Anda di halaman 1dari 10

RINGKASAN LINGKUNGAN BISNIS, LINGKUNGAN INDUSTRI DAN LINGKUNGAN GLOBAL

LINGKUNGAN BISNIS Lingkungan bisnis terdiri dari seluruh pengaruh dari luar yang dapat mempengaruhi kinerja dan pengambilan keputusan suatu perusahaan. Lingkungan bisnis juga mempengaruhi hamper setiap aspek dalam bisnis baik itu sifatnya, lokasi, harga produk, sistem distribusi, hingga pada kebijakan personalia. Lingkungan bisnis terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut : A. Lingkungan sosial Lingkungan sosial merupakan salah satu penentu dalam kebijakan suatu perusahaan dalam hal produknya. Hal ini disebabkan apabila terjadi perubahan populasi dalam suatu masyarakat seperti jumlah anak-anak, remaja bahkan orang tua. Setiap bagian tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sehingga permintaan yang dihasilkanpun berbeda-beda pula. Permintaan yang meningkat pada suatu barang juga dapat menyebabkan permintaan terhadap barang lainnya berkurang. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal ini adalah perkembangan teknologi. Perubahan kebutuhan pelanggan ini haruslah dipantau sehingga perusahaan dapat

mengakomodasikan perubahan tersebut dan pada akhirnya akan meningkatkan penghasilan bisnis perusahaan tersebut.

B. Lingkungan industri Keberhasilan suatu perusahaan juga bergantung pada bidang industri yang dijalankan oleh perusahaan tersebut. Permintaan pelanggan yang tingi terhadap beberapa jenis produk saja adalah keuntungan bagi perusahaan. Industri yang produknya memiliki permintaan yang tinggi juga memiliki persaingan yang tinggi. Ini disebabkan karena banyak perusahaan yang memanuki industri tersebut. Persaingan yang ketat ini berdampak baik pada pelanggan karena produk yang dihasilkan dari suatu persaingan merupakan produk yang memiliki kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau pula.

Persaingan

yang

ketat

juga

berpegaruh

terhadap

perusahaan

dikarenakan pendapatan yang mereka terima menjadi lebih kecil sehingga labapun menjadi lebih kecil.

C. Lingkungan ekonomi Kondisi ekonomi juga berdampak pada kinerja suatu bisnis. Kondisi ekonomi memberi refleksi tingkat produksi dan konsumsi negara tertentu, area atau industri. Secara makro mempengaruhi ekonomi suatu negara dan secara mikro lebih difokuskan pada bisnis atau industri. Perekonomian yang kuat cenderung mengakibatkan tingkat pendapatan pelanggan jadi tinggi sehingga mereka cenderung lebih komsumtif. Hal ini juga berpengaruh pada perusahaan. Perusahaan yang menghasilkan produk-produk tersebut mempekerjakan karyawan sehingga kebuthan pelanggan dapat dipenuhi. Perusahaan juga dapat memberikan upah yang tinggi terahadap karyawannya. Hal yang bertolak belakangpun terjadi ketika perekonomian menjadi melemah. Pelanggan membeli produk jauh lebih sedikit sehingga perusahaan tidak dapat menjual seluruh produknya. Akibatnya adalh perusahaan akan memberhentikan sebagian karyawannya untuk menutupi biaya produksi. Bahkan ada pula perusahaan yang mengalami kegagalan sehingga seluruh karyawannya diberhentikan. Adapun faktor ekonomi yang berpengaruh pada kinerja bisnis yaitu : 1. Pertumbuhan Ekonomi Yaitu perubahan dalam tingkat umum dari aktivitas ekonomi. Indikator pertumbuhan ekonomi adalah : Tingkat total produksi barang/jasa Jumlah total pengeluaran (agregat) Tingkat pengangguran (natural, musiman, siklis, strukural)

2. I n f l a s i Adalah peningkatan tingkat harga umum dari barang dan jasa dalam

periode waktu tertentu. Inflasi mempengaruhi biaya operasi perusahaan, karena naiknya biaya barang pasokan dan bahan baku serta

mempengaruhi gaji/upah. 3. Tingkat Suku Bunga Merupakan biaya atas pengadaan dana pinjaman. Pergerakan suku bunga mempengaruhi biaya bunga serta perusahaan. tingkat

berdampak pada nilai

D. Lingkungan global Lingkungan global memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap seluruh perusahaan. Beberapa perusahaan mengandalkan pasar internasional untuk menjual produknya. Adapun perusahaan yang mendapatkan pasokan dari luar negeri. Adapula perusahaan yang mendirikan cabangnya di negara lain. Sebuah perusahaan hendaknya memperhatikan beberapa hal dikarenakan adanya persaingan pada tingkat global. Kondisi ekonomi global juga berpengaru pada seluruh perusahaan walapun perusahaan tersebut hanya bergelut pada satu negara saja. Hal ini dikarenakan adanya keterkaitan antara tingkat penghasilan dan perilaku konsumtif.

LINGKUNGAN INDUSTRI Lingkungan perusahaan adalah semua faktor-faktor eksternal yang

mempengaruhi pengambilan keputusan perusahaan serta hasil pelaksanaannya. A. Karakteristik Industri yang Mempengaruhi Hasil Bisnis 1. Permintaan Industri Permintaan industri adalah keseluruhan permintaan terhadap produkproduk dalam industri. Permintaan industri harus selalu dipantau oleh manajer, karena dapat berubah setiap saat dan ini dipengaruhi oleh tingkat pendapatan atau preferensi konsumen. Meningkatnya permintaan industri menguntungkan bagi perusahaan dalam industri, sebaliknya penurunan permintaan berakibat kerugian. 2. Persaingan Industri Setiap industri bersaing satu sama lain untuk para konsumen yang menginginkan produknya dan tingkat persaingan berbeda untuk setiap industri. Perusahaan yang memiliki pesaing sedikit akan lebih

menguntungkan, karena : Penjualan perusahaan dibandingkan dengan pasar keseluruhan (pangsa pasar) normalnya lebih tinggi. Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi tanpa kehilangan konsumen Seluruh penghasilan (total revenue) tergantung pada jumlah terjual

(quantity) dan harga per-unit (price) Perusahaan dapat menjual dalam jumlah besar pada harga tinggi sehingga memperoleh tingkat penghasilan yang tinggi Tingkat persaingan yang tinggi mengakibatkan rendahnya penjualan dan kemungkinan merugi. 3. Lingkungan Tenaga Kerja Beberapa industri memiliki karakteristik tenaga kerja khusus. Memahami lingkungan tenaga kerja dalam industri dapat menolong manajer perusahaan mengestimasi biaya tenaga kerja yang terjadi.

4. Lingkungan Peraturan Semua industri terkena beberapa peraturan pemerintah. Ada peraturan yang lebih ketat dikenakan pada suatu industri dibanding industri lainnya. Pengusaha yang bermaksud memasuki industri manapun harus

mengatahui segala peraturan yang dikenakan pada industri tersebut.

B. Karakteristik Industri yang Mempengaruhi Kondisi industri 1. Pangsa Pasar suatu Perusahaan Seberapa besar perusahaan terpengaruh oleh kondisi industri tergantung pangsa pasar atau pangsa penjualan keseluruhan dalam industri (pasar). Perusahaan yang mampu mengontrol pasar biasanya mendapat

keuntungan lebih dari peningkatan permintaan industri, antara lain perusahaan dapat meramalkan permintaan pasar, sehingga dapat meramalkan permintaan produknya. Perusahaan yang memiliki pangsa pasar terbesar juga terkena dampak lebih besar dibanding perusahaan kecil pada saat industri menurun. 2. Fokus pada Industri Utama Perusahaan yang memfokuskan bisnisnya pada satu industri secara umum lebih terekspos terhadap kondisi industri, sehinggga akibat serius apabila terjadi penurunan penjualan karena selera konsumen atau perubahan teknologi. Untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi buruk, perusahaan perlu mengurangi eksposurnya. Solusinya adalah dengan mendiversifikasikan bisnis pada beberapa industri. 3. Bersaing Dalam Suatu Industri Dalam situasi persaingan yang ketat dapat dibedakan, mana perusahaan yang dikelola dengan baik dan mana yang tidak baik. Langkah yang dapat dilakukan perusahaan dalam menghadapi persaingan adalah : Menilai Pesaing Setiap perusahaan hendaknya dapat mengenali dan mengukur kekuatan pesaing terutama pesaing utama, karena setiap industri memiliki segmen, dengan cara :

Membagi segmen berdasarkan Jenis Bisnis dan Kualitas Mengantisipasi perubahan dalam persiangan

Mengembangkan Keunggulan Kompetitif Perusahaan harus mencari cara untuk meningkatkan atau minimal

mempertahankan pangsa pasar a.l dengan melihat keunggulan kompetitif yang dimiliki. Keunggulan kompetitif dapat diciptakan dengan : - Harga produksi rendah - Kualitas lebih baik - Deferensasi produk

LINGKUNGAN GLOBAL Lingkungan global memiliki pengaruh yang sangat besar pada keberhasilan perusahaan. Kemampuan perusahaan untuk menerapkan atau mengubah strategi untuk mengkompensasi atau mengambil manfaat dari perubahan-perubahan akan menciptakan keberhasilan dan bahkan kelangsungan hidupnya. Dengan kata lain bagaimana perusahaan harus bersikap terhadap setiap perubahan yang ada agar tidak merugi. A. Bagaimana bisnis internasional dapat menjalankan bisnisnya Adapun beberapa motif sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya secara global yaitu sebagai berikut: 1. Menarik permintaan asing Pada saat perusahaan tidak dapat meningkatkan lagi pangsa pasar di dalam negeri, perusahaan tersebut dapat membidik permintaan asing yang mungkin jauh lebih potensial. 2. Memanfaatkan teknologi Perusahaan berkapitalisasi pada keunggulan teknologi dengan

mendirikan bisnis baru di negera-negara yang berteknologi rendah. 3. Menggunakan sumber daya yang murah Biaya tenaga kerja dan tanah bervariasi diberbagai negara, dalam hal ini perusahaan membangun fasilitas produksi dimana harga tanah dan biaya tenaga kerja murah. 4. Melakukan diversifikasi secara internasional Untuk mengurangi risiko atas eksposur perusahaan terhadap perubahan dalam industri atau ekonomi, dengan cara berbagai negara. 5. Kombinasi motif Perusahaan dapat mengkombinasikan dua atau lebih motif tersebut di atas dalam menjalankan bisnisnya. menjual produknya ke

B. Bagaimana menjalankan bisnis internasional Ada beragam metode untuk menjalankan bisnis internasional yaitu sebagai berikut : 1. Mengimpor Yakni pembelian barang atau jasa dari negara lain. Adapun yang dapat mempengaruhi impor yaitu pajak yang ditetapkan oleh pemerintah dan kuota terhadap barang yang diimpor. 2. Mengekspor Yaitu penjualan barang atau jasa ke negara lain. 3. Investasi langsung Investasi langsung dapat dilakukan dengan cara mendirikan anak perusahaan atau membeli perusahaan yang ada di negara lain dan menjadikannnya sebagai anak perusahaan. 4. Outsourcing Yaitu cara yang digunakan melalui penggunaan tenaga kerja yang lebih murah. 5. Aliansi strategis Yaitu kesepakatan bisnis untuk mencapai kepentingan terbaik dari perusahaan yang terlibat. Bentuknya dapat berupa usaha patungan, kesepakatan lisensi internasional hingga pemberian lisensi.

C. Hambatan dari bisnis internasional Hambatan dalam bisnis internasional dapat berupa tidak adanya perjanjian perdagangan bebas antara satu negara dengan negara lain, peraturan pemerintah untuk melindungi perusahaan dalam negeri serta hambatan terhadap investasi asing langsung.

D. Bagaimana karakteristik asing memengaruhi bisnis internasional Adapun karakteristik yang harus dipertimbangkan suatu perusahaan dari negara-negara asing :

1. Budaya Ini dapat ditanggulangi dengan penilaian mengenai selera, kebiasaan dan adat istiadat suatu negara. 2. Sistem ekonomi Suatu perusahaan harus mengenali system ekonomi yang dianut oleh negara tersebut. Apakah sistem yang dianut atau sosialisme. 3. Kondisi ekonomi Hal ini untuk memperkirakan permintaan produk. Perusahaan harus berupaya meramalkan kondisi ekonomi negara asing (pertumbuhan ekonomi dan inflasi). 4. Nilai tukar Fluktuasi nilai tukar antara negara pemegang dan pemberi lisensi dapat mempengaruhi permintaan produk. 5. Risiko politik dan undang-undang Akibat tindakan politik suatu negara dapat merugikan sebuah bisnis. kapitalisme, komunisme

E. Bagaimana pergerakan nilai tikar dapat memengaruhi kinerja Transaksi perdagangan internasional membutuhkan pertukaran mata uang suatu negara terhadap negara lainnya. Secara umum nilai tukar suatu mata uang dengan mata uang lainya berfluktuasi setiap harinya.

Anda mungkin juga menyukai