Anda di halaman 1dari 5

MASALAH FUTUR DALAM ISLAM

1. Makna Futur
Istilah futur dapat dimaknai secara lughat (bahasa) dan istilah. Menurut lughat
(bahasa) futur mempunyai dua arti, yaitu:
a. Putus setelah bersambung atau tenang setelah bergerak.
b. Malas, lambat, dan pelan setelah rajin dan bersungguh-bersungguh.
Adapun menurut istilah futur adalah suatu penyakit yang dapat menimpa sebagian
aktifis, bahkan menimpa mereka secara praktis (dalam bentuk perbuatan). Tingkatannya
yang paling rendah berupa kemalasan, menunda-nunda, atau berlambat-lambat.
Sedangkan puncaknya adalah terputus atau terhenti sama sekali setelah sebelumnya rajin
dan terus bergerak.
2. Dalil Tentang Futur
Adapun dalil yang mempertegas tentang futur yaitu:
1) QS. Al-Anbiya: 19-20
N.4 }4` O) g4OEOO-
^O-4 _ ;}4`4 +ELgN
4p+O'4-OEC ;}4N gOg>E14lgN 4
4p+OO4-O4C ^_ 4pO)Ol=O+C
^O-- 4OOgE+-4 4p+O7^4C
^g
Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat-malaikat
yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan
tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-
hentinya.
2) QS. Al-Araf: 31
Futur Dalam Islam
Makna Futur
Secara Bahasa
Secara Istilah
Dalil Tentang Futur
Al-Quran
Hadist
Sebab Terjadinya
Futur
Akibat Penyakit
Futur
Bagi Diri Sendiri
Bagi Umat Islam
Mengobati Penyakit
Futur
/j_4:4C 4E1-47 W-7O 74-4[C)e
ELgN ]7 lO4` W-OU4
W-O+4O'=-4 4 W-EO)O;O _
+O^^) OUg47 4-g)O;O^- ^@
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid, Makan
dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan.
3) QS. Ali Imran: 146
)E4 }g)` ~]/^^ 4-~ +OE4`
4pOGO)jO OOg1E E W-ONLE-4
.Eg g4= O) O):Ec *.-
4`4 W-ON= 4`4 W-O+^~4-c-
+.-4 OUg47 4)OO- ^jg
Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar
dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang
menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada
musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.
4) QS. Ali-Imran: 150
4 +.- :O4` W 4O-4 +OOE=
=}C)O^EL- ^)
Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah Sebaik-baik penolong.
5) HR. Ahmad, Bazzar dan At-Turmudzi


) (
Sesungguhnya segala sesuatu pasti memiliki waktu-waktu semangat dan setiap masa
semangat itu ada masa jenuhnya, barang siapa yang ketika jenuh/ bosan/ futur ia
tetap berada di atas sunnahku maka ia telah beruntung dan berhasil dan barang siapa
masa jenuhnya diisi dengan bidah maka ia telah gagal dan merugi (HR. Ahmad,
Bazzar dan at-Turmudzi).

3. Sebab-sebab Terjadinya Futur
Adapun sebab-sebab seseorang menjadi futur adalah:
1) Berlebihan dalam Din (Bersikap keras dan berlebihan dalam beragama)
2) Berlebih-lebihan dalam hal yang mubah. (Berlebihan dan melampaui batas dalam
mengkonsumsi hal-hal yang diperbolehkan)
3) Memisahkan diri dari kebersamaan atau jamaah
4) Sedikit mengingat akhirat (Lemah dalam mengingat kematian dan kehidupan akhirat)
5) Melalaikan amalan siang dan malam (Tidak memiliki komitmen yang baik dalam
mengamalkan aktivitas ubudiyah harian)
6) Bersahabat dengan orang-orang yang lemah (Berteman dengan orang-orang yang
buruk dan bersemangat rendah)
7) Spontanitas dalam beramal
8) Jatuh dalam kemaksiatan (Meremehkan dosa dan maksiat)

4. Akibat Penyakit Futur
Akibat yang akan timbul dari permasalahan penyakit futur tidak hanya bagi aktifis
tersebut melainkan juga bagi umat islam. Adapun diantara akibat penyakit futur itu
adalah sebagai berikut:
1. Pengabaian amanah.
Futur menyebabkan seorang aktivis dakwah bermalas dalam menunaikan tugas
dakwahnya. Ini bisa menyebabkan tugas yang diamanahkan terbengkalai atau
dilaksanakan tidak sempurna. Dan pengabaian terhadap amanah (kewajiban) adalah
pelanggaran yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah.
2. Gugur dari jalan dakwah.
Sekiranya futur tidak ditangani atau dibiarkan, ia akan menjadi satu tabiat. Lama-
lama, perasaan ini menjadi duri bagi aktivis di jalan dakwah, yang menjadikannya
jauh dari amal dakwah, lalu meninggalkannya.
3. Mengakhiri kehidupan dalam keadaan yang futur.
Apabila seseorang itu berlama-lama dalam keadaan futur sehingga menjadi
kebiasaannya, maka ia menanggung risiko besar yaitu mati dalam keadaan futur. Ini
yang paling kita takuti, karena Allah menilai kita berdasarkan akhir dari perbuatan.
Sesungguhnya seorang hamba itu ada yang melakukan amalan ahli neraka padahal ia
termasuk ahli surga, dan ada pula yang mengamalkan amalan ahli surga padahal ia
termasuk ahli neraka. Sesungguhnya amal itu tergantung pada kesudahannya. (HR.
Bukhari).
Maka dari itulah, Rasulullah mengajar umatnya agar sentiasa berdoa dengan doa:
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kesusahan dan
kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit lemah dan malas (HR.
Bukhari)
5. Mengobati Penyakit Futur
Untuk mengobati penyakit futur ini, beberapa ulama memberikan beberapa cara
diantaranya:
a. Jauhi Kemaksiatan
b. Tekun Mengamalkan Amalan Siang dan Malam
c. Mengintai Waktu-waktu yang Baik
d. Menjauhi Hal-hal yang Berlebihan.
e. Melazimi Jamaah
f. Mengenal Kendala yang Akan Menghadang
g. Teliti dan Sistemik dalam Kerja.
h. Memilih Teman yang Shalih
i. Menghibur Diri dengan Hal yang Mubah
j. Mengingat Mati, Surga dan Neraka



PSIKOTERAPI PENDEKATAN SUFISTIK
Tentang:
PETA KONSEP MENGENAI PENYAKIT FUTUR




Oleh :
NETRI KARNILA (10 103 077)





Dosen pengampu mata kuliah:
Dr. KASMURI SALAMAT, M.A
DASRIL, S.A g., M.Pd


PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
BATUSANGKAR
2013