Lampiran I Surat Direktur Jenderal PMD Kemendagri Nomor : 900/2130/PMD Tanggal : 13 Maret 2013 PETUNJUK TEKNIS

PENCAIRAN DAN PENGGUNAAN DANA URUSAN BERSAMA KEGIATAN PNPM MANDIRI PERDESAAN T.A. 2013 I. PENDAHULUAN 1. PNPM Mandiri adalah program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. PNPM Mandiri dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan dan pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan. 2. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk menciptakan/meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun berkelompok, dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraannya. Pemberdayaan masyarakat memerlukan keterlibatan yang besar dari perangkat pemerintah daerah serta berbagai pihak untuk memberikan kesempatan dan menjamin keberlanjutan berbagai hasil yang dicapai. 3. Pelaksanaan PNPM Mandiri tahun 2007 dimulai dengan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sebagai dasar pengembangan pemberdayaan masyarakat di perdesaan; Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) sebagai dasar bagi pengembangan pemberdayaan masyarakat di perkotaan; dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) untuk pengembangan daerah tertinggal dan khusus konflik. PNPM Mandiri diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai kementerian/sektor dan pemerintah daerah. 4. Agenda pengintegrasian program merupakan amanat dan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan. Inpres No.3 Tahun 2010 dilaksanakan melalui pengintegrasian tahap perencanaan program dalam PNPM Mandiri Perdesaan dengan sistem Musyawarah Perencanaan Pembanguan (Musrenbang) reguler, selaras dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa. Permendagri ini selanjutnya diturunkan ke dalam prosedur kerja yang lebih operasional melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 414.2/5223/PMD tanggal 16 Desember 2008 tentang Pedoman Pembangunan Partisipatif dan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 414.2/1408/PMD tanggal 31 Maret 2010 perihal Petunjuk Teknis Perencanaan Pembangunan Desa, yang menempatkan perencanaan partisipatif masyarakat sebagai dasar Pengambilan keputusan pembangunan di desa dan sebagai dasar penyusunan RPJM Desa dan RKP Desa. Rumusan itu dalam pengintegrasian diperkuat dengan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 414.2/2207/PMD tanggal 18 Mei 2010 perihal Panduan Teknis Integrasi Perencanaan Pembangunan. Beberapa regulasi dimaksud pada dasarnya telah memberikan arah yang kuat terhadap perencanaan pembangunan partisipatif dalam pelaksanaan pengintegrasian ke sistem perencanaan pembangunan nasional reguler. Ke depan hanya akan ada satu 1

mekanisme yang berkualitas dan satu dokumen rujukan untuk perencanaan pembangunan di desa. 5. Bahwa dalam rangka mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat miskin di perdesaan, Pemerintah melakukan langkah-langkah pengintegrasian dan perluasan program-program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat ke dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan. (PNPM-MPd) 6. PNPM-MPd berupaya mempertajam visi dan meningkatkan pencapaian misi PPK. Visi PNPM-MPd adalah mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat miskin perdesaan. Kesejahteraan berarti terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Kemandirian yaitu mampu mengorganisir diri untuk memobilisasi sumberdaya yang ada di lingkungannya, mampu mengakses sumberdaya yang ada dilingkungannya, mampu mengatasi masalah yang dihadapinya, khususnya masalah kemiskinan. Misi PNPM-MPd adalah : a. Peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaannya; b. Pelembagaan sistem pembangunan partisipatif; c. Mengoptimalkan fungsi dan peran pemerintah lokal; d. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana dasar masyarakat; e. Pengembangan jaringan kemitraan dalam pembangunan. 7. Cakupan Pelaksanaan PNPM-MPd T.A. 2013 melalui Pendanaan Urusan Bersama meliputi 5.146 Kecamatan di 392 Kabupaten, 32 Provinsi. II. TUJUAN 1. Tujuan umum dari PNPM-MPd adalah mempercepat penanggulangan kemiskinan berdasarkan pengembangan kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas masyarakat, pemerintah lokal, serta penyediaan prasarana sosial dasar dan ekonomi. 2. Tujuan khusus meliputi : a. Meningkatkan peran serta masyarakat terutama kelompok miskin dan perempuan dalam pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pelestarian pembangunan, sekaligus mendorong pengintegrasian sistem pembangunan partisipatif masyarakat dengan sistem perencanaan pembangunan nasional (SPPN) reguler. b. Melembagakan pengelolaan pembangunan partisipatif dengan mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal. c. Mengembangkan kapasitas pemerintahan lokal dalam memfasilitasi pengelolaan pembangunan perdesaan yang berkelanjutan. d. Menyediakan sarana/prasarana sosial dasar dan ekonomi yang diprioritaskan masyarakat. e. Melembagakan keuangan mikro dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat miskin. III. SUMBER PENDANAAN PNPM-MPd Pelaksanaan PNPM-MPd didukung dengan anggaran yang bersumber dari : 1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Dana PNPM-MPd yang bersumber dari APBN dituangkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Urusan Bersama T.A. 2013 yang mencakup 392 Kabupaten/Kota di 32 Provinsi. 2

Biaya konsumsi rapat b. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Dana PNPM-MPd yang bersumber dari APBD Kabupaten/Kota dituangkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD Kabupaten/Kota lokasi PNPM-MPd. berupa sewa komputer desktop (2 unit) dan printer (1 unit) dengan spesifikasi sebagai berikut : Spesifikasi Komputer Desktop (Minimum) : Processor : Intel Core 2 Duo 2. penggandaan/fotocopy.2. g.200/MENKO/KESRA/X/2012 tanggal 5 Oktober 2012 perihal Penetapan Daftar Lokasi dan Alokasi BLM PNPM Mandiri T. Swadaya Masyarakat Partisipasi dunia usaha atau pihak lain yang tidak mengikat KOMPONEN DANA PNPM-MPd T. Pengelola kegiatan Sistem Akuntasi Instansi (SAI). 5. Belanja bahan perkantoran antara lain bahan ATK dan komputer.A. Honor operasional Satuan Kerja UB. e. Operasional Rutin Satker PNPM-MPd Kabupaten/Kota meliputi : a. b.A. meliputi : A. Panita Pengadaan Barang/Jasa. 4. Administrasi Kegiatan Penyelenggaraan administrasi kegiatan bertujuan untuk memberikan dukungan operasional perkantoran dan pelaporan pelaksanaan kegiatan PNPM-MPd bagi Satuan Kerja PNPM-MPd Kabupaten/Kota. meliputi : a. penyusunan laporan. IV. f. 2. 2013. Pejabat Penguji Tagihan/ Penandatangan SPM. Staf Satuan Kerja. 2013 Komponen dana PNPM-MPd dalam DIPA Urusan Bersama T. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Bendahara Pengeluaran. Besaran Dana Daerah untuk Urusan Bersama (DDUB) yang bersumberkan dari APBD ditetapkan melalui surat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat nomor B. Belanja Sewa.A. Sumber dana APBD Provinsi Dana PNPM-MPd yang bersumber dari APBD Provinsi dituangkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD Provinsi lokasi PNPM-MPd. Biaya pengiriman/ekspedisi c. c. 3. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). dan perubahannya.53 Mhz Memori : 2 GB DDR-2 Hardisk : 160 GB Optical Drive : DVD ± RW Modem : Fax Modem 56 Kbps Networking : 10/100 Mbps 3 . Penyelenggaraan administrasi kegiatan sebagai berikut : 1. 3. d. 2013.

pelaksanaan. Bantuan transportasi bagi pengelola SAI dalam rangka rekonsiliasi SAI. 4. Belanja perjalanan dinas dalam rangka mengikuti : a.Keyboard : USB/PS/2 Mouse : USB/PS/2 Monitor : LCD 15” O/S : Windows XP/Vista Stabilizer : 500 VA Spesifikasi Printer (Minimum) : Jenis : Inkjet atau Laser Printer Ukuran Kertas : A4 Resolusi : 4800 x 1200 dpi Koneksi : LPT1/USB Speed : 20 ppm OS : Windows XP/Vista/Win 7 Komputer dan printer diperuntukkan bagi Fasilitor Kabupaten. Bantuan transportasi bagi PJOK dalam rangka fasilitasi perencanaan. Tujuan yang akan dicapai dari pelaksanaan Pelatihan Aparat Pemerintah Daerah tersebut adalah sebagai berikut: 1. yang diselenggarakan oleh Ditjen Pembedayaan Masyarakat dan Desa. Pada pelaksanaan PNPM-MPd. Pemerintah Daerah agar mempersiapkan aparat/tenaga setrawan/nama lain yang berfungsi sebagai penyuluh pembangunan partisipatif melalui “Pelatihan Aparat Pemerintah Daerah Lokasi PNPM-MPd Integrasi SPP-SPPN”. 5. Tersedianya aparat pemerintah daerah yang memiliki kemampuan sebagai tenaga setrawan/nama lain. 4 . b. Bantuan transportasi/transport lokal : a. Rapat Koordinasi Provinsi. Terlaksananya kegiatan pelatihan Aparat Pemerintah Daerah yang ada di masing-masing kabupaten lokasi PNPM-MPd Integrasi SPP-SPPN. b. 3. SIMAK BMN. 2. c. Penerima bantuan transportasi melaporkan hasil kunjungan dan bukti kunjungan berupa cap/stempel instansi yang dikunjungi. B. Tersedianya tenaga pelatih untuk aparat pemerintah daerah khususnya dalam pembangunan partisipatif pemberdayaan masyarakat. Peningkatan Kapasitas Aparat Pemerintah Pemerintah dan Pemerintah Daerah sebagai lembaga penyelenggara negara yang memiliki perangkat yang lengkap dan sebagai pihak utama dalam pengelolaan program/kegiatan PNPM-MPd diharapkan memberikan peran lebih aktif dalam pembinaan dan pengendalian program. Bimtek SAI dan Laporan Keuangan. Pemberian bantuan transportasi harus disertai Surat Perintah Tugas dari Kuasa Pengguna Anggara (KPA). pengendalian dan pembinaan PNPM-MPd. dan pelaporan keuangan. yang diselenggarakan oleh Satker PNPMMPd Provinsi.

Ketentuan penggunaan dana DOK PL-UPK.5. Aparat Pemerintah Kabupaten/Kota (SKPD) yang berfungsi sebagai setrawan kecamatan/nama lain. 1. sebagaimana c.3.A. Ketentuan penggunaan dana DOK RBM. DOK PNPM-MPd (reguler) DOK PNPM-MPd yaitu dana BLM yang diperuntukkan mendanai operasional masyarakat dalam melakukan proses tahapan kegiatan perencanaan dan kegiatan pelatihan bagi pelaku-pelaku masyarakat dalam rangka mendukung pelaksanaan program di desa dan kecamatan.A. Panduan Pelatihan Aparat Pemerintah Daerah PNPM-MPd Integrasi SPP– SPPN T. Aparat Pemerintah Kabupaten/Kota di Kecamatan (PjOK). DOK Ruang Belajar Masyarakat (RBM) DOK RBM yaitu dana BLM untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas pelaku masyarakat di lingkup kabupaten/kota lokasi PNPMMPd.Sasaran dari Pelatihan Aparat Pemerintah Daerah adalah sebagai berikut: 1. sebagaimana Lampiran I. BLM Dana Kegiatan BLM Dana Kegiatan adalah dana BLM yang diperuntukkan mendanai/membiayai kegiatan yang diusulkan/proposal masyarakat seperti pembangunan sarana/prasarana fisik di perdesaan. DOK PNPM-MPd Integrasi SPP-SPPN DOK PNPM-MPd Integrasi SPP-SPPN yaitu dana BLM yang diperuntukkan membiayai proses pelaksanaan kegiatan perencanaan dan pelatihan/peningkatan kapasitas pelaku dan memfasilitasi proses integrasi perencanaan masyarakat. dana DOK PNPM-MPd. meliputi : a. kegiatan 5 .4. sebagaimana Lampiran I. sebagaimana Lampiran I. DOK Pendamping Lokal UPK (PL UPK Perguliran) DOK PL UPK yaitu dana operasional yang diperuntukkan untuk membiayai tenaga Pendamping Lokal kegiatan dana bergulir dalam rangka memenuhi kebutuhan penguatan kelembagaan kegiatan dana bergulir UPK dan kelompok peminjam. d. BLM Dana Operasional Kegiatan (DOK) PNPM-MPd T. sebagaimana Lampiran I. Pemberian Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Dana bantuan langsung masyarakat (BLM) adalah dana stimulan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah kepada masyarakat dengan tujuan mendorong dan meningkatkan keswadayaan masyarakat untuk membangun modal sosial dalam menanggulangi persoalan kemiskinan di perdesaan. Dana BLM terdiri dari BLM Dana Operasional Kegiatan (DOK) dan BLM Dana Kegiatan. 2013. C. b. 2. 2013.2. Ketentuan penggunaan dana DOK PNPM-MPd Integrasi SPP-SPPN. Ketentuan penggunaan Lampiran I. 2.1.

Daftar lokasi dan alokasi BLM PNPM-MPd sebagaimana surat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat nomor B. dan politis di daerah. BLM Kegiatan dimaksud meliputi : a.2/7735/PMD tanggal 7 Nopember 2012 perihal Penetapan Lokasi PNPM-MPd Integrasi SPP-SPPN c.2/8696/PMD tanggal 26 Desember 2012 perihal Penetapan Lokasi dan Alokasi Dana PNPM MPd di Lokasi Perbatasan. dalam rangka mendorong integrasi sistem perencanaan partisipatif. Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan PNPM-MPd oleh Inspektorat Kabupaten/Kota T. BLM Dana Kegiatan PNPM-MPd. Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan PNPM-MPd Oleh Inspektorat Daerah bertujuan : 6 . BLM Dana Kegiatan PNPM-MPd Integrasi SPP-SPPN. BLM Dana Kegiatan PNPM-MPd Perbatasan yaitu tambahan dana BLM Kegiatan yang ditambahkan pada lokasi PNPM-MPd Reguler yang ditetapkan sebagai lokasi PNPM-MPd perbatasan. BLM Dana Kegiatan PNPM-MPd Perbatasan. BLM Dana Kegiatan PNPM-MPd yaitu dana BLM yang diperuntukkan mendanai usulan/proposal kegiatan masyakarat di kecamatan yang ditetapkan sebagai lokasi PNPM-MPd.A.2012. BLM Dana Kegiatan PNPM-MPd Integrasi SPP-SPPN yaitu dana BLM yang diperuntukkan mendanai usulan/proposal kegiatan masyarakat di kabupaten yang ditetapkan sebagai lokasi PNPM-MPd Integrasi SPPSPPN.A. d. 2013. Kegiatan masyarakat direncanakan dan dikelola secara langsung oleh masyarakat desa/kecamatan dengan difasilitasi oleh Pendamping Lokal dan Fasilitator PNPM-MPd Ketentuan penggunaan BLM Dana Kegiatan mengacu pada Petunjuk Teknis Operasional (PTO) kegiatan bersangkutan dan atau ketentuan lain yang diatur melalui surat Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Peruntukkan tambahan Dana BLM Kegiatan dimaksud yaitu untuk mendanai kegiatan yang diusulkan/proposal masyakarat. D. 2013 berupa Audit Dukungan oleh Inspektorat Daerah atas Pelaksanaan PNPM-MPd T. Pembinaan dan Kabupaten/Kota Pengawasan PNPM-MPd oleh Inspektorat 1.A. 2. serta biaya simpan pinjam untuk kelompok perempuan. b. BLM Dana Kegiatan lainnya yang ditetapkan secara khusus untuk kepentingan tertentu. Kemendagri. teknokratis. Daftar lokasi dan alokasi BLM PNPM-MPd Integrasi SPP-SPPN sesuai Surat Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa nomor 414. Daftar lokasi dan alokasi PNPM-MPd Perbatasan sesuai Surat Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa nomor 414.200/MENKO/KESRA/X/2012 tanggal 5 Oktober 2012 perihal Penetapan Daftar Lokasi dan Alokasi BLM PNPM Mandiri T.pendidikan dan kesehatan. khususnya untuk kegiatan peningkatan sarana dan prasarana perdesaan. atau kegiatan lain yang tidak masuk dalam daftar larangan/negatif list.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ditingkat Kecamatan PPK ditingkat Kecamatan yaitu Kasie Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kasie PMD) atau pejabat lain di kecamatan yang setingkat. Meningkatkan cakupan nasional pemeriksaan/audit PNPM-MPd dengan standar manual yang disetarakan dengan petunjuk pelaksanan audit BPKP.a. 2013 yaitu Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau SKPD/Instansi lain mempunyai kompetensi dalam menangani pemberdayaan masyarakat. Pelatihan Aparat Pemerintah Daerah. 7 . PPK ditingkat kabupaten/kota sekaligus Operasional Kabupaten (PjO Kab). PPK ditingkat Kabupaten/Kota diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran/penerbit Surat Permintaan Pembayaran (SPP) untuk kegiatan-kegiatan yang dikelola di tingkat kabupaten seperti pengelolaan Komponen Administrasi Kegiatan. Sasaran Audit adalah kecamatan dan desa partisipan PNPM-MPd dengan pembatasan ruang lingkup pemeriksaan/audit sebagaimana diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan Audit Dukungan. sebagai Penanggungjawab d. pengiriman laporan. Satuan Kerja pelaksana dan pengelola Program/Kegiatan PNPM-MPd T. sebagaimana tercantum dalam DIPA Urusan Bersama T. b. Panduan pelaksanaan Pembinaan dan Pengawasan PNPM-MPd oleh Inspektorat Kabupaten/Kota. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) KPA Satker UB yaitu Kepala Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau SKPD/Instansi lain mempunyai kompetensi dalam menangani pemberdayaan masyarakat sebagaimana tercantum dalam DIPA UB. 2013. b. terdiri dari : a. sebagaimana Lampiran I. V. Pembiayaan kegiatan Pembinaan dan Pengawasan PNPM-MPd meliputi penyusunan laporan.A. PENGELOLA KEGIATAN PNPM-MPd 1. dan Kegiatan PNPM-MPd Integrasi SPP-SPPN atau kegiatan lainnya yang tercantum dalam DIPA yang pelaksanaannya ditingkat kabupaten. dan perjalanan dalam rangka pembinaan dan pengawasan PNPM-MPd. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ditingkat Kabupaten/Kota PPK tingkat di Kabupaten/kota Pejabat Struktural di Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa SKPD/Instansi lain mempunyai kompetensi dalam menangani pemberdayaan masyarakat sebagaimana tercantum dalam DIPA UB. 3. Meningkatkan kapasitas pelaku inspektorat daerah (kabupaten/kota dan provinsi) dalam melakukan pemeriksaan atau audit suatu program nasional dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yaitu PNPMMPd.6.A. c. Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) PPSPM yaitu Pejabat Struktural di Bidang Keuangan pada Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau SKPD/Instansi lain mempunyai kompetensi dalam menangani pemberdayaan masyarakat. 4.

mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 3 tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Staf Satuan Kerja. 4. Kuasa Pengguna Anggaran (poin 1. 3. sebagai berikut : a. Kementerian Dalam Negeri.a) dan Bendaharan Pengeluaran (poin 1. Staf satuan kerja yaitu pejabat/Staf pada Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau SKPD/Instansi lain mempunyai kompetensi dalam menangani pemberdayaan masyarakat sebagaimana tercantum dalam DIPA UB. juga sebagai pelaksana dan pengelola PNPM-MPd Generasi Sehat dan Cerdas (GSC). Pejabat Pembuat Komitmen. Staf satuan kerja yaitu pejabat/Staf pada Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau SKPD/Instansi lain mempunyai kompetensi dalam menangani pemberdayaan masyarakat sebagaimana tercantum dalam DIPA UB. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) : 1) Melaksanakan anggaran berdasarkan DIPA Satuan Kerja. i.a) dan Bendaharan Pengeluaran (poin 1. 8 . Pengelola SAI. Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM). Kementerian Dalam Negeri. PPK ditingkat Kecamatan sekaligus Operasional Kecamatan (PjOK). 2) Menetapkan rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana penarikan dana. 3) Memberikan supervisi dan konsultasi dalam pelaksanaan kegiatan dan penarikan dana. Bendahara Pengeluaran. h. Satuan Kerja sebagaimana poin 1. Pengelola Sistem Akuntansi Instansi (SAI). e.d) ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. g. selain sebagai pelaksana dan pengelola kegiatan PNPM-MPd. Bendahara Pengeluaran Bendahara Pengeluaran yaitu pejabat/Staf pada Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau SKPD/Instansi lain mempunyai kompetensi dalam menangani pemberdayaan masyarakat sebagaimana tercantum dalam DIPA UB.PPK ditingkat Kecamatan diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran/penerbit Surat Permintaan Pembayaran (SPP) untuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) di kecamatan. Staf satuan kerja yaitu pejabat/Staf pada Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau SKPD/Instansi lain mempunyai kompetensi dalam menangani pemberdayaan masyarakat sebagaimana tercantum dalam DIPA UB. Tugas dan kewenangan Kuasa Pengguna Anggaran. Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa. Kuasa Pengguna Anggaran (poin 1. Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa .e) ditetapkan melaui Surat Keputusan (SK) Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. f. sebagai Penanggungjawab 2.

Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) 1) Menguji kebenaran SPP beserta dokumen pendukung. menandatangani dan dengan Penyedia Barang/Jasa. 11)Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. menyimpan. 10)Menetapkan panitia/atau pejabat pengadaan barang/jasa. dan 6) Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pengujian dan perintah pembayaran. 6) Menyusun laporan keuangan dan konerja pelaksanaan anggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 9 melaksanakan perjanjian/kontrak . dan membukukan uang/surat berharga dalam pengelolaannya. 10)Menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan kegiatan. 9) Menyerakan hasil pekerjaan pelaksanaan kegiatan kepada KPA dengan Berita Acara Penyerahan. 5) Melaksanakan kegiatan swakelola. 4) Membuat. 8) Membuat dan menandatangani SPP. 7) Menguji dan menandatangani surat bukti mengenai hak tagih kepada negara.4) Mengawasi penatausahaan dokumen dan transaksi yang berkaitan dengan pelaksanaan dan anggaran. 2) Menetapkan Harga Perkiraan Sendiri. 5) Menandatangani Nota Persetujuan Pencairan Anggaran. d. menatausahakan. 2) Menolak dan mengembalikan SPP. 5) Menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen hak tagih. 12)Menetapkan unit akuntansi. 7) Menetapkan PPK 8) Menetapkan PPTK. Bendahara Pengeluaran 1) Menerima. dan b. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) : 1) Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana penarikan dana berdasarkan DIPA. 6) Mengendalikan pelaksanaan perjanjian/kontrak. 11)Menetapkan Petugas verifikasi keuangan. 9) Menetapkan PPSPM. 2) Melakukan pengujian dan pembayaran berdasarkan perintah PPK. 3) Menerbitkan Surat Penunjukkan Penyedia Barang/Jasa. c. 3) Membebankan tagihan pada mata anggaran yang telah disediakan. 4) Menerbitkan SPM. apabila SPP tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan.

Staf Satuan Kerja. 10 . Tatacara Pengadaan Langsung untuk barang dan jasa mengacu pada Peraturan Presiden 54 Tahun 2010 dan perubahannya. Pembayaran Langsung (LS) adalah pembayaran yang dilakukan langsung kepada Bendahara Pengeluaran/penerima hak lainnya atas dasar perjanjian kerja. 6) menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan kegiatan. surat keputusan. 5) membuat SPP. surat tugas atau surat perintah kerja lainnya melalui penerbitan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS). penerimaan negara dari 5) Menyetorkan pemotongan/pemungutan kewajiban kepada negara ke kas negara. Pengelola Sistem Akuntansi Instansi (SAI) 1) Melaksanakan fungsi akuntansi dan pelaporan keuangan/barang yang dikelola oleh KPA. e.3) Menolak perintah pembayaran apabila tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan. tanpa melalui Pelelangan/ Seleksi/Penunjukan Langsung. Uang Persediaan (UP) adalah uang muka kerja dalam jumlah tertentu yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari satuan kerja. 6) Mengelola rekening tempan penyimpanan UP. 3) mengendalikan pelaksanaan perjanjian/kontrak. 7) Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada Kepala KPPN selaku kuasa BUN. menutup dan menandatangani Buku Kas Umum diketahui KPA. 2) menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan. MEKANISME PEMBAYARAN DANA APBN 1. yang tidak mungkin dilakukan melalui mekanisme pembayaran langsung. 2) Pelaporan keuangan/barang sebagaimana poin (1) disusun dengan menggunakan aplikasi SAK yang mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan. g. Membantu KPA dalam : 1) mengendalikan pelaksanaan kegiatan. dan Membukukan. b. Jenis Pembayaran APBN a. yaitu Pengadaan Barang/Jasa langsung kepada Penyedia Barang/Jasa. f. VI. 4) verifikasi surat bukti mengenai hak tagih kepada negara. Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Pejabat Pengadaan Barang/Jasa adalah personil yang ditunjuk untuk melaksanakan Pengadaan Langsung. 4) Melakukan pemotongan/pemungutan pembayaran yang dilakukannya. dan 7) melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

755-ID dan Hibah IFAD No. 1053-ID (National Program for Community Empowerment in Rural Areas Project). 7867-ID (Third National Program for Community Empowerment in Rural Areas) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. dan selanjutnya menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) yang ditujukan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan (KPPN). Prosedur Penerbitan SPP dan Penerbitan SPM a. 4) Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-40/PB/2011 tanggal 18 Oktober 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pencairan Dana Hibah IBRD No. dan selanjutnya apabila semua persyaratan telah dipenuhi. 2. sebagai berikut : 11 . 3) Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-49/PB/2011 tanggal 18 Oktober 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pencairan Dana Loan IBRD No. 2) Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-47/PB/2010 tanggal 5 Nopember 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pencairan Dana Loan IBRD No. Tambahan Uang Persediaan (TUP) adalah uang muka yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk kebutuhan yang sangat mendesak dalam 1 (satu) bulan melebihi pagu UP yang telah ditetapkan. c. e. yang berisi permintaan pembayaran tagihan kepada negara. Tata cara penerbitan SPP dan SPM beserta dokumen pendukungna berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan nomor 190/PMK. kode register. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menerbitkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP). TF-098862 dan No. TF-098819 (Third National Program for Community Empowerment in Rural Areas – Disaster Management Support Project) PNPM Pola Khusus Bencana. 8079-ID (Fourth National Program for Community Empowerment in Rural Areas) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Dalam menerbitkan SPM. d.c. PPSPM harus meneliti dan menguji kebenaran SPP yang diajukan PPK. Pencairan dana PNPM-MPd yang bersumber dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-51/PB/2009 tanggal 10 Nopember 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Pinjaman IFAD No. dapat diterbitkan SPM.05/2012 tentang Tatacara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 5) Pembebanan dana PHLN harus mencantumkan nomor perjanjian pijaman/hibah luar negeri. Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) melakukan pengujian atas Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang diajukan oleh PPK. f. dan kategori Pinjaman/Hibah bersangkutan. KPPN atas dasar SPM yang diajukan oleh PA/Kuasa PA menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). b.

sebagai berikut : a. kelompok masyarakat dan/atau lembaga partsipatif masyarakat harus telah dimanfaatkan sesuai dengan rencana selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran bersangkutan berakhir. 3) Akun 423915 Penerimaan Kembali Belanja Hibah LN TAYL. 3. b. 2) Akun 423914 Penerimaan Kembali Belanja Pinjaman LN TAYL. kelompok masyarakat dan/atau lembaga partisipatif masyarakat dalam bentuk uang. Pinjaman/ Hibah TF-098819 (PNPM Paska Bencana) Register No. maka dana tersebut harus disetorkan ke rekening kas umum negara. Reksus 602. digunakan untuk penyetoran Bunga dan/atau Jasa Giro. c.No. Kesalahan pembebanan sumber dana dimaksud menjadi tanggung jawab Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) bersangkutan. Apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran bersangkutan berakhir dana tersebut belum dimanfaatkan. Hibah Luar Negeri) masing-masing dana BLM berpedoman pada DIPA/ RKAKL/Kertas Kerja PNPM-MPd masing-masing Kabupaten/Kota dan atau ketentuan lainnya yang diatur oleh Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Tata cara penyetoran dana PNPM-MPd mengacu pada surat Direktur Jenderal nomor surat Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor S-4373/PB/2012 tanggal 21 Mei 2012 perihal Penyetoran Dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan. digunakan untuk penyetoran Dana BLM PNPM-MPd dengan sumber dana dari Hibah Luar Negeri (HLN) TAYL. DUB yang telah ditransfer ke rekening masyarakat.07/2009 tentang Pedoman Pendanaan Urusan Bersama Pusat dan Daerah Untuk Penanggulangan Kemiskinan pasal 13. c. Pinjaman Luar Negeri. 12 . 4) Akun 423221 Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro). Batas waktu pemanfaatan BLM PNPM-MPd Batas waktu pemanfaatan BLM PNPM-MPd agar mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.980 Kategori Kategori 1 (kecamatan Grant under Part 1(a) of the Project) 71490201 6) Pembebanan/sumber dana (Rupiah Murni. digunakan untuk penyetoran Dana BLM PNPM-MPd dengan sumber dana dari Rupiah Murni (RM) TAYL. 4. Penyetoran dana BLM-MPd menggunakan formulir Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) melalui Bank/Pos Persepsi. Dana Urusan Bersama (DUB) disalurkan secara langsung kepada masyarakat. b. Kode akun yang digunakan adalah : 1) Akun 423913 Penerimaan Kembali Belanja Lainnya Tahun Anggaran Yang Lalu (TAYL). yaitu : a. digunakan untuk penyetoran Dana BLM PNPM-MPd dengan sumber dana dari Pinjaman Luar Negeri (PLN) TAYL. Atas sisa Dana Urusan Bersama dan bunga yang telah disetor ke kas umum negara dibukukan pada aplikasi SAKPA sebagai pendapatan. Kemendagri.155411.

3) 2 (dua) orang Fasilitator Kecamatan (FK) yang bertugas yaitu FK Pemberdayaan (FKP) dan FK Teknik (FT). Pedoman tahapan penyusunan rencana kegiatan/pendanaan BLM mengacu pada Petunjuk Teknis Operasional (PTO) atau pedoman lainnya yang ditetapkan oleh Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.VII. Kementerian Dalam Negeri. 2.A. 2012. 2013 (DIPA Lanjutan T. Penetapan Rencana Kegiatan/Pendanaan BLM (SPC) Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) mengusulkan hasil Berita Acara Rencana Kegiatan/Pendanaan BLM kepada Camat untuk ditetapkan dalam Surat Penetapan Camat (SPC).A. Fasilitasi oleh Fasilitator PNPM-MPd dilakukan mulai dari tahap sosialisasi sampai dengan Penetapan Usulan Kegiatan/Pendanaan BLM. Pembukaan Rekening Kolektif UPK Rekening kolektif UPK berupa rekening Giro atau Tabungan pada bank pemerintah setempat atau bank lainnya sesuai keputusan masyarakat.2/1247/PMD tanggal 22 Pebruari 2012 perihal Petunjuk Teknis Pencairan dan Penggunaan Dana Urusan Bersama PNPM Mandiri Perdesaan T. maka sambil menunggu penetapan FK dapat dilakukan penggantian spesimen sementara oleh Fasilitator Kabupaten. 13 . Hasil penyusunan Rencana Kegiatan/ Pendanaan BLM yang telah disetujui/disepakati oleh masyarakat dibuat Berita Acara. 2013) Pencairan dana BLM PNPM-MPd T.A. Pencairan Dana BLM PNPM-MPd T. Penyusunan Rencana Kegiatan/Pendanaan BLM Pada prinsipnya rencana kegiatan/pendanaan BLM disusun oleh masyarakat dengan difasilitasi oleh Fasilitator PNPM-MPd (Tingkat Kecamatan dan atau Kabupaten).A. 4. Penetapan Alokasi dan Pengelola Dana BLM Alokasi bantuan dan pengelola dana BLM ditetapkan dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota. 2) Penetapan alokasi dana BLM untuk masing-masing kecamatan. Apabila terjadi kekosongan FK.A. B. Rekening dibuka dengan spesimen tanda tangan: 1) Ketua UPK/UPKS. 3. maka perlu dilakukan penggantian spesimen tanda tangan.A.A. Apabila terjadi pergantian personil pengurus UPK/UPKS atau wakil masyarakat. PENCAIRAN DANA BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT (BLM) A.A. 2012 yang dilanjutkan pada T. dan perubahannya. tahapan pencairannya mengacu pada surat Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa nomor 414. 2013). Proses Pencairan Dana BLM PNPM-MPd T. 2012 yang dilanjutkan pada T. 2013 (DIPA Lanjutan T. yang berisi : 1) Penetapan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dan UPK Sementara (UPKS) pada Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) sebagai Lembaga Masyarakat pengelola Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). 2) Salah satu wakil masyarakat yang dipilih oleh Musyawarah Antar Desa (MAD). 2013 1.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) membuat Kontrak/Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) DOK PL-UPK dengan Ketua UPK/UPKS. 14 . Penerbitan Surat Permintaan Pencairan Langsung (SPP-LS) : 1) Ketua UPK/UPKS mengajukan Surat Permintaan Pencairan DOK PL-UPK kepada PPK. menguji kebenaran SPP-LS dan dokumen pendukungnya yang diajukan oleh PPK. C. c. 6. b. 2) PPK meneliti/menguji kelengkapan dan keabsahan Surat Permintaan Pencairan DOK beserta dokumen pendukungnya yang diajukan oleh Ketua UPK/UPKS. dana BLM ditransfer dari Bank Operasional KPPN langsung ke rekening UPK. untuk diajukan dalam Musyawarah Antar Desa (MAD). Tahapan Pencairan Dana BLM PNPM-MPd T. Pengajuan Pencairan Dana BLM a. Pejabat Penerbit SPM (PPSPM). 2013 1. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) membuat Kontrak/Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) DOK dengan Ketua UPK/UPKS.A. PPK meneliti/menguji kelengkapan dan keabsahan Surat Permintaan Pencairan dana BLM beserta dokumen pendukungnya yang diajukan oleh Ketua UPK/UPKS. sesuai dengan tahapan pencairan dana BLM yang diatur dalam SP2. dan SK Bupati/Walikota tentang Alokasi dan Pengelola Dana BLM. maka PPK menerbitkan Surat Permintaan Pencairan Langsung (SPP-LS) dan menyampaikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). d. Apabila semua persyaratan telah lengkap dan memenuhi persyaratan. Apabila semua persyaratan telah lengkap dan memenuhi persyaratan. Surat Penetapan Camat (SPC).5. Ketua UPK/UPKS mengajukan Surat Permintaan Pencairan dana BLM kepada PPK. selanjutnya ditetapkan dalam Surat Penetapan Camat (SPC) DOK PL-UPK. KPPN menguji kebenaran SPM-LS dan dokumen pendukungnya yang diajukan oleh PPSPM. Dengan terbitnya SP2D-LS. Penandatanganan Kontrak/Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) BLM Atas dasar Berita Acara Rencana Kegiatan/Pendanaan BLM. c. RKD yang sudah disetujui oleh MAD ditandatangani oleh BKAD/Ketua MAD dan Ketua UPK/UPKS. b. Tahapan Pencairan BLM DOK PL-UPK a. sesuai dengan tahapan pencairan dana BLM yang diatur dalam SP2. Apabila dokumen telah benar dan lengkap maka KPPN menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana Langsung (SP2DLS). d. Apabila dokumen telah benar dan lengkap maka PPSPM menerbitkan SPM-LS dan disampaikan kepada KPPN. Tim Penyusun RKD yang terdiri dari UPK / UPK Sementara beserta BKAD/MAD dan wakil Masyarakat difasilitasi FK/FT membuat Rencana Kegiatan DOK (RKD) PL-UPK yang berisi Perencanaan Anggaran Pembiayaan Honorarium dan Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas PL-UPK selama 1 tahun. maka PPK menerbitkan Surat Permintaan Pencairan Langsung (SPP-LS) dan menyampaikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

dengan melampirkan : a.a. Rencana Kegiatan DOK (RKD) yang telah diverifikasi oleh FK dan FasKab.a. b. RKD diverifikasi oleh FK dan FasKab. Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tentang Penetapan UPK/UPKS. Form Lampiran I. Surat Penetapan Camat (SPC) DOK.a. c. Form Lampiran I. Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) DOK. b. sesuai dengan tahapan pencairan dana BLM yang diatur dalam SP2. dan ditandatangani oleh Wakil Masyarakat/Ketua BKAD.7. 3) Tahapan pencairan dana DOK PNPM-MPd diatur sebagai berikut : a. Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) DOK. Masyarakat difasilitasi oleh FK dan Fasilitator Kabupaten (Faskab/FasKeu) menyusun Rencana Kegiatan DOK (RKD) dengan berpedoman pada alokasi DOK yang ditetapkan dalam SK Bupati/Walikota. 2) PPK meneliti/menguji kelengkapan dan keabsahan Surat Permintaan Pencairan DOK beserta dokumen pendukungnya yang diajukan oleh Ketua UPK/UPKS.10. 1) Ketua UPK/UPKS mengajukan Surat Permintaan Pencairan DOK kepada PPK. dan ditandatangani oleh Wakil Masyarakat/Ketua BKAD. Penerbitan Surat Permintaan Pencairan Langsung (SPP-LS) : 1. maka PPK menerbitkan Surat Permintaan Pencairan Langsung (SPP-LS) dan menyampaikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). RKD yang telah disepakati dan diputuskan oleh masyarakat. Form Lampiran I.7. Form Lampiran I. 2. SPP-LS Tahap I sebesar dengan melampirkan : 40% dari SP2 dapat diterbitkan. Form Lampiran I.a. d. dan ditandatangani oleh Wakil Masyarakat/Ketua BKAD. SPP-LS sebesar 100% dari SP2 dapat diterbitkan setelah PL-UPK ditetapkan.9. Tahapan Pencairan BLM DOK PNPM-MPd Tahapan dan persyaratan pencairan BLM sebagai berikut : DOK PNPM-MPd adalah a. Rencana Kegiatan DOK (RKD) PL-UPK yang telah diverifikasi oleh FK dan FasKab. PjOK. d. 4. e. 3.8.a. 2. Berita Acara Penetapan PL-UPK. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) membuat Kontrak/Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) DOK dengan Ketua UPK/UPKS.8. Form Lampiran I. PjOK. SPP-LS Tahap II sebesar 60% dari SP2 dapat diterbitkan apabila penggunaan DOK tahap I telah mencapai 80% atau lebih. b. PjOK. Surat Penetapan Camat (SPC) DOK.a. selanjutnya ditetapkan dalam Surat Penetapan Camat (SPC) DOK. Apabila semua persyaratan telah lengkap dan memenuhi persyaratan. c.10.9. Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tentang Penetapan UPK/UPKS. dengan melampirkan : 15 . Form Lampiran I.3) Pencairan dana DOK PNPM-MPd dilakukan satu tahapan. Form Lampiran I.

b.12.b.7. Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tentang Penetapan UPK/UPKS. Penerbitan Surat Permintaan Pencairan Langsung (SPP-LS) : 1) Ketua UPK mengajukan Surat Permintaan Pencairan DOK RBM kepada PPK. Form Lampiran I.b. c. 3. Tahapan Pencairan BLM Dana Kegiatan PNPM-MPd Tahapan dan persyaratan pencairan BLM adalah sebagai berikut : Dana Kegiatan PNPM-MPd 16 .9. maka PPK menerbitkan Surat Permintaan Pencairan Langsung (SPP-LS) DOK RBM dan menyampaikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).11. Form Lampiran I. 3) Tahapan pencairan DOK RBM diatur sebagai berikut : a.10.a. 4. b.11.b. Surat Penetapan Satker Kabupaten DOK RBM (SP DOK RBM). Form Lampiran I.a. Rencana Kegiatan DOK RBM (RKD DOK RBM) yang telah diverifikasi oleh PjO Kabupaten dan ditandatangani oleh Koordinator Pokja RBM dan Ketua UPK yang bersangkutan. dengan melampirkan : 1. Pokja RBM difasilitasi Fasiltator Kabupaten menyusun Rencana Kegiatan DOK (RKD) RBM. dan ditandatangani oleh Wakil Masyarakat/Ketua BKAD.11. 3.8. Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD). sesuai dengan tahapan pencairan dana BLM yang diatur dalam SP2. RKD yang telah disepakati dimuat dalam Berita Acara yang ditandatangani Koordinator Pokja dan seluruh anngota Tim Penyusun. Rincian Penggunaan DOK (RPD) RBM yang telah diverifikasi PjO Kabupaten dan ditandatangani oleh Koordinator Pokja RBM dan Ketua UPK yang bersangkutan. Form Lampiran I. SPP-LS Tahap I sebesar 40% dari SP2 dapat diterbitkan. RKD yang telah disepakati dan diputuskan dalam Berita Acara selanjutnya ditetapkan dalam Surat Penetapan (SP) oleh Satker PNPM-MPd Kabupaten yang bersangkutan. Surat Perjanjian Pendanaan DOK RBM (SP2 DOK RBM). Form Lampiran I. d. Rincian Penggunaan DOK (RPD) yang telah diverifikasi oleh FK dan FasKab. 2.b. Apabila semua persyaratan telah lengkap dan memenuhi persyaratan.b. PjOK. dan. Form Lampiran I. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) membuat Kontrak/Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) DOK RBM dengan Ketua UPK Kecamatan yang telah ditunjuk/ditetapkan. Pencairan BLM DOK Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Tata laksana pencairan BLM DOK RBM dilakukan sebagai berikut: a. Form Lampiran I. Form Lampiran I.1. 2) PPK meneliti/menguji kelengkapan dan keabsahan Surat Permintaan Pencairan DOK RBM beserta dokumen pendukungnya yang diajukan oleh ketua UPK. 2. 2. Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD). dan I. SPP-LS Tahap II sebesar 60% dari SP2 dapat diterbitkan apabila penggunaan DOK RBM tahap I telah mencapai 80% atau lebih. dengan melampirkan : 1. b. 4.11.12.a dan Lampiran I.

Namun. 2) PPK meneliti/menguji kelengkapan dan keabsahan Surat Permintaan Pencairan BLM Dana Kegiatan beserta dokumen pendukungnya yang diajukan oleh Ketua UPK/UPKS. Penerbitan Surat Permintaan Pencairan Langsung (SPP-LS) : Dana BLM APBN Tahap I tidak dapat dicairkan apabila dana APBD belum dicantumkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kabupaten/Kota. dengan Urutan tahapan pencairan dana BLM berdasarkan komposisi APBN (DUB) dan APBD (DDUB). pencairan tahap III (20% APBN) tidak dapat dilakukan apabila seluruh dana APBD (100%) belum dicairkan dan ditransfer ke rekening kolektif UPK. sebagai berikut : ALOKASI DANA APBN 95% 90% 85% 80% APBD 5% 10% 15% 20% TAHAPAN PENCAIRAN DANA TAHAP I APBN 40% 40% 40% 40% TAHAP II APBN 35% 30% 25% 20% APBD 5% 10% 15% 20% TAHAP III APBN 20% 20% 20% 20% d. maka PPK menerbitkan Surat Permintaan Pencairan Langsung (SPP-LS) BLM Dana Kegiatan dan menyampaikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Apabila semua persyaratan telah lengkap dan memenuhi persyaratan. b. SPP-LS Tahap I sebesar dengan melampirkan : (95%) dan 40% dari SP2 dapat diterbitkan 17 . c. Pada prinsipnya tahapan pencairan dana BLM PNPM-MPd dibagi dalam dalam 3 (tiga) tahapan yaitu Tahap I sebesar 40%. Dana BLM APBN Tahap III tidak dapat dicairkan apabila dana APBD belum seluruhnya (100%) dicairkan dan ditransfer ke rekening UPK. 3) Kecamatan dengan komposisi dana BLM APBN APBD (5%) sebagai berikut : i. Pejabat Pembuat Komitment (PPK) membuat Kontrak/Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) BLM Kegiatan dengan Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK)/UPK Sementara (UPKS). 1) Ketua UPK/UPKS mengajukan Surat Permintaan Pencairan BLM Dana Kegiatan kepada PPK. Kegiatan yang diputuskan dalam MAD Pendanaan selanjutnya ditetapkan dalam Surat Penetapan Camat (SPC) BLM Dana Kegiatan. Masyarakat difasilitasi oleh Fasilitator Kecamatan (FK/FT) dan Fasilitator Kabupaten (Faskab/Fastekab/Fas-Keu/lainnya) melakukan tahapan kegiatan PNPM-MPd mulai dari MAD Sosialisasi sampai dengan MAD Pendanaan Usulan dengan berdasarkan pada alokasi BLM yang ditetapkan dalam SK Bupati/Walikota bersangkutan.a. Tahap III sebesar 20% dari nilai SP2. Pencairan dana APBD (DDUB) dapat dilakukan mendahului dana APBN. sesuai dengan tahapan pencairan dana BLM yang diatur dalam SP2. Tahap II sebesar 40%.

SPP-LS Tahap III sebesar 20% dari SP2 dapat diterbitkan apabila penggunaan dana tahap sebelumnya telah mencapai 18 ii. 4) Kecamatan dengan komposisi dana BLM APBN (90%) dan APBD (10%) sebagai berikut : i. d) Surat Pernyataan Kesiapan Penggunaan Dana (SPKPD). iii. Form Lampiran I. b) Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan (SPKMP) yang ditandatangani oleh FK. Form Lampiran I. dapat diterbitkan apabila penggunaan dana tahap sebelumnya (Tahap I) telah mencapai 90% atau lebih. dengan melampirkan : a) Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD).7. e) Copy Dokumen Anggaran BLM yang bersumber dari dana APBD (DDUB). dengan melampirkan Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD). dapat diterbitkan apabila penggunaan dana tahap sebelumnya (Tahap I) telah mencapai 90% atau lebih.a. wakil masyarakat dan PjOK. SPP-LS Tahap I sebesar 40% dari SP2 dapat diterbitkan dengan melampirkan : a) Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tentang Penetapan UPK/UPKS. ii.11b. c) Copy Rekening Kolektif UPK/UPKS yang disertai surat pernyataan dari Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator Kabupaten.11b. c) Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) BLM Dana Kegiatan. Form Lampiran I.7.10. Form Lampiran I. e) Copy Dokumen Anggaran BLM yang bersumber dari dana APBD (DDUB). b) Surat Penetapan Camat (SPC) BLM Dana Kegiatan.11a dan Lampiran I.14. Form Lampiran I. Form Lampiran I.a) Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tentang Penetapan UPK/UPKS. Form Lampiran I. iii. Form Lampiran I. Form Lampiran I. Form Lampiran I. SPP-LS Tahap II sebesar 40% dari SP2 terdiri dari 35% bersumber dari dana APBN dan 5% bersumber dari dana APBD.10. Form Lampiran I. Form Lampiran I. dengan melampirkan Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD). Form Lampiran I. Ketua UPK/UPKS.13.11a dan I.11b.16.14.15. c) Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) BLM Dana Kegiatan. . SPP-LS Tahap II sebesar 40% dari SP2 terdiri dari 30% bersumber dari dana APBN dan 10% bersumber dari dana APBD. d) Surat Pernyataan Kesiapan Penggunaan Dana (SPKPD). b) Surat Penetapan Camat (SPC) BLM Dana Kegiatan.a. SPP-LS Tahap III sebesar 20% dari SP2 dapat diterbitkan apabila penggunaan dana tahap sebelumnya telah mencapai 90% atau lebih dan dana partisipasi daerah (DDUB) telah dicairkan 100%.11a dan I.13.

dengan melampirkan Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD). Form Lampiran I. SPP-LS Tahap II sebesar 40% dari SP2 terdiri dari 25% bersumber dari dana APBN dan 15% bersumber dari dana APBD. 5) Kecamatan dengan komposisi dana BLM APBN (85%) dan APBD (15%) sebagai berikut : i. wakil masyarakat dan PjOK.11a dan Lampiran I.7. dapat diterbitkan apabila penggunaan dana tahap sebelumnya (Tahap I) telah mencapai 90% atau lebih. d. Surat Penetapan Camat (SPC) BLM Dana Kegiatan. 6) Kecamatan dengan komposisi dana BLM APBN (80%) dan APBD (20%) sebagai berikut : i. b) Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan (SPKMP) yang ditandatangani oleh FK. c. dengan melampirkan : a) Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD). Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) BLM Dana Kegiatan.11b. dengan melampirkan : a) Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD). Form Lampiran I.16.7. Surat Pernyataan Kesiapan Penggunaan Dana (SPKPD).13. 19 .14. Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tentang Penetapan UPK/UPKS. b) Surat Penetapan Camat (SPC) BLM Dana Kegiatan.90% atau lebih dan dana partisipasi daerah (DDUB) telah dicairkan 100%. ii. Form Lampiran I. Copy Dokumen Anggaran BLM yang bersumber dari dana APBD (DDUB).11b.11a. Form Lampiran I.10.15. iii. wakil masyarakat dan PjOK. Form Lampiran I. e. Form Lampiran I.. Form Lampiran I. c) Copy Rekening Kolektif UPK/UPKS yang disertai surat pernyataan dari Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator Kabupaten. Form Lampiran I. c) Copy Rekening Kolektif UPK/UPKS yang disertai surat pernyataan dari Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator Kabupaten. Form Lampiran I. Form Lampiran I. Form Lampiran I. Form Lampiran I. b) Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan (SPKMP) yang ditandatangani oleh FK. dan I. Form Lampiran I.11a dan Lampiran I. Ketua UPK/UPKS. Ketua UPK/UPKS. b.15.13. SPP-LS Tahap I sebesar 40% dari SP2 dapat diterbitkan dengan melampirkan: a) Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tentang Penetapan UPK/UPKS. SPP-LS Tahap I sebesar 40% dari SP2 dapat diterbitkan dengan melampirkan : a. SPP-LS Tahap III sebesar 20% dari SP2 dapat diterbitkan apabila penggunaan dana tahap sebelumnya telah mencapai 90% atau lebih dan dana partisipasi daerah (DDUB) telah dicairkan 100%.a.11b.16.

A.d. Form Lampiran I. 2) Pada prinsipnya tahapan pencairan dana BLM PNPM-MPd tetap dibagi dalam 3 (tiga) tahapan yaitu Tahap I sebesar 40%.16. 5.11b. 3) Tambahan DDUB dicairkan bersamaan pada pencairan DDUB yang diwajibkan. SPP-LS Tahap II sebesar 40% dari SP2 terdiri dari 20% bersumber dari dana APBN dan 20% bersumber dari dana APBD. Tahap II sebesar 40%. dengan melampirkan Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD). 2013. Form Lampiran I.c) Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) BLM Dana Kegiatan. b. sebagaimana pada poin C. dengan memperhatikan mekanisme pengalokasian dan pelaksanaan anggaran yang berlaku pada PNPMMPd.a. SPP-LS Tahap III sebesar 20% dari SP2 dapat diterbitkan apabila penggunaan dana tahap sebelumnya telah mencapai 90% atau lebih dan dana partisipasi daerah (DDUB) telah dicairkan 100%. wakil masyarakat dan PjOK. 950 juta (95%) dan APBD Rp.14. dapat diterbitkan apabila penggunaan dana tahap sebelumnya (Tahap I) telah mencapai 90% atau lebih. Pemerintah daerah dapat menambah alokasi DDUB sesuai dengan kemampuan daerah. Contoh : Alokasi dana BLM kecamatan A ditetapkan sebesar 1 milyar dengan komposisi pendanaan APBN Rp.10. total alokasi BLM dihitung tanpa memperhatikan tambahan DDUB. d) Surat Pernyataan Kesiapan Penggunaan Dana (SPKPD). Tahapan Pencairan BLM Dana Kegiatan PNPM-MPd pada lokasi dengan DDUB melebihi ketentuan Minimal. ii. dengan melampirkan : a) Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD).200/MENKO/KESRA/X/2012 tanggal 5 Oktober 2012 perihal Penetapan Daftar Lokasi dan Alokasi BLM PNPM Mandiri T. Form Lampiran I.11a dan Lampiran I. b) Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan (SPKMP) yang ditandatangani oleh FK. Tahap III sebesar 20% dari nilai SP2. antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah. e) Copy Dokumen Anggaran BLM yang bersumber dari dana APBD (DDUB). Form Lampiran I. c) Copy Rekening Kolektif UPK/UPKS yang disertai surat pernyataan dari Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator Kabupaten. adalah sebagai berikut : 1) Tambahan DDUB harus dicantumkan dalam Naskah Perjanjian Urusan Bersama (NPUB).4. iii. a. Tahapan pencairan BLM PNPM-MPd pada kecamatan yang mendapat tambahan alokasi DDUB.15. adalah nilai DDUB minimal yang wajib disediakan oleh Pemerintah dalam bentuk uang dan bukan sharing program. Ketua UPK/UPKS. Nilai DDUB sebagaimana surat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat nomor B. Form Lampiran I.11b. Form Lampiran I. 50 juta 20 .11a dan Lampiran I.

15.a.(5%). Mengingat SPC dapat ditetapkan lebih dari satu kali. Form Lampiran I. 10 juta. 21 . 60 juta) : Rp. 410 juta (APBN Rp. Apabila situasi di lapangan menuntut lebih dari 2 (dua) SPC.14. b) Surat Penetapan Camat (SPC) BLM Dana Kegiatan. Apabila usulan/proposal kegiatan ditetapkan lebih dari satu SPC/SP2. Form Lampiran I. maka penetapan kegiatan dilakukan maksimal dalam 2 (dua) SPC untuk setiap lokasi. Pemda menambah alokasi dan BLM untuk kecamatan sebesar Rp. maka tahapan pencairan dananya mengacu pada butir C.13. maka diminta kepada seluruh Fasilitator PNPM-MPd ditingkat kecamatan dan kabupaten agar secara aktif melakukan pengawasan pelaksanaan pencairan dana dimaksud. Maka tahapan pencairannya sebagai berikut : Perhitungan dengan alokasi dana BLM normal : Tahap 1 (40%) Tahap 2 (40%) Tahap 3 (20%) Tahap 1 (40%) Tahap 2 (40%+) Tahap 3 (20%) : Rp. 200 juta (APBN) : Rp. maka pencairan dananya diatur sebagai berikut : 1) SPC/SP2 dengan dinilai kurang atau sama dengan 40% dari total alokasi BLM (SPC/SP2 ≤ 40% total BLM).2/4916/PMD tanggal 7 Desember 2009 perihal Petunjuk Teknis Optimalisasi Tahapan Kegiatan PNPM-MPd. pencairan dananya dilakukan satu Tahap. wakil masyarakat. 50 juta) : Rp. Form Lampiran I. 400 juta (APBN Rp. dan PjOK. 350 juta + APBD Rp.7. 350 juta + APBD Rp. d) Surat Pernyataan Kesiapan Penggunaan Dana (SPKPD). Tahapan pencairan dana BLM bagi kecamatan yang menjalankan Skema Optimalisasi diatur sebagai berikut : a. e) Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan (SPKMP) yang ditandatangani oleh FK. maka penetapan kegiatan dapat dilakukan dalam 3 (tiga) kali SPC setelah diverifikasi oleh Fasilitator Kabupaten. Form Lampiran I. di atas.4. 200 juta (APBN) Perhitungan dengan adana tambahan alokasi dana BLM : 6. Form Lampiran I.10. c) Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) BLM Dana Kegiatan. b. 400 juta (APBN) : Rp. 400 juta (APBN) : Rp. Tahapan Pencairan BLM Dana Kegiatan PNPM-MPd dengan Skema Optimalisasi Kebijakan Optimalisasi sebagaimana ditetapkan dalam Surat Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Nomor 414. SPP-LS sebesar 100% dari SP2 dapat diterbitkan dengan melampirkan : a) Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tentang Penetapan UPK/UPKS. Apabila usulan/proposal kegiatan ditetapkan dalam 1 (satu) SPC. Ketua UPK/UPKS.

Apabila Laporan Penggunaan Dana Kolektif (LPDK) kurang dari 90%. 2) SPC/SP2 dengan dinilai lebih dari 40% dari total alokasi BLM (SPC/SP2 ≥ 40% total BLM). Form Lampiran I. i.11a. d) Surat Pernyataan Kesiapan Penggunaan Dana (SPKPD).7.600. Form Lampiran I. sebagai berikut : Contoh : Kecamatan dengan alokasi BLM sebesar Rp. Contoh perhitungan dan tahapan optimalisasi. pencarian pada penerapan ii. b) Surat Penetapan Camat (SPC) BLM Dana Kegiatan.(80%) dan dana APBD (DDUB) sebesar Rp.15.1.10.f) Copy Dokumen Anggaran BLM yang bersumber dari dana APBD (DDUB).000. b) Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan (SPKMP) yang ditandatangani oleh FK. dibuktikan dengan Copy Rekening Kolektif UPK/UPKS yang disertai surat pernyataan dari Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator Kabupaten.000. maka harus mendapat persetujuan dari Fasilitator Kabupaten Teknik dan KPA Satuan Kerja Kabupaten.a. Tahapan pencairan dana DDUB dapat dilakukan mendahului dana APBN. iv. SPP-LS tahap I sebesar 60% dari SP2 dapat diterbitkan dengan melampirkan : a) Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tentang Penetapan UPK/UPKS. e) Copy Dokumen Anggaran BLM yang bersumber dari dana APBD (DDUB). Form Lampiran I. c) Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) BLM Dana Kegiatan. Form Lampiran I.000. dengan melampirkan : a) Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD).000. Form Lampiran I.14.dengan komposisi pembiayaan dana APBN sebesar Rp.(20%).13.400. wakil masyarakat. SPP-LS tahap II sebesar 40% nilai SP2 dapat diterbitkan apabila penggunaan tahap sebelumnya telah mencapai 90% atau lebih. Form Lampiran I. dan Lampiran I.2. iii.000.11b. SPP-LS sebesar 20% dari dana total alokasi BLM yang bersumber dari dana APBN baru dapat diterbitkan apabila seluruh (100%) dana DDUB telah dicairkan dan ditransfer ke rekening UPK. 22 . Form Lampiran I.000. pencairan dananya dilakukan dua tahap.000.. atau SPC ke-1 dan SPC ke-2) telah mencapai 90% atau lebih. dan PjOK.16. Ketua UPK/UPKS.. Pencairan dana dari SPC terakhir (SPC ke-2 atau SPC ke-3) dapat dilakukan apabila penggunaan dana tahapan sebelumnya (SPC ke-1. v.

1) Bila kegiatan ditetapkan dalam 1 (satu) SPC/SP2.000.000..000.000.maka tahap pencairannya sebagai berikut : Tahap I (40%) APBN 800 Tahap II (40%) APBN APBD 400 400 (jutaan Rp.000.2.000.) Tahap I (100%) APBN APBD 350 650 350 650 Tahap I (60%) APBN APBD 200 400 (jutaan Rp. yaitu SPC ke1 sebesar Rp.000.) Tahap I (100%) APBN APBD 500 (jutaan Rp.. SPC ke-2 sebesar Rp.000.-. Pencairan BLM DOK PNPM-MPd Integrasi a.650.) Tahap II (40%) APBD APBN* 200 400 Nilai SPC SPC-1 500 Nilai SPC SPC-2 1.maka tahap pencairannya sebagai berikut : (jutaan Rp.maka tahap pencairannya sebagai berikut: (jutaan Rp.000.000.) Tahap III (20%) APBN* 400 Nilai SPC SPC 2.000. yaitu SPC ke1 sebesar Rp. Tahapan Pencairan dana BLM PNPM-MPd Integrasi (SPP-SPPN) 1. DOK Integrasi dan dapat disusun secara 23 .000.) Tahap II (40%) APBD APBN* 400 Nilai SPC SPC-1 SPC-2 Nilai SPC SPC-3 1000 * APBN 20% dari Total BLM D.-.350.1.500.000. yaitu sebesar Rp.500 Tahap I (60%) APBN APBD 700 200 * APBN 20% dari Total BLM 3) Bila Kegiatan ditetapkan dalam 3 (dua) SPC/SP2. Surat Penetapan Kegiatan DOK PNPM-MPd Integrasi (SPK DOK Integrasi) dan Surat Perjanjian Pendanaan DOK PNPM-MPd Integrasi (SP2 DOK Integrasi).000. dan SPC ke-3 sebesar Rp.000 * APBN 20% dari Total BLM 2) Bila Kegiatan ditetapkan dalam 2 (dua) SPC/SP2..500.1.dan SPC ke-2 sebesar Rp.

Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan (SPKMP).23a dan Lampiran I.24a dan Form Lampiran I. Form Lampiran I. Pencairan BLM Kegiatan PNPM-MPd Integrasi Tahapan dan persyaratan pencairan BLM dana Integrasi diatur sebagai berikut : 24 . Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan (SPKMP). Surat Penetapan Kegiatan DOK PNPM-MPd Integrasi (SPK DOK Integrasi).18. tidak harus sekaligus sebesar alokasi dana DOK dimaksud. Surat Penetapan Kegiatan DOK PNPM-MPd Integrasi (SPK DOK Integrasi). Surat Pernyataan Kesiapan Penggunaan Dana (SPKPD).24b. dan telah diverifikasi oleh FK dan FasKab. Berita Acara Penggunaan Dana DOK Integrasi (BAPD DOK Integrasi) tahap sebelumnya.22.25. 6) 7) c.20.bertahap sesuai dengan prioritas kebutuhan yang akan dilaksanakan. dengan menerbitkan SPP-LS dengan melampirkan : 1) 2) 3) 4) 5) Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota UPK/UPKS. tentang Penetapan Berita Acara (BA) Penetapan Alokasi BLM DOK. PjOK. Rencana Anggaran Biaya DOK Integrasi (RAB DOK Integrasi) yang ditandatangani oleh Ketua UPK dan Wakil Masyarakat/Ketua BKAD.24a dan Form Lampiran I.23b. Form Lampiran I. Form Lampiran I. Form Lampiran I. b.19.21.23a dan Lampiran I.21. Form Lampiran I. Form Lampiran I.19. maka kegiatan tersebut perlu ditetapkan dalam SPK DOK Integrasi dan dibuat SP2 DOK Integrasi. Form Lampiran I. Form Lampiran I. kegiatan PNPM-MPd 5) 6) 7) 2. Surat Perjanjian Pendanaan DOK PNPM-MPd Integrasi (SP2 DOK Integrasi). Form Lampiran I.24b. Surat Pernyataan Kesiapan Penggunaan Dana (SPKPD).20. Surat Perjanjian Pendanaan DOK PNPM-MPd Integrasi (SP2 DOK Integrasi). Apabila masih terdapat DOK Integrasi yang belum dicairkan dan masih terdapat kegiatan yang akan dilaksanakan. Form Lampiran I. Form Lampiran I. dan ditandatangani oleh Wakil Masyarakat/Ketua BKAD.23b. Form Lampiran I. Pencairan dananya dilakukan sekaligus (100%) sebesar nilai SP2. Form Lampiran I. Rencana Anggaran Biaya DOK Integrasi (RAB DOK Integrasi) yang telah diverifikasi oleh FK dan FasKab.22. Form Lampiran I. dengan melampirkan : 1) 2) 3) 4) Berita Acara (BA) Penetapan Alokasi BLM DOK. SPP-LS sebesar 100% sebesar nilai SP2 dapat ditebitkan apabila penggunaan DOK tahap sebelumnya telah mencapai 80% atau lebih.

5) Copy Dokumen Anggaran BLM yang bersumber dari dana APBD (DDUB). 2) Surat Penetapan Camat (SPC) BLM Dana Kegiatan. SPP LS Tahap I sebesar 75% dari SP2 sumber dana APBN dapat diterbitkan dengan melampirkan : 1) Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tentang Penetapan UPK/UPKS.28. SPP-LS Tahap I sebesar 60% dari SP2 dapat diterbitkan dengan melampirkan : 1) Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota tentang Penetapan UPK/UPKS. E.13. dan tahapan pencairan dananya dapat dilakukan mendahului dana APBN.29a dan I.18. SPP LS Tahap III sebesar 25% dari SP2 sumber dana APBN dapat diterbitkan apabila penggunaan tahap sebelumnya (APBN dan APBD) telah mencapai 90% atau lebih.26. 3) Copy Rekening Kolektif UPK/UPKS yang disertai surat pernyataan dari Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator Kabupaten.30. Form Lampiran I.27. SPP LS Tahap II sebesar 100% dari SP2 sumber dana APBD (DDUB) dapat diterbitkan apabila penggunaan dana tahap sebelumnya telah mencapai 90% atau lebih. Kegiatan yang didanai dengan BLM PNPM-MPd Perbatasan ditetapkan dalam SPC tersendiri terpisah dari SPC PNPM-MPd reguler.a.29a dan Lampiran I. 2) Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan (SPKMP Integrasi) yang ditandatangani oleh FK. Form Lampiran I.10. Form Lampiran I.29b. Form Lampiran I. dengan melampirkan : 1) Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD Integrasi). Tatacara pencairan dana APBD diatur oleh Pemerintah Kabupaten/Kota bersangkutan. Ketua UPK/UPKS dan PjOKab. Form Lampiran I. 25 . Fasilitator Kabupaten. Form Lampiran I. Form Lampiran I.14. d. Pencairan BLM Dana Kegiatan PNPM-MPd Perbatasan Tahapan dan persyaratan pencairan BLM dana kegiatan PNPM-MPd Perbatasan. 3) Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) BLM Dana Kegiatan. 4) Surat Pernyataan Kesiapan Penggunaan Dana (SPKPD). Surat Penjanjian Pendanaan (SP2) BLM PNPM-MPd Integrasi yang bersumber dari APBN dibuat terpisah dari dana BLM yang bersumber dari dana APBD. Form Lampiran I. Form Lampiran I. Form Lampiran I. diatur sebagai berikut : a. 4) Surat Pernyataan Kesiapan Penggunaan Dana (SPKPD Integrasi). b.29b.7. Form Lampiran I.31. b. Form Lampiran I. 2) Surat Penetapan Kegiatan PNPM-MPd Integrasi (SPK Integrasi). c. dengan melampirkan Berita Acara Penggunaan Dana PNPM-MPd Integrasi (BAPD Integrasi). 3) Surat Perjanjian Pendanaan BLM Dana Kegiatan PNPM-MPd Integrasi (SP2 Integrasi).a.

IX. serta perkembangannya. dan Pembinaan dan Pengawasan PNPM-MPd oleh Inspektorat Kabupaten/Kota). 2. Tatacara Revisi DIPA/RKAKLmengacu pada Peraturan Menteri Keuangan nomor 32/PMK. d. wakil masyarakat. MONITORING DAN EVALUASI Monitoring dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan dan permasalahan pelaksanaan program/kegiatan PNPM-MPd.c. Pemantauan meliputi keseluruhan aspek implementasi program/kegiatan. (2) Laporan Semesteran. 2. VIII. Peningkatan Kapasitas Aparat Pemerintah. 26 . dan (4) Laporan Tahunan. Form Lampiran I. Perkembangan/progres realisasi penyerapan dana. Berita Acara Penggunaan Dana (BAPD). X. Laporan Aspek Manajerial : Laporan Aspek Manajerial berisi : a.11b. SPP-LS Tahap II sebesar 40% dari SP2 dapat diterbitkan apabila penggunaan tahap sebelumnya telah mencapai 90% atau lebih. Dalam hal terjadi revisi anggaran (DIPA/RKAKL) yang dilakukan di daerah. REVISI ANGGARAN 1. Ketua UPK/UPKS. b. dan Sistem Pelaporan yang ditetapkan. PELAPORAN KPA Urusan Bersama bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan dan anggaran dan menyampaikan laporan sebagai berikut : 1. Pencapaian target keluaran. Kendala yang dihadapi. Periode pelaporan aspek manajerial meliputi : (1) Laporan Bulanan. dengan melampirkan: 1. dan PjOK. sebagaimana Lampiran I. mekanisme pencairan dan penyaluran dana Urusan Bersama.32. dan e. sebagaimana Lampiran I. dikelompokkan menjadi: 1. DAFTAR ALOKASI DANA URUSAN BERSAMA PNPM-MPd Alokasi Dana Urusan Bersama PNPM-MPd. 2.15. c.33. Form Lampiran I. Saran tindaklanjut. Alokasi Belanja Barang (komponen Administrasi.02/2013 tanggal 6 Februari 2013 tentang Tatacara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2013. kepada Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat untuk disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran – Kementerian Keuangan. Petunjuk Teknis Operasional (PTO).11a dan Lampiran I. Surat Pernyataan Kesanggupan Menyelesaikan Pekerjaan (SPKMP) yang ditandatangani oleh FK. Perkembangan/progres tahapan kegiatan. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) wajib melaporkan dan menyampaikan perubahan dimaksud paling lambat 5 (hari) kerja setelah revisi ditetapkan dilengkapi dengan data perubahan ADK RKAKL. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai kualitas program/kegiatan dengan memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP). XI. Alokasi Belanja Bantuan Sosial (Komponen Bantuan Langsung Masyarakat).

2. dan (4) Menteri PAN. (2) Menteri Dalam Negeri. d. 20A-B. 2) Laporan Aset Tetap.com 27 . Jln. Laporan disampaikan paling lambat 14 hari kerja setelah Triwulan berakhir.A.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-51/PB/2008 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Laporan disampaikan paling lambat 10 hari kerja setelah Triwulan berakhir. Kepala Bappeda Provinsi a. 3) Catatan Atas Laporan Keuangan. Dirjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa selaku pemberi tugas Urusan Bersama. (2) Menteri PPN/Ketua Bappenas. Fax : (021) 79196118 Email : ppkpmd@yahoo. (3) Laporan Semester. Jakarta Selatan 12510 Telepon : (021) 79191684. Laporan Aspek Akuntabilitas : a. Penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan Barang Milik Negara berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan nomor 171/PMK. Gubernur menyampaikan laporan kepada (1) Menteri Dalam Negeri. 79199648. Periode pelaporan Barang Milik Negara meliputi : (1) Laporan Semester. Laporan Keuangan. terdiri atas : 1) Laporan Persediaan. sebagai berikut : a. (2) Laporan Triwulan. terdiri atas : 1) Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Laporan disampaikan paling lambat 5 hari kerja setelah Triwulan berakhir. Kepala SKPD pelaksana Urusan Bersama menyampaikan laporan kepada (1) Bupati/Walikota melalui Bappeda. Kepala Bappeda Kabupaten/Kota a. Bupati/Walikota menyampaikan laporan kepada Gubernur melalui Kepala Bappeda Provinsi. b. dan 3 di atas di alamatkan ke : Sekretariat Pembinaan PNPM Mandiri Perdesaan Nasional.n. Pejaten Barat. 2. Format laporan mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 39 Tahun 2006. Laporan Pengendalian dan Evaluasi Laporan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Urusan Bersama berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. (3) Menteri Keuangan. dan (4) Laporan Tahunan.n. Pasar Minggu. Laporan lainnya terkait dengan pelaksanaan program dan anggaran sebagaimana diatur dalam surat Sekretaris Direktur Jenderal PMD nomor 910/6841/PMD tanggal 10 Okotber 2012 perihal Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dana Dekonsentrasi dan Urusan Bersama T. Amil No. 3. (3) tembusan kepada Kepala SKPD Provinsi yang mempunyai tugas dan kewenangan yang sama. Laporan Barang Milik Negara. 4. 2012. dan (2) Laporan Tahunan. Alamat Penyampaian Laporan Laporan sebagaimana poin 1. c. c. dan Periode pelaporan keuangan meliputi : (1) Laporan bulanan. 2) Neraca. b. Kel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful