Anda di halaman 1dari 11

Tugas Kelompok

Mata Kuliah Kimia Dasar Senyawa Kompleks


Disusun Oleh: Anisa Yola Utari 11 Ardiah Nopri 11 Dhia Tijani Al Chalish 11 Elisa Fikrianti 11 Puji Astuti 08

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau

Pekanbaru 2011 Pendahuluan


Salah satu sifat unsur transisi adalah mempunyai kecenderungan untuk membentuk ion kompleks atau senyawa kompleks. Ion-ion dari unsur logam transisi memiliki orbital-orbital kosong yang dapat menerima pasangan elektron pada pembentukan ikatan dengan molekul atau anion tertentu membentuk ion kompleks

Ion kompleks terdiri atas ion logam pusat dikelilingi anion-anion atau molekul-molekul membentuk ikatan koordinasi. Ion logam pusat disebut ion pusat atau atom pusat. Anion atau molekul yang mengelilingi ion pusat disebut ligan. Banyaknya ikatan koordinasi antara ion pusat dan ligan disebut bilangan koordinasi. Ion pusat merupakan ion unsur transisi, dapat menerima pasangan elektron bebas dari ligan. Pasangan elektron bebas dari ligan menempati orbital-orbital kosong dalam subkulit 3d, 4s, 4p dan 4d pada ion pusat.

Suatu ikatan di mana kedua electron didonorkan oleh atom yang sama di sebut ikatan kovalen koordinasi.senyawa-senyawa yang mengandung ikatan semacam itu di sebut senyawa koordinasi.Senyawa koordinasi ini bias juga di sebut dengan senyawa kompleks. Penggabungan antara molekul-molekul ammonia dan ion tembaga(ll) dapat dijelaskan dalambentuk donor pasangan elektron dan nitrogen dalam ammonia terhadap ion tembaga(ll).wana semakin tajam dari ionproduk yang mengandung ion tembaga(ll)berikatan kovalen terhadap 4 molekul amonia. Kebanyakan senyawa koordinasi memiliki warna yang mencolok.Warna biru semakin kuat ketika ammonia cair ditambahkan ke larutan tembaga(ll)sulfat akibat terbentuknya ikatan kovalen koordinasi.

A.Definisi
Ligan adalah molekul atau ion yang dapat menyumbangkan pasangan elektron bebas kepada ion pusat. Ligan ada yang netral dan bermuatan negatif atau positif. Pemberian nama pada ligan disesuaikan dengan jenis ligannya. Bila ada dua macam ligan atau lebih maka diurutkan menurut abjad. Senyawa kompleks merupakan senyawa yang tersusun dari suatu ion logam pusat dengan satu atau lebih ligan yang menyumbangkan pasangan elektron bebasnya kepada ion logam pusat. Donasi pasangan elektron ligan kepada ion logam pusat menghasilkan ikatan kovalen koordinasi sehingga senyawa kompleks juga disebut senyawa koordinasi. Senyawa-senyawa kompleks memiliki bilangan koordinasi dan struktur bermacam-macam. Mulai dari bilangan koordinasi dua sampai delapan dengan struktur linear, tetrahedral, segiempat planar, trigonal bipiramidal dan oktahedral. Namun kenyataan menunjukkan bilangan koordinasi yang banyak dijumpai adalah enam dengan struktur pada umumnya oktahedral. sifat salah satunya dapat membentuk senyawa berwarna, dimana senyawa berwarna ini tidak lain adalah senyawa koordinasi atau senyawa komplek. Kimiawan pertama yang mempelajari berbagai sifat dan karakteristik dari senyawa komplekadalah Alfred Werner (kimiawan dari Swiss). Ia pada tahun 1893 mengajukan suatu teori yang disebut Teori Koordinasi. Dalam teorinya Werner mengusulkan tiga postulat yaitu : 1. Kebanyakan unsur memiliki dua jenis valensi, yaitu valensi primer dan valensi sekunder.Valensi primer (yang sekarang disebut bilangan oksidasi) dapat terionisasi sedangkan valensi sekunder (yang sekarang disebut bilangan koordinasi) tidak dapat terionisasi. 2. Valensi sekunder harus dipenuhi oleh anion atau molekul dengan pasangan elektron bebas 3. Valensi sekunder memiliki ruang dan struktur geometri tertentu Sebagai contoh adalah senyawa CoCl3.6NH3, valensi primer adalah 3 (bilangan oksidasi Co : 3+) dan valensi sekunder adalah 6 (6 molekul NH3 diikat secara kovalen koordinasi). Ion Cl- bukan bagian dari ion komplek, tetapi terikat ke ion komplek oleh gaya ionik. Sekarang kita menuliskan senyawa tersebut, yang merupakan senyawa komplek, sebagai Co(NH3)6Cl3. Senyawa komplek adalah senyawa yang mengandung logam pusat dan ligan dimana keduanya terikat secara kovalen koordinasi. Logam pusat umumnya merupakan logam transisi sedangkan ligan dapat berupa kation (NH4+), anion (Cl-, C2O42-, molekul kecil (H2O, NH3) atau makro molekul (protein). Senyawa komplek dapat berupa senyawa ionik maupun netral.

