⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪1＀ 11＀1＀11＀1＀1 瑹 Ⰷ«Ē␖ᜁ Ĥ 瑹 1 瑹 ú 瑹 ԀŨ 瑹́֊瑹 ą̂Ѯ 瑹 ȅ̃‫ڥ‬瑹̅̄‫ڥ‬瑹 Ѕ̅‫ۋ‬瑹 Ā֊瑹 ȁѮ 瑹 Ђ ‫ڥ‬瑹 Ԅ ‫ۋ‬瑹 瑹 l 㐃ᜁᜁt ꀀ ጄ 瑹

1＀Ą11＀Ą11＀Ą11＀Ą11＀Ą11＀Ą1 ᔀĶ⬀˖̀瑹 ą 瑹́֊瑹 ą̂Ѯ 瑹 ȅ̄‫ڥ‬瑹 Ѕ̅‫ۋ‬糖瀀㋖1＀⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪111111111111111111111111111111111111111 1111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111

2瑹 2222Ũ222ည 2 瑹ᜁᜁ瑹 ‫ﺘ‬瑹 ᜁᜁ瑹 ‫ﺘ‬瑹 22 䢈 2. 2瑹 22222222 ည 2 瑹ᜁᜁ瑹 ‫ﺘ‬瑹ᜁᜁ瑹 ‫ﺘ‬瑹 22 䢈 2. 2瑹 22222222⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪瑹 ‫ﺘ‬瑹 22 䢈 22. 2瑹 22222222 ည 2 瑹 ฐ 瑹 ‫ﺘ‬瑹 ฐ 瑹 ‫ﺘ‬瑹 22 䢈 2. 2瑹 2222Ũ222ည 2 瑹ᜁ萑l葞ᜁ葞l葞 22 䢈 2. 2瑹 2222Ũ222ည 2 瑹 ฐ 瑹 ‫ﺘ‬瑹 ฐ 瑹 ‫ﺘ‬瑹 22 䢈 2⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪2222 瑹瑹 222222 㒪琾 222222᭾瑹 222222 瑹瑹 22 22 2 2222222 2ССС¤ССС¤СССССС¤ССС¤СССССС¤ССС¤СССССС¤ССС¤⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪瑹 22ȣ2s2? Ҫ 瑹瑹 222 䔈 Ҽ 瑹瑹 22ȣ2s2瑹 Ӟ 瑹瑹 222‫ס‬Ӣ 瑹瑹 222 ஹ ө ᢘ 䛈 22ȣ2j2䂼 ӱ2222Ā ቂ᭾瑹瑹 222ԗ ⢸ ᜁᜁ ᛋ ԯ 222瑹՝瑹瑹 222瑹լ 瑹瑹 222 㹑 հ 瑹瑹 222‫ث‬ո⽗奊 222 瑹։瑹瑹 222 㮞֘瑹瑹 222瑹ٙ瑹瑹 222⊀ ‫⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ٺ‬ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪瑹瑹 222է 瑹瑹瑹 222ᚶ 瑹∡瑹 222 瑹瑹瑹瑹 222r 瑹 ḳ葞 22ȣ2s2ᄡ瑹瑹 擷揠 瑹 222 瑹瑹瑹瑹 222 瑹瑹 ༬ 䑫 222õ222å222ô2ⓡ 瑹 瑹瑹瑹 ṵ⏓瑹 . 2瑹 2222Ũ222ည 2 瑹֠瑹 ‫ﺘ‬瑹֠瑹 ‫ﺘ‬瑹 22 䢈 2 .̀Ĥ␖ 䤁 Ŧ2瑹 Ĥ 摧⿵ -̀⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪22222222ည 2 瑹֠瑹 ‫ﺘ‬瑹֠瑹 ‫ﺘ‬瑹 22 䢈 2 . 2瑹 22222222 ည 2 瑹ᜁ萑l葞ᜁ葞l葞 22 䢈 2.

瑹 .

