P. 1
Laporan Kasus Dan Resume Di Ruang Operasi

Laporan Kasus Dan Resume Di Ruang Operasi

|Views: 389|Likes:
Dipublikasikan oleh Jamil Senna

More info:

Published by: Jamil Senna on Apr 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2014

pdf

text

original

Laporan kasus dan resume di ruang operasi (OK) sectio sesarea ny.

a dengan letak sunsang di ruang operasi rshs

Laporan Kasus

Laporan kasus dan resume operasi sectio sesarea ny.a dengan letak sunsang di ruang operasi rsblud tanjungpinang

A. Pre Operatif Pada tanggal 03 April 2013,pukul 13.00 WIB pasien datang bersama suami dari ruang UGD kemudian diantar ke ruangan operasi menggunakan brangkar dengan identitas pasien sebagai berikut: a. Nama : Ny.W : 30 tahun : Perum pegadaian (bukit gulang permai blok D no.1) : : 04 April 2013 : G1P0A0

b. Umur c. Alamat

d. No.Rm e. f. Tanggal masuk Riwayat kehamilan

h. Pemeriksaan fisik focus Pasien terpasang infuse RL 20tts/i Kesadaran CM  Abdomen a. Inspeksi : Abdoment terdapat linea nigra,terdapat strie gravidarum

b. Palpasi : Abdoment terasa tegang,tinggi fundus uteri 3 jari dibawah px pada usia kehamilan 36 minggu,kepala bayi terletak di bagian kiri perut pasien dan ektrimitas bayi pada kanan perut pasien. c. Auskultasi : Sebelum masuk k ruang OK telah dihitung DJJ yaitu 120x/menit.

Suction 2. Pelaksanaan pembedahan . Status psikologis Wajah pasien tampak cemas dan gelisah.pasien juga menyatakan cemas akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Meja/tempat tidur operasi 3. Standart infuse 5. Pasien berharap operasi berjalan lancer. Persiapan operasi  Pemeriksaan laboratorium tanggal 10 HB Leukosit Eritrosit : 12 : 10500 mm3 : 4. 1. Alat operatif steril 2. Monitor 4.pasien mengatakan cemas dan trauma dalam menjalani operasi sesar i.cepat sembuh dan bayi serta pasien sehat.000 mm3 PCV : 34 Kolesterol : 285 mg/dl Ureum SGPT SGOT GDA : 13.2jt/mm3 gr% November 2011 Trombosit : 350.5 mg/dl : 56 U/L : 27 U/L 110 mg/dl : Janin letak sunsang  Dignosa  Informed consent : Telah di setujui oleh pasien dan suami pasien yang di buat pada tanggal 04 April 2013  Persiapan kamar bedah 1.

: Spinal : Decain Spinal 0. Persiapan instrument Gunting jaringan Gunting benang Needle holder Klem plen lurus Kleam plen bengkok Kocher lurus Scapel no 4 Bisturi no.- Operator : Dr.5% 3. SpOG Asisten/Instrument: Perawat onloop Anastesi Jenis anastesi Obat anastesi : : dr.20 Pinset anatomis Pinset sirugis Huck Penscter klem Mickomlie Duck klem Allis klem Canul section Bengkok Kom kecil : 1 buah : 1 buah : 2 buah : 2 buah : 2 buah : 4 buah : 1 buah : 1 buah : 2 buah : 2 buah : 3 buah : 6 buah : 3 buah : 7 buah : 2 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah .

5%(vertebra lumbalis 3-5) Pukul 13.71/2 : 4 pasang Langen back Retraktor besar Duck besar Duck sedang Jas operasi Cromic no 1 Silk black 2/0 Surgikal no 1 Plain no 1 : 2 buah : 1 buah : 2 buah : 2 buah : 4 helai : 4 pcs : 1 pcs : 1 pcs : 2 pcs B.terpasang IVFD RL 20tts/I dan terpasang DC urine.Hsil TTV TD: 140/100 HR:90X/mnt RR: 21 x/mnt Pukul 13.05 Pasien dibawa keruangan operasi 2 dengan menggunakan brancart.10 Pasien mulai disiapkan untuk dilakukan tindakan anastesi oleh dr.25 Setelah dilakukan tindakan anastesi lalu perawat melakukan posisi celuler diatas meja operasi dengan tindakan fiksasi daerah lengan tangan kanan dan kiri .Anastesi diberikan secara spinal(Regional) dengan obat anastesi decain spinal 0.kemudian dipindahkan ke meja operasi dengan kesadaran compos mentis. Intra Operatif Pukul 13.- Kassa : secukupnya Handscoon no 61/2.

