Anda di halaman 1dari 14

BAB III METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Dasan Agung, dimana Puskesmas Dasan Agung terdiri dari 3 kelurahan yaitu kelurahan Dasan Agung, kelurahan Dasan Agung Baru, dan kelurahan Gomong. Penelitian ini dilakukan dengan alasan : a. Puskesmas Dasan Agung cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatannya berjumlah 56 (100%). b. Puskesmas Dasan Agung terdiri dari 3 kelurahan dimana cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan pada kelurahan Dasan Agung berjumlah 26 (100%), Dasan Agung Baru berjumlah 16 (100%), dan Gomong berjumlah 14 (100%). 2. Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada bulan April-Mei 2013. B. Rancangan Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa kini. Deskripsi peristiwa dilakukan secara sistematis dan lebih menekankan pada data faktual daripada penyimpulan. Fenomena disajikan apa adanya tanpa manipulasi dan peneliti tidak

28

29

boleh menganalisis bagaimana dan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi, oleh karena itu penelitian jenis ini tidak memerlukan suatu hipotesis (Nursalam, 2011). Penelitian ini dari segi waktu termasuk penelitian Cross sectional karena pengamatan dilaksanakan sesaat pada waktu tertentu. Penelitian ini mendeskripsikan gambaran pengetahuan ibu

tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga. Dan dari segi waktu penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2013. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Menurut Notoatmodjo (2012) populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti, sedangkan menurut Nursalam (2011), populasi adalah subjek (manusia; klien) yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Jadi, populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Populasi pada penelitian ini adalah Ibu-ibu melahirkan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Dasan Agung dari bulan Januari-Desember 2012 yang berjumlah 244 orang. 2. Sampel Sampel adalah objek yang diteliti dan mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2010), bagian dari populasi yang dapat dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling

30

(Nursalam,

2011).

Besar

kecilnya

jumlah

sampel

sangat

dipengaruhi oleh rancangan dan ketersediaan subjek dari penelitian itu sendiri. Semakin besar sampel yang dipergunakan semakin baik dan representative hasil yang diperoleh. Dengan kata lain semakin besar sampel, semakin mengurangi angka kesalahan, prinsip umum yang berlaku adalah sebaiknya dalam penelitian digunakan jumlah sampel sebanyak mungkin (Nursalam, 2011). Sampel dalam penelitian ini yaitu sebagian ibu-ibu yang melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Dasan Agung berjumlah 71 orang. Untuk menentukan besar sampel digunakan rumus

(Sugiyono, 2007) :

s=

( - )

Keterangan :
2

dengan dk = 1

P = Q = 0,5 d = Tingkat kesalahan yang dipilih (d=0,05) s = jumlah sampel.

Dengan perhitungan : s=

( - )

s=

) (

- )

s=

31

s= s= s = 71,13 s = 71 orang. D. Kriteria Sampel Kriteria sampel dapat dibedakan menjadi : 1. Kriteria Inklusi Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciri-ciri yang perlu dipenuhi oleh setiap anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel (Notoatmodjo, 2010). Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah : a. Ibu yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Dasan Agung. b. Ibu yang bersedia menjadi responden. c. Ibu yang bisa membaca dan menulis. 2. Kriteria Eksklusi Kriteria eksklusi adalah ciri-ciri anggota populasi yang tidak dapat diambil sebagai sampel (Notoatmodjo, 2010). Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah : a. Ibu yang tidak bersedia menjadi responden b. Ibu yang tidak tinggal di wilayah kerja Puskesmas Dasan Agung. c. Ibu yang tidak bisa membaca dan menulis.

32

E. Cara Pengambilan Sampel (Sampling) Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat mewakili populasi atau cara-cara yang ditempuh dalam pengambilan sampel, agar memperoleh sampel yang benar-benar sesuai dengan keseluruhan subjek penelitian (Nursalam, 2011). Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara proportional random sampling, yaitu suatu teknik penetapan sampel berdasarkan perbandingan, pengambilan subjek dari setiap strata atau wilayah ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subjek dalam masing-masing strata atau wilayah tersebut. Caranya dengan menentukan jumlah sampel secara proporsional berdasarkan jumlah ibu bersalin dengan memakai rumus (Usman dan Akbar 2008 dalam Arikunto 2010) : n1 = Keterangan : n1 : Besar sampel untuk masing-masing wilayah N1 : Total sub populasi N : Total populasi n : Besar sampel. Tabel 1. Jumlah Sampel Masing-masing Kelurahan No 1 2 3 Kelurahan Dasan Agung Dasan Agung Baru Gomong Total Jumlah Populasi 110 orang 83 orang 51 orang 244 orang Sampel 32 orang 24 orang 15 orang 71 orang n

33

Setelah populasi dan sampel dari tiap-tiap lingkungan telah didapatkan maka teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara non random. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu suatu teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti (tujuan/masalah dalam penelitian), sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah dikenal sebelumnya (Nursalam, 2011). F. Data yang dikumpulkan 1. Data Primer Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Data karakteristik responden yang meliputi : umur, pendidikan, dan pekerjaan. b. Data tingkat pengetahuan ibu tentang persalinan. c. Data tingkat pengetahuan ibu persalinan. d. Data tingkat pengetahuan ibu tentang penolong persalinan. e. Data tingkat pengetahuan ibu tentang faktor yang tentang pemilihan penolong

mempengaruhi pemilihan penolong persalinan. f. Data tingkat pengetahuan ibu tentang tempat persalinan yang aman. g. Data tingkat pengetahuan ibu tentang tanda-tanda persalinan. h. Data tingkat pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya persalinan.

34

2. Data Skunder Data tentang jumlah ibu-ibu melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Dasan Agung sejak bulan Januari 2012-Desember 2012 dan data gambaran umum lokasi penelitian, yaitu lokasi Puskesmas Dasan Agung yang diperoleh dari pencatatan arsip Puskesmas Dasan Agung dan data yang tersedia dari Puskesmas Dasan Agung sendiri. G. Cara Pengumpulan Data 1. Data Primer a. Data karakteristik responden yang meliputi: umur, pendidikan, dan pekerjaan yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. b. Data tingkat pengetahuan ibu tentang persalinan yang

dikumpulkan menggunakan kuesioner. c. Data tingkat pengetahuan ibu tentang pemilihan penolong

persalinan yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. d. Data tingkat pengetahuan ibu tentang penolong persalinan yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. e. Data tingkat pengetahuan ibu tentang faktor yang

mempengaruhi pemilihan penolong persalinan dikumpulkan menggunakan kuesioner. f. Data tingkat pengetahuan ibu tentang tempat persalinan yang aman dikumpulkan menggunakan kuesioner. g. Data tingkat pengetahuan ibu tentang tanda-tanda persalinan.

35

Data tingkat pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya persalinan dikumpulkan menggunakan kuesioner. 2. Data Skunder Data tentang gambaran umum lokasi penelitian yaitu Puskesmas Dasan Agung yang diperoleh dari pencatatan arsip dan data yang tersedia di Puskesmas Dasan Agung. H. Cara Pengolahan dan Analisa Data 1. Data tentang karakteristik responden diolah secara deskriptif dan dikelompokkan berdasarkan umur, pendidikan, dan pekerjaan yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. 2. Data tentang pengetahuan ibu tentang penerapan PHBS pada pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan meliputi : pengertian persalinan, pemilihan penolong persalinan, penolong persalinan, faktor yang mempengaruhi pemilihan penolong persalinan, tempat persalinan, tanda-tanda persalinan, dan tanda-tanda bahaya persalinan diolah secara deskriptif dan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner. Dan skala pengukuran data yang digunakan yaitu skala Guttman, dengan interpretasi penilaian, apabila respon en menjawab apabila Salah nilainya engan Benar nilainya 9) Setelah an ata

(Alimul Aziz

terkumpul kemudian data tersebut dikelompokkan dan diolah menggunakan rumus : %F = x 100%

36

Keterangan : %F S : Persentase skor : Frekuensi jawaban responden

Skor sampel : Skor total/jumlah jawaban maksimal dari masingmasing responden Kemudian setelah diperoleh hasil, dimasukkan ke dalam kategori pengetahuan yaitu : a. Pengetahuan baik bila responden menjawab dengan benar pernyataan yang ada sebanyak 76-100 %. b. Pengetahuan cukup bila responden menjawab benar peryataan yang ada sebanyak 56-75 %. c. Pengetahuan kurang bila responden menjawab benar

pernyataan yang ada sebanyak < 56%. (Arikunto 2006 dalam Wawan dan Dewi, 2010) I. Definisi Operasional Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang diamati dari sesuatu yang didefinisikan tersebut. Karakteristik yang dapat diamati (diukur) itulah yang merupakan kunci definisi operasional. Dapat diamati artinya memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena yang kemudian dapat diulangi lagi oleh orang lain (Nursalam, 2011). Definisi operasional dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel.

Tabel 2. Definisi Operasional Variabel Pengetahuan Definisi Operasional Ibu Segala Parameter Alat Ukur Skala Ukur Ordinal Hasil Ukur Baik : 76-100% Cukup : 56-75% Kurang : < 56%

sesuatu Pertolongan Persalinan oleh tenaga Kuesioner

tentang penerapan yang diketahui oleh kesehatan meliputi : PHBS pertolongan persalinan pada ibu penerapan oleh pada tentang a. Pengertian persalinan : PHBS 1. Persalinan adalah sebuah keadaan dimana seorang

pertolongan oleh

tenaga kesehatan

persalinan

wanita hamil melalui proses melahirkan. b. Pengertian pemilihan penolong persalinan : 2. Pemilihan penolong persalinan adalah pilihan suatu penolong penetapan persalinan

tenaga kesehatan

terhadap persalinan ibu yang melahirkan. c. Penolong persalinan : 3. Persalinan sebaiknya ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan

37 37

38

atau dokter spesialis). 4. Tenaga non kesehatan adalah orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan. 5. Jenis-jenis penolong persalinan adalah dukun beranak, bidan, dan dokter spesialis. 6. Jenis dukun beranak terbagi menjadi dua yaitu dukun

terlatih dan dukun tidak terlatih d. Faktor yang mempengaruhi

pemilihan penolong persalinan : 7. Akses terhadap informasi

kesehatan bukan merupakan faktor yang mempengaruhi

pemilihan penolong persalinan. 8. Suami tidak diperlukan untuk mendampingi ibu hamil saat persalinanan. 9. Kondisi ekonomi berkaitan

39

dengan kemampuan ibu untuk menyiapkan biaya persalinan. 10. Pertolongan persalinan oleh (dukun) tidak bisa dihilangkan karena sudah merupakan

suatu kepercayaan dan sudah melekat dalam budaya. e. Tempat persalinan : 11. Bersalin/melahirkan boleh

dilakukan di mana saja. 12.


Jarak tempuh tempat

persalinan dari rumah bukan merupakan hal-hal yang

harus dipertimbangkan dalam menentukan persalinan. f. Tanda-tanda persalinan : 13. Tanda-tanda bahaya tempat

persalinan adalah ibu tidak kuat mengejan.

40

14. Saat tanda-tanda persalinan muncul yang harus dilakukan oleh ibu adalah berteriak

untuk mengurangi rasa sakit. g. Tanda-tanda bahaya persalinan : 15. Tanda-tanda bahaya

persalinan adalah ibu tidak kuat mengejan.

41