Visi Dan Misi Beberapa Bpmp Di Indonesia

VISI DAN MISI BEBERAPA BPMP DI INDONESIA JAWA TENGAH

A. LATAR BELAKANG Kegiatan investasi pada dasarnya erat kaitannya dengan aspek kebijakan ekonomi makro, aspek sosial dan politik serta aspek bisnis. Di samping itu, kegiatan dan pengaruhnya dapat meliputi skala lokal, daerah, regional dan internasional. Keterbatasan kemampuan dana Pemerintah untuk membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan , maka kegiatan investasi sangat diperlukan kehadiran baik dari para pemodal domestik maupun asing untuk membuka usaha baru atau memperluas usaha yang telah dilakukan. Hal ini diperlukan bukan sekedar mendorong kegiatan ekonomi di sektor hulu maupun hilir, tetapi diharapkan terutama untuk peluasan maupun penciptaan lapangan kerja guna mengatasi pengangguran. Kegiatan investasi merupakan suatu tahapan awal proses pembangunan yang strategis namun krusial. Strategis, karena harus mengelola sumberdaya pembangunan untuk membangun aset – aset produksi agar menghasilkan barang dan jasa untuk keperluan domestik maupun ekspor. Krusial, karena memerlukan daya visioner yang jauh ke depan untuk memprediksi permintaan pasar, sehingga apabila tidak tepat sasaran akan terjadi pemborosan sumberdaya nasional. Sehubungan dengan itu diperlukan koordinasi, sinkronisasi dan sinergisitas peran dan kegiatan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat lainnya dalam mengelola kegiatan investasi untuk membangun Jawa Tengah. B. VISI DAN MISI I. VISI Membangun ekonomi wilayah Provinsi kemandirian daerah melalui kegiatan investasi. II.

Jawa

Tengah

menuju

MISI Memacu perubahan ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil melalui kegiatan penanaman modal dengan cara : 1. Melakukan pengkajian potensi, peluang usaha dan pengembangan Penanaman Modal. 2. Melaksanakan promosi aktif dan penyediaan pelayanan bagi dunia usaha baik di dalam maupun di luar negeri.

3.

Membangun kerjasama nasional maupun internasional bidang penanaman modal. 4. Mendorong dan fasilitasi Kabupaten / Kota untuk melaksanakan penyederhanaan perijinan, penyediaan sarana dan prasarana penunjang industri dan promosi aktif. C. TUJUAN, ARAH KEBIJAKAN DAN SASARAN I. TUJUAN 1. Mengembangkan dunia usaha yang menghasilkan barang dan jasa guna meningkatkan pemenuhan kebutuhan pasar domestik maupun ekspor dengan memperhatikan dimensi lingkungan. 2. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan kesempatan kerja maupun peningkatan pendapatan perkapita. 3. Meningkatkan devisa dan pendapatan daerah dan terpenuhinya sasaran kebutuhan investasi. II. ARAH STRATEGI KEBIJAKAN 1. Upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif serta meningkat-kan infrastruktur yang memadai. 2. Meningkatkan promosi mengenai potensi dan peluang penanaman modal secara selektif dan terpadu. 3. Melakukan fasilitasi kerja sama antar Kab / Kota, Provinsi dan lembaga / instalasi negara lain. 4. Menfasilitasi penyusunan peraturan di Provinsi maupun Kab / Kota. 5. Menfasilitasi penyelesaian permasalahan investasi melalui pemantauan dan pelaporan serta peningkatan perusahaan yang berwawasan lingkungan.

III. SASARAN 1. Terpenuhinya produksi barang dan jasa untuk kebutuhan pasar domestik dan ekspor. 2. Terciptanya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha yang makin luas. 3. Terwujudnya penyederhanaan pelayanan perijinan investasi. 4. Terpenuhinya kebutuhan investasi daerah.

TANGERANG KOTA
VISI : "Memberikan Pelayanan Perijinan Terbaik" MISI : 1. Mewujudkan Sistem Pelayanan Perijinan Yang Efektif, Efisien dan Transparan

Memberikan Kemudahan Dalam Pelayanan Perijinan DKI JAKARTA Visi BPMP Provinsi DKI Jakarta Pembentukan suatu organisasi tentunya memiliki cita-cita tertentu. Meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas penanaman modal 2. Damai dan Sejahtera .2. sarana dan prasarana 8. Peningkatan kualitas dan integritas promosi penanaman modal yang menawarkan daya saing 3. Peningkatan pengendalian kegiatan penanaman modal 7. Peningkatan pelayanan dan fasilitas penanaman modal 5. BALI PROVINSI Visi : • Terwujudnya Peningkatan Investasi berdasarkan Tri Hita Karana. menuju Bali yang Maju. Peningkatan dukungan manajemen. Menjaga harmonisasi dan Koordinasi di bidang penanaman modal 3. Peningkatan iklim yang kondusif bagi penanaman modal 6. Peningkatan posisi Jakarta dalam kerjasama penanaman modal Government to Government (G to G). Government to Business (G to B). tidak terkecuali keberadaan Badan Penanaman Modal Dan Promosi (BPMP) Provinsi DKI Jakarta. Representasi cita-cita yang berorientasi jauh ke depan ini tertuang dalam visi Renstra Badan Penanaman Modal Dan Promosi (BPMP) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2010-2014 yaitu: “Investasi untuk mendukung perekonomian Daerah menunjang perekonomian nasional yang berkualitas” Misi BPMP Provinsi DKI Jakarta Misi Badan Penanaman Modal Dan Promosi (BPMP) Provinsi DKI Jakarta dijabarkan menjadi 3 (tiga) elemen berikut: 1. Peningkatan Pembinaan Pengembangan BUMD menuju BUMD yang Sehat. Meningkatan Kontribusi PAD dari BUMD dalam mendukung APBD DKI Jakarta Misi BPMP Provinsi DKI Jakarta : 1. Peningkatan kualitas perencanaan penanaman modal sebagai bagian integral dari rencana pembangunan ekonomi yang berkualitas 2. Aman. dan fasilitasi Business to Business (B to B) 4.

MERUMUSKAN DAN MENGKOORDINASIKAN KEBIJAKAN BIDANG PENANAMAN MODAL DAN PROMOSI. Efisien. MENYUSUN RENCANA KERJA DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DIBIDANG PENANAMAN MODAL DAN PROMOSI. MEWUJUDKAN PENGELOLAAN DATA DAN SISTEM INFORMASI PENANAMAN MODAL YANG TERPADU. Sementara itu berdasarkan Peraturan DAerah Kota Pekanbaru Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Rincian Tugas.Misi : • • • • Mewujudkan Penanaman Modal yang berkualitas Mewujudkan Pelayanan Publik yang Cermat. Efektif. MEMADUKAN. Fungsi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah di Lingkungan Pemerinah Kota Pekanbaru dapat dijelaskan Fungsi Badan Penanaman Modal dan Promosi Kota Pekanbaru adalah sebagai berikut : 1. 4. . MENINGKATKAN KUALITAS PROMOSI PENANAMAN MODAL DAERAH. MENYELARASKAN. 2. MENDORONG TERCIPTANYA IKLIM PENANAMAN MODAL YANG LEBIH KONDUSIF. MENGKOORDINASIKAN. maka diupayakan perwujudannya melalui misi sebagai berikut : 1. MENINGKATKAN PROFESIONALISME LEMBAGA PENANAMAN MODAL DAN PROMOSI. 3. 5. 2. MENYIAPKAN KEBIJAKAN TEKNIS PENGEMBANGAN PENANAMAN MODAL DAN PROMOSI. Transparan dan Akuntabel Mewujudkan Minat dan Peluang Penanaman Modal antar Wilayah dan antar Sektor Mengoptimalkan Tugas Pokok dan Fungsi Organisas PEKANBARU VISI Dalam Renstra Tahun 2009-2011 telah dikemukakan visi Badan Penanaman Modal dan Promosi Kota Pekanbaru yaitu : “MENJADI LEMBAGA YANG PROFESIONAL DALAM MEWUJUDKAN PEKANBARU SEBAGAI KOTA TUJUAN INVESTASI YANG KONDUSIF DI INDONESIA ” MISI Untuk mewujudkan Visi tersebut. MENYIAPKAN PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAERAH DIBIDANG PENANAMAN MODAL DAN PROMOSI. DAN MEYERASIKAN PERENCANAAN PROMOSI. 5. 3. MENGEFEKTIFKAN PENGENDALIAN PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL DI DAERAH. 4.

MELAKSAKAN TUGAS-TUGAS LAIN YANG DIBERIKAN OLEH PIMPINAN SESUAI DENGAN TUGAS DAN FUNGSINYA. MENYELESAIKAN MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN LINGKUP TUGASNYA.WASPAN/6/1998. 3. INPRES Nomor 1 Tahun 1995 tentang Kualitas Pelayanan Aparatur Pemerintah Kepada Masyarakat. diantaranya : 1.145/MK/Waspan/3/1999 tentang Peningkatan Kualitas Pelayanan. 10. Keputusan Menpan Nomor 81 Tahun 1993 tentang Pedoman Tata laksana Pelayanan Umum. MELAKSANAKAN PELATIHAN DI BIDANG PENANAMAN MODAL DAN PROMOSI. Pada pasal 12 disebutkan upaya mewujudkan sistem pelayanan satu atap secara bertahap. Surat Edaran Menko Wasbangpan Nomor 56/MK. menunjukkan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan prima aparatur pemerintah merupakan keharusan dan tidak dapat diabaikan lagi. KEPMENPAN No. MEMBERIKAN PELAYANAN UMUM DAN PELAYANAN TEKNIS DI BIDANG PENANAMAN MODAL DAN PROMOSI SESUAI DENGAN SIFAT DAN KEPERLUANNYA. Surat Menko Wasbangpan No. SRAGEN Dituangkannya pelayanan prima dalam visi dan misi nasional bangsa Indonesia.6. MEMBUAT LAPORAN SESUAI DENGAN PROSEDUR YANG DITETAPKAN. 2. 11. 6.KEP/24/M. karena hal ini merupakan bagian tugas dan fungsi dalam menjalankan roda pemerintahan.PAN/2004 Tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. 5. . Pelayanan prima kepada masyarakat tersebut tertuang dalam beberapa aturan. MELAKUKAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI TERHADAP PELAKSANAAN PEKERJAAN 7. 8. tentang langkah-langkah perbaikan mutu pelayanan masyarakat dengan menerapkan pola pelayanan terpadu (satu atap dan satu pintu) bagi unit-unit kerja kantor pelayanan yang terkait dalam proses atau menghasilkan suatu produk pelayanan. 9. Undang–Undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil. 4.

Operasional secara resmi dilaksanakan 1 Oktober 2002.15 Tahun 2003 tentang Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Sragen. Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ditegaskan. murah.KEP/26/M. Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2008 disesuaikan lagi. bahwa tujuan pemberian otonomi adalah berupaya memberikan peningkatan pelayanan dan kesejahteraan yang semakin baik kepada masyarakat. keadilan dan pemerataan. cepat dan transparan melalui satu pintu (one stop service). Sragen No. Pemerintah Kabupaten Sragen membentuk Unit Pelayanan Terpadu (UPT) dengan Keputusan Bupati Nomor 17 Tahun 2002 tanggal 24 Mei 2002 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Terpadu Kabupaten Sragen.7. Keberadaan BPTPMPM untuk memberikan kemudahan pelayanan dibidang perizinan dengan prinsip dapat dipercaya. prosedur yang jelas dan biaya yang transparan. nomenklatur BPTPM berubah menjadi Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPMPM) Kabupaten Sragen. KEPMENPAN No. Maksud didirikannya BPTPM Kabupaten Sragen adalah untuk menyelenggarakan pelayanan perizinan dan non perizinan yang prima dan satu pintu. Guna efisiensi dan efektifitas. Keputusan Bupati tersebut dikuatkan dengan (Perda) Kabupaten Sragen Nomor 15 Tahun 2003 tentang Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Sragen tanggal 23 Oktober 2003 dalam bentuk Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Kabupaten Sragen. Kebijakan ini didukung sepenuhnya oleh legislatif melalui surat Ketua DPRD Sragen Nomor 170/288/15/2002 tangggal 27 September 2002 perihal Persetujuan Operasional UPT Kabupaten Sragen. yang didalamnya dijelaskan tentang pembentukan Badan Perizinan Terpadu (BPTPM) Kabupaten Sragen. tetapi ada perubahan dari Pelayanan menjadi Perizinan. segala urusan yang berkaitan dengan izin–izin yang semula tersebar dibeberapa unit kerja dapat diselesaikan di BPTPMPM yang memberikan informasi kepada masyarakat secara jelas tentang target waktu yang pasti.PAN/2004 Tentang Petunjuk Teknis Transparansi dan Akuntabilitas dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Nomenklatur tetap disingkat BPTPM. Tanggal 15 Desember 2008 ditetapkan Perda Nomor 15 Tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Sragen. Jadi kualitas layanan aparatur pemerintah kepada masyarakat merupakan indikator keberhasilan otonomi daerah. pengembangan kehidupan demokrasi. Artinya. Dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya iklim . Tanggal 20 Juli 2006 status KPT ditingkatkan menjadi Badan Pelayanan Terpadu (BPTPM) dengan terbitnya Perda Nomor 4 Tahun 2006 tentang perubahan atas Perda Kab. Berdasarkan latar belakang tersebut. mudah.

khususnya yang terlibat langsung dengan pelayanan masyarakat. ramah dan pasti.usaha yang kondusif bagi penanaman modal dan investasi dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat Kabupaten Sragen. aman. effisien. Sedangkan tujuan dari pendirian BPTPM antara lain: 1. .Meningkatkan citra aparatur pemerintah dengan memberikan perizinan yang mudah. adil dan tepat waktu. dengan langkah : .Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) dibidang perizinan dan non perizinan. .Meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan . jelas. transparan. BANDUNG BARAT GAMBARAN UMUM BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU Pembentukan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturah Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah. cepat. 3. Mewujudkan pelayanan prima 2. Adapun prinsip dari pelayanan prima adalah sebagaimana yang tertuang dalam Keputusan Menpan Nomor 81 Tahun 1993. . Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja aparatur Pemerintah Kabupaten Sragen. aman. yang pada gilirannya masyarakat dapat terdorong untuk ikut berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pembangunan.Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui perizinan dan non perizinan. antara lain: sederhana. Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu. transparan. nyaman. Mendorong kelancaran pemberdayaan ekonomi masyarakat. berkedudukan sebagai unsur pendukung tugas Bupati dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah berupa Pertanggungjawaban administratif meliputi penyusunan kebijakan. ekonomis. VISI “Unggul dalam Pelayanan” MISI Mewujudkan Pelayanan Profesional dan Kepuasan Pelanggan.

strategi. Demokrasi dan Partisipasi”. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Prinsip good governance mengandung 3 (tiga) pilar utama. khususnya administrasi perizinan dan non perizinan. Akuntabilitas artinya penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan harus dapat dipertanggung jawabkan. meliputi organisasi pemberi pelayanan (Pemerintah Daerah). Pemerintah (birokrasi) berperan sebagai fasilitator dan regulator yang menjalankan fungsi pelayanan langsung kepada masyarakat (public services). . tujuan. Transparansi artinya penyelenggaraan pemerintahan. Berdasarkan Undang-Undang tersebut. misi. evaluasi. pembangunan dan kemasyarakatan harus memiliki mekanisme yang jelas dan diinformasikan kepada semua pihak/pemangku kepentingan (multi stakeholders). Demokrasi dan partisipasi artinya fungsi pemerintahan diselenggarakan tanpa mengabaikan kepentingan bersama dengan mengikutsertakan masyarakat dan pihak swasta/dunia usaha sebagai bagian dari pilar utama kekuatan negara. yang memuat: visi. tugas utama pemerintah daerah adalah melindungi. Beberapa unsur penting dalam pelayanan public. Bidang ini memiliki arti penting dalam kegiatan perekonomian dan berdampak pada bidang-bidang pelayanan lainnya. melaksanakan manajemen pembangunan dan pelaksanaan pemerintahan umum. Pemerintah daerah harus dapat memberi pelayanan publik secara prima yang sesuai dengan keinginan/aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Latar Belakang Penyelenggaraan Pemerintahan di daerah diatur dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang telah diubah untuk kedua kalinya melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Salah satu bidang pelayanan yang sering menjadi sorotan masyarakat adalah pelayanan di bidang administrasi pemerintahan. Kondisi pelayanan perizinan dan non perizinan yang kurang baik akan berdampak pada terganggunya iklim investasi/ penyelenggaraan penanaman modal dan aktivitas kegiatan usaha perekonomian masyarakat. pada pasal 151 ayat (1) menyatakan bahwa: ”Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyusun Rencana Strategis yang selanjutnya disebut Renstra SKPD. berdasarkan tatanan pemerintahan yang baik (good governance).perencanaan. Transparansi. masyarakat atau organisasi penerima layanan serta tingkat kepuasan yang diberikan atau diterima oleh penerima layanan. monitoring. diantaranya menciptakan dan memelihara ketentraman serta ketertiban. pelaksanaan. yaitu: Akuntabilitas. melayani. memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat. dan pelaporan pelaksanaan tugas lembaga teknis daerah.

Rencana strategis ini menggambarkan visi. berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan bersifat indikatif” Rencana Strategis Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bandung Barat Tahun 2011–2016 merupakan dokumen perencanaan yang menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) yang memuat secara terinci perencanaan program dan kegiatan tahunan sesuai dengan penganggaran yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). 4. tujuan. B. yang dievaluasi dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) setiap akhir tahun. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali. 2. sasaran dan cara pencapaian tujuan sasaran. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 164. Dasar Hukum Penyusunan Rencana Strategis Rencana strategis Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bandung Barat ini disusun berdasarkan: 1.kebijakan. 3. misi. program dan kegiatan prioritas dan realistis dengan memperhatikan sumber daya yang ada serta mengantisipasi perkembangan masa mendatang. 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286). Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126). Undang–Undang Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat di Provinsi Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia . Rencana strategis menentukan arah yang ingin dicapai organisasi untuk masa yang akan datang dan menjadi dasar pengukuran kinerja atas pelayanan yang diberikan pada masyarakat di bidang penyelenggaraan penanaman modal dan pelayanan perizinan terpadu di Kabupaten Bandung Barat. meliputi: kebijakan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47. 5. terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21. Tata Cara Penyusunan. 10. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724). tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038). 18. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 14. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421). tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 20. 16. Pemerintah Daerah Provinsi. 17. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009. 19. Kecil dan Menengah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan . Intruksi Presiden nomor 6 Tahun 2007. 8.Tahun 2007 Nomor 14. Intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010. 13. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4688). 12. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700). Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Intruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2006. 7. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82). tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007. tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. 15. tentang Paket Kebijakan Perbaikan Iklim Investasi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817). tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha Mikro. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 4741). 9. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578) 11. tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006.

Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2008 Nomor 10) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 4 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2011 Nomor 4). Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 3 Tahun 2009. Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 13 Tahun 2009. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Barat (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2009 Nomor 4). Menunjang perwujudan 3 (tiga) agenda Kabupaten Bandung Barat yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah sebagai . 21. 29. 25. Pembinaan. Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 12 Tahun 2009. Maksud dan Tujuan Maksud dari Penyusunan Rencana Strategis Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bandung Barat Tahun 2011-2016. tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bandung Barat Tahun 2007-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2009 Nomor 3). 30.Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 23. Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 11 Tahun 2009. tentang Tata Cara Pelaksanaan. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 7 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2008 Nomor 7). Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 14 Tahun 2009. adalah untuk: 1. 26. tentang Pedoman dan Tata Cara Permohonan Penanaman Modal. 27. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 7 Tahun 2010. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 1 Tahun 2009 tentang Tahapan. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2009 Nomor 1). tentang Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu 22. 24. dan Pelaporan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal. 28. tentang Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal. Tata Cara Penyusunan.

Bersama Membangun Masyarakat yang Cerdas. Sebagai dokumen perencanaan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu jangka waktu menengah (5 tahun) yang akan dipakai sebagai dasar penyusunan program dan kegiatan jangka pendek (1 tahun) sampai dengan tahun 2016 sesuai dengan Tugas. Pokok dan Fungsi Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu. Mewujudkan keadaan yang diinginkan dalam kurun waktu lima tahun mendatang dalam rangka kelanjutan pembangunan jangka panjang sehingga secara bertahap dapat mewujudkan cita-cita masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Sebagai tolok ukur keberhasilan. Mewujudkan sinkronisasi pembangunan di daerah khususnya antara target kinerja dalam RPJMD dengan Renstra Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu. efisien dan ekonomis yang berbasis pada sistem penganggaran yang pro-publik. adalah: 1.Daerah Agro Bisnis. tujuan. Hubungan Dengan Dokumen Perencanaan lain Kebijakan operasional di Kabupaten Bandung Barat tidak terlepas dari Visi Kabupaten Bandung Barat “CERMAT”. Sebagai alat untuk meningkatkan daya saing. Agar visi. cerdas. program dan kegiatan pembangunan yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai dengan harapan. 2. Rasional. yaitu: 1. Agamis. Memberikan arah dan gambaran yang jelas bagi seluruh jajaran pejabat dan staf di lingkungan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. 4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak. 2. telah dirumuskan 6 (enam) Misi . efektif. 3. Adapun penjabaran dari Visi tersebut. Tujuan penyusunan Rencana Strategis Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bandung Barat Tahun 2011-2016. Agro Industri dan Agro Wisata Ramah Lingkungan untuk mewujudkan Bandung Barat Cermat. yaitu: 1. Meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang amanah. sehat dan berdaya saing. misi. Sinergitas dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Rencana strategis Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu mempunyai fungsi yang sangat penting dalam memberikan arahan dan petunjuk untuk melaksanakan pembangunan dan memiliki fungsi. . Maju. kebijakan. profesional. 2. 3. dan Sehat Berbasis Pada Pangembangan Kawasan Agroindustri dan Wisata Ramah Lingkungan” sebagaimana yang dirumuskan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Barat yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2009. 2. strategi.

Mewujudkan peningkatan pelaksanaan kegiatan Badan penanaman Modal & Perizinan yang berkualitas. efisien dan ekonomis yang berbasis pada sistem penganggaran yang pro-publik. profesional. Mewujudkan pengelolaan sistem informasi dan pengembangan kawasan dalam rangka memberikan pelayanan pada masyarakat dan dunia usaha sebagai upaya peningkatan investasi. 4. 6. 2. Misi Keempat : Mewujudkan pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan GRESIK Visi: Terwujudnya Kabupaten Gresik sebagai daerah tujuan utama investasi pada tahun 2015. Dalam RPJMD Kabupaten Bandung Barat. Mewujudkan pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan. Misi: 1. Mewujudkan peningkatan pengendalian pelaksanaan penanaman modal. Mewujudkan pelayanan yang berkualitas dan profesional di bidang penanaman modal dan perizinan. Memberdayakan perekonomian daerah berbasis ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada pengembangan sektor agribisnis dan agro wisata dalam upaya pengentasan kemiskinan. efektif. sehat dan berdaya saing. . berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu terkait dengan misi RPJM Daerah (2008-2013) sebagai berikut: Misi Kesatu : Meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang amanah. Meningkatkan kualitas derajat kehidupan masyarakat yang berkeadilan. 5. Misi Kedua : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak. Modernisasi desa melalui peningkatan kapasitas pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat desa Penyusunan Rencana strategis Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bandung Barat berpedoman pada RPJMD Kabupaten Bandung Barat dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal yang mempengaruhi terhadap kebjakan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bandung Barat. 5.3. Misi Ketiga : Memberdayakan perekonomian daerah berbasis ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada pengembangan sektor agribisnis dan agro wisata dalam upaya pengentasan kemiskinan. cerdas. 3. 4. Mewujudkan iklim yang lebih kondusif untuk investasi dengan meningkatkan kerjasama dan kemitraan.

Pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi pelayanan penanaman modal dan perijinan. Pelaksanaan pengembangan iklim investasi daerah. Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi terhadap kerjasama investasi dan pengembangan komunitas dan kemitraan. MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PROMOSI DAN KERJASAMA PENANAMAN MODAL . MEWUJUDKAN PELAYANAN PRIMA 3. 2. Penyusunan dan penetapan kebijakan pengembangan penanaman modal daerah sesuai dengan program pembangunan daerah. Perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan Penanaman Modal dan Perizinan. Pelaksanaan pelayanan perizinan terkait dengan penanaman modal. 12. Pelaksanaan pengelolaan sistem informasi penanaman modal dan perizinan serta pengembangan kawasan. Izin Mendirikan Bangunan. Izin Peruntukan Penggunaan Tanah. 13. 7. MENDORONG TERWUJUDNYA IKLIM PENANAMAN MODAL YANG LEBIH KONDUSIF DAN MENINGKATKAN PELUANG BERINVESTASI 2. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya. 9. fasilitasi dan pembinaan di bidang Penanaman Modal dan Perizinan Fungsi: 1. dan Izin Usaha Tetap. 8. 3. meliputi Surat Persetujuan Penanaman Modal dan/atau persetujuan prinsip. 10. 11. Pelaksanaan pengendalian usaha dan penanaman modal. Penyusunan rencana program dan kegiatan di bidang Penanaman Modal dan Perizinan. Pelaksanaan pembinaan dan fasilitasi permasalahan penanaman modal dan perizinan. 5.Tugas: Membantu Bupati dalam melaksanaan sebagian tugas pelayanan. 4. berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. evaluasi dan pelaporan pelayanan penanaman modal dan perizinan. Pelaksanaan monitoring. Izin Gangguan. 6. INDRAGIRI HULU VISI BPMD DAN PPT : "NYAMAN DAN AMAN DALAM BERINVESTASI DAN PENGURUSAN IZIN" MISI : 1. Pelaksanaan pelayanan Izin-izin lain yang telah dilimpahkan kewenangannya berdasarkan Peraturan Bupati.

FUNGSI. SUSUNAN DAN TUGAS POKOK LEMBAGA TEKNIS DAERAH DAN UNIT PELAYANAN TERPADU KABUPATEN KENDAL SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN PERDA KABUPATEN KENDAL NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERDA KABUPATEN KENDAL NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN. SALAM. 2. SANTUN" KENDAL DASAR HUKUM : 1. SUSUNAN DAN TUGAS POKOK LEMBAGA TEKNIS DAERAH DAN UNIT PELAYANAN TERPADU KABUPATEN KENDAL. URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL DAN TATA KERJA PADA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN KENDAL 3. 3.4. 1. SAPA. PERATURAN BUPATI KENDAL NOMOR 40 TAHUN 2010 TENTANG PELIMPAHAN KEWENANGAN BUPATI KENDAL DI BIDANG PERIZINAN KEPADA KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN KENDAL TUGAS POKOK DAN FUNGSI: 1. pengoordinasian penyelenggaraan pelayanan penanaman modal dan perizinan terpadu di Daerah. 4. PERATURAN BUPATI KENDAL NOMOR 31 TAHUN 2010 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK. 2. TUGAS POKOK : Mengoordinasikan dan melaksanakan kebijakan Daerah di bidang pelayanan penanaman modal dan perizinan terpadu. FUNGSI : perumusan kebijakan teknis di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu di Daerah. MENINGKATKAN PERIZINAN PROFESIONALISME DAN KUALITAS PELAYANAN SLOGAN: "SENYUM. pembinaan dan pengendalian pelayanan penanaman modal dan perizinan terpadu di Daerah. dan pengelolaan keskretariatan Badan VISI Visi Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu adalah : ”Terwujudnya layanan prima penanaman modal dan perizinan menuju Kendal yang berdaya saing investasi” . PERDA KABUPATEN KENDAL NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN.

2. penggalian potensi sumberdaya investasi. 4.MISI Sejalan dengan visi di atas. Memberikan layanan. Adapun Visi Badan Promosi dan Investasi Daerah (BPPMD) Kalimantan Timur adalah : . 3. 2. maka tujuan yang hendak dicapai yaitu : 1. Mewujudkan layanan prima penanaman modal dan perizinan. Melaksanakan pengendalian. peluang serta layanan investasi dan perizinan. pengawasan. monitorting dan evaluasi terhadap segala hal guna perbaikan dan perkembangan investasi dan perizinan di daerah. PALEMBANG Visi dan Misi Visi : Unggul Dalam Pelayanan Investasi Menuju Kota Internasional Misi : Membentuk Sistem Meningkatkan Investasi Informasi Manajeman Pelayanan Untuk PROVINSI KALTIM Visi BPPMD Kaltim • Visi merupakan cara pandang jauh kedepan tentang kemana Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPID) akan diarahkan dan apa yang akan dicapai dalam Rencana Kinerja Tahunan selama kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang. promosi dan kerjasama serta pengkajian dan pengembangan investasi. Menyediakan data dan informasi yang cepat. Mewujudkan Kabupaten Kendal sebagai daerah tujuan investasi yang menarik bagi upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat (Kendal yang berdaya saing investasi). pelaporan. Merencanakan dan merumuskan kebijakan teknis dalam rangka peningkatan fungsi institusi penanaman modal dan perizinan. maka misi yang diemban oleh Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu adalah : 1. lengkap dan akurat tentang potensi. 1. TUJUAN Mencermati visi dan misi BPMPT Kabupaten Kendal tersebut. mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan investasi dan perizinan bagi semua stakeholder baik dari dalam maupun luar negeri.

pembangunan dan kemasyarakatan yang dicirikan dengan semakin meningkatnya PDRB/APBD. • Penunjang Utama mempunyai arti bahwa peranan investasi yang bersumber dari PMDN/PMA memiliki kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah menuju pada kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. dan ketentraman lahir dan batin yang memungkinkan setiap anggota masyarakat Kalimantan Timur dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi kemanusiaan. 11 tahun 1970 tentang PMA. dan UU No. Masyarakat Kalimantan Timur Sejahtera adalah suatu tatanan kehidupan masyarakat yang diliputi rasa keselamatan. kecakupan. • Dalam upaya mewujudkan cita dan citra sebagaimana tertuang dalam visi perlu diterjemahkan dalam misi yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari visi organisasi. 1 tahun 1967 jo UU No. • Visi tersebut diatas merupakan penyesuaian dari visi sebelumnya yaitu "Investasi PMA/PMDN Sebagai Sektor Utama Dalam Menunjang Perekonomian Daerah Kalimantan Timur". • Misi merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan agar tujuan organisasi dapat terwujud dan berhasil dengan baik sesuai dengan visi yang telah ditetapkan. UU No. Hal ini dilakukan sebagai hasil evaluasi dalam lima tahun terakhit. bahwa investasi PMA/PMDN bukan lagi sebagai penunjang tetapi mampu memainkan peran utama dalam akslerasi perekonomian daerah. kesusilaan. Pernyataan tersebut juga berfungsi mendorong motivasi dan kinerja seluruh jajaran organisasi BPID dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya menarik minat investasi maupun melayani investor guna menanamkan modalnya di Kalimantan Timur sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Perekonomian Daerah adalah suatu kondisi kehidupan ekonomi daerah yang memiliki kemampuan dalam membiayai pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan. 12 tahun 1970 tentang PMDN. UtamaPerekonomian Daerah Menuju . 6 tahun 1968 jo. dengan penjelasan sebagai berikut : • Investasi PMA/PMDN adalah investasi sektor swasta yang berfasilitas dan tunduk pada UU No. • Visi tersebut ditetapkan berdasarkan beberapa kata kunci.• "Investasi PMA/PMDN Sebagai Penunjang Masyarakat Kalimantan Timur Sejahtera".

5. 4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas promosi potensi sumberdaya daerah di dalam dan luar negri guna menarik minat investasi. Mendorong terwujudnya iklim investasi yang kondusif. 6. menjalin dan meningkatkan kerjasama di bidang investasi. 8. Menciptakan. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Kantor. 9. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan perizinan dan realisasi investasi PMA/PMDN. Meningkatkan Pengkajian dan pengembangan Informasi Potensi daerah sebagai bahan utama dalam Promosi Investasi. Meningkatkan Sumber Daya Aparatur Badan Promosi Dan Investasi Daerah. • • • • • • • • 2. 7. Meningkatkan pembinaan. • Misi BPPMD Kaltim • • Berdasarkan visi yang telah ditetapkan dan dengan memperhatikan evaluasi pelaksanan tugas selama ini maupun masukan dari para stakeholder.• Dengan adanya misi diharapkan seluruh pegawai dan pihak lain (stakeholder) yang berkepentingan dapat mengenal instansi Badan Promosi dan Investasi Daerah (BPID) dan mengetahui peran dan program-programnya serta hasil yang akan diperoleh dimasa yang akan datang. 3. . maka yang ditetapkan sebagai Misi Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah Propinsi Kalimantan Timur adalah sebagai berikut : • 1. • Proses perumusan misi organisasi harus memperhatikan masukan dari pihak yang berkepntingan (stakeholder) dan memberikan peluang untuk perubahan sesuai dengan tuntutan lingkungan strategik yang selalu berubah secara dinamis dari waktu ke waktu. Meningkatkan penyediaan dan pemanfaatan teknologi informasi secara terpadu untuk efisiensi dan efektifitas promosi dan pelayanan investasi. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan investasi.

Misi : 1. 3. Impact (Dampak): 1. preventif dan kuantitatif. Outcome : Merupakan hasil yang dapat dicapai dengan dukungan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu adalah kepuasan masyarakat pengguna layanan. Membangun citra pelayanan dengan memperlakukan pengguna layanan sebagai pusat perhatian. KABUPATEN SAMOSIR 1. Merumuskan kebijakan teknis di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu. Fungsi Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (sesuai pasal 15 ayat 3 Perda Nomor 21 Tahun 2007) adalah: 1. Mewujudkan pelayanan perizinan yang transparan dan profesional. 2. Menghasilkan pelayanan perizinan yang bermutu. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 8. 3. Input : Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan sarana prasarana yang memadai. Kebijakan-kebijakan. 3. 4. Daya tarik investor. 4. Output : Merupakan hasil yang dapat secara langsung akan dicapai melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu adalah izin – izin. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Juncto Peraturan Daerah Kabupaten Samosir Nomor 21 Tahun 2007 dibentuk Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu. program dan kegiatan. Peningkatan citra.• • Misi sebagaimana dikemukakan di atas selanjutnya dijabarkan dalam kebijakan. . Slogan : ”Kepuasan anda adalah kebahagiaan kami. Visi : Terwujudnya pelayanan perizinan yang ramah. Mendorong keaktifan masyarakat untuk pengurusan perizinan. masyarakat sejahtera dambaan kita bersama”. 6. profesional dan partisipatif untuk mencapai masyarakat yang sejahtera. merata dan terjangkau dalam bentuk promotif. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu. 2. 7. 5. 2. 2.

Tanggal 18 Maret 2008 diadakan rapat semua SKPD yang dipimpin oleh Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir. dalam arti dibentuk staf teknis dengan SK Bupati dan staf teknis inilah yang menandatangani rekomendasi. • Semua jenis perizinan dilimpahkan ke Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu. Berdasarkan Grand Design. 4) Peraturan Bupati Samosir tentang Standard Operating Procedure (SOP). 2) Keputusan Bupati Samosir tentang Pelimpahan Kewenangan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu. Efisien adalah sebagai perbandingan yang terbaik antara input dan output apabila suatu output dapat dicapai dengan input yang minimal. 4. 1) Peraturan Bupati Samosir tentang Standard Pelayanan Minimal. Perspektif pemberi layanan harus mengusahakan harga layanan murah dan tidak terjadi pemborosan sumber daya publik sedangkan dari perspektif pengguna layanan pelayanan publik dengan biaya murah dan waktu . Efisien dan Efektif. Kesepakatan dan diskusi semua SKPD yang terkait dengan perizinan. Surat Keputusan (SK) Bupati Samosir tentang tugas dan fungsi BPMPT. Prinsip – Prinsip Pelayanan 1. Efisiensi dalam pelayanan publik dapat dilihat dari perspektif pemberi layanan maupun pengguna layanan. diperlukan kebijakan-kebijakan operasional yaitu: a.3. Hasil rapat tersebut (terlampir notulen): • Sistem pelayanan perizinan yang dipilih/ diterapkan adalah Sistem Pelayanan Satu Pintu (One Door Service) dengan memasukkan unsurunsur One Stop Service. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang penanaman modal dan perizinan terpadu. • SKPD memberikan semua berkas-berkas perizinan beserta persyaratannya. 5) Melakukan Studi Banding ke Kabupaten Solok. • Tim teknis akan dibentuk dari SKPD untuk mengemban tugas teknis. Dalam rapat tersebut Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu memaparkan paparan dengan judul “Deskripsi Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu” (terlampir). Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Sragen (terlampir) 9. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Bupati Samosir sesuai tugas dan fungsinya. b. 3) Keputusan Bupati Samosir tentang Pembentukan Tim Teknis Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu.

etnik. dan sebagainya. 11. Memperlakukan pengguna layanan secara adil tanpa membeda-bedakan berdasarkan status sosial ekonomi. agama. Responsivitas mengukur daya tangkap terhadap karakter. Customer Oriented. Pendekatan Dalam Pelayanan. 3. Masyarakat sebagai owner (bukan dipandang sebagai customer). Citizens Charter (Kontrak Pelayanan). kesukuan. 1. Pelanggan menjadi pusat perhatian kontrak pelayanan hak dan kewajiban pengguna maupun penyedia layanan disepakati. Kriteria Yang Dibutuhkan 1. 2. 2. 5. Minimal D. 10. kepartaian. Standar pelayanan yang ditetapkan berdasarkan aspirasi pelanggan dan birokrasi berjanji untuk memenuhinya.III. Efektif adalah tecapainya Tujuan dan sasaran dengan baik sesuai yang di harapkan oleh pelanggan. Know Your Customers (KYC). Sumber Daya Manusia. BATAM . 3. Pelayanan yang berfokus pada Customer (Pelanggan). Memiliki kedisplinan dan integritas yang tinggi. 6. keinginan dan aspirasi serta tuntutan warga masyarakat. Responsif. Memiliki keahlian pendukung yang relevan. menyusun prioritas kebutuhan dan menyumbangkannya kedalam berbagai program pelayanan. 2. Memiliki potensi untuk pengembangan kompetensi. kebutuhan dan kepentingan pengguna layanan. Fokus utama perbaikan pelayanan publik yang dilakukan oleh Pemerintah dengan menyusun standar pelayanan untuk menjamin kualitas pelayanan prima terhadap customer kepuasan pelayanan publik. Non Partisan. Suatu prinsip kehati-hatian seperti yang diterapkan dalam dunia perbankan sebelum melakukan transaksi Birokrasi publik harus mengenali kebutuhan dan kepentingan pelanggan sebelum memutuskan jenis pelayanan yang akan diberikan untuk mengetahui keinginan. harus mendekatkan diri ke pelanggan. Masyarakat dianggap sebagai warga Negara yang memiliki posisi penting.singkat. didefinisikan dan diatur secara jelas. 3. 4. 4. Kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat. Memiliki keahlian teknis sesuai dengan bidangnya. Penyelenggara pelayan harus berdasarkan azas equal before the law (kesamaan di hadapan hukum). terutama yang menguasai komputer.

Misi I : Menciptakan Iklim Investasi yang Lebih Kondusif Dalam Rangka menciptakan situasi yang lebih kondusif untuk peningkatan investasi. Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Batam ikut serta dalam event-event pameran. Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Batam secara rutin menjalin hubungan dengan dunia usaha dalam dan luar negeri. Harapan ini akan membawa motivasi dalam apresiasi kinerja. Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Batam berupaya menyediakan sarana dan prasarana pelayanan yang optimal untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih singkat dan mudah. Misi IV : Meningkatkan Mutu Pelayanan Investasi di Kota Batam Untuk meningkatkan mutu pelayanan investasi di Kota Batam. Misi III : Meningkatkan Kegiatan Promosi Yang Lebih Profesional Untuk Menarik Investor Dalam rangka kegiatan promosi yang professional untuk menarik investor. tujuan yang diyakini bersama dari pelaksana tata organisasi. Pencapaian yang didapat adalah sebagai perwujudan dari maksud. Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Batam diharapkan dapat melaksanakan kerjasama/koordinasi secara kontiniu dengan komponen terkait agar terbentuk 6 (enam) hal menarik minat investor. .Penetapan Visi Badan Penanaman Modal Kota Batam didasarkan atas pernyataan komitmen untuk kejelasan gambaran arah masa depan apa yang akan diwujudkan pada Badan Penanaman Modal. yaitu adanya : • Kepastian Kebijakan • Kepastian Hukum • Kebijakan yang Pro Bisnis • Kondisi yang Tenang • Keamanan Investasi • Kemudahan Berinvestasi Misi II : Menciptakan Hubungan Kerjasama Yang Luas Dengan Dunia Usaha Baik Dalam Maupun Luar Negeri Untuk menciptakan hubungan kerjasama yang lebih luas dengan dunia usaha baik dalam maupun luar negeri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful