Anda di halaman 1dari 8

Electro Surgery Unit (ESU) 1

Salah satu alat penunjang alat kesehatan adalah ESU (electro surgery unit), yang digunakan pada saat tindakan pembedahan. Pada zaman dulu, pembedahan dilakukan dengan cara biasa, yaitu dengan pisau bedah. Pembedahan konvensional ini terkadang menyebabkan pasien banyak mengeluarkan darah. Dengan menggunakan ESU, pendarahan yang terjadi pada saat tindakan pembedahan dapat diminimalisir, karena pembuluh darah yang tebuka disekitar luka dapat langsung menutup.

Alat ini memiliki prinsip kerja merusak jaringan tubuh tertentu dengan memanaskan jaringan tersebut. Panas didapat dengan cara pemusatan arus listrik frekuensi tinggi pada jaringan tubuh tertentu dengan menggunakan elektroda sebagai medianya. Adapun jangkauan frekuensi yang biasa dipakai berkisar antara 500 kHz sampai dengan 2,5 MHz.

Pengoperasian ESU dibagi menjadi 2 (dua) mode, yaitu bipolar dan monopolar. Mode bipolar biasa digunakan pada bedah minor untuk proses koagulasi (pembekuan). Sebuah elektroda berbentuk pinset digunakan untuk menjepit jaringan yang tidak diinginkan, kemudian arus listrik frekuensi tinggi mengalir dari ujung elektroda melewati jaringan tadi kemudian menuju ujung elektroda yang lain. Pada mode monopolar digunakan dua elektroda terpisah, yaitu elektroda aktif dan elektroda pasif/ netral dengan permukaan yang lebih luas yang ditempatkan dekat dengan lokasi yang akan dibedah. Arus listrik akan terpusat pada elektroda aktif dan elektroda netral didesain untuk mendistribusikan arus listrik dengan tujuan mencegah kerusakan jaringan. Mode monopolar lazimnya digunakan pada bedah mayor dengan metode pemotongan/ cutting. Oleh karena itu, mode bipolar lebih banyak digunakan untuk melakukan pembedahan minor. efek yang berbeda terhadap jaringan.. Bentuk gelombang kontinyu menyebabkan terjadinya pemanasan yang sangat cepat.

Karena hal tersebut maka pada jaringan akan terjadi pengentalan atau koagulasi. Bentuk gelombang campuran (blend 1,2 dan 3) bukanlah pencampuran dari gelombang kontinyu dan intermitten, melainkan modifikasi pada siklus tugas dari gelombang utama. Dari blend 1 sampai blend 3 siklus tugasnya semakin dikurangi. Semakin rendah siklus tugasnya maka panas yang dihasilkan juga semakin berkurang. Pada blend 1 memiliki efek pemanasan yang tinggi dengan efek hemostasis yang rendah. Sedangkan pada Blend 3 memiliki efek pemanasan yang rendah dengan efek hemostasis tinggi. Tubuh manusia mempunyai suatu tahanan atau resistansi dari elemen-elemen di dalam tubuh yang berbeda-beda, namun besarnya relatif sama dengan kadar air yang dikandung dari masing-masing elemen: otot berkadar air 72%, hingga 75%, otak berkadar air sekitar 68%, lemak 14%, semakin banyak kadar air yang dimiliki jaringan maka semakin baik daya hantar listriknya. Apabila tahanan ini dialirkan arus listrik, maka akan ada energi listrik yang hilang dan berubah menjadi panas. Semakin besar arus listrik yang dihasilkan maka semakin besar pula panas yang dihasilkan, serta makin besar juga efek perusakan pada jaringan tubuh Dalam penggunaan pesawat ESU terdapat beberapa efek yang dapat mempengaruhi jaringan-jaringan biologis pada tubuh yang diakibatkan karena frekuensi tinggi. Dampak yang ditimbulkan dari frekuensi tinggi itu antara lain : 1) Efek Thermal Efek Thermal yaitu terjadinya panas pada jaringan tubuh yang disebabkan frekuensi tinggi yang masuk ke dalam tubuh. 2) Efek Faradik Efek Faradik ini dapat timbul karena bila suatu otot pada tubuh diberikan arus dengan frekuensi tertentu maka secara refleks otot akan bergerak akibat rangsangan yang diterimanya. Untuk menghindari terjadinya efek faradik itu maka frekuensi yang digunakan sekurang-kurangnya 300KHz, 3) Efek Elektrolitik Efek Elektrolitik adalah efek yang ditimbulkan karena mengalirnya arus listrik di dalam jaringan biologis sehingga mengakibatkan terjadinya pergerakan ion-ion dalam tubuh. oleh aliran

