Anda di halaman 1dari 8

PRESENTASI KASUS SOL ( TUMOR CEREBRI )

Pembimbing : dr. Agus Budi Setiawan, Sp. BS

Disusun Oleh : Astrisia Dasayanti Kusuma Ajeng 1110221126 G1A211086

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN SMF ILMU BEDAH RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PURWOKERTO 2013

HALAMAN PENGESAHAN

Telah dipresentasikan dan disetujui presentasi kasus dengan judul : SOL TUMOR CEREBRI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti bagian bedah saraf program profesi dokter di Bagian Ilmu Bedah RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

Disusun Oleh : Astrisia Dasayanti Kusuma Ajeng 1110221126 G1A211086

Purwokerto,

Februari 2013

Mengetahui, Dokter Pembimbing,

dr. Agus Budi Setiawan, Sp. B

I.

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis kelamin Alamat Agama Pekerjaan No. CM Tanggal masuk Tanggal periksa : Tn. A : 51 tahun : Laki-laki : Karang Talun Kidul Rt 3/VII, Purwojati : Islam : Guru : 745669 : 8 febuari 2013 : 9 febuari 2013

II. ANAMNESIS A. Keluhan Utama : Kejang B. Keluhan Tambahan : C. Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke IGD RSMS dengan keluhan kejang 4 jam SMRS. Pasien menyatakan kejang terjadi mendadak tanpa didahului nyeri kepala maupun demam. Setelah kejang, pasien menyangkal adanya nyeri kepala, muntah, maupun pandangan kabur. Kejang sudah dirasakan sejak 2 tahun yang lalu, selain kejang pasien juga mengeluhkan nyeri kepala hebat dan terkadang muntah tanpa didahului mual. 4 bulan SMRS pasien mengeluhkan terjadi kelemahan pada tubuh bagian kiri. D. Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat hipertensi disangkal. Riwayat diabetes melitus disangkal. Riwayat trauma ada disangkal. Riwayat operasi disangkal. E. Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat penyakit seperti di atas tidak ada 3

F. Riwayat Penyakit Sosial dan Ekonomi Pasien sudah menikah dengan dua anak. Pekerjaan pasien adalah guru. Pasien tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol. III. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign : Sedang : Compos mentis : Tekanan darah : 120/80 mmHg Nadi Respirasi Suhu A. Status Generalis Kepala Mata Hidung Mulut Telinga Thorax Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : Ictus cordis tidak tampak : Ictus cordis tak kuat angkat : Batas kiri atas ICS II LMC sinistra Batas kanan atas ICS II LPS dextra Batas kiri bawah ICS V LMC sinistra Batas kanan bawah ICS II LPS dextra Auskultasi Paru Inspeksi Palpasi Perkusi : Dada kanan dan kiri simetris : Vokal fremitus kanan sama dengan kiri : Sonor di seluruh lapangan paru : S1 > S2 reguler, bising jantung tidak ada : Simetris, mesocephal : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik : Tidak ada discharge, tidak ada deviasi septum : Bibir tidak kering, lidah tidak kotor : Simetris, tidak ada kelainan bentuk : 76 x/menit : 20 x/menit : 37 C

Auskultasi Abdomen Inspeksi Auskultasi Perkusi Palpasi

: Suara dasar vesikuler kanan dan kiri, suara tambahan tidak ada : Datar, venektasi tidak ada, sikatrik tidak ada, tidak tampak massa : Bising usus normal : Tympani : Defans muskular tidak ada, nyeri tekan tidak ada, tidak teraba massa, hepar tidak teraba, limpa tidak teraba, ballotement tidak ada, buli tidak teraba

Ekstremitas:

Superior kanan Superior kiri Inferior kanan Inferior kiri

: Edema tidak ada : Edema tidak ada : Edema tidak ada : Edema tidak ada

B. Status neurologis 1. Glasgow Coma Scale : E4M6V5 2. Refleks Cahaya +/+ Pupil bulat isokor, diameter 3 mm/ 3mm 3. Meningeal sign (-) 4. Nervus cranialis: dalam batas normal 5. Kekuatan Motorik 5555 5555 6. Trofi eutrofi eutrofi 7. Tonus normotonis normotonis normotonis normotonis 8. Refleks Fisiologis N N N N eutrofi eutrofi 5555 5555

9. Refleks Patologis

10. Pemeriksaan sensorik N N 11. Status otonom BAK normal, BAB normal IV. RESUME A. Anamnesis Pasien datang dengan keluhan kejang 4 jam SMRS. Kejang terjadi mendadak tanpa didahului nyeri kepala maupun demam. Setelah kejang, pasien menyangkal adanya nyeri kepala, muntah, maupun pandangan kabur. Kejang sudah dirasakan sejak 2 tahun yang lalu, selain kejang pasien juga mengeluhkan nyeri kepala hebat dan terkadang muntah tanpa didahului mual. 4 bulan SMRS pasien mengeluhkan terjadi kelemahan pada tubuh bagian kiri. B. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Kesadaran Tanda vital : Sedang : Compos mentis : Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu Status generalis : 120/80 mmHg : 76 x/menit : 20 x/menit : 37 C N N

: Dalam batas normal

Status neurologis : Dalam batas normal 6

V.

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan laboratorium Hemoglobin Leukosit Hematokrit Eritrosit Trombosit MCV MCH MCHC Basofil Eosinofil Batang Segmen Limfosit GDS SGOT SGPT Ureum darah Kreatinin darah Natrium Kalium Klorida Kalsium Tot protein Albumin Globulin Bilirubin total Bilirubin direk Bilirubin indirek HBsAg Anti HCV Pemeriksaan CT Scan Kesan : Massa di daerah parietal kanan 19 April 2012 18,6 g/dL () 10150 /uL 49 5,7x106/uL 273.000/uL 65,8 fL 32,9 pg () 35,4 () 0,6 2,4 0 () 55,7 31,3 129 64 U/L () 73 U/L () 41,2 mg/dL () 1,30 mg/dL 141 mmol/L 4,2 mmol/L 109 mmol/L () 8,7 mg/dL 6,69 3,67 3,02 0,52 0,32 () 0,03 Non reaktif Non reaktif

VI.

DIAGNOSIS Diagnosis klinis Diagnosis topis Diagnosis etiologis : : Parietal Dekstra :

VII.

PENATALAKSANAAN 1. IVFD NaCl 0,9% 2. Inj Ceftriaxone 2x1gram (iv) 3. Inj Rantin 2x50mg (iv) 4. Inj Ketorolac 3x30mg (iv) 5. Inj Brain act 2x500mg (iv) 6. Inj Fenitoin 3x100mg (iv) 7. Inj Dexametashone 3x10mg (iv)

VIII. PROGNOSIS : Ad sanam Ad vitam : ad bonam : ad bonam Ad fungsionam : ad bonam