Anda di halaman 1dari 47

katup kontrol arah

Katup Satu Arah


Katup satu arah adalah bagian yang menutup aliran ke satu arah dan melewatkannya ke arah yang berlawanan. Tekanan pada sisi aliran membebani bagian yang menutup dan dengan demikian meningkatkan daya perapatan katup. Ada banyak variasi dalam ukuran dan konstruksi dikembangkan dari katup satu arah. Disamping itu katup satu arah dengan fungsi elemen yang lain membentuk elemen yang terpadu, seperti katup kontrol aliran satu arah, katup buangan cepat, katup fungsi DAN, katup fungsi ATAU. Katup Cek ( Check Valves ) Katup satu arah dapat menutup aliran secara sempurna pada satu arah. Pada arah yang berlawanan, udara mengalir bebas dengan kerugian tekanan seminimal mungkin. Pemblokiran ke satu arah dapat dilakukan dengan konis (cones ), bola, pelat atau membran. Katup Dua Tekanan / Katup Fungsi DAN (Two Pressure Valves ) Elemen-elemen pada 3 saluran penghubung yang mempunyai sifat satu arah dapat dipasang sebagai elemen penghubung sesuai arah aliran udara. Dua katup yang ditandai sebagai elemen penghubung mempunyai karakteristik logika yang ditentukan melalui dua sinyal masukan dan satu keluaran. Salah satu katup yang membutuhkan dua sinyal masukan untuk menghasilkan sinyal keluaran adalah katup dua tekanan (Two Pressure Valves) atau katup fungsi DAN. Udara bertekanan hanya mengalir jika ke dua lubang masukan diberi sinyal. Satu sinyal masukan memblokir aliran. Jika sinyal diberikan ke dua sisi masukan ( X dan Y ), sinyal akan lewat ke luar. Jika sinyal masukan berbeda tekanannya, maka sinyal dengan tekanan yang lebih besar memblokir katup dan sinyal dengan tekanan yang lebih kecil yang mengalir ke luar sebagai sinyal keluaran. Katup dua tekanan pada umumnya digunakan untuk kontrol pengunci, kontrol pengaman, fungsi cek dan fungsi logika

Katup Ganti / Katup Fungsi ATAU ( Shuttle Valve ) Katup ini mempunyai dua masukan dan satu keluaran. Jika udara dialirkan melalui lubang pertama (Y), maka kedudukan seal katup menutup lubang masukan yang lain sehingga sinyal dilewatkan ke lubang keluaran (A). Ketika arah aliran udara dibalik (dari A ke Y), silinder atau katup terhubung ke pembuangan. Kedudukan seal tetap pada posisi sebelumnya karena kondisi tekanan. Katup ini disebut juga komponen fungsi ATAU. Jika silinder atau katup kontrol dioperasikan dari dua tempat atau lebih, katup ganti bisa digunakan. Pada contoh berikut menunjukkan sebuah silinder yang diaktifkan dengan menggunakan sebuah katup yang dioperasikan dengan tangan dan lainnya dipasang pada posisi yang berjauhan.

Katup Buangan-Cepat ( Quick Exhaust Valve ) Katup buangan-cepat digunakan untuk meningkatkan kecepatan silinder. Prinsip kerja silinder dapat maju atau mundur sampai mencapai kecepatan maksimum dengan jalan memotong jalan pembuangan udara ke atmosfir. Dengan menggunakan katup buangan cepat, udara pembuangan dari silinder keluar lewat lubang besar katup tersebut.

Katup buangan cepat mempunyai sambungan udara masuk P, keluaran A dan lubang pembuangan R. Aliran udara masuk lewat P dan keluar bebas melaui terbukanya komponen katup cek. Lubang R terblokir oleh piringan . Jika udara disuplai dari lubang A, piringan akan menutup lubang P dan udara keluar ke atmosfir lewat lubang R. Peningkatan kecepatan tersebut dibandingkan dengan pembuangan udara lewat katup kontrol akhir. Cara tersebut mudah dilaksanakan dengan jalan memasang

katup buangan-cepat langsung pada silinder atau sedekat mungkin dengan silinder.

http://hikmadi.blogspot.com/p/katup-kontrol-arah.html

Search

Yohan"s Mechanical
Belajar dan Berbagi

Home Profil Downloads Kontak

Katup Kontrol Arah (KKA) Pneumatik


20:01 Yohanor Saputera No comments

Katup kontrol arah adalah alat atau instrumentasi pneumatic yang berfungsi sebagai switch/saklar aliran udara. Pensaklaran yang diaplikasikan memiliki banyak sistem, diantaranya memakai coil selenoid, penggerak tangan atau mekanik lain. KKA juga difungsikan sebagai serangkaian fungsi logika atau timer pneumatik. Penggambaran simbol KKA pada sistem peumatik 1. Simbol Cara membaca simbol katup pneumatik sebagai berikut :

Simbol-simbol katup kontrol arah sebagai berikut :

2. Penomoran pada Lubang Sistem penomoran yang digunakan untuk menandai KKA sesuai dengan DIN ISO 5599. Sistem huruf terdahulu digunakan dan sistem penomoran dijelaskan sebagai berikut :

3. Metode Pengaktifan Metode pengaktifan KKA bergantung pada tugas yang diperlukan . Jenis pengaktifan bervariasi , seperti secara mekanis, pneumatis, elektris dan kombinasi dari semuanya. Simbol metode pengaktifan diuraikan dalam standar DIN 1219 berikut ini :

Contoh Simbol Aplikasi KKA sebagai berikut:

Contoh solenoid valve/katup kontrol arah

Actuator Cylinder Actuator cylinder adalah katup yang digunakan untuk menggerakkan beban berat. Memiliki 2 type, single action dan double action. Single action dimana pergerakan batang aktuator

setengahnyadilakukan oleh pegas, sedangkan double action dua pergerakan keluar dan kedalam sama2 dilakukan oleh pneumatic. Berikut ini adalah symbol dan gambar aktuator System single action, input di bagian belakang pneumatic akan mendorong batang keluar. Jika udara pneumatic off maka batang kembali kebelakang dengan pegas