Electro Surgery Unit (ESU) 2 Pada bagian 2 ini, saya akan mengupas sedikit mengenai alat ESU yang beredar di pasaran.

Alat ini adalah Force FX dari Valleylab. Untuk sebagian besar teknisi medis RS pasti tahu alat ini. Alat ini memiliki 3 mode pengoperasian: 1. Mode Bipolar (Precise, Standard,Macro)

2. Mode Monopolar CUT (Low, Pure, Blend) 3. Mode Monopolar COAG (Dessicate, Fulgurate, Spray) Gambar Front panel Force FX :

Gambar Rear panel:

Secara blok diagram, dalam unit Force FX berisi blok sebagai berikut:

Electrosurgery Electrosurgery digunakan dalam operasi elektro diantara alat laboratorium banyak lainnya, dimana arus listrik frekuensi tinggi digunakan untuk memotong, menggumpal, mengeringkan atau jaringan berkilat. Saat pembedahan dilakukan, sering terjadi kehilangan darah saat jaringan dan pembuluh darah dipotong dan mengakibatkan pendarahan. Untuk menghindari atau mengurangi kehilangan darah maka digunakan electrosurgery. Electrosurgery menggunakan arus listrik frekuensi 500 kHz untuk memotong dan mengentalkan jaringan. Ketika arus listrik dilewatkan melalui jaringan, akan terjadi pemanasan mengakibatkan evaporasi yang pada akhirnya akan menghancurkan sel-sel. Dengan demikian, proses pemotongan, pembekuan dan dehidrasi sel-sel darah dan jaringan dapat dilakukan dengan kehilangan darah yang minimal. Electrosurgery dikembangkan oleh Dr William T. bovie, yang bekerja di Harvard dan menghabiskan tiga belas tahun (1914-1927) mengembangkan perangkat ini. Electrosurgery pertama kali digunakan pada tanggal 1 Oktober 1926 oleh Dr Harvey Williams Cushing. Electrosurgery digunakan ketika melakukan suatu operasi elektro dan beberapa elektroda. Banyak bentuk seperti monopolar atau bipolar dapat digunakan sebagai konfigurasi elektroda. Electrosurgery terdiri dari sebuah unit utama, tempat pensil, elektroda pisau, dan jarum elektroda halus, switch pensil dengan kontrol tangan, pedal kontrol kaki, pasien non fleksibel, troli dan kabel 5 meter. Electrosurgery harus disimpan pada suhu antara 0-5 derajat Celcius dengan kelembaban 1590%. Dan dapat terus menerus digunakan dalam suhu 10-14 derajat celcius. Untuk standar kualitas, pemasok unit harus bersertifikat ISO dan CE. Electrosurgery harus dipastikan bahwa jaringan yang dipotong dan dikeringkan dengan cara yang terkontrol dan harus diperhatikan bahwa pembekuan dilakukan pada tegangan rendah. Alat ini memungkinkan untuk digunakan oleh dua ahli beda. Menggunakan electrode yg sama pd electrocauter tapi beda dalam peralatan Untuk memotong jaringan dilakukan gerak cepat 5-10 cm/s, untuk mengurangi destruktif jaringan sekitar. Biasa untuk operasi otak, limpa,kantong empedu, prostate dan seviks Pada electrosurgery : Jaringan yang terpotong dengan electrosurgery cepat mengalami gelembung. Untuk memotong jaringan dilakukan gerakan cepat 5-10cm/detik dengan tujuan agar supaya mengurangi destruksi jaringan sekitarnya. Electrosurgery biasanya digunakan pada operasi otak, limpa, vesica felea (kantong empedu), prostat dan serviks.

