Disusun Oleh : Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah dan Ani Oktarini

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++

Pengenalan Bahasa C++
1.1. Sejarah Singkat
1.1.1. Sekilas Perkembangan Bahasa C

1

Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL. Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi UNIX. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.

1.1.2.

Sekilas Tentang C++

Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell, AT&T. Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

1.1.3.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan class.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

2

Modul Algoritma Pemrograman I

1.2. Pengenalan IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++, dapat digunakan untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Menulis Naskah Program. Mengkompilasi Program ( Compile ) Melakukan Pengujian Program ( Debugging ) Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking ) Menjalankan Program ( Running )

Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: Klik tombol Start pilih Program Borland C++ 5.02 klik Borland C++

Gambar 1.1. Menu Untuk Mengaktifkan Program Borland C++ Berikut lDE dari Borland C++, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.2.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

3

File. Baris Menu ( Menu Bar ) Menu utama terdiri dari. run dan lainlain. Sopiyan. Jendela Editor Tempat untuk pengetikan program dan membuat program. Jika pertama kali anda membuat program. c. Run. maka akan diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya. Window dan Help. Compile. Debug. Pradita. yaitu: a. Jendela Message Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Pembuka Borland C++ Menu Bar Tools Bar Jendela Editor Jendela Message Status Bar Gambar 1. Project. dan Ani Oktarini 4 . nama file jendela editor adalah NONAME00. Ilamsyah. waktu yang sedang berjalan). Edit.3. b.02 IDE pada Borland C++. Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek. Search. Options. Baris Peralatan (Tools Bar) Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam pembuatan program-program C++. terbagi menjadi 4 (empat) bagian. Frieyadie. save. seperti icon open.CPP d. IDE Borland C++ 5. Baris Status (Status Bar) Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris dan kolom. compiler. e.

sama seperti struktur program C yang terdahulu.4. } Contoh-1 1. getch(). Model Tiny Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari 64 Kb. Ilamsyah. Frieyadie. apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream. Bentuk Umum: #include <file-header> main() { pernyataan. setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu. Pradita. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh. maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan hasil 1. Sopiyan. Struktur Program C++ Struktur program C++.3. dan Ani Oktarini 5 . tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program 4.h) 2. mempunyai enam model memori untuk program dan data. Model Memori Borland C++.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Model-model memori tersebut adalah: a. main() merupakan awal mula dari blok program utama 3. Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi. apabila ditempatkan sebelum funtuator }. cout merupakan perintah keluaran pada C++ 5.

Ilamsyah. c.5. Model Large Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K. dan Ani Oktarini 6 . Model Compact Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.5 Cara Menampilkan Text Edit Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I b. kemudian dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file . Membuat File Editor File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi. d. d. Sopiyan. 1. Model Small Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb. Model Huge Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data. e.CPP. Pradita. Cara mengaktifkannya : Klik Menu File Klik New Text Edit Gambar 1. Model Medium Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.

6 Jendela Text Edit 1. Sopiyan. dan Ani Oktarini 7 . Save As Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk dengan nama file yang berbeda.7. seperti dibawah ini : Gambar 1. Hotkey yang ada bisa gunakan untuk menyimpan dengan menekan tombol Ctrl + KS. Save All Digunakan untuk menyimpan semua File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Frieyadie. Pradita. Menyimpan File Editor Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit. Selanjutnya tampil jendela Save File As. diantaranya yaitu : Save Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk.6.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Jendela Save File As Pada Borland C++ 5. maka selanjutnya disimpan dengan cara : a. Menekan HotKey Ctrl + KS. Kik Menu File  Save b.02 terdapat tiga cara menyimpan file editor. Ilamsyah.

7. membuat file eksekusi ( .Modul Algoritma Pemrograman I 1.10 dibawah ini : Frieyadie. Menekan HotKey Ctrl + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Run. Kik Menu Debug Compile b. Kik Menu Debug Run b. Sopiyan. Menterjemahkan Program Proses Compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin. Menjalankan Program Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program. Ilamsyah.8.8 Kotak Dialog Compile 1. seperti dibawah ini : Gambar 1. dan Ani Oktarini 8 .9 Kotak Dialog Run Setelah proses menterjemahkan program. yaitu dengan cara: a. Menekan HotKey Alt + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Compile. proses linking.exe ) dan sekaligus menjalankan program. seperti dibawah ini : Gambar 1.melakukan proses linking. selanjutnya tampil hasil seperti gambar 1. yaitu dengan cara : a. Pradita.

dan Ani Oktarini 9 . seperti dibawah ini : Gambar 1.Mencetak File Editor Penjelasan Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara Klik File Print Selanjutnya tampil Jendela Print Option.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1.9. Pradita. Ilamsyah. Membuka File Editor Penjelasan Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat. seperti dibawah ini : Frieyadie.10 Contoh Hasil Keluaran Program 1.11 Jendela Open File pada C++ 1.10. dengan cara : Klik Menu File Open Selanjutnya tampil Jendela Open. Sopiyan.

02 Keluar dari Aplikasi Borland C++ 5. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 10 .Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Keluar dari Borland C++ 5.02.12 Jendela Print Option 1. Sopiyan.11. dengan cara File Exit Frieyadie. Pradita.

Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian. Tipe Data Tipe Data Char Int Short Long Float Double Long Double Ukuran Memori 1 Byte 2 Byte 2 Byte 4 Byte 4 Byte 8 Byte 10 Byte Jangkauan Nilai -128 s.d 32767 -32768 s.648 s. adalah : Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja. yaitu: • Konstanta Bilangan • Konstanta Teks A.7 x 10+308 3.7 x 10-308 s.d 127 -32768 s.967. Tipe Data Tambahan Tambahan Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai Unsigned Integer Unsigned Character Unsigned Long Integer 2 Byte 1 Byte 4 Byte 0 – 65535 0 – 255 0 – 4.435. yang dimiliki oleh Borland C++.647 3.d 1. dan Ani Oktarini 11 .294.1. Pradita. Pengenalan Tipe Data Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan. antara lain: Frieyadie. Sopiyan.4 x 10+38 1. Konstanta Bilangan Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok.d 32767 -2.2.Modul Algoritma Pemrograman I Pengenalan Model Data.4 x 10-38 s. Perintah Masukan dan Keluaran BORLAND C++ 2 2.1 x 10+4932 5–7 15 – 16 19 Jumlah Digit Tipe Data Tambahan.435. Konstanta Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. diantaranya: Tabel 2. Ilamsyah.d 2.147.1. Tabel 2.d 3.d 1.2.295 2.4 x 10-4932 s.147.

dan Ani Oktarini 12 . 2.22e3 4. Bentuk penulisannya : const nama_konstanta = nilai konstanta. Pradita. yaitu : • Bentuk Desimal ( contoh : 5. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point. Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ). “AMIK BSI”.14. Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). 100 2. atau const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta.57 ) • Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4. C. “Jakarta”.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan. Data Karakter (Character). Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ). Deklarasi Konstanta Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const. B. Konstanta Bilangan Bulat (Integer). pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point. Konstanta Teks Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok. Ilamsyah. const float phi = 3. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision ) Konstanta Double Precision. 3. notasi atau simbol. Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain.22 x 103 )s 3. Contoh : 1. Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya. “Y” dan lain-lain. 1. Contoh: const x = 89. Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal. Sopiyan. 2. mempunyai bentuk penulisan. Frieyadie. Contoh : “Virusland”. tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar. antara lain. angka. Data Teks (String).

Tabel 2. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( . Ilamsyah. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point. Sopiyan. Pradita. Variabel Numerik Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam : 1. B. dibagi menjadi dua jenis kelompok. Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program. Variabel. SIMBOL DEKLARASI Int Float Double Char unsigned int unsigned char long int unsigned long int Frieyadie. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih). dan Ani Oktarini 13 . yaitu : • Variabel Numerik • Variabel Teks A. Dalam pemberian nama variabel. seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri. Character ( Karakter Tunggal ) 2. 2. 3. Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika. Bilangan Bulat atau Integer 2. Deklarasi Variabel Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut. ).3. Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel.Modul Algoritma Pemrograman I 2. mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain : 1.3. Deklarasi Variabel TIPE VARIABEL Integer Floating Point Double Precision Karakter Unsigned Integer Unsigned Character Long Integer Unsigned Long Integer Bentuk penulisannya : Tipe data nama variabel. String ( Untuk Rangkaian Karakter ) C. Variabel Text 1. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision.

Argumen ini dapat berupa variabel. Frieyadie. Perintah Keluaran Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++. konstanta dan ungkapan. argumen-2. Tabel 2. Ilamsyah. 2. Penentu Format Printf( ) TIPE DATA Penentu Format Untuk printf( ) Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Bentuk Desimal dan Pangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer %d %f %e %g %lf %c %s %u %ld %lu %x %o printf(“%c merupakan abjad yang ke .4.%d”.4. printf("string-kontrol". diantaranya adalah : printf( ) puts( ) putchar( ) cout( ) 2. dan Ani Oktarini 14 . Pradita. float rata_rata .4. argumen-1. char grade. String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format. Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan. int nilai.2).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh Deklarasi char nama_mahasiswa[20].’b’.1 printf( ) Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar. Sopiyan. …).

printf("Nilai Tugas 1: %2f \n". a2=77.50. getch( ). printf(“hai %s. Pradita. tampilan yang tampak biasanya kurang bagus. } Gambar 2.h> main( ) { char nama =”dita”. dan Ani Oktarini 15 . nilai).h> #include<conio. } Output yang akan dihasilkan. nama.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1 #include <stdio.h> #include<iostream. Sopiyan.h> main( ) { float a1=87. 1 Hasil Contoh 1 a.h> #include<iostream. Kamu mendapatkan Nilai %i” . Berikut bentuk penulisannya: Contoh-2 #include<stdio. clrscr( ). clrscr( ). printf("Nilai Tugas 2: %2f ". Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak.h> #include <conio. jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah: Frieyadie. int nilai = 100.a2).5. Ilamsyah. Penggunaan Penentu Lebar Field Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan.a1).

a2).a1). jika menggunakan penentu lebar field adalah Gambar 2.h> #include<iostream.50. Penggunaan Escape Sequences.2f \n".5.2f". Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar). a2=77. Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain : Tabel 2.h> #include<conio. dan Ani Oktarini 16 . Pradita. clrscr(). getch( ). printf("Nilai Tugas 2: %2. printf("Nilai Tugas 1: %2.h> main( ) { float a1=87.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 #include<stdio. 3 Hasil Contoh 3 b. Escape Sequences ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN \b \f \n \r \t \' Backspace Formfeed Baris Baru Carriage Return Tab ( default = 8 karakter ) Tanda kutip tunggal ( ' ) Frieyadie.5. Ilamsyah.

5. Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string printf( ) Harus menentukan tipe untuk data string.nama3). Ilamsyah. yaitu %s puts( ) data Tidak Perlu penentu tipe data string. float a = 88. printf("\n%8.2f \t %8. puts( ) berasal dari kata PUT STRING.nama2. Frieyadie. b = 90. printf("%8s\t %7s\t %8s ".h> #include<conio. ( aa menunjukkan angka ASCII ybs ) Kode ASCII dalam octal. karena fungsi ini khusus untuk tipe data string. yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar.nama2[10]="Ani". nama1. a. 4 Hasil Contoh 4 2. puts( ) Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf(). Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah : Tabel 2. Sopiyan.b. (aaa menunjukkan angka ASCII ybs ) Contoh-4 #include<stdio.6.Modul Algoritma Pemrograman I \" \\ \xaa \aaa Tanda Kutip Ganda ( " ) Backslash Kode ASCII dalam hexadecimal.8. } Gambar 2. Untuk mencetak pindah baris memerlukan notasi ‘ \n ‘ tidak perlu notasi ‘ \n ‘ .nama3[10]="Fitri". getch( ). Pradita.c).2.2f ". Untuk mencetak pindah baris.2. karena sudah dibeikan secara otomatis.h> main( ) { char nama1[10]="Dita".2f \t %8. dan Ani Oktarini 17 . clrscr( ). c = 98.4.

4. Sopiyan. dan Ani Oktarini 18 .h> main() { char nama[5] = "BSI". Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris. clrscr(). putchar('2').Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-5 #include <stdio. putchar('B').h> main( ) { clrscr( ). putchar('0'). } Output yang akan dihasilkan. putchar( ) Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. getch( ). putchar('-'). Contoh-5 #include <stdio. putchar('I'). putchar('9'). putchar('0').h> #include <conio. Pradita. puts(a). puts("Anda Kuliah di ").3. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 2. Ilamsyah. putchar('S'). 5 Hasil Contoh 5 2.h> #include <conio.

Fungsi Manipulator Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar. cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2. endl end flush() dec() hex() oct() setbase() setw() setfill() setprecision() setosflags() Frieyadie. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 2. Sopiyan.4. antara lain. jumbar2=23.4. 7 Hasil Contoh 7 2.5. cout Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar. harus menyertakan file header iostream.h> main( ) { int jumbar1=150.h> #include <conio. } Output yang akan dihasilkan. Contoh-7 #include <stdio. 6 Hasil Contoh 6 2.h .4. Untuk menggunakan fungsi cout ini. untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip. Ilamsyah. cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1.h . Pradita. Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++. dan Ani Oktarini 19 . clrscr( ).h> #include <iostream. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.

File header yang harus disertakan adalah file header iostream. cout<<"Nama :"<<nama<<endl. b. File header yang harus disertakan adalah file header iostream.nama[15]="Andi".h> # include <conio. Contoh-8 # include<stdio. cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl. 8 Hasil Contoh 8 b. Sopiyan.h .h> main( ) { int a. d. dan Ani Oktarini .h> # include<iostream. Contoh-9 # include <stdio. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL.h . char alamat[20]="Jakarta Selatan".Modul Algoritma Pemrograman I Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator. cout<<"Nim :"<<nim<<endl. c. Pradita. diantaranya: a. clrscr( ).h> # include <iostream. getch( ). endl endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. ends ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter.. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.h> main( ) { char nim[9]="12098890".h> # include<conio. 20 Frieyadie. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 2. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk.

h> # include <iostream. dan Ani Oktarini 21 . cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends. cin>>a. File header yang harus disertakan adalah file header iomanip. cout<<"Masukan Nilai B : ".h> # include <iomanip. Sopiyan. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ).h> # include <conio. Contoh-10 # include <stdio. cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl. clrscr( ). dec.h . dari program contoh-10 diatas adalah: Frieyadie. 9 Hasil Contoh 9 c. cout<<"Masukan Nilai A : ". cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl. Pradita.h> main( ) { int nilai = 320. getch( ). d = a * b. oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16). cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. c = a % b. oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10). dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 2. cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl. cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends. cin>>b. oct dan hex dec.

h> main( ) { float a. b = 12.h .c. setprecision( ) Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan.b. Ilamsyah. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). clrscr( ). cout<<setprecision(5)<<c<<endl. Contoh-11 # include <conio. a = 25. cout<<setprecision(3)<<c<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.23. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. Pradita. dari program contoh-11 diatas adalah: Gambar 2. getch( ). file header yang harus disertakan adalah file header iomanip.54. } Output yang akan dihasilkan. cout<<setprecision(1)<<c<<endl. dan Ani Oktarini 22 . cout<<setprecision(2)<<c<<endl.h> # include <iostream. cout<<setprecision(4)<<c<<endl. c = a * b. cout<<setiosflags(ios::fixed).h> # include <iomanip. 10 Hasil Contoh 10 d. Sopiyan.

h . dari program contoh-12 diatas adalah: Gambar 2. cout<<"----------------------------"<<"\n".a++) { cout<<setbase(10)<<a<<" ". dan Ani Oktarini 23 . clrscr( ).h> # include <iostream. Ilamsyah.h> # include <conio. yaitu : • Octal = basis 8 • Decimal = basis 10 • Hexadecimal = basis 16 Contoh-12 //Penggunaan Manipulator setbase() # include <stdio.Modul Algoritma Pemrograman I e. Pradita. Hasil Contoh-12 Frieyadie. setbase( ) setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal. Decimal dan Hexadecimal.a<=260. Bentuk penulisannya : setbase(base bilangan). cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl. cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n". Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan. } Output yang akan dihasilkan. cout<<setbase(16)<<a<<endl. cout<<setbase(8)<<a<<" ". Sopiyan.h> # include <iomanip. for(a=250. File header yang harus disertakan file header iomanip.h> main( ) { int a = 250. } getche( ).12.

Pradita.h> # include <conio. clrscr( ). Ilamsyah.a<=15.a++) { cout<<setw(a)<<a<<endl. Contoh-13 // Penggunaan Manipulator setw() # include <stdio. Sopiyan. for(a=1. File header yang harus disertakan file header iomanip. cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n". dari program contoh-13 diatas adalah: Gambar 2. Hasil Contoh-13 Frieyadie. dan Ani Oktarini 24 . integer. Bentuk penulisannya : setw(int n).h> main( ) { int a.Modul Algoritma Pemrograman I f. n = merupakan nilai lebar tampilan data.h> # include <iostream. cout<<"-------------------------------"<<"\n". setw() setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel. } Output yang akan dihasilkan.h . getche( ). } cout<<"-------------------------------"<<"\n".h> # include <iomanip.13.

cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n". } getche( ). Bentuk penulisannya : setfill(charakter).14.h> # include <iostream.h> # include <conio. cout<<"-------------------------------"<<"\n". } Output yang akan dihasilkan.h .a++) { cout<<setfill('-'). for(a=1.h> main( ) { int a. cout<<setw(a)<<a<<endl.a<=15. Hasil Contoh-14 Frieyadie. Pradita. clrscr( ). dan Ani Oktarini 25 . Contoh-14 // penggunaan setfill dan setw( ) # include <stdio.h> # include <iomanip. File header yang harus disertakan file header iomanip. setfill() setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw(). dari program contoh-14 diatas adalah: Gambar 2. Ilamsyah. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I g.

15. Ilamsyah. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b. Pradita. Hasil Contoh-15 2.. cout<<"Rata Sebelah Kiri = ".h> # include <iostream. Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ).h> # include <conio. pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ).h> # include <iomanip. setiosflags( ) Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data.h> main( ) { int a = 75. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi. 1.Modul Algoritma Pemrograman I h. dan Ani Oktarini 26 . Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). cout<<"Rata Sebelah Kanan = ". } Output yang akan dihasilkan. Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. file header yang harus disertakan file header iomanip.h . ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan Contoh-15 //tanda format ios::left dan ios::right # include <stdio. cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n". getche( ). b = 56. cout<<endl. Frieyadie. antara lain. clrscr( ). cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b. yaitu: ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial. Sopiyan. dari program contoh-15 diatas adalah: Gambar 2. ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal.

h> # include <iostream. cout<<"\n\n".45<<endl. ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal.h> # include <iostream. dari program contoh-16 diatas adalah: Gambar 2. ios::hex # include <stdio. Octal dan Hexadecimal.h> # include <conio. cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75.45 adalah ".65 adalah ". Pradita. cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl. dan Ani Oktarini 27 . Ilamsyah. Contoh-17 //tanda format ios::dec. } Output yang akan dihasilkan. Tanda Format Konversi Dec. yaitu: ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal. cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n". ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal. getche( ). cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl. Sopiyan. cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ". ios::oct. getche( ). Oct dan Hex Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal.h> main( ) { clrscr( ).65.16. Frieyadie. cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ". cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = " cout<<setiosflags(ios::hex)<<15.h> main( ) { clrscr( ). cout<<"Hasil ios::fixed dari 56.h> # include <conio.h> # include <iomanip.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-16 //tanda format ios::scientific dan ios::fixed # include <stdio. cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56.h> # include <iomanip. Hasil Contoh-16 3. cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75.

a++) { gotoxy(15. cout<<"Konversi Konversi \n". cout<<"-------------------------\n".17. for (a=1.h> # include <conio. for (a=1. dan Ani Oktarini 28 . Hasil Contoh-17 4. Pradita. dari program contoh-18 diatas adalah: Frieyadie. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-17 diatas adalah: Gambar 2.h> main( ) { int a. cout<<"Tanpa Dengan \n".h> # include <iomanip. cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl. cout<<"-------------------------\n".Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. a++) cout<<hex<<a<<endl. cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n". Contoh-18 //tanda format ios::uppercase # include <stdio. a<=15. a<=15.h> # include <iostream.a+5). Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format: ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal. } getche( ). clrscr( ).

Sopiyan. cout<<setiosflags(ios::showbase). cout<<dec<<a<<endl.h> main( ) { int a. Ilamsyah. cout<<"Penggunaan ios::showbase\n". Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format: • ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal.h> # include <iostream. cout<<"----------------------------\n".h> # include <conio. clrscr( ). Frieyadie. } for (a=1.a+5). a++) { gotoxy(4. a<=15. Pradita.18 Hasil Contoh-18 5.h> # include <iomanip. dan Ani Oktarini 29 . Contoh-19 //tanda format ios::showbase # include <stdio. cout<<"----------------------------\n". a<=15. for (a=1.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n". a++) { gotoxy(15.a+5).

getche( ).h> main() { double a = 78. a<=15. Ilamsyah.a+5). dari program contoh-19 diatas adalah: Gambar 2. Contoh-20 //tanda format ios::showpoint # include <stdio.h> # include <conio. } for (a=1.19. a++) { gotoxy(25. //-> tanpa tanda format ios::showpoint cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl.h> # include <iostream. cout<<oct<<a<<endl. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<hex<<a<<endl. Frieyadie. } cout<<"----------------------------\n". Pradita. Tanda Format Menampilkan Titik Desimal Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format: • ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double. Hasil Contoh-19 6. dan Ani Oktarini 30 . } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ).h> # include <iomanip.

getche( ). cout<<setiosflags(ios::showpos).Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n". Ilamsyah. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". } Output yang akan dihasilkan. //-> dengan tanda format ios::showpoint cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl. b = -9.h> # include <iomanip. Contoh-21 //tanda format ios::showpos # include <stdio. clrscr( ). cout<<"\n\n".h> main( ) { int a = 8. Sopiyan. cout<<setiosflags(ios::showpoint). cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". dan Ani Oktarini 31 . Pradita.h> # include <conio. getche(). cout<<"Variabel a = "<<a<<endl. dari program contoh-20 diatas adalah: Gambar 2. dari program contoh-21 diatas adalah: Frieyadie.h> # include <iostream. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. Hasil Contoh-20 7. } Output yang akan dihasilkan. Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + ) Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format: • ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif.20.

Hasil Contoh-21 2.5. scanf( ) Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. Tabel 2. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: scanf("penentu format". diantaranya adalah: scanf( ) gets( ) cout( ) getch( ) getche( ) 2. simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju.h> Penentu Format Untuk scanf( ) %d %e atau %f %e atau %f %lf %c %s %u %ld %lu %x %o Frieyadie. Perintah Masukan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++. Ilamsyah.h> #include<conio. Pradita. &nama-variabel). Penentu Format scanf( ) TIPE DATA Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer Contoh-22 #include<stdio.7.h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 32 .21.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.1. Sopiyan.5.

h> main( ) { char nm1[20].h> # include <conio.2. Pradita. Frieyadie.scanf("%s". clrscr( ). printf("Kelas: "). } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 33 . Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: gets(nama-variabel-array).hobby[15]. Ilamsyah. dari program contoh-22 diatas adalah: Gambar 2. Sopiyan. clrscr( ). char nm2[20].scanf("%s".kelas[20].8.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { char nama[15]. printf("Nama : "). Contoh-23 # include <stdio.&hobby). getch( ). Perbedaan scanf( ) dengan gets( ) scanf( ) gets( ) Tidak dapat menerima string yang Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan mengandung spasi atau tab dianggap sebagai data terpisah dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data. printf("\tBIODATA SAYA\n"). Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah: Tabel 2.5.scanf("%s". gets( ) Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string.&kelas).&nama). printf("Hobby: "). 22 Hasil Contoh 22 2.

h . gets(nm1). Pradita. getch( ). harus menyertakan file header iostream. } Output yang akan dihasilkan. Untuk menggunakan fungsi cin ini. nm2).5. printf("\n\n").&nm2)..Modul Algoritma Pemrograman I puts("Masukan nama ke .h> # include <iostream.1 = "). dan Ani Oktarini 34 . Frieyadie. puts(nm1). total. 12 Hasil Contoh 23 2. scanf("%s".h> # include <conio. printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . Contoh-24 # include <stdio.. printf("\n\n"). cin>>nilai1. puts(nm2).%s". printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . dari program contoh-23 diatas adalah: Gambar 2.2 = "). Ilamsyah.").h> main( ) { int nilai1.%s". Sopiyan."). cout<<"Masukan Nilai 1 : ". puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . clrscr( ).nilai2. nm1). printf("Masukan nama ke . cin Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data.3... cout<<"Masukan Nilai 2 : ".

Modul Algoritma Pemrograman I cin>>nilai2; total=nilai1+nilai2; cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:

Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24

2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h. Contoh-25 # include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getch( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:

Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

35

Modul Algoritma Pemrograman I

2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.

Contoh-26

# include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getche( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch ( ); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:

Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26

Kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan tampilan hasil program yang di eksekusi agar tidak langsung kembali ke listing program tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.

2.6. Tugas
1. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa, dengan ketentuan sebagai berikut : Nim Siswa, Nama Siswa, Nilai Tugas 1, Nilai Tugas II, Nilai Tugas III diinput.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

36

Modul Algoritma Pemrograman I Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Tugas I, II dan III dibagi dengan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nim Siswa Nama Siswa Nilai Tugas I Nilai Tugas II Nilai Tugas III Layar Keluaran Nim ........ Siswa yang bernama …… Memperoleh nilai rata-rata ….. dari hasil tugas yang diikutinya. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan * 20% : …… Nilai Tugas * 30% : …… Nilai Ujian * 50% : …… Jadi Siswa yang bernama …… memperoleh nilai akhir sebesar ….. : : : : : : : : :

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

37

pengurangan dan lain-lain.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operator Borland C++ 3 Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program. dan Ani Oktarini 38 . yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi. seperti penjumlahan.1. Sopiyan. Operator mempunyai sifat sebagai berikut: • Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : -5 Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : 4 + 8 Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : (10 % 3) + 4 + 2 • • 3.1. Ilamsyah. Operator Aritmatika Operator * / % + − Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian (mod) Penjumlahan Pengurangan Contoh 4*5 8/2 5%2 7+2 6−2 Operator yang tergolong sebagai operator Unary. adalah: Frieyadie. Operator Aritmatika Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah: Tabel 3. Pradita.

cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl. a=x+y. b=0.2.1. Ekspresi Aritmatika Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai. Sopiyan. c = 0. dikenal dengan sebutan LValue (Left Value) Ekspresi Aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value) Frieyadie. Ilamsyah.b) cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl. Bentuk Umum : • • Variabel. printf(“Hasil Dari B=X .Modul Algoritma Pemrograman I Tabel 3. dan Ani Oktarini 39 . Pradita. Operator Unary Operator + − Keterangan Tanda Plus Tanda Minus Contoh −4 +6 Contoh-1 #include <stdio. a=0.h> main( ) { int x. printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” . a). d = x * y. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Masukan Nilai B : ".Y= %i \n”. d = 0.h> #include <conio. cout<<"Masukan Nilai A : ". cin>>y. 1 Hasil Contoh 1 3.y. b=x-y. clrscr( ). cin>>x.1.h> #include <iostream. getch( ). c = x% y.

yang didepan didahulukan Sisa Pembagian Tingkatan operator sama. dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator).3.h> #include <conio. Tabel Hierarki Operator Aritmatika Operator * atau / % + atau Keterangan Tingkatan operator sama. Pradita.h> 40 Frieyadie. maka akan tampil pesan kesalahan LValue required in function … RValue dapat berupa konstanta.2. penggunaan nya tergantung letak. variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika. 3. Ilamsyah. 3.1.Modul Algoritma Pemrograman I • Tanda “ = “. penggunaan nya tergantung letak. LValue harus selalu berupa variabel tunggal. Didalam suatu ekspresi aritmatika. selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda yang dapat digunakan secara bersamaan. dan Ani Oktarini . Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A=5 Contoh-2 #include <stdio. Hierarki Operator Aritmatika. Sopiyan. Bila LValue bukan berupa variabel.h> #include <iostream. yang didepan didahulukan Contoh A=8+2*3/6 Langkah perhitungannya : A=8+6/6 (6/6=1) A=8+1 A=9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”. Urutan operator aritmatika sebagai berikut : Tabel.

a = 8 + 2 * 3 / 6.2. Ilamsyah. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 3. 2 Hasil Contoh 2 3. Pradita. b. 3. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ).b). b = (8 + 2) * 3 / 6. cout<<endl. Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi A += 1 Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika. cout<<" A = 8 + 2 * 3 / 6"<<endl. getch( ). cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl. Sopiyan. printf(" Hasil dari B = %i ". cout<<" B = (8 + 2) * 3 /6"<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A+1 Dari penulisan ekspresi diatas. Tabel Operator Pemberi Nilai Aritmatika Operator *= /= %= += -= Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian Penjumlahan Pengurangan Frieyadie. Operator Pemberi Nilai Aritmatika Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “ = “. dan Ani Oktarini 41 . Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya: Tabel.4.

3.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Pengurangan: mengurangkan 1 ke nilai variabel. Contoh Penambahan: int x=5. x=6) Pengurangan: int x=5. (nilai saat ini: y = 6.5. Tabel. sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan. dan Ani Oktarini . (nilai saat ini: y = 5. Sopiyan. disederhanakan menjadi A ++ atau A-Operator “ ++ “ atau “ -. (nilai saat ini : y = 5.h> #include <conio.“ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel. Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. 3. x=6) int x=5. Keterangan : 1. y = --x. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang. prefix (++A) atau postfix (A ++) 2. Pradita.1. y = x--. sedangkan • Jika diletakan dibelakang variabel.h> 42 Frieyadie. x=4) int x=5. Ilamsyah. x=4) Contoh-3 /* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/ #include <stdio. Operator Penambah dan Pengurang Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai. Tabel Operator Penambah dan Pengurang Operator ++ -Penambahan Pengurangan Keterangan A = A + 1 atau A = A . y = ++x. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini. prefix (--A) atau postfix (A --) Kedua bentuk penulisan operator ini mempunyai arti yang berbeda. Penambahan: menambahkan 1 ke nilai variable. • Jika diletakan didepan variabel. y = x++. (nilai saat ini: y = 4.

Sopiyan. printf("Nilai A = %d". printf("\nNilai ++A = %d". Ilamsyah. printf("Nilai A = %d". clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a = 10. b = 5. printf("\nNilai ++A = %d". printf("\nNilai --B = %d". } Output yang akan dihasilkan. printf("\nNilai --B = %d".h> main( ) { int a = 10. b). dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie.h> #include<conio. a). printf("\nNilai B = %d". a). dan Ani Oktarini 43 . b). Pradita. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 3. printf("\nNilai A = %d". } Output yang akan dihasilkan. 3 Hasil Contoh 3 Contoh-4 /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include<stdio. a++). printf("\nNilai B = %d".h> #include<iostream. getch( ). a). --b). b--). getch( ). ++a). clrscr( ). printf("\nNilai B = %d". b = 5. b).

Tabel. d = x < y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl.h> #include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 3. Sopiyan. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False).h> #include <conio. cout<<endl. cout<<"Masukan Nilai X = ". cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl. 3.h> main( ) { float a. cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl. cin>>x. f. Operator Relasi Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. b. d. cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl. dan Ani Oktarini 44 == != > < >= <= Contoh-5 . Pradita. Tabel Operator Relasi Operator Keterangan Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) Tidak Sama dengan Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari sama dengan Kurang Dari sama dengan #include <stdio. e = x >= y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl. b = x != y. } Frieyadie. c = x > y. x. cin>>y. f = x <= y. y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl. 4 Hasil Contoh 4 3. e. a = x = = y. cout<<"Masukan Nilai Y = ". getch( ). c.5.4. clrscr( ). Ilamsyah.

Operator Logika Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi. bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR. Sopiyan.5. 3. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 3. 5 Hasil Contoh 5 3. Tabel Logika And B A && B T T F F T F F F A + 4 < 10 B>A + 5 C . Ilamsyah.5. akan dianggap BENAR.3 >= 4 A T T F F Contoh : Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). Tabel. Pradita.5.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 45 . Operator Logika AND Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 Frieyadie.1. Tabel Operator Relasi Operator && || ! Keterangan Operator Logika AND Operator Logika OR Operator Logika NOT 3.

h> #include<iostream. cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. f. cout<<"Masukan Nilai C = ". h. clrscr( ). cout<<endl<<endl.3 >= 4. Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai A = ". B = 3. Pradita. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. cout<<endl<<endl. C = 7. cout<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Jika nilai A = 3. cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " <<g. // Proses d = a + 4 < 10.h> #include<conio. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. getch( ). b. cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. g = d && e && f. dan Ani Oktarini 46 . cout<<"Masukan Nilai B = ".3 >= 4 adalah " <<f. cin>>c. c. 6 Hasil Contoh 6 Frieyadie. cin>>b. cout<<"Hasil dari f = c . f = c . cin>>a. e = b > a + 5. d. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 3. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C – 3 >= 4 7 – 3 >= 4 BENAR Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR.h> main( ) { float a. e. g. maka A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 SALAH = 0 Contoh-6 /* Penggunaan Operasi Logika AND */ #include<stdio.

h> #include<iostream. d = a + 5 > 10. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C . f = c . cin>>b. f. clrscr( ). B = 3. Sopiyan. cin>>a.2. Ilamsyah. b. c. e=b>5+a. e. h. cout<<"Masukan Nilai A = ".3 > 4 7–3>4 SALAH Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR. g. C = 7. cin>>c. Operator Logika OR Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. Frieyadie.5. d. Pradita. maka akan bernilai SALAH.h> #include<conio. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 BENAR = 1 Contoh-7 /* Penggunaan Operasi Logika OR */ #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I 3. akan dianggap BENAR. cout<<"Masukan Nilai C = ". A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 Jika nilai A = 3.4 <= 7. cout<<endl<<endl. dan Ani Oktarini 47 . g = d || e || f. cout<<"Masukan Nilai B = ".h> main() { float a. maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR. Tabel Logika Or B A || B T T F T T T F F A + 4 < 10 B>A + 5 C-3>4 A T T F F Contoh Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH.

b. clrscr( ). 7 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/ #include<stdio. d. cout<<"Masukan Nilai C = ". h. dan Ani Oktarini 48 . cin>>c. Frieyadie. e = b > a + 5. cin>>b. g. c. cout<<"Masukan Nilai B = ". f = c . cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl. e. cin>>a. cout<<"Hasil dari e = b > 5 + a adalah " <<e<<endl.4 <= 7 adalah " <<f. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Hasil dari f = c .h> #include<iostream.h> main( ) { float a. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. cout<<endl<<endl. // Proses d = a + 4 < 10. cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g. cout<<endl<<endl. getch( ). g = d && e && f. Sopiyan. Pradita. f. cout<<"Masukan Nilai A = ". cout<<endl.h> #include<conio. cout<<"Hasil dari d = a + 5 > 10 adalah " <<d<<endl. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 3.3 >= 4. Ilamsyah.

Operator Logika NOT Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. dan Ani Oktarini 49 .h> Frieyadie.h> #include<iostream. cout<<endl. begitu pula sebaliknya. Pradita. maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH !(A+4 < 10) !(BENAR) = SALAH = 0 Contoh-9 /* Penggunaan Operasi Logika NOT */ #include <stdio.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl.5. getch( ). 8 Hasil Contoh 8 3.h> #include <conio. !(A+4 < 10) Jika nilai A = 3. cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. Contoh : Ekspresi Relasi A + 4 < 10 Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi.3 >= 4 adalah " <<f. cout<<endl<<endl. Sopiyan.3. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. maka ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT. cout<<"Hasil dari f = c .

c. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. clrscr( ). cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c. 3. Sopiyan. dan Ani Oktarini 50 . cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl. Tabel Operator Bitiwise Operator ~ << >> & ^ | Keterangan Bitwise NOT Bitwise Shift Left Bitwise Shift Right Bitwise AND Bitwise XOR Bitwise OR Frieyadie. b. /* Proses */ b = (a + 4 < 10). } Output yang akan dihasilkan.6.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. cin>>a. cout<<"Nilai A = "<<a<<endl. c = !(b). 9 Hasil Contoh 9 3. Pradita. Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise. Operator Bitwise Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl.6. getch( ). cout<<"Masukan Nilai A = ". Tabel. Ilamsyah.

cout<<"Masukan Nilai X = ". cin>>x.1. x = x << 1.Modul Algoritma Pemrograman I 3. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<conio. cout<<"Nilai Awal : "<<x<<endl. Contoh : 0000000011001001 = 201 //////// digeser 1 bit ke kiri 0000000110010010 = 402 Dibagian kanan disisipkan 0. Ilamsyah. 10 Hasil Contoh 10 Frieyadie. Pradita. Operator Bitwise << (Shift Left) Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri. dan Ani Oktarini 51 . dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 3. Sopiyan. getch(). sebanyak bit yang digeser Contoh-10 #include<iostream.6. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. clrscr().h> #include<stdio.h> main() { int x.

h> #include<conio. Operator Bitwise >> (Shift Right) Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan. x = x >> 1.h> #include<stdio.h> void main( ) { int x. dan Ani Oktarini 52 . Ilamsyah. Pradita. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Sopiyan. cin>>x.6. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 3. Contoh : 0000000011001001 = 201 \\\\\\\\ digeser 1 bit ke kanani 0000000001100100 = 100 Dibagian kanan disisipkan 0. clrscr( ). cout<<"Masukan Nilai X = ". cout<<” Nilai Awal : “<<x<<endl. getch( ). sebanyak bit yang digeser Contoh-11 #include<iostream.2. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl.

Modul Algoritma Pemrograman I 3. dari program contoh-12 diatas adalah : Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 0 0 1 Gambar 3.h> #include<conio.7. } Output yang akan dihasilkan. Operator Bitwise & (And) Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. cin>>x. Tabel.h> void main( ) { int a. y.3. clrscr( ). a = x & y.6. cout<<"Hasil dari "<<x<<" & "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<"Masukan Nilai X = ". Pradita. Sopiyan. Tabel Operator Bitiwise And Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 AND 01000000 = 64 Contoh-12 #include<iostream. cin>>y. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1). 3. getch( ). x. cout<<"Masukan Nilai Y = ". Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. cout<<’\n’.h> #include<stdio. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 53 . 12 Hasil Contoh 12 Frieyadie.

Operator Bitwise | ( Or ) Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. 3. dan Ani Oktarini 54 . } Output yang akan dihasilkan. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. dari program contoh-13 diatas adalah : Gambar 3. getch( ).h> void main( ) { int a. cout<<"Masukan Nilai Y = ". cin>>y. clrscr( ). Pradita. x.Modul Algoritma Pemrograman I 3. y.4.8. Ilamsyah.h> #include<stdio. Tabel.h> #include<conio. cout<<"Hasil dari "<<x<<" | "<<y<<" = "<<a<<endl. Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1). cout<<’\n’. Tabel Operator Bitiwise Or Bit Operand 1 0 0 1 1 Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 OR 11101101 = 237 Contoh-13 #include<iostream. 13 Hasil Contoh 13 Frieyadie. a = x | y. Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai X = ". cin>>x.5.

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.9. Tabel Operator Bitiwise XOr Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 XOR 10101101 = 137 Contoh-14 #include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main( ) { int a, x, y; clrscr( ); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x ^ y; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari "<<x<<" ^ "<<y<<" = "<<a<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah: Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 0

Gambar 3.13 Hasil Contoh-14 Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 55

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.10. Tabel Operator Bitiwise Not Bit Operand 0 1 Contoh : 00001000 = 8 |||||||| 11110111 = 247 = -9 Hasil 1 0

Contoh-15

#include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int a, x, y; clrscr(); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; a = ~x; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari ~"<<x<<" = "<<a<<endl; getch(); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah :

Gambar 3. 14 Hasil Contoh 15

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

56

Modul Algoritma Pemrograman I

3.7. Tugas
1. Tentukan apa hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika dibawah ini. Diberikan nilai A = 3; B = 6 ; C = 2 ; K = 5; L = 4; M = 3 a. b. c. d. e. D = (4 + 2 > A && B – 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 ) D=K + 5 < M || (C * M < L && 2 * M – L > 0) D=L + 5 < M || C * K < L && 2 * K – L > 0 D=A * 4 <= 3 * M + B D=K + 10 > A && L – 2 > 4 * C

2. Dari program dibawah ini, bagaimanakah keluaran yang dihasilkan #include<stdio.h> #include<conio.h> main( ) { int a = 21; clrscr( ); printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a = %d",a); a+=3; printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a-- = %d",a--); getch( ); }

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

57

terutama pada pemrograman visualisasi. Pradita. cout<<"Masukkan Kata . sumber).h> #include <ctype. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-1 diatas adalah: Frieyadie. Fungsi Manipulasi String Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan menipulasi string.1. a2). 4. Ilamsyah. cin>>a1.h> main() { char a1[20].h dan ctype.2= ".1= ".1. Contoh-1 #include <string. getch(). dikarenakan hampir semua bahasa pemrograman menggunakan manual inputnya adalah string.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi String 4 Operasi string selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. dan Ani Oktarini 58 . clrscr(). Sopiyan. Fungsi strcat( ) Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan.1. File header yang harus disertakan adalah string. Pada bab ini akan dibahasa beberapa perintah dan fungsi string. strcat(a1.h Bentuk Penulisan : strcat(tujuan. char a2[20]. cout<<"Hasil Penggabungannya "<<a1.h> #include <iostream. diantaranya: 4. cin>>a2. cout<<"Masukkan Kata .

dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 4.h Bentuk Penulisan : var_int = strcmp(str1. dan Ani Oktarini 59 .b1) <<endl. Pradita. getch( ). char a2[ ] = "Bsi".2.a2)<<endl. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a2<<" dan "<<a2<<"->". cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<a2<<"->". cout<<strcmp(a2. char b1[ ] = "BSI".h> #include <iostream. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. Contoh-2 #include <string.a1) <<endl. cout<<strcmp(a1.h> main( ) { char a1[ ] = "BSI". clrscr( ). cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<b1<<"->".h> #include <conio.2.1. Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int). str2).1 Hasil Contoh-1 4. cout<<strcmp(a1. Sopiyan. File header yang harus disertakan adalah string. Hasil Contoh-2 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 4. Fungsi strcmp( ) Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua.

Fungsi strlen( ) Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string.h> #include <iostream. /* Proses */ strcpy(pindah. Frieyadie. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". Fungsi strcpy( ) Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan.3. gets(huruf). Pradita. Ilamsyah.h Bentuk Penulisan : strlen(str).4.h> #include <string. cout<<"Pemindahannya = "<<pindah.h> main( ) { char huruf[20]. File header yang harus disertakan adalah string. Bentuk Penulisan : strcpy(tujuan. char pindah[20]. asal). huruf). Contoh-3 #include <stdio. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 4. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I 4. dan Ani Oktarini 60 . dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama dengan string asal.3 Hasil Contoh-3 4.1. } Output yang akan dihasilkan. File header yang harus disertakan adalah string.h. getch( ). Sopiyan.1.h> #include <conio.

} Output yang akan dihasilkan.h> #include <iostream. clrscr(). Frieyadie. Fungsi strrev( ) Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string. Ilamsyah.h> #include <string. gets(kata). cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ".4 Hasil Contoh-4 4. char pindah[20]. Sopiyan. cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ".h> main( ) { char kata[20].h> #include <iostream.5. dari program contoh-4 diatas adalah: Gamabr 4. Pradita. gets(huruf). getch( ).h> #include <conio.1. clrscr( ). strrev(kata). Contoh-5 #include <stdio. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. cout<<strlen(huruf).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-4 #include <stdio.h> main( ) { char huruf[20]. dan Ani Oktarini 61 .h> #include <conio. String urutan paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya.h> #include <string.h Bentuk Penulisan : strrev(str). cout<<"Masukan Sembarang Kata = ". File header yang harus disertakan adalah string.

Sopiyan. angka = atof(kata).h> #include <conio. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ".2.h> main( ) { char kata[20]. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a.5 Hasil Contoh-5 4. a.1. } Output yang akan dihasilkan. a = angka + 5. Pradita.h> #include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). } Output yang akan dihasilkan.h Contoh-6 #include <stdio.02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konfersi string. clrscr( ). b. Fungsi atof( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik float. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 62 . dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 4. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 4. getch( ). float angka. File header yang harus disertakan adalah math. gets(kata). Hasil Contoh-6 Frieyadie.2. Fungsi Konfersi String Borland C++ 5.h> #include <math. 4.6.

h> #include <conio.h> #include <iostream. Sopiyan.h Contoh-8 #include <stdio.h> #include <iostream. a = angka + 5. a. getch( ). dan Ani Oktarini 63 .h Contoh-7 #include <stdio. Frieyadie.2. } Output yang akan dihasilkan. Pradita. angka = atoi(kata). clrscr( ).h> #include <stdlib.3. Fungsi atoi( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik integer. gets(kata). Fungsi atol( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik long integer.2. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h> main( ) { char kata[20].Modul Algoritma Pemrograman I 4. Hasil Contoh-7 4. b. File header yang harus disertakan adalah stdlib. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ".h> #include <conio. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 4.2. Ilamsyah.h> main( ) { char kata[20].7.h> #include <stdlib. float angka. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a.

a. } Frieyadie. strlwr(kata).h> #include <iostream.h Bentuk Penulisan : strlwr(str). b. Contoh-9 #include <stdio. angka = atol(kata). getch( ). Sopiyan. clrscr( ). gets(kata). dan Ani Oktarini 64 . getch( ). } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-8 diatas adalah: Gambar 4. Ilamsyah. a = angka + 2500.4. Pradita.h> #include <conio. cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =".Modul Algoritma Pemrograman I float angka. Hasil Contoh-8 4. clrscr( ). File header yang harus disertakan adalah string. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". gets(kata).2.h> #include <string. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<<a. Fungsi strlwr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar ) dalam string menjadi huruf kecil.h> main( ) { char kata[20].8.

10 Hasil Contoh-9 Frieyadie. clrscr( ). cout<<”Hasil Perubahan : ”<<kata<<endl.h> #include <conio. strupr(kata). dan Ani Oktarini 65 . Sopiyan. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 4. Pradita. Fungsi strupr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string menjadi huruf kapital ( huruf besar ).2. Contoh-10 #include <stdio. getch( ).h> #include <string. gets(kata).5. File header yang harus disertakan adalah string.h> #include <iostream.h> main( ) { char kata[20].h Bentuk Penulisan : strupr(str). cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-9 4. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 4.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.9.

5" Kemudian kedua kalimat diatas dihitung menjadi perhitungan : a. dan Ani Oktarini 66 . Mencari sisa hasil pembagian Frieyadie. Bulatlah program untuk menggabungkan dua buah string Kalimat1 = Manajemen Kalimat2 = Informatika Menjadi seperti berikut: ManajemenInformatika 4. Sopiyan. Perkalian b. Buatlah program untuk membalik kata berikut ini : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Menjadi seperti berikut : akitamrofnI anaraS aniB retupmoK and akitamrofnI nemejanaM imedakA 3. Ilamsyah.3. Pradita. Pembagian c. Diberikan kalimat string berikut : Kalimat1 = "35.6" Kalimat2 = "12. Buatlah program untuk menghitung panjang kata berikut ini: Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika 2. Latihan Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut: 1. Penambahan d. Pengurangan e.Modul Algoritma Pemrograman I 4.

Ilamsyah.h> #include<iostream. Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk. dan Ani Oktarini 67 . Untuk keperluan pengambilan keputusan. “ Jika kondisi bernilai benar. Pradita. Sopiyan. maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”.1. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { pernyataan. Borland C++ menyediakan beberapa perintah antara lain. Diagram Alir IF Bentuk umum dari pernyataan if if (kondisi) pernyataan. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: salah kondisi benar perintah Gambar 5. Pernyataan IF Pernyataan if mempunyai pengertian.h> #include<conio. 5.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi Penyeleksian Kondisi 5 Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada.1. …… } Contoh-1 #include<stdio.h> main( ) Frieyadie.

2 Hasil Contoh 1 5. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: kondisi i Salah Benar Perintah-1 Perintah-2 Gambar 5. maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”. Pernyataan IF . dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 5. cout<<" Nilai Y : ". Sopiyan. getch( ). Frieyadie.cin>>y. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I { float x. Y : Ada yang bernilai NEGATIF"<<endl. cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl. else perintah-2. Pradita.1. if ((x >= 0 ) && (y>=0)) cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl.y.3 Diagram Alir if-else Bentuk umum dari pernyataan if -else if (kondisi) perintah-1. “Jika kondisi bernilai benar.1.ELSE Pernyataan if mempunyai pengertian.cin>>x. else cout<<"X . cout<<" Nilai X : ". dan Ani Oktarini 68 .

h> #include <conio. Pradita. if(gol=='1') { strcpy(jab. gapok=4000000 contoh-2 #include <stdio.jika golongan=1. jabatan=Manajer. dari program contoh-2 diatas adalah : Frieyadie."Direktur"). dan Ani Oktarini 69 . gapok=4000000. } else if(gol=='2') { strcpy(jab.... Sopiyan. long gapok=0.Jika golongan =2.Modul Algoritma Pemrograman I Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal. } else { perintah-2. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. cout<<" Masukan Golongan [1/2]: ". jab[10]. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { perintah-1. Jabatan= Direktur. } cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl.cin>>gol. dengan kriteria : . . } Contoh Menentukan besarnya gaji pokok dan jabatan dari golongan. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk. gapok=5000000. getch ( ). pernyataan majemuk atau pernyataan kosong.h> main( ) { char gol. clrscr( ).h> #include <iostream. gapok =5000000 .. . cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl <<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl."Manajer").

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 5. 4 Hasil Contoh 2

5.1.2. Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah : if(syarat) { if(syarat) … perintah; else … perintah; } else { if(syarat) … perintah; else … perintah; } Contoh Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut: • Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000. • Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000. Contoh-3 #include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { char kode,ukuran,merk[15]; long harga=0; clrscr( ); Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 70

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode; cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran; if (kode=='1') { strcpy(merk,"H & R"); if (ukuran=='S' || ukuran =='s') harga=45000; else harga=60000; } else if (kode=='2') { strcpy(merk," Adidas"); if (ukuran=='S' || ukuran == 's') harga=65000; else harga=75000; } else cout<<”Salah Kode Baju”<<endl; cout<<"------------------------"<<endl; cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl; cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl; getch(); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :

Gambar 5. 5 Hasil Contoh 3

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

71

Modul Algoritma Pemrograman I

5.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana. Bentuk Umum Penulisannya: if (syarat) { … perintah; … perintah; } else if (syarat) { … perintah; … perintah; } else { … perintah; … perintah; } Contoh Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut: • Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.

Contoh-4

#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0; clrscr( ); cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. "; cin<pendapatan;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

72

2*pendapatan. komisi=0. Ilamsyah.1*pendapatan. cout<<"============================="<<endl. 6 Hasil Contoh 4 Frieyadie. "<<jasa<<endl. Pradita. dari program contoh-4 diatas adalah : Gambar 5. "<<komisi<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000) { jasa=10000. cout<<"Uang Komisi Rp. cout<<"Hasil Total Rp. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. } /* menghitung total */ total = komisi+jasa. cout<<"Uang Jasa Rp.15*pendapatan. } else { jasa=30000. "<<total<<endl. komisi=0. } else if(pendptan<=500000) { jasa=20000. komisi=0. getch( ). dan Ani Oktarini 73 .

break. Contoh-5 #include<stdio. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut: switch (ekspresi integer atau karakter ) { case konstanta-1 : … perintah.2.case Bentuk dari switch .Modul Algoritma Pemrograman I 5. } Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi.h> #include<conio. Sopiyan. clrscr(). … perintah. cin>>kode. case konstanta-2 : … perintah. case 12 : cout<<"Manajemen Informatika". Frieyadie. break. … perintah. … perintah. break. Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. Pernyataan switch . Ilamsyah. maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang lainnya. tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer.case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian.h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 74 . Pradita. switch(kode) { case 11 : cout<<"Komputerisasi Akuntansi". default : … perintah.case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat. Jika pernyataan ini tidak ada. Pernyataan switch .h> main() { int kode. break. cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ".

case 'B' : case 'b' : cout<<"Alat Elelktronik". break. default: Frieyadie. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 5. cout<<"Masukkan Kode Barang [A.Modul Algoritma Pemrograman I case 13 : cout<<"Tehnik Komputer". cin>>kode. Pradita.h> #include<conio.h> main( ) { char kode. break.C] : ". } getch( ).h> #include<iostream. Ilamsyah. break. switch(kode) { case 'A' : case 'a' : cout<<"Alat Olah Raga". dan Ani Oktarini 75 . clrscr( ). 7 Hasil Contoh 5 Contoh-6 #include<stdio.. default: cout<<"Anda Salah Memasukan kode". Sopiyan. break. } Output yang akan dihasilkan. case 'C' : case 'c' : cout<<"Alat Masak". break.

Nilai Pertandingan II. 8 Hasil Contoh 6 5. Nilai Pertandingan I. maka menjadi Juara I • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 75. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa. Nilai Pertandingan III diinput. Tugas 1. II dan III dibagi dengan 3. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. maka menjadi Juara II • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 65. dan Ani Oktarini 76 .3.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Anda Salah Memasukan kode". Ilamsyah. Pradita. Ketentuan Juara • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 80. Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Pertandingan I. dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. } Output yang akan dihasilkan. break. maka menjadi Juara III • Selain itu tidak juara Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nama Siswa : Nilai Pertandingan I Nilai Pertandingan II Nilai Pertandingan III : : : Frieyadie. } getch( ). Sopiyan.

..... dan Ani Oktarini 77 . Memperoleh nilai rata-rata ..Modul Algoritma Pemrograman I Layar Keluaran Siswa yang bernama ... Jadi Siswa yang bernama . Nilai Keaktifan * 20% : .. dengan grade ..... Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. maka mendapat grade “A” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 70. Nilai Ujian * 50% : . dan menjadi juara ke-. Frieyadie. Sopiyan... adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%.. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Ketentuan Nilai Huruf • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 80... dari hasil perlombaan yang diikutinya.. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masingmasing nilai... : .. maka mendapat grade “C” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 46. Nilai Tugas * 30% : . maka mendapat grade “B” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 56. : .. 2. Pradita. : . Ilamsyah. Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. memperoleh nilai akhir sebesar . Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. maka mendapat grade “D” • Selain itu mendapat grade “E” Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan.... : ..

Tunjangan Pendidikan Rp . maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan Rp. Sopiyan. DINGIN DAMAI.. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG GAJI KARYAWAN Nama Karyawan: .. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp.Modul Algoritma Pemrograman I 3. 300.. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. Honor Lembur Rp . 300. Layar Keluaran Karyawan yang bernama …… Honor yang diterima Tunjangan Jabatan Rp .. + Honor Lembur Rp . Pradita... Pendidikan : . Ilamsyah.000 • Tunjangan Pendidikan Tingkat Persentase Pendidikan SMA 2. 3500 untuk setiap kelebihan jam kerja karyawan tersebut.. PT.. Frieyadie... 300.. memberi gaji pokok kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.. Golongan Jabatan : .000 Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam... dan Ani Oktarini 78 ..000 perbulan. dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut : Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3.5% D1 5% D3 20% S1 30% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp.. Jumlah jam kerja : ...

*/ #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Proses Perulangan 6 Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. Ilamsyah. syarat pengulangan. secara menurun dan menampilkan bilangan ganjil.1. pernyataan / perintah. mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah.h> #include<conio.h> #include<iostream. 6. } Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah : • Inisialisasi. karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan. pengubah nilai pencacah ) { pernyataan / perintah. disini akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya. • Pengubah Nilai Pencacah. pengubah nilai pencacah ) Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung. syarat pengulangan. sebagai berikut: Contoh-1 /* --------------------------. • Syarat Pengulangan. pernyataan / perintah. merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu. Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut : for ( inisialisasi. memegang kontrol terhadap pengulangan. Sopiyan. Pradita. for ( inisialisasi.h> main( ) { Frieyadie. Pernyataan for Perulangan yang pertama adalah for.*/ /* Program for . Contoh : Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik.bilangan naik */ /* --------------------------. dan Ani Oktarini 79 .

Ilamsyah. clrscr( ). --a) cout<<a.h> # include <conio. for(a = 1.h> #include <conio. for(a = 10. Pradita.*/ /* Program for . clrscr( ). getch( ). dan Ani Oktarini 80 .h> Frieyadie. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 6.*/ # include <stdio.h> main( ) { int a.h> #include<iostream. getch( ).*/ #include <stdio.bilangan ganjil */ /* ----------------------------. a <= 10. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 6.bilangan turun */ /* ---------------------------. ++a) cout>>a.Modul Algoritma Pemrograman I int a. } Output yang akan dihasilkan. } Output yang akan dihasilkan. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 /* ----------------------------. Sopiyan.*/ /* Program for . 1 Hasil Contoh 1 Contoh-2 /* ---------------------------. a >= 1.

Modul Algoritma Pemrograman I #include<iostream. a+=2) cout<<a. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 6.*/ #include<stdio.*/ /* Program for . Ilamsyah. a <= 10. } } Didalam penggunaan nested-for. for(a = 1. pengubah nilai pencacah) { pernyataan / perintah. clrscr( ). Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut : for ( inisialisasi.h> #include<conio. dan Ani Oktarini 81 . kemudian perulangan yang diluar diselesaikan. } Output yang akan dihasilkan.Nested for */ /* ------------------------. syarat pengulangan. Sopiyan.h> main( ) Frieyadie. 3 Hasil Contoh 3 6. perulangan yang di dalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai. Pradita. pengubah nilai pencacah ) { for ( inisialisasi. Pernyataan nested . getch( ).h> main( ) { int a. Contoh-4 /* ------------------------.1. syarat pengulangan.for Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya.1.

jika penulisan perintah sebagai berikut: Contoh-5 /* ------------------------. Sebagai contoh. for (bil = 60.*/ /* Program for Tdk Berhingga */ /* ------------------------. bil).*/ #include<stdio. Sopiyan. 4 Hasil Contoh 5 6. } getch().h> #include<conio. clrscr( ).h> main( ) { int bil.Modul Algoritma Pemrograman I { int a. } Output yang akan dihasilkan. b <= 5. Pradita. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie.1. dan Ani Oktarini 82 . dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 6. clrscr( ).a). bil++) printf("%d". b. a <= 5. getch( ). b++) printf(" %d ". Ilamsyah. a++) { printf("\n"). bil >=10. for(b = a.2. hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop. Perulangan Tidak Berhingga Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus. } Output yang akan dihasilkan. for(a = 1.

Bentuk pemakaian goto sebagai berikut: goto label. b. dan Ani Oktarini 83 . untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK.*/ #include<iostream. Ilamsyah.*/ /* Program dengan pernyataan goto */ /* -----------------------------. 4 Hasil Contoh 4 Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan menurun. akan terus dijalankan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 5.h> #include<stdio. cin<<a. dapat dilihat pada program berikut: Contoh-6 /* -----------------------------. seharusnya penulisan yang benar berupa bil . Pernyataan goto Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label.h> main( ) { int a. bil). cout>>"Masukkan Bilangan = ". Contoh Penggunaan goto. Sopiyan. Frieyadie. char lagi.h> #include<conio. Pradita. kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah.Akan tetapi yang ditulis adalah : bil ++ Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6). maka pernyataan printf("%d". Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ). atas: clrscr( ). Jika terjadi hal semacam ini. 6.2.

sebagai berikut: while ( syarat ) Pernyataan / perintah . dan Ani Oktarini 84 . yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. } Contoh-7 /* ------------------. Bentuk umum perulangan while.cpp */ /* ------------------. dengan lebih dari perintah / pernyataan.h> Frieyadie. printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : ").*/ /* Program while01. if (lagi == 'Y' || lagi == 'y') goto atas.a.*/ #include <stdio. sebagai berikut: while ( syarat ) { Pernyataan / perintah . b).Modul Algoritma Pemrograman I b = a % 2. printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d".3. 5 Hasil Contoh 6 6. Pernyataan while Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for. Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu. getch( ). lagi = getche() . Pernyataan / perintah . Bentuk umum perulangan while. Sopiyan. Ilamsyah. Pradita. } Output yang akan dihasilkan.

dan Ani Oktarini 85 . Pradita. 7 Hasil Contoh 8 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6.h> main( ) { int bil=1. Ilamsyah. clrscr( ). 6 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* ------------------. while(bil<=10) { printf(" %d ". } Output yang akan dihasilkan.*/ /* Program while02.*/ #include <stdio.h> main( ) { int bil=2. } getch( ). dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 6.h> #include <conio.cpp */ /* ------------------. while(bil<=10) { printf(" %d ".Modul Algoritma Pemrograman I #include <conio. ++bil. clrscr( ). Sopiyan. bil+=2. } getch( ).bil).bil).

while. dengan lebih dari perintah / pernyataan. Bentuk umum perulangan do . dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 6.Modul Algoritma Pemrograman I 6. dan Ani Oktarini 86 .h> main( ) { int bil=2. } while(bil<=10).while. clrscr( ).*/ #include <stdio.while */ /* -----------------. } while ( syarat ). while ( syarat ). Bentuk umum perulangan do . Ilamsyah. Pernyataan do . Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. sebagai berikut : do pernyataan / perintah . 8 Hasil Contoh 9 Frieyadie. Pernyataan / perintah .while Pernyataan perulangan do .4.while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang.h> #include <conio. sebagai berikut: do { Pernyataan / perintah .*/ /* Program do . bil+=2.bil). Contoh-9 /* -----------------. Pradita. getch( ). do { printf(" %d ".

while dengan break */ /* ------------------------------.h> main( ) { int a=3. printf(" %d ".*/ /* Perulangan FOR dengan break. Sopiyan. } while(bil++).5.h> main( ) { int bil = 1. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6.*/ #include <stdio. Frieyadie.h> #include <conio. getch( ). while dan do-while ). bil. Pradita. 9 Hasil Contoh 10 Contoh-11 /* ----------------------------. maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ). Pernyataan break Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch. Ilamsyah.*/ #include <stdio. clrscr( ). c=1. b=2. Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for. do { if (bil >= 6) break.Modul Algoritma Pemrograman I 6. Jika pernyataan break dikerjakan. */ /* ----------------------------. dan Ani Oktarini 87 .*/ /* Program do . Contoh-10 /* ------------------------------. Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch.bil). } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ).h> #include <conio.

dan Ani Oktarini 88 . bil<=10. Sopiyan. ++bil) { if(bil==6) continue. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 5. c+=2. tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int bil. Frieyadie. ++bil) { a+=b. if(c==13) break.h> #include <conio. } getche( ). b. dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi. c).bil).*/ /* Perulangan FOR dengan coninue */ /* ----------------------------. Pradita.a. printf("\n%d \t| %d \t| %d". 10 Hasil Contoh 11 6. } getch( ). Contoh-12 /* ----------------------------. b+=c.Modul Algoritma Pemrograman I printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n"). clrscr( ). for(bil=1. bil<=10. printf("-------------------------").*/ #include <stdio.6. Ilamsyah. printf(" %d ". Pernyataan continue Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama. for(bil=1.

Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan genap membentuk segitiga siku terbalik dengan hasilnya : 10 + 8 + 6 + 4 + 2 = 30 10 + 8 + 6 + 4 = 28 10 + 8 + 6 = 24 10 + 8 = 18 10 = 10 ---------. Sopiyan. dan Ani Oktarini 89 . =1 =3 = 15 = 105 = 945 2. 11 Hasil Contoh 12 6. Tugas Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut : 1.7.+ 110 Frieyadie. 4. Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan genap dengan hasilnya : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 + 16 + 18 + 20 = 110 Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan ganjil dengan hasilnya : 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11 + 13 + 15 + 17 + 19 = 100 Bulatlah program untuk menghitung penjumlahan deret bilangan genap membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 2 =2 2+4 =6 2+4+6 = 12 2+4+6+8 = 20 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan ganjil membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 1 1*3 1*3*5 1*3*5*7 1*3*5*7*9 5.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. Pradita. dari program contoh-12 diatas adalah : Gambar 6. 3.

Jumlah Elemen Array Nama Variable Array Tipe data elemen array Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotakkotak kecil didalam kotak panjang tersebut. dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi: • Array Berdimensi Satu. Pradita. hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan. Bentuk Umum pendeklarasian array: Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran] Keterangan : • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. Frieyadie. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. • Array Berdimensi Dua 7. Variabel array dalam Borland C++. Sopiyan. • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 90 .1. Contoh Pendeklarasian Array float Nil_Akhir[6]. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Array Berdimensi Satu Sebelum digunakan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Array 7 Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya.

"Rabu". Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut : Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array }. Contoh-1 /* ---------------------------------. Inisialisasi Array Berdimensi Satu Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel.*/ /* Inisialisasi Array Dimensi 1 */ /* ---------------------------------. Sopiyan."jum'at". selalu dimulai dari Nol ( 0 ) 7. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I Elemen Array elemen elemen elemen elemen elemen elemen 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 Subcript/Index ARRAY NIL_AKHIR Subscript atau Index array pada C++."Sabtu"}."Selasa". clrscr(). cout<<hari[0]<<endl<<hari[1]<<endl<<hari[2]<<endl<<hari[3] <<endl<<hari[4]<<endl.1. cout<<"Nama-nama hari:"<<endl. dan Ani Oktarini 91 . Ilamsyah.h> main() { char hari[7][10]= {"Minggu". Pradita.*/ #include <conio. Hasil Contoh-1 Frieyadie.1. getch()."Kamis".1."Senin".h> #include <iostream. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 7.

} cout<<"------------------------------------------"<<endl. float nilai1[5]. cout<<"Nilai Final : ". Frieyadie. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk : Nama_Array[Subscript/Index] Contoh Nil_Akhir[3].2. Contoh-2 /* ---------------------------. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<nama[i]. cout<<"Nilai MidTest : ".i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i.h> #include<iomanip.i<=2. dan Ani Oktarini 92 . Mengakses Array Berdimensi Satu Suatu array. Nil_Akhir[1]. cout<<" MidTest Final ". clrscr( ). gets(nama[i]).*/ /* Program Array Satu Dimensi */ /* ---------------------------.h> #include<iostream.i<=2. cout<<endl.h> main( ) { int i. Sopiyan. char nama[5][20]. cout<<"Hasil"<<endl. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. float nilai2[5]. cout<<"No. float hasil[5]. cin>>nilai2[i]. cout<<"------------------------------------------"<<endl.1. hasil[i] = (nilai1[i] * 0. for(i=1. Ilamsyah.i++) { cout<<"Data Ke .Modul Algoritma Pemrograman I 7. Nama Siswa Nilai Nilai ".*/ #include<conio.40)+ (nilai2[i] * 0. Nil_Akhir[0]. cout<<"Nama Siswa : ". cin>>nilai1[i].60). cout<<"Ujian"<<endl. Pradita."<<i<<endl. for(i=1.h> #include<stdio.

berikut dapat anda lihat pada tabel berikut : Data Penjualan Pertahun Tahun Penjualan No 2001 2002 2003 1 150 159 230 2 100 125 150 3 210 125 156 Frieyadie.2. Hasil Contoh-2 7. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 7. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i].2. dan Ani Oktarini 93 . Sopiyan. dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan. getch(). Array Berdimensi Dua Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom. • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom Contoh Pendeklarasian Array Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan. Pradita. Ilamsyah. pendataan nilai dan lain sebagainya. cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl. cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai2[i]. Bentuk Umum pendeklarasian array : Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2] Keterangan: • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. } cout<<"------------------------------------------"<<endl.

dan Ani Oktarini 94 . Mengakses Array Berdimensi Dua Suatu array.1. Contoh pengaksesan dengan bentuk sebagai berikut: Contoh-4 /* -------------------."Mas"}. Hasil Contoh-3 7.h> #include <iostream."Carli"}}. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. cout<<nama[0][1]<<ends<<nama[1][2]<<endl.23. Ilamsyah. Inisialisasi Array Berdimensi Dua Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel.Modul Algoritma Pemrograman I Jika anda lihat dari tabel 7. Jumlah Kolom Jumlah Baris Nama Array Tipe data elemen array 7. } Output yang akan dihasilkan. clrscr().1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut: int data_jual[3][3]."Budi". cout<<nama[0][0]<<ends<<nama[1][0]<<endl."BU". Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut: Contoh-3 #include <conio.2. Pradita.*/ #include<conio.3. cout<<nama[0][2]<<ends<<nama[1][1]<<endl. {"Andi". getch(). dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 7.*/ /* Array Dimensi 2 */ /* -------------------.h> Frieyadie. Sopiyan.2.h> main() { char nama[2][3][10]={{"Pak".

j++) { cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4).i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i. } Output yang akan dihasilkan.j<=3. for(j=1. } cout<<endl. Pradita. clrscr(). } } cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl.h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 95 . cout<<"NO 2007 2008 2093"<<endl. cout<<"Jumlah Penjulan : ".i++) { for(j=1.i<=3. Sopiyan.h> #include<iomanip.Modul Algoritma Pemrograman I #include<stdio. int data_jual[4][4]. } cout<<"-----------------------"<<endl."<<i<<" "<<j<<endl. for(i=1.i<=3. cout<<" ". for(i=1. getch( ). cout<<"-----------------------"<<endl. Ilamsyah.h> main() { int i.j<=3. dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. cout<<data_jual[i][j]. cout<<"-----------------------"<<endl. cin>>data_jual[i][j].j++) { cout<<"Data Ke . j.

Sorting dalam C++ a. Pengecekan dimulai data ke-1 sampai dengan data ke-n 2. dan Ani Oktarini 96 . Prinsip kerja dari teknik ini adalah sbb : 1. Hasil Contoh-4 7. code. dst sampai seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort.h> #include<stdio. Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 7. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. Contoh-5 /* -------------------------------.*/ #include<conio. int Tmp. int Arr[100]. Sopiyan. Pradita.h> int main() { int i. Tukar bilangan dengan Index terkecil tersebut dengan bilangan pertama ( I = 1 ) dari data bilangan tersebut 4. iMin. Selection Sort Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen atau proses kerja dengan memilih elemen data terkecil untuk kemudian dibandingkan & ditukarkan dengan elemen pada data awal. int n.*/ /* Selection sort dengan C++ */ /* -------------------------------. Tentukan bilangan dengan Index terkecil dari data bilangan tersebut 3.2.24.4. Ilamsyah. Urut. j.

Modul Algoritma Pemrograman I printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). i + 1). i++) { printf("Masukan data ke %i : ". i < n. for(i = 0. Urut = 1. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. i++) { iMin = i. &Arr[i]). i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". Arr[i]). i + 1. Ilamsyah. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i].1. &n). Pradita. }for(i = 0. i < n . Arr[iMin] = Tmp.1. scanf("%i". i < n. i++) { iMin = i. dan Ani Oktarini 97 . } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). } Frieyadie. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. } getch(). for(i = 0. } } } } Urut = Urut + 1. Arr[iMin] = Tmp. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". for(j = Urut. i + 1. Arr[i]). }} } } Urut = Urut + 1. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. for(j = Urut. for(i = 0. j < n. j < n. i < n . scanf("%i". } for(i = 0. i < n. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. Sopiyan.

j < n . iMin. Jika lebih kecil maka data tersebut dapat disisipkan ke data awal sesuai dgn posisisi yg seharusnya Frieyadie. Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya ( sebelumnya ) satu persatu (n-1. Ilamsyah. Arr[i]). Bandingkan data ke-I tersebut dengan data sebelumnya (I-1). j++) { if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j]. for(i = 0. } c.n-2. i++) { for(j = 0. int Tmp. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". i + 1. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 3. #include<conio. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". int n.n-3. Insertion Short Prinsip dasar Insertion adalah secara berulang-ulang menyisipkan / memasukan setiap elemen. } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). Arr[j + 1] = Tmp. for(i = 0. dan Ani Oktarini 98 . i < n.h> int main() { int i. i + 1). 1. Bandingkan data ke-I ( I = data ke-2 s/d data ke-n ) 4.1. &Arr[i])..Modul Algoritma Pemrograman I getch(). i < n.. scanf("%i". Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). Prinsip Kerja Insertion Sort adalah 2. Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3..h> #include<stdio. Pradita. Sopiyan. int Arr[100]. code. j. scanf("%i".dst) 4. &n). Arr[j] = Arr[j + 1]. } for(i = 1. Urut. } getch(). i < n.. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2. ke dlm posisinya / tempatnya yg benar. Buble Sort Prinsip Kerja dari Bubble Sort adalah : 1. } b.

Sopiyan. iMin. j = j .1. scanf("%i". int Arr[100]. dan Ani Oktarini 99 . } for(i = 1. i++) { printf("Masukan data ke %i : ".h" #include "stdio. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. } else { Arr[j + 1] = Arr[j]. i < n.h" int main( ) { int i. Ilamsyah. i + 1). for(i = 0. Pradita.1. #include "conio. int Tmp. scanf("%i". for(i = 0. code. Urut. i + 1. i < n. Arr[j] = Tmp. i < n. i++) { Tmp = Arr[i]. } getch(). } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp. j. } Frieyadie. j = i . Arr[i]). while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j]. } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". &Arr[i]). &n). int n.Modul Algoritma Pemrograman I 5. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ").

. Frieyadie.. 2000 S Sayap Rp.. Rp . Pajak 10% Rp ..... Sebuah perusahaan ayam goreng dengan nama “GEROBAK FRIED CHICKEN” yang telah lumayan banyak pelanggannya... Total Bayar Rp .. <diinput> Banyak Potong : . . Pradita...... • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan GEROBAK FRIED CHICKEN --------------------Kode Jenis Harga -------------------------D Dada Rp..Modul Algoritma Pemrograman I 7... • Banyak Jenis.4.......... Latihan 1. <diinput> <<Terus berulang tergantung Banyak Jenis>> Layar Keluaran GEROBAK FIRED CHICHEN ------------------------------------------------------------No.. . . dan Ani Oktarini 100 . 2500 P Paha Rp. Jenis Harga Bayak Jumlah Potong Satuan Beli Harga ------------------------------------------------------------.. Ilamsyah. .... 2500 P Paha Rp. Jenis Potong dan Banyak Beli diinput. 1500 -------------------------Banyak Jenis : ...... 2000 S Sayap Rp.. “GEROBAK FRIED CHICKEN” mempunyai daftar harga ayam sebagai berikut : Kode Jenis Harga ---------------------------------D Dada Rp... . <proses counter> Jenis Potong [D/P/S] : . ....... Rp .. -----------------------------------------------------------Jumlah Bayar Rp . 1500 ---------------------------------Buatlah programnya dengan ketentuan: • Setiap pembeli dikenakan pajak sebesar 10% dari pembayaran. Sopiyan.... <diinput> Jenis Ke . ingin dibantu dibuatkan program untuk membantu kelancaran usahaannya....

. STAY COOL ------------------------------------------------------------------------------------------No. -----------------------------------------------------------------------------------------Total Gaji yang dikeluarkan Rp.. ..... ...... 2. ....... ..... ... . PT.... STAY COOL Masukkan Jumlah Karyawan : .000.. dan Ani Oktarini 101 .. ..... .. dengan memperoleh tujangan-tunjangan sebagai berikut: • Tunjangan Jabatan Golongan 1 2 3 Persen tase 5% 10% 15% • Honor Lembur Jumlah jam kerja normal dalam satu bulan sebanyak 240 Jam Kerja.. <diinput> Karyawan Ke .... <di input> <<Terus berulang tergantung Jumlah Karyawan>> PT.Modul Algoritma Pemrograman I 2................ Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja sebih dari 240 jam. Ilamsyah...... <proses counter> Nama Karyawan : .. STAY COOL. Nama Tunjangan Karyawan ----------------Honor Pendapatan Jabatan Pendidikan Lembur Pajak Bersih ------------------------------------------------------------------------------------------.. . memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp.. . Pradita..... <di input> Jumlah Jam Kerja : . ..... ...... maka kelebihkan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp..per bulan...... • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan dan Keluaran Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT.500 untuk setiap kelebihan jam kerja dalam satu bulannya. 700.... Frieyadie.. <di input> Golongan (1/2/3) : . . Sopiyan. .... <di input> Pendidikan (1=SMU/2=D3/3=S1) : ....

diantaranya adalah: 8.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Macro Dan File Header adalah: 8 Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari 8. Preprocessor Directives Preprocessor directive merupakan suatu perintah yang termasuk kedalam program. dan Ani Oktarini 102 . Sopiyan. Teks dapat berupa: • Numerik • Karakter • String • Pernyataan • Fungsi Sederhana contoh: #define PI 3. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah: #define nama_konstanta teks Contoh : Teks #define A 6 Nama_Konstanta Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler. # define Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta.1. tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : # Ada beberapa preprocessor directive.14 contoh: #define HURUF ‘B’ contoh: #define JABATAN “INSTRUCTOR” contoh: #define CETAK (“Borland C++”) contoh: #define LUAS_KUBUS (n*n) Frieyadie. tetapi untuk preprocessor. Ilamsyah.1. Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar. guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung. Pradita.1.

1 Hasil Contoh-1 Contoh-2 /* ----------------------------------. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja. Contoh-1 /* ----------------------------------. getche( ).h> #include<iostream.141592 #define L(n) PI*n*n main( ) { clrscr(). dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 8. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<conio. Ilamsyah.h> #define PI 3. Sopiyan.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* -----------------------------------. cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl. dan Ani Oktarini 103 . # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai. cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl.h> #define awal { #define akhir } #define mulai() main() #define cetak cout #define masuk cin #define hapus() clrscr() #define tahan() getch() #define LS_KUBUS (sisi*sisi) mulai( ) awal Frieyadie.*/ #include<stdio. cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl.h> #include<iostream.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* ----------------------------------.h> #include<conio.*/ #include<stdio.

Hasil Contoh-2 10. • #include <nama_file_header> “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya. cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus. Sopiyan. hapus( ). dan Ani Oktarini 104 . cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl. kecuali pada directori yang sedang aktif. yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. tahan( ). ls_kubus. masuk>>sisi. Pradita. jika tidak maka.2. yaitu: • #include "nama_file_header" “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “.1. # if . cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ".#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar.3. diabaikan. Ilamsyah. #endif Frieyadie. # include Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya. 10. akhir Output yang akan dihasilkan. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define.2. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta penyataan. ls_kubus = LS_KUBUS.Modul Algoritma Pemrograman I int sisi.1.#endif Preprocessor #if . Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan : #include "nama_file_header" atau #include <nama_file_header> Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 8.

#endif getch( ).#endif ***********************/ #include <conio. Pradita.#else .3.h> #include <stdio. Ilamsyah.#endif ******************************/ #define N -4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). Hasil Contoh-3 10. #else printf("Lebih Kecil dari Nol"). dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 8. Sopiyan. dan Ani Oktarini .#else -#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar.#else .Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-3 /*********************** Penggunaan #if . Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define.4. jika #if bernilai salah maka.1. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta Penyataan-1. } Output yang akan dihasilkan. #endif Contoh-4 /****************************** Penggunaan #if . # if .h> #define N 4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol").#endif Preprocessor #if . #else Penyataan-2. #endif } 105 Frieyadie. pernyataan #else dikompilasi.

Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 8. Hasil Contoh-4 10. Hasil Contoh-5 Frieyadie.5. #elif ekspresi-konstanta-2 Penyataan-2. #endif Contoh-5 /***************** Penggunaan #elif ******************/ #define N 12 main( ) { #if N > 10 printf("Lebih Besar dari Sepuluh"). dan Ani Oktarini 106 . Hasil hanya dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang benar. Dalam hal ini #elif sama halnya seperti #elseif. Ilamsyah. # elif ekspresi-konstanta-n Penyataan-n. Bentuk #elif diikuti oleh ekspresi-konstanta. #endif } Hasil dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 8. Sopiyan. merupakan kombinasi dari #if dan #else.1.5. #elif N == 10 printf("Sama Dengan Sepuluh ").4. # elif Preprocessor #elif digunakan untuk mengkompilasi dari pernyataan bertingkat. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta-1 Penyataan-1. Pradita. Perintah dijalankan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. #else N < 10 printf("Lebih Kecil dari Sepuluh").

cout<<LEBAR_MAKS. # ifdef . Pradita. Benuk umum penulisan sebagai berikut: #ifdef nama-konstanta pernyataan.1.h> #define LEBAR_MAKS 100 #if LEBAR_MAKS>200 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 200 #elsif LEBAR_MAKS <50 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #else #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #endif main( ) { char str[LEBAR_MAKS]. } Hasil dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 8. Hasil Contoh-6 10.# ifndef Preprocessor #ifdef dan #ifendef memberikan bagian dari program yang akan dikompile.6. dan Ani Oktarini 107 . #endif Penjelasan: Jika nama-konstanta terdefinisi maka. #undef Preprocessor #undef digunakan untuk menghilangkan nilai yang telah didefiniskan dari daftar definisi.1. hal ini dapat dilakukan jika sudah konstanta didefiniskan pada bagian #define. Ilamsyah. Sopiyan. pernyataan akan dijalankan.6. Contoh-6 /**************** Penggunaan #undef *****************/ #include<iostream. pernyataan akan diabaikan. hal ini merupakan parameter yang khusus yang harus terdefinisi.7. Frieyadie. jika nama-konstanta tidak terdefinisi maka.Modul Algoritma Pemrograman I 10.

7. Copyright (c) Borland International 1987. Pradita. Hasil Contoh-7 10. kita dapat juga membuat file header sediri.h> #define ANAK1 "ILHAM" #define ANAK2 "HADIANSYAH" main( ) { #ifdef ANAK1 cout<<"Pagi ini "<<ANAK1<<" pergi Kesekolah".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-7 //--> Penggunaan #ifdef dan #ifndef #include<iostream. */ #ifndef TIME_T #define TIME_T typedef long time_t. Sopiyan. Pembuatan File Header File Header adalah suatu file dengan akhiran .h Types for dealing with time.1988 All Rights Reserved. #endif #endif getche(). } Hasil dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 8. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran . #else #ifndef ANAK2 cout<<"Hari ini "<<ANAK1<<" "<<ANAK2. #endif Frieyadie. Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++. File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta. /* types.h . dengan cara yang sama seperti membuat file editor.h . Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++. dan Ani Oktarini 108 . Ilamsyah.2. #else cout<<"Pagi ini "<<ANAK2<<"pergi Kesekolah". cout<<" pergi Kesekolah".

h. cin>>b. */ #define awal { #define akhir } #define mulai( ) main( ) #define cetak cout #define tampil cprintf #define masuk scanf #define hapus( ) clrscr( ) #define jika if #define warna textcolor #define tahan getche( ) Setelah disimpan pada direktori C:\BC5\INCLUDE\. pada folder kerja anda folder include.. . kemudian simpan dengan nama : atur. Copyright (c) Frieyadie 2001 All Rights Reserved.h" mulai( ) awal int a. warna(4).. akhir Frieyadie. Buatlah program dibawah ini. hapus( ). selanjutnya Compile file atur. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 109 . b. c.h contoh pembuatan file header untuk pengaturan. c=a+b.*/ /* program dengan file header sendiri */ /* ---------------------------------. Contoh-8 /* atur.h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Sebagai latihan berikut ini akan dibuatkan suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor. tahan. kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri. cout<<"Masukkan Nilai A = ". Buatlah program file heder dibawah ini.h> #include<conio. cout<<endl. tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n").h> #include"atur.h. Pradita.*/ #include<stdio. cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c. Sopiyan.cpp Contoh-9 /* ---------------------------------. cout<<"Masukkan Nilai B = ". cin>>a.

Pradita.S = <data-inputan> * 40% = <hasil-proses> Nilai Akhir yang diperoleh sebesar : ….A. Buatlah program menghitung nilai akhir perkuliahan pada suatu matakuliah. dan Ani Oktarini 110 . <di-input> Luas Lingkaran : .S * 40 % Untuk proses penilaian dilakukan didalam file header dan simpan nama file header tersebut hitnilai.. dengan ketentuan sebagai berikut: • Nilai Absensi * 10 % • Nilai Tugas * 20 % • Nilai U. Proses berada didalam file header. Latihan 1.S * 30 % • Nilai U. Ilamsyah.. Sebagai input adalah bilangan itu sendiri.3.A. <hasil-proses> Frieyadie.S : ……<di-input> Masukkan Nilai U. < hasil proses > Keliling Lingkaran : .. < hasil proses > 3.S = <data-inputan> * 30% = <hasil-proses> Nilai Murni U. Buatlah program menghitung pangkat dua serta pangkat tiga dari sebuah bilangan bulat dengan makro..h.h Tampilan Yang Diinginkan: Masukkan Nilai Jari-jari : .T.S : ……<di-input> Nilai Murni Absensi = <data-inputan> * 10% = <hasil-proses> Nilai Murni Tugas = <data-inputan> * 20% = <hasil-proses> Nilai Murni U.T.. Sopiyan. Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran. Hasil Contoh-9 10. sedangkan sebagai output adalah pangkat dua serta pangkat tiga dari bilangan bulat tersebut. nama file header yang diinginkan : lingkaran.A...9.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 8.T. 2. Tampilan yang diinginkan: Program Hitung Nilai Akhir Mata Kuliah Masukkan Nilai Absensi : ……<di-input> Masukkan Nilai Tugas : ……<di-input> Masukkan Nilai U.

Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 0x0012ff88 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. suatu variabel akan menghasilkan alamat lokasi memori.1. Sopiyan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu identifier “&” (ampersand sign) didepan nama variabel. tetapi sesekali sistem operasi akan memberikan banyak alamat yang kita tidak mengetahui dimana variabel ditempatkan. operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah. Dengan menggunakan operator dereference ( & ) ini. Pradita.Pada umumnya kita tidak dapat menentukan dimana variabel akan ditempatkan Terkadang secara otomatis dilakukan oleh kompiler dan sistem operasi yang sedang aktif. Diagram Pengunaan Opeator Dereference 9. AMIR = ILHAM. hal ini dapat dilakukan dengan Frieyadie.1. Operator reference ( * ) 9.2. Operator dereference ( & ) 2. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) Gambar 9.1.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Pointer 9 Merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain. Operator Pointer Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh Borland C++: 1.1. Operator Dereference ( & ) Didalam mendeklarasikan suatu variabel harus pada lokasi yang pasti didalam penggantian memori. Operator Reference ( * ) Dengan menggunakan operator anda dapat mengakses secara langsung nilai yamg terdapat didalam variabel yang berpointer. // AMIR sama dengan ILHAM (75) RAKA = &ILHAM. dan Ani Oktarini 111 .1. 9. Ilamsyah.

RAKA = &ILHAM.Modul Algoritma Pemrograman I menambahkan identifier asterisk ( * ). Untuk mendeklarasikan pointer secara konstanta dengan memberikan kata const didepan nama konstanta.2 Diagram Pengunaan Opeator Reference 9. Sopiyan.h> #include<iostream. Deklarasi Pointer Pada Konstanta Suatu pointer dapat dideklarasikan secara konstanta atau secara tetap tidak dapat diubah. Pradita. Frieyadie. agar dapat menterjemahkan nilai sebenarnya dari suatu variabel.2. dan Ani Oktarini 112 .h> #include<conio.h> void main( ) { char *const nama = "Borland C++". Contoh-1 //----------------------------------// //Pendeklarasian Pointer Konstanta // //----------------------------------// #include<stdio. menghasilkan nilai yang berada pada suatu alamat memori Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 65524 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. Bentuk penulisan: tipe_data * const nama_konstanta. Operator ini biasa disebut dengan “value pointed by”. Dengan menggunakan operator reference ( * ) ini. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) RAFLI = *RAKA. Ilamsyah. // RAFLI sama dengan value pointed by RAKA(75) Gambar 9.

memeriksa satu persatu data yang memiliki pointer pada saat variabel tersebut pertama kali dideklarasikan.3.h> main( ) { int ilham.h> #include<conio. *raka. ilham = 75. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. Karena variabel nama. merupakan pointer konstanta. Contoh-2 //-------------------------------// //Penggunaan Pointer Dereference // //-------------------------------// #include<stdio. amir.3 Error Message Contoh-1 9. amir = ilham. Pradita. getch( ). dan Ani Oktarini 113 . yaitu tidak dapat diubah-ubah. } Pada program diatas. Bentuk penulisan: tipe_data *nama_variabel. nama = "Visual C++"..h> #include<iostream. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. Deklarasi Pointer Pada Variabel Karena keakhlian dari pointer untuk menunjuk secara langsung kesuatu nilai. penyebabnya pada pernyataan nama = "Borland C++". Pesan Kesalahan Yang Tampil adalah: Cannot modify a const object Error Message yang akan dihasilkan. terdapat kesalahan dan tidak dapat dijalankan.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. Sopiyan. clrscr( ). dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 9. Ilamsyah. Frieyadie. raka = &ilham.

cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. dan Ani Oktarini 114 . } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int ilham. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 9. *raka. Pradita. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nilai AMIR = "<<amir<<endl. cout<<"Nilai RAFLI = "<<rafli<<endl. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. Sopiyan.4 Hasil Contoh-2 Contoh-3 //-----------------------------// //Penggunaan Pointer Reference // //-----------------------------// #include<stdio. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 9. rafli = *raka.5 Hasil Contoh-3 Frieyadie. getch().h> #include<iostream. Ilamsyah. rafli. clrscr( ). cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. raka = &ilham. ilham = 75.h> #include<conio.

amir = &raka.h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I 8. //pointer pada pointer ilham = '75'. cout<<"Nilai AMIR Hasil Mengakses ILHAM = ". dan Ani Oktarini 115 . Ilamsyah. amir = &raka. //-> Penugasan Ke Alamat Memori raka = &ilham. cout<<"Nilai RAKA Hasil Mengakses ILHAM = ". Didalam pendeklarasianya. pointer dapat pula menunjuk ke pointer lainnya. ilham = 75. Pointer Pada Pointer Tidak terbatas menunjuk alamat dari suatu variabel. cout<<*raka<<endl. Pradita. cout<<**amir<<endl. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. getch( ). dari program contoh-5 diatas adalah: Frieyadie. raka = &ilham. //pointer ke variabel char **amir. int *raka.h> main() { int ilham. char *raka. Gambar 9. //pointer ke variabel int **amir.7 Diagram Pengunaan Pointer Pada Pointer Contoh-5 // -----------------------------// //Penggunaan Pointer to Pointer // //------------------------------// #include<stdio. Sopiyan. Sebagai contoh : char ilham. //pointer pada pointer clrscr( ). hanya menambahkan pointer reference ( * ) pada variabel yang akan ditunjuk.h> #include<conio.4. } Output yang akan dihasilkan.

dari program contoh-6 diatas adalah: Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9.5. karena secara internal array juga menyatakan alamat. int *ptrnilai. Sebagai contoh sederhana dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-6 //------------------------------// //Penggunaan Pointer to Array // //------------------------------// #include<stdio.i<=5. cout<<"Pointer".h> main( ) { int i. } Output yang akan dihasilkan. pada array. Menempati Alamat Memori = ". Pradita. for(i=1. for(i=1.h> #include<conio. Nilai "<<nilai[i].i<=5. cout<<endl. dan Ani Oktarini 116 . cout<<".8 Hasil Contoh-5 8. cout<<&ptrnilai[i].i++) { cout<<"Elemen "<<i<<". Sopiyan. Pointer pada Array Konsep Array diantaranya adalah banyak loncatan dari pointer satu ke pointer yang lain. Ilamsyah. } cout<<endl. cin>>nilai[i]. ptrnilai = nilai. yaitu pengenal array sama dengan alamat pada elemen pertama.i++) { cout<<"Masukan Nilai Pertama = ". cout<<"Hasil Pengaksesan Elemen Array Lewat". cout<<endl<<endl. int nilai[5].h> #include<iostream. } getche( ).

//menambah nilai penunjuk / pointer cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. } Frieyadie. Ilamsyah. Pradita.h> #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9.9 Hasil Contoh-6 9. char *band_punk = "RANCID".*/ /* Pointer pada String */ /* ------------------. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk.*/ #include <iostream. Pointer pada String Pointer pada string dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-7 /* ------------------. getche( ). dan Ani Oktarini 117 . cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl.6. band_punk+=3.h> main( ) { char band_metal[ ] = "SEPULTURA". Sopiyan.

dan Ani Oktarini 118 .Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. terdapat perubahan nilai pointer band_punk . sehingga tercetak kata CID. secara default. Sopiyan. yang di tunjukkan oleh penambahan nilai pointer pada band_punk+=3. R A N C I D \0 1 2 3 4 5 6 Frieyadie.10 Hasil Contoh-7 Pada program diatas. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 9. pembacaan dilakukan mulai dari pointer pertama. Ilamsyah.4. Pradita. maka pembacaan berpindah ke alamat ke. karena sudah terjadi penambahan dengan 3.

karena fungsi ini program akan dimulai. tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong.Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama. Sopiyan.Pernyataan / perintah. Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main().h> #include<iostream. cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya. Pradita. sebagai contoh yang lainnya fungsi printf(). Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: . boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan. . diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi. 10. Contoh pembuatan fungsi sederhana Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */ #include<conio. . … pernyataan / perintah. Pada pemanggilan sebuah fungsi. . } Keterangan: . sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan. cukup dengan menuliskan nama fungsinya.Program menjadi lebih terstruktur. yang bersifat mutlak.1.Nama fungsi. } Frieyadie. diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’. Ilamsyah.Argumen.h> garis( ) { printf("\n----------------------\n"). … pernyataan / perintah. dan Ani Oktarini 119 . Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: nama_fungsi(argumen) { … pernyataan / perintah.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Fungsi 10 Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus.h> #include<stdio.

yaitu : • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam definisi fungsi. Pradita. dan Ani Oktarini 120 .2. Terdapat dua macam para parameter fungsi. //memanggil fungsi garis cout<<"AMIK BSI . Nilai-nilai pada objek-objek tersebut didapat dari variabel-variabel yang barada pada program utama. Sedangkan yang dimaksud dengan parameter pada fungsi adalah suatu pendefinisian nilai-nilai dari objek-objek yang dideklarasikan pada bagian argumen di fungsi. Ilamsyah. Prototipe fungsi dituliskan di atas blok program utama dan diakhiri dengan tanda qualifier titik koma ( . dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 10. //memanggil fungsi garis getche( ).Pondok Labu"<<endl. } Output yang akan dihasilkan. Prototipe dan Parameter Fungsi Prototipe merupakan uraian dari blok fungsi yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi. Hasil Contoh-1 10. Sopiyan. maka akan menunjukkan kesalahan. garis( ). garis( ). • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama. sedangkan blok program fungsi yang mengandung perintah-perintah atau pernyataan-pernyataan dari program berada di bawah blok program utama yang memiliki keuntungan sebagai berikut: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi. Frieyadie.1. • Jumlah parameter yang digunakan • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan..Modul Algoritma Pemrograman I /* program utama */ main( ) { clrscr( ). ). • Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi.

coment(c.i). else getch( ). b).cin>>lagi. //prototipe fungsi main( ) { char lagi. dan Ani Oktarini 121 . } //blok program fungsi dengan parameter aktual char coment (char ket[30]. int i."---Bilangan Genap---"). int y) { …. a=n%2. Sopiyan.c[30].cin>>i. cout<<"\n\nIngin input lagi [Y/T]: ". { cout<<"Masukkan nilai = ". } parameter aktual parameter formal float total( int x."---Bilangan Ganjil---"). …. Pradita. total(a.h> #include <string. if (a==1) strcpy(ket.Modul Algoritma Pemrograman I Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual.h> //untuk strcpy char coment (char ket[30]. } Frieyadie. } Contoh penggunaan prototipe fungsi dan parameter fungsi sebagai berikut: Contoh-2 //Penggunaan Prototipe pada Fungsi #include <conio.. } if (lagi=='Y' || lagi=='y') goto atas...int n).h> #include <iostream. atas: clrscr( ).. //paramater formal cout<<c. else strcpy(ket. Ilamsyah. main() { ….int n) { int a.

getch( ) .1. n+=7. int n) { m+=5. clrscr( ). Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-3 /* -----------------------.h> #include<stdio.h> tambah(int m. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan". tambah(a. dan Ani Oktarini 122 .Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. Pradita. Frieyadie.*/ #include<conio. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 10. main( ) { int a.*/ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* -----------------------. } tambah(int m. cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ". b. cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()". int n). Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah. Ilamsyah. a = 5. walaupun nilai dari parameter formal berubah.2.h> #include<iostream. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.2. Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal. Hasil Contoh-2 Di dalam bahasa C++ ada dua cara untuk melewatkan nilai-nilai parameter ke dalam fungsi dari nilai-nilai variabel. b = 9. yaitu: 10. Sopiyan.b).

cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.2. main( ) { int a. Contoh-4 /* ---------------------------. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi".*/ /* Penggunaan Call By Reference */ /* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------.*/ #include<conio. dan Ani Oktarini 123 . cout<<endl. Ilamsyah. Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. a = 4. b = 6. clrscr( ). Sopiyan. b. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 10.h> #include<stdio. Pradita. cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi".Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n.2. cout<<endl.&b). Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference) Pemanggilan dengan referensi merupakan pemanggilan nilai suatu parameter di dalam fungsi ke parameter actual yang disimpan pada alamat memori dengan menggunakan pointer.3. int *d). Hasil Contoh-3 10. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu parameter aktual dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu parameter yang dilakukan di dalam fungsi.h> #include<iostream.h> tambah(int *c. tambah(&a.

Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya.h> #include <iostream. dikarenakan nilai hasil dari parameter formal akan disimpan pada nama fungsi. } float kel (int r)//fungsi kel lingkaran { return(3. Pradita. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. Ilamsyah.h> #include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d.4. Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-5 /* Pernyataan Return pd Fungsi */ #include <conio. Syarat utama dalam pembuatan fungsi return adalah nama fungsi yang dapat mengembalikan nilai. *d+=5. Hasil Contoh-4 10. cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()". } tambah(int *c.3.14*2*r). Pernyataan return(). dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 10.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). cout<<endl. } Frieyadie. int *d) { *c+=7. Sopiyan.h> float luas (int r)//fungsi luas lingkaran { return(3. dan Ani Oktarini 124 .14*r*r).

h> lokal( ). Ilamsyah. Contoh-6 /* -------------. main( ) { Frieyadie. Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel Otomatis. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 10. Terdapat beberapa jenis variabel yaitu: • Variabel Lokal. Sopiyan.h> #include<stdio. 10. • Variabel Eksternal atau Global.*/ /* Variabel Lokal */ /* -------------.h> #include<iostream.4. clrscr( ). cout<<"Keliling lingkaran = "<<kel(j).*/ #include<conio.cin>>j.5. cout<<"Masukkan Jari-jari = ".4. Variabel Lokal Variabel Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh fungsi yang bersangkutan. Pradita. getch( ).1. Hasil Contoh-5 10. cout<<"Luas lingkaran = "<<luas(j)<<endl. • Variabel Statis. Jenis Variabel Jenis Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int j. dan Ani Oktarini 125 .

cout<<"\nNilai a didalam fungsi lokal( ) = "<<a. diluar dari fungsi main(). Hasil Contoh-6 10. Pradita. lokal( ). Variabel Eksternal Variabel Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan berulang-ulang. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 126 .2.4.h> #include<stdio.h> #include<iostream. //--> deklarasi variabel eksternal void lokal( ). Ilamsyah. Contoh-7 /* -----------------------------.6.Modul Algoritma Pemrograman I int a = 15. Frieyadie.*/ /* Variabel Eksternal atau Global */ /* -----------------------------.h> int a = 6. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main(). cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. cout<<"Pemanggilan Variabel Lokal"<<endl. clrscr( ). } lokal( ) { int a = 10. Sopiyan. getch( ).*/ #include<conio. Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 10.

//--> pemanggilan fungsi local cout<<"\nNilai Setelah penggilan fungsi local() = ". • Jika variabel statis bersifat local. } Output yang akan dihasilkan. • Jika tidak ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal nol. Variabel Statis Variabel Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel statis ini mempunyai sifat antar lain.3. Suatu variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu tipe data variabel. Sopiyan. maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis dideklarasikan. cout<<a. Ilamsyah.h> #include<stdio. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 10.*/ #include<conio. • Jika variabel statis bersifat eksternal. } void lokal( ) { a+=10. lokal ( ). Pradita. Contoh-8 /* -------------------------. Hasil Contoh-7 10.*/ /* Penggunaan Variabel Statis */ /* -------------------------. getch( ). maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat variabel dideklarasikan. dan Ani Oktarini .h> 127 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I void main( ) { clrscr( ). cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.7.4.h> #include<iostream. cout<<"Penggunaan Variabel Eksternal"<<endl.

walah( ).5. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) kedua. while dan do – while. Sopiyan. dan Ani Oktarini 128 . Fungsi inline Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih. Frieyadie. Ilamsyah. terutama programprogram yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for. cout<<"\nNilai K didalam fungsi main() = "<<k. // --> deklarasi variabel statis k += 4. Hasil Contoh-8 10. karena nilai k yang terbaru adalah 4. } walah( ) { static int k. tercetak nilai variabel k = 4. clrscr( ). didalam fungsi main( ) bersifat lokal. walah( ).8. didapat dari k=4+4. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) pertama. Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 10. adalah 5. didapat dari k=0+4. //--> prototipe fungsi walah main( ) { int k = 5.Modul Algoritma Pemrograman I walah( ). • Pada pencetakan k didalam fungsi main( ). getch( ). karena variabel k. Pradita. } Hal ini terlihat bahwa : • Pada pada prototipe fungsi walah( ) tidak tedapat nilai awal. tercetak nilai variabel k = 8. Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan tipe data. maka secara otomatis variabel k = 0. cout<<"\nNilai K didalam fungsi() = "<<k.

Frieyadie. k++) cout<<kali(k. Ilamsyah.9. k < 20.h> #include<iostream. cout << "C++ Programming.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------.*/ #include<conio.h> inline static void cplusplus( ) { cout << "Pemrogramman C++\n". Pradita. getch( ).*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------.h> #include<stdio.*/ #include<conio. ". dan Ani Oktarini 129 . ".h> #include<stdio. k*2)<<" ". } main( ) { int k. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 10. int j) { return(i * j). } int main( ) { { cout << "Kami Sedang Belajar. } Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-9 Contoh-10 /* -------------------------.h> inline int kali(int i. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-9 /* -------------------------. clrscr( ). for(k = 1.h> #include<iostream.

Sopiyan. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 10. cplusplus( ). s Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengna tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbeda-beda pula.\n\n". } getche( ).*/ /* Penggunaan function overloading */ /* ------------------------------. Function Overloading Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi. } { cout << "Mari Belajar. cout << "Sedang Kami Pelajari. ".*/ #include<conio. cplusplus( ). Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut. cout << "Berarti Sudah Anda Kuasai". } Output yang akan dihasilkan. Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading. Hasil Contoh-10 10. ".h> 130 Frieyadie. cout << "Mudah Untuk Dipelajari.h> #include<iostream.h> #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I cplusplus( ). Contoh-11 s/* ------------------------------.6. sehingga memiliki nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda. dan Ani Oktarini . Pradita. } { cout << "Jika Sudah Mengerti.\n\n". Ilamsyah.10.

Hasil Contoh-11 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I int hitung(int b). } int hitung(int b) { return(b*b). getch( ). void main( ) { clrscr( ). } long hitung(long c) { return(c*c). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -2 : ". Ilamsyah. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 10. cout<<hitung(4)<<endl. cout<<hitung(3)<<endl. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -1 : ". Pradita.11. dan Ani Oktarini 131 . long hitung(long c). Sopiyan. float hitung(float d). } double hitung(double d) { return(d*d). cout<<hitung(2)<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -3 : ".

7778 Pemanggilan dengan tipe data float Proses dengan tipe data float 100 sama dengan 37. maka tidak mendapat diskon.32) * 5 / 9.000 .000. Buatlah 3 (tiga) buah fungsi untuk dioverloading.7778 Pemanggilan dengan tipe data integer Proses dengan tipe data integer 100 sama dengan 37 Frieyadie. Ilamsyah. sampai dengan Rp. Latihan 1.000. c = (68) * 5 / 9. 5.000.7778 Hasil keluaran yang diinginkan : Pemanggilan dengan tipe data double Proses dengan tipe data double 100 sama dengan 37. Buatlah program untuk menghitung konversi dari derajat fahrenheit ke celcius Petunjuk : Gunakan Function Overloading. c = 37. 5.000. . Dengan tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Program Hitung Potongan. Buatlah program untuk menghitung besarnya diskon yang diberikan atas besanya sejumlah pembelian. • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah double • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah float • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah integer Rumus konversi yang digunakan adalah c = (f . Sopiyan. Pradita.000.32. <di input > Besar diskon yang diberikan Rp.Jika belanja diatas Rp. . 1. maka mendapat diskon sebesar 20%.Modul Algoritma Pemrograman I 10. Besar pembelian barang Rp.000. dengan ketentuan sebagai berikut : . ………< hasil proses > 2. 1. ……….0) * 5 / 9. ………< hasil proses > Besar harga yang harus dibayarkan Rp.000 .Jika belanja dimulai dari Rp. Fungsi yang harus dibuat potong() untuk menghitung besar potongan yang akan diberikan.7. maka mendapat diskon sebesar 35%. Contoh : Jika nilai Fahrenheit = 100 c = (100 . dengan variabel untuk masing-masing fungsi berbeda-beda.Jika belanja dibawah Rp. dan Ani Oktarini 132 .

.. Pradita..Modul Algoritma Pemrograman I 3... <diinput> Kode Buku [C/K/N] : .... <diinput> Banyak Pinjam : ... <hasil proses> Jenis Buku : .. ---------------------------Nama Penyewa Buku : . Sopiyan.... <hasil proses> Frieyadie... <diinput> Tampilan Keluaran yang diinginkan: Tarif Sewa Rp.. <hasil proses> Jumlah Bayar Penyewaan Sebesar Rp. . Mempunyai ketentuan sebagai berikut: Kode Jenis Buku C K N Jenis Buku CerPen ( Kumpulan Cerita Pendek ) Komik Novel Tarif Buku 500 700 1000 Petunjuk Proses : • Buatlah Fungsi Tarif untuk menentukan terif penyewaan • Gunakan Pernyataan If – Else Tampilan Masukan yang diinginkan: Perpustakaan ".. < hasil proses > Penyewa dengan Nama .. Buatlah program untuk menghitung jumlah pembayaran pada perpustakaan "Kecil-Kecilan".Kecil-Kecilan". Ilamsyah.. dan Ani Oktarini 133 . ......

. maka penggunaan nama structure-nya bisa langsung di aplikasikan... float nilai. . Deklarasi Structure Structure dapat deklarasikan seperti berikut: struct nama_tipe_struktur { elemen_struktur. }. char nama[15]... Atau struct { elemen_struktur. Hal yang perlu di perhatikan : • Penulisan nama Structure jika mengikuti bentuk umum pertama.. Ilamsyah.. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Structure 11 Struktur digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda. . Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal 11. Frieyadie..1. Contoh Deklarasi struct mahasiswa { char nim[5]. struct { atau char nim[5]. float nilai.. penggunaan nama structure-nya tidak bisa langsung di gunakan.. .. dan Ani Oktarini 134 ... Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur. }. } nama_tipe_struktur. Sopiyan. char nama[15]. . karena secara otomatis menjadi sebuah tipe data.. Dan penggunaannya harus menggunakan objek/nama variabel yang menggunakan dari nama structure itu sendiri • Penulisan nama Structure dengan mengikuti bentuk umum kedua... }mahasiswa.

cout<<"masukan Nama = ".nama<<endl. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa. dan Ani Oktarini 135 .nim<<endl. cout<<"NIM = "<<mahasiswa. Adakah perbedaannya ? Frieyadie.nilai<<endl.nilai.nama.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct1. Pradita.h> #include<iostream. Sopiyan. cout<<"masukan NIM = ". clrscr( ). cout<<"\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n". Hasil Contoh 1b Bandingkanlah Contoh-1a dengan Contoh-1b berikut ini. cin>>mahasiswa. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 11.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1a /* ---------------------------.1. Ilamsyah. cin>>mahasiswa.h> #include<conio. cin>>mahasiswa.nim.h> main( ) { struct { char nim[5]. } mahasiswa. getch( ). cout<<"masukan Nilai Akhir = ".cpp */ /* ---------------------------. cout<<"Nama = "<<mahasiswa.*/ #include<stdio. char nama[15].

h> #include<iostream. Hasil Contoh 1b Frieyadie. dan Ani Oktarini 136 . }.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct2. cout<<"NIM : "<<mahasiswa. data mahasiswa.h> main( ) { struct data { char nim[10].nama<<endl. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11.nama[15]. cout<<"masukan NAMA : ". Ilamsyah.cin>>mahasiswa. cout<<"masukan NIM : ".nilai<<endl.cin>>mahasiswa.nama. cout<<"masukan NILAI AKHIR : ".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1b /* ---------------------------.cin>>mahasiswa. cout<<"NILAI AKHIR: "<<mahasiswa. getch( ). int nilai. cout<<"NAMA: "<<mahasiswa.nim<<endl.*/ #include<conio. clrscr( ).1b. cout<<"\n\n Data yang Anda Inputkan Adalah : "<<endl<<endl. Pradita. Sopiyan.h> #include<stdio.nim.cpp */ /* ---------------------------.nilai. } Output yang akan dihasilkan.

2. cout<<endl. cin>>mhs[i]. Ilamsyah. i++) { cout<<"Data Ke . i<2. cout<<"masukan Nilai Akhir = "."<<k++<<endl. for(i=0. k=1.h> char ket(float n)."<<j++<<endl. Structure dengan Array dan Function Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure. i++) { cout<<"Data Ke . } mhs[5]. float nilai. Berikut bentuk deklarasi array struktur: struct { elemen_struktur . } clrscr( ).nama. } nama_tipe_struktur[jml_index]. cout<<"masukan Nama = ".nim<<endl.cpp */ /* -----------------------------------------. . sehingga membentuk Array dari Structure. j=1.nilai.h> #include<conio.h> #include<iostream. Suatu elemen-elemen dari suatu Struktur dapat dikirimkan ke dalam suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel sederhana ke dalam suatu function. clrscr( ).nim.*/ /* Program Penggunaan structure pada function */ /* Nama File : struct4. Pradita. char nama[15]. main( ) { int i. i<2. cin>>mhs[i]. Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program berikut: Contoh-2 /* -----------------------------------------. Sopiyan. cout<<"masukan NIM = ". cout<<"NIM = "<<mhs[i].*/ #include<stdio. dan Ani Oktarini 137 .Modul Algoritma Pemrograman I 11. struct { char nim[5]. …………………. cin>>mhs[i]. Frieyadie. for(i=0.

} char ket(float n) { if(n > 65) return 'L'. Latihan Kerjakan tugas-tugas dibawah ini sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pengerjaan yang telah diberikan : 1.nilai)<<endl. Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nama = "<<mhs[i]. maka Nilai Hasil >= 80 • Jika Nilai Huruf = B. maka Nilai Hasil >= 56 • Jika Nilai Huruf = D. cout<<"Keterangan yang didapat = ".2. } getch( ). Ilamsyah. Hasil Contoh 2 11. maka Nilai Hasil >= 47 • Jika Nilai Huruf = E. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. Buatlah program untuk menghitung nilai Hasil dari nilai UTS. cout<<ket(mhs[i]. Buatlah sebuah function untuk menghitung nilai Hasil Nilai Hasil = (Nilai UAS * 40%) + (Nilai UTS * 60%) • Jika Nilai Huruf = A. UAS dan menampilkan nilai huruf yang akan didapat. else return 'G'. Pradita. maka Nilai Hasil >= 70 • Jika Nilai Huruf = C. Sopiyan. maka Nilai Hasil < 47 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 138 . cout<<endl.nama<<endl.nilai<<endl. cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i].3.

15000 Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. Pradita. dan Ani Oktarini 139 . Buatlah program untuk menghitung honor pegawai honorer dari suatu perusahaan dengan menghitung kelebihan jumlah jam kerja pegawai tersebut. 5000 + Honor harian • Jika jumlah jam kerja hanya 8 jam tidak mendapat honor lembur. hanya mendapat honor harian saja. maka kelebihan jam kerja dikalikan Rp. Frieyadie. Ilamsyah. Buatlah sebuah function untuk menghitung honor lembur Ketentuan lembur dihitung dari kelebihan jam kerja pegawai tesebut. Jam kerja normal pegawai sebanyak 8 jam • Jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. Honor harian pegawai honorer sebesar Rp. Sopiyan. seperti dibawah ini: 2.Modul Algoritma Pemrograman I Tampilan akhir adalah sebuah tabel.

Class juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut.1. Ilamsyah. pesan atau pernyataan antar objek. Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis. atau penggunaan atau manfaat dari objek tersebut. Pengertian OOP BORLAND C++ 12 Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut. Class Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata.1. 2. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I Class untuk Object Oriented Programming (OOP) 12. Methode Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan. seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil. kelompok buku dan lain-lain. Keuntungan Penggunaan OOP Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah: 1. memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari penggunaannya. Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai. Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan. dan Ani Oktarini 140 . warna. Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok fungsi. digunakan dan lainlain. 12. Mudah diperbaharui Frieyadie.1. 3. Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain. seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. Object Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud. panjang dan lain-lain. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode). Sopiyan.

Modul Algoritma Pemrograman I Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public. Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif 3. 4. ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. ketebalannya. int stok . method. temboknya dan lian-lain.1. protype function. dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis Obyek: 1. float harga . 12. method. warna catnya dan lain-lain. Nama Anggota Data Pendefinisian Objek Frieyadie. Ilamsyah. }. motor sport. maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public. }. jendelanya. Pradita. bentuk. Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Bentuk umum dari kelas: class class_ name { private: data element_class. public:c data element_class. Object Declaration. Sopiyan. atapnya. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek 2. dan Ani Oktarini 141 .2. Contoh deklarasi : Nama class class motor { char merk [50].

getch( ). garis( ). }. item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public. semua item di dalam kelas bersifat private.cin>>sekolah. cout<<"\t Nilai Siswa"<<endl <<"\t ------------"<<endl<<endl <<" NIS = "<<sekolah.nilai<<endl. Pada sebuah kelas.nis<<endl <<" Nama Siswa = "<<sekolah.cout<<endl. Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa disebut dengan objek.Modul Algoritma Pemrograman I Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport.h> garis( ) { cout<<"==============================\n". } Output yang dihasilkan dari program contoh-1 di atas adalah: Frieyadie. dan Ani Oktarini 142 .cin>>sekolah. cout<<"\t Program Nilai Siswa"<<endl <<"\t -------------------"<<endl. float nilai.cout<<endl.h> #include <conio. Contoh-1 //Penggunaan public pada class #include <iostream. } class siswa { public : char nis[9]. Ilamsyah. Sopiyan.nama<<endl <<" Nilai Akhir = "<<sekolah. Secara default.nama[20]. cout<<" Input Nilai Akhir = ". siswa sekolah. garis( ).nis. cout<<" Input Nama Siswa = ".cin>>sekolah. Public pada kelas Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas. semua item di dalam kelas sudah private. garis( ). A. main( ) { clrscr( ). Pradita. cout<<" Input NIS = ".nama. Jadi tanpa menuliskan kata kunci private. clrscr( ).nilai.

void keluaran( ).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 12. } Frieyadie.k. Contoh-2 //Penggunaan private pada class #include <conio. float v.1 Hasil Contoh-1 (Layar Input) Gambar 12.t.keluaran( ). public : tabung( ).h> #define pi 3.h> #include <iostream. Sopiyan. Pradita. Ilamsyah. void main( ) { clrscr( ). Private pada Kelas Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung. getch( ). s. dan Ani Oktarini 143 . tabung s.14 class tabung { private : int j. }.2 Hasil Contoh-1 (Layar Output) B.

} Output yang dihasilkan dari program contoh-2 di atas adalah: Gambar 12. cout<<" Masukan Jari-jari = ". int b. public: int inta( ).cin>>t. Sopiyan. Ilamsyah. k=(2*(pi*2*j))+t. Frieyadie. dan Ani Oktarini 144 . Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk memberikan nilai awal.cin>>j.Modul Algoritma Pemrograman I tabung :: tabung( ) { cout<<"\n Menghitung Tabung"<<endl <<" -----------------"<<endl<<endl.3 Hasil Contoh-2 12.2. } void tabung :: keluaran( ) { cout<<endl <<" Volume Tabung = "<<v<<endl <<" Keliling Tabung = "<<k<<endl. int intb( ). Pradita. Konstruktor Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada. Berikut contoh pendeklarasian suatu konstruktor di dalam sebuah kelas: class hitung { private: int a. cout<<" Masukan Tinggi = ". v=(pi*j*j)*t.

} bilangan :: bilangan( ) { cout<<"\n Konstruktor dijalankan . bulat = 5. bilangan a.2.. nyata = 3.h> #include <iostream. "<<endl.. double nyata. Sopiyan. getch( ). dan Ani Oktarini 145 .6. void main( ) { clrscr( ). bilangan b. Contoh-3 //Konstruktor #include <conio.h> class bilangan { private : int bulat.info( ).info( ). }. } Frieyadie. a. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I hitung(int mudah). //deklarasi constructor }. public : bilangan( ). //konstruktor void info( ). b. Pradita. } void bilangan :: info( ) { cout<<"\n Jenis Bilangan: "<<endl <<" Bulat = "<<bulat<<endl <<" Nyata = "<<nyata<<endl.

3. Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu setelah tidak menggunakannya lagi.keterangan( ).h> #include <string. Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga.//destruktor void keterangan( ). Contoh-4 //Destruktor #include <conio. matic. Destruktor Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah menyelesaikan tugasnya. Sopiyan.keterangan( ). dan Ani Oktarini 146 .30500000).Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-3 di atas adalah: Gambar 12. long harga. public : motor(char *nama.125. Ilamsyah. float cc. Pradita. long hrg).h> #include <iostream.h> class motor { private : char *merk. }.//konstruktor ~motor(). void main( ) { clrscr( ). motor matic("Honda Vario". sport. getch( ).14500000). float cc_mesin. } Frieyadie.4 Hasil Contoh-3 12. motor sport("Honda CBR".500.

4. Array pada Kelas Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array. Contoh-5 //Class dg Array & Fungsi #include <conio. } Output yang dihasilkan dari program contoh-4 di atas adalah: Gambar 12. Pradita.//merubah data karakter menjadi string strcpy(merk. Ilamsyah.//menghapus memori karakter pd merk } void motor :: keterangan( ) { cout<<"\n Informasi Motor:"<<endl <<" Merk = "<<merk<<endl <<" CC Mesin = "<<cc_mesin<<endl <<" Harga = "<<harga<<endl<<endl. Berikut ini contoh anggota dari suatu kelas yang berupa array.h> Frieyadie.5 Hasil Contoh-4 12. Sopiyan. } motor :: ~motor( ) { delete [ ] merk. float cc. dan Ani Oktarini 147 . harga=hrg. cc_mesin=cc.Modul Algoritma Pemrograman I motor :: motor(char *nama.h> #include <iostream. long hrg) { merk = new char[25].nama).

wherey()).cout<<kary[x].wherey()).nik.x<y. } clrscr( ).3). cout<<" -------------------------------------------------\n" <<" No. cout<<" Jumlah Jam :". Sopiyan.nm. getch( ).wherey()).wherey()). gotoxy(44. gotoxy(15. cout<<" NIK :". gotoxy(14.jam).jam). double grand=0. gotoxy(36.x<y.cin>>kary[x]. double total.nm.cin>>kary[x].wherey()).wherey()).cin>>kary[x]. gotoxy(16.jam.cout<<b++<<".cout<<kary[x]. int jam. cout<<" Nama Karyawan :".total.total=(40*20000)+kary[x]. kerja kary[15]. Ilamsyah. } float kerja::lembur(int l) { if (l>40) return(l-40)*30000. }. Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I class kerja { public : char nik[10]. } cout<<" -------------------------------------------------\n". gotoxy(44.cout<<kary[x].x++) { cout<<endl<<" Data Ke-:"<<a++<<endl.y. dan Ani Oktarini 148 .cout<<"Daftar Gaji Mingguan\n".x++) { gotoxy(3.cin>>y.cout<<kary[x].total<<endl.cout<<kary[x].jam. gotoxy(7.". cout<<" Total Keseluruhan Karyawan :".lembur(kary[x].cout<<"Karyawan Honorer\n". NIK Nama Jumlah Upah Total\n" <<" Karyawan Jam Lembur Gaji\n" <<" -------------------------------------------------\n".wherey()). grand=grand+kary[x].a=1. cout<<endl<<"Jumlah Data :".cout<<grand<<endl. main( ) { int x.nik. for(x=0. float lembur(int l). gotoxy(30.nm[25].b=1.lembur(kary[x].4). for(x=0. kary[x]. Pradita.

Sopiyan. Pradita. Inheritance Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit. satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism). } Output yang dihasilkan dari program contoh-5 di atas adalah: Gambar 12. Ilamsyah.5.Modul Algoritma Pemrograman I else return 0. dan Ani Oktarini 149 . Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan (Inheritance). haruslah memiliki karakteirstik. Sebagai Frieyadie.7 Hasil Contoh-5 (Layar Output) 12.5.1. Berikut akan dijelaskan karakteristik OOP tersebut: 12. Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of). pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation). Karakterisitk OOP Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang disebut Object Oriented Pemrograman (OOP).6 Hasil Contoh-5 (Layar Input) Gambar 12.

3. Class yang sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class yang baru disebut dengan derived class atau subclass. MACAN }. 2.h> enum KETURUNAN { PUMA. dan Ani Oktarini 150 . Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass). walalupun tidak semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas. Bobotnya(5){} Frieyadie. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. Tanpa inheritance. sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih. Dengan inheritance. Public Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. bila digabung menjadi mobil sport. Inherate sangat mirip dengan hubungan orang tua dengan anak. semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan. tipe asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. Pradita. class yang baru akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. class Predator { public: // constructors Predator( ):Usianya(10). Protected Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan. Berikut penulisan sintaksisnya: Class kucing_besar : Public predator Contoh-6 //pengunaan inheritance #include <iostream. Sopiyan. kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri. Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain. anda dapat menandai bahwa suatu kelas berasal dari mana.Modul Algoritma Pemrograman I contoh. yaitu : 1. Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. Manakala suatu kelas menerima warisan.h> #include <conio. Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas. atau child class. SINGA. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita. yakni memiliki motor. Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam. Private Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan. yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas. TUTUL. Ilamsyah. Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama. dan menyebabkan anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan.

} void Tidur( ) const {cout<< "ssshhh… Predator Tidur.\n". Ilamsyah. class Kucing_besar : public Predator { public: //constructors Kucing_besar ( ) : Keturunannya (SINGA) {} ~Kucing_besar( ) {} //Accessors KETURUNAN DptKeturunan() const { return Keturunannya.Modul Algoritma Pemrograman I ~Predator( ) {} //accessors int Umurnya( ) const {return Usianya. Pradita.. cout<<" Tahun Usianya \n". dan Ani Oktarini 151 . }.Meraung( ). } void setKeturunan(KETURUNAN keturunan) { Keturunannya = keturunan. Sibelang. ingin makan \n". } void Berburu( ) { cout<<" Berburu . } void SetBerat(int Berat) { Bobotnya=Berat.. } Frieyadie. } //other methods void Melompat( ) { cout<<" Melompat . getch( )... } private: KETURUNAN Keturunannya. } // method lainnya void Meraung( ) const { cout<< "Meraung . Sibelang. cout<<" Umur Raja Hutan adalah: "<<Sibelang.Umurnya().Berburu( ).. } int Beratnya ( ) const { return Bobotnya. suara Predator!\n". int main( ) { Kucing_besar Sibelang.} protected: int Usianya. }. } void SetUmur (int Umur) { Usianya = Umur. int Bobotnya.\n". Sopiyan..

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-6 di atas adalah:

Gambar 12.7 Hasil Contoh-6

12.5.2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya mendeklarasikan method sebagai virtual. Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut: 1. Virtual function harus anggota class. 2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis. 3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek. 4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat berupa virtual destructor.

Contoh-7

//Penggunaan Polymorphism #include <iostream.h> #include <conio.h> class HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya hewan peliharaan"<<endl; } virtual void makan( )// anggota class { cout<<" Makan... dibutuhkan hewan peliharaan"<<endl; } };

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

152

Modul Algoritma Pemrograman I class Jinak : public HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucu dan Jinak"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Diberi makan agar jinak"<<endl; } }; class Kucing : public Jinak { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya kucing"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Makanan dibutuhkan Kucing"<<endl; } }; void main( ) { //definisi Objek Jinak dan Kucing puma Jinak jinak; Kucing puma; //definisi pointer ke objek HewanPeliharaan *hewan; hewan=&jinak; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); cout<<" -----------------------------"<<endl; hewan = &puma; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); getch(); } Output yang dihasilkan dari program contoh-7 di atas adalah:

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

153

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 12.8 Hasil Contoh-7

12.5.3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation: 1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi 2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu interface 3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan. 4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data struktur Dua hal dalam enkapsulasi : 1. Information hiding 2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface (bagian private) dan implementation (bagian public). Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan. Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat menggunkan objek kita.

Contoh-8

//penggunaan encapsulation #include <conio.h> #include <iostream.h> class satu_kandang { int kandang;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

154

ayam1.hasil()<<endl.atur(2). } void main( ) { satu_kandang ayam1. } int satu_kandang :: hasil(void) { return kandang. ayam2.atur(7).Modul Algoritma Pemrograman I public: void atur(int nilai). dan Ani Oktarini 155 . Sopiyan. bebek=20. }. getch( ).9 Hasil Contoh-8 Frieyadie. ayam3. Pradita. cout<<" Nilai dari ayam1 adalah "<<ayam1. ayam3. void satu_kandang :: atur(int nilai) { kandang = nilai.atur(5). Ilamsyah. ayam2. cout<<" Nilai dari ayam2 adalah "<<ayam2. cout<<" Nilai dari bebek adalah "<<bebek<<endl.hasil()<<endl. } Output yang dihasilkan dari program contoh-8 di atas adalah: Gambar 12.hasil()<<endl. cout<<" Nilai dari ayam3 adalah "<<ayam3. int hasil(void). int bebek.

………… ……………. Pradita... Petunjuk : Gunakan kelas pegawai. …………... <terus mengulang sesuai jumlah pegawai yang diinputkan> Desain keluaran yang diingkinkan adalah sebagai berikut : PT. Anda sebagai staff programmer harus membuatkan program tersebut. …………. maka kelebihan jam dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp. Ilamsyah.. …………. Adapun ketentuan perhitungan gaji pegawai honorer adalah sebagai berikut : Honorer per hari yang diterima pegawai honorer sebesar Rp. ========================================================== No. … ………………..000 Jam kerja selama 8 Jam setiap harinya Jam bekerja lebih dari 8 jam. Meriang Gembira Tanggal : ……………….. ………… ……………. ………… ……………. …………. ---------------------------------------------------------------------------------------Data Ke-1 Nama Pegawai :………………….... Frieyadie. 25. Jumlah Jam Kerja :………………Jam Data Ke-2 Nama Pegawai Jumlah Jam Kerja :………………….. …………. Tanggal Input :……………….. Total Honor Pegawai Sebesar …………. Sopiyan..500. Desain masukan yang diinginkan adalah sebagai berikut PT. 1.. … ………………. …………. Nama Honor Jumlah Honor Total Pegawai Jam Kerja Lembur Honor ========================================================== … ……………….... :………………Jam …………. dan Ani Oktarini 156 .6 Latihan Seorang manager ingin dibuatkan sebuah program perhitungan gaji pegawai staff honor sederhana. ………….Modul Algoritma Pemrograman I 12. Meriang Gembira Jumlah :………………..

Pradita. label.Modul Algoritma Pemrograman I Studi Kasus Pra . Ilamsyah. fungsi. dan Ani Oktarini 157 . Adapun isi program yang dibuat harus memuat materi UAS : Array. kondisi.UAS Buatlah sebuah program aplikasi bertemakan bisnis secara berkelompok. Lalu buatkan bentuk rancangannya seperti contoh berikut: Bentuk Menu Utama Bentuk Input Bentuk Output Frieyadie. Sopiyan. looping. structure dan Class.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful