Anda di halaman 1dari 14

Soal

Dari kelima stasiun pencatat curah hujan tersebut dapat ditentukan curah hujan maksimum
tahunan, seperti terlihat pada tabel berikut selama kurun waktu 15 tahun.
>> DATA CURAH HUJAN SELAMA 15 TAHUN
Rangking Data
NO

Tahun

Curah Hujan
Maksimum (mm)

Curah Hujan
Tahun

Maksimum
(mm)

1997

17,74

2005

17,74

1998

39,74

1997

17,74

1999

22,74

2001

17,74

2000

33,74

2007

19,74

2001

17,74

1999

22,74

2002

24,74

2004

23,74

2003

31,74

2009

24,74

2004

23,74

2002

24,74

2005

17,74

2008

26,74

10

2006

28,74

2010

27,74

11

2007

19,74

2006

28,74

12

2008

26,74

2003

31,74

13

2009

24,74

2011

32,74

14

2010

27,74

2000

33,74

15

2011

32,74

1998

39,74

Curah Hujan Maksimum Tahunan


45.00

Curah Hujan (mm)

40.00
35.00
30.00
25.00
20.00
15.00
10.00
5.00
0.00

TAHUN

Uji Abnornalitas
Pemeriksaan abnormalitas data dimaksudkan untuk memperkrakan adanya curah hujan
yang abnormal. Dalam uji abnormalitas data yang diuji adalah data hujan maksimum dan
minimum dan untuk sementara data huja maksimum disingkirkan. Data hujan yang tersisa
dirangking dari data terkecil ke data terbesar.

Data Hujan Tahunan


Rangking
Data

Xi (mm)

Log Xi
(mm)

(Xi + b)

Log (Xi + b)

(Log (Xi +
b))

33,74

1,528

55,247

1,742

3,034

32,74

1,515

54,247

1,734

3,007

31,74

1,502

21,247

1,726

2,979

28,74

1,458

50,247

1,701

2,893

27,74

1,443

49,247

1,692

2,863

26,74

1,427

48,247

1,683

2,832

24,74

1,393

46,247

1,665

2,772

24,74

1,393

46,247

1,665

2,772

23,74

1,375

45,247

1,655

2,739

10

22,74

1,357

44,247

1,646

2,709

11

19,74

1,295

41,247

1,615

2,608

12

17,74

1,249

39,247

1,594

2,541

13

17,74

1,249

39,247

1,594

2,541

332,62

18,184

21,712

36,29

25,6

1,399

1,671

2,791

Log

Xo

1
n

Log Xi
1

M=

Log

log Xi
n

Log

1,399

25,056

mm

N
10

13
15

0.9 =

Xs.Xt-

2Xo-

Xs

Xt

Xs.Xt

Xs + Xt

Xo

(Xs+Xt)

bi

17,74

33,74

598,848

51,48

-29,206

-1,358

21,507

Xs.Xt-Xo
2Xo-

bi =

(Xs+Xt)
=

21,507

bi

b =

m
21,507
1
=

21,507
Xo

=
=

=
=

1
n
1
13

Log ( Xi + bi )
21,712

1,670

1
n
1
13

(Log ( Xi + bi ))
36,29

1,670^2

X - Xo

2,791^2

0,046

2,791

b
21,507

Perhitungan Uji Abnormalitas


a. Untuk Data Curah Hujan Maksimum

X =

39,74

Log (X + b)

= log (Xi + b) Sx .

Log (39,74 + 21,507)

= [Log (25,061 + 21,507)] .0,046

1,787

= 1,688 . 0,046

0,046

= 1,787 1,688

= 2,587

b. Untuk data curah hujan minimum

X =

17,74

Log (X + b)

= log (Xi + b) Sx .

Log (17,74 + 21,507)

= [Log (25,061 + 21,507)] .0,046

1,594

= 1,688 . 0,046

0,046

= 1,594 1,688

mm

mm

= -1,609

Perhitungan Laju Abnormalitas Dasar

0 =

1-

(1 - o)

1-

( 1 - 0.05 ) 15

; dimana o = 5% ; = 0.05

0,0034137

0,341 %

Membandingkan nilai abnormalitas () dengan nilai o berdasarkan hasil perhitungan


diperoleh :

Untuk nilai X = 17,74 mm diperoleh = -1,609 < 0 = 0,0034 artinya data tersebut
merupakan data hujan yang abnormal, sehingga tidak dapat digunakan pada
perhitungan selanjutnya.

Untuk X = 39,74 mm diperoleh = 2,587 mm > 0 = 0,0034 artinya data tidak


dapat disingkirkan.

Dengan demikian pada perhitungan selanjutnya menggunakan 14 data.

Curah Hujan Rancangan


Curah hujan rancangan adalah curah hujan yang terjadi pada suatu daerah dengan
periode ulang tertentu. Dalam perhitungan curah hujan rencangan digunakan analisis
frekuensi, akan tetapi sebelum menggunakannya perlu dikaji parameter statistik yang
berkaitan denga analisis frekuensi. Adapun pengujian parameter statistik analisis frekuensi
sebagai berikut.

Menghitung parameter statistik Cs, Cv, Ck untuk menentukan pemilihan agihan


frekuensi. Syarat untuk E.J. Gumbell, Ck = 5,40 dan Cs = 1,14 log pearson III hanya
Cs dan Cv nya bebas dan untuk log normal Cs = 0,00 (Faradila 2011).

Setelah dietahui agihan frekuensinya, maka sebarab data dapat diuji dengan metode
Chi-Square dan metode Smirnov Kolomogorof Test, sebagai berikut :

Data Hujan Tahunan

Pemilihan agihan frekuensi Metode Gumbell


Perhitunga pemilihan agihan frekuensi dengan menggunakan Metode Gumbell
terlebih dahulu dicari nilai (Xi-Xo), (Xi-Xo)^2, (Xi-Xo)^3 dan (Xi-Xo)^4.

Tabel Perhitungan data maksimum tahunan Metode Gumbell


curah
hujan
(mm)

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Jumlah

372,36

Ratarata

26,597

39,74
33,74
32,74
31,74
28,74
27,74
26,74
24,74
24,74
23,74
22,74
19,74
17,74
17,74

(xi - x0 )

(xi - x0 )2

(xi - x0 )3

(xi - x0 )4

13,143
7,143
6,143
5,143
2,143
1,143
0,143
-1,857
-1,857
-2,857
-3,857
-6,857
-8,857
-8,857
0,002

172,738
51,022
37,736
26,450
4,592
1,306
0,020
3,448
3,448
8,162
14,876
47,018
78,446
78,446
524,26

2270,301
364,453
231,815
136,035

29838,572
2603,290
1424,040
699,626

9,842

21,091

1,493
0,003
-6,404
-6,404
-23,320
-57,378
-322,406
-694,800
-694,800

1,707
0,000
11,892
11,892
66,626
221,309
2210,735
6153,845
6153,845

1269,701

49418,466

Menghitung simpangan baku

( Xi X 0 )

i1

n 1

2
=

524,26
14 - 1

6,350

Menghitung Paremeter statistik


n

x)

(n 1)(n 2)S

i 1

(x

(14)(1269,701)
(14-1)(14-2)(6.3503)
0,445

CK

n 2 ( x i x) 4
i 1

(n 1)(n 2)(n - 3)S

(142)(49418,466)
(14-1)(14-2)(14-3)(6.3503)
22,045

Cv = Sx/Xo = 6,350/26,597 = 0,239

Pemilihan agihan frekuensi Metode Log Pearson III


Perhitungan pemilihan agihan frekuensi dengan menggunakan metode Log Pearson III
terlebih dahulu dicari nilai (log Xi-log X), (log Xi-log X)^2, (log Xi-log X)^3 dan (log Xi-log
X)^4.
Tabel perhitungan data maksimum tahunan Metode Log Pearson III

No

curah
hujan
(mm)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

39,74
33,74
32,74
31,74
28,74
27,74
26,74
24,74
24,74
23,74
22,74
19,74
17,74
17,74

Jumlah
Log Xo

Log Xi
1,599
1,528
1,515
1,502
1,458
1,443
1,427
1,393
1,393
1,375
1,357
1,295
1,249
1,249
19,783
1,413

(Log xi Log x0 )

(Log xi Log x0 )2

(Log xi - Log
x0 )3

(Log xi Log x0 )4

0,186
0,115
0,102
0,089
0,045
0,030
0,014
-0,020
-0,020
-0,038
-0,056
-0,118
-0,164
-0,164
0,003

0,034
0,013
0,010
0,008
0,002
0,001
0,000
0,000
0,000
0,001
0,003
0,014
0,027
0,027
0,143

0,006
0,002
0,001
0,001
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
-0,002
-0,004
-0,004

0,001
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,001
0,001
0,001

-0,0005

0,004

Menghitung simpangan baku


n

(logx log xo)

S LogX

i 1

n 1

0,143
14-1

0,105

Menghitung Parameter Statistik


n

Cs

n (log x i log x) 3
i 1

(n 1)(n 2)S

(14)(-0.0005)

(14-1)(14-2)(0.1053)
-0,039

CK

n 2 ( x i x) 4
i 1

(n 1)(n 2)(n - 3)S

(142)(0.004)

(14-1)(14-2)(14-3)(0.1053)
0,395

Cv = S log X/Log X = 0,105/1,413 = 0,074


Berdasarkan harga Cs, Ck dan Cv maka analisis frekuensi yang paling sesuai dan memenuhi
syarat adalah analisis frekuensi Log Pearson III.
Untuk mendapatkan harga Xt (Hujan Rancangan), maka harga Ktr diberi nilai sesuai
dengan harga Cs (koefisien Skwness) dan kala ulang dari harga-harga tersebut dapat ditarik
suatu garis lurus.

