Disusun Oleh : Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah dan Ani Oktarini

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++

Pengenalan Bahasa C++
1.1. Sejarah Singkat
1.1.1. Sekilas Perkembangan Bahasa C

1

Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL. Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi UNIX. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.

1.1.2.

Sekilas Tentang C++

Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell, AT&T. Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

1.1.3.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan class.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

2

Modul Algoritma Pemrograman I

1.2. Pengenalan IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++, dapat digunakan untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Menulis Naskah Program. Mengkompilasi Program ( Compile ) Melakukan Pengujian Program ( Debugging ) Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking ) Menjalankan Program ( Running )

Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: Klik tombol Start pilih Program Borland C++ 5.02 klik Borland C++

Gambar 1.1. Menu Untuk Mengaktifkan Program Borland C++ Berikut lDE dari Borland C++, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.2.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

3

terbagi menjadi 4 (empat) bagian. Window dan Help. c. yaitu: a. Edit. Jika pertama kali anda membuat program.CPP d. nama file jendela editor adalah NONAME00. File. b. Jendela Message Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Pembuka Borland C++ Menu Bar Tools Bar Jendela Editor Jendela Message Status Bar Gambar 1. Frieyadie. run dan lainlain. compiler. dan Ani Oktarini 4 . e. seperti icon open. Search. Run.3. Options. Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek. maka akan diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya. Baris Menu ( Menu Bar ) Menu utama terdiri dari. Ilamsyah. IDE Borland C++ 5. Baris Status (Status Bar) Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris dan kolom. Compile. save. Jendela Editor Tempat untuk pengetikan program dan membuat program. Project. Pradita. Sopiyan. Debug.02 IDE pada Borland C++. waktu yang sedang berjalan). Baris Peralatan (Tools Bar) Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam pembuatan program-program C++.

Ilamsyah. apabila ditempatkan sebelum funtuator }. Frieyadie. Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh. Model Tiny Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari 64 Kb. Model-model memori tersebut adalah: a.h) 2. maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan hasil 1. Bentuk Umum: #include <file-header> main() { pernyataan.Modul Algoritma Pemrograman I 1. setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu. Model Memori Borland C++. Pradita. Struktur Program C++ Struktur program C++.4. main() merupakan awal mula dari blok program utama 3. } Contoh-1 1. cout merupakan perintah keluaran pada C++ 5.3. Sopiyan. apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream. mempunyai enam model memori untuk program dan data. getch(). sama seperti struktur program C yang terdahulu. tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program 4. dan Ani Oktarini 5 .

d. Model Small Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb. c. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 6 . Model Medium Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. 1. Cara mengaktifkannya : Klik Menu File Klik New Text Edit Gambar 1. d. Sopiyan. Membuat File Editor File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi. Model Large Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K. e.5.5 Cara Menampilkan Text Edit Frieyadie.CPP. Pradita. Model Huge Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data. kemudian dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file .Modul Algoritma Pemrograman I b. Model Compact Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.

6. Menekan HotKey Ctrl + KS. Ilamsyah.7. Sopiyan. diantaranya yaitu : Save Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. dan Ani Oktarini 7 . Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1.6 Jendela Text Edit 1. maka selanjutnya disimpan dengan cara : a. Selanjutnya tampil jendela Save File As. seperti dibawah ini : Gambar 1. Menyimpan File Editor Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit. Jendela Save File As Pada Borland C++ 5. Hotkey yang ada bisa gunakan untuk menyimpan dengan menekan tombol Ctrl + KS. Save All Digunakan untuk menyimpan semua File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Save As Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk dengan nama file yang berbeda. Frieyadie.02 terdapat tiga cara menyimpan file editor. Kik Menu File  Save b.

proses linking. Pradita. Kik Menu Debug Run b. Menjalankan Program Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program.Modul Algoritma Pemrograman I 1. membuat file eksekusi ( .melakukan proses linking. selanjutnya tampil hasil seperti gambar 1. yaitu dengan cara: a.10 dibawah ini : Frieyadie. seperti dibawah ini : Gambar 1. seperti dibawah ini : Gambar 1.7. Menekan HotKey Alt + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Compile. Sopiyan. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 8 .9 Kotak Dialog Run Setelah proses menterjemahkan program. Kik Menu Debug Compile b. yaitu dengan cara : a. Menekan HotKey Ctrl + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Run. Menterjemahkan Program Proses Compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin.8 Kotak Dialog Compile 1.8.exe ) dan sekaligus menjalankan program.

seperti dibawah ini : Frieyadie. Ilamsyah. Pradita.11 Jendela Open File pada C++ 1.9. dan Ani Oktarini 9 .10 Contoh Hasil Keluaran Program 1. dengan cara : Klik Menu File Open Selanjutnya tampil Jendela Open. Membuka File Editor Penjelasan Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1.10. Sopiyan. seperti dibawah ini : Gambar 1.Mencetak File Editor Penjelasan Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara Klik File Print Selanjutnya tampil Jendela Print Option.

dan Ani Oktarini 10 .02 Keluar dari Aplikasi Borland C++ 5.12 Jendela Print Option 1. Keluar dari Borland C++ 5.02.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Pradita. Sopiyan.11. Ilamsyah. dengan cara File Exit Frieyadie.

d 1.7 x 10+308 3. Tipe Data Tipe Data Char Int Short Long Float Double Long Double Ukuran Memori 1 Byte 2 Byte 2 Byte 4 Byte 4 Byte 8 Byte 10 Byte Jangkauan Nilai -128 s.648 s.d 1. Sopiyan. Tabel 2. Ilamsyah.1. yaitu: • Konstanta Bilangan • Konstanta Teks A. Pradita.1 x 10+4932 5–7 15 – 16 19 Jumlah Digit Tipe Data Tambahan. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian. Tipe Data Tambahan Tambahan Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai Unsigned Integer Unsigned Character Unsigned Long Integer 2 Byte 1 Byte 4 Byte 0 – 65535 0 – 255 0 – 4.4 x 10-4932 s. antara lain: Frieyadie.647 3.4 x 10-38 s. Konstanta Bilangan Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok.d 3.4 x 10+38 1.7 x 10-308 s.Modul Algoritma Pemrograman I Pengenalan Model Data.435.d 32767 -32768 s. Konstanta Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. dan Ani Oktarini 11 . Perintah Masukan dan Keluaran BORLAND C++ 2 2.1.147.d 127 -32768 s.2. Pengenalan Tipe Data Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan.967.295 2. adalah : Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja.2.147.d 32767 -2. yang dimiliki oleh Borland C++.d 2.435.294. diantaranya: Tabel 2.

2. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point. dan Ani Oktarini 12 . angka. tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar.Modul Algoritma Pemrograman I 1. antara lain.14. Contoh: const x = 89. Deklarasi Konstanta Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const. pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point. atau const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta. Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal. C. 2. Sopiyan. Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ). Konstanta Teks Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok. Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). Contoh : 1. Contoh : “Virusland”. Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain. Data Karakter (Character). 3. “Y” dan lain-lain. Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan. 1. notasi atau simbol. Frieyadie. const float phi = 3. Data Teks (String).57 ) • Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4. 100 2.22e3 4. “AMIK BSI”. Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya. Pradita. yaitu : • Bentuk Desimal ( contoh : 5. Ilamsyah. Konstanta Bilangan Bulat (Integer). B. “Jakarta”. Bentuk penulisannya : const nama_konstanta = nilai konstanta. Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ). Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision ) Konstanta Double Precision. mempunyai bentuk penulisan.22 x 103 )s 3.

Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel. B. Character ( Karakter Tunggal ) 2. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision.3. Tabel 2. 3. yaitu : • Variabel Numerik • Variabel Teks A. dan Ani Oktarini 13 . 2.3. mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain : 1. seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri. Variabel. dibagi menjadi dua jenis kelompok. Variabel Numerik Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam : 1. Pradita. Sopiyan. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih). Deklarasi Variabel Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut. Dalam pemberian nama variabel. String ( Untuk Rangkaian Karakter ) C. Variabel Text 1. ). Ilamsyah. Deklarasi Variabel TIPE VARIABEL Integer Floating Point Double Precision Karakter Unsigned Integer Unsigned Character Long Integer Unsigned Long Integer Bentuk penulisannya : Tipe data nama variabel. Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program. Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point. Bilangan Bulat atau Integer 2. SIMBOL DEKLARASI Int Float Double Char unsigned int unsigned char long int unsigned long int Frieyadie. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( .Modul Algoritma Pemrograman I 2.

Argumen ini dapat berupa variabel. char grade. argumen-2.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh Deklarasi char nama_mahasiswa[20]. Penentu Format Printf( ) TIPE DATA Penentu Format Untuk printf( ) Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Bentuk Desimal dan Pangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer %d %f %e %g %lf %c %s %u %ld %lu %x %o printf(“%c merupakan abjad yang ke . 2. Frieyadie. dan Ani Oktarini 14 .%d”. String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format. Ilamsyah.4.4. argumen-1. int nilai.2).4.1 printf( ) Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar. …). Perintah Keluaran Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++. Sopiyan. printf("string-kontrol". Pradita. Tabel 2. konstanta dan ungkapan. diantaranya adalah : printf( ) puts( ) putchar( ) cout( ) 2.’b’. float rata_rata . Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan.

getch( ). 1 Hasil Contoh 1 a. printf("Nilai Tugas 2: %2f ".a2). } Gambar 2. tampilan yang tampak biasanya kurang bagus. Sopiyan. jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah: Frieyadie. nama. printf(“hai %s. Penggunaan Penentu Lebar Field Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan. clrscr( ). Ilamsyah. Berikut bentuk penulisannya: Contoh-2 #include<stdio.h> #include<conio. clrscr( ).h> #include<iostream. int nilai = 100.h> main( ) { float a1=87. Kamu mendapatkan Nilai %i” . printf("Nilai Tugas 1: %2f \n".50.a1). a2=77. nilai). dan Ani Oktarini 15 . } Output yang akan dihasilkan.5.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1 #include <stdio. Pradita.h> #include<iostream.h> main( ) { char nama =”dita”.h> #include <conio. Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak.

Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.5. Escape Sequences ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN \b \f \n \r \t \' Backspace Formfeed Baris Baru Carriage Return Tab ( default = 8 karakter ) Tanda kutip tunggal ( ' ) Frieyadie. getch( ).h> #include<iostream.2f". jika menggunakan penentu lebar field adalah Gambar 2. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 #include<stdio. dan Ani Oktarini 16 . Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar). printf("Nilai Tugas 2: %2. Sopiyan. a2=77.a1). Pradita.5.h> #include<conio. printf("Nilai Tugas 1: %2.2f \n".h> main( ) { float a1=87.50. } Output yang akan dihasilkan. clrscr(). Penggunaan Escape Sequences. 3 Hasil Contoh 3 b. Ilamsyah. Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain : Tabel 2.a2).

karena fungsi ini khusus untuk tipe data string. Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I \" \\ \xaa \aaa Tanda Kutip Ganda ( " ) Backslash Kode ASCII dalam hexadecimal. clrscr( ). c = 98. float a = 88. Untuk mencetak pindah baris. printf("\n%8.nama3).c).2.2f \t %8. dan Ani Oktarini 17 . ( aa menunjukkan angka ASCII ybs ) Kode ASCII dalam octal. } Gambar 2. Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string printf( ) Harus menentukan tipe untuk data string.2f \t %8.8. a. Sopiyan. yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar. printf("%8s\t %7s\t %8s ". 4 Hasil Contoh 4 2. puts( ) berasal dari kata PUT STRING. b = 90. nama1.4. Pradita. yaitu %s puts( ) data Tidak Perlu penentu tipe data string. Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah : Tabel 2.2.nama2[10]="Ani". getch( ). karena sudah dibeikan secara otomatis.nama3[10]="Fitri".h> #include<conio.6.5.h> main( ) { char nama1[10]="Dita".2f ".nama2.b. puts( ) Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf(). Untuk mencetak pindah baris memerlukan notasi ‘ \n ‘ tidak perlu notasi ‘ \n ‘ . (aaa menunjukkan angka ASCII ybs ) Contoh-4 #include<stdio. Ilamsyah.

5 Hasil Contoh 5 2. putchar('S'). puts(a). putchar('-').4. putchar('I'). } Output yang akan dihasilkan. putchar('2'). clrscr(). } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { clrscr( ). dan Ani Oktarini 18 .h> #include <conio. putchar( ) Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar.h> #include <conio. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 2. putchar('0'). Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris.h> main() { char nama[5] = "BSI".3.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-5 #include <stdio. Pradita. putchar('9'). Sopiyan. putchar('B'). puts("Anda Kuliah di "). Ilamsyah. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. Contoh-5 #include <stdio. putchar('0'). getch( ).

cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1. getch( ). Untuk menggunakan fungsi cout ini. clrscr( ). cout Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar. Ilamsyah. antara lain. cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2. 6 Hasil Contoh 6 2. 7 Hasil Contoh 7 2.h> main( ) { int jumbar1=150.4.4. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 2. jumbar2=23. } Output yang akan dihasilkan. harus menyertakan file header iostream.h> #include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. Pradita. Fungsi Manipulator Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar.4. dan Ani Oktarini 19 . untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip. Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++.h . endl end flush() dec() hex() oct() setbase() setw() setfill() setprecision() setosflags() Frieyadie.5. Contoh-7 #include <stdio.h .h> #include <conio. Sopiyan.

char alamat[20]="Jakarta Selatan". cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 2. Sopiyan. File header yang harus disertakan adalah file header iostream. c. Ilamsyah. dan Ani Oktarini .h> # include<conio. 8 Hasil Contoh 8 b. diantaranya: a.h .h . Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk. 20 Frieyadie.. Contoh-8 # include<stdio. cout<<"Nim :"<<nim<<endl.h> main( ) { char nim[9]="12098890".h> # include <iostream. clrscr( ). ends ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter. File header yang harus disertakan adalah file header iostream. getch( ). d. Contoh-9 # include <stdio. b. cout<<"Nama :"<<nama<<endl.h> main( ) { int a.Modul Algoritma Pemrograman I Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator. Pradita.h> # include <conio.h> # include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. endl endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris.nama[15]="Andi". Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL.

c = a % b. cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl. getch( ). oct dan hex dec. cin>>b. oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16). cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends. File header yang harus disertakan adalah file header iomanip. cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl. dec. Pradita. cout<<"Masukan Nilai B : ". d = a * b.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ).h> # include <iostream.h> # include <conio. Ilamsyah.h> main( ) { int nilai = 320. 9 Hasil Contoh 9 c. clrscr( ). dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 2.h> # include <iomanip. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Masukan Nilai A : ". cin>>a. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl. cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends. Sopiyan. cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl. getch( ). dari program contoh-10 diatas adalah: Frieyadie. Contoh-10 # include <stdio.h . dan Ani Oktarini 21 . oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10).

a = 25. c = a * b. cout<<setprecision(2)<<c<<endl. dari program contoh-11 diatas adalah: Gambar 2.54. getch( ). Contoh-11 # include <conio.23. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. cout<<setprecision(3)<<c<<endl. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). cout<<setprecision(5)<<c<<endl. clrscr( ).b. file header yang harus disertakan adalah file header iomanip. setprecision( ) Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.c. Sopiyan.h> # include <iostream. b = 12. cout<<setiosflags(ios::fixed). cout<<setprecision(1)<<c<<endl. dan Ani Oktarini 22 . } Output yang akan dihasilkan. Pradita. 10 Hasil Contoh 10 d.h .h> # include <iomanip.h> main( ) { float a. Ilamsyah. cout<<setprecision(4)<<c<<endl.

