Anda di halaman 1dari 5

Dasar-dasar Filsafat

Tiga ciri cara berfikir filsafat (syarat menuju kebenaran) : mendasar-kritis-luas


Diperoleh Meneliti Melakukan analisis (pengkajian yang matang) dengan metode yang tepat Kebenaran bersifat sementara (tentatif) / tidak mutlak, bila terdapat kemungkinan benar lain (kemungkinan benar tidak hanya ada satu)

Pengertian Filsafat
Apakah Filsafat itu dan bagaimana berfilsafat? Filsafat = Kegiatan berpikir secara radikal, sistematik, dan universal (ketiga ini harus muncul bersama) = menghasilkan KEBENARAN (walaupun masih dapat berubah) Radikal = Berakar/mendasar (deep thinking) Caranya? Bersikap kritis, hati-hati, teliti, dan jeli Sistematik = logis (berpikir logika) untuk penarikan kesimpulan Caranya? Berpikir prosedural, proses pergerakan langkah teratur, bertahap, dan dapat dipertanggungjawabkan Universal = luas/menyeluruh (berlaku untuk semua keadaan/kondisi dan semua orang) Menurut Gazalba, 1979:41 : Sistem kebenaran tentang segala sesuatu yang dipersoalkan sebagai hasil berpikir secara radikal, sistematik, dan universal. Berpikir Filsafat = merenung, dengan 3 cara berpikir. Perenungan ini dapat dilakukan 2 cara, yaitu Perseorangan (bertanya pada diri sendiri) & Kelompok (dialog bersifat analitis dan kritik secara timbal balik)

Manfaat Filsafat
Dalam masalah agar mendapatkan sebuah solusi (kebenaran) & memperoleh sikap berpikir yang baru. 2 macam masalah: Masalah menuntut penyelesaian cepat = keseharian Masalah yang sifatnya asasi = mengenai hakikat manusia, alam, dan Tuhan Prosedur Filsafat = observasi -> teliti -> kaji -> temukan bukti -> evaluasi

Manfaat: 1. Membuat orang mampu berpikir mendalam (mendasar), menganalisis dan bersikap secara kritis (logis), berpikir menyeluruh (luas), 2. Mengumpulkan pengetahuan dalam bentuk yang sistematis, 3. Mendorong orang untuk mencari tahu hal yang belum diketahui, dan memperdalam hal yang telah diketahui, 4. Membuat orang berani mengoreksi diri (kemampuan mengetahui sesuatu) dan tidak apatis lingkungan untuk mengetahui nilai-nilai hidup di masyarakat, 5. Membuat orang bersikap arif bijaksana dan berwawasan luas untuk menghadapi dan memecahkan masalah.

Logika
Secara umum : Cabang Filsafat Cabang Matematika = mengkaji prinsip, hukum, dan metode berpikir yang benar, tepat, dan lurus. = mengkaji seluk-beluk perumusan pernyataan (secara bhs.formal) atau persamaan yang benar.

Bahasa buatan Bahasa alamiah (bhs komunikasi sehari-hari) Merajuk kepada rangkaian simbol matematis seperti yang biasa terdapat pada literatur matematika Kedua cabang ini mendasari Logika sebagai dasar bepikir dalam memperoleh, mencermati, dan menguji pengetahuan dengan cara yang benar untuk memperoleh pengetahuan yang benar. Sebagai Cabang Filsafat -> Logika adalah kajian tentang berpikir atau penalaran yang benar Penalaran = Proses penarikan kesimpulan (proses, langkah-langkah, serta hukum, prinsip, dan aturan-aturannya) berdasarkan alasan yang relevan (berupa bukti, data, informasi akurat, dan pejelasan tentang hubungan antara beberap hal).

INTINYA!
Logika : dari kata LOGOS = Aturan, prinsip, kata yang menjelaskan realitas
Kebenaran Logos : satu kebenaran yang diungkapkan dengan representasi yang secara logis tidak mengikuti asumsi apapun

Menurut Teori : Logika sebagai kajian dan menjelaskan tentang kebenaran / fakta
sebagai ilmu pengetahuan.

Sesat Pikir
Menurut Logika Tradisonal = Kekeliruan dalam penalaran, karena penarikan kesimpulan dengan langkah-langkah yang tidak sah, yang disebabkan oleh pelanggaran kaidah logika. COPI menjelaskan : sesat pikir adalah perbincangan yang mungkin terasa betul, tetapi setelah diuji terbukti tidak betul

Etika
Menurut ARISTOTELES : Etika dipakai untuk menunjukkan (refleksi) sifat moral. Maka -> ETIKA = Ilmu tentang adat kebiasaan Kamus Besar Bahasa Indonesia = Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, nilai mengenai benar dan salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat, ilmu tentang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. JADI....

Etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang dijadikan pedoman seseorang atau kelompok untuk mengatur tingkah laku.
Etika Moral Kepercayaan / perilaku ttg baik dan buruk Ketetapan, kumpulan peraturan, atau pedoman (baik lisan atau tulisan) yang bersumber dari agama, adat istiadat, dll yang mengatur perilaku agar menjadi manusia yang baik. (sesuai adat istiadat setiap orang = berbeda-beda pada setiap orang)

Hubungannya?

Etika itu suatu pemikiran kritis yang mendasar terhadap ajaran dan pandangan moral Ajaran dan pandangan moral yang beragam disaring oleh etika untuk ditentukan mana yang lebih tepat, baik, dan dipertahankan, serta mana yang dibuang Setelah diteliti secara kritis, objektif, dan mendalam etika dengan moral yang benar ditetaplkan lalu dijadikan pedoman bertingkah laku yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sehingga...
MORAL itu mengacu pada nilai baik / buruk yang disepakati dan di adopsi

dalam suatu lingkungan tertentu.

Seseorang yang memiliki kepribadian moral yang kuat memiliki; 1. Kejujuran, 2. Konsisten (sifat yang tidak diwarnai oleh lingkungan), 3. Siap bertanggung jawab, 4. Keberanian moral, 5. Realistis dan kritis. Moral hampir sama dengan Akhlak Bersumber dari Filsafat Bersumber dari ajaran agama

AKHLAK menurut Al-Ghazali : suatu perilaku sadar yang bersumber dari jiwa yang melahirkan berbagai kegiatan dengan mudah tanpa memerlukan pertimbangan dan pemikiran. Apabila perilakunya baik = Akhlak terpuji. Bila perilakunya buruk = Akhlak tercela.

Manfaat Mempelajari Etika


1. Karena kita hidup di era globalisasi yang memiliki berbagai macam bentuk latar belakang masyarakat (suku, budaya, ras, agama, adat istiadat, dan kebudayaan) sehingga muncul banyak pandangan moral. Dengan banyaknya berbedaan pandangan moral yang masing-masing orang meyakini pandangan moral dirinya adalah yang paling benar. Maka disinilah ETIKA berfungsi untuk membimbing dalam menentukan pilihan secara kritis, objekif, dan dapat dipertanggungjawabkan. 2. Era modernisasi yang berkembang pesat tidak hanya di kota besar saja sampai desa-desa terpencil pun mengenai dampak modernisasi, menyebabkan segala sesuatu cepat berubah, termasuk juga pandangan moral. Akibatnya banyak timbulnya berbagai macam reaksi dari efek keadaan tersebut, dari kelompok / golongan masyarakat yan cepat terpengaruh ataupun sebaliknya bersikeras untuk mempertahankan tradisi lama. Maka disinilah ETIKA berfungsi agar kita tidak kehilangan orientasi mana yang baik atau buruk, untuk menentukan sikap yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan agama.

3. Seiring perkembangan modernisasi yang diikuti dengan perubahan sosia, budaya, dan moral semakin banyak kelompok-kelompok tertentu yang ingin merusak budaya dan pandangan moral kita untuk mengikuti mereka, sehingga kita menjadi bangsa yang tidak memiliki jati diri. Karena sesungguhnya kunci eksistensi suatu bangsa dilihat dari kehidupan moralnya. Maka disinilah ETIKA berfungsi agar kita memiliki kemampuan kritis dan objektif menyaring ideologi bangsa lain yang mempengaruhi bangsa kita untuk jad bangsa yang mandri dan bijak menghadapi perubahan (tidak menolak dan juga menerima begitu saja = menyaring dengan pertimbangan yang kritis dan objektif).

Kekuatan dan Keutamaan Karakter


Seseorang yang memiliki kekuatan dan keutaman karakter, dapat menghasilkan perasaan-perasaan positif dalam situasi apapun, dan juga dapat melihat sisisisi baik dari hidupnya sehingga dapat memberikan penilaian positif kepada hidupnya. Kepribadian dan karakter Kepribadian menurut ALLPORT = ...organisasi dinamis dari keseluruhan sistem psiko-fisik dalam diri individu yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya Jadi... kepribadian seseorang itu terorganisasi, memiliki unsur-unsur yang saling bekerja bersama dan berkaitan secara teratur. Dinamis yaitu terus berkembang, tidak berhenti pada satu titik. Kepribadian ini juga melibatkan aspek psikis seperti berpikir, mempercayai, dan merasakan sesuatu, serta aspek fisik seperti berjalan, berbicara, dan tindakan motorik lain. 2 faktor yang mempengaruhi kepribadian;
1. Faktor internal = penyesuaian dalam diri, memiliki otonom untuk regulasi diri. 2. Faktor eksternal = penyesuaian diri dengan lingkungan secara unik (berbeda pada setiap individu)

HUBUNGAN KARAKTER DENGAN KEPRIBADIAN Karaktek sebagai kepribadian yang dievaluasi Karaktek itu segi kepribadian yang ditampilkan keluar, sesuai dengan nilai dan norma tertentu. Karakter = Kumpulan sifat mental dan etis, yang menentukan bagaimana pemiliknya. Bagaimana seseorag mencapat tujuannya secara efektif, bagaimana berurusan dengan orang lain, bagaimana taat kepada hukum, dsb.