Anda di halaman 1dari 9

PRESENTASI KASUS

HERNIA SCROTALIS DEXTRA REPONIBLE

Pembimbing : dr. Johny Hendrik Parulian Silalahi, Sp.B

Disusun oleh : Nisa Hermina Putri G1A211091

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN SMF ILMU BEDAH RSUD PROF.DR.MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PURWOKERTO

2013

LEMBAR PENGESAHAN

HERNIA SCROTALIS DEXTRA REPONIBLE

Oleh : Nisa Hermina Putri G1A211091

Presentasi kasus ini telah dipresentasikan dan disahkan sebagai salah satu prasyarat mengikuti ujian kepanitraan klinik dibagian Bedah RS Margono Soekarjo Purwokerto

Purwokerto, Maret 2013 Mengetahui, Pembimbing

dr. Johny Hendrik Parulian Silalahi, Sp.B

KASUS PASIEN I. IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Alamat Tanggal masuk IGD : Tn. N : 59 tahun : Laki-laki : Pengrajin bilik : Desa Cipapar RT 06/01 Banjarsari : 4 Februari 2013 pukul 19.20 WIB

Tanggal masuk Kenanga : 4 Februari 2013 pukul 22.30 WIB Tanggal Anamnesis No. CM : 5 Februari 2013 pukul 07.00 WIB : 957089

II.

ANAMNESA Keluhan Utama Keluhan Tambahan Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke IGD RSMS dengan keluhan terdapat benjolan di kantung pelir sebelah kanan. Benjolan mulai ada sejak 10 tahun yang lalu, muncul setiap hari dan dapat dimasukkan kembali dengan tangan. Sekitar 4 hari sebelum masuk RS, benjolan muncul setiap jam (semakin sering) dan terkadang sulit dimasukkan. Benjolan saat ini sebesar telur ayam dan teraba kenyal. Benjolan akan terlihat pada saat pasien berdiri, batuk, mengedan atau saat sedang bekerja. Benjolan dapat masuk kembali apabila didorong dengan tangan. Benjolan tidak terasa sakit, tidak merah, dan tidak terasa tegang. Awalnya benjolan terdapat di lipat paha sebelah kanan, sebesar bola pingpong. Makin lama benjolan menjadi sebesar telur ayam bahkan sampai masuk ke : Terdapat benjolan di kantung pelir kanan : Nyeri ulu hati

kantung pelir sebelah kanan. Pasien mengeluhkan adanya nyeri ulu hati hilang timbul sejak 4 hari SMRS. Pasien menyangkal ada mual, muntah, gangguan BAB atau buang angin.

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat sakit jantung Riwayat hipertensi Riwayat DM Riwayat sakit hepar Riwayat tumor Riwayat operasi Riwayat sakit mag : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga Keluhan yang sama : disangkal

Riwayat Pengobatan dan Alergi Riwayat berobat di tempat lain sebelumnya : disangkal Riwayat operasi Riwayat alergi : disangkal. : disangkal

Riwayat Kebiasaan Pasien memiliki kebiasaan naik sepeda dan berjalan jarak jauh (sekitar 20 km setiap harinya) untuk menjajakan bilik di pasar

III.

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign

: Sedang, kooperatif : Composmentis : Tekanan darah : 110/80 mmHg : Nadi : Respirasi : Suhu : 72 x/menit : 16 x/menit : 36,6 0C

Status Generalis

a. Kepala b. Mata

: simetris, mesocephal, rambut tidak mudah dicabut. : pupil bulat, isokor 3mm/3mm, reflek cahaya (+/+) normal, conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)

a. Hidung b. Telinga c. Mulut d. Leher Inspeksi

: discharge (-), deviasi septum nasi (-) : simetris kanan dan kiri, discharge (-) : sianosis (-), lidah kotor (-) :
: trakhea di tengah, benjolan (-)

Palpasi
e. Thoraks Jantung

: pembesaran kelenjar tiroid (-), paratiroid (-), kelenjar limfe (-)

: Inspeksi Palpasi

: Ictus Cordis tidak tampak : Ictus Cordis teraba di ICS V 2 jari medial LMC sinistra

Perkusi

: Batas kanan atas ICS II LPS dextra Batas kanan bawah ICS IV LPS dextra

Batas kiri atas ICS II LPS sinistra Batas kiri bawah ICS V 2 jari medial LMC sinistra

Auskultasi

:S1>S2di apeks, reguler, murmur (-), gallop(-)

Paru paru

: Inspeksi Palpasi Perkusi

: Simetris, ketertinggalan gerak (-) : Vokal fremitus kanan = kiri. : Sonor di seluruh lapang paru. Batas paru hepar ICS VI dextra.

Auskultasi

: Suara dasar vesikuler, suara tambahan ronkhi (-/-), wheezing (-/-).

f.

Abdomen Inspeksi Palpasi : Datar : Supel, nyeri tekan (-), massa (-), hepar dan lien tidak teraba. Perkusi Auskultasi : Timpani di seluruh lapang abdomen : Bising usus (+) normal

g. Ekstremitas

Inspeksi Palpasi

: Gerak involunter ( - ) : Akral hangat, tidak terdapat edema di keempat ekstremitas, capillary refill time < 2 detik

Kekuatan motorik :

5 5

5 5

Tonus

N N N N

Reflek Fisiologis :

+ +

+ +

(Normal) Reflek Patologis

Status Lokalis Regio Scrotalis Dextra Inspeksi : Tampak benjolan sebesar telur ayam, tidak tegang, warna kulit di atas benjolan sama dengan warna kulit sekitar. Palpasi : Teraba benjolan sebesar telur ayam, benjolan terpisah dari testis, dapat dimasukkan kembali, kenyal, permukaan rata, nyeri tekan (-), test transiluminasi (-). Auskultasi : Bising Usus (+)

IV.

RESUME
A. Anamnesis

1. Laki-laki 59 tahun 2. Datang ke IGD RSMS dengan keluhan terdapat benjolan di kantung pelir sebelah kanan. 3. Muncul sejak 10 tahun yang lalu, setiap hari dan dapat dimasukkan kembali dengan tangan. 4. Empat hari sebelum masuk RS, muncul setiap jam (semakin sering) dan terkadang sulit dimasukkan. 5. Ukuran benjolan sebesar telur ayam dan teraba kenyal. 6. Terlihat saat pasien berdiri, batuk, mengedan atau saat sedang bekerja. 7. Tidak sakit, tidak merah, dan tidak terasa tegang. 8. Awalnya terdapat di lipat paha kanan, sebesar bola pingpong. Makin lama benjolan menjadi sebesar telur ayam dan masuk ke kantung pelir kanan.

9. Keluhan tambahan : nyeri ulu hati sejak 4 hari sebelum masuk RS. B. Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign Status Generalis Status Lokalis - Inspeksi : Sedang, kooperatif : Compos Mentis : Dalam batas normal : Dalam batas normal (kecuali region scrotalis dekstra) : Regio scrotalis dekstra : Tampak benjolan sebesar telur ayam, tidak tegang, warna kulit di atas benjolan sama dengan warna kulit sekitar. - Palpasi : Teraba benjolan sebesar telur ayam, benjolan terpisah dari testis, dapat dimasukkan kembali, kenyal, permukaan rata, nyeri tekan (-), test transiluminasi (-). - Auskultasi : Bising Usus (+).

I.

DIAGNOSIS KERJA Hernia scrotalis dextra reponible

II.

DIAGNOSIS BANDING -

III.

PEMERIKSAAN PENUNJANG a. Pemeriksaan laboratorium darah b. Ro. Thorax c. EKG

IV.

TERAPI 1. Terapi konservatif Non medika mentosa : posisi trendelenberg Medika mentosa 2. Terapi operatif Herniotomi dan hernioplasti elektif :-

V.

PROGNOSIS Ad vitam Ad sanam Ad fungsional : Ad bonam : Dubia ad bonam : Ad bonam