12.a<=260. cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n". cout<<"----------------------------"<<"\n". Bentuk penulisannya : setbase(base bilangan).a++) { cout<<setbase(10)<<a<<" ". Ilamsyah. dan Ani Oktarini 23 .h . File header yang harus disertakan file header iomanip.h> # include <iomanip. } Output yang akan dihasilkan.h> # include <conio. cout<<setbase(16)<<a<<endl. Decimal dan Hexadecimal.Modul Algoritma Pemrograman I e. } getche( ). Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan. clrscr( ). dari program contoh-12 diatas adalah: Gambar 2.h> # include <iostream. cout<<setbase(8)<<a<<" ". yaitu : • Octal = basis 8 • Decimal = basis 10 • Hexadecimal = basis 16 Contoh-12 //Penggunaan Manipulator setbase() # include <stdio. Pradita. Hasil Contoh-12 Frieyadie.h> main( ) { int a = 250. setbase( ) setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal. Sopiyan. cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl. for(a=250.

h> # include <conio. File header yang harus disertakan file header iomanip. dan Ani Oktarini 24 . Pradita.a<=15. Bentuk penulisannya : setw(int n).h . } cout<<"-------------------------------"<<"\n". clrscr( ).h> # include <iostream. Sopiyan. dari program contoh-13 diatas adalah: Gambar 2. for(a=1.h> # include <iomanip.a++) { cout<<setw(a)<<a<<endl. integer.h> main( ) { int a.Modul Algoritma Pemrograman I f. getche( ). cout<<"-------------------------------"<<"\n". Ilamsyah. Contoh-13 // Penggunaan Manipulator setw() # include <stdio. setw() setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel. } Output yang akan dihasilkan. n = merupakan nilai lebar tampilan data. Hasil Contoh-13 Frieyadie. cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n".13.

Hasil Contoh-14 Frieyadie.a<=15. cout<<setw(a)<<a<<endl. Sopiyan. clrscr( ). Contoh-14 // penggunaan setfill dan setw( ) # include <stdio.Modul Algoritma Pemrograman I g. dari program contoh-14 diatas adalah: Gambar 2. cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n". } getche( ).a++) { cout<<setfill('-'). dan Ani Oktarini 25 . } Output yang akan dihasilkan. setfill() setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw(). File header yang harus disertakan file header iomanip.h> # include <iomanip. cout<<"-------------------------------"<<"\n".h> # include <conio. Bentuk penulisannya : setfill(charakter).h .14. Pradita.h> main( ) { int a. Ilamsyah. for(a=1.h> # include <iostream.

Frieyadie. clrscr( ). cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a. 1. cout<<"Rata Sebelah Kiri = ". dari program contoh-15 diatas adalah: Gambar 2.. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b.h> # include <iostream.15.Modul Algoritma Pemrograman I h. antara lain. Sopiyan. Pradita. cout<<"Rata Sebelah Kanan = ". getche( ). Ilamsyah. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). Hasil Contoh-15 2. pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ). file header yang harus disertakan file header iomanip. Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ). cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b. cout<<endl. cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n". cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a. dan Ani Oktarini 26 . ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal. setiosflags( ) Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi. Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan.h> # include <conio.h> # include <iomanip. b = 56.h . } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int a = 75. yaitu: ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial. ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan Contoh-15 //tanda format ios::left dan ios::right # include <stdio.

getche( ). cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75.16. Tanda Format Konversi Dec. Contoh-17 //tanda format ios::dec.65 adalah ". cout<<"Hasil ios::fixed dari 56.45 adalah ".h> # include <conio.h> main( ) { clrscr( ). dari program contoh-16 diatas adalah: Gambar 2. cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = " cout<<setiosflags(ios::hex)<<15. Hasil Contoh-16 3.h> # include <iomanip.h> # include <iostream.h> # include <conio.h> # include <iostream. ios::oct.h> # include <iomanip. Frieyadie. cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ". dan Ani Oktarini 27 . ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal. ios::hex # include <stdio.45<<endl. } Output yang akan dihasilkan.65. cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75. yaitu: ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-16 //tanda format ios::scientific dan ios::fixed # include <stdio. ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal. Pradita. cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl. cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n". Sopiyan. cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56. cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl. Octal dan Hexadecimal.h> main( ) { clrscr( ). cout<<"\n\n". getche( ). Ilamsyah. cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ". Oct dan Hex Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal.

} getche( ).h> # include <conio. Pradita. } Output yang akan dihasilkan.17. cout<<"Konversi Konversi \n". dari program contoh-17 diatas adalah: Gambar 2. Contoh-18 //tanda format ios::uppercase # include <stdio.a+5).h> main( ) { int a. Ilamsyah. for (a=1. cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl. dan Ani Oktarini 28 . Sopiyan. cout<<"Tanpa Dengan \n". dari program contoh-18 diatas adalah: Frieyadie. Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format: ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal. a<=15. a++) { gotoxy(15. cout<<"-------------------------\n". Hasil Contoh-17 4.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. for (a=1. a<=15. cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n". cout<<"-------------------------\n". a++) cout<<hex<<a<<endl.h> # include <iostream.h> # include <iomanip. clrscr( ).

clrscr( ).h> # include <iostream. dan Ani Oktarini 29 . Contoh-19 //tanda format ios::showbase # include <stdio. cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n". a<=15.a+5). Frieyadie. for (a=1. Ilamsyah. a<=15. cout<<"----------------------------\n". cout<<"Penggunaan ios::showbase\n".18 Hasil Contoh-18 5. cout<<dec<<a<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. cout<<setiosflags(ios::showbase).h> # include <conio.h> main( ) { int a. Sopiyan. cout<<"----------------------------\n". } for (a=1. a++) { gotoxy(4. Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format: • ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal.h> # include <iomanip.a+5). a++) { gotoxy(15. Pradita.

a++) { gotoxy(25.h> # include <iostream.19. //-> tanpa tanda format ios::showpoint cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl. } Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-19 6. dan Ani Oktarini 30 . clrscr( ). cout<<oct<<a<<endl. Tanda Format Menampilkan Titik Desimal Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format: • ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double. Frieyadie. getche( ).h> # include <iomanip.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<hex<<a<<endl. } for (a=1.h> # include <conio. dari program contoh-19 diatas adalah: Gambar 2. Sopiyan. Contoh-20 //tanda format ios::showpoint # include <stdio. } cout<<"----------------------------\n". Pradita. a<=15. Ilamsyah.a+5).h> main() { double a = 78.

h> # include <conio. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. dari program contoh-20 diatas adalah: Gambar 2. clrscr( ). Pradita.h> main( ) { int a = 8. cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Variabel a = "<<a<<endl. Contoh-21 //tanda format ios::showpos # include <stdio. dari program contoh-21 diatas adalah: Frieyadie. Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + ) Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format: • ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif. cout<<setiosflags(ios::showpos). getche().20. getche( ). cout<<setiosflags(ios::showpoint). cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. cout<<"\n\n".h> # include <iostream.h> # include <iomanip. b = -9. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. Hasil Contoh-20 7. //-> dengan tanda format ios::showpoint cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n". dan Ani Oktarini 31 . Sopiyan. cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n".

5. Sopiyan.7. simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju. Pradita. &nama-variabel). Tabel 2.h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 32 . Perintah Masukan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++. Ilamsyah.5.21. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: scanf("penentu format". Penentu Format scanf( ) TIPE DATA Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer Contoh-22 #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. scanf( ) Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.h> Penentu Format Untuk scanf( ) %d %e atau %f %e atau %f %lf %c %s %u %ld %lu %x %o Frieyadie. diantaranya adalah: scanf( ) gets( ) cout( ) getch( ) getche( ) 2.1. Hasil Contoh-21 2.h> #include<conio.

&nama). dari program contoh-22 diatas adalah: Gambar 2. printf("\tBIODATA SAYA\n"). Pradita. getch( ). clrscr( ).kelas[20].h> main( ) { char nm1[20].hobby[15]. clrscr( ).8. } Output yang akan dihasilkan.&hobby).5. Frieyadie. char nm2[20].&kelas).2. Sopiyan. 22 Hasil Contoh 22 2. dan Ani Oktarini 33 . Ilamsyah. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: gets(nama-variabel-array). printf("Kelas: "). Perbedaan scanf( ) dengan gets( ) scanf( ) gets( ) Tidak dapat menerima string yang Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan mengandung spasi atau tab dianggap sebagai data terpisah dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { char nama[15]. gets( ) Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string. Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah: Tabel 2.h> # include <conio. printf("Hobby: ").scanf("%s". Contoh-23 # include <stdio.scanf("%s".scanf("%s". printf("Nama : ").

dan Ani Oktarini 34 . Contoh-24 # include <stdio. Sopiyan. Pradita. 12 Hasil Contoh 23 2. cin Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data.. clrscr( ).h> # include <iostream. nm2). cout<<"Masukan Nilai 2 : ". puts(nm1). printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . getch( )..1 = "). Frieyadie. puts(nm2). harus menyertakan file header iostream.5.3. } Output yang akan dihasilkan. printf("Masukan nama ke . puts("Senang Berkenalan Dengan Anda .").%s".").h> main( ) { int nilai1. nm1). scanf("%s". printf("Senang Berkenalan Dengan Anda .h> # include <conio..%s".nilai2. puts("Senang Berkenalan Dengan Anda .Modul Algoritma Pemrograman I puts("Masukan nama ke . dari program contoh-23 diatas adalah: Gambar 2. printf("\n\n"). Ilamsyah. cout<<"Masukan Nilai 1 : ".. cin>>nilai1. total. printf("\n\n").&nm2). Untuk menggunakan fungsi cin ini. gets(nm1).h .2 = ").

Modul Algoritma Pemrograman I cin>>nilai2; total=nilai1+nilai2; cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:

Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24

2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h. Contoh-25 # include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getch( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:

Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

35

Modul Algoritma Pemrograman I

2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.

Contoh-26

# include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getche( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch ( ); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:

Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26

Kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan tampilan hasil program yang di eksekusi agar tidak langsung kembali ke listing program tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.

2.6. Tugas
1. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa, dengan ketentuan sebagai berikut : Nim Siswa, Nama Siswa, Nilai Tugas 1, Nilai Tugas II, Nilai Tugas III diinput.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

36

Modul Algoritma Pemrograman I Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Tugas I, II dan III dibagi dengan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nim Siswa Nama Siswa Nilai Tugas I Nilai Tugas II Nilai Tugas III Layar Keluaran Nim ........ Siswa yang bernama …… Memperoleh nilai rata-rata ….. dari hasil tugas yang diikutinya. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan * 20% : …… Nilai Tugas * 30% : …… Nilai Ujian * 50% : …… Jadi Siswa yang bernama …… memperoleh nilai akhir sebesar ….. : : : : : : : : :

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

37

adalah: Frieyadie. Sopiyan. dan Ani Oktarini 38 .1. seperti penjumlahan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operator Borland C++ 3 Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program. Operator Aritmatika Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah: Tabel 3. Pradita. Operator Aritmatika Operator * / % + − Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian (mod) Penjumlahan Pengurangan Contoh 4*5 8/2 5%2 7+2 6−2 Operator yang tergolong sebagai operator Unary. Ilamsyah. pengurangan dan lain-lain. yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi.1. Operator mempunyai sifat sebagai berikut: • Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : -5 Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : 4 + 8 Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : (10 % 3) + 4 + 2 • • 3.

Bentuk Umum : • • Variabel. } Output yang akan dihasilkan. b=x-y. Ekspresi Aritmatika Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai. cout<<"Masukan Nilai B : ". printf(“Hasil Dari B=X .Y= %i \n”. Pradita.1.b) cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl. c = 0. cin>>y. a=0.2. cout<<"Masukan Nilai A : ". cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl. c = x% y. clrscr( ).1. printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” . a). d = x * y.Modul Algoritma Pemrograman I Tabel 3.h> #include <conio. 1 Hasil Contoh 1 3.y. Operator Unary Operator + − Keterangan Tanda Plus Tanda Minus Contoh −4 +6 Contoh-1 #include <stdio. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 3. b=0. a=x+y.h> main( ) { int x. getch( ).h> #include <iostream. Sopiyan. Ilamsyah. d = 0. cin>>x. dan Ani Oktarini 39 . dikenal dengan sebutan LValue (Left Value) Ekspresi Aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value) Frieyadie.

Ilamsyah.h> #include <iostream.h> 40 Frieyadie. yang didepan didahulukan Sisa Pembagian Tingkatan operator sama.1.h> #include <conio. 3. LValue harus selalu berupa variabel tunggal. dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator). maka akan tampil pesan kesalahan LValue required in function … RValue dapat berupa konstanta. dan Ani Oktarini .3.Modul Algoritma Pemrograman I • Tanda “ = “. penggunaan nya tergantung letak.2. penggunaan nya tergantung letak. Hierarki Operator Aritmatika. variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika. Bila LValue bukan berupa variabel. Sopiyan. Didalam suatu ekspresi aritmatika. yang didepan didahulukan Contoh A=8+2*3/6 Langkah perhitungannya : A=8+6/6 (6/6=1) A=8+1 A=9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”. 3. Tabel Hierarki Operator Aritmatika Operator * atau / % + atau Keterangan Tingkatan operator sama. selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda yang dapat digunakan secara bersamaan. Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A=5 Contoh-2 #include <stdio. Pradita. Urutan operator aritmatika sebagai berikut : Tabel.

2. b = (8 + 2) * 3 / 6. cout<<" A = 8 + 2 * 3 / 6"<<endl. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 3. 2 Hasil Contoh 2 3. printf(" Hasil dari B = %i ". Tabel Operator Pemberi Nilai Aritmatika Operator *= /= %= += -= Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian Penjumlahan Pengurangan Frieyadie. Sopiyan. clrscr( ). Ilamsyah. cout<<endl. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A+1 Dari penulisan ekspresi diatas. getch( ). 3. } Output yang akan dihasilkan. cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl. b.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. Operator Pemberi Nilai Aritmatika Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “ = “.b). Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya: Tabel. cout<<" B = (8 + 2) * 3 /6"<<endl. Pradita.4. a = 8 + 2 * 3 / 6. Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi A += 1 Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika. dan Ani Oktarini 41 .

Operator Penambah dan Pengurang Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai. x=4) Contoh-3 /* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/ #include <stdio. Sopiyan. y = ++x.Modul Algoritma Pemrograman I 3. • Jika diletakan didepan variabel. disederhanakan menjadi A ++ atau A-Operator “ ++ “ atau “ -. prefix (--A) atau postfix (A --) Kedua bentuk penulisan operator ini mempunyai arti yang berbeda. prefix (++A) atau postfix (A ++) 2. x=6) int x=5. x=4) int x=5.“ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel. Tabel Operator Penambah dan Pengurang Operator ++ -Penambahan Pengurangan Keterangan A = A + 1 atau A = A . Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini. y = --x.h> 42 Frieyadie. Penambahan: menambahkan 1 ke nilai variable. Keterangan : 1. Pradita. Ilamsyah. (nilai saat ini: y = 6. (nilai saat ini : y = 5. Contoh Penambahan: int x=5. 3.1. Tabel. sedangkan • Jika diletakan dibelakang variabel. x=6) Pengurangan: int x=5. (nilai saat ini: y = 5. Pengurangan: mengurangkan 1 ke nilai variabel.3. y = x--. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang. y = x++.5.h> #include <conio. (nilai saat ini: y = 4. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan. dan Ani Oktarini .

printf("\nNilai ++A = %d".h> #include<iostream.h> #include<conio. printf("\nNilai ++A = %d". a). b).h> main( ) { int a = 10. printf("\nNilai A = %d". Ilamsyah. --b). getch( ). printf("Nilai A = %d". printf("\nNilai B = %d". b). printf("\nNilai B = %d".Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a = 10. clrscr( ). dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 3. dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. b = 5. b--). } Output yang akan dihasilkan. Pradita. printf("Nilai A = %d". printf("\nNilai B = %d". ++a). b). Sopiyan. printf("\nNilai --B = %d". a). a). getch( ). a++). printf("\nNilai --B = %d". } Output yang akan dihasilkan. b = 5. dan Ani Oktarini 43 . 3 Hasil Contoh 3 Contoh-4 /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include<stdio. clrscr( ).

Ilamsyah. cout<<"Masukan Nilai X = ". f.h> #include <conio. x. 4 Hasil Contoh 4 3. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). getch( ). Tabel Operator Relasi Operator Keterangan Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) Tidak Sama dengan Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari sama dengan Kurang Dari sama dengan #include <stdio. } Frieyadie.h> #include <iostream.4. Pradita. cin>>y. Tabel. dan Ani Oktarini 44 == != > < >= <= Contoh-5 .Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 3. cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl. clrscr( ). cin>>x. d = x < y. a = x = = y.h> main( ) { float a. c = x > y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl. f = x <= y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl. e = x >= y. e. Operator Relasi Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl.5. cout<<"Masukan Nilai Y = ". c. y. d. Sopiyan. cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl. b. cout<<endl. 3. b = x != y.

Tabel Logika And B A && B T T F F T F F F A + 4 < 10 B>A + 5 C . A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 Frieyadie.5. Operator Logika Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi. akan dianggap BENAR. Sopiyan.5.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR. Tabel Operator Relasi Operator && || ! Keterangan Operator Logika AND Operator Logika OR Operator Logika NOT 3. Operator Logika AND Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi.3 >= 4 A T T F F Contoh : Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 3. 3.5.1. Ilamsyah. Pradita. Tabel. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). 5 Hasil Contoh 5 3. dan Ani Oktarini 45 .

3 >= 4. cout<<endl. B = 3.Modul Algoritma Pemrograman I Jika nilai A = 3. getch( ). 6 Hasil Contoh 6 Frieyadie. c.h> #include<conio. cout<<"Hasil dari f = c . cout<<"Masukan Nilai C = ". e.h> #include<iostream. cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. Pradita. maka A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 SALAH = 0 Contoh-6 /* Penggunaan Operasi Logika AND */ #include<stdio. cin>>a. cout<<endl<<endl. d. C = 7. dan Ani Oktarini 46 . f = c . b. clrscr( ). cout<<"Masukan Nilai A = ". cin>>c. g. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 3. h. g = d && e && f.h> main( ) { float a. cout<<"Masukan Nilai B = ". cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " <<g. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C – 3 >= 4 7 – 3 >= 4 BENAR Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR. e = b > a + 5.3 >= 4 adalah " <<f. Ilamsyah. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. f. cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. cin>>b. } Output yang akan dihasilkan. cout<<endl<<endl. Sopiyan. // Proses d = a + 4 < 10.

cout<<"Masukan Nilai C = ". cin>>a. bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH. Ilamsyah. C = 7. akan dianggap BENAR. B = 3.h> main() { float a. g = d || e || f.5. Operator Logika OR Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. b. cin>>b. cout<<endl<<endl. cout<<"Masukan Nilai B = ".3 > 4 7–3>4 SALAH Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 BENAR = 1 Contoh-7 /* Penggunaan Operasi Logika OR */ #include<stdio.2. Tabel Logika Or B A || B T T F T T T F F A + 4 < 10 B>A + 5 C-3>4 A T T F F Contoh Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi.4 <= 7. clrscr( ). dan Ani Oktarini 47 . d. maka akan bernilai SALAH. e=b>5+a. cout<<"Masukan Nilai A = ". g. h. f. f = c . A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 Jika nilai A = 3. maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR. d = a + 5 > 10. c. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C . Frieyadie. Sopiyan. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I 3.h> #include<conio.h> #include<iostream. e. cin>>c.

cout<<"Hasil dari d = a + 5 > 10 adalah " <<d<<endl. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 3.3 >= 4. Ilamsyah. f. e = b > a + 5. d. cout<<endl<<endl. Sopiyan. e. Frieyadie. clrscr( ). cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g. g. cout<<endl<<endl. cout<<"Hasil dari e = b > 5 + a adalah " <<e<<endl. b. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. cout<<endl. cin>>b.h> #include<iostream. cout<<"Hasil dari f = c .h> #include<conio. } Output yang akan dihasilkan. 7 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/ #include<stdio.4 <= 7 adalah " <<f. c. getch( ). cin>>a. Pradita.h> main( ) { float a. g = d && e && f. cout<<"Masukan Nilai A = ". dan Ani Oktarini 48 . cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl. cout<<"Masukan Nilai C = ". f = c . cin>>c. h. cout<<"Masukan Nilai B = ". // Proses d = a + 4 < 10.

!(A+4 < 10) Jika nilai A = 3.3. cout<<endl. Sopiyan.h> Frieyadie.3 >= 4 adalah " <<f.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl.h> #include<iostream.5. cout<<"Hasil dari f = c . Operator Logika NOT Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. Pradita. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. cout<<endl<<endl. 8 Hasil Contoh 8 3. Contoh : Ekspresi Relasi A + 4 < 10 Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi. cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g. begitu pula sebaliknya. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. dan Ani Oktarini 49 . maka ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH. Ilamsyah.h> #include <conio. maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH !(A+4 < 10) !(BENAR) = SALAH = 0 Contoh-9 /* Penggunaan Operasi Logika NOT */ #include <stdio.

Pradita. cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c. getch( ). /* Proses */ b = (a + 4 < 10). cout<<"Nilai A = "<<a<<endl. Operator Bitwise Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. c. Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise. c = !(b).6. cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl. cout<<"Masukan Nilai A = ". Tabel Operator Bitiwise Operator ~ << >> & ^ | Keterangan Bitwise NOT Bitwise Shift Left Bitwise Shift Right Bitwise AND Bitwise XOR Bitwise OR Frieyadie. 3. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. Tabel.6. cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl. b. cin>>a. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. 9 Hasil Contoh 9 3. Sopiyan. dan Ani Oktarini 50 . clrscr( ).

x = x << 1.6.h> main() { int x. } Output yang akan dihasilkan. Operator Bitwise << (Shift Left) Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri. Pradita. Sopiyan. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. getch(). 10 Hasil Contoh 10 Frieyadie. Contoh : 0000000011001001 = 201 //////// digeser 1 bit ke kiri 0000000110010010 = 402 Dibagian kanan disisipkan 0.1.Modul Algoritma Pemrograman I 3.h> #include<stdio. cout<<"Nilai Awal : "<<x<<endl. cout<<"Masukan Nilai X = ". Ilamsyah. sebanyak bit yang digeser Contoh-10 #include<iostream. clrscr(). dan Ani Oktarini 51 .h> #include<conio. cin>>x.

Ilamsyah.h> #include<conio. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I 3. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 3. cout<<” Nilai Awal : “<<x<<endl. } Output yang akan dihasilkan. Operator Bitwise >> (Shift Right) Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan. cout<<"Masukan Nilai X = ". 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie.h> void main( ) { int x.6.h> #include<stdio.2. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. dan Ani Oktarini 52 . Pradita. x = x >> 1. Contoh : 0000000011001001 = 201 \\\\\\\\ digeser 1 bit ke kanani 0000000001100100 = 100 Dibagian kanan disisipkan 0. clrscr( ). getch( ). sebanyak bit yang digeser Contoh-11 #include<iostream. cin>>x.

cout<<"Masukan Nilai X = ". 3. getch( ). a = x & y. Sopiyan. y. dan Ani Oktarini 53 .Modul Algoritma Pemrograman I 3. cin>>y. x. clrscr( ). dari program contoh-12 diatas adalah : Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 0 0 1 Gambar 3. cout<<"Masukan Nilai Y = ".3. cout<<"Hasil dari "<<x<<" & "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<’\n’. Tabel Operator Bitiwise And Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 AND 01000000 = 64 Contoh-12 #include<iostream. Operator Bitwise & (And) Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand.7. Pradita. 12 Hasil Contoh 12 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. Tabel. cin>>x.6. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.h> #include<conio. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1).h> #include<stdio. Ilamsyah.h> void main( ) { int a.

cin>>y. cin>>x. x. Sopiyan.h> #include<conio. 13 Hasil Contoh 13 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Operator Bitwise | ( Or ) Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1). Tabel Operator Bitiwise Or Bit Operand 1 0 0 1 1 Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 OR 11101101 = 237 Contoh-13 #include<iostream. dan Ani Oktarini 54 .h> #include<stdio. y. dari program contoh-13 diatas adalah : Gambar 3. getch( ). cout<<"Hasil dari "<<x<<" | "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<’\n’.h> void main( ) { int a. 3. } Output yang akan dihasilkan. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. a = x | y. Ilamsyah. clrscr( ). cout<<"Masukan Nilai X = ".8. Tabel.4. cout<<"Masukan Nilai Y = ".5. Pradita.

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.9. Tabel Operator Bitiwise XOr Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 XOR 10101101 = 137 Contoh-14 #include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main( ) { int a, x, y; clrscr( ); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x ^ y; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari "<<x<<" ^ "<<y<<" = "<<a<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah: Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 0

Gambar 3.13 Hasil Contoh-14 Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 55

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.10. Tabel Operator Bitiwise Not Bit Operand 0 1 Contoh : 00001000 = 8 |||||||| 11110111 = 247 = -9 Hasil 1 0

Contoh-15

#include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int a, x, y; clrscr(); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; a = ~x; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari ~"<<x<<" = "<<a<<endl; getch(); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah :

Gambar 3. 14 Hasil Contoh 15

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

56

Modul Algoritma Pemrograman I

3.7. Tugas
1. Tentukan apa hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika dibawah ini. Diberikan nilai A = 3; B = 6 ; C = 2 ; K = 5; L = 4; M = 3 a. b. c. d. e. D = (4 + 2 > A && B – 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 ) D=K + 5 < M || (C * M < L && 2 * M – L > 0) D=L + 5 < M || C * K < L && 2 * K – L > 0 D=A * 4 <= 3 * M + B D=K + 10 > A && L – 2 > 4 * C

2. Dari program dibawah ini, bagaimanakah keluaran yang dihasilkan #include<stdio.h> #include<conio.h> main( ) { int a = 21; clrscr( ); printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a = %d",a); a+=3; printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a-- = %d",a--); getch( ); }

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

57

strcat(a1.h Bentuk Penulisan : strcat(tujuan.h> #include <iostream. 4. Contoh-1 #include <string. dari program contoh-1 diatas adalah: Frieyadie.1= ". Pada bab ini akan dibahasa beberapa perintah dan fungsi string. dan Ani Oktarini 58 . cin>>a2. File header yang harus disertakan adalah string. dikarenakan hampir semua bahasa pemrograman menggunakan manual inputnya adalah string. Ilamsyah. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi String 4 Operasi string selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. Sopiyan. diantaranya: 4. getch(). Fungsi strcat( ) Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan. terutama pada pemrograman visualisasi. cout<<"Masukkan Kata . sumber). cin>>a1.2= ".1. cout<<"Masukkan Kata .1. cout<<"Hasil Penggabungannya "<<a1. Fungsi Manipulasi String Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan menipulasi string.1.h dan ctype. clrscr(). } Output yang akan dihasilkan.h> main() { char a1[20]. char a2[20].h> #include <ctype. a2).

dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 4.1. cout<<strcmp(a1. Contoh-2 #include <string. char b1[ ] = "BSI". clrscr( ).a1) <<endl. File header yang harus disertakan adalah string. Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int). cout<<"Hasil Perbandingan "<<a2<<" dan "<<a2<<"->". cout<<strcmp(a1.h Bentuk Penulisan : var_int = strcmp(str1. Hasil Contoh-2 Frieyadie. cout<<strcmp(a2.h> #include <iostream. str2). dan Ani Oktarini 59 .1 Hasil Contoh-1 4. getch( ).b1) <<endl. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<b1<<"->".Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 4. } Output yang akan dihasilkan.h> #include <conio. Ilamsyah. Sopiyan.2.a2)<<endl. char a2[ ] = "Bsi".h> main( ) { char a1[ ] = "BSI". Fungsi strcmp( ) Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua.2. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<a2<<"->". Pradita.

h> main( ) { char huruf[20]. Frieyadie.h.h> #include <conio. Contoh-3 #include <stdio.1. Pradita. dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama dengan string asal. Fungsi strlen( ) Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string.1. getch( ).3 Hasil Contoh-3 4. Ilamsyah. /* Proses */ strcpy(pindah. char pindah[20]. asal). } Output yang akan dihasilkan.h> #include <iostream.h Bentuk Penulisan : strlen(str). gets(huruf). clrscr( ). File header yang harus disertakan adalah string. cout<<"Pemindahannya = "<<pindah. dan Ani Oktarini 60 . dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 4.4. File header yang harus disertakan adalah string. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ".Modul Algoritma Pemrograman I 4. huruf). Sopiyan. Bentuk Penulisan : strcpy(tujuan.h> #include <string. Fungsi strcpy( ) Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan.3.

char pindah[20]. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". clrscr( ).h Bentuk Penulisan : strrev(str).h> #include <string. dari program contoh-4 diatas adalah: Gamabr 4.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-4 #include <stdio. } Output yang akan dihasilkan.h> #include <string. getch( ). Pradita.h> #include <conio.h> main( ) { char huruf[20].5.4 Hasil Contoh-4 4. strrev(kata).h> #include <iostream. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. cout<<"Masukan Sembarang Kata = ".h> #include <conio. gets(kata). dan Ani Oktarini 61 . Contoh-5 #include <stdio. clrscr().1.h> #include <iostream. Sopiyan. File header yang harus disertakan adalah string. Ilamsyah. Frieyadie. Fungsi strrev( ) Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string. cout<<strlen(huruf). String urutan paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya. cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ".h> main( ) { char kata[20]. gets(huruf).

4. Pradita. float angka. gets(kata).h> #include <iostream. Fungsi atof( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik float.h> #include <math.1. Hasil Contoh-6 Frieyadie. getch( ).5 Hasil Contoh-5 4. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 4. a = angka + 5. angka = atof(kata). } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. Sopiyan. clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". dan Ani Oktarini 62 . b.6.h Contoh-6 #include <stdio. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 4. a.2. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a.02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konfersi string.h> main( ) { char kata[20].h> #include <conio. Fungsi Konfersi String Borland C++ 5. File header yang harus disertakan adalah math.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ).2.

getch( ). File header yang harus disertakan adalah stdlib. dan Ani Oktarini 63 . } Output yang akan dihasilkan.2. float angka.h> main( ) { char kata[20].h> #include <iostream.h> main( ) { char kata[20].h> #include <iostream.3. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. a = angka + 5. Frieyadie. Fungsi atol( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik long integer. clrscr( ). cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". Fungsi atoi( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik integer. a.2. File header yang harus disertakan adalah stdlib. angka = atoi(kata). gets(kata). Hasil Contoh-7 4.h> #include <stdlib.h> #include <stdlib. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 4.Modul Algoritma Pemrograman I 4.h Contoh-8 #include <stdio.2.h> #include <conio.h> #include <conio. b. Ilamsyah. Pradita.7.h Contoh-7 #include <stdio. Sopiyan.

angka = atol(kata). b. Contoh-9 #include <stdio. Hasil Contoh-8 4.Modul Algoritma Pemrograman I float angka.h> #include <conio. clrscr( ).4. cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =". } Output yang akan dihasilkan.h> #include <iostream. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<<a. } Frieyadie. clrscr( ). cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". dan Ani Oktarini 64 . Pradita. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. dari program contoh-8 diatas adalah: Gambar 4.8. strlwr(kata). Sopiyan.h> #include <string. getch( ). File header yang harus disertakan adalah string.h Bentuk Penulisan : strlwr(str).h> main( ) { char kata[20]. getch( ). a.2. Fungsi strlwr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar ) dalam string menjadi huruf kecil. gets(kata). gets(kata). Ilamsyah. a = angka + 2500.

cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”.h> #include <string. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 4.h> main( ) { char kata[20]. cout<<”Hasil Perubahan : ”<<kata<<endl.h> #include <iostream. Sopiyan.9. strupr(kata). dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 4.h> #include <conio. } Output yang akan dihasilkan.2. Pradita.5. Hasil Contoh-9 4. Contoh-10 #include <stdio. File header yang harus disertakan adalah string. gets(kata). Fungsi strupr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string menjadi huruf kapital ( huruf besar ). dan Ani Oktarini 65 . Ilamsyah. getch( ).10 Hasil Contoh-9 Frieyadie.h Bentuk Penulisan : strupr(str). clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.

Buatlah program untuk menghitung panjang kata berikut ini: Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika 2.5" Kemudian kedua kalimat diatas dihitung menjadi perhitungan : a. Sopiyan. Mencari sisa hasil pembagian Frieyadie. Perkalian b. Pengurangan e. dan Ani Oktarini 66 .Modul Algoritma Pemrograman I 4. Diberikan kalimat string berikut : Kalimat1 = "35. Bulatlah program untuk menggabungkan dua buah string Kalimat1 = Manajemen Kalimat2 = Informatika Menjadi seperti berikut: ManajemenInformatika 4. Buatlah program untuk membalik kata berikut ini : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Menjadi seperti berikut : akitamrofnI anaraS aniB retupmoK and akitamrofnI nemejanaM imedakA 3. Latihan Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut: 1.6" Kalimat2 = "12. Ilamsyah. Penambahan d. Pradita.3. Pembagian c.

Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk. Borland C++ menyediakan beberapa perintah antara lain. Untuk keperluan pengambilan keputusan. maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. Pernyataan IF Pernyataan if mempunyai pengertian. Sopiyan. dan Ani Oktarini 67 .1. …… } Contoh-1 #include<stdio. 5. “ Jika kondisi bernilai benar.h> #include<conio. Ilamsyah. Pradita. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { pernyataan.h> main( ) Frieyadie. Diagram Alir IF Bentuk umum dari pernyataan if if (kondisi) pernyataan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi Penyeleksian Kondisi 5 Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: salah kondisi benar perintah Gambar 5.h> #include<iostream.1.

1.ELSE Pernyataan if mempunyai pengertian. if ((x >= 0 ) && (y>=0)) cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl.1.cin>>x. maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”. “Jika kondisi bernilai benar. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 5. Y : Ada yang bernilai NEGATIF"<<endl. cout<<" Nilai Y : ". Ilamsyah.cin>>y. Pernyataan IF . Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: kondisi i Salah Benar Perintah-1 Perintah-2 Gambar 5. cout<<" Nilai X : ". else cout<<"X . clrscr( ). dan Ani Oktarini 68 . Sopiyan. Frieyadie. 2 Hasil Contoh 1 5. Pradita.y.3 Diagram Alir if-else Bentuk umum dari pernyataan if -else if (kondisi) perintah-1.Modul Algoritma Pemrograman I { float x. cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl. else perintah-2.

Modul Algoritma Pemrograman I Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal. jabatan=Manajer. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { perintah-1. dengan kriteria : ."Direktur")... getch ( ). pernyataan majemuk atau pernyataan kosong. . gapok=4000000. } cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl. gapok =5000000 . Jabatan= Direktur. } else { perintah-2. dari program contoh-2 diatas adalah : Frieyadie. } Contoh Menentukan besarnya gaji pokok dan jabatan dari golongan.Jika golongan =2..jika golongan=1. dan Ani Oktarini 69 .h> #include <conio. jab[10].cin>>gol..h> #include <iostream. } else if(gol=='2') { strcpy(jab. Pradita. if(gol=='1') { strcpy(jab. gapok=5000000. Ilamsyah. cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl <<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl.h> main( ) { char gol. gapok=4000000 contoh-2 #include <stdio. long gapok=0. cout<<" Masukan Golongan [1/2]: ". Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk. . clrscr( )."Manajer").

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 5. 4 Hasil Contoh 2

5.1.2. Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah : if(syarat) { if(syarat) … perintah; else … perintah; } else { if(syarat) … perintah; else … perintah; } Contoh Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut: • Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000. • Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000. Contoh-3 #include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { char kode,ukuran,merk[15]; long harga=0; clrscr( ); Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 70

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode; cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran; if (kode=='1') { strcpy(merk,"H & R"); if (ukuran=='S' || ukuran =='s') harga=45000; else harga=60000; } else if (kode=='2') { strcpy(merk," Adidas"); if (ukuran=='S' || ukuran == 's') harga=65000; else harga=75000; } else cout<<”Salah Kode Baju”<<endl; cout<<"------------------------"<<endl; cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl; cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl; getch(); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :

Gambar 5. 5 Hasil Contoh 3

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

71

Modul Algoritma Pemrograman I

5.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana. Bentuk Umum Penulisannya: if (syarat) { … perintah; … perintah; } else if (syarat) { … perintah; … perintah; } else { … perintah; … perintah; } Contoh Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut: • Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.

Contoh-4

#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0; clrscr( ); cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. "; cin<pendapatan;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

72

cout<<"============================="<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Hasil Total Rp. } /* menghitung total */ total = komisi+jasa. 6 Hasil Contoh 4 Frieyadie.2*pendapatan. "<<komisi<<endl. komisi=0. } else if(pendptan<=500000) { jasa=20000. } else { jasa=30000. "<<total<<endl. komisi=0. cout<<"Uang Jasa Rp. Pradita. cout<<"Uang Komisi Rp. Ilamsyah.15*pendapatan. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000) { jasa=10000. dari program contoh-4 diatas adalah : Gambar 5. Sopiyan.1*pendapatan. dan Ani Oktarini 73 . komisi=0. "<<jasa<<endl.

… perintah.case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat. break. Jika pernyataan ini tidak ada.h> #include<conio.h> #include<iostream. Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. case 12 : cout<<"Manajemen Informatika". Pradita. dan Ani Oktarini 74 . break. … perintah. maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang lainnya. cin>>kode. Sopiyan. clrscr(). cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ".2. Contoh-5 #include<stdio. break. … perintah. case konstanta-2 : … perintah.case Bentuk dari switch . default : … perintah. Pernyataan switch . switch(kode) { case 11 : cout<<"Komputerisasi Akuntansi". Pernyataan switch .h> main() { int kode. } Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi. break.Modul Algoritma Pemrograman I 5. tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. Ilamsyah. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut: switch (ekspresi integer atau karakter ) { case konstanta-1 : … perintah. Frieyadie.case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian.

Ilamsyah. dan Ani Oktarini 75 .h> #include<iostream. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 5.. } Output yang akan dihasilkan. default: Frieyadie. break. break. break.h> main( ) { char kode. switch(kode) { case 'A' : case 'a' : cout<<"Alat Olah Raga".Modul Algoritma Pemrograman I case 13 : cout<<"Tehnik Komputer". clrscr( ).C] : ". cin>>kode. 7 Hasil Contoh 5 Contoh-6 #include<stdio. Pradita. Sopiyan. } getch( ). default: cout<<"Anda Salah Memasukan kode". cout<<"Masukkan Kode Barang [A. case 'B' : case 'b' : cout<<"Alat Elelktronik".h> #include<conio. break. break. case 'C' : case 'c' : cout<<"Alat Masak".

Tugas 1. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. } getch( ). II dan III dibagi dengan 3. dan Ani Oktarini 76 .Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Anda Salah Memasukan kode". maka menjadi Juara I • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 75. dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. maka menjadi Juara III • Selain itu tidak juara Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nama Siswa : Nilai Pertandingan I Nilai Pertandingan II Nilai Pertandingan III : : : Frieyadie. Pradita. Ketentuan Juara • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 80. Nilai Pertandingan I. break. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa.3. Nilai Pertandingan II. Nilai Pertandingan III diinput. 8 Hasil Contoh 6 5. maka menjadi Juara II • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 65. Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Pertandingan I. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5.

.. dan menjadi juara ke-.. dengan grade . Memperoleh nilai rata-rata . maka mendapat grade “C” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 46.. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya...... Jadi Siswa yang bernama . Frieyadie.. Nilai Ujian * 50% : . : ... 2. : .. Nilai Tugas * 30% : .. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. Pradita. Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Ilamsyah.. Nilai Keaktifan.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Keluaran Siswa yang bernama . maka mendapat grade “A” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 70... Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masingmasing nilai. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Ketentuan Nilai Huruf • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 80. maka mendapat grade “D” • Selain itu mendapat grade “E” Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan.. : . adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Keaktifan * 20% : ... Sopiyan.. memperoleh nilai akhir sebesar ... dari hasil perlombaan yang diikutinya. : . dan Ani Oktarini 77 ... maka mendapat grade “B” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 56...

.. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam.Modul Algoritma Pemrograman I 3.. DINGIN DAMAI..000 perbulan. PT.. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG GAJI KARYAWAN Nama Karyawan: . maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan Rp.000 Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam.. 300.. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp. Ilamsyah.000 • Tunjangan Pendidikan Tingkat Persentase Pendidikan SMA 2. 3500 untuk setiap kelebihan jam kerja karyawan tersebut. Golongan Jabatan : ... 300. Tunjangan Pendidikan Rp . Pradita.. Jumlah jam kerja : .. dan Ani Oktarini 78 .. + Honor Lembur Rp ... 300. dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut : Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. memberi gaji pokok kepada karyawan kontraknya sebesar Rp... maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp. Honor Lembur Rp . Pendidikan : . Sopiyan. Frieyadie... Layar Keluaran Karyawan yang bernama …… Honor yang diterima Tunjangan Jabatan Rp .5% D1 5% D3 20% S1 30% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3.

merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu. pernyataan / perintah. memegang kontrol terhadap pengulangan. • Pengubah Nilai Pencacah. mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah.bilangan naik */ /* --------------------------. Sopiyan. Pradita. Ilamsyah.*/ /* Program for . pernyataan / perintah.*/ #include<stdio. pengubah nilai pencacah ) { pernyataan / perintah. secara menurun dan menampilkan bilangan ganjil. dan Ani Oktarini 79 .Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Proses Perulangan 6 Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. sebagai berikut: Contoh-1 /* --------------------------. pengubah nilai pencacah ) Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung.h> main( ) { Frieyadie. for ( inisialisasi. syarat pengulangan. disini akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya. • Syarat Pengulangan. Pernyataan for Perulangan yang pertama adalah for.1. } Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah : • Inisialisasi. 6.h> #include<iostream. Contoh : Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik.h> #include<conio. Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut : for ( inisialisasi. syarat pengulangan. karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan.

getch( ). --a) cout<<a. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<iostream.bilangan turun */ /* ---------------------------. clrscr( ). clrscr( ).*/ /* Program for .h> #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I int a. } Output yang akan dihasilkan. for(a = 10.h> main( ) { int a.h> Frieyadie. getch( ). Pradita. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 /* ----------------------------.bilangan ganjil */ /* ----------------------------. Sopiyan. Ilamsyah.h> # include <conio. ++a) cout>>a. for(a = 1. 1 Hasil Contoh 1 Contoh-2 /* ---------------------------. a >= 1.*/ #include <stdio. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 6. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 6.*/ # include <stdio. dan Ani Oktarini 80 . a <= 10.*/ /* Program for .

} Output yang akan dihasilkan.for Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya. Pradita. pengubah nilai pencacah) { pernyataan / perintah. a <= 10. 3 Hasil Contoh 3 6.*/ #include<stdio. syarat pengulangan.1. Ilamsyah. getch( ). pengubah nilai pencacah ) { for ( inisialisasi. Pernyataan nested . a+=2) cout<<a. kemudian perulangan yang diluar diselesaikan. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut : for ( inisialisasi. clrscr( ). perulangan yang di dalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai.Modul Algoritma Pemrograman I #include<iostream. Sopiyan. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 6. for(a = 1. dan Ani Oktarini 81 . syarat pengulangan.1.Nested for */ /* ------------------------.h> main( ) { int a.h> #include<conio. Contoh-4 /* ------------------------.*/ /* Program for . } } Didalam penggunaan nested-for.h> main( ) Frieyadie.

bil >=10. Pradita. clrscr( ). for(b = a. Sebagai contoh.Modul Algoritma Pemrograman I { int a. for(a = 1.a). bil++) printf("%d". Ilamsyah. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 6. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. dan Ani Oktarini 82 . Sopiyan. b++) printf(" %d ".h> #include<conio. } Output yang akan dihasilkan.*/ #include<stdio. b.1.h> main( ) { int bil. } Output yang akan dihasilkan.*/ /* Program for Tdk Berhingga */ /* ------------------------. bil). } getch(). clrscr( ). a++) { printf("\n"). getch( ). for (bil = 60. jika penulisan perintah sebagai berikut: Contoh-5 /* ------------------------. a <= 5. b <= 5.2. Perulangan Tidak Berhingga Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus. 4 Hasil Contoh 5 6. hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop.

Pernyataan goto Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label. 6. Frieyadie.2.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 5. atas: clrscr( ). Sopiyan. akan terus dijalankan. Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ).h> main( ) { int a. dapat dilihat pada program berikut: Contoh-6 /* -----------------------------.h> #include<stdio. Jika terjadi hal semacam ini. bil). dan Ani Oktarini 83 . Ilamsyah. cout>>"Masukkan Bilangan = ".*/ /* Program dengan pernyataan goto */ /* -----------------------------. kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah. char lagi. Contoh Penggunaan goto.h> #include<conio. maka pernyataan printf("%d". untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK.Akan tetapi yang ditulis adalah : bil ++ Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6). Pradita. Bentuk pemakaian goto sebagai berikut: goto label. b.*/ #include<iostream. seharusnya penulisan yang benar berupa bil . cin<<a. 4 Hasil Contoh 4 Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan menurun.

dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d". printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : ").a.*/ /* Program while01. sebagai berikut: while ( syarat ) { Pernyataan / perintah . yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi. sebagai berikut: while ( syarat ) Pernyataan / perintah . Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu. dan Ani Oktarini 84 . Sopiyan. b). Bentuk umum perulangan while. } Contoh-7 /* ------------------. Bentuk umum perulangan while. lagi = getche() . Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan.*/ #include <stdio. getch( ).cpp */ /* ------------------. if (lagi == 'Y' || lagi == 'y') goto atas. 5 Hasil Contoh 6 6. Pradita. Pernyataan / perintah .Modul Algoritma Pemrograman I b = a % 2.3. Pernyataan while Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for.h> Frieyadie. dengan lebih dari perintah / pernyataan.

cpp */ /* ------------------.h> #include <conio.h> main( ) { int bil=1. while(bil<=10) { printf(" %d ". clrscr( ). while(bil<=10) { printf(" %d ".bil). ++bil. dan Ani Oktarini 85 . bil+=2. 7 Hasil Contoh 8 Frieyadie.*/ /* Program while02. 6 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* ------------------. } Output yang akan dihasilkan. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I #include <conio. } getch( ). dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 6. Ilamsyah.h> main( ) { int bil=2.*/ #include <stdio. clrscr( ).bil). Pradita. Sopiyan. } getch( ). dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6.

dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 6.while. Contoh-9 /* -----------------.4. do { printf(" %d ". Pernyataan do .while Pernyataan perulangan do . dan Ani Oktarini 86 . Sopiyan. Ilamsyah. getch( ). } Output yang akan dihasilkan.h> #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I 6. bil+=2.while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang. clrscr( ).while. Pradita.while */ /* -----------------.bil).*/ /* Program do . sebagai berikut : do pernyataan / perintah . sebagai berikut: do { Pernyataan / perintah . dengan lebih dari perintah / pernyataan.*/ #include <stdio. } while ( syarat ). Bentuk umum perulangan do .h> main( ) { int bil=2. 8 Hasil Contoh 9 Frieyadie. Bentuk umum perulangan do . while ( syarat ). } while(bil<=10). Pernyataan / perintah .

Contoh-10 /* ------------------------------. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan.bil). getch( ).*/ #include <stdio.h> main( ) { int a=3.h> main( ) { int bil = 1. */ /* ----------------------------. bil.h> #include <conio. b=2.while dengan break */ /* ------------------------------. c=1. 9 Hasil Contoh 10 Contoh-11 /* ----------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I 6. Frieyadie. dan Ani Oktarini 87 . clrscr( ).h> #include <conio. do { if (bil >= 6) break. Jika pernyataan break dikerjakan. Pradita. maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ).*/ /* Perulangan FOR dengan break. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. Pernyataan break Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch. Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch.*/ /* Program do . printf(" %d ". Sopiyan. while dan do-while ). clrscr( ). } while(bil++).*/ #include <stdio. Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for.5.

printf("-------------------------"). ++bil) { a+=b. Pradita. Pernyataan continue Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama. printf("\n%d \t| %d \t| %d". dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi. Ilamsyah. for(bil=1. printf(" %d ".h> #include <conio. c). Contoh-12 /* ----------------------------. ++bil) { if(bil==6) continue.6. } Output yang akan dihasilkan.*/ #include <stdio.bil). c+=2. clrscr( ). dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 5.Modul Algoritma Pemrograman I printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n"). bil<=10. for(bil=1. 10 Hasil Contoh 11 6. } getch( ). Sopiyan.h> main( ) { int bil. tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut. bil<=10. Frieyadie.*/ /* Perulangan FOR dengan coninue */ /* ----------------------------.a. b+=c. b. dan Ani Oktarini 88 . } getche( ). if(c==13) break.

11 Hasil Contoh 12 6. dari program contoh-12 diatas adalah : Gambar 6. 3. Ilamsyah. Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan genap membentuk segitiga siku terbalik dengan hasilnya : 10 + 8 + 6 + 4 + 2 = 30 10 + 8 + 6 + 4 = 28 10 + 8 + 6 = 24 10 + 8 = 18 10 = 10 ---------.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. =1 =3 = 15 = 105 = 945 2. Pradita.+ 110 Frieyadie. dan Ani Oktarini 89 . Tugas Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut : 1. Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan genap dengan hasilnya : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 + 16 + 18 + 20 = 110 Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan ganjil dengan hasilnya : 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11 + 13 + 15 + 17 + 19 = 100 Bulatlah program untuk menghitung penjumlahan deret bilangan genap membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 2 =2 2+4 =6 2+4+6 = 12 2+4+6+8 = 20 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan ganjil membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 1 1*3 1*3*5 1*3*5*7 1*3*5*7*9 5.7. Sopiyan. 4.

Pradita. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Array Berdimensi Satu Sebelum digunakan. Frieyadie. Bentuk Umum pendeklarasian array: Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran] Keterangan : • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. Contoh Pendeklarasian Array float Nil_Akhir[6]. hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan. dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi: • Array Berdimensi Satu. Jumlah Elemen Array Nama Variable Array Tipe data elemen array Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotakkotak kecil didalam kotak panjang tersebut.1. dan Ani Oktarini 90 . Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Array 7 Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Sopiyan. variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya. • Array Berdimensi Dua 7. Variabel array dalam Borland C++.

Pradita.1. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut : Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array }."jum'at"."Selasa"."Sabtu"}.Modul Algoritma Pemrograman I Elemen Array elemen elemen elemen elemen elemen elemen 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 Subcript/Index ARRAY NIL_AKHIR Subscript atau Index array pada C++. Hasil Contoh-1 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nama-nama hari:"<<endl.*/ #include <conio.1. getch()."Rabu"."Senin". selalu dimulai dari Nol ( 0 ) 7. dan Ani Oktarini 91 . Contoh-1 /* ---------------------------------.1. clrscr()."Kamis". dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 7. Ilamsyah.h> #include <iostream. Inisialisasi Array Berdimensi Satu Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel.h> main() { char hari[7][10]= {"Minggu".*/ /* Inisialisasi Array Dimensi 1 */ /* ---------------------------------. cout<<hari[0]<<endl<<hari[1]<<endl<<hari[2]<<endl<<hari[3] <<endl<<hari[4]<<endl. Sopiyan.

Modul Algoritma Pemrograman I 7. Mengakses Array Berdimensi Satu Suatu array.2."<<i<<endl.i++) { cout<<"Data Ke . Nil_Akhir[1]. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. cout<<" MidTest Final ".h> #include<iomanip. Ilamsyah. cout<<"Hasil"<<endl.60). gets(nama[i]). cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<nama[i]. clrscr( ).40)+ (nilai2[i] * 0. Frieyadie. Contoh-2 /* ---------------------------.i<=2. cout<<"No. float nilai2[5]. Nama Siswa Nilai Nilai ". cout<<"Nilai Final : ".h> main( ) { int i.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i. float hasil[5].1. Nil_Akhir[0]. cout<<endl. cout<<"------------------------------------------"<<endl. char nama[5][20].i<=2.*/ /* Program Array Satu Dimensi */ /* ---------------------------. } cout<<"------------------------------------------"<<endl.h> #include<iostream. for(i=1. cout<<"Ujian"<<endl. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk : Nama_Array[Subscript/Index] Contoh Nil_Akhir[3]. Sopiyan. dan Ani Oktarini 92 . hasil[i] = (nilai1[i] * 0. for(i=1. cout<<"Nilai MidTest : ". float nilai1[5]. cout<<"Nama Siswa : ".h> #include<stdio. cin>>nilai2[i]. cin>>nilai1[i]. Pradita.*/ #include<conio.

dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. Ilamsyah. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 7.2. Pradita. • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom Contoh Pendeklarasian Array Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan. Sopiyan. Hasil Contoh-2 7. pendataan nilai dan lain sebagainya. berikut dapat anda lihat pada tabel berikut : Data Penjualan Pertahun Tahun Penjualan No 2001 2002 2003 1 150 159 230 2 100 125 150 3 210 125 156 Frieyadie. Bentuk Umum pendeklarasian array : Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2] Keterangan: • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan.2. getch(). } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i]. dan Ani Oktarini 93 . } cout<<"------------------------------------------"<<endl. cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl. cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai2[i]. Array Berdimensi Dua Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan.

Jumlah Kolom Jumlah Baris Nama Array Tipe data elemen array 7. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 7.1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut: int data_jual[3][3]. dan Ani Oktarini 94 .2.1. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. getch().Modul Algoritma Pemrograman I Jika anda lihat dari tabel 7.h> #include <iostream.2. Pradita. Mengakses Array Berdimensi Dua Suatu array."Carli"}}. Ilamsyah. clrscr().*/ /* Array Dimensi 2 */ /* -------------------. Inisialisasi Array Berdimensi Dua Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel.*/ #include<conio. cout<<nama[0][2]<<ends<<nama[1][1]<<endl.h> Frieyadie. Sopiyan. Contoh pengaksesan dengan bentuk sebagai berikut: Contoh-4 /* -------------------.3."Budi". {"Andi"."Mas"}. cout<<nama[0][0]<<ends<<nama[1][0]<<endl. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut: Contoh-3 #include <conio."BU".h> main() { char nama[2][3][10]={{"Pak".23. Hasil Contoh-3 7. cout<<nama[0][1]<<ends<<nama[1][2]<<endl. } Output yang akan dihasilkan.

i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i.h> #include<iostream. Pradita. for(i=1. for(j=1.i<=3.h> main() { int i. } cout<<"-----------------------"<<endl.i<=3. dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. cout<<data_jual[i][j]. cout<<" ". cin>>data_jual[i][j]."<<i<<" "<<j<<endl. cout<<"Jumlah Penjulan : ".j++) { cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4). getch( ).j<=3. cout<<"-----------------------"<<endl. } Output yang akan dihasilkan. for(i=1. j. dan Ani Oktarini 95 .h> #include<iomanip.j<=3. Ilamsyah. } cout<<endl. int data_jual[4][4]. Sopiyan. cout<<"-----------------------"<<endl. cout<<"NO 2007 2008 2093"<<endl. clrscr().Modul Algoritma Pemrograman I #include<stdio.j++) { cout<<"Data Ke . } } cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl.i++) { for(j=1.

int n. Tukar bilangan dengan Index terkecil tersebut dengan bilangan pertama ( I = 1 ) dari data bilangan tersebut 4. int Tmp. int Arr[100].24. Tentukan bilangan dengan Index terkecil dari data bilangan tersebut 3. Hasil Contoh-4 7.4. Ilamsyah. Urut.*/ /* Selection sort dengan C++ */ /* -------------------------------. Sopiyan. Pradita. code. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. Contoh-5 /* -------------------------------.h> #include<stdio. Pengecekan dimulai data ke-1 sampai dengan data ke-n 2. Selection Sort Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen atau proses kerja dengan memilih elemen data terkecil untuk kemudian dibandingkan & ditukarkan dengan elemen pada data awal. iMin. j. dst sampai seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort. Frieyadie. dan Ani Oktarini 96 .2.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 7. Prinsip kerja dari teknik ini adalah sbb : 1.*/ #include<conio.h> int main() { int i. Sorting dalam C++ a.

} Frieyadie.1.1. i < n. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). i++) { printf("Masukan data ke %i : ". i++) { iMin = i. Pradita. Ilamsyah. Urut = 1. } getch(). Arr[i]). for(i = 0. i < n . if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. j < n. Arr[iMin] = Tmp. dan Ani Oktarini 97 . Arr[iMin] = Tmp. i + 1. i++) { iMin = i. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). scanf("%i". j < n. i < n. } } } } Urut = Urut + 1. for(j = Urut. for(i = 0. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". scanf("%i". i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". for(j = Urut.Modul Algoritma Pemrograman I printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). Sopiyan. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. Arr[i]). }} } } Urut = Urut + 1. i + 1). i < n . }for(i = 0. for(i = 0. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. &n). if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. } for(i = 0. i < n. &Arr[i]). i + 1.

. } b. } for(i = 1. iMin. Bandingkan data ke-I ( I = data ke-2 s/d data ke-n ) 4. Ilamsyah. i < n. for(i = 0. i < n.dst) 4. for(i = 0.h> int main() { int i. Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". } getch(). Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2. code. Arr[i]). j < n .h> #include<stdio.n-3. Arr[j + 1] = Tmp.n-2. Arr[j] = Arr[j + 1]. } c. i < n. Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya ( sebelumnya ) satu persatu (n-1. j++) { if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j].. Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. scanf("%i". i + 1. i + 1). #include<conio. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). Jika lebih kecil maka data tersebut dapat disisipkan ke data awal sesuai dgn posisisi yg seharusnya Frieyadie.. &n). i++) { for(j = 0. 1. Pradita. scanf("%i". &Arr[i]).Modul Algoritma Pemrograman I getch(). int n. Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal. Prinsip Kerja Insertion Sort adalah 2. Urut. Buble Sort Prinsip Kerja dari Bubble Sort adalah : 1. j. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 3. Insertion Short Prinsip dasar Insertion adalah secara berulang-ulang menyisipkan / memasukan setiap elemen. ke dlm posisinya / tempatnya yg benar. Sopiyan. Bandingkan data ke-I tersebut dengan data sebelumnya (I-1). int Tmp.. dan Ani Oktarini 98 .1. } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). int Arr[100].

1. Arr[i]). for(i = 0. } getch(). } for(i = 1. int Arr[100]. code. Ilamsyah. iMin. } else { Arr[j + 1] = Arr[j]. } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). for(i = 0. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). j = j . while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j]. } Frieyadie. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". Urut. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I 5. i < n. scanf("%i". i + 1). Arr[j] = Tmp.h" int main( ) { int i. scanf("%i".h" #include "stdio. i < n. #include "conio. dan Ani Oktarini 99 . &Arr[i]). &n). } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp. i + 1. j = i .1. Sopiyan. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. i < n. i++) { Tmp = Arr[i]. int n. j. int Tmp.

... • Banyak Jenis.. <diinput> <<Terus berulang tergantung Banyak Jenis>> Layar Keluaran GEROBAK FIRED CHICHEN ------------------------------------------------------------No. 2500 P Paha Rp... Sopiyan.. dan Ani Oktarini 100 .... 1500 -------------------------Banyak Jenis : . . . 2500 P Paha Rp.. .. ... 2000 S Sayap Rp. .. Rp ... Pajak 10% Rp . Latihan 1.......4. <proses counter> Jenis Potong [D/P/S] : .. <diinput> Banyak Potong : ... . Rp ..... ingin dibantu dibuatkan program untuk membantu kelancaran usahaannya... 2000 S Sayap Rp. Jenis Potong dan Banyak Beli diinput. Sebuah perusahaan ayam goreng dengan nama “GEROBAK FRIED CHICKEN” yang telah lumayan banyak pelanggannya.Modul Algoritma Pemrograman I 7.. <diinput> Jenis Ke . Ilamsyah.. Frieyadie. 1500 ---------------------------------Buatlah programnya dengan ketentuan: • Setiap pembeli dikenakan pajak sebesar 10% dari pembayaran. -----------------------------------------------------------Jumlah Bayar Rp ...... Jenis Harga Bayak Jumlah Potong Satuan Beli Harga ------------------------------------------------------------.. • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan GEROBAK FRIED CHICKEN --------------------Kode Jenis Harga -------------------------D Dada Rp....... Pradita... “GEROBAK FRIED CHICKEN” mempunyai daftar harga ayam sebagai berikut : Kode Jenis Harga ---------------------------------D Dada Rp.... Total Bayar Rp . ..

.... ..... -----------------------------------------------------------------------------------------Total Gaji yang dikeluarkan Rp.. . Nama Tunjangan Karyawan ----------------Honor Pendapatan Jabatan Pendidikan Lembur Pajak Bersih ------------------------------------------------------------------------------------------. . STAY COOL ------------------------------------------------------------------------------------------No.. ..Modul Algoritma Pemrograman I 2. <di input> Pendidikan (1=SMU/2=D3/3=S1) : ... memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.. dengan memperoleh tujangan-tunjangan sebagai berikut: • Tunjangan Jabatan Golongan 1 2 3 Persen tase 5% 10% 15% • Honor Lembur Jumlah jam kerja normal dalam satu bulan sebanyak 240 Jam Kerja...... <di input> <<Terus berulang tergantung Jumlah Karyawan>> PT...... ..... .. . <di input> Golongan (1/2/3) : .. .... .000.. PT.. ...... 700.. maka kelebihkan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp......... STAY COOL Masukkan Jumlah Karyawan : ...... Pradita... Sopiyan..per bulan. Ilamsyah. . 2...... Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja sebih dari 240 jam. <proses counter> Nama Karyawan : .... .... ........ dan Ani Oktarini 101 . Frieyadie..... ... <diinput> Karyawan Ke . • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan dan Keluaran Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT..... <di input> Jumlah Jam Kerja : ... STAY COOL...500 untuk setiap kelebihan jam kerja dalam satu bulannya.

Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah: #define nama_konstanta teks Contoh : Teks #define A 6 Nama_Konstanta Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : # Ada beberapa preprocessor directive. Pradita. ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung. tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler.1.1. didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. dan Ani Oktarini 102 . Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar. Sopiyan.14 contoh: #define HURUF ‘B’ contoh: #define JABATAN “INSTRUCTOR” contoh: #define CETAK (“Borland C++”) contoh: #define LUAS_KUBUS (n*n) Frieyadie. tetapi untuk preprocessor. # define Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Macro Dan File Header adalah: 8 Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari 8. Ilamsyah. diantaranya adalah: 8.1. Teks dapat berupa: • Numerik • Karakter • String • Pernyataan • Fungsi Sederhana contoh: #define PI 3. Preprocessor Directives Preprocessor directive merupakan suatu perintah yang termasuk kedalam program.

1 Hasil Contoh-1 Contoh-2 /* ----------------------------------. } Output yang akan dihasilkan. Contoh-1 /* ----------------------------------. getche( ).*/ /* Program Penggunaan #define */ /* -----------------------------------. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 8.h> #define PI 3.h> #include<iostream.h> #include<conio.h> #define awal { #define akhir } #define mulai() main() #define cetak cout #define masuk cin #define hapus() clrscr() #define tahan() getch() #define LS_KUBUS (sisi*sisi) mulai( ) awal Frieyadie. cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl. Sopiyan.h> #include<iostream. Ilamsyah.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* ----------------------------------.*/ #include<stdio. cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl.h> #include<conio. cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl.141592 #define L(n) PI*n*n main( ) { clrscr(). # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai. Pradita.*/ #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja. dan Ani Oktarini 103 .

diabaikan.3. yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. jika tidak maka. ls_kubus. masuk>>sisi. ls_kubus = LS_KUBUS. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define.2. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan : #include "nama_file_header" atau #include <nama_file_header> Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda. Ilamsyah.1. akhir Output yang akan dihasilkan. Pradita. • #include <nama_file_header> “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya.#endif Preprocessor #if .2. cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ". Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta penyataan. kecuali pada directori yang sedang aktif.1. yaitu: • #include "nama_file_header" “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “. dan Ani Oktarini 104 . #endif Frieyadie. hapus( ). Sopiyan. # if . 10. # include Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya. tahan( ). cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus.#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. Hasil Contoh-2 10. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 8. cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I int sisi.

Pradita. #endif Contoh-4 /****************************** Penggunaan #if . Sopiyan. #endif getch( ). #else Penyataan-2.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-3 /*********************** Penggunaan #if . Hasil Contoh-3 10. dan Ani Oktarini . # if .#else .#endif ******************************/ #define N -4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol").3.#endif Preprocessor #if .#endif ***********************/ #include <conio.4.#else . dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 8. pernyataan #else dikompilasi. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define.1. #endif } 105 Frieyadie. jika #if bernilai salah maka. Ilamsyah.#else -#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. #else printf("Lebih Kecil dari Nol").h> #define N 4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta Penyataan-1. } Output yang akan dihasilkan.h> #include <stdio.

#endif } Hasil dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 8. #elif N == 10 printf("Sama Dengan Sepuluh "). Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta-1 Penyataan-1.5. Hasil Contoh-5 Frieyadie. merupakan kombinasi dari #if dan #else. Bentuk #elif diikuti oleh ekspresi-konstanta. #endif Contoh-5 /***************** Penggunaan #elif ******************/ #define N 12 main( ) { #if N > 10 printf("Lebih Besar dari Sepuluh").Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 8. #else N < 10 printf("Lebih Kecil dari Sepuluh"). Pradita. # elif ekspresi-konstanta-n Penyataan-n. Sopiyan. # elif Preprocessor #elif digunakan untuk mengkompilasi dari pernyataan bertingkat.5. Ilamsyah. Hasil Contoh-4 10.1.4. dan Ani Oktarini 106 . Perintah dijalankan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Hasil hanya dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang benar. #elif ekspresi-konstanta-2 Penyataan-2. Dalam hal ini #elif sama halnya seperti #elseif.

Hasil Contoh-6 10.1. hal ini dapat dilakukan jika sudah konstanta didefiniskan pada bagian #define.6.1. dan Ani Oktarini 107 . #endif Penjelasan: Jika nama-konstanta terdefinisi maka. jika nama-konstanta tidak terdefinisi maka.h> #define LEBAR_MAKS 100 #if LEBAR_MAKS>200 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 200 #elsif LEBAR_MAKS <50 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #else #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #endif main( ) { char str[LEBAR_MAKS].6. cout<<LEBAR_MAKS. hal ini merupakan parameter yang khusus yang harus terdefinisi. Frieyadie. } Hasil dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 8. Benuk umum penulisan sebagai berikut: #ifdef nama-konstanta pernyataan. Pradita. # ifdef . Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I 10. Ilamsyah. Contoh-6 /**************** Penggunaan #undef *****************/ #include<iostream.7. pernyataan akan diabaikan. pernyataan akan dijalankan. #undef Preprocessor #undef digunakan untuk menghilangkan nilai yang telah didefiniskan dari daftar definisi.# ifndef Preprocessor #ifdef dan #ifendef memberikan bagian dari program yang akan dikompile.

cout<<" pergi Kesekolah". } Hasil dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 8. Hasil Contoh-7 10. #endif #endif getche(). dan Ani Oktarini 108 . #else #ifndef ANAK2 cout<<"Hari ini "<<ANAK1<<" "<<ANAK2. kita dapat juga membuat file header sediri. Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++. #endif Frieyadie. Copyright (c) Borland International 1987. Sopiyan. #else cout<<"Pagi ini "<<ANAK2<<"pergi Kesekolah". Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran . */ #ifndef TIME_T #define TIME_T typedef long time_t.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-7 //--> Penggunaan #ifdef dan #ifndef #include<iostream.h Types for dealing with time. /* types. Pradita.2.7. Pembuatan File Header File Header adalah suatu file dengan akhiran . Ilamsyah.1988 All Rights Reserved. dengan cara yang sama seperti membuat file editor.h> #define ANAK1 "ILHAM" #define ANAK2 "HADIANSYAH" main( ) { #ifdef ANAK1 cout<<"Pagi ini "<<ANAK1<<" pergi Kesekolah". File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta.h . Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++.h .

h" mulai( ) awal int a.Modul Algoritma Pemrograman I Sebagai latihan berikut ini akan dibuatkan suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor. kemudian simpan dengan nama : atur. cout<<"Masukkan Nilai B = ".h contoh pembuatan file header untuk pengaturan. . cin>>a. hapus( ).*/ #include<stdio.*/ /* program dengan file header sendiri */ /* ---------------------------------. Copyright (c) Frieyadie 2001 All Rights Reserved. kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri.h> #include"atur. pada folder kerja anda folder include. akhir Frieyadie.h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 109 . */ #define awal { #define akhir } #define mulai( ) main( ) #define cetak cout #define tampil cprintf #define masuk scanf #define hapus( ) clrscr( ) #define jika if #define warna textcolor #define tahan getche( ) Setelah disimpan pada direktori C:\BC5\INCLUDE\. selanjutnya Compile file atur. Buatlah program file heder dibawah ini. b.. cin>>b. Ilamsyah. tahan.cpp Contoh-9 /* ---------------------------------. c=a+b. cout<<"Masukkan Nilai A = ". tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n"). Pradita. warna(4). cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c. Sopiyan. Contoh-8 /* atur.h> #include<conio.h.h. cout<<endl.. Buatlah program dibawah ini. c.

.S * 30 % • Nilai U.S : ……<di-input> Nilai Murni Absensi = <data-inputan> * 10% = <hasil-proses> Nilai Murni Tugas = <data-inputan> * 20% = <hasil-proses> Nilai Murni U. Buatlah program menghitung nilai akhir perkuliahan pada suatu matakuliah. Latihan 1. <di-input> Luas Lingkaran : . Sebagai input adalah bilangan itu sendiri.A.S = <data-inputan> * 40% = <hasil-proses> Nilai Akhir yang diperoleh sebesar : ….. Ilamsyah.3.S = <data-inputan> * 30% = <hasil-proses> Nilai Murni U.S : ……<di-input> Masukkan Nilai U. 2.9.h Tampilan Yang Diinginkan: Masukkan Nilai Jari-jari : . <hasil-proses> Frieyadie. < hasil proses > 3. Sopiyan.S * 40 % Untuk proses penilaian dilakukan didalam file header dan simpan nama file header tersebut hitnilai. Pradita.T.h.A. Proses berada didalam file header.T. sedangkan sebagai output adalah pangkat dua serta pangkat tiga dari bilangan bulat tersebut.. Hasil Contoh-9 10..Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 8. dan Ani Oktarini 110 .. nama file header yang diinginkan : lingkaran... Buatlah program menghitung pangkat dua serta pangkat tiga dari sebuah bilangan bulat dengan makro. dengan ketentuan sebagai berikut: • Nilai Absensi * 10 % • Nilai Tugas * 20 % • Nilai U.T. Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran.A. < hasil proses > Keliling Lingkaran : . Tampilan yang diinginkan: Program Hitung Nilai Akhir Mata Kuliah Masukkan Nilai Absensi : ……<di-input> Masukkan Nilai Tugas : ……<di-input> Masukkan Nilai U.

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Pointer 9 Merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain. Ilamsyah. AMIR = ILHAM.1. suatu variabel akan menghasilkan alamat lokasi memori. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah.2. hal ini dapat dilakukan dengan Frieyadie.1. tetapi sesekali sistem operasi akan memberikan banyak alamat yang kita tidak mengetahui dimana variabel ditempatkan. 9. Dengan menggunakan operator dereference ( & ) ini. Sopiyan. dan Ani Oktarini 111 . Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 0x0012ff88 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. Operator Dereference ( & ) Didalam mendeklarasikan suatu variabel harus pada lokasi yang pasti didalam penggantian memori.1. operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat. Operator dereference ( & ) 2. // AMIR sama dengan ILHAM (75) RAKA = &ILHAM. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) Gambar 9. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu identifier “&” (ampersand sign) didepan nama variabel. Diagram Pengunaan Opeator Dereference 9. Operator reference ( * ) 9. Pradita.1.Pada umumnya kita tidak dapat menentukan dimana variabel akan ditempatkan Terkadang secara otomatis dilakukan oleh kompiler dan sistem operasi yang sedang aktif. Operator Pointer Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh Borland C++: 1. Operator Reference ( * ) Dengan menggunakan operator anda dapat mengakses secara langsung nilai yamg terdapat didalam variabel yang berpointer.1.

Dengan menggunakan operator reference ( * ) ini. RAKA = &ILHAM. Sopiyan.2. Frieyadie. dan Ani Oktarini 112 . // RAFLI sama dengan value pointed by RAKA(75) Gambar 9. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) RAFLI = *RAKA. Untuk mendeklarasikan pointer secara konstanta dengan memberikan kata const didepan nama konstanta.h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I menambahkan identifier asterisk ( * ). menghasilkan nilai yang berada pada suatu alamat memori Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 65524 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. Deklarasi Pointer Pada Konstanta Suatu pointer dapat dideklarasikan secara konstanta atau secara tetap tidak dapat diubah. Ilamsyah.h> #include<conio. agar dapat menterjemahkan nilai sebenarnya dari suatu variabel.2 Diagram Pengunaan Opeator Reference 9. Pradita. Contoh-1 //----------------------------------// //Pendeklarasian Pointer Konstanta // //----------------------------------// #include<stdio. Bentuk penulisan: tipe_data * const nama_konstanta.h> void main( ) { char *const nama = "Borland C++". Operator ini biasa disebut dengan “value pointed by”.

yaitu tidak dapat diubah-ubah. amir. dan Ani Oktarini 113 . *raka. } Pada program diatas. Karena variabel nama.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ).h> #include<conio. clrscr( ). Pesan Kesalahan Yang Tampil adalah: Cannot modify a const object Error Message yang akan dihasilkan. penyebabnya pada pernyataan nama = "Borland C++". amir = ilham. nama = "Visual C++". Deklarasi Pointer Pada Variabel Karena keakhlian dari pointer untuk menunjuk secara langsung kesuatu nilai. memeriksa satu persatu data yang memiliki pointer pada saat variabel tersebut pertama kali dideklarasikan. Frieyadie..3. Sopiyan. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. terdapat kesalahan dan tidak dapat dijalankan. ilham = 75. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 9.3 Error Message Contoh-1 9. Pradita. Bentuk penulisan: tipe_data *nama_variabel. Ilamsyah. Contoh-2 //-------------------------------// //Penggunaan Pointer Dereference // //-------------------------------// #include<stdio. merupakan pointer konstanta. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl.h> #include<iostream. raka = &ilham.h> main( ) { int ilham. getch( ).

Sopiyan. Pradita. clrscr( ). cout<<"Nilai RAFLI = "<<rafli<<endl. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). rafli = *raka. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 9. rafli.h> main( ) { int ilham.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nilai AMIR = "<<amir<<endl. getch(). ilham = 75.h> #include<iostream. raka = &ilham.5 Hasil Contoh-3 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl.h> #include<conio. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. Ilamsyah.4 Hasil Contoh-2 Contoh-3 //-----------------------------// //Penggunaan Pointer Reference // //-----------------------------// #include<stdio. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 9. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. dan Ani Oktarini 114 . *raka.

cout<<*raka<<endl.4. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. dari program contoh-5 diatas adalah: Frieyadie. ilham = 75. Sopiyan. amir = &raka. getch( ). cout<<**amir<<endl. int *raka. hanya menambahkan pointer reference ( * ) pada variabel yang akan ditunjuk. dan Ani Oktarini 115 . //pointer ke variabel char **amir. amir = &raka. Pointer Pada Pointer Tidak terbatas menunjuk alamat dari suatu variabel. Gambar 9. cout<<"Nilai AMIR Hasil Mengakses ILHAM = ". Ilamsyah. char *raka. raka = &ilham.7 Diagram Pengunaan Pointer Pada Pointer Contoh-5 // -----------------------------// //Penggunaan Pointer to Pointer // //------------------------------// #include<stdio.h> #include<iostream. //pointer pada pointer ilham = '75'. Pradita. //-> Penugasan Ke Alamat Memori raka = &ilham. //pointer ke variabel int **amir.h> #include<conio. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I 8. cout<<"Nilai RAKA Hasil Mengakses ILHAM = ". pointer dapat pula menunjuk ke pointer lainnya.h> main() { int ilham. Didalam pendeklarasianya. //pointer pada pointer clrscr( ). Sebagai contoh : char ilham.

cout<<". Pradita. for(i=1. Sebagai contoh sederhana dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-6 //------------------------------// //Penggunaan Pointer to Array // //------------------------------// #include<stdio.h> #include<iostream. int nilai[5].i<=5. pada array.h> #include<conio. for(i=1. dan Ani Oktarini 116 . cout<<endl<<endl. karena secara internal array juga menyatakan alamat. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Hasil Pengaksesan Elemen Array Lewat". Menempati Alamat Memori = ". ptrnilai = nilai. Sopiyan.i<=5. Ilamsyah. cout<<&ptrnilai[i]. } getche( ). Nilai "<<nilai[i]. cin>>nilai[i].5. dari program contoh-6 diatas adalah: Frieyadie.8 Hasil Contoh-5 8. Pointer pada Array Konsep Array diantaranya adalah banyak loncatan dari pointer satu ke pointer yang lain.i++) { cout<<"Elemen "<<i<<". cout<<endl.h> main( ) { int i. cout<<"Pointer". } cout<<endl. int *ptrnilai.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. yaitu pengenal array sama dengan alamat pada elemen pertama.i++) { cout<<"Masukan Nilai Pertama = ".

Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9.h> #include <conio. //menambah nilai penunjuk / pointer cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. Ilamsyah. band_punk+=3. } Frieyadie.*/ /* Pointer pada String */ /* ------------------.*/ #include <iostream. char *band_punk = "RANCID". dan Ani Oktarini 117 . cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl.6.h> main( ) { char band_metal[ ] = "SEPULTURA". Pointer pada String Pointer pada string dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-7 /* ------------------. Pradita.9 Hasil Contoh-6 9. Sopiyan. getche( ). cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk.

maka pembacaan berpindah ke alamat ke. sehingga tercetak kata CID. Pradita. yang di tunjukkan oleh penambahan nilai pointer pada band_punk+=3. karena sudah terjadi penambahan dengan 3.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.4. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 9. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 118 . R A N C I D \0 1 2 3 4 5 6 Frieyadie. secara default. terdapat perubahan nilai pointer band_punk . Sopiyan.10 Hasil Contoh-7 Pada program diatas. pembacaan dilakukan mulai dari pointer pertama.

h> #include<iostream. cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya.Nama fungsi.Program menjadi lebih terstruktur. diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi. Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: . Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong. } Frieyadie. dan Ani Oktarini 119 .1.Argumen. . … pernyataan / perintah. cukup dengan menuliskan nama fungsinya. Pradita. yang bersifat mutlak. Contoh pembuatan fungsi sederhana Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */ #include<conio. … pernyataan / perintah. sebagai contoh yang lainnya fungsi printf(). Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main().h> #include<stdio. Pada pemanggilan sebuah fungsi. . Ilamsyah.Pernyataan / perintah.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Fungsi 10 Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. . } Keterangan: . Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: nama_fungsi(argumen) { … pernyataan / perintah. tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri. 10. sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan. karena fungsi ini program akan dimulai. diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’. boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan. Sopiyan.Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama.h> garis( ) { printf("\n----------------------\n").

} Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-1 10. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 10..2.1.Pondok Labu"<<endl. Prototipe fungsi dituliskan di atas blok program utama dan diakhiri dengan tanda qualifier titik koma ( . Sedangkan yang dimaksud dengan parameter pada fungsi adalah suatu pendefinisian nilai-nilai dari objek-objek yang dideklarasikan pada bagian argumen di fungsi. Nilai-nilai pada objek-objek tersebut didapat dari variabel-variabel yang barada pada program utama. • Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi. • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama. Pradita. //memanggil fungsi garis cout<<"AMIK BSI . Frieyadie. garis( ).Modul Algoritma Pemrograman I /* program utama */ main( ) { clrscr( ). //memanggil fungsi garis getche( ). Ilamsyah. ). maka akan menunjukkan kesalahan. Terdapat dua macam para parameter fungsi. sedangkan blok program fungsi yang mengandung perintah-perintah atau pernyataan-pernyataan dari program berada di bawah blok program utama yang memiliki keuntungan sebagai berikut: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi. Prototipe dan Parameter Fungsi Prototipe merupakan uraian dari blok fungsi yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi. garis( ). yaitu : • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam definisi fungsi. dan Ani Oktarini 120 . Sopiyan. • Jumlah parameter yang digunakan • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan.

} Contoh penggunaan prototipe fungsi dan parameter fungsi sebagai berikut: Contoh-2 //Penggunaan Prototipe pada Fungsi #include <conio. } //blok program fungsi dengan parameter aktual char coment (char ket[30]. { cout<<"Masukkan nilai = ". a=n%2. coment(c. //paramater formal cout<<c. } if (lagi=='Y' || lagi=='y') goto atas.h> #include <string. atas: clrscr( ). Pradita. Sopiyan. …. int i. int y) { …. cout<<"\n\nIngin input lagi [Y/T]: ".i)."---Bilangan Ganjil---").cin>>lagi. main() { ….int n) { int a.int n).cin>>i. //prototipe fungsi main( ) { char lagi. } parameter aktual parameter formal float total( int x. else strcpy(ket. if (a==1) strcpy(ket."---Bilangan Genap---"). Ilamsyah. else getch( ).h> #include <iostream.h> //untuk strcpy char coment (char ket[30]. } Frieyadie..c[30]... b).Modul Algoritma Pemrograman I Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual. dan Ani Oktarini 121 .. total(a.

b.*/ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* -----------------------. n+=7. cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan". Sopiyan. yaitu: 10. Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. int n). Frieyadie. getch( ) . tambah(a. b = 9. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. main( ) { int a. } tambah(int m. cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ". a = 5. Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-3 /* -----------------------. dan Ani Oktarini 122 .h> tambah(int m. Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal. Pradita.2.h> #include<stdio. Ilamsyah.b). cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()". dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 10. Hasil Contoh-2 Di dalam bahasa C++ ada dua cara untuk melewatkan nilai-nilai parameter ke dalam fungsi dari nilai-nilai variabel. walaupun nilai dari parameter formal berubah. int n) { m+=5. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.h> #include<iostream.*/ #include<conio.2. clrscr( ).1.

Hasil Contoh-3 10. main( ) { int a. Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference) Pemanggilan dengan referensi merupakan pemanggilan nilai suatu parameter di dalam fungsi ke parameter actual yang disimpan pada alamat memori dengan menggunakan pointer. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Frieyadie.h> #include<iostream. cout<<endl. cout<<endl. Sopiyan. tambah(&a. Pradita. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu parameter aktual dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu parameter yang dilakukan di dalam fungsi. } Output yang akan dihasilkan.&b). Ilamsyah.*/ #include<conio. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 10. cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi". Contoh-4 /* ---------------------------.h> #include<stdio.3. a = 4. b.2.h> tambah(int *c. int *d). clrscr( ). dan Ani Oktarini 123 . cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi". b = 6.*/ /* Penggunaan Call By Reference */ /* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.2.

Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya. Sopiyan. cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()". Pradita. dikarenakan nilai hasil dari parameter formal akan disimpan pada nama fungsi.4.h> #include <iostream. Pernyataan return(). Syarat utama dalam pembuatan fungsi return adalah nama fungsi yang dapat mengembalikan nilai. } float kel (int r)//fungsi kel lingkaran { return(3. Ilamsyah. Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-5 /* Pernyataan Return pd Fungsi */ #include <conio. *d+=5. int *d) { *c+=7. dan Ani Oktarini 124 .h> #include <stdio. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan.14*2*r).14*r*r). } Frieyadie. dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 10. cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). Hasil Contoh-4 10. cout<<endl. } Output yang akan dihasilkan.h> float luas (int r)//fungsi luas lingkaran { return(3.3. } tambah(int *c.

*/ #include<conio.*/ /* Variabel Lokal */ /* -------------. Contoh-6 /* -------------.4. Jenis Variabel Jenis Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 10. cout<<"Keliling lingkaran = "<<kel(j).h> #include<stdio. cout<<"Luas lingkaran = "<<luas(j)<<endl. Terdapat beberapa jenis variabel yaitu: • Variabel Lokal.1. getch( ). clrscr( ). main( ) { Frieyadie. cout<<"Masukkan Jari-jari = ". Pradita. Hasil Contoh-5 10. • Variabel Eksternal atau Global. Ilamsyah. Variabel Lokal Variabel Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh fungsi yang bersangkutan.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int j.h> #include<iostream.5. dan Ani Oktarini 125 . • Variabel Statis.cin>>j.h> lokal( ). Sopiyan. Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel Otomatis. 10.4. } Output yang akan dihasilkan.

4.*/ /* Variabel Eksternal atau Global */ /* -----------------------------. Sopiyan.2. lokal( ). Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini.h> #include<iostream. diluar dari fungsi main(). Contoh-7 /* -----------------------------.6. clrscr( ). dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 10. //--> deklarasi variabel eksternal void lokal( ). } lokal( ) { int a = 10. Hasil Contoh-6 10. yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main(). cout<<"Pemanggilan Variabel Lokal"<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"\nNilai a didalam fungsi lokal( ) = "<<a. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.*/ #include<conio. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. Variabel Eksternal Variabel Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan berulang-ulang. Frieyadie. dan Ani Oktarini 126 .h> #include<stdio. Ilamsyah. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I int a = 15. Pradita.h> int a = 6.

maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat variabel dideklarasikan. Ilamsyah.h> #include<stdio. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 10. Sopiyan. cout<<"Penggunaan Variabel Eksternal"<<endl. //--> pemanggilan fungsi local cout<<"\nNilai Setelah penggilan fungsi local() = ". cout<<a. } void lokal( ) { a+=10.*/ #include<conio.7. maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis dideklarasikan. getch( ). lokal ( ). Variabel Statis Variabel Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel statis ini mempunyai sifat antar lain.4. dan Ani Oktarini . Contoh-8 /* -------------------------.h> 127 Frieyadie.h> #include<iostream. Pradita.*/ /* Penggunaan Variabel Statis */ /* -------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I void main( ) { clrscr( ). • Jika tidak ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal nol. • Jika variabel statis bersifat eksternal. Hasil Contoh-7 10. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. Suatu variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu tipe data variabel. } Output yang akan dihasilkan.3. • Jika variabel statis bersifat local.

karena nilai k yang terbaru adalah 4. Frieyadie. while dan do – while. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) pertama. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) kedua. walah( ). tercetak nilai variabel k = 8. didapat dari k=0+4. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 10.8. Fungsi inline Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih. Ilamsyah. Output yang akan dihasilkan. adalah 5.5. dan Ani Oktarini 128 . • Pada pencetakan k didalam fungsi main( ). // --> deklarasi variabel statis k += 4. walah( ). getch( ). karena variabel k. terutama programprogram yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I walah( ). } Hal ini terlihat bahwa : • Pada pada prototipe fungsi walah( ) tidak tedapat nilai awal. didapat dari k=4+4. clrscr( ). } walah( ) { static int k. Hasil Contoh-8 10. maka secara otomatis variabel k = 0. //--> prototipe fungsi walah main( ) { int k = 5. Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan tipe data. tercetak nilai variabel k = 4. cout<<"\nNilai K didalam fungsi main() = "<<k. cout<<"\nNilai K didalam fungsi() = "<<k. Sopiyan. didalam fungsi main( ) bersifat lokal.

k < 20. k++) cout<<kali(k. Frieyadie. } int main( ) { { cout << "Kami Sedang Belajar. Hasil Contoh-9 Contoh-10 /* -------------------------. Sopiyan. ". dan Ani Oktarini 129 . dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 10.h> #include<iostream.h> #include<iostream. Pradita.h> #include<stdio. k*2)<<" ". ". int j) { return(i * j). cout << "C++ Programming. Ilamsyah.h> #include<stdio. for(k = 1.h> inline int kali(int i. } main( ) { int k. } Output yang akan dihasilkan.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------.9. getch( ).h> inline static void cplusplus( ) { cout << "Pemrogramman C++\n".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-9 /* -------------------------.*/ #include<conio. clrscr( ).*/ #include<conio.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------.

} getche( ). ".h> 130 Frieyadie. Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut.h> #include<stdio. } { cout << "Mari Belajar. Contoh-11 s/* ------------------------------.*/ #include<conio. dan Ani Oktarini .h> #include<iostream. cplusplus( ). cout << "Berarti Sudah Anda Kuasai".\n\n". Hasil Contoh-10 10. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I cplusplus( ). sehingga memiliki nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda. s Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengna tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbeda-beda pula. cout << "Sedang Kami Pelajari. cout << "Mudah Untuk Dipelajari. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 10. cplusplus( ). Ilamsyah. Sopiyan. ". } { cout << "Jika Sudah Mengerti. Function Overloading Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi.\n\n".*/ /* Penggunaan function overloading */ /* ------------------------------. Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading. Pradita.10.6.

} long hitung(long c) { return(c*c). } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 131 . cout<<hitung(3)<<endl. cout<<hitung(4)<<endl. Sopiyan. } double hitung(double d) { return(d*d). dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 10. Hasil Contoh-11 Frieyadie. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -1 : ". cout<< "Hasilnya Fungsi overload -3 : ". float hitung(float d).Modul Algoritma Pemrograman I int hitung(int b). long hitung(long c). getch( ). void main( ) { clrscr( ). Ilamsyah. Pradita.11. } int hitung(int b) { return(b*b). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -2 : ". cout<<hitung(2)<<endl.

7778 Pemanggilan dengan tipe data integer Proses dengan tipe data integer 100 sama dengan 37 Frieyadie. <di input > Besar diskon yang diberikan Rp.7.32) * 5 / 9. • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah double • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah float • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah integer Rumus konversi yang digunakan adalah c = (f . Latihan 1.000. Buatlah program untuk menghitung besarnya diskon yang diberikan atas besanya sejumlah pembelian. ………. Buatlah program untuk menghitung konversi dari derajat fahrenheit ke celcius Petunjuk : Gunakan Function Overloading. Ilamsyah.0) * 5 / 9. dan Ani Oktarini 132 . maka mendapat diskon sebesar 20%. ………< hasil proses > Besar harga yang harus dibayarkan Rp.Jika belanja diatas Rp.000 . Dengan tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Program Hitung Potongan. c = 37.Jika belanja dibawah Rp. c = (68) * 5 / 9. . 5.Jika belanja dimulai dari Rp. 5. 1.000. Contoh : Jika nilai Fahrenheit = 100 c = (100 . sampai dengan Rp. . Buatlah 3 (tiga) buah fungsi untuk dioverloading. Sopiyan.000. 1. dengan ketentuan sebagai berikut : .000.000.000. ………< hasil proses > 2. maka tidak mendapat diskon. dengan variabel untuk masing-masing fungsi berbeda-beda.000 .7778 Pemanggilan dengan tipe data float Proses dengan tipe data float 100 sama dengan 37.7778 Hasil keluaran yang diinginkan : Pemanggilan dengan tipe data double Proses dengan tipe data double 100 sama dengan 37.Modul Algoritma Pemrograman I 10. Pradita. Besar pembelian barang Rp. Fungsi yang harus dibuat potong() untuk menghitung besar potongan yang akan diberikan.32. maka mendapat diskon sebesar 35%.

<diinput> Banyak Pinjam : .. Buatlah program untuk menghitung jumlah pembayaran pada perpustakaan "Kecil-Kecilan".......... <hasil proses> Jenis Buku : .Modul Algoritma Pemrograman I 3.Kecil-Kecilan"... Sopiyan. <hasil proses> Jumlah Bayar Penyewaan Sebesar Rp. ---------------------------Nama Penyewa Buku : . <hasil proses> Frieyadie... ... <diinput> Kode Buku [C/K/N] : .... Ilamsyah. Mempunyai ketentuan sebagai berikut: Kode Jenis Buku C K N Jenis Buku CerPen ( Kumpulan Cerita Pendek ) Komik Novel Tarif Buku 500 700 1000 Petunjuk Proses : • Buatlah Fungsi Tarif untuk menentukan terif penyewaan • Gunakan Pernyataan If – Else Tampilan Masukan yang diinginkan: Perpustakaan ". < hasil proses > Penyewa dengan Nama .. <diinput> Tampilan Keluaran yang diinginkan: Tarif Sewa Rp... Pradita.... dan Ani Oktarini 133 . .

char nama[15]. .. Deklarasi Structure Structure dapat deklarasikan seperti berikut: struct nama_tipe_struktur { elemen_struktur. .. Sopiyan.. penggunaan nama structure-nya tidak bisa langsung di gunakan. Atau struct { elemen_struktur... Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur. Pradita. Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal 11. Hal yang perlu di perhatikan : • Penulisan nama Structure jika mengikuti bentuk umum pertama... }. struct { atau char nim[5]. }mahasiswa.. dan Ani Oktarini 134 .. ..Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Structure 11 Struktur digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda. }. karena secara otomatis menjadi sebuah tipe data. } nama_tipe_struktur... Frieyadie. Dan penggunaannya harus menggunakan objek/nama variabel yang menggunakan dari nama structure itu sendiri • Penulisan nama Structure dengan mengikuti bentuk umum kedua. maka penggunaan nama structure-nya bisa langsung di aplikasikan. float nilai.1.. . Ilamsyah... char nama[15]. Contoh Deklarasi struct mahasiswa { char nim[5]. float nilai..

cout<<"masukan Nama = ". cin>>mahasiswa.*/ #include<stdio. cout<<"masukan Nilai Akhir = ".nama<<endl. Hasil Contoh 1b Bandingkanlah Contoh-1a dengan Contoh-1b berikut ini.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct1. char nama[15]. } Output yang akan dihasilkan.nim<<endl. cout<<"masukan NIM = ".nilai. Ilamsyah. Adakah perbedaannya ? Frieyadie. cin>>mahasiswa.nilai<<endl. } mahasiswa. clrscr( ). dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 11.cpp */ /* ---------------------------. cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa. cout<<"\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n". getch( ).h> main( ) { struct { char nim[5].nama. cin>>mahasiswa.nim.h> #include<iostream.1. Sopiyan. cout<<"NIM = "<<mahasiswa. Pradita.h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1a /* ---------------------------. dan Ani Oktarini 135 . cout<<"Nama = "<<mahasiswa.

cout<<"\n\n Data yang Anda Inputkan Adalah : "<<endl<<endl. }. Pradita. clrscr( ). cout<<"NAMA: "<<mahasiswa. cout<<"NILAI AKHIR: "<<mahasiswa. int nilai. cout<<"masukan NAMA : ".nama. } Output yang akan dihasilkan.cin>>mahasiswa.cin>>mahasiswa.h> #include<stdio.*/ #include<conio.nilai<<endl.h> main( ) { struct data { char nim[10].cpp */ /* ---------------------------.cin>>mahasiswa.nim<<endl. dan Ani Oktarini 136 . Sopiyan. getch( ).*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct2.1b.nim. cout<<"masukan NIM : ". data mahasiswa. Hasil Contoh 1b Frieyadie. Ilamsyah. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11.h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1b /* ---------------------------. cout<<"NIM : "<<mahasiswa.nama[15]. cout<<"masukan NILAI AKHIR : ".nilai.nama<<endl.

Sopiyan. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". } nama_tipe_struktur[jml_index]. .h> #include<conio. Berikut bentuk deklarasi array struktur: struct { elemen_struktur .*/ /* Program Penggunaan structure pada function */ /* Nama File : struct4. dan Ani Oktarini 137 . char nama[15]. cout<<"masukan NIM = ". j=1. Structure dengan Array dan Function Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure.nim<<endl.h> char ket(float n).nilai. Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program berikut: Contoh-2 /* -----------------------------------------. i<2. for(i=0. main( ) { int i. cout<<"masukan Nama = ". Frieyadie. cin>>mhs[i]. for(i=0.h> #include<iostream. cin>>mhs[i]. struct { char nim[5]. cout<<endl. i<2. Ilamsyah. cin>>mhs[i]. } clrscr( ).cpp */ /* -----------------------------------------."<<j++<<endl. k=1. } mhs[5]. cout<<"NIM = "<<mhs[i].*/ #include<stdio. float nilai.nama.nim."<<k++<<endl. sehingga membentuk Array dari Structure. Pradita. i++) { cout<<"Data Ke .Modul Algoritma Pemrograman I 11. Suatu elemen-elemen dari suatu Struktur dapat dikirimkan ke dalam suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel sederhana ke dalam suatu function. clrscr( ). …………………. i++) { cout<<"Data Ke .2.

Buatlah program untuk menghitung nilai Hasil dari nilai UTS. cout<<endl. else return 'G'. maka Nilai Hasil < 47 Frieyadie. cout<<"Keterangan yang didapat = ". Hasil Contoh 2 11. Latihan Kerjakan tugas-tugas dibawah ini sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pengerjaan yang telah diberikan : 1.2. maka Nilai Hasil >= 47 • Jika Nilai Huruf = E. maka Nilai Hasil >= 70 • Jika Nilai Huruf = C.nilai<<endl. maka Nilai Hasil >= 56 • Jika Nilai Huruf = D. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. } getch( ). Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. cout<<ket(mhs[i]. Sopiyan. maka Nilai Hasil >= 80 • Jika Nilai Huruf = B.3.nilai)<<endl. Buatlah sebuah function untuk menghitung nilai Hasil Nilai Hasil = (Nilai UAS * 40%) + (Nilai UTS * 60%) • Jika Nilai Huruf = A. } char ket(float n) { if(n > 65) return 'L'.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nama = "<<mhs[i]. UAS dan menampilkan nilai huruf yang akan didapat. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 138 . cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i]. Pradita. } Output yang akan dihasilkan.nama<<endl.

Honor harian pegawai honorer sebesar Rp. Sopiyan. Pradita. Buatlah sebuah function untuk menghitung honor lembur Ketentuan lembur dihitung dari kelebihan jam kerja pegawai tesebut. Buatlah program untuk menghitung honor pegawai honorer dari suatu perusahaan dengan menghitung kelebihan jumlah jam kerja pegawai tersebut. hanya mendapat honor harian saja. Frieyadie. 15000 Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. 5000 + Honor harian • Jika jumlah jam kerja hanya 8 jam tidak mendapat honor lembur. maka kelebihan jam kerja dikalikan Rp. dan Ani Oktarini 139 . seperti dibawah ini: 2. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Tampilan akhir adalah sebuah tabel. Jam kerja normal pegawai sebanyak 8 jam • Jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam.

1. Object Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud. panjang dan lain-lain. 12. seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil. Sopiyan. memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari penggunaannya. seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. Ilamsyah. Mudah diperbaharui Frieyadie.1. kelompok buku dan lain-lain. Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain. Pradita. Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok fungsi. Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan. Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai. 2. digunakan dan lainlain. Keuntungan Penggunaan OOP Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah: 1. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata. 3.Modul Algoritma Pemrograman I Class untuk Object Oriented Programming (OOP) 12. Pengertian OOP BORLAND C++ 12 Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut.1. warna. Class Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek. atau penggunaan atau manfaat dari objek tersebut. dan Ani Oktarini 140 . Class juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut. Methode Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan. pesan atau pernyataan antar objek. Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode).

float harga .1. }. ketebalannya. dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya. Ilamsyah. Contoh deklarasi : Nama class class motor { char merk [50]. }. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek 2.2. method. ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public. dan Ani Oktarini 141 . atapnya. method. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif 3. Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis Obyek: 1. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis. temboknya dan lian-lain. int stok . Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Bentuk umum dari kelas: class class_ name { private: data element_class. public:c data element_class. protype function. bentuk. Nama Anggota Data Pendefinisian Objek Frieyadie. motor sport. Object Declaration. warna catnya dan lain-lain. Sopiyan. Pradita. 4. jendelanya.Modul Algoritma Pemrograman I Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public. 12.

h> #include <conio. cout<<" Input Nilai Akhir = ".cout<<endl.h> garis( ) { cout<<"==============================\n". Public pada kelas Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas. garis( ). Secara default.Modul Algoritma Pemrograman I Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport. semua item di dalam kelas bersifat private. item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public.cout<<endl. A. Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa disebut dengan objek. dan Ani Oktarini 142 . cout<<"\t Program Nilai Siswa"<<endl <<"\t -------------------"<<endl. cout<<" Input NIS = ". semua item di dalam kelas sudah private. } Output yang dihasilkan dari program contoh-1 di atas adalah: Frieyadie. main( ) { clrscr( ). cout<<" Input Nama Siswa = ". Contoh-1 //Penggunaan public pada class #include <iostream. }. Sopiyan.nis<<endl <<" Nama Siswa = "<<sekolah. clrscr( ). float nilai. Jadi tanpa menuliskan kata kunci private.cin>>sekolah. getch( ). garis( ).nama. siswa sekolah.cin>>sekolah.nilai. garis( ). Ilamsyah. Pada sebuah kelas. } class siswa { public : char nis[9].nilai<<endl.cin>>sekolah.nama[20]. cout<<"\t Nilai Siswa"<<endl <<"\t ------------"<<endl<<endl <<" NIS = "<<sekolah.nama<<endl <<" Nilai Akhir = "<<sekolah.nis. Pradita.

h> #include <iostream. Ilamsyah. getch( ).14 class tabung { private : int j.t. dan Ani Oktarini 143 . } Frieyadie. Contoh-2 //Penggunaan private pada class #include <conio.keluaran( ). Sopiyan.1 Hasil Contoh-1 (Layar Input) Gambar 12. float v. s.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 12. }. tabung s. public : tabung( ). void main( ) { clrscr( ).k.2 Hasil Contoh-1 (Layar Output) B. void keluaran( ). Private pada Kelas Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung. Pradita.h> #define pi 3.

cout<<" Masukan Jari-jari = ". Pradita. } Output yang dihasilkan dari program contoh-2 di atas adalah: Gambar 12. cout<<" Masukan Tinggi = ".cin>>t. Sopiyan. Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk memberikan nilai awal. dan Ani Oktarini 144 . int intb( ). Berikut contoh pendeklarasian suatu konstruktor di dalam sebuah kelas: class hitung { private: int a. Ilamsyah. Frieyadie.2. v=(pi*j*j)*t. } void tabung :: keluaran( ) { cout<<endl <<" Volume Tabung = "<<v<<endl <<" Keliling Tabung = "<<k<<endl. k=(2*(pi*2*j))+t.cin>>j. Konstruktor Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada. int b.3 Hasil Contoh-2 12. public: int inta( ).Modul Algoritma Pemrograman I tabung :: tabung( ) { cout<<"\n Menghitung Tabung"<<endl <<" -----------------"<<endl<<endl.

.h> #include <iostream. bilangan b. //deklarasi constructor }. void main( ) { clrscr( ). } void bilangan :: info( ) { cout<<"\n Jenis Bilangan: "<<endl <<" Bulat = "<<bulat<<endl <<" Nyata = "<<nyata<<endl. Ilamsyah.. } bilangan :: bilangan( ) { cout<<"\n Konstruktor dijalankan . "<<endl. b.h> class bilangan { private : int bulat.2. } Frieyadie. getch( ). public : bilangan( ).info( ). bulat = 5. Pradita.info( ).Modul Algoritma Pemrograman I hitung(int mudah). Contoh-3 //Konstruktor #include <conio. nyata = 3. }. dan Ani Oktarini 145 . double nyata. bilangan a. Sopiyan.6. a. //konstruktor void info( ).

125.keterangan( ). Pradita. Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu setelah tidak menggunakannya lagi.4 Hasil Contoh-3 12.//destruktor void keterangan( ). sport. }.h> #include <string.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-3 di atas adalah: Gambar 12. long harga. Destruktor Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah menyelesaikan tugasnya. getch( ).//konstruktor ~motor().h> class motor { private : char *merk. motor matic("Honda Vario". long hrg). } Frieyadie. Contoh-4 //Destruktor #include <conio.3. matic. float cc_mesin. public : motor(char *nama.h> #include <iostream. Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga.30500000).14500000). void main( ) { clrscr( ). Sopiyan. motor sport("Honda CBR".keterangan( ). Ilamsyah. float cc.500. dan Ani Oktarini 146 .

Modul Algoritma Pemrograman I motor :: motor(char *nama. dan Ani Oktarini 147 .5 Hasil Contoh-4 12. cc_mesin=cc. Ilamsyah. float cc.//menghapus memori karakter pd merk } void motor :: keterangan( ) { cout<<"\n Informasi Motor:"<<endl <<" Merk = "<<merk<<endl <<" CC Mesin = "<<cc_mesin<<endl <<" Harga = "<<harga<<endl<<endl. Berikut ini contoh anggota dari suatu kelas yang berupa array. } motor :: ~motor( ) { delete [ ] merk.h> #include <iostream.h> Frieyadie.nama).4. Contoh-5 //Class dg Array & Fungsi #include <conio. Pradita. long hrg) { merk = new char[25]. Sopiyan. Array pada Kelas Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array. harga=hrg.//merubah data karakter menjadi string strcpy(merk. } Output yang dihasilkan dari program contoh-4 di atas adalah: Gambar 12.

gotoxy(36. cout<<endl<<"Jumlah Data :". int jam. cout<<" Total Keseluruhan Karyawan :".wherey()).cin>>kary[x].Modul Algoritma Pemrograman I class kerja { public : char nik[10].wherey()). for(x=0.x++) { cout<<endl<<" Data Ke-:"<<a++<<endl.nm. }.jam). cout<<" NIK :". Ilamsyah. gotoxy(30.cout<<"Karyawan Honorer\n". gotoxy(7. Frieyadie.wherey()).wherey()).total=(40*20000)+kary[x]. kerja kary[15].jam).jam. } cout<<" -------------------------------------------------\n". } float kerja::lembur(int l) { if (l>40) return(l-40)*30000.nik. NIK Nama Jumlah Upah Total\n" <<" Karyawan Jam Lembur Gaji\n" <<" -------------------------------------------------\n".x<y.wherey()).nik. gotoxy(44.nm[25].a=1.3). for(x=0. Pradita.nm.cout<<grand<<endl.cout<<kary[x].x++) { gotoxy(3.cin>>y.cout<<"Daftar Gaji Mingguan\n". } clrscr( ).y.x<y.b=1.total<<endl. grand=grand+kary[x]. cout<<" Nama Karyawan :". Sopiyan.cout<<kary[x]. cout<<" -------------------------------------------------\n" <<" No.cout<<kary[x]. double total. gotoxy(44.cin>>kary[x]. gotoxy(15.wherey()). kary[x].cout<<kary[x]. gotoxy(14. float lembur(int l).4). main( ) { int x.cin>>kary[x].jam. getch( ). double grand=0.wherey()).lembur(kary[x]. gotoxy(16.cout<<kary[x].".lembur(kary[x].cout<<b++<<".total. cout<<" Jumlah Jam :". dan Ani Oktarini 148 .

Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of). satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism). Ilamsyah. Sopiyan. Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan (Inheritance). Inheritance Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit. pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation).6 Hasil Contoh-5 (Layar Input) Gambar 12. Berikut akan dijelaskan karakteristik OOP tersebut: 12.5. } Output yang dihasilkan dari program contoh-5 di atas adalah: Gambar 12. Karakterisitk OOP Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang disebut Object Oriented Pemrograman (OOP). haruslah memiliki karakteirstik. Sebagai Frieyadie.7 Hasil Contoh-5 (Layar Output) 12. dan Ani Oktarini 149 .1. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I else return 0.5.

walalupun tidak semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas. Berikut penulisan sintaksisnya: Class kucing_besar : Public predator Contoh-6 //pengunaan inheritance #include <iostream.h> #include <conio. SINGA. semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan. Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain. yaitu : 1. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. dan Ani Oktarini 150 . Ilamsyah. Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas. kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri. Public Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. Manakala suatu kelas menerima warisan. Dengan inheritance. Class yang sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class yang baru disebut dengan derived class atau subclass. yakni memiliki motor. MACAN }. Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama. 2. 3. Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass). yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas. sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih. class Predator { public: // constructors Predator( ):Usianya(10). Bobotnya(5){} Frieyadie. Protected Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan. class yang baru akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. atau child class. TUTUL. tipe asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. anda dapat menandai bahwa suatu kelas berasal dari mana. Pradita. Tanpa inheritance.Modul Algoritma Pemrograman I contoh. Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam. Private Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan. Inherate sangat mirip dengan hubungan orang tua dengan anak. kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita. Sopiyan. dan menyebabkan anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan.h> enum KETURUNAN { PUMA. bila digabung menjadi mobil sport. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama.

} //other methods void Melompat( ) { cout<<" Melompat .. cout<<" Tahun Usianya \n".} protected: int Usianya. }. int main( ) { Kucing_besar Sibelang. } private: KETURUNAN Keturunannya. getch( ). } void setKeturunan(KETURUNAN keturunan) { Keturunannya = keturunan. suara Predator!\n".Umurnya().\n". } void SetUmur (int Umur) { Usianya = Umur.. Sopiyan.\n". Sibelang. } void Berburu( ) { cout<<" Berburu . } Frieyadie..} void Tidur( ) const {cout<< "ssshhh… Predator Tidur. Sibelang...Meraung( ). class Kucing_besar : public Predator { public: //constructors Kucing_besar ( ) : Keturunannya (SINGA) {} ~Kucing_besar( ) {} //Accessors KETURUNAN DptKeturunan() const { return Keturunannya. } // method lainnya void Meraung( ) const { cout<< "Meraung .Berburu( ). Ilamsyah. cout<<" Umur Raja Hutan adalah: "<<Sibelang.. } int Beratnya ( ) const { return Bobotnya. }. int Bobotnya. } void SetBerat(int Berat) { Bobotnya=Berat. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I ~Predator( ) {} //accessors int Umurnya( ) const {return Usianya. ingin makan \n". dan Ani Oktarini 151 .

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-6 di atas adalah:

Gambar 12.7 Hasil Contoh-6

12.5.2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya mendeklarasikan method sebagai virtual. Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut: 1. Virtual function harus anggota class. 2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis. 3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek. 4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat berupa virtual destructor.

Contoh-7

//Penggunaan Polymorphism #include <iostream.h> #include <conio.h> class HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya hewan peliharaan"<<endl; } virtual void makan( )// anggota class { cout<<" Makan... dibutuhkan hewan peliharaan"<<endl; } };

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

152

Modul Algoritma Pemrograman I class Jinak : public HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucu dan Jinak"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Diberi makan agar jinak"<<endl; } }; class Kucing : public Jinak { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya kucing"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Makanan dibutuhkan Kucing"<<endl; } }; void main( ) { //definisi Objek Jinak dan Kucing puma Jinak jinak; Kucing puma; //definisi pointer ke objek HewanPeliharaan *hewan; hewan=&jinak; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); cout<<" -----------------------------"<<endl; hewan = &puma; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); getch(); } Output yang dihasilkan dari program contoh-7 di atas adalah:

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

153

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 12.8 Hasil Contoh-7

12.5.3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation: 1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi 2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu interface 3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan. 4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data struktur Dua hal dalam enkapsulasi : 1. Information hiding 2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface (bagian private) dan implementation (bagian public). Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan. Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat menggunkan objek kita.

Contoh-8

//penggunaan encapsulation #include <conio.h> #include <iostream.h> class satu_kandang { int kandang;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

154

} int satu_kandang :: hasil(void) { return kandang. cout<<" Nilai dari ayam2 adalah "<<ayam2. ayam2.hasil()<<endl.atur(2). cout<<" Nilai dari bebek adalah "<<bebek<<endl. } Output yang dihasilkan dari program contoh-8 di atas adalah: Gambar 12. }. Pradita. cout<<" Nilai dari ayam1 adalah "<<ayam1. ayam3.atur(5). int hasil(void). void satu_kandang :: atur(int nilai) { kandang = nilai.9 Hasil Contoh-8 Frieyadie. } void main( ) { satu_kandang ayam1. Sopiyan. bebek=20. Ilamsyah. ayam1.hasil()<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I public: void atur(int nilai). int bebek.atur(7). cout<<" Nilai dari ayam3 adalah "<<ayam3. ayam2.hasil()<<endl. dan Ani Oktarini 155 . getch( ). ayam3.

… ………………. Nama Honor Jumlah Honor Total Pegawai Jam Kerja Lembur Honor ========================================================== … ………………. …………. ---------------------------------------------------------------------------------------Data Ke-1 Nama Pegawai :…………………. ………… ……………. Desain masukan yang diinginkan adalah sebagai berikut PT.. Meriang Gembira Tanggal : ………………. Tanggal Input :………………. ………… ……………. …………. …………. ========================================================== No.. :………………Jam …………. Ilamsyah.... Pradita. Anda sebagai staff programmer harus membuatkan program tersebut.000 Jam kerja selama 8 Jam setiap harinya Jam bekerja lebih dari 8 jam. Frieyadie. Petunjuk : Gunakan kelas pegawai.6 Latihan Seorang manager ingin dibuatkan sebuah program perhitungan gaji pegawai staff honor sederhana. Adapun ketentuan perhitungan gaji pegawai honorer adalah sebagai berikut : Honorer per hari yang diterima pegawai honorer sebesar Rp. ………… ……………. …………. …………. …………. Sopiyan..... 25.. 1. …………..Modul Algoritma Pemrograman I 12. Meriang Gembira Jumlah :………………....500. maka kelebihan jam dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp. dan Ani Oktarini 156 . … ………………... <terus mengulang sesuai jumlah pegawai yang diinputkan> Desain keluaran yang diingkinkan adalah sebagai berikut : PT.. Total Honor Pegawai Sebesar ………….. Jumlah Jam Kerja :………………Jam Data Ke-2 Nama Pegawai Jumlah Jam Kerja :………………….

label. Ilamsyah. looping. kondisi. Pradita. fungsi.Modul Algoritma Pemrograman I Studi Kasus Pra . Sopiyan. structure dan Class. Adapun isi program yang dibuat harus memuat materi UAS : Array.UAS Buatlah sebuah program aplikasi bertemakan bisnis secara berkelompok. dan Ani Oktarini 157 . Lalu buatkan bentuk rancangannya seperti contoh berikut: Bentuk Menu Utama Bentuk Input Bentuk Output Frieyadie.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful