Anda di halaman 1dari 8

Pembentukan Muka Bumi- Tenaga Endogen dan Eksogen Bentuk-bentuk permukaan bumi terbentuk lewat proses pembentukan dan

perombakan permukaan bumi yang berlangsung cukup lama. Perubahan permukaan bumi terjadi oleh tenaga geologi yang terdiri dari tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga Endogen Tenaga Endogen juga bisa disebut juga tenaga tektonik. Tenaga Endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga Endogen terdiri dari proses diatropisme dan proses vulkanisme. Tenaga Endogen sering menekan di sekitar lapisan-lapisan batuan pembentuk kulit bumi (litosfer) Proses Diastropisme Proses Diastropisme adalah proses struktural yang mengakibatkan terjadinya lipatan dan patahan tanpa dipengaruhi magma tapi tenaga dari dalam bumi. Proses lipatan Kalau tenaga endogen yang menekan litosfer arahnya mendatar dan bertumpukan yang mengakibatkan permukaan bumi melipat menyebabkan terbentuknya puncak dan lembah. Bentuk permukaan bumi dari hasil proses ini ada dua, yaitu : 1. puncak lipatan (antiklin) 2. lembah lipatan (sinklin) Proses Patahan Proses diatropisme juga dapat menyebabkan struktur lapisan-lapisan batuan retak-retak dan patah. Lapisan batuan yang mengalami proses patahan ada yang mengalami pemerosotan yang membentuk lembah patahan dan ada yang terangkat membentuk puncak patahan. Lembah patahan disebut slenk atau graben sedangkan puncak patahan dinamakan horst. Vulkanisme Tenaga tektonik dapat mengakibatkan gejala vulkanisme. Gejala vulkanisme berhubungan dengan aktivitas keluarnya magma di gunungapi. Proses keluarnya magma ke permukaan bumi disebut erupsi gunungapi. Proses vulkanisme terjadi karena adanya magma yang keluar dari zona tumbukan antarlempeng.. Istilah-Istilah vulkanisme : 1. Vulkanologi : ilmu kebumian yang mempelajari gunungapi 2. Magma : bahan silikat cair pijar yang terdiri atas bahan padat,cair,dan gas yang terdapat di lapisan litosfer bumi. Suhu normal magma berkisar 900 C-1200 C. 3. Erupsi : proses keluarnya magma dari lapisan litosfer sampai ke permukan bumi. Erupsi sebuah gunungapi dapat berupa lelehan (efusif) melalui retakan pada lapisan-lapisan batu. Dan ledakan semburan (eksplosif) melalui kepundan atau corong gunung api. 4. Intrusi magma : proses penerobosan magma melalui retakan-retakan lapisan batuan, tetapi tidak sampai ke permukaan bumi. Apabila intrusi magma membeku maka akan terbentuk batuan intrusive. 5. Lava : magma yang keluar sampai ke permukaan bumi. 6. Lahar : lava yang telah bercampur dengan bahan-bahan di permukaan bumi. 7. Eflata / bahan piroklastik : bahan-bahan yang lepas dari gunungapi ketika terjadi letusan eksplosif. 8. Kawah : lubang pada tubuh gunungapi sebagai tempat keluarnya magma. Kawah yang cukup besar disebut kaldera. Bila kaldera terisi air yang cukup banyak maka akan terbentuk danau kawah atau danau vulkanik. Kawah dan kaldera yang ada di Indonesia, antara lain Kawah Tangkubanperahu (Jawa Barat), Kawah Gunung Tengger (Jawa Tengah), dan Kaldera Gunung Batur (Bali). Bentuk-Bentuk Gunungapi Berdasarkan bentuk letusanya, gunung api dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yang berbeda yaitu : 1. Gunungapi Prisai : Gunungapi perisai berbentuk seperti perisai (shields) terbentuk oleh letusan yang sangat cair (efusief), yaitu berupa lelehan lava yang sangat luas dan landai. Ciri gunungapi perisai adalah lerengnya sangat landai bahkan hampir datar, Contohnya, Gunung Mauna Loa dan Gunung Mauna Kea di Hawai. 2. Gunungapi Maar :Gunungapi maar terbentuk dari letusan berupa ledakan (eksplosif) yang dahsyat yang terjadi sekali, dengan mengeluarkan bahan-bahan berupa eflata. Gunung maar biasanya punya dapur magma yang dangkal dan magma yang terdiri dari bahan-bahan padat dan gas yang padat. Contoh gunung maar adalah : Gunung Lamongan (Jawa Timur), Gunung Pinakate (Meksiko), Gunung Monte Muovo (Italia), Gunungapi Starto (Kerucut) 3. Gunung api Starto : Gunung api starto terbentuk akibat letusan yang berulang-ulang dan berselingseling antara bahan padat dan lelahan lava. Sebagian besar gunung di Indonesia adalah gunung starto seperti :Gunung Semeru, Gunung Merapi, Gunung Agung, Gunung Kerinci, Gejala Vulkanisme Gejala Vulakanik ada dua yaitu : Pravulkanik Pravulkanik adalah tanda-tanda atau gejala di suatu daerah akan terjadi letusan gunungapi. Tanda-tanda akan terjadinya letusan gunungapi adalah : 1. Kenaikan suhu udara di sekitar gunungapi drastis (dari suhu rendah tiba-tiba naik jadi panas) 2. Banyak tumbuhan kering dan hewan turun dari gunung. 3. Meningkatnya bau belerang yang menyengat 4. Pascavulkanik (postvulcanic) 5. Pascavulkanik adalah gejala dimana gunungapi menampakan aktifitas atau sedang dalam fase istirahat. Gejalanya antara lain :

