P. 1
Artikel Kayu

Artikel Kayu

|Views: 1,021|Likes:
Dipublikasikan oleh Sean Stanislaus Lumunon
Tugas Pengetahuan Bahan Bangunan
Tugas Pengetahuan Bahan Bangunan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Sean Stanislaus Lumunon on Apr 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $1.00 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

05/04/2014

$1.00

USD

pdf

text

original

Pengetahuan Bahan Bangunan

Tugas tentang Kayu
sebagai Material Bahan Bangunan

MMXII ANNO DOMINI

Bab I Pendahuluan
Asal Usul Kayu Sebagai Material Bangunan
Kayu adalah jaringan, struktural serat keras yang ditemukan di batang dan akar pohon dan lainnya pada tanaman berkayu . Bahan ini telah digunakan selama ratusan ribu tahun sebagai bahan bakar dan bahan konstruksi. Terdiri dari bahan organik, alamikomposit dari serat selulosa (yang kuat dalam ketegangan) tertanam dalam matriks dari lignin yang tidak mudah di kompresi. Kayu, kadang-kadang hanya didefinisikan sebagai sekunder xilem pada batang pohon, atau didefinisikan lebih luas untuk mencakup jenis yang sama dari jaringan di tempat lain seperti pada akar pohon atau tanaman lain seperti semak. Dalam pohon hidup telah melakukan fungsi pendukung, memungkinkan tanaman berkayu untuk tumbuh besar atau untuk membela diri sendiri. Hal ini juga menengahi transfer air dan nutrisi ke daun dan jaringan berkembang lainnya. Kayu juga dapat merujuk kepada bahan tanaman lainnya dengan properti yang sebanding, dan untuk materi rekayasa dari kayu, atau keripik kayu atau fiber. Bumi terdapat sekitar satu triliun ton kayu, yang tumbuh pada dari 10 miliar ton per tahun. Sebagai, berlimpah karbon-netral pada sumber daya terbarukan, bahan kayu telah berkepentingan intens sebagai sumber energi terbarukan. Pada tahun 1991, sekitar 3,5 miliar meter kubik kayu yang dipanen. Dominan di perabotan dan konstruksi bangunan. Sebuah penemuan 2011 di Kanada, provinsi New Brunswick menemukan tanaman / pohon kayu yang ditanam sekitar 395-400 juta tahun yang lalu . Orang-orang telah menggunakan kayu sejak ribuan tahun lalu untuk berbagai tujuan, terutama sebagai bahan bakar atau sebagai bahan konstruksi untuk membuat rumah, alat perkakas, senjata, mebel, kemasan karya seni dan kertas. Kayu biasanya terdapat tanda umur oleh penanggalan karbon di dalam tubuh batang dan pada beberapa spesies oleh karena dendrochronology untuk membuat sejarah kayu tersebut sejak tumbuh. Dilihat variasi tahun ke tahun pada lingkaran lebar di batang pohon dan juga kelimpahan isotop memberikan petunjuk dengan iklim yang berlaku pada saat itu. Kayu telah menjadi bahan konstruksi penting karena manusia mulai membangun tempat penampungan, rumah dan perahu. Hampir semua perahu terbuat dari kayu sampai akhir abad 19, dan kayu masih umum digunakan saat ini dalam konstruksi kapal. Bahan kayu yang akan digunakan untuk pekerjaan konstruksi umumnya dikenal sebagai kayu di Amerika Utara. Di tempat lain, bahan kayu biasanya mengacu pada pohon yang ditebang, dan kata lain untuk papan gergajian siap digunakan adalah papan malt. Perumahan lokal baru di berbagai belahan dunia saat ini umumnya terbuat dari konstruksi bingkai kayu. Kayu direkayasa menjadi bagian yang lebih besar dari industri produk konstruksi. Kayu dapat digunakan dalam bangunan baik perumahan dan komersial sebagai bahan struktural dan estetika. Dalam bangunan terbuat dari bahan lain, kayu masih akan

ditemukan sebagai bahan pendukung, terutama dalam konstruksi atap, di pintu interior dan kusennya, dan sebagai cladding eksterior. Kayu juga biasa digunakan sebagai bahan shuttering untuk membentuk cetakan dimana beton dituangkan dalam konstruksi beton bertulang.

Sifat – Sifat Umum Kayu
  Kayu berasal dari berbagai jenis pohon memiliki sifat yang berbeda-beda. Bahkan kayu yang berasal dari satu pohon memiliki sifat yang agak berbeda, jika dibandingkan bagian ujung dan pangkalnya. Dalam hubungan itu maka ada baiknya jika sifat-sifat kayu tersebut dipahami lebih dahulu sebelum kayu dipergunakan sebagai bahan bangunan, industri kayu maupun sebagai perabotan rumah. Sifat yang dimaksud antara lain berkaitan dengan sifat-sifat anatomi kayu, sifat fisik, sifat mekanik dan juga sifat kimianya. Semua batang pohon mempunyai pengaturan vertikal dan sifat simetri radial Kayu terdiri dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa-senyawa kimia berupa selulosa dan hemiselulosa (unsur karbohidrat) serta berupa lignin (non-karbohidrat). Semua kayu bersifat anisotropik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, tangensial dan radial). Hal ini disebabkan oleh struktur dan orientasi selulosa dalam dinding sel, bentuk menajang sel-sel kayu dan pengaturan sel terhadap sumbu vertikal dan horisontal pada batang pohon. Kayu merupakan suatu bahan yang bersifat higroskopik, yaitu dapat kehilangan atau bertambah kelembabannya akibat perubahan kelembaban dan suhu udara sekitarnya. Kayu dapat diserang makhluk hidup perusak kayu, dapat juga terbakar, terutama bila kayu dalam keadaan kering. Kayu berasal dari berbagai jenis pohon memiliki sifatyang berbedabeda. Bahkan kayu berasal dari satu pohon memiliki sifat agak berbeda, jika dibandingkan bagian ujung dan pangkalnya. Dalam hubungan itu maka ada baiknya jika sifat-sifat kayu tersebut diketahui lebih dahulu, sebelum kayu dipergunakan sebagai bahan bangunan,industri kayu maupun untuk pembuatan perabot. Sifat dimaksud antara lainyang bersangkutan dengan sifat-sifat anatomi kayu, sifat-sifat fisik, sifat-sifat mekanik dan sifat-sifat kimianya. Di samping sekian banyak sifat-sifat kayu yang berbeda satu sama lain, ada beberapa sifat yang umum terdapat pada semua kayu yaitu: 1. Semua batang pohon mempunyai pengaturan vertikal dan sifat simetri radial. 2. Kayu tesusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa-senyawa kimia berupa selulosa (unsure karbohidrat) serta berupa lignin (non-karbohidrat). 3. Semua kayu bersifat anisotropic, yaitu memperllihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, tangensial dan radial). Hal ini disebabkan oleh struktur dan orientasi selulosa dalam dinding sel, bentuk memanjang sel-sel kayu dan pengaturan sel terhadap sumbu vertikal dan horisontal pada batang pohon. 4. Kayu merupakan suatu bahan yang bersifat higroskopik, yaitu dapat kehilangan atau bertambah kelembabannya akibat perubahan kelembaban dan suhu udara di sekitarnya.

kembang susut kayu dan aliran zat cair di dalam kayu. Di samping itu mengenal kekuatan kayu yang menahan beban. tetapi tidak memotong sumbu longitudinal. sumbu ini disebut sumbu arah radial. Ketiga sumbu arah utama ini sangat penting zrtinyabagi keperluan mengenal sifat-sifsat kayu hyang khas. . perbedaan dalam kekuatan kayu. dapat juga terbakar. Kayu dapat diserang makhluk hidup perusak kayu. Demikian pula zat cair lebih cepat dan lebih mudah pada arah longitudinal daripada arah sumbu radial dan tangensial. Yaitu antara lain sifat anisotropik yang telah disebut.5. Sebaliknya kembang susut kayu terbesar terdapat pada arah tangensial. maka akan tampak suatu gambaran unsur-unsur kayu yang tersusun dalam pola melingkar dengan suatu pusat di tengah batang serta deretan sel kayu dengan arah mirip jari-jari roda ke permukaan batang. Bila sebatang pohon dipotong melintang dan permukaan potongan melintang itu dihaluskan. dinamakan sumbu arah tangensial. Sebuah sumbu dapat dibayangkan melewati pusat itu dan merupakan salah satu sumbu arah utama yang disebut sumbu longitudinal. ternyata lebih besar pada arah sumbu longitudinal daripada arah-arah yang lain. Selanjutnya yang tegak lurus dengan jari-jari kayu. terutama jika kayu keadaannya kering.

kayu kempas dan renghas bewarna merah. Makin lembab udara disekitarnya maka makin tinggi pula kelembaban kayu sampai tercapai keseimbangan dengan lingkungannya. akan berkurang pula kekuatannya. umur pohon dan kelembaban udara. cacing laut dan makhluk lainnya dalam jangka waktu tahunan. Selanjutnya masuk dan keluarnya    . Kayu tersa umumnya memiliki warna yang lebih jelas atau lebih gelap daripada warna bagian kayu gubal. Perbedaan warna ini disebabkan oleh zat-zat pengisi warna dalam kayu yang berbeda-beda. Berat jenis merupakan petunjuk penting bagi aneka sifat kayu. kayu ulin memiliki silica dan lain-lain.20 sampai 1. Kandungan air pada kayu seperti ini dinamakan kandungan air kesetimbangan (EMC=Equilibrium Moisture Content) masuknya air kedalam kayu itu. Makin berat kayu itu. Keawetan kayu tersebut disebabkan oleh adanya suatu zat didalam kayu (zat ekstraktif) yang merupakan sebagian unsur racun bagi perusak-perusak kayu. berkisar 0. Klasifikasi kayu di Indonesia membagi tingkat keawetan kayu kedalam 5 kelas.Sifat higroskopik ini merupakan suatu petunjuk bahwa kelembaban kayu sangat dipengaruhi oleh kelembaban dan suhu udara sekitarnya pada suatu saat tertentu. sehingga perusak tersebut tidak sampai masuk dan tinggal di dalamnya serta merusak kayu. Higroskopik Kayu mempunyai sifat higroskopik. rayap. Higroskopik. sehingga perusak tersebut tidak sampai masuk dan tinggal didalamnya serta merusak kayu. Warna Kayu Kayu mempunyai warna yang bermacam-macam. rayap. Keawetan kayu didefinisikan sebagai ketahanan kayu terhadap serangan dari unsur-unsur perusak kayu dari luar seperti jamur. Ada banyak faktor yang mempengaruhi warna kayu. kayu ulin memiliki silika dan lain-lain. umumnya makin kuat pula kayunya. antara lain: tempat didalam batang.Bab II Sifat – Sifat Kayu Sifat Fisik Kayu Beberapa hal yang tergolong dalam sifat fisik kayu adalah : Berat Jenis. Berat.28. cacing laut dan mahluk lainnya yang diukur dengan jangka waktu tahunan. Misalnya kayu jati memiliki tectoquinon. Kayu yang umurnya lebih tua umumnya berwarna lebih gelap daripada kayu yang muda dari jenis yang sama. Keawetan kayu tersebut disebabkan oleh adanya suatu zat di dalam kayu yang merupakan sebagian unsur racun bagi perusak-perusak kayu.  Berat jenis Kayu memiliki berat jenis yang berbeda-beda. Misalnya kayu jati memiliki tectoquinon. Sehingga jenis-jenis kayu ini mempunyai cukup keawetan secara alami. Demikian pula kayu yang lama berada diluar kelihatan lebih gelap atau lebih pucat warnanya daripada kayu yang segar dan kering udara. yaitu suatu sifat yang dapat menyerap atau melepaskan air atau kelembaban. Warna. Keawetan Alami. Kayu yang berwarna putih misalnya kayu jelutung. Semakin ringan suatu jenis kayu. Berat jenis kayu diperoleh dari perbandingan antara berat suatu volume kayu tertentu dengan volume air yang sama pada suhu standar. maka berat kayu akan bertambah. bubuk. Keawetan Kayu Alami Yang dimaksut dengan keawetaan alami ialah ketahanan kayu terhadap serangan dari unsure-unsur perusak kayu dari luar seperti : jamur. Kayu yang kering berbeda pula warnanya dengan kayu yang basah. Kekerasan dan lain-lain. bubuk.

