BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Rancangan Undang-undang Otoritas Jasa Keuangan yang telah disahkan dan ditetapkan menjadi Undang-undang No. 21 Tahun 2011 tanggal 21 November 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, menandai suatu perubahan besar dalam Sistem Keuangan Negara. Undang-undang ini telah tertunda beberapa kali, yang sebelumnya ditetapkan paling lambat pada akhir Desember 2002 dengan nama Lembaga Pengawas Jasa Keuangan berdasarkan Pasal 34 UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Pasal ini kemudian di amandemen melalui UU No. 3 tahun 2004 yang tetap mengamanatkan untuk membentuk lembaga pengawasan sektor jasa keuangan dengan nama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selambat-lambatnya akhir Desember 2010. Berlarut-larutnya pembentukan Lembaga Pengawas Jasa Keuangan, selain dari pada tentu tidak terlepas dari kekhawatiran

B. Tujuan

BAB II KERANGKA TEORITIS

BAB III ANALISA MASALAH

Saran .BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful