Anda di halaman 1dari 9

Parkinson Disease

Menurut Harrison sebutan yang digunakan untuk mengartikan gejala kompleks akibat manfisetasi dari Bradikinesia (gerakan yang lambat), dengan Rigiditas dan atau tanpa Tremor Menurut Lecture Notes Neurology Suatu kondisi degenerative yang terutama mengenai jaras ekstrapiramidal yang mengandung neurotransmitter dopamine, yang memiliki trias : Akinesia hambatan gerakan Rigiditas Tremor

Klasifikasi - Etiologi Primer Sekunder : Idiopatik (Genetik) : Induksi Obat, Tumor, Infeksi, Gangguan Vaskular, Hydrosefalus, Trauma, Liver Failure, Toxins (MPTP) Etiologi penyakit Parkinson belum dapat diketahui secara pasti. Erat hubungan dengan Neurodegenerative pada GANGLIA BASALIS & SUBSTANSIA NIGRA atau kerusakan pada bagian tersebut. ( diterangkan pada patofisiologi)

Gejala Klinis Untuk mempermudah, menggunakan istilah T Tremor R - Rigiditas A - Akinesia P Postural Instability / ketidakseimbangan postur

Penjelasan : Tremor Pada penyakit Parkinson, dapat ditemukan tremor yang terutama terjadi pada tangan, tetapi dapat juga pada anggota gerak atas dan bawah dan jarang pada rahang dan bibir, dan tidak terjadi pada kepala atau leher Tremor ditangan dideksripsikan sebagain gerakan membuat pil pill rolling, mempunyai frekuensi karakteristik 3-6Hz

Terjadi pada saat istirahat dan dieksaserbasi dengan ansietas atau stress, membaik dan dapat mengilang saat bergerak (resting tremor) Akan tetapi pada tahap awal penyakit Parkinson, tremor dan tanda tanda fisik lainnya umumnya asimetris bahkan unilateral, sebagian kecil pasien memperlihatkan hanya akinesia dan rigiditas tanpa tremor, sebagian lagi mengalami tremor postural dan bukan tremor istirahat. Rigiditas Peningkatan tonus otot penyakit Parkinson berbeda dengan spastisitas, dimana tonus pada Parkinson relative konstan selama pemeriksaan kisaran gerak sendi, disebut juga lead pipe rigidity. Rigiditas roga gerigi atau cogwheel rigidity dapat dianggap sebagai akibat dari tremor pada penyakit Parkinson yang terjadi pada lead pipe rigidity. Akinesia Gerakan fisik yang bertambah lambat (bradikinesia) dapat dikeluhkan oleh pasien, dan terutama kesulitan dalam gerakan motorik kompleks ( berpakaian, bercukur, menulis yang bertambah kecil / mikrografia ). Kurangnya gerakan spontan dapat bermanifestasi sebagai : Kurangnya ekspresi wajahm pasien sering sekali diekspresikan memiliki wajah tidak ekspresif dan seperti wajah topeng Kesulitan mengubah posisi Percakapan sedikit dan monoton Posisi dan pola berjalan yang abnormal, sebagian karena akinesia sebagian karena hilangnya control postural normal.

Pola berjalan : Postur akan menjadi fleksi atau membungkuk, pasien mungkin tidak mampu mempertahankan posisi berdiri normal sebagai respon tekanan dari belakang dan pasien jatuh kedepan (propulsi) atau bila ada gaya dorong dari depan akan jatuh kebelakang (retropulsi). Pasien mengalamai kesulitan memulai berjalan, langkah menjadi kecil dan diseret .

Tanda dan Gejala lainnya : Nervus Kranialis Pemeriksaan gerakan mata dapat menunjukkan kerusakan ringan pada pandangan ke atas, kelopak mata tampak bergetar (blefaroklonus), respon ketukan pada glabela aka nada pada setiap ketukan , akan tetapi tanda ini tidak spesifik pada Parkinson. Anggota gerak Kekuatan otot, reflek tendo, dan sensasi normal, reflek plantar kearah bawah. Sering terjadi nyeri, banyak pasien akan mengalami sindrom frozen shoulder

Otonom Kulit menunjukkan tekstur seboroik yang berminyak, sering terjadi konstipasi. Kesulitan menelan, sehingga pasien cenderung berliur (sialorea) Insomnia, depresi, dan demensia sering ditemukan pada Parkinson tahap lanjut

Diagnosa 1. 3 dari 4 gambaran klinis trias Parkinson 2. Pencitraan otak dengan CT-Scan atau MRI tidak dapat membantu diagnose 3. Jika diagnosis masih diragukan, maka respon pasien terhadap terapi medikamentosa dapat berguna untuk membantu diagnosis.

Temuan : Pada Parkinson khas terdapat gambaran histology Badan Lewi sel-sel neuron pada substansia nigra/ pada ganglia basalis yang mengalami degenerative hingga mati, mengandung proteinprotein intraseluler yang nantinya akan terakumulasi membentuk badan inklusi tersebut

Pada Parkinson dengan demensia terjadi jika demensia terjadi lebih dari 1 tahun dari onset terjadinya Parkinson Pada Demensia dengan Badan lewi terjadinya demensia dan gangguan gerakan terjadi dalam kurun waktu 1 tahun.

Patogenesis Patofisiologi

Toksin (MPTP)

MPTP merupakan hasil metabolism heroin sintesis ( opioid analgetik ) yang dapat menyebabkan parkinsonisme akut, merupakan hal penting dalam etiologi Parkinson. MPTP -> menembus sawar darah otak -> diubah jadi bentuk aktifnya MPP+ oleh enzim Monoamin Oksidase tipe B (MAO-B) pada sel glia -> MPP merupakan radikal bebas -> terkonsentrasi pada neuron dopaminergik yang masuk melalui mekanisme reuptake dopamine -> sehingga merusak sel-sel neuron dopaminergik.

MPP adalah racun mitokondria -> mengambat kompleks 1 respirasi -> merusak produksi energy sel.

Kerusakan Ganglia Basalis

Ganglia Basalis terdiri dari : Nukleus Quadratus, Putamen, dan Globus Palidus (internus, eksternus)

Jika terjadi kerusakan pada ketiga bagian tersebut atau salah satu dimana merupakan tempat produksi dopamine untuk menghasilkan neurotransmiter, menyebabkan produksi dan pengeluaran dari dopamine sendiri terganggu senhingga menyebabkan penurunan dopamine dan penurunan sekresi neurotransmitter yang akibatnya dimana fisiologis dari ganglia basalis adalah mengontrol gerakan-gerakan yang tidak di butuhkan dan mengatur tonus otot sehingga nanti dapat menyebabkan tremor.

Begitu pula jika terjadi kerusakan di substansia nigra, dimana ganglia basalis dan substansia nigra itu jalur nya sama sehingga kerusakan di ganglia basalis atau substansi nigra ataupun keduanya dapat menyebabkan hal yang telah diterangkan sebelumnya.

Terapi

L-Dopa terapi utama dgn komplikasi yang cukup berat Sintesis Tirosin dengan bantuan tirosin hidroksilase -> l-dopa -> dengan bantuan enzim dopa dekarboksilase -> dopamine -> dengan dopamine beta hidroksilase -> norepinefrin -> epinefrin

L-dopa dapat merupakan substrat alami untuk sintesis dopamine, tidak seperti pemberian dopamine, pemberian l-dopa dapat menembus sawar darah otak sehingga dapat mencapai lokasi kerjanya pada pemberian oral,

Tetapi jika dosis terlalu tinggi, akan terjadi metabolism dopa oleh enzim dopa dekarboksilase pada perifer yang akan mengubahnya menjadi dopamine sehingga tidak bisa menembus sawar darah otak, maka dari itu pemberian l-dopa dianjurkan dengan kombinasi inhibitor dopa dekarboksilase (benserazid atau carbidopa)

Komplikasi l-dopa jangka panjang 2-5tahun dapat menyebabkan terjadinya fluktuasi motorik dan diskinesia

Fluktuasi motorik adalah : Wearing off dosis individual hanya menghasilakn efek sementara On-off : pasien mengalami perbaikan gejala saat memakai obat (on) dan akan diselingi rigiditas-akinetik (off) Diskinesia adalah gerakan involunter yang terjadi sehubungan dengan terapi obat yaitu geraka berputar dan berkelok-kelok jika kadar dopamine tinggi (diskinesia dosis maksimal) atau nyeri saat kontraksi oto jika dopamine rendah (wearing off dystonia)

Fluktuasi dan diskinesia dapat dihilangkan secara parsial pada beberapa pasien dengan 1. Obat-obat yang mengandung l-dopadengan dosis kecil dans erring 2. Kombinasi l-dopa dengan selegilin (inhibitor MAO-B yang memblokir metabolism dopamine 3. L-dopa dengan entakapon (inhibitor enzim COMT catechol o methyl transferase yuang memblok metabolism l-dopa 4. Atau secara langsung dengan kombinasi agonis reseptor dopamine (bromokriptin, pramipexol, apomorfin) Obat lainnya 1. Agonis Reseptor Dopamin

Digunakan Pada Parkinson tahap awal dan untuk menunda kebutuhan l-dopa sehingga menghambat frekuensi komplikasi motorik jangka panjang. Saat ini banyak neurology menyarankan penggunaan l-dopa saja dalam terapi awal Parkinson, terutama pada pasien yang lebih muda, yang lebih beresiko diskinesia dan fluktuasi motorik akibat l-dopa.

2. Obat antikolinergik Seperti benztropin, orfenadrin hanya member sedikit perbaikan walaupun dikatakan dapat membantu tremor dimana l-dopa tidak terlalu membantu mengurangi tremor, tetapi efek sampingnya bersifat perifer serius seperti retensi urin, bibir kering, pandagan kabur, dan efek sentral seperti halusinasi dan kebingungan.

3. Amantadin Hanya member sedikit perbaikan pada penyakit Parkinson walaupun secara teoritis mekanisme kerjanya tampak baik, pada tahap lanjut dapat menurunkan diskinesia akibat l-dopa

4. Selegilin Berfungsi sebagai terapi tunggal, secara teoritis dan memperlambat progresi penyakit dengan inhibisi MAO-B.

Terapi Bedah

Talamotomi Stereostasik (pembedahan thalamus) jarang digunakan sejalan dengan berkembangnya terapi medikamentosa, walaupun tindakan ini membantu pasien denga tremor berat yang tidak memberikan respon thd obat.

Palidotomi (pembedahan globus paliidus) berperan thd diskinesia akibat obat.