P. 1
Perdarahan Saluran Cerna Atas

Perdarahan Saluran Cerna Atas

|Views: 136|Likes:
Dipublikasikan oleh Ikhsanul Rizal
baru
baru

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ikhsanul Rizal on Apr 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2013

pdf

text

original

OLEH : TUTORIAL XI

DISUSUN OLEH TUTORIAL XIV
Fasilitator Ketua Sekretaris Anggota : : : : : dr. Chandra adilla SpM Ikhsanul Rizal Ariza Esakti rahmi Ilhami Ramadenta Velsya Sukria Yulanda Indah Bayu Putri Karina Suandra Yopi Oktori Micco Vandermal Ellen Riorita Wiyoni Rahmi Fitri Riski Chairi
(10-104) (10-105) (10-101) (10-102) (10-103) (10-106) (10-107) (10-108) (10-109) (10-110) (10-211)

TRIGGER 4
Perdarahan Gastro-intestinal atas

“ Seorang pasien umur 43 tahun, laki-laki, datang ke UGD RSI Siti Rahmah dengan nyeri epigastrium hebat, sering sendawa, rasa kembung dan terjadi distensi abdomen. Sejak 2 hari yang lalu terjadi hematemesis sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan NGT terdeteksi darah bercampur cairan sisa makanan dan ampas kopi. “

STEP I CLARIFY UNFIMILIAR TERMS
 Hematemesis : muntah darah  NGT: Naso Gastrict Tube atau sonde

lambung  Distensi Abdomen : peregangan pada lambung yang disebabkan oleh peningkatan tekanan intra abdomen  Nyeri Epigastrium : nyeri yang dirasakan pada regio epigastrium

STEP II DEFINE THE PROBLEMS
1. Bagaimana anamnesa dari penyakit pasien ?
2. Bagaimana pemeriksaan fisik dari penyakit pasien ? 3. Bagaimana pemeriksaan labor dari penyakit pasien ? 4. Bagaimana pemeriksaan penunjang dari penyakit pasien ? 5. Apa diagnosa dari penyakit pasien ? 6. Apa diagnosa banding dari penyakit pasien ? 7. Apa tindakan yang dilakukan pada pasien ?

8. Apa komplikasi dari penyakit pasien ?
9. Bagaimana prognosa penyakit pasien ?

STEP III BRAINSTORM POSSIBLE HYPOTHESIS OR EXPLANATION
1. Anamnesa

Seorang pasien laki-laki 43 tahun datang ke UGD RSI Siti Rahmah dengan keluhan utama nyeri hebat di ulu hati.  RPS Nyeri hebat di ulu hati sejak 1 hari yang lalu Nyeri disertai sering sendawa Pasien mengeluh perutnya kembung Pasien muntah darah sejak 2 hari yang lalu Muntah berwarna merah kehitaman

RPD  Riwayat penyakit hati menahun  Gastritis  Riwayat pemakaian obat-obatan NSAID 2. Pemeriksaan Fisik Vital Sign Keadaan umum : sedang, tampak kesakitan Kesadaran : compos mentis TD : 110/80 mmHg Nadi : 88 x/ menit Frekuensi nafas : 20 x/menit Suhu : 36 C

Kepala : simetris, deformitas (-) Leher : KGB tidak teraba Thorax Paru : Simetris, sonor, ronki (-) Jantung Inspeksi : tidak terlihat pulsasi ictus cordis Palpasi : teraba ictus cordis di RIC V linea mid klavicularis Abdomen Inspeksi : tampak kembung Palpasi : perut terasa tegang Perkusi : timpani Auskultasi : bising usus (+)

Ekstremitas : akral hangat 3. Pemeriksaan labor: Darah rutin 4. Pemeriksaan penunjang : NGT, foto polos abdomen, USG, endoskopi 5. Perdarahan saluran cerna atas ec ulkus gaster 6. Varises esofagus, tumor gaster, divertikel duodenum 7. Nilai perdarahan, nilai kebutuhan cairan, mendiagnosa penyebab perdarahan, atasi faktor penyebab perdarahan 8. Komplikasi : anemia, shock hipovolemik 9. Tergantung etiologi dan banyaknya perdarahan

STEP IV (ARRANGE EXPLANATION INTO A TENTATIVE SOLUTION)
Laki2 45 tahun Anamnesa

•Nyeri epigastrium hebat •Sering sendawa •Rasa kembung •Hematemesis 2 hari yang lalu

P. Fisik Distensi abdomen P. Penunjang

NGT, Foto polos, USG, Endoskopi

Perdarahan saluran cerna atas ec ulkus peptikum

STEP 5 LEARNING OBJECTIVE
Mahasiswa mampu mengerti memahami dan menjelaskan tentang 1. Anamnesa penyakit 2. Pemeriksaan fisik 3. Pemeriksaan penunjang 4. Pemeriksaan laboratorium 5. Diagnosa dan DD 6. Penatalaksanaan 7. Komplikasi 8. prognosa

STEP VI GATHER INFORMATION AND PRIVATE STUDY
Mahasiswa/i belajar mencari informasi dari berbagai sumber yang ada.

STEP VII SHARE THE RESULTS OF INFORMATION

GATHERING AND PRIVATE STUDY

Anamnesa
Nama : badu Jenis kelamin : laki-laki Umur : 43 tahun Alamat : padang utara Pekerjaan : PNS Tanggal masuk : 18 maret 2013 Seorang pasien laki-laki berumur 43 tahun datang ke UGD RSI Siti Rahmah Padang pada tanggal 18 maret 2013 dengab keluhan utama : Nyeri hebat di ulu hati RPS  Nyeri hebat di ulu hati sejak 1 hari yang lalu  Nyeri disertai sering sendawa  Pasien mengeluh perutnya kembung  Pasien muntah darah sejak 2 hari yang lalu  Muntah berwarna merah kehitaman

RPD Riwayat penyakit hati menahun (-) Gastritis Riwayat pemakaian obat-obatan NSAID

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Lemah, tampak kesakitan kesadaran : kompos mentis Vital sign Tensi : 120 / 80 mmHg Nadi : 90 X / menit Nafas : 24 X / menit Suhu : 36 C Kepala : Simetris, tidak ada deformitas Mata : palpebra tidak edema, konjunctiva Tidak anemis, sclera tidak ikterik, pupil isokor leher : KGB tidak membesar, kel. Thyroid tidak membesar

Thorax Paru-paru :  Inspeksi : simetris, tidak ada retraksi dan ketinggalan gerak  Palpasi : taktil fremitus kanan sama dengan kiri  Perkusi : sonor seluruh lapang paru  Auskultasi : suara dasar vesikuler +/+, suara tambahan -/-

Jantung :  Inspeksi : ictus cordis tidak tampak  Palpasi : ictus cordis teraba  Perkusi : Kanan atas SIC II Linea Para Sternalis Dextra Kanan bawah SIC IV Linea Para Sternalis Dextra Kiri atas SIC II Linea Para Sternalis Sinistra Kiri bawah SIC IV Linea Medio Clavicularis Sinistra  Auskultasi : BJ I-II, reguler, gallop tidak ada

Abdomen  Inspeksi : Distensi, lebih tinggi dari dada, simetris, tidak tampak hematom, warna kulit sama dengan sekitar,  Palpasi : tidak teraba massa, defens muscular (+), hepar dan lien tidak teraba  Perkusi : timpani – pekak  Auskultasi : peristaltik (+) normal

Ekstremitas  Akral : hangat  Sianosis : tidak ditemukan  Edema : tidak ditemukan

Pemeriksaan Penunjang
 Pemeriksaan Radiologik
 Pemeriksaan Endoskopi  Pemeriksaan ultrasonografi dan scanning hati

 Pemasangan NGT

Diagnosis
Perdarahan saluran cerna bagian atas ec ulkus peptikum Ulkus peptikum merupakan keadaan kontinuitas mucosa lambung terputus dan meluas sampai di bawah epitel. Etiologi  Infeksi helicobacter pylori  Obat NSAID

Diagnosis Banding
 Varises Esofagus
 Gastritif Erosif  Gastropati Kongestif

 Sindrom Mallory – Weiss
 Gastroesophageal reflux disease  Karsinoma gaster

Penatalaksanaan
 Penatalaksanaan

kolaboratif dengan intervensi awal berupa : kaji keparahan perdarahan, gantikan cairan dan produk darah untuk mengatasi syok, tegakkan diagnosa penyebab perdarahan dan rencanakan serta laksanakan perawatan definitif.  Resusitasi cairan dan produk darah : pasang akses IV dengan kanul berdiameter besar, lakukan penggantian cairan IV dengan RL.Kaji terus tanda-tanda vital saat cairan diganti.  Mendiagnosa penyebab perdarahan : dilakukan dengan endoskopi fleksibel, pemasangan NGT, angiografi.

 Terapi definitif :
Terapi endoskopi, bilas lambung, pemberian pitresin (dilakukan bila dengan bilas lambung/skleroterapi tidak menolong, maka diberikan vasopresin intravena. Selanjutnya melakukan pengurangan asam lambung, memperbaiki status hipokoagulasi.  Pembedahan : dilakukan jika semua intervensi inefektif,terapi gagal untuk menghentikan perdarahan.

 Operasi :

Intervensi bedah primer harus dipertimbangkan pada pasien dengan perforasi holoviskus (misalnya, dari perforasi ulkus duodenum, ulkus lambung berlubang, atau sindrom Boerhaave). Pada pasien yang tidak memungkinkan untuk operasi, pengobatan konservatif dengan suction nasogastrik dan antibiotik spektrum luas dapat dilberikan. Kliping Endoskopi atau teknik jahit juga telah digunakan pada pasien tersebut. Darurat operasi di UGB biasanya memerlukan penjahitan perdarahan di lambung atau duodenum (biasanya sebelum operasi diidentifikasi dengan endoskopi).

 Transfusi darah : Kapan tranfusi darah diberikan

sifatnya sangat individual, tergantung jumlah darah yang hilang, perdarahan masih aktif atau sudah berhenti, lamanya perdarahan berlangsung, usia lanjut, penyakit yang mendasari, dan akibat klinik perdarahan tersebut.

Komplikasi
Perforasi Perdarahan Penyumbatan

Prognosis
 Ad Vitam

:Dubia ad Bonam Karna penyakit ini tidak menggagu kehidupan pasien apabila pasien memperhatikan kesehatan nya dengan baik.  Ad fungsionam :Dubia ad malam Karna sesuai jenis penyakit pscba e.c ulkus peptikum tidak bisa gaster berfungsi secara normal lagi,karna apbila orang terkena tukak peptikum maka setelah diobati dan berhenti pendarahan dapat berulang kembali atau rekurens hal ini disebabkan ada nya bekuan darah yang menutupi lesi yang nanti nya akan dihancurkan oleh ada nya peningkatan asam lambung lagi.

Ad sanationam : Dubia ad bonam Pemyembuhan akan baik jika dilakukan secara dini dan pasien berperan aktif dalam proses penyembuhan seperti teratur meminum obat yang diberi dokter dan menghindari hal yang dapat menyebab kan kekambuhan penyakit.
Edukasi untuk pasien: -Jangan sampai lupa meminum obat sebelum makan apabila masih dalam masa pengobatan -hindari makan-makanan pedas,alkohol,sterssDLL

Kesimpulan
 Ulkus peptikum atau tukak lambung adalah penyakit pada

lapisan lambung atau duodenum, bagian pertama dari usus kecil Anda. Sakit perut seperti terbakar adalah gejala yang paling umum. Rasa sakit dapat datang dan pergi untuk beberapa hari atau minggu. Anda lebih sering merasakannya ketika perut kosong dan biasanya hilang setelah Anda makan.  Ulkus peptikum terjadi ketika asam yang membantu pencernaan makanan merusak dinding lambung atau duodenum. Penyebab paling umum adalah infeksi bakteri yang disebut Helicobacter pylori. Penyebab lainnya adalah penggunaan jangka panjang obat antiinflamasi obat (NSAID) seperti aspirin dan ibuprofen. Stres dan makanan pedas tidak menyebabkan ulkus, tetapi dapat memperburuk kondisinya

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->