Anda di halaman 1dari 10

Continuity Of Care

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Konsep Kebidanan Dosen Pengampu: Siti Khuzaiyah, SST

PRODI DIII KEBIDANAN STIKES MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN TAHUN AJARAN 2012/2013

KELOMPOK 3
Anggota: 1. Mega Widiasari 2. Mey Nurvika 3. Nositasari 4. Nur Sinta 5. Putri Perwitasari 6. Reni Dita Pangesti 7. Riana Safitri 8. Rizqy Aprilia Aryani 9. Rofiqoh Jamillah

(12.1166.B) (12.1167.B) (12.1173.B) (12.1177.B) (12.1180.B) (12.1183.B) (12.1186.B) (12.1190.B) (12.1191.B)

Definisi Continuity of Care


Continuity of care dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai perawatan bidan yang berkesinambungan. Definisi perawatan bidan yang berkesinambungan dinyatakan dalam : "... Bidan diakui sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab dan akuntabel yang bekerja dalam kemitraan dengan wanita selama kehamilan, persalinan dan periode postpartum dan untuk melakukan kelahiran merupakan tanggungjawab bidan danuntuk memberikan perawatan pada bayi baru lahir..." (definisi ICM tahun 2005) Jadi, perawatan berkesinambungan adalah strategi kesehatan yang efektif primer memungkinkan perempuan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusantentang kesehatan mereka dan perawatan kesehatan mereka. Bidan yangmemenuhi syarat untuk bekerja di model kesinambungan perawatan dalam berbagai pengaturan, termasuk rumah sakit umum dan swasta, layanan masyarakat, pelayanan kesehatan pedesaan dan daerah terpencil dan praktek swasta.

Kontinuitas pelayanan kebidanan dicapai ketika hubungan berkembang dari waktuke waktu antara seorang wanita dan sekelompok kecil tidak lebih dari empat bidan: a. Pelayanan Kebidanan harus disediakan oleh kelompok kecil yang sama sebagai pengasuh dari awal pelayanan (idealnya, pada awal kehamilan), selama semua trimester, kelahiran dan enam minggu pertama pasca bersalin. Praktek kebidanan harus memastikan ada 24-jam pada ketersediaan panggilan darisalah satu kelompok bidan diketahui oleh wanita. b. Sebuah filosofi yang konsisten perawatan dan pendekatan yang terkoordinasiuntuk praktek klinis harus dipelihara oleh pengasuh bekerja bersama,difasilitasi oleh reguler pertemuan dan peer review. Salah satu kelompok bidanakan diidentifikasi sebagai kesehatan profesional bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan perawatan dan mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab jika dia bukan pada call

c. Bidan kedua harus diidentifikasi sebagai bidan yang akan mengambil alih peran ini jika bidan pertama tidak tersedia. Praktek harus memungkinkankesempatan bagi perempuan untuk bertemu bidan lain tepat untuk mengakomodasi keadaan ketika mereka mungkin terlibat dalam perawatan.Bidan mengkoordinasikan perawatan wanita dan bidan kedua harus membuatkomitmen waktu yang diperlukan untuk mengembangkan hubungan saling percaya dengan wanita selama kehamilan, untuk bisa memberikan yang aman, perawatan individual, sepenuhnya mendorong kaum wanita selama persalinandan kelahiran dan untuk menyediakan perawatan yang komprehensif untuk ibudan bayi baru lahir selama periode postpartum.

d. Para bidan diidentifikasi sebagai bidan pertama dan kedua biasanya akan bertanggung jawab untuk menyediakan sebagian besar perawatan prenatal dan postnatal, dan untuk menghadiri kelahiran, dibantu : 1. Standar untuk kesinambungan pelayanan tidak membatasi jumlah bidan yang dapat bekerja bersama dalam praktek. 2. Bidan dari praktek-praktek yang berbeda kadang-kadang dapat berbagi pengasuhan klien. 3.Hal ini konsisten dengan Indikasi Wajib Diskusi, Konsultasi dan Transfer Care

TIPE PELAYANAN ASUHAN KEHAMILAN


1. 2. 3. 4. 5. BPS Obstetrician and Gynecological Care Public Health Center/ Puskemas Hospital Rumah Bersalin

PRINSIP-PRINSIP POKOK ASUHAN KEHAMILAN


1. Kehamilan dan kelahiran adalah suatu proses yang normal, alami dan sehat. 2. Pemberdayaan Ibu adalah pelaku utama dalam asuhan kehamilan. Oleh karena itu, bidan harusmemberdayakan ibu (dan keluarga) dengan meningkatkan pengetahuan & pengalaman mereka melalui pendidikan kesehatan agar dapat merawat danmenolong diri sendiri pada kondisi tertentu.

3. Otonomi Pengambil keputusan adalah ibu & keluarga. Untuk dapat mengambil suatukeputusan mereka memerlukan informasi. 4. Intervensi (campur tangan/tindakan) Bidan yang terampil harus tahu kapan ia harus melakukan sesuatu dan intervensi yang dilakukannya haruslah aman berdasarkan bukti ilmiah.

5. Tanggung Jawab Asuhan kehamilan yang diberikan bidan harus selalu didasari ilmu, analisa, dan pertimbangan yang matang. Akibat yang timbul dari tindakan yang dilakukanmenjadi tanggungan bidan. http://id.scribd.com/doc/53529966/Continuit y-of-Care