dada untuk membentuk batas tegas operasi (Drapping) 13.43 Asisten operator mendisinfeksi bagian tubuh pasien yang akan dioperasi menggunakan cairal alcohol 96% dan betadhin 10% (iodine prvidone) Pukul 13.fasia.47 Bagian tubuh pasien yang akan di operasi kemudian ditutup menggunakan kain steril mulai dari kaki. .kepala.otot jaringan yang menutupi uterus (peritoneum) sambil menghentikan perdarahan kemudian dilanjutkan dengan menginsisi bagian uterus 13.Pukul 13. Pukul 13.52 Operator mulai melakukan insisi mulai dari jaringan kulit.subkutis.00 Operator mengeluarkan kepala bayi dengan menggunakan tangan dengan cara menekan fundus uteri kemudian memuter secara perlahan dengan tujuan kepala bayi dapat terlepas dari uterus kemudian operator memegang kepala bayi dengan gerakan biparietal dari uterus kebawah keatas sampai bahu bayi terlepas dari uterus kemudian mengeluarkan bagian abdomen dan ekstrimitas bayi sambil mensuction cairan disekitarnya.40 Operator dan asisten mencuci tangan dengan antiseptic hybrid scrub dengan teknik steril(scrubing) lalu dibilas dengan alcohol 96%.cutis.56 Operator memecahkan ketuban dengan menggunakan pinset kemudian cairan amnion disedot dengan menggunakan suction 14. Operator dan asisten memakai jas operasi ( Gowning) oleh perawat onlop kemudian memakai handscoon steril (Gloving).

14.30 Operator.25 Pasien dirapikan dan alat-alat dicuci kemudian disterilkan.1 dan kutis menggunakan silk no 2/0.kemudian dibersikah dan ditutupi dengan kassa steril diberikan bethadine dan dilapisi kassa kemudian diplaster 14.1. Pasien dipindahkan dari meja operasi ke brancart menuju ruang RR.kesadaran CM dengan TTV: Tekanan darah Suhu : 130/100 : 36 .1.7 kg.04 Setelah bayi lahir.fasia menggunakan surygil no.14.subkutis dengan plain no.1 kemudian bagian abdomen yaitu mulai dari petitonium dan otot menggunakan plain no.07 Operator mengeluarkan plasenta dengan menarik perlahan sambil mensuction cairan dan darah dalam uterus 14. C.asisten langsung melakukan tindakan pemotongan tali pusat dengan terlebih dahulu mengklem dikedua belah sisi tali pusat kemudian memotong bagian tengah yang diklem. Post Operatif Pasien dipindahkan keruang pemulihan pada pukul 14.12 Luka operasi ditutup kembali dengan cara mengheacting uterus menggunakan chromic no.ruangan dibersihkan dibantu oleh mahasiswa 14.bayi dibawa ke ruangan resusitasi bayi dengan berat bayi 3.assisten dan perawat onlop membuka handscoon dan baju operasi kemudian mencuci tangan.32.

Makan bubur saring 3. Terapi medis: Remopain Kadacilin 2x1 Ranitidine 2x1 Calnex 2x1 Ketorolak 2x1 Instruksi dokter anastesi : Tirah baring 24 jam.Nadi RR : 82x/mnt : 20x/mnt  Pasien mengatakan nyeri pada bekas luka  Terdapat kemerahan pada bekas luka  Pasien mengatakan perih pada lukanya  Terdapat nyeri tekan  Skala nyeri pasien 5  Wajah pasien tanpak meringis  Pasien tanpak memegangi bekas luka operasinya  Pasien menyatakan nyeri terjadi kira-kira hampir setiap 30 mnt sx Instruksi dokter bedah: 1. . Bedress 2.

pasien menyatakan cemas akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan .D. Analisa data Data DS: .Pasien menyatakan cemas dan trauma menjalani operasi sesar DO: .Wajah pasien tampak cemas Pasien tanpak gelisah Amnion terinfeksi bakteri Terdapat amnion dalam plasenta Etiologi Janin letak sunsang Probblem Ansietas TTV TD : 130/100 Nadi : 92x/mnt Suhu : 36 RR : 21x/mnt Terjadi karioamnionitis Kontraksi uterus tak baik Induksi servik tidak baik .

Pasien menyatakan Perih pada bagian bekas lukanya .Dilakukan Sc Ansietas DS: .Pasien menyatakan nyeri terjadi hampir setiap 30 mnt sx DO: .Pasien tanpak memegangi bekas perutnya/bekas luka operasi Terdapat nyeri tekan Skala nyeri 5 Amnion terinfeksi bakteri Terdapat amnion dalam plasenta Janin letak sunsang Nyeri akut Terjadi karioamnionitis .Pasien menyatakan nyeri pada bagian bekas operasi .Wajah pasien tanpak meringis .

Pasien menyatakan nyeri terjadi hampir setiap 30 mnt sx DO: .Jumlah Leukosit 10500 Terdapat kemerahan Nyeri Resiko tinggi infeksi Janin letak sunsang Terdapat amnion dalam plasenta .Pasien menyatakan Perih pada bagian bekas lukanya .Pasien menyatakan nyeri pada bagian bekas operasi .Kontraksi uterus tak baik Induksi servik tidak baik Dilakukan Sc DS: .Wajah pasien tanpak meringis .Pasien tanpak memegangi bekas perutnya/bekas luka operasi .

pada sekitar luka Amnion terinfeksi bakteri Terjadi karioamnionitis Kontraksi uterus tak baik Induksi servik tidak baik Dilakukan Sc Resiko tinggi infeksi .

Diagnosa Keperawatan 1. Resiko tinggi infeksi F.E. Ansietas b/d krisis situasi. tindakan operasi 2. Resiko tinggi infeksi b/d prosedur infasif . Ansietas 2. Nyeri b/d peningkatan/kontraksi lama. Prioritas Masalah 1. Gangguan rasa nyaman nyeri 3.ancaman konsep diri.respon psikologis 3.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->