System double action, dua input pneumatic digunakan untuk mendorong batang keluar dan kedalam

Berikut ini tabel jenis cylinder lengkap

Check Valve Merupakan valve dengan mekanisme nonreturn, sistem pegas dan katupnya hanya memperbolehkan aliran udara lewat dengan satu arah saja. Check valve ini banyak digunakan pada rangkaian pengaman2 pneumatic. Symbol dari chek valve adalah sebagai berikut

Contoh chek valve adalah sebagai berikut:

Valve Aplikasi Khusus Valve aplikasi khusus yaitu valve OR, valve AND, valve quick exhaust, flow control valve, regulator control valve

valve OR memiliki fungsi kerja OR dimana bila salah satu inputnya aktif maka output akan aktif valve AND memiliki fungsi kerja AND dimana mengharuskan semua inputnya aktif untuk mengaktifkan output valve quick exhaust untuk melakukan pembuangan udara yang cepat bila input tanpa udara flow control valve digunakan untuk mengatur aliran udara yang masuk ke dalam jalur pneumatic regulator control valve, berfungsi sama dengan flow control valve tetapi memiliki tambahan mekanisme non return valve

Sistem Sumber Udara Pneumatic Sumber udara pneumatic merupakan perangkat yang menghasilkan udara pneumatic berserta perangkat yang ada pada jalur udara pneumatic.

Penyedia udara/Kompressor adalah mesin yang menghasilkan udara pneumatic dengan tekanan kerja yang dipakai dalam sistem pneumatic (2,5 ~ 7 bar) Tangki atau pengumpul udara/header berupa sistem pengumpul udara pneumatic (storage) sementara sebelum distribusi Filter digunakan untuk menyaring udara pneumatic dari kotoran. Penyaring filter ini disesuaikan dengan kebutuhan udara pneumatic Driyer /pengering digunakan untuk mengeringkan udara pneumatic dari uap air Pemisah air, sistem pemisah air ini biasanya dibuat dalam suatu sistem yang lengkap dengan pressure regulator. Digunakan untuk memisahkan kadar air dalam udara pneumatic System pelumas, digunakan untuk aplikasi kusus terhadap instrumentasi pneumatic Meter pneumatic /manometer berupa indikator tekanan pada suatu jalur atau tangki pneumatic Sumber tekanan berupa terminal dari suatu header atau jalur lain

Perancangan Sistem Kontrol Pneumatik Dalam suatu sistem kontrol pneumatik terdapat arsitektur dan bagian-bagian yang menyangkut fungsi kerja alat tersebut. Perancangan sistem kontrol pneumatik mengacu pada diagram alir sistem

Diagram alir Diagram rangkaian harus digambar dengan tata cara penggambaran yang benar. Karena hal ini akan memudahkan seseorang untuk membaca rangkaian , sehingga mempermudah pada saat merangkai atau mencari kesalahan sistem pneumatik. Tata letak komponen diagram rangkaian harus disesuaikan dengan diagram alir dari mata rantai kontrol yaitu sebuah sinyal harus mulai mengalir dari bawah menuju ke atas dari gambar rangkaian. Elemen yang dibutuhkan untuk catu daya akan digambarkan pada bagian bawah rangkaian secara simbol

sederhana atau komponen penuh dapat digunakan. Pada rangkaian yang lebih luas , bagian catu daya seperti unit pemelihara, katup pemutus dan berbagai distribusi sambungan dapat digambarkan tersendiri. Diagram alir mata rantai kontrol dan elemen-elemennya digambarkan sebagai berikut :

Tata Letak Rangkaian Yang dimaksud tata letak rangkaian adalah diagram rangkaian harus digambar tanpa mempertimbangkan lokasi tiap elemen yang diaktifkan secara fisik. Dianjurkan bahwa semua silinder dan katup kontrol arah digambarkan secara horisontal dengan silinder bergerak dari kiri ke kanan, sehingga rangkaian

lebih mudah dimengerti. Contoh : Batang piston silinder kerja ganda bergerak keluar jika tombol tekan atau pedal kaki ditekan. Batang piston kembali ke posisi awal setelah keluar penuh dan tekanan pada tombol atau pedal kaki dilepas. Masalah di atas dipecahkan oleh rangkaian kontrol dengan tata letak gambar diagram berikut ini.

Gambar 1.2 menunjukkan perbedaan antara posisi gambar dengan lokasi benda/elemen sesungguhnya. Pada praktiknya katup V1 terletak pada posisi akhir langkah keluar silinder. Pada diagram rangkaian elemen V1 digambar pada tingkat sinyal masukan dan tidak mencerminkan posisi katup. Penandaan V1 pada posisi silinder keluar penuh menunjukkan posisi sesungguhnya dari katup V1 tersebut. Diagram rangkaian memperlihatkan aliran sinyal dan hubungan antara komponen dan lubang saluran udara. Diagram rangkaian tidak menjelaskan tata letak komponen secara mekanik. Rangkaian digambar dengan aliran energi dari bawah ke atas. Yang terdapat dalam rangkaian meliputi sumber energi, masukan sinyal, pengolah sinyal, elemen kontrol akhir dan elemen penggerak (aktuator). Posisi katup

pembatas ditandai pada aktuator. Jika kontrol rumit dan terdiri dari beberapa elemen kerja, rangkaian kontrol harus dibagi ke dalam rangkaian rantai kontrol yang terpisah. Satu rantai dapat dibentuk untuk setiap fungsi grup. Kalau mungkin, rantai-rantai ini sebaiknya disusun berdampingan dalam urutan yang sama dengan gerakan langkah operasinya. Posted in: Hidrolik dan Pneumatik Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook

Artikel Terkait

Sistem Hidrolik

DIAGRAM PADA PROSES PNEUMATIK

Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kul...

Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kul...

Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kul...

Daftar Isi:
Hidrolik dan Pneumatik

Sistem Hidrolik DIAGRAM PADA PROSES PNEUMATIK Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 12 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 11 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 10 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 9 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 8 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 7 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 6 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 5 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 4 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 3 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 2 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 1 Pengertian dan Perbedaan Sistem Hidrolik dan Pneumatik HIDROLIK Sistem Kerja Hidrolik Prinsip Kerja Dongkrak

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 Comments

0 Tweets 0 Komentar

Postingan Terbaru

MACAM-MACAM ALAT-ALAT BERAT (17 May 2012) (0 comments)

Sistem Hidrolik (26 May 2012) (0 comments)

Belajar Gambar Teknik Yuk! (26 May 2012) (0 comments)

Standard Ukuran Ulir Metris Coarse dan Fine

(26 May 2012) (0 comments)

kategori

Alat Ukur dan Teknik Pengukuran (7) CAD (17) CAM (7) CNC (30) Download (1) Elemen Mesin (13) Gambar Teknik (17) Hidrolik dan Pneumatik (19) Instrumentasi (2) K3 (1) Kinematika dan Dinamika (1) Kumpulan Laporan Praktek (3) Kumpulan Perancangan Elemen Mesin (3) Material Teknik (1) Mekanika Fluida (1) Mesin Bubut (11) Mesin Frais (4) Mesin Gerinda (2) Mesin Gurdi (3) Mesin Sekrap (2) Otomotif (28) Pengujian Bahan (13) Permesinan (5) Teknik Alat Berat (1) Teknik Listrik dan Elektronika (7) Teknik Pengelasan (10) Teknik Perawatan Mekanik (1) Trik Melamar pekerjaan (1) Tutorial Blogging (30) Umun (6)

arsip blog

2012 (218) o Juni (2) o Mei (23) Standard Ukuran Baut Hexagon Soket Head Cap Screw Standard Ukuran Ulir Metris Coarse dan Fine Belajar Gambar Teknik Yuk! Sistem Hidrolik MACAM-MACAM ALAT-ALAT BERAT DIAGRAM PADA PROSES PNEUMATIK Katup Kontrol Arah (KKA) Pneumatik Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 12

o o o

Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 11 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 10 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 9 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 8 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 7 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 6 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 5 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 4 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 3 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 2 Sistim Pneumatik dan Hidrolik - Kuliah 1 Pengertian dan Perbedaan Sistem Hidrolik dan Pneum... LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI PRAKTIKUM PERMESINAN Sekelumit Artikel Tentang Teknologi Pengelasan April (57) Maret (133) Januari (3)

2011 (27)

Entri Populer

BIKIN CAS AKI SENDIRI Skema Kelistrikan Keterangan : S1 tabung 10 Ampere + house F2 ...

= saklar untuk listrik 220 Vac/PLN F1

= sekring

Pengertian Las Listrik 1. Pengertian las listrik Pengelasan adalah suatu proses penyambungan logam dimana logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa teka...

Mesin Frais CNC TU-3A Mesin frais CNC TU-3A adalah mesin frais CNC training unit yang biasa digunakan dalam pelatihan-pelatihan penggunaan mesin frais CNC. S...

MENGENAL PROSES BUBUT (TURNING) Proses bubut adalah proses pemesinan untuk menghasilkan bagian-bagian mesin berbentuk silindris yang dikerjakan dengan menggunakan mesi...

Laporan Las Karbit KATA PENGANTAR Puji syukur punulis panjat kan kahadirat Allah SWT , karna berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dap...

TIPE-TIPE PROSES PENGELASAN Ada banyak macam dan tipe proses pengelasan yang dikenal, namun dibawah ini hanya akan dijelaskan beberapa tipe-tipe pengelasan yang masih...

MACAM-MACAM ALAT-ALAT BERAT Sering kali kita melihat berbagai aktifitas alat berat ketika suatu proyek bangunan dilakukan, baik itu transportasi (jalan, jembatan, ba...

Sistem Hidrolik Kapan sistem hidrolik dipakai Sejak berabad-abad yang lalu, orang telah mempergunakan zat cair untuk membantu mengangkat beban. Pada...

Contoh Desain Ragum Bor dengan Program Inventor Berikut ini adalah contoh rangkaian susunan ragum bor : desain sebagai berikut ... Bagian

Proses Pengecoran Logam (Metal Casting Process)

Proses pengecoran meliputi: pembuatan cetakan, persiapan dan peleburan logam, penuangan logam cair ke dalam cetakan, pember...

Total Tayangan Laman


23,466

Daftar Blog Saya

TKR_muh.ssk tune up diesel - Tune up diesel 1. ENGINE TUNE UP 2. PERAWATAN BERKALA *3.1 Engine Tune Up* A. Tujuan Siswa dapat mengetahui satandart operasional procedure engine tune u...

Dunia Otomotif New Toyota Yaris 2012 Mengesankan Gaya Aerodinamis Yang Lebih Sporty - Pembaruan yang dilakukan oleh Toyota Astra Motor untuk line Toyota Yaris bisa dibilang cukup menggoda. Tampilan fresh dengan nuansa berbeda menjadi salah s...

Catatan Anak Sekolahan

Pilih Bore up atau Stroke up ? ( atau dua-duanya ? ) : [Part 2] - *BORE UP* seperti yang dibahas pada* postingan sebelumnya*, yakni mengganti piston motor standar dengan piston motor lain yang diameternya lebih besar guna...

Otomotif Electric Power Steering : All About Electric Power Steering (Bag.2) Cara Kerja Pompa Hidrolis - Power Steering Hidrolis Sedikit flashback, power steering (PS) hidrolis punya banyak penemu awal. Mulai dari Robert Twyford di 1900 yang mematenkan perta...

Blog Mechanical ALAT UKUR SPEEDOMETER DAN ALAT UKUR BOURDON TUBE - *1.SPEEDOMETER* *Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan Satuan yang biasa digunakan km/h atau dalam SI adalah m/s biasa digunakan untuk mengukur ...

www.bengkel-online.com/

Penampilan Istimewa Valentino Rossi Di MotoGP Perancis 2012 - Motogp Lemans tahun ini berlangsung sangat menarik. Di seri ini Rossi benar-benar unjuk gigi. Cukup mengobati kerinduan akan Permainan cantik pembalap asal...

*S.S.P*

kinerja freon kulkas - Sebuah pemahaman menyeluruh dari siklus operasi dari kulkas diperlukan sebelum diagnosis yang benar dari setiap masalah Service dapat dibuat. Jadi, hanya de...

MANAJEMEN OPERASIONAL - tugas mohon dikerjakan

Islamic Civil Engineer T beam Design - T beam atau dalam bahasa Indonesianya adalah balok T, adalah balok yang pengecorannya dilaksanakan bersamaan dengan pengecoran pelat lantai atau sering dis...

OTOSENSING

Kenapa level sensor tidak bekerja - . Penerapan level sensor dapat digunakan untuk beberapa hal, salah satunya adalah untuk mengontrol kedalaman atau level cairan kimia, dalam suatu wadah ...

Mata Kuliah WAWANCARA STUDIO - *Modul 14* *WAWANCARA STUDIO* *Oleh : Sainuddin, S.Sos* ** Dalam dunia jurnalistik wawancara khusus opini mempunyai nilai tambah, lebih-lebih kalau y...

.:: www.karir.com ::. -

Sentra Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) -

Copyright 2011 Yohan"s Mechanical | Powered by Blogger Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons http://yohan46.blogspot.com/2012/05/katup-kontrol-arah-kka-pneumatik.html

Beranda

Berbagi Pengetahuan

Home Produk Cara Order Harga Khusus dan Reseller Tutorial Mikrokontroler Tutorial SEO

Subscribe

Follow Us!

Admin Blog ini

Google Translate

By : Berbagi Pengetahuan

Categories

Blogging (7) Competition (1) Curhat (2) Downloads (1) Electronics (7) English Article (2) Gadget Electronics (2) Games (1) Instrumentasi (12) Kumpulan Puisi (4) Mikrokontroler (28) Pasang Iklan (1) Pengenalan Elektronika (5) Pengetahuan (1) Produk (9) Renungan Cerita (5) Search Engine (2) Software (5)

Tips-Trik Windows XP (8) Tutorial SEO (19)

Followers
Control Valves (Katup Kontrol)
10:15 Haviz Setiawan No comments A. Prinsip-prinsip Control Valves (Katup kontrol) Control Valves (Pengaturan katup) memiliki sejumlah fungsi dan terdiri atas dasar sebagai berikut : Fungsi Aplikasi Hal ini berkaitan dengan fungsi dari katup ketika bekerja. Dari katup itu sendiri mempunyai beberapa fungsi yang berbeda-beda. Kondisi Operasi Seperti pada semua peralatan, kondisi sistem dan lingkungan mempunyai arti penting atau pengaruh yang cukup besar ketika alat tersebut bekerja. Konstruksi Berbagai macam desain katup yang tersedia dan memberikan kinerja yang berbeda, baik dengan kelebihan dan kekurangan. Ukuran Ukuran katup tergantung pada aliran yang diperlukan melalui katup.

B. Sliding Valves ( Badan katup yang menyorong) Desain badan katup dibuat untuk memberikan karakteristik aliran yang berbedabeda. Jika dilihat dari bentuknya, katup ini dibagi terdiri dari banyak jenis. Diantaranya : 1. Katup Globe Katup Globe adalah salah satu jenis yang paling umum dengan badan katup menyorong. Badan dari katup ini pada dasarnya terletak pada bagian internal dan kontak dengan aliran air. Karakteristik dari katup ini yaitu badan katup menyerap tekanan aliran katup (tidak ada tekanan di katup). Keuntungan : Desain sederhana. Pemeliharaan sederhana. Kecil dan ringan. Kekurangan : - Diperlukan desain yang lebih kompleks agar bekerja dengan seimbang. 2. Katup Cage Katup Cage tidak dianjurkan digunakan pada cairan yang sangat kental. Semacam cairan yang lengket atau bergetah juga dapat menyebabkan masalah, sebagai cairan yang mengandung padatan. Hal ini dapat menyebabkan masalah operasional yang disebut fouling. 3. Katup Angel Body

Katup ini dapat disamakan dengan katup siku bola dunia. Aliran yang keluar adalah 90 derajat dengan aliran masuk. Katup Angle memiliki batasan aliran kecil ketika keluar, jadi jika terjadi flashing maka cenderung melakukannya secara hilir dari katup. 4. Y-Style Valves Katup ini bekerja pada operasi miring pada sudut 45 derajat dengan aliran masuk. Dalam prakteknya digunakan untuk aplikasi drainase, beroperasi pada

posisi hampir tertutup. Faktor penghambat adalah ketika pemasangan dengan bagian bergerak tidak vertikal. 5. (Split Body) Katup Tubuh Split

Katup dengan tubuh Split dapat memberikan aliran yang efisien. Karena kontruksi katup ini ramping sederhana sehingga dapat meminimalkan Fouling. 6. Three-Way Valves Katup ini mempunyai 2 jenis, yaitu : 1. Percampuran Katup pencampuran memiliki dua lubang inlet dan satu outlet. Jenis katup ini digunakan untuk campuran dari dua cairan. 2. Pengalihan Katup pengalihan memiliki satu inlet dan dua outlet. Jenis katup ini merupakan kebalikan dari katup pencampuran. Katup pengalihkan dapat digunakan untuk memindahkan atau untuk operasi bypass. Pengalihan ini relatif memberikan aliran kontrol yang diperlukan dengan satu outlet, sementara memungkinkan aliran konstan melalui sistem dengan outlet lainnya. 7. Single Seated Katup Single Seated adalah salah satu bentuk katup yang sangat umum dan sangat sederhana. Katup ini memiliki beberapa bagian internal. Katup ini lebih kecil dari double seated. Pada Single Sieated aliran dapat dengan mudah masuk kedalam badan katup. Katup ini terdiri dalam berbagai badan konfigurasi dan luas. Sehingga memiliki rentang aliran yang lebih besar. 8. Double Seated Katup ini merupakan desain lama yang memiliki keunggulan lebih sedikit dibandingkan dengan kerugian. Meskipun katup ini ditemukan dalam sistem lama, katup ini jarang digunakan dalam aplikasi baru. Katup ini tidak benarbenar seimbang, karena itu disebut semibalanced. C. Rotary Valves (Katup rotari)

Katup rotari (Rotary 1. Butterfly Valves

Valves)

ini

dibagi

menjadi

2,

yaitu

Butterfly Valves terbentuk dari cakram yang berputar di jalur aliran untuk mengatur laju aliran. Porosnya ini berpusat pada sumbu pipa. Piringan cakram menarik bagian yang sempit pipa saluran. Lubang ini meminimalkan keausan dan mengurangi gesekan. Pengendalian katup pada posisi tertutup bisa menyulitkan aliran karena diperlukan torsi untuk keluaran untuk menarik katup keluar dari dudukannya. 2. Ball Valves

Katup bola merupakan salah satu jenis yang paling umum dari katup rotari. Katup berbentuk bola dengan lubang silinder untuk aliran cairan. Di antara berbagai konfigurasi, yang 'mengambang' bola memiliki dua stempel yang memberikan dukungan bantalan ke segmen bola. Namun tingkat gesekan pada katup ini lebih tinggi dibandingkan dengan bantalan konvensional yang dapat mempengaruhi kinerja dari katup ini. D. Pemilihan dan Pengukuran Katup Kontrol 1. Pemilihan Pemilihan yang tepat dari katup kendali ini membutuhkan pengetahuan dari karakteristik katup untuk dapat dicocokkan dengan karakteristik ketika pada proses katup itu sendiri bekerja. Jika dilakukan dengan benar, katup kontrol ini dapat membantu pengendalian yang efektif dan stabilitas sistem. Mencocokkan karakteristik katup untuk sistem tertentu membutuhkan pengetahuan yang sangat baik dari kinerja sistem. 2. Masalah dengan katup melebihi ukuran Dalam prakteknya, banyak katup yang melebihi ukuran. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa alasan. Beberapa diantaranya adalah: Kurangnya informasi tentang proses tersebut. Kondisi input tidak akurat. 3. Pengukuran Katup Kontrol Untuk mengoptimalkan kinerja katup, ukuran untuk aplikasi ketika beroperasi harus benar. Pengukuran dari kendali katup ini dengan menggunakan 'aliran katup koefisien'. Aliran katup koefisien adalah ukuran dari kapasitas untuk katup kontrol dalam posisi terbuka penuh. Aliran koefisien ditetapkan sebagai berikut: a. Cv satuan pemerintah b. Kv Eropa c. Av SI Konversi untuk Koefisien Aliran : Cv = 1,7 Kv Kv = 0,86 Cv Cv = 41660 Av Av = 0.000024 Cv

E. Karakteristik Control Valve 1. Karakteristik Aliran karakteristik aliran ini dari katup kontrol menunjukkan laju aliran untuk rentang operasi katup. Katup Kontrol umumnya disertakan dengan tiga kurva yang menunjukkan laju aliran (Cv) untuk posisi katup. Karakteristik ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : Quick Opening Linear (linear)

Equal Percentage (seimbang) Ini merupakan karakteristik katup ideal dan umumnya dapat berubah ketika katup dipasang. F. Kebisingan dan Kavitasi Katup Kontrol 1. Kebisingan Suara yang dihasilkan dari gerakan cairan dalam katup. Jika kebisingan melebihi tingkat tertentu maka dapat membahayakan. Namun, kebisingan juga merupakan alat diagnostik yang baik. Seperti suara atau kebisingan yang dihasilkan oleh gesekan, kebisingan yang berlebihan menunjukkan adanya kerusakan yang mungkin terjadi dalam katup. Ada tiga sumber utama kebisingan: a. Getaran Mekanis Getaran mekanis merupakan indikasi yang baik dari kerusakan komponen katup. Karena kebisingan yang dihasilkan biasanya memiliki intensitas dan frekuensi yang rendah. b. Kebisingan Hidrodinamik Kebisingan Hidrodinamika disebabkan oleh arus zat cair. Ketika cairan melewati batas ukur dan terjadi perubahan tekanan sehingga memungkinkan perubahan cairan menjadi bentuk gas. c. Kebisingan Aerodinamika Kebisingan Aerodinamis dihasilkan oleh turbulensi gas dan merupakan sumber utama kebisingan. 2. Flashing dan Kavitasi a. Flashing Flashing adalah tahap pertama dari kavitasi. Flashing terjadi ketika arus cair berubah menjadi uap. Hal ini disebabkan oleh penurunan tekanan sehingga penurunan tekanan merubah cairan menjadi gas. b. Kavitasi Kavitasi sama dengan flashing kecuali tekanan kembali di outlet aliran air sehingga uap dikembalikan ke zat cair. Kavitasi terjadi di bawah kondisi yang berbeda untuk berbagai katup. Hal ini disebabkan oleh karakteristik masingmasing katup untuk pemulihan tekanan katup. G. Aktuator dan Operasi positioner 1. Aktuator Aktuator memberikan kekuatan pendorong yang mengontrol posisi katup. Sehingga dapat melakukan hal berikut: Menahan posisi ketika melawan kekuatan aliran air tersebut. - Dapat menutup aliran dengan menggunakan kekuatan yang cukup. Menyediakan operasi yang diperlukan untuk kendali penuh. Mengoperasikan gerakan pada kecepatan yang diinginkan. 2. Positioner Positioner digunakan untuk informasi pada posisi umpan balik dan memastikan bahwa katup berada dalam posisi yang benar. Kinerja positioner tergantung

pada keakuratan umpan balik posisi dan keterkaitan digunakan. Untuk aplikasi kontrol kritis, keterkaitan perlu lebih akurat dan kuat. Kontrol tekanan umumnya 3 sampai 15 psi, tapi positioner dapat beroperasi sampai dengan 100psi yang memberikan kekuatan yang lebih besar. H. Dampak keseluruhan terhadap Loop Control Setidaknya, ada dua masalah ketika mengintegrasikan katup kontrol ke dalam aplikasi loop kontrol. Respon waktu katup control Kesalahan dan kontrol pada aliran rendah Waktu respons dari katup kontrol akan menambah waktu respon keseluruhan dari loop control. Laju alir katup kontrol dapat menjadi sulit pada laju aliran yang rendah karena akurasi dan resolusi aktuasi berkurang. Pada tingkat aliran rendah akurasi dan resolusi akan dipertahankan oleh kontrol dari katup yang lebih kecil.

Artikel Terkait Lainnya :


Instrumentasi

Fungsi PH Meter Fungsi LCR Meter Fungsi ORP Meter Fungsi Humidity Meter Level Radar Landasan Sistem Instrumentasi Artikel Termokopel Artikel Sound Level Meter Weightometer Level Measurement (Pengukuran Level) Orifice Plate

Posted in: Instrumentasi Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda 0 comments: Poskan Komentar

Search

Share

Blog Created : 15 April 2011

Connect With Us
1. Facebook : Haviz Setiawan 2. HP : 085 659 888 044

Backlink

Instructions
Artikel pada blog ini terbuka untuk semua. Bagi yang ingin memiliki artikel-artikel pada blog ini, silahkan download artikel pada setiap link yang ada pada setiap postingan. Copyright 2011 Berbagi Pengetahuan | Powered by Blogger Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Coupon Codes 0-

http://paparisa.unpatti.ac.id/kuliah/mod/page/view.php?id=35

jenis jenis valve (katup)


valve atau juga disebut katup adalah sebuah alat untuk mengatur aliran suatu fluida dengan menutup, membuka atau menghambat sebagian dari jalannya aliran. Contoh yang mudah adalah keran air. Adalah kewajiban bagi seorang insinyur pipa untuk mengetahui setidaknya dasar-dasar dari valve ini. diatas kapal valve sangat memegang peranan penting dalam instalasi pipa, baik itu instalasi pipa bahan bakar kapal , ballast, bilge, sanitary, dan lainnya. jenis-jenis valve yang sering di gunakan yaitu gate valve, globe valve, Butterfly Valve, ball valve, Plug Valve, dan Check Valve atau Non-Return Valve. 1. Gate valve (katup) jenis valve ini mempunyai Bentuk penyekat piringan, atau sering disebut wedge, yang digerakkan ke atas bawah untuk membuka dan menutup. Biasa digunakan untuk posisi buka atau tutup sempurna dan tidak disarankan untuk posisi sebagian terbuka.

valve (Katup) ini disebut katup gate karena mengandung unsur penutupan disebut gate yang berhenti mengalir. Pintu gate bertindak seperti sebuah rana yang memisahkan bagian dalam rumah dari luar atau pintu yang memisahkan dua kamar. Sebuah disk vertikal bertempat di katup tubuh slide gerbang atas dan bawah pada sudut kanan ke arah aliran dalam pipa, menutup atau membuka katup. Arus diblokir dengan menggunakan efek wedge-lock disc katup/valve itu.

gambar gate valve pada saat tertutup

gambar gate valve pada saat tertutup

gambar gate valve pada saat terbuka

gambar gate valve pada saat terbuka

gambar komponen gate valve

gambar gate valve

2. Globe jenis valve globe valve/katup biasanya Digunakan untuk mengatur banyaknya aliran fluida.

Valve

Katup globe dinamai sesuai bentuknya. bentuk globe valve memiliki partisi interior, dan katup inlet dan pusat-pusat outlet yang inline. Konfigurasi ini memaksa perubahan arah aliran dalam bentuk S. Disk menghambat aliran cairan dengan menekan terhadap seat di partisi. Konsep: force againts. dengan mengubah posisi disc valve globe, globe valves dapat di gunakan untuk both throttling dan untuk full-on, full-off flow control.

gambar komponen valve globe

gambar komponen valve globe (silahkan klik gambar untuk melihat ukuran besar)

3. Butterfly Valve Bentuk penyekatnya adalah piringan yang mempunyai sumbu putar di tengahnya. jenis valve ini Menurut disainnya, dapat dibagi menjadi concentric dan eccentric. Eccentric memiliki disain yang lebih sulit tetapi memiliki fungsi yang lebih baik dari concentric. Bentuknya yang sederhana membuat lebih ringan dibandingkan valve lainnya. gambar komponen Butterfly Valve

gambar komponen Butterfly Valve

6. Check Valve atau Non-Return Valve jenis valve ini Mempunyai fungsi untuk mengalirkan fluida hanya ke satu arah dan mencegah aliran ke arah sebaliknya. Mempunyai beberapa tipe lagi berdasarkan bagian dalamnya seperti doubleplate, swing, tilting, dan axial. gambar komponen check Valve

gambar komponen check Valve 4. Ball Valve Bentuk penyekatnya berbentuk bola yang mempunyai lubang menerobos ditengahnya. gambar komponen ball Valve

gambar komponen ball Valve

5. Plug Valve Seperti ball valve, tetapi bagian dalamnya bukan berbentuk bola, melainkan silinder. Karena tidak ada ruangan kosong di dalam badan valve, maka cocok untuk fluida yang berat atau mengandung unsur padat seperti lumpur. cara menentukan jenis valve (katup) yang akan di gunakan 1. cara menentukan jenis valve (katup) yang akan di gunakan berdasarkan fungsi valve. jenis valve yang hanya akan digunakan untuk posisi buka atau tutup sempurna, gate, butterfly, ball atau plug dapat digunakan. Jika katup akan digunakan untuk mengatur banyaknya arus (digunakan dalam kondisi antara buka dan tutup) maka globe valve adalah yang paling sesuai. Lain halnya kalau fungsi yang dibutuhkan adalah mencegah adanya arus balik, maka check valve adalah satu-satu nya pilihan.

2. cara menentukan jenis valve (katup) yang akan di gunakan berdasarkan ukuran valve. Ball, plug atau globe valve cocok untuk ukuran kecil, tetapi untuk ukuran besarkatup akan menjadi sangat berat, tidak efektif dan tidak ekonomis. Menggantinya menjadi butterfly valve adalah suatu jalan yang biasa diambil untuk katup berukuran besar. Tetapi perlu diperhatikan juga bahwa butterfly valve tidak biasa digunakan untuk fluida bertekanan tinggi. Lalu bagaimana cara memilih jenis valve (katup) antara gate valve dan ball valve yang keduanya mempunyai fungsi yang sama? Struktur dari ball valve memunkinkan penggunaan soft/resilient seat untuk bagian penyekat. Dengan soft seat tersebut, ball valve bisa dibuat dengan jaminan zero leakage yang tidak bisa diaplikasikan pada gate valve. Selain itu, ball valve juga mempunyai sistem quarter turn yang memungkinkan menutup dan membuka katup dengan cepat. Tetapi dengan kelemahan soft seat yang rentan terhadap suhu tinggi, gate valve memiliki keunggulan dengan berat yang lebih ringan dan lebih ekonomis walaupun tidak menjamin zero leakage. Disinilah dibutuhkan kemampuan seorang insinyur pipa yang bisa mempertimbangkan berbagai hal dalam mengambil keputusan katup manakah yang harus digunakan. Dalam menghadapi hal semacam itu, biasanya seorang insinyur akan mempertimbangkan pelajaran dari disain sebelumnya, baik dari pengalamannya sendiri ataupun dari data-data yang ada. Tabel berikut adalah contoh pegangan untuk memilih katup yang sesuai. nah ini dia karakter valve berdasarkan jenis valve

karakter valve berdasarkan jenis/tipe valve (silahkan klik tabel untuk memperbesar) karakter valve berdasarkan jenis/tipe valve

karakter valve berdasarkan jenis/tipe valve (silahkan klik tabel untuk memperbesar)

nah itu dia postingan saya tentag jenis valve, cara menentukan valve yang akan digunakan, tabel karakteristik valve diatas mempunyai kesamaan dan perbedaan, selanjutnya anda dapat menetukan jenis-jenis valve (katup) http://kapal-cargo.blogspot.com/2011/04/jenis-jenis-valve-katup.html

Secara garis besar katup aliran air dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi, jenis, bentuk dan bahan katup. 1. Berdasarkan fungsi katup Berdasarkan fungsi, katup ini dapat dibagi menjadi: a. Katup untuk aliran bolak-balik Katup sekat (gate valve) Katup kupu-kupu (butterfly valve) Katup bola (ball valve) Katup aliran bolak-balik ini dapat dibagi lagi manjadi: Katup untuk mengatur debit aliran air Katup untuk membuka atau menutup aliran air Katup untuk mengatur aliran searah Katup yang digunakan untuk mengatur aliran searah adalah katup piring (globe valve). Katup ini termasuk katup yang digunakan untuk mengatur debit aliran air. b. Katup untuk mencegah aliran balik Katup yang digunakan untuk mencegah aliran balik adalah katup searah (check valve). 2. Berdasarkan jenis katup

Jenis katup yang beredar dipasaran sangat bermacam-macam dan hal ini biasanya tergantung dari pabrik pembuatnya. 3. Berdasarkan bentuk katup Bentuk katup sangat bermacam-macam dan bentuk katup ini umumnya tergantung dari pabrik pembuatnya. Namun secara garis besar bentuk katup ini dapat dilihat dari bentuk dan penempatan pemutar. a. Bentuk pemutar Bentuk roda (bulat); Bentuk stang; b. Penempatan pemutar di atas; di samping; di bawah; 1. Berdasarkan bahan katup Pada umumnya katup terbuat dari bahan: Logam kuningan Besi cor, besi tuang Katup sekat (gate valve) Katup sekat sering juga disebut dengan gate valve. Fungsi dari katup sekat adalah untuk membuka dan menutup aliran air bolak-balik. Dengan demikian katup ini hanya dioperasikan dengan membuka penuh atau menutup penuh aliran air. Prinsip kerja dari katup ini adalah dengan menutup atau membuka lubang yang dialiri air dengan cara menurukan atau menaikkan penutup lubang tersebut.

Katup bola (ball valve) Fungsi katup adalah untuk membuka atau menutup aliran air bolak-balik dengan cepat . Pengaturan debit aliran air dilakukan dengan mengatur bagian berbentuk bola yang dapat berputar pada porosnya. Pemutaran bola ini mengakibatkan perubahan letak celah sehingga debit air yang melalui celah tersebut dapat diatur. Katup kupu-kupu (butterfly valve) Katup kupu-kupu fungsinya adalah untuk mengatur kedudukan piringan (keping) yang dapat berputar pada porosnya. Katup piring (globe valve) Katup piring disebut juga dengan globe valve. Fungsi katup ini mengatur debit aliran air yang searah. Adapun prinsip kerja dari katup ini adalah perbedaan tekanan. Katup udara (air valve) Dalam jaringan pipa distribusi ada kalanya terdapat udara, antara lain akibat dari permukaan air di dalam reservoar lebih rendah dari bagian atas pipa outlet, sehingga udara dari reservoar masuk ke dalam jaringan pipa distribusi brsama-sama dengan aliran baik. Untuk mengeluarkan udara dalam pipa ini, maka pada tempat-tempat yang relatif tinggi dipasang katup udara. Katup penguras (wast out) Katup penguras digunakan untuk menguras kotoran yang terdapat di dalam jaringan pipa. Katup penguras ii diletakkan pada jaringan pipa di tempat tempat yang letakya relatif rendah dan di tempat-tempat sebelum jembatan pipa. Hidran kebakaran (fire hydrant)

Hidran kebakaran adalah suatu hydrant atau sambungan keluar yang disediakan untuk mengambil air dari pipa air minum untuk keperluan pemadaman kebakaran atau penguras pipa.

PNEUMATIC CONTROL SYSTEM


Tenaga fluida adalah istilah yang mencakup pembangkitan, kendali dan aplikasi dari fluida bertekanan yang digunakan untuk memberikan gerak. Berdasarkan fluida yang digunakan tenaga fluida dibagi menjadi pneumatik, yang menggunakan udara, serta hidrolik, yang menggunakan cairan. Dasar dari aktuator tenaga fluida adalah bahwa fluida mempunyai tekanan yang sama ke segala arah. Dalam sistem kontrol pneumatik, aktuator berupa batang piston mendapat tekanan udara dari katup masuk, yang kemudian memberikan gaya kepadanya.

Gaya inilah yang menggerakkan piston pneumatik, baik maju atau mundur. Pada dasarnya sistem pneumatik dan hidrolik tidaklah jauh berbeda. Pembeda utama keduanya adalah sifat dari fluida kerja yang digunakan. Cairan adalah fluida yang tidak dapat ditekan (incompressible fluid) sedangkan udara adalah fluida yang dapat terkompresi (compressible fluid). Jadi, berdasarkan gambar , kita dapat melihat prinsip kerja sistem kontrol pneumatik, yaitu tekanan udara sebagai penyebab adanya gerakan. Udara sebagai fluida kerja pada sistem kontrol pneumatik memiliki karakteristik khusus, antara lain :

Jumlahnya tak terbatas

Mencari tekanan yang lebih rendah Dapat dimampatkan Memberi tekanan yang sama rata ke segala arah Tidak mempunyai bentuk (menyesuaikan dengan tempatnya) Mengandung kadar air

Pada sistem kontrol pneumatik terdapat beberapa komponen utama, yaitu

Sistem pembangkitan udara terkompresi yang mencakup kompresor, cooler, dryer, tanki penyimpan unit pengolah udara berupa filter, regulator tekanan, dan lubrifier (pemercik oli) yang lebih dikenal sebagai Air Service Unit Katup sebagai pengatur arah, tekanan, dan aliran fluida Aktuator yang mengkonversikan energi fluida menjadi energi mekanik Sistem perpipaan Sensor dan transduser Sistem kendali dan display

Gambar 2 di bawah ini menunjukkan suatu sistem kontrol pneumatik yang disederhanakan. Untuk mengendalikan katup diperlukan suatu kontroler. Kontroler ini dapat berupa rangkaian pneumatik ataupun rangkaian elektrik. Sistem kontrol pneumatik menggunakan rangkaian kontroler elektrik disebut sebagai sistem elektro-pneumatik.

Gambar 2 Sistem kontrol pneumatik sederhana (disederhanakan)(Sumber gambar : Kilian, 2000) Sistem pneumatik, sebagaimana sistem pengontrolan yang lain, memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan sistem kontrol pneumatik :

Bersih Media kontrol (udara) tak terbatas Cepat / responsif (dibandingkan hidrolik)

Kekurangan sistem pneumatik :


Kesulitan untuk pengaturan posisi yang presisi akibat sifat kompresibilitas yang dimiliki udara Daya yang dihasilkan kecil

Membutuhkan investasi awal yang cukup besar untuk sistem pengadaan dan pendistribusian udara.

Aktuator yang paling banyak digunakan pada rangkaian pneumatik adalah silinder. Silinder dapat bergerak maju (extend) atau mundur (retract) dengan cara mengarahkan aliran udara bertekanan ke satu sisi dari piston menggunakan katup pengatur arah.

Gambar 3 Rangkaian dasar pengendali silinder kerja tunggal pada keadaan (i) mundur dan (ii) maju. Gambar 3 menunjukkan rangkaian pengendali silinder kerja tunggal menggunakan katup, yaitu katup 3/2 dengan pegas. Pada saat katup tidak aktif, ruang dalam silinder terhubung dengan atmosfer, sehingga karena adanya gaya pegas silinder dalam keadaan mundur seperti ditunjukkan pada Gambar 3(a). Jika katup diaktifkan maka udara bertekanan akan masuk ke silinder dan menghasilkan gaya tekan yang mengatasi gaya pegas sehingga silinder akan bergerak maju seperti terlihat pada Gambar 3(a). Saat ini dalam penggunaannya pneumatik banyak dikombinasikan dengan sistem elektrik. Rangkaian elektrik berupa saklar, solenoid, dan limit switch digunakan sebagai penyusun sistem kendali katup. Untuk aplikasi yang cukup rumit digunakan PLC (Programmable Logic Controller) yaitu kontroler berdasarkan logika yang dapat 2.1. PRESSURE PROCESS RIG

Gambar 2.1. Perangkat Pressure Process RIG Pressure Process RIG merupakan simulator proses pengendalian dan pengukuran tekanan seperti yang digunakan oleh industri-industri besar pada umumnya. Pengendalian Pressure Process RIG ini dapat dilakukan secara manual dan analog maupun digital dengan bantuan komputer dan ADC/DAC sebagai antarmuka antara Pressure Process RIG dan komputer. Secara umum Pressure Process RIG terdiri dari jalur-jalur pipa yang terhubung pada Pneumatic Control Valve, Orifice Block, Flowmeter dan Pressure Tapping. Sistem Pressure Process RIG memiliki dua buah regulator (R1 dan R2) dan enam buah indikator tekanan (G1, G2, ., G6) dan tujuh buah valve (V1, V2, , V7). Regulator R1 digunakan untuk mengendalikan tekananyang terukur oleh G1. Regulator R2 digunakan untuk mengatur tekanan terukur di G3, G4 dan G5. Sementara indikator G6 digunakan untuk menunjukkan tekanan yang terukur air receiver. Berikut komponen-komponen sistem Presuure Process RIG : 1. Kompresor Kompresor merupakan pumpa bertekanan yang berfungsi sebagai penyuplai udara ke semua saluran pipa. Tekanan udara yang dikeluarkan kompresor tidak boleh melebihi 40 psi agar tidak merusak komponen yang lain khususnya sensor tekanan. 1. I/P Converter Alat yang berguna untuk mengubah arus listrik menjadi tekanan. Alat ini menerima masukan berupa arus listrik dan udara bertekanan kemudian memberikan keluaran berupa udara bertekanan yang merepresentasikan besar arus listrik yang masuk. Besar arus listrik yang masuk adalah 4 20 mA dan besar tekanan udara yang dikeluarkan adalah 3 15 psi. Kedua besaran ini terhubung secara linier. Keluaran I/P Converte ini digunakan sebagai sinyal masukan bagi Control Valve.

2. Control Valve Valve atau katup yang besar bukaannya dapat diatur. Control valve menerima masukan udara bertekanan 3 15 psi yang berasal dari I/P Converter. Besar tekanan yang masuk mempengaruhi besar bukaan valve. 3. Pressure Sensor Sensor untuk mengukur tekanan udara di saluran pipa atau di air receiver. 4. Differential Pressure Process Dua sensor tekanan yang dipasang berdampingan pada jarak tertentu (relatif dekat) dalam satu saluran yang diberi sekat dengan orifice plate. Perbedaan tekanan yang terukur adalah informasi untuk mengetahui aliran udara. Read the rest of this entry