Disusun Oleh : Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah dan Ani Oktarini

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++

Pengenalan Bahasa C++
1.1. Sejarah Singkat
1.1.1. Sekilas Perkembangan Bahasa C

1

Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL. Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi UNIX. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.

1.1.2.

Sekilas Tentang C++

Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell, AT&T. Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

1.1.3.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan class.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

2

Modul Algoritma Pemrograman I

1.2. Pengenalan IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++, dapat digunakan untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Menulis Naskah Program. Mengkompilasi Program ( Compile ) Melakukan Pengujian Program ( Debugging ) Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking ) Menjalankan Program ( Running )

Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: Klik tombol Start pilih Program Borland C++ 5.02 klik Borland C++

Gambar 1.1. Menu Untuk Mengaktifkan Program Borland C++ Berikut lDE dari Borland C++, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.2.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

3

yaitu: a.CPP d. IDE Borland C++ 5.02 IDE pada Borland C++. Sopiyan. File. Edit. Options. Jika pertama kali anda membuat program. Baris Status (Status Bar) Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris dan kolom. Search. Compile. Frieyadie. maka akan diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya. seperti icon open. Ilamsyah. Jendela Editor Tempat untuk pengetikan program dan membuat program. compiler. Window dan Help.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Pembuka Borland C++ Menu Bar Tools Bar Jendela Editor Jendela Message Status Bar Gambar 1. Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek. b. e. Project. Run. Pradita. nama file jendela editor adalah NONAME00. waktu yang sedang berjalan).3. run dan lainlain. c. Jendela Message Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program. save. Baris Menu ( Menu Bar ) Menu utama terdiri dari. dan Ani Oktarini 4 . Baris Peralatan (Tools Bar) Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam pembuatan program-program C++. Debug. terbagi menjadi 4 (empat) bagian.

Sopiyan. sama seperti struktur program C yang terdahulu. apabila ditempatkan sebelum funtuator }. tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program 4. maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan hasil 1. setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu. main() merupakan awal mula dari blok program utama 3. Model Tiny Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari 64 Kb.h) 2. } Contoh-1 1.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Model-model memori tersebut adalah: a. Frieyadie. Ilamsyah. Model Memori Borland C++. apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream. Bentuk Umum: #include <file-header> main() { pernyataan.4. Struktur Program C++ Struktur program C++. cout merupakan perintah keluaran pada C++ 5. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh. getch().3. Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi. dan Ani Oktarini 5 . Pradita. mempunyai enam model memori untuk program dan data.

Model Large Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K. Model Compact Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. Sopiyan.CPP.5. Cara mengaktifkannya : Klik Menu File Klik New Text Edit Gambar 1. Model Huge Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data. Model Medium Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. Ilamsyah. 1. e. d. dan Ani Oktarini 6 . Pradita. d.Modul Algoritma Pemrograman I b. kemudian dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file . c.5 Cara Menampilkan Text Edit Frieyadie. Model Small Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb. Membuat File Editor File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi.

Menekan HotKey Ctrl + KS.7.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. diantaranya yaitu : Save Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. dan Ani Oktarini 7 .02 terdapat tiga cara menyimpan file editor. Save All Digunakan untuk menyimpan semua File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Ilamsyah. Selanjutnya tampil jendela Save File As. Hotkey yang ada bisa gunakan untuk menyimpan dengan menekan tombol Ctrl + KS. Menyimpan File Editor Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit. Save As Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk dengan nama file yang berbeda.6 Jendela Text Edit 1. Pradita. Sopiyan. maka selanjutnya disimpan dengan cara : a.6. Frieyadie. Jendela Save File As Pada Borland C++ 5. seperti dibawah ini : Gambar 1. Kik Menu File  Save b.

dan Ani Oktarini 8 . Menekan HotKey Ctrl + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Run.10 dibawah ini : Frieyadie. Kik Menu Debug Compile b. Ilamsyah.8 Kotak Dialog Compile 1. Menekan HotKey Alt + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Compile.exe ) dan sekaligus menjalankan program. proses linking. seperti dibawah ini : Gambar 1. Kik Menu Debug Run b. membuat file eksekusi ( .8. yaitu dengan cara: a. selanjutnya tampil hasil seperti gambar 1. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I 1.7.9 Kotak Dialog Run Setelah proses menterjemahkan program. seperti dibawah ini : Gambar 1.melakukan proses linking. Pradita. yaitu dengan cara : a. Menterjemahkan Program Proses Compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin. Menjalankan Program Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program.

seperti dibawah ini : Gambar 1.10. seperti dibawah ini : Frieyadie. Pradita. Sopiyan. dengan cara : Klik Menu File Open Selanjutnya tampil Jendela Open.Mencetak File Editor Penjelasan Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara Klik File Print Selanjutnya tampil Jendela Print Option.10 Contoh Hasil Keluaran Program 1.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1.11 Jendela Open File pada C++ 1. Membuka File Editor Penjelasan Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat.9. dan Ani Oktarini 9 . Ilamsyah.

11. Pradita. Ilamsyah.02 Keluar dari Aplikasi Borland C++ 5.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. dan Ani Oktarini 10 . Keluar dari Borland C++ 5. dengan cara File Exit Frieyadie.12 Jendela Print Option 1. Sopiyan.02.

d 32767 -32768 s. Tipe Data Tambahan Tambahan Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai Unsigned Integer Unsigned Character Unsigned Long Integer 2 Byte 1 Byte 4 Byte 0 – 65535 0 – 255 0 – 4. adalah : Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja.1. dan Ani Oktarini 11 . diantaranya: Tabel 2.d 127 -32768 s. Ilamsyah.d 3.4 x 10-4932 s. Konstanta Bilangan Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok. Pengenalan Tipe Data Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan.295 2.d 2.1. antara lain: Frieyadie.967.d 32767 -2.7 x 10+308 3.4 x 10-38 s.648 s. Pradita.147.147. Konstanta Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. Perintah Masukan dan Keluaran BORLAND C++ 2 2.2. yaitu: • Konstanta Bilangan • Konstanta Teks A.4 x 10+38 1.435.7 x 10-308 s.1 x 10+4932 5–7 15 – 16 19 Jumlah Digit Tipe Data Tambahan. yang dimiliki oleh Borland C++.294. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Pengenalan Model Data.2.435.647 3. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian. Tabel 2. Tipe Data Tipe Data Char Int Short Long Float Double Long Double Ukuran Memori 1 Byte 2 Byte 2 Byte 4 Byte 4 Byte 8 Byte 10 Byte Jangkauan Nilai -128 s.d 1.d 1.

Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ). Contoh : 1. const float phi = 3. mempunyai bentuk penulisan. Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain. Pradita. Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point. Ilamsyah. Konstanta Teks Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok. angka. Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan. antara lain. atau const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta. 1. “AMIK BSI”. Contoh: const x = 89. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision ) Konstanta Double Precision. 2. Bentuk penulisannya : const nama_konstanta = nilai konstanta. “Y” dan lain-lain.Modul Algoritma Pemrograman I 1. yaitu : • Bentuk Desimal ( contoh : 5. Contoh : “Virusland”. 100 2. B. Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ).57 ) • Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point. 2. Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal.14. Data Karakter (Character). 3. Frieyadie. tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar. C. “Jakarta”. Deklarasi Konstanta Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const. notasi atau simbol.22e3 4.22 x 103 )s 3. Sopiyan. Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya. dan Ani Oktarini 12 . Konstanta Bilangan Bulat (Integer). Data Teks (String).

Ilamsyah. dibagi menjadi dua jenis kelompok. Deklarasi Variabel TIPE VARIABEL Integer Floating Point Double Precision Karakter Unsigned Integer Unsigned Character Long Integer Unsigned Long Integer Bentuk penulisannya : Tipe data nama variabel. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih). Variabel Text 1.3. Bilangan Bulat atau Integer 2. ).3. seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri.Modul Algoritma Pemrograman I 2. Pradita. mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain : 1. 3. Deklarasi Variabel Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut. String ( Untuk Rangkaian Karakter ) C. Variabel Numerik Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam : 1. Dalam pemberian nama variabel. yaitu : • Variabel Numerik • Variabel Teks A. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( . dan Ani Oktarini 13 . 2. Variabel. SIMBOL DEKLARASI Int Float Double Char unsigned int unsigned char long int unsigned long int Frieyadie. Sopiyan. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point. B. Character ( Karakter Tunggal ) 2. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision. Tabel 2. Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel. Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika. Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program.

diantaranya adalah : printf( ) puts( ) putchar( ) cout( ) 2. char grade. float rata_rata . String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format. 2. Argumen ini dapat berupa variabel. Sopiyan. Tabel 2. Penentu Format Printf( ) TIPE DATA Penentu Format Untuk printf( ) Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Bentuk Desimal dan Pangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer %d %f %e %g %lf %c %s %u %ld %lu %x %o printf(“%c merupakan abjad yang ke .4.’b’. dan Ani Oktarini 14 . Frieyadie.%d”. Pradita. Ilamsyah. Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan.2). int nilai. argumen-1.1 printf( ) Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar. printf("string-kontrol". Perintah Keluaran Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++.4. argumen-2.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh Deklarasi char nama_mahasiswa[20]. konstanta dan ungkapan.4. …).

5. Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak. nama. } Gambar 2. nilai).a2). clrscr( ).h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 15 . Kamu mendapatkan Nilai %i” .Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1 #include <stdio. getch( ).h> main( ) { char nama =”dita”.h> #include <conio. Berikut bentuk penulisannya: Contoh-2 #include<stdio. 1 Hasil Contoh 1 a.h> #include<conio. printf(“hai %s. Sopiyan.h> #include<iostream. printf("Nilai Tugas 1: %2f \n". Ilamsyah. tampilan yang tampak biasanya kurang bagus.50. jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah: Frieyadie.h> main( ) { float a1=87. printf("Nilai Tugas 2: %2f ".a1). Penggunaan Penentu Lebar Field Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). Pradita. int nilai = 100. a2=77.

h> main( ) { float a1=87. jika menggunakan penentu lebar field adalah Gambar 2. a2=77.h> #include<conio. Pradita.a1).2f".50.5. Ilamsyah.a2). Penggunaan Escape Sequences. Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar). clrscr(). 3 Hasil Contoh 3 b.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.h> #include<iostream.2f \n". dan Ani Oktarini 16 . Sopiyan. getch( ). 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 #include<stdio. printf("Nilai Tugas 1: %2. Escape Sequences ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN \b \f \n \r \t \' Backspace Formfeed Baris Baru Carriage Return Tab ( default = 8 karakter ) Tanda kutip tunggal ( ' ) Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan.5. Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain : Tabel 2. printf("Nilai Tugas 2: %2.

4. karena sudah dibeikan secara otomatis. Untuk mencetak pindah baris. puts( ) berasal dari kata PUT STRING. dan Ani Oktarini 17 . clrscr( ). nama1. Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah : Tabel 2. puts( ) Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf().2. Untuk mencetak pindah baris memerlukan notasi ‘ \n ‘ tidak perlu notasi ‘ \n ‘ .2f \t %8.2f ".b. c = 98. b = 90. karena fungsi ini khusus untuk tipe data string. printf("%8s\t %7s\t %8s ". Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I \" \\ \xaa \aaa Tanda Kutip Ganda ( " ) Backslash Kode ASCII dalam hexadecimal.c). } Gambar 2. yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar.h> main( ) { char nama1[10]="Dita". (aaa menunjukkan angka ASCII ybs ) Contoh-4 #include<stdio. getch( ).2f \t %8. float a = 88. yaitu %s puts( ) data Tidak Perlu penentu tipe data string. Frieyadie. Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string printf( ) Harus menentukan tipe untuk data string.nama3).nama2[10]="Ani".5.6.2. Sopiyan.8. a.nama2.h> #include<conio. 4 Hasil Contoh 4 2. ( aa menunjukkan angka ASCII ybs ) Kode ASCII dalam octal. Ilamsyah. printf("\n%8.nama3[10]="Fitri".

Pradita. putchar('2'). putchar( ) Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. putchar('I'). putchar('0'). puts(a). putchar('S').h> #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-5 #include <stdio.h> #include <conio. Ilamsyah.3. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 18 . puts("Anda Kuliah di "). putchar('0'). Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris. Sopiyan. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 2. clrscr().4. 5 Hasil Contoh 5 2. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. putchar('9').h> main() { char nama[5] = "BSI". Contoh-5 #include <stdio. putchar('-'). putchar('B'). getch( ).h> main( ) { clrscr( ).

Fungsi Manipulator Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar. Untuk menggunakan fungsi cout ini. cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2.h> #include <iostream. endl end flush() dec() hex() oct() setbase() setw() setfill() setprecision() setosflags() Frieyadie. 7 Hasil Contoh 7 2. harus menyertakan file header iostream. untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip.4.h> #include <conio. clrscr( ). antara lain. getch( ). dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 2. Pradita. 6 Hasil Contoh 6 2.h> main( ) { int jumbar1=150.4. jumbar2=23. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. dan Ani Oktarini 19 . cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1. Sopiyan. Contoh-7 #include <stdio. cout Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar. Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++.h .5.4.h . } Output yang akan dihasilkan.

ends ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter. clrscr( ). cout<<"Nim :"<<nim<<endl.h> # include<conio. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 2. dan Ani Oktarini .nama[15]="Andi". cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl. getch( ).h> main( ) { char nim[9]="12098890".h> # include <iostream.. cout<<"Nama :"<<nama<<endl. c. File header yang harus disertakan adalah file header iostream.h . File header yang harus disertakan adalah file header iostream. b.h> # include<iostream. endl endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. Ilamsyah. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk. Pradita. d. Sopiyan. 8 Hasil Contoh 8 b. char alamat[20]="Jakarta Selatan". Contoh-9 # include <stdio.h> # include <conio. diantaranya: a. Contoh-8 # include<stdio. 20 Frieyadie. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL.h .h> main( ) { int a. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator.

h> # include <iostream. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 2. cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends. dan Ani Oktarini 21 . Contoh-10 # include <stdio. oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10). Sopiyan.h . oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16). getch( ). cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl. dari program contoh-10 diatas adalah: Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). dec. d = a * b. cin>>a. c = a % b.h> # include <iomanip. File header yang harus disertakan adalah file header iomanip. cin>>b. Pradita.h> # include <conio. cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl. cout<<"Masukan Nilai A : ". cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Masukan Nilai B : ". getch( ). clrscr( ).h> main( ) { int nilai = 320. 9 Hasil Contoh 9 c. cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl. Ilamsyah. oct dan hex dec.

h> # include <iomanip. } Output yang akan dihasilkan. Contoh-11 # include <conio.b. cout<<setprecision(4)<<c<<endl. cout<<setprecision(3)<<c<<endl. setprecision( ) Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan.c. b = 12. file header yang harus disertakan adalah file header iomanip.54. getch( ). Ilamsyah. cout<<setprecision(2)<<c<<endl. dari program contoh-11 diatas adalah: Gambar 2.23. Pradita.h . Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). dan Ani Oktarini 22 . 10 Hasil Contoh 10 d.h> main( ) { float a. c = a * b. clrscr( ). Sopiyan. cout<<setprecision(5)<<c<<endl. cout<<setprecision(1)<<c<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. a = 25. cout<<setiosflags(ios::fixed).h> # include <iostream. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie.

} Output yang akan dihasilkan. setbase( ) setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal. for(a=250. Pradita. Bentuk penulisannya : setbase(base bilangan). cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl. cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n". clrscr( ). Hasil Contoh-12 Frieyadie.h> # include <iostream. Ilamsyah. yaitu : • Octal = basis 8 • Decimal = basis 10 • Hexadecimal = basis 16 Contoh-12 //Penggunaan Manipulator setbase() # include <stdio. Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan. cout<<setbase(16)<<a<<endl.h> main( ) { int a = 250. cout<<setbase(8)<<a<<" ".a++) { cout<<setbase(10)<<a<<" ".h> # include <conio. File header yang harus disertakan file header iomanip.a<=260. dari program contoh-12 diatas adalah: Gambar 2.Modul Algoritma Pemrograman I e. } getche( ). cout<<"----------------------------"<<"\n". Decimal dan Hexadecimal.h> # include <iomanip.h . dan Ani Oktarini 23 . Sopiyan.12.

dari program contoh-13 diatas adalah: Gambar 2. Sopiyan. Bentuk penulisannya : setw(int n).h> main( ) { int a. cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n". Pradita. Contoh-13 // Penggunaan Manipulator setw() # include <stdio.13. setw() setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel.Modul Algoritma Pemrograman I f. } Output yang akan dihasilkan.a<=15. File header yang harus disertakan file header iomanip. cout<<"-------------------------------"<<"\n".h> # include <iostream. clrscr( ). Ilamsyah. for(a=1. } cout<<"-------------------------------"<<"\n". getche( ).h> # include <conio.a++) { cout<<setw(a)<<a<<endl.h . Hasil Contoh-13 Frieyadie. n = merupakan nilai lebar tampilan data. integer. dan Ani Oktarini 24 .h> # include <iomanip.

} Output yang akan dihasilkan.h> # include <iomanip.a<=15. cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n". Hasil Contoh-14 Frieyadie. Contoh-14 // penggunaan setfill dan setw( ) # include <stdio.h . Bentuk penulisannya : setfill(charakter). File header yang harus disertakan file header iomanip.14. clrscr( ).h> # include <conio. dan Ani Oktarini 25 .h> # include <iostream. Ilamsyah. cout<<"-------------------------------"<<"\n". dari program contoh-14 diatas adalah: Gambar 2. cout<<setw(a)<<a<<endl.h> main( ) { int a. setfill() setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw().a++) { cout<<setfill('-'). for(a=1. } getche( ).Modul Algoritma Pemrograman I g. Pradita. Sopiyan.

h> main( ) { int a = 75. Pradita. Sopiyan. cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n".h> # include <conio. } Output yang akan dihasilkan.h> # include <iomanip. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 26 . ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a. yaitu: ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial. clrscr( ). cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b. Hasil Contoh-15 2. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a.h> # include <iostream.h . cout<<"Rata Sebelah Kiri = ". Frieyadie. setiosflags( ) Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi. Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. b = 56. cout<<endl..Modul Algoritma Pemrograman I h.15. pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ). antara lain. 1. getche( ). Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b. dari program contoh-15 diatas adalah: Gambar 2. cout<<"Rata Sebelah Kanan = ". Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ). file header yang harus disertakan file header iomanip. ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan Contoh-15 //tanda format ios::left dan ios::right # include <stdio.

cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl. dari program contoh-16 diatas adalah: Gambar 2. cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75. Tanda Format Konversi Dec.h> # include <iomanip.65. getche( ). cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ". Frieyadie. ios::oct.h> # include <iostream.h> # include <iostream.45<<endl. Octal dan Hexadecimal. cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n".h> # include <conio.h> main( ) { clrscr( ). Contoh-17 //tanda format ios::dec.h> # include <iomanip. cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl.h> main( ) { clrscr( ). cout<<"Hasil ios::fixed dari 56. ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal.h> # include <conio. getche( ).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-16 //tanda format ios::scientific dan ios::fixed # include <stdio. cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ". Hasil Contoh-16 3.65 adalah ". ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal. ios::hex # include <stdio.16. Oct dan Hex Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal. } Output yang akan dihasilkan.45 adalah ". cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = " cout<<setiosflags(ios::hex)<<15. Pradita. cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56. yaitu: ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal. Ilamsyah. cout<<"\n\n". cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75. dan Ani Oktarini 27 . Sopiyan.

for (a=1. a<=15. Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format: ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal. dan Ani Oktarini 28 .h> # include <iostream. cout<<"Tanpa Dengan \n".17. Hasil Contoh-17 4. } getche( ). a<=15.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. for (a=1. dari program contoh-18 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"-------------------------\n". cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n".a+5). dari program contoh-17 diatas adalah: Gambar 2.h> # include <conio. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. Contoh-18 //tanda format ios::uppercase # include <stdio.h> main( ) { int a. a++) { gotoxy(15. cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl. Ilamsyah. cout<<"-------------------------\n". Pradita. clrscr( ). cout<<"Konversi Konversi \n". a++) cout<<hex<<a<<endl.h> # include <iomanip.

Ilamsyah. cout<<"Penggunaan ios::showbase\n". cout<<"----------------------------\n". cout<<setiosflags(ios::showbase).a+5).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. dan Ani Oktarini 29 . cout<<dec<<a<<endl. Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format: • ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal. Frieyadie. Sopiyan. a<=15.h> # include <iomanip. a<=15. Contoh-19 //tanda format ios::showbase # include <stdio.h> main( ) { int a. cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n". clrscr( ).18 Hasil Contoh-18 5.a+5). cout<<"----------------------------\n". Pradita. for (a=1.h> # include <iostream. } for (a=1. a++) { gotoxy(4. a++) { gotoxy(15.h> # include <conio.

Contoh-20 //tanda format ios::showpoint # include <stdio.h> # include <iomanip. dan Ani Oktarini 30 . } for (a=1. Pradita. a<=15.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<hex<<a<<endl.19.h> main() { double a = 78. clrscr( ). dari program contoh-19 diatas adalah: Gambar 2. Hasil Contoh-19 6. //-> tanpa tanda format ios::showpoint cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. Tanda Format Menampilkan Titik Desimal Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format: • ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double. getche( ).h> # include <iostream.h> # include <conio. cout<<oct<<a<<endl. Frieyadie. a++) { gotoxy(25.a+5). } cout<<"----------------------------\n". Ilamsyah.

h> # include <iomanip. getche( ). cout<<setiosflags(ios::showpos). dan Ani Oktarini 31 .h> # include <conio.20. cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". dari program contoh-21 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. cout<<"Variabel a = "<<a<<endl.h> # include <iostream. dari program contoh-20 diatas adalah: Gambar 2.h> main( ) { int a = 8. cout<<setiosflags(ios::showpoint). cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. cout<<"\n\n". b = -9. Pradita. Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + ) Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format: • ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif. } Output yang akan dihasilkan. //-> dengan tanda format ios::showpoint cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl. Hasil Contoh-20 7. cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". } Output yang akan dihasilkan. Contoh-21 //tanda format ios::showpos # include <stdio. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n". clrscr( ). Ilamsyah. getche().

scanf( ) Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.h> Penentu Format Untuk scanf( ) %d %e atau %f %e atau %f %lf %c %s %u %ld %lu %x %o Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.7.5. Tabel 2. diantaranya adalah: scanf( ) gets( ) cout( ) getch( ) getche( ) 2.h> #include<conio. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: scanf("penentu format". Perintah Masukan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++. dan Ani Oktarini 32 .h> #include<iostream.1.5. Ilamsyah. Hasil Contoh-21 2. Penentu Format scanf( ) TIPE DATA Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer Contoh-22 #include<stdio.21. &nama-variabel). Sopiyan. simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju. Pradita.

2. Contoh-23 # include <stdio.hobby[15]. char nm2[20]. Ilamsyah. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: gets(nama-variabel-array).8.scanf("%s". Perbedaan scanf( ) dengan gets( ) scanf( ) gets( ) Tidak dapat menerima string yang Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan mengandung spasi atau tab dianggap sebagai data terpisah dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { char nama[15].scanf("%s". 22 Hasil Contoh 22 2.5. printf("Kelas: "). gets( ) Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string. clrscr( ). dan Ani Oktarini 33 . Sopiyan. clrscr( ). Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah: Tabel 2. Frieyadie. Pradita. printf("Nama : ").h> main( ) { char nm1[20].&kelas). getch( ).&nama). } Output yang akan dihasilkan.&hobby). printf("Hobby: ").h> # include <conio. dari program contoh-22 diatas adalah: Gambar 2. printf("\tBIODATA SAYA\n").scanf("%s".kelas[20].

puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . dan Ani Oktarini 34 . puts("Senang Berkenalan Dengan Anda .").5.h> # include <conio. getch( ).1 = ").&nm2)."). cout<<"Masukan Nilai 2 : ". total. dari program contoh-23 diatas adalah: Gambar 2.3. 12 Hasil Contoh 23 2. puts(nm2). gets(nm1). harus menyertakan file header iostream. puts(nm1).nilai2.. printf("Senang Berkenalan Dengan Anda .Modul Algoritma Pemrograman I puts("Masukan nama ke . clrscr( )..h> # include <iostream.2 = "). Contoh-24 # include <stdio..h> main( ) { int nilai1. printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . cin Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data. scanf("%s".h .%s". Frieyadie. printf("Masukan nama ke . printf("\n\n"). Untuk menggunakan fungsi cin ini. printf("\n\n").. cin>>nilai1. cout<<"Masukan Nilai 1 : ". nm1). Ilamsyah. Pradita. nm2). Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan.%s".

Modul Algoritma Pemrograman I cin>>nilai2; total=nilai1+nilai2; cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:

Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24

2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h. Contoh-25 # include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getch( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:

Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

35

Modul Algoritma Pemrograman I

2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.

Contoh-26

# include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getche( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch ( ); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:

Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26

Kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan tampilan hasil program yang di eksekusi agar tidak langsung kembali ke listing program tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.

2.6. Tugas
1. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa, dengan ketentuan sebagai berikut : Nim Siswa, Nama Siswa, Nilai Tugas 1, Nilai Tugas II, Nilai Tugas III diinput.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

36

Modul Algoritma Pemrograman I Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Tugas I, II dan III dibagi dengan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nim Siswa Nama Siswa Nilai Tugas I Nilai Tugas II Nilai Tugas III Layar Keluaran Nim ........ Siswa yang bernama …… Memperoleh nilai rata-rata ….. dari hasil tugas yang diikutinya. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan * 20% : …… Nilai Tugas * 30% : …… Nilai Ujian * 50% : …… Jadi Siswa yang bernama …… memperoleh nilai akhir sebesar ….. : : : : : : : : :

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

37

adalah: Frieyadie. seperti penjumlahan. Pradita. pengurangan dan lain-lain. Operator Aritmatika Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah: Tabel 3. Operator mempunyai sifat sebagai berikut: • Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : -5 Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : 4 + 8 Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : (10 % 3) + 4 + 2 • • 3. dan Ani Oktarini 38 . Sopiyan. Ilamsyah. Operator Aritmatika Operator * / % + − Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian (mod) Penjumlahan Pengurangan Contoh 4*5 8/2 5%2 7+2 6−2 Operator yang tergolong sebagai operator Unary.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operator Borland C++ 3 Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program.1. yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi.1.

a=x+y. } Output yang akan dihasilkan. printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” . d = x * y.2. getch( ). cin>>y.1.Modul Algoritma Pemrograman I Tabel 3. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 3. clrscr( ). Sopiyan.y.b) cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl. printf(“Hasil Dari B=X . a).1. cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl. cout<<"Masukan Nilai B : ". Operator Unary Operator + − Keterangan Tanda Plus Tanda Minus Contoh −4 +6 Contoh-1 #include <stdio.h> main( ) { int x. dan Ani Oktarini 39 . Pradita. d = 0. Ekspresi Aritmatika Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai. cin>>x. dikenal dengan sebutan LValue (Left Value) Ekspresi Aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value) Frieyadie. Ilamsyah. c = 0.h> #include <iostream. c = x% y.Y= %i \n”. a=0.h> #include <conio. 1 Hasil Contoh 1 3. b=0. cout<<"Masukan Nilai A : ". Bentuk Umum : • • Variabel. b=x-y.

variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika. Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A=5 Contoh-2 #include <stdio.2.3. Didalam suatu ekspresi aritmatika. maka akan tampil pesan kesalahan LValue required in function … RValue dapat berupa konstanta. LValue harus selalu berupa variabel tunggal. 3. yang didepan didahulukan Contoh A=8+2*3/6 Langkah perhitungannya : A=8+6/6 (6/6=1) A=8+1 A=9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”. Urutan operator aritmatika sebagai berikut : Tabel. Pradita.h> 40 Frieyadie.h> #include <conio. penggunaan nya tergantung letak. dan Ani Oktarini . selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda yang dapat digunakan secara bersamaan. yang didepan didahulukan Sisa Pembagian Tingkatan operator sama.Modul Algoritma Pemrograman I • Tanda “ = “. Bila LValue bukan berupa variabel.h> #include <iostream. Sopiyan. Hierarki Operator Aritmatika. 3. Ilamsyah.1. dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator). Tabel Hierarki Operator Aritmatika Operator * atau / % + atau Keterangan Tingkatan operator sama. penggunaan nya tergantung letak.

cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl.2. 2 Hasil Contoh 2 3. Operator Pemberi Nilai Aritmatika Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “ = “.b). Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi A += 1 Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika. Ilamsyah. cout<<" B = (8 + 2) * 3 /6"<<endl. clrscr( ). getch( ). cout<<endl.4. 3. } Output yang akan dihasilkan. cout<<" A = 8 + 2 * 3 / 6"<<endl. dan Ani Oktarini 41 . b. a = 8 + 2 * 3 / 6. printf(" Hasil dari B = %i ".Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 3. Tabel Operator Pemberi Nilai Aritmatika Operator *= /= %= += -= Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian Penjumlahan Pengurangan Frieyadie. b = (8 + 2) * 3 / 6. Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya: Tabel. Sopiyan. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A+1 Dari penulisan ekspresi diatas. Pradita.

y = ++x. dan Ani Oktarini . sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan. x=4) Contoh-3 /* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/ #include <stdio. x=6) Pengurangan: int x=5. x=6) int x=5. disederhanakan menjadi A ++ atau A-Operator “ ++ “ atau “ -. sedangkan • Jika diletakan dibelakang variabel.h> #include <conio. prefix (++A) atau postfix (A ++) 2. Keterangan : 1. Penambahan: menambahkan 1 ke nilai variable. y = x++.1. Sopiyan. Tabel Operator Penambah dan Pengurang Operator ++ -Penambahan Pengurangan Keterangan A = A + 1 atau A = A .“ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel. y = --x. x=4) int x=5. (nilai saat ini: y = 5. y = x--. Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang.5. Pengurangan: mengurangkan 1 ke nilai variabel. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini. Operator Penambah dan Pengurang Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai.3. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang.h> 42 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I 3. 3. prefix (--A) atau postfix (A --) Kedua bentuk penulisan operator ini mempunyai arti yang berbeda. Ilamsyah. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan. Pradita. (nilai saat ini: y = 6. • Jika diletakan didepan variabel. (nilai saat ini: y = 4. (nilai saat ini : y = 5. Tabel. Contoh Penambahan: int x=5.

printf("\nNilai ++A = %d". printf("\nNilai B = %d". dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. b).h> main( ) { int a = 10.h> #include<conio. a). printf("\nNilai --B = %d". Ilamsyah. b--). 3 Hasil Contoh 3 Contoh-4 /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include<stdio. printf("Nilai A = %d". Pradita. printf("Nilai A = %d". printf("\nNilai A = %d". b = 5. a). getch( ). printf("\nNilai --B = %d". printf("\nNilai ++A = %d". b). b = 5. Sopiyan. getch( ). a). a++). printf("\nNilai B = %d". } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. printf("\nNilai B = %d". ++a). dan Ani Oktarini 43 . --b). b).h> #include<iostream. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a = 10. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 3.

x. Tabel. cout<<"Masukan Nilai Y = ". f = x <= y. } Frieyadie. cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl. c = x > y.h> #include <iostream. b = x != y. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). e = x >= y. dan Ani Oktarini 44 == != > < >= <= Contoh-5 . cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl. 3.h> #include <conio. c. cin>>x. getch( ). e. cout<<endl. a = x = = y. d = x < y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl. b. Tabel Operator Relasi Operator Keterangan Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) Tidak Sama dengan Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari sama dengan Kurang Dari sama dengan #include <stdio. Pradita.5. Operator Relasi Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. cout<<"Masukan Nilai X = ". 4 Hasil Contoh 4 3.h> main( ) { float a. y. Ilamsyah. cin>>y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 3. f. cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl.4. clrscr( ). d. Sopiyan.

Tabel. A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 Frieyadie.5.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.5. 5 Hasil Contoh 5 3. Tabel Logika And B A && B T T F F T F F F A + 4 < 10 B>A + 5 C . Tabel Operator Relasi Operator && || ! Keterangan Operator Logika AND Operator Logika OR Operator Logika NOT 3.1. Pradita. Ilamsyah. Sopiyan. 3.3 >= 4 A T T F F Contoh : Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi.5. dan Ani Oktarini 45 . dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 3. Operator Logika AND Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). Operator Logika Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi. bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR. akan dianggap BENAR.

6 Hasil Contoh 6 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Jika nilai A = 3. cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. getch( ). g = d && e && f.h> #include<iostream. cin>>b. cout<<"Masukan Nilai C = ". d. C = 7.h> #include<conio. // Proses d = a + 4 < 10. cout<<endl. c.3 >= 4. cout<<"Masukan Nilai B = ". Pradita. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C – 3 >= 4 7 – 3 >= 4 BENAR Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR. Ilamsyah. cin>>c. cout<<endl<<endl. cout<<"Masukan Nilai A = ". h. maka A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 SALAH = 0 Contoh-6 /* Penggunaan Operasi Logika AND */ #include<stdio. g. f = c . dan Ani Oktarini 46 .3 >= 4 adalah " <<f. e. B = 3. Sopiyan. cin>>a. cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. cout<<"Hasil dari f = c . e = b > a + 5. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { float a. cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " <<g. clrscr( ). cout<<endl<<endl. f. b. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 3.

A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 Jika nilai A = 3. Sopiyan. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 BENAR = 1 Contoh-7 /* Penggunaan Operasi Logika OR */ #include<stdio. d.h> main() { float a. c. e=b>5+a. maka akan bernilai SALAH. d = a + 5 > 10. b.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Pradita.5. cin>>b. cout<<endl<<endl. cout<<"Masukan Nilai B = ". akan dianggap BENAR. clrscr( ). Frieyadie. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C . cout<<"Masukan Nilai C = ". g = d || e || f.2. e. h.3 > 4 7–3>4 SALAH Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR. Operator Logika OR Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. dan Ani Oktarini 47 . C = 7. cin>>a. maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR. Ilamsyah. f.h> #include<conio. f = c .h> #include<iostream. g. Tabel Logika Or B A || B T T F T T T F F A + 4 < 10 B>A + 5 C-3>4 A T T F F Contoh Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH. cout<<"Masukan Nilai A = ". cin>>c.4 <= 7. B = 3.

Pradita. cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl.h> #include<conio. // Proses d = a + 4 < 10. Frieyadie. e. cin>>a. c. cin>>c. f = c . h. cout<<endl<<endl. d. e = b > a + 5. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl.4 <= 7 adalah " <<f.3 >= 4. cout<<"Hasil dari f = c . cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl.h> #include<iostream. Ilamsyah. b. cin>>b. cout<<endl. g. getch( ). cout<<"Hasil dari e = b > 5 + a adalah " <<e<<endl. g = d && e && f. 7 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/ #include<stdio. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. f.h> main( ) { float a. cout<<"Masukan Nilai C = ". cout<<"Masukan Nilai A = ". cout<<"Masukan Nilai B = ". dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 3. clrscr( ). dan Ani Oktarini 48 . cout<<endl<<endl. cout<<"Hasil dari d = a + 5 > 10 adalah " <<d<<endl.

dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3.h> Frieyadie. getch( ). Pradita.3. cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g. 8 Hasil Contoh 8 3. !(A+4 < 10) Jika nilai A = 3. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH. begitu pula sebaliknya.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. Sopiyan. dan Ani Oktarini 49 . Operator Logika NOT Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. cout<<endl. Contoh : Ekspresi Relasi A + 4 < 10 Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi. Ilamsyah. cout<<"Hasil dari f = c . } Output yang akan dihasilkan. maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH !(A+4 < 10) !(BENAR) = SALAH = 0 Contoh-9 /* Penggunaan Operasi Logika NOT */ #include <stdio.h> #include<iostream.5.3 >= 4 adalah " <<f. maka ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT.h> #include <conio. cout<<endl<<endl.

Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. cout<<"Masukan Nilai A = ". Tabel. dan Ani Oktarini 50 . cin>>a.6. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. b. Pradita. /* Proses */ b = (a + 4 < 10). cout<<"Nilai A = "<<a<<endl. c = !(b). 3.6. cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl. cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c. Sopiyan. Tabel Operator Bitiwise Operator ~ << >> & ^ | Keterangan Bitwise NOT Bitwise Shift Left Bitwise Shift Right Bitwise AND Bitwise XOR Bitwise OR Frieyadie. cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl. 9 Hasil Contoh 9 3. c. clrscr( ). Ilamsyah. Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise. getch( ). Operator Bitwise Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit.

h> #include<stdio. clrscr(). Ilamsyah. Contoh : 0000000011001001 = 201 //////// digeser 1 bit ke kiri 0000000110010010 = 402 Dibagian kanan disisipkan 0. cin>>x. Operator Bitwise << (Shift Left) Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri. sebanyak bit yang digeser Contoh-10 #include<iostream. Sopiyan.h> #include<conio. getch().6.1. cout<<"Masukan Nilai X = ". dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 3.Modul Algoritma Pemrograman I 3. dan Ani Oktarini 51 . cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. 10 Hasil Contoh 10 Frieyadie. Pradita. } Output yang akan dihasilkan. x = x << 1.h> main() { int x. cout<<"Nilai Awal : "<<x<<endl.

dan Ani Oktarini 52 .Modul Algoritma Pemrograman I 3. cout<<” Nilai Awal : “<<x<<endl. } Output yang akan dihasilkan.6. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. cout<<"Masukan Nilai X = ". Ilamsyah.2. Operator Bitwise >> (Shift Right) Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan. cin>>x. Pradita.h> void main( ) { int x. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. Sopiyan. getch( ). Contoh : 0000000011001001 = 201 \\\\\\\\ digeser 1 bit ke kanani 0000000001100100 = 100 Dibagian kanan disisipkan 0.h> #include<stdio. clrscr( ). sebanyak bit yang digeser Contoh-11 #include<iostream. x = x >> 1.h> #include<conio. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 3.

7.h> #include<conio. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I 3. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. cout<<"Hasil dari "<<x<<" & "<<y<<" = "<<a<<endl. Pradita. dari program contoh-12 diatas adalah : Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 0 0 1 Gambar 3.h> #include<stdio. Tabel. x.h> void main( ) { int a. Tabel Operator Bitiwise And Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 AND 01000000 = 64 Contoh-12 #include<iostream. cout<<"Masukan Nilai Y = ".3. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). cout<<’\n’. dan Ani Oktarini 53 . Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1). cout<<"Masukan Nilai X = ". Ilamsyah. y. Operator Bitwise & (And) Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. cin>>y.6. 12 Hasil Contoh 12 Frieyadie. cin>>x. 3. Sopiyan. a = x & y.

Ilamsyah. Operator Bitwise | ( Or ) Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. cout<<"Hasil dari "<<x<<" | "<<y<<" = "<<a<<endl. cin>>x.h> #include<conio. Sopiyan. x. y.h> #include<stdio. Tabel Operator Bitiwise Or Bit Operand 1 0 0 1 1 Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 OR 11101101 = 237 Contoh-13 #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1).Modul Algoritma Pemrograman I 3. cin>>y. clrscr( ). dan Ani Oktarini 54 . 13 Hasil Contoh 13 Frieyadie. Tabel. a = x | y. getch( ). cout<<’\n’. Pradita. dari program contoh-13 diatas adalah : Gambar 3.4. cout<<"Masukan Nilai X = ".8.h> void main( ) { int a.5. cout<<"Masukan Nilai Y = ". 3.

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.9. Tabel Operator Bitiwise XOr Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 XOR 10101101 = 137 Contoh-14 #include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main( ) { int a, x, y; clrscr( ); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x ^ y; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari "<<x<<" ^ "<<y<<" = "<<a<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah: Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 0

Gambar 3.13 Hasil Contoh-14 Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 55

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.10. Tabel Operator Bitiwise Not Bit Operand 0 1 Contoh : 00001000 = 8 |||||||| 11110111 = 247 = -9 Hasil 1 0

Contoh-15

#include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int a, x, y; clrscr(); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; a = ~x; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari ~"<<x<<" = "<<a<<endl; getch(); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah :

Gambar 3. 14 Hasil Contoh 15

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

56

Modul Algoritma Pemrograman I

3.7. Tugas
1. Tentukan apa hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika dibawah ini. Diberikan nilai A = 3; B = 6 ; C = 2 ; K = 5; L = 4; M = 3 a. b. c. d. e. D = (4 + 2 > A && B – 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 ) D=K + 5 < M || (C * M < L && 2 * M – L > 0) D=L + 5 < M || C * K < L && 2 * K – L > 0 D=A * 4 <= 3 * M + B D=K + 10 > A && L – 2 > 4 * C

2. Dari program dibawah ini, bagaimanakah keluaran yang dihasilkan #include<stdio.h> #include<conio.h> main( ) { int a = 21; clrscr( ); printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a = %d",a); a+=3; printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a-- = %d",a--); getch( ); }

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

57

cin>>a2. dari program contoh-1 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Masukkan Kata . dikarenakan hampir semua bahasa pemrograman menggunakan manual inputnya adalah string. Fungsi strcat( ) Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan. dan Ani Oktarini 58 . strcat(a1. 4.h dan ctype.2= ". Pradita. Contoh-1 #include <string.h> #include <iostream. clrscr(). Pada bab ini akan dibahasa beberapa perintah dan fungsi string. Sopiyan. sumber).1.1.1. Ilamsyah. terutama pada pemrograman visualisasi. cin>>a1. getch().Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi String 4 Operasi string selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. cout<<"Masukkan Kata . a2).h> main() { char a1[20]. } Output yang akan dihasilkan.1= ". File header yang harus disertakan adalah string.h Bentuk Penulisan : strcat(tujuan. Fungsi Manipulasi String Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan menipulasi string. char a2[20]. cout<<"Hasil Penggabungannya "<<a1.h> #include <ctype. diantaranya: 4.

File header yang harus disertakan adalah string. Hasil Contoh-2 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 4. clrscr( ). Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int).1 Hasil Contoh-1 4.2. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 4. Sopiyan.h> main( ) { char a1[ ] = "BSI". Fungsi strcmp( ) Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua.b1) <<endl. cout<<strcmp(a1. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a2<<" dan "<<a2<<"->".2. getch( ). Contoh-2 #include <string. } Output yang akan dihasilkan.h> #include <iostream. cout<<strcmp(a2. cout<<strcmp(a1. char b1[ ] = "BSI". char a2[ ] = "Bsi". Ilamsyah.h> #include <conio.h Bentuk Penulisan : var_int = strcmp(str1. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<b1<<"->".a1) <<endl. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<a2<<"->". str2).a2)<<endl. Pradita.1. dan Ani Oktarini 59 .

1. Bentuk Penulisan : strcpy(tujuan.h> main( ) { char huruf[20]. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 4. huruf).h> #include <conio. cout<<"Pemindahannya = "<<pindah. Pradita.4. /* Proses */ strcpy(pindah.h. dan Ani Oktarini 60 . char pindah[20]. dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama dengan string asal. Contoh-3 #include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. Fungsi strlen( ) Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string.h Bentuk Penulisan : strlen(str). Frieyadie. Sopiyan. gets(huruf). getch( ). clrscr( ).1.3 Hasil Contoh-3 4. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". asal).Modul Algoritma Pemrograman I 4. File header yang harus disertakan adalah string.h> #include <iostream.h> #include <string. Fungsi strcpy( ) Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan. File header yang harus disertakan adalah string.3. Ilamsyah.

strrev(kata). getch( ). dan Ani Oktarini 61 . cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ".4 Hasil Contoh-4 4. Ilamsyah. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. char pindah[20]. gets(huruf).h> #include <string. File header yang harus disertakan adalah string.h> #include <iostream. Fungsi strrev( ) Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string. dari program contoh-4 diatas adalah: Gamabr 4.h> #include <conio. gets(kata).h> #include <iostream. } Output yang akan dihasilkan. clrscr().1. Pradita.h> #include <string. clrscr( ). String urutan paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya. cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ".h Bentuk Penulisan : strrev(str).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-4 #include <stdio.h> main( ) { char huruf[20]. cout<<strlen(huruf). Sopiyan. Frieyadie.h> #include <conio.h> main( ) { char kata[20]. Contoh-5 #include <stdio. cout<<"Masukan Sembarang Kata = ".5.

Sopiyan.2. b.02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konfersi string. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 4.h> #include <iostream. float angka. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 4. getch( ). angka = atof(kata).h> #include <conio.5 Hasil Contoh-5 4. clrscr( ). Pradita. a.1.h> main( ) { char kata[20].6. Hasil Contoh-6 Frieyadie. gets(kata). a = angka + 5. dan Ani Oktarini 62 . cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a.2.h Contoh-6 #include <stdio. 4.h> #include <math. Fungsi atof( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik float. File header yang harus disertakan adalah math.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). } Output yang akan dihasilkan. Fungsi Konfersi String Borland C++ 5. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan.

Hasil Contoh-7 4. Sopiyan. Pradita.h> #include <iostream. Frieyadie.2.h> #include <conio.h> main( ) { char kata[20]. } Output yang akan dihasilkan.3. dan Ani Oktarini 63 . getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I 4.h> main( ) { char kata[20].h> #include <stdlib.h Contoh-7 #include <stdio.2. float angka. clrscr( ).7. b. Ilamsyah.h Contoh-8 #include <stdio. a = angka + 5. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". gets(kata). Fungsi atoi( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik integer. Fungsi atol( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik long integer.h> #include <iostream.h> #include <stdlib. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. angka = atoi(kata).2. a. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 4. File header yang harus disertakan adalah stdlib. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h> #include <conio.

} Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-8 4. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<<a. Contoh-9 #include <stdio. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata.4. dan Ani Oktarini 64 .2. dari program contoh-8 diatas adalah: Gambar 4. Sopiyan. File header yang harus disertakan adalah string.Modul Algoritma Pemrograman I float angka. clrscr( ). getch( ).h> #include <conio. clrscr( ). Fungsi strlwr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar ) dalam string menjadi huruf kecil. b. getch( ). angka = atol(kata). gets(kata).h> #include <string. gets(kata). } Frieyadie. Ilamsyah. strlwr(kata). a. a = angka + 2500. Pradita.h> #include <iostream.h Bentuk Penulisan : strlwr(str).h> main( ) { char kata[20].8. cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =".

h> #include <string. Contoh-10 #include <stdio. strupr(kata).10 Hasil Contoh-9 Frieyadie. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 4.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. gets(kata). Sopiyan.h> #include <iostream. Pradita. cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”.h> main( ) { char kata[20]. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 4. getch( ). cout<<”Hasil Perubahan : ”<<kata<<endl. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 65 . Hasil Contoh-9 4.5. clrscr( ).h> #include <conio. File header yang harus disertakan adalah string.h Bentuk Penulisan : strupr(str).2.9. Ilamsyah. Fungsi strupr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string menjadi huruf kapital ( huruf besar ).

Mencari sisa hasil pembagian Frieyadie. Pembagian c.6" Kalimat2 = "12. Pengurangan e. dan Ani Oktarini 66 . Latihan Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut: 1.5" Kemudian kedua kalimat diatas dihitung menjadi perhitungan : a.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Bulatlah program untuk menggabungkan dua buah string Kalimat1 = Manajemen Kalimat2 = Informatika Menjadi seperti berikut: ManajemenInformatika 4. Ilamsyah. Diberikan kalimat string berikut : Kalimat1 = "35.3. Pradita. Penambahan d. Buatlah program untuk membalik kata berikut ini : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Menjadi seperti berikut : akitamrofnI anaraS aniB retupmoK and akitamrofnI nemejanaM imedakA 3. Perkalian b. Buatlah program untuk menghitung panjang kata berikut ini: Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika 2. Sopiyan.

Untuk keperluan pengambilan keputusan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi Penyeleksian Kondisi 5 Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada.h> main( ) Frieyadie.h> #include<iostream. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { pernyataan. maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. dan Ani Oktarini 67 . Pernyataan IF Pernyataan if mempunyai pengertian. Borland C++ menyediakan beberapa perintah antara lain. 5. Diagram Alir IF Bentuk umum dari pernyataan if if (kondisi) pernyataan. Ilamsyah. Sopiyan.1. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: salah kondisi benar perintah Gambar 5. “ Jika kondisi bernilai benar. …… } Contoh-1 #include<stdio. Pradita.h> #include<conio. Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk.1.

2 Hasil Contoh 1 5. “Jika kondisi bernilai benar. Ilamsyah. cout<<" Nilai Y : ". else cout<<"X . } Output yang akan dihasilkan.cin>>x. cout<<" Nilai X : ".y. Sopiyan. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: kondisi i Salah Benar Perintah-1 Perintah-2 Gambar 5.3 Diagram Alir if-else Bentuk umum dari pernyataan if -else if (kondisi) perintah-1. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 5. cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl. getch( ). clrscr( ). dan Ani Oktarini 68 . maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”.1. if ((x >= 0 ) && (y>=0)) cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl. else perintah-2.cin>>y.Modul Algoritma Pemrograman I { float x.1. Y : Ada yang bernilai NEGATIF"<<endl. Pradita. Frieyadie. Pernyataan IF .ELSE Pernyataan if mempunyai pengertian.

} cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl. Pradita. jab[10]. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal.."Manajer"). gapok=4000000 contoh-2 #include <stdio. if(gol=='1') { strcpy(jab. } else if(gol=='2') { strcpy(jab. cout<<" Masukan Golongan [1/2]: "."Direktur"). gapok =5000000 . gapok=5000000.cin>>gol..h> #include <iostream. long gapok=0.h> #include <conio.jika golongan=1. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk. dengan kriteria : . Jabatan= Direktur.. dan Ani Oktarini 69 . Sopiyan.h> main( ) { char gol. cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl <<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl. pernyataan majemuk atau pernyataan kosong. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { perintah-1. jabatan=Manajer. dari program contoh-2 diatas adalah : Frieyadie. gapok=4000000. . } else { perintah-2. Ilamsyah. getch ( ). } Contoh Menentukan besarnya gaji pokok dan jabatan dari golongan.Jika golongan =2.. clrscr( ). .

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 5. 4 Hasil Contoh 2

5.1.2. Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah : if(syarat) { if(syarat) … perintah; else … perintah; } else { if(syarat) … perintah; else … perintah; } Contoh Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut: • Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000. • Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000. Contoh-3 #include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { char kode,ukuran,merk[15]; long harga=0; clrscr( ); Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 70

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode; cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran; if (kode=='1') { strcpy(merk,"H & R"); if (ukuran=='S' || ukuran =='s') harga=45000; else harga=60000; } else if (kode=='2') { strcpy(merk," Adidas"); if (ukuran=='S' || ukuran == 's') harga=65000; else harga=75000; } else cout<<”Salah Kode Baju”<<endl; cout<<"------------------------"<<endl; cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl; cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl; getch(); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :

Gambar 5. 5 Hasil Contoh 3

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

71

Modul Algoritma Pemrograman I

5.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana. Bentuk Umum Penulisannya: if (syarat) { … perintah; … perintah; } else if (syarat) { … perintah; … perintah; } else { … perintah; … perintah; } Contoh Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut: • Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.

Contoh-4

#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0; clrscr( ); cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. "; cin<pendapatan;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

72

Sopiyan. cout<<"Hasil Total Rp. getch( ). "<<jasa<<endl. } else if(pendptan<=500000) { jasa=20000. komisi=0. cout<<"Uang Jasa Rp. "<<komisi<<endl. "<<total<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"============================="<<endl. dan Ani Oktarini 73 .2*pendapatan. 6 Hasil Contoh 4 Frieyadie. Ilamsyah. komisi=0. dari program contoh-4 diatas adalah : Gambar 5. cout<<"Uang Komisi Rp.Modul Algoritma Pemrograman I if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000) { jasa=10000. komisi=0.15*pendapatan. Pradita. } else { jasa=30000. } /* menghitung total */ total = komisi+jasa.1*pendapatan.

Jika pernyataan ini tidak ada. maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang lainnya. break. break. … perintah. Sopiyan.h> #include<iostream. case 12 : cout<<"Manajemen Informatika". default : … perintah. clrscr(). Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut: switch (ekspresi integer atau karakter ) { case konstanta-1 : … perintah.h> #include<conio.2. case konstanta-2 : … perintah. break. Pernyataan switch . dan Ani Oktarini 74 .case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat. Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. … perintah. switch(kode) { case 11 : cout<<"Komputerisasi Akuntansi". Contoh-5 #include<stdio. } Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi.case Bentuk dari switch .h> main() { int kode. Pernyataan switch . cin>>kode.Modul Algoritma Pemrograman I 5. cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ". Pradita.case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian. break. Frieyadie. Ilamsyah. tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. … perintah.

break. cin>>kode. 7 Hasil Contoh 5 Contoh-6 #include<stdio.h> main( ) { char kode. break. } getch( ). Ilamsyah. case 'B' : case 'b' : cout<<"Alat Elelktronik". break. dan Ani Oktarini 75 .. default: Frieyadie. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 5.C] : ". cout<<"Masukkan Kode Barang [A. break. Sopiyan. break. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I case 13 : cout<<"Tehnik Komputer". switch(kode) { case 'A' : case 'a' : cout<<"Alat Olah Raga". default: cout<<"Anda Salah Memasukan kode". case 'C' : case 'c' : cout<<"Alat Masak". Pradita. clrscr( ).h> #include<conio.

Nilai Pertandingan II. } Output yang akan dihasilkan. dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. Nilai Pertandingan III diinput. Nilai Pertandingan I. Tugas 1.3. } getch( ). break. maka menjadi Juara I • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 75.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Anda Salah Memasukan kode". maka menjadi Juara II • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 65. Ilamsyah. II dan III dibagi dengan 3. dan Ani Oktarini 76 . 8 Hasil Contoh 6 5. Pradita. Sopiyan. maka menjadi Juara III • Selain itu tidak juara Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nama Siswa : Nilai Pertandingan I Nilai Pertandingan II Nilai Pertandingan III : : : Frieyadie. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa. Ketentuan Juara • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 80. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Pertandingan I.

maka mendapat grade “C” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 46..... dan menjadi juara ke-. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masingmasing nilai.. maka mendapat grade “A” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 70. dari hasil perlombaan yang diikutinya... Jadi Siswa yang bernama . Ilamsyah....... Nilai Keaktifan * 20% : . adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. : .. dengan grade . Sopiyan.. Nilai Tugas * 30% : . Frieyadie. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. Nilai Ujian * 50% : ..Modul Algoritma Pemrograman I Layar Keluaran Siswa yang bernama .. : . memperoleh nilai akhir sebesar . 2. : .. Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput.. Pradita.... Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya... maka mendapat grade “B” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 56. Nilai Keaktifan... Memperoleh nilai rata-rata .. maka mendapat grade “D” • Selain itu mendapat grade “E” Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. : . dan Ani Oktarini 77 . Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Ketentuan Nilai Huruf • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 80.

300..Modul Algoritma Pemrograman I 3. memberi gaji pokok kepada karyawan kontraknya sebesar Rp... maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan Rp. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp... dan Ani Oktarini 78 . + Honor Lembur Rp ... Honor Lembur Rp . Golongan Jabatan : . Tunjangan Pendidikan Rp . Sopiyan.000 perbulan. dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut : Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. Ilamsyah. Layar Keluaran Karyawan yang bernama …… Honor yang diterima Tunjangan Jabatan Rp . 300.. Pendidikan : .000 • Tunjangan Pendidikan Tingkat Persentase Pendidikan SMA 2. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp.... Jumlah jam kerja : . 3500 untuk setiap kelebihan jam kerja karyawan tersebut. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG GAJI KARYAWAN Nama Karyawan: ... DINGIN DAMAI.000 Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam.. Pradita.. PT.5% D1 5% D3 20% S1 30% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. 300.. Frieyadie...

karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Proses Perulangan 6 Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. 6. } Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah : • Inisialisasi. disini akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya.h> main( ) { Frieyadie. Ilamsyah. Sopiyan. • Pengubah Nilai Pencacah. Pernyataan for Perulangan yang pertama adalah for. pengubah nilai pencacah ) { pernyataan / perintah. Pradita. memegang kontrol terhadap pengulangan. pernyataan / perintah.h> #include<conio.1.bilangan naik */ /* --------------------------. mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah. syarat pengulangan. merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu. pengubah nilai pencacah ) Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung.*/ /* Program for .h> #include<iostream. syarat pengulangan.*/ #include<stdio. Contoh : Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik. pernyataan / perintah. for ( inisialisasi. sebagai berikut: Contoh-1 /* --------------------------. secara menurun dan menampilkan bilangan ganjil. Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut : for ( inisialisasi. dan Ani Oktarini 79 . • Syarat Pengulangan.

h> #include<iostream. ++a) cout>>a.bilangan turun */ /* ---------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I int a. 1 Hasil Contoh 1 Contoh-2 /* ---------------------------. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 6. getch( ).*/ #include <stdio.h> Frieyadie. clrscr( ).h> #include <conio.h> # include <conio.h> main( ) { int a.*/ /* Program for .*/ /* Program for . 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 /* ----------------------------. Sopiyan. Ilamsyah. for(a = 1.bilangan ganjil */ /* ----------------------------. a <= 10. clrscr( ). for(a = 10.*/ # include <stdio. dan Ani Oktarini 80 . } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 6. getch( ). --a) cout<<a. a >= 1. Pradita.

pengubah nilai pencacah) { pernyataan / perintah. syarat pengulangan. dan Ani Oktarini 81 . getch( ).for Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya.1.Nested for */ /* ------------------------. Contoh-4 /* ------------------------. a+=2) cout<<a. 3 Hasil Contoh 3 6. perulangan yang di dalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai.*/ #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. } } Didalam penggunaan nested-for. a <= 10. clrscr( ). Pernyataan nested . Pradita. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 6.1. kemudian perulangan yang diluar diselesaikan. Ilamsyah. syarat pengulangan.*/ /* Program for .h> #include<conio.h> main( ) { int a. for(a = 1.h> main( ) Frieyadie. Sopiyan. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut : for ( inisialisasi. pengubah nilai pencacah ) { for ( inisialisasi.

Perulangan Tidak Berhingga Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus. b <= 5. for(a = 1.h> main( ) { int bil.*/ /* Program for Tdk Berhingga */ /* ------------------------. clrscr( ). for (bil = 60. b++) printf(" %d ". jika penulisan perintah sebagai berikut: Contoh-5 /* ------------------------. for(b = a. getch( ). hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop. a <= 5. a++) { printf("\n").h> #include<conio. dan Ani Oktarini 82 . b. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan.a).1. } Output yang akan dihasilkan. bil).2. 4 Hasil Contoh 5 6. Ilamsyah. bil >=10. Sebagai contoh. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 6. clrscr( ). } getch(). bil++) printf("%d".*/ #include<stdio. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I { int a. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie.

bil). Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 5.h> #include<stdio. Contoh Penggunaan goto. Sopiyan. cin<<a. 6.h> #include<conio. maka pernyataan printf("%d". Jika terjadi hal semacam ini. Pradita. char lagi. akan terus dijalankan. Bentuk pemakaian goto sebagai berikut: goto label. kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah.*/ /* Program dengan pernyataan goto */ /* -----------------------------. seharusnya penulisan yang benar berupa bil . cout>>"Masukkan Bilangan = ". atas: clrscr( ). Ilamsyah. 4 Hasil Contoh 4 Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan menurun. b.h> main( ) { int a. Frieyadie. dapat dilihat pada program berikut: Contoh-6 /* -----------------------------.*/ #include<iostream.2.Akan tetapi yang ditulis adalah : bil ++ Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6). Pernyataan goto Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label. untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK. dan Ani Oktarini 83 .

sebagai berikut: while ( syarat ) Pernyataan / perintah .Modul Algoritma Pemrograman I b = a % 2. Ilamsyah. dengan lebih dari perintah / pernyataan.a.h> Frieyadie. b). getch( ).*/ #include <stdio. Sopiyan.*/ /* Program while01. } Output yang akan dihasilkan. Bentuk umum perulangan while. Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu. Pernyataan / perintah . lagi = getche() .cpp */ /* ------------------. 5 Hasil Contoh 6 6. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. Pradita.3. yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi. Bentuk umum perulangan while. Pernyataan while Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for. if (lagi == 'Y' || lagi == 'y') goto atas. printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d". printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : "). } Contoh-7 /* ------------------. dan Ani Oktarini 84 . sebagai berikut: while ( syarat ) { Pernyataan / perintah .

6 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* ------------------. dan Ani Oktarini 85 . while(bil<=10) { printf(" %d ". Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. } getch( ).*/ #include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. } getch( ). dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 6. clrscr( ). Pradita.*/ /* Program while02.Modul Algoritma Pemrograman I #include <conio.h> #include <conio. while(bil<=10) { printf(" %d ". 7 Hasil Contoh 8 Frieyadie. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. clrscr( ).cpp */ /* ------------------. ++bil.bil).h> main( ) { int bil=1. Ilamsyah. bil+=2.bil).h> main( ) { int bil=2.

do { printf(" %d ".*/ /* Program do .h> main( ) { int bil=2. while ( syarat ). Ilamsyah. Pernyataan / perintah .while Pernyataan perulangan do . sebagai berikut: do { Pernyataan / perintah . sebagai berikut : do pernyataan / perintah . Bentuk umum perulangan do .h> #include <conio. Bentuk umum perulangan do . Pradita.*/ #include <stdio. } while(bil<=10).bil). clrscr( ). } while ( syarat ).while. Pernyataan do . Contoh-9 /* -----------------. 8 Hasil Contoh 9 Frieyadie. Sopiyan. dan Ani Oktarini 86 .Modul Algoritma Pemrograman I 6.4.while */ /* -----------------. getch( ). } Output yang akan dihasilkan.while. dengan lebih dari perintah / pernyataan. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 6. bil+=2.while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang.

do { if (bil >= 6) break. Ilamsyah.*/ #include <stdio.*/ #include <stdio. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. */ /* ----------------------------. c=1. } while(bil++). Pradita.h> main( ) { int a=3. 9 Hasil Contoh 10 Contoh-11 /* ----------------------------. Jika pernyataan break dikerjakan. while dan do-while ).bil). Contoh-10 /* ------------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I 6.h> main( ) { int bil = 1. bil. Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for.*/ /* Perulangan FOR dengan break. getch( ). clrscr( ). Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch.h> #include <conio. Sopiyan.h> #include <conio. b=2.5. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). Pernyataan break Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch. printf(" %d ". dan Ani Oktarini 87 .while dengan break */ /* ------------------------------. maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ). Frieyadie.*/ /* Program do .

tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut. printf("\n%d \t| %d \t| %d".*/ #include <stdio. for(bil=1. Pernyataan continue Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama. printf(" %d ". } Output yang akan dihasilkan. c+=2. b.6. bil<=10. dan Ani Oktarini 88 . Frieyadie.h> #include <conio.bil). ++bil) { if(bil==6) continue. printf("-------------------------"). Ilamsyah. for(bil=1. } getche( ). Sopiyan. bil<=10. dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi.a.*/ /* Perulangan FOR dengan coninue */ /* ----------------------------. } getch( ). b+=c.h> main( ) { int bil. ++bil) { a+=b. if(c==13) break. Contoh-12 /* ----------------------------. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n"). dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 5. 10 Hasil Contoh 11 6. Pradita. c).

+ 110 Frieyadie. Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan genap membentuk segitiga siku terbalik dengan hasilnya : 10 + 8 + 6 + 4 + 2 = 30 10 + 8 + 6 + 4 = 28 10 + 8 + 6 = 24 10 + 8 = 18 10 = 10 ---------.7. Sopiyan. Ilamsyah. =1 =3 = 15 = 105 = 945 2. 3. dan Ani Oktarini 89 . 4.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan genap dengan hasilnya : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 + 16 + 18 + 20 = 110 Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan ganjil dengan hasilnya : 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11 + 13 + 15 + 17 + 19 = 100 Bulatlah program untuk menghitung penjumlahan deret bilangan genap membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 2 =2 2+4 =6 2+4+6 = 12 2+4+6+8 = 20 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan ganjil membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 1 1*3 1*3*5 1*3*5*7 1*3*5*7*9 5. Tugas Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut : 1. Pradita. 11 Hasil Contoh 12 6. dari program contoh-12 diatas adalah : Gambar 6.

Ilamsyah. dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi: • Array Berdimensi Satu. Array Berdimensi Satu Sebelum digunakan. Contoh Pendeklarasian Array float Nil_Akhir[6]. hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Pradita. Bentuk Umum pendeklarasian array: Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran] Keterangan : • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. Sopiyan. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Variabel array dalam Borland C++. • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array. variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. dan Ani Oktarini 90 .1. • Array Berdimensi Dua 7. Jumlah Elemen Array Nama Variable Array Tipe data elemen array Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotakkotak kecil didalam kotak panjang tersebut.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Array 7 Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Frieyadie.

"Kamis"."Senin". Inisialisasi Array Berdimensi Satu Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut : Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array }."Rabu". clrscr().h> main() { char hari[7][10]= {"Minggu". getch(). Contoh-1 /* ---------------------------------. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan.1. Hasil Contoh-1 Frieyadie.1. cout<<hari[0]<<endl<<hari[1]<<endl<<hari[2]<<endl<<hari[3] <<endl<<hari[4]<<endl. dan Ani Oktarini 91 .*/ /* Inisialisasi Array Dimensi 1 */ /* ---------------------------------. cout<<"Nama-nama hari:"<<endl.1.Modul Algoritma Pemrograman I Elemen Array elemen elemen elemen elemen elemen elemen 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 Subcript/Index ARRAY NIL_AKHIR Subscript atau Index array pada C++."jum'at".*/ #include <conio. Ilamsyah.h> #include <iostream. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 7."Sabtu"}. selalu dimulai dari Nol ( 0 ) 7."Selasa". Pradita.

1. cout<<"No. Mengakses Array Berdimensi Satu Suatu array. Contoh-2 /* ---------------------------.i<=2. Nama Siswa Nilai Nilai ". Ilamsyah.h> #include<stdio. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. Frieyadie. float nilai2[5].i<=2. dan Ani Oktarini 92 . dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. float nilai1[5]. Nil_Akhir[1].i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i. cout<<"Hasil"<<endl. hasil[i] = (nilai1[i] * 0.60). cout<<"Nilai MidTest : ". cout<<"Nama Siswa : ". float hasil[5]. gets(nama[i]).*/ /* Program Array Satu Dimensi */ /* ---------------------------.2. cout<<"Ujian"<<endl. cout<<endl. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<nama[i].h> main( ) { int i. cout<<"Nilai Final : ". for(i=1.i++) { cout<<"Data Ke . clrscr( ).h> #include<iomanip. Pradita. cin>>nilai1[i]."<<i<<endl. Sopiyan. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk : Nama_Array[Subscript/Index] Contoh Nil_Akhir[3]. cout<<"------------------------------------------"<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I 7.40)+ (nilai2[i] * 0. Nil_Akhir[0]. char nama[5][20]. for(i=1.h> #include<iostream.*/ #include<conio. cout<<" MidTest Final ". cin>>nilai2[i].

2. } Output yang akan dihasilkan. • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom Contoh Pendeklarasian Array Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i]. Hasil Contoh-2 7. pendataan nilai dan lain sebagainya. Sopiyan. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 93 . cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai2[i]. cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl. Array Berdimensi Dua Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom. getch(). Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan. Bentuk Umum pendeklarasian array : Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2] Keterangan: • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 7. berikut dapat anda lihat pada tabel berikut : Data Penjualan Pertahun Tahun Penjualan No 2001 2002 2003 1 150 159 230 2 100 125 150 3 210 125 156 Frieyadie. Pradita.2. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom.

h> #include <iostream. Sopiyan. Contoh pengaksesan dengan bentuk sebagai berikut: Contoh-4 /* -------------------.23. Inisialisasi Array Berdimensi Dua Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel."Carli"}}. {"Andi"."Mas"}. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya."Budi". cout<<nama[0][1]<<ends<<nama[1][2]<<endl. Hasil Contoh-3 7. getch().*/ /* Array Dimensi 2 */ /* -------------------.1.h> main() { char nama[2][3][10]={{"Pak". Jumlah Kolom Jumlah Baris Nama Array Tipe data elemen array 7.2.2. cout<<nama[0][0]<<ends<<nama[1][0]<<endl. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut: Contoh-3 #include <conio. Pradita. dan Ani Oktarini 94 . cout<<nama[0][2]<<ends<<nama[1][1]<<endl. Mengakses Array Berdimensi Dua Suatu array.*/ #include<conio.h> Frieyadie. Ilamsyah. clrscr(). dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 7.1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut: int data_jual[3][3].Modul Algoritma Pemrograman I Jika anda lihat dari tabel 7.3."BU". } Output yang akan dihasilkan.

} cout<<endl.h> main() { int i. cout<<"Jumlah Penjulan : ". clrscr(). } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I #include<stdio.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i. } } cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl. cout<<"-----------------------"<<endl. cout<<data_jual[i][j]. dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. Sopiyan. cout<<"-----------------------"<<endl. cin>>data_jual[i][j]. j. Ilamsyah.i<=3.j++) { cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4). cout<<" "."<<i<<" "<<j<<endl.j<=3.j++) { cout<<"Data Ke .h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 95 . getch( ). for(i=1. int data_jual[4][4]. Pradita.i<=3. cout<<"NO 2007 2008 2093"<<endl.i++) { for(j=1. for(j=1. } cout<<"-----------------------"<<endl.h> #include<iomanip.j<=3. for(i=1.

Sopiyan. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. code. int Arr[100]. dst sampai seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort. Frieyadie. Hasil Contoh-4 7. Ilamsyah. Selection Sort Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen atau proses kerja dengan memilih elemen data terkecil untuk kemudian dibandingkan & ditukarkan dengan elemen pada data awal. Urut. Tentukan bilangan dengan Index terkecil dari data bilangan tersebut 3. iMin.*/ /* Selection sort dengan C++ */ /* -------------------------------. dan Ani Oktarini 96 . Prinsip kerja dari teknik ini adalah sbb : 1.24. Sorting dalam C++ a. Contoh-5 /* -------------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 7. int n.2. int Tmp.h> int main() { int i. Pengecekan dimulai data ke-1 sampai dengan data ke-n 2. Pradita. j. Tukar bilangan dengan Index terkecil tersebut dengan bilangan pertama ( I = 1 ) dari data bilangan tersebut 4.4.h> #include<stdio.*/ #include<conio.

if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. j < n. j < n. Urut = 1. }for(i = 0. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". i++) { iMin = i. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". for(j = Urut.1. for(i = 0. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". } Frieyadie. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). } } } } Urut = Urut + 1. i < n . &n). Arr[i]). i + 1. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. Arr[iMin] = Tmp. }} } } Urut = Urut + 1. scanf("%i". Ilamsyah. Sopiyan. } for(i = 0. i + 1). Arr[i]).1. } getch(). if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. Pradita. Arr[iMin] = Tmp. for(i = 0. for(j = Urut.Modul Algoritma Pemrograman I printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). i < n. dan Ani Oktarini 97 . scanf("%i". i < n. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. i < n. i++) { iMin = i. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). i + 1. i < n . &Arr[i]). for(i = 0.

int Arr[100]. Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya ( sebelumnya ) satu persatu (n-1. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 3.h> int main() { int i. Insertion Short Prinsip dasar Insertion adalah secara berulang-ulang menyisipkan / memasukan setiap elemen. Urut.h> #include<stdio. 1. for(i = 0. Arr[j] = Arr[j + 1].1.n-3. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". code.. i + 1. i < n. Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. } for(i = 1. } b. scanf("%i". &Arr[i]). iMin. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2. j++) { if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j]. &n). j < n .dst) 4. j. ke dlm posisinya / tempatnya yg benar. Pradita. int Tmp. } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). i++) { printf("Masukan data ke %i : ". printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). int n. dan Ani Oktarini 98 . Jika lebih kecil maka data tersebut dapat disisipkan ke data awal sesuai dgn posisisi yg seharusnya Frieyadie. for(i = 0. i + 1).. i < n.n-2. Arr[i]). Bandingkan data ke-I ( I = data ke-2 s/d data ke-n ) 4. Prinsip Kerja Insertion Sort adalah 2. Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3. } c. Ilamsyah.. i < n. Sopiyan. Arr[j + 1] = Tmp. } getch(). Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal. scanf("%i". i++) { for(j = 0.. #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I getch(). Buble Sort Prinsip Kerja dari Bubble Sort adalah : 1. Bandingkan data ke-I tersebut dengan data sebelumnya (I-1).

Ilamsyah. Sopiyan. int Tmp.1. } getch(). } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp. int n. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". int Arr[100]. Arr[i]).h" #include "stdio. j. } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). iMin. i + 1. Pradita. dan Ani Oktarini 99 . printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). &n). &Arr[i]). Arr[j] = Tmp. scanf("%i". #include "conio. for(i = 0.h" int main( ) { int i. scanf("%i". i < n.Modul Algoritma Pemrograman I 5. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. } else { Arr[j + 1] = Arr[j]. Urut. for(i = 0. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". } for(i = 1. i < n.1. while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j]. code. } Frieyadie. j = i . i++) { Tmp = Arr[i]. i + 1). i < n. j = j .

... 2000 S Sayap Rp... Sopiyan... . Pajak 10% Rp ... ... .. <proses counter> Jenis Potong [D/P/S] : ... Latihan 1. . <diinput> Jenis Ke .. ...Modul Algoritma Pemrograman I 7.. ..... • Banyak Jenis. Frieyadie.... -----------------------------------------------------------Jumlah Bayar Rp . Rp . 2500 P Paha Rp..... 2000 S Sayap Rp. Total Bayar Rp . • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan GEROBAK FRIED CHICKEN --------------------Kode Jenis Harga -------------------------D Dada Rp.... Sebuah perusahaan ayam goreng dengan nama “GEROBAK FRIED CHICKEN” yang telah lumayan banyak pelanggannya.. <diinput> <<Terus berulang tergantung Banyak Jenis>> Layar Keluaran GEROBAK FIRED CHICHEN ------------------------------------------------------------No.. .. “GEROBAK FRIED CHICKEN” mempunyai daftar harga ayam sebagai berikut : Kode Jenis Harga ---------------------------------D Dada Rp... 1500 -------------------------Banyak Jenis : ..... Rp .. 1500 ---------------------------------Buatlah programnya dengan ketentuan: • Setiap pembeli dikenakan pajak sebesar 10% dari pembayaran.. dan Ani Oktarini 100 .4. Jenis Harga Bayak Jumlah Potong Satuan Beli Harga ------------------------------------------------------------..... Ilamsyah. Jenis Potong dan Banyak Beli diinput.. Pradita.. ingin dibantu dibuatkan program untuk membantu kelancaran usahaannya.. <diinput> Banyak Potong : ... 2500 P Paha Rp.

<proses counter> Nama Karyawan : .. <di input> <<Terus berulang tergantung Jumlah Karyawan>> PT. Frieyadie...500 untuk setiap kelebihan jam kerja dalam satu bulannya.. . .. <di input> Jumlah Jam Kerja : . Sopiyan. <diinput> Karyawan Ke .000... STAY COOL ------------------------------------------------------------------------------------------No....... ... .... <di input> Pendidikan (1=SMU/2=D3/3=S1) : ..... ..... ........ • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan dan Keluaran Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT...... . .. 700. dan Ani Oktarini 101 .... PT. . Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja sebih dari 240 jam...... . <di input> Golongan (1/2/3) : ... ... STAY COOL Masukkan Jumlah Karyawan : ........ memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp... STAY COOL...per bulan. Ilamsyah... maka kelebihkan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp.Modul Algoritma Pemrograman I 2... Pradita...... ..... -----------------------------------------------------------------------------------------Total Gaji yang dikeluarkan Rp.. ... 2.. ...... Nama Tunjangan Karyawan ----------------Honor Pendapatan Jabatan Pendidikan Lembur Pajak Bersih ------------------------------------------------------------------------------------------. dengan memperoleh tujangan-tunjangan sebagai berikut: • Tunjangan Jabatan Golongan 1 2 3 Persen tase 5% 10% 15% • Honor Lembur Jumlah jam kerja normal dalam satu bulan sebanyak 240 Jam Kerja......

14 contoh: #define HURUF ‘B’ contoh: #define JABATAN “INSTRUCTOR” contoh: #define CETAK (“Borland C++”) contoh: #define LUAS_KUBUS (n*n) Frieyadie.1. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler. Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar. Sopiyan. guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. Pradita. ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Macro Dan File Header adalah: 8 Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari 8. Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah: #define nama_konstanta teks Contoh : Teks #define A 6 Nama_Konstanta Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define. didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. dan Ani Oktarini 102 .1. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : # Ada beberapa preprocessor directive. tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri. Preprocessor Directives Preprocessor directive merupakan suatu perintah yang termasuk kedalam program. tetapi untuk preprocessor.1. Ilamsyah. # define Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta. diantaranya adalah: 8. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. Teks dapat berupa: • Numerik • Karakter • String • Pernyataan • Fungsi Sederhana contoh: #define PI 3.

dan Ani Oktarini 103 .h> #include<conio. Contoh-1 /* ----------------------------------. cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl.h> #define awal { #define akhir } #define mulai() main() #define cetak cout #define masuk cin #define hapus() clrscr() #define tahan() getch() #define LS_KUBUS (sisi*sisi) mulai( ) awal Frieyadie.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* -----------------------------------.h> #define PI 3.h> #include<iostream. Pradita.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* ----------------------------------. cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl.*/ #include<stdio. Sopiyan. # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 8. getche( ).*/ #include<stdio.h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja.h> #include<iostream. cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl.1 Hasil Contoh-1 Contoh-2 /* ----------------------------------.141592 #define L(n) PI*n*n main( ) { clrscr(). } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.

cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus. Sopiyan. akhir Output yang akan dihasilkan. jika tidak maka. dan Ani Oktarini 104 . ls_kubus = LS_KUBUS. yaitu: • #include "nama_file_header" “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “. • #include <nama_file_header> “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya. #endif Frieyadie. hapus( ).#endif Preprocessor #if . Hasil Contoh-2 10. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 8. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta penyataan. tahan( ). ls_kubus. # if .Modul Algoritma Pemrograman I int sisi. cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ". cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl. yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat.#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. # include Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya.1.3. kecuali pada directori yang sedang aktif.1.2. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan : #include "nama_file_header" atau #include <nama_file_header> Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda.2. Pradita. diabaikan. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. 10. masuk>>sisi. Ilamsyah.

#else Penyataan-2. #else printf("Lebih Kecil dari Nol"). # if . Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define.#else . Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta Penyataan-1.h> #include <stdio. #endif Contoh-4 /****************************** Penggunaan #if .#endif Preprocessor #if . pernyataan #else dikompilasi. Hasil Contoh-3 10.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-3 /*********************** Penggunaan #if .3. Ilamsyah. Sopiyan.#endif ***********************/ #include <conio. dan Ani Oktarini . Pradita. #endif getch( ).#else .h> #define N 4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol").#endif ******************************/ #define N -4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 8. jika #if bernilai salah maka.#else -#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. } Output yang akan dihasilkan.4. #endif } 105 Frieyadie.1.

Bentuk #elif diikuti oleh ekspresi-konstanta. Pradita. Hasil Contoh-5 Frieyadie. Dalam hal ini #elif sama halnya seperti #elseif. Sopiyan. dan Ani Oktarini 106 .5. # elif ekspresi-konstanta-n Penyataan-n.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 8. #else N < 10 printf("Lebih Kecil dari Sepuluh"). merupakan kombinasi dari #if dan #else. Ilamsyah. Hasil hanya dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang benar. #endif } Hasil dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 8. #endif Contoh-5 /***************** Penggunaan #elif ******************/ #define N 12 main( ) { #if N > 10 printf("Lebih Besar dari Sepuluh"). Hasil Contoh-4 10.5. #elif ekspresi-konstanta-2 Penyataan-2. # elif Preprocessor #elif digunakan untuk mengkompilasi dari pernyataan bertingkat. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta-1 Penyataan-1. #elif N == 10 printf("Sama Dengan Sepuluh ").1. Perintah dijalankan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan.4.

6. } Hasil dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 8. cout<<LEBAR_MAKS. #endif Penjelasan: Jika nama-konstanta terdefinisi maka. Benuk umum penulisan sebagai berikut: #ifdef nama-konstanta pernyataan.# ifndef Preprocessor #ifdef dan #ifendef memberikan bagian dari program yang akan dikompile. Ilamsyah. Pradita.h> #define LEBAR_MAKS 100 #if LEBAR_MAKS>200 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 200 #elsif LEBAR_MAKS <50 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #else #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #endif main( ) { char str[LEBAR_MAKS]. Frieyadie.1.6. Sopiyan. pernyataan akan dijalankan. Hasil Contoh-6 10.1. Contoh-6 /**************** Penggunaan #undef *****************/ #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I 10. hal ini merupakan parameter yang khusus yang harus terdefinisi. dan Ani Oktarini 107 . pernyataan akan diabaikan.7. #undef Preprocessor #undef digunakan untuk menghilangkan nilai yang telah didefiniskan dari daftar definisi. jika nama-konstanta tidak terdefinisi maka. hal ini dapat dilakukan jika sudah konstanta didefiniskan pada bagian #define. # ifdef .

/* types. Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++.2. */ #ifndef TIME_T #define TIME_T typedef long time_t.h Types for dealing with time. Hasil Contoh-7 10. dan Ani Oktarini 108 . cout<<" pergi Kesekolah". #else #ifndef ANAK2 cout<<"Hari ini "<<ANAK1<<" "<<ANAK2.1988 All Rights Reserved.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-7 //--> Penggunaan #ifdef dan #ifndef #include<iostream. Sopiyan. Pradita.h . #endif #endif getche(). Copyright (c) Borland International 1987.h . kita dapat juga membuat file header sediri. } Hasil dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 8. #else cout<<"Pagi ini "<<ANAK2<<"pergi Kesekolah". dengan cara yang sama seperti membuat file editor.h> #define ANAK1 "ILHAM" #define ANAK2 "HADIANSYAH" main( ) { #ifdef ANAK1 cout<<"Pagi ini "<<ANAK1<<" pergi Kesekolah". Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++. File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran . Pembuatan File Header File Header adalah suatu file dengan akhiran .7. Ilamsyah. #endif Frieyadie.

pada folder kerja anda folder include. cout<<"Masukkan Nilai B = ".*/ /* program dengan file header sendiri */ /* ---------------------------------. dan Ani Oktarini 109 .cpp Contoh-9 /* ---------------------------------. Copyright (c) Frieyadie 2001 All Rights Reserved.h. Pradita. cin>>a. warna(4). . kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri. Buatlah program dibawah ini.h" mulai( ) awal int a. Sopiyan. c.h> #include<iostream. tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n"). */ #define awal { #define akhir } #define mulai( ) main( ) #define cetak cout #define tampil cprintf #define masuk scanf #define hapus( ) clrscr( ) #define jika if #define warna textcolor #define tahan getche( ) Setelah disimpan pada direktori C:\BC5\INCLUDE\..Modul Algoritma Pemrograman I Sebagai latihan berikut ini akan dibuatkan suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor.h contoh pembuatan file header untuk pengaturan. Contoh-8 /* atur.*/ #include<stdio. kemudian simpan dengan nama : atur. b.. Ilamsyah. akhir Frieyadie.h.h> #include"atur. cin>>b. Buatlah program file heder dibawah ini. cout<<endl.h> #include<conio. tahan. selanjutnya Compile file atur. c=a+b. hapus( ). cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c. cout<<"Masukkan Nilai A = ".

Proses berada didalam file header. dan Ani Oktarini 110 .S : ……<di-input> Nilai Murni Absensi = <data-inputan> * 10% = <hasil-proses> Nilai Murni Tugas = <data-inputan> * 20% = <hasil-proses> Nilai Murni U. Buatlah program menghitung pangkat dua serta pangkat tiga dari sebuah bilangan bulat dengan makro. 2. Buatlah program menghitung nilai akhir perkuliahan pada suatu matakuliah.A.A. Sopiyan.S * 30 % • Nilai U..Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 8.S : ……<di-input> Masukkan Nilai U.9.. sedangkan sebagai output adalah pangkat dua serta pangkat tiga dari bilangan bulat tersebut. <hasil-proses> Frieyadie.T.. Sebagai input adalah bilangan itu sendiri.3. <di-input> Luas Lingkaran : .T..T.S = <data-inputan> * 40% = <hasil-proses> Nilai Akhir yang diperoleh sebesar : ….S = <data-inputan> * 30% = <hasil-proses> Nilai Murni U.S * 40 % Untuk proses penilaian dilakukan didalam file header dan simpan nama file header tersebut hitnilai. Tampilan yang diinginkan: Program Hitung Nilai Akhir Mata Kuliah Masukkan Nilai Absensi : ……<di-input> Masukkan Nilai Tugas : ……<di-input> Masukkan Nilai U.. dengan ketentuan sebagai berikut: • Nilai Absensi * 10 % • Nilai Tugas * 20 % • Nilai U.. < hasil proses > 3. nama file header yang diinginkan : lingkaran. Hasil Contoh-9 10.h..A. Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran.h Tampilan Yang Diinginkan: Masukkan Nilai Jari-jari : . Latihan 1. < hasil proses > Keliling Lingkaran : . Ilamsyah. Pradita.

Pada umumnya kita tidak dapat menentukan dimana variabel akan ditempatkan Terkadang secara otomatis dilakukan oleh kompiler dan sistem operasi yang sedang aktif. Operator dereference ( & ) 2. hal ini dapat dilakukan dengan Frieyadie. Operator Dereference ( & ) Didalam mendeklarasikan suatu variabel harus pada lokasi yang pasti didalam penggantian memori. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu identifier “&” (ampersand sign) didepan nama variabel. suatu variabel akan menghasilkan alamat lokasi memori. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) Gambar 9.1. dan Ani Oktarini 111 . Operator Pointer Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh Borland C++: 1. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah. operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat. Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 0x0012ff88 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75.1.1.2. AMIR = ILHAM. Ilamsyah. Operator Reference ( * ) Dengan menggunakan operator anda dapat mengakses secara langsung nilai yamg terdapat didalam variabel yang berpointer. tetapi sesekali sistem operasi akan memberikan banyak alamat yang kita tidak mengetahui dimana variabel ditempatkan. Operator reference ( * ) 9. Dengan menggunakan operator dereference ( & ) ini.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Pointer 9 Merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain. Diagram Pengunaan Opeator Dereference 9.1. Pradita.1. // AMIR sama dengan ILHAM (75) RAKA = &ILHAM. 9. Sopiyan.

// RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) RAFLI = *RAKA. Pradita. Operator ini biasa disebut dengan “value pointed by”.2. menghasilkan nilai yang berada pada suatu alamat memori Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 65524 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. RAKA = &ILHAM. agar dapat menterjemahkan nilai sebenarnya dari suatu variabel.h> #include<iostream. // RAFLI sama dengan value pointed by RAKA(75) Gambar 9. Frieyadie. dan Ani Oktarini 112 . Sopiyan.h> void main( ) { char *const nama = "Borland C++".h> #include<conio. Bentuk penulisan: tipe_data * const nama_konstanta. Untuk mendeklarasikan pointer secara konstanta dengan memberikan kata const didepan nama konstanta. Deklarasi Pointer Pada Konstanta Suatu pointer dapat dideklarasikan secara konstanta atau secara tetap tidak dapat diubah.2 Diagram Pengunaan Opeator Reference 9.Modul Algoritma Pemrograman I menambahkan identifier asterisk ( * ). Contoh-1 //----------------------------------// //Pendeklarasian Pointer Konstanta // //----------------------------------// #include<stdio. Dengan menggunakan operator reference ( * ) ini. Ilamsyah.

cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. Pesan Kesalahan Yang Tampil adalah: Cannot modify a const object Error Message yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl.h> main( ) { int ilham. raka = &ilham.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). } Pada program diatas. Bentuk penulisan: tipe_data *nama_variabel.3 Error Message Contoh-1 9. nama = "Visual C++". cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. yaitu tidak dapat diubah-ubah..h> #include<iostream. Karena variabel nama. Frieyadie. Ilamsyah. amir. Pradita. terdapat kesalahan dan tidak dapat dijalankan. penyebabnya pada pernyataan nama = "Borland C++". memeriksa satu persatu data yang memiliki pointer pada saat variabel tersebut pertama kali dideklarasikan. *raka.h> #include<conio. Sopiyan. amir = ilham. dan Ani Oktarini 113 . dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 9. getch( ). ilham = 75. Deklarasi Pointer Pada Variabel Karena keakhlian dari pointer untuk menunjuk secara langsung kesuatu nilai. Contoh-2 //-------------------------------// //Penggunaan Pointer Dereference // //-------------------------------// #include<stdio. merupakan pointer konstanta. clrscr( ).3.

Pradita.5 Hasil Contoh-3 Frieyadie. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. ilham = 75.4 Hasil Contoh-2 Contoh-3 //-----------------------------// //Penggunaan Pointer Reference // //-----------------------------// #include<stdio. clrscr( ). dan Ani Oktarini 114 .h> #include<iostream. rafli = *raka.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nilai AMIR = "<<amir<<endl. rafli. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 9. Ilamsyah. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai RAFLI = "<<rafli<<endl.h> #include<conio. *raka.h> main( ) { int ilham. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 9. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. getch(). raka = &ilham. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl.

//pointer ke variabel char **amir. cout<<*raka<<endl. int *raka. Sopiyan. Pointer Pada Pointer Tidak terbatas menunjuk alamat dari suatu variabel. //pointer pada pointer clrscr( ). Didalam pendeklarasianya. amir = &raka. getch( ). Pradita. } Output yang akan dihasilkan. amir = &raka. ilham = 75. //pointer pada pointer ilham = '75'. Ilamsyah. cout<<"Nilai AMIR Hasil Mengakses ILHAM = ". hanya menambahkan pointer reference ( * ) pada variabel yang akan ditunjuk. dari program contoh-5 diatas adalah: Frieyadie. dan Ani Oktarini 115 .h> #include<iostream. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. Gambar 9.h> #include<conio. pointer dapat pula menunjuk ke pointer lainnya. raka = &ilham. char *raka. Sebagai contoh : char ilham.4. cout<<"Nilai RAKA Hasil Mengakses ILHAM = ". cout<<**amir<<endl. //pointer ke variabel int **amir.h> main() { int ilham.7 Diagram Pengunaan Pointer Pada Pointer Contoh-5 // -----------------------------// //Penggunaan Pointer to Pointer // //------------------------------// #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I 8. //-> Penugasan Ke Alamat Memori raka = &ilham.

karena secara internal array juga menyatakan alamat. cout<<endl. cout<<"Pointer". Sopiyan. dari program contoh-6 diatas adalah: Frieyadie. ptrnilai = nilai.8 Hasil Contoh-5 8.5. cin>>nilai[i]. int *ptrnilai. cout<<". for(i=1. } Output yang akan dihasilkan. for(i=1. Sebagai contoh sederhana dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-6 //------------------------------// //Penggunaan Pointer to Array // //------------------------------// #include<stdio. } getche( ). } cout<<endl. cout<<&ptrnilai[i].i<=5. Menempati Alamat Memori = ". Ilamsyah. Nilai "<<nilai[i].h> main( ) { int i. pada array. dan Ani Oktarini 116 .i<=5.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9.i++) { cout<<"Masukan Nilai Pertama = ".i++) { cout<<"Elemen "<<i<<". yaitu pengenal array sama dengan alamat pada elemen pertama. Pradita. cout<<"Hasil Pengaksesan Elemen Array Lewat". cout<<endl<<endl.h> #include<conio. Pointer pada Array Konsep Array diantaranya adalah banyak loncatan dari pointer satu ke pointer yang lain.h> #include<iostream. int nilai[5].

cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk.h> #include <conio.6.h> main( ) { char band_metal[ ] = "SEPULTURA". Sopiyan. } Frieyadie. Pradita. Ilamsyah. getche( ). dan Ani Oktarini 117 .*/ /* Pointer pada String */ /* ------------------.9 Hasil Contoh-6 9.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. char *band_punk = "RANCID". cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk.*/ #include <iostream. Pointer pada String Pointer pada string dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-7 /* ------------------. band_punk+=3. //menambah nilai penunjuk / pointer cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl.

4.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 9. karena sudah terjadi penambahan dengan 3. Pradita. maka pembacaan berpindah ke alamat ke. yang di tunjukkan oleh penambahan nilai pointer pada band_punk+=3. Sopiyan. Ilamsyah. terdapat perubahan nilai pointer band_punk . secara default. R A N C I D \0 1 2 3 4 5 6 Frieyadie.10 Hasil Contoh-7 Pada program diatas. sehingga tercetak kata CID. pembacaan dilakukan mulai dari pointer pertama. dan Ani Oktarini 118 .

dan Ani Oktarini 119 . diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’. … pernyataan / perintah. tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri. Contoh pembuatan fungsi sederhana Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */ #include<conio. Sopiyan. 10. .h> garis( ) { printf("\n----------------------\n"). sebagai contoh yang lainnya fungsi printf(). Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: nama_fungsi(argumen) { … pernyataan / perintah.Program menjadi lebih terstruktur.h> #include<stdio.Argumen. yang bersifat mutlak. … pernyataan / perintah. .Pernyataan / perintah.h> #include<iostream.Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama.1. .Nama fungsi. Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main(). boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan. sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan. Ilamsyah. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong. Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: . cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya. } Keterangan: . Pradita. diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi. Pada pemanggilan sebuah fungsi. cukup dengan menuliskan nama fungsinya. karena fungsi ini program akan dimulai. } Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Fungsi 10 Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus.

garis( ). } Output yang akan dihasilkan. //memanggil fungsi garis cout<<"AMIK BSI . Nilai-nilai pada objek-objek tersebut didapat dari variabel-variabel yang barada pada program utama.Modul Algoritma Pemrograman I /* program utama */ main( ) { clrscr( ). yaitu : • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam definisi fungsi.. Terdapat dua macam para parameter fungsi.1. //memanggil fungsi garis getche( ). • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama. ).2. garis( ). maka akan menunjukkan kesalahan. Frieyadie. Pradita. Hasil Contoh-1 10. Sedangkan yang dimaksud dengan parameter pada fungsi adalah suatu pendefinisian nilai-nilai dari objek-objek yang dideklarasikan pada bagian argumen di fungsi. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 10. Sopiyan. Prototipe fungsi dituliskan di atas blok program utama dan diakhiri dengan tanda qualifier titik koma ( . Ilamsyah.Pondok Labu"<<endl. Prototipe dan Parameter Fungsi Prototipe merupakan uraian dari blok fungsi yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi. sedangkan blok program fungsi yang mengandung perintah-perintah atau pernyataan-pernyataan dari program berada di bawah blok program utama yang memiliki keuntungan sebagai berikut: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi. • Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi. dan Ani Oktarini 120 . • Jumlah parameter yang digunakan • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan.

} //blok program fungsi dengan parameter aktual char coment (char ket[30]. //prototipe fungsi main( ) { char lagi.."---Bilangan Ganjil---"). int y) { ….. int i. else getch( ).i). else strcpy(ket.c[30].h> #include <string. dan Ani Oktarini 121 . //paramater formal cout<<c. Sopiyan. Ilamsyah. { cout<<"Masukkan nilai = ".h> #include <iostream.int n) { int a.h> //untuk strcpy char coment (char ket[30]. a=n%2..."---Bilangan Genap---").int n).cin>>i. Pradita. } if (lagi=='Y' || lagi=='y') goto atas.Modul Algoritma Pemrograman I Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual. coment(c. } parameter aktual parameter formal float total( int x. atas: clrscr( ). total(a. } Contoh penggunaan prototipe fungsi dan parameter fungsi sebagai berikut: Contoh-2 //Penggunaan Prototipe pada Fungsi #include <conio.cin>>lagi. cout<<"\n\nIngin input lagi [Y/T]: ". b). if (a==1) strcpy(ket. } Frieyadie. main() { …. ….

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.h> #include<iostream. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 10. tambah(a. b. yaitu: 10. cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan". clrscr( ). Frieyadie.1. Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah.*/ #include<conio. a = 5. walaupun nilai dari parameter formal berubah. main( ) { int a. int n).b). n+=7. cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ". cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()". cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Hasil Contoh-2 Di dalam bahasa C++ ada dua cara untuk melewatkan nilai-nilai parameter ke dalam fungsi dari nilai-nilai variabel.*/ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* -----------------------. dan Ani Oktarini 122 . Sopiyan. int n) { m+=5. Ilamsyah.2. Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal. getch( ) . } tambah(int m. Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-3 /* -----------------------.h> tambah(int m. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.h> #include<stdio. Pradita.2. b = 9.

2. b = 6. cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi". Hasil Contoh-3 10. dan Ani Oktarini 123 . Ilamsyah. clrscr( ). tambah(&a. a = 4.h> #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 10. cout<<endl.h> tambah(int *c. Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference) Pemanggilan dengan referensi merupakan pemanggilan nilai suatu parameter di dalam fungsi ke parameter actual yang disimpan pada alamat memori dengan menggunakan pointer.*/ #include<conio.*/ /* Penggunaan Call By Reference */ /* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------. cout<<endl. b. Contoh-4 /* ---------------------------. main( ) { int a. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Pradita.h> #include<iostream. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Frieyadie. Sopiyan. cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi".3. } Output yang akan dihasilkan. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu parameter aktual dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu parameter yang dilakukan di dalam fungsi.&b).2. int *d).

} tambah(int *c.h> #include <stdio.14*2*r). Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya. dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 10. Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-5 /* Pernyataan Return pd Fungsi */ #include <conio. dikarenakan nilai hasil dari parameter formal akan disimpan pada nama fungsi.14*r*r). dan Ani Oktarini 124 . Sopiyan. int *d) { *c+=7. cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()". Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. *d+=5. Pernyataan return(). cout<<endl. cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d.h> float luas (int r)//fungsi luas lingkaran { return(3. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). Syarat utama dalam pembuatan fungsi return adalah nama fungsi yang dapat mengembalikan nilai.3. Ilamsyah. } float kel (int r)//fungsi kel lingkaran { return(3.h> #include <iostream.4. } Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-4 10. } Frieyadie.

Sopiyan. clrscr( ). Pradita. Variabel Lokal Variabel Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh fungsi yang bersangkutan. Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel Otomatis. cout<<"Luas lingkaran = "<<luas(j)<<endl.h> #include<iostream. Contoh-6 /* -------------. Ilamsyah. Jenis Variabel Jenis Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah.1. dan Ani Oktarini 125 . } Output yang akan dihasilkan.4. main( ) { Frieyadie. 10.*/ #include<conio. cout<<"Keliling lingkaran = "<<kel(j).5.h> #include<stdio.*/ /* Variabel Lokal */ /* -------------.h> lokal( ). dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 10.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int j. cout<<"Masukkan Jari-jari = ".4. getch( ). Hasil Contoh-5 10. • Variabel Statis.cin>>j. Terdapat beberapa jenis variabel yaitu: • Variabel Lokal. • Variabel Eksternal atau Global.

*/ #include<conio. clrscr( ).2. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 10. Pradita. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. cout<<"Pemanggilan Variabel Lokal"<<endl. yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main(). Sopiyan. Variabel Eksternal Variabel Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan berulang-ulang.6. lokal( ).Modul Algoritma Pemrograman I int a = 15. //--> deklarasi variabel eksternal void lokal( ). Frieyadie. getch( ). Contoh-7 /* -----------------------------. Ilamsyah. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 126 . } Output yang akan dihasilkan.*/ /* Variabel Eksternal atau Global */ /* -----------------------------. } lokal( ) { int a = 10. cout<<"\nNilai a didalam fungsi lokal( ) = "<<a.h> int a = 6. diluar dari fungsi main(). Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini. Hasil Contoh-6 10.h> #include<stdio.4.

• Jika tidak ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal nol. dan Ani Oktarini . Suatu variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu tipe data variabel.3. Sopiyan. Contoh-8 /* -------------------------. Pradita.*/ /* Penggunaan Variabel Statis */ /* -------------------------.h> #include<iostream.*/ #include<conio. cout<<"Penggunaan Variabel Eksternal"<<endl. maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis dideklarasikan. getch( ). maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat variabel dideklarasikan. • Jika variabel statis bersifat eksternal.4. cout<<a. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 10. //--> pemanggilan fungsi local cout<<"\nNilai Setelah penggilan fungsi local() = ". } void lokal( ) { a+=10.h> #include<stdio. • Jika variabel statis bersifat local. lokal ( ).7.Modul Algoritma Pemrograman I void main( ) { clrscr( ).h> 127 Frieyadie. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-7 10. Variabel Statis Variabel Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel statis ini mempunyai sifat antar lain. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.

Fungsi inline Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih. walah( ). while dan do – while. didapat dari k=4+4.5. Ilamsyah. } walah( ) { static int k.Modul Algoritma Pemrograman I walah( ). dan Ani Oktarini 128 . • Pada pencetakan k didalam fungsi main( ). clrscr( ). cout<<"\nNilai K didalam fungsi() = "<<k. karena variabel k. tercetak nilai variabel k = 4. karena nilai k yang terbaru adalah 4. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) kedua. Output yang akan dihasilkan. didapat dari k=0+4. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 10. maka secara otomatis variabel k = 0. //--> prototipe fungsi walah main( ) { int k = 5. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) pertama. getch( ).8. Hasil Contoh-8 10. tercetak nilai variabel k = 8. cout<<"\nNilai K didalam fungsi main() = "<<k. adalah 5. Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan tipe data. terutama programprogram yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for. // --> deklarasi variabel statis k += 4. walah( ). Frieyadie. } Hal ini terlihat bahwa : • Pada pada prototipe fungsi walah( ) tidak tedapat nilai awal. didalam fungsi main( ) bersifat lokal. Pradita. Sopiyan.

k++) cout<<kali(k. Frieyadie.*/ #include<conio. dan Ani Oktarini 129 .9. k < 20. ". cout << "C++ Programming.h> inline int kali(int i.h> #include<iostream.h> #include<stdio. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 10. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. int j) { return(i * j).h> #include<stdio. k*2)<<" ". } int main( ) { { cout << "Kami Sedang Belajar.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. getch( ).*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. clrscr( ).h> inline static void cplusplus( ) { cout << "Pemrogramman C++\n". Pradita. ". Ilamsyah.*/ #include<conio.h> #include<iostream. Hasil Contoh-9 Contoh-10 /* -------------------------. for(k = 1.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-9 /* -------------------------. } main( ) { int k.

sehingga memiliki nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda.6. Ilamsyah.h> 130 Frieyadie. cplusplus( ). Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading. cout << "Mudah Untuk Dipelajari. Function Overloading Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi.10. } getche( ).h> #include<stdio. Hasil Contoh-10 10. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<iostream. Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut. ". cplusplus( ). dan Ani Oktarini .\n\n". Contoh-11 s/* ------------------------------. ". } { cout << "Jika Sudah Mengerti. s Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengna tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbeda-beda pula. Sopiyan.*/ #include<conio.*/ /* Penggunaan function overloading */ /* ------------------------------. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I cplusplus( ).\n\n". cout << "Berarti Sudah Anda Kuasai". cout << "Sedang Kami Pelajari. } { cout << "Mari Belajar. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 10.

cout<<hitung(4)<<endl. long hitung(long c). } double hitung(double d) { return(d*d). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -2 : ". dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 10. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -1 : ". float hitung(float d). dan Ani Oktarini 131 . Pradita. } int hitung(int b) { return(b*b). cout<<hitung(3)<<endl.11. } long hitung(long c) { return(c*c). getch( ). void main( ) { clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I int hitung(int b). Sopiyan. Hasil Contoh-11 Frieyadie. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -3 : ". } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. cout<<hitung(2)<<endl.

7778 Hasil keluaran yang diinginkan : Pemanggilan dengan tipe data double Proses dengan tipe data double 100 sama dengan 37. Buatlah program untuk menghitung besarnya diskon yang diberikan atas besanya sejumlah pembelian. Besar pembelian barang Rp. dengan variabel untuk masing-masing fungsi berbeda-beda. ………< hasil proses > 2. ………< hasil proses > Besar harga yang harus dibayarkan Rp. maka mendapat diskon sebesar 20%.000.Jika belanja dibawah Rp. c = 37. 1.7778 Pemanggilan dengan tipe data integer Proses dengan tipe data integer 100 sama dengan 37 Frieyadie.Jika belanja diatas Rp.32) * 5 / 9. dengan ketentuan sebagai berikut : .000.Modul Algoritma Pemrograman I 10.0) * 5 / 9. 5. Sopiyan. ………. Dengan tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Program Hitung Potongan.Jika belanja dimulai dari Rp. 5. Fungsi yang harus dibuat potong() untuk menghitung besar potongan yang akan diberikan. Buatlah 3 (tiga) buah fungsi untuk dioverloading.32. sampai dengan Rp. Latihan 1.7. dan Ani Oktarini 132 . • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah double • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah float • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah integer Rumus konversi yang digunakan adalah c = (f .000.7778 Pemanggilan dengan tipe data float Proses dengan tipe data float 100 sama dengan 37.000 . <di input > Besar diskon yang diberikan Rp. maka tidak mendapat diskon. c = (68) * 5 / 9.000 . Buatlah program untuk menghitung konversi dari derajat fahrenheit ke celcius Petunjuk : Gunakan Function Overloading. . Pradita. Contoh : Jika nilai Fahrenheit = 100 c = (100 . . 1. Ilamsyah.000.000.000. maka mendapat diskon sebesar 35%.

.... <hasil proses> Jumlah Bayar Penyewaan Sebesar Rp.Modul Algoritma Pemrograman I 3. dan Ani Oktarini 133 . <hasil proses> Frieyadie. Buatlah program untuk menghitung jumlah pembayaran pada perpustakaan "Kecil-Kecilan". < hasil proses > Penyewa dengan Nama . Ilamsyah... <diinput> Banyak Pinjam : . <hasil proses> Jenis Buku : . <diinput> Kode Buku [C/K/N] : ....Kecil-Kecilan". Sopiyan... ---------------------------Nama Penyewa Buku : ...... <diinput> Tampilan Keluaran yang diinginkan: Tarif Sewa Rp...... . .... Pradita. Mempunyai ketentuan sebagai berikut: Kode Jenis Buku C K N Jenis Buku CerPen ( Kumpulan Cerita Pendek ) Komik Novel Tarif Buku 500 700 1000 Petunjuk Proses : • Buatlah Fungsi Tarif untuk menentukan terif penyewaan • Gunakan Pernyataan If – Else Tampilan Masukan yang diinginkan: Perpustakaan "..

1. Sopiyan. Atau struct { elemen_struktur. Deklarasi Structure Structure dapat deklarasikan seperti berikut: struct nama_tipe_struktur { elemen_struktur. penggunaan nama structure-nya tidak bisa langsung di gunakan.. }.... Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal 11.. }mahasiswa. float nilai.. .. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur.. } nama_tipe_struktur.. float nilai.. }. Hal yang perlu di perhatikan : • Penulisan nama Structure jika mengikuti bentuk umum pertama.. karena secara otomatis menjadi sebuah tipe data. Pradita.. char nama[15]. . dan Ani Oktarini 134 . .. Ilamsyah.. Dan penggunaannya harus menggunakan objek/nama variabel yang menggunakan dari nama structure itu sendiri • Penulisan nama Structure dengan mengikuti bentuk umum kedua. char nama[15]. Frieyadie.. Contoh Deklarasi struct mahasiswa { char nim[5].Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Structure 11 Struktur digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda.. . struct { atau char nim[5]. maka penggunaan nama structure-nya bisa langsung di aplikasikan.

nim<<endl.nim.h> #include<conio. cout<<"masukan NIM = ". cout<<"masukan Nama = ". Adakah perbedaannya ? Frieyadie. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 11.nama<<endl. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". cin>>mahasiswa. cin>>mahasiswa. Sopiyan.*/ #include<stdio. cin>>mahasiswa. cout<<"\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n". cout<<"NIM = "<<mahasiswa.h> #include<iostream.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct1. clrscr( ). } mahasiswa. dan Ani Oktarini 135 . Pradita. cout<<"Nama = "<<mahasiswa. char nama[15].1.cpp */ /* ---------------------------.nilai<<endl.h> main( ) { struct { char nim[5]. Ilamsyah.nama. } Output yang akan dihasilkan. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1a /* ---------------------------. cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa.nilai. Hasil Contoh 1b Bandingkanlah Contoh-1a dengan Contoh-1b berikut ini.

cout<<"NILAI AKHIR: "<<mahasiswa.*/ #include<conio.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct2.cin>>mahasiswa. data mahasiswa. Ilamsyah.cin>>mahasiswa. int nilai. cout<<"masukan NIM : ". clrscr( ). getch( ).h> #include<iostream. }.nim<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"NAMA: "<<mahasiswa.nilai<<endl.nama[15].nama. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. cout<<"masukan NAMA : ". Pradita. dan Ani Oktarini 136 . cout<<"\n\n Data yang Anda Inputkan Adalah : "<<endl<<endl. cout<<"NIM : "<<mahasiswa.nama<<endl.1b.cin>>mahasiswa.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1b /* ---------------------------.nim.h> #include<stdio.nilai. cout<<"masukan NILAI AKHIR : ".cpp */ /* ---------------------------.h> main( ) { struct data { char nim[10]. Sopiyan. Hasil Contoh 1b Frieyadie.

clrscr( ). Suatu elemen-elemen dari suatu Struktur dapat dikirimkan ke dalam suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel sederhana ke dalam suatu function. } nama_tipe_struktur[jml_index]. Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program berikut: Contoh-2 /* -----------------------------------------. Pradita. cin>>mhs[i]. cout<<"NIM = "<<mhs[i]."<<k++<<endl.nilai. for(i=0. dan Ani Oktarini 137 .nim<<endl. …………………. main( ) { int i. Frieyadie.*/ #include<stdio. Sopiyan. Ilamsyah.nama. for(i=0. i++) { cout<<"Data Ke . Structure dengan Array dan Function Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure. .*/ /* Program Penggunaan structure pada function */ /* Nama File : struct4. i<2. sehingga membentuk Array dari Structure. j=1. cin>>mhs[i].Modul Algoritma Pemrograman I 11. } mhs[5]. cout<<"masukan NIM = ". struct { char nim[5]. Berikut bentuk deklarasi array struktur: struct { elemen_struktur .h> #include<conio. i<2."<<j++<<endl. char nama[15]. } clrscr( ). cout<<endl. i++) { cout<<"Data Ke .h> #include<iostream.cpp */ /* -----------------------------------------. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". cin>>mhs[i]. k=1.h> char ket(float n). float nilai. cout<<"masukan Nama = ".2.nim.

} Output yang akan dihasilkan. maka Nilai Hasil >= 80 • Jika Nilai Huruf = B. Ilamsyah. maka Nilai Hasil < 47 Frieyadie.nilai)<<endl. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11.nilai<<endl. maka Nilai Hasil >= 47 • Jika Nilai Huruf = E.nama<<endl.3. cout<<endl. cout<<ket(mhs[i]. Hasil Contoh 2 11. cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i]. maka Nilai Hasil >= 70 • Jika Nilai Huruf = C. } getch( ). Latihan Kerjakan tugas-tugas dibawah ini sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pengerjaan yang telah diberikan : 1. cout<<"Keterangan yang didapat = ". else return 'G'. } char ket(float n) { if(n > 65) return 'L'. Sopiyan. UAS dan menampilkan nilai huruf yang akan didapat.2. dan Ani Oktarini 138 . Buatlah sebuah function untuk menghitung nilai Hasil Nilai Hasil = (Nilai UAS * 40%) + (Nilai UTS * 60%) • Jika Nilai Huruf = A. maka Nilai Hasil >= 56 • Jika Nilai Huruf = D. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nama = "<<mhs[i]. Buatlah program untuk menghitung nilai Hasil dari nilai UTS. Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses.

dan Ani Oktarini 139 . Frieyadie. Buatlah sebuah function untuk menghitung honor lembur Ketentuan lembur dihitung dari kelebihan jam kerja pegawai tesebut. Honor harian pegawai honorer sebesar Rp. Pradita. Sopiyan. Buatlah program untuk menghitung honor pegawai honorer dari suatu perusahaan dengan menghitung kelebihan jumlah jam kerja pegawai tersebut. maka kelebihan jam kerja dikalikan Rp. 15000 Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses.Modul Algoritma Pemrograman I Tampilan akhir adalah sebuah tabel. hanya mendapat honor harian saja. Ilamsyah. 5000 + Honor harian • Jika jumlah jam kerja hanya 8 jam tidak mendapat honor lembur. seperti dibawah ini: 2. Jam kerja normal pegawai sebanyak 8 jam • Jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam.

Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan. Class juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut. Object Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud.Modul Algoritma Pemrograman I Class untuk Object Oriented Programming (OOP) 12.1. 2. 12. warna. Class Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek. seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. Sopiyan. seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil. digunakan dan lainlain. memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari penggunaannya. Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis. atau penggunaan atau manfaat dari objek tersebut.1. 3. kelompok buku dan lain-lain. Pradita. dan Ani Oktarini 140 . Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai. pesan atau pernyataan antar objek.1. Mudah diperbaharui Frieyadie. Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok fungsi. Keuntungan Penggunaan OOP Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah: 1. panjang dan lain-lain. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode). Ilamsyah. Methode Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan. Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain. Pengertian OOP BORLAND C++ 12 Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata.

bentuk. atapnya. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis. Object Declaration. dan Ani Oktarini 141 . public:c data element_class. Nama Anggota Data Pendefinisian Objek Frieyadie. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek 2. jendelanya. method. }. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis Obyek: 1. Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Bentuk umum dari kelas: class class_ name { private: data element_class. ketebalannya. Sopiyan. Ilamsyah. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif 3. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public. method. protype function. Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya. float harga . 4. ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya. warna catnya dan lain-lain. 12. }. motor sport. temboknya dan lian-lain. Contoh deklarasi : Nama class class motor { char merk [50]. int stok .1.2. maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public.

h> garis( ) { cout<<"==============================\n".nama<<endl <<" Nilai Akhir = "<<sekolah. Pradita. } Output yang dihasilkan dari program contoh-1 di atas adalah: Frieyadie.cin>>sekolah. getch( ).cout<<endl.nama.h> #include <conio. main( ) { clrscr( ).nama[20]. semua item di dalam kelas bersifat private.cin>>sekolah.Modul Algoritma Pemrograman I Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport. garis( ). dan Ani Oktarini 142 .nis.nis<<endl <<" Nama Siswa = "<<sekolah. } class siswa { public : char nis[9]. }. Secara default.nilai. siswa sekolah. cout<<"\t Nilai Siswa"<<endl <<"\t ------------"<<endl<<endl <<" NIS = "<<sekolah. Public pada kelas Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas.cin>>sekolah. cout<<" Input Nama Siswa = ". item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public. Jadi tanpa menuliskan kata kunci private.cout<<endl. garis( ). Sopiyan. cout<<" Input NIS = ". Ilamsyah. Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa disebut dengan objek. garis( ). float nilai. cout<<" Input Nilai Akhir = ". clrscr( ). cout<<"\t Program Nilai Siswa"<<endl <<"\t -------------------"<<endl. semua item di dalam kelas sudah private. Contoh-1 //Penggunaan public pada class #include <iostream.nilai<<endl. Pada sebuah kelas. A.

}. Ilamsyah. } Frieyadie. getch( ). s. dan Ani Oktarini 143 . float v.k. Private pada Kelas Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung.2 Hasil Contoh-1 (Layar Output) B.14 class tabung { private : int j. Pradita. Sopiyan. void keluaran( ). tabung s. public : tabung( ).h> #define pi 3. void main( ) { clrscr( ).keluaran( ).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 12.t.h> #include <iostream. Contoh-2 //Penggunaan private pada class #include <conio.1 Hasil Contoh-1 (Layar Input) Gambar 12.

int b. dan Ani Oktarini 144 . Ilamsyah. } Output yang dihasilkan dari program contoh-2 di atas adalah: Gambar 12.Modul Algoritma Pemrograman I tabung :: tabung( ) { cout<<"\n Menghitung Tabung"<<endl <<" -----------------"<<endl<<endl.3 Hasil Contoh-2 12. Pradita. Konstruktor Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada. public: int inta( ).2.cin>>t. cout<<" Masukan Jari-jari = ". Sopiyan. Frieyadie. int intb( ). cout<<" Masukan Tinggi = ". } void tabung :: keluaran( ) { cout<<endl <<" Volume Tabung = "<<v<<endl <<" Keliling Tabung = "<<k<<endl. v=(pi*j*j)*t.cin>>j. Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk memberikan nilai awal. Berikut contoh pendeklarasian suatu konstruktor di dalam sebuah kelas: class hitung { private: int a. k=(2*(pi*2*j))+t.

a.6. "<<endl. //deklarasi constructor }. bulat = 5. } bilangan :: bilangan( ) { cout<<"\n Konstruktor dijalankan .Modul Algoritma Pemrograman I hitung(int mudah). Contoh-3 //Konstruktor #include <conio.2. }. bilangan b.info( ).info( ). getch( ).h> #include <iostream. Pradita.h> class bilangan { private : int bulat. b. //konstruktor void info( ). public : bilangan( ). void main( ) { clrscr( ). } void bilangan :: info( ) { cout<<"\n Jenis Bilangan: "<<endl <<" Bulat = "<<bulat<<endl <<" Nyata = "<<nyata<<endl. double nyata... Sopiyan. nyata = 3. } Frieyadie. bilangan a. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 145 .

Contoh-4 //Destruktor #include <conio. sport. float cc_mesin.3.//destruktor void keterangan( ).keterangan( ).h> #include <string. long hrg). void main( ) { clrscr( ). getch( ). long harga. float cc.14500000).125. Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu setelah tidak menggunakannya lagi. } Frieyadie. dan Ani Oktarini 146 .500. Sopiyan.h> class motor { private : char *merk.//konstruktor ~motor(). public : motor(char *nama.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-3 di atas adalah: Gambar 12. motor sport("Honda CBR". Destruktor Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah menyelesaikan tugasnya. }. Pradita. motor matic("Honda Vario". matic. Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga.30500000).h> #include <iostream.keterangan( ). Ilamsyah.4 Hasil Contoh-3 12.

5 Hasil Contoh-4 12.//menghapus memori karakter pd merk } void motor :: keterangan( ) { cout<<"\n Informasi Motor:"<<endl <<" Merk = "<<merk<<endl <<" CC Mesin = "<<cc_mesin<<endl <<" Harga = "<<harga<<endl<<endl. Contoh-5 //Class dg Array & Fungsi #include <conio. float cc. Berikut ini contoh anggota dari suatu kelas yang berupa array. Pradita. dan Ani Oktarini 147 . } Output yang dihasilkan dari program contoh-4 di atas adalah: Gambar 12.4.//merubah data karakter menjadi string strcpy(merk.Modul Algoritma Pemrograman I motor :: motor(char *nama. harga=hrg. Array pada Kelas Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array. } motor :: ~motor( ) { delete [ ] merk. long hrg) { merk = new char[25].nama). cc_mesin=cc.h> Frieyadie. Ilamsyah. Sopiyan.h> #include <iostream.

}.wherey()).nik. float lembur(int l). cout<<" -------------------------------------------------\n" <<" No.Modul Algoritma Pemrograman I class kerja { public : char nik[10]. Sopiyan.x<y.nm.cin>>y.wherey()).b=1.4). getch( ).jam. gotoxy(7.cout<<kary[x].nm[25].cin>>kary[x].jam).nm. cout<<endl<<"Jumlah Data :".cout<<grand<<endl.3).cin>>kary[x]. kerja kary[15]. for(x=0. gotoxy(14.cout<<kary[x].jam).total=(40*20000)+kary[x].x++) { gotoxy(3. gotoxy(44.cout<<kary[x].jam.x++) { cout<<endl<<" Data Ke-:"<<a++<<endl. int jam. } float kerja::lembur(int l) { if (l>40) return(l-40)*30000. kary[x].total.wherey()). gotoxy(44.cout<<"Daftar Gaji Mingguan\n". Frieyadie. } cout<<" -------------------------------------------------\n". gotoxy(36. gotoxy(15.wherey()). cout<<" Nama Karyawan :".lembur(kary[x]. Ilamsyah.x<y.cout<<"Karyawan Honorer\n". main( ) { int x. cout<<" Jumlah Jam :".wherey()).wherey()). NIK Nama Jumlah Upah Total\n" <<" Karyawan Jam Lembur Gaji\n" <<" -------------------------------------------------\n". double total.cout<<b++<<".nik.". gotoxy(16.a=1.y.wherey()). cout<<" Total Keseluruhan Karyawan :". } clrscr( ). double grand=0.total<<endl. grand=grand+kary[x]. dan Ani Oktarini 148 .cout<<kary[x]. gotoxy(30. for(x=0. Pradita.cout<<kary[x].cin>>kary[x]. cout<<" NIK :".lembur(kary[x].

7 Hasil Contoh-5 (Layar Output) 12. pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation).5.1. Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan (Inheritance).5. Inheritance Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit. Sebagai Frieyadie. dan Ani Oktarini 149 .Modul Algoritma Pemrograman I else return 0. Sopiyan. Pradita. haruslah memiliki karakteirstik. Ilamsyah. } Output yang dihasilkan dari program contoh-5 di atas adalah: Gambar 12. Karakterisitk OOP Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang disebut Object Oriented Pemrograman (OOP).6 Hasil Contoh-5 (Layar Input) Gambar 12. Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of). Berikut akan dijelaskan karakteristik OOP tersebut: 12. satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism).

Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas. class Predator { public: // constructors Predator( ):Usianya(10). Dengan inheritance. Sopiyan.h> #include <conio. Ilamsyah. class yang baru akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. Inherate sangat mirip dengan hubungan orang tua dengan anak. kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita. MACAN }. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. bila digabung menjadi mobil sport. Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain. Bobotnya(5){} Frieyadie. yakni memiliki motor. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam. Tanpa inheritance. Berikut penulisan sintaksisnya: Class kucing_besar : Public predator Contoh-6 //pengunaan inheritance #include <iostream. walalupun tidak semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas. atau child class. Public Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. Pradita. Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass). Class yang sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class yang baru disebut dengan derived class atau subclass. TUTUL.Modul Algoritma Pemrograman I contoh. anda dapat menandai bahwa suatu kelas berasal dari mana.h> enum KETURUNAN { PUMA. SINGA. yaitu : 1. Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. dan Ani Oktarini 150 . tipe asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama. kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri. 3. yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas. sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih. Manakala suatu kelas menerima warisan. semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan. dan menyebabkan anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. 2. Protected Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan. Private Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan.

cout<<" Tahun Usianya \n". ingin makan \n".Meraung( ). cout<<" Umur Raja Hutan adalah: "<<Sibelang. Sibelang.} protected: int Usianya.\n". } //other methods void Melompat( ) { cout<<" Melompat . } Frieyadie. class Kucing_besar : public Predator { public: //constructors Kucing_besar ( ) : Keturunannya (SINGA) {} ~Kucing_besar( ) {} //Accessors KETURUNAN DptKeturunan() const { return Keturunannya.. suara Predator!\n". Sopiyan..Umurnya(). } void SetUmur (int Umur) { Usianya = Umur. }.\n". int main( ) { Kucing_besar Sibelang. } int Beratnya ( ) const { return Bobotnya. } private: KETURUNAN Keturunannya. Ilamsyah. } void Berburu( ) { cout<<" Berburu . dan Ani Oktarini 151 .} void Tidur( ) const {cout<< "ssshhh… Predator Tidur. } // method lainnya void Meraung( ) const { cout<< "Meraung . } void setKeturunan(KETURUNAN keturunan) { Keturunannya = keturunan.Berburu( ).. }. Pradita.. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I ~Predator( ) {} //accessors int Umurnya( ) const {return Usianya. int Bobotnya. } void SetBerat(int Berat) { Bobotnya=Berat.. Sibelang..

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-6 di atas adalah:

Gambar 12.7 Hasil Contoh-6

12.5.2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya mendeklarasikan method sebagai virtual. Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut: 1. Virtual function harus anggota class. 2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis. 3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek. 4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat berupa virtual destructor.

Contoh-7

//Penggunaan Polymorphism #include <iostream.h> #include <conio.h> class HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya hewan peliharaan"<<endl; } virtual void makan( )// anggota class { cout<<" Makan... dibutuhkan hewan peliharaan"<<endl; } };

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

152

Modul Algoritma Pemrograman I class Jinak : public HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucu dan Jinak"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Diberi makan agar jinak"<<endl; } }; class Kucing : public Jinak { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya kucing"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Makanan dibutuhkan Kucing"<<endl; } }; void main( ) { //definisi Objek Jinak dan Kucing puma Jinak jinak; Kucing puma; //definisi pointer ke objek HewanPeliharaan *hewan; hewan=&jinak; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); cout<<" -----------------------------"<<endl; hewan = &puma; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); getch(); } Output yang dihasilkan dari program contoh-7 di atas adalah:

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

153

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 12.8 Hasil Contoh-7

12.5.3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation: 1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi 2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu interface 3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan. 4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data struktur Dua hal dalam enkapsulasi : 1. Information hiding 2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface (bagian private) dan implementation (bagian public). Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan. Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat menggunkan objek kita.

Contoh-8

//penggunaan encapsulation #include <conio.h> #include <iostream.h> class satu_kandang { int kandang;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

154

}. ayam2.hasil()<<endl. getch( ). } int satu_kandang :: hasil(void) { return kandang. ayam2. int bebek. } Output yang dihasilkan dari program contoh-8 di atas adalah: Gambar 12.hasil()<<endl. dan Ani Oktarini 155 . } void main( ) { satu_kandang ayam1.Modul Algoritma Pemrograman I public: void atur(int nilai). ayam1. cout<<" Nilai dari ayam3 adalah "<<ayam3.atur(2). void satu_kandang :: atur(int nilai) { kandang = nilai.9 Hasil Contoh-8 Frieyadie.atur(5). ayam3. bebek=20. Ilamsyah. cout<<" Nilai dari ayam2 adalah "<<ayam2. ayam3. Sopiyan. Pradita.atur(7).hasil()<<endl. cout<<" Nilai dari ayam1 adalah "<<ayam1. int hasil(void). cout<<" Nilai dari bebek adalah "<<bebek<<endl.

... …………. Meriang Gembira Tanggal : ………………. Meriang Gembira Jumlah :………………. Desain masukan yang diinginkan adalah sebagai berikut PT. ………… ……………. ………… ……………. …………...... Sopiyan. …………... dan Ani Oktarini 156 . ========================================================== No. 25.. 1. …………. Total Honor Pegawai Sebesar …………... ………… ……………. …………. Jumlah Jam Kerja :………………Jam Data Ke-2 Nama Pegawai Jumlah Jam Kerja :…………………. …………. Pradita. Nama Honor Jumlah Honor Total Pegawai Jam Kerja Lembur Honor ========================================================== … ………………. Frieyadie. … ………………. … ………………. maka kelebihan jam dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp. Petunjuk : Gunakan kelas pegawai...6 Latihan Seorang manager ingin dibuatkan sebuah program perhitungan gaji pegawai staff honor sederhana. Tanggal Input :………………. Adapun ketentuan perhitungan gaji pegawai honorer adalah sebagai berikut : Honorer per hari yang diterima pegawai honorer sebesar Rp.. Anda sebagai staff programmer harus membuatkan program tersebut. :………………Jam …………. Ilamsyah. ………….. <terus mengulang sesuai jumlah pegawai yang diinputkan> Desain keluaran yang diingkinkan adalah sebagai berikut : PT. ---------------------------------------------------------------------------------------Data Ke-1 Nama Pegawai :…………………..500.000 Jam kerja selama 8 Jam setiap harinya Jam bekerja lebih dari 8 jam.Modul Algoritma Pemrograman I 12.

fungsi. Lalu buatkan bentuk rancangannya seperti contoh berikut: Bentuk Menu Utama Bentuk Input Bentuk Output Frieyadie.UAS Buatlah sebuah program aplikasi bertemakan bisnis secara berkelompok. looping. dan Ani Oktarini 157 . Ilamsyah. Sopiyan. label.Modul Algoritma Pemrograman I Studi Kasus Pra . Adapun isi program yang dibuat harus memuat materi UAS : Array. Pradita. structure dan Class. kondisi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful