Anda di halaman 1dari 45

dr.

Rahel MF Sigiro

Nama: Ny. HF Usia: 53 tahun Agama: Islam Pekerjaan: IRT Alamat: AMB Tanggal Periksa: 4/2/2013
2

Keluhan Utama: kontrol hipertiroid

Pasien datang u/ kontrol hipertiroid. Pasien sudah menderita hipertiroid sejak berusia kurang lebih 30 tahun, namun tdk rutin kontrol. Keluhan saat awal, tdp benjolan pd leher. Benjolan tdk membesar atau mengecil, tdk nyeri, tdk mengganggu waktu bernafas atau menelan. Suara pasien tdk terganggu.

Sampai sekarang pasien masih merasakan jantung berdebar, berkeringat banyak, susah tidur, sensitif terhadap suhu panas, tangan gemetaran, cepat merasa lelah, nafsu makan menurun. Namun, sudah lebih berkurang dibandingkan saat awal. Berat badan naik sedikit dibandingkan awal. BAB dan BAK biasa.

Riwayat Peny. Dahulu


Riwayat jantung, hipertensi, kencing manis

disangkal

Riwayat Peny. Keluarga


Hanya penderita yg sakit seperti ini dlm keluarga

KU: tampak sakit ringan Kesadaran : CM Tanda-tanda vital:


TD: 120/70 mmHg Nadi: 96x/mnt, reguler Nafas: 18x/mnt Suhu: 36,8C (aksila)

Status gizi: gizi kurang (TB: 155cm, BB: 42kg)


7

Kepala: ekspresi normal, deformitas (-) Mata: konj.anemis -/-, sklera ikterik -/-, eksoftalmus (-) THT: dbn

Abdomen: datar, BU (+) normal, timpani, soepel, NT (-) Genitalia & anus: tdk dilakukan pemeriksaan Ekstremitas: akral hangat, CRT <2, clubbing finger (-) tremor halus (+)
8

Thorax: B/P simetris, VBS +/+, wh -/-, rh -/-, BJM reg, murmur (-)

Leher:
Inspeksi: tampak pembesaran leher Auskultasi: bruit (-) Palpasi : terdapat pembesaran kelenjar tiroid

difus, konsistensi kenyal, batas tegas, permukaan rata, terfiksir, warna sama dengan sekitar, nyeri tekan (-), ikut gerakan menelan. Pembesaran KGB (-). JVP 5 + 0 cmH2O

Hipertiroid ec. Susp. Penyakit Graves

10

Diet TKTP (konsul gizi) Kontrol teratur PTU 3 x 200 mg Propanolol 2 x 20 mg Vitamin B comp 3 x 1 tab

11

Darah rutin GDS fT4 TSH EKG USG leher

12

Quo ad vitam: ad bonam Qou ad functionam: ad bonam

13

14

Di bagian bawah leher 2 lobus dihubungkan ismus Tdp 2 pasang kelenjar paratiroid di bagian posterior

15

Hormon Tiroid (T3, T4)

Efek Metabolik Kalorigenik, termoregulasi, metabolisme protein, KH, lipid

Efek Fisiologik
Pada sistem organ
16

Penyakit Tiroid
Faal
Hipotiroid
Anatomi
Difus

Etiologi

Autoimun

Eutiroid

Uni/multinodul

Tumor

Hipertiroid

Radang
17

Tirotoksikosis: manifestasi klinis kelebihan h.tiroid yg beredar dalam sirkulasi Hipertiroidisme: suatu kondisi di mana kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak h.tiroid Dgn kata lain, hipertiroid terjadi krn adanya peningkatan h.tiroid dlm darah & biasanya berkaitan dgn keadaan klinis tirotoksikosis
18

60 80% Graves Disease

19

20

21

Manifestasi klinis tergantung derajat keparahan tirotoksikosis, durasi penyakit, kerentanan individu thd hormon tiroid yg berlebihan, usia pasien

22

Dermopati
Oftalmopati (75%) Retraksi kelopak mata, edema periorbital, injeksi konjungtiva, proptosis (<5%)

Akropaki

(<1%)

Penyakit Graves
23

Manifestasi klinis

<11: hipotiroid 11 18: eutiroid 18: hipertiroid


24

Pem. Laboratorium

25

U/ fase awal penentuan diagnosis perlu fT4& TSH. Pd

pemantauan fT4 saja. Normal: 4,5 11,5 mg/dl

TSH serum sangat penting dlm menegakkan

diagnosis + tata laksana kelainan tiroid


Pengukuran antibodi perangsang-reseptor TSH yg

pd penyakit Graves. Hilangnya meramalkan penyembuhan penyakit

26

Pem. Radiologi
Tes ambilan iodium radioaktif (RAIU)

U/ mengukur kecepatan pengambilan iodium o/ kelenjar tiroid

27

Pemindai Skintilasi Tiroid

Menemukan lokasi, ukuran, bentuk & fungsi kelenjar tiroid. Khususnya yg terletak substernal atau berukuran besar. Identifikasi daerah yg mengalami fungsi (hot area) atau fungsi (cold area) membantu menegakkan diagnosis

28

Ultrasonografi Membantu membedakan kelainan kistik atau solid pd tiroid. Kelainan solid lebih sering disebabkan keganasan dibanding dgn kelainan kistik

