Anda di halaman 1dari 34

Muflih Alghifary

Dokter Pembimbing : Dr. Suryono Sp.A

Identitas
Nama Usia Jenis Kelamin Nama Orangtua Alamat : An. ANH : 9 tahun 8 bulan 1 hari : Perempuan : Ny. S : Jl. Utan Panjang II RT/RW 11/10 Kelurahan Utan Panjang Kec.Kemayoran Jakpus : 18 Maret 2013 :4

Tanggal MRS No Kamar/ Bangsal No Rekam Medik : -

Anamnesis/Alloanamnesis
Keluhan Utama (KU) : Demam sejak 4 hari SMRS Riwayat Penyakit Sekarang ( RPS) : Os datang ke rumah sakit dengan keluhan Demam sejak 4 hari, demam mendadak, demam naik turun tidak menentu, demam tidak menggigil. Os sering mengeluh sakit kepala dan pegal di tangan dan kakinya, Os juga ada pilek, mual, muntah, dan sakit perut, nafsu makan juga menurun, BAB dan BAK baik.

Riwayat Penyakit Dahulu : Os mengaku belum pernah sakit seperti ini sebelumnya, asma (-), kejang demam (-) Riwayat Penyakit Keluarga : Di keluarga tidak ada yang sakit seperti ini Riwayat kejang demam (-), TB paru (-) Riwayat Pengobatan : Paracetamol anak, ketika minum obat sedikit turun panasnya namun panas lagi Riwayat Kehamilan : ANC rutin ke dokter dan ibu tidak pernah sakit berat waktu hamil hanya batuk pilek

Riwayat Kelahiran : Lahir spontan, Langsung menangis BBL = 2800gr dan PB = 48 cm Riwayat Imunisasi : Imunisasi dasar sudah lengkap Riwayat Perkembangan : Os sudah kelas 3 SD Os tidak pernah tinggal kelas Os dapat mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik Riwayat Makanan : Os susah makan, makan tidak teratur dan Os sering jajan Riwayat Alergi : Semua alergi di sangkal

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Compos Mentis Tanda Vital : Suhu : 37, 9C Nadi : 100 X/ Menit, reguler dan kuat angkat RR : 28 X/Menit Tekanan Darah : Antropometri : BB : 20 kg TB : 130 cm BB/U : 20/29 x 100 % = 68,9 % TB/U : 130/134 x 100 % = 97 % BB/TB : 20/30 x 100 % = 66,7 % Kesan : Gizi Kurang

Status Generalisata
Kepala Rambut Mata : Normochepal : Hitam dengan tekstur rata dan tidak rontok : Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis reflek cahaya baik Hidung : Tidak ada deviasi septum nasi dan sekret +/+ Mulut : Mukosa bibir lembab, perdarahan gusi (-), faring hiperemis (-) Leher : Pembesaran KGB (-) Paru : Inspeksi : Simetris kedua lapang paru Palpasi : Tidak ada dada yg tertinggal Perkusi : Sonor Auskultasi : Vesikuler +/+

Jantung : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Abdomen : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

: Ictus Cordis tidak terlihat : Ictus Cordis Teraba : : Bunyi Jantung 1&2 murni : Datar : Nyeri Tekan Seluruh Kuadran Abdomen : Thympani : Bising Usus (+)

Turgor Kulit Ekstremitas Atas Akral Edema Sianosis RCT Ekstremitas Bawah Akral Edema Sianosis RCT Kelenjar Inguinal Anus dan Rektum Genitalia Refleks

: Baik : Agak dingin ::: < 2 detik : Agak dingin ::: < 2 detik ::: Perempuan :-

Tgl 18/3/ 2013 18/3/ 2013 19/3/ 2013

Jam

Hb Ht Trombo Leuk Na K Cl Pemeriksaan Penunjang o 11,5 11,6 13,2 34 35 38 145.000 119.000 83.000 3870 3580 4190 131 3,4 94 -

ket TF 4 lemah -

03.00 10.00 06.00

19/3/ 2013
20/3/ 2013 20/3/ 2013 20/3/ 2013

18.00
11.22

12,5
13,3

36
40

72.000
71000

4700
5390

IgG (+) IgM (+) -

14.00 22.00

12,3 12,6

37 37

67.000 61.000

6060 6060

21/3/ 2013
21/3/ 2013

10.45
18.00

13,6
13

42
38

69000
93000

5900
5830

Resume
An.ANH datang ke rumah sakit dengan keluahan Demam sejak 4 hari, demam naik turun tidak menentu, demam tidak menggigil, pegal di tangan dan kaki, mual (+), muntah (+), Pilek (+) dan sakit perut (+), nafsu makan juga menurun, BAB dan BAK baik Keadaan Umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Compos Mentis, Status Gizi : Gizi Buruk Suhu : 37,8 c, nadi: 100x/menit, kuat angkat, reguler, Pernapasan : 28x/menit Lab : Hb 11,5 mg/dl, Ht 34mg/dl, Trombosit145.000, Leukosit 3870

Assesment
Susp Demam Berdarah Dengue Gastritis Akut Gizi Kurang

Rencana Terapi
Infus Asering 16 tpm ( 20kg ) | 1000+(10x50)= 1500 Rantin 1 amp (50mg/2ml) Ondancentron 1 amp (2mg/kgBB dosis tunggal) 8mg/4 ml 3x1 Ceftriaxon (dalam dextrose 5% 100cc) 1x2 gr Rinofed sy 3x1 cdo Naprex sy 3x1 cdo Isoprinosine sy 3x7 cc | 250mg/kgBB/hari Konsul Ke Ahli Gizi

Follow Up
Tanggal S O A P

18/3/ 2013

Demam hari ke4, pegal di tangan dan kaki, sakit kepala (+) mual (+), muntah (+), Pilek (+) dan sakit perut (+), nafsu makan masih menurun

Nadi DBD derajat 1 :90x/menit hari ke-4 Suhu :37,8c Pernapasan Gastritis akut : 28x/mnt

- Infus Asering 16 tpm - Paracetamol sy 3x1 cdo - Rantin 1 amp Ondancetron 1 amp - Rinofed sy 3x1 cdo - Isoprinosin sy 3x1 cdo - cek HHTL 12 jam kemudian

Tanggal S 19/3/ 2013 Demam hari ke5, pegal di tangan dan kaki, sakit kepala (+) mual (+), muntah (+), Pilek (+) sedikit berkurang dan sakit perut (+), nafsu makan juga menurun, BAB dan BAK baik

P Lanjutkan Terapi Cek HHTL/12 jam

Nadi : DBD derajat 1 88x/menit Hari ke-5 Suhu : 36,6c Pernapasan Gastritis akut : 28x/menit

Tanggal S

20/3/ 2013

Demam hari ke-6, demam sudah mulai turun, pegal di tangan dan kaki sudah mendingan, mual (+), muntah (+), Pilek (+) dan sakit perut (+), nafsu makan mulai membaik, BAB dan BAK baik

Nadi : 80x/menit Suhu : 36 c Pernapasa n: 30x/menit

Demam Berdarah Dengue derajat 1 Hari ke-6


Gastritis akut

Lanjutkan Terapi Cek HHTL/12 jam

Tanggal S 21/3/ 2013 Mual (-) dan muntah (-), nafsu makan membaik, BAB dan BAK baik

P Inf Asering Ranitidin sy 2x1 cdo Sukralfat 3x1 cdo Os Boleh Pulang

Nadi : 65x/menit Suhu : 35,5 c Pernapasan : 30x/menit

TINJAUAN PUSTAKA DBD

Definisi
Demam berdarah dengue/DBD (Dengue Haemorhagic Fever/DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot, dan/atau nyeri sendi yang disertai oleh leukopenia ,ruam, limfadenopati, trombositopeni, dan diatesis hemoragic

Etiologi
DBD disebabkan oleh infeksi virus dengue yang mempunyai 4 serotipe yaitu den-1, den2, den-3, dan den-4. Virus dengue serotipe den-3 merupakan serotipe yang dominan di Indonesia dan paling banyak berhubungan dengan kasus berat.

Manifestasi Klinik DBD


Demam tinggi mendadak selama 2-7 hari disertai nyeri kepala, nyeri retroorbita, mialgia dan nyeri perut. Uji torniquet positif. Ruam kulit : petekiae, ekimosis, purpura. Perdarahan mukosa/saluran cerna/saluran kemih : epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis, melena, hematuri. Hepatomegali. Perembesan plasma: efusi pleura, efusi perikard, atau perembesan ke rongga peritoneal. Trombositopenia. Hemokonsentrasi. Hari ke 3-5 ==> fase kritis (saat suhu turun), perjalanan penyakit dapat berkembang menjadi syok

Pemeriksaan Penunjang
Uji laboratorium meliputi : Isolasi virus Dapat dilakukan dengan menanam spesimen pada : Biakan jaringan nyamuk atau biakan jaringan mamalia. Pertumbuhan virus ditunjukan dengan adanya antigen yang ditunjukkan dengan immunoflouresen, atau adanya CPE (cytopathic effect) pada biakan jaringan manusia.
Inokulasi/ penyuntikan pada nyamuk

