P. 1
jurnal kolesterol 1

jurnal kolesterol 1

|Views: 146|Likes:
Dipublikasikan oleh Tiara Gian

More info:

Published by: Tiara Gian on Apr 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2013

pdf

text

original

ISSN 1907-9850

UJI AKTIVITAS PENURUNAN KOLESTEROL PRODUK MADU HERBAL YANG BEREDAR DI PASARAN PADA TIKUS PUTIH DIET LEMAK TINGGI HYPOCHOLESTEROLEMIC ACTIVITY OF MARKETED HERBAL HONEY PRODUCTS IN ALBINO RATS WITH HYPERCHOLESTEROLEMIC DIET Ni Putu Ariantari, Sagung Chandra Yowani, dan Dewa Ayu Swastini Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Udayana, Bukit Jimbaran

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penurunan kolesterol dua produk madu herbal untuk penurun kolesterol yang beredar di pasaran yaitu produk A dan B pada tikus putih betina galur Wistar dengan diet kolesterol tinggi. Uji aktivitas penurunan kolesterol dilakukan dengan metode Enzymatic Photometric Test CHODPAP (Cholesterol Oxidase Phenol Aminoantipyrin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk A yang diberikan secara per oral pada kelompok tikus putih galur Wistar diet lemak tinggi dengan dosis 0,15 mL/200gram BB sekali sehari tidak menunjukkan aktivitas penurunan kolesterol. Sedangkan produk B dengan dosis 0,5 mL/200gram BB menunjukkan aktivitas penurunan kolesterol setara dengan simvastatin Kata Kunci : aktivitas penurunan kolesterol, madu herbal, Enzymatic Photometric Test CHOD-PAP

ABSTRACT
The research aims to investigate hypocholesterolemic activity of two marketed herbal honey products for hypocholesterolemia, mentioned as product A and B on Wistar albino rats with hypercholesterolemic diet. Hypocholesterolemic activity test was conducted with Enzymatic Photometric Test CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase Phenol Aminoantipyrin) method. The result revealed that product A administered orally to Wistar albino rats with hypercholesterolemic diet, at 0.15 mL/200g BW dose once daily, did not show hypocholesterolemic activity. On the other hand, product B at 0.5 mL/200g BW dose showed hypocholesterolemic activity similar to simvastatin. Keywords : hypocholesterolemic activity, herbal honey, Enzymatic Photometric Test CHOD-PAP

PENDAHULUAN Kolesterol saat ini tidak hanya menjadi masalah kesehatan yang dihadapi negara-negara maju tetapi juga negara-negara berkembang. Seperti kita ketahui, kolesterol merupakan salah satu penyebab penyakit jantung koroner (PJK). Penyakit jantung dewasa ini merupakan penyebab paling utama keadaan sakit dan kematian bangsa-bangsa industri maju. Di Amerika Serikat, penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian, yaitu kira-kira 37% sebab kematian. Sekitar 88% dari

angka tersebut, disebabkan karena penyakit jantung koroner (Arjatmo dan Utama, 1996). Sedangkan di negara-negara berkembang, kecenderungan perubahan pola makan masyarakat yang didominasi oleh makanan berlemak tinggi dan rendah serat (junkfood), gaya hidup merokok serta kurang gerak merupakan penyebab timbulnya berbagai penyakit yang berhubungan dengan kolesterol. Secara normal, kolesterol diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Akan tetapi pola makan yang cenderung berupa makanan sumber hewani dengan lemak tinggi,
15

Obat antikolesterol yang bekerja melalui mekanisme ini adalah golongan statin. Selain itu. antara lain dengan proses fagositosis sehingga mencegah penumpukan LDL-kolesterol yang teroksidasi pada dinding pembuluh darah menggunakan antioksidan dan probukol. perlu dilakukan penelitian mengenai aktivitas penurunan kolesterol dua macam produk madu herbal tersebut dalam pengembangannya sebagai makanan fungsional untuk penurun kolesterol. juga digunakan untuk obat berbagai macam penyakit termasuk sebagai antikolesterol di negara-negara Asia Timur termasuk Jepang dan Cina. stamper. Subjek uji yang digunakan adalah tikus putih betina galur wistar. Beberapa penelitian mengenai aktivitas antikolesterol jamur shitake dan shimeji telah dilakukan. simvastatin (kontrol obat) dan pereaksi monotest kolesterol total (dyasys). dengan cara menghambat enzim hidroksilase dan reduktase yang diperlukan untuk perubahan HMGKoenzim A menjadi mevalonat sehingga produksi kolesterol akan terhambat (Robbins dan Kumar. jamur shitake dan jamur shimeji) dan produk B (mengandung madu dan cuka apel). 1989). . jamur shitake. mortir. penurunan kolesterol juga dapat dilakukan dengan menghambat produksinya dalam hati. terapi non farmakologis seperti diet dan gerak badan lebih diutamakan. 3 cc (Terumo). obat-obat penurun kolesterol atau antikolesterol baik obat alami maupun obat modern atau sintesis. Katzung. Akan tetapi. Di Bali. baik dengan menggunakan obat alami maupun obat modern. alat-alat bedah (gunting dan pinset). (2002) melaporkan. 2002). neraca analitik (Ohaus). diformulasi menjadi 2 formula produk madu herbal yang saat ini telah beredar dipasaran. . berat 200-250 g. Peralatan Alat-alat gelas. Jamur shitake (Lentinus edodes) diketahui memiliki aktivitas hipokolesterolemia melalui mekanisme modifikasi metabolisme fosfolipid pada liver tikus (Sugiyama et al. diet tambahan dengan apel Israel (Malus sylvestris) menunjukkan efek hipokolesterolemia pada tikus diet kolesterol tinggi lebih besar dibandingkan dengan pemberian pear (Pyrus communis) dan peach (Prinus persica). Jamur lain yang juga telah digunakan sebagai antilipidemik adalah jamur lingzhi. selanjutnya dilakukan terapi farmakologis. beberapa preparasi herbal menggunakan jamur shimeji utuh dilaporkan lebih efektif dibandingkan dengan fraksi atau isolatnya. jamur shiitake dan jamur shimeji yang banyak digunakan sebagai sumber makanan. Selain itu. Penurunan kolesterol dengan terapi farmakologis terjadi melalui berbagai mekanisme. Saat ini banyak sekali beredar di pasaran.. spuit 1 cc. shimeji dan apel yang dikombinasikan dengan madu. 1995). Bahan lain yang digunakan adalah suspensi kolesterol. MATERI DAN METODE Bahan Bahan penelitian adalah produk obat tradisional yang telah beredar di pasaran yaitu produk A (mengandung madu. JANUARI 2010 : 15-19 menyebabkan kolesterol berada dalam jumlah berlebihan dalam darah. aktivitas penurunan kolesterol dari produk-produk tersebut secara ilmiah belum pernah dilakukan. 16 1995). sonde. mengurangi pengambilan asam lemak bebas oleh hati dan meningkatkan pengeluaran kolesterol oleh hati melalui getah empedu. yang dibuat dari ekstraksi jamur. menghambat perombakan lemak jaringan. 1991). termasuk dalam aktivitasnya sebagai antitumor dan antikolesterol (Cohen et al. apel juga diindikasikan memiliki aktivitas antikolesterol. Leontowicz et al. umur 4-5 bulan. gemfibrozil dan niacin (asam nikotinat) (Galton and Krone. -glukan dan kitin. Oleh karena itu..JURNAL KIMIA 4 (1). jenis kelamin betina. Untuk tahap awal. Oleh karena itu. tetapi apabila terapi non farmakologis ini gagal. pakan tikus (BR II). menggunakan klofibrat. 1991. Sedangkan jamur shimeji utuh dilaporkan mengandung berbagai serat makanan seperti pektin. lemak sapi. Selain jamur. kuning telur. Kelebihan kolesterol inilah yang dapat memacu aterosklerosis yang selanjutnya berpotensi menimbulkan penyakit jantung koroner (PJK) (Galton and Krone.

67 g BR II dicampur dengan 83. Percobaan dilakukan selama 10 hari.6±9.84 Hasil analisis dengan One Way Anova menunjukkan bahwa kadar kolesterol kelompok kontrol negatif berbeda secara signifikan dengan kadar kolesterol kelompok diet kolesterol tinggi tanpa perlakuan. dengan taraf kepercayaan 95%. Analisis Data Analisis data dilakukan dengan Metode One Way Anova menggunakan program SPSS. Kadar kolesterol total masing-masing kelompok tikus setelah diberi larutan uji selama 30 hari Kadar kolesterol (mg/dL) No Kontrol (-) Lemak tinggi Produk A Produk B Kontrol (+) 1 58 89 67 60 60 2 67 85 85 76 69 3 63 82 78 81 60 4 58 82 82 69 70 5 63 97 76 68 84 Rerata±SD 61. kemudian dilakukan penetapan kadar kolesterol.5 mL per hari dihitung berdasarkan konversi dosis dari manusia ke tikus. Masingmasing larutan diaduk. dan V. Kelompok V diberikan simvastatin 0. IV. Sebagai blanko adalah pereaksi monotest kolesterol. inkubasi selama 20 menit suhu 20-25˚C atau 10 menit pada suhu 37˚C.6±6. diberikan pakan BR II yang dicampur dengan lemak sapi dengan perbandingan 16.9 mg/kg BB yang merupakan konversi dosis dari manusia ke tikus. Penetapan kadar kolesterol total Darah masing-masing hewan uji diambil 3 mL dari sinus orbitalis dengan mikrohematokrit. III.8±3.15 mL per hari. diberikan dengan konsentrasi sebesar 0. Uji aktivitas penurunan kolesterol Kelompok II (kontrol negatif) diberikan Aqua destilata sebanyak 0.04 68. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Kadar kolesterol kelompok tikus yang diberikan pakan diet kolesterol tinggi selama 10 hari meningkat rata-rata 10-20 mg/dL dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberikan pakan standar (kontrol negatif). Kelompok II. Spektrometer UV-Vis Merk Perkin Elmer Lambda EZ 201 Cara Kerja Peningkatan kadar kolesterol hewan uji Dua puluh lima ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok.28 77.ISSN 1907-9850 tabung mikro. Kadar kolesterol kontrol negatif juga berbeda secara signifikan dengan kadar 17 . Kelompok I sebagai kelompok kontrol negatif diberikan pakan standar BR II 100 gram/hari. kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 3. Semua perlakuan diberikan secara oral sekali sehari selama 30 hari. serum ditampung dalam tabung mikro. Selain itu.15 mL per hari. kelompok III diberikan produk A sebanyak 0. dan V diberikan pakan dan diet kolesterol tinggi dengan memberikan suspensi kolesterol 2% sebanyak 7. III.88 70. kelompok II.83 87±6. Serapan larutan dibaca dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 500 nm.000 rpm selama 5 menit. Tabel 1. Data kadar kolesterol total masing-masing kelompok tikus setelah diberi larutan uji selama 30 hari ditunjukkan pada Tabel 1. setiap kelompok diberi perlakuan dengan larutan uji selama 30 hari.8±8.5 mL secara per oral dan kuning telur sebanyak 2 mL per 200 g Berat Badan.88 g lemak sapi.1 % b/v. Kelompok IV diberikan produk B sebanyak 0. Larutan standar kolesterol maupun sampel (@ 10 L) ditambah pereaksi monotest kolesterol sebanyak 1000 L. Selanjutnya.

. 2). Sedangkan jamur shimeji utuh dilaporkan mengandung berbagai serat makanan seperti pektin.15 mL/200 gram BB sekali sehari tidak mampu menurunkan kadar kolesterol tikus yang diberi diet kolesterol tinggi sampai kadar normal (dibandingkan dengan kontrol negatif). Dosis kurang (di bawah dosis terapi) sehingga tidak menimbulkan efek atau perlu diberikan dalam multiple dose. DAFTAR PUSTAKA Arjatmo. (2002). et al. adanya senyawa-senyawa polifenol dan asam fenolat sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai suplemen untuk pencegahan obesitas. Sesuai dengan penelitian Leontowicz et al. diet tambahan dengan apel Israel (Malus sylvestris) menunjukkan efek hipokolesterolemia pada tikus diet kolesterol 18 tinggi. 1995). Aktivitas antikolesterol apel kemungkinan berhubungan dengan kandungan seratnya yang tinggi. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada PT.15 mL/200gram BB sekali sehari tidak menunjukkan aktivitas penurunan kolesterol 2. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian produk A dosis 0. Karya Pak Oles Tokcer atas bantuan dana penelitian dan Fakultas Farmasi UNAIR atas bantuan fasilitas laboratorium fitokimia dan hewan coba. Jamur shitake (Lentinus edodes) diketahui memiliki aktivitas hipokolesterolemia melalui mekanisme modifikasi metabolisme fosfolipid pada liver tikus (Sugiyama.JURNAL KIMIA 4 (1).. -glukan dan kitin. Sebaliknya. Jakarta Saran . kadar kolesterol total kelompok tikus diet lemak tinggi tanpa perlakuan menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelompok tikus diet lemak tinggi yang diberi perlakuan dengan produk B dosis 0. H. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan uji aktivitas penurunan kolesterol dengan metode Enzymatic Photometric Test CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase Phenol Aminoantipyrin): 1. 1996..5 mL/200gram BB sekali sehari menunjukkan aktivitas penurunan kolesterol setara dengan simvastatin Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk uji aktivitas antikolesterol madu jamur dengan dosis lebih besar atau pemberian multiple dose serta disertai dengan diet makanan. Balai Penerbit FKUI. Pembawa yang digunakan adalah madu. termasuk dalam aktivitasnya sebagai antitumor dan antikolesterol (Cohen. Kelompok tikus tetap diberikan diet lemak tinggi selama perlakuan menggunakan produk A. Oleh karena itu. Produk A yang diberikan secara per oral pada kelompok tikus putih galur Wistar diet lemak tinggi dengan dosis 0. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.5 mL/200 gram pada tikus diet lemak tinggi mampu menurunkan kadar kolesterol hampir setara dengan obat antikolesterol standar simvastatin. Edisi 3. dan Utama. 3). Data ini menunjukkan bahwa pemberian produk B sekali sehari dosis 0. penelitian sebelumnya jamur shitake dan shimeji diketahui memiliki aktivitas antikolesterol. Produk B yang diberikan secara per oral pada kelompok tikus putih galur Wistar diet lemak tinggi dengan dosis 0. Jilid I. dimana madu mengandung gula (karbohidrat) yang merupakan sumber kalori. beberapa preparasi herbal menggunakan jamur shimeji utuh dilaporkan lebih efektif dibandingkan dengan fraksi atau isolatnya. et al. Padahal. JANUARI 2010 : 15-19 kolesterol kelompok tikus diet kolesterol tinggi yang diberi perlakuan dengan produk A.5 mL/200 gram BB sekali sehari dan kelompok tikus diet lemak tinggi yang diberi perlakuan dengan obat antikolesterol standar simvastatin (kontrol positif). T. 2002). penyakit-penyakit kardiovaskuler dan penyakit lainnya. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan pemberian produk A tidak dapat menurunkan kadar kolesterol total kelompok tikus diet lemak tinggi yaitu: 1). berdasarkan beberapa.

Akachi. Jakarta Leontowicz. Buku Ajar Patologi II. dan Kumar... Penerbit Buku Kedokteran EGC. A.... O. A. H. Jakarta Sugiyama. D. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2002. V. Yamakawa. R. Appl Microbiol Biotechnol.... Comparative Content of Some Bioactive Compound in Apples. 13 : 603-610 Robbins. Hadar. 1989. Edisi 3. SolivaFortuny.. T. L. Persky. S. R. Peaches and Pears and Their Influence on Lipid and Antioxidant Capacity in Rats. S... 2002.. 1995. Y.. Martin-Belloso. 58 : 582-594 Galton. L. Y. and Krone. K.. Cetakan I. Minireview: Biotechnological Applications and Potential of Wood-degrading Mushrooms of The Genus Pleurotus. G. Hypocholesterolemic Action of Eritadenine is Mediated by a Modification of Hepatic Phospholipid Metabolism in Rats. 1995. Leontowicz. Jung. Nutrient Metabolism. Lojek.. Gower Medical Publishing. Edisi 4. M. Farmakologi Dasar dan Klinik.... B. Hiperlipidaemia in Practice.ISSN 1907-9850 Cohen. Trakhtenberg. Gorinstein. The Journal of Nutritional Biochemistry. Park. W. S.. S. M. Ciz. 1991. 2134-2144 19 . London Katzung.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->