Disusun Oleh : Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah dan Ani Oktarini

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++

Pengenalan Bahasa C++
1.1. Sejarah Singkat
1.1.1. Sekilas Perkembangan Bahasa C

1

Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL. Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dioperasikan pada sistem operasi UNIX. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.

1.1.2.

Sekilas Tentang C++

Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell, AT&T. Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang besar dan kompleks.

1.1.3.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan class.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

2

Modul Algoritma Pemrograman I

1.2. Pengenalan IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment, merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland C++, dapat digunakan untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Menulis Naskah Program. Mengkompilasi Program ( Compile ) Melakukan Pengujian Program ( Debugging ) Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking ) Menjalankan Program ( Running )

Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini: Klik tombol Start pilih Program Borland C++ 5.02 klik Borland C++

Gambar 1.1. Menu Untuk Mengaktifkan Program Borland C++ Berikut lDE dari Borland C++, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.2.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

3

seperti icon open. b. Debug.02 IDE pada Borland C++. yaitu: a.CPP d. Baris Status (Status Bar) Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris dan kolom. run dan lainlain. Search. Pradita. dan Ani Oktarini 4 . File. Ilamsyah. Edit. nama file jendela editor adalah NONAME00. Project. save. Jendela Message Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program. maka akan diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya. terbagi menjadi 4 (empat) bagian. e. c.3. Sopiyan. Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek. Options. Window dan Help. Jendela Editor Tempat untuk pengetikan program dan membuat program.Modul Algoritma Pemrograman I Layar Pembuka Borland C++ Menu Bar Tools Bar Jendela Editor Jendela Message Status Bar Gambar 1. Frieyadie. Compile. Baris Menu ( Menu Bar ) Menu utama terdiri dari. Jika pertama kali anda membuat program. compiler. Baris Peralatan (Tools Bar) Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam pembuatan program-program C++. Run. waktu yang sedang berjalan). IDE Borland C++ 5.

Struktur program C++ terdiri sejumlah blok fungsi. Model-model memori tersebut adalah: a. Bentuk Umum: #include <file-header> main() { pernyataan.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Pradita. Sopiyan. mempunyai enam model memori untuk program dan data. cout merupakan perintah keluaran pada C++ 5. } Contoh-1 1.4. apabila ingin menggunakan perintah cout maka harus menggunakan file header iostream. Model Memori Borland C++. sama seperti struktur program C yang terdahulu. setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu. dan Ani Oktarini 5 . tanda { dan } sebagai punctuator yang awal blok program hingga akhir blok program 4. Frieyadie. #include <file-header> merupakan preprocessor pada C++ untuk pemanggilan file header yang memuat beberapa perintah-perintah dari C++ (contoh.3. Model Tiny Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak lebih dari 64 Kb. Ilamsyah. Struktur Program C++ Struktur program C++. maka berfungsi sebagai penahan dari tampilan hasil 1. main() merupakan awal mula dari blok program utama 3. getch(). apabila ditempatkan sebelum funtuator }.h) 2.

Cara mengaktifkannya : Klik Menu File Klik New Text Edit Gambar 1. d. Sopiyan. d. Ilamsyah.CPP. Model Medium Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. kemudian dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file .5 Cara Menampilkan Text Edit Frieyadie. c.Modul Algoritma Pemrograman I b. Membuat File Editor File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi. Model Large Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih dari 64 K. e. Model Small Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program dan data tidak lebih dari 64 Kb. dan Ani Oktarini 6 .5. Model Compact Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K. Pradita. Model Huge Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis data. 1.

dan Ani Oktarini 7 .6 Jendela Text Edit 1.6.7. maka selanjutnya disimpan dengan cara : a. Frieyadie. Kik Menu File  Save b. Jendela Save File As Pada Borland C++ 5.02 terdapat tiga cara menyimpan file editor. Menyimpan File Editor Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit. Save All Digunakan untuk menyimpan semua File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Ilamsyah. Hotkey yang ada bisa gunakan untuk menyimpan dengan menekan tombol Ctrl + KS. Menekan HotKey Ctrl + KS. Selanjutnya tampil jendela Save File As. Save As Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk dengan nama file yang berbeda. diantaranya yaitu : Save Digunakan untuk menyimpan File Program pada jendela yang sedang aktif kedalam disk. Pradita. seperti dibawah ini : Gambar 1.

exe ) dan sekaligus menjalankan program. proses linking. Pradita. dan Ani Oktarini 8 .9 Kotak Dialog Run Setelah proses menterjemahkan program. yaitu dengan cara : a. yaitu dengan cara: a. seperti dibawah ini : Gambar 1. Kik Menu Debug Run b. Menekan HotKey Ctrl + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Run. seperti dibawah ini : Gambar 1. Ilamsyah. membuat file eksekusi ( .Modul Algoritma Pemrograman I 1. Menjalankan Program Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program. Menterjemahkan Program Proses Compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari bahasa manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa mesin.8 Kotak Dialog Compile 1. selanjutnya tampil hasil seperti gambar 1. Menekan HotKey Alt + F9 Selanjutnya tampil kotak dialog Compile. Kik Menu Debug Compile b. Sopiyan.8.melakukan proses linking.10 dibawah ini : Frieyadie.7.

Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1.Mencetak File Editor Penjelasan Mencetak file program pada jendela yang sedang aktif dengan cara Klik File Print Selanjutnya tampil Jendela Print Option. seperti dibawah ini : Frieyadie. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 9 . dengan cara : Klik Menu File Open Selanjutnya tampil Jendela Open. Pradita.9. Sopiyan. seperti dibawah ini : Gambar 1. Membuka File Editor Penjelasan Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat.10 Contoh Hasil Keluaran Program 1.11 Jendela Open File pada C++ 1.10.

12 Jendela Print Option 1. Pradita. dengan cara File Exit Frieyadie.02 Keluar dari Aplikasi Borland C++ 5.11.02. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 10 . Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 1. Keluar dari Borland C++ 5.

647 3. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian.d 32767 -32768 s.648 s.7 x 10-308 s. diantaranya: Tabel 2. Perintah Masukan dan Keluaran BORLAND C++ 2 2.d 1. Konstanta Bilangan Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok. Pradita. dan Ani Oktarini 11 .d 1.d 32767 -2. adalah : Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja.d 3.d 127 -32768 s.295 2.4 x 10+38 1. Tipe Data Tipe Data Char Int Short Long Float Double Long Double Ukuran Memori 1 Byte 2 Byte 2 Byte 4 Byte 4 Byte 8 Byte 10 Byte Jangkauan Nilai -128 s.147.967.7 x 10+308 3.4 x 10-38 s.294. Konstanta Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap.4 x 10-4932 s. Sopiyan.d 2. Pengenalan Tipe Data Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan. yang dimiliki oleh Borland C++. Tipe Data Tambahan Tambahan Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai Unsigned Integer Unsigned Character Unsigned Long Integer 2 Byte 1 Byte 4 Byte 0 – 65535 0 – 255 0 – 4.1.1 x 10+4932 5–7 15 – 16 19 Jumlah Digit Tipe Data Tambahan.2.435.Modul Algoritma Pemrograman I Pengenalan Model Data. Ilamsyah. Tabel 2.435. antara lain: Frieyadie.2.1.147. yaitu: • Konstanta Bilangan • Konstanta Teks A.

C. 3. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision ) Konstanta Double Precision. yaitu : • Bentuk Desimal ( contoh : 5. Data Karakter (Character). tetapi Konstanta Double Precision mempunyai daya tampung data lebih besar. Contoh : “Virusland”. Adalah bilangan yang tidak mengandung nilai desimal.22e3 4. const float phi = 3. antara lain. “AMIK BSI”. 2. Pradita. 2. Sopiyan. Contoh : 1. notasi atau simbol. “Y” dan lain-lain. dan Ani Oktarini 12 . Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point ) Konstanta Floating Point.22 x 103 )s 3. B. mempunyai bentuk penulisan. angka.Modul Algoritma Pemrograman I 1. Data Teks (String). Data karakter hanya terdiri dari sebuah karakter saja yang diapit oleh tanda kutip tunggal ( ‘ ). Ilamsyah. 100 2. Frieyadie. Deklarasi Konstanta Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const. Contoh: const x = 89. Pada deklarasi konstanta bilangan desimal (floating point) harus diikutsertakan model dari tipe datanya. Konstanta Teks Dalam hal ini konstanta teks dibagi menjadi dua kelompok. atau const tipe_data nama_konstanta = nilai konstanta. “Jakarta”.14.57 ) • Bentuk Eksponensial / Bilangan Berpangkat ( contoh : 4. Ini merupakan nilai default pada konstanta bilangan. Konstanta Bilangan Bulat (Integer). Contoh : ‘Y’ ‘y’ ‘9’ ‘&’ dan lain-lain. Data karakter dapat berbentuk abjad ( huruf besar atau kecil ). Bentuk penulisannya : const nama_konstanta = nilai konstanta. Data String merupakan rangkaian dari beberapa karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda ( “ ). pada prinsipnya sama seperti Konstanta Floating Point. 1.

Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision. dan Ani Oktarini 13 . Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika. Variabel Text 1. Ilamsyah. seperti integer atau character dan nama variabel itu sendiri. SIMBOL DEKLARASI Int Float Double Char unsigned int unsigned char long int unsigned long int Frieyadie. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( .3. Variabel Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program.3. ). Variabel. B. Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel. Deklarasi Variabel TIPE VARIABEL Integer Floating Point Double Precision Karakter Unsigned Integer Unsigned Character Long Integer Unsigned Long Integer Bentuk penulisannya : Tipe data nama variabel. Pradita. Tabel 2. Sopiyan. Dalam pemberian nama variabel. 3. Deklarasi Variabel Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan terlebih dahulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut. dibagi menjadi dua jenis kelompok. mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain : 1. Character ( Karakter Tunggal ) 2. 2. Variabel Numerik Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam : 1. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point.Modul Algoritma Pemrograman I 2. String ( Untuk Rangkaian Karakter ) C. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih). Bilangan Bulat atau Integer 2. yaitu : • Variabel Numerik • Variabel Teks A.

char grade. Argumen ini dapat berupa variabel. Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan. Perintah Keluaran Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++. int nilai. dan Ani Oktarini 14 . 2. …). Frieyadie. diantaranya adalah : printf( ) puts( ) putchar( ) cout( ) 2.4.2).%d”.4. Penentu Format Printf( ) TIPE DATA Penentu Format Untuk printf( ) Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Bentuk Desimal dan Pangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer %d %f %e %g %lf %c %s %u %ld %lu %x %o printf(“%c merupakan abjad yang ke . float rata_rata . Tabel 2. String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format. argumen-2. Ilamsyah.’b’.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh Deklarasi char nama_mahasiswa[20]. Sopiyan. printf("string-kontrol". konstanta dan ungkapan. argumen-1. Pradita.1 printf( ) Fungsi printf( ) merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar.4.

Penggunaan Penentu Lebar Field Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau pecahan. Hal tersebut dapat diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak. Berikut bentuk penulisannya: Contoh-2 #include<stdio.a2).h> #include <conio. nilai). int nilai = 100. Kamu mendapatkan Nilai %i” .a1). printf(“hai %s. Pradita. Ilamsyah. printf("Nilai Tugas 2: %2f ".5. } Output yang akan dihasilkan. nama. tampilan yang tampak biasanya kurang bagus. a2=77. jika tidak menggunakan penentu lebar field adalah: Frieyadie.h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1 #include <stdio. getch( ). clrscr( ). } Gambar 2.h> #include<iostream. 1 Hasil Contoh 1 a.50.h> main( ) { float a1=87. dan Ani Oktarini 15 . clrscr( ). printf("Nilai Tugas 1: %2f \n". Sopiyan.h> main( ) { char nama =”dita”.h> #include<conio.

} Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 16 .2f \n".50.h> main( ) { float a1=87. clrscr().a1). Ilamsyah. Pradita.h> #include<conio. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 #include<stdio. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. getch( ).2f". jika menggunakan penentu lebar field adalah Gambar 2. Escape Sequences ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN \b \f \n \r \t \' Backspace Formfeed Baris Baru Carriage Return Tab ( default = 8 karakter ) Tanda kutip tunggal ( ' ) Frieyadie.5.5. printf("Nilai Tugas 2: %2.h> #include<iostream. printf("Nilai Tugas 1: %2.a2). Beberapa Escape Sequences lainnya antara lain : Tabel 2. Escape Sequences menggunakan notasi “ \ ” ( back slash ) jika karakter terdapat notasi “\” ini sebagai karakter “escape” ( menghindar). a2=77. 3 Hasil Contoh 3 b. Penggunaan Escape Sequences.

Untuk mencetak pindah baris. 4 Hasil Contoh 4 2.h> #include<conio.Modul Algoritma Pemrograman I \" \\ \xaa \aaa Tanda Kutip Ganda ( " ) Backslash Kode ASCII dalam hexadecimal. Sopiyan. clrscr( ).4.5. karena fungsi ini khusus untuk tipe data string. a.nama3). karena sudah dibeikan secara otomatis.nama2.b.8. nama1. float a = 88.2f \t %8. Untuk mencetak pindah baris memerlukan notasi ‘ \n ‘ tidak perlu notasi ‘ \n ‘ .2f ". Perbedaan fungsi puts( ) dengan printf( ) untuk tipe data string printf( ) Harus menentukan tipe untuk data string.nama3[10]="Fitri". Ilamsyah. ( aa menunjukkan angka ASCII ybs ) Kode ASCII dalam octal. printf("%8s\t %7s\t %8s ". puts( ) berasal dari kata PUT STRING. (aaa menunjukkan angka ASCII ybs ) Contoh-4 #include<stdio. b = 90. Pradita. puts( ) Perintah puts( ) sebenarnya sama dengan printf().c). dan Ani Oktarini 17 . Frieyadie. yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar.nama2[10]="Ani". printf("\n%8. Perbedaan antara printf( ) dengan puts( ) adalah : Tabel 2. yaitu %s puts( ) data Tidak Perlu penentu tipe data string.6. } Gambar 2.2.2f \t %8.h> main( ) { char nama1[10]="Dita".2. c = 98. getch( ).

Ilamsyah.4. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie. putchar( ) Perintah putchar( ) digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. putchar('2'). putchar('I'). } Output yang akan dihasilkan. putchar('9').h> #include <conio. Contoh-5 #include <stdio. dan Ani Oktarini 18 . putchar('-'). } Output yang akan dihasilkan. 5 Hasil Contoh 5 2. clrscr(). Sopiyan.h> #include <conio.h> main() { char nama[5] = "BSI". Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris. putchar('S'). putchar('0'). Pradita. putchar('0'). getch( ). dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 2. putchar('B').3. puts("Anda Kuliah di "). puts(a).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-5 #include <stdio.h> main( ) { clrscr( ).

getch( ).4. harus menyertakan file header iostream.4. untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file header iomanip. } Output yang akan dihasilkan. cout Fungsi cout merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar.h .h> #include <conio. cout<<"Jumlah Barang 1: "<<jumbar1. clrscr( ). Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan oleh Borland C++. jumbar2=23.h . cout<<" Jumlah Barang 2: "<<jumbar2.h> main( ) { int jumbar1=150.h> #include <iostream. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 2. Pradita. Sopiyan. 7 Hasil Contoh 7 2. dan Ani Oktarini 19 . endl end flush() dec() hex() oct() setbase() setw() setfill() setprecision() setosflags() Frieyadie. Contoh-7 #include <stdio.4. antara lain. Fungsi Manipulator Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar. Untuk menggunakan fungsi cout ini.5. Ilamsyah. 6 Hasil Contoh 6 2.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2.

Contoh-8 # include<stdio. Ilamsyah.h> # include<iostream. Contoh-9 # include <stdio.h> # include <iostream. dan Ani Oktarini .nama[15]="Andi". cout<<"Alamat :"<<alamat<<endl. c. } Output yang akan dihasilkan. File header yang harus disertakan adalah file header iostream.. 20 Frieyadie. getch( ). diantaranya: a.h> main( ) { char nim[9]="12098890".Modul Algoritma Pemrograman I Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator. endl endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. ends ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter. Sopiyan. char alamat[20]="Jakarta Selatan". 8 Hasil Contoh 8 b. File header yang harus disertakan adalah file header iostream.h> # include<conio.h> # include <conio. Pradita.h . Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL. b.h> main( ) { int a. clrscr( ).h . dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 2. cout<<"Nama :"<<nama<<endl. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk. cout<<"Nim :"<<nim<<endl. d.

h> main( ) { int nilai = 320.Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). dec. oct dan hex dec. getch( ). Contoh-10 # include <stdio. cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl. cin>>b.h . Pradita. 9 Hasil Contoh 9 c. cin>>a. clrscr( ). cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 2. Sopiyan. cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends. dari program contoh-10 diatas adalah: Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. oktal(bilangan berbasis 8) dan hexadesimal(bilangan berbasis 16). cout<<"Masukan Nilai B : ". oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal(bilangan berbasis 10). } Output yang akan dihasilkan.h> # include <iostream. d = a * b. Ilamsyah.h> # include <conio.h> # include <iomanip. cout<<"Nilai Awal= "<<nilai<<endl. getch( ). c = a % b. cout<<"Masukan Nilai A : ". File header yang harus disertakan adalah file header iomanip. cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl. dan Ani Oktarini 21 . cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl.

} Output yang akan dihasilkan. cout<<setiosflags(ios::fixed).c.h .b. getch( ). Pradita. file header yang harus disertakan adalah file header iomanip.h> # include <iostream. cout<<setprecision(5)<<c<<endl. 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie.54. cout<<setprecision(3)<<c<<endl. dari program contoh-11 diatas adalah: Gambar 2. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. b = 12. cout<<setprecision(2)<<c<<endl. Sopiyan. 10 Hasil Contoh 10 d.23. Contoh-11 # include <conio.h> # include <iomanip. setprecision( ) Fungsi setprecision( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). c = a * b. cout<<setprecision(4)<<c<<endl. dan Ani Oktarini 22 . cout<<setprecision(1)<<c<<endl. a = 25. Ilamsyah.h> main( ) { float a.

setbase( ) setbase( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi bilangan Octal. Bentuk penulisannya : setbase(base bilangan). } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ).a++) { cout<<setbase(10)<<a<<" ". Hasil Contoh-12 Frieyadie. cout<<"Decimal Octal Hexadecimal"<<endl. Sopiyan.h> main( ) { int a = 250.h> # include <iostream.12. cout<<setbase(16)<<a<<endl. } getche( ).h . dan Ani Oktarini 23 .a<=260.Modul Algoritma Pemrograman I e.h> # include <iomanip. dari program contoh-12 diatas adalah: Gambar 2. yaitu : • Octal = basis 8 • Decimal = basis 10 • Hexadecimal = basis 16 Contoh-12 //Penggunaan Manipulator setbase() # include <stdio. File header yang harus disertakan file header iomanip. cout<<"Penggunan Manipulator setbase()"<<"\n\n".h> # include <conio. Pradita. Ilamsyah. for(a=250. cout<<setbase(8)<<a<<" ". Base bilangan merupakan base dari masing-masing bilangan. Decimal dan Hexadecimal. cout<<"----------------------------"<<"\n".

h> # include <iostream. dan Ani Oktarini 24 . Contoh-13 // Penggunaan Manipulator setw() # include <stdio.a<=15. n = merupakan nilai lebar tampilan data.Modul Algoritma Pemrograman I f. Ilamsyah. setw() setw() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan dilayar dari suatu nilai variabel. Hasil Contoh-13 Frieyadie. Sopiyan. integer. File header yang harus disertakan file header iomanip.h> main( ) { int a. cout<<"Penggunan Manipulator setw()"<<"\n\n".h> # include <iomanip. clrscr( ). cout<<"-------------------------------"<<"\n". Bentuk penulisannya : setw(int n). } cout<<"-------------------------------"<<"\n". Pradita.h> # include <conio.a++) { cout<<setw(a)<<a<<endl.h . for(a=1. dari program contoh-13 diatas adalah: Gambar 2. getche( ).13. } Output yang akan dihasilkan.

clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. cout<<"-------------------------------"<<"\n".14. cout<<setw(a)<<a<<endl. Bentuk penulisannya : setfill(charakter). Hasil Contoh-14 Frieyadie.a<=15.Modul Algoritma Pemrograman I g. Pradita. setfill() setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk manampilkan suatu karakter yang ditelakan didepan nilai yang diatur oleh fungsi setw().h . File header yang harus disertakan file header iomanip.a++) { cout<<setfill('-'). dari program contoh-14 diatas adalah: Gambar 2.h> main( ) { int a. Contoh-14 // penggunaan setfill dan setw( ) # include <stdio.h> # include <conio. for(a=1.h> # include <iostream. } getche( ). cout<<"Penggunan Manipulator setfill()"<<"\n\n". Sopiyan. dan Ani Oktarini 25 .h> # include <iomanip.

Frieyadie. cout<<endl. Sopiyan.h . Tanda Format Perataan Kiri dan Kanan Tedapat dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal.Modul Algoritma Pemrograman I h.h> # include <iomanip. yaitu: ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial. Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags( ). dan Ani Oktarini 26 .15. file header yang harus disertakan file header iomanip. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<a. Tanda Format Keluaran Notasi Konversi Tanda format yang digunakan untuk keluaran Notasi. pengaturan terhadap lebar variabel untuk perataan kiri dan kanan ini melalui fungsi setw( ). setiosflags( ) Fungsi setiosflags( ) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data. Pradita. clrscr( ). dari program contoh-15 diatas adalah: Gambar 2. b = 56. Fungsi ini biasa pada fungsi cout( ). cout<<"Rata Sebelah Kanan = ". ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan Contoh-15 //tanda format ios::left dan ios::right # include <stdio. Hasil Contoh-15 2. antara lain. 1.h> main( ) { int a = 75.h> # include <iostream. Ilamsyah. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<b. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<a. } Output yang akan dihasilkan.h> # include <conio.. cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(10)<<b. getche( ). cout<<"Penggunaan ios::left dan ios::right\n\n". cout<<"Rata Sebelah Kiri = ".

cout<<"Hasil ios::fixed dari 56. ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis oktal.h> # include <conio.16. Octal dan Hexadecimal. cout<<"Penggunaan ios::scientific dan ios::fixed\n". Tanda Format Konversi Dec. cout<<setiosflags(ios::scientific)<<75. cout<<"Bilangan Decimal dar 75 = ". Oct dan Hex Terdapat tiga macam tanda format yang digunakan untuk konversi keluaran dalam basis Decimal. getche( ).h> main( ) { clrscr( ). Pradita. cout<<setiosflags(ios::oct)<<10<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-16 //tanda format ios::scientific dan ios::fixed # include <stdio.65 adalah ". getche( ).h> # include <conio. cout<<"\n\n". dari program contoh-16 diatas adalah: Gambar 2.h> # include <iomanip. ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis heksadesimal. ios::hex # include <stdio. Ilamsyah. cout<<"\nHasil ios::scientific dari 75. cout<<setiosflags(ios::dec)<<75<<endl. Frieyadie. Sopiyan. Hasil Contoh-16 3.h> # include <iostream.45 adalah ". } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 27 . yaitu: ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi basis desimal. cout<<"Bilangan Octal dari 10 = ". Contoh-17 //tanda format ios::dec. cout<<"Bilangan Hexadecimal dari 15 = " cout<<setiosflags(ios::hex)<<15. ios::oct.65.45<<endl.h> # include <iostream.h> main( ) { clrscr( ).h> # include <iomanip. cout<<setiosflags(ios::fixed)<<56.

h> main( ) { int a.a+5).17. Hasil Contoh-17 4. Contoh-18 //tanda format ios::uppercase # include <stdio. cout<<"-------------------------\n". cout<<"Tanpa Dengan \n". Sopiyan. clrscr( ). for (a=1.h> # include <iostream. Pradita. cout<<"Konversi Konversi \n". a++) { gotoxy(15.h> # include <iomanip. } getche( ). Tanda Format Manipulasi Huruf Hexadecimal Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi hexadecimal dengan menggunakan tanda format: ios::uppercase digunakan untuk mengubah huruf pada notasi huruf hexadecimal. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 28 .h> # include <conio. a++) cout<<hex<<a<<endl. cout<<"-------------------------\n". dari program contoh-17 diatas adalah: Gambar 2. a<=15. dari program contoh-18 diatas adalah: Frieyadie. cout<<"Penggunaan ios::uppercase\n". Ilamsyah. a<=15.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. cout<<setiosflags(ios::uppercase)<<hex<<a<<endl. for (a=1.

cout<<"----------------------------\n". cout<<dec<<a<<endl. for (a=1. Contoh-19 //tanda format ios::showbase # include <stdio. Frieyadie.h> # include <iomanip. dan Ani Oktarini 29 . a++) { gotoxy(15. Ilamsyah. a<=15. cout<<"Decimal Hexadecimal Oktal \n".h> main( ) { int a. a<=15.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. cout<<"----------------------------\n". Sopiyan. cout<<setiosflags(ios::showbase).h> # include <iostream. Pradita. a++) { gotoxy(4.18 Hasil Contoh-18 5. } for (a=1.h> # include <conio. Tanda Format Keluaran Dasar Bilangan Hexadecimal dan Octal Untuk keperluan menampilkan dasar bilangan Hexadecimal dan Oktal dengan menggunakan tanda format: • ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x (nol-x) diawal pada tampilan bilangan hexadecimal dan 0 (nol) diawal pada tampilan bilangan decimal.a+5). cout<<"Penggunaan ios::showbase\n".a+5). clrscr( ).

a<=15. Pradita.h> main() { double a = 78.19. clrscr( ). Tanda Format Menampilkan Titik Desimal Untuk keperluan menampilkan titik desimal dengan menggunakan tanda format: • ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan yang tidak mempunyai titik desimal pada tipe data float atau double. Ilamsyah. Hasil Contoh-19 6. } for (a=1.h> # include <iomanip. } cout<<"----------------------------\n". Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan. //-> tanpa tanda format ios::showpoint cout<<"Tanpa tanda format ios::showpoint"<<endl. a++) { gotoxy(25.h> # include <conio.a+5). dan Ani Oktarini 30 . cout<<oct<<a<<endl. dari program contoh-19 diatas adalah: Gambar 2.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<hex<<a<<endl. getche( ). Frieyadie. Contoh-20 //tanda format ios::showpoint # include <stdio.h> # include <iostream.

cout<<"\n\n".h> # include <conio.h> main( ) { int a = 8. cout<<"Variabel a = "<<a<<endl. Hasil Contoh-20 7. clrscr( ).20. cout<<"Dengan Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". dari program contoh-20 diatas adalah: Gambar 2. dari program contoh-21 diatas adalah: Frieyadie. b = -9. cout<<setiosflags(ios::showpos). Pradita. cout<<"Tanpa Menggunakan ios::showpos"<<"\n\n". Ilamsyah. Sopiyan. getche( ). cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl.h> # include <iomanip. //-> dengan tanda format ios::showpoint cout<<"Dengan tanda format ios::showpoint"<<endl. cout<<setiosflags(ios::showpoint).Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Variabel a = "<<a<<"\n\n". getche(). cout<<"Nilai a = "<<a<<" Nilai b = "<<b<<endl.h> # include <iostream. Tanda Format Menampilkan Simbol Plus ( + ) Untuk keperluan menampilkan simbol Plus ( + ) pada bilangan genap dengan menggunakan tanda format: • ios::showpos digunakan untuk menampilkan simbol plus (+) pada variabel yang memiliki nilai bilangan positif. } Output yang akan dihasilkan. Contoh-21 //tanda format ios::showpos # include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 31 .

Perintah Masukan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++. Penentu Format scanf( ) TIPE DATA Integer Floating Point Bentuk Desimal Bentuk Berpangkat Double Precision Character String Unsigned Integer Long Integer Long Unsigned Integer Unsigned Hexadecimal Integer Unsigned Octal Integer Contoh-22 #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 2. Ilamsyah. Sopiyan. scanf( ) Fungsi scanf( ) digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat variabel memori yang dituju.5.1.7. dan Ani Oktarini 32 . Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: scanf("penentu format". Tabel 2. diantaranya adalah: scanf( ) gets( ) cout( ) getch( ) getche( ) 2. &nama-variabel).h> #include<iostream.h> #include<conio.21.h> Penentu Format Untuk scanf( ) %d %e atau %f %e atau %f %lf %c %s %u %ld %lu %x %o Frieyadie. Hasil Contoh-21 2.5. Pradita.

&kelas).hobby[15].h> # include <conio. getch( ). Contoh-23 # include <stdio. Bentuk Umum dari fungsi ini adalah: gets(nama-variabel-array).scanf("%s". Frieyadie. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { char nama[15].kelas[20].scanf("%s".&nama). Pradita. printf("\tBIODATA SAYA\n"). dan Ani Oktarini 33 .h> main( ) { char nm1[20]. Perbedaan antara scanf( ) dengan gets( ) adalah: Tabel 2. Sopiyan.scanf("%s". dari program contoh-22 diatas adalah: Gambar 2.8. printf("Kelas: "). printf("Nama : "). gets( ) Fungsi gets( ) digunakan untuk memasukkan data string.&hobby). clrscr( ). 22 Hasil Contoh 22 2. char nm2[20]. Perbedaan scanf( ) dengan gets( ) scanf( ) gets( ) Tidak dapat menerima string yang Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan mengandung spasi atau tab dianggap sebagai data terpisah dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data.5. Ilamsyah. printf("Hobby: "). } Output yang akan dihasilkan.2.

dari program contoh-23 diatas adalah: Gambar 2. printf("\n\n"). printf("Masukan nama ke .h .%s". getch( ).h> # include <iostream.1 = ").nilai2. nm2). puts("Senang Berkenalan Dengan Anda .h> # include <conio.. puts(nm1).h> main( ) { int nilai1. printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . 12 Hasil Contoh 23 2. cout<<"Masukan Nilai 1 : ". dan Ani Oktarini 34 . printf("\n\n"). puts(nm2). scanf("%s".Modul Algoritma Pemrograman I puts("Masukan nama ke . gets(nm1). clrscr( ). Frieyadie. Sopiyan.. Contoh-24 # include <stdio. } Output yang akan dihasilkan.3..&nm2)."). Pradita. cin Fungsi cin merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data."). cin>>nilai1. total. Ilamsyah..2 = "). puts("Senang Berkenalan Dengan Anda . printf("Senang Berkenalan Dengan Anda . nm1). cout<<"Masukan Nilai 2 : ".%s". harus menyertakan file header iostream. Untuk menggunakan fungsi cin ini.5.

Modul Algoritma Pemrograman I cin>>nilai2; total=nilai1+nilai2; cout<<"Masukan Total Nilai : "<<total<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-24 diatas adalah:

Gambar 2. 13 Hasil Contoh 24

2.5.4. getch ( )
Fungsi getch( ) (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h. Contoh-25 # include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getch( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-25 diatas adalah:

Gambar 2. 14 Hasil Contoh 25

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

35

Modul Algoritma Pemrograman I

2.5.5. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.

Contoh-26

# include <stdio.h> # include <conio.h> main( ) { char kar; clrscr( ); printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = "); kar = getche( ); printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar); getch ( ); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-26 diatas adalah:

Gambar 2. 15 Hasil Contoh 26

Kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan tampilan hasil program yang di eksekusi agar tidak langsung kembali ke listing program tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.

2.6. Tugas
1. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa, dengan ketentuan sebagai berikut : Nim Siswa, Nama Siswa, Nilai Tugas 1, Nilai Tugas II, Nilai Tugas III diinput.

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

36

Modul Algoritma Pemrograman I Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Tugas I, II dan III dibagi dengan 3. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nim Siswa Nama Siswa Nilai Tugas I Nilai Tugas II Nilai Tugas III Layar Keluaran Nim ........ Siswa yang bernama …… Memperoleh nilai rata-rata ….. dari hasil tugas yang diikutinya. 2. Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa, Nilai Keaktifan, Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masing-masing nilai, adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. Nilai Keaktifan * 20% : …… Nilai Tugas * 30% : …… Nilai Ujian * 50% : …… Jadi Siswa yang bernama …… memperoleh nilai akhir sebesar ….. : : : : : : : : :

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

37

1. Operator mempunyai sifat sebagai berikut: • Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : -5 Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : 4 + 8 Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik Contoh : (10 % 3) + 4 + 2 • • 3. Sopiyan. dan Ani Oktarini 38 . Operator Aritmatika Operator * / % + − Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian (mod) Penjumlahan Pengurangan Contoh 4*5 8/2 5%2 7+2 6−2 Operator yang tergolong sebagai operator Unary.1. Pradita. Ilamsyah. adalah: Frieyadie. pengurangan dan lain-lain. yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operator Borland C++ 3 Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program. seperti penjumlahan. Operator Aritmatika Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah: Tabel 3.

cout<<"Masukan Nilai A : ".2. d = 0. dikenal dengan sebutan LValue (Left Value) Ekspresi Aritmatika dikenal dengan sebutan RValue (Right Value) Frieyadie. b=x-y. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 39 . cin>>y.h> #include <iostream.h> #include <conio.Y= %i \n”.y. clrscr( ).1. cout<<"Masukan Nilai B : ".1. d = x * y. Bentuk Umum : • • Variabel. printf(“Hasil Dari B=X . c = x% y. a=0. getch( ). } Output yang akan dihasilkan. cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl.b) cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl. Ekspresi Aritmatika Bentuk penulisan ekspresi aritmatika dikaitkan dengan pernyataan pemberi nilai. cin>>x. Pradita. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 3.h> main( ) { int x. a=x+y. 1 Hasil Contoh 1 3.Modul Algoritma Pemrograman I Tabel 3. printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” . c = 0. b=0. a). Sopiyan. Operator Unary Operator + − Keterangan Tanda Plus Tanda Minus Contoh −4 +6 Contoh-1 #include <stdio.

Urutan operator aritmatika sebagai berikut : Tabel. penggunaan nya tergantung letak.2.1. 3. Hierarki Operator Aritmatika. 3. Bila LValue bukan berupa variabel. Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A=5 Contoh-2 #include <stdio. variabel lain maupun suatu ekspresi atau rumus aritmatika. dan Ani Oktarini . dikenal dengan sebagai Operator Pemberi Nilai (Assignment Operator).h> #include <conio. Pradita. Sopiyan. Tabel Hierarki Operator Aritmatika Operator * atau / % + atau Keterangan Tingkatan operator sama.3. maka akan tampil pesan kesalahan LValue required in function … RValue dapat berupa konstanta. LValue harus selalu berupa variabel tunggal. Didalam suatu ekspresi aritmatika. penggunaan nya tergantung letak.h> #include <iostream.Modul Algoritma Pemrograman I • Tanda “ = “.h> 40 Frieyadie. selalu menjumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda yang dapat digunakan secara bersamaan. yang didepan didahulukan Sisa Pembagian Tingkatan operator sama. Ilamsyah. yang didepan didahulukan Contoh A=8+2*3/6 Langkah perhitungannya : A=8+6/6 (6/6=1) A=8+1 A=9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”.

Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya: Tabel. Sopiyan. 2 Hasil Contoh 2 3. 3. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). getch( ).2.4. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A+1 Dari penulisan ekspresi diatas. Ilamsyah. cout<<" A = 8 + 2 * 3 / 6"<<endl. a = 8 + 2 * 3 / 6. b = (8 + 2) * 3 / 6. dan Ani Oktarini 41 . cout<<endl. cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl.b). Operator Pemberi Nilai Aritmatika Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai (assignment operator) yaitu tanda “ = “.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi A += 1 Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator pemberi nilai aritmatika. b. Pradita. cout<<" B = (8 + 2) * 3 /6"<<endl. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 3. printf(" Hasil dari B = %i ". Tabel Operator Pemberi Nilai Aritmatika Operator *= /= %= += -= Keterangan Perkalian Pembagian Sisa Pembagian Penjumlahan Pengurangan Frieyadie.

3. (nilai saat ini: y = 4.Modul Algoritma Pemrograman I 3. Sopiyan. Contoh Penambahan: int x=5. y = x++. sedangkan • Jika diletakan dibelakang variabel. x=4) int x=5. y = --x. x=6) int x=5. x=4) Contoh-3 /* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/ #include <stdio. 3.“ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel. dan Ani Oktarini . Tabel. (nilai saat ini : y = 5. Tabel Operator Penambah dan Pengurang Operator ++ -Penambahan Pengurangan Keterangan A = A + 1 atau A = A . y = x--. Ilamsyah.h> 42 Frieyadie. Keterangan : 1. Pradita. x=6) Pengurangan: int x=5. Penambahan: menambahkan 1 ke nilai variable. (nilai saat ini: y = 5. disederhanakan menjadi A ++ atau A-Operator “ ++ “ atau “ -. prefix (++A) atau postfix (A ++) 2. Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. Operator Penambah dan Pengurang Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai.5. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang.h> #include <conio. (nilai saat ini: y = 6. sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan. • Jika diletakan didepan variabel. Pengurangan: mengurangkan 1 ke nilai variabel.1. y = ++x. prefix (--A) atau postfix (A --) Kedua bentuk penulisan operator ini mempunyai arti yang berbeda. maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini.

a). a). clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a = 10. a).h> main( ) { int a = 10. dan Ani Oktarini 43 .h> #include<conio. printf("\nNilai --B = %d". dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 3. getch( ). printf("Nilai A = %d". a++). dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. b = 5. b--).h> #include<iostream. Ilamsyah. ++a). } Output yang akan dihasilkan. printf("\nNilai ++A = %d". b = 5. clrscr( ). --b). b). printf("Nilai A = %d". b). 3 Hasil Contoh 3 Contoh-4 /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include<stdio. printf("\nNilai B = %d". printf("\nNilai A = %d". b). } Output yang akan dihasilkan. Pradita. Sopiyan. getch( ). printf("\nNilai B = %d". printf("\nNilai --B = %d". printf("\nNilai ++A = %d". printf("\nNilai B = %d".

e. Tabel. d = x < y. f = x <= y. y. cin>>x. Operator Relasi Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl. b = x != y. 4 Hasil Contoh 4 3. } Frieyadie. Ilamsyah. cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl. cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<"Masukan Nilai Y = ". x. f.h> #include <conio.4. c = x > y. getch( ). cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl. Tabel Operator Relasi Operator Keterangan Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) Tidak Sama dengan Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari sama dengan Kurang Dari sama dengan #include <stdio.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 3. cin>>y. Pradita. Sopiyan.h> #include <iostream. cout<<"Masukan Nilai X = ". b.5. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). c. cout<<endl. d.h> main( ) { float a. a = x = = y. 3. clrscr( ). cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl. dan Ani Oktarini 44 == != > < >= <= Contoh-5 . e = x >= y.

Pradita. Ilamsyah. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). akan dianggap BENAR. Operator Logika AND Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi.5. 5 Hasil Contoh 5 3. Sopiyan.5. bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR. Tabel Logika And B A && B T T F F T F F F A + 4 < 10 B>A + 5 C . A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 Frieyadie. Tabel. 3.1.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. Tabel Operator Relasi Operator && || ! Keterangan Operator Logika AND Operator Logika OR Operator Logika NOT 3.5. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 3.3 >= 4 A T T F F Contoh : Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. Operator Logika Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi. dan Ani Oktarini 45 .

dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 3. Ilamsyah. c. cout<<"Masukan Nilai A = ". cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " <<g.3 >= 4 adalah " <<f. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl.h> main( ) { float a.h> #include<iostream. Pradita. cout<<endl<<endl. h.Modul Algoritma Pemrograman I Jika nilai A = 3. maka A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 SALAH = 0 Contoh-6 /* Penggunaan Operasi Logika AND */ #include<stdio. cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl.3 >= 4. cout<<"Masukan Nilai C = ". f = c . cin>>b. b. dan Ani Oktarini 46 . cout<<"Masukan Nilai B = ". cin>>c. e = b > a + 5. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<conio. // Proses d = a + 4 < 10. cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl. B = 3. d. cout<<"Hasil dari f = c . getch( ). f. clrscr( ). Sopiyan. g. cout<<endl. maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C – 3 >= 4 7 – 3 >= 4 BENAR Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR. e. C = 7. cin>>a. cout<<endl<<endl. g = d && e && f. 6 Hasil Contoh 6 Frieyadie.

5. e.h> #include<iostream. akan dianggap BENAR. cin>>c. b. Operator Logika OR Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi. f. g. Ilamsyah. Frieyadie. maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR. Pradita. Sopiyan. d. cout<<"Masukan Nilai C = ". d = a + 5 > 10. cin>>a. cout<<endl<<endl. cout<<"Masukan Nilai B = ". Tabel Logika Or B A || B T T F T T T F F A + 4 < 10 B>A + 5 C-3>4 A T T F F Contoh Ekspresi Relasi-1 Ekspresi Relasi-2 Ekspresi Relasi-3 Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 BENAR = 1 Contoh-7 /* Penggunaan Operasi Logika OR */ #include<stdio. h.Modul Algoritma Pemrograman I 3. cin>>b. maka akan bernilai SALAH. bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH. clrscr( ). dan Ani Oktarini 47 . maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR • Ekspresi Relasi-2 B>A + 5 3>3+5 SALAH • Ekspresi Relasi-3 C . g = d || e || f.h> main() { float a.h> #include<conio. e=b>5+a. f = c . cout<<"Masukan Nilai A = ".4 <= 7.3 > 4 7–3>4 SALAH Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR. c. B = 3. A+4 < 10 || B>A+5 || C–3 > 4 Jika nilai A = 3. C = 7.2.

f. // Proses d = a + 4 < 10. cin>>c. h. 7 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/ #include<stdio. cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl. cout<<"Masukan Nilai C = ". b. Ilamsyah.h> #include<conio. Pradita. getch( ).h> #include<iostream. cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl. cout<<"Hasil dari f = c . cout<<"Masukan Nilai B = ". cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g. cout<<endl. cout<<endl<<endl. e = b > a + 5. cin>>b. d. cout<<"Masukan Nilai A = ". Frieyadie. clrscr( ). cout<<endl<<endl. cout<<"Hasil dari e = b > 5 + a adalah " <<e<<endl. Sopiyan. dan Ani Oktarini 48 .Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl.4 <= 7 adalah " <<f. g. } Output yang akan dihasilkan. g = d && e && f.3 >= 4. f = c . c.h> main( ) { float a. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 3. cin>>a. cout<<"Hasil dari d = a + 5 > 10 adalah " <<d<<endl. e.

!(A+4 < 10) Jika nilai A = 3. } Output yang akan dihasilkan. begitu pula sebaliknya. cout<<"Hasil dari f = c .3. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH. Contoh : Ekspresi Relasi A + 4 < 10 Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl. maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH !(A+4 < 10) !(BENAR) = SALAH = 0 Contoh-9 /* Penggunaan Operasi Logika NOT */ #include <stdio. Pradita. cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g.h> #include <conio. cout<<endl<<endl. dan Ani Oktarini 49 .3 >= 4 adalah " <<f. Ilamsyah. cout<<endl. Operator Logika NOT Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan.h> #include<iostream. 8 Hasil Contoh 8 3.5. Sopiyan.h> Frieyadie. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. maka ekspresi tersebut mempunyai nilai: • Ekspresi Relasi-1 A + 4 < 10 3 + 4 < 10 BENAR Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT. getch( ).

Sopiyan. b. 9 Hasil Contoh 9 3. /* Proses */ b = (a + 4 < 10).6. clrscr( ). Pradita. cout<<"Nilai A = "<<a<<endl. Tabel Operator Bitiwise Operator ~ << >> & ^ | Keterangan Bitwise NOT Bitwise Shift Left Bitwise Shift Right Bitwise AND Bitwise XOR Bitwise OR Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int a. 3. cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c.6. Operator Bitwise Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. c. getch( ). Borland C++ menyediakan enam buah operator bitwise. cin>>a. Ilamsyah. cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Masukan Nilai A = ". c = !(b). dan Ani Oktarini 50 . Tabel. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl.

Operator Bitwise << (Shift Left) Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri. Ilamsyah. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Nilai Awal : "<<x<<endl.h> #include<stdio. dan Ani Oktarini 51 . cout<<"Masukan Nilai X = ". getch().h> main() { int x. } Output yang akan dihasilkan. Pradita. Contoh : 0000000011001001 = 201 //////// digeser 1 bit ke kiri 0000000110010010 = 402 Dibagian kanan disisipkan 0.Modul Algoritma Pemrograman I 3. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl. sebanyak bit yang digeser Contoh-10 #include<iostream. x = x << 1. cin>>x. Sopiyan.1.h> #include<conio.6. 10 Hasil Contoh 10 Frieyadie. clrscr().

Contoh : 0000000011001001 = 201 \\\\\\\\ digeser 1 bit ke kanani 0000000001100100 = 100 Dibagian kanan disisipkan 0.2. Operator Bitwise >> (Shift Right) Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan. clrscr( ). getch( ). } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. sebanyak bit yang digeser Contoh-11 #include<iostream. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I 3. cout<<"Hasil dari Geser 1 Bit Kekiri = "<<x<<endl.6. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 3.h> void main( ) { int x. cin>>x. cout<<"Masukan Nilai X = ".h> #include<conio.h> #include<stdio. dan Ani Oktarini 52 . 11 Hasil Contoh 11 Frieyadie. Sopiyan. x = x >> 1. cout<<” Nilai Awal : “<<x<<endl.

3. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1). Pradita. Operator Bitwise & (And) Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. cout<<"Hasil dari "<<x<<" & "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<"Masukan Nilai Y = ". cout<<’\n’. clrscr( ). 3. dan Ani Oktarini 53 . x. } Output yang akan dihasilkan.7.h> #include<stdio.6. Sopiyan. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. cout<<"Masukan Nilai X = ". a = x & y. Tabel. y.Modul Algoritma Pemrograman I 3. 12 Hasil Contoh 12 Frieyadie. Ilamsyah. cin>>x.h> #include<conio. Tabel Operator Bitiwise And Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 AND 01000000 = 64 Contoh-12 #include<iostream.h> void main( ) { int a. cin>>y. getch( ). dari program contoh-12 diatas adalah : Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 0 0 1 Gambar 3.

} Output yang akan dihasilkan. cin>>x.h> #include<conio. Ilamsyah.4. x. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.8.h> void main( ) { int a. dan Ani Oktarini 54 . 3. dari program contoh-13 diatas adalah : Gambar 3. cout<<"Masukan Nilai X = ".h> #include<stdio. cout<<"Hasil dari "<<x<<" | "<<y<<" = "<<a<<endl. cout<<"Masukan Nilai Y = ". Tabel Operator Bitiwise Or Bit Operand 1 0 0 1 1 Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 OR 11101101 = 237 Contoh-13 #include<iostream. cout<<’\n’.Modul Algoritma Pemrograman I 3. y. getch( ). Pradita. Operator Bitwise | ( Or ) Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Sopiyan. cin>>y.5. Tabel. Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1). 13 Hasil Contoh 13 Frieyadie. clrscr( ). a = x | y.

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.9. Tabel Operator Bitiwise XOr Bit Operand 1 0 0 1 1 Contoh : 11001001 = 201 01100100 = 100 XOR 10101101 = 137 Contoh-14 #include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main( ) { int a, x, y; clrscr( ); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x ^ y; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari "<<x<<" ^ "<<y<<" = "<<a<<endl; getch( ); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-14 diatas adalah: Bit Operand 2 0 1 0 1 Hasil Operand 0 1 1 0

Gambar 3.13 Hasil Contoh-14 Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 55

Modul Algoritma Pemrograman I

3.6.5. Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut dapat dilihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand. Tabel. 3.10. Tabel Operator Bitiwise Not Bit Operand 0 1 Contoh : 00001000 = 8 |||||||| 11110111 = 247 = -9 Hasil 1 0

Contoh-15

#include<iostream.h> #include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int a, x, y; clrscr(); cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; a = ~x; cout<<’\n’; cout<<"Hasil dari ~"<<x<<" = "<<a<<endl; getch(); }

Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-15 diatas adalah :

Gambar 3. 14 Hasil Contoh 15

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

56

Modul Algoritma Pemrograman I

3.7. Tugas
1. Tentukan apa hasil numerik dari ekspresi relasi dan logika dibawah ini. Diberikan nilai A = 3; B = 6 ; C = 2 ; K = 5; L = 4; M = 3 a. b. c. d. e. D = (4 + 2 > A && B – 2 > 3 + 2 || B + 2 <= 6 + 2 ) D=K + 5 < M || (C * M < L && 2 * M – L > 0) D=L + 5 < M || C * K < L && 2 * K – L > 0 D=A * 4 <= 3 * M + B D=K + 10 > A && L – 2 > 4 * C

2. Dari program dibawah ini, bagaimanakah keluaran yang dihasilkan #include<stdio.h> #include<conio.h> main( ) { int a = 21; clrscr( ); printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a = %d",a); a+=3; printf("\n Nilai a = %d",a); printf("\n Nilai ++a = %d",++a); printf("\n Nilai a++ = %d",a++); printf("\n Nilai --a = %d",--a); printf("\n Nilai a-- = %d",a--); getch( ); }

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

57

cin>>a1. terutama pada pemrograman visualisasi. a2). char a2[20]. Pradita. Contoh-1 #include <string. Fungsi Manipulasi String Borland C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan menipulasi string. dari program contoh-1 diatas adalah: Frieyadie.h> #include <iostream. diantaranya: 4. clrscr().1.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi String 4 Operasi string selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman.2= ". } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 58 .1.1. sumber). Sopiyan. Ilamsyah. cout<<"Masukkan Kata . Pada bab ini akan dibahasa beberapa perintah dan fungsi string.h dan ctype.1= ".h> #include <ctype. getch(). 4. strcat(a1.h Bentuk Penulisan : strcat(tujuan. dikarenakan hampir semua bahasa pemrograman menggunakan manual inputnya adalah string. File header yang harus disertakan adalah string. cout<<"Masukkan Kata .h> main() { char a1[20]. Fungsi strcat( ) Fungsi ini digunakan untuk menambahkan string sumber kebagian akhir dari string tujuan. cout<<"Hasil Penggabungannya "<<a1. cin>>a2.

Hasil dari fungsi ini bertipe data integer (int). Fungsi strcmp( ) Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua. getch( ).1 Hasil Contoh-1 4.b1) <<endl.1. clrscr( ). cout<<strcmp(a1. Pradita. cout<<strcmp(a2. Hasil Contoh-2 Frieyadie. char b1[ ] = "BSI". Ilamsyah. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<a2<<"->". dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 4. } Output yang akan dihasilkan. Contoh-2 #include <string.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 4.h Bentuk Penulisan : var_int = strcmp(str1. char a2[ ] = "Bsi".2.2. str2).a1) <<endl. dan Ani Oktarini 59 . cout<<strcmp(a1.h> main( ) { char a1[ ] = "BSI".h> #include <iostream. Sopiyan. cout<<"Hasil Perbandingan "<<a2<<" dan "<<a2<<"->". cout<<"Hasil Perbandingan "<<a1<<" dan "<<b1<<"->".h> #include <conio.a2)<<endl. File header yang harus disertakan adalah string.

File header yang harus disertakan adalah string.1. Ilamsyah.3.3 Hasil Contoh-3 4. } Output yang akan dihasilkan. Contoh-3 #include <stdio. File header yang harus disertakan adalah string.h> #include <conio. gets(huruf).h. clrscr( ). asal). Bentuk Penulisan : strcpy(tujuan. Fungsi strlen( ) Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string. char pindah[20]. dan Ani Oktarini 60 .1. Frieyadie. /* Proses */ strcpy(pindah.4. dengan syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan dan ukuran yang sama dengan string asal.h> #include <iostream.h> #include <string.h Bentuk Penulisan : strlen(str). cout<<"Pemindahannya = "<<pindah. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 4. huruf). cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". Pradita. Fungsi strcpy( ) Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke-variabel string tujuan. Sopiyan. getch( ).h> main( ) { char huruf[20].Modul Algoritma Pemrograman I 4.

Sopiyan. gets(kata). getch( ).h> #include <conio.1. String urutan paling akhir dipindahkan keurutan paling depan dan seterusnya.5.h> #include <conio. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata.h> main( ) { char kata[20]. cout<<"Masukkan Sembarang Kata = ". Ilamsyah. Fungsi strrev( ) Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string.h> #include <string. cout<<"Panjang Kata Yang Diinputkan = ".h> #include <iostream. } Output yang akan dihasilkan. Pradita. cout<<"Masukan Sembarang Kata = ".4 Hasil Contoh-4 4.h> #include <string. Frieyadie. clrscr( ).Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-4 #include <stdio. dan Ani Oktarini 61 . cout<<strlen(huruf). dari program contoh-4 diatas adalah: Gamabr 4. Contoh-5 #include <stdio. strrev(kata).h> main( ) { char huruf[20]. char pindah[20]. clrscr().h> #include <iostream. File header yang harus disertakan adalah string.h Bentuk Penulisan : strrev(str). gets(huruf).

cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ".h> #include <iostream.2. a. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 4.h> main( ) { char kata[20].h> #include <math.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ). b. Pradita. float angka. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 4.6. 4. a = angka + 5. clrscr( ). Sopiyan.5 Hasil Contoh-5 4.h> #include <conio. Fungsi Konfersi String Borland C++ 5. angka = atof(kata). cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a.02 menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konfersi string.h Contoh-6 #include <stdio. } Output yang akan dihasilkan. Hasil Contoh-6 Frieyadie. Fungsi atof( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik float. getch( ). gets(kata). dan Ani Oktarini 62 . Ilamsyah. File header yang harus disertakan adalah math.1.2.

} Output yang akan dihasilkan.h> main( ) { char kata[20]. angka = atoi(kata).h Contoh-7 #include <stdio.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Pradita. dari program contoh-7 diatas adalah : Gambar 4. b. Fungsi atol( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik long integer.3. Hasil Contoh-7 4. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h> #include <iostream. clrscr( ). Fungsi atoi( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan numerik integer.h> #include <conio. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". dan Ani Oktarini 63 . a = angka + 5.7. Frieyadie. cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 5 = "<<a. File header yang harus disertakan adalah stdlib. a.h> #include <iostream.h Contoh-8 #include <stdio. float angka. Ilamsyah.h> #include <stdlib.2.h> #include <conio.h> main( ) { char kata[20]. getch( ).2.2. Sopiyan. gets(kata).h> #include <stdlib.

angka = atol(kata). getch( ). a = angka + 2500. b. gets(kata). cout<<"Hasil Perubahan ditambah dengan 2500 = "<<a. Sopiyan. Hasil Contoh-8 4.h> main( ) { char kata[20].h> #include <conio.h> #include <string. dari program contoh-8 diatas adalah: Gambar 4. cout<<"Masukan Sembarang Kata berupa angka = ". Pradita. getch( ). gets(kata). a. dan Ani Oktarini 64 .8. Ilamsyah.h> #include <iostream. clrscr( ).2.4. Fungsi strlwr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital ( huruf besar ) dalam string menjadi huruf kecil. Contoh-9 #include <stdio.Modul Algoritma Pemrograman I float angka.h Bentuk Penulisan : strlwr(str). cout<<"Masukan Sembarang Kata dengan Huruf Besar =". strlwr(kata). File header yang harus disertakan adalah string. } Frieyadie. cout<<"Hasil Perubahan = "<<kata. clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan.

h> main( ) { char kata[20].h> #include <conio. Pradita.10 Hasil Contoh-9 Frieyadie. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 4. cout<<”Masukkan Sembarang Kata dengan Huruf Besar: ”. cout<<”Hasil Perubahan : ”<<kata<<endl.5.2. Hasil Contoh-9 4.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 4. gets(kata).h Bentuk Penulisan : strupr(str). Contoh-10 #include <stdio. clrscr( ). dan Ani Oktarini 65 .9. Ilamsyah. getch( ). } Output yang akan dihasilkan.h> #include <string. strupr(kata). File header yang harus disertakan adalah string.h> #include <iostream. Sopiyan. Fungsi strupr( ) Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kecil dalam string menjadi huruf kapital ( huruf besar ).

Perkalian b. Sopiyan. Diberikan kalimat string berikut : Kalimat1 = "35. Bulatlah program untuk menggabungkan dua buah string Kalimat1 = Manajemen Kalimat2 = Informatika Menjadi seperti berikut: ManajemenInformatika 4. Latihan Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut: 1. Buatlah program untuk membalik kata berikut ini : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Menjadi seperti berikut : akitamrofnI anaraS aniB retupmoK and akitamrofnI nemejanaM imedakA 3. Pembagian c. Ilamsyah. dan Ani Oktarini 66 . Pradita. Buatlah program untuk menghitung panjang kata berikut ini: Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika 2.6" Kalimat2 = "12. Mencari sisa hasil pembagian Frieyadie. Pengurangan e.3.Modul Algoritma Pemrograman I 4. Penambahan d.5" Kemudian kedua kalimat diatas dihitung menjadi perhitungan : a.

1. dan Ani Oktarini 67 . maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. Pernyataan IF Pernyataan if mempunyai pengertian.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Operasi Penyeleksian Kondisi 5 Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada.h> #include<iostream. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: salah kondisi benar perintah Gambar 5. Untuk keperluan pengambilan keputusan. Sopiyan. Penulisan kondisi berada di dalam tanda kurung kurawal jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk. Pradita. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { pernyataan. …… } Contoh-1 #include<stdio. Ilamsyah.1. “ Jika kondisi bernilai benar.h> #include<conio. Diagram Alir IF Bentuk umum dari pernyataan if if (kondisi) pernyataan.h> main( ) Frieyadie. 5. Borland C++ menyediakan beberapa perintah antara lain.

Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: kondisi i Salah Benar Perintah-1 Perintah-2 Gambar 5.cin>>x. Pradita. Frieyadie. cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl. Ilamsyah.y.1. else cout<<"X . “Jika kondisi bernilai benar.Modul Algoritma Pemrograman I { float x. dan Ani Oktarini 68 . Sopiyan.ELSE Pernyataan if mempunyai pengertian. else perintah-2.cin>>y. Y : Ada yang bernilai NEGATIF"<<endl. 2 Hasil Contoh 1 5.1. maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”. cout<<" Nilai Y : ". if ((x >= 0 ) && (y>=0)) cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl. cout<<" Nilai X : ".3 Diagram Alir if-else Bentuk umum dari pernyataan if -else if (kondisi) perintah-1. clrscr( ). Pernyataan IF . dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 5. getch( ). } Output yang akan dihasilkan.

. Sopiyan. . Jabatan= Direktur. dari program contoh-2 diatas adalah : Frieyadie. dan Ani Oktarini 69 . pernyataan majemuk atau pernyataan kosong. cout<<" Masukan Golongan [1/2]: ". Pradita. gapok =5000000 . ."Manajer").Modul Algoritma Pemrograman I Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal. clrscr( ).. } else if(gol=='2') { strcpy(jab. jab[10]. long gapok=0. cout<<endl<<" Data Jabatan"<<endl <<" = = = = = = = = = = = = = = = ="<<endl. Ilamsyah.h> #include <conio. getch ( ).Jika golongan =2. } else { perintah-2.h> main( ) { char gol.h> #include <iostream."Direktur"). } Contoh Menentukan besarnya gaji pokok dan jabatan dari golongan. gapok=4000000 contoh-2 #include <stdio.jika golongan=1. gapok=5000000.cin>>gol. if(gol=='1') { strcpy(jab. } cout<<" Jabatan = "<<jab<<endl cout<<" Gaji Pokok = "<<gapok<<endl. } Output yang akan dihasilkan. jabatan=Manajer. gapok=4000000.. bentuk penulisannya sebagai berikut : if (kondisi) { perintah-1. dengan kriteria : . Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk..

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 5. 4 Hasil Contoh 2

5.1.2. Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah : if(syarat) { if(syarat) … perintah; else … perintah; } else { if(syarat) … perintah; else … perintah; } Contoh Suatu perusahaan menjual pakaian dengan ketentuan sebagai berikut: • Jika kode baju=1 maka Merk Baju = H&R, dengan ukuran baju=S,maka harganya 45000, Jika ukuran baju=M, maka harganya 60000. • Jika kode baju=2 maka Merk Baju = Adidas, dengan ukuran baju=S, maka harganya 65000, Jika ukuran Baju=M, maka harganya 75000. Contoh-3 #include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { char kode,ukuran,merk[15]; long harga=0; clrscr( ); Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini 70

Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Kode Baju : ";cin>>kode; cout<<"Ukuran : ";cin>>ukuran; if (kode=='1') { strcpy(merk,"H & R"); if (ukuran=='S' || ukuran =='s') harga=45000; else harga=60000; } else if (kode=='2') { strcpy(merk," Adidas"); if (ukuran=='S' || ukuran == 's') harga=65000; else harga=75000; } else cout<<”Salah Kode Baju”<<endl; cout<<"------------------------"<<endl; cout<<"Merk Baju : "<<merk<<endl; cout<<"Harga Baju : "<<harga<<endl; getch(); } Output yang akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :

Gambar 5. 5 Hasil Contoh 3

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

71

Modul Algoritma Pemrograman I

5.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana. Bentuk Umum Penulisannya: if (syarat) { … perintah; … perintah; } else if (syarat) { … perintah; … perintah; } else { … perintah; … perintah; } Contoh Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut: • Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu. • Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.

Contoh-4

#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> main( ) { float pendapatan, jasa=0, komisi=0, total=0; clrscr( ); cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. "; cin<pendapatan;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

72

komisi=0. Ilamsyah. "<<total<<endl. } /* menghitung total */ total = komisi+jasa. Sopiyan. } else { jasa=30000. } else if(pendptan<=500000) { jasa=20000. dan Ani Oktarini 73 . getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I if (pendapatan >= 0 && pendapatan <= 200000) { jasa=10000. } Output yang akan dihasilkan. komisi=0.1*pendapatan. komisi=0. "<<jasa<<endl. 6 Hasil Contoh 4 Frieyadie.15*pendapatan. dari program contoh-4 diatas adalah : Gambar 5. Pradita. cout<<"Hasil Total Rp. cout<<"Uang Komisi Rp. cout<<"============================="<<endl. cout<<"Uang Jasa Rp. "<<komisi<<endl.2*pendapatan.

h> #include<conio. Ilamsyah. Frieyadie. tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. maka program akan diteruskan ke pilihan-pilihan yang lainnya. switch(kode) { case 11 : cout<<"Komputerisasi Akuntansi". cin>>kode. clrscr(). case konstanta-2 : … perintah. break. cout<<"Masukkan Kode Jurusan [11/12/13] : ". Contoh-5 #include<stdio. break.h> main() { int kode.case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian.Modul Algoritma Pemrograman I 5. case 12 : cout<<"Manajemen Informatika". break. } Setiap pilihan akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi. Pernyataan switch . Pradita. break. … perintah.case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat. … perintah. Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. Sopiyan. … perintah.case Bentuk dari switch . Pernyataan switch . dan Ani Oktarini 74 . Jika pernyataan ini tidak ada. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut: switch (ekspresi integer atau karakter ) { case konstanta-1 : … perintah.h> #include<iostream. default : … perintah.2.

break. case 'C' : case 'c' : cout<<"Alat Masak".h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-5 diatas adalah : Gambar 5. default: Frieyadie. } getch( ). switch(kode) { case 'A' : case 'a' : cout<<"Alat Olah Raga".h> main( ) { char kode. cin>>kode. Sopiyan. dan Ani Oktarini 75 . cout<<"Masukkan Kode Barang [A. 7 Hasil Contoh 5 Contoh-6 #include<stdio. default: cout<<"Anda Salah Memasukan kode".h> #include<conio. break.Modul Algoritma Pemrograman I case 13 : cout<<"Tehnik Komputer". break. case 'B' : case 'b' : cout<<"Alat Elelktronik".. break. Pradita. Ilamsyah. clrscr( ).C] : ". break.

maka menjadi Juara III • Selain itu tidak juara Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA Nama Siswa : Nilai Pertandingan I Nilai Pertandingan II Nilai Pertandingan III : : : Frieyadie. Ketentuan Juara • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 80. } Output yang akan dihasilkan. Tugas 1. Pradita. } getch( ). maka menjadi Juara II • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 65. Ilamsyah. Sopiyan. II dan III dibagi dengan 3. Nilai Pertandingan III diinput. 8 Hasil Contoh 6 5. maka menjadi Juara I • Jika nilai rata-rata yang dihasilkan lebih besar dari 75. Nilai Rata-rata merupakan hasil dari Nilai Pertandingan I. dan Ani Oktarini 76 . break. Nilai Pertandingan I. Nilai Pertandingan II.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Anda Salah Memasukan kode". dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari seorang siswa. dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa.3.

. maka mendapat grade “B” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 56. maka mendapat grade “D” • Selain itu mendapat grade “E” Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR Nama Siswa Nilai Keaktifan Nilai Tugas Nilai Ujian Layar Keluaran Siswa yang bernama …… Dengan Nilai Persentasi Yang dihasilkan. : . Buatlah program untuk menghitung nilai akhir seorang siswa dari kursus yang diikutinya. dan Ani Oktarini 77 ....... adalah Nilai Murni Keaktifan = Nilai Keaktifaan dikalikan dengan 20%. Nilai Murni Tugas = Nilai Tugas dikalikan dengan 30% Nilai Murni Ujian = Nilai Ujian dikalikan dengan 50% Nilai Akhir adalah Nilai Murni Keaktifan + Nilai Murni Tugas + Nilai Murni Ujian Ketentuan Nilai Huruf • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 80. Nilai Tugas * 30% : ... Jadi Siswa yang bernama . Proses yang dilakukan untuk mendapatkan nilai murni dari masingmasing nilai. Memperoleh nilai rata-rata . Nilai Tugas dan Nilai Ujian diinput.. Sopiyan. dari hasil perlombaan yang diikutinya... Nilai Ujian * 50% : . Nilai Keaktifan * 20% : . dengan grade .. Nilai Keaktifan. 2. Ilamsyah. memperoleh nilai akhir sebesar ... maka mendapat grade “A” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 70... Dengan ketentuan sebagai berikut : Nama Siswa. dan menjadi juara ke-. : .. Pradita..Modul Algoritma Pemrograman I Layar Keluaran Siswa yang bernama .. : ... : . Frieyadie...... maka mendapat grade “C” • Jika nilai Akhir yang dihasilkan lebih besar dari 46.

Sopiyan. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp. + Honor Lembur Rp .5% D1 5% D3 20% S1 30% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3.. Tunjangan Pendidikan Rp . 300.000 perbulan..000 • Tunjangan Pendidikan Tingkat Persentase Pendidikan SMA 2.. 300... PT.. memberi gaji pokok kepada karyawan kontraknya sebesar Rp. maka mendapatkan tunjangan sebesar 15% * Rp.. 300.. Honor Lembur Rp ..000 Honor Lembur Jumlah jam kerja normal sebanyak 8 jam. Layar Keluaran Karyawan yang bernama …… Honor yang diterima Tunjangan Jabatan Rp . 3500 untuk setiap kelebihan jam kerja karyawan tersebut. dan Ani Oktarini 78 . Jumlah jam kerja : . DINGIN DAMAI.. Golongan Jabatan : .. Frieyadie. maka kelebihan jam kerja tersebut dikalikan dengan Rp. Pendidikan : .. dengan memperoleh tunjangan-tunjangan sebagai berikut : Tunjangan Jabatan Golongan Persentase 1 5% 2 10% 3 15% Jika seorang karyawan tersebut dengan golongan 3. Pradita.Modul Algoritma Pemrograman I 3...... Ilamsyah.. Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan PROGRAM HITUNG GAJI KARYAWAN Nama Karyawan: . Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam.

1. Pradita. dan Ani Oktarini 79 . Sopiyan. syarat pengulangan.h> #include<iostream. merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu. • Syarat Pengulangan. pernyataan / perintah. pernyataan / perintah.h> #include<conio. Pernyataan for Perulangan yang pertama adalah for.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Proses Perulangan 6 Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman.*/ #include<stdio. Contoh : Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik. memegang kontrol terhadap pengulangan. 6. pengubah nilai pencacah ) Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung. Ilamsyah. sebagai berikut: Contoh-1 /* --------------------------.*/ /* Program for .h> main( ) { Frieyadie. for ( inisialisasi. disini akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya.bilangan naik */ /* --------------------------. syarat pengulangan. } Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah : • Inisialisasi. secara menurun dan menampilkan bilangan ganjil. Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut : for ( inisialisasi. pengubah nilai pencacah ) { pernyataan / perintah. karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan. mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah. • Pengubah Nilai Pencacah.

getch( ). clrscr( ). a >= 1.*/ /* Program for . dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 6. a <= 10.Modul Algoritma Pemrograman I int a.bilangan ganjil */ /* ----------------------------.h> #include <conio.*/ /* Program for .h> main( ) { int a. Ilamsyah. Pradita. for(a = 10. 2 Hasil Contoh 2 Contoh-3 /* ----------------------------.h> # include <conio. Sopiyan. getch( ). clrscr( ).bilangan turun */ /* ---------------------------.h> Frieyadie.*/ # include <stdio. --a) cout<<a. ++a) cout>>a. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 6.h> #include<iostream. 1 Hasil Contoh 1 Contoh-2 /* ---------------------------. } Output yang akan dihasilkan. for(a = 1. dan Ani Oktarini 80 .*/ #include <stdio.

syarat pengulangan. Contoh-4 /* ------------------------. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 6.h> main( ) { int a.*/ /* Program for . syarat pengulangan. Pradita.for Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya. a+=2) cout<<a. Pernyataan nested .Modul Algoritma Pemrograman I #include<iostream. getch( ). pengubah nilai pencacah ) { for ( inisialisasi. kemudian perulangan yang diluar diselesaikan.*/ #include<stdio. dan Ani Oktarini 81 .Nested for */ /* ------------------------. a <= 10. for(a = 1. clrscr( ).h> #include<conio. pengubah nilai pencacah) { pernyataan / perintah. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. } } Didalam penggunaan nested-for. perulangan yang di dalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai. 3 Hasil Contoh 3 6.h> main( ) Frieyadie. Sopiyan. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut : for ( inisialisasi.1.1.

h> main( ) { int bil. a++) { printf("\n").*/ /* Program for Tdk Berhingga */ /* ------------------------. b++) printf(" %d ". 4 Hasil Contoh 5 6.*/ #include<stdio. b <= 5. dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 6. bil). Sebagai contoh. dan Ani Oktarini 82 . Perulangan Tidak Berhingga Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus. jika penulisan perintah sebagai berikut: Contoh-5 /* ------------------------.1. bil++) printf("%d". a <= 5. Pradita. for (bil = 60. for(a = 1. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan.h> #include<conio.a). Sopiyan. clrscr( ). hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop. } getch(). getch( ).Modul Algoritma Pemrograman I { int a. clrscr( ). bil >=10. for(b = a. b.2. } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-6 diatas adalah : Frieyadie.

maka pernyataan printf("%d". Bentuk pemakaian goto sebagai berikut: goto label. Jika terjadi hal semacam ini. Pernyataan goto Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label. b.h> main( ) { int a.h> #include<conio. Contoh Penggunaan goto. Pradita. Ilamsyah.2. 6. Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ). kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah. dan Ani Oktarini 83 .*/ /* Program dengan pernyataan goto */ /* -----------------------------. untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK. Frieyadie.Akan tetapi yang ditulis adalah : bil ++ Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 5.*/ #include<iostream.h> #include<stdio. dapat dilihat pada program berikut: Contoh-6 /* -----------------------------. akan terus dijalankan. atas: clrscr( ). Sopiyan. char lagi. 4 Hasil Contoh 4 Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan menurun. cin<<a. bil). cout>>"Masukkan Bilangan = ". seharusnya penulisan yang benar berupa bil .

} Contoh-7 /* ------------------. b).h> Frieyadie. sebagai berikut: while ( syarat ) Pernyataan / perintah . Pernyataan / perintah . dari program contoh-6 diatas adalah : Gambar 5. Sopiyan. getch( ). dan Ani Oktarini 84 . lagi = getche() . Ilamsyah.cpp */ /* ------------------.*/ /* Program while01. dengan lebih dari perintah / pernyataan. sebagai berikut: while ( syarat ) { Pernyataan / perintah .3. if (lagi == 'Y' || lagi == 'y') goto atas. Pradita. Pernyataan while Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for. } Output yang akan dihasilkan. Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu. yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi. Bentuk umum perulangan while. printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : ").a. printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d".Modul Algoritma Pemrograman I b = a % 2.*/ #include <stdio. Bentuk umum perulangan while. 5 Hasil Contoh 6 6.

bil). dan Ani Oktarini 85 .*/ /* Program while02. 6 Hasil Contoh 7 Contoh-8 /* ------------------. } getch( ). } Output yang akan dihasilkan.cpp */ /* ------------------. } getch( ).h> main( ) { int bil=2.Modul Algoritma Pemrograman I #include <conio.h> main( ) { int bil=1. Pradita.h> #include <conio.*/ #include <stdio. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 6. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). Ilamsyah. while(bil<=10) { printf(" %d ". bil+=2. ++bil.bil). dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. 7 Hasil Contoh 8 Frieyadie. clrscr( ). while(bil<=10) { printf(" %d ". Sopiyan.

} while ( syarat ). Contoh-9 /* -----------------. sebagai berikut: do { Pernyataan / perintah . while ( syarat ).while. Bentuk umum perulangan do . } while(bil<=10). dan Ani Oktarini 86 . sebagai berikut : do pernyataan / perintah . Sopiyan. Pernyataan do .h> #include <conio. clrscr( ). bil+=2. do { printf(" %d ".while Pernyataan perulangan do . getch( ).*/ /* Program do . 8 Hasil Contoh 9 Frieyadie. Bentuk umum perulangan do .*/ #include <stdio. dari program contoh-9 diatas adalah : Gambar 6.while. } Output yang akan dihasilkan.Modul Algoritma Pemrograman I 6. Pernyataan / perintah . Pradita. dengan lebih dari perintah / pernyataan.h> main( ) { int bil=2. Ilamsyah.while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang.while */ /* -----------------.4.bil).

Ilamsyah.*/ /* Program do .*/ #include <stdio.*/ #include <stdio.5. while dan do-while ). c=1. } Output yang akan dihasilkan. dan Ani Oktarini 87 .Modul Algoritma Pemrograman I 6.h> #include <conio.*/ /* Perulangan FOR dengan break.h> main( ) { int bil = 1. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 6. } while(bil++). do { if (bil >= 6) break. clrscr( ). printf(" %d ". Jika pernyataan break dikerjakan.bil). getch( ). Pradita.while dengan break */ /* ------------------------------. bil. b=2. */ /* ----------------------------. Contoh-10 /* ------------------------------. Sopiyan.h> #include <conio. maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ). Frieyadie. 9 Hasil Contoh 10 Contoh-11 /* ----------------------------. Pernyataan break Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch. Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for. clrscr( ). Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch.h> main( ) { int a=3.

if(c==13) break. dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 5. clrscr( ). b+=c. printf("\n%d \t| %d \t| %d".bil). tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut. Contoh-12 /* ----------------------------. } Output yang akan dihasilkan. Pradita. 10 Hasil Contoh 11 6. Frieyadie. b.*/ #include <stdio. Pernyataan continue Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama. } getch( ). bil<=10. dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi. printf(" %d ".h> #include <conio. ++bil) { a+=b.h> main( ) { int bil.Modul Algoritma Pemrograman I printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n"). } getche( ). Ilamsyah. c+=2. bil<=10.6. ++bil) { if(bil==6) continue. printf("-------------------------"). for(bil=1. c).a. Sopiyan.*/ /* Perulangan FOR dengan coninue */ /* ----------------------------. dan Ani Oktarini 88 . for(bil=1.

11 Hasil Contoh 12 6.Modul Algoritma Pemrograman I } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-12 diatas adalah : Gambar 6. Tugas Buatlah beberapa program seperti petunjuk berikut : 1.7. Sopiyan. Pradita. Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan genap membentuk segitiga siku terbalik dengan hasilnya : 10 + 8 + 6 + 4 + 2 = 30 10 + 8 + 6 + 4 = 28 10 + 8 + 6 = 24 10 + 8 = 18 10 = 10 ---------. dan Ani Oktarini 89 . Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan genap dengan hasilnya : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 + 16 + 18 + 20 = 110 Bulatlah program untuk menghitung 10 deret bilangan ganjil dengan hasilnya : 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + 11 + 13 + 15 + 17 + 19 = 100 Bulatlah program untuk menghitung penjumlahan deret bilangan genap membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 2 =2 2+4 =6 2+4+6 = 12 2+4+6+8 = 20 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Bulatlah program untuk menghitung perkalian deret bilangan ganjil membentuk segitiga siku dengan hasilnya : 1 1*3 1*3*5 1*3*5*7 1*3*5*7*9 5. 3. Ilamsyah. =1 =3 = 15 = 105 = 945 2. 4.+ 110 Frieyadie.

• Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array. Bentuk Umum pendeklarasian array: Tipe_Data Nama_Variabel[Ukuran] Keterangan : • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Array 7 Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya. dapat digolongkan menjadi dua buah dimensi: • Array Berdimensi Satu. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. dan Ani Oktarini 90 . Sopiyan. Array Berdimensi Satu Sebelum digunakan. Contoh Pendeklarasian Array float Nil_Akhir[6].1. Variabel array dalam Borland C++. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. • Array Berdimensi Dua 7. Frieyadie. Jumlah Elemen Array Nama Variable Array Tipe data elemen array Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotakkotak kecil didalam kotak panjang tersebut. Ilamsyah. Pradita.

Modul Algoritma Pemrograman I Elemen Array elemen elemen elemen elemen elemen elemen 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 Subcript/Index ARRAY NIL_AKHIR Subscript atau Index array pada C++.1.h> #include <iostream.*/ #include <conio.1."Rabu". Pradita. Inisialisasi Array Berdimensi Satu Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel."jum'at". } Output yang akan dihasilkan. getch()."Kamis". selalu dimulai dari Nol ( 0 ) 7. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut : Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array }. Contoh-1 /* ---------------------------------. Hasil Contoh-1 Frieyadie. Ilamsyah."Selasa"."Sabtu"}.h> main() { char hari[7][10]= {"Minggu".1."Senin". Sopiyan. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 7. cout<<"Nama-nama hari:"<<endl. clrscr(). dan Ani Oktarini 91 . cout<<hari[0]<<endl<<hari[1]<<endl<<hari[2]<<endl<<hari[3] <<endl<<hari[4]<<endl.*/ /* Inisialisasi Array Dimensi 1 */ /* ---------------------------------.

cout<<"No. cout<<"Nilai MidTest : ". Frieyadie. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya. Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk : Nama_Array[Subscript/Index] Contoh Nil_Akhir[3]. cin>>nilai1[i].i++) { cout<<"Data Ke . hasil[i] = (nilai1[i] * 0. cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<nama[i]. cout<<"Nilai Final : ".2. cout<<"Ujian"<<endl.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i. Nil_Akhir[0]. float hasil[5]. Nama Siswa Nilai Nilai ". cin>>nilai2[i]. for(i=1. Sopiyan. clrscr( ). Mengakses Array Berdimensi Satu Suatu array.Modul Algoritma Pemrograman I 7. float nilai1[5]. cout<<"Nama Siswa : ".h> #include<iostream. cout<<endl.40)+ (nilai2[i] * 0.*/ #include<conio.60). char nama[5][20]. Ilamsyah.*/ /* Program Array Satu Dimensi */ /* ---------------------------.h> main( ) { int i. cout<<" MidTest Final ".h> #include<iomanip. float nilai2[5]. Nil_Akhir[1]. cout<<"Hasil"<<endl. for(i=1."<<i<<endl.i<=2. Pradita. dan Ani Oktarini 92 . Contoh-2 /* ---------------------------. cout<<"------------------------------------------"<<endl.h> #include<stdio.1. gets(nama[i]).i<=2.

Hasil Contoh-2 7. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 7. dan Ani Oktarini 93 . Array Berdimensi Dua Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom. berikut dapat anda lihat pada tabel berikut : Data Penjualan Pertahun Tahun Penjualan No 2001 2002 2003 1 150 159 230 2 100 125 150 3 210 125 156 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i]. Bentuk Umum pendeklarasian array : Tipe_Data Nama_Variabel[index-1][index-2] Keterangan: • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan. Pradita. cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai2[i]. } Output yang akan dihasilkan. getch().2. pendataan nilai dan lain sebagainya. Sopiyan. } cout<<"------------------------------------------"<<endl. • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom Contoh Pendeklarasian Array Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan. cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl.2. dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. Ilamsyah.

"Mas"}. Hasil Contoh-3 7. } Output yang akan dihasilkan.3.h> main() { char nama[2][3][10]={{"Pak". cout<<nama[0][2]<<ends<<nama[1][1]<<endl.2. Sopiyan. clrscr(). cout<<nama[0][1]<<ends<<nama[1][2]<<endl. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 7."Carli"}}.2.h> #include <iostream. dan Ani Oktarini 94 .1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut: int data_jual[3][3]. Mengakses Array Berdimensi Dua Suatu array. Pradita."Budi".23."BU".h> Frieyadie.*/ #include<conio. dapat diakses dengan menggunakan subscript atau indexnya.*/ /* Array Dimensi 2 */ /* -------------------. Inisialisasi Array Berdimensi Dua Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Jumlah Kolom Jumlah Baris Nama Array Tipe data elemen array 7.1. {"Andi".Modul Algoritma Pemrograman I Jika anda lihat dari tabel 7. Contoh pengaksesan dengan bentuk sebagai berikut: Contoh-4 /* -------------------. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut: Contoh-3 #include <conio. Ilamsyah. getch(). cout<<nama[0][0]<<ends<<nama[1][0]<<endl.

i<=3. cout<<"Jumlah Penjulan : ". cout<<data_jual[i][j]. for(j=1. cout<<"-----------------------"<<endl.i++) { cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i."<<i<<" "<<j<<endl. dan Ani Oktarini 95 .h> #include<iomanip. cout<<"-----------------------"<<endl. Sopiyan.j<=3. Pradita.j<=3. } } cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl.j++) { cout<<"Data Ke . cin>>data_jual[i][j]. clrscr().i++) { for(j=1. } cout<<endl. Ilamsyah. for(i=1.j++) { cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4). j.Modul Algoritma Pemrograman I #include<stdio.i<=3.h> main() { int i. for(i=1. getch( ).h> #include<iostream. dari program contoh-4 diatas adalah: Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. } cout<<"-----------------------"<<endl. cout<<"NO 2007 2008 2093"<<endl. int data_jual[4][4]. cout<<" ".

code.2.4.*/ /* Selection sort dengan C++ */ /* -------------------------------. j. dan Ani Oktarini 96 . int Tmp. Selection Sort Tehnik pengurutan dengan cara pemilihan elemen atau proses kerja dengan memilih elemen data terkecil untuk kemudian dibandingkan & ditukarkan dengan elemen pada data awal. Ilamsyah. Contoh-5 /* -------------------------------. dst sampai seluruh elemen shg akan menghasilkan pola data yg telah disort. int n.h> #include<stdio. Pengecekan dimulai data ke-1 sampai dengan data ke-n 2. Sopiyan. Tentukan bilangan dengan Index terkecil dari data bilangan tersebut 3.24. Urut. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 7. Prinsip kerja dari teknik ini adalah sbb : 1. Tukar bilangan dengan Index terkecil tersebut dengan bilangan pertama ( I = 1 ) dari data bilangan tersebut 4. iMin.*/ #include<conio. Pradita. Hasil Contoh-4 7.h> int main() { int i. int Arr[100]. Sorting dalam C++ a. Frieyadie.

if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. i < n . Arr[i]). } for(i = 0.Modul Algoritma Pemrograman I printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). for(i = 0. i < n. } } } } Urut = Urut + 1. &n). Arr[iMin] = Tmp. for(i = 0. i++) { iMin = i. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". i < n . } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). if(Arr[i] != Arr[iMin]) { Tmp = Arr[i]. i++) { iMin = i. i < n. Urut = 1. } Frieyadie. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. }for(i = 0. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. i + 1). i < n. Ilamsyah. &Arr[i]). Pradita. j++) { if(Arr[j] < Arr[iMin]) { iMin = j. Arr[i]). Sopiyan.1. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". scanf("%i". scanf("%i". for(j = Urut. i + 1. } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). i + 1. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". for(j = Urut. if(Arr[i] > Arr[iMin]) { Arr[i] = Arr[iMin]. dan Ani Oktarini 97 . j < n. Arr[iMin] = Tmp. }} } } Urut = Urut + 1. } getch(). j < n. for(i = 0.1.

i < n. code. ke dlm posisinya / tempatnya yg benar.. Arr[j] = Arr[j + 1].n-3. i + 1). &Arr[i]). int n. j++) { if(Arr[j] > Arr[j + 1]) { Tmp = Arr[j]. } for(i = 1. j < n . Ilamsyah. i++) { for(j = 0. } b. Urut. Prinsip Kerja Insertion Sort adalah 2. Insertion Short Prinsip dasar Insertion adalah secara berulang-ulang menyisipkan / memasukan setiap elemen. #include<conio. } getch(). Bandingkan data ke-n dengan data sebelumnya (n-1) 3. Pradita.n-2. Buble Sort Prinsip Kerja dari Bubble Sort adalah : 1. i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n". Jika lebih besar maka tidak terjadi pemindahan 5. printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : "). Sopiyan. } c. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 2. Arr[j + 1] = Tmp. i < n. } } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). &n).dst) 4. Arr[i]). Jika lebih kecil maka pindahkan bilangan tersebut dengan bilangan yg ada didepannya ( sebelumnya ) satu persatu (n-1. j..h> #include<stdio. 1.Modul Algoritma Pemrograman I getch(). scanf("%i".1. for(i = 0.h> int main() { int i. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". int Arr[100]. Bandingkan data ke-I tersebut dengan data sebelumnya (I-1). Ulangi langkah 2 dan 3 s/d sort optimal. int Tmp.. i < n. for(i = 0. iMin. Pengecekan mulai dari data ke-1 sampai data ke-n 3. dan Ani Oktarini 98 .. i + 1. Bandingkan data ke-I ( I = data ke-2 s/d data ke-n ) 4. scanf("%i". Jika lebih kecil maka data tersebut dapat disisipkan ke data awal sesuai dgn posisisi yg seharusnya Frieyadie.

} for(i = 1. Pradita. &Arr[i]). } if(Tmp >= Arr[j]) { Arr[j + 1] = Tmp.h" int main( ) { int i. dan Ani Oktarini 99 . scanf("%i". i++) { printf("Elemen ke %i : %i\n".1. j. i + 1). } else { Arr[j + 1] = Arr[j]. int Tmp. Sopiyan. for(i = 0. i++) { Tmp = Arr[i]. j = j . i < n. Ilamsyah. Arr[j] = Tmp. for(i = 0. } Frieyadie. } } printf("\nSetelah Pengurutan\n"). while(Arr[j] >= Tmp && j > 0) { Arr[j + 1] = Arr[j]. int Arr[100]. iMin. int n. #include "conio.Modul Algoritma Pemrograman I 5.h" #include "stdio. i++) { printf("Masukan data ke %i : ". j = i . printf("\nInputkan banyak data yang akan diurutkan : ").1. &n). } getch(). scanf("%i". Lakukan langkah 2 dan 3 untuk bilangan berikutnya ( I= I+1 ) sampai didapatkan urutan yg optimal. i < n. Urut. i + 1. i < n. Arr[i]). code.

.. <diinput> Jenis Ke .... Latihan 1. -----------------------------------------------------------Jumlah Bayar Rp .... 2000 S Sayap Rp. 2500 P Paha Rp.. 2500 P Paha Rp. • Banyak Jenis. Total Bayar Rp ...... • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Layar Masukkan GEROBAK FRIED CHICKEN --------------------Kode Jenis Harga -------------------------D Dada Rp.. Rp . 1500 -------------------------Banyak Jenis : .Modul Algoritma Pemrograman I 7. .. dan Ani Oktarini 100 . . Sebuah perusahaan ayam goreng dengan nama “GEROBAK FRIED CHICKEN” yang telah lumayan banyak pelanggannya. 1500 ---------------------------------Buatlah programnya dengan ketentuan: • Setiap pembeli dikenakan pajak sebesar 10% dari pembayaran... Jenis Harga Bayak Jumlah Potong Satuan Beli Harga ------------------------------------------------------------. Frieyadie....... .... Sopiyan.... ... . . <diinput> <<Terus berulang tergantung Banyak Jenis>> Layar Keluaran GEROBAK FIRED CHICHEN ------------------------------------------------------------No. <proses counter> Jenis Potong [D/P/S] : . ingin dibantu dibuatkan program untuk membantu kelancaran usahaannya..4.. <diinput> Banyak Potong : ... ... Jenis Potong dan Banyak Beli diinput. “GEROBAK FRIED CHICKEN” mempunyai daftar harga ayam sebagai berikut : Kode Jenis Harga ---------------------------------D Dada Rp.......... Pradita. 2000 S Sayap Rp... Pajak 10% Rp . Ilamsyah. Rp ....

. STAY COOL... <proses counter> Nama Karyawan : ... <di input> <<Terus berulang tergantung Jumlah Karyawan>> PT... <di input> Golongan (1/2/3) : .....Modul Algoritma Pemrograman I 2. -----------------------------------------------------------------------------------------Total Gaji yang dikeluarkan Rp... . STAY COOL Masukkan Jumlah Karyawan : ....... ... 2.... dengan memperoleh tujangan-tunjangan sebagai berikut: • Tunjangan Jabatan Golongan 1 2 3 Persen tase 5% 10% 15% • Honor Lembur Jumlah jam kerja normal dalam satu bulan sebanyak 240 Jam Kerja. memberikan Honor tetap kepada karyawan kontraknya sebesar Rp..000. dan Ani Oktarini 101 .. <diinput> Karyawan Ke . ...... Pradita.... . Sopiyan.... Nama Tunjangan Karyawan ----------------Honor Pendapatan Jabatan Pendidikan Lembur Pajak Bersih ------------------------------------------------------------------------------------------.. ........... maka kelebihkan jam kerja tersebut dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp... Honor lembur diberikan jika jumlah jam kerja sebih dari 240 jam. .. . .. STAY COOL ------------------------------------------------------------------------------------------No... ..500 untuk setiap kelebihan jam kerja dalam satu bulannya.. ... Ilamsyah.. ......... 700.. Frieyadie. PT...... .... <di input> Pendidikan (1=SMU/2=D3/3=S1) : ......... .. • Tampilan yang diinginkan sebagai berikut : Layar Masukkan dan Keluaran Program Hitung Honor Karyawan Kontrak PT.per bulan. .... <di input> Jumlah Jam Kerja : ..

Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Macro Dan File Header adalah: 8 Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari 8. Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah: #define nama_konstanta teks Contoh : Teks #define A 6 Nama_Konstanta Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define. # define Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta.14 contoh: #define HURUF ‘B’ contoh: #define JABATAN “INSTRUCTOR” contoh: #define CETAK (“Borland C++”) contoh: #define LUAS_KUBUS (n*n) Frieyadie. Nama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar. tetapi untuk preprocessor. Teks dapat berupa: • Numerik • Karakter • String • Pernyataan • Fungsi Sederhana contoh: #define PI 3. guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. Preprocessor Directives Preprocessor directive merupakan suatu perintah yang termasuk kedalam program. Preprocessor ini dijalankan secara otomatis oleh kompiler.1. didalamnya membuat nilai pembuktian pertama dan menterjemahkan code program didalam kode objek. Sopiyan. diantaranya adalah: 8. ketika didalam proses penterjemahan (Compile) program berlangsung. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda : # Ada beberapa preprocessor directive. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta.1. Pradita. tetapi bukanlah instruksi dari program itu sendiri. dan Ani Oktarini 102 . Ilamsyah.1.

cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl.141592 #define L(n) PI*n*n main( ) { clrscr(). Ilamsyah.*/ #include<stdio. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 8. dan Ani Oktarini 103 .*/ /* Program Penggunaan #define */ /* ----------------------------------. } Output yang akan dihasilkan. cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl.1 Hasil Contoh-1 Contoh-2 /* ----------------------------------.Modul Algoritma Pemrograman I Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja.h> #include<iostream.h> #include<conio. Pradita.h> #include<conio.h> #define PI 3. Sopiyan.*/ /* Program Penggunaan #define */ /* -----------------------------------. # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai.h> #include<iostream.*/ #include<stdio. cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl. getche( ).h> #define awal { #define akhir } #define mulai() main() #define cetak cout #define masuk cin #define hapus() clrscr() #define tahan() getch() #define LS_KUBUS (sisi*sisi) mulai( ) awal Frieyadie. Contoh-1 /* ----------------------------------.

cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ".1. yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. Hasil Contoh-2 10. tahan( ). cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl. Ilamsyah. ls_kubus. kecuali pada directori yang sedang aktif. Pradita. akhir Output yang akan dihasilkan. • #include <nama_file_header> “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang ada file headernya. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta penyataan. # include Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya.1.#endif Preprocessor #if . dan Ani Oktarini 104 . #endif Frieyadie. masuk>>sisi.3.2. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan : #include "nama_file_header" atau #include <nama_file_header> Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda. Sopiyan. diabaikan. Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 8. 10. hapus( ). cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus. # if . ls_kubus = LS_KUBUS.#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar.Modul Algoritma Pemrograman I int sisi.2. jika tidak maka. yaitu: • #include "nama_file_header" “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directori yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directori dimana file header tersebut berada “.

h> #include <stdio. #endif getch( ). Pernyataan kondisi berupa ekspresi konstanta yang dideklarasikan dengan #define.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-3 /*********************** Penggunaan #if . Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta Penyataan-1. Sopiyan.#endif Preprocessor #if . #else Penyataan-2.#endif ***********************/ #include <conio.#else .#else -#endif digunakan untuk mengkompilasi jika pernyataan kondisi pada #if bernilai benar.1. #else printf("Lebih Kecil dari Nol").#endif ******************************/ #define N -4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). # if . jika #if bernilai salah maka. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 8.#else . #endif } 105 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan.3.h> #define N 4 main( ) { #if N > 0 printf("Lebih Besar dari Nol"). pernyataan #else dikompilasi. dan Ani Oktarini .4. Hasil Contoh-3 10. Ilamsyah. #endif Contoh-4 /****************************** Penggunaan #if . Pradita.

Sopiyan. Hasil Contoh-4 10.4. Perintah dijalankan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. # elif Preprocessor #elif digunakan untuk mengkompilasi dari pernyataan bertingkat. Pradita. merupakan kombinasi dari #if dan #else.5. #elif ekspresi-konstanta-2 Penyataan-2.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 8. Ilamsyah. #else N < 10 printf("Lebih Kecil dari Sepuluh").5. Benuk Penulisan #if ekspresi-konstanta-1 Penyataan-1. # elif ekspresi-konstanta-n Penyataan-n. Dalam hal ini #elif sama halnya seperti #elseif. #endif Contoh-5 /***************** Penggunaan #elif ******************/ #define N 12 main( ) { #if N > 10 printf("Lebih Besar dari Sepuluh"). #endif } Hasil dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 8. Hasil hanya dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan yang benar. #elif N == 10 printf("Sama Dengan Sepuluh ").1. Hasil Contoh-5 Frieyadie. dan Ani Oktarini 106 . Bentuk #elif diikuti oleh ekspresi-konstanta.

pernyataan akan dijalankan.1.1. Sopiyan.6. Hasil Contoh-6 10. hal ini dapat dilakukan jika sudah konstanta didefiniskan pada bagian #define. cout<<LEBAR_MAKS. hal ini merupakan parameter yang khusus yang harus terdefinisi.6. Benuk umum penulisan sebagai berikut: #ifdef nama-konstanta pernyataan. # ifdef . } Hasil dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 8.7. #undef Preprocessor #undef digunakan untuk menghilangkan nilai yang telah didefiniskan dari daftar definisi. #endif Penjelasan: Jika nama-konstanta terdefinisi maka.Modul Algoritma Pemrograman I 10. Pradita. jika nama-konstanta tidak terdefinisi maka.# ifndef Preprocessor #ifdef dan #ifendef memberikan bagian dari program yang akan dikompile. Contoh-6 /**************** Penggunaan #undef *****************/ #include<iostream. dan Ani Oktarini 107 .h> #define LEBAR_MAKS 100 #if LEBAR_MAKS>200 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 200 #elsif LEBAR_MAKS <50 #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #else #undef LEBAR_MAKS //--> menghilangkan LEBAR_MAKS #define LEBAR_MAKS 50 #endif main( ) { char str[LEBAR_MAKS]. Frieyadie. pernyataan akan diabaikan. Ilamsyah.

1988 All Rights Reserved. } Hasil dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 8. dengan cara yang sama seperti membuat file editor. Ilamsyah. #endif Frieyadie. Sopiyan. /* types. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran . Pembuatan File Header File Header adalah suatu file dengan akhiran . Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++. Pradita. #else #ifndef ANAK2 cout<<"Hari ini "<<ANAK1<<" "<<ANAK2. cout<<" pergi Kesekolah". Copyright (c) Borland International 1987.h .h> #define ANAK1 "ILHAM" #define ANAK2 "HADIANSYAH" main( ) { #ifdef ANAK1 cout<<"Pagi ini "<<ANAK1<<" pergi Kesekolah". #else cout<<"Pagi ini "<<ANAK2<<"pergi Kesekolah".Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-7 //--> Penggunaan #ifdef dan #ifndef #include<iostream. #endif #endif getche(). */ #ifndef TIME_T #define TIME_T typedef long time_t. kita dapat juga membuat file header sediri. Selain file-file header standar yang disediakan oleh C++.2.h .h Types for dealing with time. dan Ani Oktarini 108 . File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta.7. Hasil Contoh-7 10.

hapus( ). tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n"). cin>>a.h> #include"atur. Buatlah program dibawah ini. */ #define awal { #define akhir } #define mulai( ) main( ) #define cetak cout #define tampil cprintf #define masuk scanf #define hapus( ) clrscr( ) #define jika if #define warna textcolor #define tahan getche( ) Setelah disimpan pada direktori C:\BC5\INCLUDE\. selanjutnya Compile file atur. Copyright (c) Frieyadie 2001 All Rights Reserved.h contoh pembuatan file header untuk pengaturan.*/ #include<stdio.h> #include<conio. dan Ani Oktarini 109 . tahan. Sopiyan. . cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c. kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri. Buatlah program file heder dibawah ini. Pradita. Ilamsyah. cout<<"Masukkan Nilai A = ".cpp Contoh-9 /* ---------------------------------. kemudian simpan dengan nama : atur. c=a+b. akhir Frieyadie. cout<<endl. pada folder kerja anda folder include. c. cout<<"Masukkan Nilai B = ".h..Modul Algoritma Pemrograman I Sebagai latihan berikut ini akan dibuatkan suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor. Contoh-8 /* atur.h" mulai( ) awal int a.h.. b.*/ /* program dengan file header sendiri */ /* ---------------------------------. cin>>b. warna(4).h> #include<iostream.

9..A. < hasil proses > Keliling Lingkaran : . nama file header yang diinginkan : lingkaran.. Pradita.S : ……<di-input> Masukkan Nilai U.S = <data-inputan> * 40% = <hasil-proses> Nilai Akhir yang diperoleh sebesar : …. Hasil Contoh-9 10..S * 30 % • Nilai U.h Tampilan Yang Diinginkan: Masukkan Nilai Jari-jari : . sedangkan sebagai output adalah pangkat dua serta pangkat tiga dari bilangan bulat tersebut.Modul Algoritma Pemrograman I Hasil dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 8.T. Latihan 1.S : ……<di-input> Nilai Murni Absensi = <data-inputan> * 10% = <hasil-proses> Nilai Murni Tugas = <data-inputan> * 20% = <hasil-proses> Nilai Murni U.h. Buatlah program menghitung pangkat dua serta pangkat tiga dari sebuah bilangan bulat dengan makro.. dan Ani Oktarini 110 . 2.S * 40 % Untuk proses penilaian dilakukan didalam file header dan simpan nama file header tersebut hitnilai. Sebagai input adalah bilangan itu sendiri. dengan ketentuan sebagai berikut: • Nilai Absensi * 10 % • Nilai Tugas * 20 % • Nilai U..T.A.. Buatlah program menghitung nilai akhir perkuliahan pada suatu matakuliah.A. Tampilan yang diinginkan: Program Hitung Nilai Akhir Mata Kuliah Masukkan Nilai Absensi : ……<di-input> Masukkan Nilai Tugas : ……<di-input> Masukkan Nilai U.3. Proses berada didalam file header..T. Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran. Sopiyan. < hasil proses > 3.S = <data-inputan> * 30% = <hasil-proses> Nilai Murni U. <di-input> Luas Lingkaran : . <hasil-proses> Frieyadie. Ilamsyah.

Pradita.1. AMIR = ILHAM. Sopiyan.1. operator ini biasa disebut dengan “address of” atau operator alamat. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan suatu identifier “&” (ampersand sign) didepan nama variabel.1. suatu variabel akan menghasilkan alamat lokasi memori. Operator Reference ( * ) Dengan menggunakan operator anda dapat mengakses secara langsung nilai yamg terdapat didalam variabel yang berpointer. Operator dereference ( & ) 2.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Pointer 9 Merupakan sebuah variabel yang berisi alamat dari variabel lain. Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 0x0012ff88 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. Operator Dereference ( & ) Didalam mendeklarasikan suatu variabel harus pada lokasi yang pasti didalam penggantian memori. hal ini dapat dilakukan dengan Frieyadie. Diagram Pengunaan Opeator Dereference 9.Pada umumnya kita tidak dapat menentukan dimana variabel akan ditempatkan Terkadang secara otomatis dilakukan oleh kompiler dan sistem operasi yang sedang aktif.1.2. Operator reference ( * ) 9. Ilamsyah. tetapi sesekali sistem operasi akan memberikan banyak alamat yang kita tidak mengetahui dimana variabel ditempatkan. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) Gambar 9. 9. Suatu pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah. // AMIR sama dengan ILHAM (75) RAKA = &ILHAM. dan Ani Oktarini 111 . Operator Pointer Terdapat dua macam operator pointer yang disediakan oleh Borland C++: 1.1. Dengan menggunakan operator dereference ( & ) ini.

h> #include<conio.h> void main( ) { char *const nama = "Borland C++". Sopiyan. // RAFLI sama dengan value pointed by RAKA(75) Gambar 9. Pradita. // RAKA sama dengan Address Of ILHAM (0x0012ff88) RAFLI = *RAKA. Dengan menggunakan operator reference ( * ) ini. dan Ani Oktarini 112 . menghasilkan nilai yang berada pada suatu alamat memori Sebagai contoh ILHAM ditempatkan pada memori dengan alamat 65524 dan dideklarasikan sebagai berikut: ILHAM = 75. Untuk mendeklarasikan pointer secara konstanta dengan memberikan kata const didepan nama konstanta. Deklarasi Pointer Pada Konstanta Suatu pointer dapat dideklarasikan secara konstanta atau secara tetap tidak dapat diubah. Bentuk penulisan: tipe_data * const nama_konstanta.2 Diagram Pengunaan Opeator Reference 9.Modul Algoritma Pemrograman I menambahkan identifier asterisk ( * ). Contoh-1 //----------------------------------// //Pendeklarasian Pointer Konstanta // //----------------------------------// #include<stdio. Frieyadie.2.h> #include<iostream. agar dapat menterjemahkan nilai sebenarnya dari suatu variabel. Ilamsyah. Operator ini biasa disebut dengan “value pointed by”. RAKA = &ILHAM.

Contoh-2 //-------------------------------// //Penggunaan Pointer Dereference // //-------------------------------// #include<stdio.. *raka. Pradita. dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 9. ilham = 75.3. Frieyadie.h> main( ) { int ilham. yaitu tidak dapat diubah-ubah. nama = "Visual C++". Sopiyan. Pesan Kesalahan Yang Tampil adalah: Cannot modify a const object Error Message yang akan dihasilkan. amir = ilham. clrscr( ). memeriksa satu persatu data yang memiliki pointer pada saat variabel tersebut pertama kali dideklarasikan.h> #include<iostream. Deklarasi Pointer Pada Variabel Karena keakhlian dari pointer untuk menunjuk secara langsung kesuatu nilai. merupakan pointer konstanta. terdapat kesalahan dan tidak dapat dijalankan.h> #include<conio. } Pada program diatas. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. penyebabnya pada pernyataan nama = "Borland C++".Modul Algoritma Pemrograman I clrscr( ). amir.3 Error Message Contoh-1 9. cout<<"Nama Program = "<<nama<<endl. dan Ani Oktarini 113 . raka = &ilham. Karena variabel nama. getch( ). Ilamsyah. cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. Bentuk penulisan: tipe_data *nama_variabel.

cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl.4 Hasil Contoh-2 Contoh-3 //-----------------------------// //Penggunaan Pointer Reference // //-----------------------------// #include<stdio.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nilai AMIR = "<<amir<<endl. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 9. raka = &ilham.h> #include<conio.h> main( ) { int ilham. dan Ani Oktarini 114 . cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. Sopiyan. dari program contoh-3 diatas adalah: Gambar 9. rafli = *raka. cout<<"Nilai RAFLI = "<<rafli<<endl. ilham = 75. *raka. getch( ). rafli.h> #include<iostream. } Output yang akan dihasilkan.5 Hasil Contoh-3 Frieyadie. cout<<"Nilai RAKA = "<<raka<<endl. Ilamsyah. Pradita. } Output yang akan dihasilkan. clrscr( ). getch().

amir = &raka. cout<<**amir<<endl. Sopiyan. cout<<*raka<<endl. char *raka.h> main() { int ilham. amir = &raka. int *raka.4. //pointer pada pointer clrscr( ). //pointer ke variabel int **amir. //pointer ke variabel char **amir. cout<<"Nilai RAKA Hasil Mengakses ILHAM = ". dari program contoh-5 diatas adalah: Frieyadie. Ilamsyah. //-> Penugasan Ke Alamat Memori raka = &ilham. getch( ). cout<<"Nilai ILHAM = "<<ilham<<endl. raka = &ilham. dan Ani Oktarini 115 . //pointer pada pointer ilham = '75'. pointer dapat pula menunjuk ke pointer lainnya. cout<<"Nilai AMIR Hasil Mengakses ILHAM = ".7 Diagram Pengunaan Pointer Pada Pointer Contoh-5 // -----------------------------// //Penggunaan Pointer to Pointer // //------------------------------// #include<stdio. ilham = 75. Pointer Pada Pointer Tidak terbatas menunjuk alamat dari suatu variabel. } Output yang akan dihasilkan. Sebagai contoh : char ilham.h> #include<iostream. Pradita. Didalam pendeklarasianya.h> #include<conio. Gambar 9. hanya menambahkan pointer reference ( * ) pada variabel yang akan ditunjuk.Modul Algoritma Pemrograman I 8.

ptrnilai = nilai. karena secara internal array juga menyatakan alamat. yaitu pengenal array sama dengan alamat pada elemen pertama.i++) { cout<<"Masukan Nilai Pertama = ".h> #include<conio. Sebagai contoh sederhana dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-6 //------------------------------// //Penggunaan Pointer to Array // //------------------------------// #include<stdio.5. cout<<endl<<endl. cout<<&ptrnilai[i]. } Output yang akan dihasilkan.i<=5.8 Hasil Contoh-5 8. dan Ani Oktarini 116 . for(i=1. cout<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9. cout<<"Pointer".i++) { cout<<"Elemen "<<i<<". cout<<"Hasil Pengaksesan Elemen Array Lewat". Nilai "<<nilai[i]. } getche( ). dari program contoh-6 diatas adalah: Frieyadie. cout<<". Pradita. Pointer pada Array Konsep Array diantaranya adalah banyak loncatan dari pointer satu ke pointer yang lain. } cout<<endl. int nilai[5]. Sopiyan.h> main( ) { int i. int *ptrnilai. Menempati Alamat Memori = ". pada array. Ilamsyah. cin>>nilai[i]. for(i=1.i<=5.h> #include<iostream.

dan Ani Oktarini 117 .*/ /* Pointer pada String */ /* ------------------.h> main( ) { char band_metal[ ] = "SEPULTURA". getche( ). Ilamsyah. Sopiyan. cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. } Frieyadie.9 Hasil Contoh-6 9. char *band_punk = "RANCID". Pointer pada String Pointer pada string dapat anda lihat pada contoh program berikut: Contoh-7 /* ------------------.Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 9.*/ #include <iostream. Pradita. //menambah nilai penunjuk / pointer cout<<"Nama Band Metal = "<<band_metal<<endl. band_punk+=3.h> #include <conio.6. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk. cout<<"Nama Band Punk = "<<band_punk.

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. secara default. Pradita. karena sudah terjadi penambahan dengan 3. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 9. pembacaan dilakukan mulai dari pointer pertama. maka pembacaan berpindah ke alamat ke. R A N C I D \0 1 2 3 4 5 6 Frieyadie. Sopiyan. dan Ani Oktarini 118 .10 Hasil Contoh-7 Pada program diatas.4. Ilamsyah. yang di tunjukkan oleh penambahan nilai pointer pada band_punk+=3. terdapat perubahan nilai pointer band_punk . sehingga tercetak kata CID.

Contoh pembuatan fungsi sederhana Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */ #include<conio.h> #include<iostream. Pradita. karena fungsi ini program akan dimulai. yang bersifat mutlak. … pernyataan / perintah. diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi.h> #include<stdio. .Nama fungsi.Argumen. Ilamsyah. sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan. cukup dengan menuliskan nama fungsinya. . 10.Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Fungsi 10 Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Sopiyan. dan Ani Oktarini 119 . Struktur Fungsi Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut: nama_fungsi(argumen) { … pernyataan / perintah. … pernyataan / perintah. diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’. . Pada pemanggilan sebuah fungsi. cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya.Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama. tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri. boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan. Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main(). } Keterangan: . Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: . Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong.Program menjadi lebih terstruktur. sebagai contoh yang lainnya fungsi printf().h> garis( ) { printf("\n----------------------\n").Pernyataan / perintah. } Frieyadie.1.

dari program contoh-1 diatas adalah: Gambar 10. Frieyadie. • Jumlah parameter yang digunakan • Tipe data dari masing-masing parameter yang digunakan.Pondok Labu"<<endl.2. garis( ).. yaitu : • Parameter formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam definisi fungsi. ). Pradita. dan Ani Oktarini 120 . //memanggil fungsi garis getche( ). • Jika jumlah parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi berbeda atau tidak sama. //memanggil fungsi garis cout<<"AMIK BSI . Sedangkan yang dimaksud dengan parameter pada fungsi adalah suatu pendefinisian nilai-nilai dari objek-objek yang dideklarasikan pada bagian argumen di fungsi. Sopiyan. Nilai-nilai pada objek-objek tersebut didapat dari variabel-variabel yang barada pada program utama.1.Modul Algoritma Pemrograman I /* program utama */ main( ) { clrscr( ). Prototipe fungsi dituliskan di atas blok program utama dan diakhiri dengan tanda qualifier titik koma ( . Prototipe dan Parameter Fungsi Prototipe merupakan uraian dari blok fungsi yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai: • Tipe data keluaran dari fungsi. Ilamsyah. } Output yang akan dihasilkan. garis( ). sedangkan blok program fungsi yang mengandung perintah-perintah atau pernyataan-pernyataan dari program berada di bawah blok program utama yang memiliki keuntungan sebagai berikut: • Kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter fungsi. Hasil Contoh-1 10. • Parameter Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi. maka akan menunjukkan kesalahan. Terdapat dua macam para parameter fungsi.

int y) { ….cin>>i.int n). dan Ani Oktarini 121 . else getch( ). } if (lagi=='Y' || lagi=='y') goto atas. cout<<"\n\nIngin input lagi [Y/T]: ". b). int i. } Contoh penggunaan prototipe fungsi dan parameter fungsi sebagai berikut: Contoh-2 //Penggunaan Prototipe pada Fungsi #include <conio.h> #include <iostream.i).cin>>lagi.h> //untuk strcpy char coment (char ket[30].Modul Algoritma Pemrograman I Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual. { cout<<"Masukkan nilai = "."---Bilangan Ganjil---"). } parameter aktual parameter formal float total( int x.int n) { int a. Pradita. Sopiyan.h> #include <string. Ilamsyah. } Frieyadie.. } //blok program fungsi dengan parameter aktual char coment (char ket[30]. //paramater formal cout<<c. coment(c. total(a.c[30]. else strcpy(ket. main() { …. //prototipe fungsi main( ) { char lagi. atas: clrscr( ). if (a==1) strcpy(ket. …... a=n%2.."---Bilangan Genap---").

} tambah(int m. a = 5. cout<<"Nilai Sebelum Fungsi Digunakan ". Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak dapat berubah. main( ) { int a. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value ) Pada pemanggilan dengan nilai yaitu nilai dari parameter aktual akan dimasukkan ke parameter formal. Frieyadie.2. tambah(a. dari program contoh-2 diatas adalah: Gambar 10. Sopiyan. Berikut contoh pemanggilan dengan nilai dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-3 /* -----------------------. int n).b).1.h> #include<stdio. getch( ) . cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tambah()". b = 9. walaupun nilai dari parameter formal berubah. cout<<"\nNilai Setelah Fungsi Digunakan".h> #include<iostream. dan Ani Oktarini 122 . cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. Hasil Contoh-2 Di dalam bahasa C++ ada dua cara untuk melewatkan nilai-nilai parameter ke dalam fungsi dari nilai-nilai variabel.Modul Algoritma Pemrograman I Output yang akan dihasilkan. b.h> tambah(int m. Pradita. Ilamsyah.*/ #include<conio. yaitu: 10. clrscr( ).*/ /* Penggunaan Call By Value */ /* Program Tambah Nilai */ /* -----------------------.2. n+=7. int n) { m+=5.

main( ) { int a. cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi".Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"\nm = "<<m<<" n = "<<n. clrscr( ).h> tambah(int *c. cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi". int *d). Frieyadie.*/ #include<conio. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. dari program contoh-3 diatas adalah : Gambar 10. cout<<endl. Hasil Contoh-3 10. b = 6.h> #include<iostream.2.*/ /* Penggunaan Call By Reference */ /* Program Tambah Nilai */ /* ---------------------------. Pradita. cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b. } Output yang akan dihasilkan. cout<<endl. tambah(&a. Contoh-4 /* ---------------------------. a = 4.h> #include<stdio.2. Sopiyan. dan Ani Oktarini 123 . Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference) Pemanggilan dengan referensi merupakan pemanggilan nilai suatu parameter di dalam fungsi ke parameter actual yang disimpan pada alamat memori dengan menggunakan pointer.3.&b). b. Ilamsyah. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu parameter aktual dengan melaksanakan pengubahan nilai dari suatu parameter yang dilakukan di dalam fungsi.

Sopiyan. Hasil Contoh-4 10. Pernyataan return().14*r*r).h> #include <iostream. cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tambah()". } float kel (int r)//fungsi kel lingkaran { return(3. } Output yang akan dihasilkan. } tambah(int *c. int *d) { *c+=7. Ilamsyah. Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada contoh berikut: Contoh-5 /* Pernyataan Return pd Fungsi */ #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I getch( ).4.3. dan Ani Oktarini 124 . } Frieyadie.h> #include <stdio. Syarat utama dalam pembuatan fungsi return adalah nama fungsi yang dapat mengembalikan nilai. cout<<"\nc = "<<*c<<" d = "<<*d. Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya. cout<<endl.14*2*r). Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. Pradita.h> float luas (int r)//fungsi luas lingkaran { return(3. dikarenakan nilai hasil dari parameter formal akan disimpan pada nama fungsi. dari program contoh-4 diatas adalah: Gambar 10. *d+=5.

cout<<"Luas lingkaran = "<<luas(j)<<endl.5. Jenis Variabel Jenis Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah. main( ) { Frieyadie. Pradita. 10. } Output yang akan dihasilkan. Terdapat beberapa jenis variabel yaitu: • Variabel Lokal.1.h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I main( ) { int j.*/ /* Variabel Lokal */ /* -------------. Ilamsyah. dari program contoh-5 diatas adalah: Gambar 10. Contoh-6 /* -------------.*/ #include<conio. Sopiyan.4.h> lokal( ). getch( ). cout<<"Keliling lingkaran = "<<kel(j). • Variabel Statis. cout<<"Masukkan Jari-jari = ".cin>>j. • Variabel Eksternal atau Global. dan Ani Oktarini 125 .h> #include<stdio. Variabel Lokal Variabel Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh fungsi yang bersangkutan. Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel Otomatis. Hasil Contoh-5 10. clrscr( ).4.

Sopiyan. Ilamsyah. clrscr( ). lokal( ). } Output yang akan dihasilkan. } lokal( ) { int a = 10.h> #include<iostream. Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini.Modul Algoritma Pemrograman I int a = 15. Contoh-7 /* -----------------------------.*/ #include<conio. //--> deklarasi variabel eksternal void lokal( ). dari program contoh-6 diatas adalah: Gambar 10. cout<<"Pemanggilan Variabel Lokal"<<endl. getch( ).*/ /* Variabel Eksternal atau Global */ /* -----------------------------.6. cout<<"\nNilai a didalam fungsi lokal( ) = "<<a. Hasil Contoh-6 10. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.h> int a = 6.4. Pradita. dan Ani Oktarini 126 . yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main(). Variabel Eksternal Variabel Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan berulang-ulang.h> #include<stdio.2. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a. diluar dari fungsi main(). Frieyadie.

3. cout<<a. lokal ( ). Pradita. • Jika variabel statis bersifat eksternal. Sopiyan. cout<<"\nNilai didalam funsi main() = : "<<a.h> #include<iostream.7. • Jika variabel statis bersifat local. • Jika tidak ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal nol. } void lokal( ) { a+=10. Contoh-8 /* -------------------------. Suatu variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu tipe data variabel. dan Ani Oktarini . Variabel Statis Variabel Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel statis ini mempunyai sifat antar lain. maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat variabel dideklarasikan.4. //--> pemanggilan fungsi local cout<<"\nNilai Setelah penggilan fungsi local() = ".h> 127 Frieyadie.*/ #include<conio. Ilamsyah. maka variabel dapat dipergunakan oleh semua fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis dideklarasikan. cout<<"Penggunaan Variabel Eksternal"<<endl.Modul Algoritma Pemrograman I void main( ) { clrscr( ). } Output yang akan dihasilkan. dari program contoh-7 diatas adalah: Gambar 10.*/ /* Penggunaan Variabel Statis */ /* -------------------------. Hasil Contoh-7 10. getch( ).h> #include<stdio.

• Pada pemanggilan fungsi walah( ) kedua. tercetak nilai variabel k = 8. Output yang akan dihasilkan. cout<<"\nNilai K didalam fungsi main() = "<<k. } walah( ) { static int k. Ilamsyah. didapat dari k=4+4. didalam fungsi main( ) bersifat lokal. walah( ). • Pada pencetakan k didalam fungsi main( ). • Pada pemanggilan fungsi walah( ) pertama. walah( ). adalah 5. karena nilai k yang terbaru adalah 4. //--> prototipe fungsi walah main( ) { int k = 5.8. Hasil Contoh-8 10. terutama programprogram yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for. dari program contoh-8 diatas adalah : Gambar 10. while dan do – while. maka secara otomatis variabel k = 0. // --> deklarasi variabel statis k += 4. dan Ani Oktarini 128 . Fungsi inline Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih. } Hal ini terlihat bahwa : • Pada pada prototipe fungsi walah( ) tidak tedapat nilai awal. karena variabel k. cout<<"\nNilai K didalam fungsi() = "<<k. didapat dari k=0+4. Pradita. clrscr( ).5. Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan tipe data. getch( ). Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I walah( ). Frieyadie. tercetak nilai variabel k = 4.

Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-9 /* -------------------------. dan Ani Oktarini 129 . } main( ) { int k.9.h> #include<iostream.h> #include<stdio. ". Hasil Contoh-9 Contoh-10 /* -------------------------.h> inline static void cplusplus( ) { cout << "Pemrogramman C++\n".*/ #include<conio. } int main( ) { { cout << "Kami Sedang Belajar. Sopiyan. getch( ).*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------.h> #include<stdio. } Output yang akan dihasilkan.h> inline int kali(int i.h> #include<iostream. Ilamsyah. Frieyadie. int j) { return(i * j). k++) cout<<kali(k. k < 20. Pradita. dari program contoh-9 diatas adalah: Gambar 10. for(k = 1. k*2)<<" ".*/ #include<conio. ".*/ /* Penggunaan inlide function */ /* -------------------------. clrscr( ). cout << "C++ Programming.

*/ /* Penggunaan function overloading */ /* ------------------------------. } { cout << "Mari Belajar. ". } { cout << "Jika Sudah Mengerti.h> #include<stdio. cplusplus( ). cplusplus( ).h> #include<iostream. dari program contoh-10 diatas adalah : Gambar 10.\n\n".Modul Algoritma Pemrograman I cplusplus( ). sehingga memiliki nama yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda. cout << "Berarti Sudah Anda Kuasai". Ilamsyah. Pradita.*/ #include<conio. ". cout << "Sedang Kami Pelajari. } getche( ). dan Ani Oktarini . Contoh-11 s/* ------------------------------. Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading. Function Overloading Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi.6. Hasil Contoh-10 10. Sopiyan.\n\n". cout << "Mudah Untuk Dipelajari.h> 130 Frieyadie. } Output yang akan dihasilkan. Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut.10. s Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengna tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbeda-beda pula.

void main( ) { clrscr( ). float hitung(float d). cout<<hitung(2)<<endl. cout<<hitung(4)<<endl. } long hitung(long c) { return(c*c). Sopiyan. } double hitung(double d) { return(d*d). dari program contoh-11 diatas adalah : Gambar 10. } int hitung(int b) { return(b*b). getch( ). dan Ani Oktarini 131 . Ilamsyah. cout<<hitung(3)<<endl. Pradita.11. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -1 : ". Hasil Contoh-11 Frieyadie.Modul Algoritma Pemrograman I int hitung(int b). long hitung(long c). cout<< "Hasilnya Fungsi overload -2 : ". } Output yang akan dihasilkan. cout<< "Hasilnya Fungsi overload -3 : ".

000 . maka tidak mendapat diskon. sampai dengan Rp. dengan ketentuan sebagai berikut : . ………< hasil proses > Besar harga yang harus dibayarkan Rp.32.7778 Pemanggilan dengan tipe data integer Proses dengan tipe data integer 100 sama dengan 37 Frieyadie. Buatlah program untuk menghitung konversi dari derajat fahrenheit ke celcius Petunjuk : Gunakan Function Overloading.000.Modul Algoritma Pemrograman I 10. Buatlah 3 (tiga) buah fungsi untuk dioverloading.000. . Pradita. 5.000 .000. ………< hasil proses > 2. 1. 5. maka mendapat diskon sebesar 20%. Dengan tampilan yang diinginkan sebagai berikut: Program Hitung Potongan. Besar pembelian barang Rp. • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah double • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah float • Untuk fungsi pertama variabel yang digunakan adalah integer Rumus konversi yang digunakan adalah c = (f .32) * 5 / 9.Jika belanja dibawah Rp. Latihan 1.0) * 5 / 9. <di input > Besar diskon yang diberikan Rp.Jika belanja dimulai dari Rp. dengan variabel untuk masing-masing fungsi berbeda-beda.000.000. c = (68) * 5 / 9.Jika belanja diatas Rp.000. maka mendapat diskon sebesar 35%.7778 Pemanggilan dengan tipe data float Proses dengan tipe data float 100 sama dengan 37. Sopiyan. . Buatlah program untuk menghitung besarnya diskon yang diberikan atas besanya sejumlah pembelian.7. 1. Ilamsyah.7778 Hasil keluaran yang diinginkan : Pemanggilan dengan tipe data double Proses dengan tipe data double 100 sama dengan 37. Fungsi yang harus dibuat potong() untuk menghitung besar potongan yang akan diberikan. c = 37. Contoh : Jika nilai Fahrenheit = 100 c = (100 . dan Ani Oktarini 132 . ……….

dan Ani Oktarini 133 .. <hasil proses> Jumlah Bayar Penyewaan Sebesar Rp...... < hasil proses > Penyewa dengan Nama . <hasil proses> Frieyadie.. <diinput> Kode Buku [C/K/N] : ....... ---------------------------Nama Penyewa Buku : . <hasil proses> Jenis Buku : . <diinput> Tampilan Keluaran yang diinginkan: Tarif Sewa Rp. Sopiyan...Modul Algoritma Pemrograman I 3.. <diinput> Banyak Pinjam : . Pradita..Kecil-Kecilan". Buatlah program untuk menghitung jumlah pembayaran pada perpustakaan "Kecil-Kecilan". Ilamsyah.... . ..... Mempunyai ketentuan sebagai berikut: Kode Jenis Buku C K N Jenis Buku CerPen ( Kumpulan Cerita Pendek ) Komik Novel Tarif Buku 500 700 1000 Petunjuk Proses : • Buatlah Fungsi Tarif untuk menentukan terif penyewaan • Gunakan Pernyataan If – Else Tampilan Masukan yang diinginkan: Perpustakaan "..

Contoh Deklarasi struct mahasiswa { char nim[5].. Ilamsyah.. .1. dan Ani Oktarini 134 .. float nilai. }. }mahasiswa. karena secara otomatis menjadi sebuah tipe data... Dan penggunaannya harus menggunakan objek/nama variabel yang menggunakan dari nama structure itu sendiri • Penulisan nama Structure dengan mengikuti bentuk umum kedua. struct { atau char nim[5].. char nama[15]. Hal yang perlu di perhatikan : • Penulisan nama Structure jika mengikuti bentuk umum pertama.... Sopiyan. Frieyadie. .. float nilai. ... Deklarasi Structure Structure dapat deklarasikan seperti berikut: struct nama_tipe_struktur { elemen_struktur. Atau struct { elemen_struktur. char nama[15].. Variabel-variabel yang membentuk sebuah struktur dinamakan elemen struktur..Modul Algoritma Pemrograman I BORLAND C++ Structure 11 Struktur digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang mempunyai tipe data yang berbeda. }.. maka penggunaan nama structure-nya bisa langsung di aplikasikan. } nama_tipe_struktur. Pradita. . Struktur sama seperti Record di dalam Bahasa Pemrograman Pascal 11. penggunaan nama structure-nya tidak bisa langsung di gunakan..

cin>>mahasiswa. dan Ani Oktarini 135 .Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1a /* ---------------------------. cout<<"Nama = "<<mahasiswa.nama<<endl. getch( ).nim.nim<<endl.1. cin>>mahasiswa. Hasil Contoh 1b Bandingkanlah Contoh-1a dengan Contoh-1b berikut ini. cin>>mahasiswa.nama. cout<<"masukan Nama = ". char nama[15].nilai. cout<<"masukan Nilai Akhir = ".*/ #include<stdio.cpp */ /* ---------------------------.h> #include<iostream. } mahasiswa. dari program contoh-1 diatas adalah : Gambar 11. clrscr( ). cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa. Adakah perbedaannya ? Frieyadie.h> #include<conio. cout<<"\n\nData Yang di Inputkan adalah : \n\n". cout<<"NIM = "<<mahasiswa.nilai<<endl. Ilamsyah. Pradita. cout<<"masukan NIM = ".h> main( ) { struct { char nim[5].*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct1. Sopiyan. } Output yang akan dihasilkan.

cout<<"masukan NIM : ".cin>>mahasiswa.nim.cpp */ /* ---------------------------. cout<<"masukan NILAI AKHIR : ". Pradita. cout<<"NIM : "<<mahasiswa. cout<<"NAMA: "<<mahasiswa. cout<<"\n\n Data yang Anda Inputkan Adalah : "<<endl<<endl.*/ /* Program Penggunaan structure */ /* Nama File : struct2.Modul Algoritma Pemrograman I Contoh-1b /* ---------------------------.h> #include<iostream. Ilamsyah.1b.nilai<<endl.nama. cout<<"NILAI AKHIR: "<<mahasiswa. getch( ). data mahasiswa. Sopiyan.cin>>mahasiswa. dan Ani Oktarini 136 .nilai. cout<<"masukan NAMA : ".*/ #include<conio. }.h> main( ) { struct data { char nim[10]. int nilai.nim<<endl. Hasil Contoh 1b Frieyadie.nama<<endl.h> #include<stdio. } Output yang akan dihasilkan.nama[15]. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. clrscr( ).cin>>mahasiswa.

cout<<"NIM = "<<mhs[i]. cout<<"masukan Nama = ".h> #include<iostream.Modul Algoritma Pemrograman I 11. i++) { cout<<"Data Ke . Ilamsyah. cin>>mhs[i]. cout<<"masukan NIM = ". Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program berikut: Contoh-2 /* -----------------------------------------.2. struct { char nim[5]. . i<2.h> #include<conio. dan Ani Oktarini 137 . float nilai.h> char ket(float n). Sopiyan.nama. i<2. k=1. Suatu elemen-elemen dari suatu Struktur dapat dikirimkan ke dalam suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel sederhana ke dalam suatu function.nim<<endl. cout<<endl.cpp */ /* -----------------------------------------. clrscr( ). Frieyadie.nilai. } mhs[5]. Pradita.*/ /* Program Penggunaan structure pada function */ /* Nama File : struct4."<<k++<<endl. cin>>mhs[i]. i++) { cout<<"Data Ke . Structure dengan Array dan Function Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure. main( ) { int i. …………………. cin>>mhs[i]. for(i=0. } clrscr( ). j=1. for(i=0.nim."<<j++<<endl. } nama_tipe_struktur[jml_index]. Berikut bentuk deklarasi array struktur: struct { elemen_struktur .*/ #include<stdio. cout<<"masukan Nilai Akhir = ". char nama[15]. sehingga membentuk Array dari Structure.

maka Nilai Hasil >= 47 • Jika Nilai Huruf = E. Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. } char ket(float n) { if(n > 65) return 'L'. Sopiyan. cout<<"Keterangan yang didapat = ". Pradita. } Output yang akan dihasilkan. Ilamsyah. Buatlah program untuk menghitung nilai Hasil dari nilai UTS. else return 'G'. cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i].nilai)<<endl. Hasil Contoh 2 11. Buatlah sebuah function untuk menghitung nilai Hasil Nilai Hasil = (Nilai UAS * 40%) + (Nilai UTS * 60%) • Jika Nilai Huruf = A.Modul Algoritma Pemrograman I cout<<"Nama = "<<mhs[i].2. maka Nilai Hasil >= 80 • Jika Nilai Huruf = B. UAS dan menampilkan nilai huruf yang akan didapat. dari program contoh-2 diatas adalah : Gambar 11. } getch( ). dan Ani Oktarini 138 .nama<<endl. cout<<ket(mhs[i]. maka Nilai Hasil < 47 Frieyadie.nilai<<endl. cout<<endl.3. Latihan Kerjakan tugas-tugas dibawah ini sesuai dengan petunjuk dan ketentuan pengerjaan yang telah diberikan : 1. maka Nilai Hasil >= 56 • Jika Nilai Huruf = D. maka Nilai Hasil >= 70 • Jika Nilai Huruf = C.

dan Ani Oktarini 139 . seperti dibawah ini: 2. hanya mendapat honor harian saja. Pradita. Jam kerja normal pegawai sebanyak 8 jam • Jika jumlah jam kerja lebih dari 8 jam. maka kelebihan jam kerja dikalikan Rp.Modul Algoritma Pemrograman I Tampilan akhir adalah sebuah tabel. 5000 + Honor harian • Jika jumlah jam kerja hanya 8 jam tidak mendapat honor lembur. Sopiyan. 15000 Ketentuan : Masukan banyak data yang diinginkan untuk menentukan banyak data yang akan diproses. Buatlah sebuah function untuk menghitung honor lembur Ketentuan lembur dihitung dari kelebihan jam kerja pegawai tesebut. Frieyadie. Honor harian pegawai honorer sebesar Rp. Buatlah program untuk menghitung honor pegawai honorer dari suatu perusahaan dengan menghitung kelebihan jumlah jam kerja pegawai tersebut. Ilamsyah.

Pensil juga memiliki methode (perilaku) seperti diruncingkan. Pradita. Class juga dapat mendefinisikan ciri dan perilaku objek tersebut. memiliki sifat (karakteristik) tertentu sesuai dengan kondisi atau status dari penggunaannya. Mudah diperbaharui Frieyadie. dan Ani Oktarini 140 . Sedangkan penitikberatkan ini dimaksudkan adanya interaksi pengiriman nilai. panjang dan lain-lain. 3.1. seperti sifat suatu benda maupun kegunaan dari benda tersebut. pesan atau pernyataan antar objek. kelompok buku dan lain-lain. Sopiyan. atau penggunaan atau manfaat dari objek tersebut. Contoh pensil adalah suatu objek yang memiliki attribute (karakter) jenis. Modular Objek yang sudah dibentuk dapat dikelompokkan kembali dengan objek-objek yang lain. Natural OOP dapat melakukan pendekatan terhadap objek yang menggambarkan segala sesuatu yang nyata. Data atau entitas di dalam pemrograman dapat disebut dengan blok fungsi. Methode Metoda merupakan tata cara objek tersebut diperlakukan. warna.1. seperti kelompok alat tulis yang dapat dikelompokkan kembali dengan kelompok pensil. 12. digunakan dan lainlain. Pengertian OOP BORLAND C++ 12 Object Oriented Programming atau yang lebih dikenal dengan OOP adalah pemrograman yang menitikberatkan kepada objek-objek untuk menyelesaikan tugas atau proses dari program tersebut. Ilamsyah. Object Object (objek) adalah suatu data atau entitas yang berwujud maupun tidak berwujud. Class Calss merupakan gambaran atau abstraksi karakter dan sifat dari suatu objek. 2. Kemudian objek yang merespon hasil dari interaksi tersebut akan membentuk suatu tindakan atau aksi (methode).1. Keuntungan Penggunaan OOP Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan OOP adalah: 1.Modul Algoritma Pemrograman I Class untuk Object Oriented Programming (OOP) 12.

maka jika bagian private ingin digunakan pada objek-objek lain dapat diperbaharui dengan menempatkan objek lain tersebut di bagian public. jendelanya. Sopiyan. Pradita. }.1. float harga . Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah Bentuk umum dari kelas: class class_ name { private: data element_class. 12. method. method. dan Ani Oktarini 141 . Misalkan objek rumah yang memiliki ciri umum ada pintunya.2. 4. int stok . warna catnya dan lain-lain. atapnya. temboknya dan lian-lain. Tata Cara Penggunaan Pemrograman Berbasis Obyek: 1. public:c data element_class. Ilamsyah. Contoh deklarasi : Nama class class motor { char merk [50]. Nama Anggota Data Pendefinisian Objek Frieyadie. dapat didefinisikan kembali ciri-ciri tersebut dengan menyebutkan cirinya masingmasing seperti temboknya yang memiliki ciri jenisnya. motor sport. Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif 3. Object Declaration. protype function. ciri maupun perilaku dapat didefinisikan kembali dengan objek yang lain.Modul Algoritma Pemrograman I Dikarenakan sifat jangkauan dari objek memiliki bagian private dan public. Dapat didaur ulang Suatu objek yang telah didefinisikan baik jenis. }. bentuk. ketebalannya. Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut obyek 2.

item-item di dalamnya bisa bersifat private atau public. getch( ). clrscr( ). A.nama. Pada C++ variabel seperti sport berkedudukan sebagai variabel kelas yang biasa disebut dengan objek. Sopiyan. garis( ).nama[20].cin>>sekolah. cout<<"\t Nilai Siswa"<<endl <<"\t ------------"<<endl<<endl <<" NIS = "<<sekolah.nis.nilai<<endl.cout<<endl. } class siswa { public : char nis[9].nis<<endl <<" Nama Siswa = "<<sekolah.nilai.cin>>sekolah.cout<<endl. cout<<" Input Nilai Akhir = ". siswa sekolah. cout<<"\t Program Nilai Siswa"<<endl <<"\t -------------------"<<endl.nama<<endl <<" Nilai Akhir = "<<sekolah.h> garis( ) { cout<<"==============================\n". cout<<" Input Nama Siswa = ". dan Ani Oktarini 142 . Public pada kelas Public (public) menyatakan bahwa deklarasi variabel atau item-item yang ada di dalam kelas dapat diakses dari luar kelas.h> #include <conio. Ilamsyah. } Output yang dihasilkan dari program contoh-1 di atas adalah: Frieyadie. Pradita. float nilai. main( ) { clrscr( ). semua item di dalam kelas sudah private. garis( ). }. semua item di dalam kelas bersifat private.Modul Algoritma Pemrograman I Pernyataan diatas digunakan untuk mendefinisikan variabel bernama sport. Pada sebuah kelas. garis( ). cout<<" Input NIS = ".cin>>sekolah. Jadi tanpa menuliskan kata kunci private. Contoh-1 //Penggunaan public pada class #include <iostream. Secara default.

dan Ani Oktarini 143 . getch( ). s. Ilamsyah.1 Hasil Contoh-1 (Layar Input) Gambar 12. float v. Sopiyan.2 Hasil Contoh-1 (Layar Output) B. void keluaran( ).Modul Algoritma Pemrograman I Gambar 12. Contoh-2 //Penggunaan private pada class #include <conio.14 class tabung { private : int j.keluaran( ).h> #define pi 3. }. } Frieyadie. Pradita. Private pada Kelas Private digunakan pada kelas untuk memproteksi anggota-anggota tertentunya agar tidak dapat diakses dari luar kelas secara langsung. void main( ) { clrscr( ).t. public : tabung( ). tabung s.k.h> #include <iostream.

public: int inta( ). dan Ani Oktarini 144 .2. Ilamsyah.3 Hasil Contoh-2 12. Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I tabung :: tabung( ) { cout<<"\n Menghitung Tabung"<<endl <<" -----------------"<<endl<<endl. Berikut contoh pendeklarasian suatu konstruktor di dalam sebuah kelas: class hitung { private: int a. k=(2*(pi*2*j))+t.cin>>t. int intb( ). Konstruktor Konstruktor (constructor) merupakan suatu fungsi dari anggota suatu kelas yang memiliki nama yang sama dengan nama kelas fungsi itu berada. cout<<" Masukan Jari-jari = ". } void tabung :: keluaran( ) { cout<<endl <<" Volume Tabung = "<<v<<endl <<" Keliling Tabung = "<<k<<endl. Konstruktor ini digunakan untuk mengalokasikan ruang untuk suatu objek dan untuk memberikan nilai awal. Frieyadie. } Output yang dihasilkan dari program contoh-2 di atas adalah: Gambar 12. cout<<" Masukan Tinggi = ". v=(pi*j*j)*t. Pradita.cin>>j. int b.

info( ). }. Contoh-3 //Konstruktor #include <conio.Modul Algoritma Pemrograman I hitung(int mudah).h> #include <iostream. b.info( ). bulat = 5.. //konstruktor void info( ).6. nyata = 3. Ilamsyah. public : bilangan( ).2. } Frieyadie.h> class bilangan { private : int bulat. getch( ). bilangan a. Sopiyan. Pradita. dan Ani Oktarini 145 . bilangan b. void main( ) { clrscr( ). //deklarasi constructor }. } bilangan :: bilangan( ) { cout<<"\n Konstruktor dijalankan . "<<endl. a. double nyata.. } void bilangan :: info( ) { cout<<"\n Jenis Bilangan: "<<endl <<" Bulat = "<<bulat<<endl <<" Nyata = "<<nyata<<endl.

h> #include <iostream.h> class motor { private : char *merk.30500000).//konstruktor ~motor().//destruktor void keterangan( ). float cc_mesin.keterangan( ). long hrg).Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-3 di atas adalah: Gambar 12.keterangan( ).125. Destruktor harus mempunyai nama yang sama dengan kelas dan diawali karakter tilde(~) atau karakter tak terhingga. Pradita. Ilamsyah.14500000). void main( ) { clrscr( ). motor sport("Honda CBR". Destruktor digunakan secara khusus manakala suatu objek menggunakan memori dinamis selama keberadaannya dan kemudian melepaskan memori itu setelah tidak menggunakannya lagi.4 Hasil Contoh-3 12. Destruktor Destruktor merupakan suatu fungsi anggota yang dijalankan secara otomatis manakala suatu objek akan terbebas dari memori karena lingkup keberadaannya telah menyelesaikan tugasnya. getch( ).500. sport. Contoh-4 //Destruktor #include <conio.3. motor matic("Honda Vario". }. dan Ani Oktarini 146 . } Frieyadie. float cc. Sopiyan.h> #include <string. long harga. matic. public : motor(char *nama.

h> Frieyadie. dan Ani Oktarini 147 .//menghapus memori karakter pd merk } void motor :: keterangan( ) { cout<<"\n Informasi Motor:"<<endl <<" Merk = "<<merk<<endl <<" CC Mesin = "<<cc_mesin<<endl <<" Harga = "<<harga<<endl<<endl. } Output yang dihasilkan dari program contoh-4 di atas adalah: Gambar 12. Contoh-5 //Class dg Array & Fungsi #include <conio. Array pada Kelas Anggota dari suatu kelas dapat pula berupa array.h> #include <iostream. } motor :: ~motor( ) { delete [ ] merk. harga=hrg. Berikut ini contoh anggota dari suatu kelas yang berupa array.nama). Sopiyan.Modul Algoritma Pemrograman I motor :: motor(char *nama.//merubah data karakter menjadi string strcpy(merk. float cc. cc_mesin=cc. Pradita. long hrg) { merk = new char[25].5 Hasil Contoh-4 12.4. Ilamsyah.

total.nm. int jam. kary[x]. gotoxy(14.cout<<kary[x].nik. Sopiyan. dan Ani Oktarini 148 . gotoxy(44.total<<endl.3). Frieyadie.cin>>y. getch( ).y. for(x=0.jam).x++) { gotoxy(3.cout<<"Daftar Gaji Mingguan\n".cout<<kary[x].jam).cin>>kary[x].wherey()).wherey()).cout<<b++<<".4).nm[25].total=(40*20000)+kary[x]. cout<<" Nama Karyawan :".jam.wherey()).lembur(kary[x]. } clrscr( ). cout<<" NIK :".". Ilamsyah.nik. gotoxy(36. cout<<" -------------------------------------------------\n" <<" No.wherey()).cout<<"Karyawan Honorer\n".cin>>kary[x]. kerja kary[15]. gotoxy(16.wherey()).x++) { cout<<endl<<" Data Ke-:"<<a++<<endl.wherey()). gotoxy(7.b=1.cout<<kary[x]. gotoxy(15.cin>>kary[x]. gotoxy(44.cout<<grand<<endl.x<y.a=1. } cout<<" -------------------------------------------------\n".nm. double grand=0. } float kerja::lembur(int l) { if (l>40) return(l-40)*30000.lembur(kary[x]. cout<<" Total Keseluruhan Karyawan :".wherey()).cout<<kary[x]. }. for(x=0. cout<<" Jumlah Jam :". cout<<endl<<"Jumlah Data :".cout<<kary[x]. double total. main( ) { int x. gotoxy(30. Pradita. float lembur(int l).x<y. grand=grand+kary[x]. NIK Nama Jumlah Upah Total\n" <<" Karyawan Jam Lembur Gaji\n" <<" -------------------------------------------------\n".Modul Algoritma Pemrograman I class kerja { public : char nik[10].jam.

Sebagai Frieyadie. satu nama memiliki banayak sifat atau perilaku (Polymorphism). Karakterisitk OOP Di dalam penggunaan konsep pemrograman yang berbasis objek atau yang disebut Object Oriented Pemrograman (OOP).6 Hasil Contoh-5 (Layar Input) Gambar 12. pembungkusan sifat dari objek yang berbeda (Encapsulation). Inheritance merepresentasikan hubungan "seperti" atau "sejenis" (a kind of). Berikut akan dijelaskan karakteristik OOP tersebut: 12.7 Hasil Contoh-5 (Layar Output) 12. haruslah memiliki karakteirstik. Inheritance Inheritance memungkinkan programmer untuk "menurunkan" sebuah class menjadi class lain yang lebih spesifik dan memiliki fungsi yang lebih komplit.1. Ilamsyah.5. } Output yang dihasilkan dari program contoh-5 di atas adalah: Gambar 12. Pradita.5. Adapun karakteristik tersebut adalah memiliki sifat turunan atau pewarisan (Inheritance).Modul Algoritma Pemrograman I else return 0. Sopiyan. dan Ani Oktarini 149 .

Private Penentu akses berbasis private menyebabkan anggota dari anggota public dari kelas utama akan menjadi anggota protect kelas turunan. Pada waktu mendeklarasikan suatu kelas. TUTUL. tipe asalnya bias berupa public atau yang lainnya dan dari kelas mana berasal. dan Ani Oktarini 150 . Ketika kita menurunkan sebuah class dari class yang lain. Di dalam C++ penentuan akses pada inheritance ada tiga macam. Tanpa inheritance. yaitu : 1. class yang baru akan mewarisi semua attribute dan method dari class yang sudah ada. walalupun tidak semuanya akan dapat di akses oleh anggota fungsi dari kelas. Manakala suatu kelas menerima warisan. Bobotnya(5){} Frieyadie. semua anggota data dan fungsi juga akan menerima warisan. Class yang sudah ada disebut dengan base class atau super class atau parent class dan class yang baru disebut dengan derived class atau subclass. Sopiyan. bila digabung menjadi mobil sport. 2. class Predator { public: // constructors Predator( ):Usianya(10).Modul Algoritma Pemrograman I contoh. Dengan inheritance.h> #include <conio. yakni memiliki motor. Contoh lain adalah kendaraan jenis mobil (sebagai super class) dan memiliki tipe sport (sebagai subclass). Pradita. kita dapat men daur ulang program kita atau bahkan men daur ulang program orang lain agar sesuai dengan kebutuhan kita. yaitu dengan tanda titik dua (:) setelah nama kelas. kelas merupakan sebuah unit yang berdiri sendiri. Inheritance akan membentuk suatu konsep dimana jika konsep yang diatas berubah maka perubahan akan juga berlaku pada yang ada dibawahnya. Ilamsyah. Anggota private dari kelas utama selalu menjadi anggota private kelas utama. Inherate sangat mirip dengan hubungan orang tua dengan anak. Protected Penentu akses berbasis protect menyebabkan anggota dari anggota protect dan public dari kelas utama akan menjadi anggota private dari kelas turunan. Public Penentuan akses berbasis public menyebabkan anggota dari public dari sebuah kelas utama akan menjadi anggota public kelas turunan dan menyebabkan juga anggota protect kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. anda dapat menandai bahwa suatu kelas berasal dari mana. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. MACAN }.h> enum KETURUNAN { PUMA. Berikut penulisan sintaksisnya: Class kucing_besar : Public predator Contoh-6 //pengunaan inheritance #include <iostream. namun untuk anggota kelas private tetap pada private kelas utama. dan menyebabkan anggota dari kelas utama menjadi anggota protect kelas turunan. SINGA. sebuah perahu motor adalah seperti perahu namun dengan kemampuan lebih. 3. atau child class.

cout<<" Tahun Usianya \n"... int main( ) { Kucing_besar Sibelang.Berburu( ). dan Ani Oktarini 151 . }. } void Berburu( ) { cout<<" Berburu . Ilamsyah.Modul Algoritma Pemrograman I ~Predator( ) {} //accessors int Umurnya( ) const {return Usianya.} protected: int Usianya. Sibelang.\n". class Kucing_besar : public Predator { public: //constructors Kucing_besar ( ) : Keturunannya (SINGA) {} ~Kucing_besar( ) {} //Accessors KETURUNAN DptKeturunan() const { return Keturunannya.Umurnya(). Pradita. ingin makan \n". suara Predator!\n". } // method lainnya void Meraung( ) const { cout<< "Meraung . } private: KETURUNAN Keturunannya. }. } Frieyadie. cout<<" Umur Raja Hutan adalah: "<<Sibelang.Meraung( ). } //other methods void Melompat( ) { cout<<" Melompat . Sopiyan.} void Tidur( ) const {cout<< "ssshhh… Predator Tidur.\n". } void SetUmur (int Umur) { Usianya = Umur. getch( ).. Sibelang. } int Beratnya ( ) const { return Bobotnya. } void SetBerat(int Berat) { Bobotnya=Berat. int Bobotnya. } void setKeturunan(KETURUNAN keturunan) { Keturunannya = keturunan....

Modul Algoritma Pemrograman I Output yang dihasilkan dari program contoh-6 di atas adalah:

Gambar 12.7 Hasil Contoh-6

12.5.2. Polymorphism
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik. Contoh, saya melatih lumba-lumba saya dengan perintah untuk meloncat dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Dengan cara dan kemampuan seperti ini, jenis akses tertentu dapat diterapakan dengan berbagai cara oleh objek-objek yang memiliki tipe yang berbeda atau memiliki banyak bentuk. Fungsi virtual merupakan dasar dari polymorphism yang berkerja hanya dengan pointer-pointer dan referensi dan hanya mendeklarasikan method sebagai virtual. Adapun aturan dari virtual function sebagai berikut: 1. Virtual function harus anggota class. 2. Anggota class bukan anggota yang bersifat statis. 3. Anggota class dapat diakses dengan pointer objek. 4. Virtual function tidak dapat memiliki virtual constructor, akan tetapi dapat berupa virtual destructor.

Contoh-7

//Penggunaan Polymorphism #include <iostream.h> #include <conio.h> class HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya hewan peliharaan"<<endl; } virtual void makan( )// anggota class { cout<<" Makan... dibutuhkan hewan peliharaan"<<endl; } };

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

152

Modul Algoritma Pemrograman I class Jinak : public HewanPeliharaan { public: void lucu( ) { cout<<" Lucu dan Jinak"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Diberi makan agar jinak"<<endl; } }; class Kucing : public Jinak { public: void lucu( ) { cout<<" Lucunya kucing"<<endl; } virtual void makan( ) { cout<<" Makanan dibutuhkan Kucing"<<endl; } }; void main( ) { //definisi Objek Jinak dan Kucing puma Jinak jinak; Kucing puma; //definisi pointer ke objek HewanPeliharaan *hewan; hewan=&jinak; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); cout<<" -----------------------------"<<endl; hewan = &puma; hewan->lucu( ); hewan->makan( ); getch(); } Output yang dihasilkan dari program contoh-7 di atas adalah:

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

153

Modul Algoritma Pemrograman I

Gambar 12.8 Hasil Contoh-7

12.5.3. Encapsulation
Ciri penting lainnya dari OOP adalah encapsulation. Encapsulation adalah sebuah proses dimana tidak ada akses langsung ke data yang diberikan, bahkan hidden. Jika ingin mendapat data, maka harus berinteraksi dengan objek yang bertanggung jawab atas dara tersebut. Berikut cirri dari encapsulation: 1. Variabel dan method dalam suatu obyek dibungkus agar terlindungi 2. Untuk mengakses, variabel dan method yang sudah dibungkus tadi perlu interface 3. Setelah variabel dan method dibungkus, hak akses terhadapnya dapat ditentukan. 4. Konsep pembungkusan ini pada dasarnya merupakan perluasan dari tipe data struktur Dua hal dalam enkapsulasi : 1. Information hiding 2. Menyediakan perantara (method) untuk mengakses data Pada intinya, encapsulation adalah pemisahan antara bagian private dan public pada sebuah objek. Atau, dapat dipandang sebagai pemisahan antara interface (bagian private) dan implementation (bagian public). Objek-objek lain yang hendak berinteraksi dengan objek ini akan mengirimkan sebuah pesan (message) dan objek ini akan mengerjakan sesuatu dan mengirimkan pesan balik sebagai jawaban jika diperlukan. Keuntungan utama dari encapsulation tentu saja adalah penyembunyian implementasi (implementation hiding). Dengan implementation hiding, kita dapat memperbaiki bagaimana objek kita bekerja tanpa harus khawatir bagaimana menginformasikan perubahan tersebut ke objek-objek yang lain. Selama kita tidak merubah interface dari objek kita, objek-objek yang lain akan tetap dapat menggunkan objek kita.

Contoh-8

//penggunaan encapsulation #include <conio.h> #include <iostream.h> class satu_kandang { int kandang;

Frieyadie, Sopiyan, Pradita, Ilamsyah, dan Ani Oktarini

154

int bebek. ayam3. cout<<" Nilai dari ayam2 adalah "<<ayam2.atur(7). void satu_kandang :: atur(int nilai) { kandang = nilai. int hasil(void). ayam2.Modul Algoritma Pemrograman I public: void atur(int nilai). cout<<" Nilai dari bebek adalah "<<bebek<<endl. Pradita.atur(5).hasil()<<endl. ayam3. dan Ani Oktarini 155 . ayam2.atur(2). bebek=20. Ilamsyah.hasil()<<endl. ayam1. Sopiyan.9 Hasil Contoh-8 Frieyadie.hasil()<<endl. } Output yang dihasilkan dari program contoh-8 di atas adalah: Gambar 12. getch( ). }. } void main( ) { satu_kandang ayam1. } int satu_kandang :: hasil(void) { return kandang. cout<<" Nilai dari ayam1 adalah "<<ayam1. cout<<" Nilai dari ayam3 adalah "<<ayam3.

Ilamsyah. ………… …………….. Jumlah Jam Kerja :………………Jam Data Ke-2 Nama Pegawai Jumlah Jam Kerja :…………………. Desain masukan yang diinginkan adalah sebagai berikut PT. ………….6 Latihan Seorang manager ingin dibuatkan sebuah program perhitungan gaji pegawai staff honor sederhana. Sopiyan. … ……………….... :………………Jam …………. ………… ……………... ========================================================== No. Meriang Gembira Jumlah :………………. Frieyadie. 1. ………….000 Jam kerja selama 8 Jam setiap harinya Jam bekerja lebih dari 8 jam. ………… ……………. maka kelebihan jam dikalikan dengan honor lembur perjam sebesar Rp.. ………….. <terus mengulang sesuai jumlah pegawai yang diinputkan> Desain keluaran yang diingkinkan adalah sebagai berikut : PT.. … ………………. Pradita. Meriang Gembira Tanggal : ………………. Total Honor Pegawai Sebesar ………….. 25..... …………. ---------------------------------------------------------------------------------------Data Ke-1 Nama Pegawai :…………………. Nama Honor Jumlah Honor Total Pegawai Jam Kerja Lembur Honor ========================================================== … ……………….. ………….Modul Algoritma Pemrograman I 12.500. …………. Anda sebagai staff programmer harus membuatkan program tersebut... Adapun ketentuan perhitungan gaji pegawai honorer adalah sebagai berikut : Honorer per hari yang diterima pegawai honorer sebesar Rp. Tanggal Input :………………. ………….. Petunjuk : Gunakan kelas pegawai. dan Ani Oktarini 156 .

kondisi. Lalu buatkan bentuk rancangannya seperti contoh berikut: Bentuk Menu Utama Bentuk Input Bentuk Output Frieyadie. dan Ani Oktarini 157 .Modul Algoritma Pemrograman I Studi Kasus Pra . label. Sopiyan. looping. Pradita. Adapun isi program yang dibuat harus memuat materi UAS : Array. structure dan Class. fungsi. Ilamsyah.UAS Buatlah sebuah program aplikasi bertemakan bisnis secara berkelompok.