Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Apendisitis adalah peradangan apendiks vermiformis. Merupakan

kedaruratan yang paling sering dinegara barat. Jarang terjadi pada usia dibawah 2 tahun, banyak pada dekade kedua dan ketiga, tetapi dapat terjadi pada semua usia (Grace & Borley, 2002). Berdasarkan World Health Organization (WHO) Global Infobase tahun 2002, Cause Spesific Death Rate (CSDR) penyakit saluran pencernaan di beberapa negara yaitu, Jerman 51 per 100.000 penduduk, Inggris 47 per 100.000 penduduk, Perancis 42 per 100.000 penduduk, Finlandia 39 per 100.000 penduduk, Switzerland 34 per 100.000 penduduk, Swedia 33 per 100.000 penduduk, India 33 per 100.000 penduduk, Argentina 31 per 100.000 penduduk, Amerika Serikat 30 per 100.000 penduduk, Bangladesh 26 per 100.000 penduduk, Zimbabwe 20 per 100.000 penduduk dan Albania 16 per 100.000 penduduk. Angka mortalitas akibat apendisitis adalah 21.000 jiwa, dimana populasi laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Angka mortalitas apendisitis sekitar 12.000 jiwa pada laki-laki dan pada perempuan sekitar 10.000 jiwa. (http://www.wpro.who.int). Penelitian Hardin (1999) di Amerika Serikat terdapat 680.000 kasus apendisitis dengan Incidence Rate (IR) 25 kasus per 100.000 anak per tahunnya

antara umur 10 dan umur 17 tahun di Amerika Serikat. Apabila dirata-ratakan, maka didapatkan kejadian apendisitis 1,1 kasus per 1.000 orang per tahunnya di Amerika Serikat (http://www.aafp.org). Ditjen Bina Yanmedik Depkes RI, penyakit saluran pencernaan menempati urutan ke tiga dari 10 penyakit utama penyebab kematian di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah kematian 6.590 dari 225.212 kasus dengan Case Fatality Rate (CFR) 2,93% tahun 2007 dan 6.825 dari 234.536 kasus dengan CFR 2,91% tahun 2008 (Depkes RI, 2009). Penelitian Murtala (2004) di IRD Bedah RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar pada 97 penderita apendisitis berusia diatas 14 tahun didapat 53 orang (54,6%) lakilaki dan 44 orang (45,4%) perempuan, serta kelompok umur 16-30 tahun 74 orang (76,3%), 31-45 tahun 20 orang (20,6%), dan 46-60 tahun 3 orang (3,1%) (http://med.unhas.ac.id). Berdasarkan hasil pra survei yang dilakukan di bagian rekam medik RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung bahwa pasien apendisitis tercatat sebanyak 495 org, dimana pasien apendisitis yang di rawat jalan sebanyak 306 orang dan yang di rawat inap sebanyak 189 orang pada tahun 2010. Berdasarkan data diatas peneliti ingin mengetahui profil pada penderita apendisitis akut di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung periode januari s.d desember 2010.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah profil pada penderita apendisitis akut di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung periode januari s.d desember 2010.

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui profil pada penderita apendisitis akut di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung periode januari s.d desember 2010.

2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui gambaran karakteristik pada penderita apendisitis akut di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung periode januari s.d desember 2010. b. Untuk mengetahui gejala klinis pada penderita apendisitis akut di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung periode januari s.d desember 2010. c. Untuk mengetahui hasil pemeriksaan fisik pada penderita apendisitis akut di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung periode januari s.d desember 2010. d. Untuk mengetahui hasil laboratorium pada penderita apendisitis akut di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung periode januari s.d desember 2010.

D. Manfaat Penelitian Penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak terkait antara lain : 1. Bagi peneliti, untuk menerapkan ilmu yang sudah didapatkan selama perkuliahan serta menambah wawasan mengenai apendisitis akut. 2. Bagi masyarakat, dapat meningkatkan pengetahuan dan wawancara masyarakat mengenai apendisitis akut. 3. Bagi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung dan instansi terkait, dapat memberikan informasi mengenai gambaran klinis dan,laboratorium dan dapat menjadi masukan untuk melakukan berbagai kebijakan dalam penanganan penyakit khususnya apendisitis akut. 4. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi atau bahan pustaka untuk penelitian selanjutnya.

E. Ruang Lingkup Penelitian Pada penelitian ini peneliti membatasi permasalahan kejadian apendisitis akut dengan menggunakan kriteria yang ada dalam Mantrels oleh Alvarado (1986), yaitu gejala klinis berupa nyeri berpindah kekuadran kanan bawah, anoreksia, mual dan muntah, hasil pemeriksaan fisik berupa adanya nyeri dikuadran kanan bawah, nyeri lepas, demam, hasil laboratorium berupa adanya leukositosis dan pergeseran leukosit ke kiri. Karakteristik pasien berupa usia, jenis kelamin, dan pekerjaan.

Anda mungkin juga menyukai