29

Pilihan pengobatan tergantung pd bbrp hal antara lain berat ringannya tirotoksikosis, etiologi tirotoksikosis, usia pasien, besarnya struma, ketersediaan obat antitiroid & respon atau reaksi thdnya, penyakit lain yg menyertai, tersedianya modalitas pengobatan, situasi pasien

30

Prinsipnya:
Mengurangi sintesis hormon tiroid dgn obat

antitiroid (OAT) Mengurangi jumlah jaringan tiroid dgn radioterapi atau tiroidektomi

31

OAT Tdp 2 gol. Tionamid:


Tiourasil (PTU)

100 200 mg tiap 6 8 jam Imidazol (Metimazol, Karbimazol) 10 20 mg tiap 8 12 jam, dosis 1x sehari setelah tercapai eutiroid

Mekanisme kerja: berefek intratiroid & ekstratiroid


32

Tiourasil Efikasi DOA Kehamilan Konversi T4 T3 Dosis


Poten Short acting QID/TID Aman Inhibisi konversi 100 200 mg qid PO

Imidazol
Sangat poten Long acting BID/OD Kontraindikasi Tidak 10 20 mg od PO
33

Tes fungsi tiroid & manifestasi klinis diperiksa kembali 3 4 mgg setelah terapi dimulai, dosis dititrasi berdasarkan kadar fT4 & respon klinis.

Lama pengobatan 1 1,5 thn, kemudian dihentikan u/ melihat apakah terjadi remisi.

Biasanya dlm 6 8 mgg setelah terapi tercapai eutiroidisme.

Kadar TSH tetap rendah selama bbrp bln tdk digunakan sbg indeks respon terapi.
34

Cara pemberian:
Block-replace regimen: dosis OAT besar & konstan +

dosis levotiroksin yg disesuaikan dgn kadar fT4 agar tetap normal


Titration regimen: dimulai dgn dosis besar, diturunkan

perlahan sesuai respon terapi sampai mencapai dosis terendah dimana pasien masih dlm keadaan eutiroidisme. Dosis pemeliharaan: 2,5 10 mg karbimazol/metimazol atau 50 100 mg PTU
35

Angka remisi max. tercapai dlm 18 24 bln pd titration regimen & 6 bln pd block-replace regimen Efek samping yg sering terjadi: rash, urtikaria, demam, atralgia Jarang tp berbahaya: hepatitis, SLE-like syndrome, agranulositosis STOP

36

Propanolol
20 40 mg tiap 6 jam atau -bloker kerja lama (atenolol) kontrol simptom adrenergik, terutama pd fase2 awal sblm OAT bekerja

Radioterapi
Menyebabkan destruksi progresif sel2 tiroid. Sbg terapi inisial atau relaps setelah OAT trial. Karbimazol atau metimazol hrs dihentikan 2 hr, PTU bbrp mgg sblm pemberian radioiodin
37

Tiroidektomi
Pilihan terapi u/ pasien relaps setelah pemberian OAT & lebih memilih terapi ini drpd radioterapi.
Prinsip umum: operasi baru dikerjakan jika pasien eutiroid, klinis maupun biokimiawi.

Pemberian kalium iodida (3 tetes SSKI oral tid) pre-op menginduksi involusi & mengurangi vaskularitas kelenjar.

38

39

Terapi Konservatif
Diet yg diberikan harus tinggi kalori 2600-3000

kalori/hari Konsumsi protein tinggi, yaitu 100-125 gr (2,5 gr/kgBB) per hari seperti susu & telur Mengurangi rokok, alkohol & kafein yg dpt meningkatkan metabolisme

40

Krisis tiroid/badai tiroid


Kejadian eksaserbasi hipertiroidisme, mengancam jiwa, jarang terjadi. Trias: a) Menghebatnya tanda tirotoksikosis, b) Kesadaran menurun, c) Hipertermia. Bila tdp trias teruskan dgn skor indeks klinis krisis tiroid Burch-Wartosky

41

Angka mortalitas 30% krn gagal jantung, aritmia, hipertermia. Presipitasi: penyakit akut (stroke, infeksi, trauma, KAD), operasi (terutama pd tiroid), atau radioterapi pd pasien dgn partially treated atau untreated hyperthyroidism. Terapi: perawatan suportif & pengawasan intensif, identifikasi & tata laksana faktor presipitasi, mengurangi sintesis h. tiroid

Penyakit Jantung Tiroid


42

Manifestasi klinis bertambah buruk jika tidak ditangani, tingkat mortalitas 10 30% sebelum sempat diterapi

43

44

Jameson JL, Weetman AP. 2011. Disorders of The Thyroid Gland: Introduction. In: Jameson J, Hauser S, Fauci A, Kasper D, Loscalzo J, Longo D. Harrisons Principle of Internal Medicine 18th ed. McGraw Hill

R Djokomoeljanto. Kelenjar Tiroid, Hipotiroidisme, dan Hipertiroidisme. 2006. Dalam: Sudoyo AW, dkk (editor) Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Pusat Penerbitan FKUI: 1955-65
http://www.internallibrary.com/2009/02/penyakitgraves.html
45