DEFIBRILLATOR w SA Node di puncak atrium kanan dekat Vena cava superior pace maker scr sinkron memompa darah ke sirkulasi paru-paru & ke sirkulasi darah sistemik; kehilangan sinkronisasi FIBRILASI w Fibrilasi atrium: f(x) ventrikel normal ritme jantung iregular w Fibrilasi ventrikel: tdk mampu memompa darah; jika tdk dilakukan koreksi dlm bbrp menit kematian

w Penanganan fibrilasi: - massage jantung (metode mekanik) - syok listrik pd daerah jantung * countershock sinkronisasi irama jantung * defibrilasi jika tdk berespons thd countershock defibrillator

Ada 2 : 1. Fibrilasi ventrikel 2. Fibrilasi atrium Fibrilasi atrium : Ventrikel masih berfungsi secara normal,tetapi jawaban atrium tidak memiliki suatu irama yg regular thd rangsangan listrik. Fibrilasi ventrikel : Keadaan sangat gawat,pada keadaan ini ventrikel tdk mampu memompa darah dan apabila tdk dilakukan koreksi dlm bebrapa menit saja akan diakhiri dn kematian. Pengobatan orang yg mengalami fibrilasi Dgn memberikan syok listrik. 60 Hz AC, 6 Ampere dlm waktu 0,25 sampai 1 dtk. Fungsi : mengsinkronkan rhitme jantung Countershock. Ada 4 type dasar defibrillator : 1. 2. 3. 4. AC defibrilator Capasitive-discharge defibrilator Capasitive-delay-line defibrilator Square-wave defibrilator

AC DEFIBRILATOR Menggunakan trasnformator step up dgn teg 80-300 V, Arus 4-6 A, penggunaan dgn interval 250 milisekon pd frekuensi 60 Hz. Diganti DC defibrilator krn arus AC dpt menyebabkan penderita masuk dlm keadaan fibrilasi ventrikel. Menghilangkan efek kejang-kejang pd otot tulang atau bergaris.

Capasitive Discharge DC defibrillator Menggunakan sirkuit pelepasan kapasitas diperoleh pulsa yg singkat dgn Ampitudo yg tinggi Dipergunakan 50-100 J. Apabila elektroda angsung diletakkan dijantung, Apabila elektroda eksternal yg dipakai maka energi yg dipakai sebesar 400 J. Energi yg disimpan pada kapasitor :

Square Wave Defibrillator v Geddes (1976) Pelepasan muatan dr kapasitor ke tubuh manusia melalui suatu seri SCR (Silicon Control Rectifier) v Manfaat : 1. Arus peak yg rendah 2. Tidak menggunakan induktor 3. Kapasitor yang fipakai sangat kecil 4. Tidak memakai relay Diposkan oleh Ay_Chiku di 05.12 Label: Kesehatan

2. TEORI PENUNJANG 2.1 Electrosurgery Unit (ESU) Gambar 1. Electrosurgical Electrosurgery adalah suatu alat bedah medis yang memanfaatkan frekwensi tinggi dari arus listrik yang digunakan untuk memotong, mengental, dan mengeringkan jaringan. Electrosurgical selalu digunakan selama proses operasi, dengan alat ini diharapkan selama proses operasi pasien tidak mengalami kehilangan banyak darah karena alat ini selain dapat digunakan untuk melakkan pembedahan juga dapat digunakan untuk menutup jaringan setelah mengalami pembedahan (Ansell Care). 2.2 Safety Kelistrikan Electrosurgical unit merupakan salah satu alat kedokteran yang masuk dalam katagori hight risk, karena apabila terjadi kegagalan atau kesalahan pemakian peralatan dapat mengakibatkan kecelakaan yang serius terhadap pasien maupun operator, misalnya luka bakar pada pasien yang biasa disebabkan karena arus bocor maupun pembumian yang kurang baik. Untuk melakukan pengujian diperlukan standar internasional dimana didalamnya memberikan persyaratan-persyaratan yang diperlukan dan metode pengujian berdasarkan karakteristik peralatan kesahatan. Standar Australia 3551 merupakan salah satu standar keselamatan kelistrikan yang dapat digunakan. Dimana didalamnya terdapat detail mengenai batasan nilai- nilai kelistrikan yang diperkenankan