瑹¤瑹瑹ᜁ㆜ᚦ 㤉ⅵ穁䂟簺᭾ 㗳"瑹#ヺ%ྜྜ'ᄹ'瑹(瑹(ᘺral dan ulangan 3 tumbuh 2 tunas lateral. Dominansi apikal dan pembentukan cabang lateral dipengaruhi oleh keseimbangan konsentrasi hormon (Khrishnamoorthy. yaitu tanaman lombok yang tunas apikalnya dipotong dan ditambah lanolin. pada pengamatan I tidak ditemukan tunas lateral. 1981. Secara umum. Berkurangnya kadar auksin ini menyebabkan tunas lateral dapat tumbuh. 1995). Pembahasan Pucuk apikal merupakan tempat produksi auksin. Taiz and Zeiger. Sintesis auksin terjadi di apikal batang dan daun-daun muda yang sedang tumbuh. 1981) Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan terhadap dominansi apikal pada tumbuhan lombok. Meskipun demikian. Proses ini dapat disebut juga dominansi apikal. perlakuan II . konsentrasi auksin pada bagian apikal tetap lebih tinggi dibandingkan dengan bagian di bawah apikal batang. tumbuhan akan lebih memaksimalkan pertumbuhan pada bagian apikal dibanding bagian lateral. Ada tiga jenis perlakuan. 1998 dan Hopkins. Nutrisi atau metabolit lebih banyak ditransport ke bagian tanaman yang mempunyai konsentrasi auksin tinggi. Teori ”Nutritive Diversion Theory “ menerangkan bahwa arah distribusi nutrisi dan metabolit dikontrol oleh auksin. sehingga nutrisi dan metabolit akan lebih banyak ditransport ke apikal batang sehingga pertumbuhan apikal batang akan menekan pertumbuhan cabang lateral (Khrishnamoorthy. perlakuan I tanaman lombok dibiarkan normal. Pada pengamatan II dan III ulangan 3 tidak ditemukan tuna⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪ ⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪⨪n᭾n ም oær 瑹 s 瑹 t 㿯 v 瑹 y 瑹 z ౻{瑹|瑹 ~㸾瑹€瑹€瑹€ᾋ„ᔩ„＀ ＀ 瑹＀瑹＀㔍＀ 瑹ᜁᜁ＀ 㲵＀㡛瑹＀ 瑹۶瑹ᜁ＀ ＀ ＀ 瑹葞 ⬹葞 瑹＀ 瑹＀ ᠑＀ ⾎＀瑹ž瑹 瑹¡瑹¡ ᜁᜁ¢＀ £⬯£葞 £䋗¤㯚¦ᜡ ª＀ ª 瑹«⨇¬⡍P®б°ᜁ°＀ °瑹°⍬±㋭±২ ²＀ ² 㸎 ²ιs lateral. Hormon auksin juga tergantung pada intensitas penyinaran matahari. Selanjutnya pada perlakuan ketiga. jika pucuk apikal (tunas pucuk) dipotong maka produksi auksin akan terhenti. Akibat terhentinya produksi auksin oleh pucuk apikal maka auksin yang tertimbun di tunas lateral akan mengalami perubahan balik sehingga kadar auksin pada tunas lateral tersebut akan berkurang. Auksin tersebut kemudian ditransport secara basipetal ke bagian bawah.

dimana ujung tunas daun dipotong akan menghilangkan floem yang terdapat pada tunas apikal. umur tanaman tidak sama persis. dan selama dua minggu pengamatan terdapat 2-5 tunas lateral yang tumbuh. Jadi untuk perlakuan I ulangan 1 telah sesuai dengan teori. Inisiasi pembentukan tunas lateral mensyaratkan konsentrasi auksin yang lebih rendah dibandingkan konsentrasi auksin optimal untuk pertumbuhan memanjang batang. kemudian pengamatan V-X pada ulangan 2 dan 3 tumbuh tunas lateral. Prinsip dari perlakuan untuk mengatur keseimbangan hormon pada ketiak daun di bawah ujung batang dapat dilakukan dengan girlding [adalah peristiwa penghilangan floem secara melingkar pada batang (Hopkins. perlakuan praktikan yang tidak sesuai prosedur atau faktor lainnya. Sedangkan untuk ulangan 2 dan 3 ada beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain. Pada perlakuan III tumbuhan lombok dipotong bagian ujungnya dan diberi dengan pasta lanolin yang telah dicampur dengan larutan IAA. Pada perlakuan I. Teori “Direct Theory of Auksin” yang menerangkan tentang fenomena dominansi apikal menerangkan bahwa auksin yang disintesis pada ujung batang akan ditransport secara basipetal ke bagian batang yang lebih bawah. Jadi percobaan yang dilakukan pada perlakuan kedua ini sesuai dengan teori. Setiap jenis perlakuan memiliki 3 ulangan. Hal ini menyebabakan terakumulasinya auksin pada ketiak daun dibawahnya yang akan menginisiasi pembentukan tunas lateral pada ketiak daun terhambat atau terjadi dormansi tunas lateral. Adanya larutan IAA ini berperan dalam pengembalian keadaan dominansi apikal. Girlding dapat dilakukan secara sederhana yaitu pemotongan pada tunas yang terletak pada bagian apikal. hasil pengamatan I-IV tidak tumbuh tunas lateral. namun pada ulangan 1 tidak tumbuh tunas lateral sama sekali sampai akhir pengamatan X. Ulangan 1 menunjukkan dominansi apikal yaitu tanaman lombok yang masih memiliki tunas apikal lebih mendominasi pertumbuhan dibanding tunas lateral. hasil akhirnya masing-masing (ulangan 2 dan 3) tumbuh 2 tunas lateral. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tunas lateral mulai tumbuh setelah dilakukan pemotongan terhadap tunas lateral.dipotong tunas apikalnya dan perlakuan III dipotong tunas apikalnya dan pada potongannya ditambah lanolin+IAA. IAA yang dioleskan pada bagian ujung terpotong ini akan menambah kadar auksin di bagian apikal. sehingga auksin akan terakumulasi pada ketiak daun. Auksin alamiah yang diekstraksi dari tumbuhan merupakan suatu senyawa yang dinamai asam indol asetat IAA yang berperan untuk pemanjangan batang. sehingga terjadi dominansi apikal lagi namun tingkatannya lebih rendah bila dibanding . Pada perlakuan II. 1995)].

Jadi perlakuan III ini telah sesuai dengan teori.dengan yang tidak dipotong ujung tunas apikalnya. . Hal ini menunjukkan bahwa dominansi apikal telah kembali berfungsi. Pada hasil pengamatan menunjukkan bahwa tunas lateral yang dapat tumbuh lebih sedikit bila dibandingkan dengan perlakuan II yaitu hanya 2-3 saja tunas lateral yang muncul.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful