pembangunan/pengembangan fasilitas pendukung dan fasilitas perpindahan transportasi multimoda di terminal, bandar udara. stasiun kereta api dan/atau halte Penyusunan rencana induk jaringan transportasi di wilayah aglomerasi Palembang dan sekitarnva Peningkatan pelayanan angkutan perairan (melayani wilayah sekitar sungai Musi. Ogan. Keramasan dan lain-lain)

Palembang dan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sumsel

Pemkot Palembang

Tersedianya Rencana lnduk Transportasi Perkotaan Meluasnya pelayanan angkutan sungai

Palembang dan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat. Pemprov. Sumsel, Pemkot Palembang Pemkot Palembang Pemprov. Sumsel

Palembang dan sekitarnya

NO.

PERKOTAAN Program Penyusunan standar fasilitas transfer dan pindah moda melalui pembangunan terminal multimoda di Karya Java Penyusunan konsep integrasi pelayanan dan operasi angkutan umum Pembuatan fasilitas perpindahan moda penumpang antar angkutan darat Pembuatan fasilitas perpindahan moda penumpang antar angkutan darat-sungai/Iaut Pembangunan KAperkotaan Palembang dan sekitarnya

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDlLAYANI Palembang dan sekitarnya

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG JAWAB Pemprov. Sumsel, Pemkot Palembang INSTANSI TERKAIT

Tersedianya terminal multimoda

Tersusunnya konsep integrasi Tersedianya fasilitas alih mod a

Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Meningkatnya keterpaduan antarmoda

Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya Palembang dan sekitarnya

Pemkot Palembang

Meningkatnya pelayanan dan keterpaduan antarmoda Tersedianya fasilitas Meningkatnya pelayanan alih moda dan keterpaduan antarmoda Tersedianya pelayanan Meningkatnya pelayanan transportasi KA transportasi KA Iperkotaan Iperkotaan Tersedianya jaringan Meningkatnya Pemberdayaan sungai dan aksesibilitas dan angkutan sungai di kota Palembang angkutan sungai keterpaduan antarmoda Tersedianya Jembatan Meningkatnya Pembangunan Jembatan Musi III dan jalan akses 2S km aksesibilitas Musi III Tersedianya jalan Meningkatnya Pembangunan jalan lingkar barat aksesibilitas lingkar barat dan dan lingkar timur Palembang lingkar timur Pembangunan Jembatan Kramasan Tersedianya Jembatan Meningkatnya Kramasan aksesibilitas (lanjutan) Tersedianya duplikasi Jembatan Musi II Tersedianya jalan tol Palembang-Betung Meningkatnya aksesibilitas Meningkatnya aksesibilitas

Pemkot Palembang

Pemkot Palembang

Ditjen Perkeretaapian

Pemprov. Sumsel Pemkot Palembang

Pemkot Palembang

Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga

Pemprov. Sumsel Pemprov. Sumsel

Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga

Pemprov. Sumsel Pemprov. Sumsel Pemprov. Sumsel

Pembangunan duplikasi Jembatan Musi II Pembangunanjalan Betung 3. tol Palembang-

JABODETABEK(JAKARTA-BOGOR-DEPOK TANGERANG-BEKASI) Optimasi Pengaturan hari kerja untuk mengurangi konsentrasi kegiatan Sosialisasijkampanye ketertiban lalu lintas dan angkutan perkotaan Distribusi pergerakan Tersedianya regulasi pergerakan merata Pemahaman tertib lalu Tertib lalu lintas lintas Jabodetabek Jabodetabek dan sekitarnya

KemenPAN Pemprov.,kot seKemennaker Jabodetabek . Poln Ditjen Phb. Darat, Pemprov. DKIJakarta, Jabar, Banten, Pemkot Jabodetabek

NO.

PERKOTAAN Program Peningkatan pajak dan parkir untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi Penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional perkotaan termasuk penyediaan fasilitas peialan kaki Penerapan city check-in untuk pelayanan keberangkatan penumpang angkutan udara

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDlLAYANI jabodetabek

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG JAWAB Pemprov. OKIjakarta, jabar, Banten, Pemkot jabodetabek Oitjen Phb. Oarat, Pemprov. OKIjakarta, jabar, Banten, Pemkotjabodetabek Perusahaan Penerbangan INSTANSI TERKAIT Kemenkeu

Tersedianya regulasi kendaraan pribadi Manajemen lalu lintas yang lebih baik

Menurunnya penggunaan kendaraan pribadi Kelancaran arus lalu lintas

jabodetabek dan sekitarnya

Polri

Tersedianya city check


in

Kelancaran pelayanan ke jabodetabek bandar udara

Pengembangan ATCS (Area Traffic Control System) dan teknologi informasi lalu lintas perkotaan Pengembangan database transportasi perkotaan

Tersedianya dan diterapkannya perangkat pengendali lalu Iintas Tersedianya data dan informasi lalu Iintas yangakurat

Terkendalinya lalu lintas jabodetabek dan yang efisien dan sekitarnya terintegrasi Manajemen lalu lintas semakin tepat jabodetabek dan sekitarnya

Oitjen Phb. Oarat, Pemprov. OKIjakarta, jabar, Banten, Pemkot labodetabek Oitjen Phb. Oarat, Pemprov. OKIjakarta, jabar, Banten, Pemkot labodetabek

Ditjen Phb. Udara, Pemprov. OKI jakarta, jabar, Banten, Pemkot Ijabodetabek Polri

Polri

Pengembangan

dan Pembangunan Tersedianya BRTdi jabodetabek Terintegrasinya layanan angkutan umum dengan BRT Tersedianya pelayanan angkutan pemadu moda Tersedianya fasilitas alih moda Meningkatnya pelayanan jabodetabek dan angkutan umum sekitarnya Meningkatnya pelayanan jabodetabek dan angkutan umum sekitarnya Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan jabodetabek dan sekitarnya Ditjen Phb. Oarat, Pemkot jabodetabek Pemkot jabodetabek Pemprov. OK! jakarta,jabar, Banten Pemprov. OK! jakarta, jabar, Banten Pemkot jabodetabek

Pengadaan sarana, prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian BRTdi jabodetabek Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRTdi jabodetabek Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara

Oitjen Phb. Oarat, Pemprov. OK!jakarta, jabar, Banten Oitjen Phb. Oarat, Pemprov. OKIjakarta, jabar, Banten

Pembangunan/pengembangan fasilitas pendukung dan fasilitas perpindahan transportasi multimoda di terminal, bandar udara, stasiun kereta api dan/atau halte Pembangunan jalur ganda SerpongMaja (termasuk elektrifikasi)

jabodetabek dan sekitarnya

Pemkot jabodetabek

Tersedianya jalur ganda Serpong-Maja sepanjang 32 Km

Meningkatnya kecepatan jabodetabek dan kapasitas

Oitjen Perkeretaapian

Pemprov. OK! jakartadan Banten,Pemkot IJabodetabek, PT. KAI

NO.

PERKOTMN Program Pembangunan jalur ganda DuriTangerang (termasuk elektrifikasi) Pembangunan double double track (Manggarai- Cikarang)

OUTPUT Tersedianya jalur ganda Duri-Tangerang sepanjang 19 Km Tersedianya doubledouble track Manggarai-Cikarang sepaniang 34 Km Tersedianya jaringan MRTLebak BulusDukuhAtas Tersedianya jaringan MRTDukuh Atas-Kota Tersedianya jaringan MRTbarat-timur wilavah Jakarta Tersedianya monorail di Jakarta Tersedianya jaringan kereta api perkotaan

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDILAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Perkeretaapian INSTANSI TERKAIT Pemda, PT. KAI

Meningkatnya kecepatan Jabodetabek dan kapasitas Pemisahan operasi KA Perkotaan dengan KA antar kota Meningkatnya aksesibilitas dan keterpaduan antarmoda Meningkatnya aksesibilitas dan keterpaduan antarmoda Meningkatnya aksesibilitas dan keterpaduan antarmoda Meningkatnya aksesibilitas dan keteroaduan antarmoda Meningkatnya aksesibilitas dan keterpaduan antarmoda Meningkatnya aksesibilitas Jabodetabek

Ditjen Perkeretaapian

Pemda, PT. KAI

Pengembangan koridor MRT(Mass Rapid Transit] untuk jalur Lebak Bulus-Dukuh Atas Pembangunan/perpanjangan MRT (Mass Rapid Transit] antara Dukuh Atas-Kota Pembangunan MRT (Mass Rapid Transit] barat-timur wilayah lakarta Pembangunan Monorail Jakarta

Jabodetabek

Ditjen Perkeretaapian

Jabodetabek

Jabodetabek

Pemprov. DKI Jakarta Pemprov. DKI Jakarta Pemprov. DKI Jakarta Pemprov. DKI Jakarta Ditjen Perkeretaapian

Ditjen Perkeretaapian

Ditjen Perkeretaapian

Jabodetabek

Ditjen Perkeretaapian

Pengembangan koridor berbasis rei pada koridor Pulogebang-Kp. Melayu-Casablanca- Tomang-Sentra Primer Barat Pengoperasian Trans Pakuan dengan rute Baranangsiang-Jalan Baru-Terminal Bubulak

Jabodetabek

Pemprov. DKIJakarta

Beroperasinya Trans Pakuan BaranangsiangJalan baru-Terminal Bubulak Terelokasinya terminal Relokasi Terminal Baranangsiang Baranangsiang ke ke CHuar Bogor Utara CHuar Tersedianya terminal Pembangunan terminal tipe C di tipe C di Ciawi Ciawi Pembangunan Jalan Tol Sentul City- Tersedianya jaringan jalan tol Sentul CityDramaga Bogor (Bogar Ring Road) Dramaga Bogor Tersedianya jaringan Pembangunan jalan Tajurjalan Tajur-MuarasariMuarasari -Ciomas-Dramaga( Inner Ciomas-Dramaga(lnner Ring Road) Rin.QRoad! Pembangunan lingkar utara Bogor Tersedianya jaringan jalan lingkar utara sepanjang Tanah Baru - Parung Bogor sepanjang Tanah Banteng -Tajur (R3) Baru - Parung Banteng -Tajur fR3)

Bogordan sekitanya

Pemkot Bogor

Meningkatnya pelayanan Bogordan dan aksesibilitas sekitanya Meningkatnya aksesibilitas Meningkatnya aksesibilitas Bogorakarta Meningkatnya aksesibilitas ke kegiatan perekonomian Meningkatnya aksesibilitas Bogordan sekitanya Jakarta. Bogor

Pemkot Bogor

Pemprov. Jabar Ditjen Phb. Darat

Pemkot Bogor Ditjen Bina Marga

Bogor

Ditjen Bina Marga

Bogor

Ditjen Bina Marga

NO.

PERKOTMN Program Pernbangunan jalan layang di perlintasan sebidang utarna (JI. Jarnpea, dll) Pernbangunan jalan layang Rawa Buaya dan Suprapto Pernbangunan jalan layang Sirnpang Gaplek-Ciputat Pernbangunan jalan layang Bulak Kapal-Bekasi PernbangunanJakarta Road (JORR)I PernbangunanJakarta Road (JORR)II Outer Ring

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDlLAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG ,AWAB Ditjen Bina Marga INSTANSI TERKAIT Ditjen Perkeretaapian

Tersedianya jaringan Meningkatnya Jakarta dan jalan layang di aksesibilitas sekitarnya perlintasan sebidang utarna Tersedianya jaringan Meningkatnya Jakarta dan jalan layang Rawa aksesibilitas sekitarnya Buava dan Suoraoto Tersedianya jaringan Meningkatnya Jakarta, Bogor, jalan layang Sirnpang aksesibilitas Tangerang Gaplek-Cioutat Tersedianya jaringan Meningkatnya Jakarta, Bekasi jalan layang Bulak aksesibilitas Kaoal-Bekasi Tersedianya Jakarta Meningkatnya kapasitas Jabodetabek Outer Ring Road (JORR)jalan
I

Ditjen Bina Marga

Ditjen Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian

Ditjen Bina Marga

Ditjen Bina Marga

Ditjen Bina Marga

Outer Ring

Tersedianya Jakarta Meningkatnya kapasitas Outer Ring Road (JORR)jalan II

Jabodetabek

Ditjen Bina Marga

4.

BANDUNGRAYA Optimasi Pengaturan hari kerja untuk rnengurangi konsentrasi kegiatan Peningkatan pajak dan parkir untuk rnengurangi penggunaan kendaraan pribadi Sosialisasi/karnpanye ketertiban lalu lintas dan angkutan perkotaan Penerapan rnanajernen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional perkotaan terrnasuk oenvediaan fasilitas oeialan kaki Pengernbangan ATCS (Area Traffic Control System) dan teknologi inforrnasi lalu lintas perkotaan Pengernbangan database transportasi perkotaan Tersedianya regulasi pergerakan Tersedianya regulasi kendaraan pribadi Distribusi pergerakan rnerata Menurunnya penggunaan kendaraan pribadi Pernaharnan tertib lalu Tertib lalu lintas lintas Kelancaran arus lalu lintas Bandungdan sekitarnya Bandungdan sekitarnya Bandungdan sekitarnya Bandungdan sekitarnya Pernkot Bandung Pernprov. Jabar Pernkot Bandung Pemprov. Jabar Ditjen Phb. Darat, Pernprov. 'abar, Pernkot Bandune: Ditjen Phb. Darat. Pernprov. Jabar, Pernkot Bandung Ditjen Phb. Darat, Pernprov. Jabar, Pemkot Bandung Ditjen Phb. Darat, Pernprov. Jabar, Pernkot Bandune: Kernen PAN Kernennaker Kernenkeu

Polri

Manajernen lalu lintas yang lebih baik

Polri

Tersedianya dan diterapkannya perangkatpengendali lalu lintas Tersedianya data dan inforrnasi lalu lintas vane: akurat

Terkendalinya lalu lintas Bandungdan sekitarnya yang efisien dan terintegrasi Manajernen lalu lintas sernakin tepat Bandungdan sekitarnya

Polri

Polri

NO.

PERKOTMN Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDILAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG ,AWAB INSTANSI TERKAIT

Pengembangan

dan Pembangunan Tersedianya BRTdi Bandung Terintegrasinya layanan angkutan umum dengan BRT Tersedianya pelayanan angkutan pemadu " moda Tersedianya fasilitas alih moda Meningkatnya pelayanan Bandungdan angkutan umum sekitarnya Meningkatnya pelayanan Bandungdan angkutan umum sekitarnya Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Bandungdan sekitarnya Ditjen Phb. Darat, Pemkot Bandung Pemkot Bandung Pemprovlabar

Pengadaan sarana, prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian BRTdi Bandung Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRTdi Bandung Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara

Pemprovlabar

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. labar

Pemkot Bandung

Pembangunan/pengembangan fasilitas pendukung dan fasilitas perpindahan transportasi multimoda di terminal, bandar udara, stasiun kereta aoi dan/atau halte Elektrifikasi Padalarang-BandungCicalengka (termasuk pembangunan jalur ganda Kiaraconong-Cicalengka) Pembangunan perlintasan tidak sebidang Bandung Intra Urban Road lalan tol Cisundawu (CileunyiSumedang-Dawuan) lalan tol Soreang- Pasir Koja Pembangunan jalan layang Nagreg Bandung Pembangunan jalan layang Kopo Bandung Pembangunan jalan layang Buah Batu Bandung Pembangunan jalan layang Pasir Koja Bandung

Bandungdan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemprovlabar

Pemkot Bandung

Tersedianya jaringan KAperkotaan sepanjang 42 Km Tersedianya f/yoverj underpass Tersedianya Intra UrbamRoad Tersedianya jalan tol Cisundawu Tersedianya jalan tol Soreang-Pasir Koja Tersedianya jalan layang Nagreg Bandung Tersedianya jalan layang Kopo Bandung Tersedianya jalan layang Buah Batu Bandung Tersedianya jalan layang Pasir Koja Bandung

Meningkatnya kecepatan Bandungdan dan kapasitas sekitarnya

Ditjen Perkeretaapian

Kelancaran arus lalu lintasdan KA Meningkatnya kapasitas

Bandungdan se!?tarnya

Ditjen Bina Marga

Bandungdan sekitarnya Meningkatnya kecepatan Bandungdan sekitarnya Meningkatnya kecepatan Bandungdan sekitarnya Meningkatnya Bandungdan aksesibilitas sekitarnya Meningkatnya aksesibilitas Meningkatnya aksesibilitas Meningkatnya aksesibilitas Bandungdan sekitarnya Bandungdan sekitarnya Bandungdan sekitarnya

Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga

Pemprovlabar Pemkot,kab Bandung PT.KAI Pemkot Bandung Pemprovlabar Ditjen Phb. Darat Pemkot Bandung Ditjen Phb. Darat Ditjen Phb. Darat

Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga

Ditjen Bina Marga

NO.

PERKOTMN Program Pembangunan jalan layang Kiara Condong Bandung Pembangunan jalan lingkar Bandung

OUTPUT Tersedianya jalan layang Kiara Condong Bandung Tersedianya jalan lingkar Bandung

OUTCOME Meningkatnya aksesibilitas Meningkatnya aksesibilitas

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDlLAYANI Bandungdan sekitarnya Bandungdan sekitarnya

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Bina Marga INSTANSI TERKAIT

Ditjen Bina Marga

5.

KEDUNGSEPUR(KENDAL-DEMAK-UNGARAN-SEMARANGPURWODADI) Optimasi Pengaturan hari kerja untuk mengurangi konsentrasi kegiatan Pengaturan pajak dan parkir untuk mengurangipenggunaan kendaraan pribadi Sosialisasijkampanye ketertiban lalu lintas dan angkutan perkotaan Penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional perkotaan termasuk penvediaan fasilitas peialan kaki Pengembangan ATCS (Area Traffic Control System) dan teknologi informasi lalu lintas perkotaan Pengembangan database transportasi perkotaan Pengembangan dan Pembangunan Tersedianya BRTdi Semarang Terintegrasinya layanan angkutan umum dengan BRT Tersedianya pelayanan angkutan pemadu moda Meningkatnya pelayanan Semarang dan sekitarnya angkutan umum Meningkatnya pelayanan Semarang dan angkutan umum sekitarnya Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Semarang dan sekitarnya Ditjen Phb. Darat, Pemkot. Semarang Pemkot. Semarang Pemprov. Jateng Tersedianya regulasi pergerakan Tersedianya regulasi kendaraan pribadi Distribusi pergerakan merata Semarang dan sekitarnya Semarang dan sekitarnya Semarang dan sekitarnya Semarang dan sekitarnya Pemprov. Jateng, Pemkot,kab Kedunl!seour Pemprov. Jateng, Pemkot,kab Kedungsepur Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Jateng, Pemkot. Semarang Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Jateng, Pemkot. Semarang Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Jateng, Pemkot. Semarang Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Jateng, Pemkot. Semaralll:( Kemen PAN Kemennaker Kemenkeu

Menurunnya penggunaan kendaraan pribadi Pemahaman tertib lalu Tertib lalu lintas lintas Kelancaran arus lalu lintas

Polri

Manajemen lalu lintas yang lebih baik

Polri

Tersedianya dan diterapkannya perangkat pengendali lalu lintas Tersedianya data dan informasi lalu lintas Ivanl!akurat

Terkendalinya lalu lintas Semarang dan sekitarnya yang efisien dan terintegrasi Manajemen lalu lintas semakin tepat Semarang dan sekitarnya

Polri

Polri

Pengadaan sarana, prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian BRTdi Semarang Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRTdi Semarang Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara

Pemprov. Jateng

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Jateng

Pemkot. Semarang

NO.

PERKOTMN Program Pembailgunan/pengembangan fasilitas pendukung dan fasilitas perpindaban transportasi multimoda di terminal, bandar udara, stasiun kereta api dan/atau halte Pengembangan KAperkotaan Semarang dan sekitarnya (reaktifasi dan elektrifikasi) Pembangunan jalan layang Kalibanteng Pengembangan interkoneksi ke/dari pelabuhan, bandar udara, stasiun dan terminal di Semarang Pengembangan KAdi Kedungsepur

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDlLAYANI Semarang dan sekitarnya

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Jateng INSTANSI TERKAIT Pemkot Semarang

Tersedianya fasilitas alihmoda

Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan

Tersedianya pelayanan Meningkatnya kecepatan Semarang dan transportasi KA dan kapasitas sekitarnya perkotaan Tersedianya jalan layang Kalibanteng Terkoneksinya simpulsimpul transportasi di Semarang Tersedianya jaringan KAdi Kedungsepur Meningkatnya aksesibilitas Meningkatnya elancaran arus angkutan penumpang Meningkatnya elancaran arus angkutan oenumoang Tertanggulanginya Meningkatnya Rob di Pelabuhan elancaran transportasi Taniung Emas aut Tertanggulanginya Meningkatnya Rob di Stasiun Tawang elancaran arus penumoang KA Terelokasinya Meningkatnya pelayanan terminal penumpang penumpang di Bandara Semarang dan sekitarnya Semarang dan sekitarnya Semarang dan sekitarnya Semarang dan sekitarnya Semarang dan sekitarnya Semarang dan sekitarnya

Ditjen Perkeretaapian

Pemprov. Jateng, Pemkot/kab. Kedungsepur, PT. KAI

Ditjen Bina Marga Pemprov. Jateng, Pemkot Semarang Dirjen Perkeretaapian, Pemprov. Jateng. Pemkot Semarang, PT. Pelindo III Pemkot Semarang, Ditjen Perkeretaapian Pemprov. Jateng, PT.Angkasa Pura I Ditjen Phb. Udara Ditjen Phb. Laut

Penanganan Rob di Pelabuhan Tanjung Emas Penanganan Rob di Stasiun Tawang

Relokasi terminal penumpang Bandara A. Yani Semarang 6. YOGJAKARTA Optimasi Pengaturan hari kerja untuk mengurangi konsentrasi kegiatan Peningkatan pajak dan parkir untuk mengurangi penggunaan kendaraan oribadi Sosialisasi/kampanye ketertiban lalu lintas dan angkutan perkotaan Penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional perkotaan termasuk oenvediaan fasilitas pejalan kaki

,
Tersedianya regulasi pergerakan Tersedianya regulasi kendaraan pribadi Distribusi pergerakan merata Menurunnya penggunaan kendaraan pribadi Pemahaman tertib lalu Tertib lalu lintas lintas Kelancaran arus lalu lintas Yogjakarta dan sekitarnya Yogjakarta dan sekitarnya Yogjakarta dan sekitarnya Yogjakarta dan sekitarnya Pemprov. DIY, Pemkot Yogjakarta Pemprov. DIY, Pemkot Yogjakarta Ditjen Phb. Darat, Pemprov. DIY, Pemkot Yogjakarta Ditjen Phb. Darat, Pemprov. DIY, Pemkot Yogjakarta Kernen PAN Kemennaker Kemenkeu

Polri

Manajemen lalu lintas yang lebih baik

Polri

NO.

PERKOTMN Program Pengembangan ATCS (Area Traffic Control System) dan teknologi informasi lalu !intas perkotaan Pengembangan database transportasi perkotaan Pengembangan dan Pembangunan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDILAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG ,AWAB Ditjen Phb. Darat, Pemprov. DIY, Pemkot Yogjakarta Ditjen Phb. Darat, Pemprov. DIY, Pemkot Yogjakarta Polri INSTANSI TERKAIT

Tersedianya dan diterapkannya perangkat pengenda!i lalu !intas Tersedianya data dan informasi lalu !intas Ivang akurat

Terkenda!inya lalu !iotas Yogjakarta dan sekitarnya yang efisien dan terintegrasi Manajemen lalu !intas semakin tepat Yogjakarta dan sekitarnya

Polri

Pengadaan sarana, prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian BRTdi Yogjakarta Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRTdi Yogjakarta Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara

Tersedianya BRTdi Yogjakarta Terintegrasinya layanan angkutan umum dengan BRT Tersedianya pelayanan angkutan pemadu moda Tersedianya fasilitas a!ih moda

Meningkatnya pelayanan Yogjakarta dan angkutan umum sekitarnya Meningkatnya pelayanan Yogjakarta dan angkutan umum sekitarnya Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Yogjakarta dan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemkot Yogjakarta Pemkot Yogjakarta

Pemprov. DIY

Pemprov. DIY

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. DIY

Pemkot Yogjakarta

Pembangunan/pengembangan fasi!itas pendukung dan fasilitas perpindahan transportasi multimoda di terminal, bandar udara, stasi un kereta api dan/atau halte Pengembangan KAperkotaan Yogjakarta dan sekitarnya (elektrifikasi Kutoarjo- YogjakartaSolo, reaktifasi YogjakartaMagelang dan Yogjakarta-Bantul) Pembangunan park and ride
7.

Yogjakarta dan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. DIY

Pemkot Yogjakarta

Tersedianya jaringan KAperkotaan

Meningkatnya kecepatan Yogjakarta dan dan kapasitas sekitarnya

Ditjen Perkeretaapian

Pemprov. DIY, Pemkot Yogjakarta, PT.KAI

Tersedianya park and ride

Meningkatnya kemudahan a!ihmoda

Yogyakarta dan sekitarnya

Pemprov. DIY

Pemkot DIY

GERBANGKERTOSUSILO(GRESIK-BANGKALAN-MO,OKERTO-SURABAYA-SIDOAR,O-LAMONGAN) Optimasi Pengaturan hari kerja untuk mengurangi konsentrasi kegiatan Peningkatan pajak dan parkir untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi Tersedianya regulasi pergerakan Tersedianya regulasi kendaraan pribadi Distribusi pergerakan merata Menurunnya penggunaan kendaraan pribadi Surabaya dan sekitarnya Surabaya dan sekitarnya Pemprov. 'atim, Pemkot Surabaya Pemprov. jatim, Pemkot Surabaya Kernen PAN Kemennaker Kemenkeu

NO.

PERKOTMN Program Sosialisasijkampanye ketertiban lalu lintas dan angkutan perkotaan Penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional perkotaan termasuk penvediaan fasilitas pejalan kaki Pengembangan ATCS (Area Traffic Control System) dan teknologi informasi lalu lintas perkotaan Pengembangan database transportasi perkotaan Pengembangan dan Pembangunan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDILAYANI Surabaya dan sekitarnya Surabaya dan sekitarnya

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Phb. Darat, Pemprov. jatim, Pemkot Surabava Ditjen Phb. Darat, Pemprov. jatim, Pemkot Surabaya Ditjen Phb. Darat, Pemprov. jatim. Pemkot Surabaya Ditjen Phb. Darat, Pemprov. jatim, Pemkot Surabaya Polri INSTANSI TERKAIT

Pemahaman tertip lalu Tertib lalu lintas lintas Manajemen lalu lintas yang lebih baik Kelancaran arus lalu lintas

Polri

Tersedianya dan diterapkannya perangkat pengendali lalu lintas Tersedianya data dan informasi lalu lintas yang akurat

Terkendalinya lalu lintas Surabaya dan yang efisien dan sekitarnya terintegrasi Manajemen lalu lintas semakin tepat Surabaya dan sekitarnya

Polri

Poln

Pengadaan sarana. prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian BRTdi Surabaya Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRTdi Surabaya Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara

Tersedianya BRTdi Surabaya Tenntegrasinya layanan angkutan umum dengan BRT Tersedianya pelayanan angkutan pemadu moda Tersedianya fasilitas alih moda

Meningkatnya pelayanan Surabaya dan angkutan umum sekitarnya Meningkatnya pelayanan Surabaya dan angkutan umum sekitarnya Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda an2kutan Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Surabaya dan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemkot Surabaya Pemkot Surabaya

Pemprov. jatim

Pemprov. jatim

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. jatim

Pemkot Surabaya

Pembangunan/pengembangan fasilitas pendukung dan fasilitas perpindahan transportasi multimoda di terminal, bandar udara. stasi un kereta api dan/atau halte Elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda (Lamongan-Pasar TunGubeng-Sidoarjo-Porong, Wonokromo- Tarik-Mojokerto, Gubeng-Sidotopo) Pembangunan rei KAdouble track elevated pada seluruh jaringan di Wi/ayah kota Surabaya

Surabaya dan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. jatim

Pemkot. Surabaya

Tersedianya jaringan KAperkotaan sepanjang 124 Krn

Meningkatnya kecepatan Surabaya dan sekitarnya dan kapasitas

Ditjen Perkeretaapian

Pemprov. jatim, Pemkot/kab. Gerbangkertosusilo, PT.KAI Pemkot/kab Gerbangkertosusilo, PT.KAI

Tersedianya jaringan reI KAdouble track


elevated

Meningkatnya pelayanan Surabaya dan sekitarnya dan pengurangan kemacetan

Pemprov. jatim, Ditjen Perkeretaapian

NO.

PERKQTMN Program Pengembangan Kereta Api (KA) untuk komuter di wilayah Gerbangkertosusila (GKS)

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANG DlLAYANI Surabaya dan sekitarnya

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d2014 PENANGGUNG JAWAB Pemprov. Jatim, Ditjen Perkeretaapian INSTANSI TERKAIT Pemkot/kab. Gerbangkertosusilo, PT.KAI

Meningkatnya pelayanan angkutan umum yang murah, aman dan nyaman Meningkatnya kapasitas Pembangunan jalan lingkar (MERR Tersedianya jalan & Lingkar Barat) lingkar layanan Tersedianya jalan Meningkatnya kapasitas Pembangunan jalan layang Pasar Kembang layang Pasar Kembang layanan Tersedianya jalan Peningkatan kapasitas Pembangunan jalan layang layang Wonokromo/ layanan Wonokromo/Mayangkara Mayangkara Meningkatnya kapasitas Tersedianya jalan Pembangunan jalan layang Margorejo') layang Margorejo layanan Tersedianya jalan Meningkatnya kapasitas Pembangunan jalan layang akses Waru') layang akses Waru layanan Tersedianya jalan Meningkatnya kapasitas Pembangunan jalan layang Jemursari') layang Jemursari layanan Meningkatnya kapasitas Tersedianya jalan tol Pembangunanjalan tollingkar lingkar timur luar dan layanan timur luar dan peningkatan tol Surabaya Gempol (Ruas WaruSurabaya Gempol Perak) Meningkatnya kapasitas Pembangunan jalan lingkar tengah Tersedinya jalan lingkar tengah layanan Meningkatnya kapasitas Tersedianya jaringan Peningkatan jalan Kali Rungkut jalan layanan Tropodo, pembangunanfrontage road Ahmad Yani,pembangunan jalan lingkar barat tengah, peningkatan jalan mastrip dan peningkatan jalan ITS-KertajayaSulawesi -Pandegiling- BanyuuripTandes- Benowo Meningkatnya kapasitas Tersedianya jaringan Pembangunan jalan Darmahusada jalan layanan lingkar timur-tengah, pembangunan jalan stadion lingkar luar barat, pembangunan jalan RSUDSurabaya barat-lingkar luar barat Meningkatnya kapasitas Tersedianya jalan Pembangunan jalan lingkar barat layanan luar lingkar barat luar

Tersedianya angkutan KAkomuter di Gerbangkertosusilo

Surabaya dan sekitarnya Surabaya dan sekitarnya Surabaya dan sekitarnya Surabaya dan sekitarnya Surabaya dan sekitarnya Surabaya dan sekitarnya Surabaya dan sekitarnya

Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga

Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga

Ditjen Bina Marga

Pemprov. Jatim

Surabaya dan sekitarnya Surabaya dan sekitarnya

Pemkot Surabaya Pemkot Surabaya

Pemprov. Jatim, KemenPU Pemprov. Jatim, KemenPU

Surabaya dan sekitarnya

Pemkot Surabaya

Pemprov. Jatim, KemenPU

Surabaya dan sekitarnya

Pemprov. Jatim, Pemkot Surabaya Ditjen Bina Marga

NO.

PERKQTMN Program Pembangunan jalan tol WaruSurabaya-Mojokerto

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDlIAYANI Surabaya dan sekitarnya

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG JAWAB Ditjen Bina Marga INSTANSI TERKAIT Pemprov. Jatim

Pembangunan jalan BenowoStudio-Romo-Kalisari dan peningkatan jalan KenjeranSidorame-Iskandar Muda 8.

Tersedianya jalan tol Waru- SurabayaMojokerto sepanjang 37Km Tersedianya jaringan jalan

Meningkatnya kapasitas layanan

Meningkatnya kapasitas layanan

Surabaya dan sekitarnya

Pemprov. Jatim

Ditjen Bina Marga

SARBAGITA(DENPASAR-BADUNG-GIANYAR-TABANAN) Optimasi Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi Tersedianya regulasi pergerakan Meningkatnya kelancaran lalu lintas dan pemberian prioritas angkutan umum Tersedianya regulasi Menurunnya kendaraan pribadi penggunaan kendaraan pribadi Pemahaman tertib lalu Tertib lalu lintas lintas Denpasar dan sekitarnya Pemprov. Bali, Ditjen Phb. Darat, Pemkot/kab. Sarbagita Pemprov. Bali, Pemkot/kab. Sarbagita Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Bali, Pemkot /kab. Sarbagita Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Bali, Pemkot /kab. Sarbagita Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Bali, Pemkot/kab. Sarbagita Pemprov. Bali, Pemkot/kab. Sarbagita Pemprov. Bali, Pemkot/kab. Sarbagita Pemprov. Bali, Pemkot/kab. Sarbagita Polri

Peningkatan pajak dan parkir untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi Sosialisasi/kampanye ketertiban lalu lintas dan angkutan perkotaan

Denpas1r dan sekitarnya Denpasar dan sekitarnya

Kemenkeu

Polri

Penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional perkotaan termasuk penyediaan fasilitas pejalan kaki Pengembangan ATCS (Area Traffic Control System) dan teknologi informasi lalu lintas perkotaan Penyediaan infrastruktur manajemen lalu lintas perkotaan Penanganan simpang-simpang kritis di Kota Denpasar dan sekitarnya Pembentukan Badan Layanan Umum

Manajemen lalu lintas yang lebih baik

Kelancaran arus lalu lintas

Denpasar dan sekitarnya

Polri

Tersedianya dan diterapkannya perangkat pengendali lalu lintas Manajemen lalu lintas yang lebih baik Manajemen lalu lintas yang lebih baik Terbentuknya Badan Layanan Umum

Terkendalinya lalu lintas Denpasar dan sekitarnya yang efisien dan terintegrasi Kelancaran arus lalu lintas Peningkatan aksesibilitas dan keterpaduan antarmoda Terintegrasinya pengelolaan LLAIdi Sarbagita Denpasar dan sekitarnya Denpasar dan sekitarnya Denpasar dan sekitarnya

Polri

Ditjen Phb. Darat

Ditjen Phb. Darat

Ditjen Phb. Darat

NO.

PERKOTMN Program Penyusunan dan penetapan standar pelayanan dan tata cara operasi angkutan umum Pengembangan database transportasi perkotaan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGD1LAYANI Denpasar dan sekitarnya

PERIODEjTAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d 2014 PENANGGUNG ,AWAB Pemprov. Bali, Pemkotjkab. Sarbagita Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Bali, Pemkotjkab. Sarbagita INSTANSI TERKAIT Ditjen Phb. Darat

Tersusunnya standar pelayanan dan tata cara operasi angkutan umum Tersedianya data dan informasi lalu lintas yangakurat

Peningkatan kualitas layanan

Manajemen lalu lintas semakin tepat

Denpasar dan sekitarnya

Polri

Pengembangan

dan Pembangunan Tersedianya BRTdi Sarbagita Meningkatnya pelayanan Sarbagita dan angkutan umum sekitarnya Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Bali Pemkotjkab. Sarbagita Pemkotjkab. Sarbagita Polri

Pengadaan sarana, prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian angkutan BRTdi Sarbagita Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan angkutanBRT di Sarbagita Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara dan Pelabuhan laut dan terminal transportasi jalan Pembangunanjpengembangan fasilitas pendukung dan fasilitas perpindahan transportasi multimoda di terminal, bandar udara, Delabuhan laut dan/atau halte Perencanaan dan pembangunan khusus lajur sepeda dan sepeda motor di jalan nasional Pembangunan jalan Serangan Tanjung Benoa Pembangunan underpass Dewa Ruci Pembangunan sunset road (Kuta Tanah Lot) Pembangunan jalan lingkar luar Sarbagita

Terintegrasinya layanan angkutan umum dengan BRT

Meningkatnya pelayanan Sarbagita dan angkutan umum sekitarnya

Pemprov. Bali

Tersedianya pelayanan Kemudahan dan angkutan pemadu kenyamanan moda perpindahan moda angkutan Tersedianya fasilitas Kemudahan dan alih moda kenyamanan perpindahan moda angkutan Tersedianya lajur khusus sepeda dan sepeda motor di jalan nasional Tersedianya jaringan jalan Serangan-Tanjung Benoa Tersedianya underpass Dewa Ruci Tersedianya jaringan jalan Kuta-Tanah Lot sepanjang 20 km Tersedianya jalan lingkar luar Sarbagita sepanjang 25 km Meningkatnya keselamatan, ketertiban dan kapasitas layanan

Denpasar dan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Bali

Pemkot jkab. Sarbagita

Denpasar dan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Bali

Pemkot jkab. Sarbagita

Denpasar dan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Bali

Pemkot jkab. Sarbagita

Meningkatnya kapasitas Denpasar dan layanan sekitarnya Meningkatnya kapasitas layanan Meningkatnya kapasitas layanan Meningkatnya kapasitas layanan Denpasar dan sekitarnya Kuta - Tanah Lot

Ditjen Bina Marga

Pemprov. Bali

Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga

Pemprov. Bali Pemprov. Bali

Bringkit-Batua Purnama

Ditjen Bina Marga

Pemprov. Bali, Pemkotjkab. Sarbagita

NO.

PERKOTAAN Program Pembangunan Terminal Mengui

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANGDlLAYANI Provinsi BaHdan sekitarnya

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d s.d. 2010 2011 2012 2013 2014- 2019 2030 2010 s.d 2014PENANGGUNG JAWAB Pemprov. BaH, Oitjen Phb. Darat INSTANSI TERKAIT

Terbangunnya terminal tipe A

Meningkatnya kapasitas layanan angkutan jalan

9.

MAMINASATA(MAKASSAR-SUNGGUMINASATAKALAR-MAROS) Optimasi SosiaHsasi/kampanye ketertiban lalu Hntas dan angkutan perkotaan Penerapan manajemen dan rekayasa lalu Hntas di jalan nasional perkotaan termasuk fasilitas peialan kaki Pengembangan ATCS(Area Traffic Control System)dan teknologi informasi lalu Hntas perkotaan Penerapan manajemen dan kelayakan angkutan massal Kota Makasar Pengembangan data base transportasi perkotaan Pemahaman tertib lalu Tertib lalu Hntas Hntas Manajemen lalu Hntas yang lebih baik Kelancaran arus lalu Hntas Makasardan sekitarnya Makasardan sekitarnya Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sulsel, Pemkot Makassar Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sulsel, Pemkot Makassar Oitjen Phb. Darat, Pemprov. Sulsel, Pemkot Makassar Oitjen Phb. Darat, Pemkot Makasar Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sulsel, Pemkot Makassar Polri

Polri

Tersedianya dan TerkendaHnya lalu Hntas diterapkannya yang efisien dan perangkat pengendaH terintegrasi lalu Hntas Manajemen lalu Hntas Meningkatnya pelayanan angkutan massal yang angkutan massal Kota lebih baik Makassar Tersedianya data dan informasi lalu Hntas yang akurat Manajemen lalu Hntas semakin tepat

Makasardan sekitarnya

Polri

Makasardan sekitarnya Makasardan sekitarnya

Polri, Pemprov. Sulsel Polri

Pengembangan

dan Pembangunan Tersedianya BRTdi Makassar Terintegrasinya layanan angkutan umum dengan BRT Tersedianya pelayanan angkutan pemadu moda Tersedianya fasilitas aHh moda Meningkatnya pelayanan Maminasata angkutan umum Meningkatnya pelayanan Makasardan sekitarnya angkutan umum Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda an~kutan Kemudahan dan kenyamanan perpindahan moda angkutan Maminasata Ditjen Phb. Darat, Pemkot Maminasata Pemkot Makassar Pemprov. Sulsel

Pengadaan sarana, prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian BRTMakassar Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRTMakassar Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara

Pemprov. Sulsel

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sulsel

Pemkot Maminasata

Pembangunan/pengembangan fasilitas pendukung dan fasilitas perpindaban transportasi multimoda di terminal, bandara udara, stasiun kereta ani dan/atau halte

Makasardan sekitarnya

Ditjen Phb. Darat, Pemprov. Sulsel

Pemkot Makasar

NO.

PERKQTMN Program Pembangunan jaringan KA perkotaan metropolitan MakassarMaros-SungguminasaTakalar) Pembangunan jalan lingkar tengah Makassar (MRR) Pembangunan Kemerdekaan jalan layang Perintis

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN PERMUKIMAN YANG DILAYANI Makassar dan sekitarnya Makasardan sekitarnya Makasardan sekitarnya

PERIODE/TAHUN

2010 s.d2014 2010 2011 2012 2013

2015 2020 s.d. s.d. 2014 2019 2030

PENANGGUNG JAWAB Ditjen Perkeretaapian

INSTANSI TERKAIT Pemprov. Sulsel Pemkot/kab. Maminasata. PT. KAI Pemprov. Sulsel Pemkot/kab. Maminasata Pemprov. Sulsel Pemkot/kab. Maminasata

Tersedianya jaringan KA perkotaan Tersedianya jaringan jalan lingkar tengah Makassar Tersedianya jalan layang Perintis Kemerdekaan

Meningkatnya aksesibilitas dan keterpaduan antarmoda Meningkatnya layanan Meningkatnya layanan kapasitas

Ditjen Bina Marga

kapasitas

Ditjen Bina Marga

Keterangan:
*) Pembangunan jalan layang di atas jalan reI dalam kota menunggu kepastian pembangunan jalan reI elevated track

GAMBAR L4-1 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN MOBILIT AS ORANG DI MEBIDANGRO (MEDAN-BINJAI-DELI-SERDANG-KARO)
Optimasl

.turan hart kerja untuk mengurangi konsentrasi kegiatan n jam sekolab) ; $i/kampanye ketertlban lalu lintas dan angkutan perkotaan .})eningkatan pajak dan parkir untuk mengurangi penggunaan kendaraan prtbadi . Penerapan manajemen dan rekayasa lalu Hntas di jalan nasional perkotaan termasuk penyediaan fasilitas pejalan kaki Penerapan city check-in untuk pelayanan keberangkatan penumpang arigkutan udara PengembanganATCS (Area Traffic Control System) dan teknologi informasi lalu Hntas perkotaan Pengembangan database transportasi perkotaan Penataan jalur pedestrian dalam kawasan transit orie

Pengembanpn

dan.Pembangunan

Pengadaan sarana. prasarana dan fasiUtas pendukung serta pengoperasian BRTdi Medan Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRTdiMedan Pengembangan angkutan pemadu moda dart dan ke bandar udara Pembangunan/pengembangan fasilitas pendukung dan fasllitas perpindaban transportasi multi-moda di terminal, bandar udara, stasiun kereta api dan/atau balte Pengembangan KAperkotaan Medan dan sekitamya (Mebidangro) Pembangunan Terminal Labuhan yang tertntegrasi dengan Stasiun
KA

Pembangunan Iingkarluar paling luar (outer-outer ring road) Pembangunan jalan layang lamin Ginting-Medan Pembangunan fasilitas transfer point di Bandara Kualanamu untuk mendukung pelayanan angkutan pemadu moda Pembangunan jalan layang JI. Gatot Subroto (Simp. Pinang Baris) Pembangunan jalan tol roas Medan-Lubuk Pakam-Kualanamu- Tebing Tinggi Pembangunan jalan tol ruas Medan-Binjal Pembangunan underpass Simpang Titi Kuning Pembangunan jembatan layang fIlyover) - Simpang Pondok Kelapa Pembangunan terminal terpadu CBDPolonla (eks Bandara) . Pembangunan jalan layangCBO Polonia ke jalan Halad Pembangunan jalan Ungkar utara dan selatan ke arab slsi timur untuk connecting dengan bandara Kualanamu. Pembangunan jalan layangtidak $ebidang dengan KAdl ringroad Binjal

GAMBAR L4-2 PENGEMBANGAN TRANSPORTASJ ANTARMODA/MULTJMODA UNTUK KELANCARAN MOBJLITAS ORANG DJ KOTA PALEMBANG
Program Pell,embal1gall dan PembangullaD OptimaSi

Pengadaansarana,prasatanadan fasilitas pendlikUngsertapengoperasian BRTrli Palmbang .Pembangunanjalul" khusus bus (busway) di jalannasional Pembangunan/pengell1bangan fasilitas pendukuQg.dan fasilitasperpindahan transportasi multimodadi terminal. bandaraudara. stasiunkeretaapi dan/atau halte PembuatanFasi\itas Perpindahan Moda PenuIllpangAntar AngkutanDarat .Pembuatan. Fasilitas Perpindahan Moda Penumpang AntarAngkutan DaratSungai/Laut PembangunanKA. perkotaan Palembang dan sekitarnya Pemberdayaan sungai dan angkutan sungai di Kota Palembang Penanganan Simpang~simpang Kritis di Kota Palembang Sistem Informasi Parkirpadafasilitas transfer antar moda (dermaga, pelabuhan dan handara) Pembangunan J~mbatan Musi HI dan jalan akses25 Km .Pembangunan Jalan Lingkar Barat Palembang Pel11bangunanJembatan Kramasan (lanjutan) Pell1bangunanduplikasjJembatan Musi
II

Pembangunan fly over Caritas Palembang

Penataan dan pengembangan trayek angkutan umumpengumpan BRT.di Pal~mbang PengembanganaDgkutanpemadu moda dari dan ke BandaI' Udara Penerapan manajemen danrekayasa lalu Iintas dl jaJan nasloniil perkotaan Pengembangan ATCSdan teknologi informasi lalu lintas perkotaan Pengembangandata base transportasi perkotaan Sosialisasijkampanye ketertiban lalu \intas dan angkutan perkotaan Pengaturan hari kerja untuk mengurangi konsentrasi kegiatan Pengaturan pajak dan parkir di CBD untukmimgurangi penggunaan kendaraan prlbadi Penyediaanlnfrastruktur Manajemen Lalu Lintas Perkotaan . Peninglcatan Pelayanan Angkutan Perairan (melayani Wilayah sekftarsungai Musl.Ogan, Keramasan dan lain.lain) Pelayanan Terpa<lu Antara Transportasi Perairandengan Transportasl Jalan dengan.MensinkronkanTrayek dan .Jadwal Antarii Kedilanya .Penyusunan Standar FasiUtas Transfer dan Pindab Moda melalui pembangunan terminal multimoda di Karya laya Penyusunan danPenetapan Standar Pelayanari dan Tata Cara Operasi AngkUtan Umtlm PenyusunaA Konsep Integrasi Pelayanan dan Operas! Angkutan Umum

GAMBAR L4-3 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN MOBILITAS ORANG


01 JABOOETABEK (JAKARTA-BOGOR-OEPOK-TANGERANG-BEKASI)

peng~m?~Il~~~dan.~elllb~ngunan
~~i;tl~!1~rt~j~~tlI:.gallda~~~Il~-t.t~~a t~~$ukelektritlkasi) Ii .... ffl!~~~~llanj~l~rgClrtdcl!Q~rjTan~l'an~(termasuk elektrifikasi) Ii .p~~l,1~n~n~doubl~d~lt1l~~~at;k(Ciltarang.Manggarai) P~ng~ll1bangankond~r MR'l'untukjalUr LebakBulusDukuh atas Pem~ngunan/perpanj~ngan .MRTantara Dukuh AtasKota P~mbangtUlan MRTBarat.l'imur Wilayah Jakarta Pembangunan Monorail Jakarta Pellg~mbangan kondorberbasis rei Pada koridor Pulogebang-Kp. Melayu-Casablanca-Tomang-Sentra Pnmer Barat PemiJangunanjalan TolSentulCity-Dramaga Bogor (Bogor Ring Road) Pembangunan lingicarselatan Bogor:Tajut-Muarasari-CiomasDramaga(Inner Ring Road) Pembangunan lingkarutara bogor sepanjang Tanah Baru-Parung Banteng-Tajur (R3) Pengoperasian Trans Pakuan dengan rute. Baranangsiang-Jalan Barn-Terminal Bubulak RelokasiterminaI baranangsiang ke Ciluar Bogor Utara Pembangunan terminal tipe Cdi Ciawi Pembangunan fasilitas perpindahan antarmoda Pembangunan Jalan Tol SentuiCity-Dramaga Bogor (Bogor Ring Road) Pembangunan jalan Tajur-Muarasari-Ciomas-Dramaga(Inner Ring Road) Pembangunan lingkar utara Bogor sepanjang Tanah Baru - Parung Banteng -Tajur (R3) Pembangunan Fly Over di perlintasan sebidang utama 01. Jampea,
dll)
"-',

.
... ,.. " ,'

-.Opdmasi
<:--:',
"':-"",:,'-':,.,>-,.:".':.:>-,

-'

.
........ ,',',

Pembangunan Fly Over Rawa Buaya + Ramp Fly Over Suprapto Pembangunan Fly Over Simpang Gaplek-Ciputat Pembangunan Fly Over BulakKapal-Bekasi Pembangunan Fly Over Ciawi-Bogor Pemballgunan Fly Over SimpangDaan Mogot-Sudirman Pembangunan Fly Over Rei Kereta Jalan Sudlrman Tangerang Pembangunan Underpass Cililitan Jakarta PembanR\lnanFly Over Kuninl:{an

Pengadaan sarana, prarana dan. faSilltas pendukung serta pengoperasian. BRTdi Jcibodetabek . . Penataan dan p -. n trayek angkutan umum pengumpanBRTtabek . ._ . Pembangunan jalur khusus bus (busWaY)di jalan. nasional . . Peilgembangan angkutan pemadu mGda dati dan ke BandaI' Udara _ Pembangunan/pengembangan fasilitas pendukung dan fasiUtas perpindahantransportasl multimoda di terminal, bandara udara,staslun kereta api daIl/atau haIte . Penerapan manaj~men dan rekayasa lalu lintas di jalan naslonal perkotaan Pengembangan ATCSdan teknologi informasllalu !intas perkotaan Pengembangan data base transportasi perkotaan Sosialisasi/kampanye ketertiban lalu lintas dan angkutan perkotaan Double track, Jalan baru dan shortcut pada lintas Tanah Abang - Serpong - Maja, Manggarai - Jatinegara - Bekasi & Manggarai - BandaraSoekamo Hatta Pembangunan jalur kereta api bandar udara Pengaturan han keIja untuk mengurangi konsentrasi kegiatan Pengaturan pajak dan parkir untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi Penerapan city check-in untuk pelayanan keberangkatan penumpang angkutaa udara Pembangunan perlintasan tidak sebidang

GAMBAR L4-4 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN MOBILITAS ORANG DI KOTA BANDUNG RAYA-CIREBON

pengembangandanPembangunan

pengadaan $arana,Pra.sa('ana dan fasilitas pendukungsertapengo~l'asianBRT di Bandung Penata;m dan pengembangantrayek angkutan umumpen~mpanBRTdiBandung Pembangunan jalurkhusus bus (busway) .dijalan nasiona] Pengembangan angkutanpemadu moda dart dan ke Bandar Udara . Pembangunan/pengembangan fasilitas pendulng. dan fasilitas ~~l'Pindahan transportasi multimoda di terminal, bandara udara, stasiun keretaapI dan/atauhalte Penerapan llla~ajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan n~ionCllperk0taan Pengembangan ATCSdanfekIlologlinformasi lalu Iintasperktaan pengentban~n<lata basetr~nsportasi perkotaan Sosiali~asi/IttlJl1panyeketertiba.n lalu lintas dan angkutanperkotaan pembangunandanelektriti~ijalur keretaapi perkotaan (Padalarang--llandung - Cicalengka) Pengaturan.hatikerjauntuk.mengurangi konsentrasikegiatan Pengaturan pajak danparkir untuk mengurangi

GAMBAR L4-5 PENGEMBANGAN TRANSPORTASf ANTARMODA/MULTfMODA UNTUK KELANCARAN MOBfLITAS ORANG Df KEDUNGSEPUR (KENDAL-DEMAK-UNGARAN-SEMARANG-PURWADADf)
Pengembangan dan Pembangunan

.Pengadaansarana, prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian BRTdi Semarang Pellataandan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRTdi Semarang Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara .Pernbangunan/pengembangan fasilitas pendukung dan fasilitas perpindahan tntllSp0rtasi multi-moda diterminal, bandar udara, stasiun kereta api dan/atau halte Pel)gembangan KApetkotaan Semarang dan sekitarnya (reaktifasi dan elektrifikasi) Pelllbangunan jalan layang Kalibanteng .Pel)geIllbangan interkoneksiangkutan jalan di antara wilayah Metropolitan: KEDUNGSEPUR, SUBOSUKOWONOSRATEN (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Kiaten), BERGASMALANG (Brebes, Tegal, Slawi, Pemalang). Pengembangan interkoneksi dari danke Pelabuhan, Bandara, Stasiun dan Terminal dl Semarang dan Bandara, Stasiun dan Terminal di Surakarta. Pengembangan KAdi Kedungsepur, Surakarta, Pelabuhan Tanjung Emas, Tanjung rntan Cilacap dan Tegal. Pemballgunan Jalan Tol ruas Semarang - Bawen - Solo Perencanaan,perancangan dan pembangunan Jalan Tol ruas Jogja-Bawen Perencanaan, perancangan danpembangunan Jalan Tol ruas Pejagan - Batang Perancangan dan pembangunan Jalan Tol ruas Semarang - Batang Perencanaan, perancangan dan pembangunan Jalan Tol ruas Semarang-Demak-KudusPati- Perbatasan Jatim Perencanaan, perancangan dan pembangunan Jalan Tol ruas Solo-Sragen-Perbatasan Jatim Perencanaan, perancangan dan pembangunan Jalan Tol ruas Jogja-Solo Perencanaan, perancangan dan pembangunan Jalan Tol ruas Ciamis-Cilacap-Jogja Pengembangan Kereta KomuterSlawi-Purwokerto-Kutoarjo (Prioritas Tinggi) Revitalisasl jalur KASemarang-Demak-Kudus-Pati-Rembang (Prioritas Tinggi) Pembangunan jalur ganda KATegal-Pekalongan-Semarang Pembangunan jalur ganda KACirebon-Kroya Revitalisasi jalur KAWonosobo-Purwokerto Revitalisasi jalur KAJogja-Magelang Pengoperasian Kapal Penyeberangan Kendal-Kumai Penataan kembali lokasi Jembatan Tlmbang di Brebes, Subah, Tugu, Klepu, Banyudono sebagai dampak pembangunan jalan Tol (Prioritas Tinggi) Penal)ganan Rob di pelabuhan Tj.Emas Penanganan Rob di Stasiun Tawang Relokasi terminal penumpang Bandara A.Yani Semarang Pengembangan Bandara Dewadaru Karimunjawa

. OptiDiasl Pengaturan hari kerja untuk mengurangi. Pengaturan pajak dan parkiruntuk mengu Sosialisasi/kainpanye ketertiban Ialulln~cda Penerapan manajemen dan rekayasa lam lIntas penyediaan fasilitas pejalan kaki ..... .... . Pengembangan ATCS (Area TrafJic Control SJlstentldan.teknoiogi informasllaIu Iintas perkotaan .... . . Pengembangan database transportasl perk)taan Optimalisasi angkutan barang melalui KAlintis Jakarta-Sem~-Surabaya Optimalisasi angkutan barang melalui Coastal Ferry Lampung-~anten-Jakarta.JabarJatengT_ .._ ":....1.1

~'''''n''kr'1YY'_ rn. .t : ...

