Anda di halaman 1dari 8

Bahan Makanan Berwarna Alami Pepaya (Carica papaya L.

)
Untuk Memenuhi Tugas Makalah Kimia Bahan Makanan

Disusun oleh : Ulya Farida 08101003059

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya


Jurusan Kimia 2013

PENDAHULUAN

Buah yang berwarna orange segar dan kulit buah berwarna hijau ini biasanya sering kita makan apabila pencernaan kita sedang tidak lancar. Salah satu buah introduksi yang telah lama dikenal berkembang luas di Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, pepaya sangat dikenal semua lapisan masyarakat. Buah pepaya telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Buah matangnya sangat digemari sebagai buah meja dan sering dihidangkan sebagai buah pencuci mulut karena cita rasanya yang enak. Selain murah, buah ini dapat ditemukan di pasar-pasar tradisioal dan relatif tinggi kandungan nutrisi dan vitamin. Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal

dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "kats" dan dalam bahasa Sunda "gedang" (Anonim : 2013).

TINJAUAN PUSTAKA

Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexiko dan Coasta Rica. Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 mdpl). Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi.

Gambar 1. Pepaya (Carica papaya Linn) Klasifikasi tanaman : Kingdom Divisio Sub divisio Class Orde Family Genus Species : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledonae : Posiflorae : Caricaceae : Carica : Carica papaya Linn

(Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi : 2012) Tanaman ini terbagi dalam dua jenis : 1. Pepaya Jantan Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. Ciri-ciri bunga jantan ialah putih atau bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala, benang sari tersusun dengan sempurna. 2. Pepaya Betina Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat beberapa bunga. Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. Bunga yang besar akan menjadi buah. Memiliki bakal buah yang sempurna, tetapi tidak mempunyai benag sari, biasanya terus berbunga sepanjang tahun. Selain dikonsumsi sebagai "buah segar", pepaya juga dapat diolah menjadi berbagai bentuk makanan dan minuman yang diminati pasar luar negeri seperti olahan puree, pasta pepaya, manisan kering, manisan basah, saus pepaya, dan juice pepaya. Pepaya juga sering dipakai sebagai bahan pencampur dan pengental dalam industri saus tomat atau saus cabai. Selain buah, bagian tanaman pepaya lainnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan mulai sebagai bahan makanan dan minuman, obat tradisional, pakan ternak, industri penyamakan kulit, kosmetik, dan sebagainya. Bahkan bijinya pun dapat diolah lebih lanjut menjadi minyak dan tepung. Minyak biji pepaya berwarna kuning dan mengandung asam

oleat (71,60%), asam palmitat (15,13%), asam linoleat (7,68%), asam strearat (3,60%), dan asam-asam leamk lainnya dalam prosentase yang relatif kecil. Substansi lain yang banyak dimanfaatkan dalam dunia industri adalah papain yang dapat dihasilkan dari buah, batang, ataupun daun pepaya. Papain merupakan salah satu enzim proteolitik yang paling banyak digunakan dalam industri. Aplikasinya cukup Iuas, mulai dari bahan pelunak daging hingga berbagai industri pangan, minuman, farmasi, detergent, kulit, wool, kosmetika, dan industri biologi lainnya. Penggunaannya sebagai bahan aditif dalm berbagai industri pangan dan minuman tetap tinggi karena aktivitas enzimatiknya yang relatif tinggi dan statusnya sebagai produk alam yang ramah atau aman untuk dikonsumsi. Badan pengawas pangan dan obat-obatan. Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) mengklasifikasikan status papain ke dalam kelompok GRAS (generally regarded as safe). Badan sejenis di Inggris menggolongkan papain ke dalam Group A. Ini berarti bahwa papain dapat digunakan sebagai bahan aditif dalam pangan dan dalam pembuatan makanan (Anonim : 2011). Tabel 1. Komposisi Gizi buah pepaya masak, buah pepaya muda dan daun pepaya per 100 gram Zat Gizi Buah Pepaya Masak Buah Pepaya Muda Daun Pepaya Energi (kkal) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Kalsium (mg) 46 0,5 0 12,2 23 26 2,1 0,1 4,9 50 79 8,0 2,0 11,9 353

Fosfor (mg) Besi (mg) Vitamin A (SI) Vitamin B1 (mg) Vitamin C (mg) Air (g)

12 1,2 365 0,04 78 86,7

16 0,4 50 0,02 19 92,3

63 0,8 18.250 0,15 140 75,4

(Direktorat Gizi Depkes RI : 1992) Hampir semua bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan, mulai dari daun, batang, akar, maupun buah. Getah pepaya yang sering disebut sebagai papain dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, antara lain : penjernih bir, pengempuk daging, bahan baku industri penyamak kulit, serta digunakan dalam industri farmasi dan kosmetik. Kandungan Kimia Daun mengandung enzim papain, alkaloid karpaina, pseuda karpaina, glikosid, karpoid, karposid dan saponin. Buah mengandung beta karoten, pektin, d-galaktosa, l237 arabinosa, papain, papayatimin papain, vitokinose. Biji mengandung glucoside cacirin, karpain. Getah mengandung papain, kemokapain, lisosim, lipase, glutamin, siklotransferase. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian Hasil percobaan farmakologis menunjukkan bahwa biji dapat menaikkan kontraksi uterus marmut, merangsang usus tikus dan mendepresi jantung katak serta melumpuhkan cacing tanah. Ekstrak buah pepaya muda memberikan efek

antifertilitas, antiamuba, anti bakteri dan memberikan efek seperti digitalis maupun emetin (Mursito : 2000). Khasiat dan Cara Pemakaian 1. Kena racun singkong Bahan : Buah pepaya muda 1 telapak tangan, air matang gelas, garam sebesar biji randu Pemakaian : Pepaya muda dicuci lalu diparut, tambahkan cangkir air matang dan garam sebesar biji randu. Diperas lalu disaring, minum, 1 kali sehari. 2. Sembelit, sakit maag Bahan : Buah pepaya masak pohon 1 buah, garam secukupnya Pemakaian : Buah pepaya dikupas dan dicuci dengan air masak yang diberi garam sedikit, diblender lalu diminum 2 kali sehari sebanyak yang diperlukan, sehabis makan. 3. Gangguan lambung, pembesaran hati dan limpa Bahan : Jus pepaya mengkal 1-3 sendok teh, madu secukupnya Pemakaian : 1-3 sendok teh jus pepaya mengkal ditambah madu secukupnya, minum. Lakukan 3 kali sehari. 4. Menjaga kebugaran tubuh Makan buah pepaya seminggu 2 x atau minum jus pepaya 2 x dakam seminggu. (Mursito : 2000).

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. Pepaya. http://id.wikipedia.org/wiki/pepaya diakses pada 30 maret 2013 16:56 WIB Anonim. 2011. Budidaya Pepaya dan Papain .

www.iptek.net/ind/pd_tanobat/view.php?id=133 diakses pada 30 maret 2013 17:10 WIB Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bertanam buah-buahan. 2012.

http://www.ristek.go.id diakses pada 30 maret 2013 17:03 WIB Mursito, B. 2001. Ramuan tradisional untuk gangguan ginjal. Jakarta : Penebar Swadaya.