0. contoh : giam. contoh kayu: renghas. Berdasarkan berat jenisnya. rongga-rongga sel atau jumlah pori-pori. kulim dll Kayu bertekstur sedang. dan dipakai sebagai patokan berat kayu. contoh kayu: kulim. contoh : meranti. lara. dammar dan lainlain 4. kadar air yang dikandung dan zat-zat ekstraktif di dalamnya. kapur. serat-serat kayu yang membuat gambaran terpilin (puntiran). Serat mencong dapat dibagi lagi menjadi: 1. Berat suatu jenis kayu ditunjukkan dengan besarnya berat jenis kayu yang bersangkutan.75 . seolah-olah batang kayu dipilin mengelilingi sumbu. bila batang kayu terdiri dari lapisan-lapisan yang berselang-seling. Berdasarkan teksturnya.90 Agak berat = 0.90 Berat = 0. kempas dll  Serat Bagian ini terutama menyangkut sifat kayu.60 .  Berat kayu Berat sesuatu jenis kayu tergantung dari jumlah zat kayu yang tersusun. Akibatnya kayu itu akan mengembang atau menyusut. yang menunjukkan arah sel-sel kayu di dalam kayu terhadap sumbu batang pohon asal potongan tadi. Kayu dikatakan berserat lurus. yaitu serat yang terdapat pada potongan kayu atau papan.60 . contoh kayu: bintangur. Serat diagonal. 2. serat-serat kayu yang membentuk gamabaran berombak. renghas. Yang dimaksut dengan sel kayu ialah serat-serat kayu. kapur. Serat berpadu. merbau dan lain-lain 3. Arah serat dapat ditentukan oleh alur-alur yang terdapat pada permukaan kayu. sonokeling dll Kayu bertekstur kasar. menyimpang ke kiri kemudian ke kanan terhadap sumbu batang. jika arah sel-sel kayunya sejajar dengan sumbu batang. contoh : jati. dikatakan kayu itu berserat mencong. tetapi membentuk sudut dengan sumbu. Jadi dapat dikatakan tekstur ialah ukuran relative serat-serat kayu.  Tekstur Tekstur ialah ukuran relative sel-sel kayu. Serat berombak.air dari kayu menyebabkan kayu itu basah atau kering. kayu dapat digolongkan ke dalam : Kayu bertekstur halus. yang digergaji sedemikian rupa sehingga tepinya tidak sejajar arah sumbu. jenis-jenis kayu digolongkan ke dalam kelas-kelas sebagai berikut: Sangat berat = lebih besar dari 0.75 Ringan = lebih kecil dari 0. Serat terpilin.0. Jika arah sel-sel itu menyimpang atau membentuk sudut terhadap sumbu panjang batang.

misalnya: bau bawang putih (kulim). meranti. Pola gambar inilah yang membuat sesuatu jenis kayu yang memilikinya mempunyai suatu nilai dekoratif. arah serat kayu. dan lainlain. Nilai dekoratif sesuatu jenis kayu tergantung dari penyebaran warna. Kayukayu yang keras juga temasuk kayu-kayu yang berat. tekstur dan pemunculan ria-riap tumbuh yang bersama-sama muncul dalam pola atau bentuk tertentu.  Kesan raba Kesan raba sesuatu jenis kayuadalah kesan yang diperoleh pada saat kita meraba permukaan kayu tersebut.giam. sering kali kita gunakan bau sesuatu benda yang umum dikenal. Kesan raba dan bau tidak jauh berbeda. dan kadar zat ekstraktif di dalam kayu. Pisau tersebut akan meleset dan hasil potongannyaakan member tanda kilauan pada kayu. dan hasil potongan melintangnya akan memberikan hasil yang kasar dan suram. dingin dan sebagainya. balau. bau kamper (kapur) dan lain sebagainya. apabila tekstur kayunya halus dan permukaannya mengandung lilin. Adanya persamaan di antara kesan bau an rasa disebabkan oleh adanya hubungan erat yang terdapat pada indera pembau dan indera perasa kita. bau keasam-asaman (ulin). contoh: kulim. Kesan raba dingin ada pada kayu bertekstur halus dan berat jenisnya tinggi. Sifat bau dari kayu dapat digambarkan sesuai dengan bau yang umum dikenal. Kayu yang sangat keras akan sulit dipotong melintang dengan pisau. Jati member kesan agak berlemak atau berlilin kalau diraba. Untuk mengetahui bau dan rasa kayu perlu dilakukan pemotongan atau sayatan baru pada kayu atau dengan membasahi kayu tersebut. contoh: mahoni. contoh: pinus. halus. Berdasarkan kekerasannya. Masuk kelas berat misalnya kulim.  Kekerasan Pada umumnya terdapat hubungan langsung antara kekerasan kayu dan berat kayu. Kayu lunak. Kesan raba yang berbeda-beda itu untuk tiap-tiap jenis kayu tergantung dari: tekstur kayu. Nilai dekoratif : Umumnya menyangkut jenis-jenis kayu yang akan dibuat untuk tujuan tertentu yang hanya mementingkan nilai keindahan tertentu pada kayu tersebut. Untuk menyatakan bau kayu yang dihadapi. sedangkan kayu renghas memberi kesan gatal pada kulit (alergi). Kesan raba ialah licin. balsa. Sebab ada jenis-jenis kayu mempunyai bau yang cepat hilang. pilang dan lain-lain. besar kecilnya air yang dikandung. atau memiliki bau yang merangsang. Cara menetapkan kekerasan kayu ialah dengan memotong kayu tersebut arah melintang dan mencatat atau menilai kesan perlawanan oleh kayu itu pada saat pemotongan dan kilapnya bidang potongan yang dihasilkan. Ada kayu bila diraba member kesan kasar. sebaliknya terasa panas bila teksturnya kasar dan berat jenisnya rendah. Kayu keras.Sebagai contoh jenis kayu yang termasuk dalam kelas sangat berat adalah giam. Kayu-   . dan lain-lain. Bau dan Rasa Bau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu itu lama tersimpan di udara luar. Sebaliknya kayu ringan adalah juga kayu yang lunak. Kayu sedang kekerasannya. licin. jenis-jenis kayu digolongkan sebagai berikut: Kayu sangat keras. dan lain-lain.sedangkan agak berat misalnya bintangur dan yang termasuk ringan misalnya pinus dan balsa. bau zat penyamak (jati). dan lain-lain. Kayu yang lunak akan mudah rusak. Sebaliknya apabila keadaan tekstur kayunya kasar. contoh: balau.

pinus dan lain sebagainya. Walaupun demikian kayu tidak dapat ditinggalkan. dengan mengimpregnir kayu itu dengan macam-macam bahan kimia yang bersifat mengurangi terbakarnya kayu. sengon. Karena itu kayu serupa ini baik kalau dipakai sebagai lantai atau parket. maka jenis kayu yang dapat digolongkan ke dalam kelas daya tahan bakar misalnya kayu: merbau. misalnya kalau kayu itu akan dipergunakan sebagai bahan pembakar. sonokembang. renghas. yang berfungsi melindungi lapisan kayu di bawahnya terhadap api. Oleh sebab itu banyak kayu dipakai untuk alat-alat music: kulintang. guitar.  Sifat kayu tehadap suara : Sifat akustik : sifat akustik kayu sangat penting dalam hubungan dengan alat-alat music dan konstruksi bangunan. Daya tahan bakar yang kecil. Kemampuan benda untuk mengabsorpsi suara tergantung pada masa dan pada sifat-sifat akustik permukaan benda.  Sifat-sifat lain : Sifat lain antaranya sifat pembakaran. misalnya kayu: balsa. Sifat resonansi : yaitu turut bergetarnya dengan gelombang sxuara. Umunya jenis-jenis kayu dengan pembuluh-pembuluh besar lebih mudah terbakar daripada jenis-jenis kayu yang berat. Selanjutnya kandungan dammar yang banyak mempercepat pula pembakaran. Proses pembakaran sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor fisik. Struktur kayu mempunyai sifat demikian. bahwa kemampuan untuk meneruskan atau tidak meneruskan suara erat hubungannya dengan elastisitas kayu. Dengan adanya sifat-sifat ini. misalnya kalau kayu itu dipakai sebagai bahan perabot atau bangunan. jika dipukul akan memberikan suara yang keruh. ulin. eboni. karena kayu memiliki sifat-sifat menguntungkan yang lebih besar bila dibandingkan dengan sifat-sifat logam. Menutup kayu itu dengan bahan-bahan kimia yang bersifat mencegah terbakarnya kayu. Di lain pihak ada sifat yang merugikan. jika dipukul akan mengeluarkan suara tingginya tergantung pada frekuensi alami getaran kayu tersebut. Daya tahan bakar kayu dapat ditingkatkan dengan membuat kayu itu menjadi anti api (fire proof) antara lain: Menutup kayu itu dengan bahan lapisan yang tidak mudah terbakar. biola. dan lain-lain. karena kayu memiliki sifat elastisitas.tergolong dalam tingkatan menjadi arang dan sampai menjadi abu. persenyawaan garam antara lain amoniun dan boor zuur. Ada juga bahan-bahan lain yang menghasilkan gas yang dapat mencegah api tersebut. yaitu mampu tidaknya permukaan benda mengabsorpsi suara atau memantulkan suara. kimia dan anatomi kayu. sedang kayu yang sehat suaranya akan nyaring. jati dan lain sebagainya. piano. permukaannya mempunyai sifat meredam gelombang suara. Jadi sepotong kayu dapat bergetar bebas. Frekuensi ini ditentukan oleh kerapatan/elastisitas dan ukuran kayu tersebut. Dasar akustik menunjukkan. Kayu yang telah kehilangan elastisitas misalnya akibat serangan jamur. Kualitas nada yang dikeluarkan oleh kayu sangat baik. Sifat mudah terbakar ini pada satu pihak memberi keuntungan. dan lain sebagainya. (Asbes. misalnya: jenis cat tahan api. Semua jenis kayu dapat terbakar. pelat logam dan lain sebagainya). . sehingga kalau kayu tidak dapat bergetar dengan mudah.kayu yang memiliki nilai dekoratif antara lain: sonokeling.

Keteguhan tekan/kompresi Keteguhan tekan suatu jenis kayu ialah kekuatan kayu untuk menahan muatan jika kayu itu dipergunakan untuk penggunaan tertentu. Dalam hubungan ini dibedakan 3 macam keteguhan geser sejajar arah serat. Dalam hubungan ini dibedakan beberapa macam kekuatan sebagai berikut: Keteguhan tarik Kekuatan atau keteguhan tarik suatu jenis kayu ialah kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu itu. Kekuatan tarik tegak lurus arah serat lebih kecil daripada kekuatan tarik sejajar arah serat dan keteguhan tarik ini mempunyai hubungan dengan ketahanan kayu terhadap pembelahan. Seperti halnya berat rel kereta api oleh bantalan di bawahnya. Dalam hal ini dibedakan 2 macam kompresi yaitu kompresi tegak lurus arah serat dan kompresi sejajar arah serat. sedangkan keteguhan pukul adalah kekuatan kayu yang menahan gaya yang mengenainya secara mendadak seperti pukulan. Keteguhan ini mempunyai hubungan juga dengan kekerasan kayu dan keteguhan geser. Hakekatnya hamper pada semua penggunaan kayu. perkakas dan lain penggunaan. Keteguhan kompresi tegaklurus arah serat pada semua kayu lebih kecil daripada keteguhan kompresi sejajar arah serat.Sifat Mekanik Kayu Sifat-sifat mekanik atau kekuatan kayu ialah kemampuan kayu untuk menahan muatan dari luar. Kekakuan Kekakuan kayu baik yang dipergunakan sebagai blandar ataupun tiang ialah suatu ukuran kekuatannya untuk mampu menahan perubahan bentuk atau lengkungan. Pada keteguhan geser tegaklurus arah serat jauh lebih besar daripada keteguhan geser sejajar arah serat. Kekakuan tersebut . dibutuhkan syarat kekuatan. Keteguhan geser Yang dimaksud dengan keteguhan geser ialah suatu ukuran kekuatan kayu dalam hal kemampuanya menahan gaya-gaya. Yang dimaksud dengan muatan dari luar ialah gaya-gaya di luar benda yang mempunyai kecenderungan untuk mengubah bentuk dan besarnya benda. misalnya blandar. Kekuatan kayu memegang peranan penting dalam penggunaan kayu untuk bangunan. Yang pertama enunjukkan kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara perlahan-lahan. yang membuat suatu bagian kayu tersebut bergeser atau bergelingsir dari bagian lain di dekatnya. Dalam hal ini dibedakan keteguhan lengkung static dan keteguhan lengkung pukul. Kekuatan tarik terbesar pada kayu ialah sejajar arah serat. Keteguhan kompresi tegaklurus serat menentukan ketahanan kayu terhadap beban. keteguhan geser tegaklurus arah serat dan keteguhan geser miring. Keteguhan lengkung (lentur) Ialah kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang berusaha melengkungkan kayu atau untuk menahan beban-beban mati maupun hidup selain beban pukulan yang harus dipikul oleh kayu tersebut.

pelincir sumbu. jenis-jenis kayu digolongkan ke dalam 5 kelas kuat yaitu: kelas kuat I sampai dengan kelas kuat V. Dalam uraian ini keuletan kayu diartikan sebagai kemmpuan kayu untuk menyerap sejumlah tenaga yang relative besar atau tahan terhadap kejutan-kejutan atau tegangan-tegangan yang berulang-ulang yang melampaui batas proporsional serta mengakibatkan perubahan bentuk yang permanen dan kerusakan sebagian. Sifat keuletan itu terutama merupakan faktor yang penting untuk menentukan kepastian suatu jenis kayu tertentu untuk digunakan sebagai tangkai alat pemukul. Suatu sifat keteguhan belah yang rendah sangat baik dalam pembuatan sirap ataupun pembuatan kayu bakar.faktor yang mempengaruhi sifat-sifat mekanik secara garis besar dapat digolongkan dalam dua kelompok yaitu: Faktor-faktor luar (eksternal) antara lain: pengawetan kayu.dinyatakan dengan istilah modulus elastisitas yang berasal dari pengujian-pengujian keteguhan lengkung statik. Keteguhan belah Sifat ini digunakan untuk menyatakan kekuatan kayu menahan gaya-gaya yang berusaha membelah kayu. Contoh: kayu ulin baik untuk pembuatan sirap. Keuletan kebalikan dari kerapuhan kayu dalam arti bahwa kayu yang ulet akan patah secara berangsur-angsur dan memberi suara peringatan tentang kerusakannya. Ukuran-ukuran yang dipakai untuk menjabarkan sifat-sifat kekuatan kayu atau sifat-sifat mekaniknya dinyatakan dalam kg/cm2.dan lain-lain. dan seterusnya. kelambaban lingkungan. Tegangan belah adalah suatu tegangan yang terjadi karena adanya gaya yang berperan sebagai baji. Dalam arti yang terakhir kekerasan kayu bersamaan keuletannya merupakan suatu ukuran tentang ketahanannya terhadap pengausan kayu. alat-alat olahraga dan lain penggunaan sebagai bagian alat untuk mengerjakan sesuatu. Kesimpulannya ialah bahwa tiap-tiap penggunaan harus disesuaikan dengan kelas kekuatannya . Misalnya kayu yang sukar dibelah. Kekerasan Yang dimaksud dengan kekerasan kayu ialah suatu ukuran kekuatan kayu menahan gaya yang membuat takik atau lekukan padanya. Perlu diketahui bahwa kebanyakan kayu lebih mudah terbelah sepanjang jari-jari (arah radial) daripada dalam arah sejajar lingkaran tahun (tangensial). Hal ini merupakan suatu pertimbangan dalam menentukan suatu jenis kayu untuk digunakan sebagai lantai rumah. Sifat kekuatan tiap-tiap jenis kayu berbeda-beda. Faktor kedua yaitu faktor dalam kayu (internal) yang bersangkutan antara lain: dan lain sebagainya. Ada pula pengertian bahwa kayu yang ulet itu adalah kayu yang tidak akan patah sebelum bentuknya berubah karena beban-beban yang sama atau mendekati keteguhan maksimumnya. dikatakan ulet. Faktor. atau kayu yang telah patah dan dilekuk bolak-balik tanpa kayu tersebut putus terlepas. pembebanan dan cacat-cacat yang disebabkan jamur serta serangga perusak kayu.sebaliknya keteguhan belah yang tinggi sangat baik untuk pembuatan jenis ukir-ukiran (patung). Untuk perumahan dapat dipakai jenis-jenis dari kelas II. Untuk penggunaan konstruksi berat dianjurkan dipakai jenisjenis kayu dengan kelas kekuatan I. Keuletan Keuletan ialah suatu istilah yan biasa dipergunakan bagi lebih dari satu sifat kayu. kayu dari kelas kuat I memiliki kekuatan lebih dari kayu kelas II. Juga dapat diartikan sebagai kemampuan kayu untuk menahan kikisan (abrasi). Berdasarkan kekuatannya. kayu sawo baik untuk pembuatan patung ataupun popor senjata dan lain sebagainya. Kekerasan dalam arah sejajar serat pada umumnya melampaui kekerasan kayu dalam arah lain. balok pengerasan.

Selain itu dapat pula menentukan pengerjaan dan pengolahan kayu.Sifat Kimia Kayu Komponen kimia kayu di dalam kayu mempunyai arti yang penting. Molekul-molekul glukosa disambung menjadi molekul-molekul besar.25%. gula bermartabat enam. bentuknya amorf. Bidang radial : bidang yang diperoleh dengan memotong kayu searah serat melalui sumbu kayu. Selulosa laksana batang-batang besi dan lignin sebagai semen betonnya. Kadar lignin dalam kayu gubal lebih tinggi daripada kayu teras.karbohidrat terdiri dari lignin  Unsur yang diendapkan dalam kayu selama proses pertumbuhan dinamakan zat ekstraktif Distribusi komponen kimia tersebut dalam dinding sel kayu tidak merata. Hemiselulosa: Sealin kedua bahan tersebut di atas. tidak berstruktur. Bahan dasar selulosa ialah glukosa. Susunan kimia kayu digunakan sebagai pengenal ketahanan kayu terhadap serangan makhluk perusak kayu. Bidang orientasi kayu Bidang tangensial : bidang yang diperoleh dengan memotong kayu tegaklurus salah satu jari-jari kayu. yang menyebabkan dinding sel menjadi kuat menyerupai beton bertulang besi.10%  Abu 0.04 – 0. Pada umumnya komponen kimia kayu daun lebar dan kayu daun jarum terdiri dari 3 unsur:  Unsur karbohidrat terdiri dari selulosa dan hemiselulosa  Unsur non.50%  Sisanya adalah oksigen. (Kadar selulosa sebaliknya). Kedua bagian ini merupakan suatu kesatuan yang erat.20 – 0. searah serat. yang terdiri dari sekitar 30% dari kayu dan bertanggung jawab untuk banyak sifat-sifatnya. Lignin: Merupakan bagian yang bukan karbohidrat. panjang dan berbentuk rantai dalam susunan menjadi selulosa. tidak melalui sumbu kayu. Komponen kimia kayu sangat bervariasi. karena dipengaruhi oleh faktor tempat tumbuh. pabrik sutera tiruan dan lain sebagainya. Komposisi unsur-unsur kimia dalam kayu adalah:  Karbon 50%  Hidrogen 6%  Nitrogen 0. kayu masih mengandung sejumlah zat lain sampai 15. Sedangkan lignin banyak terdapat dalam dinding primer dan lamella tengah. Struktur kimia lignin. Selulosa merupakan bahan dasar yang penting bagi industri. dengan rumus C6H12O6. Lignin terletak terutama dalam lamella tengah dan dinding primer. . kita dapat membedakan jenis-jenis kayu. antara lain terdapat pula lignin. Selulosa: Adalah bahan kristalin untuk membangun dinding-dinding sel. sebagai persenyawaan kimia yang jauh dari sederhana. Bidang aksial/ kepala kayu : bidang yang diperoleh dengan memotong kayu tegaklurus dengan sumbu kayu. Dinding sel tersusun oleh suatu rangka molekul selulosa. Zat ekstraktif terdapat di luar dinding sel kayu.iklim dan letaknya di dalam batang atau cabang. Kadar selulosa dan hemiselulosa banyak tedapat dalam dinding sekunder. sehingga didapat hasil yang maksimal.industry yang memakai selulosa sebagai bahan baku misalnya: pabrik kertas. karena menentukan kegunaan sesuatu jenis kayu. Juga dengan mengetahuinya.

tannin. bensin dan air. Termasuk didalamnya minyak-minyakan. warna. Zat ekstraktif tidak merupakan bagian struktur dinding sel. gula. bau dan rasa sesuatu jenis kayu Dapat digunakan untuk mengenal sesuatu jenis kayu Dapat digunakan sebagai bahan industry Dapat menyulitkan dalam pengerjaan dan mengakibatkan kerusakan pada alat-alat pertukangan. alcohol. Kadar zat ini bervariasi antara 0. lemak. Hemiselulosa dapat tersusun oleh gula yang bermartabat lima dengan rumus C5H10O5 disebut pentosan atau gula bermanfaat enam C6H12O6 disebut hexosan. Zat ekstraktif: Umumnya adalah zat yang mudah larut dalam pelarut seperti: eter. . di dalam kayu masih ada beberapa zat organik. resin. Zat ekstraktif memiliki arti yang penting dalam kayu karena: Dapat mempengaruhi sifat keawetan. semacam selulosa berupa persenyawaan dengan molekul-molekul besar yang bersifat karbohidrat. Banyaknya rata-rata 3 – 8% dari berat kayu kering tanur. tetapi terdapat dalam rongga sel.Antara lain hemiselulosa. pati dan zat wsarna.2 – 1% dari berat kayu. Zat-zat ini terdapat sebagai bahan bangunan dinding-dinding sel juga sebagai bahan zat cadangan. yang disebut bagian-bagian abu (mineral pembentuk abu yang tertinggal setelah lignin dan selulosa habis terbakar). Abu: Di samping persenyawaa-persenyawaan organik. lilin.

Keberhasilan penebangan sangat ditentukan oleh arah rebah pohon. rintangan (jenis-jenis pemanjat. b) Kondisi lapangan di sekitar pohon : kondisi lapangan ini meliputi keadaan vegetasi di sekitar pohon yang akan ditebang. maka semua kegiatan harus dihentikan. Arah rebah yang benar akan menghasilkan kayu sesuai dengan yang diinginkan dan kecelakan kerja dapat dihindari serta kerusakan terhadap lingkungan dapat ditekan. Terdapat beberapa hal yang penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan arah rebah pohon. Oleh karenanya dalam nenentukan arah rebah pohon harus berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan.mSalah Benar  Diusahakan menuju tempat yang tegakan tinggalnya relatif sedikit. pohon roboh dan parit. seperti : batu-batuan. yaitu : 1. 2.  Pada daerah yang datar. maka arah rebah diarahkan ke puncak lereng. c) Keadaan cuaca pada saat penebangan. bentuk tajuk dan keberadaan banir. Penandaan ini harus dilakukan pada setiap pohon yang dimaksud dengan menggunakan cat atau bahan lain yang tahan lama. 1979). meliputi tindakan yang diperlukan untuk memotong kayu dari tunggaknya secara aman dan efisien (Suparto. Persiapan dan pembersihan tumbuhan bawah. tunggak. Tujuan penebangan adalah untuk mendapatkan bahan baku untuk keperluan industri perkayuan dalam jumlah yang cukup danvberkualitas baik.  Arah rebah diupayakan disesuaikan dengan arah penyaradan kayu atau ke arah yang memudahkan penyaradan kayu. arah rebah pohon disesuaikan dengan bentuk tajuk dan posisi pohon. maka kayu akan rusak dan kemungkinan terjadinya kecelakaan sangat besar serta pohon yang rebah akan merusak lingkungan sekitarnya. Pada dasarnya kegiatan penebangan pohon terdiri dari 3 kegiatan. 3. yaitu : a) Kondisi pohon : kondisi pohon yang dimaksud disini adalah posisi pohon (normal atau miring): kesehatan pohon (gerowong atau terdapat cacat-cacat lain yangnmempengaruhi rebahnya pohon). Tujuannya adalah untuk mempermudah kegiatan penebangan dan mencegah terjadinya kecelakaan selama kegiatan penebangan. termasuk keadaan tumbuhan bawah. Apabila hujan turun dan angin kencang. Sebelum penebangan dimulai perlu dilakukan penandaan terhadap pohon yang akan ditebang dan pohon yang tidak boleh ditebang.Bab III Proses Produksi Kayu Sebagai Material Bangunan Penebangan dan Pemotongan TEKNIK PENEBANGAN KAYU Penebangan merupakan langkah awal dari kegiatan pemanenan kayu. Pembuatan takik rebah dan takik balas. tunggak dan batu-batuan). . Penentuan arah rebah. sedangkan apabila arah rebah yang ditentukan tidak benar. Arah rebah Pohon. lereng. Bebererapa ketentuan arah rebah yang benar adalah sebagai berikut :  Sedapat mungkin menghindari arah rebah yang banyak dijumpai rintangan.  Jika pohon terletak di lereng atau tebing.

Apabila sebatang pohon akan ditebang. Sebelum takik rebah dibuat. kapak) dan peralatan mekanis (gergaji rantai) Secara umum urutan pembuatan takik rebah dan takik balas adalah sebagai berikut : Membuat takik rebah. hasilnya berupa potongan yang disebut dengan mulut takik. yaitu serat kayu yang terjulur di atas tunggak sebagai akibat kesalahan dalam pembuatan takik rebah. Kayu engsel. maka daerah yang aman berada pada sudut 45 di kiri dan kanan garis lurus arah rebah pohon yang ditentukan. Takik rebah terdiri dari 2 bagian utama. Alas takik dibuat terlebih dahulu dengan kedalaman berkisar antara 1/5 – 1/3 diameter pohon (dbh). Macam-macam gigi gergaji antara lain : bentuk segitiga (segitiga selang datar maupun segitiga selang lengkung). Membuat takik balas. Cara pembuatan takik rebah dengan menggunakan gergaji rantai untuk kayu yang berdiameter besar berbeda dengan cara pembuatan takik rebah untuk kayu yang berdiameter kecil. Tujuan dari pengeprasan banir adalah untuk memudahkan pembuatan takik rebah dan takik balas. Takik rebah dan takik balas ini yang akan menentukan arah robohnya pohon. selanjutnya membuat atap takik dengan sudut 45 dari alas takik. Teknik Pemotongan / Penebangan Selain arah rebah pohon. sedangkan kayu besar adalah jika diameter pohon lebih besar dari panjang bilah gergaji yang digunakan. Pembuatan takik rebah dan takik balas dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat konvensional (gergai tangan. faktor yang menentukan keberhasilan penebangan adalah pembuatan takik rebah dan takik balas. Pembuatan takik rebah yang tidak benar akan mengakibatkan pohon tidak rebah ke arah yang sudah ditentukan. sedangkan tipe nomor (2) adalah tipe takik rebah yang umum digunakan pda kegiatan tebang habis di hutan jati. Kayu ini lebarnya kurang lebih 1/10 diameter.Selain menentukan arah rebah pohon. Pohon kecil yang dimaksud disini adalah diameter pohon lebih kecil dari panjang bilah gergaji yang digunakan. Setelah pembuatan alas takik. (2) tipe humbolt. yaitu alas takik dan atap takik. Kapak . Tipe takik rebah nomor (1) merupakan takik rebah yang umum digunakan pada kegiatan penebangan kayu rimba di hutan alam. tetapi cukup dengan memotong pohon secara horisontal hingga pohon yang bersangkutan rebah. Demi menjamin keselamatan penebang. untuk pohonpohon yang mempunyai banir perlu dilakukan pemotongan (pengeprasan) banir. Fungsi dari kayu engsel adalah sebagai kemudi dalam mengarahkan rebahnya pohon. Tinggi takik balas diperkirakan 1/10 diameter pohon dari garis perpanjang alas takik. Takik balas dibuat dengan cara memotong pohon secara horizontal pada ketinggian di atas sampai kayu engsel. Tipe-tipe takik rebah yang dapat digunakan antara lain : (1) tipe biasa. Pada kegiatan penjarangan umumnya penebangan dilakukan tanpa membuat takik rebah seperti di atas. yaitu memotong banir sehingga diameter pangkal mendekati diameter batang kayu. bentuk m dan hobelzhan. perlu juga ditentukan arah keselamatan bagi regu penebang. Kayu engsel merupakan bagian kayu antara takik balas dan takik rebah. luas daerah berbahaya diperkirakan 2 x tinggi pohon yang bersangkutan. (3) dan (4) tipe takik rebah yang digunakan untuk pohon yang besar. Selain itu takik rebah yang terlalu dalam akan mengakibatkan kayu rebah sebelum waktunya dan terjadi unusan. Peralatan Penebangan Peralatan non mekanis Gergaji tangan untuk 2 orang Gergaji ini dapat dibedakan berdasarkan bentuk gigi gergajinya.

yaitu kikir bulat dan kikir segitiga. tetapi merek-merek tersebut sebenarnya kurang cocok untuk postur orang Asia termasuk Indonesia. bagian punggungnya lebih tebal dari bagian matanya.Tipe kapak dapat dibedakan berdasarkan bobot kapak dan jumlah mata kapak. yaitu berupa traktor yang dilengkapi dengan peralatan pemotongan kayu yang mekanis. Perlengkapan tersebut antara lain : 1. sehingga relatif sesuai untuk ukuran tubuh orang Asia. besi atau aluminium. baik dalam kegiatan pembersihan cabang. membersihkan cabang dan kadang-kadang berfungsi sebagai pemukul baji. disamping itu jenis tersebut bobotnya terlalu berat. membuat mulut takik. Penutup telinga 7. seorang penebang seharusnya memakai perlengkapan penebangan yang lengkap. Merek-merek gergaji buatan eropa antara lain adalah STIHL. Sama dengan feller. Gergaji rantai. maka dikenal kapak bermata satu dan kapak bermata dua. Sepatu lapangan 4. Celana panjang 3. Pada tahun 1970-an jenis gergaji yang banyak digunakan adalah gergaji buatan Amerika. Feller Bunchers. dan biasanya hanya digunakan untuk menebang poon. yaitu mesin penggerak. Dolmar. Gergaji rantai buatan Eropa merupakan gergaji yang relatif ringan dan kecil. Pada saat ini model yang paling umum adalah gergaji yang terbuat dari bahan ringan. Pada dasarnya gergaji terdiri dari 3 bagian utama. Kikir. Helm pengaman 5. Jaket (pakaian) khusus yang dirancang untuk kegiatan pemotongan kayu. dsb. Alat ini dapat dibuat dari kayu. bilah pemadu (penghantar) dan rantai gergaji. Pelindung muka 6. Echo dsb. dan untuk memotong bagianbagian kayu lainnya. Sarung tangan Feller (penebang) Alat ini adalah alat penebang modern. Untuk menjaga keselamatan selama bekerja. 2. tetapi alat dirancang untuk menebang. Hosquarna. Baji Baji adalah suatu alat berbentuk segi empat dengan mata yang tidak tajam. Uran. plastik. Pioneer. Homelite. Fungsi dari kikir adalah untuk menajamkan dan merawat gigi gergaji. Bentuk kikir dapat dibedakan menjadi dua. . kekuatan mesinberkisar antara 10 – 12 HP dan panjang bilah penghantarnya antara 24 – 30 inchi. Peralatan mekanis. Berdasarkan bobotnya kapak dapat diklasipikasikan sebagai berikut : Kapak yang berat : lebih dari 1400 gram Kapak yang sedang : antara 1200 – 1400 gram Kapak yang ringan : kurang dari 1200 gram Berdasarkan jumlah mata kapak. tetapi berfungsi juga mengumpulkan kayu yang rebah ke tempat pengumpulan. penebangan maupun pembagian batang. seperti Mculloch. Kegunaan dari baji antara lain adalah untuk membentu mengarahkan rebahnya pohon dan menghindari agar gergaji tidak terjebpit. Gergaji rantai digunakan untuk membuat takik rebah dan takik balas. Harvester Alat sama dengan feller. membersihkan cabang dan membagi batang secara otomatis. Alat ini biasanya digunakan untuk pengeprasan banir.

Clipping dan Shearing Tools. Pohon-pohon yang dianggap keramat oleh masyarakat sekitar hutan. Berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI). Kegunaan alat ini terutama untuk memotong pohon dalam rangka membuat jalan strip. Alat pemotong dari alat tebang ini berupa pisau atau gunting. Pohon inti (diberi tanda dengan cat warna kuning). Sedangkan pohon-pohon yang tidak boleh ditebang adalah sebagai berikut : 1. 4. pohon-pohon pada jarak 100 m dari daerah yang mengandung nilai estetika (keindahan) dan semua pohon pada jarak 200 m dari tepi sungai/pantai. agathis. Dengan demikian tidak diperkenanankan melakukan penebangan di luar RKT yang telah disyahkan. Pohon-pohon yang tidak diberi tanda silang. Pohon-pohon yang akan ditebang ini harus diberi tanda silang warna merah dan tanda arah rebah pada pohon yang bersangkutan. jalur vegetasi sepanjang jalan raya/propinsi. . Semua pohon yang berjarak (radius) 50 m dari sumber mata air. 3. Ketentuan Penebangan dalam Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) Dalam kegiatan penebangan di hutan alam di luar Jawa perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan yang telah berlaku. dll) sesuai dengan batas diameter yang ditetapkan. disebutkan bahwa pohon yang ditebang adalah pohon-pohon jenis komersial (seperti meranti. Selain itu pohon-pohon tersebut berada pada Rencana Karya Tahunan (RKT) yang telah disyahkan dan dilakukan pada setiap blok secara berurutan. Batas diameter yang diijinkan adalah 50 cm ke atas untuk hutan produksi tetap dan 60 cm ke atas untuk hutan produksi terbatas. 2. saka alam atau suaka margasatwa. Pohon-pohon yang dilindungi.

1. yaitu pengeringan alami (di udara terbuka) dan pengeringan buatan.Pengeringan Kayu PENGERINGAN KAYU Tujuan dari pengeringan kayu adalah :      Menghasilkan kestabilan dimensi kayu. Kadar air awal kayu. 2. Cacat yang timbul sulit untuk di perbaiki. 3. Memerlukan waktu yang relative lama. makin lama pengeringannya. 4. Penumpukan kayu .tergantung dari besar kecilnya curah hujan. Mempermudah proses pengerjaan selanjutnya. semakin kecil ukuran kayu semakin cepat kering. Makin basah kayu yang akan di keringkan. jika suhu udara tetap dan lengas udara makin rendah. Ukuran kayu. Letak kayu pada batang.kayu lunak akan lebih cepat kering dibandingkan kayu keras. maka kayu cepat kering. Keuntungan dari cara pengeringan ini adalah: 1. Kapasitas pengeringan bias di buat besar ( tergantung lahan yang kita miliki) Bahan yang digunakan adalah tenaga alam ( udara & matahari ) Kerugian dari cara ini: 1. intensitas penyinaran matahari dan ada atau tidaknya kabut. gubal kayu akan lebih cepat kering dibandingkan teras kayu. Pengeringan Alami ( Kering udara). kecepatan pengeringan tergantung dari beberapa factor yaitu:        Komdisi Cuaca. Lengan udara. 2. 3. Memerlukan areal yang cukup luas. Membuat kayu menjadi ringan. Biaya relatife murah Tanpa menggunakan peralatan yangmahal.makin tinggi suhu udara makin cepat udara mengering. Pengeringan kayu dapat dilakukan dengan dua cara. Pelaksanaanya mudah sehingga tidak memerlukan tenaga ahli. Suhu udara. 5. Menambah kekuatan kayu. Mencegah serangan jamur dan bubuk kayu. Panas yang di gunakan adalah sinar matahari cara pengeringan adalah menumpuk dengan cara tertenu. Kekerasan kayu.

bidang sentuh kecil dan karena letak kayu miring maka tidak terjadi endapan air pada kayu sehingga lebih mudah mengering. pengeringan bias lebih cepat kecuali pada bagian yang bersentuhan. Lantai dasar dibuat agak miring agar air hujan cepat mengalir.  Panas yang digunakan adalah uap air yang dialirkan kedalam peralatan yang sudah di sediakan. penumpukan cara seperti ini memerluka lahan untuk penumpukan yang relative luas.  Waktu lebih singkat.  Tidak memakan tempat yang luas.00 m dan bagian atas di beri tutup dan pemberat. Cara penumpukan. 1.  Kelembaban udara. b) Penumpukan segi tiga. suhu dan sirkulasi udara bias diatur. menggunakan kayu ganjal antara papan. tumpukan miring keluar 10 derajat. .bisa dengan cara penumpukan silang atau sandar. b) Penumpukan horizontal. Sumber hama penyakit harus di hilangkan.  Kadar air akhir dari kayu bias diatur disesuakan kebutuhan.Penumpukan bersilang.  Tinggi tumpukan maximum 3. Cara penympukan kayu diantaranya adalah: a) Penumpukan Vertikal.  Kontinuitas produksi bias diatur sesuai kebutuhan. Antara tumpukan yang satu dengan yang lain harus ada ruang yang kosong untuk sirkulasi udara dan memudahkan pengambilan atau penumpukan baru. Compartment Klin.  Keuntungan menggunakan pengeringan buatan.  Untuk papan penumpukan dengan mnggunakan ganjal di samping.  Terjadinya cacat kayu bias dihindarkan. 1. pengeringan lambat karena bidang permukaan tertutup oleh kayu lain.Penumpukan kayu untuk peroses pengeringan harus memenuhi persyaratan tertentu agar tidak cepat rusak. Ada beberapa cara yaitu : Penumpukan sejajar: umumnya digunakan untuk papan ada kolong minimal 50 cm. Tidak beratap hingga cocok untuk kayu yang tidak mudah retak/pecah.  Mutu hasil produksi lebih baik  Macam Pengeringan Buatan. memakai atap yang terbuat dari kayu atau seng. persyaratan tersebut adalah:     Tempat harus tinggi dan datar sehingga sehingga tidak tergenang oleh air pada waktu hujan. Jarak timbunan kayu dari lantai minimal 50 cm. Pengeringan Buatan. a) Penumpukan persegi.

Hanya mempunyai 1 pintu. Perlu diperhatikan untuk tidak menaikkan temperatur terlalu cepat ke dalam chamber. Antara 12 . Waktu yang dibutuhkan hingga kayu kering pada level tertentu sangat bervariasi. Lagipula pada suhu ini serangga pemakan kayu yang mungkin masih berada di dalam kayu tidak akan bertahan hidup pada suhu ini. sama sekali tanpa penjagaan. peralatan bantu dan alat ukur misalnya sangat penting dilakukan.Kadar air kayu yang diinginkan. Bisa dimulai dari 50 °C selama beberapa hari kemudian dinaikkan sedikit demi sedikit hingga 80 °C. tergantung dari jenis kayu dan kekerasannya.    Tingkat kekeringan kayu sama. Perlu ada pengawasan selama 24 jam di dalam proses pengeringan. Berbentuk trowongan. Uap panas ini membuat sehu udara di dalam Kiln Dry chamber meningkat. Cara Inspeksi ruang Kiln Dry Lakukanlah inspeksi ruang pengeringan sebelum anda mulai membuat tumpukan. Kecepatan pengeringan dari system klin ini bergantung dari: Kadar air awal dari kayu. Jenis kayu lain kadang membutuhkan waktu hingga 30 hari. Mengapa? Selain pengeringan tidak terlalu cepat karena uap air 'dipaksa' keluar terlalu cepat. 2. Arah pergerakan udara berlawanan dengan arah lori. Distribusi uap panas bisa mulai dilakukan setelah pintu kiln dry tertutup. karena ukuran . batas suhu udara ini juga akan menghindarkan kita dari bahaya kebakaran. Progresife Klin. Ketebalan kayu. Mutu alat klin itu sendir sumber: mata kuliah teknologi bahan bangunan. Pintu ini dibuat agar kita tidak perlu membuka pintu utama sehingga ketetapan suhu akan senantiasa terjaga. Arah pergerakan udara melintang klin. Pintu 2 buah. Tidak memerlukan ruangan yang besar. Bagaimana Proses Ini Berjalan? Boiler menyalurkan uap panas ke dalam ruang pengeringan dengan kecepatan tertentu dan suhu tertentu. Pemeriksaan terhadap kondisi ruang pengeringan. Sirkulasi udara. humidity dan juga MC kayu secara berkala. Kita bisa memantau perkembangan pengeringan dan ada orang yang menjaga kestabilan suhu dengan menjaga tungku pembakaran (boiler) tetap menyala. Itulah mengapa sangat penting untuk tidak meninggalkan kiln dry yang sedang bekerja. Ruang kiln dry biasanya didesain memiliki sebuah pintu kecil (bisa di depan atau di belakang) untuk kontrol suhu udara. Temperature ini selama pengalaman saya adalah level aman untuk kiln dry. Yang paling penting adalah untuk menjaga kestabilan suhu udara ini selama beberapa hari hingga level MC memenuhi syarat.18 hari hingga MC level berada pada 10-14 %. Jenis kayu yang diinginkan. Kiln Dry yang lebih baik memiliki jarum pengukur dan meteran di dalam ruangan sehingga tidak perlu membuka & menutup pintu berulang kali.           Tingkat kekeringan kayu berbeda.

Itulah mengapa sangat penting memperhatikan cara penumpukan di dalam ruang KD. Terkecuali bila anda telah memperhitungkan biaya tersebut seminimal mungkin sehingga berapapun volume kayu tidak akan membuat anda rugi. Suhu panas tersebut membuat kayu 'berkeringat' dan melepaskan kandungan air ke udara. (lihat skema gambar) Kayu kering (dried sawn timber) setelah keluar ruang KD harus diletakkan di area yang terlindung dari panas dan hujan. . alat kerja dan energi pemanasan. sebaiknya kapasitas setiap ruangan tidak kurang dari 25 M3. Paling tidak bangunan yang beratap dan tidak bocor. Volume kayu ini tidak seimbang dengan biaya yang dibutuhkan untuk proses penumpukan.dan colume ruang yang besar. Agar udara panas tersebut berjalan melalui sela-sela tumpukan kayu. Terdapat kipas lain yang bertugas untuk mengalirkan udara lembab (dari 'keringat kayu') keluar ruangan kiln dry. terdapat kipas di dalamnya untuk membuat aliran sirkulasi udara panas merata di dalam ruangan. Akan lebih baik kalau terdapat dinding dengan ventilasi udara yang baik. Proses ini berjalan terus menerus hingga sebagian besar kandungan air di dalam kayu 'terhisap' ke udara bebas. Tidak Kurang Dari 25 M3/chamber Apabila anda ingin membangun kiln dry baru.

belum tentu mampu menahan serangan bubuk. Kayu. dll. Ada kalanya pada satu jenis kayu terdapat keawetan yang berbeda.scribd.Pengawetan Kayu BAHAN PENGAWET KAYU A. BASICUIT 75.PERSYARATAN BAHAN PENGAWET Bahan pengawet kayu haruslah memenuhi persyaratan umum yaitu : 1. BRASH 25. Dengan kata lain: keawetan kayu ialah daya tahan suatu jenis kayu terhadap factor-faktor perusak yang datang dari luar tubuh kayu itu sendiri. 7. Kayu dikatakan awet bila mempunyai umur pakai lama. Demikian pula kayu yang dianggap awet bila dipakai di Indonesia. Mudah diperoleh 10. Mudah dikerjakan 9. Beberapa obat pengawet kayu yang dinyatakan lulus antara lain : 1.BC 2. BASI BLUE 100. BASILIEUM 505. Murah C. Serangga perusak kayu juga berpengaruh besar. ataupun tempat lain yang berhubungan langsung dengan tanah. Tidak menimbulkan karat 5. Misalnya keawetan kayu meranti tidak akan sama dengan keawetan kayu jati.WG 5. disebabkan oleh perbedaan ekologi tumbuh dari pohon tersebut.com/doc/55979149/BAHAN-PENGAWET-KAYU Keawetan kayu berhubungan erat dengan pemakaiannya. Pemakaian kayu menentukan pula umur keawetannya. sedangkan kayu gubalnya kurang diperhatikan. Kayu diselidiki keawetannya pada bagian kayu terasnya.3 JENIS BAHAN PENGAWET KAYU 1. Beracun terhadap perusak kayu (jamur dan serangga) 2. belum pasti dapat bertahan lama bila digunakan di laut.OBAT PENGAWET KAYU Bahan pengawet kayu yang dapat beredar. Bahan pengawet larut air B. Bahan pengawet berupa minyak 2. Tidak mudah luntur 4. Oleh karena itu tiap-tiap jenis kayu mempunyai keawetan yang berbeda pula. Kayu yang mampu menahan serangga rayap tanah. BASILIT 97. Daya tembus tinggi 3.EG 6.PA 3. http://www. Bahan pengawet larut minyak 3. Kayu berumur pakai lama bila mampu menahan bermacam-macam factor perusak kayu. . yang telah lulus dari Komisi Pestisida Departemen Pertanian.EC 4. Tidak berbahaya bagi manusia 6. Mudah diangkut 8. yang awet dipakai dalam konstruksi atap. Tidak mempertinggi daya kebakaran 7.

