Komponen Pengembangan Diri A.

Konsep dan Sifat Kegiatan Pengembangan Diri Pengembangan diri pada dasarnya merupakan seperangkat pengaturan, tujuan, skenario, pelaksanaan kegiatan individu dan atau kelompok peserta didik, di lingkungan madrasah serta upaya pengkondisian lingkungan yang mampu menghasilkan dampak pengiring bagi peserta didik sehingga semakin memperkuat keimanan dan ketaqwaan, memperhalus akhlaknya, meningkatnya kesehatannya, memperluas sikap keilmuannya, meningkatkan kecakapan. B. Bentuk dan sasaran Kegiatan Pengembangan Diri a. Pengembangan Diri Terprogram 1. Layanan Bimbingan Dan Konseling 2. Ekstrakurikuler b. Pengembangan Diri Tidak Terprogram 1. Pengembangan Diri secara rutin/ pembiasaan Do’a apel pagi Do’a setiap mengawali dan mengakhiri pelajaran Membaca Al Qur’an surat Yasin dan do’a sebelum mulai pelajaran Membaca Al Qur’an surat Waqi’ah dan do’a setelah selesai pelajaran Mewajibkan solat berjama’ah dhuhur Membaca do’a akhir dan awal tahu Hijriyah Membiasakan siswa untuk berpuasa sunah hari tarwiyah dan arofah Membaca do’a hari Asyura (10 Muharam) Membaca do’a nisfu Sya’ban setiap tanggal 15 Sya’ban Ziarah ke makam wali dan ulama (1 x setahun) Mengadakan peringatan hari besar islam Upacara bendera setiap tanggal 17 Sodaqoh sosial tiap minggu Mengadakan istighasah menjelang UN

Membudayakan penggalangan dana dalam rangka peduli korban Bencana Keteladanan 1. Kecakapan Sosial Setiap mata pelajaran melaksanakam diskusi kelompok minimal 1 kali dalam semester 2. kemampuan ekonomi. Membiasakan sikap peduli sosial. 2. Membudayakan salam 2. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal Dan Global 1. Membiasakan membaca d engan santun 3. Membiasakan membuang sampah pada tempatnya 4. seperti : menjenguk orang sakit. IPS dan IPA melakukan kunjungan ke pengusaha batik dan konfeksi di daerah sekitar . Membudayakan bersilahturahmi 4. Kecakapan Personal Setiap guru mengembangkan potensi peserta didik (tidak mencela terhadap kekurangan fisik.Pengembangan Diri Spontanitas 1. dan takziyah. kecerdasan dan lain lain) 3. Datang tepat waktu 5. Kecakapan Akademis Unjuk kemampuan mata pelajaran bahasa dan saint D. Membiasakan diri hidup disiplin dan bersih 5. Memakai seragam dengan rapi dan benar C. Bersalaman bila bertemu dengan sesama jenis 3. Keunggulan Lokal Mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pengembangan Life Skill 1.

- Guru mata pelajaran wajib menggunakan atau memanfaatkan lingkungan lokal sekitar sekolah sebagai media belajar 2. Jumlah jam pertahun 1764 jam 10. Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem paket. Tabel Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka Keseluruhan untuk setiap Satuan Pelajaran . Libur: hari jum’at. Jumlah minggu efektif dalam satu tahun 36 8.15) 5. Satu jam Kegiatan Pembelajaran tatap muka berlangsung selama 40 menit 3. Untuk jam kegiatan pengembangan diri terprogram dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan seminggu 1 kali 11. Jumlah jam pembelajaran tatap muka perminggu 49 jam pelajaran 4. Jumlah jam pelajaran perhari 8 jam pelajaran (kecuali hari senin 9 jam pelajaran) 6. Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Ada tambahan jam ekstrakurikuler BTQ (jam 0/06. 7. Waktu pembelajaran pertahun 70560 menit 9. Pengaturan Beban Belajar Beban belajar di MTs Ishthifaiyah Nahdliyah sebagai berikut : 1. Keunggulan Global Semua mapel memanfaatkan teknologi Komputer dan Internet BEBAN BELAJAR a. selanjutnya disebut dengan satuan jam pembelajaran 2. Memakai beban belajar sistem paket. artinya sistem pennyelenggaraan prograrm pendidikan yang mewajibkan peserta didik untuk mengikuti seluruh mata pelajaran yang sudah di tetapkan di setiap kelasnya. Waktu penyelesaian tugas mandiri diatur oleh peserta didik 12. Waktu penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri maksimum 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan b.

30 HARI Sabtu Senin Selasa KETERANGAN Kesenian duror 1. Kamis. Olah raga prestasi Pramuka Bela diri / pencak silat 14. Sains club 2. Marching band 1. Tilawatil Qur’an 2. Sastra Club 1.30 s/d 17.00 s/d 15. Senin.30 Rabu 15.Satuan Kelas Pendidikan MTs-IN - VII-IX Satu jam Pemb. Beban belajar pelajaran Tambahan (les) - Tambahan Pelajaran kelas 9 minimal 2 jam pelajaran x 5 kelas x 4 mapel = 40 jam pelajaran Jam Tatap muka 45 menit x 2 jam pelajaran = (90 menit) Waktu mulai dari jam 14. dan jum’at NO 1 2 3 4 5 6 Jadwal Kegiatan Pelajaran Ekstrakurikuler WAKTU 14.30 Kamis Jum’at d. Selasa.00 s/d 15.30 14.00 s/d 15. efektif Perminggu pertahun Waktu Jumlah pembelajaran jam pertahun pertahun 49 36 70560 menit 1764 jam beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan tidak terstruktur maksimum 20 menit x 49 jam x 33 minggu = 32340 menit (660 Jam Pelajaran) c. Komputer 2.00 14.30 4) Hari pelaksanaan : Sabtu.00 s/d 15.00 14.30 s/d 17.00 s/d 15.30 .00 s/d 15. Rabu.30 15. tatap muka (menit) 40 Jumlah Minggu jam pemb. Beban belajar pelajaran Ekstrakurikuler 1) Setiap minggu satu kali 2) Jam tatap muka 2 x 45 menit = (90 menit) 3) Waktu dimulai dari jam 14.00 s/d 15.

tingkat kemampuan rata-rata siswa (intake). Kriteria Penetapan KKM KKM MTs-IN ditentukan melalui analisis tiga hal. dan tingkat kemampuan sumber daya dukung sekolah (man. yaitu tingkat kerumitan (kompleksitas). sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan. BOP. a. 1. kepedulian stakeholders sekolah. KKM merupakan kriteria ketuntasan minimal yang harus dicapai siswa pada setiap mata pelajaran. Penentuan kriteria ketuntasan minimal belajar. Tingkat kemampuan rata-rata siswa (Intake) KKM Kelas VII didasarkan pada hasik seleksi Tes Akademik Umum (TAU). money. b.BAB IV KRITERIA KRITERIA A. bila dalam pelaksanaannya menuntut SDM (memahami Kompetensi yang harus dicapai Siswa). manajemen sekolah. kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. Tingkat Kompleksitas Tinggi. Nilai UAS (Ijazah) dan Nilai rapor kelas sebelumnya . material). waktu belajar butuh cukup lama karena perlu pengulangan serta menuntut tingkat penalaran dan kecermatan siswa yang tinggi. Ini ditetapkan dengan memperhatikan (1) Tingkat kompleksitas (kesulitan dan kerumitan) setiap indikator pencapaian kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh peserta didik (2) Tingkat kemampuan (intake) rata-rata peserta didik di madrasah. c. KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) BELAJAR Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) Belajar adalah tingkat pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran oleh peserta didik per mata pelajaran. Tingkat Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) setiap KD yang harus dicapai oleh siswa. dan (3) ketersediaan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Daya Dukung Yaitu ketersediaan tenaga.

Sedang = 65-80 .Rendah = 50-64 3. Daya dukung : . KKM dapat ditetapkan melalui cara berikut: Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteris: - 1.Tinggi = 50-64 . Langkah-langkah Penetapan KKM Menetapkan KKM untuk setiap indikator Menetapkan KKM untuk setiap Kompetensi Dasar melalui rerata dari KKM indikator Menetapkan KKM untuk setiap Standar Kompetensi melalui rerata dari KKM Kompetensi Dasar.Rendah = 81-100 2.Tinggi = 81-100 .- KKM Kelas VII DAN IX didasarkan pada tingkat pencapaian KKM siswa pada semester atau kelas sebelumnya 2. kompetensi dasar dan indikator yang telah dipetakan berdasarkan aspek.Tinggi = 81-100 . KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MTs-IN . Kompleksitas : . Intake : . Menetapkan KKM untuk setiap aspek mata pelajaran melalui rerata dari KKM standar kompetensi.Sedang = 65-80 .Sedang = 65-80 .Rendah = 50-64 B.

dan kesehatan. Ilmu Pengetahuan Sosial 9. Bahasa Arab 3. KRITERIA KELULUSAN Peserta didik MTs – IN dinyatakan lulus setelah : 1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran . Ilmu Pengetahuan Alam 8. Ketrampilan / Teknologi Informasi dan Komunikasi B Muatan Lokal a. Pendidikan Agama a. olahraga dan kesehatan 11. Ke NU an d. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Matematika 7. Bahasa Indonesia 5. kelompok mata pelajaran estetika. Seni Budaya 10. Bahasa Inggris 6. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. SKI 2.Kriteria Ketuntasan Minimal per mata pelajaran di MTs – IN banyurip Ageng Kota Pekalongan adalah sebagai berikut : Komonen Mata Pelajaran 1. Nahwu Shorof c. Pendidikan jasmani. Pendidikan Kewarganegaraan 4. olahraga. 3) Lulus Ujian Madrasah untuk kelompok mata pelajaran yang diujikan baik ujian tulis maupun praktek . Akidah Akhlaq c. 2) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlaq mulia. Taqrib (fikih kitab) Pengembangan diri Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 75 75 75 70 68 70 70 65 65 65 65 75 75 70 75 75 75 70 68 70 70 65 65 65 65 75 75 70 75 75 75 75 70 70 70 65 65 65 68 75 75 70 65 65 70 70 B 65 65 70 70 B 65 65 70 70 B C. Qur’an hadis b. Bahasa jawa b. Fikih d.

5 dan kurang dari 8.5 : Cukup Memiliki nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mapel agama dan akhlak mulia. olah raga dan kesehatan.25.10 baik tulis maupun praktek 6) Lulus ujian nasional 7) Memenuhi standar kelulusan UN.4) Batas kelulusan ujian Madrasah minimal batas ketuntasan masing-masing mapel untuk setiap mata pelajaran baik tulis maupun praktek 5) Rata-rata seluruh mapel ujian Madrasah minimal 7. kelompok mapel kewarganegaraan dan kepribadian. kelompok mapel estetika dan kelompok mapel jasmani.5 : Sangat baik • NK Lebih besar atau sama dengan 7.00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai dua mata pelajaran lain minimal 6. • NK Lebih besar atau sama dengan 8.00 Nilai rata-rata kelulusan dihitung dengan menggunakan formula berikut Formula kelulusan Dengan keterangan sbb : • NK = Nilai rata-rata kelulusan • A = Rata-rata nilai rapor semester I sampai IV • B = Rata-rata nilai ujian tingkat Madrasah • C = Rata-rata nilai ujian nasional • Prediket kelulusan berdasarkan kategori sebagai beriku. yaitu: Memiliki nilai rata-rata minimal 5.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. dengan tidak ada nilai dibawah 4.5 : Baik • NK Kurang dari 7. atau Memiliki nilai minimal 4. Peserta didik dinyatakan lulus ujian Madrasah memiliki nilai yang memenuhi ketentuan lulus yang dipersyaratkan dalam POS yang dikeluarkan oleh MKKMTs se kota Pekalongan - MATA PELAJARAN YANG DIUJIKAN PADA UAMBN MTs-IN .

NO MATA PELAJARAN TERTULIS PRAKTEK KETERANGAN PPKn Bahasa Indonesia Bahasa Inggris IPA IPS KTK/Kesenian Penjas TIK Al Qur’an Hadis Akidah Akhlak Fikih SKI Bahasa Arab Ke-NU-an Nasor Taqrib Bahasa Jawa V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Sesuai kurikulum yang digunakan Mendengarkan. Nilai mata pelajaran dibawah kriteria ketuntasan minimal tidak lebih dari 3 mata pelajaran. . menulis Listening. KRITERIA KENAIKAN KELAS 1. speaking. writing Sesuai kurikulum yang digunakan Sesuai kurikulum yang digunakan Sesuai kurikulum yang digunakan Khusus MTs Khusus MTs Khusus MTs Khusus MTs Khusus MTs Mapel lokal Mapel lokal Mapel lokal Sesuai kurikulum yang digunakan D. berbicara. Kenaikan kelas dipertimbangkan berdasarkan nilai raport semester 2 2.

3. kerajinan. Memperoleh nilai tuntas (sesuai KKM) pada penilaian kelompok pendidikan agama 4. Memiliki nilai sikap: kelakuan. Pertimbangan absensi: harus hadir 95% (12 hari dalam satu semester) .60 5. Memperoleh nilai rata-rata minimal 6. kebersihan dan kerapian minimal baik (B) 6.