P. 1
53119060-Borland-C

53119060-Borland-C

|Views: 2|Likes:
Dipublikasikan oleh dos_vas

More info:

Published by: dos_vas on Apr 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2014

pdf

text

original

Disusun Oleh : Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah dan Ani Oktarini

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++

Pengenalan Bahasa C++
1.1. Sejarah Singkat
1.1.1. Sekilas Perkembangan Bahasa C

1

Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL. Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi UNIX. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.

1.1.2.

Sekilas Tentang C++

Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell, AT&T. Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

1.1.3.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan class.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

2

Modul Algoritma Pemrograman I

1.2. Pengenalan IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++, dapat digunakan untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Menulis Naskah Program. Mengkompilasi Program ( Compile ) Melakukan Pengujian Program ( Debugging ) Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking ) Menjalankan Program ( Running )

Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: Klik tombol Start pilih Program Borland C++ 5.02 klik Borland C++

Gambar 1.1. Menu Untuk Mengaktifkan Program Borland C++ Berikut lDE dari Borland C++, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.2.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

3

Sopiyan. Options. c.CPP d. Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek. Jika pertama kali anda membuat program. dan Ani Oktarini 4 . Pradita. Debug. compiler. Jendela Editor Tempat untuk pengetikan program dan membuat program. seperti icon open. waktu yang sedang berjalan). terbagi menjadi 4 (empat) bagian. Project. run dan lainlain. nama file jendela editor adalah NONAME00.02 IDE pada Borland C++. e. Window dan Help. maka akan diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya. IDE Borland C++ 5. Baris Menu ( Menu Bar ) Menu utama terdiri dari.3. File. Ilamsyah. Run. Compile. Baris Peralatan (Tools Bar) Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam pembuatan program-program C++.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Pembuka Borland C++ Menu Bar Tools Bar Jendela Editor Jendela Message Status Bar Gambar 1. Baris Status (Status Bar) Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris dan kolom. Edit. Search. yaitu: a. save. Frieyadie. Jendela Message Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program. b.

Model Memori Borland C++. setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu. cout merupakan perintah keluaran pada C++ 5. Frieyadie. main() merupakan awal mula dari blok program utama 3. sama seperti struktur program C yang terdahulu. mempunyai enam model memori untuk program dan data. Bentuk Umum: #include <file-header> main() { pernyataan. apabila ditempatkan sebelum funtuator }. Model Tiny Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari 64 Kb.3. Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi.4.h) 2. getch(). Sopiyan. Model-model memori tersebut adalah: a. apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream. Ilamsyah. Pradita. } Contoh-1 1. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh. maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan hasil 1. dan Ani Oktarini 5 .Modul Algoritma Pemrograman I 1. tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program 4. Struktur Program C++ Struktur program C++.

kemudian dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file .CPP.Modul Algoritma Pemrograman I b. Pradita. Model Medium Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. c. Model Large Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K. Cara mengaktifkannya : Klik Menu File Klik New Text Edit Gambar 1. Model Compact Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. Ilamsyah.5. Model Small Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb. 1. d. Model Huge Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data. d. e. Membuat File Editor File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi. Sopiyan.5 Cara Menampilkan Text Edit Frieyadie. dan Ani Oktarini 6 .

7. Menekan HotKey Ctrl + KS. Save All Digunakan untuk menyimpan semua File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Hotkey yang ada bisa gunakan untuk menyimpan dengan menekan tombol Ctrl + KS. Frieyadie. dan Ani Oktarini 7 .6. seperti dibawah ini : Gambar 1. Kik Menu File  Save b. Save As Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk dengan nama file yang berbeda. Menyimpan File Editor Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. diantaranya yaitu : Save Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Pradita. Ilamsyah. Sopiyan. maka selanjutnya disimpan dengan cara : a. Selanjutnya tampil jendela Save File As.02 terdapat tiga cara menyimpan file editor.6 Jendela Text Edit 1. Jendela Save File As Pada Borland C++ 5.

9 Kotak Dialog Run Setelah proses menterjemahkan program. selanjutnya tampil hasil seperti gambar 1.melakukan proses linking. seperti dibawah ini : Gambar 1. Pradita. dan Ani Oktarini 8 . Menterjemahkan Program Proses Compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin. Sopiyan.8.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Menekan HotKey Alt + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Compile.10 dibawah ini : Frieyadie. membuat file eksekusi ( . proses linking. Menekan HotKey Ctrl + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Run.7. seperti dibawah ini : Gambar 1. Kik Menu Debug Run b. Menjalankan Program Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program. yaitu dengan cara: a.8 Kotak Dialog Compile 1. Kik Menu Debug Compile b. yaitu dengan cara : a.exe ) dan sekaligus menjalankan program. Ilamsyah.

dan Ani Oktarini 9 . Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Membuka File Editor Penjelasan Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat. seperti dibawah ini : Frieyadie.10 Contoh Hasil Keluaran Program 1.Mencetak File Editor Penjelasan Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara Klik File Print Selanjutnya tampil Jendela Print Option. Ilamsyah.11 Jendela Open File pada C++ 1. Pradita. seperti dibawah ini : Gambar 1. dengan cara : Klik Menu File Open Selanjutnya tampil Jendela Open.10.9.

Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Ilamsyah.11.12 Jendela Print Option 1.02 Keluar dari Aplikasi Borland C++ 5.02. dan Ani Oktarini 10 . Pradita. Keluar dari Borland C++ 5. Sopiyan. dengan cara File Exit Frieyadie.

Tipe Data Tambahan Tambahan Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai Unsigned Integer Unsigned Character Unsigned Long Integer 2 Byte 1 Byte 4 Byte 0 – 65535 0 – 255 0 – 4.294.d 127 -32768 s. yang dimiliki oleh Borland C++.435.2.7 x 10+308 3.d 1.1 x 10+4932 5–7 15 – 16 19 Jumlah Digit Tipe Data Tambahan.967.d 2.d 32767 -2.7 x 10-308 s. Tabel 2. Konstanta Bilangan Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok. diantaranya: Tabel 2.147.d 32767 -32768 s. Sopiyan.d 1. Tipe Data Tipe Data Char Int Short Long Float Double Long Double Ukuran Memori 1 Byte 2 Byte 2 Byte 4 Byte 4 Byte 8 Byte 10 Byte Jangkauan Nilai -128 s.647 3. Konstanta Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap.d 3. Pradita.435. Ilamsyah.4 x 10-4932 s. Pengenalan Tipe Data Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan.295 2.Modul Algoritma Pemrograman I Pengenalan Model Data.2. yaitu: • Konstanta Bilangan • Konstanta Teks A.1. dan Ani Oktarini 11 . adalah : Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja.4 x 10-38 s.4 x 10+38 1.147.648 s.1. Perintah Masukan dan Keluaran BORLAND C++ 2 2. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian. antara lain: Frieyadie.

Deklarasi Konstanta Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const. const float phi = 3. Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya. Pradita. 100 2. Konstanta Teks Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok. 2. atau const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta. “Y” dan lain-lain. C. B.22e3 4. Contoh : 1. Data Teks (String).22 x 103 )s 3. Ilamsyah. 1. 3. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point. Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ).Modul Algoritma Pemrograman I 1. dan Ani Oktarini 12 . Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ). Sopiyan. Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain. notasi atau simbol. pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point. 2.57 ) • Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4. Bentuk penulisannya : const nama_konstanta = nilai konstanta. angka. Frieyadie. Contoh: const x = 89. mempunyai bentuk penulisan.14. yaitu : • Bentuk Desimal ( contoh : 5. Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). antara lain. Data Karakter (Character). Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision ) Konstanta Double Precision. Contoh : “Virusland”. tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar. Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan. Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal. “AMIK BSI”. Konstanta Bilangan Bulat (Integer). “Jakarta”.

Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih). yaitu : • Variabel Numerik • Variabel Teks A.3. 3. B. String ( Untuk Rangkaian Karakter ) C. dibagi menjadi dua jenis kelompok. Pradita. Deklarasi Variabel Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut. Deklarasi Variabel TIPE VARIABEL Integer Floating Point Double Precision Karakter Unsigned Integer Unsigned Character Long Integer Unsigned Long Integer Bentuk penulisannya : Tipe data nama variabel. Dalam pemberian nama variabel.Modul Algoritma Pemrograman I 2. Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point. Bilangan Bulat atau Integer 2. Variabel Text 1. dan Ani Oktarini 13 . Ilamsyah. Character ( Karakter Tunggal ) 2. Sopiyan.3. Variabel. Tabel 2. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( . Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision. ). Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika. seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri. mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain : 1. SIMBOL DEKLARASI Int Float Double Char unsigned int unsigned char long int unsigned long int Frieyadie. Variabel Numerik Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam : 1. 2.

Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh Deklarasi char nama_mahasiswa[20].4. konstanta dan ungkapan.2). argumen-1.%d”.1 printf( ) Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar. char grade.’b’. Argumen ini dapat berupa variabel. int nilai. diantaranya adalah : printf( ) puts( ) putchar( ) cout( ) 2. String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format. printf("string-kontrol". Ilamsyah. dan Ani Oktarini 14 . …). Penentu Format Printf( ) TIPE DATA Penentu Format Untuk printf( ) Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Bentuk Desimal dan Pangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer %d %f %e %g %lf %c %s %u %ld %lu %x %o printf(“%c merupakan abjad yang ke . 2. Pradita. Sopiyan.4. argumen-2. Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan. Tabel 2.4. Perintah Keluaran Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++. float rata_rata .

printf("Nilai Tugas 1: %2f \n". nama. printf(“hai %s. Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak. int nilai = 100. nilai). clrscr( ). tampilan yang tampak biasanya kurang bagus.h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 15 . getch( ).h> main( ) { char nama =”dita”.a1). printf("Nilai Tugas 2: %2f ". jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah: Frieyadie. } Gambar 2.h> #include <conio.h> #include<iostream. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1 #include <stdio.50. Pradita.5.h> main( ) { float a1=87. 1 Hasil Contoh 1 a. Penggunaan Penentu Lebar Field Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan.a2).h> #include<conio. a2=77. clrscr( ). Kamu mendapatkan Nilai %i” . Ilamsyah. Berikut bentuk penulisannya: Contoh-2 #include<stdio.

Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. clrscr().2f". } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.50.2f \n".a2). 3 Hasil Contoh 3 b.5. Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain : Tabel 2. printf("Nilai Tugas 2: %2.a1).h> #include<iostream. a2=77.5. printf("Nilai Tugas 1: %2. Pradita. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 #include<stdio. getch( ).h> main( ) { float a1=87. jika menggunakan penentu lebar field adalah Gambar 2. Sopiyan. Penggunaan Escape Sequences. dan Ani Oktarini 16 . Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar). Escape Sequences ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN \b \f \n \r \t \' Backspace Formfeed Baris Baru Carriage Return Tab ( default = 8 karakter ) Tanda kutip tunggal ( ' ) Frieyadie.h> #include<conio.

2f ". float a = 88.2. Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string printf( ) Harus menentukan tipe untuk data string. Pradita.b. printf("%8s\t %7s\t %8s ".nama3[10]="Fitri". Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah : Tabel 2. ( aa menunjukkan angka ASCII ybs ) Kode ASCII dalam octal. getch( ). karena sudah dibeikan secara otomatis. Ilamsyah. Untuk mencetak pindah baris memerlukan notasi ‘ \n ‘ tidak perlu notasi ‘ \n ‘ . b = 90.nama3).Modul Algoritma Pemrograman I \" \\ \xaa \aaa Tanda Kutip Ganda ( " ) Backslash Kode ASCII dalam hexadecimal. Untuk mencetak pindah baris. } Gambar 2. dan Ani Oktarini 17 . yaitu %s puts( ) data Tidak Perlu penentu tipe data string. printf("\n%8.6. puts( ) berasal dari kata PUT STRING. a.nama2. karena fungsi ini khusus untuk tipe data string.2. 4 Hasil Contoh 4 2.nama2[10]="Ani".h> #include<conio. (aaa menunjukkan angka ASCII ybs ) Contoh-4 #include<stdio.8.4. puts( ) Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf().2f \t %8. nama1.5.c). yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar. Frieyadie. c = 98.2f \t %8.h> main( ) { char nama1[10]="Dita". Sopiyan. clrscr( ).

clrscr(). dan Ani Oktarini 18 . putchar('2'). puts("Anda Kuliah di "). dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. putchar('I'). putchar('-').h> #include <conio. Pradita. putchar('S'). puts(a). Contoh-5 #include <stdio. Sopiyan.3.4. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 2.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-5 #include <stdio. getch( ). Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris. putchar('9'). } Output yang akan dihasilkan.h> main() { char nama[5] = "BSI". putchar( ) Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. Ilamsyah. 5 Hasil Contoh 5 2. putchar('0'). putchar('0').h> #include <conio.h> main( ) { clrscr( ). putchar('B'). } Output yang akan dihasilkan.

jumbar2=23. } Output yang akan dihasilkan. endl end flush() dec() hex() oct() setbase() setw() setfill() setprecision() setosflags() Frieyadie. dan Ani Oktarini 19 . Contoh-7 #include <stdio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.4. clrscr( ). Fungsi Manipulator Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar. Untuk menggunakan fungsi cout ini. antara lain. untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip. Pradita. Ilamsyah. cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1.4.5.h> #include <conio. 7 Hasil Contoh 7 2. Sopiyan. Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++. getch( ).h .4.h> #include <iostream. 6 Hasil Contoh 6 2.h . harus menyertakan file header iostream. cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2.h> main( ) { int jumbar1=150. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 2. cout Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar.

dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 2. Pradita.h> # include<iostream.. char alamat[20]="Jakarta Selatan".h> main( ) { int a. d. diantaranya: a. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL. ends ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter. Ilamsyah. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk. endl endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. clrscr( ).nama[15]="Andi". cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator. b. cout<<"Nim :"<<nim<<endl. Sopiyan.h> # include <iostream.h . 8 Hasil Contoh 8 b.h> # include<conio. Contoh-9 # include <stdio. c. getch( ). 20 Frieyadie.h> main( ) { char nim[9]="12098890". cout<<"Nama :"<<nama<<endl. } Output yang akan dihasilkan.h . Contoh-8 # include<stdio. File header yang harus disertakan adalah file header iostream. File header yang harus disertakan adalah file header iostream.h> # include <conio. dan Ani Oktarini .

File header yang harus disertakan adalah file header iomanip.h> # include <conio. oct dan hex dec. dari program contoh-10 diatas adalah: Frieyadie. cin>>b. Sopiyan. dec. cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl. cin>>a. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl. cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends. cout<<"Masukan Nilai B : ". cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl. oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10). 9 Hasil Contoh 9 c. cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl. Pradita. cout<<"Masukan Nilai A : ". clrscr( ).h> # include <iostream. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 2. cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int nilai = 320. Contoh-10 # include <stdio. d = a * b. oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16). c = a % b. dan Ani Oktarini 21 .h .h> # include <iomanip. getch( ).

cout<<setiosflags(ios::fixed). } Output yang akan dihasilkan.54. cout<<setprecision(1)<<c<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ).h> # include <iostream.h> main( ) { float a.23. cout<<setprecision(4)<<c<<endl. Ilamsyah.c.h . dari program contoh-11 diatas adalah: Gambar 2. file header yang harus disertakan adalah file header iomanip. Sopiyan. Pradita.h> # include <iomanip. cout<<setprecision(5)<<c<<endl. b = 12. clrscr( ). getch( ). cout<<setprecision(3)<<c<<endl. 10 Hasil Contoh 10 d. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. c = a * b. a = 25. dan Ani Oktarini 22 .b. Contoh-11 # include <conio. cout<<setprecision(2)<<c<<endl. setprecision( ) Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan.

cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl.h> # include <iostream. } Output yang akan dihasilkan. yaitu : • Octal = basis 8 • Decimal = basis 10 • Hexadecimal = basis 16 Contoh-12 //Penggunaan Manipulator setbase() # include <stdio.Modul Algoritma Pemrograman I e.12. Sopiyan. cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n". Pradita.a++) { cout<<setbase(10)<<a<<" ".h . Hasil Contoh-12 Frieyadie. cout<<setbase(16)<<a<<endl. File header yang harus disertakan file header iomanip. } getche( ).h> # include <conio. for(a=250. Decimal dan Hexadecimal. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 23 . setbase( ) setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal. dari program contoh-12 diatas adalah: Gambar 2. clrscr( ). cout<<setbase(8)<<a<<" ". cout<<"----------------------------"<<"\n".a<=260. Bentuk penulisannya : setbase(base bilangan).h> # include <iomanip. Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan.h> main( ) { int a = 250.

a++) { cout<<setw(a)<<a<<endl. cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n". for(a=1. getche( ). Pradita. dan Ani Oktarini 24 .h> # include <iostream. Contoh-13 // Penggunaan Manipulator setw() # include <stdio. setw() setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel.h> # include <iomanip.h> # include <conio. Hasil Contoh-13 Frieyadie.a<=15. cout<<"-------------------------------"<<"\n". } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.13.h> main( ) { int a. Sopiyan. integer. } cout<<"-------------------------------"<<"\n".Modul Algoritma Pemrograman I f. n = merupakan nilai lebar tampilan data. File header yang harus disertakan file header iomanip.h . Bentuk penulisannya : setw(int n). dari program contoh-13 diatas adalah: Gambar 2. clrscr( ).

File header yang harus disertakan file header iomanip. Contoh-14 // penggunaan setfill dan setw( ) # include <stdio.a<=15.14. clrscr( ). Sopiyan. Hasil Contoh-14 Frieyadie. } getche( ). cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n".h> # include <iomanip. setfill() setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw(). Ilamsyah. Pradita. cout<<setw(a)<<a<<endl.h> # include <conio.h> # include <iostream. Bentuk penulisannya : setfill(charakter). for(a=1.Modul Algoritma Pemrograman I g. dan Ani Oktarini 25 . dari program contoh-14 diatas adalah: Gambar 2.h .a++) { cout<<setfill('-'). cout<<"-------------------------------"<<"\n".h> main( ) { int a. } Output yang akan dihasilkan.

Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b.. } Output yang akan dihasilkan. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a. 1. ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal. Pradita. Frieyadie.h . dari program contoh-15 diatas adalah: Gambar 2. Sopiyan. Hasil Contoh-15 2.h> # include <iomanip. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi. cout<<"Rata Sebelah Kanan = ". Ilamsyah. antara lain. dan Ani Oktarini 26 . file header yang harus disertakan file header iomanip. b = 56. Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ). Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). yaitu: ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial.h> # include <conio. cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n". cout<<endl. setiosflags( ) Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data.h> main( ) { int a = 75.h> # include <iostream. ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan Contoh-15 //tanda format ios::left dan ios::right # include <stdio. pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ).15. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I h. cout<<"Rata Sebelah Kiri = ". getche( ).

cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75. cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ".16. dari program contoh-16 diatas adalah: Gambar 2. Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-16 //tanda format ios::scientific dan ios::fixed # include <stdio. ios::oct.45 adalah ". cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75. cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ".h> # include <conio. cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl.h> # include <iostream. Sopiyan. Contoh-17 //tanda format ios::dec. Oct dan Hex Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal. yaitu: ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal. cout<<"Hasil ios::fixed dari 56. cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = " cout<<setiosflags(ios::hex)<<15.65 adalah ".h> # include <conio.h> main( ) { clrscr( ).65. Pradita.h> main( ) { clrscr( ).h> # include <iomanip. ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal. Tanda Format Konversi Dec. dan Ani Oktarini 27 . cout<<"\n\n". cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56.h> # include <iostream. Octal dan Hexadecimal. ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal.h> # include <iomanip. cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl. Hasil Contoh-16 3. getche( ). Ilamsyah. getche( ).45<<endl. cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n". ios::hex # include <stdio.

dari program contoh-18 diatas adalah: Frieyadie. Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format: ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal. cout<<"Tanpa Dengan \n". dan Ani Oktarini 28 . a++) cout<<hex<<a<<endl. cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl. cout<<"Konversi Konversi \n".a+5).h> # include <iostream. } Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { int a.h> # include <conio. Pradita. a<=15. Sopiyan. Hasil Contoh-17 4. cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n". for (a=1.17.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan.h> # include <iomanip. cout<<"-------------------------\n". dari program contoh-17 diatas adalah: Gambar 2. a++) { gotoxy(15. a<=15. Ilamsyah. } getche( ). cout<<"-------------------------\n". for (a=1. Contoh-18 //tanda format ios::uppercase # include <stdio. clrscr( ).

} for (a=1. cout<<"----------------------------\n". Frieyadie.a+5).h> # include <iomanip. Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format: • ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal. cout<<"Penggunaan ios::showbase\n". Sopiyan. Contoh-19 //tanda format ios::showbase # include <stdio. a<=15. clrscr( ). cout<<"----------------------------\n". a++) { gotoxy(15.h> # include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n".h> # include <iostream. for (a=1. Pradita.18 Hasil Contoh-18 5. a<=15. cout<<dec<<a<<endl.a+5). cout<<setiosflags(ios::showbase).h> main( ) { int a. a++) { gotoxy(4. dan Ani Oktarini 29 . Ilamsyah.

cout<<oct<<a<<endl. //-> tanpa tanda format ios::showpoint cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl. Frieyadie. Ilamsyah. getche( ). } cout<<"----------------------------\n".h> # include <conio.a+5). a++) { gotoxy(25. } Output yang akan dihasilkan.h> # include <iostream.h> main() { double a = 78. dan Ani Oktarini 30 . clrscr( ). Pradita. } for (a=1.h> # include <iomanip. a<=15.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<hex<<a<<endl. Sopiyan. Tanda Format Menampilkan Titik Desimal Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format: • ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double. dari program contoh-19 diatas adalah: Gambar 2. Contoh-20 //tanda format ios::showpoint # include <stdio. Hasil Contoh-19 6.19.

Ilamsyah. dan Ani Oktarini 31 . cout<<setiosflags(ios::showpos).h> # include <iostream. clrscr( ). cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". cout<<"\n\n". Hasil Contoh-20 7. dari program contoh-20 diatas adalah: Gambar 2. cout<<setiosflags(ios::showpoint).20.h> main( ) { int a = 8. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. dari program contoh-21 diatas adalah: Frieyadie. //-> dengan tanda format ios::showpoint cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl. Pradita.h> # include <iomanip. Contoh-21 //tanda format ios::showpos # include <stdio. cout<<"Variabel a = "<<a<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n". b = -9. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + ) Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format: • ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif.h> # include <conio. cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl. cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". getche(). getche( ). } Output yang akan dihasilkan.

Sopiyan.7. dan Ani Oktarini 32 . Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: scanf("penentu format". Perintah Masukan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++.5.h> #include<conio. scanf( ) Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.1.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. diantaranya adalah: scanf( ) gets( ) cout( ) getch( ) getche( ) 2. Ilamsyah.h> Penentu Format Untuk scanf( ) %d %e atau %f %e atau %f %lf %c %s %u %ld %lu %x %o Frieyadie.21.h> #include<iostream. Tabel 2. Hasil Contoh-21 2. simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju. Penentu Format scanf( ) TIPE DATA Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer Contoh-22 #include<stdio.5. Pradita. &nama-variabel).

2.scanf("%s".h> # include <conio. dari program contoh-22 diatas adalah: Gambar 2.h> main( ) { char nm1[20].&hobby). printf("Hobby: "). clrscr( ). Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: gets(nama-variabel-array). printf("Kelas: ").Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { char nama[15]. char nm2[20]. Sopiyan.kelas[20]. Contoh-23 # include <stdio.hobby[15].&nama). getch( ). printf("\tBIODATA SAYA\n"). 22 Hasil Contoh 22 2. clrscr( ).&kelas). printf("Nama : ").scanf("%s". Perbedaan scanf( ) dengan gets( ) scanf( ) gets( ) Tidak dapat menerima string yang Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan mengandung spasi atau tab dianggap sebagai data terpisah dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. gets( ) Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string. Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah: Tabel 2. Frieyadie. Pradita.scanf("%s". dan Ani Oktarini 33 .8.5.

puts(nm1). getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I puts("Masukan nama ke . Sopiyan.2 = "). scanf("%s".nilai2. dan Ani Oktarini 34 .5. Pradita. 12 Hasil Contoh 23 2.&nm2). cout<<"Masukan Nilai 1 : ".%s".").h> # include <conio.h> # include <iostream. puts("Senang Berkenalan Dengan Anda .. total. printf("Senang Berkenalan Dengan Anda .%s".h . Untuk menggunakan fungsi cin ini.h> main( ) { int nilai1. clrscr( ). nm1). } Output yang akan dihasilkan. printf("\n\n"). printf("Masukan nama ke . puts(nm2).3. printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . dari program contoh-23 diatas adalah: Gambar 2. gets(nm1). Frieyadie. harus menyertakan file header iostream.1 = "). printf("\n\n"). cin>>nilai1. cin Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data. puts("Senang Berkenalan Dengan Anda ."). Contoh-24 # include <stdio... nm2). Ilamsyah. cout<<"Masukan Nilai 2 : "..

Modul Algoritma Pemrograman I cin>>nilai2; total=nilai1+nilai2; cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:

Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24

2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h. Contoh-25 # include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getch( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:

Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

35

Modul Algoritma Pemrograman I

2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.

Contoh-26

# include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getche( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch ( ); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:

Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26

Kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan tampilan hasil program yang di eksekusi agar tidak langsung kembali ke listing program tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.

2.6. Tugas
1. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa, dengan ketentuan sebagai berikut : Nim Siswa, Nama Siswa, Nilai Tugas 1, Nilai Tugas II, Nilai Tugas III diinput.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

36

Modul Algoritma Pemrograman I Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Tugas I, II dan III dibagi dengan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nim Siswa Nama Siswa Nilai Tugas I Nilai Tugas II Nilai Tugas III Layar Keluaran Nim ........ Siswa yang bernama …… Memperoleh nilai rata-rata ….. dari hasil tugas yang diikutinya. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan * 20% : …… Nilai Tugas * 30% : …… Nilai Ujian * 50% : …… Jadi Siswa yang bernama …… memperoleh nilai akhir sebesar ….. : : : : : : : : :

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

37

Sopiyan. Operator Aritmatika Operator * / % + − Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian (mod) Penjumlahan Pengurangan Contoh 4*5 8/2 5%2 7+2 6−2 Operator yang tergolong sebagai operator Unary. Pradita. dan Ani Oktarini 38 .1. adalah: Frieyadie. pengurangan dan lain-lain.1. seperti penjumlahan. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operator Borland C++ 3 Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program. yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi. Operator mempunyai sifat sebagai berikut: • Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : -5 Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : 4 + 8 Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : (10 % 3) + 4 + 2 • • 3. Operator Aritmatika Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah: Tabel 3.

printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” . getch( ).Y= %i \n”. cin>>x.2. 1 Hasil Contoh 1 3.h> main( ) { int x. b=0.h> #include <conio.y. cout<<"Masukan Nilai A : ". Bentuk Umum : • • Variabel. d = x * y. cin>>y. dan Ani Oktarini 39 .Modul Algoritma Pemrograman I Tabel 3. Ekspresi Aritmatika Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai. cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl. c = x% y. Sopiyan. a=0.1. printf(“Hasil Dari B=X . a=x+y.b) cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl. b=x-y.1. a). Operator Unary Operator + − Keterangan Tanda Plus Tanda Minus Contoh −4 +6 Contoh-1 #include <stdio. cout<<"Masukan Nilai B : ". c = 0. clrscr( ). dikenal dengan sebutan LValue (Left Value) Ekspresi Aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value) Frieyadie.h> #include <iostream. } Output yang akan dihasilkan. Pradita. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 3. d = 0. Ilamsyah.

1. selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda yang dapat digunakan secara bersamaan. Ilamsyah. Didalam suatu ekspresi aritmatika. LValue harus selalu berupa variabel tunggal. 3.h> 40 Frieyadie. dan Ani Oktarini . Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A=5 Contoh-2 #include <stdio. 3. Urutan operator aritmatika sebagai berikut : Tabel.Modul Algoritma Pemrograman I • Tanda “ = “. penggunaan nya tergantung letak. Bila LValue bukan berupa variabel.2.h> #include <conio.3.h> #include <iostream. variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika. penggunaan nya tergantung letak. maka akan tampil pesan kesalahan LValue required in function … RValue dapat berupa konstanta. dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator). Tabel Hierarki Operator Aritmatika Operator * atau / % + atau Keterangan Tingkatan operator sama. Sopiyan. yang didepan didahulukan Sisa Pembagian Tingkatan operator sama. yang didepan didahulukan Contoh A=8+2*3/6 Langkah perhitungannya : A=8+6/6 (6/6=1) A=8+1 A=9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”. Hierarki Operator Aritmatika. Pradita.

cout<<" B = (8 + 2) * 3 /6"<<endl. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A+1 Dari penulisan ekspresi diatas.2. cout<<endl. getch( ). Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi A += 1 Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. printf(" Hasil dari B = %i ". Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya: Tabel. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 3. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl. clrscr( ). 3. a = 8 + 2 * 3 / 6. b = (8 + 2) * 3 / 6. Tabel Operator Pemberi Nilai Aritmatika Operator *= /= %= += -= Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian Penjumlahan Pengurangan Frieyadie.4. Pradita.b). cout<<" A = 8 + 2 * 3 / 6"<<endl. b. 2 Hasil Contoh 2 3. dan Ani Oktarini 41 . Operator Pemberi Nilai Aritmatika Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “ = “.

maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini. (nilai saat ini: y = 4. dan Ani Oktarini .3. x=6) int x=5. sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan. sedangkan • Jika diletakan dibelakang variabel. disederhanakan menjadi A ++ atau A-Operator “ ++ “ atau “ -.“ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel.5. Sopiyan.1. Contoh Penambahan: int x=5. (nilai saat ini: y = 6. Keterangan : 1. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan. Operator Penambah dan Pengurang Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai. Pengurangan: mengurangkan 1 ke nilai variabel.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Penambahan: menambahkan 1 ke nilai variable. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang. • Jika diletakan didepan variabel. y = --x. prefix (--A) atau postfix (A --) Kedua bentuk penulisan operator ini mempunyai arti yang berbeda. Ilamsyah. x=4) Contoh-3 /* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/ #include <stdio. (nilai saat ini : y = 5. Pradita. (nilai saat ini: y = 5. x=4) int x=5. Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. y = x--. 3.h> 42 Frieyadie. prefix (++A) atau postfix (A ++) 2. x=6) Pengurangan: int x=5. Tabel Operator Penambah dan Pengurang Operator ++ -Penambahan Pengurangan Keterangan A = A + 1 atau A = A . Tabel. y = ++x. y = x++.h> #include <conio.

printf("\nNilai ++A = %d". printf("Nilai A = %d". ++a). printf("\nNilai --B = %d".h> #include<conio. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a = 10. clrscr( ). b = 5. a). getch( ). Pradita. clrscr( ). dan Ani Oktarini 43 . a). dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. 3 Hasil Contoh 3 Contoh-4 /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include<stdio. Ilamsyah. printf("\nNilai B = %d". printf("\nNilai ++A = %d". dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 3.h> main( ) { int a = 10. b). printf("\nNilai --B = %d". printf("\nNilai B = %d". printf("\nNilai A = %d". printf("Nilai A = %d". b). b). a). a++). } Output yang akan dihasilkan. b--). b = 5. --b). Sopiyan.h> #include<iostream. printf("\nNilai B = %d". } Output yang akan dihasilkan.

dan Ani Oktarini 44 == != > < >= <= Contoh-5 . y. c = x > y. c. } Frieyadie. 4 Hasil Contoh 4 3. Tabel. cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl. f. getch( ). a = x = = y. clrscr( ). cout<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl. Sopiyan. cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl. e. b = x != y. f = x <= y. cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl.h> #include <iostream.4. b.5. cin>>y. cin>>x. cout<<"Masukan Nilai Y = ".Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 3. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). Ilamsyah. Operator Relasi Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Pradita. 3. d. x. Tabel Operator Relasi Operator Keterangan Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) Tidak Sama dengan Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari sama dengan Kurang Dari sama dengan #include <stdio.h> #include <conio. cout<<"Masukan Nilai X = ". d = x < y. e = x >= y.h> main( ) { float a.

5. bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR. akan dianggap BENAR.3 >= 4 A T T F F Contoh : Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 Frieyadie. Tabel Logika And B A && B T T F F T F F F A + 4 < 10 B>A + 5 C .5. 5 Hasil Contoh 5 3. Operator Logika AND Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. Tabel. dan Ani Oktarini 45 . 3. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False).1. Tabel Operator Relasi Operator && || ! Keterangan Operator Logika AND Operator Logika OR Operator Logika NOT 3. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 3.5. Pradita. Sopiyan. Operator Logika Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi.

g. getch( ). dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 3. Pradita. cout<<endl. f. maka A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 SALAH = 0 Contoh-6 /* Penggunaan Operasi Logika AND */ #include<stdio. Ilamsyah. e = b > a + 5. f = c . cout<<endl<<endl. d. h. cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I Jika nilai A = 3. C = 7. cout<<"Masukan Nilai A = ". c. b.3 >= 4. clrscr( ).h> #include<iostream. cout<<"Masukan Nilai C = ". e. cin>>c. cout<<"Masukan Nilai B = ". cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " <<g. cout<<endl<<endl.3 >= 4 adalah " <<f.h> #include<conio.h> main( ) { float a. cin>>b. cin>>a. 6 Hasil Contoh 6 Frieyadie. // Proses d = a + 4 < 10. dan Ani Oktarini 46 . Sopiyan. cout<<"Hasil dari f = c . g = d && e && f. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C – 3 >= 4 7 – 3 >= 4 BENAR Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR. B = 3. cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl.

cin>>c.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Ilamsyah. Tabel Logika Or B A || B T T F T T T F F A + 4 < 10 B>A + 5 C-3>4 A T T F F Contoh Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi.5.h> #include<conio. Frieyadie. g = d || e || f. d = a + 5 > 10. b. B = 3. h. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C . cout<<endl<<endl. cin>>a. e=b>5+a.h> #include<iostream. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 Jika nilai A = 3. Sopiyan.4 <= 7. cin>>b. maka akan bernilai SALAH. C = 7. Pradita. f = c . c. Operator Logika OR Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. cout<<"Masukan Nilai A = ". f.3 > 4 7–3>4 SALAH Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR. akan dianggap BENAR. e. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 BENAR = 1 Contoh-7 /* Penggunaan Operasi Logika OR */ #include<stdio.2. cout<<"Masukan Nilai B = ". clrscr( ).h> main() { float a. bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH. cout<<"Masukan Nilai C = ". dan Ani Oktarini 47 . d. maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR. g.

cout<<"Masukan Nilai A = ". Frieyadie. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 3. dan Ani Oktarini 48 . cout<<"Masukan Nilai C = ". e = b > a + 5. clrscr( ). Pradita.4 <= 7 adalah " <<f. g. cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g. b. cout<<"Hasil dari f = c . cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. f = c . cout<<endl. d. cin>>b. cout<<"Masukan Nilai B = ". cout<<endl<<endl. cout<<"Hasil dari d = a + 5 > 10 adalah " <<d<<endl. g = d && e && f. cout<<endl<<endl.h> #include<iostream. cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl.3 >= 4.h> main( ) { float a.h> #include<conio. f. // Proses d = a + 4 < 10. cin>>a. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). Ilamsyah. 7 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/ #include<stdio. c. Sopiyan. h.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. e. cin>>c. cout<<"Hasil dari e = b > 5 + a adalah " <<e<<endl.

3 >= 4 adalah " <<f.h> Frieyadie. !(A+4 < 10) Jika nilai A = 3. getch( ). begitu pula sebaliknya.h> #include<iostream. cout<<"Hasil dari f = c . maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH !(A+4 < 10) !(BENAR) = SALAH = 0 Contoh-9 /* Penggunaan Operasi Logika NOT */ #include <stdio. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH. Contoh : Ekspresi Relasi A + 4 < 10 Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi. Ilamsyah.h> #include <conio. } Output yang akan dihasilkan. Operator Logika NOT Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. cout<<endl.3.5.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g. 8 Hasil Contoh 8 3. Pradita. maka ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT. dan Ani Oktarini 49 . cout<<endl<<endl. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. Sopiyan.

Tabel Operator Bitiwise Operator ~ << >> & ^ | Keterangan Bitwise NOT Bitwise Shift Left Bitwise Shift Right Bitwise AND Bitwise XOR Bitwise OR Frieyadie. clrscr( ). dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. Tabel. dan Ani Oktarini 50 . cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl. 3.6. cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise. cout<<"Masukan Nilai A = ". c. Sopiyan. 9 Hasil Contoh 9 3.6. } Output yang akan dihasilkan. /* Proses */ b = (a + 4 < 10). cin>>a. Ilamsyah. c = !(b). Pradita. getch( ). cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl. Operator Bitwise Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. cout<<"Nilai A = "<<a<<endl. b.

x = x << 1. Contoh : 0000000011001001 = 201 //////// digeser 1 bit ke kiri 0000000110010010 = 402 Dibagian kanan disisipkan 0. cout<<"Nilai Awal : "<<x<<endl.h> main() { int x. Sopiyan. Ilamsyah. cin>>x. Pradita.6.h> #include<conio. clrscr(). 10 Hasil Contoh 10 Frieyadie. Operator Bitwise << (Shift Left) Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri. dan Ani Oktarini 51 .1. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 3.h> #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I 3. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. cout<<"Masukan Nilai X = ". getch(). sebanyak bit yang digeser Contoh-10 #include<iostream.

sebanyak bit yang digeser Contoh-11 #include<iostream.h> #include<conio. dan Ani Oktarini 52 . 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah.h> void main( ) { int x. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 3.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Contoh : 0000000011001001 = 201 \\\\\\\\ digeser 1 bit ke kanani 0000000001100100 = 100 Dibagian kanan disisipkan 0. cin>>x. getch( ). Pradita.2. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. Operator Bitwise >> (Shift Right) Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan. x = x >> 1. clrscr( ).6. cout<<” Nilai Awal : “<<x<<endl. cout<<"Masukan Nilai X = ". Sopiyan.h> #include<stdio.

dari program contoh-12 diatas adalah : Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 0 0 1 Gambar 3. Sopiyan. cout<<"Masukan Nilai Y = ". x. a = x & y. Pradita.3. dan Ani Oktarini 53 . 3. clrscr( ). getch( ).h> #include<stdio. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. cout<<’\n’. cout<<"Masukan Nilai X = ". Operator Bitwise & (And) Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. } Output yang akan dihasilkan.h> void main( ) { int a. Tabel.7.6. 12 Hasil Contoh 12 Frieyadie. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1). cout<<"Hasil dari "<<x<<" & "<<y<<" = "<<a<<endl. cin>>x. y. Tabel Operator Bitiwise And Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 AND 01000000 = 64 Contoh-12 #include<iostream. cin>>y.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Ilamsyah.h> #include<conio.

} Output yang akan dihasilkan. cin>>x. cout<<’\n’. 3. y. 13 Hasil Contoh 13 Frieyadie. cout<<"Masukan Nilai X = ". Operator Bitwise | ( Or ) Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand.h> #include<stdio. x. Ilamsyah. cin>>y. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I 3. dari program contoh-13 diatas adalah : Gambar 3.4. cout<<"Hasil dari "<<x<<" | "<<y<<" = "<<a<<endl. Tabel Operator Bitiwise Or Bit Operand 1 0 0 1 1 Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 OR 11101101 = 237 Contoh-13 #include<iostream. Pradita.5. a = x | y. clrscr( ).h> #include<conio. dan Ani Oktarini 54 . Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1). cout<<"Masukan Nilai Y = ". Tabel.h> void main( ) { int a. Sopiyan.8.

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.9. Tabel Operator Bitiwise XOr Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 XOR 10101101 = 137 Contoh-14 #include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main( ) { int a, x, y; clrscr( ); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x ^ y; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari "<<x<<" ^ "<<y<<" = "<<a<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah: Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 0

Gambar 3.13 Hasil Contoh-14 Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 55

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.10. Tabel Operator Bitiwise Not Bit Operand 0 1 Contoh : 00001000 = 8 |||||||| 11110111 = 247 = -9 Hasil 1 0

Contoh-15

#include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int a, x, y; clrscr(); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; a = ~x; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari ~"<<x<<" = "<<a<<endl; getch(); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah :

Gambar 3. 14 Hasil Contoh 15

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

56

Modul Algoritma Pemrograman I

3.7. Tugas
1. Tentukan apa hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika dibawah ini. Diberikan nilai A = 3; B = 6 ; C = 2 ; K = 5; L = 4; M = 3 a. b. c. d. e. D = (4 + 2 > A && B – 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 ) D=K + 5 < M || (C * M < L && 2 * M – L > 0) D=L + 5 < M || C * K < L && 2 * K – L > 0 D=A * 4 <= 3 * M + B D=K + 10 > A && L – 2 > 4 * C

2. Dari program dibawah ini, bagaimanakah keluaran yang dihasilkan #include<stdio.h> #include<conio.h> main( ) { int a = 21; clrscr( ); printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a = %d",a); a+=3; printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a-- = %d",a--); getch( ); }

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

57

cout<<"Masukkan Kata .h dan ctype. Ilamsyah.h> #include <iostream.2= ". cout<<"Hasil Penggabungannya "<<a1. cin>>a1. getch().h Bentuk Penulisan : strcat(tujuan. sumber).h> #include <ctype.1.1. File header yang harus disertakan adalah string. cout<<"Masukkan Kata . } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. char a2[20]. Fungsi Manipulasi String Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan menipulasi string. Contoh-1 #include <string. 4. dan Ani Oktarini 58 . diantaranya: 4.1= ".h> main() { char a1[20].1. dikarenakan hampir semua bahasa pemrograman menggunakan manual inputnya adalah string.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi String 4 Operasi string selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. strcat(a1. Pradita. Fungsi strcat( ) Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan. a2). clrscr(). cin>>a2. Pada bab ini akan dibahasa beberapa perintah dan fungsi string. dari program contoh-1 diatas adalah: Frieyadie. terutama pada pemrograman visualisasi.

Sopiyan. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<b1<<"->". } Output yang akan dihasilkan. File header yang harus disertakan adalah string. Ilamsyah.2. Fungsi strcmp( ) Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua. dan Ani Oktarini 59 . Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int). clrscr( ). Hasil Contoh-2 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 4. cout<<strcmp(a2.a2)<<endl. char b1[ ] = "BSI".1 Hasil Contoh-1 4. cout<<strcmp(a1.h> #include <conio.b1) <<endl. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 4.a1) <<endl. getch( ).h Bentuk Penulisan : var_int = strcmp(str1.h> main( ) { char a1[ ] = "BSI".1. str2). cout<<"Hasil Perbandingan "<<a2<<" dan "<<a2<<"->".h> #include <iostream. cout<<strcmp(a1. Pradita. Contoh-2 #include <string. char a2[ ] = "Bsi".2. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<a2<<"->".

char pindah[20]. dan Ani Oktarini 60 . dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 4.1. Fungsi strcpy( ) Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan. gets(huruf). Ilamsyah. asal).4.h> #include <string. getch( ). Pradita. huruf).h> main( ) { char huruf[20]. Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Bentuk Penulisan : strcpy(tujuan. Sopiyan.3 Hasil Contoh-3 4. clrscr( ). /* Proses */ strcpy(pindah. cout<<"Pemindahannya = "<<pindah.h. dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama dengan string asal.1.h> #include <iostream.h> #include <conio. Contoh-3 #include <stdio.h Bentuk Penulisan : strlen(str). Fungsi strlen( ) Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string. } Output yang akan dihasilkan. File header yang harus disertakan adalah string. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ".3. File header yang harus disertakan adalah string.

clrscr(). } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ". Frieyadie. dari program contoh-4 diatas adalah: Gamabr 4.h> #include <string. cout<<"Masukan Sembarang Kata = ".4 Hasil Contoh-4 4. char pindah[20]. Contoh-5 #include <stdio.h> #include <iostream.h> main( ) { char kata[20]. cout<<strlen(huruf).h> #include <conio. clrscr( ). gets(huruf). Sopiyan. strrev(kata).1. getch( ). Pradita.h> main( ) { char huruf[20]. gets(kata). File header yang harus disertakan adalah string.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-4 #include <stdio. dan Ani Oktarini 61 . Fungsi strrev( ) Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata.h> #include <iostream. Ilamsyah.h> #include <string. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ".5.h Bentuk Penulisan : strrev(str).h> #include <conio. String urutan paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya.

a = angka + 5. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 62 . } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). Fungsi atof( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik float. Fungsi Konfersi String Borland C++ 5. a. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 4. clrscr( ). 4. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 4.02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konfersi string.5 Hasil Contoh-5 4.2. gets(kata).h> main( ) { char kata[20].h> #include <math.h> #include <conio. angka = atof(kata). Pradita. getch( ).h Contoh-6 #include <stdio. float angka. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". b. File header yang harus disertakan adalah math. Ilamsyah.6. Hasil Contoh-6 Frieyadie. Sopiyan.2.1. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a.h> #include <iostream.

h> #include <iostream.7.h> main( ) { char kata[20].h> #include <conio. getch( ).h Contoh-7 #include <stdio.2. Hasil Contoh-7 4. Pradita. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". gets(kata). clrscr( ).h> main( ) { char kata[20]. Sopiyan. a.Modul Algoritma Pemrograman I 4. dan Ani Oktarini 63 . angka = atoi(kata).h> #include <stdlib.h> #include <stdlib.3. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 4. float angka.h Contoh-8 #include <stdio.2. File header yang harus disertakan adalah stdlib. Ilamsyah. b. a = angka + 5.2. Fungsi atol( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik long integer. } Output yang akan dihasilkan. Fungsi atoi( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik integer. Frieyadie.h> #include <conio. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h> #include <iostream.

strlwr(kata). } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). getch( ).4. } Frieyadie. Pradita. clrscr( ). a = angka + 2500. cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =".h> #include <iostream.h Bentuk Penulisan : strlwr(str). angka = atol(kata). cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<<a. gets(kata). Hasil Contoh-8 4. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ".h> #include <conio.h> #include <string.h> main( ) { char kata[20]. Ilamsyah.2.Modul Algoritma Pemrograman I float angka. getch( ). Sopiyan. Fungsi strlwr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar ) dalam string menjadi huruf kecil.8. Contoh-9 #include <stdio. gets(kata). a. b. dan Ani Oktarini 64 . dari program contoh-8 diatas adalah: Gambar 4. File header yang harus disertakan adalah string. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata.

9. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. Contoh-10 #include <stdio.h> main( ) { char kata[20]. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 4. Fungsi strupr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string menjadi huruf kapital ( huruf besar ).h> #include <conio.h> #include <iostream. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 4. clrscr( ). cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”.5.h Bentuk Penulisan : strupr(str). File header yang harus disertakan adalah string.10 Hasil Contoh-9 Frieyadie. dan Ani Oktarini 65 . Pradita. strupr(kata). Ilamsyah.2. cout<<”Hasil Perubahan : ”<<kata<<endl. gets(kata).h> #include <string. Sopiyan. Hasil Contoh-9 4.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan.

3. Sopiyan. Perkalian b.5" Kemudian kedua kalimat diatas dihitung menjadi perhitungan : a.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Latihan Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut: 1. Bulatlah program untuk menggabungkan dua buah string Kalimat1 = Manajemen Kalimat2 = Informatika Menjadi seperti berikut: ManajemenInformatika 4. Buatlah program untuk menghitung panjang kata berikut ini: Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika 2. Diberikan kalimat string berikut : Kalimat1 = "35. Mencari sisa hasil pembagian Frieyadie.6" Kalimat2 = "12. Pradita. Buatlah program untuk membalik kata berikut ini : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Menjadi seperti berikut : akitamrofnI anaraS aniB retupmoK and akitamrofnI nemejanaM imedakA 3. dan Ani Oktarini 66 . Penambahan d. Ilamsyah. Pengurangan e. Pembagian c.

Pradita.h> main( ) Frieyadie. 5. Diagram Alir IF Bentuk umum dari pernyataan if if (kondisi) pernyataan. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { pernyataan.h> #include<iostream. …… } Contoh-1 #include<stdio.1. Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk. Pernyataan IF Pernyataan if mempunyai pengertian. Ilamsyah. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: salah kondisi benar perintah Gambar 5. “ Jika kondisi bernilai benar. Untuk keperluan pengambilan keputusan. maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi Penyeleksian Kondisi 5 Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada. dan Ani Oktarini 67 . Borland C++ menyediakan beberapa perintah antara lain.h> #include<conio. Sopiyan.1.