6. Ditemukannya mata air panas, yang bisa dijadikan obat kulit, seperti mata air di Banten (Jawa Tangah) dan di Ciatar (Jawa Barat) 7. Ditmuaknya gas gunungapi berupa : 8. Uap air (fumarola) 9. Gas belerang (sulfatar) 10. Gas karbondioksida (mofet) 11. adanya semburan air panas (geyser) yang keluar darirekahan batuan seperti di Cisolok Sukabumi (Jawa Barat) Tenaga Eksogen Proses eksogenmerupakan tenaga dari luar. Pelapukan Pelpukan merupakan tenaga perombak (pengkikisan) oleh media penghancur. Proses pelapukan dapat dikatakan sebagai proses penghancuran massa batuan melalui media penghancuran, berupa: 1. Sinar matahari 2. Air 3. Gletser 4. reaksi kimiawi 5. kegiatan makhluk hidup (organisme) Peroses pelapukan terbagi jadi tiga, yaitu : Pelapukan Mekanik Pelapukan mekanik (fisik) adalah proses pengkikisan dan penghancuran bongkahan batu jadi bongkahan yang lebih kecil,tetapi tidak mengubah unsur kimianya. Proses ini disebabkan oleh sinar matahari, perubahan suhu tiba-tiba, dan pembekuan air pada celha batu Pelapukan Kimiawi Pelapukan adalah penghcuran dan pengkikisan batuan dengan mengubah susunan kimiaai batu yang terlapukkan. Jenis pelapukan kimiawi terdiridari dua macam, yaitu proses oksidasi dan proses hidrolisis. Pelapukan Organik Pelapukan organik dihasilkan oleh aktifitas makhluk hidup, seperti pelapukan oleh akar tanaman (lumut dan paku-pakuan) dan aktivitas haewn (cacing tanah dan serangga). Erosi Erosi seperti pelapukan adalah tenaga perombak (pengkikisan). Tapi yang membedakan erosi dengan pelapukan adalah erosi adalah pengkikisan oleh media yang bergerak, seperti air sungai, angin, gelombang laut, atau gletser. Erosi dibedakan oleh jenis tenaga perombaknya yaitu :Erosi air, Erosi angin (deflasi), Erosi gelombang laut (abarasi / erosi marin ), Erosi gletser (glasial)' Tahapan dalam Erosi Air Proses pengkikisan oleh air yang mengalir terjadi dalam empat tingkatan yang berbeda sesuai dengan kerusakan tanah atau batuan yang terkena erosi, sebbagai berikut. 1. Erosi percik, yaitu proses pengkikisan oleh percikan air hujan yang jatuh ke bumi. 2. Erosi lembar, yaitu proses pengkikisan lapisan tanah paling atas sehingga kesuburannya berkurang. Pengkikisan lembar ditandai oleh : 1. warna air yang mengalir berwarna coklat 2. warna air yang terkikis menjadi lebih pucat 3. kesuburan tanah berkurang 3. Erosi alur, adalah lanjutan dari erosi lembar. Ciri khas erosi alur adalah adanya alur-alur pada tanah sebsgai tempat mengalirnya air 4. 'Erosi 'parit, adalah terbentuknya parit-parit atau lembah akibat pengkikisan aliran air. Bila erosi parit terus berlanjut, maka luas lahan kritis dapat meluas, dan pada tingkat ini tanah sudah rusak. Bentuk Permukaan Bumi Akibat Erosi Pengkikisan oleh air dapat mengakibatkan : 1. tebing sungai semakin dalam 2. lembah semakin curam 3. pembentukan gua 4. memperbesar badan sungai Erosi angin biasanya terjadi di gurun. Bentuk permukaan bumi yang terbentuk antara lain : 1. Batu jamur 2. Ngarai Abrasi biasanya terjadi di pantai, membentuk : 1. Dinding pantai yang curam 2. relung ( lekukan pada dinding tebing) 3. gua pantai 4. batu layar B. Masa Praaksara di Indonesia Masa praaksara (pra = sebelum; aksara = huruf). Masa praaksara dikenal juga sebagai masa prasejarah. Manusia yang hidup pada masa ini dikenal sebagai manusia purba. Dalam lapisan-lapisan kulit bumi ini, terdapat sisa-sisa kehidupan. Sebagian dari sisa-sisa kehidupan itu telah berubah menjadi keras seperti batu karena proses kimia. Inilah yang dikenal sebagai fosil. Ilmu yang menyelidiki segala hal ikhwal manusia pada masa lampau sebelum adanya sumber-sumber tulisan disebut ilmu prasejarah. arkeologi ialah ilmu yang mempelajari peninggalan-peninggalan sejarah dan purbakala untuk menyusun kembali kehidupan manusia dan masyarakat masa lampau. Ahli arkeologi disebut arkeolog. Ilmu-ilmu yang terkait dengan masa prasejarah ialah Arkeologi, Antropologi, Geologi, Paleontologi, dan Paleoantropologi.

Artefak ialah benda-benda, seperti alat, perhiasan yang menunjukkan kecakapan kerja manusia terutama pada zaman dahulu yang ditemukan melalui penggalian arkeologi. a. Pengelompokan Masa Praaksara Pengelompokan masa praaksara dapat dilakukan berdasarkan keadaan geologi dan perkembangan kebudayaannya a. Berdasarkan Keadaan Geologi Pembagian masa praaksara adalah seperti berikut. 1) Arkaeozoikum Inilah masa tertua dalam sejarah perkembangan bumi. Pada masa yang berlangsung kira-kira 2.500 juta tahun yang lalu ini, keadaan bumi belum stabil, kulit bumi masih dalam proses pembentukan, dan udara saat ini masih sangat panas sehingga belum tampak tanda-tanda kehidupan. 2) Palaeozoikum Masa ini berlangsung 340 juta tahun yang lalu. Palaeozoikum disebut juga Zaman Primer. Pada masa ini, terjadi penurunan suhu bumi. Akibatnya, bumi lambat laun menjadi dingin. Sudah ada tanda-tanda kehidupan yang makin jelas, yakni munculnya makhluk bersel satu seperti bakteri dan sejenis amfibi dan reptil. 3) Mesozoikum Masa ini berlangsung 140 juta tahun yang lalu. Mesozoikum disebut juga Zaman Sekunder. Pada masa ini, kehidupan berkembang dengan sangat cepat. Jumlah ikan, amfibi, dan reptil makin banyak. Reptil mencapai bentuk yang luar biasa besarnya, seperti Dinosaurus dan Atlantosaurus. Fosil reptil raksasa ini banyak ditemukan hampir di seluruh dunia. Fosil yang ditemukan antara lain Dinosaurus panjangnya 12 meter, Atlantosaurus 30 meter. Pada masa ini, burung dan binatang menyusui sudah ada, namun masih rendah tingkatannya. 4) Neozoikum Masa ini diperkirakan berusia 60 juta tahun yang lalu. Pada masa ini, keadaan bumi sudah mulai stabil. Kehidupan makin berkembang dan beraneka ragam. Masa ini dibagi menjadi dua seperti berikut. (1) Zaman Tersier. Pada masa ini, reptil raksasa lambat laun lenyap, binatang-binatang menyusui berkembang dengan baik, dan primat sudah ada. Monyet dan kera sudah ditemukan pada masa ini. (2) Zaman Kuarter. Masa ini berlangsung 600.000 tahun yang lalu. Tanda-tanda kehidupan manusia telah ditemukan pada masa ini. Masa ini dibagi ke dalam dua bagian, yaitu: Pleistosen yang berlangsung 600.000 tahun yang lalu. Pada masa ini, kehidupan manusia mulai ada dan terjadi perubahan suhu yang memengaruhi keadaan kehidupan. Banyak air yang berubah menjadi es, terutama beberapa daratan yang berdekatan dengan Kutub Utara tertutup es. Di daerah yang berjauhan dari Kutub, terjadi musim hujan. Holosen yang dimulai 20.000 tahun hingga dewasa ini. Pada masa ini, muncul manusia cerdas (homo sapiens) yang merupakan nenek moyang dari manusia modern. b. Berdasarkan Perkembangan Kebudayaan Berdasarkan perkembangan kebudayaan dan peralatan yang digunakannya, masa praaksara dibagi menjadi tiga masa, yaitu masa berburu dan meramu, masa bercocok tanam, dan masa perundagian. 1) Masa Berburu dan Meramu Pada masa berburu dan meramu, keadaan alam masih belum stabil. Manusia hidup secara berkelompok dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Mereka selalu berpindahpindah (nomaden) mencari daerah baru yang dapat memberikan makanan yang cukup. Kehidupan manusia purba pada masa berburu dan meramu disebut sebagai masa food gathering (mengumpulkan makanan). Mereka mengumpulkan makanan yang disediakan oleh alam tanpa harus menanam atau mengolah tanah. Peralatan yang digunakan oleh manusia untuk berburu pada waktu itu dibuat dari batu, kayu, maupun tulang-tulang hewan dalam bentuk yang sederhana. Alat-alat yang digunakan manusia purba pada saat itu adalah sebagai berikut. (1) Kapak perimbas, digunakan untuk menguliti binatang hasil berburu, merimbas kayu, dan memecah tulang. (2)Alat serpih, digunakan sebagai gurdi, penusuk, dan sebagai pisau. (3) Kapak genggam awal, digunakan untuk menggali ubi dan memotong binatang hasil. 2) Masa Bercocok Tanam Sistem kehidupan manusia pada masa bercocok tanam sudah mulai tinggal menetap di suatu perkampungan. Kebutuhan mereka juga makin luas, misalnya kebutuhan akan makanan dan pakaian. Untuk memenuhi kebutuhan makanan, mereka bercocok tanam dengan cara berhuma, yaitu dengan menebangi hutan dan menanaminya (bercocok tanam sederhana). Oleh sebab itu, masa ini dikenal juga sebagai masa food producing karena manusia pada masa itu sudah mampu memproduksi makanannya. Masa bercocok tanam ditandai dengan berkembangnya kemahiran mengasah alat-alat batu dan pembuatan gerabah (benda pecah-belah dari tanah liat yang dibakar). Alat yang diasah antara lain kapak lonjong, beliung persegi, mata panah, gerabah, dan perhiasan dari batu dan kerang. Pada masa bercocok tanam, manusia purba juga sudah mengenal atau menemukan api dan sudah mengembangkan alat transportasi air. Alat transportasi yang pertama digunakan adalah rakit. Pada masa ini, kesenian pun mulai dikenal. Mereka mulai membuat kalung dari kulit kerang dan gelang dari batubatu yang indah. Lukisan berwarna pun ditemukan di dalam gua-gua.