Untuk kala ulang 2 tahun


Untuk kala ulang 2 tahun dan Cs = -0,039 dari tabel faktor penyimpangan KTr untuk
Log Pearson III (lihat lampiran tabel) diperoleh harga KTr = -0,017 sehingga :
Log Xt = Log Xo + KTr . S log x
= 1,413 + (-0,017 x 0,105)
= 1,411

Xr = 25,763 mm

Untuk kala ulang 100 tahun


Untuk kala ulang 100 tahun dan Cs = -0,039 dari tabel faktor penyimpangan KTr
untuk Log Pearson III diperoleh nilai harga KTr = 2,252 sehingga :
Log Xt = Log Xo + KTr . S log x
= 1,413 + (2,252 x 0,105)
= 1,649
Xr = 44,566 mm

Tabel perhitungan curah hujan rancangan distribusi Log Pearson III data maksimum tahunan.
Periode
Ulang
(T)

Logaritma
Hujan
Rancangan
Hujan
(XT)
Rancangan

KTr

Log Xo

2
5

-0,017
0,836

1,413
1,413

1,411
1,501

25,763
31,696

10
25
50
100

1,27
1,716
2
2,252

1,413
1,413
1,413
1,413

1,546
1,593
1,623
1,649

35,156
39,174
41,976
44,566

Uji kesesuain distribusi frekuensi


Setelah diketahui analisis frekuensinya maka sebaran data yang dipilih diuji dengan Chi
Square Test dan Smirniv Kolomogorof. Untuk itu sebelumnya dilakukan perhitungan peluang
dengan menggunakan Metode Weitbull.
P = 100x [m/(n+1)]
Dengan :
P = Peluang (%)
m = nomor urut data
n = banyaknya data
P = 100x [1/(14+1)]
= 6,6667

Tabel perhitungan peluang data maksimum Metode Weitbull.


No

Curah Hujan (mm)

Peluang (p) (%)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

17,50
17,50
17,50
19,50
22,50
23,50
24,50
24,50
26,50
27,50
28,50
31,50
32,50
33,50

6,667
13,333
20,000
26,667
33,333
40,000
46,667
53,333
60,000
66,667
73,333
80,000
86,667
93,333

Uji Chi Square Test


Uji Chi Square Test dimaksudkan untuk menentukan apakah persamaan distribusi
peluang yang telah dipilh dapat mewakili dari distribusi statistik sampel data yang di analisis.
Pengambilan keputusan uji ini menggunakan parameter X^2h. Parameter X^2h dapat
dihitung sebagai berikut :
-

Banyaknya data (n)

= 14

Taraf signifikan ( )

= 10 %

Derajat Kebebasan (v)

=n-3
= 14 - 3
= 11

Tabel perhitungan Uji Chi square data maksimum tahunan.


Pe
(%)
6,667
14,286

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

21,429
28,571
35,743
42,857
50,000
57,143
64,286
71,429
78,571
85,714
92,857
100,00
Jumlah

xe

xt

(XeXt)2/Xe

17,74
17,74

17,021
18,151

0,029
0,009

19,74

19,356
20,641
22,017
23,473
25,032
26,694
28,466
30,356
32,372
34,521
36,813
39,258

0,007
0,188
0,125
0,065
0,003
0,000
0,019
0,091
0,012
0,097
0,280
0,006
0,931

22,74
23,74
24,74
24,74
26,74
27,74
28,74
31,74
32,74
33,74
39,74

45

CURAH HUJAN (mm)

40

y = 1.5064x + 15.258
R = 0.9594

35
30
25
20
15
10
5
0

PROBABILITAS ( %)

Grafik Uji kesesuain distribusi frekuensi data maksimum tahunan Metode Chi Square
Dari hasil tabel didapatkan :
X h = (Xe Xt)/Xe
X h = 0,931
Sehingga Kesimpulannya :
X h < X Cr 17,275

0,931 < 17,275


Berdasarkan distribusi data tersebut maka distribusi frekuensi dapat diterima dengan
menggunakan distribusi frekuensi Log Pearson III.

Menghitung Debit (Q)


Diketahui :
A = 50 ha
C = 0,5
I = Hujan Rancangan I2, I5, I10 dst...
L = 20 74 km
S = 0,0074
Dit : Debit terukur untuk Q2, Q5 dan Q10 = .....????
Penyelesaian :
Mencari nilai Tc =

0,87 x L

^0,385

1000 x S
= 0,87 x 20,74

^0,385

1000 x 0,0074
= 4,529
I = R24 x 24
24

^2/3

Tc

= 25,763 x

24

24

4,259

^2/3

= 3,398 mm/jam
Debit terukur Q2 = 0,00278 x C x I x A
= 0,00278 x 0,5 x 3,398 x 50
= 0,236 m/det
I = R24 x 24
24

^2/3

Tc

= 31,696 x

24

24

4,259

^2/3

= 4,184 mm/jam
Debit terukur Q5 = 0,00278 x C x I x A
= 0,00278 x 0,5 x 4,184 x 50
= 0,291 m/det

I = R24 x 24
24

^2/3

Tc

= 35,156 x

24

^2/3

24

4,259

= 4,639 mm/jam
Debit terukur Q10 = 0,00278 x C x I x A
= 0,00278 x 0,5 x 4,639 x 50
= 0,322 m/det
Jadi, untuk debit kalah ulang Q2 = 0,236 m/det
Q5 = 0,291 m/det
Q10 = 0,322 m/det