1.Modul Algoritma Pemrograman I { float x. if ((x >= 0 ) && (y>=0)) cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl.y.cin>>x. 2 Hasil Contoh 1 5. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 68 . clrscr( ). else cout<<"X . cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl. Frieyadie.cin>>y. Sopiyan.3 Diagram Alir if-else Bentuk umum dari pernyataan if -else if (kondisi) perintah-1. else perintah-2. cout<<" Nilai X : ".ELSE Pernyataan if mempunyai pengertian. Pradita. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 5. cout<<" Nilai Y : ". Y : Ada yang bernilai NEGATIF"<<endl. } Output yang akan dihasilkan.1. “Jika kondisi bernilai benar. getch( ). Pernyataan IF . maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: kondisi i Salah Benar Perintah-1 Perintah-2 Gambar 5.

Ilamsyah. jab[10].jika golongan=1.. gapok=4000000.h> main( ) { char gol. gapok=5000000."Direktur"). clrscr( ).cin>>gol.h> #include <conio.. Sopiyan. cout<<" Masukan Golongan [1/2]: ". dengan kriteria : . bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { perintah-1. gapok=4000000 contoh-2 #include <stdio.Jika golongan =2."Manajer"). dari program contoh-2 diatas adalah : Frieyadie. . } Contoh Menentukan besarnya gaji pokok dan jabatan dari golongan. if(gol=='1') { strcpy(jab. gapok =5000000 . } cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl. Jabatan= Direktur. dan Ani Oktarini 69 .. . getch ( ). } else { perintah-2.. pernyataan majemuk atau pernyataan kosong. } else if(gol=='2') { strcpy(jab. long gapok=0.h> #include <iostream. jabatan=Manajer. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk.Modul Algoritma Pemrograman I Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal. cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl <<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl. } Output yang akan dihasilkan. Pradita.

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 5. 4 Hasil Contoh 2

5.1.2. Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah : if(syarat) { if(syarat) … perintah; else … perintah; } else { if(syarat) … perintah; else … perintah; } Contoh Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut: • Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000. • Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000. Contoh-3 #include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { char kode,ukuran,merk[15]; long harga=0; clrscr( ); Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 70

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode; cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran; if (kode=='1') { strcpy(merk,"H & R"); if (ukuran=='S' || ukuran =='s') harga=45000; else harga=60000; } else if (kode=='2') { strcpy(merk," Adidas"); if (ukuran=='S' || ukuran == 's') harga=65000; else harga=75000; } else cout<<”Salah Kode Baju”<<endl; cout<<"------------------------"<<endl; cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl; cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl; getch(); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :

Gambar 5. 5 Hasil Contoh 3

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

71

Modul Algoritma Pemrograman I

5.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana. Bentuk Umum Penulisannya: if (syarat) { … perintah; … perintah; } else if (syarat) { … perintah; … perintah; } else { … perintah; … perintah; } Contoh Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut: • Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.

Contoh-4

#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0; clrscr( ); cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. "; cin<pendapatan;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

72

} else { jasa=30000. komisi=0. "<<jasa<<endl. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 73 . getch( ). cout<<"Uang Jasa Rp. komisi=0. cout<<"============================="<<endl. "<<komisi<<endl. "<<total<<endl. Sopiyan. } /* menghitung total */ total = komisi+jasa. 6 Hasil Contoh 4 Frieyadie. Pradita. cout<<"Hasil Total Rp.2*pendapatan. komisi=0.1*pendapatan.Modul Algoritma Pemrograman I if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000) { jasa=10000.15*pendapatan. dari program contoh-4 diatas adalah : Gambar 5. Ilamsyah. } else if(pendptan<=500000) { jasa=20000. cout<<"Uang Komisi Rp.

Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut: switch (ekspresi integer atau karakter ) { case konstanta-1 : … perintah.case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian. Pradita. break. break. … perintah. clrscr(). dan Ani Oktarini 74 . break. Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. Contoh-5 #include<stdio.h> #include<conio. break.h> #include<iostream.case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat. case konstanta-2 : … perintah. Pernyataan switch . Jika pernyataan ini tidak ada.h> main() { int kode.2. Pernyataan switch . Ilamsyah. tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. Sopiyan.case Bentuk dari switch . … perintah. maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang lainnya. default : … perintah. } Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi. switch(kode) { case 11 : cout<<"Komputerisasi Akuntansi". cin>>kode. case 12 : cout<<"Manajemen Informatika". cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ". Frieyadie. … perintah.Modul Algoritma Pemrograman I 5.

break. Ilamsyah.h> main( ) { char kode. 7 Hasil Contoh 5 Contoh-6 #include<stdio. break.C] : ". } Output yang akan dihasilkan. break. dan Ani Oktarini 75 . } getch( ). break. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 5.h> #include<conio. switch(kode) { case 'A' : case 'a' : cout<<"Alat Olah Raga". default: cout<<"Anda Salah Memasukan kode". Sopiyan. break. case 'B' : case 'b' : cout<<"Alat Elelktronik".h> #include<iostream.. clrscr( ). cout<<"Masukkan Kode Barang [A. cin>>kode. default: Frieyadie. case 'C' : case 'c' : cout<<"Alat Masak". Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I case 13 : cout<<"Tehnik Komputer".

Ilamsyah. Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Pertandingan I. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. maka menjadi Juara III • Selain itu tidak juara Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nama Siswa : Nilai Pertandingan I Nilai Pertandingan II Nilai Pertandingan III : : : Frieyadie. Pradita. Tugas 1.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Anda Salah Memasukan kode". maka menjadi Juara II • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 65. Nilai Pertandingan III diinput. 8 Hasil Contoh 6 5. maka menjadi Juara I • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 75. } getch( ). dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. II dan III dibagi dengan 3.3. Nilai Pertandingan II. dan Ani Oktarini 76 . break. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan. Ketentuan Juara • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 80. Nilai Pertandingan I. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa.

. : .... Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Memperoleh nilai rata-rata ... Jadi Siswa yang bernama . 2. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masingmasing nilai. adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%......... Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. maka mendapat grade “B” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 56. Nilai Keaktifan * 20% : .. : . Frieyadie. maka mendapat grade “C” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 46. Sopiyan. memperoleh nilai akhir sebesar .. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Ketentuan Nilai Huruf • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 80. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. maka mendapat grade “D” • Selain itu mendapat grade “E” Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan.. dari hasil perlombaan yang diikutinya.... Nilai Keaktifan. dan Ani Oktarini 77 . Ilamsyah. maka mendapat grade “A” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 70. Pradita.. Nilai Ujian * 50% : . : . : .. dengan grade . Nilai Tugas * 30% : ..Modul Algoritma Pemrograman I Layar Keluaran Siswa yang bernama .... dan menjadi juara ke-..

Jumlah jam kerja : . 300.. Ilamsyah. PT..000 perbulan... dan Ani Oktarini 78 . Golongan Jabatan : ..Modul Algoritma Pemrograman I 3. Tunjangan Pendidikan Rp .. + Honor Lembur Rp . Layar Keluaran Karyawan yang bernama …… Honor yang diterima Tunjangan Jabatan Rp .. Honor Lembur Rp ....000 • Tunjangan Pendidikan Tingkat Persentase Pendidikan SMA 2.... Pradita. 300. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp. Frieyadie. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG GAJI KARYAWAN Nama Karyawan: . Sopiyan. maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan Rp.. Pendidikan : . DINGIN DAMAI.. dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut : Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3.5% D1 5% D3 20% S1 30% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam..000 Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam. 300. memberi gaji pokok kepada karyawan kontraknya sebesar Rp. 3500 untuk setiap kelebihan jam kerja karyawan tersebut.. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp..

pengubah nilai pencacah ) { pernyataan / perintah. sebagai berikut: Contoh-1 /* --------------------------.h> #include<iostream. karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Proses Perulangan 6 Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman. disini akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya. dan Ani Oktarini 79 . Pradita.1. Ilamsyah. } Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah : • Inisialisasi. Pernyataan for Perulangan yang pertama adalah for. • Pengubah Nilai Pencacah. Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut : for ( inisialisasi. syarat pengulangan. • Syarat Pengulangan.h> main( ) { Frieyadie.*/ /* Program for . mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah. pernyataan / perintah. memegang kontrol terhadap pengulangan. pernyataan / perintah. Sopiyan. merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu.bilangan naik */ /* --------------------------. syarat pengulangan.h> #include<conio. Contoh : Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik. secara menurun dan menampilkan bilangan ganjil. pengubah nilai pencacah ) Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung. 6. for ( inisialisasi.*/ #include<stdio.

a <= 10.Modul Algoritma Pemrograman I int a. a >= 1. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 6. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 80 .h> # include <conio. Pradita.bilangan turun */ /* ---------------------------. --a) cout<<a.*/ /* Program for .h> #include<iostream. 1 Hasil Contoh 1 Contoh-2 /* ---------------------------. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 /* ----------------------------. } Output yang akan dihasilkan.h> Frieyadie. getch( ). clrscr( ). for(a = 1. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 6. getch( ).h> main( ) { int a.*/ #include <stdio. for(a = 10. Sopiyan. ++a) cout>>a.*/ # include <stdio. clrscr( ).h> #include <conio.bilangan ganjil */ /* ----------------------------. Ilamsyah.*/ /* Program for .

syarat pengulangan. for(a = 1. dan Ani Oktarini 81 .h> main( ) { int a. a+=2) cout<<a. Ilamsyah.*/ #include<stdio.for Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya. getch( ). dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 6. kemudian perulangan yang diluar diselesaikan.*/ /* Program for . Pradita.Nested for */ /* ------------------------. clrscr( ). Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut : for ( inisialisasi. pengubah nilai pencacah ) { for ( inisialisasi. Sopiyan. Contoh-4 /* ------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I #include<iostream. perulangan yang di dalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai. 3 Hasil Contoh 3 6.h> main( ) Frieyadie. } } Didalam penggunaan nested-for.h> #include<conio. syarat pengulangan. } Output yang akan dihasilkan. pengubah nilai pencacah) { pernyataan / perintah.1. Pernyataan nested . a <= 10.1.

dan Ani Oktarini 82 . jika penulisan perintah sebagai berikut: Contoh-5 /* ------------------------. Perulangan Tidak Berhingga Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus. b. bil >=10.*/ #include<stdio. for(b = a. Pradita. Sebagai contoh. Sopiyan. 4 Hasil Contoh 5 6. Ilamsyah. clrscr( ). hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop. b <= 5. bil++) printf("%d". a++) { printf("\n"). for (bil = 60. for(a = 1.Modul Algoritma Pemrograman I { int a. a <= 5.1. } getch().h> main( ) { int bil. clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. bil).*/ /* Program for Tdk Berhingga */ /* ------------------------. getch( ). dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 6. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. b++) printf(" %d ".2.h> #include<conio.a). } Output yang akan dihasilkan.

untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK. Jika terjadi hal semacam ini.Akan tetapi yang ditulis adalah : bil ++ Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6). atas: clrscr( ). maka pernyataan printf("%d". cin<<a. kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah. seharusnya penulisan yang benar berupa bil .*/ /* Program dengan pernyataan goto */ /* -----------------------------. 6. dan Ani Oktarini 83 . dapat dilihat pada program berikut: Contoh-6 /* -----------------------------. 4 Hasil Contoh 4 Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan menurun. Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ). Contoh Penggunaan goto.h> main( ) { int a.h> #include<conio. cout>>"Masukkan Bilangan = ".h> #include<stdio. Frieyadie. akan terus dijalankan.*/ #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 5. Bentuk pemakaian goto sebagai berikut: goto label. Pernyataan goto Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label. bil).2. Ilamsyah. char lagi. Sopiyan. b. Pradita.

if (lagi == 'Y' || lagi == 'y') goto atas. } Output yang akan dihasilkan. getch( ). Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I b = a % 2.*/ /* Program while01. Ilamsyah. Pernyataan / perintah . printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : "). Pernyataan while Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for. } Contoh-7 /* ------------------. 5 Hasil Contoh 6 6.3.h> Frieyadie. Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu. dengan lebih dari perintah / pernyataan. Bentuk umum perulangan while. Bentuk umum perulangan while. sebagai berikut: while ( syarat ) Pernyataan / perintah . dan Ani Oktarini 84 .cpp */ /* ------------------. b). printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d". yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi. sebagai berikut: while ( syarat ) { Pernyataan / perintah .a. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5.*/ #include <stdio. Sopiyan. lagi = getche() .

h> #include <conio. } Output yang akan dihasilkan.*/ #include <stdio.bil).Modul Algoritma Pemrograman I #include <conio. clrscr( ). 6 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* ------------------. Ilamsyah.bil). } getch( ).cpp */ /* ------------------. ++bil. Pradita. while(bil<=10) { printf(" %d ". while(bil<=10) { printf(" %d ". } getch( ). dan Ani Oktarini 85 . Sopiyan.*/ /* Program while02. bil+=2. clrscr( ).h> main( ) { int bil=1.h> main( ) { int bil=2. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 6. 7 Hasil Contoh 8 Frieyadie. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6.

} Output yang akan dihasilkan.*/ /* Program do . Ilamsyah. while ( syarat ). Pradita.while. Sopiyan. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 6. getch( ).while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang.h> #include <conio. do { printf(" %d ". bil+=2. sebagai berikut: do { Pernyataan / perintah . } while(bil<=10). } while ( syarat ). 8 Hasil Contoh 9 Frieyadie. sebagai berikut : do pernyataan / perintah .bil).h> main( ) { int bil=2. clrscr( ). Pernyataan do . Contoh-9 /* -----------------.*/ #include <stdio.while */ /* -----------------. dan Ani Oktarini 86 . Pernyataan / perintah .while Pernyataan perulangan do . dengan lebih dari perintah / pernyataan.Modul Algoritma Pemrograman I 6. Bentuk umum perulangan do .while.4. Bentuk umum perulangan do .

printf(" %d ". c=1. Frieyadie. clrscr( ).h> #include <conio. getch( ).h> main( ) { int bil = 1.*/ /* Program do .5.Modul Algoritma Pemrograman I 6.while dengan break */ /* ------------------------------. Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for. Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch. 9 Hasil Contoh 10 Contoh-11 /* ----------------------------. } while(bil++). while dan do-while ). Ilamsyah. Jika pernyataan break dikerjakan. clrscr( ).bil). } Output yang akan dihasilkan. b=2.h> #include <conio.h> main( ) { int a=3. Pradita. Pernyataan break Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch. Sopiyan. do { if (bil >= 6) break. dan Ani Oktarini 87 . maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ). */ /* ----------------------------. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6.*/ /* Perulangan FOR dengan break. Contoh-10 /* ------------------------------.*/ #include <stdio.*/ #include <stdio. bil.

6. printf("-------------------------"). dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 5. bil<=10. } getch( ). b. for(bil=1. bil<=10. dan Ani Oktarini 88 .h> main( ) { int bil. for(bil=1. Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n"). printf(" %d ". } getche( ). Pernyataan continue Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama. b+=c. ++bil) { a+=b. printf("\n%d \t| %d \t| %d". Contoh-12 /* ----------------------------.*/ /* Perulangan FOR dengan coninue */ /* ----------------------------. 10 Hasil Contoh 11 6. Sopiyan. ++bil) { if(bil==6) continue. tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut. c). } Output yang akan dihasilkan. if(c==13) break.*/ #include <stdio.a. Frieyadie. clrscr( ). c+=2. Pradita.h> #include <conio.bil).

dan Ani Oktarini 89 . Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan genap dengan hasilnya : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 + 16 + 18 + 20 = 110 Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan ganjil dengan hasilnya : 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11 + 13 + 15 + 17 + 19 = 100 Bulatlah program untuk menghitung penjumlahan deret bilangan genap membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 2 =2 2+4 =6 2+4+6 = 12 2+4+6+8 = 20 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan ganjil membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 1 1*3 1*3*5 1*3*5*7 1*3*5*7*9 5. dari program contoh-12 diatas adalah : Gambar 6. Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan genap membentuk segitiga siku terbalik dengan hasilnya : 10 + 8 + 6 + 4 + 2 = 30 10 + 8 + 6 + 4 = 28 10 + 8 + 6 = 24 10 + 8 = 18 10 = 10 ---------. 3. 4. Tugas Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut : 1.7. Sopiyan. =1 =3 = 15 = 105 = 945 2.+ 110 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. 11 Hasil Contoh 12 6. Pradita. Ilamsyah.

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Array 7 Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya. • Array Berdimensi Dua 7. hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan. Ilamsyah. Bentuk Umum pendeklarasian array: Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran] Keterangan : • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. Jumlah Elemen Array Nama Variable Array Tipe data elemen array Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotakkotak kecil didalam kotak panjang tersebut. Variabel array dalam Borland C++. dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi: • Array Berdimensi Satu. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Sopiyan. Array Berdimensi Satu Sebelum digunakan.1. dan Ani Oktarini 90 . Frieyadie. Pradita. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Contoh Pendeklarasian Array float Nil_Akhir[6].

"Selasa". dan Ani Oktarini 91 ."Sabtu"}. Pradita.*/ #include <conio. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 7. Inisialisasi Array Berdimensi Satu Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut : Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array }. cout<<hari[0]<<endl<<hari[1]<<endl<<hari[2]<<endl<<hari[3] <<endl<<hari[4]<<endl. Sopiyan.h> #include <iostream. cout<<"Nama-nama hari:"<<endl. Contoh-1 /* ---------------------------------."Senin".h> main() { char hari[7][10]= {"Minggu"."Kamis".1. clrscr()."jum'at".*/ /* Inisialisasi Array Dimensi 1 */ /* ---------------------------------."Rabu".Modul Algoritma Pemrograman I Elemen Array elemen elemen elemen elemen elemen elemen 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 Subcript/Index ARRAY NIL_AKHIR Subscript atau Index array pada C++. Hasil Contoh-1 Frieyadie.1. selalu dimulai dari Nol ( 0 ) 7.1. Ilamsyah. getch().

char nama[5][20]. cout<<"Hasil"<<endl. cout<<endl. cout<<"No. Nil_Akhir[0]. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. cout<<"Nilai MidTest : ".h> #include<iomanip. Mengakses Array Berdimensi Satu Suatu array. float hasil[5]. for(i=1. cout<<"Nama Siswa : ". gets(nama[i]). Frieyadie.h> #include<iostream. for(i=1.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. Nil_Akhir[1]. clrscr( ).h> #include<stdio. Ilamsyah.2.h> main( ) { int i. cin>>nilai1[i]. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<nama[i]. hasil[i] = (nilai1[i] * 0. float nilai2[5]. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk : Nama_Array[Subscript/Index] Contoh Nil_Akhir[3]. cout<<"Nilai Final : ". cout<<"------------------------------------------"<<endl. Contoh-2 /* ---------------------------. Pradita. Nama Siswa Nilai Nilai ". Sopiyan.1.*/ /* Program Array Satu Dimensi */ /* ---------------------------. dan Ani Oktarini 92 .i<=2."<<i<<endl.*/ #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I 7. float nilai1[5]. cout<<" MidTest Final ".i<=2.60). cin>>nilai2[i].i++) { cout<<"Data Ke .40)+ (nilai2[i] * 0. cout<<"Ujian"<<endl.

berikut dapat anda lihat pada tabel berikut : Data Penjualan Pertahun Tahun Penjualan No 2001 2002 2003 1 150 159 230 2 100 125 150 3 210 125 156 Frieyadie. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom Contoh Pendeklarasian Array Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan. Bentuk Umum pendeklarasian array : Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2] Keterangan: • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. Hasil Contoh-2 7.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i].2. Sopiyan. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 7. Ilamsyah. Pradita. Array Berdimensi Dua Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 93 . cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai2[i].2. getch(). pendataan nilai dan lain sebagainya. cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl.

getch().1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut: int data_jual[3][3]. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 7.2. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya."BU". cout<<nama[0][1]<<ends<<nama[1][2]<<endl. } Output yang akan dihasilkan.2. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut: Contoh-3 #include <conio.3.h> Frieyadie. Sopiyan.h> main() { char nama[2][3][10]={{"Pak". Mengakses Array Berdimensi Dua Suatu array. Contoh pengaksesan dengan bentuk sebagai berikut: Contoh-4 /* -------------------."Mas"}."Carli"}}. Jumlah Kolom Jumlah Baris Nama Array Tipe data elemen array 7. Inisialisasi Array Berdimensi Dua Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Ilamsyah.*/ /* Array Dimensi 2 */ /* -------------------. {"Andi".23. dan Ani Oktarini 94 ."Budi".Modul Algoritma Pemrograman I Jika anda lihat dari tabel 7. Pradita.1. cout<<nama[0][2]<<ends<<nama[1][1]<<endl. cout<<nama[0][0]<<ends<<nama[1][0]<<endl. Hasil Contoh-3 7.h> #include <iostream. clrscr().*/ #include<conio.

h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I #include<stdio. cout<<"NO 2007 2008 2093"<<endl. cout<<"-----------------------"<<endl. dan Ani Oktarini 95 . } cout<<"-----------------------"<<endl."<<i<<" "<<j<<endl. for(j=1. Ilamsyah.j<=3. for(i=1.j++) { cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4). Sopiyan.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i. } Output yang akan dihasilkan. } cout<<endl. getch( ). cout<<" ". cin>>data_jual[i][j]. clrscr(). j.j++) { cout<<"Data Ke .h> main() { int i. cout<<data_jual[i][j].i++) { for(j=1.i<=3. cout<<"-----------------------"<<endl.h> #include<iomanip.i<=3. int data_jual[4][4]. Pradita. dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. } } cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl. for(i=1.j<=3. cout<<"Jumlah Penjulan : ".

Ilamsyah. Tentukan bilangan dengan Index terkecil dari data bilangan tersebut 3. Sorting dalam C++ a. Selection Sort Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen atau proses kerja dengan memilih elemen data terkecil untuk kemudian dibandingkan & ditukarkan dengan elemen pada data awal. int n.4. Urut. int Arr[100]. int Tmp. j.2.h> int main() { int i. Prinsip kerja dari teknik ini adalah sbb : 1.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 7. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. Pengecekan dimulai data ke-1 sampai dengan data ke-n 2.h> #include<stdio. Tukar bilangan dengan Index terkecil tersebut dengan bilangan pertama ( I = 1 ) dari data bilangan tersebut 4.24.*/ #include<conio. code. Pradita.*/ /* Selection sort dengan C++ */ /* -------------------------------. Frieyadie. Contoh-5 /* -------------------------------. dan Ani Oktarini 96 . Hasil Contoh-4 7. dst sampai seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort. iMin. Sopiyan.

Pradita. }} } } Urut = Urut + 1. i < n. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. scanf("%i".Modul Algoritma Pemrograman I printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). j < n. i < n . for(i = 0. }for(i = 0. if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. &Arr[i]). } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). i++) { printf("Masukan data ke %i : ". Arr[i]). j < n.1. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. for(i = 0. dan Ani Oktarini 97 . Urut = 1. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). for(j = Urut. i + 1. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. } } } } Urut = Urut + 1. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". Sopiyan. Arr[i]). } getch(). for(i = 0. Arr[iMin] = Tmp. Arr[iMin] = Tmp. i < n. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". i < n. i + 1. } for(i = 0. Ilamsyah. i < n . &n). for(j = Urut. } Frieyadie. i++) { iMin = i. i++) { iMin = i. scanf("%i". i + 1). if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i].1.

Insertion Short Prinsip dasar Insertion adalah secara berulang-ulang menyisipkan / memasukan setiap elemen.dst) 4. code. i < n.. i + 1). i < n. } getch().n-2. int n. Arr[j] = Arr[j + 1]. ke dlm posisinya / tempatnya yg benar. j < n . Ilamsyah. Bandingkan data ke-I tersebut dengan data sebelumnya (I-1). i++) { printf("Masukan data ke %i : ". #include<conio. scanf("%i".Modul Algoritma Pemrograman I getch(). for(i = 0. i < n. Arr[i]). Pradita.h> int main() { int i. iMin. int Arr[100]. Prinsip Kerja Insertion Sort adalah 2. Urut. &n). j. Bandingkan data ke-I ( I = data ke-2 s/d data ke-n ) 4. } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n").. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2. scanf("%i". } b. 1. j++) { if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j]. } for(i = 1. Sopiyan. &Arr[i]). i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. } c. i++) { for(j = 0. Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3.. Jika lebih kecil maka data tersebut dapat disisipkan ke data awal sesuai dgn posisisi yg seharusnya Frieyadie.. Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya ( sebelumnya ) satu persatu (n-1. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). for(i = 0. Buble Sort Prinsip Kerja dari Bubble Sort adalah : 1. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 3.1. i + 1. int Tmp. Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal.n-3.h> #include<stdio. dan Ani Oktarini 98 . Arr[j + 1] = Tmp.

i++) { Tmp = Arr[i]. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). for(i = 0. iMin. Pradita. code.1.h" int main( ) { int i. i < n. int Arr[100]. j = j . } for(i = 1. i < n. for(i = 0. &n). dan Ani Oktarini 99 . Ilamsyah. Sopiyan. j. scanf("%i".h" #include "stdio. } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp. scanf("%i". } else { Arr[j + 1] = Arr[j]. &Arr[i]). i + 1. #include "conio. int n. } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). } getch().Modul Algoritma Pemrograman I 5. i < n. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". int Tmp. while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j]. } Frieyadie. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n".1. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. i + 1). Urut. Arr[j] = Tmp. Arr[i]). j = i .

... • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan GEROBAK FRIED CHICKEN --------------------Kode Jenis Harga -------------------------D Dada Rp... . -----------------------------------------------------------Jumlah Bayar Rp . • Banyak Jenis.. Jenis Potong dan Banyak Beli diinput..Modul Algoritma Pemrograman I 7..... ...... Total Bayar Rp . 2500 P Paha Rp.. <diinput> Jenis Ke ... <diinput> Banyak Potong : . “GEROBAK FRIED CHICKEN” mempunyai daftar harga ayam sebagai berikut : Kode Jenis Harga ---------------------------------D Dada Rp.. Sebuah perusahaan ayam goreng dengan nama “GEROBAK FRIED CHICKEN” yang telah lumayan banyak pelanggannya.. 2500 P Paha Rp.... ingin dibantu dibuatkan program untuk membantu kelancaran usahaannya. Rp . . Latihan 1....... Jenis Harga Bayak Jumlah Potong Satuan Beli Harga ------------------------------------------------------------.... Sopiyan.... Frieyadie. 2000 S Sayap Rp. 1500 ---------------------------------Buatlah programnya dengan ketentuan: • Setiap pembeli dikenakan pajak sebesar 10% dari pembayaran.... Ilamsyah.. Pradita...... ... Rp .. .. dan Ani Oktarini 100 .. Pajak 10% Rp ..4. 2000 S Sayap Rp. 1500 -------------------------Banyak Jenis : .. <diinput> <<Terus berulang tergantung Banyak Jenis>> Layar Keluaran GEROBAK FIRED CHICHEN ------------------------------------------------------------No.. <proses counter> Jenis Potong [D/P/S] : . .

...... Frieyadie. STAY COOL ------------------------------------------------------------------------------------------No.. Nama Tunjangan Karyawan ----------------Honor Pendapatan Jabatan Pendidikan Lembur Pajak Bersih ------------------------------------------------------------------------------------------....... <diinput> Karyawan Ke .... Pradita.. Ilamsyah. .. <di input> Golongan (1/2/3) : ....000. .. Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja sebih dari 240 jam... -----------------------------------------------------------------------------------------Total Gaji yang dikeluarkan Rp.. ......... . dengan memperoleh tujangan-tunjangan sebagai berikut: • Tunjangan Jabatan Golongan 1 2 3 Persen tase 5% 10% 15% • Honor Lembur Jumlah jam kerja normal dalam satu bulan sebanyak 240 Jam Kerja... 700..... dan Ani Oktarini 101 .. ....... STAY COOL. PT.....500 untuk setiap kelebihan jam kerja dalam satu bulannya.... Sopiyan..... .. • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan dan Keluaran Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT. 2. maka kelebihkan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp... <di input> Pendidikan (1=SMU/2=D3/3=S1) : ... .........per bulan...Modul Algoritma Pemrograman I 2.. <proses counter> Nama Karyawan : . <di input> Jumlah Jam Kerja : ... .. .... .... memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp. ...... .. <di input> <<Terus berulang tergantung Jumlah Karyawan>> PT.. . . STAY COOL Masukkan Jumlah Karyawan : .

1. dan Ani Oktarini 102 .1. Pradita. # define Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta. ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung. diantaranya adalah: 8. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Macro Dan File Header adalah: 8 Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari 8. didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. tetapi untuk preprocessor. Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar.14 contoh: #define HURUF ‘B’ contoh: #define JABATAN “INSTRUCTOR” contoh: #define CETAK (“Borland C++”) contoh: #define LUAS_KUBUS (n*n) Frieyadie. Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah: #define nama_konstanta teks Contoh : Teks #define A 6 Nama_Konstanta Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : # Ada beberapa preprocessor directive.1. Sopiyan. tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri. Teks dapat berupa: • Numerik • Karakter • String • Pernyataan • Fungsi Sederhana contoh: #define PI 3. guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. Preprocessor Directives Preprocessor directive merupakan suatu perintah yang termasuk kedalam program. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. Ilamsyah.

cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl.h> #define PI 3.Modul Algoritma Pemrograman I Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja.*/ #include<stdio. cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl. Sopiyan. # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai. Pradita. Ilamsyah.141592 #define L(n) PI*n*n main( ) { clrscr().h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<iostream. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 8.h> #define awal { #define akhir } #define mulai() main() #define cetak cout #define masuk cin #define hapus() clrscr() #define tahan() getch() #define LS_KUBUS (sisi*sisi) mulai( ) awal Frieyadie.1 Hasil Contoh-1 Contoh-2 /* ----------------------------------. dan Ani Oktarini 103 .*/ #include<stdio.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* -----------------------------------.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* ----------------------------------.h> #include<conio. cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl.h> #include<conio. getche( ). Contoh-1 /* ----------------------------------.

cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus. dan Ani Oktarini 104 . ls_kubus = LS_KUBUS. hapus( ).Modul Algoritma Pemrograman I int sisi. • #include <nama_file_header> “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya. akhir Output yang akan dihasilkan.2. Ilamsyah.2. kecuali pada directori yang sedang aktif.#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta penyataan. Sopiyan.#endif Preprocessor #if . dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 8. jika tidak maka. cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ". diabaikan.1. yaitu: • #include "nama_file_header" “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “. #endif Frieyadie. Pradita. ls_kubus.3. yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl. masuk>>sisi.1. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. Hasil Contoh-2 10. 10. # if . tahan( ). Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan : #include "nama_file_header" atau #include <nama_file_header> Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda. # include Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya.

#endif Preprocessor #if . Hasil Contoh-3 10. #else Penyataan-2. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta Penyataan-1. dan Ani Oktarini . pernyataan #else dikompilasi.4.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-3 /*********************** Penggunaan #if .1. jika #if bernilai salah maka. # if . Pradita.#else . Ilamsyah. #endif } 105 Frieyadie. #endif getch( ).#endif ***********************/ #include <conio.h> #define N 4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 8.#endif ******************************/ #define N -4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). #endif Contoh-4 /****************************** Penggunaan #if .#else -#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. #else printf("Lebih Kecil dari Nol").h> #include <stdio.#else .3.

#endif Contoh-5 /***************** Penggunaan #elif ******************/ #define N 12 main( ) { #if N > 10 printf("Lebih Besar dari Sepuluh"). #elif ekspresi-konstanta-2 Penyataan-2. #endif } Hasil dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 8. #elif N == 10 printf("Sama Dengan Sepuluh "). dan Ani Oktarini 106 . Sopiyan. Dalam hal ini #elif sama halnya seperti #elseif. # elif Preprocessor #elif digunakan untuk mengkompilasi dari pernyataan bertingkat. Perintah dijalankan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. merupakan kombinasi dari #if dan #else. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta-1 Penyataan-1. Hasil hanya dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang benar.5.4.5. Bentuk #elif diikuti oleh ekspresi-konstanta.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 8. #else N < 10 printf("Lebih Kecil dari Sepuluh"). Hasil Contoh-4 10.1. Ilamsyah. Pradita. Hasil Contoh-5 Frieyadie. # elif ekspresi-konstanta-n Penyataan-n.

#endif Penjelasan: Jika nama-konstanta terdefinisi maka. pernyataan akan dijalankan. jika nama-konstanta tidak terdefinisi maka.7.1. pernyataan akan diabaikan. Pradita. } Hasil dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 8.6.h> #define LEBAR_MAKS 100 #if LEBAR_MAKS>200 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 200 #elsif LEBAR_MAKS <50 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #else #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #endif main( ) { char str[LEBAR_MAKS]. #undef Preprocessor #undef digunakan untuk menghilangkan nilai yang telah didefiniskan dari daftar definisi. # ifdef .6. Contoh-6 /**************** Penggunaan #undef *****************/ #include<iostream. dan Ani Oktarini 107 .Modul Algoritma Pemrograman I 10. Frieyadie.1. hal ini merupakan parameter yang khusus yang harus terdefinisi. hal ini dapat dilakukan jika sudah konstanta didefiniskan pada bagian #define. Hasil Contoh-6 10. Benuk umum penulisan sebagai berikut: #ifdef nama-konstanta pernyataan. Ilamsyah. cout<<LEBAR_MAKS.# ifndef Preprocessor #ifdef dan #ifendef memberikan bagian dari program yang akan dikompile. Sopiyan.

#else cout<<"Pagi ini "<<ANAK2<<"pergi Kesekolah". Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++. } Hasil dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 8. dan Ani Oktarini 108 . Pembuatan File Header File Header adalah suatu file dengan akhiran . /* types.h . kita dapat juga membuat file header sediri.h Types for dealing with time. #endif #endif getche(). #endif Frieyadie.2. Pradita. */ #ifndef TIME_T #define TIME_T typedef long time_t. cout<<" pergi Kesekolah". Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran . #else #ifndef ANAK2 cout<<"Hari ini "<<ANAK1<<" "<<ANAK2. File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-7 //--> Penggunaan #ifdef dan #ifndef #include<iostream.1988 All Rights Reserved. Copyright (c) Borland International 1987. dengan cara yang sama seperti membuat file editor. Ilamsyah.h> #define ANAK1 "ILHAM" #define ANAK2 "HADIANSYAH" main( ) { #ifdef ANAK1 cout<<"Pagi ini "<<ANAK1<<" pergi Kesekolah".7. Hasil Contoh-7 10. Sopiyan.h .

cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c. b. selanjutnya Compile file atur. tahan. Buatlah program dibawah ini. Ilamsyah. cout<<"Masukkan Nilai A = ".h. Buatlah program file heder dibawah ini.*/ #include<stdio. cin>>b. Sopiyan. Pradita.h> #include<conio.h contoh pembuatan file header untuk pengaturan.h. tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n"). .h> #include"atur.h" mulai( ) awal int a.. Copyright (c) Frieyadie 2001 All Rights Reserved. dan Ani Oktarini 109 . warna(4).h> #include<iostream. */ #define awal { #define akhir } #define mulai( ) main( ) #define cetak cout #define tampil cprintf #define masuk scanf #define hapus( ) clrscr( ) #define jika if #define warna textcolor #define tahan getche( ) Setelah disimpan pada direktori C:\BC5\INCLUDE\. cin>>a. pada folder kerja anda folder include. Contoh-8 /* atur. kemudian simpan dengan nama : atur. c. cout<<"Masukkan Nilai B = ".*/ /* program dengan file header sendiri */ /* ---------------------------------.cpp Contoh-9 /* ---------------------------------.. kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri. akhir Frieyadie. c=a+b. hapus( ).Modul Algoritma Pemrograman I Sebagai latihan berikut ini akan dibuatkan suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor. cout<<endl.

T..S * 40 % Untuk proses penilaian dilakukan didalam file header dan simpan nama file header tersebut hitnilai.. Tampilan yang diinginkan: Program Hitung Nilai Akhir Mata Kuliah Masukkan Nilai Absensi : ……<di-input> Masukkan Nilai Tugas : ……<di-input> Masukkan Nilai U. Latihan 1.A. Proses berada didalam file header. < hasil proses > 3. Ilamsyah.3.S : ……<di-input> Nilai Murni Absensi = <data-inputan> * 10% = <hasil-proses> Nilai Murni Tugas = <data-inputan> * 20% = <hasil-proses> Nilai Murni U. Hasil Contoh-9 10.T. <di-input> Luas Lingkaran : . <hasil-proses> Frieyadie. Sebagai input adalah bilangan itu sendiri.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 8.S * 30 % • Nilai U. Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran.A.S = <data-inputan> * 30% = <hasil-proses> Nilai Murni U.A. Pradita.S = <data-inputan> * 40% = <hasil-proses> Nilai Akhir yang diperoleh sebesar : ….. Buatlah program menghitung nilai akhir perkuliahan pada suatu matakuliah. nama file header yang diinginkan : lingkaran.h..9.T... Buatlah program menghitung pangkat dua serta pangkat tiga dari sebuah bilangan bulat dengan makro. Sopiyan. 2. < hasil proses > Keliling Lingkaran : .. sedangkan sebagai output adalah pangkat dua serta pangkat tiga dari bilangan bulat tersebut. dengan ketentuan sebagai berikut: • Nilai Absensi * 10 % • Nilai Tugas * 20 % • Nilai U. dan Ani Oktarini 110 .h Tampilan Yang Diinginkan: Masukkan Nilai Jari-jari : .S : ……<di-input> Masukkan Nilai U.

dan Ani Oktarini 111 .1. 9. Operator Dereference ( & ) Didalam mendeklarasikan suatu variabel harus pada lokasi yang pasti didalam penggantian memori. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) Gambar 9. Dengan menggunakan operator dereference ( & ) ini.1. Operator reference ( * ) 9.2. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah. Operator dereference ( & ) 2. tetapi sesekali sistem operasi akan memberikan banyak alamat yang kita tidak mengetahui dimana variabel ditempatkan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Pointer 9 Merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain. Pradita. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu identifier “&” (ampersand sign) didepan nama variabel. Sopiyan. suatu variabel akan menghasilkan alamat lokasi memori.1. Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 0x0012ff88 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75.1.Pada umumnya kita tidak dapat menentukan dimana variabel akan ditempatkan Terkadang secara otomatis dilakukan oleh kompiler dan sistem operasi yang sedang aktif.1. operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat. hal ini dapat dilakukan dengan Frieyadie. Diagram Pengunaan Opeator Dereference 9. Operator Reference ( * ) Dengan menggunakan operator anda dapat mengakses secara langsung nilai yamg terdapat didalam variabel yang berpointer. Operator Pointer Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh Borland C++: 1. AMIR = ILHAM. Ilamsyah. // AMIR sama dengan ILHAM (75) RAKA = &ILHAM.

Bentuk penulisan: tipe_data * const nama_konstanta. agar dapat menterjemahkan nilai sebenarnya dari suatu variabel. Pradita. Contoh-1 //----------------------------------// //Pendeklarasian Pointer Konstanta // //----------------------------------// #include<stdio.2. menghasilkan nilai yang berada pada suatu alamat memori Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 65524 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. Dengan menggunakan operator reference ( * ) ini.2 Diagram Pengunaan Opeator Reference 9. RAKA = &ILHAM. Deklarasi Pointer Pada Konstanta Suatu pointer dapat dideklarasikan secara konstanta atau secara tetap tidak dapat diubah.h> #include<iostream. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) RAFLI = *RAKA. Ilamsyah. // RAFLI sama dengan value pointed by RAKA(75) Gambar 9. Frieyadie. Sopiyan. dan Ani Oktarini 112 . Untuk mendeklarasikan pointer secara konstanta dengan memberikan kata const didepan nama konstanta.Modul Algoritma Pemrograman I menambahkan identifier asterisk ( * ).h> void main( ) { char *const nama = "Borland C++".h> #include<conio. Operator ini biasa disebut dengan “value pointed by”.

Frieyadie. Karena variabel nama. amir. dan Ani Oktarini 113 . memeriksa satu persatu data yang memiliki pointer pada saat variabel tersebut pertama kali dideklarasikan. *raka. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 9. nama = "Visual C++". Pesan Kesalahan Yang Tampil adalah: Cannot modify a const object Error Message yang akan dihasilkan. merupakan pointer konstanta.h> #include<iostream. ilham = 75. terdapat kesalahan dan tidak dapat dijalankan. Contoh-2 //-------------------------------// //Penggunaan Pointer Dereference // //-------------------------------// #include<stdio. } Pada program diatas. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. Ilamsyah. raka = &ilham. amir = ilham. Pradita. Deklarasi Pointer Pada Variabel Karena keakhlian dari pointer untuk menunjuk secara langsung kesuatu nilai. penyebabnya pada pernyataan nama = "Borland C++".3. yaitu tidak dapat diubah-ubah. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl.. clrscr( ). getch( ). Sopiyan.3 Error Message Contoh-1 9.h> main( ) { int ilham. Bentuk penulisan: tipe_data *nama_variabel.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ).h> #include<conio.

cout<<"Nilai RAFLI = "<<rafli<<endl. clrscr( ).h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. getch( ).4 Hasil Contoh-2 Contoh-3 //-----------------------------// //Penggunaan Pointer Reference // //-----------------------------// #include<stdio. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 114 . rafli. rafli = *raka. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. Ilamsyah. Sopiyan. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 9. getch().Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nilai AMIR = "<<amir<<endl.5 Hasil Contoh-3 Frieyadie. *raka. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. raka = &ilham. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 9.h> main( ) { int ilham. Pradita. ilham = 75.h> #include<conio.

int *raka. Ilamsyah. cout<<**amir<<endl. //pointer pada pointer ilham = '75'. getch( ). //pointer ke variabel char **amir. //-> Penugasan Ke Alamat Memori raka = &ilham. Sopiyan. pointer dapat pula menunjuk ke pointer lainnya. hanya menambahkan pointer reference ( * ) pada variabel yang akan ditunjuk. dan Ani Oktarini 115 .h> main() { int ilham. Pradita.7 Diagram Pengunaan Pointer Pada Pointer Contoh-5 // -----------------------------// //Penggunaan Pointer to Pointer // //------------------------------// #include<stdio. //pointer ke variabel int **amir. ilham = 75. cout<<"Nilai RAKA Hasil Mengakses ILHAM = ". amir = &raka. Pointer Pada Pointer Tidak terbatas menunjuk alamat dari suatu variabel.4. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I 8. raka = &ilham. Sebagai contoh : char ilham. Gambar 9. Didalam pendeklarasianya.h> #include<iostream. char *raka. } Output yang akan dihasilkan. cout<<*raka<<endl. dari program contoh-5 diatas adalah: Frieyadie.h> #include<conio. cout<<"Nilai AMIR Hasil Mengakses ILHAM = ". amir = &raka. //pointer pada pointer clrscr( ).

int *ptrnilai. cout<<"Hasil Pengaksesan Elemen Array Lewat". Sebagai contoh sederhana dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-6 //------------------------------// //Penggunaan Pointer to Array // //------------------------------// #include<stdio. dan Ani Oktarini 116 . } getche( ).5. ptrnilai = nilai.h> #include<iostream. cin>>nilai[i]. Ilamsyah.i<=5. for(i=1. int nilai[5]. Pointer pada Array Konsep Array diantaranya adalah banyak loncatan dari pointer satu ke pointer yang lain. for(i=1. yaitu pengenal array sama dengan alamat pada elemen pertama. Pradita.i++) { cout<<"Elemen "<<i<<". } Output yang akan dihasilkan. cout<<endl<<endl. cout<<endl. Menempati Alamat Memori = ".i<=5.i++) { cout<<"Masukan Nilai Pertama = ". karena secara internal array juga menyatakan alamat. Nilai "<<nilai[i]. } cout<<endl. cout<<&ptrnilai[i]. cout<<"Pointer". dari program contoh-6 diatas adalah: Frieyadie.h> #include<conio. Sopiyan. cout<<". pada array.8 Hasil Contoh-5 8.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9.h> main( ) { int i.

9 Hasil Contoh-6 9.*/ #include <iostream. Pointer pada String Pointer pada string dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-7 /* ------------------. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk.h> main( ) { char band_metal[ ] = "SEPULTURA". cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. Pradita. char *band_punk = "RANCID". //menambah nilai penunjuk / pointer cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. band_punk+=3. dan Ani Oktarini 117 .*/ /* Pointer pada String */ /* ------------------.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. } Frieyadie.6. getche( ). Sopiyan. Ilamsyah.h> #include <conio. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk.

4. maka pembacaan berpindah ke alamat ke. R A N C I D \0 1 2 3 4 5 6 Frieyadie. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 9. pembacaan dilakukan mulai dari pointer pertama. karena sudah terjadi penambahan dengan 3. Pradita. dan Ani Oktarini 118 .10 Hasil Contoh-7 Pada program diatas.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. sehingga tercetak kata CID. yang di tunjukkan oleh penambahan nilai pointer pada band_punk+=3. terdapat perubahan nilai pointer band_punk . secara default. Sopiyan.

.Pernyataan / perintah. yang bersifat mutlak.Nama fungsi. Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main(). Sopiyan. sebagai contoh yang lainnya fungsi printf().Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Fungsi 10 Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus.h> #include<iostream. Pada pemanggilan sebuah fungsi. karena fungsi ini program akan dimulai. . 10. cukup dengan menuliskan nama fungsinya. dan Ani Oktarini 119 . tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri. Ilamsyah.Program menjadi lebih terstruktur. } Keterangan: . cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya.h> #include<stdio.h> garis( ) { printf("\n----------------------\n"). . Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong. Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: . Pradita.1. Contoh pembuatan fungsi sederhana Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */ #include<conio. sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan. … pernyataan / perintah.Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama. … pernyataan / perintah. diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’.Argumen. boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan. } Frieyadie. diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi. Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: nama_fungsi(argumen) { … pernyataan / perintah.

. Hasil Contoh-1 10. Sopiyan.Pondok Labu"<<endl. garis( ). ). maka akan menunjukkan kesalahan.2. Nilai-nilai pada objek-objek tersebut didapat dari variabel-variabel yang barada pada program utama. • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama.1. dan Ani Oktarini 120 . garis( ). Frieyadie. Prototipe dan Parameter Fungsi Prototipe merupakan uraian dari blok fungsi yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi.Modul Algoritma Pemrograman I /* program utama */ main( ) { clrscr( ). //memanggil fungsi garis cout<<"AMIK BSI . Pradita. Sedangkan yang dimaksud dengan parameter pada fungsi adalah suatu pendefinisian nilai-nilai dari objek-objek yang dideklarasikan pada bagian argumen di fungsi. • Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi. Ilamsyah. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 10. Prototipe fungsi dituliskan di atas blok program utama dan diakhiri dengan tanda qualifier titik koma ( . //memanggil fungsi garis getche( ). • Jumlah parameter yang digunakan • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan. Terdapat dua macam para parameter fungsi. sedangkan blok program fungsi yang mengandung perintah-perintah atau pernyataan-pernyataan dari program berada di bawah blok program utama yang memiliki keuntungan sebagai berikut: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi. yaitu : • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam definisi fungsi. } Output yang akan dihasilkan.

else getch( ).cin>>i. } Frieyadie. Ilamsyah. atas: clrscr( ).int n). main() { ….Modul Algoritma Pemrograman I Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual.. total(a.i).h> #include <iostream. } Contoh penggunaan prototipe fungsi dan parameter fungsi sebagai berikut: Contoh-2 //Penggunaan Prototipe pada Fungsi #include <conio.cin>>lagi.h> //untuk strcpy char coment (char ket[30].int n) { int a. //paramater formal cout<<c. coment(c. …. dan Ani Oktarini 121 . b).. int y) { …."---Bilangan Genap---"). Sopiyan. } if (lagi=='Y' || lagi=='y') goto atas. } parameter aktual parameter formal float total( int x.. int i.h> #include <string. } //blok program fungsi dengan parameter aktual char coment (char ket[30]. Pradita. if (a==1) strcpy(ket. else strcpy(ket."---Bilangan Ganjil---").. a=n%2. cout<<"\n\nIngin input lagi [Y/T]: ". { cout<<"Masukkan nilai = ". //prototipe fungsi main( ) { char lagi.c[30].

