Anda di halaman 1dari 5

Ujian Ilmu Kesehatan Anak Tahap Kedua / Perbaikan, 5 Februari 2009, UWKS-FK

Semua jawaban soal harus dalam bentuk HURUF (A, B, C, D, E) dan ditulis pada kertas LJK dengan mengisi lingkaran. Contoh:

menjadi

Bila pilihan nomer/angka, A= 1, 2 & 3 benar

B= 1 & 3 benar C= 2 & 4 benar D= 4 benar E= semua benar atau semua tidak benar

KASUS: Penta, umur 8 tahun dibawa ke UGD karena nyeri kepala berat dan kurang sadar. Tidak febris. Pada pemeriksaan ada bekas luka Varicella & Impetigo sebagai infeksi sekunder. Menurut ibunya air kemih Penta berwarna sperti teh selama 3 hari 1. Hematuri dapat dikarenakan: 1. Karsinoma 2. Tuberkulosa 3. Glomerulonefritis akut 4. Batu saluran kemih

2. Tanda atau gejala ini adalah pertinent negatives (mestinya tidak ada) untuk diagnosa Glomerulonefritis akut post Streptococcus: 1. Disuria 2. Edema/bengkak pd alat kelamin pd pagi hari 3. Perdarahan dari luka 4. Nyeri kepala 3. Tanda atau gejala dari Glomerulonefritis akut yg perlu tindakan segera/langsung karena amat berbahaya: A. Edema dependen B. Hematuri C. Nyeri perut D. Hipertensi & kejang-kejang E. Complement C3 naik 4. Pada krisis hipertensi, obat apa dapat menolong segera walaupun hanya diberi SL (sublingua) tanpa infus: A. Labetalol B. Hydralazine C. Predisone D. Lasix E. Nefedipine 5. Infus yg paling tepat pada pasien yg menderita krisis hipertensi agar tidak lebih meningkat tekanan darah: A. Dextros 5% Water B. Dextros 5% Normal Saline C. Ringers Lactate D. Normal Saline 6. Penyakit yg ditandai ruam vesikel: 1. Infeksi Herpes simplex 2. Varicella 3. Impetigo dari Streptococcus Gol A 7. Gejala tonsilitis Streptococcus Gol A dapat menghilang walau antibiotik yg tepat tidak diminum/disuntik. A. Benar 4. Rubella B. Salah

8. Bagaimana tonsilitis Diftheri mirip dgn tonsilitis Streptococcus? Pd kedua tipe tonsilitis itu: 1. Ada febris ringan 2. Nyeri telan yg berat dibanding tonsilitis virus 3. Ada pseudomembran pada tonsil 4. Mungkin ada komplikasi miokarditis kelak KASUS: Tiga hari yg lalu Catur, umur 1 tahun, mulai pilek, batuk kering, febris 38.3C & tidak mau makan. Sekarang batuknya bertambah tetapi suara batuknya biasa. Tetapi ada sedikit suara mengik (wheeze) ekspirator. Suhu badan hari ini turun 37,3 C 9. Diagnosa Catur yg paling cocok: A. Bronkiolitis B. Pertussis C. Epiglotitis D. Asma bronkiol E. Sindroma Krup/Croup 10. Penyakit lain yang sering mulai agak pelan-pelan pd anak dengan gambaran klinis dari infeksi saluran nafas atas (ISNA): 1. Rubeola 2. Pertussis / Batuk Rejan 3. Tuberkulosis primer pd paru 4. Roseola 11. Indikasi anak yang menderita ISNA perlu diperiksa dokter: 1. Batuk keluar riak kuning 2. Tenggorakan nyeri sampai sulit menelan & ngiler 3. Panas badan tinggi & menggigil 4. Ingus masih kental & kuning pd hari gejala ke-15 12. Selain gejala ISNA, penyakit bronkiolitis paling mirip: A. Bronkitis kronis B. Asma bronkiol C. Pneumonia C. Epiglotitis 13. Tanda awal yang paling umum/sering dari pneumonia pada anak umur 2 tahun: A. Dyspnea / Sulit nafas B. Batuk keluar riak C. Febris tinggi D. Takipnea walaupun tenang 15. Kapan virus ISNA virus paling mudah menular? A. Selama bersin E. Wheezing/Mengik

14. Diagnosa banding bronkitis berulang-ulang pd anak: 1. Asma 2. Alergi respirator 3. Tuberkulosis 4. Epiglotitis akut B. Selama batuk C. Hari gejala 0 4. D. Selama febris 16. Antibiotik yg tepat untuk mengobati faringitis Streptococcus: 1. Ciprofloxacin 2. Eritromicin 3. Ampicillin 4. Amoxicillin 17. Dasar patogenesis Asma yg membuat pasien lama lebih sulit diobati dibandingkan pasien baru: 1. Proses inflamasi kronik pd saluran bronkiol 2. Eksema di selaput bronkiol 3. Perubahan fisik pd saluran nafas 4. Hipersensitiviti saluran nafas 18. Pasien asma persisten diobati secara sinambungan dengan MDI/hirupan Beclomethasone untuk: A. Serangan mengik akut B. Mengurangi mukus di paru C. Mengatasi proses inflamsi kronik D. Melepaskan penyempitan 19. Tanda kegagalan nafas (mau berhenti) pada pasien status asthmaticus: 1. Tambah gelisah 2. Mulai bradikardia 3. Merasa tidak nyaman bila berbaring, hanya mau duduk walaupun badan lemah 4. Kerasnya suara nafas yg diaskultasi meningkat 20. Obat yang dapat menyulitkan keadaan pasien yg masih Status Asthmaticus 1. Obat mukolitik/pengencer mukus 2. Antihistamin 3. Penenang (spt Fenobarbital / Valium) 4. Salbuterol atau Ventolin dgn masker 21. Kortikosteroid (dalam preparat yg bervariasi) adalah jenis obat tepat untuk penyakit anak ini: 1. Sindrom Nefrosis 2. Glomerulonefritis akut 3. Demam Tifoid berat dgn delirium 4. Infeksi saluran nafas atas akut 22. Biasanya Tuberkulosis paru pd anak, ada: 1. Febris tidak tinggi 2. Jarang sekali riak keluar 3. Sindroma flu 4. Batuk darah 23. Untuk menafsirkan hasil tes kulit TBC (PPD), yg harus diukur: A. Indurasi kulit ssdh 24 jam B. Eritema kulit ssdh 36 jam C. Edema & kemerahan kulit ssdh 48 jam D. Edema kulit/indurasi kulit ssdh 48 jam E. Eritima kulit ssdh 48 jam 24. Hasil tes kulit TBC pd anak yg menerima vaksin BCG 10 tahun yg lalu tidak berguna krn pasti >10mm. A. Benar B. Salah

KASUS: Ika, umur 6 minggu, dibawa ke UGD pd jam 05:30 karena malas mengisap sejak sore kemarin. Suhu badan 36,4C (rektal) walaupun dia dibungkus rapat dgn pakaian. Popoknya kering & capillary refill >4 detik. Nafasnya terkadang berhenti selama 15 detik lalu mulai lagi. Kulitnya pucat, sedikit kuning. Rupanya tidak sadar tangan & kaki Ika bergerak bila dicubit. 25. Masalah yg harus dikoreksi secepat mungkin ialah: A. Shock/hipotensi B. Anemia C. Apnea D. Jaundis neonatus 26. Setelah darah, kemih & lukor spinalis secara steril diambil dgn segera, antibiotik infus yg tetap bagi Ika ialah: 1. Super Tetrasiklin 2. Trimethoprim plus Sulfamathoxazole 3. Ciprofloxacin 4. Ampicillin plus Gentamisin 27. Tanda infeksi pd neonatus: 1. Febris 2. Apatis 3. Nafas berdungkur/grunting 4. Hipertermi

2
28. Suhu badan panas yg turun setelah pasien minum obat antipiretik berarti infeksi tidak berbahaya. A. Benar B. Tidak benar 29. Contoh penyebab febris yg bukan dari infeksi: 1. Arthritis Rheumatoid 2. Lukemia 3. Vaksin DPT 4. Morbilli/ Measles UP IKAnak Bila pilihan nomer/angka, A= 1, 2 & 3 benar B= 1 & 3 benar C= 2 & 4 benar D= 4 benar E= semua benar atau semua tidak benar KASUS: Triana, umur 2 tahun, masuk klinik karena mual & diare banyak selama 3 hari. Tinjanya tiada darah atau lendir. Suhu badan 38,8C. Berat badannya kini 9 kg. Triana taksadar. Matanya cekung sekali, Nadinya cepat & lemah . Refil kapilar 4,5 detik. 30. Status hidrasi Triana A. Euvolemia B. Dihidrasi ringan C. Dihidrasi sedang D. Dihidrasi berat

31. Cairan infus & dosis untuk resusitasi volum & tekanan darah dgn segera: A. Normal Saline 10cc/kg selama 1 jam. B. Dextros Normal Saline 20cc/kg selama 1 jam C. Normal Saline 20cc/kg cepat (mungkin perlu diberi sampai 3 kali) D. D5%Water 100cc/kg pada 24 jam pertama. E. Dextros Normal saline 20cc/kg tiga kali 32. Kekurangan cairan Triana plus kebutuhan sehari yg perlu diberi dalam 24 jam sesudah TD & perfusi kapilar kembali normal kira-kira: A. 2000 ml B. 1400 ml. C. 1700 ml D. 2300 ml E. 2500 ml 33. Pemeriksaan feses: Tiada sel darah putuh atau sel darah merah: Dari daftar mikrob berikut, kemungkinan besar mikrob yg hampir mematikan Triana ialah: A. Shigella B. Campylobakter C. Entamoeba Histolytica D. Salmonella E. Rotavirus 34. Kini penyakit Triana dapat dicegah dengan A. Vaksin Vibrio Cholera D. Vaksin Papillomavirus Gardasil E. Vaksin Havrix B. Vaksin Typhim V C. Vaksin RotaTeq

35. Mikrob gastroenteritis yang dapat menyebab sindroma colitis yaitu kram abdomen & diare dgn tinja campur darah: 1. Shigella 2. Entamoeba Histolytica 3. Clostridium difficile 4. Entero-invasive E. Coli 36. Mikrob gastroenteritis yg dapat menyebab sindroma diare dgn tidak ada mukus/lendir, sel darah merah atau putih biasanya: A. Bakteri entero-invasif B. Protozoa C. Fungus/jamur D. Virus E. Riketsia 37. Obat yg tepat untuk mengobati GEA karena Rotavirus pd anak: 1. Amoxicillin 2. Ceftriaxon 3. Ciprofloxicin 4. Acyclovir KASUS: Septi, umur 3 tahun, hiperaktif sekali. Bila dipanggil dia tidak datang. Dia tidak memakai kata untuk berkomunikasi hanya menggemakan kata-kata yg didengar atau berteriak. Sejak kecil, Septu tidak mau memperhatikan wajah orang, termasuk ibunya. Dia hanya main sendirian & kalau didorong untuk bermain bersama anak lain, dia marah & berkelahi. 38. Dari anamnesa Septi, rupanya dia mengalami: 1. ASD (Autism Spectrum Disorder) 2. Tuli parsial, kurang bisa mendengar 3. PDD (Pervasive Developmental Disorder) 4. ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) 39. Menggemakan kata-kata yg didengar tanpa berarti ialah: 1. Tanda kuat bahwa Septi tidak tuli 2. Tanda Septu berimaginasi luas 3. Tanda Echolalia 4. Tanda Septu belum belajar arti kata-kata 40. Faktor yg dikira dulu penyebab Autism dan/atau ADHD, namun terbukti reset bukan: 1. Kelainan psikologis 2. Ibu yang dingin (Refrigerator Mom) 3. Vaksin Measles/Rubeola 4. Kerusakan hubungan keluarga (dysfunctional family) 41. Tabiat positif dari orang ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder): 1. Sensitif/intuitif 2. Kreatif 3. Ramah 4. Fleksibel

42. Konsep Theory of Mind (yg tidak ada pd anak autisme) berarti: A. I.Q. tinggi/cerdas B. Bisa berfikir secara teoretis C. Akal-budi sehat D. Mampu mengerti apa yg dipikirkan/dirasakan orang lain E. Dapat membuat teori berfikir 43. Natalaksana yg paling berhasil untuk anak ADHD: 1. Perangsang Metilfenidate/Ritalin 2. Penenang Valium/Fenobarbital 3. Pembinaan perilaku dgn umpan balik positif 4. Metode Lovaas (Applied Behavioral Analysis) intensif selama 2 tahun KASUS: Dwi, umur 5 tahun, dibawa ke UGD karena febris tinggi 4 hari & sekarang dia lemah/lesu. Nadinya 124 & kecil, nafas 36/menit, TD dilapor sulit didengar tetapi capillary refill 3 detik. Kulitnya bersih, pucat, dingin & lembab. Kesadaran menurun 44. Tindakan pertama yg perlu pd Dwi: A. Minum Panadol B. Suntikan obat stimulan C. Suntikan Digoxin D. Pasang Infus 45. Penyakit yg perlu ditimbangkan: 1. Infeksi bakteri berat/Sepsis 2. Dengue Shock Syndrome 3. Demam Tifoid 4. Varicella 46. Tanda Dengue Shock Sindrome (DSS): 1. Sianosis cirum oral 2. Nadi cepat & lemah 3. Kaki tangan dingin 4. Lesu

47. Pengobatan tepat pd penderita DSS: 1. Infus Normal Saline 2. Aspirin/Ibuprofen 3. Transfusi plasma 4. Infus Dextros NS 48. Tanda yg menolong membedakan Demam Tifoid dari infeksi febris lain: 1. Permulaan berangsur-angsur (gradual onset) 2. Bradikardi relatif (dibanding dgn takikardi febris) 3. Bercucuran keringat ssdh minum Panadol 4. Sangat lemah/fatique 49. Natalaksana Demam Tifoid berat: 1. Ceftriaxone IV 2. Dexamethason IV 3. Infus 4. Makan bubur kecap saja selama 1 bulan 50. Diagnosa banding pd Demam Tifoid termasuk: 1. Sindroma Influenza 2. Tuberkulosis 3. Infeksi saluran Kemih 4. Diftheria KASUS: Sixta, umur 8 tahun, dibawa ke UGD pd malam karena bernafas cepat & dalam, muntah, lesu & febris 39C sejak siang. Perik fisik: Berat badan 22 kg. Tekanan darah 65/50 & lemah. Kurang sadar. Pd paru tiada rales atau mengik. Abdomen lunak. DL: Hematocrit: 41%, SDP 24,000: 82% nutrofil, 18% limp. Urinalisis: SDP >100/hpf, SDP 10/hpf, alb 3+, glukos 4+, keton 4+ 51. Kemungkinan besar Sixta menderita: 1. Diabetes mellitus I 2. Infeksi saluran kemih 3. Ketoacidosis 4. Syok sepsik

52. Sesudah darah & urin diambil cito untuk dibiakkan, tindakan yg perlu dilakukan segera: 1. Ceftriaxone atau Ampicillin plus Gentamicin IV 2. Infus Normal Salin cepat 3. Insulin IV dosis kecil & kontinu 4. Natrium bikarbonat IV 53. Setelah Sixta pulang dari RS, dia akan perlu 1. Injeksi insulin setiap hari 2. Ikut secara ketat diet yg rendah karbohidrat sederhana & lain-lain 3. Status faal ginjal & tekanan darah dievaluasi/dipantau 4. Minum obat anti-diabetes spt Metformin

3
54. Kelainan fisik & situasi yg memudahkan infeksi saluran kemih: 1. Kateter buli-buli trans-uretra tetap 2. Reflux Vesiko-Ureter 3. Konstipasi kronis 4. Banyak makan jajan yang manis & minum soda UP - IKAnak Bila pilihan nomer/angka, A= 1, 2 & 3 benar B= 1 & 3 benar C= 2 & 4 benar D= 4 benar E= semua benar atau semua tidak benar

KASUS: Seorang anak laki-laki Adi usia 1 tahun dibawa ibunya ke poli tumbuh kembang karena belum bisa duduk. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan, berat badan A 9 kg dengan berat lahir 2500 g 55. Dalam skrening perkembangan Adi tersebut dgn Denver II, yang dilakukan adalah semua faktor berikut kecuali: A. Bicara dan bahasa B. Personal sosial C. Motorik Halus D. Motorik Kasar E. Kecerdasan 53. Seharusnya Adi sudah bisa duduk pada usia: A. 3 bulan B. 7 bulan C. 10 bulan D. 1 tahun E. 14 bulan

54. Setelah dilakukan pengukuran lingkar kepala, ternyata hasilnya 42 cm ( < -2SD ), sesuai hasil tersebut, Adi menderita : A. Normal B. Mikrosefali C. Makrosefali D. Kraniosinostosis E. Hidrosefalus 55. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, pertumbuhan berat badan anak tersebut adalah : A. Normal B. Gizi kurang C. Gizi buruk D. Kurus E. Overweight 56. Pada anak usia 1 bulan, dikatakan sesak bila laju nafas lebih dari: A. 60 x/menit B. 50 x/menit C. 40 x/menit D. 30 x/menit
\

E. 20 x/menit C. Kussmaul D. Ataxic E. Apnea

57. Tipe pernafasan yang cepat dan dalam disebut: A. Biot

B. Cheyne stoke

58. Anamnesis pada anak meliputi: 1. Identitas

2. Riwayat penyakit sekarang

3. Riwayat imunisasi

4. Riwayat makanan

60. Bayi lahir dengan cara ekstraksi vakum, berat badan lahir 3500 gram, langsung menangis. Pada pemeriksaan kepala tampak benjolan di regio oksipital yang melewati sutura. Gambaran klinis itu disebut : A. Caput succedaneum B. Molding C. Cephalhematoma D. Hidrosefalus E. Perdarahan intrakranial 61. Bayi usia 5 hari dibawa ibunya ke dokter praktek swasta karena tidak mau minum. Pada pemeriksaan mulut terdapat membran warna putih di lidah. Gambaran klinis pada bayi tsb adalah: A. Faringo-tonsilitis Streptococcus Gol A B. Moniliasis Candida albicans C. Difteri Clostridium diphtheriae D. Stomatitis Herpes virus Tipe 1 62. Kriteria diagnosis kegagalan pernafasan pada anak, kecuali: A. Hipoksemia B. Hiperkarbia C. Alkalosis D. Pirau intra pulmonal E. Bukan salah satu disebut

63. Tanda risiko henti nafas (kegagalan sistem pernafasan) pada anak: 1. Peningkatan frekwensi nafas 2. Penurunan kesadaran 3. Sianosis

4. Tonus otot melemah

65. Penilaian fungsi pernafasan, kecuali: A. Frekwensi nafas B. Gerakan suldok C. Adanya nafas cuping hidung D. Warna kulit

66. Posisi yang harus dihindari bila terdapat cedera leher, kecuali: A. Fleksi B. Ekstensi C. Rotasi D. Regresi

67. Bila terdapat cedera leher, maka resusitasi yang diperbolehkan ialah: A. Head tilt B. Chin lift C. Jaw trust

D. Head swing

68. Penilaian pernafasan dibawah ini benar, kecuali: A. Mendengar pernafasan B. Merasakan pernafasan dgn tangan

C. Melihat gerak nafas

D. Membau bau nafas

69. Tempat pemeriksaan nadi pd anak sebaiknya pd Arteri : A. radialis B. safena magna C. carotis D. brakialis E. aorta

70. Tempat pijat jantung untuk resusitasi dilakukan pada: A. 1/3 bawah tulang dada (sternum) B. 1/3 atas tulang dada C. 1/3 samping nipple kiri D. 1/3 bawah perut

71. Pada bayi, pijatan jantung dilakukan dengan: A. Pangkal telapak tangan B. Jari telunjuk & jari tengah C. Ibu jari D. Genggaman tangan

72. Perbandingan gerak pijat jantung dan gerak nafas buatan pada neonatus: A. 3:1

B. 5:1 C. 15:2

D. 5:2

4
73. Perbandingan gerak pijat jantung dan gerak nafas buatan pada anak 10 tahun: A. 3:1 B. 5:1 C. 15:2 D. 5:2

74. Teknik pembersihan jalan nafas dari sumbatan berikut benar, kecuali:

A. Manual

B. Pukulan

C. Hentakan

D. Serokan

74. Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan : A. adanya defek pada jantung akibat proses ekstra uterine B. adanya defek pada pembuluh darah jantung pada proses intrauterine C. adanya defek pada bagian-bagian jantung akibat proses intrauterine D. adanya defek pada katup jantung akibat proses intrauterine E. adanya defek pada katup jantung akibat proses ekstrauterine 75. Penyakit jantung bawaan (PJB) tipe sianotik meliputi: A. Tetralogi Fallot 76. PJB Non sianotik dengan pirau dari kiri ke kanan: A. AS B. PS B. VSD C. ASD D. TF D. PDA E. PDA E. Koartasio aorta

C. Koartasio aorta

77. Penatalaksanaan VSD : A. penatalaksanaan dengan medika mentosa tidak diperlukan mengingat kelainannya merupakan kelainan anatomis B. penatalaksanaan dengan medika mentosa hanya diperuntukkan pada VSD dengan hipertensi pulmonal C. penatalaksanaan medika mentosa harus mulai diberikan pada VSD dengan defek minimal agar tidak bertambah berat D. penatalaksanaan medika mentosa tidak perlu diberikan pada VSD dengan defek minimal karena tidak terjadi gangguan hemodinamik E. penatalaksanaan dengan medika mentosa hanya diberikan jika terjadi endokarditis sistemik UP - IKAnak 78 Pada ASD primum : A. terdapat celah pada bagian atas septum atrium B. terdapat celah pada bagian bawah septum atrio-ventrikuler C. terdapat celah pada bagian bawah septum atrium D. terdapat celah pada bagian atas septum atrio-ventrikuler E. terdapat celah pada bagian tengah septum atrium 79. Tindakan pembedahan pada ASD : A. tidak perlu karena sebagian besar ASD asimptomatis B. perlu karena mencegah terjadinya komplikasi endokarditis sistemik C. perlu karena pada ASD akan mengalami kelainan yang progresif D. perlu pada ASD yang mengalami pembesaran jantung yang progresif E. tidak perlu karena dgn menggunakan profilaktik antibiotika sudah menhilangkan terjadinya endokarditis sistemik 80. Penanganan pada Tetralogi of fallot : A. terapi medikamentosa hanya diberikan pada saat serangan sianotik saja B. terapi rumatan tidak diperlukan pada saat tidak terjadi serangan sianotik C. terapi rumatan diberikan selama anak belum bisa dilakukan terapi pembedahan D. transfusi darah diberikan berkala untuk mencegah anemia E. terapi pembedahan baru dilakukan jika derajat stenosis pulmonal memberat 81. Pada kejang demam sederhana: A. terjadi akibat proses/masa/edema intrakranium B. dapat terjadi pada usia kurang dari 6 bulan C. dapat terjadi pada semua anak yang mengalami panas tinggi D. sering menyebabkan kecacatan mental yang menetap E. pemeriksaan EEG tidak perlu dilakukan untuk membuat diagnosa 82. Pada kejang demam sederhana : A. Kejang demam yang berlangsung singkat, kurang dari 15 menit, dan umumnya akan berhenti sendiri B. Kejang bersifat fokal, tonik atau tonik klonik C. Kejang dapat berulang lebih dari 2 kali dalam 24 jam D. Kejang berlangsung lebih dari 15 menit dan umumnya akan berhenti sendiri E. Sering berkembang menjadi epilepsi 83. Pada neonatus, meningitis awal menunjukkan gejala : A. gejala jelas misalnya ubun-ubun anterior membonjol sehingga mudah diidentifikasi B. gejala tidak jelas atau bersifat sepsis unum sehingga diagnosis sering terlambat C. dapat didahului oleh infeksi bakteri di mastoid D. mesti didapatkan kaku kuduk E. mesti didapatkan nyeri kepala 84. Pada hasil pungsi lumbal meningitis bakteri : A. peningkatan jumlah sel PMN, penurunan kadar protein, penurunan kadar glukosa B. peningkatan jumlah sel PMN, peningkatan kadar protein, peningkatan kadar glukosa C. peningkatan jumlah sel PMN, peningkatan kadar protein, penurunan kadar glukosa D. peningkatan jumlah sel MN, peningkatan kadar protein, peningkatan kadar glukosa E. peningkatan jumlah sel MN, peningkatan kadar protein, penurunan kadar glukosa

5
85. Kontra indikasi pungsi lumbal : A. adanya gangguan kesadaran B. adanya infeksi disekitar kepala dan leher C. adanya kelumpuhan D. adanya infeksi berat E. adanya kesulitan pernafasan 86. Gejala klinik pada anak besar dengan meningitis: A. tekanan intra kranial meningkat dengan UUB menonjol B. kejang, penurunan kesadaran, gangguan saraf otak III, VI, IV C. kelainan saraf otak XII, VI, dan VII D. muntah, diare, kelumpuhan E. kesadaran menurun, tanda rangsang meningeal timbul, gelisah 87. Prognosis meningitis tergantung pada : A. semakin banyak mikroorganisme yang terlibat, semakin baik B. semakin muda usia, semakin baik prognosisnya C. sumber infeksi semakin mudah diidentifikasi, semakin baik D. semakin cepat identifikasi penyakit, semakin baik E. pemberian antibiotika adekwat sebelum dibawa ke RS, semakin baik 88. Berikut gejala anemia pada anak, kecuali: A. Tampak pucat B. Anak tampak kurang aktif D. Peningkatan laju endap darah E. Peningkatan jumlah lekosit C. Penurunan Hemoglobin

89. Pemeriksaan yang didapatkan pada anak dengan anemia defisiensi besi, kecuali: A. Penurunan Serum Iron B. Penurunan hemoglobin C. Penurunan total iron binding capacity D. Eritrosit hipokromik mikrositik

91. Penyakit perdarahan akibat faktor vaskuler mempunyai ciri: A. Bleeding time meningkat B. Clotting time meningkat C. Rumple leede positif D. Clot retraction test meningkat

92. Penyakit perdarahan akibat faktor trombosit mempunyai ciri: A. Bleeding time memendek C. Rumple leede positif D. Clot retraction test normal

B. Clotting time normal

93. Penyakit perdarahan akibat faktor pembekuan mempunyai cirri: A. Bleeding time normal C. Rumple leede positif D. Clot retraction test memendek

B. Clotting time normal

94. Penyakit von Willebrand merupakan: C. Gangguan pembekuan tahap III

A. Gangguan pembekuan tahap I D. Gangguan pembuluh darah

B. Gangguan pembekuan tahap II E. Gangguan trombosit

95. Hemofilia C merupakan: A. Gangguan pembekuan tahap I B. Gangguan pembekuan tahap II C. Gangguan pembekuan tahap III D. Gangguan pembuluh darah E. Gangguan trombosit

96. DIC merupakan: A. Gangguan pembekuan tahap I B. Gangguan pembekuan tahap II D. Gangguan pembuluh darah E. Gangguan trombosit

C. Gangguan pembekuan tahap III

97. Berikut yang benar tentang tahap prelaten anemia defisensi Fe: A. Anak tampak pucat B. Hepatomegali C. Perdarahan hebat D. Penurunan kadar besi serum E. Bukan salah satu disebut

98. Berikut merupakan gejala tahap laten anemia defisiensi besi/Fe: Perdarahan hebat D. Penurunan kadar besi serum

A. Anak tampak pucat

B. Hepatomegali

C.

99. Berikut gejala anemia defisiensi besi, kecuali: A. Sulit belajar B. Dilatasi jantung C. Hipertrofi otot

D. Atrofi vili lidah

100. Faktor VIII merupakan: A. glikoprotein, bersifat stabil. B. sintesis di sel sinusoid hati C. gen F VIII terletak pada kromosom IX D. berfungsi pada jalur ekstrinsik E. Bukan salah satu disebut

SELESAI