Anda di halaman 1dari 10

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni

ELEKTRONIKA & TEKNIK TENAGA LISTRI K 1


Gambar 7.3. Rangkaian penyearah fase tunggal
Gambar 7.4. Penyearah ac dc fase tunggal
Gambar 7.5. Penyearah ac ac fase tunggal
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni
ELEKTRONIKA & TEKNIK TENAGA LISTRI K 2
Gambar 7.6. Penyearah dc dc
Gambar 7.7. Penyearah dc ac fase tunggal
BAB VIII
PENYEARAH TAK TERKENDALI
8.1 Pendahuluan
Diode-diode semikonduktor banyak ditemukan dalam berbagai aplikasi
bidang rekayasa elektronika dan elektrik. Diode secara luas juga dipakai
rangkaian elektronika daya (power electronics) untuk mengkonversi daya
elektrik. Beberapa rangkaian diode yang sering digunakan dalam rangkaian
elektronika daya untuk pemrosesan daya akan dibahas dalam bab ini.
Diperkenalkan pula penggunaan diode untuk konversi ac ke dc. Konverter ac-
dc secara umum dikenal dengan nama penyearah (rectifiers), dan diode
penyearah menyediakan tegangan keluaran dc yang pasti. Agar mudah, diode
selalu dianggap ideal. Ideal ini berarti waktu reverse recovery (trr) dan drop
tegangan maju (VD) diabaikan. Atau trr = 0 dan VD = 0.
8.2 Penyearah Setengah Gelombang Satu Fasa
Sebuah penyearah merupakan rangkaian yang mengkonversikan sinyal
ac menjadi sinyal satu arah. Diode banyak digunakan pada penyearah.
Penyearah setengah gelombang satu fasa merupakan jenis yang sederhana
tetapi tidak biasa digunakan pada aplikasi industri. Namun demikian,
penyearah ini berguna untuk memahami prinsip dari operasi penyearah.
Diagram rangkaian dengan beban resistif ditunjukkan pada Gambar 8-1a.
Selama tegangan masukan memiliki siklus setengah positif, diode D1
berkonduksi dan tegangan masukan muncul melalui beban. Selama tegangan
masukan memiliki siklus setengah negatif, diode pada kondisi tertahan
(blocking condition) dan tegangan keluarannya nol. Bentuk gelombang untuk
tegangan masukan dan keluaran ditunjukkan pada Gambar 8-1b.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni
ELEKTRONIKA & TEKNIK TENAGA LISTRI K 3
8.3 Penyearah Gelombang Penuh Satu Fasa
Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan trafo tap tengah
ditunjukkan pada Gambar 8-2a. Tiap bagian trafo dengan diode yang
berhubungan berfungsi sebagai penyearah setengah gelombang. Keluaran
penyearah gelombang penuh ditunjukkan pada Gambar 8-2b. Karena tidak ada
arus dc yang mengalir melalui trafo maka tidak ada masalah saturasi dc pada
inti trafo. Tegangan keluaran rata-rata adalah
Vdc =
m
m
m
T
V
V
tdt V
T
6366 , 0
2
sin
2
/
0

Selain menggunakan trafo tap tengah, kita dapat menggunakan empat


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni
ELEKTRONIKA & TEKNIK TENAGA LISTRI K 4
(a) Diagram Rangkaian (b) Bentuk gelombang
Gambar 8-1 Penyearah setengah gelombang satu fasa
(a) Diagram rangkaian (b) Bentuk gelombang
Gambar 8.2. Penyearah gelombang penuh dengan trafo tap tengah
buah diode seperti pada Gambar 8-3a. Selama tegangan masukan
mengalami siklus setengah positif, daya disuplai ke beban melalui diode D1 dan
D2. Pada saat siklus negatif, diode D3 dan D4 yang konduksi. Bentuk
gelombang untuk tegangan keluaran ditunjukkan pada Gambar 8-3b yang
serupa dengan Gambar 8-2b. Tegangan balik puncak diode hanya Vm.
Rangkaian ini dikenal sebagai jembatan penyearah (bridge rectifier), dan
sangat sering digunakan pada aplikasi industri.
8.4 Jembatan Penyearah Tiga Fasa
Jembatan penyearah tiga fasa biasa digunakan pada aplikasi dengan
menggunakan daya tinggi seperti ditunjukkan pada Gambar 8-4. Ini adalah
penyearah gelombang penuh, yang dapat dioperasikan dengan atau trafo dan
memberikan enam pulsa ripple pada tegangan keluaran. Diode-diode dinomori
berdasarkan urutan konduksi dan tiap sudut untuk tiap konduksinya adalah
120
0
. Urutan konduksi untuk diode adalah 12, 23, 34, 45, 56, dan 61. Pasangan
diode yang dihubungkan diantara pasangan jalur sumber memiliki jumlah
tegangan line ke line instantaneous tertinggi akan konduksi. Tegangan line ke
line adalah 2 kali tegangan fasa sumber tiga fasa yang terhubung wye.
Bentuk gelombang dan waktu konduksi diode ditunjukkan pada Gambar 8-5.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni
ELEKTRONIKA & TEKNIK TENAGA LISTRI K 5
Gambar 8-3. Jembatan penyearah gelombang penuh
m m
m dc
V V
t d t V V
654 , 1
3 3
) ( cos 3
6 / 2
2
6 /
0

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni


ELEKTRONIKA & TEKNIK TENAGA LISTRI K 6
Gambar 8-4. Jembatan penyearah tiga fasa
Gambar 8.5. Bentuk gelombang dan waktu konduksi diode
dengan Vm adalah tegangan fasa puncak. Tegangan keluaran rms adalah
[ ]
m m
m dc
V V
t d t V V
6554 , 1
4
3 9
2
3
) ( cos 3
6 / 2
2
2 / 1
2 / 1 2 2
6 /
0

,
_

Bila beban murni resistif, arus puncak yang melalui diode adalah Im = 3 Vm
/R
dan nilai rms arus diode adalah
2 / 1
2 2
6 /
0
) ( cos
2
2
1
]
1

t d t I V
m r

2 / 1
6
2
sin
2
1
6
1
1
]
1

,
_

m r
I I
= 0,55181 Im
dan nilai rms arus sekunder trafo
2 / 1
2 / 1
2 2
6 /
0
6
2
sin
2
1
6
2
) ( cos
2
8
1
]
1

,
_

+
1
]
1

m
m s
I
t d t I I
= 0,7804 Im
dengan Im adalah arus puncak line sekunder.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni
ELEKTRONIKA & TEKNIK TENAGA LISTRI K 7
BAB IX
PENYEARAH TERKENDALI
9.1 Pendahuluan
Kita telah dapat melihat pada Bab 8 bahwa penyearah diode akan
menghasilkan hanya tegangan keluaran yang tetap. Diode tidak digunakan
untuk dapat menghasilkan tegangan keluaran yang terkendali melainkan
pengendalian fasa thyristor. Tegangan keluaran penyearah thyristor bervariasi
bergantung pada sudut penyalaan dari thyristor. Thyristor yang dikendalikan
fasanya dinyalakan dengan memberikan suatu pulsa pendek pada gerbangnya
dan dimatikan melalui komutasi natural atau komutasi line; dan pada kasus
dengan beban yang sangat induktif, thyristor dimatikan dengan menyalakan
thyristor lain pada penyearah pada setengah masa negatif tegangan masukan.
Penyearah thyristor fasa terkendali merupakan penyearah yang
sederhana dan lebih murah; dan efisiensi dari penyearah ini secara umum
berada di atas 95%. Karena penyearah-penyearah ini mengkonversi dari
tegangan ac ke dc, penyearah ini dikenal sebagai konverter ac-dc dan
digunakan secara instensif pada aplikasi-aplikasi industri, terutama pada
variable-speed drives, yang mencakup level daya dari fraksional tenaga kuda
hingga megawatt.
Konverter dengan fasa terkendali dapat diklasifikasikan pada dua tipe,
bergantung pada suplai masukan : (1) konverter satu fasa, dan (2) konverter
tiga fasa. Setiap tipe dapat dibagi lagi menjadi (a) semikonverter, (b) konverter
penuh, dan (c) dual konverter. Semikonverter merupakan konverter satu
kuaddran dan hanya memiliki satu polaritas tegangan dan arus keluaran.
Konverter penuh merupakan konverter dua kuadran yang dapat memiliki
tegangan keluaran baik positif dan negatif. Akan tetapi keluaran arus dari
konverter hanya dapat berharga positif. Dua konverter akan beroperasi pada
empat kuadran yang dapat menghasilkan tegangan dan arus keluaran berharga
positif maupun negatif. Pada banyak aplikasi, konverter-konverter dapat
dihubungkan secara seri agar dapat beroperasi pada tegangan yang lebih
tinggi serta meningkatkan faktor daya masukan.
Metoda deret Fourier yang sama dengan penyearah diode dapat
diaplikasikan untuk menganalisis kinerja dari konverter dengan fasa terkendali
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni
ELEKTRONIKA & TEKNIK TENAGA LISTRI K 8
dengan beban RL. Akan tetapi untuk menyederhanakan analisa, beban induktif
dapat diasumsikan cukup tinggi sehingga arus beban akan bersifat kontinyu
dan memiliki ripple yang dapat diabaikan.

9.2 Prinsip Operasi Konverter Thyristor
Perhatikan rangkaian Gambar 9-1a dengan beban resistif. Selama
setengah siklus positif dari tegangan masukan, anode thyristor relatif positif
terhadap katode sehingga thyristor disebut terbias maju. Ketika thyristor T1
dinyalakan pada t = , thyristor T1 akan tersambung dan tegangan masukan
akan muncul di beban. Ketika tegangan masukan mulai negatif pada t = ,
anode thyristor akan negatif terhadap katodenya dan thyristor T1 akan disebut
terbias mundur, dan dimatikan. Waktu setelah tegangan masukan mulai positif
hingga thyristor dinyalakan pada t = disebut sudut delay atau sudut
penyalaan .
Gambar 9-1b memperlihatkan daerah operasi dari konverter, dengan
tegangan dan arus keluaran memiliki polaritas tunggal. Gambar 9-1c
memperlihatkan bentuk gelombang tegangan masukan, tegangan keluaran,
arus beban dan tegangan sepanjang thyristor T1. Konverter ini tidak biasa
digunakan pada aplikasi industri karena keluarannya memiliki ripple yang tinggi
dan frekuensi ripple rendah. Jika fs merupakan frekuensi dari suplai masukan,
komponen rekuensi terendah pada tegangan ripple keluaran akan fs juga.
Jika Vm merupakan puncak tegangan masukan, tegangan keluaran rata-
rata Vdc dapat diperoleh dari
[ ]

t
V
t d t V V
m
m dc
cos
2
) ( sin
2
1

= ) (

cos 1
2
+
Vm
dan Vdc dapat bervariasi dari Vm/

hingga 0 dengan mengubah-ubah antara 0


hingga . Tegangan keluaran rata-rata akan menjadi maksimum bila = 0 dan
tegangan keluaran maksimum Vdm akan menjadi
Vdm =

m
V
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni
ELEKTRONIKA & TEKNIK TENAGA LISTRI K 9
Normalisasi tegangan keluaran terhadap Vdm diperoleh tegangan keluaran
ternormalisasi menjadi
Vn =
dm
dc
V
V
= 0,51 (1 + cos )
Tegangan keluaran rms diberikan oleh
2 / 1
2 / 1
2
2 / 1
2 2
2
2 sin 1
2
) ( ) 2 cos 1 (
4
) ( sin
2
1
1
]
1

,
_

+
1
]
1


1
]
1

m
m
m rms
V
t d t
V
t d t V V
9.3 Semikonverter Satu Fasa
Pengaturan rangkaian dari semikonverter satu fasa diperlihatkan pada Gambar
9-2a dengan beban induktif tinggi. Arus beban diasumsikan kontinyu
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Lenni
ELEKTRONIKA & TEKNIK TENAGA LISTRI K 10
Gambar 9-1.Konverter thyristor satu fasa dengan beban resistif

Beri Nilai