Macam-macam jamur antara lain: jamur pelapuk kayu. Yang termasukfaktor mekanik antara lain: pukulan.  Faktor kimia. kebanyakan serangan perusak ini sangat cepat menurunkan nilai keawetan dan umur pakai kayu. Sifat utama kerusakan oleh jamur ialah pelapukan dan pembusukan kayu. udara. panas matahari. Semua yang termasuk faktor fisik itu mempercepat kerusakan kayu bila terjadi penyimpangan. ada juga yang melapukkan kayu. dan lain sebagainya. api. Misalnya bila kayu tersebut terusmenerus kena panas maka kayu akan cepat rusak. Umumnya hidup sangat subur di daerah lembab. Adapun jenis-jenis perusak kayu makhluk hidup antara lain: Jenis jamur (cendekiawan atau fungi). Jamur terkenal sebagai perusak kayu kering. . Hidupnya sebagai parasit terhadap makhluk lain. Faktor mekanik berhubungan erat sekali dengan tujuan pemakaian. Ada jenis yang langsung memakan komponen kayu tersebut. pengaruh asam dan basa. Yang termasuk factor fisik antara lain: suhu dan kelembaban udara. Dalam hal ini perlu diketahui apakah factor penyebabnya. terdiri atas proses kerja alam atau akibat tindakan manusia. lignin dan hemiselulosa. Unsur kimia perusak kayu antara lain: pengaruh garam. misalnya jamur biru (blue stain). ialah jenis tumbuhan satu sel. mmengubah susunan kimia kayu. yang berkembang biak dengan spora. ialah keadaan atau sifat alam yang mampu merusak komponen kayu sehingga umur pakainya menjadi pendek. gesekan. tarikan. juga mempunyai pengaruh besar terhadap umur pakai kayu. Adapun factor penyebab kerusakan digolongkan menjadi: Penyebab non-makhluk hidup terdiri dari:  Faktor fisik  Faktor mekanik  Faktor kimia Penyebab makhluk hidup terdiri dari:  Jenis jamur (aneka macam)  Jenis serangga (aneka macam)  Jenis binatang laut (aneka macam) Penyebab non-makhluk hidup:  Faktor non-makhluk hidup ialah pengaruh yang disebabkan oleh unsure pengaruh alam dan keadaan alam itu sendiri. tapi ada juga kayu yang hanya berubah warnanya menjadi kotor.  Faktor fisik. jamur pelunak kayu dan jamur pewarna kayu.FAKTOR-FAKTOR PERUSAK DALAM PENGAWETAN KAYU Keawetan kayu dikatakan rendah. dan air. Jenis-jenis serangga sering melubangi kayu untuk memakan selulosa dan selanjutnya menjadikan tempat bersarang. tekanan. bila dalam pemakaian tidak tercapai umur yang diharapkan sesuai dengan ketentuan kelas awet.  Faktor mekanik. Penyebab kerusakan oleh makhluk hidup: Makhluk hidup perusak kayu beraneka macam. tetapi ada pula yang hanya merusak kayu dengan mengubah warna menjadi kebiru-biruan kotor. Faktor ini bekerja mempengaruhi unsure kimia yang membentuk komponen seperti selulosa.

mengingat sumber kayu di Indonesia memiliki potensi hutan yang cukup luas dan banyak dengan aneka jenis kayunya.Jenis serangga. Adanya industri pengawetan kayu akan memberi lapangan pekerjaan. Macam-macam serangga perusak kayu antara lain: rayap tanah. selain itu harganya cukup mahal. 3. terutama di daerah tropic misalnya: Indonesia. terkenal dengan nama Marine borer. sehingga pengangguran dapat diatasi. PRINSIP-PRINSIP DALAM PENGAWETAN KAYU . Setelah diketahui bahwa faktor utama perusak kayu ialah makhluk hidup tertentu. Filipina. Umur penggunaan kayu yang pendek dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan. Semua industri pengawetan kayu umumnya menggunakan prinsip ini. hanya macam bahan pengawet berikut cara atau proses memasukkannya yang berbeda. Caranya ialah dengan memasukkan kayu secara umum berarti: usaha manusia untuk menaikkan keawetan kayu dan umur pakainya. Malaysia. Di lain pihak dengan pengawetan kayu orang berusaha mendapatkan keuntungan financial. Kayu yang memiliki kelas keawetan alami tinggi sangat sedikit. pengawetan kayu berarti: memasukkan bahan racun ke dalam kayu. Kayu berkelas keawetan III sampai dengan V cukup banyak dan mudah didapat dalam jumlah banyak dan cara pengerjaannya pun lebih mudah. sehingga penggunaan kayu dapat lebih lama. Kayu yang dipasang di air asin akan mengalami kerusakan yang lebih hebat daripada kayu yang dipasang di tempat lain. Oleh karena itu pengawetan kayu selalu ditujukan pada kayu yang berkeawetan rendah. Memanfaatkan pemakaian jenis-jenis kayu yang berkelas keawetan rendah dan sebelumnya belum pernah digunakan dalam pemakaian. Nilai pakai kayu itu sendiri akan lebih awet dan tahan terhadap perusak-perusak yang telah dijelaskan di muka. hanya faktor keawetannya saja yang kurang. karena adanya zat ekstraktif yang merupakan racun bagi binatang laut. dan lain-lain. Sehingga lebih efisien bila diawetkan terlebih dahulu. sehingga keperluan akan kayu lebih terpenuhi. dan lain-lain. Selain itu segi keindahannya cukup tinggi. Tujuan pengawetan kayu: 1. Tapi yang terpenting. Serangga tersebut makan dan tinggal di dalam kayu. merupakan perusak kayu yang sangat hebat. antara lain: kayu lara. Prinsip memasukkan bahan pengawet (wood preservative) sampai saat ini menunjukkan hasil yang terbaik. Jenis-jenis kayu inilah yang perlu ditingkatkan daya tahannya dalam pemakainnya. 2. Akan tetapi. 2. yaitu jenis-jenis serangga. Jenis binatang laut. Alasan manusia melakukan pengawetan kayu karena: 1. Hampir semua jenis kayu mudah diserang oleh binatang laut. rayap kayu kering. dan sulit didapat dalam jumlah banyak. jelas bahwa kayu dapat dilindungi dengan cara mengawetkan. kayu ulin. sebagai pelindung terhadap makhluk-makhluk perusak kayu yang datang dari luar. dan serangga bubuk kayu. Pengawetan kayu dari segi ilmiah teknis juga merupakan usaha untuk memperbesar sifat keawetan kayu. ada pula beberapa jenis kayu yang memiliki factor ketahanan. kayu giam. Untuk memperbesar keawetan kayu sehingga kayu yang mulanya memiliki umur pakai tidak panjang menjadi lebih panjang dalam pemakaian. jamur dan binatang laut.

Pengawetan remanen umumnya hanya menggunakan metode pelaburan dan penyemprotan. Ada 2 macam metode pengawetan yang pokok: 1. seng(Zn).      Pengawetan metode sederhana : metode rendaman metode pencelupan metode pemulasan metode penyemprotan metode pembalutan 2.Untuk pengawetan yang baik perlu diperhatikan prinsip prinsip di bawah ini:  Pengawetan kayu harus merata pada seluruh bidang kayu. tergantung bahan pengawet yang dipakai serta penetrasi dan retensi yang diinginkan. Adapun bahan pengawet yang dapat dipakai untuk pengawetan remanen (sementara). fluor(F).  Faktor perlatan yang dipakai serta manusia yang melaksanakannya. maka bekas pemotongan harus diberi bahan pengawet lagi. dan lain-lain).  Faktor waktu yang digunakan. dibor. dan lain-lain. sedangkan pengawetan tetap dapat menggunakan semua metode. meliputi jenis kayu.  Penetrasi dan retensi bahan pengawet diusahakan masuk sedalam dan sebanyak mungkin di dalam kayu.  Dalam pengawetan kayu bahan pengawet harus tahan terhadap pelunturan (faktor bahan pengawetnya). sehingga terbukanya permukaan kayuu yang sudah diawetkan. Tidak semua bahan pengawet akan baik digunakan dalam pengawetan .  Faktor kayu sebelum diawetkan. antara lain: arsen(As). JENIS PENGAWETAN KAYU Pengawetan remanen atau sementara (prophylactis treatment) bertujuan menghindari serangan perusak kayu pada kayu basah (baru ditebang) antara lain blue stain. Borax. kayu tidak boleh diproses lagi (diketam ataupun digergaji. tembaga(Cu). chroom(Cr). Yang perlu diperhatikan dalam pengawetan. Bila terpaksa harus diolah. Bahan pengawet yang dipakai antara lain NaPCP (Natrium Penthaclor Phenol). Pengawetan permanent bertujuan menahan semua faktor perusak kayu dalam waktu selama mungkin. kadar air kayu. Sehingga pengawetan dapat lebih efektif dan waktu pemakaiannya dapat selama mungkin. bubuk kayu basah dan serangga lainnya. Pengawetan metode khusus :  metode proses sel penuh  metode proses sel kosong BAHAN PENGAWET KAYU Bahan pengawet kayu ialah bahan-bahan kimia yang telah diketemukan dan sangat beracun terhadap makhluk perusak kayu. baik untuk dolok maupun kayu gergajian basah.  Metode pengawetan yang digunakan. zat ekstraktif yang dikandung oleh kayu serta sifat-sifat lainnya. Gammexane.

perekat. Bersifat toleran terhadap bahan-bahan lain. Macam-macam bahan pengawet kayu menurut bahan pelarut yang digunakan:  Bahan pengawet yang larut dalam air. 9. misalnya: logam. 8. Bersifat permanent tidak mudah luntur atau menguap. Kayu yang akan digunakan di tempat yang berhubungan dengan air laut umumnya diawetkan dengan penggunaan tipe CCA (tembaga-chroom-arsen) atau dengan creosot. dan lain-lain. diangkut. digunakan tipe bahan pengawet larut air tapi tidak mudah mengubah warna kayu tersebut. 2. serta mudah didapat.  Mudah luntur. Dalam penggunaan harus diperhatikan. Tidak merusak sifat-sifat kayu: sifat fisik. mekanik. yang memiliki kadar racun yang tinggi. 1. perlu adanya bahan pengawet yang tidak mengganggu kesehatan manusia. Tidak berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan. Syarat-syarat kesehatan. carbolineum. Bersifat racun terhadap makhluk perusak kayu. tapi masih dapat diencerkan dengan bermacammacam minyak. Mudah masuk dan tetap tinggal di dalam kayu. menggunakan air biasa sebagai bahan pengencer. menggunakan minyak sebagai bahan pengencer. Untuk kayu yang dipakai di luar ruangan.  Makhluk perusak kayu apa yang terdapat di tempat tersebut. larutan pekat. Bagi kayu untuk bangunan di bawah atap. 5. dan tepung. 3. Tidak mudah terbakar maupun mempertinggi bahaya kebakaran.kayu. Pada waktu memilih bahan pengawet kayu harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut:  Di mana kayu itu akan dipakai setelah diawetkan. Tidak mempengaruhi kembang susut kayu.  Kayu yang sudah diawetkan masih dapat di-finishing (politur atau cat) setelah kayu tersebut dikeringkan terlebih dahulu.  Penetrasi dan retensi bahan pengawet cukup tinggi masuk ke dalam kayu. 7. Bahan pengawet larut air:  Tipe bahan pengawet ini memiliki sifat-sifat umum sebagai berikut:  Dijual dalam perdagangan berbentuk garam. Mudah dikerjakan.  Bahan pengawet yang berupa minyak. dan murah. dan kimia. 4. politur. sifat-sifat bahan pengawet agar sesuai dengan tujuan pemakaian. Dalam praktek biasanya diperhatikan sifat-sifat mana yang perlu tergantung pada tujuan pemakaian kayu itu nantinya. . perlu diambil bahan pengawet yang tidak mudah luntur dan cukup beracun bagi jamur. Faktor-faktor sebagai syarat bahan pengawet yang baik: 1. Pada kayu yang akan digunakan di tempat yang lembab dengan resiko serangan perusak kayu yang hebat. Bahan pengawet yang mengandung garam arsen umumnya digenakan untuk serangan serangga yang hebat. 6. tidak mempengaruhi cat.  Bahan pengawet yang larut dalam minyak. dan cat/finishing.  Tidak mengotori kayu. Tentunya tidak semua sifat-sifat di atas dimiliki oleh sesuatu jenis bahan pengawet.

 Sulit di-finishing karena lapisan minyak yang pekat pada permukaan kayu. bubuk (tepung). Bahan pengawet larut minyak: Sifat-sifat umum yang dimiliki sebagai berikut:  Dijual dalam perdagangan berbentuk cairan agak pekat. dilarutkan lebih dahulu dalam pelarut-pelarut antara lain: solar. Dianjurkan. Dieldrien. Greensalt. setelah kayu perabot tersebut diawetkan dan dikeringkan.  Penetrasi dan retensi agak kurang. Konsentrasi larutan dapat berbeda-beda tergantung tujuan pemakaian kayu setelah diawetkan (rata-rata 5-10%). perlu juga dipertimbangkan faktor ekonomisnya. Dowicide. selanjutnya di-finishing. orang lebih cenderung menggunakan bahan pengawet yang lain dalam arti mudah dan praktis.  Warnanya gelap dan kayu yang diawetkan menjadi kotor. Napthaline. 2. Tributyltin-oxide. minyak disel.  Tidak mudah luntur. Penggunaannya diusahakan dijauhkan dari hubungan manusia.  Memiliki bau tidak enak dan dapat merangsang kulit (alergis).  Daya cegah terhadap makhluk perusak kayu cukup baik. dan lain-lain. residu.Jenis ini baik digunakan untuk mengawetkan kayu yang akan digunakan di dalam rumah (perabot. Borax. Pada waktu akan digunakan. Solignum. Nama-nama bahan pengawet dalam perdagangan antara lain: Tanalith C. Banyak cara pengawetan yang dapat dilaksanakan. Bahan pengawet berupa minyak: Sifat-sifat yang dimiliki oleh bahan pengawet berupa minyak sama dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh bahan pengawet larut minyak. Carbolineum. Superwolman C. 3.  Mudah terbakar. Celcure. Restol. Nama-nama perdagangan yang terkenal antara lain: Creosot.  Bersifat menolak air. Pemilihan cara pengawetan selain tergantung dari faktor tempat kayu nantinya akan digunakan/dipasang. sebab minyak tidak dapat bertoleransi dengan air. Xylamon. disebabkan tidak adanya toleransi antara minyak dan kandungan air pada kayu. Nama-nama perdagangan bahan pengawet larut minyak antara lain: PCP (Pentha Chlor Phenol). sebab kayu cenderung untuk membasah (sifat higroskopis). TEKNIK PENGAWETAN KAYU Teknik atau cara pengawetan yang digunakan akan berpengaruh terhadap hasil atau umur pemakaian kayu. dan Aldrin. Asam Borat. mulai cara sederhana sampai kepada cara yang relative sukar dengan peralatan yang mahal (modern). Anticelbor. Rentokil. Cu-Napthenate. dan lain-lain) yang umumnya terletak di bawah atap. dan lain-lain. Gunanya untuk menutup permukaan kayu agar bahan pengawet tidak terpengaruh oleh udara lembab. Umumnya penggunaan bahan pengawet larut minyak dan berupa minyak tidak begitu luas dalam penggunaan. karena baunya tidak enak dan mengotori tempat. Penggunaannya dengan metode tertentu. dan lain-lain. daya pelunturannya rendah. Pendrex. . Cuprinol. Brunophen. Boliden.

Karena itu diberi beban pemberat dan sticker. terutama bila menggunakan bahan pengawet berupa minyak atau larut minyak dengan cara tekanan/vakum (kadar air yang dikandung sekitar 20-25%). metode serta alat untuk pelaksanaan pengawetan. rendaman panas. sebab akan membuka permukaan kayu yang telah terlapisi bahan pengawet. Kecuali cara pengawetan khusus. Bila pengerjaan lanjutan terpaksa harus dilakukan maka bagian yang terbuka dan tidak tembus bahan pengawet perlu dilabur bahan pengawet secara merata. Cara rendaman panas dan dingin lebih baik dari cara rendaman panas atau rendaman dingin saja. sebanyak mungkin ke dalam kayu secara merata sesuai dengan jumlah retensi yang diperlukan. tidak diperkenankan dipotong. dengan waktu hanya beberapa menit bahkan detik. Waktu pengawetan (rendaman) kayu harus seluruhnya terendam. antara lain rendaman dingin. diserut. maka bahan pengawet dialirkan ke bak berisi kayu tersebut. ataupun pengerjaan lain setelah diawetkan. Kayu yang diawetkan dengan cara ini dapat digunakan untuk bangunan di bawah atap dengan penyerang perusak kayunya tidak hebat. Sortimen kayu atau bentuk kayunya (kayu gergajian atau dolok). tempat kayu akan digunakan kemudian. Bila jumlah kayu yang akan diawetkan cukup banyak. Penetrasi dan retensi bahan pengawet lebih dalam dan banyak masuk ke dalam kayu.Kayu dianjurkan dalam bentuk siap pakai. Setelah kayu siap dengan beban pemberat dan lain-lain. Kelemahan cara ini: penetrasi dan retensi bahan pengawet tidak memuaskan.Menyiapkan kayu yang akan diawetkan:     Setiap cara pengawetan bertujuan memasukkan bahan pengawet sedalam. Ada beberapa macam pelaksanaan rendaman. selama beberapa jam atau beberapa hari. dibelah.   CARA PENGAWETAN KAYU  Cara rendaman: kayu direndam di dalam bak larutan baha pengawet yang telah ditentukan konsentrasi (kepekatan) bahan pengawet dan larutannya. karena proses difusi. kayu tidak perlu dikuliti. tidak berbeda dengan cara penyemprotan dan pelaburan (pemolesan). Larutan bahan pengawet berupa garam akan memberikan hasil lebih baik daripada bahan pengawet larut minyak atau berupa minyak. kemudian diberi saluran penghubung). Hanya melapisi permukaan kayu sangat tipis. Kayu harus bebas kulit dan kotoran. Bahan peengawet. Cara rendaman dingin dapat dilakukan dengan bak dari beton. Cara ini umumnya dilakukan di industri-industri penggergajian  . Sedangkan cara rendaman panas atau rendaman panas dan dingin lazim dilakukan dalam bak dari logam. kayu atau logam anti karat. Cara pencelupan: kayu dimasukkan ke dalam bak berisi larutan bahan pengawet dengan konsentrasi yang telah ditentukan. perlu disediakan dua bak rendaman (satu bak untuk merendam dan bak kedua untuk membuat larutan bahan pengawet. Agar diperoleh hasil pengawetan yang baik perlu diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut: Kayu harus cukup kering sebelum diawetkan. dan rendaman panas dan rendaman dingin. Faktor perusak kayu. jangan sampai ada yang terapung.

Hasil pengawetan ini akan lebih baik baila kayu yang akan diawetkan dalam keadaan kering dan bahan pengawetnya dipanaskan lebih dahulu. penembusan bahan pengawet tentu lebih dalam. yang dilaburkan/diletakkan pada permukaan kayu yang masih basah.  Dilakukan pengisapan udara (vakum) dalam tangki sampai 60 cm/Hg. Urutan kerja pada proses pengawetan sel penuh :  Kayu dimasukkan ke dalam tangki pengawet. Proses sel kosong antara lain : Proses Rueping Proses Lowry Keduanya berbeda pada pelaksanaan permulaan.  untuk mencegah serangan jamur blue stain. Untuk pengawetan kayu yang sudah terpasang. selama kira-kira 90 menit. c. . Cara pemulasan dan penyemprotan : cara pengawetan ini dapat dilakukan dengan alat yang sederhana. Bila dalam kayu terdapat retak-retak. Beberapa jam kemudian tekanan dihentikan dan bahan pengawet dikeluarkan dan dilakukan vakum selama 10 menit untuk membersihkan permukaan kayu dari larutan bahan pengawet. 1. Proses vakum dan tekanan (cara modern) : Proses ini ada 2 macam menurut kerjanya : Proses sel penuh antara lain : Proses Bethel Proses Burnett 2. Pengawetan sementara (prophylactic treatment) di daerah ekploatasi atau kayu-kayu gergajian untuk mencegah serangan jamur atau bubuk kayu basah. kemudian dinaikkan sampai sekitar 7-8 atmosfer. Proses Rueping langsung memasukkan bahan pengawet dengan tekanan sampai ± 4 atmosfer. Cara pembalutan : cara pengawetan ini khusus digunakan untuk mengawetkan tiang-tiang dengan menggunakan bahan pengawet bentuk cream (cairan) pekat. b. Cara pengawetan ini hanya dianjurkan bila serangan perusak kayu tempat kayu akan dipakai tidak hebat (ganas). Untuk membunuh serangga atau perusak kayu yang belum banyak dan belum merusak kayu (represif). Cara pengawetan ini hanya dipakai untuk maksut tertentu. Bahan pengawet yang masuk dan diam di dalam kayu sangat tipis. Sedangkan pada proses lowry tidak digunakan tekanan awal. agar udara dapat keluar dari dalam kayu. Bahan pengawet yang dipakai Natrium Penthachlorophenol. tapi tekanan langsung sampai 7 atmosfer. URUTAN KERJA DALAM PENGAWETAN Ada dua macam urutan kerja pada proses pengawetan kayu : 1. yaitu : a. tangki ditutup rapat agar jangan terjadi kebocoran. Selanjutnya dibalut sehingga terjadilah proses difusi secara perlahan-lahan ke dalam kayu.

terlebih dengan rendaman dingin Peralatan mudah terkena karat Pada proses panas.hati kayu bisa terbakar Kayu basah agak sulit diawetkan . sedangkan pada sel kosong hanya mengisi ruang antar sel. Urutan kerja pada proses pengawetan sel kosong :  Kayu dimasukkan ke dalam tangki pengawet.  Dilakukan vakum terakhir sampai 40 cm/Hg.  Proses penekanan dihentikan dan bahan pengawet kayu dikeluarkan dari tangki kembali ke tangki persediaan. 2. selama 10 – 20 menit. larutan pengawet kayu dimasukkan ke dalam tangki pengawet hingga penuh. bila tidak hati .  Kemudian tekanan ditingkatkan sampai 7 – 8 atmosfer selama beberapa jam  Tekanan dihentikan dan bahan pengawet dikeluarkan. tangki ditutup rapat. Sambil vakum dipertahankan. larutan bahan pengawet dimasukkan ke dalam tangki pengawet hingga penuh. Metode Rendaman Keuntungan : Penetrasi dan retensi bahan pengawet lebih banyak Kayu dalam jumlah banyak dapat diawetkan bersama Larutan dapat digunakan berulang kali (dengan menambah konsentrasi bila berkurang) Kerugian : Waktu agak lama. selama 10 – 15 menit. proses vakum dihentikan kemudian diganti dengan proses tekanan sampai sekitar 8 – 15 atmosfer selama kurang lebih 2 jam.  Sementara tekanan udara dipertahankan. selama 10 menit untuk membersihkan permukaan kayu dari kelebihan bahan pengawet.  Setelah penuh.  Tanpa vakum.  Perbedaan proses sel penuh dan sel kosong ialah sebagai berikut : pada proses sel penuh bahan pengawet dapat mengisi seluruh lumen sel. langsung pemberian tekanan udara sampai 4 atmosfer.  Dilakukan vakum 60 cm/Hg. dengan maksud untuk membersihkan permukaan kayu dari bahan pengawet. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN METODE PENGAWETAN KAYU A.

mudah penggunaannya Biaya relatif murah Kerugian : Penetrasi dan retensi bahan pengawet kecil Mudah luntur D. waktu membalut lama Membahayakan mahluk hidup sekitarnya (hewan dan tanaman) E. Metode Pembalutan Keuntungan : Peralatan sederhana Penetrasi lebih baik.B. Metode Pelaburan dan Penyemprotan Keuntungan : Alat sederhana. hanya waktu agak lama Digunakan untuk tiang-tiang kering ataupun basah Kerugian : Pemakaian bahan pengawet boros Jumlah kayu yang diawetkan terbatas. Metode Vakum dan Tekanan Keuntungan : Penetrasi dan retensi tinggi sekali (memuaskan) Waktunya relatif singkat sekali Dapat mengawetkan kayu basah dan kering Kerugian : . Metode Pencelupan Keuntungan : Proses sangat cepat Bahan pengawet dapat dipakai berulang kali (hemat) Peralatan cukup sederhana Kerugian : Penetrasi dan retensi kecil sekali. terlebih pada kayu basah Mudah luntur. karena bahan pengawet melapisi permukaan kayu sangat tipis C.

yang berarti pelunturan bahan pengawet. caranya seperti penyusunan kayu gergajian dengan menggunakan sticker.Modal yang diperlukan besar Perlu ketelitian dan pengerjaan yang tinggi Cara ini hanya sesuai untuk perusahaan yang komersial PROSES AKHIR PENGAWETAN KAYU Ada 3 hal yang perlu diperhatikan pada akhir proses pengawetan kayu : A. bahan pengawet akan menguap dari dalam kayu. C. dapat digunakan pengeringan secara alami atau buatan. Pembongkaran kayu dari tumpukan dalam bak celup (rendaman) harus dilakukan dengan hati-hati. tidak semua bahan pengawet dapat dikeringkan secara pengeringan buatan (dry kiln). Penyimpanan sementara sebelum kayu dipakai harus dilakukan di tempat terlindung dan terbuka bagi sirkulasi udara. jangan sampai terjadi kerusakan kayu yang mengakibatkan tergoresnya permukaan yang telah terlapiskan bahan pengawet. Sebab dengan pengeringan yang mendadak. . Setelah kayu benar-benar kering. penggunaan dapat dilakukan. Hanya perlu diperhatikan. B. Biasanya bahan pengawet larut minyak dan berupa minyak mengijinkan pengeringan akhir dengan kiln. Untuk pengeringan kayu setelah diawetkan.

Pecah dan belah . Cacat mata kayu Mata kayu merupakan lembaga atau bagian cabang yang berada di dalam kayu. biasanya pada proses pengerjaan. 1. Pengaruh mata kayu : a. Kerusakan yang dimaksud antara lain: retak-retak. berwarna sama atau lebih gelap dibandingkan dengan kayu sekitarnya. penebangan pohon yang salah. pecah. serangan serangga atau jamur. harga kayu menurun. berpenampang keras. cara menggergaji yang keliru. Mengurangi sifat keteguhan kayu b. Menyebabkan lubangnya lembara-lembaran finir. belah. cara menggergaji yang keliru serta cara pengeringan kayu yang tidak sesuai. c. juga menurunnya mutu kayu akibat terjadinya perubahan warna. pembagian kayu yang keliru. berubahnya nilai dekoratif.serangan jamur. tumbuh kukuh dan rapat pada kayu.Cacat Kayu Kerusakan dan Cacat pada Kayu Yang dimaksud kerusakan kayu adalah menurunnya kekuatan kayu akibat adanya/terjadinya retaretak. misalnya :      pememliharaan hutan yang kurang baik cara penebangan pohon yang salah. b. berlainan dengan bagian-bagian kayu sekitarnya.pembagian batang yang keliru. Hal ini dapat diakibatkan oleh ulah manusia yang kurang cermat dalam mengelola kayu. sehingga kerusakan-kerusakan tersebut di atas akan mengurangi mutu dan nilai pakai kayu untuk penggunaan tertentu secara maksimal. dan pengeringan kayu yang tidak sesuai. mata kayu ini akan lepas dan tidak ada gejala busuk. 3) Mata kayu busuk : mata kayu yang menunjukkan tanda-tanda pembusukan dan bagian-bagian kayunya lunak atau lapuk. pecah-pecah. Kerusakan pada kayu terjadi karena tindakan-tindakan atau karena keadaan yang mengakibatkan kekuatan kayu menurun. Menyulitkan pengerjaan karena kerasnya penampang mata kayu (mata kayu sehat).belah. 2) Mata keyu lepas : mata kayu yang tidak tumbuh rapat pada kayu. serangan serangga dan kerusakan-kerusakan akibat perilaku manusia yang kurang cermat dalam mengelola kayu. Mengurangi keindahan permukaan kayu d. Misalnya: pemeliharaan hutan yang kurang baik. Mata kayu dapat dibedakan : 1) Mata kayu sehat : mata kayu yang tidak busuk. dan mutu dan nilai pakai kayu berkurang atau kayu sama sekali tak terpakai. pelapukan karena cuaca.

namun mempunyai keteguhan belah yang tinggi. Hati rapuh Hati adalah pusat lingkaran tumbuh kayu bulat. 3) Pengaruh cacat pecah atau belah : • Mengurangi keteguhan tarik • Mengurang keteguhan kompresi. Pengaruh cacat jenis ini sama dengan halnya pengaruh cacat belah dan pecah. • Keteguhan geser berkurang. bentuknya kurang dari setengah lingkaran. • Tegangan di dalam kayu yang terlepas secara tiba-tiba pada saat penebangan. diantaranya : • Ketidakseimbangan dalam penyusutan pada waktu kayu mengering. dinamakan belah 2) Penyebab terjadinya cacat pecah dan belah. Cacat hati rapuh merupakan tanda khas yang umum dimiliki kayu daun lebar yang umum tumbuh didaerah tropis. akibat luasan daerah yang menahan beban berkurang.Pada kayu bulat sering terlihat adanya serat-serta yang terpisah memanjang. Cacat ini akan menyulitkan proses pembuatan finir secara rotary (pengupasan) karena tidak adanya kekuatan dari sumbu mesin untuk mencengkram dolok tersebut. diantaranya : • Ketidakseimbangan arah penyusutan pada waktu kayu menjadi kering. Penyebab terjadinya cacat pecah busur atau peah gelang. kesambi. • Kesalahan dalam teknik penebangan atau menimpa benda-benda keras. memiliki serat yang berpadu sehingga kayu sulit dikerjakan (misalnya pada proses ketam) dan hal ini dianggap merugikan. • Tekanan di dala tubuh kayu yang kemudian terlepas padawaktu kayu ditebang. dinamakan pecah • Lebar terpisahnya serat ≥ 6 mm. d. Sedangkan pecah gelang adalah klanjutan dari pecah busur yang kedua ujungnya bertemu membentuk lingkaran penuh atau lebih dari setengah lingkaran. Jenis kayu ini mempunyai serat yang melintang artinya tidak sejajar dengan sumbu batang dan jenis serat semacam ini akan mengurangi keteguhan kayu. Arah serat Beberapa jenis kayu seperti lara. . Cacat hati rapuh mengurangi kekuatan terhadap kayu. e. dinamakan retak. seperti : meranti. Pecah busur dan pecah gelang Pecah busur adalah pecah yang mengikuti arah lingkaran tumbuh. maka : • jika lebar terpisahnya serat ≤ 2 mm. distrubsi beba jadi tidak merata. c. 1) Berdasarkan ketentuan pengujian kayu. Bagian kayu yang rapuh ummnya menunjukkan tanda-tanda berkurangnya kekerasan dan kepadatan namun hati rapuh yang dimaksud tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan yang nyata. • Lebar terpisahnya serat ≤ 6 mm.

Sedangkan cacing laut menyerang kayu yang berada di air laut. dan bubuk kayu.f. Jamur pelapuk kayu 3. karena larvanya memerlukan jamur. Umumnya penggerekan tersebut menyerang kayu yang baru ditebang. Lubang cacing laut ialah lubang-lubang pada kayu yang disebabkan oleh cacingcacing laut. pengaruh terbesar adalah mengurangi keindahan. Jamur pembusuk kayu 2. Serangan-serangan akan lebih berat pada bagian kayu yang menghadap tanah yang terlindung dari sinar matahari langsung. Padahal agar jamur dapat hidup diperlukan kadar air yang cukup tinggi. Cacat akibat jamur penyerang kayu Jamur penyerang kayu dapat dibedakan menjadi : 1. sehingga jelas bahwa serangga-serangga tersebut akan membuat lubang-lubang terowongan didalam kayu yang mengakibatkan kekuatan kayu akan berkurang. Jamur penyebab noda kayu Pada tahap permuaan serangan jamur akan mengakibatkan timbulnya kerapuhan kayu yang nyata. akibat timbulnya warna-warna yang kotor (noda-noda). Kayu merupakan makanan dan tempat tinggal serangga tersebut. g. secara umum sedikit sekali pengaruhnya terhadap kekauatan kayu dan biasanya tidak menurunkan kekuatan yang besar. Serangga ini tidak dapat hidup pada kayu gergajian yang telah dikeringkan. cenderung kayu akan mengalami patah secara mendadak jika diberi beban dengan perubahan bentuk sedikit serta patahan halus tidakberserpih. Untuk jamur penyebab noda kayu. Lubang gerek dan lubang cacing laut Lubang gerek ialah lubang-lubang pada kayu yang disebabkan oleh serangga penggerek. diantaranya : rayap. Cacat akibat Serangga perusak kayu Jenis serangga perusak kayu. bahkan kayu sama sekali mungkin tidak dapat dimanfaatkan lagi. atau cacing-cacing laut. Demikian pula cacat pada lubang cacing laut. . Kadangkala pada pohon yang masih tegak berdiri. Bila banyak menggerombol akan mempengaruhi kekuatan kayu. kumbang kayu. Lubang gerek mengurangi keindahan.

Kadang klasifikasi ini menerangkan kadar air dari produk kayu. Kayu keras biasanya memiliki berat satuan (berat jenis) lebih tinggi dari kayu lunak. Sedangkan produk kayu buatan dapat merupa vinir (veneer). aturan pemeriksaan dan mutu.Bab IV Pengolongan Produk Kayu Klasifikasi Produk Kayu Penggolongan Produk Kayu di Pasaran Saat ini produk kayu sangat beragam. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia Secara singkat peraturan ini dimaksukan untuk memberikan acuan baku terkait dengan aturan umum. B dan C yang merupakan penggolongan kayu secara visual terkait dengan kualitas muka (cacat atau tidak) arah-pola serat dan kelurusan batang. Klasifikasi fisik lain adalah terkait dengan kelurusan dan mutu muka kayu. Secara fisik terdapat klasifikasi kayu lunak dan kayu keras. Produk kayu solid/asli umumnya berupa kayu gergajian baik berupa balok maupun papan. Terdapat mutu kayu di perdagangan A. kekuatan dan keawetannya. Klasifikasi Produk Kayu Penggolongan kayu dapat ditinjau dari aspek fisik. mekanik dan keawetan. aturan perhitungan.5 cm Tak boleh mengandung kayu gubal lebih dari 1/10 tinggi balok Miring arah serat maksimum adalah 1/7 Retak arah radial maksimum 1/3 tebal dan arah lingkaran tumbuh ¼ tebal kayu 2. Kayu mutu B      Kering udara 15%-30% Besar mata kayu maksimum 1/4 lebar kecil tampang / 5 cm Tak boleh mengandung kayu gubal lebih dari 1/10 tinggi balok Miring arah serat maksimum adalah 1/10 Retak arah radial maksimum ¼ tebal dan arah lingkaran tumbuh 1/5 tebal kayu . papan lapis. sambungan dan alat sambung konstruksi kayu hingga tahap pendirian bangunan dan persyaratannya. indeks sifat kayu dan klasifikasinya. triplek/plywood/multiplek dan bahkan kayu laminasi (glue laminated timber). Pada buku tersebut juga telah dicantumkan jenis dan nama kayu Indonesia. 1. Kayu mutu A      Kering udara Besar mata kayu maksimum 1/6 lebar kecil tampang / 3.

II. Angka kekuatan kayu dinyatakan dapan besaran tegangan. tegangan absolute / uji lab dan tegangan ijin untuk perancangan konstruksi. . pasal 5). IV (paling lemah). Ini karena struktur serat kayu yang berlubang. kayu di Indonesia diklasifikasikan ke dalam klas kuat I (yang paling kuat). Terhadap arah serat.masing memilki besaran yang berbeda.Konsekuensi dari kelas visual B harus memperhitungkan reduksi kekuatan dari mutu A dengan faktor pengali sebesar 0. kayu umumnya memiliki kekuatan yang lebih dari kayu dengan serat tidak rapat. Dapat dilihat pada gambar di atas dan dibawah. gaya yang dapat diterima per satuan luas. Dalam buku Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI-NI-5) tahun 1961. Terdapat pula dua macam besaran tegangan kayu. Semakin rapat serat. terdapat kekuatan kayu sejajar (//) serat dan kekuatan kayu tegak lurus (?) serat yang masing. Kerapatan ini umumnya ditandai dengan berat kayu persatuan volume / berat jenis kayu.75 (PKKI. III. kayu akan lebih kuat jika menerima beban sejajar dengan arah serat dari pada menerima beban tegak lurus serat. Kelas Kuat Kayu Sebagaimana di kemukakan pada sifat umum kayu. 1961. Tegangan ijin tersebut telah memperhitungkan angka keamanan sebesar 510.

dan berbeda untuk tiap jenis kayu. 3.22 – 6 Komponen Kimia Selulose Lignin Pentosan Zat ekstraktif Abu Kayu daun jarum (%) 41 – 44 28 – 32 8 – 13 2. Faktor Luar Apa Yang Mempengaruhi Keawetan Kayu Air hujan adalah faktor utamayang mengurangi keawetan kayu. Tabel Komposisi Kimia Kayu Kayu daun lebar (%) 40 – 45 18 – 33 21 – 24 1 – 12 0. Secara alami kayu mempunyai keawetan tersendiri.89 Apa Itu Kelas Awet Kayu ? Kelas awet kayu menunjukan tingkat ketahanankayu terhadap serangan organisme perusak kayu seperti jamur dan rayap Apa Faktor Penentu Keawetan kayu ? Kelas awet kayu ditentukan oleh komposisi kimia zat ekstraktif yang terdapat di dalam kayu. dan tumbuh-tumbuhan 2. hewan. dan sedikit hubungannya dengan tingkat kekerasan kayu.03 0. Sifat – Sifat Keawetan Kayu Pengawetan suatu jenis kayu dimaksudkan meningkatkan daya ilmiah dari kayu tersebut terhadap serangan-serangan organisme.Kelas Awet Keawetan kayu adalah daya tahan suatu jenis kayu terhadap faktor-faktor perusak yang datang dari luar kayu itu sendiri. 2. tidak menguap kena panas . Permanen. Keawetan semacam ini disebut keawetan ilmiah. seperti cendawan dan jenis serangga. Kayu yang semula tidak awet dapat menjadi awt Jenis kayu yang kurang awet dapat menggantikan kayu yang awet Dapat menghemat pembiayaan pembangunan Sifat-sifat bahan pengawet : 1. Namun zat ekstraktif mudah tercuci sehingga kayu awet yang sering terpapar air hujan jangan harap akan tahan terhadap serangan rayap dan jamur. tetapi pemakaiannya tidak berbahaya bagi manusia. Beracun terhadap cendawan dan serangga. Keawetan kayu biasanya ditentukan oleh adanya zat ekstraktif yang terkandung di dalam kayu tersebut. Kayu awet seperti kayu besi memiliki kandungan zat ekstraktif Eusiderin dan kayu jati punya tectoquinon yang melindungi mereka dari serangan jamur dan serangga. Tujuan dari pengawetan : 1. tak luntur kena air.

terbuka terhadap angin dan iklim tetapi dilindungi terhadap pemasukan air dan kelemasan paling sedikit 15 tahun. wollman. b) Berupa minyak. Bahan pengawet alam : Air (termasuk air sungai ) Udara ( tidak lembab ) Panas ( sinar matahari. kayu tersebut jarang dimakan rayap. dan sebagainya.3. Tidak bereaksi terhadap bahan Mudah tembus terbakar dan cepat kering dan mudah diletakkan pada kayu Pembagian keawetan kayu ditetapkan oleh LPHH (Lembaga Penelitian Hasil Hutan ) Kelas awet I : Jika kayu yang dipakai selalu berhubungan dengan tanah basah. flurida. Kelas awet II : Selalu berhubungan dengan tanah lembab paling sedikit 3 tahun. seng. carbilineum . Kelas awet III : BEerhubungan dengan tanah lembab paling sedikit 3 tahun. seperti garam.dan iklim tetapi dilindungi oleh permukaan air dan kelemasan hanya bertahan beberapa tahun saja. Terbuka terhadap angin dan iklim tetapi dilindungi terhadap permukaan air dan kelemasan tahannya paling sedikit 20 tahun. pengasapan ) Bahan pengawet buatan : a) Berupa garam-garam. Bahan-bahan pengawet 1. Kelas awet IV : Selalu berhubungan dengan tanah lembab. chroom. borium. arsin. creosoot. Kelas awet V : Kumpulan jenis-jenis kayu yang lekas sekali lapuk atau rusak karena serangan bubuk maupun rayap. kayu ini lekas lapuk terbuka terhadap angin . a) b) c) 2. Terbuka terhadap angin dan iklim tetapi dilindungi oleh pemasukan air dan kelemasan paling sedikit 10 tahun. 4. tembaga. tetapi kalau dipelihara dengan baik sekurang-kurangnya 10 tahun. daya tahan kayu minimum 8 tahun.

11 1.20 1.7.75 0.2.I III I V IV 1.63 0.17.6 1.4.2 1.6 1.13.5.4.5.4.4.88 0.4.3.4.7.J.5.5 2.3 4.3.7.4.5.3 1.2.10.5.II V II.V I III.2.13.11 1.5.3.7 1.II II III.2.3 1.7.3.III IV IV.2.14.8.6 1.III V IV.I I.2.16.88 0.5.4.III I II.III III.I II.4.33 0.7 5.3.9.6 1.3.4.12.4.4.8.6. Bungur Cemara Cempaga Cempaka Cendana Cengal Dahu Durian Ebony Gadok Gelam Gerunggang Gia Giam Gisok Gofasa Jabon Jangkang Jati Jelutung Jeungjing Jobar Kapuk Hutan Kapur Kedunba B.19 1.14.12.11.10.I IV.84 0.5.5.82 0.3 1.4.3.5.2.7 1.5.3.5.III II.11 1.4.III IV Kelas Kuat III II.5.3.V IV.IV II.13 1.III I II.5 3.15 1.6 1.6.2.10.7 2.86 0.3.6.II I I.5.5.11 1.39 0.7.3.9.85 0.3.4.2.V II.11.7.6.3.II IV.9.5.II III IV I.91 1.2.5.5.7 1.8.74 0.5.II I II.V II.7 1.70 0.II V II.5.2.II.2.12 1.70 0.9.6.6.3.4.3.7.7 1.9.II I.10.4.10.8.6.40 0.3.42 0.89 0.94 0.IV I.4.V IV.8.4.84 Kelas Awet IV III.14.20 .18 2.11 3.20 2.91 0.5.83 0.4.3.13 2.14.10.3 1.3 1.14.7.15 1.5.5.17.4.3.3.6.4.17 1.I II.6.2.5.84 0.2.3.7 2.I II.4.4.3.11 1.5.2.10.5.11.III V IV.20 1.III.I II III.8.3.6.15.11.IV I II.6 1.4.5 4.6.12.2.4.18 1.5.12.5 1.IV II.III III.6.4.3.2.2.4.3.2.30 0.IV II.I.9.78 1.Tabel Kelas Kuat dan Awet kayu No.20 1.15 2.3.84 0.I III Penyebaran 1.V II III III III.III I II.11 1.3.V II.98 0.47 0.5.2.5.2.7 1.18 1.5.4 2 1.13 1.2 1.7 1.11 1.3.6 1.4.6.V I.II II III.3.2.5.99 0.2.III II.7.15.13 1.3.6.4.6.5.11.IV III.20 12.3.5.58 0.2.81 0.6.12 1.II I.III II.4.3 Kegunaan 1.3 1.4.20 1.2.3.4.5.4.16.5.7 1.7.8 1.10.05 0.12.III II II II.6 1.V I.12.15 1.2.33 0.49 0.4.3.5.III I.11.3.3.6.12.4.7.5.6.7.III I.20 1.5 1.4.11. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Jenis Kayu Agathis Anpupu Bakau Balau Balsa Bayur Bangkirai Bedaru Belangeran Benuang Benuang Laki Berumbung Bintangur Bongin Bugis K.4.4.18.2.6.6.6.11 1.71 0.5.7 1.52 0.7 1.4.8.64 1.6.3. Rata2 0.11 2.11 1.3 3.II V IV.8.2.8 3.6.12.4.12 1.4.11 9.4.11 1.5.4.11.6 3 1.4.

61 0.7 1.5.5 4.16.IV I I.3.2.11 1.2.2.2.III I.5.3 1 2.6.67 0.6.III II.2.4.20 .3.5.7 1.92 0.II III II.2.7.12.5.3 1.20 1.52 0.5 1.3.6.5.53 0.4.11.2.4.3.5.6.3.7 1.4.6.IV V IV III I III III.4.2.12.6.3 1.2.5.10.20 1.V.2.11.IV IV II.15.IV I.78 0.2.7.5.III II.2.5 4.11 1.14.V III I.7.18 1.6.5.III I II.III II.5.8.7.7 1.II IV.5.2.3.5.4.III IV.III III.5 4.11 1.14.3 2 1.6.2.2.3 1.3.31 0.4.5.4.11 1.12 1.9.4.2.46 0.5 1.6.3 1.V V III.79 0.4.II II.4.10.3.88 0.3 1.8.4.4.II I II II.11.IV II.10.8.5.III I. Mentibu Merambung Meranti M.V I.2.4.6.8.20 1.3.96 0.9.IV II.3 1.10.V III II.4.5.4.5.4.2.6 1.4.4.15 1.4.10.5 1.3.20 1.11 1.II III III III.7.5.4.5.2.6.20 2.66 IV.2.33 0.2.3.5.3.4. Meranti P.76 0.13.20 1.6.7.4.20 2.6.8.7.IV III.II IV.7.5.2.10.I.7.4.5.6.5.3.20 1.12 1.9.8.2.IV I II IV.II II II I.3.2.5.4.II IV.IV II.7.3. Merawan Merbau Merpayang Mersawa Nyatoh Nyirih Pasang Patin K.5.4.15 0.5 1.5.IV II.4.3.8.3.5.17.5.6 1.2.5.11.2.5.3 1.3.4.12.7 1.III I II II.11 1.4.11 1.5.7 1.6.2.4.55 0.3 1.III II.2.2.3.3.3 1.4.4.5.15 1.2.20 1.6.2.13.6.4.5.III II.5.IV II.64 1.IV III.2.11.4.14.13.2.5.5.77 0.4 1.5.6.3 1.8 2.57 0.7 1. Pelawan Perepat Darat Perepat Laut Perupuk Petaling Petanang Pilang Pimping Pinang K.94 1.II I II.20 1.8.11 1.4.4.01 0.20 1.5.3.II II.04 0.14.III II.5.7 1.7.2.6.5.3.54 0.15.4.11.4.11.11. 0.III 1.7.2.38 0.11 1.II II I.3.7 1.5.8.6 2.3 1.3.55 0.I.4.IV III.6.5.87 0.3.2.3.11 1.7.7.II II.IV III.4.3.4.95 0.2.5.7.75 0.II I.7.7.4.18.2 1.14.3.4.9.3 2.7 1.4. Matoa Medang Melur Membacang Mendarahan Menjalin Mensira G.5.70 0.V II.20 1.2.III III IV.8.3.2.5.3.I II.8.11 3.11.3 1.2.11.56 0.5.V V III.4.8.2.5.14.III I.57 0.3.V I.6.IV II.5.15 1.5.2.18 1.3.4.7 1.18 1.4.79 0.4.5.2.5.7 1 1.7 1.98 0.3.65 0.11.2.2.III II.14.5.4.7 1.7.III I I I II.6 1.2.2.5.4.6.8.2.12.11.15 1.11.V V V V IV.8.41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 Kemenyan Kemeri Kempas Kenanga Kenari Keruing Keranji Kesambi Ketapang Kolaka Kuku Kulim Kupang Lara Lasi Leda Mahang Mahoni Malas K.13 1.11.2.7 1.II V IV II.3 1.4.2.5.2.3.20 1.15 1.IV III II I.III I.8.6.5.5 1.11 1.3.6.13 1.14.11 1.4.3.14.4.17 2.7.6.V II.6.4.2.7 1.5.01 0.4.12.6.7 1.11 1.91 0.11.5 1.18 1.

6 1.3.3.III III.4.7.4.2.3.3.11.2.3 1.V III.4.5.8.7.98 0.8.7.3 1.03 0.11.14.76 0.20 1.II III I I II.III II.2.5 2 1.6.6 1.4.4.15.88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 Pulai Punak Puspa Putat Ramin Rasamala Rengas Resak Salimuli Sampang Saninten Sawokecik Sendoksendok Simpur Sindur Sonokeling Sonokembang Sungkai Surian Surianbawang Tanjung Tembesu Tempimis Tepis Teraling Terap Terentang Trembesi Tualang Tusam Ulin Walikukun Weru 0.IV II III.5.3.7.13.13 1.61 0.2 1.2.2.6.9.4.6 2.8.5.15.08 0.5.III III.17 1.6.4.4 1.15.3 1.7 1.7.7.13 .5.3.I.2.3.3 1.2.4.63 0.6.2.15.4.5.2.5.5.5.12 1.11 1.2.12 2.9.2.13 1.9 1.10.4.6.3 2.18 1.12.5.5.16.5.14.7.11 3.5.5.3 1.6 1.2.IV I.5.II I I IV.76 1.9.3.16.4.IV III II.20 1.4 1.4.13 1.5.18 1.3.4.7.2.11 1.2 1.14.3.69 0.4.5.5.2.10.14.IV IV I II II IV.2.7 1.7.11.6 1.2.3.2.IV II I III.2.5.V III.5.4 1.8.8.II II.7 3.I.55 1.3.7.11.18 1.III II III I.4.6.9.2.45 0.12.2.4.4.3.20 1.11 1.IV III.44 0.13 1.3.2.10.14.11 1.V I II.2.14.11.7 1.3.4.70 0.40 0.11.III II II.5.III I II I II.4.11 2.4.7.V II II I.6.12.5.5.12.6 1.12.3.10.6.81 0.7.3.10.2.V IV IV III.77 III.5.63 0.20 2.4.13 1.I.7.4.20 1.3 1.4.83 0.64 0.2.5.II I.2.4.2.2.11 1.90 0.2.4.11 3.5.15 1.4.3.3.6 1.4.3 1.8.III IV II.2.11 3.7 1.5.5.3.II III III.20 1.3 1.3.V II.III II II II II.3.6.12.9.4.5.04 0.4.46 0.01 0.2.4.6 1.7.7 1.2.5.5.II II.7 1.12.4.4.65 0.12.5.11.3.7 2.4 1.IV II.20 1.6.75 0.18 1.5.II V III I V III.4.12.8.5.V II.IV III II.7.I 1.3.60 1.20 1.81 1.4.3 1.3.4.5.V II.5.6.5.2.5.5.11.

kayu campuran (borneo). Kayu memiliki kuat tarik dan kuat lentur serta kekuatannya yang lain yang cukup baik untuk digunakan sebagai bahan bangunan. 2. keruing. pengeringan. Karena kecepatan antara pemanenan dan penanaman tidak seimbang. kayu sudah dikenal dan banyak dipakai sebelum orang mengenal beton dan baja. serta mempunyai ukuran penampang dan panjang yang sesuai dengan pemakainnya dalam konstruksi. Demikian pula untuk keperluan bahan bangunan. Kayu untuk komponen bangunan dari hutan alam pasokannya semakin menurun sejalan dengan degradasi hutan dan kenaikan kebutuhan akan kayu. Kayu merupakan bahan bangunan memiliki banyak kelebihan untuk digunakan sebagai material dan konstruksi bangunan karena mudah ditemukan dan mudah dibentuk sesuai keperluan. Kayu memiliki beberapa jenis sambungan yang dapat diterapkan untuk kayu sebagai bahan konstruksi bangunan. kayu karet. . Kayu rakyat dapat dimanfaatkan untuk komponen bangunan rumah. Kayu rakyat pada umumnya berdiameter kecil. Sebagai bahan konstruksi bangunan. dapat dikembangkan untuk komponen bangunan baik struktural maupun bukan struktural. bangkirai. hanya karet dan gmelina tergolongkelas kuat II-III. mempunyai ketahanan dan keawetan yang memadai melebihi umur pakainya. Kayu yang diteliti baik yang berasal dari hutan tanaman (HTI) maupun dari tanaman rakyat tergolong kelas kuat III-V. sedangkan yang lain dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan non struktural. sehingga sifat kayunya umumnya kurang baik dibandingkan kayu dari hutan alam bahkan dari hutan tanaman sendiri. 4. jembatan. Berdasarkan kelas mutunya. Sortimen kayu rakyat yang ada di pasaran umumnya tidak sesuai dengan persyaratan SNI. Kayu memiliki tekstur yang khas yang dapat dimanfaatkan. Kayu-kayu yang beredar di pasaran sebagian besar berasal dari hutan alam yang dikelompokkan atas jenis-jensi komersial seperti kamper. Beberapa jenis kayu rakyat yang berasal dari hutan rakyat maupun tanaman kebun. tata dan tusam dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan struktural. menyebabkan pasokan kayu dari hutan alam kian menurun baik volume maupun mutunya yang mengakibatkan harga kayu menjadi relatif mahal.Bab V Penutup / Kesimpulan Dari hasil di atas kebutuhan akan kayu sebagai bahan baku untuk berbagai keperluan terus meningkat. dari jenis cepat tumbuh dan tidak mendapatkan perlakuan silvikultur seperti kayu dari hutan tanaman. Dalam pemakaiannya kayu tersebut harus memenuhi syarat : mampu menahan bermacam-macam beban yang bekerja dengan aman dalam jangka waktu yang direncanakan. pengawetan dan membuat produk perekatan Kesimpulan 1. Peningkatan mutu dapat dilakukan dengan meningkatkan efisiensi penggergajian. 3. kapal dan tiang listrik.

com/2010/11/penggolongan-produk-kayu-di-pasaran.blogspot.com/2010/08/10/proses-pengeringan-kayu/ http://www.wordpress.wikipedia.com/2010/11/penggolongan-produk-kayu-di-pasaran.html http://sitinjaksmar.html http://ocw.com/2008/02/proses-pengeringan-kayu.com/doc/55979149/BAHAN-PENGAWET-KAYU http://uli-adriani.dephut.com/2011/11/sifat-umum-kayu.html http://pustaka-ts.tentangkayu.id/INFORMASI/PROPINSI/SUMSEL/jenis_kayu_dagang.tentangkayu.blogspot.wordpress.com/2008/01/cacat-fisik-alami-kayu.html .id/course/download/3190000052-pemanenan-hasil (hutan/8_teknik_penebangan_kayu.go.scribd.pdf) http://5454k3.Daftar Pustaka en.html http://www.org (English) id.com/2010/12/25/39/ http://www.com/2010/04/pengawetan-kayu.usu.ac.html http://www.sarjanaku.com/2011/03/sifat-sifat-umum-kayu.html http://pustaka-ts.wikipedia.blogspot.org (Bahasa Indonesia) http://www.blogspot.html http://muherda.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->