3) Masa Perundagian Pada masa perundagian, manusia mulai mengenal teknologi pertukangan. Mereka telah mampu mengolah logam, terutama perunggu dan besi. Kemampuan mengolah logam hanya dapat dikerjakan oleh orang yang ahli (undagi). Oleh sebab itu, masa ini dikenal dengan masa perundagian. Masa perundagian merupakan masa perkembangan pesat dari berbagai kemahiran membuat alat. Pada masa ini, telah dikenal sistem perdagangan. Sistem ini berkembang pada awalnya untuk mendapatkan timah putih, bahan utama pembuatan alat-alat perunggu. Alat-alat dari perunggu yang dihasilkan pada masa ini ialah nekara, kapak, bejana, dan arca-arca. Alat-alat dari besi yang dihasilkan antara lain mata kapak, mata sabit, mata pisau, mata tembilang, mata pedang, cangkul, tongkat. Kemahiran membuat gerabah dan manik-manik pun makin baik. Manik-manik sudah dibuat dari kaca. b. Jenis Manusia Praaksara di Indonesia Manusia yang hidup pada masa praaksara biasa disebut manusia purba. Di Indonesia, banyak ditemukan berbagai fosil manusia purba. Jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia adalah seperti berikut. a. Meganthropus Fosil jenis Meganthropus, yaitu Meganthropus Palaeojavanicus, ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 dan 1941 di Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Manusia purba tertua di Jawa ini diperkirakan hidup antara 2.500.000 sampai 1.250.000 tahun yang lalu. Diperkirakan perawakannya sudah tegap, rahang dan gerahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga menyerupai kera. b. Pithecanthropus Fosil Pithecanthropus paling banyak ditemukan di Indonesia. Pithecanthropus tidak setegap Meganthropus. Jenis-jenis Pithecanthropus di Indonesia antara lain Pithecanthropus mojokertensis, Pithecanthropus soloensis, dan Pithecanthropus erectus. Manusia purba yang diperkirakan hidup 2.500.000 sampai 1.250.000 tahun yang lalu ini berbadan tegak sekitar 165-180 cm. Mereka masih menyerupai kera dengan tulang tengkorak yang cukup tebal dan berbentuk lonjong. Pithecanthropus hidup berburu dan mengumpulkan makanan. Mereka tinggal di padang terbuka dan hidup secara berkelompok. c. Homo Manusia jenis homo lebih sempurna dari kedua jenis manusia purba di atas. Manusia dengan tinggi badan antara 130-210 cm ini hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu. Jenisnya antara lain Homo Soloensis (manusia purba dari Solo), Homo Wajakensis (manusia purba dari Wajak), dan Homo Sapiens (manusia cerdas). Manusia purba jenis ini telah mampu membuat alat-alat dari batu dan tulang untuk berburu. Mereka juga telah mampu memasak makanannya walau dengan cara sederhana. c. Sistem Kepercayaan Manusia Praaksara Sistem kepercayaan telah berkembang pada masa manusia praaksara. Mereka menyadari bahwa ada kekuatan lain di luar mereka. Oleh sebab itu, mereka berusaha mendekatkan diri dengan kekuatan tersebut. Caranya ialah dengan mengadakan berbagai upacara, seperti pemujaan, pemberian sesaji, atau upacara ritual lainnya. Beberapa sistem kepercayaan manusia purba adalah seperti berikut. a. Animisme Animisme adalah kepercayaan terhadap roh yang mendiami semua benda. Manusia purba percaya bahwa roh nenek moyang masih berpengaruh terhadap kehidupan di dunia. Mereka juga memercayai adanya roh di luar roh manusia yang dapat berbuat jahat dan berbuat baik. Roh-roh itu mendiami semua benda, misalnya pohon, batu, gunung, dsb. Agar mereka tidak diganggu roh jahat, mereka memberikan sesaji kepada roh-roh tersebut.

b. Dinamisme Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya. c. Totemisme Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular, dan harimau. Dalam melaksanakan upacara penyembahannya, manusia purba membuat berbagai bangunan dari batu. Masa ini disebut sebagai kebudayaan Megalithik atau Megalithikum (kebudayaan batu besar). Bangunanbangunan tersebut masih dapat ditemui saat ini. Sarana upacara ritual manusia purba antara lain seperti berikut. (1) Peti kubur batu, bangunan yang berfungsi sebagai peti jenazah. Peti kubur ada yang berbentuk kotak persegi panjang, ada pula yang berbentuk kubus dan memiliki tutup dari batu bergambar (disebut juga waruga), serta ada pula yang berbentuk menyerupai mangkuk (disebut juga sarkofagus). Di dalamnya, selain jenazah, juga terdapat bekal kubur. (2) Menhir, bangunan berupa tiang atau tugu batu sebagai tanda peringatan dan lambang arwah nenek moyang. (3) Punden berundak, bangunan serupa candi yang terbuat dari susunan batu bertingkat. Merupakan tempat melakukan upacara pemujaan. (4) Dolmen, bangunan barupa meja batu tempat meletakkan sesaji dalam memuja roh nenek moyang.

BAB III INTERAKSI SOSIAL DAN SOSIALISASI 1. Pengertian : Interaksi sosial adalah proses di mana orang-orang yang menjalin kontak dan berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. Interaksi sosial terjadi antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok. Yang terpenting dalam interaksi sosial adalah pengaruh timbal balik. 2. Syarat terjadinya kontak sosial A. Interaksi Sosial Agar interaksi dapat berlangsung dibutuhkan dua syarat yaitu: adanya kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial terjadi bila melibatkan antarmanusia dan antarmanusia tersebut saling memberikan aksi dan reaksi. Kontak sosial tidak dapat terjadi antara manusia dengan benda mati. Kontak sosial dapat berlangsung melalui dua bentuk, yaitu: kontak sosial secara langsung (face to face) dan secara tidak langsung (melalui media perantara). Pada zaman modern seperti sekarang orang menjalin kontak sosial dengan orang lain tidak harus dilakukan secara langsung (face to face), melainkan bisa memanfaatkan media sebagai perantara, seperti handphone, telepon rumah, surat, internet, telegram, bahkan orang. Kontak sosial saja belum cukup untuk menjalin interaksi sosial dengan orang lain, masih dibutuhkan syarat lain yaitu: adanya komunikasi. Dalam menjalin kontak sosial diharapkan orang lain mengerti dan memahami pesan yang disampaikan. Agar orang lain mengerti dan memahami pesan yang disampaikan dibutuhkan apa yang disebut dengan komunikasi. Komunikasi dengan menggunakan bahasa-bahasa isyarat tersebut disebut dengan komunikasi nonverbal. Dalam komunikasi kalian juga menggunakan kata-kata, yang mengandung arti bersama dan bersifat standar. Komunikasi dengan menggunakan kata-kata ini disebut dengan komunikasi verbal. B. Bentuk Bentuk Interaksi Sosial Secara umum bentuk interaksi sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bentuk interaksi sosial yang menghasilkan kerjasama (Asosiatif), dan bentuk interaksi sosial yang menghasilkan perpecahan (Disasosiatif) 1. Bentuk Interaksi Sosial yang Menghasilkan Kerjasama a. Kerjasama adalah bentuk utama proses interaksi sosial. Hampir setiap pekerjaan besar umumnya dikerjakan secara bergotongroyong, seperti memperbaiki jalan, membuat rumah, memperbaiki bendungan, dan lain-lain. b. Akomodasi adalah proses penyesuaian sosial untuk meredakan pertentangan. Dalam akomodasi masing-masing kelompok yang betentangan berusaha berakomodasi menghilangkan gap atau jarak yang menjadi pangkal pertentangan. Bentuk-bentuk akomodasi: 1. KOERSI (coercion) bentuk akomodasi yang dilaksanakan karena adanya paksaan dari salah satu pihak yang lebih kuat terhadap pihak lain yang lebih lemah kedudukannya Contoh: ketidakberdayaan pekerja ketika berhadapan dengan majikannya yang tidak mau memenuhi tuntutannya. Karena takut diberhentikan, akhirnya pekerja tersebut menghentikan tuntutannya 2. KOMPROMI (compromise) bentuk akomodasi yang masing-masing pihak yang bertentangan saling mengurangi tuntutannya sehingga terdapat suatu penyelesaian yang baik di antara pihak-pihak yang bertentangan Contoh: terjadinya kesepakatan antara buruh dengan perusahaan bahwa kenaikan upah akan diberikan sebesar 50% dari tuntutan buruh. Buruh menerima penjelasan bahwa perusahaan kemampuan perusahaan dan buruh merasakan kesulitan yang terjadi di masyarakat. 3. ARBITRASI (arbitration) bentuk kompromi yang menggunakan pihak ketiga. Contoh: dalam contoh sebelumnya, di antara pihak buruh dan perusahaan diundang pihak Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam proses pengambilan keputusan. 4. MEDIASI (mediation) hampir sama dengan arbitrasi, hanya saja pihak ketiga yang diundang untuk mendamaikan kedua pihak tidak memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan, melainkan hanya sebagai penasihat. Contoh: dalam penyelesaian konflik di Myanmar (etnis Rohingya) yang dimediasi oleh tim PMI (Yusuf Kalla) dan BSMI 5. KONSILIASI (consiliation) bentuk akomodasi dengan cara mempertemukan keinginankeinginan dari pihak yang bertikai untuk mencaai penyelesaian yang terbaik. 6. TOLERANSI (tolerantion) bentuk akomodasi di mana masing-masing pihak yang berbeda paham menghindarkan diri dari perselisihan dengan cara menghargai dan menghormati pihak lain. 7. STALEMATE bentuk akomodasi di mana masing-masing pihak yang bertikai berhenti pada satu titik tertentu karena kedua belah pihak memiliki kekuatan yang seimbang. Keduanya mundur, (tidak ada yang menang atau kalah). Contoh: perang dingin AS dan Uni Sovyet yang berakhir dengan sendirinya 8. AJUDIKASI (adjudication) bentuk akomodasi di mana penyelesaian pertikaian dilakukan melalui badan peradilan karena semua cara musyawarah yang ditempuh tidak menghasilkan penyelesaian yang dapat diterima semua masyarakat. c. Akulturasi adalah proses sosial di mana suatu kebudayaan menerima unsur-unsur dari suatu kebudayaan lain tanpa menyebabkan hilangnya bentuk kepribadian sendiri. Misalnya : Prosesi

"Grebeg Suro" pada masyarakat Yogyakarta setiap tanggal 1 Syura /1 Muharam merupakan bentuk akulturasi lokal 2. Bentuk interaksi sosial yang menghasilkan perpecahan. a. Persaingan adalah bentuk usaha yang dilakukan agar memperoleh kemenangan atau hasil yang lebih tanpa menimbulkan benturan fi sik. b. Kontroversi merupakan bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan konflik. Wujudnya antara lain, rasa tidak senang, kebencian. c. Konflik adalah interaksi sosial akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang mendasar, sehingga menimbulkan jarak yang tas di antara mereka yang berkonflik. Proses Sosial yang terjadi di masyarakat didasarkan atas beberapa faktor yaitu imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati a. IMITASI suatu proses yang terjadi dengan cara mencontoh, meniru, atau mengikuti perilaku orang lain. Proses belajar dengan imitasi (meniru) ada yang bersifat positif, ada pula yang bersifat negatif (tergantung dari apa yang ditiru dalam interaksi sosial tersebut). b. SUGESTI suatu proses dalam interaksi sosial dengan memberikan pandangan atau pengaruh oleh seseorang kepada orang lain sehingga dapat menggerakkan atau mempengaruhi hati orang tersebut untuk mengikuti pandangan atau pengaruh yang diberikannya. Pengaruh sugesti lebih mudah terjadi bila yang memberi sugesti adalah orang yang berpengaruh, berwibawa, atau pemimpin dari orang tersebut. Selain itu, sugesti dapat pula terjadi dari teman-teman dekat, atau bahkan yang lebih muda atau lebih rendah derajatnya dari orang tersebut. c. IDENTIFIKASI suatu proses pada diri seseorang yang memiliki keinginan atau kecenderungan untuk menjadi sama (identik) dengan orang lain. Proses identifikasi dapat berlangsung tanpa disadari ataupun dilakukan secara sengaja oleh orang tersebut. Dalam hal ini orang yang melakukan identifikasi mengenal betul orang yang menjadi idolanya. Sikap, perilaku, cara hidup orang yang menjadi idolanya (orang yang dikagumi) sangat dia sukai dan menjiwai dirinya sehingga ia ingin menjadi seperti orang itu. d. SIMPATI ialah perasaan suka ataupun tertarik yang timbul pada diri seseorang pada diri orang lain. Simpati juga berbentuk kepedulian atas sesuatu yang menimpa diri orang lain (musibah, kesedihan, dll). C. Sosialisasi Sosialisasi adalah suatu proses belajar yang seseorang menghayati (internalisasi) norma-norma sosial di mana ia hidup sehingga menjadi individu yang baik. Atau sosialisasi adalah suatu proses mempelajari kebiasaan dan tata kelakukan untuk menjadi bagian dari suatu masyarakat. Contoh sosialisasi : Di sekolah kalian diajari oleh guru untuk mentaati semua peraturan sekolah, untuk mengucapkan salam kepada setiap guru, harus berbakti kepada orangtua, menghormati guru, berdoa sebelum dan setelah pelajaran, dan sebagainya. Guru memberi hukuman kepada kalian bila datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, tidak tertib selama mengikuti pelajaran, dan sebagainya. Guru di sekolah mengajak kepada kalian semua untuk menjadi anak yang pandai, taat dan patuh, sopan dan santun, hormat kepada orangtua dan guru. D. Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 1. Arti Penting Sosialisasi Dalam pembentukan kepribadian, manusia sangat tergantung pada orang lain atau kelompoknya. Kepribadian seseorang dibentuk setelah ia dilahirkan ke dunia. Pembentukan kepribadiannya melalui dua proses, yaitu: Pertama, proses sosialisasi yang dilakukan tanpa sengaja melalui interaksi sosial, dan kedua, proses sosialisasi yang dilakukan secara sengaja melalui proses pendidikan dan pengajaran. Proses sosialisasi tanpa sengaja terjadi jika seorang individu yang disosialisasi menyaksikan apa-apa yang dilakukan oleh orang-orang di lingkungan sekitarnya di dalam interaksi antar mereka, kemudian dengan menyaksikan tingkah laku mereka individu melakukan internalisasi pola-pola tingkahlaku dan pola-pola interaksi tersebut beserta norma-norma sosial yang mendasarinya ke dalam mentalnya. Proses sosialisasi yang disengaja terjadi apabila seorang individu (yang disosialisasi) mengikuti pengajaran dan pendidikan yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik-pendidik yang mewakili masyarakat, dengan tujuan yang disadari agar norma-norma sosial bisa dipahami individu yang disosialisasi tersebut dan bisa tertanam baik-baik dalam batinnya. 2. Media Sosialisasi Media sosialisasi merupakan tempat di mana sosialisasi itu terjadi. Paling tidak ada tiga media sosialisasi, yaitu: keluarga, sekolah, dan lingkungan bermain. a. Keluarga Keluarga merupakan tempat pertama seorang anak yang baru lahir mengalami proses sosialisasi. Di keluarga inilah seorang anak mengenal lingkungan sosial dan budayanya, dan juga mengenal anggota keluarganya: ayah, ibu, kakak, kakek, dan nenek. Pembentukan kepribadian anak sangat dipengaruhi oleh bagiamana keluarga itu memberikan pendidikan kepada anak-anaknya baik melalui kebiasaan, teguran, nasihat, perintah, atau larangan. b. Sekolah

Selama di sekolah juga dididik dan dibimbing oleh guru-guru agar kalian menjadi anak yang baik dan pandai. Di sekolah kalian diminta untuk mentaati seluruh peraturan sekolah, seperti memakai seragam, datang ke sekolah tepat waktu, mengerjakan tugas-tugas dan pekerjaan rumah, dan sebagainya. Di sekolah kalian juga dididik untuk rajin belajar, jujur, kerja keras, disiplin, menghormati guru, dan sebagainya. Sekolah akan menjatuhkan hukuman kepada siswa yang melanggar peraturan sekolah. Hukuman tersebut bisa berupa teguran hingga seorang siswa dikeluarkan dari sekolah, sekolah akan memberikan hadiah kepada siswa yang mempunyai prestasi, c. Kelompok Bermain Di dalam kelompok bermain seorang anak memperoleh berbagai pengetahuan dan pengalaman, yang tidak didapatkannya di keluarga maupun sekolah. Di dalam kelompok bermain, seorang anak mempelajari norma, nilai, budaya, dan peran yang dibutuhkan individu untuk memungkinkan keterlibatannya dalam kelompok permainannya. 3. Pembentukan Kepribadian a. Pengertian Kepribadian Kepribadian adalah ciri atau watak yang khas dan konsisten sebagai identitas seorang individu. b. Faktor Pembentuk Kepribadian Kepribadian seseorang terbentuk melalui sebuah proses yang panjang. Paling tidak ada 4 faktor yang membentuk kepribadian seseorang, yaitu pembawaan, lingkungan fisik, kelompok dan kebudayaan. 1) Pembawaan Faktor pembawaan adalah faktor yang dibawa sejak lahir. Faktor ini menjadi fondasi bagi terbentuknya kepribadian seseorang. Faktor pembawaan ini dapat berupa bentuk fisik, warna kulit, bentuk rambut, raut wajah, postur tubuh, karakter, bakat dan IQ. 2) Lingkungan fisik Faktor lingkungan fisik juga dpat membawa pengaruh terhadap kepribadian seseorang. Masyarakat yang tinggal di derah pedesaan yang subur umumnya memiliki sifat ramah, suka menolong, sederhana, tenang dan sabar. Orang yang tinggal di daerah tandus dan gersang, karena lingkungan fisdiknya yang keras menjadikan mereka cenderung bersifat rakus, egois, tamak, serakah, 3) Kelompok Kelompok dapat mempengaruhi kepribadian seseorang. Misalnya, kelompok bermain. Kelompok bermain ini dapat membawa pengaruh yang positif maupun negatif 4) Kebudayaan Kebudayaan suatu daerah dapat membawa pengaruh terhadap pembentukan kepribadian seseorang. Masyarakat pedesaan umumnya memiliki kebudayaan sederhana, tidak ambisius, sabar, terikat pada tradisi. Sementara masyarakat perkotaan umumnya suka kemewahan, ambisius, suka bekerja keras. BAB . KEHIDUPAN BEREKONOMI MANUSIA SEBAGAI MAHKLUK SOSIAL DAN EKONOMI Pengertian manusia sebagai makhluk sosial adalah manusia akan sulit menjalani kehidupan tanpa adanya orang lain,sehingga manusia menghendaki adanya kehidupan bersama orang lain. Disamping sebagai makhluk sosial manusia juga dikenal sebagai makhluk ekonomi, yaitu manusia ingin memenuhi semua kebutuhannya dengan cara yang rasional untuk mencapai kesejahteraannya. Dalam memenuhi kebutuhannya manusia harus secara bijaksana memanfaatkan sumber daya alam yang tersediA BAB . KEBUTUHAN Inti dari masalah ekonomi adalah kelangkaan yaitu : kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan alat pemuasnya jumlahnya terbatas Kebutuhan adalah keinginan terhadap barang dan jasa yang menuntut dipenuhi manusia untuk mencapai keinginannya Kebutuhan manusia dipengaruhi oleh : * sifat alami manusia * faktor alam * pengetahuan * pendapatan * selera Alat pemuas kebutuhan berdasarkan berbagai cara pengelompokan Alat pemenuhan kebutuhan manusia terdiri dari barang dan jasa Macam barang terbagi menjadi : Berdasar hubungan dengan barang lain, terbagi menjadi : barang subtitusi ( pengganti ) dan barang komplementer ( pelengkap ) Berdasar pengorbanan untuk mendapat , terbagi menjadi : barang bebas ( tanpa pengorbanan ) dan barang ekonomi ( dengan pengorbanan ) Berdasar tujuan penggunaan, terbagi menjadi : barang konsumsi ( langsung dapat digunakan) dan barang produksi ( tidak langsung dapat digunakan ) Berdasar jaminan kredit, terbagi menjadi : barang bergerak dan tidak bergerak Berdasar cara mengerjakan, terbagi menjadi barang setengah jadi dan barang jadi BAB . Motif dan Prinsip Ekonomi Motif ekonomi adalah

Segala sesuatu yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi Motif ekonomi meliputi : meningkatkan kemakmuran dorongan membentuk modal sendiri menguasai sektor-sektor ekonomi Biasanya motif ekonomi diikuti oleh motif non ekonomi seperti memperoleh penghargaan di masyarakat untuk melakukan tindakan social untuk mendapatkan pendidikan Tindakan Ekonomi adalah Tindakan manusia yang dilakukan secara rasional dalam rangka memenuhi kebutuhan Prinsip ekonomi adalah Berusaha dengan alat/kemampuan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu atau berusaha memperoleh hasil sebesar-besarnya dengan alat/kemampuan tertentu. BAB . KEGIATAN POKOK EKONOMI Kegiatan ekonomi meliputi : A. Produksi Adalah : Kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang Nilai Guna terdiri dari : nilai guna tempat nilai guna bentuk nilai guna waktu nilai guna kepemilikan Bidang produksi meliputi : ekstraktif ( langsung mengambildari alam ) agraris ( kegiatan mengolah tanah ) industri ( mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi ) perdagangan ( kegiatan jual beli ) jasa ( memberikan pelayanan ) Perluasan produksi dilakukan dengan cara : Intensif ( dengan cara meningkatkan kemampuan produksi dari masing masing faktor produksi tanpa menambah jumlahnya.) Ekstensif ( dilakukan dengan cara menambah faktor produksi yang telah ada ) B. Konsumsi Adalah : Kegiatan yang menghabiskan / mengurangi nilai suatu barang baik secara langsung atau berangsur angsur. Factor yang mempengaruhi konsumsi seseorang /masyarakat : selera penghasilan sikap hidup lingkungan sekitar status sosial tingkat peradaban Tujuan konsumsi : terpenuhinya kepuasan maksimum terhadap barang dan jasa dalam mencapai kemakmuran Perbedaan pola konsumsi dipengaruhi : tingkat kebutuhan Pendapatan Pendidikan Anggaran rumah tangga adalah rencana yang dinyatakan dengan angka untuk menyatakan kegiatan ekonomi rumah tangga pada periode tertentu. C. Distribusi Adalah : Kegiatan yang tugasnya menyalurkan barang dari produsen ke konsumen Penyaluran barang dari produsen ke konsumen dapat dilakukan dengan beberapa cara,yaitu Dilihat dari ada tidaknya perantara distribusi langsung ( tanpa perantara perdagangan ) distribusi tidak langsung Dilihat dari banyak sedikitnya perantara distribusi intensif ( banyak penyalur ) distribusi selektif ( beberapa penyalur) distribusi eklusif ( satu / sedikit penyalur ) Lembaga distribusi Pedagang ( Pedagang besar dan pedagang kecil ) Agen Makelar ( bekerja atas nama orang lain ) Komisioner ( bekerja atas nama sendiri ) Eksportir Importir