"1",-. ....... :'\

'

GAMBAR L4-6 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MULTIMODA UNTUK KELANCARAN MOBILITAS ORANG DI YOG,AKARTA

Optimasi

: Pengaturan hari kerja ulltuk mengurangi : konsentrasi kegiatan : Peningkatan pajakdan parkir untuk : mengurangi penggunaan kendaraallpnbadi :. SOsialisasijkampanye ketertiban lalu lintas : . d,m angkutan perkotaan : Penerapanmanajemen danrekayasa lalu : !intas di jalan nasional perkotaan termasuk : penyediaan fasiUtas pejalan kaki : Pengembangan ATCS(Area Traffic Control : System) dan teknologUnformasi lalu !intas : perkotaan : Pengembangan database transportasi : perkotaan

f.

: Pengembangan dan Pembangunan : Pengadaan sarana, prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian BRT di Yogjakarta Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRTdi Yogjakarta engembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara embangunanjpengembangan fasilltas pendukung dan fasilitas perpindahan ansportasi multi-moda di terminal, bandar udara, stasiun kereta api danjatau alte Pengembangan KAperkotaan Yogjakarta dan seldtarnya (elektrifikasi KutoarjoYogjakarta-Solo,reaktifasi Yogjakarta-Magelang dan Yogjakarta-Bantul) : Pembangunan/Pengembangan falsillitas pendukung dan fasilita.sperpindahan transportasl multi-moda dl terminal, bandar udara, stasiundanjatau halte Pengembangan KAperkotaan Yogjakarta dan seldtarnya(Elektrifikasi Kutoarjo Solo) : Pengembangan KAPerkotaan Yogjakarta dan Seldtarnya (Yogjakarta-Bantul) Pengembangan terminal terpadu angkutan barang ekspor-impor (inland-port) : Pembangunan park and ride

............... .,

GAMBAR L4 7 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MUL TIMODA UNTUK KELANCARAN MOBILIT AS ORANG DI GERBANGKERTOSUSILA
. Pengembangan dan Pembangunan Pengadaan sarana, prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian BRT di Surabaya Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRT di Surabaya Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara Pembangunan/pengembangan fasiIitas pendukung dan fasilitas perpindahan transportasi multi-moda di terminal, bandar udara, stasiun kereta api dan/atau halte Elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda (Lamongan-Pasar TuriGubeng-Sidoarjo-Porong, Wonokromo-Tarik-Mojokerto, GubengSidotopo) Pembangunan Rei Kereta Api (KA) double track elevated pada seluruh jaringan di Wilayah kota Surabaya Pengembangan Kereta Api (KA) untuk komuter di wilayah Gerbangkertosusila (GKS) dan antar kota regional Pembangunan jalan lingkar (MERR & Lingkar Barat) Pembangunan jalan layang Pasar Kembang Pembangunan jalan layang Wonokromo/Mayangkara Pembangunan jalan layang Margorejo Pembangunan jaDm layang Akses Waru Pembangunan jalan layang }emursari Pembangunan jalan Tol Lingkar Timur Luar dan Peningkatan Tol Surabaya Gempol (Ruas Waru-Perak) Pembangunan }alan Lingkar Tengah Peningkatan jalan Kali Rungkut Tropodo, pembnagunan frontage road A. Yani, pembangunan jalan lingkar barat tengah, peningkatan jalan mastrip dan peningkatan jalan ITS-Kertajaya-SulawesiPandegiling-Banyuurip- Tandes-Benowo. Pembangunan jalan darmahusada lingkar timur-tengah, pembangunan jalan stadlon lingkar luar barat, pembangunan jalan RSUD Surabaya Barat-lingkar luar barat Pembangunan }alan Lingkar Barat Luar Peningkatan jalan Tol Dupak - Gresik Pembangunan jalan Tol }uanda-Waru- Tol Surabaya-Mojokerto . OptbDasJ

PengatUran han kerJa ~ . mengurangl konsentrasi.keIia_ . Penlngkatan pajak dan parkir untuk ::=~rlgipenggunaah kendataan
.SOslaltsasl!kampanye _rtiban lalu lintas.danangktitan pE!l'kotaan

.Pe
. lal.

n
Ian k;~nyed1aa nATCS (Aretl.TraJllc
) dalltelmologi Ibrtas perkotaail
databose

J>eDp
Con Info

.PengembOgan

t:1'an$portasi

GAMBAR L4-8 PENGEMBANGAN TRANSPORTASf ANTARMODA/MULTfMODA UNTUK KELANCARAN MOBfLITAS ORANG Of SARBAGfTA (OENPASAR-BANGLI-GIANYAR-TABANAN)

Pengembangan

clan Pembangunan

P adaan sarana,prasarana dan fasilitas pen ng serta pengoperasian angkutan BRT

di Sar

ta

Penataa a n mbangan trayek angku~n umum pe tanbrt di Sarbagita Pengemba gkutan oda daJi, --,I dan ke bandar u ara an Pelabuhan ,-' terminal transportasi jalan Pembangunan/pengembangan fasilitas pendukung dan fasilitas perpindahan transportasi multi-moda di terminal, bandar udara, pelabuhan laut dan/atau halte Perencanaan dan pembangunan khusus lajur \\ sepeda dan sepeda motordi jalan nasional '. Pembangunan jalan Serangan - Tanjung Benoa \vP~angunan underpass Dewa Ruci
JiEMB~~NAN - TANAH ~~ 'ALAN SUN SET ROAD (KUTA

:[~~:~:::1. ~::~I:~::::::~R ,
....-....~/
;

embangan ATCS(Area Traffic ot System)danteknologi tnfoI'Jll!lSi lalu lintas perkotaan Penerapanmanajemen dan k~layakanangkutan massal kota Makasar Pen~mbangan data base trans[)ortasi Derkotaan

GAMBAR L4-9 PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMOOA/MULTIMOOA UNTUK KELANCARAN MOBILITAS ORANG OI MAMINASATA (MAKASSAR-SUNGGUMINASA- TAKALAR-MAROS)

Pengembangan dan Pembangunan Pengadaan sarana, prasarana dan fasilitas pendukung serta pengoperasian BRTMakassar Penataan dan pengembangan trayek angkutan umum pengumpan BRTMakassar Pengembangan angkutan pemadu moda dari dan ke bandar udara Pembangunan/pengeIllbangan fasilltas pendukung dan fasilitas perpindahan transportasi multi-moda di terminal, bandara udara. stasiun kereta api(:lan/atau halte Pembangunan jaringan KAPerkotaan metropolitan MakassarMaros-Sungguminasa- Takalar) Pembangunan jaIanUngka.rtengab Makassar (MRR) Pembangunan jalan layang Perintis Ketnerdekaan Pengembangan dan pembangunanangkutan anak sekolah di kota Makasar Pengembangan dan pembangunan fasilitas perlengkapan jalan di kota Makasar Pperalatan pengujian kendaraan bermotor mekanik (statis) di kota Op.timasi ~osialisasi/ka.Illpanyeketertiban lalu !intas dan angkutan perkotaan Penerapanmanaj~mel1dan rekaya$alalulintas di jalan nasional perkotaall te~asuk fasilitas pejalankaki Pengembangan Arcs (Area Traffic C(mtrol System)dan teknologiinforIn~sHalu lintas perkotaan Penerapan manajemen dan kelayakanangkutan massal kotaMakasar Pengelllbangan data baSe transportasi perkotaan

:. : :. : :.

....

.
,

.~.
:~

'.- .- .. .
..

.... ....

..

....

..

..:

~ : : :

LAMPIRANS. MATRIKS PROGRAM PENGEMBANGAN ANTARMODA/MUL PADA KABUPATEN DAERAH TERTINGGAL nMODA

LAMPIRAN 5. MATRIKS PROGRAM PENGEMBANGAN TRANSPORTASI ANTARMODA/MUL TIMODA PAD A KABUPATEN DAERAH TERTINGGAL
PROVINSllKabupaten Program KAWASAN YANG DlLAYANI PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG ,AWAB INSTANSI TERKAIT

NO.

OUTPUT

OUTCOME

I. 1.

PROVINSINANGGROE ACEHDARUSSALAM Kabupaten Gayo Lues* Pembangunan bandar udara perintis

Tersedianya bandar udara untuk melayani penerbangan perintis Tersedianya sarana angkutan darat

Meningkatnya Medan- Gayo aksesibilitas antar daerah Lues - Banda daerah Aceh Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

Ditjen Phb Udara

Bappena/KemenPD / Pemkab Gayo Lues

Penyediaan sarana transportasi darat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan lnfrastruktur KemenPDT/Dishub Kab. Gayo Lues Dinas PU Kab. Gayo Lues

Bappenas/Kemenhub /Bappeda Kab. Gayo Lues

Ditjen Billa Marga

2.

Kabupaten Aceh Singkil * Pembangunan bandar udara perintis Penyediaan sarana transportasi Tersedianya bandar udara untuk melayani penerbangan perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Medan -Singkil B.Aceh Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Udara Bappenas/Pemkab Aceh Singkil/KemenPDT Bappenas /Kemenhub/Bappeda Kab.Aceh SingkiI

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT/Dishub Kab..Aceh Singkil Dinas PU Kab.Aceh Singkil

Ditjen Bina Marga

NO.

PROYINSI/Kabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG ,AWAB INSTANSI TERKAIT

3.

Kabupaten Aceh 'aya

**
Tersedianya sarana angkutan jalan Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat BandaAcehCalang Meulaboh Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat. Bappenas/Pemkab Aceh Jaya/KemenPDT Bappenas/Kemenhub /Bappeda Kab.Aceh Jaya

Pengembangan sarana angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT/Dishub Kab. Aceh Java

4.

Kabupaten Aceh Barat Daya

**
Tersedianya kapallaut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Blang Pidie SinabangP.Banyak Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Laut Bappenas/Pemkab Aceh Barat Daya/KemenPDT Bappenas/ Kernen hub/Bappeda Kab.Aceh Barat Daya

Pengembangan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT/Dishub Aceh Barat Daya Dinas PU Kab Aceh BaratDaya

Ditjen Bina Marga

5.

Kabupaten Simeulue

**
Tersedianya kapallaut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Meulaboh Simeulue Sinabang Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Aceh Barat Daya / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Simeulue Ditjen Bina Marga

Pengembangan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Simeulue Dinas PU Kab Simeulue

NO.

PROYINSl/Kabul1aten Program Pernbangunan derrnaga

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang rnernpunyai pasar, derrnaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG ,AWAB INSTANSI TERKAIT

Tersedianya derrnaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonorni produktif rnasyarakat

Bappenas I Pemkab Deputi II Bidang Peningkatan Sirneulue I Infrastruktur KernenPDT KernenPDT I Dishub Kab. Sirneulue

6.

Kabupaten Bener Meriah

*
Penarnbahan frekwensi Meningkatnya Medan - Bener penerbangan aksesibilitas antar daerah Meriah - B.Aceh antar daerah Tersedianya sarana angkutan darat Meningkatnya kegiatan ekonorniproduktif rnasyarakat Kawasan perdesaan yang rnernpunyai pasar, derrnaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang rnernpunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Udara Bappenas I Pemkab Bener Meriahl KernenPDT

Pengernbangan angkutan udara perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonorniproduktif rnasyarakat

Deputi II Bidang Bappenasl Peningkatan Kernenhubl Bappeda Infrastruktur Kab. Bener Meriah KernenPDT I Dishub Kab. Bener Meriah Dinas PU Kabupaten Bener Meriah Ditjen Bina Marga

7.

Kabupaten Aceh Selatan

*
Tersedianya pelabuhan Meningkatnya pelayanan Labuhan Haji laut angkutan laut perintis Tapaktuan Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya kegiatan ekonorni produktif rnasyarakat Kawasan perdesaan yang rnernpunyai pasar, derrnaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang rnernpunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Laut Bappenas I Pernkab Aceh Selatanl KernenPDT Bappenas I Kernenhubl Bappeda Kab.Aceh Selatan

Pernbangunan pelabuhan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonorni produktif rnasyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KernenPDT I Dishub Kab.Aceh Selatan Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Aceh Selatan

8.

Kabupaten Aceh Barat

*
Tersedianya rute angkutan laut perintis Meningkatnya pelayanan Aceh baratjasa transportasi laut Nagan RayaAceh Singkil Iperintis Ditjen Phb Laut Bappenas I Pemkab Aceh Baratl Kernen PDT

Pengernbangan jaringan angkutan laut perintis

NO.

PROYINSI/Kabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODEjTAHUN 2010 s.d. 2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT j Dishub Kab.Aceh Barat Dinas PU Kab Aceh Barat INSTANSI TERKAIT Bappenasj Kemenhubj Bappeda Kab.Aceh Barat

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

9.

Kabupaten Nagan Raya

*
Tersedianya jaringan jalan Tersedianya moda transportasi darat Meningkatkan pelayanan transportasi darat. Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Meulaboh - Nagan Raya - Takengon Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Bina Marga Bappenas j Pemkab Nagan Rayaj KemenPDT Bappenasj Kemenhubj Bappeda Kab. Nagan Raya

Pembangunan peningkatan jalan

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT j Dishub Kab. Nagan Raya Dinas PU Kab Nagan Ditjen Bina Marga Raya

10.

Kabupaten Aceh Timur

*
Tersedianya jaringan KA Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya Medan -Iangsa aksesibilitas antar daerah Ihoksemawe Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Perkeretaapian Bappenas j Pemkab. Aceh Timur j KemenPDT Bappenas j Kemenhubj Bappeda Kab.Aceh Timur

Pembangunan jaringan KA di wilayah NAD- Sumut Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT j Dishub Kab.Aceh Timur Dinas PU Kab Aceh Ditjen Bina Marga Timur

NO.

PROVINSIIKabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

11.

Kabupaten Aceh Tamiang

*
Tersedianya dermaga sungai Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya jalur transportasi sungai Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Aceh TamiangLangsa Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pernkab Aceh Tamiang/ KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab.Aceh Tamiang

Pembangunan angkutan sungai

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Aceh Tamiang Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Aceh Tamiang

12.

Kabupaten Pidie Jaya

**
Tersedianya trayek ke daerah pedalaman Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya Pidie - Pidie Jaya aksesibilitas antar daerah - Bireun Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab PidieJaya/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Pidie Jaya

Pembangunan Jaringan angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Pidie lava Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Pidie Jaya

II. 1.

PROVINSISUMATERAUTARA Kabupaten Nias Selatan

**
Tersedianya bandar udara untuk melayani Ipenerbangan perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Medan - Nias Selatan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Nias Selatan/ KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Nias Selatan

Pembangunan bandar udara perintis Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Nias Selatan

NO.

PROVINSIlKabupaten Program Peningkatan jalan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Dinas PU Kab Nias Selatan INSTANSI TERKAIT Ditjen Bina Marga

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

2.

Kabupaten Tapanuli Tengah

*
Penambahan frekwensi Meningkatnya pelayanan Tapanuli Tengah penerbangan perintis - Sumut - Pekan jasa transportasi udara Baru - Sumbar Tersedianya sarana Meningkatnya kegiatan Kawasan ekonomi produktif angkutan darat dan perdesaan yang masyarakat atau laut mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Tersedianya jalan Meningkatnya kegiatan Kawasan kabupaten dan jalan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat desa mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Bappenas / Pemkab Tapanuli Tengah/ KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Bappeda Infrastruktur Kernen Kab. Tapanuli Tengah PDT / Dishub Kab. Tapanuli Tengah Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Tapanuli Tengah Ditjen Phb Udara

Pengembangan angkutan udara perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

3.

Kabupaten Pakpak Barat

**
Tersedianya terminal tipe B Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya kinerja pelayanan transportasi darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Se - Sumatera Utara Kawasan perdesaan yang ihempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Pakpak Barat/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Pakpak Barat

Pembangunan terminal angkutan penumpang Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Pakoak Barat Dinas PU Kab Pakpak Ditjen Bina Marga Barat

4.

Kabupaten Nias

**
Tersedianya kapasitas angkutan udara Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Medan - Nias Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Nias/ KemenPDT

Peningkatan kapasitas angkutan udara Penyediaan sarana transportasi

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan

Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Bappeda Infrastruktur Kab. Nias KemenPDT / Dishub Kab. Nias

NO.

PROVINSIIKabupaten Program Peningkatan jalan

OUTPUT Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014- 2019 2030 2010 s.d. 2014PENANGGUNG JAWAB Dinas PU Kab Nias INSTANSI TERKAIT Ditjen Bina Marga

5.

Kabupaten Dairi

*
Tersedianya trayek AKDP Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah daerah Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat Karo -DairiSamosir-pakpak Barat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Dairi/ KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Dairi

Penambahan trayek baru AKDP

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Dairi Dinas PU Kab Dairi

Ditjen Bina Marga

6.

Kabupaten Samosir

*
Meningkatnya pelayanan Balige - Samosirangkutan danau TarutungPrapatSimalungun. Meningkatnya kegiatan Kawasan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Meningkatnya kegiatan Kawasan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Samosir / KemenPDT

Pembangunan angkutan danau dan Tersedianya dermaga penyeberang an dan pengadaan kapal angkutan danau kapaI angkutan danau Penyediaan sarana transportasi Tersedianya sarana angkutan darat dan atau Iaut

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Samosir Dinas PU Kab Samosir

Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Samosir

Ditjen Bina Marga

7.

Kabupaten Nias Barat ** Pembangunan pelabuhan Iaut perintis Tersedianya pelabuhan Meningkatnya pelayanan PulauNiasangkutan laut perintis Sibolga - Simeleu laut - Menatawai Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkap Nias Barat/ KemenPDT

NO.

PROVINSIlKabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN

2010 s.d. 2014

2015 2020
s.d. s.d.

PENANGGUNG ,AWAB

INSTANSI TERKAIT

2010 2011 2012 2013 2014-2019 2030


Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Bappeda Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.uoaten Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Nias Barat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

8.

Kabupaten Nias Utara

**
Tersedianya pelabuhan Meningkatnya pelayanan Pulau Niaslaut angkutan laut perintis Sibolga - Simeleu - Mentawai Tersedianya sarana Meningkatnya kegiatan Kawasan angkutan darat dan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat atau laut mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Tersedianya jalan Meningkatnya kegiatan Kawasan kabupaten dan jalan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat desa mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Nias Utara/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/Bappeda

Pembangunan pelabuhan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Nias Utara Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Nias Utara

III.

PROVINSI SUMATERABARAT

1. Kabupaten Pesisir Selatan

**
Tersedianya trayek AKAP Meningkatnya pelayanan Pesisir selatan jasa angkutan angkutan Pekanbaru, Jambi, Bengkulu lialan Meningkatnya kegiatan Tersedianya sarana Kawasan angkutan darat dan atau ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat laut mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Meningkatnya kegiatan Tersedianya jalan Kawasan perdesa ekonomi produktif kabupaten dan jalan an yang mempumasyarakat nyai pasar, desa dermagadan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Pesisir Selatan/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Pesisir Selatan

Peningkatan jaringan transportasi angkutan jalan. Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Pesisir Selatan Dinas PU Kab Pesisir Ditjen Bina Marga Selatan

NO.

PROVINSIIKabupaten Program Kabupaten Pasaman Barat

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

2.

**
Meningkatnya pelayanan Simpang Empatangkutan umum Lubuk SikapingLubuk Sabung Tersedianya sarana Meningkatnya kegiatan Kawasan angkutan darat dan atau ekonomi produktif perdesaan yang laut masyarakat mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Tersedianya jalan Meningkatnya kegiatan Kawasan perdesa kabupaten dan jalan ekonomi produktif an yg mempunyai desa masyarakat pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Pasaman Barat / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Pasaman Barat

Optimalisasi penggunaan terminal Tersedianya fasilitas terminal Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Pasaman Barat Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Pasaman Barat

3.

Kabupaten Kepulauan Mentawai Pembangunan bandar udara perintis

***
Tersedianya bandar udara untuk melayani penerbangan perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya Kep. Mentawai aksesibilitas antar daerah Padang-Pekan daerah barn -Bengkulu Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Kepulauan Mentawaij KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Bappeda Infrastrnktur Kab. Kepulauan KemenPDT / Dishub Mentawai Kab. Kepulauan Mentawai Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Kepulauan Mentawai

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

4.

Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung Pengembangan jaringan transportasi KA Penyediaan sarana transportasi

*
Tersedianya jalur KA Meningkatnya aksesibilitas antar daerah antar daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Sawah LuntoMuaro Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Bappenas / Pemkab Sawahlunto / sijujung / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Bappeda Infrastruktur Kab. Sawahlunto/ KemenPDT / Dishub Sijunjung Kab. Sawahlunto/ Siiuniung Ditjen Perkeretaapian

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Peningkatan jalan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODEjTAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Dinas PU Kab SawahluntojSijunjun g INSTANSI TERKAIT Ditjen Bina Marga

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

5.

Kabupaten Solak Selatan

**
Tersedianya jaringan jalan Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya Dalam wilayah aksesibilitas antar daerah kabupaten dan antar wilayah antar kabupaten Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Bina Marga Bappenas j Pemkal Solak Selatan j KemenPDT Bappenas j Kemenhubj Bappel Kab. Solok Selatan

Pembangunan peningkatan angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT j Dishub Kab. Solok Selatan Dinas PU Kab Solok Selatan

Ditjen Bina Marga

6.

Kabupaten Pasaman

**
Tersedianya jaringan jalan Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah antar daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Jalan kabupaten pasaman Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Bina Marga Bappenas j Pemkal Pasamanj KemenPDT Bappenasj Kemenhubj Bappe( Kab. Pasaman

Pembangunan sarana dan prasarana angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT j Dishub Kab. Pasaman Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Pasaman

IV. 1.

PROVINSIBENGKULU Kabupaten Seluma

**
Tersedianya trayek angkutan perintis Meningkatnya pelayanan Seluma-Pasar transpo rtasi darat genting dan Pasar bulan Ditjen Phb Darat Bappenas j Pemkab Selumaj KemenPD1

Peningkatan jaringan pelayanan transportasi darat

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Penyediaan moda transportasi

OUTPUT Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesa an yg mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d. 2014 2010 2011 2012 2015 s.d. 2013 2014 2019 2020 s.d 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Seluma Dinas PU Kab Seluma INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab.Seluma

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

2.

Kabupaten Kaur

**
Meningkatnya pelayanan Kaur-Sukaraja angkutan umum Tanjung ImanSuka MerinduBankinang-Mana Meningkatnya kegiatan Kawasan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Meningkatnya kegiatan Kawasan perdesa ekonomi produktif an yg mempunyai masyarakat pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Kaur / KemenPDT

Pembangunan terminal penumpang Tersedianya terminal tipe B


;

Penyediaan sarana transportasi

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Kaur Dinas PU Kab Kaur

Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab.Kaur

Ditjen Bina Marga

3.

Kabupaten Bengkulu Selatan

**
Tersedianya dermaga angkutan laut perintis Meningkatnya aksesibilitas antar daerah dan layanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Bengkulu selatan - P. Enggano Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Bengkulu Selatan/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Bengkulu Selatan

Pengembangan dermaga angkutan laut perintis

Penyediaan sarana transportasi

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Bengkulu Selatan Dinas PUKab Bengkulu Selatan

Ditjen Bina Marga

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Kabupaten Lebong

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

4.

**
Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Lebong Dinas PU Kab Lebong Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Lebong

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

5.

Kabupaten Mukomuko

*
Tersedianya kapallaut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Muko-mukoP. pagai selatanP.Pagai utara Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Mukomuko/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Mukomuko

Pengembangan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Mukomuko Dinas PU Kabupaten Ditjen Bina Marga

6.

Kabupaten Bengkulu Utara

*
Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Bengkulu Utara Dinas PU Kab Bengkulu Utara Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Bengkulu Utara

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

NO.

PROVINSIIKabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG ,AWAB INSTANSI TERKAIT

7.

Kabupaten Bengkulu Tengah

**
Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Deputi II Bidang Peningkatan lnfrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Bengkulu Tene:ah Dinas PU Kab Bengkulu Tengah Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Bengkulu Tengah

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

V. 1.

PROVINSIKEPULAUANRIAU Kabupaten Natuna

*
Tersedianya rute pelayanan perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan jasa transportasi laut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat P. Natuna, Ujung Batu, Bagan BatuTanjung Pinang Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Natuna/ KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Natuna

Pengembangan rute angkutan laut perintis. Penyediaan sarana transportasi

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kabupaten Dishub Kab. Natuna

Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Natuna

2.

Kabupaten Anambas

**
Tersedianya rute angkutan laut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan ataulaut Meningkatnya Anambas- P. aksesibilitas antar daerah Bintan- P. daerah Tambang besar Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Anambas/ KemenPDT

Pengembangan rute pada daerah yang belum terlayani transportasi laut Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Peningkatan Infrastruktur Kab.Anambas KemenPDT / Dishub Kab.Anambas

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Pembangunan dermaga

OUTPUT Tersedianya dermaga pelayaran rakyat

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012

I--

2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030

PENANGGUNG ,AWAB

INSTANSI TERKAIT

Dishub Kab.Anambas Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab.Anambas

VI. 1.

PROVINSI,AMBI Kabupaten Tanjung 'abung Timur Pembangunan dermaga angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

*
Tersedianya dermaga angkutan laut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat M\.IarasabakKepulauan Riau Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Tanjung 'abung Timur / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Tanjung ,abung Timur

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Tanjung Jabung Timur Dinas PU Kab Tanjung Jabung Timur

Ditjen Bina Marga

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Dishub Kab. Tanjung Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Jabung Timur Kab. Tanjung Jabung Timur

2.

Kabupaten Sarolangun

*
Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kah. Sarolangun DinasPUKah Sarolangun Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Sarolangun

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

VII. 1.

PROVINSISUMATERASELATAN Kabupaten Empat Lawang

.
Tersedianya trayek angkutan perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan Bengkulu -Empat angkutan darat lawangPalembang Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan

**
Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Empat Lawang/ KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Empat Lawang

Pengembangan angkutan jalan

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Empat Lawan!! Dinas PU Kab Empat Lawang

Ditjen Bina Marga

2.

Kabupaten Ogan Komiring UIu Selatan Pengembangan angkutan jalan

*
Meningkatnya pelayanan Muara Dua - Suka angkutan darat Rajah Bappenas / Pemkab Ogan Komiring Ulu Selatan / Kementerian PDT Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Bappeda Infrastruktur Kab. Ogan Komiring KemenPDT / Dishub Ulu Selatan Kab. Ogan Komiring Ulu Selatan Dinas PU Kab Ogan Ditjen Bina Marga Komiring Ulu Selatan Ditjen Bina Marga

Tersedianya jaringan angkutan jalan

Penyediaan sarana transportasi

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

3.

Kabupaten Ogan I1ir

*
Tersedianya pelayanan Meningkatnya jasa Tg. raja - Ogan llir angkutan jalan pelayanan angkutan jalan - Batu raja Tersedianya sarana angkutan darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Ogan Ilir / KemenPDT

Peningkatan pelayanan angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Bappeda Infrastruktur Kab. Ogan Ilir KemenPDT / Dishub Kab. Ogan Ilir

NO.

PROVINSI/KabUl'aten Program Peningkatan jalan

OUTPUT Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014

2020 s.d. 2030

PENANGGUNG JAWAB Dinas PU Kab Ogan Ilir

INSTANSI TERKAIT Ditjen Bina Marga

4.

Kabupaten Ogan Komering IIir

*
Tersedianya dermaga angkutan sungai Tersedianya sarana angkutan darat Meningkatnya jasa pelayanan angkutan sungai Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Sungai KetupatTalang selapan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Ogan Komering Ilir / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Ogan Komering Ilir

Pembangunan dermaga angkutan sungai Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Ogan Komering Ilir Dinas PU Kab Ogan Komering Ilir

Ditjen Bina Marga

VIII 1.

PROVINSILAMPUNG Kabupaten Way Kanan

*
Meningkatnya pelayanan Kota Blambangan jasa transportasi darat umpu Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Way Kanan/ KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Way Kanan

Pembangunan terminal penumpang Tersedianya terminal tipe B /fasilitas angkutan jalan Pengadaan sarana angkutan darat Tersedianya sarana angkutan darat dan atau sungai

Peningkatan jalan

Tersedianya angkutan jalan

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

I I I

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Way Kanan Dinas PU Kab Way Kanan

Ditjen Bina Marga

2.

Kabupaten Lampung Barat

**
Meningkatnya pelayanan Bengkulu - Biha jasa transportasi darat Wainaru Ditjen Phb Darat Bappenas / Pernkab Lampung Barat / KemenPDT

Pembangunan terminal penumpang Tersedianya terminal tipe B / fasilitas angkutan jalan

NO.

PROVINSIIKabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan lnfrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Lampun2Barat Dinas PU Kab Lampung Barat INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Lampung Barat

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

3.

Kabupaten Pesawaran

**
Tersedianya jalan kabupaten Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan angkutan jalan Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kabupaten Pasawaran Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, derrnaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Bina Marga Bappenas / Pemkab Pesawaran/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Pesawaran

Pembangunan jaringan pelayanan angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Pesawaran Dinas PU Kab Pesawaran

Ditjen Bina Marga

4.

Kabupaten Lampung Selatan

**
Tersedianya kapallaut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kalianda-p. Umang, p. Sabuku, P. Sabesi Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Lampung Selatan/ KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Lampung Selatan

Pengembangan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan lnfrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Lampung Selatan Dinas PU Kab Lampung Selatan

Ditjen Bina Marga

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI

PERIODE/TAHUN

2010 s.d. 2014

2015 2020
s.d s.d.

PENANGGUNG JAWAB

INSTANSI TERKAIT

2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030

IX

PROVINSI BANGKABELITUNG Kabupaten Bangka Selatan

1.

*
Tersedianya kapallaut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan Toboali - Tanjung angkutan laut perintis genting- Tanjung K1upang Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Bangka Selatan/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Bangka Selatan

Pengembangan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

,
Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Bam~kaSelatan Dishub Kab. Bangka Selatan

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Bangka Selatan

PROVINSI DI YOGYAKARTA Kabupaten Gunung Kidul

1.

**
Meluasnya jaringan trayek angkutan perdesaan Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan Yogya - Gunung angkutan perdesaan Kidul Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Meningkatnya kelancaran Kawasan fasilitas angkutan perdesaan yang perdesaan mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Pemkab gunung kidul KemenPDT

Peningkatan pelayanan angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Meningkatnya jalan des a

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Gununl! Kidul Dinas PU Kab Gunung Kidul

Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Gunung Kidul

Ditjen Bina Marga

XI

PROVINSIJAWATlMUR

1. Kabupaten Sam pang **


Pengembangan angkutan laut perintis Tersedianya kapallaut perintis Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis SampangProbolinggo, Sampang Situbondo Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Sampang/ KemenPDT

NO.

PRQVINSI/Kabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. derrnaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN

2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d. 2014

PENANGGUNG ,AWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Samoang DinasPUKab Sampang

INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Sampang

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

2.

Kabupaten Pacitan

**
Pacitan Tersedianya pelayaran Meningkatnya angkutan laut perintis aksesibilitas antar daerah antar wilayah Tersedianya Bandar udara untuk melayani penerbangan perintis Pacitan Meningkatnya aksesibilitas antar daerah antar wilayah Ditjen Phb Laut Bappenas / PemKab Pancitan/ KemenPDT Bappenas / Pernkab Pacitan / PT. Merpati Nusantara/ KemenPDT Bappenas / Pernkab Pacitan/ Perum. Darnri/ KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Pacitan

Pengembangan pelayanan angkutan laut perintis Pembangunan bandar udara

Ditjen Phb Udara

Pengadaan bus AKDP

Pacitan-Ponorogo Tersedianya bus AKDP Meningkatnya aksesibilitas antar daerah antar wilayah Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

Ditjen Phb Darat

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Pacitan Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dinas PU Kab. Pacitan

Ditjen Bina Marga

XIV PROVINSIKALIMANTAN BARAT

1.

Kabupaten Sambas

**
Tersedianya angkutan jalan !intas negara Meningkatnya pelayanan Sambas angkutan jalan !intas Malaysia negara Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Sambas/ KemenPDT

Pengembangan angkutan jalan !intas negara

NO.

PRQVINSI/Kabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan lnfrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.u Sambas Dinas PU Kab Sambas INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Sambas

Tersedianya sarana Meningkatnya kegiatan angkutan jalan dan atau ekonomi produktif laut masyarakat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

'.

Ditjen Bina Marga

2.

Kabupaten Bengkayang

*
Tersedianya AKDP Meningkatnya Bangkayang aksesibilitas antar daerah Ngabangantar wilayah Singkawang Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Bengkayang/ KemenPDT Bappenasj Kemenhubj Bappeda Kab.Bengkayang

Pembangunan jaringan angkutan darat Penyediaan sarana transportasi

Tersedianya moda angkutan darat dan atau laut

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan lnfrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Bengkavang Dinas PU Kab Bengkayan

Ditjen Bina Marga

3.

Kabupaten Landak

**
Tersedianya sarana dan prasarana angkutan sungai Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan Kabupaten transportasi melalui Landak angkutan sungai Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yg mempunyai pasar. dermagadan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Landakj KemenPDT Bappenasj Kemenhub/ Bappeda Kab.Landak

Pembangunan jaringan angkutan sungai Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT j Dishub Kab.Landak Dinas PU Kab Landak

Ditjen Bina Marga

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG D1LAYANI

PERIODE/TAHUN

2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d. 2014

PENANGGUNG JAWAB

INSTANSI TERKAIT

4.

Kabupaten Sanggau

*
Tersedianya trayek angkutan darat AKDP Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan Sanggau - Sintang angkutan jalan - Nanga Pinoh Meningkatnya kegiatan Kawasan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Meningkatnya kegiatan Kawasan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Darat Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Sanggau Dinas PU Kab Sanggau Bappenas / Pemkab Sanggau/ KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/Bappeda Kab. Sanggau

Pembangunan pelayanan jaringan angkutan darat Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Ditjen Bina Marga

5.

Kabupaten Ketapang

***
Tersedianya kapallaut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Ketapang - P. Karimata - P. Bawal Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Ketapang/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/Bappeda Kab. Ketapang

Pengembangan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Ketapang Dinas PU Kab Ketapang

Ditjen Bina Marga

6.

Kabupaten Sin tang

*
Tersedianya trayek ke Meningkatnya Kabupaten aksesibilitas antar daerah Sintang daerah yang terisolir daerah Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Sintang/ KemenPDT

Pengembangan angkutan jalan

Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/Bappeda Infrastruktur Kab. Sintang KemenPDT / Dishub Kab. Sintang

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Peningkatan jalan

OUTPUT Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

Dinas PU Kab Sintang Ditjen Bina Marga

7.

Kabupaten Kapuas Hulu

*
Tersedianya armada angkutan jalan Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya kapasitas angkutan darat untuk penumpang Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kabupaten kapuas Hulu Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Kapuas Hulu/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/Bappeda Kab. Kapuas Hulu

Pengembangan sarana angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Kapuas hulu Dinas PU Kab Kapuas Hulu

Ditjen Bina Marga

8.

Kabupaten Sekadau

*
Tersedianya rute pelayaran angkutan sungai Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya Sekadauaksesibilitas antar daerah Sanggau - Sintang antar wilayah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Sekadau/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/Bappeda Kabupaten Sekadau

Peningkatan angkutan sungai

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Sekadau Dinas PU Kab Sekadau

Ditjen Bina Marga

9.

Kabupaten Melawi

***
Tersedianya rute palayanan angkutan udara MelawiMeningkatnya aksesibilitas antar daerah Pontianak antar wilayah Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Melawi/ KemenPDT

Pengembangan angkutan udara

NO.

PRQVlNSl/Kabllpaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang rnernpunyai pasar, derrnaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang rnernpunyai pasar, derrnaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KernenPDT / Dishub Kab.Melawi Dinas PU Kab Melawi INSTANSI TERKAIT Bappenas / Kernenhub/Bappeda Kab.Melawi

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif rnasyarakat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif rnasyarakat

Ditjen Bina Marga

10.

Kabupaten Kayong Utara

**
Tersedianya kapallaut perintis Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis Sukadana - P. Kelewar- p. Penebangan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pernkab Kayong Utara/ KernenPDT

Pengernbangan angkutan laut perintis

XV 1.

PROVINSIKALIMANTAN TENGAH Kabupaten Katingan

*
Meningkatnya penyelenggaraan transportasi rnernenuhi harapan rnasyarakat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif rnasyarakat Kabupaten Katingan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pernkab Katingan/ KernenPDT

Penambahan sarana angkutan jalan Tersedianya sarana angkutan jalan

Penyediaan sarana transportasi

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut


;'

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonorni produktif rnasyarakat

Kawasan perdesaan yang rnernpunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang rnernpunyai pasar, derrnaga dan akses jalan

I I

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KernenPDT / Dishub Kab.Katingan Dinas PU Kab Katingan

Bappenas/ Kernenhub/Bappeda Kab. Kayong Utara

Ditjen Bina Marga

2.

Kabupaten Lamandau

*
Tersedianya jaringan transportasi jalan Meningkatnya Kabupaten aksesibilitas antar daerah Larnandau antar daerah Ditjen Bina Marga Bappenas / Pernkab Larnandau/ KemenPDT

3.

Pengernbangan angkutan darat

Kabupaten Pulang Pisau

*
Tersedianya sarana angkutan sungai Meningkatnya Pulang Pisau aksesibilitas antar daerah Kuala kapuas antar wilayah sernakin baik Ditjen Phb Darat Bappenas / Pernkab Pulau Pisang/ KernenPDT

Pengernbangan jaringan angkutan sungai

NO.

PRQVlNSl/Kabupateu Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Pulau Pisang Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Pulau Pisang Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Pulau Pisang INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/Bappeda Kab. Lamandau

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Bappenas / Kemenhub/Bappeda Kab.Lamandau

Penyediaan sarana

Tersedianya kapal motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Bappenas/ Kemenhub/Bappeda Kab. Lamandau

4.

Kabupaten Semyau

*
Tersedianya trayek baru Tersedianya moda transportasi darat Meningkatnya Kabupaten Kuala aksesibilitas antar daerah Pembuang. pada daerah terpencil Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Kawasan perdesa an yg mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Seruyam/ KemenPDT. Bappenas / Kemenhub/Bappeda Kab.Seruyan

Pengembangan angkutan jalan

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Seruvam Dinas PU Kab Seruyam

Ditjen Bina Marga

XVI PROVINSIKALIMANTAN TlMUR 1. Kabupateu Kutai Barat

*
Tersedianya rute angkutan jalan dan angkutan sungai Tersedianya sarana angkutan jalant dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah daerah yang memiliki potensi SDA Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kutai Barat Kalimantan Tengah Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Kutai Barat/ KemenPDT

Pengembangan jaringan angkutan jalan dan angkutan sungai

Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/Bappeda Infrastruktur Kab. Kutai Barat KemenPDT / Dishub Kab. Kutai Barat

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Pembangunan dermaga

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG ,AWAB INSTANSI TERKAIT

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/Bappeda Infrastruktur Kab. Kutai Barat KemenPDT / Dishub Kab. Kutai Barat

2.

Kabupaten Malinau

*
Meningkatnya pelayanan Malinau angkutan laut lintas Malyasia- Brunei negara Darussalam Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Malinau/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/Bappeda Kab. Malinau

Pengembangan angkutan laut lintas Tersedianya jaringan angkutan laut lintas negara negara Penyediaan sarana transportasi Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.MaIinu Dinas PUKab Malinau

Ditjen Bina Marga

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Bappenas / Pemda/ Peningkatan KemenPDT Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Malinau

Kabupaten Nunukan

*
Tersedianya jaringan angkutan udara lintas negara Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan Nunukanangkutan udara lintas Malyasia - Brunai negara darussalam Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Nunukan/ KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Nunukan Ditjen Bina Marga

Pengembangan angkutan udara lintas negara Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Nunukan Dinas PU Kab Nunukan

NO.

PROYINSI/Kabupaten Program Pembangunan dermaga

OUTPUT Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d. 2014 2010 2011 2012 2015 s.d. 2013 2014 2019 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Nunukan INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Nunukan

XVII PROVINSISULAWESIUTARA 1. Kabupaten Kepulauan Sangihe Pengembangan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

*
Tersedianya rute angkutan laut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya Kp. Sangihe - Kp. aksesibilitas antar daerah Talaud- Manado antarpulau Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Kepulauan Sangihe / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Kepulauan Sangihe

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub . Kab. Kepulauan Sangihe Dinas PU Kab Kepulauan Sangihe

Ditjen Bina Marga

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya kapal motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Kepulauan Sangihe Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Kepulauan Sangihe

Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Kepulauan Sangihe

Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Kepulauan Sangihe

2.

Kabupaten Kepulauan Talaud

*
Tersedianya kapallaut perintis Meningkatnya kapasitas penumpang Kp.TalaudMenadoKp.Sangihe Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Kepulauan Talaud / KemenPDT

Pengembangan angkutan laut perintis

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Kepulauan Talaud Dinas PU Kab Kepulauan Talaud INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Kepulauan Talaud

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya kapal motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

3.

Kabupaten Kepulauan Sitaro

**
Tersedianya kapallaut perintis Meningkatnya pelayanan Manado - Sitaro angkutan laut perintis Tahuna -, SitaroBitung. Molongguane Gorontalo Meningkatnya kegiatan Kawasan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Kepulauan Sitaro / KemenPDT

Pengembangan angkutan laut perintis

Penyediaan sarana transportasi

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya kapal motor penumpang

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Kepulauan Sitaro Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Kepulauan Sitaro Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Kepulauan Sitaro

Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Kepulauan Sitaro

Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Kepulauan Sitaro

Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Kepulauan Sitaro

XVIII 1.

PROVINSISULAWESITENGAH Kabupaten Banggai Kepulauan

***
Tersedianya rute angkutan laut perintis Meningkatnya Banggaiaksesibilitas antar daerah Morowali, Banggai - Luwuk, antar daerah Banggai - bungku Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Banggai Kepulauan / KemenPDT

Pengembangan jaringan angkutan laut perintis

NO.

PROVINSIlKabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Banggai Kepulauan Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Banggai Kepulauan Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Banggai Kepulauan INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/Bappeda Kab. Banggai Kepulauan

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya kapal motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Bappenas / Kemenhub/Bappeda Kab. Banggai Kepulauan

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Bappenas / Kemenhub/Bappeda Kab. Banggai Kepulauan

2.

Kabupaten Banggai

*
Tersedianya kapasitas penumpang Tersedianya moda transportasi darat Meningkatnya kapasitas angkut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Banggai - manado - Gorontalo Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pernkab Banggai / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/Bappeda Kab. Banggai

Pengembangan angkutan udara perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Banggai Dinas PU Kab Banggai

Ditjen Bina Marga

3.

Kabupaten Morowali

***
Tersedianya jaringan pelayana angkutan udaraperintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya Morowali - Poso aksesibilitas antar daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Morowali/ KemenPDT

Pembangunan jaringan angkutan udara perintis Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/Bappeda Infrastruktur Kab. Morowali KemenPDT / Dishub Kab. Morowali

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program
o

OUTPUT Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Dinas PU Kab Morowali INSTANSI TERKAIT Ditjen Bina Marga

Peningkatan jalan

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya kapal motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

.-

- -

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Morowali Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Morowali

Bappenas / Kemenhub/Bappeda Kab. Morowali

Bappenas / Kemenhub/Bappeda Kab. Morowali

4.

Kabupaten Poso
o

**
Tersedianya rute penerbangan Meningkatnya pelayanan Poso - Palujasa transportasi udara Makassar Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Poso / KemenPDT

Pengembangan jaringan angkutan udara perintis

Penyediaan sarana transportasi

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau Iaut

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Poso Dinas PU Kab Poso

Bappenas/ Kemenhub/Bappeda Kab.Poso

Ditjen Bina Marga

5.

Kabupaten Donggala
o

**
Tersedianya pelabuhan Meningkatnya pelyanan sisi darat angkutan laut Tersedianya sarana angkutan darat dan atau Iaut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kabupaten Donggala Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

Pengembangan pelabuhan laut

Penyediaan sarana transportasi

--

Ditjen Phb Laut

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Donggala

Bappenas / Pemkab Donggala/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Donggala

NO.

PROVINSJlKabupaten Program Peningkatan jalan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Dinas PU Kab Donggala INSTANSI TERKAIT Ditjen Bina Marga

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

6.

Kabupaten Tali-Tali

**
Tersedianya Frekwensi Meningkatnya Pelayanan Toli-toliPenerbangan JasaAngkutan Udara DonggalaPerintis Gorontalo Makassar dan Menado Tersedianya sarana Meningkatnya kegiatan Kawasan angkutan darat dan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat atau laut mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Tersedianya jalan Meningkatnya kegiatan Kawasan ekonomi produktif kabupaten dan jalan perdesaan yang desa masyarakat mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

Pengembangan angkutan udara perintis

Penyediaan sarana transportasi

Ditjen Phb Udara

Bappenas / Pemkab Toli-Toli / KemenPDT

Peningkatan jalan

Deputi II Bidang Peningkatan lnfrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Toli-Toli Dinas PU Kab ToliToli

Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Toli-Toli

Ditjen Bina Marga

7.

Kabupaten Buol

**
Tersedianya terminal tipe B Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan angkutan darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kabupaten Buol Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Darat Bappenas /Pemkab Buol / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Buol

Pengembangan Angkutan Darat Penyediaan Sarana Transportasi

Peningkatan Jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan lnfrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Buol Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Buol

8.

Kabupaten Parigi Moutong

**
Tersedianya frekwensi Meningkatnya pelayanan Parigi Mountong penerbangan jasa angkutan udara Luwuk perintis Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Parigi Moutong / KemenPDT

Pengembangan jaringan angkutan udara perintis

NO.

PROVINSIIKabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Parigi Moutong Dinas PU Kab Parigi Moutong INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Parigi Moutong Ditjen Bina Marga

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Parigi Moutong

Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Parigi Moutong

9.

Kabupaten Sigi ** Pengembangan transportasi jalan Tersedianya jaringan jalan Tersedianya moda transportasi darat Meningkatnya aksesibilitas antar daerah antar daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kabupaten Sigi Ditjen Bina Marga Bappenas / Pemkab Sigi / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Sigi

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Sigi Dinas PU Kab Sigi

Ditjen Bina Marga

10.

Kabupaten Tojo Una-Una

***
Tersedianya bandar udara untuk melayani angkutan perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan Tojo Una-unaToli-Toli angkutan udara ManadoMakassar Meningkatnya kegiatan Kawasan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Tojo Una-Una / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab.Tojo Una-Una

Pembangunan jaringan angkutan udara perintis

Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Toio Una-Una

NO.

PROVINSIIKabupaten Program Peningkatan Jalan

OUTPUT Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG D1LAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014

I--

2020 s.d. 2030

PENANGGUNG JAWAB Dinas PU Kab Tojo Una-Una

INSTANSI TERKAIT Ditjen Bina Marga

XIX PROVINSISULAWESIBARAT
.,

1.

Kabupaten Majene

**
Tersedianya jaringan jalan Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerab antar daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kabupaten Majene Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Bappenas / Pemkab Tojo Una-Una / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab.Tojo KemenPDT / Dishub Una-Una Kab. Tojo Una-Una Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Tojo Una-Una Ditjen Bina Marga

Pembangunan pelayanan jaringan jaringan jalan Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

2.

Kabupaten Polewali Mandar

*
Tersedianya trayek AKDP Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan Poiewali Mandar angkutan darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Bappenas / Pemkab Polewali Mandar / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub Poiewali Mandar Kab. Polewali Mandar Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Polewali Mandar Ditjen Phb Darat

Pengembangan jaringan angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Poiewali Mandar

Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Poiewali Mandar

NO.

PROYINSI/Kabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI

PERIODE/TAHUN 2010 s.d. 2014 2010 2011 2012 2015 s.d. 2013 2014 2019 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

3.

Kabupaten Mamasa

*
Tersedianya jalan Meningkatnya propinsi dan kabupaten aksesibilitas antar wilayah Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat Kabupaten Mamasa Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Bina Marga Bappenas / Pemkab Mamasa / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Mamasa Ditjen Bina Marga

Peningkatan jaringan jalan

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan setapak beton

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Mamasa Dinas PU Kab Mamasa

4.

Kabupaten Mamuiu

*
Tersedianya trayek angkutan jalan Tersedianya moda transportasi darat Meningkatnya kapasitas angkut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kabupaten mamuju Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Mamuju / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub Mamuju Kab.Mamuiu Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Mamuiu

Pengembangan jaringan angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan ialan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

5.

Kabupaten Mamuiu Utara

*
Tersedianya trayek angkutan ialan Tersedianya moda transportasi darat Meningkatnya Kabupaten aksesibilitas antar daerah Mamuiu antar daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Mamuiu Utara / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Mamuiu Utara

Pengembangan angkutan jalan

Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Mamuiu Utara

NO.

PROVINSIlKabupaten Program Peningkatan jalan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d. 2014 2010 2011 2012 2015 s.d. 2013 2014 2019 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Dinas PU Kab Mamuju Utara INSTANSI TERKAIT Ditjen Bina Marga

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

XX

PROVINSISULAWESISELATAN Kabupaten Selayar

1.

*
Tersedianya rute angkutan laut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Selayar - Makasar Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Laut Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Selavar Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Selavar Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Selavar Bappenas / Pemkab Selayar / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Selayar

Pengembangan jaringan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Bappenas / Kemenhub/Bappeda Kab. Selayar

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya Kapal Motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Selayar

2.

Kabupaten Bulukumba

*
Tersedianya rute baru Meningkatnya angkutan jalan aksesibilitas antar daerah antar daerah Tersedianya sarana Meningkatnya kegiatan angkutan darat dan ekonomiproduktif atau laut masyarakat Kab. Bulu Kumba Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab/ Bulukumba KemenPDT Bappenas/ Deputi II Bidang Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub Bulukumba Kab. Bulukumba Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Bulukumba

Pengembangan angkutan darat

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG D1LAYANI

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG ,AWAB INSTANSI TERKAIT

3.

Kabupaten Bantaeng

**
Tersedianya jaringan jalan Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah transportasi darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kabupaten Bantaeng Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Bina Marga Bappenas / Pemkab Bantaeng/ KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub Bantaeng Kab. Bantaeng Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Bantaeng

Pengembangan transportasi jalan

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Pembangunan Dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Bantaeng

Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Bantaeng

4.

Kabupaten 'eneponto

**
Meningkatnya jaringan pelayanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat jenepontoBenteng Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab jeneponto / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub jeneponto Kab.jeneponto Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub jeneponto Kab. !eneponto Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub jeneponto Kab. Jeneponto

Pengembangan jaringan pelayanan Tersedianya rute pelayanan angkutan angkutan laut perintis laut perintis Tersedianya sarana Penyediaan sarana transportasi angkutan darat dan atau laut

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya Kapal Motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

NO.

PROVINSIIKabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI

PERIODE/TAHUN 2010 s.d. 20142010 2011 2012 2015 s.d. 2013 2014- 2019 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

5.

Kabupaten Sinjai

*
Tersedianya trayek angkutan jalan Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah angkutan ialan Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kabupaten Sinaji Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab/ Sinjai KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Sinjai

Peningkatan jaringan angkutan darat Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

Deputi II Bidang Peningkatan lnfrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Siniai Dinas PU Kab Sinjai

Ditjen Bina Marga

6.

Kabupaten Barru

**
Tersedianya trayek angkutan jalan Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya jaringan pelayanan angkutan jalan Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kabupaten Buru Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Barru / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Barru

Peningakatan jaringan transportasi darat Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan lnfrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Barru Dinas PU Kab Barru Ditjen Bina Marga

7.

Kabupaten Luwu

*
Tersedianya kapasitas angkutan udara perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan angkutan udara Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Palopo - MalHi Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Luwu / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Luwu

Pengembangan transportasi udara Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan lnfrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Luwu Dinas PU Kab Luwu Ditjen Bina Marga

NO.

PROVINSI/Kabullaten Program Pembangunan dermaga

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

2010 2011 2012

Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. Luwu KemenPDT / Dishub Kab.Luwu

8.

Kabupaten Toraja Utara

**
Tersedianya frekwensi Meningkatnya pelayanan Makassar - Toraja penerbangan perintis angkutan udara Utara Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Bappenas / Pemkab Toraja Utara / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab.Toraja KemenPDT / Dishub Utara Kab. Toraia Utara Dinas PU Kab Toraja Ditjen Bina Marga Utara Ditjen Phb Udara

Pengembangan jaringan angkutan udara Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

9.

Kabupaten Luwu Timur

*
Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat LuwuTimurPalopo Watampone Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab LuwuTimur / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Luwu Timur Ditjen Bina Marga

Pengembangan dermaga angkutan Tersedianya fasilitas laut perintis dermaga Penyediaan sarana transportasi Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Luwu Timur Dinas PU Kab Luwu Timur

XXI 1.

PROVINSI SULAWESI TENGGARA Kabupaten Kabupaten Buton

*
Tersedianya frekwensi Meningkatnya pelayanan Buton - Kenadari pelayaran angkutan - Makasaar angkutan laut laut Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Buton / KemenPDT

Pengembangan transportasi laut

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Penyediaan Sarana Transportasi

OUTPUT Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG " DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesa an yg mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN

2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d. 2014

PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Buton Dinas PU Kab Buton

INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Buton

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

Pembangunan Dermaga

Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. Buton KemenPDT / Dishub Kab.Buton

2.

Kabupaten Kabupaten Muna Pengembangan pelayanan angkutan laut perintis

*
Tersedianya rute angkutan Iaut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau Iaut Meningkatnya kapasitas angkut laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat Muna - AndoloKasiputa - Baubau Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesa an yg mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Muna / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Muna

Penyediaan saranattransportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Muna Dinas PU Kab Muna

Ditjen Bina Marga

Pembangunan dermaga

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya Kapal Motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Muna Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Muna

Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Muna

Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Muna

3.

Kabupaten Kabupaten Konawe

*
Tersedianya trayek angkutan jalan Meningkatnya Kabupaten aksesibilitas antar daerah Konawe antar daerah Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Konawe / KemenPDT

Pembangunan pelayanan jaringan angkutan jalan

NO.

PROVINSIIKabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG ,AWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Konawe Dinas PU Kab Konawe INSTANSI TERKAIT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Konawe Ditjen Bina Marga

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

4.

Kabupaten Buton Utara

*
Tersedianya rute pelayaran angkutan laut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan Buton Utara angkutan laut perintis Pasar wajo - P. wowoni Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Buton Utara / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Buton Utara Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Buton Utara Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Buton Utara

Pengembanga angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya kapal motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Buton Utara Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Buton Utara Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Buton Utara

5.

Kabupaten Konawe Utara

**
Tersedianya frekwensi Meningkatnya pelayanan Wanggudupenerbangan angkutan udara Kasiputa Tersedianya sarana angkutan darat dan atau Iaut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Bappenas / Pemkab Konawe Utara / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub Konawe Utara Kab. Konawe Utara Ditjen Phb Udara

Pengembangan angkutan udara

Penyediaan sarana transportasi

NO.

PROVINSIIKabupaten Program Peningkatan jalan

OUTPUT Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG JAWAB Dinas PU Kab Konawe Utara INSTANSI TERKAIT Ditjen Bina Marga

6.

Kabupaten Kolaka Utara

**
Tersedianya trayek Meningkatnya pelayanan perintis angkutan jalan angkutan barang dan oenumoanl1 Tersedianya sarana Meningkatnya kegiatan angkutan darat dan ekonomi produktif atau laut masyarakat Kolaka utaraKendari Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Kolaka Utara / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. Kolaka KemenPDT / Dishub Utara Kab. Kolaka Utara Dinas PU Kab Kolaka Ditjen Bina Marga Utara

Pengembangan jaringan angkutan jalan Penyediaan Sarana Transportasi

Peningkatan Jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

XXII PROVINSIGORONTALO 1. Kabupaten Gorontalo Utara

**
Tersedianya rute laut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya keterbukaan antar wilavah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Gorontalo Kalimantan Timur Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Kolaka Utara / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. Kolaka KemenPDT / Dishub Utara Kab. Kolaka Utara Dinas PU Kab Kolaka Ditjen Bina Marga Utara

Pengembangan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan Jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

2.

Kabupaten Boalemo

**
Tersedianya rute angkutan laut perintis Meningkatnya pelayanan Gorontalo -Kep. angkutan laut perintis Sula. Kp sangihe, Kptalaud Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Boalemo KemenPDT

Pengembangan angkutan laut perintis

NO.

PROVINSIIKabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Boalemo Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Boalemo Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Boalemo INSTANSI TERKAIT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Boalemo Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Boalemo Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Boalemo

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya kapal motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

3.

Kabupaten Pohuwato

*
Tersedianya bandar udara untuk melayani angkutan perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah kedaerah terpencil Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Pahuwoto Gorontalo Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Pohuwato / KemenPDT Pohuwato Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub Pohuwato Kab. Pohuwato Ditjen Bina Marga Dinas PUKab Pohuwato

Pembangunan jaringan transportasi udara Penyediaan moda transportasi

Peningkatan J alan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat

4.

Kabupaten Bone Bolango

**
Tersedianya jaringan jalan Tersedianya moda transportasi darat Meningkatnya aksesibilitas antar daerah antar daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat KabupatenSuwawa Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Bina Marga Bappenas / Pemkab Bone Bolango / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. Bone KemenPDT / Dishub Bolango Kab. Bone Bolango

Pengembangan transportasi jalan Penyediaan sarana transportasi

NO.

PROVINSl/Kabupaten Program Peningkatan Jalan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODEjTAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG JAWAB Dinas PU Kab Bone Bolango INSTANSI TERKAIT Ditjen Bina Marga

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

XXIII 1.

PROVINSI MALUKU Kabupaten Maluku Tenggara Barat

**
Pengembangan Bandar udara Tersedianya bandar udara untuk melayani Ipenerbangan perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah antar daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Lakor Bappenas j Pemkab Maluku Tenggara Barat j KemenPDT Deputi II Bidang Bappenasj Peningkatan Kemenhubj Infrastruktur Bappeda Kab. Maluku KemenPDT j Dishub Tenggara Barat Kab.Maluku Tenggara Barat Bappenasj Deputi II Bidang Kemenhubj Peningkatan Infrastruktur Bappeda Kab. Maluku KemenPDT j Dishub Tenggara Barat Kab. Maluku Tenggara Barat Deputi II Bidang Bappenasj Kemenhubj Peningkatan Infrastruktur Bappeda Kab. Maluku KemenPDT j Dishub Tenggara Barat Kab.Maluku Tenggara Barat Ditjen Phb Udara

Penyediaan sarana transportasi

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya kapal motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

2.

Kabupaten Maluku Barat Daya

**
Tersedianya jaringan angkutan laut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya keterbukaan wilayah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat P.Seram- P. Bangai- P. Buru Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Bappenas j Pemkab Maluku Barat Daya j KemenPDT Deputi II Bidang Bappenasj Kemenhubj Peningkatan Infrastruktur Bappeda Kab. Maluku KemenPDT j Dishub BaratDaya Kab. Maluku Barat Dava Ditjen Phb Laut
.

Pengembangan jaringan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Peningkatan jalan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODEjTAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG ,AWAB INSTANSI TERKAIT

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Dinas PU Kab Maluku Ditjen Bina Marga BaratDaya

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya kapal motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT j Dishub Kab. Maluku Barat Dava

Bappenasj Kemenhubj Bappeda Kab. Maluku BaratDaya

3.

Kabupaten Maluku Tenggara

*
Meningkatnya pelayanan Tual-Ambon angkutan udara perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Bappenas j Pemkab Maluku Tenggara j KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas j Peningkatan Kemenhubj Infrastruktur Bappeda Kab. Maluku KemenPDT j Dishub Tenggara Kab.Maluku Tenl!:l!:ara Bappenasj Deputi II Bidang Peningkatan Kemenhubj Infrastruktur Bappeda Kab. Maluku KemenPDT j Dishub Tenggara Kab.Maluku Tenl!:gara Ditjen Phb Udara

Pengembangan jaringan pelayanan Tersedianya kapasitas pelayanan angkutan angkutan udara udara Tersedianya sarana Penyediaan sarana transportasi angkutan darat dan atau laut

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

4.

Kabupaten Maluku Tengah

**
Tersedianya kapallaut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya kapasitas angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat MasohiSaumlaki Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Bappenas j Pemkab Maluku Tengah j KemenPDT Deputi II Bidang Bappenasj Peningkatan Kemenhubj Infrastruktur Bappeda Kab. Maluku KemenPDT j Dishub Tengah Kab. Maluku Tengah Bappenasj Deputi II Bidang Peningkatan Kemenhubj Infrastruktur Bappeda Kab. Maluku KemenPDT j Dishub Tengah Kab. Maluku Tengah Ditjen Phb Laut

Pengembangan sarana angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya kapal motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

NO.

PROVINSIIKabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI

PERIODE/TAHUN

2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d. 2014

PENANGGUNG JAWAB

INSTANSI TERKAIT

5.

Kabupaten Bum

**
Tersedianya bandar udara untuk melayani penerbangan perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya Namlea aksesibilitas antar daerah daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Buru / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Buru

Pembangunan bandar udara perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

.
6.

'.

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Buru Dinas PU Kab Buru

Ditjen Bina Marga

Kabupaten Kepulauan Am

***
Tersedianya rute baru angkutan laut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelyanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat K.Aru - Saumlaki -Ambon- K. Banda Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Bappenas / Pemkab Kepulauan Am / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub Kepulauan Am Kab. Kepulauan Aru Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub Kepulauan Aru Kab. Kepulauan Aru Ditjen Phb Laut

Pengembangan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan angkutan pesisir

Tersedianya kapal motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

7.

Kabupaten Seram Bagian Barat

**
Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Piru-Ambon Bappenas / Pemkab Seram Bagian Barat / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. Seram KemenPDT / Dishub Bagian Barat Kab. Seram Bagian Barat Ditjen Phb Laut

Pengembangan prasarana angkutan Tersedianya fasilitas dermaga angkutan laut laut perintis perintis Tersedianya sarana Penyediaan sarana transportasi angkutan darat dan atau laut

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

NO.

PROYINSIIKabupaten Program Peningkatan Jalan

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2010 s.d.2014 2010 2011 2012 2015 2020 s.d. s.d. 2013 2014 2019 2030 PENANGGUNG JAWAB Dinas PU Kab Seram Bagian Barat INSTANSI TERKAIT Ditjen Bina Marga

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

8.

Kabupaten Seram Bagian Timur

***
Pembangunan jaringan transportasi udara Penyediaan moda transportasi Tersedianya bandar udara untuk melayani angkutan perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya Seram aksesibilitas antar daerah antar wilayah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Seram Bagian Timur / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Seram Bagian Timur

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Seram Bagian Timur Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Seram Bagian Timur

Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Seram Bagian Timur

XXIV 1.

PROVINSI MALUKU UTARA Kabupaten Halmahera Barat

**
Meningkatnya pelayanan Jailolo - Ternate angkutan laut perintis Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Halmahera Barat / KemenPDT

Pengembangan prasarana angkutan Tersedianya fasilitas dermaga pelabuhan laut perin tis angkutan laut perintis

Penyediaan sarana transportasi

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Halmahera Barat Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Halmahera Barat

Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Halmahera Barat

Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Halmahera Barat

NO.

PROVINSIIKabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI

PERIODE/TAHUN

2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d. 2014

PENANGGUNG ,AWAB

INSTANSI TERKAIT

2.

Kabupaten Halmahera Tengah

**
Tersedianya bandar udara untuk melayani angkutan perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau Iaut Meningkatnya aksesibilitas antar wilavah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Patani Utara Bappenas / Pemkab Halmahera Tengah / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub Halmahera Tengah Kab. Halmahera Tengah Dinas PU Kab Ditjen Bina Marga Halmahera Tengah Ditjen Phb Udara

Pengembangan jaringan angkutan udara Penyediaan sarana transportasi

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

3.

Kabupaten KepuIauan SuIa

***
Tersedianya rute angkutan Iaut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah antar wilayah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Sanana - Temate .. P. Gebe Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Bappenas / Pemkab KepuIauan Suia / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub KepuIauan Suia Kab. Kepulauan Suia Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub KepuIauan Suia Kab. KepuIauan Suia Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub KepuIauan Suia Kab. KepuIauan Suia Ditjen Phb Laut

Pengembangan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat

Penyediaan sarana angkutan laut

Tersedianya kapal motor penumpang

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

4.

Kabupaten Halmahera Selatan Pengembangan angkut an Iaut perintis

**
Tersedianya kapal untuk angkutan Iaut perintis Meningkatnya pelayanan. Bacan - Sananakeselamatan dan Manado keamanan angkutan laut Iperintis Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Halmahera Selatan / KemenPDT

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ja[an Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN

2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d. 2014

PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan [nfrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Ha[mahera Se[atan Deputi II Bidang Peningkatan [nfrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Halmahera Selatan

INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Halmahera Selatan

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Halmahera Selatan

5.

Kabupaten Burn Se[atan

**
Tersedianya dermaga pelabuhan angkutan laut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan Buru selatan angkutan [aut perintis Ambon Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Bappenas / Pemkab Buru Selatan / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ [nfrastruktur Bappeda Kab. Buru KemenPDT / Dishub Selatan Kab. Buru Selatan Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ [nfrastruktur Bappeda Kab. Buru KemenPDT / Dishub Se[atan Kab. Buru Selatan Ditjen Phb Laut

Pengembangan dermaga laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pe[ayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

6.

Kabupaten Halmahera Utara

*
Meningkatnya pelayanan Tobelo - Morotai angkutan laut perintis - Mara Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesa an yg mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Bappenas / Pemkab Halmahera Utara / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ [nfrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub Halmahera Utara Kab. Halmahera Utara Ditjen Bina Marga Dinas PU Kab Halmahera Utara Ditjen Phb Laut

Pengembangan rute angkutan laut Tersedianya rute angkutan laut perintis perintis Penyediaan sarana transportasi Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat

NO.

PROVINSIIKabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI

PERIODE/TAHUN

2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d. 2014

PENANGGUNG ,AWAB

INSTANSI TERKAIT

7.

Kabupaten Morotai

**
Tersedianya dermaga pelabuhan angkutan laut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Morotai - Jailolo Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab/ KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Morotai

Pengembangan fasilitas angkutan Laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

Deputi " Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Morotai Deputi " Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Morotai

Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Morotai

8.

Kabupaten Halmahera Timur

**
Tersedianya kapal untuk angkutan laut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan, Mara -Po Obi - K. angkutan laut perintis Sula Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Morotai / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Morotai

Peningkatan kapasitas kapallaut perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi " Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Morotai Dinas PU Kab

Ditjen Bina Marga

XXV 1.

PROVINSI PAPUA BARAT

Kabupaten Fak-Fak

*
Tersedianya jalan jaringan Meningkatnya Kabupaten Fakaksesibilitas antar daerah Fak antar daerah Ditjen Bina Marga Bappenas / Pemkab Morotai / KemenPDT

Pembangunan jaringan transportasi jalan

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

Tersedianya moda transportasi darat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. Morotai KemenPDT / Dishub Kab. Morotai

2.

Kabupaten Kaimana

***
Tersedianya bandar udara untuk melayani penerbangan perintis Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya Kaimanaaksesibilitas antar daerah Manokwari daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Kaimana / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Kaimana Ditjen Bina Marga

Pembangunan bandar udara perintis Penyediaan mod a transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Kaimana Dinas PU Kab

3.

Kabupaten Teluk Wondama

***
Tersedianya pelayaran Meningkatnya pelayanan Wondama-P. angkutan laut perintis angkutan laut perintis Biak - P. Yapen Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai paso.r,dermaga dan akses ialan Kawasan perdesa-an yg mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Teluk Wondama / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Teluk Wondama Ditjen Bina Marga

Pengembangan jaringan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Teluk Wondama Dinas PU Kab Teluk Wondama

4.

Kabupaten Teluk Bintuni

**
Tersedianya fasilitas pelabuhan laut Meningkatnya pelayanan Bintuni - Sorong, P .Seram angkutan laut Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Teluk Bintuni / KemenPDT

Pengembangan fasilitas pelabuhan

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN

2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014- 2019 2030 2010 s.d. 2014-

PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Teluk Bintuni Dinas PU Kab Teluk Bintuni

INSTANSI TERKAIT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab.Teluk Bintuni Ditjen Bina Marga

Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

5.

Kabupaten Puncak

**
Tersedianya jaringan angkutan udara Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya pelayanan Puncakangkutan udara ManokwariSoron!! Meningkatnya kegiatan Kawasan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Meningkatnya kegiatan Kawasan ekonomi produktif perdesaan yang masyarakat mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Puncak / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Puncak

Pengembangan jaringan angkutan udara Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Puncak Dinas PU Kab Puncak

Ditjen Bina Marga

6.

Kabupaten Maybrat

**
Tersedianya jaringan jalan Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya Kab. Maybrat aksesibilitas antar daerah ke daerah terisolir Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Bina Marga Bappenas / Pemkab Maybrat / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Maybrat

Pengembangan jaringan jalan

Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Mavbrat

7.

Kabupaten Tambrau

**
Tersedianya kapasitas angkutan udara Meningkatnya pelayanan TambarauManokwari angkutan udara Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Tambrau/ KemenPDT

Pengembangan jaringan angkutan udara

NO.

PROVINSl/Kabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT Tersedianya sarana transportasi darat

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Tambrau Dinas PU Kab Tambrau INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Tambrau Ditjen Bina Marga

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

8.

Kabupaten Sorong Selatan

***
Tersedianya rute angkutan laut perintis Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis. Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Sorong SelatanP. SeramBintuni Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Sorong Selatan / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Sorong Selatan Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Sorong Selatan

Peningkatan jaringan pelayanan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

,
9. Kabupaten Sorong

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. SOrOlll! Selatan Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Sorong Selatan

***
Tersedianya fasilitas dermagadan penambahan kapal Tersedianya sarana angkutan darat dan atau laut Meningkatnya pelayanan jasa transportasi laut Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Sorong - Ambon Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Sorong / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Sorong

Pembangunan fasilitas pelabuhan dan penambahan armada Penyediaan sarana transportasi

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Sorong Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Soron2

Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Sorong

NO.

PROVINSIIKabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI

PERIODE/TAHUN 2010 s.d. 2014 2010 2011 2012 2015 s.d 2013 2014 2019

~I:

2020 s.d 2030

PENANGGUNG ,AWAB

INSTANSI TERKAIT

10.

Kabupaten Raja Ampat

***
Tersedianya rute pelayaran angkutan laut perintis Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya pelayanan angkutan laut perintis Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Raja Ampat - P. Numfor-Waisie Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab RajaAmpat/ KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Raja Ampat Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Raja Ampat

Penambahan jaringan pelayanan angkutan laut perintis Penyediaan sarana transportasi

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

-"

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Raia Amoat Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Raia Amoat

XXVI 1.

PROVINSI PAPUA Kabupaten Merauke

**
Tersedianya kapal dan Meningkatnya pelayanan Merauke - Agatsjasa angkutan laut penambahan rute Timika angkutan laut perintis Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Merauke / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Merauke

Pengembangan rute angkutan laut perintis dan penambahan trayek angkutan perintis Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Merauke

2.

Kabupaten 'ayawijaya

**

Pengembangan jaringan pelayanan Tersedianya kapasitas Meningkatnya pelayanan Jaya wijaya angkutan udara perintis jasa angkutan udara Jayapura angkutan udara perintis Penyediaan sarana transportasi Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

Bappenas / Pemkab 'ayawijaya / KemenPDT Deputi II Bidang Bappenas/ Kemenhub/ Peningkatan Infrastruktur Bappeda Kab. KemenPDT / Dishub 'ayawijaya Kab. Javawiiava Ditjen Phb Udara

3.

Kabupaten Nabire

**
Tersedianya bandar udara untuk melayani angkutan perintis Nabire, Nabire Meningkatnya aksesibilitas antar daerah jaya pura antar daerah Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Nabire / KemenPDT

Pembangunan jaringan transportasi udara

NO.

PROYINSl/Kabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Nabire Dinas PU Kab Nabire INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Nabire

Tersedianya sarana transportasi darat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

4.

Kabupaten Yapen Waropen

**
Tersedianya jaringan jalan Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya Kab.Yapen aksesibilitas antar daerah Waropen ke daerah terpencil Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Ditjen Bina Marga Bappenas / Pemkab Yapen Waropen / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Yapen Waropen

Peningkatan jaringan transportasi jalan Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. YaDenWaroDen

5.

Kabupaten Biak Numfor

**
Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Biak Numfor / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Biak Numfor

Meningkatnya pelayanan Kab. Biak Numfor Penambahan trayek angkutan jalan Tersedianya trayek angkutan jalan perintis jasa transportasi darat perintis Penyediaan sarana transportasi Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Biak Numfor

6.

Kabupaten Paniai

**
Tersedianya bandar udara untuk melayani penerbangan perintis Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya Paniai - jayapura aksesibilitas antar daerah daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab/ KemenPDT

Pembangunan bandar udara perintis Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. Paniai KemenPDT / Dishub Kab. Paniai

NO.

PRQVINSl/Kabupaten Program Peningkatan jalan

OUTPUT Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

PERIODE/TAHUN

2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d. 2014

PENANGGUNG JAWAB Dinas PU Kab Paniai

INSTANSI TERKAIT Ditjen Bina Marga

7.

Kabupaten Puncak Jaya

**
Tersedianya bandar udara untuk melayani angkutan perintis Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya Puncak laya aksesibilitas antar daerah Jayapura antar wilayah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Puncak laya / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Puncak laya Ditjen Bina Marga

Pembangunan Bandar udara perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

- -

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Puncak Jaya Dinas PU Kab Puncak laya

8.

Kabupaten Mimika

**
Tersedianya penerbangan Tersedianya transportasi rute perintis sarana darat Meningkatnya pelayanan angkutan udara Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Mimika - laya Pura- Oksibili Kawasan perdesaan yang lnempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Mimika / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Mimika

Pengembangan jaringan rute penerbangan perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Mimika Dinas PU Kab Mimika Ditjen Bina Marga

9.

Kabupaten Boven Digoel

**
Tersedianya rute penerbangan perintis Tersedianya moda transportasi darat Meningkatnya pelayanan Boven Digoel Botawa - Tana angkutan udara Merah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Boven Digoel / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Boven Digoel

Pengembangan jaringan rute penerbangan perintis Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Boven Digoel

NO.

PROVINSl/Kabupaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI

PERIODEjTAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

10.

Kabupaten Mappi

**
Tersedianya jaringan jalan kabupaten Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya aksesibilitas antar daerah antar daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kab.Mappi Ditjen Bina Marga Bappenas j Pemkab j KemenPDT Bappenas j Kemenhubj Bappeda Kab. Mappi

Peningkatan jaringan jalan dalam mengakses daerah terpencil Penyediaan moda transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a ,

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT j Dishub Kab.Maooi Dinas PU Kab Mappi

Ditjen Bina Marga

11.

Kabupaten Asmat
o

**
Tersedianya trayek angkutan jalan Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya pelayanan Kab.Asmat jasa transportasi darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas j Pemkab Asmat j KemenPDT Bappenas j Kemenhubj Bappeda Kab.Asmat

Pengembangan jaringan angkutan jalan

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT j Dishub Kab.Asmat Dinas PU Kab Asmat

Ditjen Bina Marga

12.

Kabupaten Yahukimo

****
Ditjen Phb Udara Bappenas j Pemkab Yahukimo j KemenPDT Bappenasj Kemenhubj Bappeda Kab. Yahukimo

Pengembangan jaringan pelayanan Tersedianya frekwensi Meningkatnya pelayanan Yahukimo - Jaya penerbangan jasa transportasi udara angkutan udara perintis Pura

Penyediaan sarana transportasi

Tersedianya sarana transportasi darat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga

Deputi II Bidang Peningkatan lnfrastruktur KemenPDT / Dishub

NO.

PROVINSIlKabullaten Program

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d. 2014 PENANGGUNG JAWAB Kab. Yahukimo Dinas PUKab Yahukimo INSTANSI TERKAIT

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

13.

Kabupaten Pegunungan Bintang Peningkatan Jaringan angkutan jalan

***
Tersedianya jaringan jalan Meningkatnya Kab.Pegunungan aksesibilitas antar daerah Bintang angkutan darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Bina Marga Bappenas / Pemkab Pegunungan Bintang / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab.Pegunungan Bintang

Penyediaan sarana transportasi

Tersedianya sarana transportasi darat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Pegunungan Bintang Dinas PU Kab Pegunungan Bintang

Ditjen Bina Marga

14.

Kabupaten Tolikara

****
Meningkatnya pelyanan jasa transportasi darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Toli Kara - Tiom - Kobakma Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Darat Bappenas / Pemkab Tolikara / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Tolikara

Pengembangan jaringan pelayanan Tersedianya trayek angkutan jalan angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi Tersedianya sarana transportasi darat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Tolikara Dinas PU Kab Tolikara

Ditjen Bina Marga

15.

Kabupaten Sarmi

***
Ditjen Bina Marga Bappenas / Pemkab Sarmi / KemenPDT

Sarmi - Jayapura Peningkatan aksesibilitas angkutan Tersedianya jalan baru Meningkatnya aksesibilitas antar daerah jalan antar daerah

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DILAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2015 2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d. 2014 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

Tersedianya sarana transportasi darat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Bappeda Infrastruktur Kab.Sarmi KemenPDT / Dishub Kab.Sarmi

16.

Kabupaten Keerom

**
Meningkatnya kapasitas angkutan jalan Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kab. Keerom Wamena, Ilaga Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Laut Bappenas / Pemkab Keerom / KemenPDT

Pengembangan jaringan pelayanan Tersedianya jaringan angkutan jalan pelayanan angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi Tersedianya sarana transportasi darat

Deputi II Bidang Bappenas/ Peningkatan Kemenhub/ Bappeda Infrastruktur Kab.Keerom KemenPDT / Dishub Kab.Keerom

17.

Kabupaten Deiyai

**
Tersedianya bandar udara untuk melayani angkutan perintis Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya pelayanan Deiyai -jayapura angkutan udara Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Deiyai / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab.Deiyai

Pengembangan transportasi udara

Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Deiyai Dinas PU Kab Deiyai

Ditjen Bina Marga

18.

Kabupaten Dogiyai

**
Tersedianya bandar udara untuk melayani penerbangan perintis Tersedianya sarana transportasi darat DogiyaiMeningkatnya aksesibilitas antar daerah jayapura daerah Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Dogiyai / KemenPDT

Pembangunan bandar udara perintis Penyediaan sarana transportasi

Deputi II Bidang Bappenas / Peningkatan Kemenhub/ Infrastruktur Bappeda Kab. Dogiyai KemenPDT / Dishub Kab. DOl!ivai

NO.

PROYINSIlKabupaten Program Peningkatan jalan

OUTPUT Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

OUTCOME Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

Dinas PU Kab Dogiyai Ditjen Bina Marga

19.

Kabupaten Intan Jaya

**
Tersedianya pelayanan Meningkatnya pelayanan Intan Jaya - Jaya angkutan udara perintis angkutan udara Pura Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab IntanJaya / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Intan laya Ditjen Bina Marga

Pengembangan angkutan udara perintis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Intan Java Dinas PU Kab Intan Jaya

20.

Kabupaten Lanny Jaya

**
Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab LannYJaya / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab.LannYJaya

Pengembangan jaringan pelayanan Tersedianya frekwensi Meningkatnya pelayanan Lanny Jaya - laya angkutan udara perintis penerbangan perintis angkutan udara Pura Penyediaan sarana transportasi Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.LannvJava Dinas PU Kab Lanny laya

Ditjen Bina Marga

21.

Kabupaten Mamberamo Raya Pembangunan bandar udara perintis

**
Tersedianya bandar udara untuk melayani penerbangan perintis Meningkatnya Membramo Raya aksesibilitas antar daerah - Jaya Pura daerah Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Mamberamo Raya / KemenPDT

NO.

PROVINSI/Kabupaten Program Penyediaan sarana transportasi

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai p<!sar,dermaga dan akses ialan

PERIODE/TAHUN 2015 s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2010 s.d. 2014 2020 s.d. 2030 PENANGGUNG JAWAB Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Mamberamo Rava Dinas PU Kab Mamberamo Raya INSTANSI TERKAIT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Mamberamo Raya

Tersedianya sarana transportasi darat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Ditjen Bina Marga

22.

Kabupaten Mamberamo Tengah

**
Tersedianya jalan baru Meningkatnya Memberamo dan peningkatan jalan aksesibilitas antar daerah Tengahantar daerah Wamena Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya kegiatan ekonomiproduktif masyarakat Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses jalan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Ditjen Bina Marga Bappenas / Pemkab Mamberamo Tengah / KemenPDT Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Mamberamo Tengah

Pengembangan jaringan angkutan jalan Penyediaan sarana transportasi

Pembangunan dermaga

Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Mamberamo Ten~ah Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab. Mamberamo Tengah

Bappenas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. Mamberamo Tengah

23.

Kabupaten Nduga

**
Tersedianya rute penerbangan Tersedianya sarana transportasi darat Meningkatnya pelayanan angkutan udara Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat Nduga - Jayapura Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses ialan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses jalan Ditjen Phb Udara Bappenas / Pemkab Nduga / KemenPDT Bappenas / Kemenhub/ Bappeda Kab. Nduga

Pengembangan jaringan angkutan udara perin tis Penyediaan sarana transportasi

Peningkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan des a

Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat

Deputi II Bidang Peningkatan Infrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.Ndu~a Dinas PU Kab Nduga Ditjen Bina Marga

NO.

PROVINSl/Kabupatcn Program Kabupaten Yalimo Pengembangan jaringan angkutan udara Perlntls Penyediaan sarana transportasl

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG D1LAYANI

PERIODE/TAHUN 2015 2020 Sod. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010 s.d. 2014 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT

24.

Tersedlanya frekwensl penerbangan Tersedlanya sarana transportasl darat

Menlngkatnya pelayanan angkutan udara Menlngkatnya keglatan ekonoml produktlf masyarakat Meningkatnya keglatan ekonomlproduktlf masyarakat

Yallmo- }ayapura Kawasan perdesaan yang mempunyal pasar, dermaga dan akses lalan Kawasan perdesaan yang mempunyal pasar. dermaga dan akses falan Waropen - Sarml Kawasan perdesaan yang mempunyal pasar, dermaga dan akses lalan Suuplori - Sarmi Nabire Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar. dermaga dan akses falan Kawasan perdesaan yang mempunyai pasar, dermaga dan akses falan

DltJen Phb Udara

Penlngkatan jalan

Tersedianya jalan kabupaten dan jalan desa

Deputl " Bidang Penlngkatan Infrastruktur KemenPDT I D1shub Kab.Yallmo Dlnas PU KabYallmo Ditjen Blna Marga

Bappenas I Pemkab Nduga I KemenPD1' Bappenasl Kemenhubl Bappeda Kab. Nduga

25.

Kabupaten Waropen Peningkatan jaringan pelayanan angkutan jalan Penyedlaan sarana transportasl Tersedianya }aringan jalan Tersedlanya sarana transportasl darat Menlngkatnya pelayanan angkutan darat Menlngkatnya keglatan ekonomlproduktlf masyarakat DitJenBlna Marga Deputl " Bldang Penlngkatan Infrastruktur KemenPDT I Dishub Kab.WaroDen D1tjenPhb Udara Deput! " Bidang Penlngkatan Infrastruktur KemenPDT I Dishub Kab.SUlllorl Deputlll Bidang Penlngkatan Infrastruktur KemenPDT I Dishub Kab.Suniori Bappenas I Pemkab Nduga I KemenPDT Bappenasl Kemenhubl Bappeda Kab. Nduga

26.

Kabupaten Supion Pengembangan janngan angkutan laut perintls Penyediaan sarana transportasi Tersedianya perintls rute laut Meningkatnya aksesibilitas antar daerah anldwtan laut Ilerintls Meningkatnya keglatan Tersedianya sarana transportasi darat ekonomlproduktlf masyarakat Tersedianya dermaga khusus pelayaran rakyat Meningkatnya kegiatan ekonoml produktlf masyarakat Bappenas I Pemkab Suplori I KemenPDT Bappenasl Kemenhubl Bappeda Kab.Supiorl Bappenasl Kemenhubl Bappeda Kab.Suplori

Pembangunan dermaga

Ditetapkan Pada di tang gal

Keterangan: I 1. Kabupa~ 2. Kabupare 3. Kabupatel 4. Kabupatel

Keterangan: 1. Kabupaten 2. Kabupaten 3. Kabupaten 4. Kabupaten

Sangat Parah Tertinggal (****) Sangat Tertinggal (***) Tertinggal (**) Agak Tertinggal r)

SALnTAll

Kepala
m4AR~
i

pembiruj

196302~

NO.

PRQVlNSllKabqpatcn Program KabupateD Yalimo .Pengembangan jaringan angkutan udara Perlntls Penyedlaan sarana transportasl

OUTPUT

OUTCOME

KAWASAN YANG DlLAYANI

PERIODE/TAHUN 201~/2020 s.d. s.d. 2010 2011 2012 2013 2014 2019 2030 2010s.d.2014 PENANGGUNG JAWAB INSTANSI

TERKAIT

24.

Tersedlanya frekwensl Menlngkatnya pelayanan angkutan udara penerbangan Men1ngkatnya keglatan Tersedlanya sarana transponasl darat ekonoml produktif masyarakat

Yallmo

Jayapura

Dltjen Phb Udara

Penlngkatan Jalan

Tersedlanya jalan kabupaten dan jaIan desa

Menlngkatnya keglatan ekonoml produktif masyarakat

Kawasan perdesaan yang mempunyaI pasar.de: danakses Kawasan perdesaan yang mempunyaI pasar. dermaga dan akses Ialan

Deputlll Bldang Penlngkatan InfrastruIttur KemenPDT / Dishub !Cab.Yalimo Dinas PU Kab Yalfmo Dltjen Btna Marga

Bappenas / Pemkab Ndup / KemenPD1' Bappeaas/ Kemenhub/ Bappeda Kab. NcbJga

25.

KabupateD Waropen

Tersedlanya jarlngan jalan Tersedlanya sarana transponasl darat


I

Peningkatan jaringan pelayanan angkutan jalan Penyedlaan sarana transportasl

.
26KabupateD Sapiori Pengembangan jarlngan angkutan laut perintls Penyediaan sarana transportasl

Men1ngkatnya pelayanan angkutan darat Menlngkatnya keglatan ekonoml produktif masyarakat

Waropen - Sannl Kawasan perdesaan yang mempunyaI pasar. dennap dan akses Iabn

Dltjen Blna Marga Deputlll Bldang Pen1ngkatan Iafrastruktur KemenPDT / Dishub Kab.WaroDeQ

Bappenas / Pemkab Nduga { KemenPDT Bappenas/ lCemeuhub/ Bappeda Kab. Ndup

rute laut Meningkatnya IaIcsesibllitas antar daerah lantdrutan laut nerintls Tersedlanya sarana Menlngkatnya keglatan transportasl darat ekonoml produktif masyarakat

TersedJanya perlntls

SuupiorlNabire

Sarml -

Dltjen Phb Udara

Bappenas / PemIcab Suplorl / KemenPDT

Pembangunan dermaga

Tersedianya dennaga khusus pelayaran rakyat

Menlnglcatnya kegiatan. ekonomi produktif masyarakat

Kawasan iPerdesaan yang mempunyaI pasar. dennap dan akses Ialan . Kawasan perdesaan yang mempunyaI pasar. dennap dan akses !alan

'Dl:

Deputl 11Bidang Bappenas{ Peningkatan Kemenbub{ Iafrastruktur Bappeda Kab. Supiori KemenPDT { Dishub Kab.Sunlori Deputlll Bldang Bappenas{ Penlngkatan Kemenbub{ Infrastrulttur Bappeda Kab. Suplorl KemenPDT / Dishub Kab. Sunlori

Keterangan: 1. Kabupaten 2. Kabupaten 3. Kabupaten 4. Kabupaten

Sangat Parah Tertinggal (*-) SangatTertinggal (***) Tertinggal (*j Agak Te

Tetapkan di pada ta~gal


f-!ENTERI

: JAKARTA :17 Februari 2010

FERmJBUNGAN

SALTIMN

Kepala

dengan aslin;ra an KSLN

ttd
FREDDY N1JMBERI