Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MATA KULIAH REVIEW LITERATUR LOKASI DAN POLA RUANG

Dosen Pengampu : Dra. Bitta Pigawati, MT

REVIEW MATERI ZONA LAHAN DAN STRUKTUR RUANG KOTA (Pertemuan 3 : Zona Lahan dan Struktur Ruang Kota)

Disusun oleh : Utari Ardiyanti NIM. 21040111130082

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012

Pembahasan mengenai penggunaan lahan kota sangat luas jangkauannya, karena panggunaan lahan kota sebagai suatu proses dan sekaligus produk menyangkut semua sisi kehidupan manusia. Tujuan pembagian kawasan menurut fungsinya (zoning) yaitu untuk memisahkan penggunaan tanah sehingga setiap persil sehingga dapat mencapai penggunaan tertinggi dan terbaik tanpa adanya gangguan dari penggunaan tanah yang ada di dekatnya. Zoning adalah pengaturan kawasan di bawah kewenangan ketertiban atas tinggi, volume dan penggunaan bangunan, tata guna tanah dan kepadatan penduduk. Dalam struktur tata ruang kota harus ada lahan : 1. Perkantoran, permukiman, pendidikan, pasar dan pertokoan 2. Jalur-jalur jalan yang menghubungkan kota dengan tempat lain 3. Taman kota, alun-alun, lapangan olahraga Macam-macam model penggunaan lahan : 1. Model zone konsentris (Burgess) a. Zona 1 : daerah pusat kegiatan (DPK) b. Zona 2 : daerah peralihan (DP) c. Zona 3 : zona perumahan para pekerja yang bebas (ZPPB) d. Zona 4 : zona pemukiman yang lebih baik (ZPB) e. Zona 5 : zona penglaju (ZP) 2. Teori ketinggian bangunan DPK yaitu daerah dengan harga lahan yang tinggi, terdapat kecenderungan membangun kerangka perkotaan secara lurus naik-turun. Dalam hal ini, maka DPK paling cocok untuk kegiatan perdagangan (retail activities). 3. Teori sektor (Hyot) Tulisannya tersebut adalah sebagai hasil penelitiannya mengenai pola-pola sewa rumah tinggal di Amerika Serikat yang ternyata cenderung terbentuk sebagai pattern of sectors dan bukannya zona konsentris. 1. daerah pusat kegiatan (DPK) atau CBD 2. Zone of wholesale light manufacturing/grosir 3. Zona pemukiman kelas rendah/pemukiman murah 4. Zona pemukiman kelas menengah 5. Zona pemukiman kelas tinggi 4. Teori Pusat Kegiatan Banyak (C.D. Harris dan F.L. Ullmann) 1. CBD 2. Whole-shale lightmanufacturing 3. Daerah pemukiman kelas rendah 4. Daerah pemukiman kelas menengah

5. Daerah pemukiman kelas tinggi 6. Heavy manufacturing 7. Business District lainnya 8. Zona tempat tinggal di daerah pinngiran 9. Zona industri di daerah pinngiran 5. Tipe konsektoral (Konsentris-Sektoral) tipe Eropa 6. Tipe Konsektoral : Tipe Amerika latin 7. Teori Poros Pengaruh utama yang mempengaruhi kemudahalihan adalah poros pengangkutan yang menghubungkan CBD dengan daerah bagian luarnya. Keperolehcapaian memperhatikan biaya waktu dalam sistem pengangkutan yang ada 8. Teori Ukuran Kota 9. Tero Historis DPK merupakan pusat segala kelawasan kota dan merupakan daerah dengan daya tarik tersendiri dan mendapat perhatian yang lebih baik. 10. Teori Struktural

Kesimpulan : Dengan adanya perbedaan antara zona lahan dan struktur ruang kota mengindikasikan bahwa suatu kegiatan hanya mampu menempati suatu zona tertentu didasarkan pada kemampuan lahan secara ekonomis dalam hubungannnya dengan produktivitas dan strategi ekonomi. Harga tersebut dipengaruhi oleh sewa lahan, biaya transportasi serta faktor eksternal seperti perilaku, gaya hidup.

Sumber : http://id.scribd.com. 2010. Pola Keruangan Desa dan Kota, Diunduh Sabtu, 15 September 2012 Yunus, Sabari Hadi. 2000. Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta : Pustaka Pelajar