*/ #include<conio. cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()". cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan". main( ) { int a.*/ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* -----------------------. getch( ) . cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 122 .1. yaitu: 10. cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ". Frieyadie.b). a = 5. clrscr( ).h> #include<iostream. b = 9. } tambah(int m. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. tambah(a. Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-3 /* -----------------------. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 10. Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah. Sopiyan.h> tambah(int m.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-2 Di dalam bahasa C++ ada dua cara untuk melewatkan nilai-nilai parameter ke dalam fungsi dari nilai-nilai variabel. int n) { m+=5. b.2. walaupun nilai dari parameter formal berubah.h> #include<stdio. n+=7. Pradita. int n).2.

dan Ani Oktarini 123 . Ilamsyah.h> #include<iostream. a = 4. main( ) { int a.h> tambah(int *c. Frieyadie. b = 6. Hasil Contoh-3 10. b. int *d). Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu parameter aktual dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu parameter yang dilakukan di dalam fungsi. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b.*/ #include<conio. tambah(&a. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi".Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n. clrscr( ). cout<<endl.2. Contoh-4 /* ---------------------------. cout<<endl. Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference) Pemanggilan dengan referensi merupakan pemanggilan nilai suatu parameter di dalam fungsi ke parameter actual yang disimpan pada alamat memori dengan menggunakan pointer. Sopiyan.3. Pradita.h> #include<stdio. cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi".&b).*/ /* Penggunaan Call By Reference */ /* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 10.2. } Output yang akan dihasilkan.

3. } Frieyadie. cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()". } float kel (int r)//fungsi kel lingkaran { return(3. } tambah(int *c. dikarenakan nilai hasil dari parameter formal akan disimpan pada nama fungsi. cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d.h> #include <iostream. *d+=5. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. Hasil Contoh-4 10. Sopiyan. Pradita. Syarat utama dalam pembuatan fungsi return adalah nama fungsi yang dapat mengembalikan nilai.4. dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 10.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ).h> float luas (int r)//fungsi luas lingkaran { return(3. dan Ani Oktarini 124 . } Output yang akan dihasilkan. Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-5 /* Pernyataan Return pd Fungsi */ #include <conio. Pernyataan return().14*r*r).14*2*r). int *d) { *c+=7. cout<<endl. Ilamsyah. Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya.h> #include <stdio.

main( ) { Frieyadie. • Variabel Statis. Hasil Contoh-5 10. Terdapat beberapa jenis variabel yaitu: • Variabel Lokal. Sopiyan. Variabel Lokal Variabel Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh fungsi yang bersangkutan.h> #include<stdio.5. • Variabel Eksternal atau Global.4. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 10.*/ #include<conio.*/ /* Variabel Lokal */ /* -------------. cout<<"Keliling lingkaran = "<<kel(j). Jenis Variabel Jenis Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah.h> lokal( ).1.cin>>j. clrscr( ). cout<<"Luas lingkaran = "<<luas(j)<<endl. Contoh-6 /* -------------. 10.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int j. Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel Otomatis.h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 125 . Ilamsyah. getch( ). Pradita. } Output yang akan dihasilkan.4. cout<<"Masukkan Jari-jari = ".

yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main(). getch( ). Frieyadie.h> int a = 6. clrscr( ). cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. dan Ani Oktarini 126 .h> #include<iostream. Contoh-7 /* -----------------------------.h> #include<stdio.*/ /* Variabel Eksternal atau Global */ /* -----------------------------. cout<<"\nNilai a didalam fungsi lokal( ) = "<<a. Pradita. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.2.Modul Algoritma Pemrograman I int a = 15.*/ #include<conio. diluar dari fungsi main(). lokal( ).6. Sopiyan. Variabel Eksternal Variabel Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan berulang-ulang. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan.4. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 10. Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini. //--> deklarasi variabel eksternal void lokal( ). cout<<"Pemanggilan Variabel Lokal"<<endl. Hasil Contoh-6 10. } lokal( ) { int a = 10.

Variabel Statis Variabel Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel statis ini mempunyai sifat antar lain. } void lokal( ) { a+=10. Contoh-8 /* -------------------------.4. maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis dideklarasikan. cout<<"Penggunaan Variabel Eksternal"<<endl.h> #include<stdio. dan Ani Oktarini . lokal ( ). cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. } Output yang akan dihasilkan. • Jika variabel statis bersifat local. cout<<a. Hasil Contoh-7 10.*/ #include<conio. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 10. Ilamsyah. • Jika variabel statis bersifat eksternal. Suatu variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu tipe data variabel. • Jika tidak ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal nol.h> 127 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I void main( ) { clrscr( ).7. //--> pemanggilan fungsi local cout<<"\nNilai Setelah penggilan fungsi local() = ". getch( ). maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat variabel dideklarasikan.3.h> #include<iostream. Sopiyan.*/ /* Penggunaan Variabel Statis */ /* -------------------------. Pradita.

Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I walah( ). • Pada pencetakan k didalam fungsi main( ). karena variabel k. maka secara otomatis variabel k = 0. didapat dari k=4+4. } walah( ) { static int k. Ilamsyah. terutama programprogram yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for. tercetak nilai variabel k = 8. Sopiyan. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) kedua. didalam fungsi main( ) bersifat lokal. • Pada pemanggilan fungsi walah( ) pertama. Fungsi inline Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih. cout<<"\nNilai K didalam fungsi() = "<<k. Output yang akan dihasilkan. } Hal ini terlihat bahwa : • Pada pada prototipe fungsi walah( ) tidak tedapat nilai awal. Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan tipe data. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 10. //--> prototipe fungsi walah main( ) { int k = 5. karena nilai k yang terbaru adalah 4. getch( ). clrscr( ). walah( ). adalah 5.5. tercetak nilai variabel k = 4. didapat dari k=0+4. cout<<"\nNilai K didalam fungsi main() = "<<k. while dan do – while. walah( ). // --> deklarasi variabel statis k += 4. Pradita. Hasil Contoh-8 10. dan Ani Oktarini 128 .8.

cout << "C++ Programming. Frieyadie.h> #include<stdio. } Output yang akan dihasilkan. } main( ) { int k.h> inline int kali(int i.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. dan Ani Oktarini 129 . for(k = 1. Hasil Contoh-9 Contoh-10 /* -------------------------. ". Pradita.9. k < 20.*/ #include<conio.*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. int j) { return(i * j). dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 10. k++) cout<<kali(k. Ilamsyah. ".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-9 /* -------------------------. Sopiyan. getch( ).h> inline static void cplusplus( ) { cout << "Pemrogramman C++\n". clrscr( ).h> #include<stdio. } int main( ) { { cout << "Kami Sedang Belajar.h> #include<iostream.h> #include<iostream. k*2)<<" ".*/ #include<conio.

dan Ani Oktarini . cplusplus( ). Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut.*/ /* Penggunaan function overloading */ /* ------------------------------. } { cout << "Mari Belajar. Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading. } getche( ). cout << "Berarti Sudah Anda Kuasai". ". } { cout << "Jika Sudah Mengerti.6. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 10. cout << "Mudah Untuk Dipelajari.*/ #include<conio. Hasil Contoh-10 10. cplusplus( ).h> #include<stdio. Function Overloading Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi.\n\n". Pradita. sehingga memiliki nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda. Ilamsyah. cout << "Sedang Kami Pelajari.h> 130 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. Sopiyan.\n\n".10. Contoh-11 s/* ------------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I cplusplus( ).h> #include<iostream. s Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengna tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbeda-beda pula. ".

Hasil Contoh-11 Frieyadie. cout<<hitung(4)<<endl. } int hitung(int b) { return(b*b). long hitung(long c).11. void main( ) { clrscr( ). Ilamsyah. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -2 : ". } long hitung(long c) { return(c*c). dan Ani Oktarini 131 . } double hitung(double d) { return(d*d). getch( ). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -3 : ". float hitung(float d). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -1 : ". } Output yang akan dihasilkan. Pradita. cout<<hitung(3)<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I int hitung(int b). dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 10. Sopiyan. cout<<hitung(2)<<endl.

Jika belanja dimulai dari Rp. c = (68) * 5 / 9.000. . ……….000. dengan variabel untuk masing-masing fungsi berbeda-beda. Sopiyan.0) * 5 / 9.7778 Hasil keluaran yang diinginkan : Pemanggilan dengan tipe data double Proses dengan tipe data double 100 sama dengan 37. 5.000. Buatlah program untuk menghitung konversi dari derajat fahrenheit ke celcius Petunjuk : Gunakan Function Overloading. • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah double • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah float • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah integer Rumus konversi yang digunakan adalah c = (f .32) * 5 / 9.32. dan Ani Oktarini 132 . Fungsi yang harus dibuat potong() untuk menghitung besar potongan yang akan diberikan.000 .7778 Pemanggilan dengan tipe data integer Proses dengan tipe data integer 100 sama dengan 37 Frieyadie. dengan ketentuan sebagai berikut : . <di input > Besar diskon yang diberikan Rp. Buatlah 3 (tiga) buah fungsi untuk dioverloading. Contoh : Jika nilai Fahrenheit = 100 c = (100 . Ilamsyah. c = 37.Modul Algoritma Pemrograman I 10.000. maka mendapat diskon sebesar 20%. sampai dengan Rp.Jika belanja dibawah Rp. ………< hasil proses > 2.7778 Pemanggilan dengan tipe data float Proses dengan tipe data float 100 sama dengan 37. Dengan tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Program Hitung Potongan. Buatlah program untuk menghitung besarnya diskon yang diberikan atas besanya sejumlah pembelian.000. maka mendapat diskon sebesar 35%. Besar pembelian barang Rp. .000 . 5.Jika belanja diatas Rp.7. Pradita.000. maka tidak mendapat diskon. 1. ………< hasil proses > Besar harga yang harus dibayarkan Rp. Latihan 1. 1.

Mempunyai ketentuan sebagai berikut: Kode Jenis Buku C K N Jenis Buku CerPen ( Kumpulan Cerita Pendek ) Komik Novel Tarif Buku 500 700 1000 Petunjuk Proses : • Buatlah Fungsi Tarif untuk menentukan terif penyewaan • Gunakan Pernyataan If – Else Tampilan Masukan yang diinginkan: Perpustakaan ".. Ilamsyah.........Kecil-Kecilan".. <hasil proses> Frieyadie. <hasil proses> Jumlah Bayar Penyewaan Sebesar Rp.. Pradita. <diinput> Banyak Pinjam : ........ < hasil proses > Penyewa dengan Nama .. Buatlah program untuk menghitung jumlah pembayaran pada perpustakaan "Kecil-Kecilan".Modul Algoritma Pemrograman I 3. <diinput> Tampilan Keluaran yang diinginkan: Tarif Sewa Rp. ---------------------------Nama Penyewa Buku : ... ... Sopiyan. <hasil proses> Jenis Buku : .. dan Ani Oktarini 133 . <diinput> Kode Buku [C/K/N] : .. .

. Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal 11. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur. Frieyadie. float nilai. Contoh Deklarasi struct mahasiswa { char nim[5].1. }.. char nama[15]. } nama_tipe_struktur. }.. Deklarasi Structure Structure dapat deklarasikan seperti berikut: struct nama_tipe_struktur { elemen_struktur. .. . Hal yang perlu di perhatikan : • Penulisan nama Structure jika mengikuti bentuk umum pertama. struct { atau char nim[5].... Sopiyan.. Pradita. penggunaan nama structure-nya tidak bisa langsung di gunakan. Atau struct { elemen_struktur. ... Dan penggunaannya harus menggunakan objek/nama variabel yang menggunakan dari nama structure itu sendiri • Penulisan nama Structure dengan mengikuti bentuk umum kedua. char nama[15]...Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Structure 11 Struktur digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda.. }mahasiswa. karena secara otomatis menjadi sebuah tipe data. . maka penggunaan nama structure-nya bisa langsung di aplikasikan. float nilai.... Ilamsyah. dan Ani Oktarini 134 .

dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 11.nim<<endl. Pradita.h> #include<conio. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1a /* ---------------------------. Sopiyan.nilai<<endl. cin>>mahasiswa.h> #include<iostream. } mahasiswa. clrscr( ).h> main( ) { struct { char nim[5].cpp */ /* ---------------------------. dan Ani Oktarini 135 . cout<<"Nama = "<<mahasiswa. cout<<"masukan Nama = ".*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct1. cout<<"masukan Nilai Akhir = ".nim. Hasil Contoh 1b Bandingkanlah Contoh-1a dengan Contoh-1b berikut ini. char nama[15].nama<<endl. cout<<"\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n". Adakah perbedaannya ? Frieyadie. getch( ). cout<<"NIM = "<<mahasiswa. cin>>mahasiswa. cin>>mahasiswa. cout<<"masukan NIM = ".nama. Ilamsyah. cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa.nilai.1.*/ #include<stdio.

Hasil Contoh 1b Frieyadie. Ilamsyah.*/ #include<conio. } Output yang akan dihasilkan.1b. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. }. cout<<"NAMA: "<<mahasiswa.h> #include<stdio. cout<<"masukan NIM : ".cin>>mahasiswa.cpp */ /* ---------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1b /* ---------------------------. Pradita.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct2. cout<<"\n\n Data yang Anda Inputkan Adalah : "<<endl<<endl. Sopiyan.nim<<endl. cout<<"masukan NAMA : ". dan Ani Oktarini 136 . cout<<"masukan NILAI AKHIR : ".nama<<endl.cin>>mahasiswa.nilai. int nilai. clrscr( ).nim.cin>>mahasiswa. cout<<"NIM : "<<mahasiswa.nilai<<endl.nama. cout<<"NILAI AKHIR: "<<mahasiswa.nama[15].h> #include<iostream.h> main( ) { struct data { char nim[10]. data mahasiswa. getch( ).

for(i=0. .2.nama. cin>>mhs[i]. cin>>mhs[i]. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". char nama[15]. i++) { cout<<"Data Ke . k=1.h> char ket(float n). } clrscr( ). j=1.h> #include<conio. dan Ani Oktarini 137 . struct { char nim[5]. clrscr( ).*/ #include<stdio.nilai.nim. cout<<"masukan Nama = ". main( ) { int i. for(i=0.nim<<endl. Berikut bentuk deklarasi array struktur: struct { elemen_struktur . Frieyadie. i++) { cout<<"Data Ke . cin>>mhs[i]. Structure dengan Array dan Function Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure.h> #include<iostream. float nilai. cout<<"masukan NIM = ". Suatu elemen-elemen dari suatu Struktur dapat dikirimkan ke dalam suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel sederhana ke dalam suatu function. } nama_tipe_struktur[jml_index]. Pradita. } mhs[5]."<<k++<<endl. cout<<endl.*/ /* Program Penggunaan structure pada function */ /* Nama File : struct4. i<2. ………………….Modul Algoritma Pemrograman I 11. Ilamsyah. Sopiyan. cout<<"NIM = "<<mhs[i]. Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program berikut: Contoh-2 /* -----------------------------------------. i<2.cpp */ /* -----------------------------------------. sehingga membentuk Array dari Structure."<<j++<<endl.

nilai)<<endl. } getch( ). cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i]. Buatlah sebuah function untuk menghitung nilai Hasil Nilai Hasil = (Nilai UAS * 40%) + (Nilai UTS * 60%) • Jika Nilai Huruf = A.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nama = "<<mhs[i]. cout<<"Keterangan yang didapat = ".3. cout<<ket(mhs[i]. Ilamsyah. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. UAS dan menampilkan nilai huruf yang akan didapat. maka Nilai Hasil >= 80 • Jika Nilai Huruf = B. cout<<endl.nilai<<endl. } char ket(float n) { if(n > 65) return 'L'. else return 'G'. maka Nilai Hasil >= 47 • Jika Nilai Huruf = E. maka Nilai Hasil >= 56 • Jika Nilai Huruf = D.nama<<endl. Pradita. Hasil Contoh 2 11. maka Nilai Hasil < 47 Frieyadie. dan Ani Oktarini 138 .2. } Output yang akan dihasilkan. maka Nilai Hasil >= 70 • Jika Nilai Huruf = C. Latihan Kerjakan tugas-tugas dibawah ini sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pengerjaan yang telah diberikan : 1. Sopiyan. Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. Buatlah program untuk menghitung nilai Hasil dari nilai UTS.

Honor harian pegawai honorer sebesar Rp. Sopiyan. Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I Tampilan akhir adalah sebuah tabel. Buatlah sebuah function untuk menghitung honor lembur Ketentuan lembur dihitung dari kelebihan jam kerja pegawai tesebut. Buatlah program untuk menghitung honor pegawai honorer dari suatu perusahaan dengan menghitung kelebihan jumlah jam kerja pegawai tersebut. seperti dibawah ini: 2. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 139 . Pradita. maka kelebihan jam kerja dikalikan Rp. 15000 Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. Jam kerja normal pegawai sebanyak 8 jam • Jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. 5000 + Honor harian • Jika jumlah jam kerja hanya 8 jam tidak mendapat honor lembur. hanya mendapat honor harian saja.

Keuntungan Penggunaan OOP Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah: 1. Methode Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan. Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode). Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok fungsi. 3. pesan atau pernyataan antar objek. Ilamsyah. Mudah diperbaharui Frieyadie. seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil. Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan. digunakan dan lainlain. Class Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek. kelompok buku dan lain-lain. Object Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud. Sopiyan. memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari penggunaannya.1. Pradita. Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata. seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain. panjang dan lain-lain. 2. atau penggunaan atau manfaat dari objek tersebut.1. 12.1. Class juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut. Pengertian OOP BORLAND C++ 12 Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut. dan Ani Oktarini 140 .Modul Algoritma Pemrograman I Class untuk Object Oriented Programming (OOP) 12. warna.

public:c data element_class. maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public. dan Ani Oktarini 141 . int stok . 12. motor sport. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis. ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain. temboknya dan lian-lain. atapnya. dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis Obyek: 1. Object Declaration. Sopiyan. warna catnya dan lain-lain. Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Bentuk umum dari kelas: class class_ name { private: data element_class. 4. Contoh deklarasi : Nama class class motor { char merk [50]. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek 2. jendelanya.Modul Algoritma Pemrograman I Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public. bentuk. float harga . Pradita. method. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif 3.1. }.2. protype function. Nama Anggota Data Pendefinisian Objek Frieyadie. Ilamsyah. Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya. method. ketebalannya. }.

cout<<" Input Nama Siswa = ".h> garis( ) { cout<<"==============================\n".cout<<endl. cout<<"\t Nilai Siswa"<<endl <<"\t ------------"<<endl<<endl <<" NIS = "<<sekolah. Contoh-1 //Penggunaan public pada class #include <iostream.nilai.nama<<endl <<" Nilai Akhir = "<<sekolah. garis( ). siswa sekolah.nis.cin>>sekolah.nis<<endl <<" Nama Siswa = "<<sekolah. } class siswa { public : char nis[9].nilai<<endl.cout<<endl. Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa disebut dengan objek. getch( ). } Output yang dihasilkan dari program contoh-1 di atas adalah: Frieyadie. float nilai. Jadi tanpa menuliskan kata kunci private. garis( ). cout<<"\t Program Nilai Siswa"<<endl <<"\t -------------------"<<endl. cout<<" Input Nilai Akhir = ".nama.Modul Algoritma Pemrograman I Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport. Pradita. garis( ). A. clrscr( ).cin>>sekolah. semua item di dalam kelas bersifat private.h> #include <conio. semua item di dalam kelas sudah private.nama[20]. Ilamsyah. }. Public pada kelas Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas. item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public.cin>>sekolah. dan Ani Oktarini 142 . main( ) { clrscr( ). Secara default. Sopiyan. cout<<" Input NIS = ". Pada sebuah kelas.

keluaran( ). void keluaran( ).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 12. float v. Ilamsyah. s.1 Hasil Contoh-1 (Layar Input) Gambar 12. void main( ) { clrscr( ).k. Sopiyan. } Frieyadie. }.14 class tabung { private : int j. tabung s. public : tabung( ). Pradita. dan Ani Oktarini 143 . Private pada Kelas Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung.h> #include <iostream. Contoh-2 //Penggunaan private pada class #include <conio.2 Hasil Contoh-1 (Layar Output) B. getch( ).t.h> #define pi 3.

public: int inta( ). Frieyadie. } void tabung :: keluaran( ) { cout<<endl <<" Volume Tabung = "<<v<<endl <<" Keliling Tabung = "<<k<<endl. Berikut contoh pendeklarasian suatu konstruktor di dalam sebuah kelas: class hitung { private: int a.2. Ilamsyah. int b. k=(2*(pi*2*j))+t.Modul Algoritma Pemrograman I tabung :: tabung( ) { cout<<"\n Menghitung Tabung"<<endl <<" -----------------"<<endl<<endl.cin>>j. } Output yang dihasilkan dari program contoh-2 di atas adalah: Gambar 12.cin>>t. v=(pi*j*j)*t. cout<<" Masukan Tinggi = ". int intb( ). Konstruktor Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada. Pradita.3 Hasil Contoh-2 12. Sopiyan. cout<<" Masukan Jari-jari = ". dan Ani Oktarini 144 . Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk memberikan nilai awal.

Pradita. double nyata. a. nyata = 3. Ilamsyah. //konstruktor void info( ).h> class bilangan { private : int bulat.info( ).. void main( ) { clrscr( ). bilangan a. "<<endl.h> #include <iostream. } bilangan :: bilangan( ) { cout<<"\n Konstruktor dijalankan . Contoh-3 //Konstruktor #include <conio. Sopiyan. b. } Frieyadie. } void bilangan :: info( ) { cout<<"\n Jenis Bilangan: "<<endl <<" Bulat = "<<bulat<<endl <<" Nyata = "<<nyata<<endl. bilangan b. getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I hitung(int mudah).info( ). bulat = 5. public : bilangan( ).2. }. dan Ani Oktarini 145 .6. //deklarasi constructor }..

}. public : motor(char *nama. Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu setelah tidak menggunakannya lagi. Ilamsyah. motor sport("Honda CBR". motor matic("Honda Vario".Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-3 di atas adalah: Gambar 12.30500000). Pradita.keterangan( ).3. void main( ) { clrscr( ).//destruktor void keterangan( ). matic.//konstruktor ~motor().500. dan Ani Oktarini 146 . long harga. long hrg). sport. } Frieyadie. float cc_mesin.14500000).h> class motor { private : char *merk. Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga. Destruktor Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah menyelesaikan tugasnya. getch( ).keterangan( ). Sopiyan. float cc.h> #include <string.4 Hasil Contoh-3 12. Contoh-4 //Destruktor #include <conio.h> #include <iostream.125.

Ilamsyah. } Output yang dihasilkan dari program contoh-4 di atas adalah: Gambar 12. dan Ani Oktarini 147 . float cc. cc_mesin=cc.nama). Pradita.//menghapus memori karakter pd merk } void motor :: keterangan( ) { cout<<"\n Informasi Motor:"<<endl <<" Merk = "<<merk<<endl <<" CC Mesin = "<<cc_mesin<<endl <<" Harga = "<<harga<<endl<<endl. Contoh-5 //Class dg Array & Fungsi #include <conio.h> Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I motor :: motor(char *nama.//merubah data karakter menjadi string strcpy(merk. Sopiyan. harga=hrg. Array pada Kelas Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array.h> #include <iostream.4. } motor :: ~motor( ) { delete [ ] merk. Berikut ini contoh anggota dari suatu kelas yang berupa array. long hrg) { merk = new char[25].5 Hasil Contoh-4 12.

cin>>kary[x].wherey()). getch( ). Pradita.total. gotoxy(44.cin>>y.wherey()).jam. cout<<" Total Keseluruhan Karyawan :". gotoxy(36.3). }. int jam.wherey()).cout<<grand<<endl. grand=grand+kary[x]. Frieyadie. gotoxy(14.x++) { cout<<endl<<" Data Ke-:"<<a++<<endl. gotoxy(7. } float kerja::lembur(int l) { if (l>40) return(l-40)*30000.nm. for(x=0.x<y.cin>>kary[x].cout<<"Daftar Gaji Mingguan\n".total<<endl.wherey()). } cout<<" -------------------------------------------------\n". cout<<" Jumlah Jam :". gotoxy(30.jam).a=1.wherey()). float lembur(int l). main( ) { int x. Ilamsyah.y. cout<<" -------------------------------------------------\n" <<" No. kary[x].cout<<b++<<".nm[25].x++) { gotoxy(3.jam).b=1. double total.lembur(kary[x].wherey()). gotoxy(15.nik.nik. kerja kary[15].cin>>kary[x]. NIK Nama Jumlah Upah Total\n" <<" Karyawan Jam Lembur Gaji\n" <<" -------------------------------------------------\n".cout<<kary[x].cout<<kary[x].cout<<kary[x]. double grand=0.wherey()). cout<<" Nama Karyawan :".4). dan Ani Oktarini 148 . for(x=0.cout<<kary[x].nm. cout<<endl<<"Jumlah Data :". Sopiyan.total=(40*20000)+kary[x]. gotoxy(16. gotoxy(44.jam. cout<<" NIK :".x<y.lembur(kary[x].Modul Algoritma Pemrograman I class kerja { public : char nik[10]. } clrscr( ).".cout<<kary[x].cout<<"Karyawan Honorer\n".

Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of). Sopiyan. pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation). dan Ani Oktarini 149 . Berikut akan dijelaskan karakteristik OOP tersebut: 12. Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan (Inheritance). satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism). Karakterisitk OOP Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang disebut Object Oriented Pemrograman (OOP).Modul Algoritma Pemrograman I else return 0. Pradita.7 Hasil Contoh-5 (Layar Output) 12.6 Hasil Contoh-5 (Layar Input) Gambar 12. Inheritance Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit.1. Ilamsyah.5.5. Sebagai Frieyadie. } Output yang dihasilkan dari program contoh-5 di atas adalah: Gambar 12. haruslah memiliki karakteirstik.

Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain. Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. Ilamsyah. Private Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan. Bobotnya(5){} Frieyadie. dan Ani Oktarini 150 . Tanpa inheritance. atau child class. kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita. Public Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. MACAN }. Berikut penulisan sintaksisnya: Class kucing_besar : Public predator Contoh-6 //pengunaan inheritance #include <iostream. SINGA. sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih. Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas. class yang baru akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. Dengan inheritance. semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan. Manakala suatu kelas menerima warisan. Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass). Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama. Sopiyan. bila digabung menjadi mobil sport. Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam. class Predator { public: // constructors Predator( ):Usianya(10). yakni memiliki motor. dan menyebabkan anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri. 2. anda dapat menandai bahwa suatu kelas berasal dari mana.h> enum KETURUNAN { PUMA.h> #include <conio. Inherate sangat mirip dengan hubungan orang tua dengan anak. Class yang sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class yang baru disebut dengan derived class atau subclass.Modul Algoritma Pemrograman I contoh. 3. walalupun tidak semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas. Pradita. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. yaitu : 1. tipe asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. TUTUL. Protected Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan. yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas.

getch( ). } void Berburu( ) { cout<<" Berburu . cout<<" Umur Raja Hutan adalah: "<<Sibelang.. dan Ani Oktarini 151 .Berburu( ). }. } void SetUmur (int Umur) { Usianya = Umur.Meraung( ). Sibelang... Sopiyan. suara Predator!\n". cout<<" Tahun Usianya \n". }.} void Tidur( ) const {cout<< "ssshhh… Predator Tidur. } Frieyadie. Ilamsyah.} protected: int Usianya. Pradita. } private: KETURUNAN Keturunannya.Modul Algoritma Pemrograman I ~Predator( ) {} //accessors int Umurnya( ) const {return Usianya.. int main( ) { Kucing_besar Sibelang. } void SetBerat(int Berat) { Bobotnya=Berat.. } // method lainnya void Meraung( ) const { cout<< "Meraung . Sibelang. class Kucing_besar : public Predator { public: //constructors Kucing_besar ( ) : Keturunannya (SINGA) {} ~Kucing_besar( ) {} //Accessors KETURUNAN DptKeturunan() const { return Keturunannya. } int Beratnya ( ) const { return Bobotnya.. } //other methods void Melompat( ) { cout<<" Melompat . ingin makan \n".\n". } void setKeturunan(KETURUNAN keturunan) { Keturunannya = keturunan. int Bobotnya.\n".Umurnya().

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-6 di atas adalah:

Gambar 12.7 Hasil Contoh-6

12.5.2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya mendeklarasikan method sebagai virtual. Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut: 1. Virtual function harus anggota class. 2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis. 3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek. 4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat berupa virtual destructor.

Contoh-7

//Penggunaan Polymorphism #include <iostream.h> #include <conio.h> class HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya hewan peliharaan"<<endl; } virtual void makan( )// anggota class { cout<<" Makan... dibutuhkan hewan peliharaan"<<endl; } };

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

152

Modul Algoritma Pemrograman I class Jinak : public HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucu dan Jinak"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Diberi makan agar jinak"<<endl; } }; class Kucing : public Jinak { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya kucing"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Makanan dibutuhkan Kucing"<<endl; } }; void main( ) { //definisi Objek Jinak dan Kucing puma Jinak jinak; Kucing puma; //definisi pointer ke objek HewanPeliharaan *hewan; hewan=&jinak; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); cout<<" -----------------------------"<<endl; hewan = &puma; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); getch(); } Output yang dihasilkan dari program contoh-7 di atas adalah:

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

153

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 12.8 Hasil Contoh-7

12.5.3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation: 1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi 2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu interface 3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan. 4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data struktur Dua hal dalam enkapsulasi : 1. Information hiding 2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface (bagian private) dan implementation (bagian public). Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan. Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat menggunkan objek kita.

Contoh-8

//penggunaan encapsulation #include <conio.h> #include <iostream.h> class satu_kandang { int kandang;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

154

} Output yang dihasilkan dari program contoh-8 di atas adalah: Gambar 12.hasil()<<endl. } int satu_kandang :: hasil(void) { return kandang. cout<<" Nilai dari ayam2 adalah "<<ayam2.hasil()<<endl. Sopiyan. }. int bebek.atur(7). int hasil(void). Ilamsyah. void satu_kandang :: atur(int nilai) { kandang = nilai. cout<<" Nilai dari ayam1 adalah "<<ayam1. cout<<" Nilai dari bebek adalah "<<bebek<<endl.atur(2). Pradita. getch( ). dan Ani Oktarini 155 . ayam3. cout<<" Nilai dari ayam3 adalah "<<ayam3.hasil()<<endl.atur(5). ayam2. } void main( ) { satu_kandang ayam1. ayam2.Modul Algoritma Pemrograman I public: void atur(int nilai). ayam3.9 Hasil Contoh-8 Frieyadie. bebek=20. ayam1.

.. :………………Jam …………. ………….... … ……………….. ---------------------------------------------------------------------------------------Data Ke-1 Nama Pegawai :…………………. Nama Honor Jumlah Honor Total Pegawai Jam Kerja Lembur Honor ========================================================== … ………………. 25. ………… …………….Modul Algoritma Pemrograman I 12. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 156 . …………. … ……………….. Sopiyan. <terus mengulang sesuai jumlah pegawai yang diinputkan> Desain keluaran yang diingkinkan adalah sebagai berikut : PT. …………. ………… ……………... Total Honor Pegawai Sebesar …………. Jumlah Jam Kerja :………………Jam Data Ke-2 Nama Pegawai Jumlah Jam Kerja :…………………. Desain masukan yang diinginkan adalah sebagai berikut PT...6 Latihan Seorang manager ingin dibuatkan sebuah program perhitungan gaji pegawai staff honor sederhana.. …………....000 Jam kerja selama 8 Jam setiap harinya Jam bekerja lebih dari 8 jam. Meriang Gembira Jumlah :……………….. Meriang Gembira Tanggal : ………………. Petunjuk : Gunakan kelas pegawai. ========================================================== No. …………. Tanggal Input :………………. …………. 1.500. …………. ………… ……………. maka kelebihan jam dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp. Pradita. Adapun ketentuan perhitungan gaji pegawai honorer adalah sebagai berikut : Honorer per hari yang diterima pegawai honorer sebesar Rp... Anda sebagai staff programmer harus membuatkan program tersebut. Frieyadie.

Adapun isi program yang dibuat harus memuat materi UAS : Array. dan Ani Oktarini 157 . Lalu buatkan bentuk rancangannya seperti contoh berikut: Bentuk Menu Utama Bentuk Input Bentuk Output Frieyadie. Pradita.UAS Buatlah sebuah program aplikasi bertemakan bisnis secara berkelompok. label.Modul Algoritma Pemrograman I Studi Kasus Pra . kondisi. Sopiyan. looping. structure dan Class. fungsi. Ilamsyah.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->