Disusun Oleh : Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah dan Ani Oktarini

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++

Pengenalan Bahasa C++
1.1. Sejarah Singkat
1.1.1. Sekilas Perkembangan Bahasa C

1

Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL. Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi UNIX. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.

1.1.2.

Sekilas Tentang C++

Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell, AT&T. Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

1.1.3.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan class.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

2

Modul Algoritma Pemrograman I

1.2. Pengenalan IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++, dapat digunakan untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Menulis Naskah Program. Mengkompilasi Program ( Compile ) Melakukan Pengujian Program ( Debugging ) Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking ) Menjalankan Program ( Running )

Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: Klik tombol Start pilih Program Borland C++ 5.02 klik Borland C++

Gambar 1.1. Menu Untuk Mengaktifkan Program Borland C++ Berikut lDE dari Borland C++, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.2.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

3

Compile. waktu yang sedang berjalan). maka akan diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya. Pradita. yaitu: a.CPP d. Baris Peralatan (Tools Bar) Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam pembuatan program-program C++. Frieyadie. terbagi menjadi 4 (empat) bagian. b.3. Ilamsyah. Project. run dan lainlain. Edit. Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek. Baris Menu ( Menu Bar ) Menu utama terdiri dari. Sopiyan. save. compiler. Debug. Window dan Help.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Pembuka Borland C++ Menu Bar Tools Bar Jendela Editor Jendela Message Status Bar Gambar 1. Options. c. Jika pertama kali anda membuat program. Jendela Message Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program. e. Jendela Editor Tempat untuk pengetikan program dan membuat program. dan Ani Oktarini 4 . seperti icon open. Search. Baris Status (Status Bar) Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris dan kolom. nama file jendela editor adalah NONAME00. Run. IDE Borland C++ 5.02 IDE pada Borland C++. File.

Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi. Sopiyan.h) 2. Pradita.4. Frieyadie. } Contoh-1 1. Model Tiny Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari 64 Kb. Struktur Program C++ Struktur program C++. Model-model memori tersebut adalah: a. Model Memori Borland C++. Ilamsyah.3.Modul Algoritma Pemrograman I 1. mempunyai enam model memori untuk program dan data. main() merupakan awal mula dari blok program utama 3. cout merupakan perintah keluaran pada C++ 5. setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu. Bentuk Umum: #include <file-header> main() { pernyataan. dan Ani Oktarini 5 . tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program 4. maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan hasil 1. apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream. sama seperti struktur program C yang terdahulu. getch(). apabila ditempatkan sebelum funtuator }. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh.

Ilamsyah.5 Cara Menampilkan Text Edit Frieyadie. d. Cara mengaktifkannya : Klik Menu File Klik New Text Edit Gambar 1. Model Small Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb. Model Compact Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. Model Huge Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data.Modul Algoritma Pemrograman I b. Membuat File Editor File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi. Model Large Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K.5. Model Medium Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. dan Ani Oktarini 6 . Sopiyan. e. kemudian dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file . Pradita. 1. d. c.CPP.

Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Save As Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk dengan nama file yang berbeda. Kik Menu File  Save b.6. Sopiyan. Ilamsyah. Menekan HotKey Ctrl + KS. seperti dibawah ini : Gambar 1. maka selanjutnya disimpan dengan cara : a. Frieyadie.02 terdapat tiga cara menyimpan file editor. Pradita. Menyimpan File Editor Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit. Jendela Save File As Pada Borland C++ 5.6 Jendela Text Edit 1.7. diantaranya yaitu : Save Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Hotkey yang ada bisa gunakan untuk menyimpan dengan menekan tombol Ctrl + KS. dan Ani Oktarini 7 . Selanjutnya tampil jendela Save File As. Save All Digunakan untuk menyimpan semua File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk.

dan Ani Oktarini 8 . Sopiyan.8 Kotak Dialog Compile 1. Kik Menu Debug Compile b. proses linking. selanjutnya tampil hasil seperti gambar 1.melakukan proses linking.exe ) dan sekaligus menjalankan program. Menekan HotKey Alt + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Compile.7. Kik Menu Debug Run b.9 Kotak Dialog Run Setelah proses menterjemahkan program. Menekan HotKey Ctrl + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Run. yaitu dengan cara: a.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Menterjemahkan Program Proses Compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin. Ilamsyah.10 dibawah ini : Frieyadie.8. Pradita. yaitu dengan cara : a. membuat file eksekusi ( . seperti dibawah ini : Gambar 1. seperti dibawah ini : Gambar 1. Menjalankan Program Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program.

9. Sopiyan. Membuka File Editor Penjelasan Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat. dan Ani Oktarini 9 .10 Contoh Hasil Keluaran Program 1. Ilamsyah. Pradita. dengan cara : Klik Menu File Open Selanjutnya tampil Jendela Open.Mencetak File Editor Penjelasan Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara Klik File Print Selanjutnya tampil Jendela Print Option. seperti dibawah ini : Gambar 1.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1.11 Jendela Open File pada C++ 1. seperti dibawah ini : Frieyadie.10.

Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Ilamsyah. dengan cara File Exit Frieyadie. Sopiyan.02. Pradita. Keluar dari Borland C++ 5.12 Jendela Print Option 1.02 Keluar dari Aplikasi Borland C++ 5.11. dan Ani Oktarini 10 .

1. Ilamsyah. antara lain: Frieyadie.295 2.d 3.967. dan Ani Oktarini 11 . Tipe Data Tipe Data Char Int Short Long Float Double Long Double Ukuran Memori 1 Byte 2 Byte 2 Byte 4 Byte 4 Byte 8 Byte 10 Byte Jangkauan Nilai -128 s.294. Sopiyan. Konstanta Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. yang dimiliki oleh Borland C++. diantaranya: Tabel 2. Pradita.4 x 10-4932 s.d 127 -32768 s. Perintah Masukan dan Keluaran BORLAND C++ 2 2.648 s.7 x 10+308 3. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian.2.d 2. yaitu: • Konstanta Bilangan • Konstanta Teks A. Tabel 2. Konstanta Bilangan Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok.1 x 10+4932 5–7 15 – 16 19 Jumlah Digit Tipe Data Tambahan.d 1.4 x 10-38 s. Tipe Data Tambahan Tambahan Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai Unsigned Integer Unsigned Character Unsigned Long Integer 2 Byte 1 Byte 4 Byte 0 – 65535 0 – 255 0 – 4.147.647 3. adalah : Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja.435.d 1.435. Pengenalan Tipe Data Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan.d 32767 -32768 s.d 32767 -2.7 x 10-308 s.1.Modul Algoritma Pemrograman I Pengenalan Model Data.4 x 10+38 1.2.147.

angka.22 x 103 )s 3. Contoh : 1. 2. 100 2. tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar. Pradita. Data Karakter (Character). Contoh: const x = 89.14. Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal.22e3 4. Bentuk penulisannya : const nama_konstanta = nilai konstanta. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point.57 ) • Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4. Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ). Sopiyan. Konstanta Teks Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok. const float phi = 3. Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain. atau const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta. Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya. “Jakarta”. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision ) Konstanta Double Precision. “AMIK BSI”. Deklarasi Konstanta Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const. notasi atau simbol. Ilamsyah. Contoh : “Virusland”. Frieyadie. “Y” dan lain-lain. 3. B. dan Ani Oktarini 12 . 1. Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan.Modul Algoritma Pemrograman I 1. mempunyai bentuk penulisan. Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). Data Teks (String). Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ). Konstanta Bilangan Bulat (Integer). yaitu : • Bentuk Desimal ( contoh : 5. C. pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point. antara lain. 2.

Variabel. 2. yaitu : • Variabel Numerik • Variabel Teks A. mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain : 1. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point. SIMBOL DEKLARASI Int Float Double Char unsigned int unsigned char long int unsigned long int Frieyadie. Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel. ).Modul Algoritma Pemrograman I 2. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision. 3. Tabel 2. dibagi menjadi dua jenis kelompok. Sopiyan. Deklarasi Variabel TIPE VARIABEL Integer Floating Point Double Precision Karakter Unsigned Integer Unsigned Character Long Integer Unsigned Long Integer Bentuk penulisannya : Tipe data nama variabel. Bilangan Bulat atau Integer 2. String ( Untuk Rangkaian Karakter ) C. Dalam pemberian nama variabel.3. Ilamsyah. Variabel Text 1. Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika. B. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih). Pradita. Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program. Character ( Karakter Tunggal ) 2. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( . seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri.3. dan Ani Oktarini 13 . Variabel Numerik Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam : 1. Deklarasi Variabel Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut.

Frieyadie. Tabel 2. 2.4. Ilamsyah. konstanta dan ungkapan. String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format. Argumen ini dapat berupa variabel. Pradita. argumen-2. Penentu Format Printf( ) TIPE DATA Penentu Format Untuk printf( ) Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Bentuk Desimal dan Pangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer %d %f %e %g %lf %c %s %u %ld %lu %x %o printf(“%c merupakan abjad yang ke .1 printf( ) Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar. Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan.2). float rata_rata .%d”. printf("string-kontrol".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh Deklarasi char nama_mahasiswa[20]. dan Ani Oktarini 14 .’b’. argumen-1. Sopiyan.4. char grade. diantaranya adalah : printf( ) puts( ) putchar( ) cout( ) 2. …).4. int nilai. Perintah Keluaran Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++.

h> #include<iostream. getch( ).h> #include<iostream. clrscr( ).h> #include<conio.h> #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1 #include <stdio.h> main( ) { float a1=87. Ilamsyah.h> main( ) { char nama =”dita”. tampilan yang tampak biasanya kurang bagus. Kamu mendapatkan Nilai %i” . printf("Nilai Tugas 2: %2f ". Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak. a2=77. } Gambar 2. jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah: Frieyadie. Sopiyan. Berikut bentuk penulisannya: Contoh-2 #include<stdio. Pradita. clrscr( ). nama. printf("Nilai Tugas 1: %2f \n". int nilai = 100. printf(“hai %s.a2). dan Ani Oktarini 15 .5.50. } Output yang akan dihasilkan.a1). nilai). 1 Hasil Contoh 1 a. Penggunaan Penentu Lebar Field Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan.

50. printf("Nilai Tugas 1: %2. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. Pradita. clrscr(). 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 #include<stdio. Escape Sequences ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN \b \f \n \r \t \' Backspace Formfeed Baris Baru Carriage Return Tab ( default = 8 karakter ) Tanda kutip tunggal ( ' ) Frieyadie. printf("Nilai Tugas 2: %2.h> main( ) { float a1=87. jika menggunakan penentu lebar field adalah Gambar 2.5. Ilamsyah. Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar). 3 Hasil Contoh 3 b.5.a1).2f \n". Sopiyan. Penggunaan Escape Sequences.2f". dan Ani Oktarini 16 .a2).h> #include<conio. a2=77. Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain : Tabel 2.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.h> #include<iostream.

yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar.2f ". karena fungsi ini khusus untuk tipe data string. (aaa menunjukkan angka ASCII ybs ) Contoh-4 #include<stdio. dan Ani Oktarini 17 . puts( ) berasal dari kata PUT STRING. nama1. b = 90.2. getch( ).6. float a = 88.Modul Algoritma Pemrograman I \" \\ \xaa \aaa Tanda Kutip Ganda ( " ) Backslash Kode ASCII dalam hexadecimal. karena sudah dibeikan secara otomatis. Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah : Tabel 2.h> #include<conio. Untuk mencetak pindah baris memerlukan notasi ‘ \n ‘ tidak perlu notasi ‘ \n ‘ . Sopiyan.2. c = 98.4.2f \t %8. Pradita. Ilamsyah. printf("\n%8. ( aa menunjukkan angka ASCII ybs ) Kode ASCII dalam octal.nama3). Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string printf( ) Harus menentukan tipe untuk data string.h> main( ) { char nama1[10]="Dita". yaitu %s puts( ) data Tidak Perlu penentu tipe data string. clrscr( ).c).5. printf("%8s\t %7s\t %8s ". a. 4 Hasil Contoh 4 2.nama2[10]="Ani". Frieyadie.b.2f \t %8.nama2.8.nama3[10]="Fitri". puts( ) Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf(). } Gambar 2. Untuk mencetak pindah baris.

putchar('2'). } Output yang akan dihasilkan. putchar('9'). putchar('0'). Ilamsyah.h> #include <conio. putchar('-'). Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris. Sopiyan. putchar('0'). putchar('B').h> main( ) { clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. 5 Hasil Contoh 5 2. putchar('S'). Pradita. Contoh-5 #include <stdio. getch( ). dan Ani Oktarini 18 .h> #include <conio.h> main() { char nama[5] = "BSI".3. clrscr(). dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 2. putchar( ) Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-5 #include <stdio. puts("Anda Kuliah di "). puts(a). dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. putchar('I').4.

4. Fungsi Manipulator Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar.4.4. Contoh-7 #include <stdio. endl end flush() dec() hex() oct() setbase() setw() setfill() setprecision() setosflags() Frieyadie. cout Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar. 6 Hasil Contoh 6 2. } Output yang akan dihasilkan.h . cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2. antara lain. Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.5. dan Ani Oktarini 19 . jumbar2=23.h . 7 Hasil Contoh 7 2. clrscr( ). Untuk menggunakan fungsi cout ini. untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip. getch( ). harus menyertakan file header iostream.h> #include <conio. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 2.h> #include <iostream. Ilamsyah. Sopiyan. cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1.h> main( ) { int jumbar1=150. Pradita.

Contoh-9 # include <stdio. File header yang harus disertakan adalah file header iostream. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL. ends ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 2. 8 Hasil Contoh 8 b. cout<<"Nama :"<<nama<<endl. } Output yang akan dihasilkan. Pradita. getch( ). cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl. b. char alamat[20]="Jakarta Selatan".h> main( ) { int a. c.h> # include <conio. diantaranya: a. dan Ani Oktarini .h> # include<conio. File header yang harus disertakan adalah file header iostream. Contoh-8 # include<stdio.nama[15]="Andi". endl endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. d.. 20 Frieyadie. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk.h> main( ) { char nim[9]="12098890". Sopiyan.h> # include <iostream.h .Modul Algoritma Pemrograman I Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator.h .h> # include<iostream. clrscr( ). cout<<"Nim :"<<nim<<endl. Ilamsyah.

oct dan hex dec. cout<<"Masukan Nilai B : ".Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ).h> # include <iostream. cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl. dan Ani Oktarini 21 . dari program contoh-10 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl. getch( ). cin>>a. cout<<"Masukan Nilai A : ". getch( ). clrscr( ). Contoh-10 # include <stdio. Sopiyan.h> # include <conio. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 2.h . } Output yang akan dihasilkan. } Output yang akan dihasilkan. dec. c = a % b. Pradita.h> main( ) { int nilai = 320. d = a * b. oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16). cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends. cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl. cin>>b. Ilamsyah. cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl. File header yang harus disertakan adalah file header iomanip. cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends. 9 Hasil Contoh 9 c.h> # include <iomanip. oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10).

54. cout<<setprecision(2)<<c<<endl. cout<<setprecision(5)<<c<<endl.h> main( ) { float a.h> # include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. cout<<setprecision(3)<<c<<endl. dan Ani Oktarini 22 . Contoh-11 # include <conio. cout<<setprecision(4)<<c<<endl. file header yang harus disertakan adalah file header iomanip. cout<<setprecision(1)<<c<<endl. } Output yang akan dihasilkan. Pradita. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). a = 25. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie.c. getch( ). clrscr( ). Ilamsyah.h> # include <iomanip. c = a * b. 10 Hasil Contoh 10 d. dari program contoh-11 diatas adalah: Gambar 2.b.23. setprecision( ) Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan.h . cout<<setiosflags(ios::fixed). Sopiyan. b = 12.

Modul Algoritma Pemrograman I e. cout<<"----------------------------"<<"\n". Ilamsyah. Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan.12. cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n".a<=260. setbase( ) setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal. Sopiyan. Bentuk penulisannya : setbase(base bilangan). clrscr( ). File header yang harus disertakan file header iomanip. dari program contoh-12 diatas adalah: Gambar 2. for(a=250.h> # include <conio. Decimal dan Hexadecimal. cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl. cout<<setbase(8)<<a<<" ".a++) { cout<<setbase(10)<<a<<" ". } getche( ).h> # include <iomanip. Pradita. yaitu : • Octal = basis 8 • Decimal = basis 10 • Hexadecimal = basis 16 Contoh-12 //Penggunaan Manipulator setbase() # include <stdio. cout<<setbase(16)<<a<<endl.h . Hasil Contoh-12 Frieyadie.h> # include <iostream.h> main( ) { int a = 250. dan Ani Oktarini 23 . } Output yang akan dihasilkan.

a<=15. Hasil Contoh-13 Frieyadie. } cout<<"-------------------------------"<<"\n". dan Ani Oktarini 24 . clrscr( ). dari program contoh-13 diatas adalah: Gambar 2. Sopiyan. Contoh-13 // Penggunaan Manipulator setw() # include <stdio. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. n = merupakan nilai lebar tampilan data.h> main( ) { int a. Bentuk penulisannya : setw(int n).h> # include <iomanip. getche( ). Pradita. cout<<"-------------------------------"<<"\n".13. File header yang harus disertakan file header iomanip. setw() setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel.h> # include <conio. for(a=1.h . cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n".a++) { cout<<setw(a)<<a<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I f.h> # include <iostream. integer.

Pradita. Sopiyan. Ilamsyah.a<=15. dan Ani Oktarini 25 .h .Modul Algoritma Pemrograman I g. setfill() setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw().a++) { cout<<setfill('-'). cout<<setw(a)<<a<<endl. File header yang harus disertakan file header iomanip. for(a=1. Bentuk penulisannya : setfill(charakter).14. } getche( ). cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n". dari program contoh-14 diatas adalah: Gambar 2.h> # include <iomanip.h> # include <iostream.h> # include <conio.h> main( ) { int a. clrscr( ). Contoh-14 // penggunaan setfill dan setw( ) # include <stdio. cout<<"-------------------------------"<<"\n". Hasil Contoh-14 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan.

Sopiyan. dan Ani Oktarini 26 . 1. clrscr( ). ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal. b = 56. cout<<"Rata Sebelah Kanan = ". cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b.h> # include <iostream. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). cout<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Rata Sebelah Kiri = ". Ilamsyah. Pradita.h> main( ) { int a = 75. getche( ). Frieyadie. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b. cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n". Hasil Contoh-15 2. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi.h> # include <conio.h> # include <iomanip.. setiosflags( ) Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data.15.h .Modul Algoritma Pemrograman I h. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a. pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ). yaitu: ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial. Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. file header yang harus disertakan file header iomanip. Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ). ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan Contoh-15 //tanda format ios::left dan ios::right # include <stdio. antara lain. dari program contoh-15 diatas adalah: Gambar 2.

cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = " cout<<setiosflags(ios::hex)<<15. Hasil Contoh-16 3. Frieyadie. dan Ani Oktarini 27 . cout<<"Hasil ios::fixed dari 56.h> main( ) { clrscr( ).h> # include <iomanip.h> main( ) { clrscr( ). ios::oct. dari program contoh-16 diatas adalah: Gambar 2. ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal. ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal. Pradita.h> # include <iostream.65 adalah ". cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75.65. cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n". Ilamsyah.h> # include <iomanip. getche( ). Tanda Format Konversi Dec. cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56. cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl. Sopiyan.h> # include <conio. Oct dan Hex Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal.h> # include <iostream. } Output yang akan dihasilkan.h> # include <conio. cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl.16. cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ". cout<<"\n\n". getche( ). cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75.45 adalah ".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-16 //tanda format ios::scientific dan ios::fixed # include <stdio.45<<endl. yaitu: ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal. ios::hex # include <stdio. cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ". Octal dan Hexadecimal. Contoh-17 //tanda format ios::dec.

h> # include <iomanip. dan Ani Oktarini 28 . Hasil Contoh-17 4. cout<<"-------------------------\n".Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. for (a=1. cout<<"-------------------------\n". for (a=1. dari program contoh-18 diatas adalah: Frieyadie. a<=15.h> # include <iostream. a++) cout<<hex<<a<<endl. cout<<"Konversi Konversi \n". Ilamsyah. cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl. cout<<"Tanpa Dengan \n".17. } Output yang akan dihasilkan.a+5).h> main( ) { int a.h> # include <conio. } getche( ). cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n". dari program contoh-17 diatas adalah: Gambar 2. Contoh-18 //tanda format ios::uppercase # include <stdio. a++) { gotoxy(15. Pradita. Sopiyan. Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format: ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal. clrscr( ). a<=15.

a++) { gotoxy(15. a<=15. cout<<dec<<a<<endl. cout<<"----------------------------\n".18 Hasil Contoh-18 5.a+5). Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format: • ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal.h> # include <iomanip. } for (a=1. a<=15. Frieyadie. cout<<"Penggunaan ios::showbase\n".Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. dan Ani Oktarini 29 . Contoh-19 //tanda format ios::showbase # include <stdio. a++) { gotoxy(4.h> # include <iostream. cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n". clrscr( ). cout<<setiosflags(ios::showbase). for (a=1. Ilamsyah.h> main( ) { int a. cout<<"----------------------------\n".h> # include <conio.a+5). Sopiyan. Pradita.

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<hex<<a<<endl. getche( ).19. a++) { gotoxy(25. a<=15. Contoh-20 //tanda format ios::showpoint # include <stdio. } cout<<"----------------------------\n". dari program contoh-19 diatas adalah: Gambar 2.a+5). Ilamsyah. Frieyadie. clrscr( ). Pradita. Hasil Contoh-19 6. //-> tanpa tanda format ios::showpoint cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl.h> main() { double a = 78.h> # include <iostream. Tanda Format Menampilkan Titik Desimal Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format: • ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double.h> # include <conio. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. } for (a=1. cout<<oct<<a<<endl. dan Ani Oktarini 30 .h> # include <iomanip.

Pradita. cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-20 diatas adalah: Gambar 2.h> # include <iostream. dari program contoh-21 diatas adalah: Frieyadie. b = -9. Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + ) Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format: • ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif. cout<<"Variabel a = "<<a<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n". getche( ).20. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. getche().h> # include <iomanip. Contoh-21 //tanda format ios::showpos # include <stdio. cout<<setiosflags(ios::showpoint). cout<<setiosflags(ios::showpos).h> # include <conio. Hasil Contoh-20 7. dan Ani Oktarini 31 . cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". //-> dengan tanda format ios::showpoint cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.h> main( ) { int a = 8. clrscr( ). cout<<"\n\n".

21.5. diantaranya adalah: scanf( ) gets( ) cout( ) getch( ) getche( ) 2. Sopiyan. &nama-variabel). Penentu Format scanf( ) TIPE DATA Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer Contoh-22 #include<stdio.h> #include<conio. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: scanf("penentu format".h> Penentu Format Untuk scanf( ) %d %e atau %f %e atau %f %lf %c %s %u %ld %lu %x %o Frieyadie. Perintah Masukan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. Hasil Contoh-21 2.7. scanf( ) Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. Tabel 2. Pradita. dan Ani Oktarini 32 .1.5. Ilamsyah.h> #include<iostream. simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju.

scanf("%s".h> main( ) { char nm1[20].hobby[15].&kelas). Perbedaan scanf( ) dengan gets( ) scanf( ) gets( ) Tidak dapat menerima string yang Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan mengandung spasi atau tab dianggap sebagai data terpisah dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data. printf("Hobby: "). dari program contoh-22 diatas adalah: Gambar 2. dan Ani Oktarini 33 . printf("Kelas: ").&nama).kelas[20]. printf("\tBIODATA SAYA\n"). Pradita. Frieyadie.h> # include <conio. printf("Nama : ").scanf("%s". Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: gets(nama-variabel-array). clrscr( ). getch( ). 22 Hasil Contoh 22 2. Contoh-23 # include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. char nm2[20].2.8. gets( ) Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { char nama[15]. Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah: Tabel 2.scanf("%s".&hobby).5. clrscr( ). Sopiyan.

nm1).3. Contoh-24 # include <stdio. harus menyertakan file header iostream. puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . printf("\n\n").h . scanf("%s". total. printf("\n\n").nilai2. puts(nm1).. nm2). getch( ).").h> main( ) { int nilai1. puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . cout<<"Masukan Nilai 2 : ". cin>>nilai1.&nm2). printf("Senang Berkenalan Dengan Anda .1 = "). Pradita. dari program contoh-23 diatas adalah: Gambar 2. 12 Hasil Contoh 23 2."). Sopiyan.h> # include <iostream. clrscr( ). puts(nm2)..2 = ").%s".5.%s". cout<<"Masukan Nilai 1 : ".. printf("Masukan nama ke . gets(nm1).h> # include <conio. cin Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 34 . Untuk menggunakan fungsi cin ini. Ilamsyah. Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I puts("Masukan nama ke . printf("Senang Berkenalan Dengan Anda ..

Modul Algoritma Pemrograman I cin>>nilai2; total=nilai1+nilai2; cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:

Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24

2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h. Contoh-25 # include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getch( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:

Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

35

Modul Algoritma Pemrograman I

2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.

Contoh-26

# include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getche( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch ( ); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:

Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26

Kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan tampilan hasil program yang di eksekusi agar tidak langsung kembali ke listing program tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.

2.6. Tugas
1. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa, dengan ketentuan sebagai berikut : Nim Siswa, Nama Siswa, Nilai Tugas 1, Nilai Tugas II, Nilai Tugas III diinput.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

36

Modul Algoritma Pemrograman I Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Tugas I, II dan III dibagi dengan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nim Siswa Nama Siswa Nilai Tugas I Nilai Tugas II Nilai Tugas III Layar Keluaran Nim ........ Siswa yang bernama …… Memperoleh nilai rata-rata ….. dari hasil tugas yang diikutinya. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan * 20% : …… Nilai Tugas * 30% : …… Nilai Ujian * 50% : …… Jadi Siswa yang bernama …… memperoleh nilai akhir sebesar ….. : : : : : : : : :

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

37

Operator mempunyai sifat sebagai berikut: • Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : -5 Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : 4 + 8 Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : (10 % 3) + 4 + 2 • • 3. Ilamsyah. adalah: Frieyadie. Operator Aritmatika Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah: Tabel 3.1. Sopiyan. pengurangan dan lain-lain. yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operator Borland C++ 3 Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program. seperti penjumlahan. Operator Aritmatika Operator * / % + − Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian (mod) Penjumlahan Pengurangan Contoh 4*5 8/2 5%2 7+2 6−2 Operator yang tergolong sebagai operator Unary. Pradita. dan Ani Oktarini 38 .1.

dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 3. Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai A : ". 1 Hasil Contoh 1 3. cout<<"Masukan Nilai B : ". dan Ani Oktarini 39 . } Output yang akan dihasilkan. getch( ).h> #include <iostream. a=0.h> #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I Tabel 3. Pradita. Ekspresi Aritmatika Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai. printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” . clrscr( ). Operator Unary Operator + − Keterangan Tanda Plus Tanda Minus Contoh −4 +6 Contoh-1 #include <stdio. b=x-y.b) cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl. d = 0. d = x * y. Bentuk Umum : • • Variabel. Ilamsyah.2. dikenal dengan sebutan LValue (Left Value) Ekspresi Aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value) Frieyadie. b=0. cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl. c = 0.Y= %i \n”.y. printf(“Hasil Dari B=X .1. a=x+y. a). cin>>x.h> main( ) { int x. c = x% y.1. cin>>y.

dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator). Bila LValue bukan berupa variabel. Hierarki Operator Aritmatika.h> #include <iostream. yang didepan didahulukan Contoh A=8+2*3/6 Langkah perhitungannya : A=8+6/6 (6/6=1) A=8+1 A=9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”.h> #include <conio. Tabel Hierarki Operator Aritmatika Operator * atau / % + atau Keterangan Tingkatan operator sama.3. Sopiyan. penggunaan nya tergantung letak. 3.2.Modul Algoritma Pemrograman I • Tanda “ = “. Urutan operator aritmatika sebagai berikut : Tabel. LValue harus selalu berupa variabel tunggal. Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A=5 Contoh-2 #include <stdio. Pradita. Didalam suatu ekspresi aritmatika. yang didepan didahulukan Sisa Pembagian Tingkatan operator sama. selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda yang dapat digunakan secara bersamaan. maka akan tampil pesan kesalahan LValue required in function … RValue dapat berupa konstanta.h> 40 Frieyadie. dan Ani Oktarini . penggunaan nya tergantung letak. variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika. 3.1. Ilamsyah.

Pradita.4. getch( ). 3.b). b. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 3. Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya: Tabel. a = 8 + 2 * 3 / 6. Ilamsyah. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A+1 Dari penulisan ekspresi diatas. cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl. printf(" Hasil dari B = %i ". Operator Pemberi Nilai Aritmatika Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “ = “.2. cout<<" B = (8 + 2) * 3 /6"<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<<" A = 8 + 2 * 3 / 6"<<endl. Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi A += 1 Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. Sopiyan. dan Ani Oktarini 41 . clrscr( ). cout<<endl. Tabel Operator Pemberi Nilai Aritmatika Operator *= /= %= += -= Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian Penjumlahan Pengurangan Frieyadie. 2 Hasil Contoh 2 3. b = (8 + 2) * 3 / 6.

(nilai saat ini: y = 4. x=4) Contoh-3 /* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/ #include <stdio. x=6) int x=5. sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan. x=4) int x=5. Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. Tabel Operator Penambah dan Pengurang Operator ++ -Penambahan Pengurangan Keterangan A = A + 1 atau A = A . (nilai saat ini: y = 5. prefix (--A) atau postfix (A --) Kedua bentuk penulisan operator ini mempunyai arti yang berbeda. • Jika diletakan didepan variabel. Contoh Penambahan: int x=5.5. y = ++x. Operator Penambah dan Pengurang Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai. y = --x.Modul Algoritma Pemrograman I 3.h> 42 Frieyadie.“ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel. dan Ani Oktarini . y = x++.h> #include <conio. Keterangan : 1. disederhanakan menjadi A ++ atau A-Operator “ ++ “ atau “ -. Pengurangan: mengurangkan 1 ke nilai variabel. Ilamsyah. Sopiyan. Tabel. prefix (++A) atau postfix (A ++) 2. (nilai saat ini: y = 6. Penambahan: menambahkan 1 ke nilai variable. y = x--.1. 3. (nilai saat ini : y = 5. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang. sedangkan • Jika diletakan dibelakang variabel. x=6) Pengurangan: int x=5. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini. Pradita.3.

printf("Nilai A = %d". dan Ani Oktarini 43 .h> #include<iostream. printf("\nNilai B = %d". Ilamsyah. printf("\nNilai --B = %d".Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a = 10. getch( ). printf("\nNilai ++A = %d". a). a). Sopiyan. getch( ). printf("\nNilai B = %d". b = 5.h> main( ) { int a = 10. a++). b). printf("Nilai A = %d". printf("\nNilai A = %d". dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. Pradita. clrscr( ). printf("\nNilai B = %d". printf("\nNilai --B = %d".h> #include<conio. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 3. printf("\nNilai ++A = %d". } Output yang akan dihasilkan. b). 3 Hasil Contoh 3 Contoh-4 /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include<stdio. --b). b--). b = 5. b). ++a). a). clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan.

cout<<"Masukan Nilai Y = ". cin>>y. 4 Hasil Contoh 4 3. } Frieyadie. cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl. Tabel.h> #include <iostream. cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl.h> main( ) { float a. cin>>x. c = x > y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl. Sopiyan. d = x < y. clrscr( ).h> #include <conio. b. Ilamsyah. b = x != y.5. x. 3. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). a = x = = y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<endl. e = x >= y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl. f. dan Ani Oktarini 44 == != > < >= <= Contoh-5 . cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl. y. d. c. Pradita. Tabel Operator Relasi Operator Keterangan Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) Tidak Sama dengan Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari sama dengan Kurang Dari sama dengan #include <stdio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 3. getch( ). Operator Relasi Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. f = x <= y. cout<<"Masukan Nilai X = ".4. e.

dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 3.3 >= 4 A T T F F Contoh : Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 45 . akan dianggap BENAR. Tabel Operator Relasi Operator && || ! Keterangan Operator Logika AND Operator Logika OR Operator Logika NOT 3. 3. A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 Frieyadie. 5 Hasil Contoh 5 3. Operator Logika AND Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. Ilamsyah.1. Operator Logika Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi.5. Tabel Logika And B A && B T T F F T F F F A + 4 < 10 B>A + 5 C .5.5. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). Tabel. Pradita.

b. d. Sopiyan. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. cin>>b. 6 Hasil Contoh 6 Frieyadie. f. cout<<endl<<endl. cout<<endl<<endl. g = d && e && f. clrscr( ). cin>>a. g. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 3. C = 7. h. c. cout<<"Hasil dari f = c .3 >= 4 adalah " <<f. e = b > a + 5.h> #include<conio. cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. Pradita. cin>>c. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C – 3 >= 4 7 – 3 >= 4 BENAR Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR. B = 3. maka A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 SALAH = 0 Contoh-6 /* Penggunaan Operasi Logika AND */ #include<stdio. e. // Proses d = a + 4 < 10.h> main( ) { float a. cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. Ilamsyah. cout<<endl. cout<<"Masukan Nilai B = ". cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " <<g. cout<<"Masukan Nilai C = ". getch( ).3 >= 4. f = c . dan Ani Oktarini 46 .h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Masukan Nilai A = ".Modul Algoritma Pemrograman I Jika nilai A = 3.

h> #include<iostream. akan dianggap BENAR. clrscr( ). B = 3. b. C = 7.5.4 <= 7. cout<<endl<<endl. g. cout<<"Masukan Nilai B = ". cin>>c. Frieyadie. maka akan bernilai SALAH. f. c. Ilamsyah. d = a + 5 > 10.Modul Algoritma Pemrograman I 3. maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR. cin>>b. h. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C .2.h> main() { float a. d. g = d || e || f. dan Ani Oktarini 47 . cout<<"Masukan Nilai C = ". A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 BENAR = 1 Contoh-7 /* Penggunaan Operasi Logika OR */ #include<stdio. cin>>a. bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH.h> #include<conio.3 > 4 7–3>4 SALAH Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR. Pradita. f = c . cout<<"Masukan Nilai A = ". Tabel Logika Or B A || B T T F T T T F F A + 4 < 10 B>A + 5 C-3>4 A T T F F Contoh Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 Jika nilai A = 3. e. Sopiyan. Operator Logika OR Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. e=b>5+a.

Frieyadie. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Hasil dari d = a + 5 > 10 adalah " <<d<<endl. cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g. } Output yang akan dihasilkan. d. cout<<endl<<endl. cout<<endl. e.h> #include<iostream. f.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl.h> #include<conio. e = b > a + 5. getch( ). cout<<"Masukan Nilai A = ". Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai B = ". // Proses d = a + 4 < 10. cout<<"Masukan Nilai C = ". cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. dan Ani Oktarini 48 . h. c. cin>>a. clrscr( ). g = d && e && f. g. cin>>b. Pradita. cin>>c. 7 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/ #include<stdio. cout<<endl<<endl. cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl. f = c . Ilamsyah. cout<<"Hasil dari f = c .h> main( ) { float a. cout<<"Hasil dari e = b > 5 + a adalah " <<e<<endl.3 >= 4. b.4 <= 7 adalah " <<f.

!(A+4 < 10) Jika nilai A = 3. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Hasil dari f = c . Pradita. Sopiyan. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH. maka ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT. cout<<endl<<endl. cout<<endl.3. } Output yang akan dihasilkan.3 >= 4 adalah " <<f.h> Frieyadie. cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 49 .h> #include<iostream. begitu pula sebaliknya. Operator Logika NOT Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan.h> #include <conio. 8 Hasil Contoh 8 3.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. Contoh : Ekspresi Relasi A + 4 < 10 Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi. getch( ). maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH !(A+4 < 10) !(BENAR) = SALAH = 0 Contoh-9 /* Penggunaan Operasi Logika NOT */ #include <stdio.5.

getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise.6. } Output yang akan dihasilkan. c. cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl. Tabel Operator Bitiwise Operator ~ << >> & ^ | Keterangan Bitwise NOT Bitwise Shift Left Bitwise Shift Right Bitwise AND Bitwise XOR Bitwise OR Frieyadie. c = !(b). 9 Hasil Contoh 9 3. /* Proses */ b = (a + 4 < 10). Tabel. cout<<"Nilai A = "<<a<<endl. dan Ani Oktarini 50 . cin>>a. Pradita. Ilamsyah. clrscr( ). cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. Operator Bitwise Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. cout<<"Masukan Nilai A = ". cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c. 3.6. b. Sopiyan.

h> #include<stdio. clrscr(). cout<<"Nilai Awal : "<<x<<endl.1.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Ilamsyah.6. Operator Bitwise << (Shift Left) Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri.h> #include<conio. sebanyak bit yang digeser Contoh-10 #include<iostream. Pradita. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 3. Contoh : 0000000011001001 = 201 //////// digeser 1 bit ke kiri 0000000110010010 = 402 Dibagian kanan disisipkan 0. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. cin>>x. 10 Hasil Contoh 10 Frieyadie.h> main() { int x. x = x << 1. Sopiyan. dan Ani Oktarini 51 . getch(). } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Masukan Nilai X = ".

dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 3. Contoh : 0000000011001001 = 201 \\\\\\\\ digeser 1 bit ke kanani 0000000001100100 = 100 Dibagian kanan disisipkan 0.Modul Algoritma Pemrograman I 3. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 52 . Operator Bitwise >> (Shift Right) Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan.h> #include<conio.6. getch( ). cout<<” Nilai Awal : “<<x<<endl. Pradita.h> #include<stdio. sebanyak bit yang digeser Contoh-11 #include<iostream.2. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. x = x >> 1. cin>>x. clrscr( ). cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. cout<<"Masukan Nilai X = ". Sopiyan.h> void main( ) { int x. Ilamsyah.

Ilamsyah.h> void main( ) { int a. getch( ).6. y. Tabel Operator Bitiwise And Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 AND 01000000 = 64 Contoh-12 #include<iostream. cin>>y. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.h> #include<stdio. cout<<"Masukan Nilai Y = ". dan Ani Oktarini 53 . Pradita. Sopiyan.7. cin>>x. cout<<"Hasil dari "<<x<<" & "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<"Masukan Nilai X = ". Operator Bitwise & (And) Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. } Output yang akan dihasilkan.3. cout<<’\n’. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1). dari program contoh-12 diatas adalah : Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 0 0 1 Gambar 3. x. 3. 12 Hasil Contoh 12 Frieyadie. Tabel.h> #include<conio. a = x & y.Modul Algoritma Pemrograman I 3. clrscr( ).

a = x | y. 13 Hasil Contoh 13 Frieyadie. dan Ani Oktarini 54 . Sopiyan. x.5. getch( ). dari program contoh-13 diatas adalah : Gambar 3.8.h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I 3. cin>>y. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1). Operator Bitwise | ( Or ) Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. cout<<"Masukan Nilai Y = ". cout<<"Masukan Nilai X = ". y. clrscr( ).4. Tabel. Pradita. Tabel Operator Bitiwise Or Bit Operand 1 0 0 1 1 Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 OR 11101101 = 237 Contoh-13 #include<iostream. cout<<’\n’. Ilamsyah. cout<<"Hasil dari "<<x<<" | "<<y<<" = "<<a<<endl. cin>>x.h> #include<stdio. 3. } Output yang akan dihasilkan.h> void main( ) { int a.

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.9. Tabel Operator Bitiwise XOr Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 XOR 10101101 = 137 Contoh-14 #include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main( ) { int a, x, y; clrscr( ); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x ^ y; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari "<<x<<" ^ "<<y<<" = "<<a<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah: Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 0

Gambar 3.13 Hasil Contoh-14 Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 55

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.10. Tabel Operator Bitiwise Not Bit Operand 0 1 Contoh : 00001000 = 8 |||||||| 11110111 = 247 = -9 Hasil 1 0

Contoh-15

#include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int a, x, y; clrscr(); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; a = ~x; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari ~"<<x<<" = "<<a<<endl; getch(); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah :

Gambar 3. 14 Hasil Contoh 15

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

56

Modul Algoritma Pemrograman I

3.7. Tugas
1. Tentukan apa hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika dibawah ini. Diberikan nilai A = 3; B = 6 ; C = 2 ; K = 5; L = 4; M = 3 a. b. c. d. e. D = (4 + 2 > A && B – 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 ) D=K + 5 < M || (C * M < L && 2 * M – L > 0) D=L + 5 < M || C * K < L && 2 * K – L > 0 D=A * 4 <= 3 * M + B D=K + 10 > A && L – 2 > 4 * C

2. Dari program dibawah ini, bagaimanakah keluaran yang dihasilkan #include<stdio.h> #include<conio.h> main( ) { int a = 21; clrscr( ); printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a = %d",a); a+=3; printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a-- = %d",a--); getch( ); }

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

57

h> #include <iostream. terutama pada pemrograman visualisasi. cin>>a2. a2). dikarenakan hampir semua bahasa pemrograman menggunakan manual inputnya adalah string.h dan ctype. Fungsi Manipulasi String Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan menipulasi string.h> main() { char a1[20]. File header yang harus disertakan adalah string. cout<<"Masukkan Kata .1= ". Pada bab ini akan dibahasa beberapa perintah dan fungsi string.h> #include <ctype. cout<<"Hasil Penggabungannya "<<a1. sumber). Ilamsyah. clrscr(). char a2[20].1. diantaranya: 4. 4.1. } Output yang akan dihasilkan. getch().1. Contoh-1 #include <string.h Bentuk Penulisan : strcat(tujuan. cout<<"Masukkan Kata . Pradita. dan Ani Oktarini 58 . Fungsi strcat( ) Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan.2= ". strcat(a1. Sopiyan. dari program contoh-1 diatas adalah: Frieyadie. cin>>a1.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi String 4 Operasi string selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman.

2. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a2<<" dan "<<a2<<"->".a2)<<endl. char b1[ ] = "BSI". str2).h> #include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 4.b1) <<endl. File header yang harus disertakan adalah string.a1) <<endl. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<b1<<"->". char a2[ ] = "Bsi". dan Ani Oktarini 59 .h> #include <conio.2.1 Hasil Contoh-1 4. Pradita. Contoh-2 #include <string. cout<<strcmp(a1. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 4.h> main( ) { char a1[ ] = "BSI". Sopiyan. getch( ). cout<<strcmp(a2. Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int). clrscr( ). Ilamsyah. cout<<strcmp(a1. Hasil Contoh-2 Frieyadie. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<a2<<"->". Fungsi strcmp( ) Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua.h Bentuk Penulisan : var_int = strcmp(str1.1.

File header yang harus disertakan adalah string. } Output yang akan dihasilkan. File header yang harus disertakan adalah string. Bentuk Penulisan : strcpy(tujuan.3. Frieyadie.h> #include <string. Ilamsyah. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 4.h. char pindah[20].3 Hasil Contoh-3 4.4. /* Proses */ strcpy(pindah. Fungsi strcpy( ) Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ".1. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I 4. cout<<"Pemindahannya = "<<pindah. asal). huruf). Sopiyan.h> #include <conio.h> #include <iostream. gets(huruf).h> main( ) { char huruf[20]. Fungsi strlen( ) Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string.1. Pradita.h Bentuk Penulisan : strlen(str). dan Ani Oktarini 60 . getch( ). dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama dengan string asal. Contoh-3 #include <stdio.

cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata.4 Hasil Contoh-4 4. gets(huruf).h> #include <string.h> main( ) { char huruf[20]. char pindah[20]. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". Pradita. gets(kata). Fungsi strrev( ) Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string. cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ".h> #include <conio. clrscr( ).h> #include <iostream.h> #include <string. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-4 #include <stdio.5. strrev(kata). File header yang harus disertakan adalah string. Frieyadie. dari program contoh-4 diatas adalah: Gamabr 4. Sopiyan. cout<<"Masukan Sembarang Kata = ". clrscr().h> #include <iostream. Ilamsyah.h Bentuk Penulisan : strrev(str). cout<<strlen(huruf).h> main( ) { char kata[20].1. } Output yang akan dihasilkan. Contoh-5 #include <stdio.h> #include <conio. dan Ani Oktarini 61 . String urutan paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya.

Sopiyan. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ).h> #include <iostream. Fungsi atof( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik float. angka = atof(kata). } Output yang akan dihasilkan.6. gets(kata). File header yang harus disertakan adalah math.5 Hasil Contoh-5 4.02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konfersi string. getch( ).h> #include <conio.2. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 4.h Contoh-6 #include <stdio. Fungsi Konfersi String Borland C++ 5. Pradita.2. Hasil Contoh-6 Frieyadie. clrscr( ). a = angka + 5. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. 4. float angka. b.h> #include <math. dan Ani Oktarini 62 . dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 4. a.1.h> main( ) { char kata[20].

float angka. gets(kata). b.h> #include <stdlib.h Contoh-7 #include <stdio.h> #include <stdlib.7. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. File header yang harus disertakan adalah stdlib. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a.h> main( ) { char kata[20]. angka = atoi(kata). a = angka + 5.h> #include <conio. Frieyadie.h> main( ) { char kata[20]. Fungsi atoi( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik integer. File header yang harus disertakan adalah stdlib. Ilamsyah. clrscr( ).2.3.h> #include <iostream.h Contoh-8 #include <stdio. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". getch( ).h> #include <iostream. a. Fungsi atol( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik long integer.h> #include <conio.2.Modul Algoritma Pemrograman I 4.2. Pradita. dan Ani Oktarini 63 . Hasil Contoh-7 4. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 4.

h> main( ) { char kata[20]. angka = atol(kata). getch( ).8. Pradita.h> #include <string. dan Ani Oktarini 64 . Ilamsyah. b. gets(kata).h Bentuk Penulisan : strlwr(str). } Frieyadie. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. Hasil Contoh-8 4. dari program contoh-8 diatas adalah: Gambar 4.2. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<<a. Fungsi strlwr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar ) dalam string menjadi huruf kecil.4. } Output yang akan dihasilkan. a = angka + 2500. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". a. Contoh-9 #include <stdio.h> #include <conio.h> #include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I float angka. strlwr(kata). clrscr( ). Sopiyan. getch( ). cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =". File header yang harus disertakan adalah string. clrscr( ). gets(kata).

clrscr( ). Contoh-10 #include <stdio. Hasil Contoh-9 4. Pradita. cout<<”Hasil Perubahan : ”<<kata<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. strupr(kata). dan Ani Oktarini 65 .10 Hasil Contoh-9 Frieyadie. getch( ).2. Sopiyan.h> main( ) { char kata[20]. File header yang harus disertakan adalah string. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 4.5. Fungsi strupr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string menjadi huruf kapital ( huruf besar ).h> #include <conio.9. gets(kata). dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 4.h Bentuk Penulisan : strupr(str).h> #include <string. cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”.h> #include <iostream.

Ilamsyah. Latihan Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut: 1. Pembagian c. Perkalian b. Pengurangan e. Mencari sisa hasil pembagian Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Diberikan kalimat string berikut : Kalimat1 = "35.6" Kalimat2 = "12. Buatlah program untuk menghitung panjang kata berikut ini: Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika 2. Sopiyan. Penambahan d.5" Kemudian kedua kalimat diatas dihitung menjadi perhitungan : a.3. Pradita. Buatlah program untuk membalik kata berikut ini : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Menjadi seperti berikut : akitamrofnI anaraS aniB retupmoK and akitamrofnI nemejanaM imedakA 3. Bulatlah program untuk menggabungkan dua buah string Kalimat1 = Manajemen Kalimat2 = Informatika Menjadi seperti berikut: ManajemenInformatika 4. dan Ani Oktarini 66 .

Pradita. Sopiyan.h> #include<conio. Ilamsyah.h> #include<iostream. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { pernyataan. 5.1. Diagram Alir IF Bentuk umum dari pernyataan if if (kondisi) pernyataan.1. …… } Contoh-1 #include<stdio. maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. “ Jika kondisi bernilai benar.h> main( ) Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi Penyeleksian Kondisi 5 Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada. Pernyataan IF Pernyataan if mempunyai pengertian. Borland C++ menyediakan beberapa perintah antara lain. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: salah kondisi benar perintah Gambar 5. Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk. Untuk keperluan pengambilan keputusan. dan Ani Oktarini 67 .

cout<<" Nilai X : ". Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: kondisi i Salah Benar Perintah-1 Perintah-2 Gambar 5. getch( ). Frieyadie. Pernyataan IF . Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). Sopiyan.3 Diagram Alir if-else Bentuk umum dari pernyataan if -else if (kondisi) perintah-1. Pradita. “Jika kondisi bernilai benar.1. dan Ani Oktarini 68 . Y : Ada yang bernilai NEGATIF"<<endl.y. maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”.1. cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl. else perintah-2. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 5. else cout<<"X . 2 Hasil Contoh 1 5.ELSE Pernyataan if mempunyai pengertian. cout<<" Nilai Y : ".cin>>x.cin>>y. if ((x >= 0 ) && (y>=0)) cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I { float x.

gapok=5000000. gapok=4000000.cin>>gol. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk.jika golongan=1. jab[10].. dari program contoh-2 diatas adalah : Frieyadie. . } else { perintah-2. dengan kriteria : .h> #include <conio. cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl <<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl. } cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl. pernyataan majemuk atau pernyataan kosong. } else if(gol=='2') { strcpy(jab. Pradita.. cout<<" Masukan Golongan [1/2]: ".Modul Algoritma Pemrograman I Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal. if(gol=='1') { strcpy(jab.Jika golongan =2. long gapok=0.h> #include <iostream. Ilamsyah.h> main( ) { char gol. Sopiyan.. jabatan=Manajer."Direktur")."Manajer"). bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { perintah-1. dan Ani Oktarini 69 .. gapok =5000000 . Jabatan= Direktur. gapok=4000000 contoh-2 #include <stdio. clrscr( ). } Contoh Menentukan besarnya gaji pokok dan jabatan dari golongan. } Output yang akan dihasilkan. . getch ( ).

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 5. 4 Hasil Contoh 2

5.1.2. Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah : if(syarat) { if(syarat) … perintah; else … perintah; } else { if(syarat) … perintah; else … perintah; } Contoh Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut: • Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000. • Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000. Contoh-3 #include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { char kode,ukuran,merk[15]; long harga=0; clrscr( ); Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 70

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode; cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran; if (kode=='1') { strcpy(merk,"H & R"); if (ukuran=='S' || ukuran =='s') harga=45000; else harga=60000; } else if (kode=='2') { strcpy(merk," Adidas"); if (ukuran=='S' || ukuran == 's') harga=65000; else harga=75000; } else cout<<”Salah Kode Baju”<<endl; cout<<"------------------------"<<endl; cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl; cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl; getch(); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :

Gambar 5. 5 Hasil Contoh 3

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

71

Modul Algoritma Pemrograman I

5.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana. Bentuk Umum Penulisannya: if (syarat) { … perintah; … perintah; } else if (syarat) { … perintah; … perintah; } else { … perintah; … perintah; } Contoh Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut: • Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.

Contoh-4

#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0; clrscr( ); cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. "; cin<pendapatan;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

72

} Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 73 . komisi=0. komisi=0. } else if(pendptan<=500000) { jasa=20000.15*pendapatan.1*pendapatan. Sopiyan. getch( ). 6 Hasil Contoh 4 Frieyadie. } else { jasa=30000. komisi=0. "<<total<<endl. "<<jasa<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000) { jasa=10000. cout<<"Uang Komisi Rp. } /* menghitung total */ total = komisi+jasa. cout<<"Uang Jasa Rp. Pradita.2*pendapatan. dari program contoh-4 diatas adalah : Gambar 5. "<<komisi<<endl. cout<<"Hasil Total Rp. cout<<"============================="<<endl. Ilamsyah.

h> #include<iostream. … perintah.h> main() { int kode. switch(kode) { case 11 : cout<<"Komputerisasi Akuntansi". tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer.h> #include<conio. Contoh-5 #include<stdio. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut: switch (ekspresi integer atau karakter ) { case konstanta-1 : … perintah. Ilamsyah.case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat.Modul Algoritma Pemrograman I 5. … perintah. clrscr(). … perintah. dan Ani Oktarini 74 . break. Pradita. Pernyataan switch . break. case konstanta-2 : … perintah.case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian. case 12 : cout<<"Manajemen Informatika". default : … perintah. cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ". Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch.2. cin>>kode. Jika pernyataan ini tidak ada. } Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi.case Bentuk dari switch . break. Frieyadie. break. maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang lainnya. Pernyataan switch . Sopiyan.

. cin>>kode. 7 Hasil Contoh 5 Contoh-6 #include<stdio.C] : ". dan Ani Oktarini 75 . break. break. default: cout<<"Anda Salah Memasukan kode". cout<<"Masukkan Kode Barang [A. case 'C' : case 'c' : cout<<"Alat Masak".h> main( ) { char kode.Modul Algoritma Pemrograman I case 13 : cout<<"Tehnik Komputer". case 'B' : case 'b' : cout<<"Alat Elelktronik". clrscr( ). break. Ilamsyah.h> #include<conio. } getch( ). break. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 5. Pradita.h> #include<iostream. default: Frieyadie. break. switch(kode) { case 'A' : case 'a' : cout<<"Alat Olah Raga".

maka menjadi Juara III • Selain itu tidak juara Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nama Siswa : Nilai Pertandingan I Nilai Pertandingan II Nilai Pertandingan III : : : Frieyadie. Nilai Pertandingan III diinput. dan Ani Oktarini 76 . Ilamsyah. maka menjadi Juara I • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 75. } Output yang akan dihasilkan. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Anda Salah Memasukan kode". Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Pertandingan I. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. maka menjadi Juara II • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 65. Nilai Pertandingan II. dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. 8 Hasil Contoh 6 5. Nilai Pertandingan I. Tugas 1. Ketentuan Juara • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 80. Sopiyan. II dan III dibagi dengan 3. break. } getch( ).3.

Frieyadie. maka mendapat grade “A” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 70.. Nilai Ujian * 50% : . maka mendapat grade “B” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 56... Memperoleh nilai rata-rata . maka mendapat grade “C” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 46. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya..... maka mendapat grade “D” • Selain itu mendapat grade “E” Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan.. dari hasil perlombaan yang diikutinya.. Sopiyan... Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masingmasing nilai. dengan grade .. : . dan Ani Oktarini 77 .... Nilai Keaktifan * 20% : ... Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Ketentuan Nilai Huruf • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 80.... Pradita. : . adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Tugas * 30% : ..... Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa.. memperoleh nilai akhir sebesar . dan menjadi juara ke-.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Keluaran Siswa yang bernama . Jadi Siswa yang bernama .. : . : . Nilai Keaktifan.. Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Ilamsyah.

. Layar Keluaran Karyawan yang bernama …… Honor yang diterima Tunjangan Jabatan Rp .000 • Tunjangan Pendidikan Tingkat Persentase Pendidikan SMA 2... DINGIN DAMAI.. Pradita. Honor Lembur Rp .. Sopiyan. 300.000 perbulan. 300..Modul Algoritma Pemrograman I 3.5% D1 5% D3 20% S1 30% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3... PT. 3500 untuk setiap kelebihan jam kerja karyawan tersebut... Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam... dan Ani Oktarini 78 .. memberi gaji pokok kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.. 300. dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut : Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG GAJI KARYAWAN Nama Karyawan: . maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp. maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan Rp..000 Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam. Ilamsyah. Golongan Jabatan : .. Jumlah jam kerja : .. Pendidikan : . Frieyadie.. Tunjangan Pendidikan Rp . + Honor Lembur Rp .

*/ /* Program for . pengubah nilai pencacah ) { pernyataan / perintah. Ilamsyah. syarat pengulangan. pengubah nilai pencacah ) Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung. Contoh : Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik. merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu. Pradita. memegang kontrol terhadap pengulangan. pernyataan / perintah.*/ #include<stdio. • Syarat Pengulangan. Pernyataan for Perulangan yang pertama adalah for. mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah.h> #include<conio. • Pengubah Nilai Pencacah. karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Proses Perulangan 6 Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. syarat pengulangan. Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut : for ( inisialisasi. sebagai berikut: Contoh-1 /* --------------------------.h> #include<iostream. disini akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya. } Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah : • Inisialisasi. for ( inisialisasi. 6.1. pernyataan / perintah. dan Ani Oktarini 79 .bilangan naik */ /* --------------------------. secara menurun dan menampilkan bilangan ganjil.h> main( ) { Frieyadie.

2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 /* ----------------------------. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 6. a >= 1.*/ /* Program for . } Output yang akan dihasilkan. } Output yang akan dihasilkan. --a) cout<<a. 1 Hasil Contoh 1 Contoh-2 /* ---------------------------.*/ /* Program for . getch( ). getch( ). clrscr( ).h> #include <conio. for(a = 10.h> #include<iostream. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 6.h> main( ) { int a. dan Ani Oktarini 80 .Modul Algoritma Pemrograman I int a. for(a = 1. Pradita. ++a) cout>>a. Ilamsyah. Sopiyan.h> Frieyadie.*/ # include <stdio.bilangan turun */ /* ---------------------------.h> # include <conio. a <= 10.bilangan ganjil */ /* ----------------------------. clrscr( ).*/ #include <stdio.

perulangan yang di dalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 6. syarat pengulangan. for(a = 1. 3 Hasil Contoh 3 6.for Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya.1.*/ /* Program for . Pradita. pengubah nilai pencacah ) { for ( inisialisasi. syarat pengulangan. a <= 10.1. clrscr( ). Sopiyan. Pernyataan nested .Modul Algoritma Pemrograman I #include<iostream. kemudian perulangan yang diluar diselesaikan. Ilamsyah. a+=2) cout<<a.Nested for */ /* ------------------------. Contoh-4 /* ------------------------. dan Ani Oktarini 81 . } } Didalam penggunaan nested-for. pengubah nilai pencacah) { pernyataan / perintah. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut : for ( inisialisasi.h> main( ) { int a.h> #include<conio.*/ #include<stdio. getch( ).h> main( ) Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan.

b++) printf(" %d ". Sopiyan. for (bil = 60.*/ #include<stdio. clrscr( ). a++) { printf("\n"). } Output yang akan dihasilkan.2. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I { int a. bil >=10.h> #include<conio. Sebagai contoh. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. } getch(). bil).a).1. a <= 5. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 6. for(b = a.*/ /* Program for Tdk Berhingga */ /* ------------------------. hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop. 4 Hasil Contoh 5 6. Perulangan Tidak Berhingga Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus. b. jika penulisan perintah sebagai berikut: Contoh-5 /* ------------------------.h> main( ) { int bil. dan Ani Oktarini 82 . Ilamsyah. bil++) printf("%d". clrscr( ). b <= 5. for(a = 1.

*/ /* Program dengan pernyataan goto */ /* -----------------------------. dapat dilihat pada program berikut: Contoh-6 /* -----------------------------.h> main( ) { int a. atas: clrscr( ). Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ).Akan tetapi yang ditulis adalah : bil ++ Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6). Contoh Penggunaan goto. Pernyataan goto Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label. 4 Hasil Contoh 4 Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan menurun. Jika terjadi hal semacam ini. b. Pradita.2.h> #include<stdio. Sopiyan.*/ #include<iostream. Frieyadie. bil).h> #include<conio. char lagi. untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK. cin<<a. kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah. Bentuk pemakaian goto sebagai berikut: goto label. maka pernyataan printf("%d". 6. cout>>"Masukkan Bilangan = ". seharusnya penulisan yang benar berupa bil . dan Ani Oktarini 83 . Ilamsyah. akan terus dijalankan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 5.

getch( ).cpp */ /* ------------------. printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d". } Output yang akan dihasilkan.h> Frieyadie. sebagai berikut: while ( syarat ) { Pernyataan / perintah .3.a. dan Ani Oktarini 84 . if (lagi == 'Y' || lagi == 'y') goto atas.Modul Algoritma Pemrograman I b = a % 2. sebagai berikut: while ( syarat ) Pernyataan / perintah .*/ /* Program while01.*/ #include <stdio. Pernyataan / perintah . Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu. 5 Hasil Contoh 6 6. Pradita. printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : "). dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. Pernyataan while Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for. dengan lebih dari perintah / pernyataan. lagi = getche() . Bentuk umum perulangan while. Sopiyan. yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi. Ilamsyah. Bentuk umum perulangan while. } Contoh-7 /* ------------------. b).

bil). clrscr( ). bil+=2.cpp */ /* ------------------. clrscr( ). Sopiyan. while(bil<=10) { printf(" %d ". Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. 6 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* ------------------. 7 Hasil Contoh 8 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan.*/ /* Program while02. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6.h> #include <conio. } getch( ). Pradita.h> main( ) { int bil=1. ++bil.Modul Algoritma Pemrograman I #include <conio. } getch( ).*/ #include <stdio. while(bil<=10) { printf(" %d ". dan Ani Oktarini 85 . dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 6.bil).h> main( ) { int bil=2.

Pradita. Sopiyan.h> #include <conio.while.*/ #include <stdio. sebagai berikut : do pernyataan / perintah . Ilamsyah. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 6. Contoh-9 /* -----------------. getch( ). clrscr( ). } while(bil<=10).h> main( ) { int bil=2.bil). 8 Hasil Contoh 9 Frieyadie.while */ /* -----------------. Pernyataan do . dan Ani Oktarini 86 .while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang.Modul Algoritma Pemrograman I 6.while. } while ( syarat ). } Output yang akan dihasilkan. Bentuk umum perulangan do . Bentuk umum perulangan do . dengan lebih dari perintah / pernyataan.4. bil+=2.while Pernyataan perulangan do . do { printf(" %d ".*/ /* Program do . sebagai berikut: do { Pernyataan / perintah . Pernyataan / perintah . while ( syarat ).

printf(" %d ". Frieyadie. Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for. b=2.*/ /* Program do .h> main( ) { int bil = 1. getch( ). maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ).h> #include <conio. Ilamsyah. Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch.bil). Sopiyan. Pernyataan break Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch. 9 Hasil Contoh 10 Contoh-11 /* ----------------------------. while dan do-while ).*/ #include <stdio. clrscr( ). bil. dan Ani Oktarini 87 . } Output yang akan dihasilkan. */ /* ----------------------------. Pradita.*/ #include <stdio. clrscr( ). Contoh-10 /* ------------------------------. c=1.5.*/ /* Perulangan FOR dengan break. do { if (bil >= 6) break. } while(bil++). Jika pernyataan break dikerjakan.while dengan break */ /* ------------------------------. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6.Modul Algoritma Pemrograman I 6.h> #include <conio.h> main( ) { int a=3.

6. Sopiyan. b+=c.a.bil). c). Contoh-12 /* ----------------------------. tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut. } getche( ). bil<=10. b.*/ /* Perulangan FOR dengan coninue */ /* ----------------------------. printf("\n%d \t| %d \t| %d". } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n"). Frieyadie. ++bil) { a+=b. for(bil=1. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 5. 10 Hasil Contoh 11 6.h> main( ) { int bil. for(bil=1. Pradita.*/ #include <stdio. dan Ani Oktarini 88 . Ilamsyah. c+=2. dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi. clrscr( ). printf(" %d ". if(c==13) break. printf("-------------------------"). Pernyataan continue Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama. ++bil) { if(bil==6) continue. bil<=10.h> #include <conio. } getch( ).

7. Tugas Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut : 1. Pradita. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan genap membentuk segitiga siku terbalik dengan hasilnya : 10 + 8 + 6 + 4 + 2 = 30 10 + 8 + 6 + 4 = 28 10 + 8 + 6 = 24 10 + 8 = 18 10 = 10 ---------. 11 Hasil Contoh 12 6.+ 110 Frieyadie. 4. Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan genap dengan hasilnya : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 + 16 + 18 + 20 = 110 Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan ganjil dengan hasilnya : 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11 + 13 + 15 + 17 + 19 = 100 Bulatlah program untuk menghitung penjumlahan deret bilangan genap membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 2 =2 2+4 =6 2+4+6 = 12 2+4+6+8 = 20 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan ganjil membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 1 1*3 1*3*5 1*3*5*7 1*3*5*7*9 5. =1 =3 = 15 = 105 = 945 2. 3. Ilamsyah. dari program contoh-12 diatas adalah : Gambar 6. dan Ani Oktarini 89 .

1. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 90 . • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array. Jumlah Elemen Array Nama Variable Array Tipe data elemen array Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotakkotak kecil didalam kotak panjang tersebut. Contoh Pendeklarasian Array float Nil_Akhir[6]. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya. Array Berdimensi Satu Sebelum digunakan. • Array Berdimensi Dua 7. Pradita. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Sopiyan. Bentuk Umum pendeklarasian array: Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran] Keterangan : • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Array 7 Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. Frieyadie. dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi: • Array Berdimensi Satu. Variabel array dalam Borland C++. hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan.

dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 7.*/ /* Inisialisasi Array Dimensi 1 */ /* ---------------------------------. Pradita. selalu dimulai dari Nol ( 0 ) 7.*/ #include <conio."Sabtu"}. Contoh-1 /* ---------------------------------."jum'at". clrscr().h> main() { char hari[7][10]= {"Minggu"."Rabu". cout<<hari[0]<<endl<<hari[1]<<endl<<hari[2]<<endl<<hari[3] <<endl<<hari[4]<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Elemen Array elemen elemen elemen elemen elemen elemen 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 Subcript/Index ARRAY NIL_AKHIR Subscript atau Index array pada C++."Kamis".1. getch(). } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 91 . cout<<"Nama-nama hari:"<<endl. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut : Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array }. Hasil Contoh-1 Frieyadie.1.1.h> #include <iostream."Selasa". Inisialisasi Array Berdimensi Satu Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Sopiyan."Senin". Ilamsyah.

1. for(i=1. gets(nama[i]). cin>>nilai1[i].*/ /* Program Array Satu Dimensi */ /* ---------------------------. cout<<"Ujian"<<endl. cout<<"Nilai MidTest : ".h> #include<iostream.h> #include<iomanip. dan Ani Oktarini 92 .*/ #include<conio. for(i=1.Modul Algoritma Pemrograman I 7. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk : Nama_Array[Subscript/Index] Contoh Nil_Akhir[3]. float nilai1[5]. Sopiyan.2.40)+ (nilai2[i] * 0. cin>>nilai2[i]. Frieyadie.h> main( ) { int i. cout<<"Nama Siswa : ". cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<nama[i].h> #include<stdio. cout<<"No. Ilamsyah.i<=2. float nilai2[5]. Nil_Akhir[0].i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i.60). hasil[i] = (nilai1[i] * 0. Nama Siswa Nilai Nilai ". Contoh-2 /* ---------------------------. cout<<endl. cout<<"Hasil"<<endl. cout<<"Nilai Final : ". dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. Pradita. Nil_Akhir[1]. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. clrscr( ). Mengakses Array Berdimensi Satu Suatu array. cout<<" MidTest Final ". cout<<"------------------------------------------"<<endl."<<i<<endl.i++) { cout<<"Data Ke . float hasil[5].i<=2. char nama[5][20].

dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 7. dan Ani Oktarini 93 .2. cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai2[i].Modul Algoritma Pemrograman I cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i].2. Ilamsyah. getch(). } Output yang akan dihasilkan. berikut dapat anda lihat pada tabel berikut : Data Penjualan Pertahun Tahun Penjualan No 2001 2002 2003 1 150 159 230 2 100 125 150 3 210 125 156 Frieyadie. Sopiyan. cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl. Array Berdimensi Dua Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom. Bentuk Umum pendeklarasian array : Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2] Keterangan: • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom Contoh Pendeklarasian Array Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan. Pradita. Hasil Contoh-2 7. pendataan nilai dan lain sebagainya. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan.

"Carli"}}. Sopiyan.*/ #include<conio.1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut: int data_jual[3][3]. Pradita. Inisialisasi Array Berdimensi Dua Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya."Budi". Contoh pengaksesan dengan bentuk sebagai berikut: Contoh-4 /* -------------------.1. Jumlah Kolom Jumlah Baris Nama Array Tipe data elemen array 7."Mas"}. {"Andi". dan Ani Oktarini 94 .h> main() { char nama[2][3][10]={{"Pak". Hasil Contoh-3 7. cout<<nama[0][1]<<ends<<nama[1][2]<<endl.*/ /* Array Dimensi 2 */ /* -------------------."BU".23. clrscr(). getch().Modul Algoritma Pemrograman I Jika anda lihat dari tabel 7. cout<<nama[0][2]<<ends<<nama[1][1]<<endl. cout<<nama[0][0]<<ends<<nama[1][0]<<endl.h> #include <iostream.h> Frieyadie. Mengakses Array Berdimensi Dua Suatu array. Ilamsyah.2.3. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 7. } Output yang akan dihasilkan. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut: Contoh-3 #include <conio.2.

dan Ani Oktarini 95 .h> main() { int i. } } cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl. getch( ).h> #include<iostream. for(j=1.Modul Algoritma Pemrograman I #include<stdio.i<=3. Pradita. cout<<"NO 2007 2008 2093"<<endl. cout<<"-----------------------"<<endl. cout<<"Jumlah Penjulan : ". } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. int data_jual[4][4].h> #include<iomanip.j<=3.j<=3. cout<<" ". for(i=1. clrscr().i++) { for(j=1. cin>>data_jual[i][j]. cout<<"-----------------------"<<endl. } cout<<"-----------------------"<<endl. j.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i. dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie.j++) { cout<<"Data Ke ."<<i<<" "<<j<<endl.j++) { cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4).i<=3. Sopiyan. for(i=1. cout<<data_jual[i][j]. } cout<<endl.

4.*/ /* Selection sort dengan C++ */ /* -------------------------------.h> int main() { int i. Contoh-5 /* -------------------------------. code.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 7. j. Pengecekan dimulai data ke-1 sampai dengan data ke-n 2. Selection Sort Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen atau proses kerja dengan memilih elemen data terkecil untuk kemudian dibandingkan & ditukarkan dengan elemen pada data awal. int Tmp. iMin. Pradita. Urut.2. Tentukan bilangan dengan Index terkecil dari data bilangan tersebut 3. Tukar bilangan dengan Index terkecil tersebut dengan bilangan pertama ( I = 1 ) dari data bilangan tersebut 4. dan Ani Oktarini 96 .*/ #include<conio. dst sampai seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort.24. Hasil Contoh-4 7. int n. Ilamsyah.h> #include<stdio. Sorting dalam C++ a. Frieyadie. int Arr[100]. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. Prinsip kerja dari teknik ini adalah sbb : 1. Sopiyan.

for(i = 0. i < n . } } } } Urut = Urut + 1. Urut = 1. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. }} } } Urut = Urut + 1. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". i < n. &Arr[i]). Pradita. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. Arr[i]). Sopiyan. i < n. } Frieyadie. Arr[iMin] = Tmp. dan Ani Oktarini 97 . j < n. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). i < n . i++) { iMin = i. i < n. i + 1. Arr[iMin] = Tmp. Arr[i]). j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. scanf("%i". } printf("\nSetelah Pengurutan\n").1.Modul Algoritma Pemrograman I printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". i + 1. for(j = Urut. } getch(). for(j = Urut. }for(i = 0. } for(i = 0. for(i = 0. Ilamsyah. for(i = 0. scanf("%i". if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. i++) { iMin = i. j < n.1. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. &n). i + 1).

i < n. Bandingkan data ke-I tersebut dengan data sebelumnya (I-1).. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". int Arr[100]. int n. Ilamsyah. ke dlm posisinya / tempatnya yg benar. Urut. } getch(). } for(i = 1. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 3. j < n . dan Ani Oktarini 98 .n-2.. Bandingkan data ke-I ( I = data ke-2 s/d data ke-n ) 4. i + 1).1. Sopiyan. Prinsip Kerja Insertion Sort adalah 2. Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ").h> #include<stdio. Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. &n). for(i = 0. i++) { for(j = 0. i < n. scanf("%i". &Arr[i]). j++) { if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j]. i + 1. Pradita. Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3. } b. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". Arr[j] = Arr[j + 1]. Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya ( sebelumnya ) satu persatu (n-1. j. } c. Jika lebih kecil maka data tersebut dapat disisipkan ke data awal sesuai dgn posisisi yg seharusnya Frieyadie. Arr[j + 1] = Tmp. #include<conio. Insertion Short Prinsip dasar Insertion adalah secara berulang-ulang menyisipkan / memasukan setiap elemen. iMin. scanf("%i". Buble Sort Prinsip Kerja dari Bubble Sort adalah : 1. int Tmp. 1. Arr[i]). } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2.dst) 4.Modul Algoritma Pemrograman I getch()...h> int main() { int i.n-3. code. for(i = 0. i < n.

} } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). iMin. Arr[j] = Tmp. } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp. } for(i = 1.1. Sopiyan. j. scanf("%i". i + 1). int Tmp. &n). } Frieyadie. j = i . Urut. while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j].h" #include "stdio. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". scanf("%i". dan Ani Oktarini 99 . j = j . i < n.Modul Algoritma Pemrograman I 5. int n.1. &Arr[i]). Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. for(i = 0. i < n. } else { Arr[j + 1] = Arr[j]. #include "conio. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). Ilamsyah. for(i = 0. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". code.h" int main( ) { int i. i++) { Tmp = Arr[i]. Pradita. i < n. Arr[i]). int Arr[100]. } getch(). i + 1.

.... ..... Pradita.....Modul Algoritma Pemrograman I 7. <diinput> <<Terus berulang tergantung Banyak Jenis>> Layar Keluaran GEROBAK FIRED CHICHEN ------------------------------------------------------------No... <proses counter> Jenis Potong [D/P/S] : . ...4........ ... Pajak 10% Rp . Frieyadie.. . .. 1500 -------------------------Banyak Jenis : .. 2500 P Paha Rp.... Latihan 1... Rp ... <diinput> Jenis Ke . <diinput> Banyak Potong : . . Ilamsyah... Sopiyan... Jenis Harga Bayak Jumlah Potong Satuan Beli Harga ------------------------------------------------------------. -----------------------------------------------------------Jumlah Bayar Rp . 2000 S Sayap Rp... • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan GEROBAK FRIED CHICKEN --------------------Kode Jenis Harga -------------------------D Dada Rp... . dan Ani Oktarini 100 . “GEROBAK FRIED CHICKEN” mempunyai daftar harga ayam sebagai berikut : Kode Jenis Harga ---------------------------------D Dada Rp. Rp .. 1500 ---------------------------------Buatlah programnya dengan ketentuan: • Setiap pembeli dikenakan pajak sebesar 10% dari pembayaran. Jenis Potong dan Banyak Beli diinput. 2000 S Sayap Rp.. • Banyak Jenis.. Total Bayar Rp . Sebuah perusahaan ayam goreng dengan nama “GEROBAK FRIED CHICKEN” yang telah lumayan banyak pelanggannya. 2500 P Paha Rp... ingin dibantu dibuatkan program untuk membantu kelancaran usahaannya.....

. STAY COOL. dan Ani Oktarini 101 .. 2.. maka kelebihkan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp. <proses counter> Nama Karyawan : .... Pradita... Nama Tunjangan Karyawan ----------------Honor Pendapatan Jabatan Pendidikan Lembur Pajak Bersih ------------------------------------------------------------------------------------------...... <di input> Golongan (1/2/3) : ..... Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja sebih dari 240 jam.... .. 700. <di input> Jumlah Jam Kerja : ......000. <diinput> Karyawan Ke ...... STAY COOL ------------------------------------------------------------------------------------------No... . Frieyadie.........Modul Algoritma Pemrograman I 2. . . STAY COOL Masukkan Jumlah Karyawan : .... .... PT.. .. . ... dengan memperoleh tujangan-tunjangan sebagai berikut: • Tunjangan Jabatan Golongan 1 2 3 Persen tase 5% 10% 15% • Honor Lembur Jumlah jam kerja normal dalam satu bulan sebanyak 240 Jam Kerja....500 untuk setiap kelebihan jam kerja dalam satu bulannya....... -----------------------------------------------------------------------------------------Total Gaji yang dikeluarkan Rp. Sopiyan.... <di input> Pendidikan (1=SMU/2=D3/3=S1) : . .... memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.......per bulan.. ... Ilamsyah. • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan dan Keluaran Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT.. ....... .... .. <di input> <<Terus berulang tergantung Jumlah Karyawan>> PT.. ...

Sopiyan. Pradita. Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah: #define nama_konstanta teks Contoh : Teks #define A 6 Nama_Konstanta Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define.1.14 contoh: #define HURUF ‘B’ contoh: #define JABATAN “INSTRUCTOR” contoh: #define CETAK (“Borland C++”) contoh: #define LUAS_KUBUS (n*n) Frieyadie. Ilamsyah. tetapi untuk preprocessor.1.1. guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. dan Ani Oktarini 102 . Teks dapat berupa: • Numerik • Karakter • String • Pernyataan • Fungsi Sederhana contoh: #define PI 3. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : # Ada beberapa preprocessor directive. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler. Preprocessor Directives Preprocessor directive merupakan suatu perintah yang termasuk kedalam program. Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar. diantaranya adalah: 8. didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri. ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Macro Dan File Header adalah: 8 Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari 8. # define Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta.

cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* ----------------------------------.h> #define PI 3. getche( ). Sopiyan. dan Ani Oktarini 103 . Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan.141592 #define L(n) PI*n*n main( ) { clrscr(). # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai.*/ #include<stdio.h> #define awal { #define akhir } #define mulai() main() #define cetak cout #define masuk cin #define hapus() clrscr() #define tahan() getch() #define LS_KUBUS (sisi*sisi) mulai( ) awal Frieyadie. cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl. Pradita.*/ #include<stdio.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* -----------------------------------.1 Hasil Contoh-1 Contoh-2 /* ----------------------------------. Contoh-1 /* ----------------------------------.h> #include<iostream.h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja. cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl.h> #include<iostream.h> #include<conio. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 8.

jika tidak maka. yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat.2. tahan( ). #endif Frieyadie. akhir Output yang akan dihasilkan. hapus( ). Sopiyan. 10.#endif Preprocessor #if . Ilamsyah. cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl. dan Ani Oktarini 104 . dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 8.1. Hasil Contoh-2 10. yaitu: • #include "nama_file_header" “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta penyataan. # include Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya. • #include <nama_file_header> “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya. ls_kubus. # if . masuk>>sisi. kecuali pada directori yang sedang aktif.Modul Algoritma Pemrograman I int sisi. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan : #include "nama_file_header" atau #include <nama_file_header> Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda.1. cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ".#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. diabaikan. cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus.2. ls_kubus = LS_KUBUS.3. Pradita.

1.#else . Pradita. #endif Contoh-4 /****************************** Penggunaan #if .#else .h> #define N 4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). Sopiyan. #else Penyataan-2. dan Ani Oktarini . Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta Penyataan-1. Hasil Contoh-3 10. pernyataan #else dikompilasi. #endif } 105 Frieyadie.#endif ***********************/ #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-3 /*********************** Penggunaan #if . jika #if bernilai salah maka. Ilamsyah.3.h> #include <stdio.4.#endif Preprocessor #if . #else printf("Lebih Kecil dari Nol").#else -#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar.#endif ******************************/ #define N -4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 8. #endif getch( ). # if . Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. } Output yang akan dihasilkan.

Hasil hanya dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang benar. #endif Contoh-5 /***************** Penggunaan #elif ******************/ #define N 12 main( ) { #if N > 10 printf("Lebih Besar dari Sepuluh"). Pradita. Perintah dijalankan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. merupakan kombinasi dari #if dan #else. dan Ani Oktarini 106 .1.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 8.5. #elif N == 10 printf("Sama Dengan Sepuluh "). Dalam hal ini #elif sama halnya seperti #elseif. #else N < 10 printf("Lebih Kecil dari Sepuluh"). #elif ekspresi-konstanta-2 Penyataan-2. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta-1 Penyataan-1. Ilamsyah. Hasil Contoh-4 10. # elif ekspresi-konstanta-n Penyataan-n.4. #endif } Hasil dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 8. Sopiyan.5. Hasil Contoh-5 Frieyadie. Bentuk #elif diikuti oleh ekspresi-konstanta. # elif Preprocessor #elif digunakan untuk mengkompilasi dari pernyataan bertingkat.

# ifdef . Ilamsyah.7. pernyataan akan diabaikan. #endif Penjelasan: Jika nama-konstanta terdefinisi maka. Sopiyan. pernyataan akan dijalankan. Frieyadie.1. dan Ani Oktarini 107 . Contoh-6 /**************** Penggunaan #undef *****************/ #include<iostream.6.6.# ifndef Preprocessor #ifdef dan #ifendef memberikan bagian dari program yang akan dikompile. #undef Preprocessor #undef digunakan untuk menghilangkan nilai yang telah didefiniskan dari daftar definisi. Benuk umum penulisan sebagai berikut: #ifdef nama-konstanta pernyataan.Modul Algoritma Pemrograman I 10. } Hasil dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 8.1. Hasil Contoh-6 10. cout<<LEBAR_MAKS. Pradita.h> #define LEBAR_MAKS 100 #if LEBAR_MAKS>200 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 200 #elsif LEBAR_MAKS <50 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #else #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #endif main( ) { char str[LEBAR_MAKS]. hal ini dapat dilakukan jika sudah konstanta didefiniskan pada bagian #define. hal ini merupakan parameter yang khusus yang harus terdefinisi. jika nama-konstanta tidak terdefinisi maka.

/* types. Pembuatan File Header File Header adalah suatu file dengan akhiran .h .h> #define ANAK1 "ILHAM" #define ANAK2 "HADIANSYAH" main( ) { #ifdef ANAK1 cout<<"Pagi ini "<<ANAK1<<" pergi Kesekolah".1988 All Rights Reserved. #else cout<<"Pagi ini "<<ANAK2<<"pergi Kesekolah". cout<<" pergi Kesekolah". Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++. #endif Frieyadie. Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++. Pradita. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran .Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-7 //--> Penggunaan #ifdef dan #ifndef #include<iostream. } Hasil dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 8. dan Ani Oktarini 108 . #else #ifndef ANAK2 cout<<"Hari ini "<<ANAK1<<" "<<ANAK2. Copyright (c) Borland International 1987.7. kita dapat juga membuat file header sediri. Ilamsyah. Hasil Contoh-7 10. Sopiyan.2.h Types for dealing with time. dengan cara yang sama seperti membuat file editor. File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta.h . #endif #endif getche(). */ #ifndef TIME_T #define TIME_T typedef long time_t.

Contoh-8 /* atur.h contoh pembuatan file header untuk pengaturan.cpp Contoh-9 /* ---------------------------------. Buatlah program dibawah ini. akhir Frieyadie.h> #include<iostream. cout<<"Masukkan Nilai A = ".h. cin>>b. cin>>a. c=a+b.h" mulai( ) awal int a. selanjutnya Compile file atur. Ilamsyah. cout<<"Masukkan Nilai B = ". */ #define awal { #define akhir } #define mulai( ) main( ) #define cetak cout #define tampil cprintf #define masuk scanf #define hapus( ) clrscr( ) #define jika if #define warna textcolor #define tahan getche( ) Setelah disimpan pada direktori C:\BC5\INCLUDE\. dan Ani Oktarini 109 . . b. cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c. cout<<endl. pada folder kerja anda folder include. Sopiyan. c.*/ /* program dengan file header sendiri */ /* ---------------------------------.*/ #include<stdio. hapus( ).h> #include"atur.h> #include<conio.. kemudian simpan dengan nama : atur. kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri.Modul Algoritma Pemrograman I Sebagai latihan berikut ini akan dibuatkan suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor. tahan. tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n"). Buatlah program file heder dibawah ini. Copyright (c) Frieyadie 2001 All Rights Reserved.. Pradita. warna(4).h.

. dan Ani Oktarini 110 . <di-input> Luas Lingkaran : .A. Ilamsyah.T. Buatlah program menghitung nilai akhir perkuliahan pada suatu matakuliah.T..3.A. Tampilan yang diinginkan: Program Hitung Nilai Akhir Mata Kuliah Masukkan Nilai Absensi : ……<di-input> Masukkan Nilai Tugas : ……<di-input> Masukkan Nilai U. Latihan 1.. Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran. Pradita. Buatlah program menghitung pangkat dua serta pangkat tiga dari sebuah bilangan bulat dengan makro. Hasil Contoh-9 10.h. 2.S = <data-inputan> * 40% = <hasil-proses> Nilai Akhir yang diperoleh sebesar : …. nama file header yang diinginkan : lingkaran.S * 30 % • Nilai U. sedangkan sebagai output adalah pangkat dua serta pangkat tiga dari bilangan bulat tersebut.A. Proses berada didalam file header.T. Sopiyan.S : ……<di-input> Masukkan Nilai U.S = <data-inputan> * 30% = <hasil-proses> Nilai Murni U.9. <hasil-proses> Frieyadie. dengan ketentuan sebagai berikut: • Nilai Absensi * 10 % • Nilai Tugas * 20 % • Nilai U.S * 40 % Untuk proses penilaian dilakukan didalam file header dan simpan nama file header tersebut hitnilai. Sebagai input adalah bilangan itu sendiri...S : ……<di-input> Nilai Murni Absensi = <data-inputan> * 10% = <hasil-proses> Nilai Murni Tugas = <data-inputan> * 20% = <hasil-proses> Nilai Murni U. < hasil proses > 3.h Tampilan Yang Diinginkan: Masukkan Nilai Jari-jari : .. < hasil proses > Keliling Lingkaran : .Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 8..

1. Diagram Pengunaan Opeator Dereference 9. Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 0x0012ff88 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75.1. Sopiyan.1. Operator dereference ( & ) 2. operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat.2. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) Gambar 9. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu identifier “&” (ampersand sign) didepan nama variabel. suatu variabel akan menghasilkan alamat lokasi memori. Pradita. 9. Operator Dereference ( & ) Didalam mendeklarasikan suatu variabel harus pada lokasi yang pasti didalam penggantian memori. dan Ani Oktarini 111 .Pada umumnya kita tidak dapat menentukan dimana variabel akan ditempatkan Terkadang secara otomatis dilakukan oleh kompiler dan sistem operasi yang sedang aktif.1. AMIR = ILHAM.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Pointer 9 Merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain. Ilamsyah. Operator Pointer Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh Borland C++: 1. tetapi sesekali sistem operasi akan memberikan banyak alamat yang kita tidak mengetahui dimana variabel ditempatkan. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah. Dengan menggunakan operator dereference ( & ) ini. hal ini dapat dilakukan dengan Frieyadie. Operator Reference ( * ) Dengan menggunakan operator anda dapat mengakses secara langsung nilai yamg terdapat didalam variabel yang berpointer.1. // AMIR sama dengan ILHAM (75) RAKA = &ILHAM. Operator reference ( * ) 9.

agar dapat menterjemahkan nilai sebenarnya dari suatu variabel. Dengan menggunakan operator reference ( * ) ini.2 Diagram Pengunaan Opeator Reference 9. Pradita.h> #include<iostream. RAKA = &ILHAM. menghasilkan nilai yang berada pada suatu alamat memori Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 65524 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. Frieyadie. Sopiyan. Deklarasi Pointer Pada Konstanta Suatu pointer dapat dideklarasikan secara konstanta atau secara tetap tidak dapat diubah.h> void main( ) { char *const nama = "Borland C++". Bentuk penulisan: tipe_data * const nama_konstanta.Modul Algoritma Pemrograman I menambahkan identifier asterisk ( * ). Ilamsyah.h> #include<conio. Untuk mendeklarasikan pointer secara konstanta dengan memberikan kata const didepan nama konstanta. dan Ani Oktarini 112 . Operator ini biasa disebut dengan “value pointed by”. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) RAFLI = *RAKA.2. Contoh-1 //----------------------------------// //Pendeklarasian Pointer Konstanta // //----------------------------------// #include<stdio. // RAFLI sama dengan value pointed by RAKA(75) Gambar 9.

clrscr( ). cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl.h> #include<conio. } Pada program diatas.. ilham = 75. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. *raka. Pradita. amir. memeriksa satu persatu data yang memiliki pointer pada saat variabel tersebut pertama kali dideklarasikan. Pesan Kesalahan Yang Tampil adalah: Cannot modify a const object Error Message yang akan dihasilkan. Contoh-2 //-------------------------------// //Penggunaan Pointer Dereference // //-------------------------------// #include<stdio. raka = &ilham.3 Error Message Contoh-1 9. yaitu tidak dapat diubah-ubah. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 113 . Bentuk penulisan: tipe_data *nama_variabel.h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). getch( ). Frieyadie. Sopiyan. merupakan pointer konstanta. Karena variabel nama.h> main( ) { int ilham. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. Deklarasi Pointer Pada Variabel Karena keakhlian dari pointer untuk menunjuk secara langsung kesuatu nilai. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 9. terdapat kesalahan dan tidak dapat dijalankan. amir = ilham. nama = "Visual C++".3. penyebabnya pada pernyataan nama = "Borland C++".

cout<<"Nilai RAFLI = "<<rafli<<endl. clrscr( ). Ilamsyah. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. } Output yang akan dihasilkan. ilham = 75.h> #include<conio. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 9.5 Hasil Contoh-3 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan.4 Hasil Contoh-2 Contoh-3 //-----------------------------// //Penggunaan Pointer Reference // //-----------------------------// #include<stdio. rafli = *raka.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nilai AMIR = "<<amir<<endl. Pradita. getch(). cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. *raka. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 9. Sopiyan. dan Ani Oktarini 114 . getch( ). rafli. raka = &ilham.h> main( ) { int ilham.h> #include<iostream.

4.7 Diagram Pengunaan Pointer Pada Pointer Contoh-5 // -----------------------------// //Penggunaan Pointer to Pointer // //------------------------------// #include<stdio. getch( ). dari program contoh-5 diatas adalah: Frieyadie. Gambar 9. //pointer pada pointer ilham = '75'.h> #include<iostream. //pointer ke variabel char **amir. Didalam pendeklarasianya. Sopiyan. //pointer ke variabel int **amir. Pointer Pada Pointer Tidak terbatas menunjuk alamat dari suatu variabel.Modul Algoritma Pemrograman I 8. cout<<**amir<<endl. int *raka. hanya menambahkan pointer reference ( * ) pada variabel yang akan ditunjuk. cout<<"Nilai RAKA Hasil Mengakses ILHAM = ". pointer dapat pula menunjuk ke pointer lainnya. char *raka. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<conio. amir = &raka. //-> Penugasan Ke Alamat Memori raka = &ilham. amir = &raka. raka = &ilham. cout<<"Nilai AMIR Hasil Mengakses ILHAM = ". dan Ani Oktarini 115 .h> main() { int ilham. Pradita. cout<<*raka<<endl. Sebagai contoh : char ilham. ilham = 75. Ilamsyah. //pointer pada pointer clrscr( ). cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl.

i<=5. } cout<<endl. karena secara internal array juga menyatakan alamat. cin>>nilai[i]. cout<<endl<<endl.5. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<conio.h> main( ) { int i. for(i=1.8 Hasil Contoh-5 8. cout<<&ptrnilai[i]. Sebagai contoh sederhana dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-6 //------------------------------// //Penggunaan Pointer to Array // //------------------------------// #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9.h> #include<iostream. for(i=1. cout<<endl.i++) { cout<<"Masukan Nilai Pertama = ". yaitu pengenal array sama dengan alamat pada elemen pertama. Ilamsyah. cout<<"Pointer". ptrnilai = nilai. Sopiyan. dari program contoh-6 diatas adalah: Frieyadie. pada array. cout<<"Hasil Pengaksesan Elemen Array Lewat". Nilai "<<nilai[i].i++) { cout<<"Elemen "<<i<<". Menempati Alamat Memori = ". int nilai[5]. int *ptrnilai.i<=5. Pradita. dan Ani Oktarini 116 . } getche( ). Pointer pada Array Konsep Array diantaranya adalah banyak loncatan dari pointer satu ke pointer yang lain. cout<<".

cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. char *band_punk = "RANCID".*/ #include <iostream. } Frieyadie. Ilamsyah.9 Hasil Contoh-6 9. band_punk+=3. getche( ).*/ /* Pointer pada String */ /* ------------------. dan Ani Oktarini 117 . Pointer pada String Pointer pada string dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-7 /* ------------------.h> main( ) { char band_metal[ ] = "SEPULTURA". cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. //menambah nilai penunjuk / pointer cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl.h> #include <conio. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9.6. Pradita.

terdapat perubahan nilai pointer band_punk . pembacaan dilakukan mulai dari pointer pertama. secara default. maka pembacaan berpindah ke alamat ke.10 Hasil Contoh-7 Pada program diatas.4. dan Ani Oktarini 118 . R A N C I D \0 1 2 3 4 5 6 Frieyadie. yang di tunjukkan oleh penambahan nilai pointer pada band_punk+=3. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 9. sehingga tercetak kata CID. karena sudah terjadi penambahan dengan 3.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. Ilamsyah. Pradita.

Nama fungsi. Ilamsyah. } Keterangan: . … pernyataan / perintah.h> garis( ) { printf("\n----------------------\n").Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Fungsi 10 Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan. . diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’. Pradita. … pernyataan / perintah. karena fungsi ini program akan dimulai. Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main(). Sopiyan. Contoh pembuatan fungsi sederhana Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */ #include<conio. .Pernyataan / perintah. diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi. dan Ani Oktarini 119 . sebagai contoh yang lainnya fungsi printf().Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong.1.Argumen. cukup dengan menuliskan nama fungsinya. Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: .Program menjadi lebih terstruktur. Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: nama_fungsi(argumen) { … pernyataan / perintah.h> #include<stdio. boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan. . Pada pemanggilan sebuah fungsi. yang bersifat mutlak. } Frieyadie. 10. tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri. cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya.h> #include<iostream.

garis( ). //memanggil fungsi garis getche( ). • Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi. Nilai-nilai pada objek-objek tersebut didapat dari variabel-variabel yang barada pada program utama. Hasil Contoh-1 10. Prototipe dan Parameter Fungsi Prototipe merupakan uraian dari blok fungsi yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi. garis( ). sedangkan blok program fungsi yang mengandung perintah-perintah atau pernyataan-pernyataan dari program berada di bawah blok program utama yang memiliki keuntungan sebagai berikut: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi.. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 10. dan Ani Oktarini 120 .2. Prototipe fungsi dituliskan di atas blok program utama dan diakhiri dengan tanda qualifier titik koma ( . Frieyadie. Pradita. } Output yang akan dihasilkan. • Jumlah parameter yang digunakan • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan. //memanggil fungsi garis cout<<"AMIK BSI .Pondok Labu"<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I /* program utama */ main( ) { clrscr( ). Ilamsyah. yaitu : • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam definisi fungsi.1. Terdapat dua macam para parameter fungsi. maka akan menunjukkan kesalahan. Sedangkan yang dimaksud dengan parameter pada fungsi adalah suatu pendefinisian nilai-nilai dari objek-objek yang dideklarasikan pada bagian argumen di fungsi. ). Sopiyan. • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama.

"---Bilangan Ganjil---").cin>>i.int n).. } if (lagi=='Y' || lagi=='y') goto atas. Pradita. coment(c. cout<<"\n\nIngin input lagi [Y/T]: ".. main() { …. ….h> //untuk strcpy char coment (char ket[30].h> #include <string. if (a==1) strcpy(ket. Sopiyan.. } Frieyadie. } Contoh penggunaan prototipe fungsi dan parameter fungsi sebagai berikut: Contoh-2 //Penggunaan Prototipe pada Fungsi #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual. int y) { …. dan Ani Oktarini 121 .c[30]. b). total(a. a=n%2. Ilamsyah. else strcpy(ket. //prototipe fungsi main( ) { char lagi..int n) { int a. //paramater formal cout<<c."---Bilangan Genap---"). } //blok program fungsi dengan parameter aktual char coment (char ket[30].cin>>lagi. int i. } parameter aktual parameter formal float total( int x. else getch( ).i). { cout<<"Masukkan nilai = ". atas: clrscr( ).h> #include <iostream.

Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal. clrscr( ). dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 10. Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah. cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()".Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.*/ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* -----------------------. cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ". } tambah(int m. yaitu: 10.h> #include<stdio. walaupun nilai dari parameter formal berubah.b). Hasil Contoh-2 Di dalam bahasa C++ ada dua cara untuk melewatkan nilai-nilai parameter ke dalam fungsi dari nilai-nilai variabel.2. b = 9. Pradita. Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-3 /* -----------------------.2. n+=7. int n) { m+=5.h> #include<iostream. getch( ) .h> tambah(int m.1. Sopiyan. int n). cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan". Ilamsyah. dan Ani Oktarini 122 . b. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.*/ #include<conio. Frieyadie. tambah(a. main( ) { int a. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. a = 5.

Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 10.&b).h> #include<iostream. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-3 10. Contoh-4 /* ---------------------------.*/ #include<conio.h> tambah(int *c. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu parameter aktual dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu parameter yang dilakukan di dalam fungsi. Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference) Pemanggilan dengan referensi merupakan pemanggilan nilai suatu parameter di dalam fungsi ke parameter actual yang disimpan pada alamat memori dengan menggunakan pointer. Frieyadie.h> #include<stdio.2. int *d). cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi". cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Sopiyan. clrscr( ). main( ) { int a. cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi".*/ /* Penggunaan Call By Reference */ /* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------. cout<<endl.3. tambah(&a. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. dan Ani Oktarini 123 . cout<<endl.2. a = 4. b = 6. b.

dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 10. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan.h> #include <stdio. } float kel (int r)//fungsi kel lingkaran { return(3. Pernyataan return(). *d+=5. } Frieyadie.3. Sopiyan.14*2*r). cout<<endl.h> #include <iostream. dikarenakan nilai hasil dari parameter formal akan disimpan pada nama fungsi. Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya.h> float luas (int r)//fungsi luas lingkaran { return(3. int *d) { *c+=7. cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d.4. dan Ani Oktarini 124 . Pradita. cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()". Hasil Contoh-4 10.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-5 /* Pernyataan Return pd Fungsi */ #include <conio. } tambah(int *c. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. Syarat utama dalam pembuatan fungsi return adalah nama fungsi yang dapat mengembalikan nilai.14*r*r).

Pradita. 10. Variabel Lokal Variabel Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh fungsi yang bersangkutan. Terdapat beberapa jenis variabel yaitu: • Variabel Lokal. Hasil Contoh-5 10.5.1. main( ) { Frieyadie. Contoh-6 /* -------------. Jenis Variabel Jenis Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah.h> lokal( ). clrscr( ). dan Ani Oktarini 125 .*/ #include<conio. cout<<"Masukkan Jari-jari = ".*/ /* Variabel Lokal */ /* -------------. Ilamsyah. cout<<"Keliling lingkaran = "<<kel(j). dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 10.h> #include<stdio. cout<<"Luas lingkaran = "<<luas(j)<<endl. getch( ).4.4.cin>>j.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int j. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. • Variabel Statis.h> #include<iostream. Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel Otomatis. • Variabel Eksternal atau Global.

Frieyadie. yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main(). Hasil Contoh-6 10. clrscr( ). cout<<"Pemanggilan Variabel Lokal"<<endl. diluar dari fungsi main(). dan Ani Oktarini 126 .h> #include<iostream. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. Sopiyan. Contoh-7 /* -----------------------------.*/ /* Variabel Eksternal atau Global */ /* -----------------------------.h> int a = 6.*/ #include<conio. } Output yang akan dihasilkan. lokal( ).6. Pradita. Variabel Eksternal Variabel Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan berulang-ulang. Ilamsyah. getch( ).2.4.Modul Algoritma Pemrograman I int a = 15. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. } lokal( ) { int a = 10. //--> deklarasi variabel eksternal void lokal( ). Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini. cout<<"\nNilai a didalam fungsi lokal( ) = "<<a.h> #include<stdio. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 10.

h> #include<stdio. • Jika variabel statis bersifat eksternal. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. • Jika tidak ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal nol. Sopiyan. cout<<"Penggunaan Variabel Eksternal"<<endl. Hasil Contoh-7 10. dan Ani Oktarini .Modul Algoritma Pemrograman I void main( ) { clrscr( ).h> 127 Frieyadie.4. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat variabel dideklarasikan. Suatu variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu tipe data variabel. Contoh-8 /* -------------------------. Variabel Statis Variabel Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel statis ini mempunyai sifat antar lain. maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis dideklarasikan. Pradita. Ilamsyah. cout<<a.*/ #include<conio. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 10. • Jika variabel statis bersifat local.*/ /* Penggunaan Variabel Statis */ /* -------------------------.h> #include<iostream.3. } void lokal( ) { a+=10. //--> pemanggilan fungsi local cout<<"\nNilai Setelah penggilan fungsi local() = ". lokal ( ).7.

} walah( ) { static int k. • Pada pencetakan k didalam fungsi main( ). Output yang akan dihasilkan. walah( ). cout<<"\nNilai K didalam fungsi main() = "<<k. didapat dari k=0+4. karena variabel k.8. Pradita. //--> prototipe fungsi walah main( ) { int k = 5. adalah 5. } Hal ini terlihat bahwa : • Pada pada prototipe fungsi walah( ) tidak tedapat nilai awal. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) pertama. karena nilai k yang terbaru adalah 4. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) kedua. didapat dari k=4+4. terutama programprogram yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for. Frieyadie. dan Ani Oktarini 128 . walah( ). while dan do – while. getch( ). // --> deklarasi variabel statis k += 4.Modul Algoritma Pemrograman I walah( ). didalam fungsi main( ) bersifat lokal. tercetak nilai variabel k = 8. tercetak nilai variabel k = 4. cout<<"\nNilai K didalam fungsi() = "<<k. Sopiyan.5. Ilamsyah. Hasil Contoh-8 10. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 10. maka secara otomatis variabel k = 0. Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan tipe data. clrscr( ). Fungsi inline Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih.

Hasil Contoh-9 Contoh-10 /* -------------------------. } int main( ) { { cout << "Kami Sedang Belajar.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------.h> #include<iostream. ".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-9 /* -------------------------. Sopiyan. Frieyadie.h> #include<stdio.h> inline static void cplusplus( ) { cout << "Pemrogramman C++\n". dan Ani Oktarini 129 . int j) { return(i * j). cout << "C++ Programming. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 10. k*2)<<" ".h> #include<iostream. } main( ) { int k. getch( ). Ilamsyah.h> #include<stdio.9. Pradita. ". for(k = 1. k < 20.h> inline int kali(int i. clrscr( ).*/ #include<conio.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. k++) cout<<kali(k. } Output yang akan dihasilkan.*/ #include<conio.

cout << "Sedang Kami Pelajari.\n\n". cout << "Berarti Sudah Anda Kuasai". Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I cplusplus( ). } getche( ). Ilamsyah. dan Ani Oktarini . Contoh-11 s/* ------------------------------.h> #include<stdio.10. ". Function Overloading Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi. Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut. ". s Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengna tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbeda-beda pula. cout << "Mudah Untuk Dipelajari. cplusplus( ).h> 130 Frieyadie. } { cout << "Mari Belajar. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 10. Hasil Contoh-10 10.6. Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading.\n\n".*/ #include<conio. } { cout << "Jika Sudah Mengerti. } Output yang akan dihasilkan. cplusplus( ).*/ /* Penggunaan function overloading */ /* ------------------------------.h> #include<iostream. Sopiyan. sehingga memiliki nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda.

11. } long hitung(long c) { return(c*c). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -2 : ". cout<<hitung(4)<<endl. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. void main( ) { clrscr( ). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -3 : ". cout<<hitung(3)<<endl. cout<<hitung(2)<<endl. Hasil Contoh-11 Frieyadie. } double hitung(double d) { return(d*d). dan Ani Oktarini 131 . Sopiyan. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I int hitung(int b). } int hitung(int b) { return(b*b). Pradita. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -1 : ". float hitung(float d). long hitung(long c). dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 10.

maka mendapat diskon sebesar 35%.000.0) * 5 / 9.000.Jika belanja dimulai dari Rp.7778 Pemanggilan dengan tipe data integer Proses dengan tipe data integer 100 sama dengan 37 Frieyadie. <di input > Besar diskon yang diberikan Rp.32. Besar pembelian barang Rp. Buatlah program untuk menghitung besarnya diskon yang diberikan atas besanya sejumlah pembelian. sampai dengan Rp.000. 1. maka tidak mendapat diskon. Buatlah 3 (tiga) buah fungsi untuk dioverloading. Contoh : Jika nilai Fahrenheit = 100 c = (100 .000. dengan ketentuan sebagai berikut : . . ………. ………< hasil proses > 2. c = (68) * 5 / 9. dengan variabel untuk masing-masing fungsi berbeda-beda. ………< hasil proses > Besar harga yang harus dibayarkan Rp.000.7. 5. Fungsi yang harus dibuat potong() untuk menghitung besar potongan yang akan diberikan.7778 Pemanggilan dengan tipe data float Proses dengan tipe data float 100 sama dengan 37. c = 37. 1. maka mendapat diskon sebesar 20%. . Buatlah program untuk menghitung konversi dari derajat fahrenheit ke celcius Petunjuk : Gunakan Function Overloading. • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah double • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah float • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah integer Rumus konversi yang digunakan adalah c = (f . Ilamsyah.000 . Pradita.000. Latihan 1.Jika belanja diatas Rp.Jika belanja dibawah Rp. Sopiyan.32) * 5 / 9.7778 Hasil keluaran yang diinginkan : Pemanggilan dengan tipe data double Proses dengan tipe data double 100 sama dengan 37.Modul Algoritma Pemrograman I 10. 5.000 . Dengan tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Program Hitung Potongan. dan Ani Oktarini 132 .

. <diinput> Tampilan Keluaran yang diinginkan: Tarif Sewa Rp.. < hasil proses > Penyewa dengan Nama ... <diinput> Banyak Pinjam : .Kecil-Kecilan".. Sopiyan.. Pradita........ dan Ani Oktarini 133 ... .Modul Algoritma Pemrograman I 3.. ... Buatlah program untuk menghitung jumlah pembayaran pada perpustakaan "Kecil-Kecilan". ---------------------------Nama Penyewa Buku : .... <diinput> Kode Buku [C/K/N] : . <hasil proses> Jenis Buku : . Ilamsyah... <hasil proses> Frieyadie. Mempunyai ketentuan sebagai berikut: Kode Jenis Buku C K N Jenis Buku CerPen ( Kumpulan Cerita Pendek ) Komik Novel Tarif Buku 500 700 1000 Petunjuk Proses : • Buatlah Fungsi Tarif untuk menentukan terif penyewaan • Gunakan Pernyataan If – Else Tampilan Masukan yang diinginkan: Perpustakaan "... <hasil proses> Jumlah Bayar Penyewaan Sebesar Rp.

. }. Atau struct { elemen_struktur... float nilai. float nilai. } nama_tipe_struktur.1. struct { atau char nim[5]. . karena secara otomatis menjadi sebuah tipe data. Dan penggunaannya harus menggunakan objek/nama variabel yang menggunakan dari nama structure itu sendiri • Penulisan nama Structure dengan mengikuti bentuk umum kedua. penggunaan nama structure-nya tidak bisa langsung di gunakan.. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur. . char nama[15]. maka penggunaan nama structure-nya bisa langsung di aplikasikan..Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Structure 11 Struktur digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda. Deklarasi Structure Structure dapat deklarasikan seperti berikut: struct nama_tipe_struktur { elemen_struktur.. char nama[15].. Frieyadie. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 134 .. Sopiyan. Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal 11.... Hal yang perlu di perhatikan : • Penulisan nama Structure jika mengikuti bentuk umum pertama.. Contoh Deklarasi struct mahasiswa { char nim[5]. }mahasiswa. }. Pradita..... . .

1. cin>>mahasiswa. cout<<"masukan NIM = ".nilai<<endl. Ilamsyah.nilai.h> main( ) { struct { char nim[5]. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 11.cpp */ /* ---------------------------. cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa. getch( ). } Output yang akan dihasilkan.*/ #include<stdio. dan Ani Oktarini 135 . char nama[15]. cin>>mahasiswa.nim<<endl.nama<<endl. Pradita. cin>>mahasiswa. cout<<"NIM = "<<mahasiswa. Hasil Contoh 1b Bandingkanlah Contoh-1a dengan Contoh-1b berikut ini.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct1. clrscr( ).nim. cout<<"masukan Nama = ". Sopiyan. cout<<"Nama = "<<mahasiswa.nama. cout<<"\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n". Adakah perbedaannya ? Frieyadie. } mahasiswa.h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1a /* ---------------------------.h> #include<iostream.

dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11.h> #include<stdio. cout<<"masukan NILAI AKHIR : ". } Output yang akan dihasilkan.cin>>mahasiswa. cout<<"NIM : "<<mahasiswa.1b. dan Ani Oktarini 136 . int nilai.nim<<endl.nama.cin>>mahasiswa.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct2.cpp */ /* ---------------------------. Hasil Contoh 1b Frieyadie. cout<<"NILAI AKHIR: "<<mahasiswa.h> #include<iostream.nilai. getch( ). Sopiyan. cout<<"masukan NAMA : ". Ilamsyah. cout<<"\n\n Data yang Anda Inputkan Adalah : "<<endl<<endl. clrscr( ).nim. Pradita. }.nilai<<endl.cin>>mahasiswa. data mahasiswa.h> main( ) { struct data { char nim[10]. cout<<"masukan NIM : ".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1b /* ---------------------------.*/ #include<conio.nama<<endl.nama[15]. cout<<"NAMA: "<<mahasiswa.

cpp */ /* -----------------------------------------. cout<<"masukan Nilai Akhir = ".nim.Modul Algoritma Pemrograman I 11. k=1. } mhs[5]."<<j++<<endl. cin>>mhs[i]. ………………….h> #include<iostream. float nilai. struct { char nim[5].h> #include<conio. Suatu elemen-elemen dari suatu Struktur dapat dikirimkan ke dalam suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel sederhana ke dalam suatu function. Ilamsyah.2. sehingga membentuk Array dari Structure. main( ) { int i. cout<<"masukan NIM = ".*/ /* Program Penggunaan structure pada function */ /* Nama File : struct4.*/ #include<stdio.nim<<endl. i<2. cout<<"masukan Nama = ". cout<<endl. i<2. Frieyadie. dan Ani Oktarini 137 . cout<<"NIM = "<<mhs[i]. Sopiyan. . Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program berikut: Contoh-2 /* -----------------------------------------. cin>>mhs[i]. cin>>mhs[i]. for(i=0. } clrscr( ). clrscr( ). Structure dengan Array dan Function Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure.nama. char nama[15]. i++) { cout<<"Data Ke . Berikut bentuk deklarasi array struktur: struct { elemen_struktur . i++) { cout<<"Data Ke ."<<k++<<endl.h> char ket(float n). } nama_tipe_struktur[jml_index]. Pradita.nilai. for(i=0. j=1.

maka Nilai Hasil < 47 Frieyadie. maka Nilai Hasil >= 56 • Jika Nilai Huruf = D. } char ket(float n) { if(n > 65) return 'L'.nilai<<endl. dan Ani Oktarini 138 . } Output yang akan dihasilkan.nama<<endl. maka Nilai Hasil >= 70 • Jika Nilai Huruf = C. Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. Buatlah program untuk menghitung nilai Hasil dari nilai UTS. Hasil Contoh 2 11. UAS dan menampilkan nilai huruf yang akan didapat. cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i]. maka Nilai Hasil >= 47 • Jika Nilai Huruf = E. Buatlah sebuah function untuk menghitung nilai Hasil Nilai Hasil = (Nilai UAS * 40%) + (Nilai UTS * 60%) • Jika Nilai Huruf = A. cout<<endl. Latihan Kerjakan tugas-tugas dibawah ini sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pengerjaan yang telah diberikan : 1.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nama = "<<mhs[i]. Sopiyan. cout<<"Keterangan yang didapat = ".nilai)<<endl. Ilamsyah.2. maka Nilai Hasil >= 80 • Jika Nilai Huruf = B. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. } getch( ). cout<<ket(mhs[i].3. else return 'G'. Pradita.

Honor harian pegawai honorer sebesar Rp. Buatlah program untuk menghitung honor pegawai honorer dari suatu perusahaan dengan menghitung kelebihan jumlah jam kerja pegawai tersebut. Ilamsyah. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Tampilan akhir adalah sebuah tabel. 5000 + Honor harian • Jika jumlah jam kerja hanya 8 jam tidak mendapat honor lembur. Frieyadie. Pradita. maka kelebihan jam kerja dikalikan Rp. 15000 Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. seperti dibawah ini: 2. Buatlah sebuah function untuk menghitung honor lembur Ketentuan lembur dihitung dari kelebihan jam kerja pegawai tesebut. dan Ani Oktarini 139 . hanya mendapat honor harian saja. Jam kerja normal pegawai sebanyak 8 jam • Jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam.

Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Class untuk Object Oriented Programming (OOP) 12. 2. Methode Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan. dan Ani Oktarini 140 .1. Object Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud. 3. Keuntungan Penggunaan OOP Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah: 1. Pengertian OOP BORLAND C++ 12 Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut. Pradita. Ilamsyah. Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai. panjang dan lain-lain. Class Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek.1. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode). pesan atau pernyataan antar objek. kelompok buku dan lain-lain. Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis. warna.1. atau penggunaan atau manfaat dari objek tersebut. digunakan dan lainlain. Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan. Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok fungsi. Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain. Mudah diperbaharui Frieyadie. Class juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut. seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari penggunaannya. 12. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata. seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil.

ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis Obyek: 1. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis. atapnya. Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya. Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Bentuk umum dari kelas: class class_ name { private: data element_class. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif 3. Ilamsyah. method. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek 2. dan Ani Oktarini 141 . warna catnya dan lain-lain.Modul Algoritma Pemrograman I Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public. }. Object Declaration. method. bentuk.2. maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public. motor sport. ketebalannya. Nama Anggota Data Pendefinisian Objek Frieyadie. Sopiyan. 4. dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya. temboknya dan lian-lain. Pradita. public:c data element_class.1. protype function. float harga . int stok . Contoh deklarasi : Nama class class motor { char merk [50]. }. 12. jendelanya.

cout<<"\t Nilai Siswa"<<endl <<"\t ------------"<<endl<<endl <<" NIS = "<<sekolah.cin>>sekolah.nama. cout<<"\t Program Nilai Siswa"<<endl <<"\t -------------------"<<endl. semua item di dalam kelas bersifat private.nilai.cin>>sekolah. item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public. }. Jadi tanpa menuliskan kata kunci private. Pada sebuah kelas. dan Ani Oktarini 142 . cout<<" Input NIS = ".h> garis( ) { cout<<"==============================\n". semua item di dalam kelas sudah private. garis( ).cout<<endl. getch( ). Pradita.nama<<endl <<" Nilai Akhir = "<<sekolah.Modul Algoritma Pemrograman I Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport. } class siswa { public : char nis[9]. Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa disebut dengan objek. Ilamsyah. cout<<" Input Nama Siswa = ".nis<<endl <<" Nama Siswa = "<<sekolah. float nilai. Secara default. Sopiyan.nama[20]. Public pada kelas Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas.nis. garis( ).cin>>sekolah. A. } Output yang dihasilkan dari program contoh-1 di atas adalah: Frieyadie. main( ) { clrscr( ). cout<<" Input Nilai Akhir = ".h> #include <conio.nilai<<endl.cout<<endl. garis( ). Contoh-1 //Penggunaan public pada class #include <iostream. siswa sekolah. clrscr( ).

getch( ).14 class tabung { private : int j. tabung s. void main( ) { clrscr( ). float v. Ilamsyah. }.1 Hasil Contoh-1 (Layar Input) Gambar 12. } Frieyadie.h> #define pi 3. Pradita. s. Private pada Kelas Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung. Contoh-2 //Penggunaan private pada class #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 12.2 Hasil Contoh-1 (Layar Output) B. dan Ani Oktarini 143 . void keluaran( ).k.t. public : tabung( ).keluaran( ). Sopiyan.h> #include <iostream.

Modul Algoritma Pemrograman I tabung :: tabung( ) { cout<<"\n Menghitung Tabung"<<endl <<" -----------------"<<endl<<endl. } void tabung :: keluaran( ) { cout<<endl <<" Volume Tabung = "<<v<<endl <<" Keliling Tabung = "<<k<<endl. public: int inta( ). Frieyadie.3 Hasil Contoh-2 12. Berikut contoh pendeklarasian suatu konstruktor di dalam sebuah kelas: class hitung { private: int a. } Output yang dihasilkan dari program contoh-2 di atas adalah: Gambar 12. Ilamsyah. Pradita. cout<<" Masukan Jari-jari = ".2. Konstruktor Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada. cout<<" Masukan Tinggi = ". int intb( ). Sopiyan. k=(2*(pi*2*j))+t.cin>>t. v=(pi*j*j)*t. Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk memberikan nilai awal.cin>>j. int b. dan Ani Oktarini 144 .

.info( ). nyata = 3. //konstruktor void info( ). double nyata..Modul Algoritma Pemrograman I hitung(int mudah). public : bilangan( ). } bilangan :: bilangan( ) { cout<<"\n Konstruktor dijalankan . //deklarasi constructor }. b. bulat = 5. Contoh-3 //Konstruktor #include <conio. dan Ani Oktarini 145 . }. void main( ) { clrscr( ). getch( ). Sopiyan. Pradita. bilangan a. bilangan b.h> class bilangan { private : int bulat. "<<endl.6.2. } Frieyadie.info( ). a. } void bilangan :: info( ) { cout<<"\n Jenis Bilangan: "<<endl <<" Bulat = "<<bulat<<endl <<" Nyata = "<<nyata<<endl. Ilamsyah.h> #include <iostream.

125. Destruktor Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah menyelesaikan tugasnya. void main( ) { clrscr( ). public : motor(char *nama.//destruktor void keterangan( ). }. Pradita. motor sport("Honda CBR". Contoh-4 //Destruktor #include <conio.3.500. dan Ani Oktarini 146 .h> #include <iostream. float cc_mesin. getch( ).30500000).4 Hasil Contoh-3 12.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-3 di atas adalah: Gambar 12. } Frieyadie. sport.h> class motor { private : char *merk. long harga. long hrg).keterangan( ).keterangan( ).14500000). Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu setelah tidak menggunakannya lagi. Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga.//konstruktor ~motor(). Sopiyan. matic. motor matic("Honda Vario". float cc. Ilamsyah.h> #include <string.

4. } Output yang dihasilkan dari program contoh-4 di atas adalah: Gambar 12. } motor :: ~motor( ) { delete [ ] merk.//menghapus memori karakter pd merk } void motor :: keterangan( ) { cout<<"\n Informasi Motor:"<<endl <<" Merk = "<<merk<<endl <<" CC Mesin = "<<cc_mesin<<endl <<" Harga = "<<harga<<endl<<endl.nama). cc_mesin=cc.5 Hasil Contoh-4 12.h> #include <iostream. Pradita. Berikut ini contoh anggota dari suatu kelas yang berupa array. float cc. Sopiyan. harga=hrg. Ilamsyah. Contoh-5 //Class dg Array & Fungsi #include <conio.//merubah data karakter menjadi string strcpy(merk. Array pada Kelas Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array. long hrg) { merk = new char[25].h> Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I motor :: motor(char *nama. dan Ani Oktarini 147 .

jam).cin>>kary[x]. NIK Nama Jumlah Upah Total\n" <<" Karyawan Jam Lembur Gaji\n" <<" -------------------------------------------------\n".cout<<b++<<". cout<<" Jumlah Jam :".3).jam. getch( ). Frieyadie.4). Sopiyan.x<y.x++) { gotoxy(3. double total.nm.cout<<"Daftar Gaji Mingguan\n".lembur(kary[x].nik.cin>>kary[x]. Ilamsyah. } cout<<" -------------------------------------------------\n". int jam. gotoxy(15.".nm[25]. cout<<" Nama Karyawan :".jam. gotoxy(7. kerja kary[15]. main( ) { int x. float lembur(int l). grand=grand+kary[x].wherey()).total.jam). double grand=0. cout<<endl<<"Jumlah Data :".x<y. cout<<" NIK :".nik. gotoxy(30. gotoxy(16.cout<<"Karyawan Honorer\n".cout<<grand<<endl.wherey()).a=1.cout<<kary[x].wherey()).cin>>kary[x]. } float kerja::lembur(int l) { if (l>40) return(l-40)*30000.total=(40*20000)+kary[x].cout<<kary[x]. cout<<" -------------------------------------------------\n" <<" No.x++) { cout<<endl<<" Data Ke-:"<<a++<<endl.cout<<kary[x].wherey()). cout<<" Total Keseluruhan Karyawan :".wherey()).y. gotoxy(36. for(x=0. kary[x].Modul Algoritma Pemrograman I class kerja { public : char nik[10].cout<<kary[x].cin>>y. }. Pradita. gotoxy(44.cout<<kary[x].b=1.nm. gotoxy(44.wherey()).wherey()). dan Ani Oktarini 148 . gotoxy(14.total<<endl.lembur(kary[x]. for(x=0. } clrscr( ).

} Output yang dihasilkan dari program contoh-5 di atas adalah: Gambar 12.7 Hasil Contoh-5 (Layar Output) 12. Karakterisitk OOP Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang disebut Object Oriented Pemrograman (OOP). Ilamsyah. satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism).6 Hasil Contoh-5 (Layar Input) Gambar 12. Inheritance Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit. Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan (Inheritance). Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of). Pradita.5. haruslah memiliki karakteirstik. dan Ani Oktarini 149 .5.Modul Algoritma Pemrograman I else return 0. Sebagai Frieyadie. Sopiyan. pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation). Berikut akan dijelaskan karakteristik OOP tersebut: 12.1.

yaitu : 1. walalupun tidak semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas. bila digabung menjadi mobil sport. class yang baru akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. dan menyebabkan anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. Class yang sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class yang baru disebut dengan derived class atau subclass. Manakala suatu kelas menerima warisan. Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama. yakni memiliki motor. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. Private Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan.h> #include <conio. TUTUL. Public Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. 2. anda dapat menandai bahwa suatu kelas berasal dari mana. Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam. semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan. Inherate sangat mirip dengan hubungan orang tua dengan anak. Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain. Tanpa inheritance. Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas. Pradita. kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri. Ilamsyah. Berikut penulisan sintaksisnya: Class kucing_besar : Public predator Contoh-6 //pengunaan inheritance #include <iostream. Sopiyan. Bobotnya(5){} Frieyadie. sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih. atau child class. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. class Predator { public: // constructors Predator( ):Usianya(10).h> enum KETURUNAN { PUMA. yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas. kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita. Protected Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan. dan Ani Oktarini 150 . SINGA.Modul Algoritma Pemrograman I contoh. tipe asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass). 3. Dengan inheritance. MACAN }.

\n". } void SetUmur (int Umur) { Usianya = Umur.. } void setKeturunan(KETURUNAN keturunan) { Keturunannya = keturunan. cout<<" Tahun Usianya \n". } Frieyadie. }. } //other methods void Melompat( ) { cout<<" Melompat . Pradita. } // method lainnya void Meraung( ) const { cout<< "Meraung . dan Ani Oktarini 151 . Ilamsyah. } void Berburu( ) { cout<<" Berburu . cout<<" Umur Raja Hutan adalah: "<<Sibelang. ingin makan \n". class Kucing_besar : public Predator { public: //constructors Kucing_besar ( ) : Keturunannya (SINGA) {} ~Kucing_besar( ) {} //Accessors KETURUNAN DptKeturunan() const { return Keturunannya. Sibelang..Meraung( ).} protected: int Usianya. } int Beratnya ( ) const { return Bobotnya. } private: KETURUNAN Keturunannya.\n". int Bobotnya. Sibelang.} void Tidur( ) const {cout<< "ssshhh… Predator Tidur.. int main( ) { Kucing_besar Sibelang. suara Predator!\n". } void SetBerat(int Berat) { Bobotnya=Berat...Umurnya().Berburu( ).Modul Algoritma Pemrograman I ~Predator( ) {} //accessors int Umurnya( ) const {return Usianya. getch( ).. }. Sopiyan.

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-6 di atas adalah:

Gambar 12.7 Hasil Contoh-6

12.5.2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya mendeklarasikan method sebagai virtual. Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut: 1. Virtual function harus anggota class. 2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis. 3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek. 4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat berupa virtual destructor.

Contoh-7

//Penggunaan Polymorphism #include <iostream.h> #include <conio.h> class HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya hewan peliharaan"<<endl; } virtual void makan( )// anggota class { cout<<" Makan... dibutuhkan hewan peliharaan"<<endl; } };

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

152

Modul Algoritma Pemrograman I class Jinak : public HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucu dan Jinak"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Diberi makan agar jinak"<<endl; } }; class Kucing : public Jinak { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya kucing"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Makanan dibutuhkan Kucing"<<endl; } }; void main( ) { //definisi Objek Jinak dan Kucing puma Jinak jinak; Kucing puma; //definisi pointer ke objek HewanPeliharaan *hewan; hewan=&jinak; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); cout<<" -----------------------------"<<endl; hewan = &puma; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); getch(); } Output yang dihasilkan dari program contoh-7 di atas adalah:

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

153

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 12.8 Hasil Contoh-7

12.5.3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation: 1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi 2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu interface 3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan. 4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data struktur Dua hal dalam enkapsulasi : 1. Information hiding 2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface (bagian private) dan implementation (bagian public). Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan. Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat menggunkan objek kita.

Contoh-8

//penggunaan encapsulation #include <conio.h> #include <iostream.h> class satu_kandang { int kandang;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

154

ayam1. } Output yang dihasilkan dari program contoh-8 di atas adalah: Gambar 12. Pradita. cout<<" Nilai dari bebek adalah "<<bebek<<endl. Sopiyan.hasil()<<endl. int hasil(void). } int satu_kandang :: hasil(void) { return kandang. ayam2.Modul Algoritma Pemrograman I public: void atur(int nilai). dan Ani Oktarini 155 . cout<<" Nilai dari ayam3 adalah "<<ayam3.atur(2). bebek=20. }. void satu_kandang :: atur(int nilai) { kandang = nilai. ayam3.atur(5). } void main( ) { satu_kandang ayam1.9 Hasil Contoh-8 Frieyadie. ayam2.hasil()<<endl. cout<<" Nilai dari ayam1 adalah "<<ayam1. ayam3.hasil()<<endl.atur(7). Ilamsyah. int bebek. getch( ). cout<<" Nilai dari ayam2 adalah "<<ayam2.

…………. Adapun ketentuan perhitungan gaji pegawai honorer adalah sebagai berikut : Honorer per hari yang diterima pegawai honorer sebesar Rp.000 Jam kerja selama 8 Jam setiap harinya Jam bekerja lebih dari 8 jam. :………………Jam ………….... Tanggal Input :……………….. ========================================================== No. Pradita. Frieyadie. Desain masukan yang diinginkan adalah sebagai berikut PT. ………… …………….. Sopiyan. Nama Honor Jumlah Honor Total Pegawai Jam Kerja Lembur Honor ========================================================== … ………………. <terus mengulang sesuai jumlah pegawai yang diinputkan> Desain keluaran yang diingkinkan adalah sebagai berikut : PT. … ………………... Total Honor Pegawai Sebesar …………. ………… …………….... Meriang Gembira Jumlah :………………. ………….Modul Algoritma Pemrograman I 12. …………. ………….. Anda sebagai staff programmer harus membuatkan program tersebut. Meriang Gembira Tanggal : ………………. Ilamsyah. maka kelebihan jam dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp..500. dan Ani Oktarini 156 . Jumlah Jam Kerja :………………Jam Data Ke-2 Nama Pegawai Jumlah Jam Kerja :………………….6 Latihan Seorang manager ingin dibuatkan sebuah program perhitungan gaji pegawai staff honor sederhana.. …………. 25.... … ………………. …………. 1.. …………. Petunjuk : Gunakan kelas pegawai.. ---------------------------------------------------------------------------------------Data Ke-1 Nama Pegawai :…………………. ………… …………….

Ilamsyah. Sopiyan. looping. fungsi. structure dan Class. Lalu buatkan bentuk rancangannya seperti contoh berikut: Bentuk Menu Utama Bentuk Input Bentuk Output Frieyadie. kondisi. Adapun isi program yang dibuat harus memuat materi UAS : Array. label.Modul Algoritma Pemrograman I Studi Kasus Pra . Pradita.UAS Buatlah sebuah program aplikasi bertemakan bisnis secara berkelompok. dan Ani Oktarini 157 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful