Anda di halaman 1dari 3

POINT 0033 sampai dengan 0042 SODIUM CHLORIDE PRODUCTION PROCESS Ammonia, butane, carbon dioxide atau Freon,

atau media pendingin lainnya seperti etilen glycol/ water mixture, kalsium klorida / water mixture, kalium format / water mixture, alkil subtitusi aromatic tidak berkontak langsung dengan air garam. Khususnya media pendingin terdapat dalam sirkuit tertutup dan air garam yang akan di dinginkan kenyatanya terpisah dari media pendingin oleh dinding padat. Pendinginan tidak langsung digunakan karena pengkontaminasian dalam produksi garam harus dicegah. Pendinginan tak langsung bias didapatkan baik dengan evaporation falling film atau dengan sirkuit tertutup dengan media pendingin didalamnya. Jika pendinginan tak langsung bias dengan media pendingin, media pendingin didinginkan dengan pendingin(kulkas). Lalu media pendingin melepaskan dinginnya ke pada air garam melalui dinding padat dan media pendingin di dinginkan kembali menggunakan pendingin. Ketika menggunakan pendinginan tak langsung, es atau NACL dihidrat memiliki kecenderungan dimasukan ke dalam permukaan heat exchanging. Selanjutnya, komponen yang ada pada air garam mungkin berasal dari penggerakan permukaan ini. Langkah pendinginan lebih bagus dilakukan dalam benjana yang di lengkapi untuk pencegahan kereak es NACL dihidrat atau komponen lain didalam exchanging surface. Untuk tahap ini dapat digunakan benjana yang biasa yang dikenal, dalam pencegahan pengerakan. Contoh mudahnya sebuah benjana dilengkapi dengan penyeka atau pengikis untuk menjaga permukaan ini cukup untuk penyimpanan. Biasanya, langkah pendinginan dilakukan di self_cleaning fluidized bed heat exchanger atau crystalizer. Maksudnya self_cleaning fluidized bed heat exchanger adalah heat exchanger yang berbentuk tempurung dan tabung vertical . di dalam tabung heat exchanger, partikel baja kamar fluidisasi (dalam proses pengaliran) harus di pelihara. Keunggulan dari self_cleaning fluidized bed heat exchanger sangat mencakup peralatan mekanika yang lebih sedikit dibandingkan scraped cooled wall crystalizer jadi membuat nya lebih mahal dibandingkan dengan scraped cooled wall crystalizer. Terutama pada produksi skala besar menawarkan penghematan biaya. Selanjutnya, fluidized bed heat exchanger telah meningkatkan kehandalan dibandingkan scraped cooled wall crystalizer. Juga, secara signifikan laju pentransferan panas terbesar didapati oleh fluidized bed heat exchanger dibandingkan dengan perlengkapan perpindahan panas yang konvensional yang menyebabkan pengurangan ukuran substansi dari pentransfer panas yang

diberikan tugas tersebut. Juga, start-up dan kontrol lebih sangat mudah., fluidized bed heat exchanger dilengkapi dengan perlengkapan tertentu untuk menjaga dinding bebas dari bahan yang dimasukkan ( kerak ). Tahap pendinginan lebih baik dilakukan pada tekanan 0.3 bar dan sekitar 0.5 bar, dan lebih bagus sekitar 0.7 bar. Sebaiknya tekanan tidak lebih dari 7 bar dan lebih baik lagi tidak lebih tinggi dari 5 bar. Biasanya proses dilakukan pada tekanan atsmofer hanya dengan peningkatan tekanan secara static dan dinamis dengan dikenakan pompa sirkulasi. Wujud salah satu penemuan, langkah pertama dalam pendinginan air garam yang baku sekitar 0 C dilakukan dengan cara yang biasa. Khususnya, pendinginan ke 0 C dapat dilakukan fluidized bed heat exchanger , tetapi tetap lebih baik langkah ini dilakukan dengan heat exchanger yang konvensional seperti cangkang dan tabung ( shell and tube ) heat exchanger atau piringan pengganti panas ( plate heat exchanger ). Kemudian, pendinginan air garam yang baku mungkin dicampur dengan recycled crystal slurry atau air bersih yang didapatkan pada langkah kedua(ii), biasanya sekitar -21 C untuk mengkontrol densitas slurry/ bubur atau derajat konsentrasi dari air. Air garam yang telah dingin secara opsional mencakup NACL dihidrat atau Kristal es, yang akan didinginkan lagi di dalam fluidized bed heat exchanger ke temperature pendinginan biasanya sekitar -21 C, ketika pengkristalan NACL dihidrat ( jika air garam mengandung NACL lebih banyak dibandingkan komponen lainnya) atau es ( jika air garam mengandung NACL lebih sedikit dibandingkan komponen lainnya). Sekanjutnya, temperature pendinginan NACL dihidrat dan es secara serempak didinginkan pada rasio yang telah ditentukan, pada tingkat keseluruhan tergantung oleh jumlah panas yang dapat di transfer melalui dinding heat exchanger. Kondisi perubahan panas sebaiknya densitas slurry yang dipilih dihasilkan oleh NACL dihidrat atau es tidak menggangu fungsi sebenarnya dari fluidized bed heat exchanger . Dalam langkah ke tiga , NACL dihidrat yang terbentuk dalam langkah kedua dari proses berdasarkan penemuan terpisah dari es yang terbentuk dan air pada temperature pendinginan sekitar -21 C dalam arti koncensional. Lalu aliran yang kaya akan NACL dihidrat terbentuk. Langkah pemisahan ini diletakan ketika atau setelah langkah pendinginan eutatik. Itu dinyatakan tidak seperti NACL dihidrat, es apung dalam air garam. Karenanya, sebaiknya es dan NACL dihidrat terpisah dengan metode pemisahan yang diketahui berdasarkan gaya grafitasi atau gaya centrifugal. Biasanya dalam proses pemisahan aliran NACL dihidrat terbentuk, dan biasanya

juga aliran kaya akan es juga terbentuk. Pada dasarnya aliran dihidrat adalah aliran yang mengandung >50% NACL dihidrat debandingkan dengan es dalam aliran pemisahan sebelumnya. Pemisahan dari pembentukan es, air, dan NACL dihidrat biasanya dilakukan dengan mengunakan satu atau lebih cyclone , satu atau lebih decanter, dan satu atau lebih benjana pemisah dimana es akan mengapung ke atas dan NACL dihidrat akan tenggelam ke bawah dan dapat digabungkan dengan satu atau lebih filtrasi centrifugal. Es yang terbentuk dalam penemuan ini mungkin akan dimurnikan. Ini dapat dilakukan dengan pengertian konvensional tetapi biasanya dengan kolom pencuci dimana air ( es yang meleleh) digunakan sebagai air pencuci. Biasanya di gunakan kembali sebagai pencuci di kolom pencuci. Dingin yang dihasilkan dari pelelehan es dapat digunakan untuk pendinginan tidak langusng atau pendinginan media pendingin. Tambahan dalam opsi penghematan energi untuk memisahkan es dari air. Dengan melelehkan es di air pada suhu 0 C, dingin yang dihasilkan dapat diunakan untuk mendinginkan air garam yang baru atau kondensat refrigerant ke suhu 0 C. Aliran NACL dihidrat didapatkan dengan pemisahan dari campuran yang didapatkan dari langkah ke dua, termasuk es, NACL dihidrat, dan air , mungkin akan dimurnikan sebelum di gunakan pada langkah ke empat. Itu mungkin dimurnikan dalam arti konvensional, tetapi biasanya dimurnikan dengan menggunakan kolom pencuci dimana biasanya air didapatkan dari proses rekristalisasi. >>>>>>> SELESAI HALAMAN 3