B.Sifat-Sifat 1. Senyawa yang berwarna Energi yang diperlukan untuk memindahkan dari orbital d ke orbital d yang electron pada orbital d tidak berpasangan. 2. sifat magnetic gerakan dari electron tidak berpasangan yang bermuatan negative ke medan megnet. Jika suatu partikel yang mempunyai electron yang tidak berpasangan diletakkan medan magnet luar maka moment magnetic bersifat para magnetic 3. bilangan oksidasi unsure blok d melepaskan electron =>ion positif 4. membentuk senyawa kompleks adanya orbital d yang belum terisi penuh menyebabkan adanya kemungkinan membentuk lebih dari satu macam ikatan

C.Interaksi antara Ion Pusat dengan Ligan Interaksi antara ion logam pusat dengan ligan adalah seperti interaksi asam dengan basa Lewis.Teori asam-basa Lewis menyebutkan bahwa asam adalah spesies yang menerima pasangan elektron sedangkan basa adalah spesies yang mendonorkan pasangan elektron. Dalam ion komplek, ligan bertindak sebagai basa Lewis (donor pasangan elektron) dengan menyumbangkan pasangan elektronnya pada ion logam pusat (yang menyediakan orbital kosong), sehingga ion logam pusat merupakan asam Lewis (aseptor pasangan elektron). Oleh karena itu syarat suatu spesies dapat bertindak sebagai ligan adalah memiliki pasangan electron bebas. Asam Lewis Fe3+(aq) Ni2+(aq) + + + Basa Lewis 6 CN-(aq) 6 NH3(aq) Ion Komplek [Fe(CN)6]3-(aq) [Ni(NH3)6]4-(aq)

D.jenis-Jenis Ligan.Syarat suatu spesies untuk dapat menjadi ligan adalah memiliki pasangan elektron
bebas. Ligan dibedakan menjadi : a. Monodentat (unidentat) Ligan monodentat adalah ligan yang hanya mampu menyumbangkan satu pasang electron bebas saja atau dengan

kata lain hanya dapat membentuk satu ikatan kovalen koordinasi dengan ion logam pusat. Kebanyakan ligan adalah monodentat, misalnya Cl-, Br-, H2O, NH3, dan OH-. Walaupun ion atau molekul ini memiliki lebih dari satu pasang elektron bebas tetapi yang dapat disumbangkan ke ion logam pusat hanya satu pasang (mono : satu, dent : gigi). b. Bidentat Ligan bidentat dapat menyumbangkan dua pasang elektron bebasnya pada ion logam pusat (memiliki dua gigi) sehingga membentuk dua ikatan kovalen koordinasi.

c. Tridentat Dien atau dietilentriamin adalah salah satu contoh ligan tridentat, yaitu ligan yang dapat menyumbangkan 3 pasang elektron pada ion logam pusat.

d. Polidentat (multidentat) Suatu molekul yang dapat menyumbangkan lebih dari tiga pasang elektron bebas disebut polidentat, misalnya etilendiamintetraasetat (EDTA)

e. Chelating Ligan Ligan yang mampu menyumbangkan lebih dari satu pasang elektron bebas akan berikatan dengan ion logam pusat dengan membentuk cincin, senyawa seperti ini disebut senyawa chelat sedangkan ligannya disebut chelating ligan.

Tata Nama/Nomenclature Senyawa Komplek

Tata tulis rumus kimia (formula) senyawa komplek.

Senyawa komplek ionik tersusun dari ion komplek dan ion penyeimbang ( counter ion). Tata tulis ion komplek didasarkan aturan yang direkomendasikan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) yaitu sebagai berikut : 1. Urutan penulisan lambang atom Ion logam pusat ditulis paling depan, diikuti oleh ligan-ligan negatif yang disusun secara alfabetik, kemudian ligan-ligan netral yang juga disusun secara alfabetik. atom pusat-ligan negatif-ligan netral 2. Pemakaian tanda kurung Rumus kimia seluruh anggota ion kompleks, baik bermuatan atau netral ditulis dalam tanda kurung siku,[]. Rumus kimia ligan poliatomik maupun singkatan ligan ditulis dalam tanda kurung kecil ( ). Tidak ada spasi yang memisahkan antar ligan dalam formula kompleks. [atom pusat(ligan negatif)(ligan netral)]

3. Muatan ionik dan bilangan oksidasi Muatan ion kompleks ditulis di luar kurung siku [ ] sebelah kanan sebagai superscript dengan tanda plus atau minus mengikuti nomor muatannya. Bilangan oksidasi atom pusat mungkin dituliskan dengan angka Romawi di sebelah kanan simbol atom sebagai supercript.

Tata nama senyawa komplek

Pada awal dipelajarinya (sebelum tahun 1930) senyawa komplek, nama senyawa komplek diberikan berdasarkan penemunya atau warnanya Sekarang tata nama senyawa komplek didasarkan aturan yang dikeluarkan oleh Inorganic Nomenclature Committee of International Union of Pure and Applaied Chemistry. 1. Nama Ligan Berikut adalah tabel nama-nama ligan dan rumus kimianya,

Rumus Kimia H2O NH3 CO NO H2NC2H4NH2 (en) OHO2FClBr-

Nama Ligan akua amin karbonil nitrosil etilendiamin hidrokso okso fluoro kloro bromo

Rumus Kimia ICNSCNCO3


2-

Nama Ligan iodo siano tiosianato karbonato perokso hidrido metal etil oksalato nitrito

O2 2HCH3 C2H5 C2O4


2-

NO2

Bila di dalam senyawa kompleks terdapat lebih dari satu macam ligan, urutan penyebutan nama ligan adalah secara alfabetik terlepas dari jumlah dan muatan ligan yang ada. 2. Jumlah ligan yang ada dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra dan seterusnya. 3. Apabila awalan-awalan tersebut telah digunakan untuk menyebut jumlah substituen yang ada pada ligan, maka jumlah ligan yang ada dinyatakan dengan awalan bis, tris, tetrakis dan seterusnya. Ligan yang terdiri dari dua atau lebih atom ditulis di dalam tanda kurung. 4. Nama senyawa kompleks netral dinyatakan dengan satu kata, sedangkan nama senyawa kompleks ionik dinyatakan dengan dua kata dimana nama kation disebut lebih dahulu, baru anionnya.

5. Kompleks anion, nama logamnya berakhiran at, sedangkan kompleks kation atau netral, nama logamnya tetap. kompleks anion : kromium kromat kobalt kobaltat mangan manganat rhodium rhodat

Nama khusus : Besiferat Tembagakuprat perak argentat emasaurat kompleks kation dan netral : kromiumkromium kobaltkobalt

KOMPLEKS NETRAL [BaI2(py)6] : diiodoheksapiridinbarium(II)

[Ni(CO)4] : tetrakarbonilnikel [Co(NH3)3(NO2)3] : triamintrinitrokobalt(III) [AgCl(PPh3)3] : klorotris(trifenilfosfina)perak(I) KOMPLEKS IONIK K3[Fe(CN)6] : Kalium heksasianoferat(III) K4[Fe(CN)6] : Kalium heksasianoferat(II) [V(CO)5]3- : Ion pentakarbonilvanadat(III) [Fe(CO)4]2- : Ion tetrakarbonilferat(II) [Co(en)2Cl(NO2)]Cl : bisetilendiaminkloronitritokobalt(II) klorida