Pertumbuhan virus ditunjukan dengan adanya antigen dengue pada kepala nyamuk yang dilihat dengan uji immunoflouresen. Pemeriksaan Serologi Uji HI (Hemaglutination Inhibition Test) Uji Pengikatan komplemen (Complement Fixation Test) Uji Netralisasi (Neutralization Test) Uji Mac.Elisa (IgM capture enzyme-linked immunosorbent assay) Uji IgG Elisa indirek

Pemeriksaan Radiologi
Pada pemeriksaan radiologi dan USG Kasus DBD, terdapat beberapa kerlainan yang dapat dideteksi yaitu :
o o o o Dilatasi pembuluh darah paru Efusi pleura Kardiomegali dan efusi perikard Hepatomegali, dilatasi V. heapatika dan kelainan parenkim hati o Cairan dalam rongga peritoneum o Penebalan dinding vesika felea

Diagnosis
Kriteria klinis : Demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas seperti anoreksia, lemah, nyeri pada punggung, tulang, persendian , dan kepala, berlangsung terus menerus selama 2-7 hari. Terdapat manifestasi perdarahan, termasuk uji tourniquet positif, petekie, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan atau melena. Hepatomegali Syok, nadi kecil dan cepat dengan tekanan nadi 20 mmHg, atau hipotensi disertai gelisah dan akral dingin.

Kriteria laboratoris : Trombositopenia ( 100.000/l) Hemokonsentrasi (kadar Ht 20% dari orang normal) Dua gejala klinis pertama ditambah 2 gejala laboratoris dianggap cukup untuk menegakkan diagnogsis kerja DBD.

Penatalaksanaan
Fase demam Antipiretik: paracetamol 10 15 mg/kg BB/kali, 3 kali/hari. Perbanyak asupan cairan oral. Monitor keadaan anak (tanda-tanda syok) terutama selama 2 hari saat suhu turun. Monitor trombosit dan hematokrit secara berkala. Penggantian volume plasma Anak cenderung menjadi dehidrasi. Penggantian cairan sesuai status dehidrasi pasien dilanjutkan dengan terapi cairan rumatan. Jenis cairan adalah kristaloid : RL, 5% glukosa dalam RL, atau NaCl.

Kebutuhan cairan pada rehidrasi ringan-sedang


Berat Badan (Kg) <7 JumlahCairan (ml/kg BB/hari) 220 ml

7 11
12 18 >18

165 ml
132 ml 88 ml

Kebutuhan cairan rumatan


Berat Badan (Kg) Jumlah cairan (ml)

10

100 per kg BB

10 20

1000 + 50 x kg BB (untuk BB di atas 10 kg)


1500 + 20 x kg BB (untuk BB di atas 20 kg)

>20

Kriteria rawat inap dan memulangkan pasien


Kriteria rawat inap
Ada kedaruratan: Syok Muntah terus menerus Kejang Kesadaran turun Muntah darah Berak hitam Hematokrit cenderung meningkat setelah 2 kali pemeriksaan berturut-turut Hemokonsentrasi (Ht meningkat = 20%)

Kriteria memulangkan pasien

Tidak demam selama 24 jam tanpa antipiretik Nafsu makan membaik Secara klinis tampak perbaikan Hematokrit stabil Tiga hari setelah syok teratasi Trombosit > 50.000/uL Tidak dijumpai distres pernafasan

Derajat Penyakit DBD


Derajat Penyakit DBD derajat I Kriteria Demam disertai gejala tidak khas, dan satu-satunya manifestasi perdarahan ialah uji torniquet positif. Seperti derajat I, disertai perdarahan spontan di kulit atau perdarahan lain. Terdapat kegagalan sirkulasi (nadi cepat dan lembut, tekanan nadi menurun ( < 20 mmHg) atau hipotensi, sianosis disekitar mulut, kulit dingin dan lembab, dan anak tampak gelisah. Syok berat (profound shock): nadi tidak dapat diraba, dan tekanan darah tidak dapat diukur.

DBD derajat II

DBD derajat III

DBD derajat IV

Komplikasi DBD
Penyebab kematian pada deman berdarah dengue: Syok berkepanjangan (Prolonged shock) Kelebihan cairan Perdarahan masif Manifestasi yang jarang : Ensefalopati dengue Gagal ginjal akut Ensefalopati DBD Diduga akibat disfungsi hati, udem otak, perdarahan kapiler serebral atau kelainan metabolik Ditandai dengan kesadaran menurun dengan atau tanpa kejang, baik pada DBD dengan atau tanpa syok Ketepatan diagnosis Bila ada syok, harus diatasi dulu Pungsi lumbal setelah syok teratasi, hati-hati trombosit < 50000/ul Transaminase, PT/PTT, gula darah, analisa gas darah, elektrolit, amoniak darah

Algoritma 1. Diagnosis Demam Dengue dan DBD

TERIMA KASIH